The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by doni listyanto, 2020-11-08 09:24:44

Dolanan Anak Gabungan Fix

Dolanan Anak Gabungan Fix

KATA PENGANTAR
‫ِﺑ ْﺴــــــــــــــــــــــ ِﻤﺎﻟ ّﻠ ِﻬﺎﻟ ﱠﺮ ْﺣ َﻤ ِﻨﺎﻟ ﱠﺮ ِﺣ ْﻴ ِﻢ‬
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat dan
hidayah-nya sehingga penulisan buku “Kumpulan Dolanan Anak”
ini dapat terselesaikan dengan waktu yang telah ditentukan. Penyusunan
e book “Keanekaragaman Dolanan Anak Nusantara” ini dibuat dengan
tujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah “Dolanan Anak”, topik yang
dibahas adalah ” Keanekaragaman Dolanan Anak Tradhisional dari
berbagai daerah di Indonesia”.
Penyusunan tugas ini dengan harapan dapat membantu pembaca
untuk lebih memahami materi tentang “Keanekaragaman Dolanan Anak
Nusantara”. Namun demikian, tentu saja dalam penyusunan masih
terdapat banyak kekurangan dalam penulisan dan pemilihan kata yang
tepat. Dengan ini, memohon saran dan kritik yang konstruktif, sehingga
penulis bisa menyempurnakan hasil e book yang telah dibuat.

Yogyakarta, 06 November 2020

Tim Penulis

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................................i
DAFTAR ISI.....................................................................................................................ii

BAB I: PENDAHULUAN
Latar Belakang ................................................................................................................ 1

BAB II: PEMBAHASAN
1. .. Permainan Gobak Sodor ..................................................................................... 4
2. .. Permainan Congklak ........................................................................................... 9
3. .. Dolanan Anak Cublak-Cublak Suweng ............................................................ 13
4. .. Permainan Engklek ........................................................................................... 21
5. .. Permainan Layang-Layang ............................................................................... 25
6. .. Permainan Bola Bekel....................................................................................... 34
7. .. Permainan Rangkuk Alu ................................................................................... 39
8. .. Permainan Jaranan ............................................................................................ 46
9. .. Dolanan Anak Jamuran..................................................................................... 50

BAB III: KESIMPULAN ........................................................................................... 56
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................. 57
LAMPIRAN................................................................................................................. 61

ii

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Tujuan dari tugas mata kuliah Dolanan anak adalah melestarikan dan
mengkreasikan permianan tradisional. Melestarikan permaiann tradisional
merupakan salah satu wujud pelestarian kebudayaan lokal, dalam permianna
tradidional setiap daerah pasti memiliki permaianna yang beragam dan
bercirikan daerah masing-masing. Bentuk dan pelaksanakan
permianantradisioanal terus berkembang dan beraneka ragam sesuai dengan
daerah asal permaian tradisional masin-masing. Permianan tradisional
biasanya mirip dalam suatu daerah yang berdekatan contohnya seperti pulau
jawa pasti di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat ada permianan yang
sama tetapi nama permianan tradional tersebut saja yang berbeda mengikuti
dialeg kebahasaan setiap daerah bagian,

Menurut Ki Hajar Dewantara Kebudayaan adalah buah budi manusia
yang merupakan sebuah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh
kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia
untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesulitan didalam hidup dan
penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada
lahirnya bersifat tertib dan damai. Bapak pendidikan Indonesia Ki Hajar
Dewantara mendefinisikan kebudayaan adalah buah budi manusia yang
merupakan sebuah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat,
yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk
mengatasi berbagai rintangan dan kesulitan didalam hidup dan
penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada
lahirnya bersifat tertib dan damai.

KI Hajar Dewantara dalam bukunya Pendidikan menyatakan, “Mudahlah
kini bagi kita untuk dapat menetapkan guna dan faedahnya permainan kanak-
kanak itu bagi kemajuan jasmani serta rohani kanak-kanak. Tubuh badannya
menjadi sehat dan kuat, serta hilanglah kekakuan bagian-bagian tubuh,
hingga gampang dan lancar anak-anak melakukan segala serpak terjang
dengan segala bagian tubuh badannya. Seluruh panca indranya teristimewa,
mata serta telinga dan tangan kakinya dapat dipergunakan dengan sebaik-
sebaiknya; lancar, lembut dan cekatan.” Dari kutipan di atas dapat diketahui
bahwa permainan tradisional selain berfungsi bagi kemajuan jiwa juga dapat

1

berpengaruh terhadap perkembangan fisik anak. Karena hampir semua
permainan tradisional selalu melibatkan badan agar aktif bergerak. Sudah
tentu gerakan-gerakan tersebut dapat dijadikan sebagai stimulus agar fisik
anak dapat tumbuh dengan baik.

Selain itu, dengan bermain permainan tradisional, anak-anak dapat lebih
tegas mengoreksi segala kekurangan atau kesalahan pada diri sendiri jika
mereka kalah dalam permainan. Selanjutnya, Ki Hajar Dewantara
menjelaskan dengan lebih terperinci bahwa permainan tradisional selain
bermanfaat bagi kemajuan jiwa, juga membawa manfaat terhadap pengaruh
timbulnya ketajaman pikiran, kehalusan rasa, serta kekuatan kemauan anak.
Permainan tradisional merupakan salah satu unsur budaya bangsa yang
banyak tersebar di berbagai penjuru nusantara terutama pada masyarakat
pedesaan yang sulit untuk menemukan permainan modern. Permainan
tradisional sudah hampir punah terlupakan dan terganti dengan permainan
modern. Sebaiknya ada upaya dari orang tua atau dewasa yang pernah
mengalami fase bermain, untuk memperkenalkan dan melestarikan kembali
permainan-permainan tersebut, karena permainan tersebut sangat besar
pengaruhnya terhadap perkembangan anak-anak.

Permainan tradisional sering disebut juga dengan permainan rakyat,
merupakan permainan yang tumbuh dan berkembang pada masa lalu terutama
tumbuh dimasyarakat pedesaan. Permainan tradisional tumbuh dan
berkembang berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat, kebanyakan
permainan tradisional dipengaruhi oleh alam lingkungannya, oleh karena itu
permainan tradisional selalu menarik, menghibur sesuai dengan kondisi saat
itu. Permaianan tradisional ini perlu dilestarikan dan dikenalkan untuk anak-
anak jaman sekarang. Anak jaman sekarang sudah langka untuk bermaian
permaiana tradisional karena seiring berkembangnya teknologi, anakjaman
sekarang lebih terfokus bermaian dengan teknologi salah satunya gadget.
Dengan mengenalkan permainan tradisional kepada anak jaman sekarang
sejak tingkat dasar yaitu Sekolah Dasar merupakan bentuk penanamna
pelestarian kebudayaan sejak dini. Perminan tradisional sendiri membuak
anak bergerak aktif dan mengeksplore lingkungan sekitar. Kegiatan
permianna tradisional baik untuk perkembangan anak dalam hal memiliki
pengalaman. Utamanya permainan tradisional banyak mengandung pesan-
pesan tersembunyi didalamnya.

Kegiatan melestrikan kebudayaan melaui melstarikan permianan

tradisional selaras dengan panca darma tamansiswa yang ke-3 yaitu dasar

kebudayaan “ Mengandung arti, Keharusan memelihara nilai dan bentuk

kebudayaan Nasional. Dalam memelihara kebudayaan nasional itu, yang

pertama dan terutama ialah membawa kebudayaan nasional kearah kemajuan

2

yangs esuia dengan kemajuan masyarakat, dan kemajuan dunia guna
kepentingan hidup rakyat lahir dan batin sesui perkembangan alam dan
jaman.

3

BAB II
PEMBAHASAN
1. Permainan Gobak Sodor

A. Sejarah Permainan Gobak Sodor
Gobag sodor merupakan permainan tradisional yang bersifat

kelompok. Keberadaan permainan gobag sodor dalam masyarakat sudah
cukup lama, namun kini tampaknya sedang mengalami penurunan. Ada
dua pendapat tentang asal usul permainan gobag sodor. Pertama,
mengatakan bahwa permainan gobag sodor dari luar negeri yaitu berasal
dari bahasa asing go back to door. Dikarenakan lidah orang Jawa sulit
mengucapkan, maka agar lebih mudah diingat dan diucapkan akhirnya
menjadi gobag sodor. Sedangkan pendapat kedua, mengatakan bahwa
permainan tersebut berasal dari dalam negeri yang terdiri dari dua kata
yaitu gobag dan sodor. Gobag berarti bergerak dengan bebas kemudian
menjadi nggobag yang berarti berjalan memutar, sedang sodor berarti
watang yaitu semacam tombak yang memiliki mata tombak yang tajam.
Namun dalam permainan ini sodor adalah penjaga garis sumbu atau garis
sodor yang berada ditengah membelah arena permainan. Garis tersebut
digunakan lalu lintas si odor untuk mempersempit ruang gerak lawan
sehingga mudah dimatikan.

Dalam permainan gobag sodor tidak ada ketentuan mengenai waktu
untuk bermain. Artinya permainan gobag sodor bebas dilakukan kapan
saja jika anak menginginkan. Tempat atau arena permainannya juga
membutuhkan tempat yang relatif luas. Permainan ini dapat dilaksanakan

4

di halaman rumah atau sekolah yang luas dan datar. Arena permainan
berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran 16 x 8 meter. Arena
tersebut kemudian dibagi menjadi beberapa bujur sangkar (disesuaikan
jumlah pemain yang jadi) misalnya 8anak maka arena dibagi menjadi 6
kotak dan satu menjadi sodor yaitu anak yang bermain di garis tengah
B. Alat Permainan Gobak Sodor

Permainan gobag sodor tidak memerlukan peralatan khusus. Per
mainan tersebut hanya memerlukan arena atau halaman yang cukup luas
dan rata. Di halaman tersebut kemudian dibentuk tiga persegi panjang
dengan satu garis vertikal dan 4 atau lebih garis horisontal (sesuai dengan
jumlah pemain)menggunakan alat atau benda lain misalnya sebuk
gergaji, kapur atau menulis batang kayu apabila arena tanah lapang, dan
lainnya yang dirasa tidak akan mengganggu jalannya permainan. Berikut
ini adalah gambar arena permaianan tradisional gobag sodor
C. Peserta Permainan Gobak Sodor

Jumlah pemain disesuaikan dengan jumlah garis yang melintang di
arena tersebut, misalnya jumlah garis melintang 4 buah, maka jumlah
pemainnya 4 x 2 = 8 anak. Jumlah tersebut kemudian dibagi menjadi dua
kelompok misalnya A dan P.
D. Persiapan Permainan Gobak Sodor

Secara bersama-sama membuat arena yang akan digunakan untuk
bermain, misalnya membuat garis-garis batas dengan menggunakan
kapur. Setelah arena permainan selesai dibuat, selanjutnya mereka
membentuk dua kelompok dengan cara undian atau hompimpah.
Kemudian salah satu peserta melakukan suit untuk menentukan menang
atau kalah. Mereka yang suitnya menang menjadi satu kelompok sebagai
pemenang, misalnya X (terdiri dari a, b, c, d) sedangkan yang kalah
menjadi satu kelompok Y (terdiri dari p, q, r, s). Kelompok yang menang
pinsut (X) akan bermain terlebih dahulu. Sementara yang kelompok
kalah (Y) harus berdiri menjadi penjaga garis dengan garis lintang dan
garis bujur tengah, untuk menghalangi anggota kelompok pemain agar
tidak bisa masuk ke dalam arena permainan.

5

E. Jalannya Permainan
Kelompok X (a, b, c, d) sebagi kelompok pemenang berusaha

memasuki kotak-kotak yang ada menuju ke belakang arena permainan
dan berusaha untuk dapat kembali ke depan arena permainan. Dengan
berbagai cara dan kelincahannya anggota kelompok X berusaha
mengelabuhi penjaga dari anggota kelompok Y (p, q, r, s). Anggota
kelompok X berusaha dengan segala cara agar dapat melewati kotak ke
kotak yang harus dilalui. Untuk itu diperlukan konsentrasi tinggi, mereka
berusaha supaya tidak tersentuk sodor maupun penjaga garis. Jika sempat
lengah mereka dapat tersentuh tangan panjaga. Kalau sampai ada pemain
yang tersentuh penjaga maka kelompoknya dianggap mati, sehingga
terjadi pergantian kelompok pemain. Namun, jika ada pemain yang
berhasil menerobos sampai garis belakang misalnya c, ia harus kembali
lagi ke depan arena dengan hadangan ketat para penjaga. Kalau c berhasil
menerobos penjagaan dan dapat sampai di depan garis depan arena maka
ia disebut butul(penembus)kelompoknya menang dan mendapat sawah
atau skor, begitu seterusnya.

F. Ajaran Ki Hajar Dewantara yang terkandung dalam permainan
Gobak Sodor
1. Tetep-Mantep-Antep
Tetep-Antep-Mantep merupakan salah satu fatwa Ki Hajar
Dewantara. Tetep berarti tetap, tetap mengandung maksud
keteguhan pikiran yang kuat. Mantep berarti yakin. Antep berarti
berisi atau berpengetahuan, Tetep-Mantep-Antep tercermin dalam
proses permainan gobak sodor. Pemain harus benar-benar memiliki
rasa tetap dalam bergerak atau melangkah, dalam pengambilan
langkah harus terlebih dahulu dipikirkan. Pemain harus memiliki
rasa mantep ketika ia telah mengambil langkah sehingga tidak boleh
ada rasa ragu dan ingin mundur, pemain harus memantapkan
pemikiran mengenai strategi yang akan diambil. Antep harus
dimiliki pemain agar ia berani untuk melakukan tindakan yang ia
pikirkan dan ia yakini, dengan pemikiran yang kuat dan keyakinan
mengenai kebenaran pemikirannya makan tindakan yang akan

6

dilakukan pastinya berbobot, Tindakan antep pada gobak sodor
adalah saat pemain melakukan langkah yang diambil.
2. Trilogi Kepemimpinan

Dalam Tim Ketamansiswaan (2020:44-45), Dolanan anak gobag
sodor mengandung nilai Trilogi kepemimpinan yang digunakan
pemimpin dengan melaksanakan: Ing ngarsa sung tuladha: di depan
menjadi contoh dan teladan. Ing madya mangun karsa: berada
ditengah membangun semangat. Tut wuri handayani: mengikuti
dari belakang dan memberi pengaruh.

Dengan ini dolanan anak gobag sodor melalui trilogi
kepemimpinan dapat memberikan pembelajaran kepada anak untuk
belajar berinteraksi dengan orang lain, anak akan belajar
menghargai dan bersikap baik dengan orang lain, dalam dolanan
anak gobag sodor juga akan mengorganisir diri dengan memupuk
semangat kebersamaan, dapat menciptakan tenggang rasa dan
toleransi dalam kelompok.

3. Sistem Among
Bermain dolanan gobag sodor dalam sistem among dapat

menyentuh jiwa merdeka sang anak semua tingkat usia. Sistem
among dengan metode dolanan anak seperti gobag sodor dapat
membentuk dan membina cipta-rasa- karsa anak dan menjadikan
jiwa merdeka bersahaja, integritas insan budaya melalui bermain
dolanan gobag sodor juga dapat mendidik interaksi sosial pada anak.

4. Kemerdekaan

Kemerdekaan sebagai syarat untuk menghidupkan dan
menggerakan kekuatan lahir batin anak, agar memiliki pribadi yang
kuat dan dapat berpikir serta bertindak merdeka. Dolanan anak
gobak sodor memiliki nilai kemerdekaan dimana tidak ada paksaan
terhadap anak, sehingga anak berhak memiliki kesenangan hati
dalam bermain.

7

G. Manfaat Permainan Gobak Sodor Sebagai Pembentuk Karakter
Anak
1. Bekerja sama, yaitu ketika anak bermain dalam kelompoknya
berusaha bekerja sama untuk memenangkan pertandingan sesuai
dengan perannya masing masing dalam permainan.
2. Melatih anak untuk jujur, yaitu jika berada dalam kelompok
mengakui apabila tersentuh lawan atau melewati batas mati. Dan
jika berada dalam kelompok jaga garis, tidak berbuat curang
dengan keluar dari garis penjagaan.
3. Bertanggung jawab, yaitu dengan melakukan tugas jaga garis
dengan baik sesuai perannya masing-masing.
4. Disiplin, yaitu anak-anak mematuhi ketentuan dan peraturan
dalam permainan gobag sodor.
5. Kerja keras, yaitu anak-anak berusaha keras menerobos garis-
garis yang dijaga lawan untuk mendapatkan skor dan
kemenangan.
6. Percaya diri, yaitu ketika mulai bermain anak-anak tidak pernah
berpikir untuk kalah duluan, mereka yakin terhadap
kemampuannya untuk menang dan dengan berani menghadapi
lawan dalam pemain.
7. Berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, yaitu dalam permainan
ini merangsang aktivitas berpikir menentukan strategi untuk
menerobos garis penjagaan lawan, melihat situasi dan kondisi
mengambil kesempatan, mengecoh lawan dan memikirkan
bagaimana cara memperoleh kemenangan tanpa tersentuh
penjaga garis.

8

2. Permainan Congklak

Menurut Heryanti (2014) menjelaskan permainan congklak
merupakan alat bermain yang sudah ada sejak zaman dahulu dan
diwariskan secara turun menurun. Permainan-permainan tradisional
memiliki nilai positif, misalnya anak menjadi banyak bergerak sehingga
terhindar dari masalah obesitas anak. Di Indonesia permainan ini
memiliki banyak penyebutan nama, seperti: di Jawa permainan ini lebih
dikenal dengan sebutan congklak, dakon, dhakon atau dhakonan. Di
beberapa daerah diSumatera yang memiliki budaya Melayu, permainan
ini dikenal dengan sebutan congkak. Di Sulawesi permainan ini lebih
dikenal dengan beberapa nama: Mokaotan, Maggaleceng, Aggalacang
dan Nogarata, sedangkan di Lampung permainan ini lebih dikenal
dengan nama dentuman lamban.

Berdasarkan sejarahnya, permainan tradisional congklak juga
sering disebut sebagai “permainan gadis”, maksudnya pada zaman
dahulu permainan ini yang paling sering memainkan permainan ini
adalah anak perempuan di kalangan bangsawan. Namun seiring
perkembangannya, permainan tradisional congklak semakin dikenal luas
oleh para penduduk dan orang awam dari berbagai strata hingga sampai
saat ini permainan congklak pun mulai banyak dimainkan oleh
masyarakat luas di Indonesia. Ada waktu dimana permainan congklak
dianggap tabu oleh budaya masyarakat sekitar, seperti: beberapa daerah
di Sulawesi yang hanya memainkan congklak ketika ada kerabat atau
orang yang dicintai meninggal dunia. Permainan ini akan dianggap tabu
jika dimainkan pada waktu selain saat berkabung. Sedangkan pada
zaman dulu masyarakat Jawa Kuno menggunakan congklak ini untuk
menghitung musim tanam dan musim panen.

A. Cara Permainan Congklak
Cara bermain congklak adalah dengan pemain memainkannya

dengan serentak, dari kedua pemain bisa mengambil butiran biji

9

serta memasukkanya satu-satu ke dalam tiap-tiap lubang (kampung)
menuju lubang yang paling besar(rumah) dengan putaran searah
jarum jam. Jika ada pemain yang berhenti pada lubang yang kosong,
tidak ada bijinya, maka pemain itu dinyatakan mati.

B. Ketentuan dan Cara Bermain Congklak

1. Untuk bermain congklak kedua pemain saling berhadapan, cara
memulai permainannya dilakukan secara serentak. Cara
bermain congklak dengan memasukkan butir congklak ke
kampung masing-masing dan berjalan searah dengan jarum jam.

2. Permainan terus dilanjutkan sampai butir yang terakhir yang ada
di tangan masuk ke dalam kampung sendiri atau lawan, jika
sudah begitu pemain sebaiknya berhenti.

3. Kemudian lawan mengambil giliran dan melanjutkan hingga
butirnya mati. Umpanya jika buah yang terakhir jatuh pada
rumah sendiri, maka pemain dapat melanjutkan permainan
dengan cara mengambil butir yang ada sebanyak-banyaknya
dikampung sendiri. Sebaliknya jika butir berhenti di kampung
lawan maka permainan kita sudah sampai disini saja.

4. Setelah berakhir ronde pertama, setiap pemain mengisi
rumahnya dengan butir yang ada di kakmpungnya, jika
rumahnya tidak terisi maka itu di anggap terbakar. Rumah itu
tidak bisa di isi pada ronde ini dan ronde selanjutnya sampai
pihak lawan mengakui kekalahan.

5. Diakhir ini adalah penentuan, butir congklak dari rumah
masing-masing di hitung. Pemanang adalah pemain yang
memiliki butir paling banyak. Jika jumlah butir kita dengan
lawan sama, maka yang dihitung adalah rumah yang terbakar
yang paling banyak itu adalah yang kalah.

C. Nilai moral dan Ajaran Tamansiswa pada permainan congklak

Trilogi Kepemimpinan

1. Ing Ngarso Sun Tulodho, yaitu di depan (pimpinan) harus
memberi teladan. Sebelum memainkan permainan ini orang
yang paham dengan cara bermain ini pemain terlebih dulu
menjelaskan bagaimana cara dan ketentuan bermain congklak /
dhakon

2. Ing Madyo Mangun Karso, yaitu bermakna di tengah memberi
bimbingan.
Pada saat sedang bermain jika ada pemain yang bermain curang
maka hendaknya memperingatkan untuk bermain sportif. Agar
permainan dapat melatih sikap kejujuran.

10

3. Tut Wuri Handayani, yaitu berarti di belakang memberi
dorongan atau dukungan semangat. Hal ini untuk para penonton,
dimana penonton atau yang tidak ikut bermain memberikan
semangat kepada para pemain dan selalu mengutamakan sikap
sportif.

D. Implikasi Permainan Congklak (Dakon) Sebagai Penguatan
Pendidikan Karakter

Berikut merupakan beberapa implikasi dari permainan congklak
dalam meningkatkan penguatan pendidikan karakter sesuai yang
dijelaskan oleh Awalya (2017) bahwa Karakter itu mengacu kepada
serangkaian pengetahuan (cognitives), sikap (attitides), danmotivasi
(motivations), serta perilaku (behaviors) dan keterampilan (skills).

1. Melatih dan meningkatkan kemampuan bersosialisasi Di dalam
masyarakat bersosialisasi adalah faktor penting untuk
menunjang anak menjadi orang yang sukses, ketika anak
mampu bersosialisasi dengan baik dengan teman atau orang
lain, anak juga dapat membentuk sikap empati dan simpati.
Haerani (2013) menjelas-kan dengan melakukan permaianan
congklak, akan terjalin kontak sosial antara anak dengan
temannya. Anak akan mendapat berbagai informasi dengan
bercerita pengalamannya kepada teman bermainnya, selain itu
kadang kala bermain juga terdapat konflik didalamnya, disini
anak juga akan belajar bagaimana caranya menangani
permasalahannya sendiri.

2. Melatih dan meningkatkan kesabaran dan ketelitian Kesabaran
merupakan suatu hal yang harus dimiliki oleh tiap individu,
sehingga perlu diajarkan sikap sabar sejak dini. Cahyani (2014)
menjelaskan permainan congklak ini akan melatih anak untuk
memiliki jiwa sabar dan ketelitian, dikarenakan dalam
permainan ini pemain secara bergantian memasukkan biji
congklak kedalam lubang-lubang yang ada papan congklak. Hal
ini lah yang menjadikan anak lebih bersabar memasukkan dan
menunggu

3. Melatih dan meningkatkan jiwa sportivitas Permaian congklak
dimainkan oleh 2 orang, sama halnya ketika anak bermain
playstation yang juga dimainkan 2 orang, akan tetapi
perbedaannya terlihat ketika salah satu pemain kalah. Kalau
bermain permaian playstation atau game pc ketika anak kalah
permainan bisa off kan, akan tetapi ketika berbeda dengan

11

permainan congklak permainan ini akan sulit diulang kembali
dikarenakan ketika satu biji saja yang salah menghitung maka
permainan tidak berjalan dengan lancar sehingga ketika anak
kalah akan dilatih untuk menerima dengan jiwa sportivitas
4. Meningkatkan dan melatih kemampuan analisa Trysti (2015)
bahwa dalam permaian congklak ini anak akan dilatih untuk
menganalisa proses permaian, biji yang diambil mana yang
dapat mengun-tungnya dirinya sehingga dia bisa menang.
Kemampuan ini sangat dibutuhkan ketika anak bernjak dewasa
5. Melatih dan meningkatkan kreativitas anak Cahyani (2014)
bahwa dalam sebuah permainan rasa bosan tentunya akan
datang, pada situasi ini anak akan mengembangkan
kreativitasnya untuk memberikan sebuah variasi dalam
permaian, disinilah ide-ide spontan anak akan dikeluarkan
seperti menambahkan peraturan yang disepakati oleh teman
bermainnya, ketika kalah akan melakukan apa, dll.
6. Memiliki dan melatih pengembangan diri Ketika bermain
permaian congklak, anak kadangkala membandingkan dirinya
dengan pemain atau teman mainnya, hal ini akan memupuk akan
untuk memiliki konsep diri dan lebih percaya diri. Selain itu
teman bermainnya pun mendapatkan motivasi agar tidak kalah
dengan temannya tersebut.

12

3. Dolanan Anak Cublak-cublak Suweng

A. Sejarah Dolanan Anak Cublak-cublak Suweng
Secara sederhana dolanan anak memiliki fungsi , baik fungsi

umum (rekreasi) dan fungsi khusus (edukasi). Beberapa ahli
mengemukankan pendapatnya bahwa dolanan mampu
mengembangkan pikiran dan kreatifitas, mengajarkan nilai moral ke
anak-anak dan masih banyak lagi. Fungsi utama dolanan anak adalah
rekreasi atau menyenangkan hati. Dalam hal ini menjelaskan bahwa
bermain menyebabkan hati riang dan keinginan untuk terus
melakukannya. Fungsi dolanan anak yang lain antara lain edukasi,
social, folkor dan psikologi. Fungsi edukasi dari dolanan anak
berhubungan dengan mempelajari hal-hal baru berkaitan dengan
bentu, warna, ukuran dan tekstur suatu benda. Semakin besar anak
mengembangkan keterampilan baru dalam permainan maka
kesempatan tersebut banyak membantu pengembangan diri yang
tidak bisa mereka peroleh melalui pembelajaran di sekolah atau yang
dipelajari lewat buku.

Bermain dengan teman sebaya membuat anak belajar bagaimana
membangun suatu hubungan social dengan anak-anak lain yang
belum dikenalnya dan bagaimana mengatasi berbagai persoalan yang
ditimbulkan oleh hubungan tersebut. Melalui permainan kooperatif,
misalnya anak belajar memberi dan menerima. Fungsi permainana
dipandang dari segi psikologi yaitu untuk menumbuhkan
perkembangan jiwa dan nalar anak-anak. Fungsi foklor dari dolanan
anak, khususnya di Jawa merupakan plestarian unsur budaya yang
dikenal dengan akrab dipandang sebagai hal yang sangat penting.

13

Permainan tradhisional tampaknya merupakan salah satu budaya
yang masih dilestarikan dengan berbagai macam symbol yang
mampu menampilkan identitas. Buktinya, dolanan anak tradhisional
umumnya menggunakan Bahasa daerah, sehingga ciri budaya
lokalnya menjadi tampak jelas.

Dolanan berasal dari kata ‘dolan’ yang artinya bermain-main.
Dalam hal ini, kata dolan yang dimaksudkan adalah dolan yang
artinya main, yang mendapatkan akhiran-an, sehingga menjadi
dolanan. Kata dolanan sebagai bentuk kata kerja yaitu ‘bermain’ (to
play), sebagai kata benday aitu ‘ permainan’ (play game), dan atau
‘mainan’ (toy). Menurut Lazarus dalam disertasi yang ditulis Pawarti
Wahjono ( 1993 : 20 ) permainan merupakan kegiatan selingan yang
memang diperlukan manusia untuk melakukan variasi kegiatan
sehari-hari.

Menurut Poerwadarminta ( 1939 : 73 ), dolanan ialah

- Rermain,
- sarana yang digunakan untuk bersenang-senang bagi
anak-anak, dan
- permainan.

Sedangkan lagu Dolanan Anak menurut Powerwadarminta dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI, 1976 : 550), ialah :

- Lagu adalah ragam suara yang dinyanyikan
- Nyanyi; nyanyian
- Ragam nyanyi ( music gamelan)

Lagu dolanan merupakan Perfoming Art, menurut Teeuw ( 1978
: 127), yang dimaksud dengan performing art adalah puisi yang
bersifat nyanyian, untuk dibicarakan, dialami dan dihayati Bersama-
sama. Karena beredarnya secara lisan maka dimungkinkan terdapat
perubahan/ perbedaan kata atau variasi di dalam Lagu dolanan anak.
Penyebab perubahan kata-kata tersebut ada beberapa kemungkinan,
misalnya : karena kurang tahu ucapan yang betul menurut aslinya;

14

karena menurut pendengaran masing-masing penerima lagu; karena
disesuaikan dengan keadaan zaman agar lebih mudah dimengerti bagi
yang menyanyikan atau yang mendengarkannya ( Danajaya, 1991 :
141).

Mengenai fungsi atau manfaat dari dolanan anak atau permainan
anak tradisional, Ki Hajar Dewantara dalam majalah Pusara bulan Mei
1941, jilid XI No 5 manyatakan :

“mudahlah bagi kita untuk menetapkan guna dan faedah
permainan kanak-kanak itu bagi kemajuan jasmani dan rohani
anak-anak. Tubuh dan badannya menjadi sehat dan kuat, serta
hilaglah kekakuan bagian-bagian tubuh, hingga gampang dan
lancer anak-anak melakukan segala seepak terjang atau Langkah-
laku dengan segala tubuh badannya. Seluruh panca inderanya dapat
dipergunakan dengan sebaik-baiknya, lancer lembut dan cekatan”.

Permainan anak-anak selain berfungsi bagi kemajuan jiwa juga
berpengaruh terhadap timbulnya ketjaman fikiran, kehalusan rasa
serta kekuatan kemauan.

Dolanan cublak-cublak suweng berasal dari jawa. Cublak-cublak
suweng berasal dari kata cublak-cublak yang artinya tempat minyak
wangi; dicublak artinya diketuk atau dikeruk. Suweng artinya
perhiasan telinga. Cublak-cublak suweng merupakan permainan
yang pelaksanaanya dengan mengetuk-ngetuk dengan perlahan alat
permainannya yang berupa subang atau uwer ke telapak tangan para
pemain. Subang atau uwer saat ini sulit ditemukan, maka sebagai alat
untuk bermain dapat pula diganti dengan kerikil atau biji-bijian.
Selain perlengkapan tersebut, permainan ini juga menggunakan
tembang dalam pelaksanaanya. Tempat pelaksanaanya bisa dimana
saja, dan dapat dimainkan minimal 3 orang.

Bentuk permainan dalam dolanan cublak-cublak suweng berupa
lagu dan gerak tari. Lagu dolanan cublak-cubak suweng adalah
sebagai berikut :

15

Cublak-cublak suweng ‘mengetuk-ngetukan
subang’
Suwenge ting glenter ‘subangnya berserakan’
Mambu ketundhung gudel ‘berbau anak kerbau yang
terlepas’
Pak empong lera lere ‘kampong bergerak ke sana
kemari’
Sapa ngguyu ndhelikkakae ‘siapa yang tertawa dia
yang menyembunyikan’
Sir sir pong dhele kopong ‘sir, sir pong kedelai kopong’
Sir sir pong dhele kopong ‘sir, sir pong kedelai kopong’

Cara memainkan gerak pada dolanan cublak-cublak suweng,
yaitu yang ditengah satu anak mringkuk(ndhekem), sedangkan
pemain yang lain duduk mengelilingi. Salah satu pemain selama
lagunya dinyanyikan memegang batu dan mengetukkan-ngetukkan
perlakan batu tersebut ke telapak tangan pemain lainnya, termasuk
salah satu telapak tangannya sendiri. Setelah lagu yang dinyanyikan
sampai kata pak empong lera lere, maka semua telapak tangan
diangkat dari punggung yang ditengah dengan posisi tangan
mengenggam.

Lirik lagu cublak-cublak suweng yang cukup familiar di
masyarakat jawa, secara keseluruhan menggunakan Bahasa jawa.
Pada lirik dan pekmanaannnya tidak dapat begitu saja diartikan,
terkadang keterkaitan baris yang satu dengan yang lain tidak
ditemukan dan sengaja memunculkan keindahan rima. Permainanan
cublak-cublak suweng yang telah dijelaskan di awal, memutar batu
(suweng) ke tangan pemain hingga nantinya akan berakhir setelah
lagu selesai dinyanyikan. Kata cublak berarti yang mengetuk,
suweng adalah anting-anting(jaman dulu) yang dipakai untuk
perhiasan perempuan, dari satu lirik ini tidak ada maksud
tersembunyi.

16

B. Kutipan (Nilai Moral dan Ajaran Tamansiswa yang Ada di
Permainan)
1. Tringo (Ngerti, Ngrasa, Nglakoni)
Dalam permainan cublak-cublak suweng terdapat ajaran
tamansiswa Tringo, pada ajaran ini anak akan mengerti tentang
permainan cublak, cublak suweng, tidak hanya sekedar mengerti saja
namun anak akan merasakan nilai-nilai yang terkandung dalam
permainan cublak-cublak suweng, setelah itu anak akan nglakoni
(melakukan permainan cublak-cublak suweng tersebut).
2. Tripusat Pendidikan
Dengan permainan cublak-cublak suweng ini tidak hanya
dimainkan di lingkungan setempat/masyarakat karena permainan ini
juga bisa dimainkan di lingkungan sekolah, lingkungan lingkungan
keluarga, lingkungan masyarakat, karena permainanan ini
mengandung nilai-nilai positif, jadi permainan ini bisa digunakan
sebagai pendidikan, salah satunya adalah mendidik untuk jujur, taat
dan patuh pada aturan. yang dimaksud adalah Pendidikan anak
terdiri dari tiga lingkungan yang pertama adalah lingkungan
keluarga, yang kedua lingkungan sekolah, dan yang ketiga
lingkungan masyarakat. Oleh karena itu peran orang tua yang berada
dilingkungan keluarga sangat penting untuk mempertahankan
permainan tradhisional ini. Atau juga bisa membuat permainan
tradhisional ini menarik dan membuat anak-anak ingin memainkan
permainan tradhisional untuk menyobanya.
3. Trilogi Kepemimpinan
Ing Ngarso Sun Tulodho, yang berarti di depan (pimpinan)
harus memberi teladan. Sama halnya dengan cublak-cublak suweng
dimana sebelum bermain salah satu pemain harus menjelaskan
terlebih dahulu bagaimana cara bermain cublak-cublak suweng
Ing Madyo Mangun Karso, yang bermakna di tengah memberi
bimbingan.
Pada saat sedang bermain cublak-cublak suweng dan salah satu
pemain masih kurang paham maka pemain lain harus membimbing /

17

mengarahkan / mengajari / memberitahu agar permainan cublak-
cublak suweng tetap berjalan dengan baik

Tut Wuri Handayani, yang mengandung arti di belakang
memberi dorongan. Hal ini untuk para penonton, dimana penonton
atau yang tidak ikut bermain memberikan semangat kepada para
pemain dan membangun permainan menjadi lebih mengasyikkan
C. Ilustrasi (Proses Permainan atau Alur Permainan)

Cublak-cublak suweng merupakan permainan yang
pelaksanaanya dengan mengetuk-ngetuk dengan perlahan alat
permainannya yang berupa subang atau uwer ke telapak tangan para
pemain. Subang atau uwer saat ini sulit ditemukan, maka sebagai alat
untuk bermain dapat pula diganti dengan kerikil atau biji-bijian.
Selain perlengkapan tersebut, permainan ini juga menggunakan
tembang dalam pelaksanaanya. Tempat pelaksanaanya bisa dimana
saja, dan dapat dimainkan minimal 3 orang.

Bentuk permainan dalam dolanan cublak-cublak suweng berupa
lagu dan gerak tari. Lagu dolanan cublak-cubak suweng adalah
sebagai berikut :

Cublak-cublak suweng ‘mengetuk-ngetukan
subang’
Suwenge ting glenter ‘subangnya berserakan’
Mambu ketundhung gudel ‘berbau anak kerbau yang
terlepas’
Pak empong lera lere ‘kampong bergerak ke sana
kemari’
Sapa ngguyu ndhelikkakae ‘siapa yang tertawa dia
yang menyembunyikan’
Sir sir pong dhele kopong ‘sir, sir pong kedelai kopong’
Sir sir pong dhele kopong ‘sir, sir pong kedelai kopong’

Cara memainkan gerak pada dolanan cublak-cublak suweng,
yaitu yang ditengah satu anak mringkuk(ndhekem), sedangkan
pemain yang lain duduk mengelilingi. Salah satu pemain selama

18

lagunya dinyanyikan memegang batu dan mengetukkan-ngetukkan
perlakan batu tersebut ke telapak tangan pemain lainnya, termasuk
salah satu telapak tangannya sendiri. Setelah lagu yang dinyanyikan
sampai kata pak empong lera lere, maka semua telapak tangan
diangkat dari punggung yang ditengah dengan posisi tangan
mengenggam.

19

20

4. Permainan Engklek
A. Pengertian Permainan Tradisional Engklek

Engklek merupakan permainan tradisional yang popular di
Indonesia, khususnya di masyarakat pedesaan. Permainan ini dapat
ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia, baik di Sumatra, Jawa, Bali,
Kalimantan, dan Sulawesi. Di setiap daerahnya dikenal dengan nama
yang berbeda, yaitu seperti Gala Asin, Tepok Gunung, Ingkling, Teklek,
Sundamanda, dan lain-lain, namun pada umumnya peraturan
permainannya sama. Terdapat dugaan bahwa nama permainan ini berasal
dari "zondag-maandag" yang berasal dari Belanda dan menyebar ke
nusantara pada zaman kolonial, walaupun dugaan tersebut adalah
pendapat sementara. Permainan engklek biasanya dimainkan oleh anak-
anak, dengan dua sampai lima orang peserta. Di Jawa, permainan ini
disebut engklek dan biasanya dimainkan oleh anak-anak perempuan.
Engklek adalah permainan yang sudah ada secara turun temurun,
permainanan ini dilakukan dengan cara berjalan atau melompat dengan
menggunakan satu kaki, Lindawati dalam Margareta (2015).

Permainan engklek termasuk permainan bergerak yaitu
berhubungan dengan aktifitas motorik dimana mengharuskan anak-anak
yang memainkannya utuk melompati petak-petak yang tergambar di
tanah atau lantai secara bergiliran. permainan tradisional engklek
merupakan permainan yang memiliki prosedur dan bentuk yang
bervariasi terbanyak, kompleks. Menurut Dian Kristiani (2014) Engklek
merupakan permainan yang dimainkan oleh dua orang sampai lima
orang, kemudian si pemain harus melompat-lompat dengan satu kaki di
atas kotak-kotak yang digambar di atas tanah.

21

B. Cara Bermain Permainan Tradisional Engklek
Sebelum kita memulai permainan ini kita harus menggambar

kotak-kotak dipelataran semen, aspal atau tanah, menggambar 5 segi
empat dempet vertical kemudian disebelah kanan dan kiri diberi lagi
sebuah segi empat. Cara bermain permainan tradisional engklek cukup
sederhana yaitu dengan melompat menggunakan satu kaki disetiap
petak-petak yang telah digambarkan sebelumnya di tanah. Untuk dapat
bermain setiap anak harus mempunyai kereweng atau gacuk yang
biasanya berupa pecahan genting, keramik lantai, ataupun batu yang
datar. Kreweng/gacuk dilempar kesalah satu petak yang tergambar di
tanah, petak yang ada gacuknya tidak boleh diinjak/ditempati oleh setiap
pemain, jadi para pemain harus melompat ke petak berikutnya dengan

22

satu kaki mengelilingi petak-petak yang ada. Saat melemparkannya tidak
boleh melebihi kotak yang telah disediakan jika melebihi maka
dinyatakan gugur dan diganti dengan pemain selanjutnya. Pemain
yang menyelesaikan satu putaran terlebih dahulu melemparkan gacuk
dengan cara membelakangi engkleknya, jika pas pada petak yang
dikehendaki maka petak itu akan menjadi “sawah”nya, artinya
dipetak tersebut pemain yang bersangkutan dapat menginjak petak
tersebut dengan dua kaki, sementara pemain lain tidak boleh
menginjak petak itu selama permainan. Peserta yang memiliki
“sawah” paling banyak adalah pemenangnya.

C. Manfaat Permainan Tradisional Engklek
Berikut manfaat dari permainan tradisional engklek menurut

beberapa ahli yang sudah di rangkum :
1. Pengenalan matematika

Sitohang (2018) melakukan penelitian engklek pada anak di
taman kanak-kanak (TK). Hasilnya, permainan tradisional engklek
dapat menjadi sarana untuk mengenalkan konsep matematika.
Contohnya, ketika memainkan engklek, anak akan melompat sesuai
dengan jumlah gaco. Kemudian, anak juga dapat belajar untuk
membedakan ukuran, seperti ukuran kotak yang kecil ataupun yang
besar. Selain itu, mereka juga dapat membedakan bentuk-bentuk
yang ada di arena permainan engklek, seperti kotak, persegi panjang,
trapesium atau setengah lingkaran.
2. Mengasah kemampuan motorik anak

Rochmani (2016) melakukan penelitian dengan 32 anak berusia
empat hingga lima tahun. Hasilnya, ia menemukan bahwa permainan
tradisional engklek dapat meningkatkan kemampuan motorik anak.
Salah satu elemen yang penting dalam permainan tradisional engklek
untuk mengasah kemampuan motorik anak adalah dengan meloncat.
Meloncat satu kaki saja sebagai penumpu, tetapi menggunakan dua
kaki pada saat pendaratan. Pada saat akan meloncat, anak akan
berhati-hati agar tidak jatuh. Kemudian peran kedua tangan sangat
penting sebagai penyeimbang.

23

3. Meningkatkan keterampilan sosial
Prantoro (2015) melakukan penelitian kepada 14 anak berusia

lima hingga enam tahun dan hasilnya permainan tradisional engklek
dapat meningkatkan keterampilan sosial anak. Dengan memainkan
engklek, anak dapat mengembangkan keterampilan sosial, seperti
interaksi, penerimaan teman sebaya, membina hubungan dengan
kelompok serta mengatasi konflik dalam bermain.
4. Mendeteksi masalah psikologis

Nah, selain memiliki manfaat untuk mengasah beberapa aspek
perkembangan anak, ternyata engklek juga dapat mendeteksi
masalah psikologis pada anak. Menurut Iswinarti (2010) dengan
observasi, Ayah dan Bunda dapat melihat anak yang sedang kesulitan
dalam penyesuaian diri, di mana kemampuan penyesuaian diri
sangatlah krusial dalam permainan engklek. Sifat kurang percaya diri
dan mudah tersinggung juga dapat dilihat ketika anak memainkan
permainan ini, sehingga Ayah dan Bunda dapat melakukan langkah
atau tindakan supaya sifat tersebut dapat segera diatasi untuk tumbuh
kembang anak di kemudian.
5. Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah

Penelitian oleh Iswinarti (2010) menunjukkan bahwa permainan
engklek dapat mengasah kemampuan pemecahan masalah anak.
Beberapa permasalahan yang harus dihadapi ketika anak memainkan
permainan tradisional engklek mencakup mengambil keputusan
untuk menentukan pilihan tempat untuk dilempari gaco, membuat
strategi untuk memenangkan permainan, serta mencoba
menyelesaikan masalah ketika terjadi konflik dengan pemain yang
lain.

24

5. Permainan Layang-layang
A. Deskripsi permainan layang-layang

Menurut Muhammad Ragil Kurniawan (2018:100) Permainan
tradisional adalah bentuk kegiatan permainan dan atau olahraga yang
berkembang dari suatu kebiasaan masyarakat tertentu. Pada
perkembangan selanjutnya permainan tradisional sering dijadikan
sebagai jenis permainan yang memiliki ciri kedaerahan asli serta
disesuaikan dengan tradisi budaya setempat. Kegiatannya dilakukan
baik secara rutin maupun sekali-kali dengan maksud untuk mencari
hiburan dan mengisi waktu luang setelah terlepas dari aktivitas rutin
seperti bekerja mencari nafkah, sekolah, dsb. Dalam pelaksanaannya
permainan tradisional dapat memasukkan unsur-unsur permainan rakyat
dan permainan anak ke dalamnya. Bahkan mungkin juga dengan
memasukkan kegiatan yang mengandung unsur seni seperti yang lazim
disebut sebagai seni tradisional. Pemanfaatan permainan tradisional
dalam proses pembelajaran salah satunya ditujukan untuk
mengoptimalisasi aspek non kognitif siswa.Satu aspek perkembangan
anak yang dapat terfasilitasi dengan baik dengan pemanfaatan permainan
tradisional adalah aspek motorik dan pertumbuhan fisik anak
(Yudiwinata, 2014).

Salah satu permainan tradisional adalah layang-layang. Layang-
layang merupakan permainan yang menggunakan kertas tipis
berkerangka yang diterbangkan ke udara. Permainan layang-layang
merupakan suatu permainan yang diwariskan dari generasi ke

25

generasi, dan merupakan permainan anak nagari yang dimainkan pada
musim-musim tertentu, seperti pada saat musim kemarau dan pada
musim panen. Permainan layang-layang dapat ditemui hampir di
seluruh wilayah Jogjakarta.

Permainan tradisional layang-layangan atau biasa disebut dengan
layangan merupakan lembaran bahan tipis berkerangka yang
diterbangkan ke udara dan terhubungkan dengan tali atau benang ke
daratan atau pengendali. Layang-layang memanfaatkan kekuatan
hembusan angin sebagai alat pengangkatnya dan dikenal luas di seluruh
dunia sebagai alat permainan. Selain menjadi salah satu permaianan yang
sering dimainkan oleh anak-anak dan orang dewasa.

Pada saat musim kemarau tiba, anak - anak di desa akan berlomba
– lomba membuat layang – layang dan memainkannya di tanah lapang
atau persawahan yang kosong pasca panen.Bahkan lucunya, jika mereka
tidak memiliki alat dan bahan yang memadai mereka akan membuat dari
plastik bekas.Pemandangan ini tentunya sekarang sudah jarang sekali
dijumpai terutama di perkotaan. Sekarang permainan layang – layang
banyak dijumpai di pantai ataupun di dataran. Layang – layang sudah
dimodifikasi dan dibuat sangat cantik. Perainan laying-layang sekarang
juga sudah dimodifikasi dengan berbagai macam bentuk yang menarik.
seperti dibentuk naga, atau yang lainnya, terkadang anak juga akan
menambahkan lampu pada layang-layang sehingga jika diterbangkan
pada malam hari akan lebih bagus.

B. Cara membuat layangan
Menerbangkan layang-layang adalah sebuah kegiatan yang

menyenangkan. Melihat layang-layang terbang di angkasa, bersama-
sama dengan layang-layang yang lain, semakin tinggi semakin terasa
menantang, apalagi kalau tali nya putus, kegiatan mengejar layang-
layang sungguh tidak akan pernah bisa dilupakan. Kegiatan ini sangat
disukai anak-anak, terutama kaum laki-laki. Meskipun sampai rumah
mama akan marah-marah, karena semakin lama kulit semakin hitam,
akibat berdiri di bawah terik matahari dalam waktu yang lama, kita

26

sepertinya tidak bosan, tetap melakukan hal tersebut besok dan besok,
dan besoknya lagi. Tertawa lepas bersama teman-teman jikalayang-
layang ternyata tidak bisa terbang, sampai jatuh karena tidak melihat
dengan benar akibat terlalu fokus pada layang-layang, adalah hal yang
biasa. Bahkan tak jarang di beberapa daerah ada perlombaan layang-
layang, yang biasanya diikuti oleh para pemuda di desa-desa, berlomba
mendapat juara.

Kegiatan menerbangkan layang-layang akan lebih menarik jika layang-
layang tersebut adalah hasil karya sendiri. Apalagi jika kita sudah mahir
membuat layang-layang, hal ini dapat dijadikan sebuah bisnis. Membuat
layang-layang dan menjualnya pada teman, selain senang bisa membuat
layang-layang, juga dapat menghasilkan uang.

Pertama, siapkan alat dan bahan yang diperlukan. Biasanya untuk
membuat sebuah layang-layang sederhana alat dan bahan yang
digunakan adalah sebagai berikut.

1. Satu ruas bambu dengan diameter +- 1 cm dan panjang +- 90 cm
2. Satu ruas bambu dengan diameter +- 1 cm dan panjang +- 50 cm
3. Kertas layangan (kertas tipis ataukertas minyak)
4. Spidol untuk mewarnai
5. Lem kertas
6. Pita kaset (optional, jika diperlukan)
7. Tali atau benang
8. Pisau dan gunting

27

9. Penggaris

Setelah semua bahan-bahan telah disiapkan, maka selanjutnya adalah
cara pembuatan layang-layang. Adapun langkah-langkah dalam
membuat layang-layang adalah sebagai berikut:

1. Pertama, siapkan selembar kertas untuk membentuk tubuh
layang-layang Anda. Untuk memotong kertas ke dalam bentuk
layang-layang,cukup potong keempat sudutnya. Bentuk layang-
layang harus sedikit panjang ke bawah.

2. Kedua,ikat dua tongkat jadi satu bagian. Untuk memastikan
keduanya terikat pada posisi yang pas, sejajarkan kedua tongkat
tersebut dengan kertas yang telah dipotong menjadi bentuk
layang-layang. Gunakan benang dan ikat kedua batang dengan
kencang. Jangan lupa untuk merapikan benang-benang pengikat
yang masih tersisa di tongkat.

3. Ketiga, buatlah empat lubang di kertas berbentuk layang-layang
pada setiap sudut. Sisipkanlah benang melalui setiap lubang.
Ikatlah tongkat sesuai posisinya pada kertas layang-layang.
Kemudian ikatlah benang ke sisi kiri dan kanan kerangka layang-
layang secara horizontal. Benang isi adalah benang yang panjang
yang akan anda gunakan untuk menerbangkan layang-layang.

4. Keempat, ikatkan kertas atau pita pada salah satu ujung layang-
layang sehingga membentuk ekor. Ekor dapat membuat layang-
layang menjadi semakin menarik. Selanjutnya, carilah tanah
lapang atau tempat yang anginnya cukup kencang untuk
menerbangkan layang-layang.

C. Cara bermain layang-layang
1. Peganglah gulungan benang, sementara seorang teman Anda
memegang layang-layang. Layang-layang harus menghadap ke arah
Anda, sedangkan punggung Anda menghadap arah datangnya angin.
Jika angin bertiup dari arah belakang layang-layang maka layang-
layang tersebut akan jatuh.
2. Lepaskan benang dari gulungannya kira-kira sepanjang 20
meter. Mintalah teman Anda mundur menjauhi Anda sejauh

28

panjang benang yang Anda lepas. Pastikan tidak ada gangguan di
sekitar lokasi di mana layang-layang akan dilepaskan.
3. Beri isyarat kepada teman Anda untuk melepaskan layang-
layan. Anda mungkin perlu menunggu tiupan angin untuk membuat
layang-layang Anda mengangkasa. Anda harus menarik benang
untuk memberi sedikit tegangan dan meluncurkan layang-layang ke
udara.
4. Perhatikan arah angin. Jika arah angin berubah maka Anda perlu
beradaptasi. Pikirkan mengenai beberapa istilah berikut:Anggaplah
diri Anda sebagai "Penerbang" dan teman yang memegang layang-
layang adalah "Peluncur."Aturlah sedemikian rupa sehingga angin
bertiup dari arah Penerbang ke Peluncur.
5. Pastikan angin bertiup dalam arah lurus dari posisi Anda ke teman
Anda, si peluncur. Jika Anda tetap mewaspadai kondisi demikian,
Anda akan dapat menerbangkan layang-layang jauh lebih lama.
6. Lepaskan benang untuk membuat layang-layang mengangkasa lebih
tingg. Berhati-hatilah untuk memantau ujung benang jika layang-
layang Anda berkualitas buruk, benang terbang mungkin putus dan
terlepas dari tali kekang, sehingga Anda bisa kehilangan layang-
layang tersebut.
7. Tariklah benang dengan ringan untuk menurunkan atau membuat
layang-layang terbang lebih rendah. Lilitkan benang pada gulungan
sebagaimana kondisi awal.
8. Buatlah permainan layang-layang jadi lebih menyenangkan. Segera
setelah layang-layang mengangkasa, Anda mungkin akan berpikir,
"Baiklah...sekarang apa lagi?" Bersama teman Anda, coba lakukan
beberapa aksi agar lebih menyenangkan.
Tips Bermain Layang-layang
 Aktivitas menerbangkan layang-layang paling baik jika

dilakukan di lapangan terbuka, seperti lapangan bola atau
lapangan rumput, karena luas dan terbuka. Anda bahkan bisa
menerbangkan layang-layang di atap datar bangunan. Termasuk
lokasi yang terbuka dan luas adalah pantai dan tepi danau.

29

 Pilihlah hari saat angin tidak terlalu banyak.
 Untuk mengantisipasi agar layang-layang tidak jatuh
Peringatan dalam bermain layang-layang

1. Jangan terbangkan layang-layang di dekat jaringan listrik.
Karena bahan dasar layang-layang mudah terbakar.

2. Jangan terbangkan layang-layang selama terjadi hujan
atau badai kilat.

3. Hindari menerbangkan layang-layang di jalanan atau di
lokasi mana pun yang dekat dengan tiang listrik ataupun
pepohonan, karena layang-layang memerlukan ruang
yang luas agar bisa bergerak bebas ke segala arah, ke atas
maupun ke bawah

D. Keterkaitan permainan layang-layang dengan ajaran Ki Hajar
Dewantara
Pada saat ini permainan yang sangat digemari anak-anak adalah
bermain layang-layang. Mungkin untuk anak-anak yang berada di
lingkungan perkotaan sudah mulai melupakan permainan layang-layang
dan menggantinya dengan yang lebih modern. Berbeda dengan anak-
anak yang berada di pesedaan, mereka masih bermain layang-layang
pada saat cuaca sedang cerah dan angin sedang berhembus kenacang.
Bukan hanya anak-anak saja yang bermain layang-layang namun juga
orang dewasa juga masih menyukai bermain layangan. Di daeraah sekitar
rumah saya tinggal yaitu di Bantul setiap sore masih banyak anak yang
bermain layang-layang di sawah atau di tepi-tepi jalan, bahkan hal
tersebut menjadi daya Tarik tersendiri bagi Sebagian orang.
Tak hanya mereka yang menerbangkan layang-layang banyak juga
orang tua yang mengajak anak-anaknya yang masih balita untuk melihat
layang-layang yang diterbangkan. Bahkan pada daerah tertentu laying-
layang yang mereka buat memiliki model yang menarik. Belakangan ini
bermain layang-layang Kembali marak, hal ini dikarenakan kecanggihan
media sosial yang memviralkan permainan tersebut, sehingga banyak
warga yang berbondong-bondong untuk membuat laying-layang.

30

Bahan dalam membuat layang-layang juga sangatlah mudah cukup
membutuhkan kertas, benang, lem, dan batang bambo. Atau biasanya
anak-anak sekarang sudah mengembangakan dengan membuatnya dari
plastic sehingga layang-layang akan lebih mudah terbang. Bentuk yang
mereka buat juga sudah berfariatif, bahkan bukan hanya bentuk saja yang
sudah berfariatif. Terkadang laying-layang yang dibuat sekarang ini juga
dipasangi lampu sehingga jika diterbangkan pada malam hari akan
terlihat lebih menarik lagi. Laying-layang jaman dulu hanya berbentuk
persegi saja namun laying-layang yang dibuat sekarang sudah sangat
berfariasi, seperti bentuk naga, bentuk burung dan yang lainnyya. Hal ini
menjadi bukti bahwa ajaran Ki Hajar Dewantara secara tidak langsung
menjadi kebiasaan, yaitu 3N nirokke, niteni, nambahi.
a. Nirokke, anak-anak akan bagaimana cara menerbangkan layang-

layang yang benar sehingga layang-layang akan terbang dengan
stabil, seta bagaimana cara membuat layangan.
b. Niteni, anak-anak menirukan apa yang dimainkan orang-orang
dewasa dan orang tuanya pada jaman dahulu kemudian anak niteni
bagaimana cara memainkan layangan dan bagaimana cara
membuatnya.
c. Nambahi, yaitu laying-layang yang dibuat anak-anak sudah mulai
berfariasi, mulai dari bahannya, bentuk, dan yang lainnya. Hal ini
membuktikan bahwa ajaran Ki Hajar Dewantara akan selalu melekat
pada kehidupan sehari-hari kita.

Selain 3 N terdapat juga ajaran yang lainnya yaitu, Trilogi
Kepemimpinan. Dalam Tim Ketamansiswaan (2020:44-45), Dolanan
anak layang-layang mengandung nilai Trilogi kepemimpinan yang
digunakan pemimpin dengan melaksanakan: Ing ngarsa sung tuladha: di
depan menjadi contoh dan teladan. Ing madya mangun karsa: berada
ditengah membangun semangat. Tut wuri handayani: mengikuti dari
belakang dan memberi pengaruh kepada anak untuk menghargai orang
lain. Anak dapat melatih kesabaran dalam bermain layang-layang Ketika
layang-layang yang diterbangkannya terbawa oleh angin. Karena
bermain dengan teman yang lainnya maka anak akan mendapatkan

31

kekuatan semangat dari teman yang lainnya. Dengan bermain secara
sabra dan tau bagaimana arah angin yang sedang berhembus maka snak
akan memberikan pengaruh pada teman yang lainnya untuk sabra selama
bermain.

Terkadang permainan layang-layang dijadikan perlombaan, mulai
dari perlombaan bentuk yang paling menarik, jarak terjauh terbang, dan
yang lainnya. Permaianan layang-layang pada jaman dahulu hanya
sebatas menerbangkan dan siapa yang dapat membuat layangan lawan
putus maka dia yang akan menang, berbeda dengan sekarang yang sudah
mulai berfariasi.

Pada jaman dahulu permaianan layang-layang identik dengan anak
laki-laki, sekarang semua orang dapat bermain laying-layang tanpa ada
perbedaan gender. Dengan maraknya Kembali permaiann laying-layang
ini diharapkan anak muda akan terus melestarikan permainan-
permaianan tradisional yang ada di setiap daerahnya, bukan hanya
permainan laying-layang saja, seperti dakon, gatheng, jetungan, dan yang
lainnya.

Permaian-permaianan yang mulai dilupakan ini dapat diolah Kembali
dengan semenarik mungkin sehingga anak-anak dapat tertarik kembali.
Seperti permainan gatheng dan dakon yang dapat dikaitkan dengan
pembelajaran matematika disekolah. Permaianan layang-layang juga
dapat dikaitkan dnegan pembelajaran yang ada disekolah, seperti dengan
mengenalkan bentuk-bentuk bangun datar. Dengan menggunakan contoh
nyata maka siswa akan dengan lebih mudah memahami materi yang
disampaikan oleh guru.

Selain karena bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat laying-
layang sangat mudah ditemukan, mainan layang-layang juga tergolong
murah. Hal ini membuat anak semakin kreatif dalam menciptakan ide-
ide baru. Bahkan biasanya anak-anak akan menggunakan bahan-bahan
bekas yang sudah tidak terpakai dirumah. Bukan hanya karena bahan-
bahan yang mudah ditemukan permainan layang-layang juga tidak
memiliki peraturan yang sulit seperti permainan yang lainnya.

32

E. Manfaat bermain layang-layang
1. Olahraga
Menerbangkan layangan mensyaratkan anak berada di alam terbuka
yang lapang. Dan agar layangan bisa terbang tinggi, ia harus berlari
untuk menerbangkannya. Berlari akan meningkatkan detak
jantungnya, dan merupakan salah satu latihan yang bagus untuk fisik
anak.
2. Sarana Bersosialisasi
Meskipun sebagian besar layangan dapat diterbangkan oleh satu
orang, tapi paling asyik memang dimainkan bersama-sama, entah
bersama teman atau anggota keluarga yang lain.
3. Meningkatkan Kesehatan Mental
Alam menawarkan banyak manfaat untuk kesehatan fisik dan mental
anak. Berada di alam, entah sekadar menikmati semilir angin atau
menatap pemandangan, dapat membantu mengurangi kecemasan
dan depresi. Menerbangkan layangan juga akan membuat anak
merasa berenergi, dan ini adalah cara yang baik untuk mengurangi
stres.
4. Baik Untuk Kesehatan Mata
Menerbangkan layangan juga baik untuk kesehatan mata. Menatap
langit biru di atas dapat membantu mengatur otot dan saraf mata
dengan lebih baik, yang membantu mengurangi kelelahan mata dan
dapat mencegah miopia atau rabun jauh.
5. Meningkatkan Kreativitas
Menerbangkan layangan mengembangkan kreativitas anak, baik
dalam pembuatan layangan maupun proses penerbangannya dan
menyesuaikannya dengan perubahan angin. Hal ini juga bisa jadi
cara untuk anak belajar memahami dinamika angin.
6. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Ketika anak Anda berhasil menerbangkan layangan mereka dan
mengalahkan beberapa teman mereka, kepercayaan diri mereka
melambung tinggi, dan ini membuat mereka bersemangat untuk
waktu yang lama. Ini adalah salah satu faktor yang menimbulkan

33

perasaan baik, yang pasti akan membantu meningkatkan rasa
percaya diri mereka.

6. Permainan Bola Bekel

A. Sejarah Bola bekel

Permainan bekel adalah salah satu permainan tradisional Indonesia.
Permainan bekel biasanya dilakukan oleh 2-4 orang anak untuk adu
ketangkasan. Nama bekel diperkirakan dari bahasa Belanda yaitu
bikkelen artinya semangat juang dan pada beberapa daerah permainan
bekel memiliki nama berbeda yaitu bekelan, beklen dan bekles. Asal
mula permainan bekel belum diketahui secara pasti. Tetapi di Barat pun
terdapat permainan yang hampir mirip dengan bekel yaitu permainan
jack. Alat yang digunakan dalam permainan bekel adalah bola bekel dan
biji dengan berbagai macam jenis. Cara bermain bekel adalah bola bekel
dilempar ke atas, pemain mengambil biji, lalu bola ditangkap kembali.
Biji diambil satu persatu hingga biji habis. Selanjutnya biji diambil dua-
dua, tiga-tiga, empat-empat dan seterusnya hingga seluruh biji yang
digunakan diambil sekaligus dalam sekali pengambilan.

Permainan tradisional memiliki konsep permainan yang sederhana
dan mendidik untuk anak-anak. Tetapi saat sekarang ini permainan
tradisional sudah jarang dimainkan karena maraknya game online yang
dapat dimainkan secara individu oleh siapa saja dan dimana saja hanya
dengan menggunakan perangkat berupa mobile atau pun PC. Hal ini tentu
berdampak pada permainan tradisional yang mulai kehilangan
eksistensinya sebagai media hiburan pada masa yang lalu.

Menurut ki Hadjar Dewantara pendidikan anak usia pra sekolah dasar
adalah latihan panca indera. latihan panca indera akan lebih optimal
apabila didapatkan melalui permainan. jadi permainan anak adalah
permainan itu sendiri. aspek yang dikembangkan melalui permainan
tertentu, memberikan rambu-rambu dan mengeliminasi permainan-
permainan yang tidak bermanfaat.
3 Ajaran Ki Hadjar dewantara (TRIKON TEORI) yang perlu kita
terapkan pada permainan diantaranya :

34

1) Kontinue, maksudnya ialah peningkatan dan pengembangan
kebudayaan sebagai kelanjutan dari kebudayaan yang sudah ada,
yang berarti kita harus mempertahankan dan meningkatkan
kecintaan kita khususnya anak-anak dimasa mendatang akan
permainan bola bekel.

2) Konvergensi, (jalan bersama antara kebudayaan bangsa sendiri
dengan kebudayaan bangsa asing dan saling memperkaya) artinya
janganlah kita meninggalkan apa yang kita miliki, jangan karena
adanya video games, playstation, dll kita jadi lupa dan
meninggalkan permainan tradisional yang tidak kalah dan malah
lebih seru dibandingkan permainan modern. Dan lebih baik lagi
jikalau kita gabungkan kedua unsur tersebut (Tradisional dan
modern) menjadi suatu bentuk baru, contoh permianan bola bekel
versi game dan sebagainya, sehingga tidak memudarkan dengan
adanya permainan modern jaman sekarang.

3) Konsentarsi/Konsentris, merupakan lingkaran-lingkaran
kebudayaan dalam pergaulan umat manusia pada umumnya
dengan tidak kehilangan kepribadian kebuyaan masing-masing
bangsa. Seperti yang kita ketahui, kita telah memasuki era
industrial 4.0, dimana mau itu pendidikan, ekonomi, maupun
permainan sudah memalui teknologi digital. Terlebih lagi
perkembangan permainan online atau game online yang makin
hari makin meningkat pesat dan permainan tradisional malah
semakin memudar. Disinilah tugas kita untuk membangkitkan
rasa bangga dan kecintaan kita terhadap permainan tradisional
kepada generasi mendatang. Jangan samapai anak cucu kita
malah tidak mengenal dan tidak mengetahui permainan
tradisional apa yang ada dilingkungannya.

B. Alat-alat dan cara bermain permaian bekel

Bekel umumnya di mainkan oleh anak perempuan, tapi anak laki-laki
pun kerap memainkannya permainan ini dapat dimainkan 2-3 pemain
secara bergantian. Bekel merupakan permainan yang mampu melatih
koordinasi mata dengan gerakan tangan serta memiliki beberapa aturan-

35

aturan. Permainan bekel terdiri atas bola bekel dan enam atau lebih biji
bekel.

C. Cara Bermain
 Siapkan bola bekel dan 5 buah biji bekel
 Pemain melakukan pengundian untuk menentukan urutan pemain
 Permainan dilakukan dengan mengumpulkan biji bekel setelah bola
bekel dilambungkan ke udara, kemudian dilanjutkan dengan
mengambil kembali bola setelah satu kali pantulan bola
 Pada babak pertama, pengumpulan biji bekel dilakukan secara
bertingkat. Babak pertama, pemain mengambil 1 biji bekel pada
pantulan bola pertama, 2 biji pada pantulan kedua dan seterusnya.
 Permainan akan berganti ke pemain berikutnya apabila tidak berhasil
mengumpulkan biji bekel pada pantulan bola bekel atau muncul
pelanggaran, yaitu menyentuh biji bekel lain saat mencoba
mengumpulkan biji bekel
 Pada babak kedua, biji bekel diatur dengan posisi menunjuk ke sisi
yang sama.
 Pada babak ketiga, biji bekel diatur sama dengan posisi menunjuk
sisi berbeda dari babak kedua
 Pemenang permainan ini adalah pemain pertama yang berhasil
menyelesaikan setiap babak dalam permainan.

D. Nilai yang Terkandung dalam Permainan Bekelan

1) Jujur, dalam permainan bekelan setiap anak secara bergiliran
memainkan biji bekel yaitu dengan cara menaruh biji bekel tersebut
dengan posisi-posisi seperti telungkup dan miring dan
mengambilnya dengan jumlah satu-persatu, dua-dua dan tiga-tiga
sambil melemparkan bola kecil. Nilai kejujuran tercermin yaitu
ketika anak secara benar mengikuti aturan permainan tersebut,
artinya ia dengan jujur menaruh dan mengambil bekel sebagaimana
yang seharusnya. Misalnya, anak tidak boleh tibatiba langsung
mengambil bekelnya tiga-tiga, padahal ia harus mengambil bekel
tersebut satu-persatu kemudian dua-dua terlebih dahulu.

36

2) Kreatif Permainan bekel merupakan salah satu permainan yang
membutuhkan kreativitas dalam memainkannya. Yaitu kemampuan
anak untuk dapat memegang bekel (yang jumlahnya enam atau
lebih) sambil memegang bola kecil dalam satu genggaman.
Kemudian ia harus melempar bola kecil tersebut sambil menaruh
bekel dengan posisi dan jumlah tertentu yang berbeda-beda. Oleh
karenanya, dalam permainan bekelan kreativitas pemain sangat
penting.

3) Kerja Keras Permainan bekelan, meskipun terlihat sederhana, ia
memerlukan kerja keras dalam memainkannya. Misalnya ia harus
bekerja keras menaruh setiap bekel dengan berkali-kali dengan
posisi dan jumlah yang berbeda-beda sambil ia harus melemparkan
bola kecil yang ia genggam dalam satu genggaman dengan bekel
yang jumlahnya enam bekel atau lebih. Bola yang ia lempar harus ia
tangkap kembali setelah ia menaruh bekel dan bola tersebut tidak
boleh menyentuh biji bekel yang sduah ia taruh. Jika bola tersebut
menyentuh biji bekel maka ia dinyatakan gagal dan harus
mengulang. Oleh karenanya, dalam permainan ini 24 Wawancara
dengan Ibu Novi Guru Sentra Musik dan Budaya di Area Musik,
Budaya dan Bermain TK Negeri Pembina 2 Purwokerto Tanggal 1
Agustus 2018 Riris Eka Setiani Pemanfaatan Permainan Tradisional
Dalam Penanaman Nilai-Nilai Kebangsaan Di TKNegeri Pembina 2
Purwokerto 50 aṣ-ṣibyān Jurnal Pendidikan Anak UsiaDini Vol.4,
No.1, Juni 2019, ISSN 2541-5549 kerja keras pemain sangat penting
dimiliki agar ia dapat memenangkan permainan.

4) Demokratis Dalam permainan bekelan juga terkandung nilai
demokratis yang dapat ditanamkan pada diri anak. Nilai demokratis
itu terlihat ketika anak melakukan pingsut atau hompimpah terlebih
dahulu sebelum permainan dimulai. Anak yang menang dalam
pingsut atau hompimpah dialah yang berhak memulai permainan
terlebih dahulu.

37

5) Sportivitas Nilai sportivitas dalam permainan bekelan tercermin
yaitu ketika anak tidak melakukan kecurangan dalam bermain.
Misalnya pemain yang dikatakan menang adalah pemain yang
berhasil memainkan bola bekel dan kleningan sesuai dengan urut-
urutan yang ada, atau ia tidak gagal oleh karena misalnya bola bekel
yang ia lempar ke atas tidak berhasil ditangkap. 25

6) Kemandirian Permainan bekelan, meskipun dapat dilakukan oleh
dua orang atau lebih, pada dasarnya ia merupakan permainan yang
bersifat individual. Artinya setiap individu secara sendiri-sendiri
memainkan permainan. Oleh karenanya dalam permainan bekelan
juga terdapat nilai mandiri, yaitu anak tanpa bantuan temannya atau
siapapun ia harus menjalankan permaian secara mandiri.

7) Bersahabat/Komunikatif Permainan bekelan dapat menjadi ajang
bagi anak untuk menjalin persahabatan atau komunikasi yang akrab
dengan teman-temannya. Ini terlihat dimana anak secara senang dan
sukarela berkumpul dan bersama-sama menjalankan permainan.
Tidak ada sekat atau jarak diantara mereka, meskipun mereka
berbeda latar belakang dan kemampuannya.

8) Cinta Tanah Air Sebagaimana yang sudah diuraikan pada
pembahasan sebelumnya, bahwa permainan bekelan merupakan
salah satu permainan tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan
budaya bangsa Indonesia. Sehingga anak yang memainkannya
menunjukan ia cinta akan budaya bangsanya.

9) Disiplin Nilai disiplin tercermin yaitu ketika anak memainkan
permainan mengikuti aturan permainan yang ada. Misalnya, ia harus
memegang bekel dan bola kecil yang kemudian bekel tersebut
ditaruh dengan posisi dan jumlah yang berbedabeda sambil
melempar bola kecil. Sesuai dengan aturan, misalnya ketika bola
kecil yang dilempar tersebut kemudian menyentuh biji bekel atau
tidak tertangkap oleh tangan maka ia dinyatakan “mati” dan ketika
dapat giliran ia harus mengulang kembali dari awal, dan seterusnya.

38

E. Manfaat permainan bekel antara lain :

1) Melatih koordinasi visual-motorik anak

Yaitu koordinasi antara kejelian mata dan kecepatan serta ketepatan
tangan saat melambungkan bola, menangkap biji bekel dan
meraih/menangkap bola kembali

2) Melatih konsentrasi anak

3) Meningkatkan kemampuan kontrol jari-jari dan tangan

4) Kemampuan mempertahankan posisi tubuh

5) Menambah perkembangan kognitif anak

Karena di dalam permainan bekel terdapat unsur matematika yaitu
pembagian, penambahan, pengurangan dan pengelompokan sejenis.

7. Permainan Rangkuk Alu

A. Sejarah permainan rangkuk alu

Permainan tradisional merupakan permainan yang dimainkan oleh
masyarakat di suatu daerah tertentu. Indonesia memiliki begitu banyak
permainan tradisional yang populer, salah satunya yaitu Rangku Alu.
Permainan ini merupakan salah satu permainan khas dari Nusa
Tenggara Timur (NTT), permainan ini dinamakan dengan permainan
rangkuk alu yang dimana biasanya dimainkan sebagai syukuran dan
ekspresi rasa bahagia untuk merayakan hasil panen pertanian dan
perkebunan. biasanya pada saat bulan purnama para remaja berkumpul
dan meramiakan permainan ini.

Permainan ini dilakukan dengan empat orang memegang empat
tongkat bambu memakai tongkat membentuk palang dan mengerak
gerakkanya sementara orang lainnya harus melompati lompati bagian
celahnya gar tidak terjepit bambu. permainan ini memiliki ketertarikan
untuk dimainkan selain seru permainan ini melatih otot kaki kita,
karena permainan ini membutuhkan kelincahan serta konsentrasi.

39

Pemain harus pintar-pintar dalam melompat agar tidak terpeleset atau
terjepit bambu. jika kelompok yang mendapatkan kesempatakan
bermain terjepit kakinya, maka harus bergiliran bergantian tugas.
seiring berjalannya waktu masyarakat mengkreasikan permainan ini
menjadi tarian, karena gerakan pada saat melompat-lompat seperti
tarian sehingga dikreasikan menjadi sebuah tarian.

Permainan tradisional (rangkuk alu) adalah permainan yang
dimainkan oleh masyarakat disuatu daerah yaitu daearah Manggarai
Nusa Tenggara Timur (NTT). Permainan ini biasanya dikembangkan
secara turun temurun. Kebanyakan permainan ini dilakukan dengan
cara kelompok. Kehidupan masyarakat tradisional yang bisa bilang
tidak mengenal dunia luar telah mengarahkan dan menuntut mereka
pada kegiatan sosial dan kebersamaan yang tinggi.permainan
tradisional ini selain sebagai hiburan juga merupakan alat komunikasi
didalam masyarakat.

Rangkuk alu sendiri merupakan permainan tradisional yang
menggunakan bambu sebagai alat permainannya. Rangkuk alu tidak
hanya sekedar permainan biasa. Selain sebagai sarana hiburan
permainan rangkuk alu juga bisa menjadi sarana edukasi dan
pembentukan diri. Dalam permainan-permainan ini dapat melatih
konsentrasi, ketangkasan dan kelincahan dalam bertindak.

Permainan ini semakin lama irama bambu dan nyanyian akan
semakin cepat, otomatis kaki pemain harus bergerak cepat dan
merubah arah secara cepat tanpa terganggu. keseimbangannya
mengikuti irama. rutin bermain rangkuk alu juga dapat melatih
kekuatan otot kaki dan tentu akan memberi pengaruh baik untuk daya
tahan tubuh.

Permainan rangkuk alu ini sangat disukai oleh wisatawan pada saat
berkunjung kepulau komodo Manggarai, flores NTT. masyarakat
manggarai, flores NTT sangat memilihara kelestarian dari permainan
ini. rangku alu sekarang tetap imainkan oleh anak-anak setiap harinya
bukan hanya pada saat bulan purnama saja atau pada saat panen selesai.

40

agar tidak dilupakan oleh masyarakat pemerintah manggarai, flores
Nusa tenggara timur mengadakan pementasan 2 kali dalam setahun.
pemerintah berpendapat bahwa pendidikan dan kebudayaan dalam
menciptakan ekosistem pendidikan yang syarat nilai dan pengalaman
kebudayaan demi memwujudkan pendidikan berkualitas. beliau
berpendapat budaya juga punya peran penting demi menumbuhkan
rasa patriotisme diseluruh insan pendidikan, khususnya dikabupaten
manggarai, flores NTT.

Menurut ki Hadjar Dewantara pendidikan anak usia pra sekolah
dasar adalah latihan panca indera. latihan panca indera akan lebih
optimal apabila didapatkan melalui permainan. jadi permainan anak
adalah permainan itu sendiri. aspek yang dikembangkan melalui
permainan tertentu, memberikan rambu-rambu dan mengeliminasi
permainan-permainan yang tidak bermanfaat.

3 Ajaran Ki Hadjar dewantara yang perlu kita terapkan pada permainan
diantaranya :

1) Ing ngarsa sung tulodha,
Ing ngarso mempunyai arti di depan atau di Muka, Sun berasal
dari kata Ingsun yang artinya Saya, Tulodo berarti tauladan. Jadi
makna Ing Ngarso Sun Tulodo adalah menjadi seorang
Pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan Bagi orang –
orang disekitarnya. Sehingga yang Harus dipegang teguh oleh
seseorang adalah kata Suri tauladan.Dalam ajaran Ki Hajar yang
pertama ini Menggambarkan situasi dimana seorang pemimpin
Bukan hanya sebagai orang yang berjalan di depan , Namun juga
harus menjadi teladan bagi orang –Orang yang mengikutinya .
Kata Ing Ngarso tidak Dapat berdiri sendiri , jika tidak
mendapatkan kalimat Penjelas dibelakangnya .

1) Ing madya mangun karsa, dan
Ing Madyo artinya di tengah-tengah, bangun Berarti
membangkitan atau menggugah dan Karso Diartikan sebagai
bentuk kemauan atau niat. Jadi Makna dari Ing Madya Mbangun
Karsa adalah Seseorang ditengah kesibukannya harus juga

41

Mampu membangkitkan atau menggugah semangat. Karena itu
seseorang juga harus mampu Memberikan inovasi-inovasi
dilingkungannya dengan Menciptakan suasana yang lebih
kodusif untuk Keamanan dan kenyamanan. Ajaran kedua ini
sarat dengan makna Kebersamaan, kekompakan, dan kerjasama.
Seorang pemimpin tidak hanya melihat kepada Orang yang
dipimpinnya , melainkan ia juga harus Berada di tengah – tengah
orang yang dipimpinnya. Maka sangat tidak terpuji bila seorang
pemimpin Hanya diam dan tak berbuat apa -apa sedangkan
Orang yang dipimpinnya menderita. Selain itu Pemimpin harus
kreatif dalam memimpin, sehingga Orang yang dipimpinnya
mempunyai wawasan baru dalam bertindak . Ditambah lagi
seorang pemimpin harus melindungi segenap orang yang
dipimpinnya
2) Tut wuri handayani.
Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan handayani berati
memberikan dorongan moral atau dorongan semangat. Sehingga
artinya Tut Wuri Handayani ialah seseorang harus memberikan
dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. Dorongan
moral ini sangat dibutuhkan oleh orang-orang disekitar untuk
menumbuhkan motivasi dan semangat. Ajaran kepemimpinan
yang ketiga ini merupakan semboyan dari dunia Pendidikan,
yang tentunya mempunyai makna yang mendalam . Jika
diartikan secara keseluruhan Tut Wuri Handayani bertujuan
untuk menciptakan pribadi yang Mandiri dan tidak bergantung
kepada orang lain, dan diharapkan akan muncul generasi baru
yang akan berani memimpin tanpa menunggu orang lain untuk
memimpin.

42

Permainan ini dapat diaktualisasikan kedalam seni yaitu dengan
dikreasikan dari permainan menjadi sebuah tarian.

Permainan tradisional rangkuk alu dikenalkan ke masyarakat untuk
mengembalikan kejayaan permainan tradisional sebagai media
penguatan interaksi sosial antara masyarakat. anak-anak juga tidak
selalu sibuk dengan gadgenya.

lagu yang sering digunakan dalam permainan ini :
tari tongkat pukul-pukul lan lan
yang pukul gnti - ganti an an
kekiri kanan kanan kiri kanan
di tempat jalan ya jalan.
Masa kanak-kanak seringkali dianggap sebagai masa yang paling
berharga dan bahagia. Setelah pulang sekolah, biasanya anak-anak
bergegas untuk kembali keluar rumah untuk bermain bersama teman.
Namun, seiring perkembangan zaman, kini anak-anak banyak yang lebih
memilih untuk tetap di dalam rumah dan bermain bersama gadget yang
dimilikinya. Ya, perkembangan zaman memang luar biasa, permainan
tradisional lambat laun tergeser dengan permainan dalam bentuk digital.
Padahal sebenarnya permainan tradisional tidak kalah menarik dan kaya
manfaat bagi anak-anak.

43

B. Alat yang digunakan yang dapat digunakan dalam permainan ini :
Alat yang digunakan dalam permainan ini sangat sederhana dan

mudah didapatkan. Alat yang digunakan 4 buah bambu dengan panjang
2 meter.
C. Cara bermain :

Untuk memainkan permainan rangku alu ada beberapa cara yang
harus diperhatikan agar permainan dapat berjalan dengan baik :
Permainan terdiri atas 2 kelompok yaitu :
1. Kelompok yang bermain dan yang menjaga. Kelompok yang

menjaga meggerakan gerakkan bambu ( empat orang berjongkok
membentuk bidang persegi dan memegang dua bambu) sambil
menyanyi.
2. Kelompok pemain yang mendapat giliran bermain akan melompat
disela-sela bambu. Mereka harus menghindari jepitan bambu.
Penari akan berlompat-lompat sesuai irama buka tutup bambu.
D. Nilai-nilai yang terdapat dalam permainan yaitu :
1) melatih konsentrasi,
2) ketangkasan, dan
3) kelincahan
E. Hal-hal yang di perlukan dalam Permainan Rangku Alu
Adapun hal-hal yang di perlukan dari Permainan Rangku Alu ini antara
lain:
1) Konsentrasi merupakan pemusatan perhatian atau pikiran pada
suatu hal. Konsentrasi sangat diperlukan dalam permainan rangkuk
alu terutama antara konsentrasi antara gerak kaki dan gerak bambu
yang dimainkan. Apabila konsentrasi kita kurang maka kaki akan
terjepit bambu.
2) Kelincahan merupakan kemampuan untuk mengubah arah secara
cepat tanpa menimbulkan gangguan pada keseimbangan. Seseorang
dikatakan memiliki kelincahan jika ia dapat bergerak secara cepat
sekaligus dapat merubah arah secara cepat pula tanpa terganggu
keseimbangannya. Dalam permainan ini kelincahan sangat
diperlukan.

44

3) Ketangkasan jasmani (motor skill fitness). Adalah kemampuan
untuk melakukan gerakan-gerakan yang dikordinir, dala hal ini
diperlukan ketrampilan tertentu dan kemampuan daya tahan. Pada
gerakan yang dikordinir terpadu komponen-komponen (unsur-
unsur). Mempertahankan keseimbangan, fleksibilitas, ketangkasan,
kekuatan, bergerak sekonyong-sekonyong (agility), sehingga untuk
semua ini diperlukan kekuatan otot dan daya tahan. Dalam
permainan ini diperlukan adanya kecekatan dan kejelian mata pada
saat bermain.
Ketika bermain, bambu yang digerakan menghasilkan irama yang
berpola. Kamu dapat membuat permainan tersebut lebih menarik
lagi dengan menyanyi bersama-sama mengikuti pola irama suara
bambu. Salah satu lagu yang dapat digunakan untuk mengiringi
permainan adalah lagu ampar-ampar pisang. Syair lagu aslinya
adalah :

Ampar ampar pisang

Pisangku belum masak

Masak sabigi, dihurung bari-bari 2x

Manggalepak, manggalepok

Patah kayu, bengkok

Bengkok dimakan api

Apinya cang curupan

Nang mana batis kutung, dikitip bidawang 2x

Apabila syairnya disesuaikan dengan kami berbeda tapi
rukun maka:

Kami memang beda
Aneka suku bangsa
Lima agama selalu tenggang rasa 2x
Ayo rukun, ayo rukun

45

Bersama membangun
Berbicara santun

Bila salah minta ampun
Kami selalu rukun, jaga negaraku 2x
F. Manfaat Permainan Rangku Alu
Kelebihan permainan rangku alu sebagai berikut :
a. Melatih konsentrasi, disiplin dan keberanian anak
b. Melatih ketangkasan dan kelincahan anak
c. Melatih ketepatan gerak anak
Kekurangan permainan rangku alu sebagai berikut :
a. Permainan ini kaluh tidak hati-hati mainnya bisa
menyebabkan cedera pada kaki.
b. Membutuhkan halaman tempat yang luas.
c. Butuh waktu untuk mencari bambu.

8. Permainan Jaranan

A. Sejarah Permainan Jaranan

Dalam buku Sujarno, dkk (2013:123) Asal-usul permainan kuda/
jaranan, yang dulunya alat peraga jaran menggunakan “debog” berasal
dari pedesaan. Pada mulanya permainan ini disebut jaranan" atau kuda
lumping. Permainan kuda "debog" ini juga merupakan suatu kesenian
tradisional. Permainan ini dapat ditemui hampir di setiap pedesaan di
daerah Jawa. Disebut kuda "debog" karena permainan ini ketika
dimainkan kudanya berasal dari "debog" (batang daun pisang).
Permainan ini pisang karena didaerah pedesaan cukup marak karena
"debog" termasuk daerah pedesaan sehingga "debog" pisang mudah
didapatkan dan tidak harus membeli.
Konon, pada awalnya pertunjukan kesenian jaranan merupakan kegiatan
upacara ritual yang berkaitan dengan upacara penanggilan roh leluhur
yang dilakukan oleh nenek moyang kita. Kegiatan ritual ini bertujuan
untuk mengatasi berbagai musibah yang menimpa kehidupan manusia.
Pada zaman primitif ada kepercayaan bahwa kerusakan lingkungan alam,
wabah penyakit, bencana, dan sebagainya terjadi karena kekuatan roh

46

nenek moyang. Seiring dengan perjalanan waktu, setiap musibah,
bencana, atau berbagai masalah dalam kehidupan yang dihubungkan
dengan roh nenek moyang disusun menjadi serangkaian cerita yang
berkembang menjadi mitos. Mitos diyakini oleh masyarakat, kemudian
dilakukan kegiatan upacara ritual dengan tujuan agar musibah tidak
datang lagi. Kegiatan yang berlangsung berulang kali kemudian
berkembang menjadi berbagai simbol yang digunakan untuk kegiatan
ritual.

Permainan Jaranan

B. Cara Bermain Jaranan
1. Peserta Permainan
Permainan ini hanya bersifat kelompok dapat terdiri dari 4 hingga 6
pemain. Pemain umumnya di lakukan oleh anak laki-laki berumur antara
6 tahun hingga 14 tahun.Semakin banyak pemain yang ikut bermain,
semakin ramai permainan tersebut. Permainan ini harus dilakukan secara
berpasangan. Karena dalam permainan ini ketika telah mencapai puncak
permainan, dilakukan peranan satu lawan satu layaknya seorang prajurit
berperang. Di dalam permainan ini alat yang digunakan adalah sangat
sederhana yaitu alat yang terdapat disekitar rumah atau di
lingkungannya.
2. Waktu dan Tempat
Permainan Permainan kuda debog dilakukan pada senggang, anak-
anak tidak ada kegiatan yang lebih penting, seperti sekolah, atau
membantu orang tua. Biasanya anak-anak bermain kuda debog di waktu
siang atau sore hari. Oleh karena permainan ini banyak bergerak, malam
membutuhkan tempat yang cukup lapang.
3. Jalannya Permainan

47


Click to View FlipBook Version