The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Membahas Videografi secara Spesifik

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by MAJALAH LENSA WARASTRATAMA, 2021-06-14 05:37:57

SPECIAL VIDEOGRAPHY

Membahas Videografi secara Spesifik

LEMBAGA VOKASI

UNIVERSITAS INDONESIA

MODUL TEKNIS KEHUMASAN, FOTOGRAFI DAN VIDEOGRAFI
JURNALISTIK

VIDEOGRAPHY

DAFTAR ISI VIDEOGRAPHY

GAMBARAN PRODUKSI VIDEO 2
2
PENGERTIAN VIDEOGRAFI 4
JENIS KAMERA VIDEOGRAFI 11
TEKNIK DASAR VIDEOGRAFI 24
TAHAPAN PROSES VIDEOGRAFI 29

KRU PRODUKSI 30

DESKRIPSI PEKERJAAN KRU PRODUKSI 33
STRUKTUR KRU PRODUKSI VIDEO 34
35
TEKNIK PRODUKSI 39
PENULISAN VIDEO 41
42
TUJUAN DAN FUNGSI SCRIPT 50
DASAR FORMAT SCRIPT 50
53
PENGGUNAAN KAMERA 56
58
FITUR KAMERA 61
TEKNIK PENGENDALIAN KAMERA
88
AUDIO
92
PENGERTIAN 93
KOMPONEN ESENSI 94
MACAM-MACAM AUDIO 94
JENIS FORMAT AUDIO
TIPE MIKROFON 1

TATA PENCAHAYAAN (LIGHTING)

PENGERTIAN
FUNGSI LIGHTING
PRINSIP DASAR LIGHTING

PROSES REKAMAN (RECORDING)
PROSES PENGEDITAN (EDITING)

TUJUAN EDITING
PENGEDITAN VIDEO DAN AUDIO
PERALATAN EDITING
TEKNIK EDITING

VIDEOGRAPHY

GAMBARAN
PRODUKSI
VIDEO

PENGERTIAN VIDEOGRAFI

Arief S. Sadiman menyatakan video adalah media audio visual yang
menampilkan gambar dan suara. Pesan yang disajikan bisa berupa fakta
(kejadian, peristiwa penting, berita) maupun fiktif (seperti misalnya cerita), bisa
bersifat informatif, edukatif maupun instruksional. Daryanto mengungkapkan
media video adalah segala sesuatu yang memungkinkan sinyal audio dapat
dikombinasikan dengan gambar bergerak secara sekuensal.

Video yang hebat merupakan alat komunikasi dengan pengaruh yang taka da
bandingannya. Video itu bisa mengubah sejarah, mengilhami pergerakan
tertentu, membagi dan memperkuat emosi, serta membangun komunitas.
(Stockman, 2014) Videografi adalah media untuk merekam suatu moment/
kejadian yang dirangkum dalam sebuah sajian gambar dan suara yang dapat
kita nikmati dikemudian hari, baik sebagai sebuah kenangan ataupun sebagai
bahan kajian untuk mempelajari apa yang sudah/ pernah terjadi.

JENIS KAMERA VIDEOGRAFI

Ada 3 jenis kamera yang saat ini dikenal, yaitu kamera foto, kamera film/ movie,
dan kamera video. Ketiga jenis kamera tersebut mempunyai karakteristik yang
berbeda. Perbedaannya terutama terletak pada aspek bahan penyimpan

2

VIDEOGRAPHY

gambar dan proses terjadinya gambar. Untuk kamera foto dan kamera film
bahan bakunya menggunakan pita selluloid untuk yang analog, sedangkan
digital menggunakan media memory atau hard disk. Sedangkan untuk kamera
video menggunakan bahan baku kaset video untuk analog, untuk digital
menggunakan memory atau hard disk. Selanjutnya jika dilihat dari gambar yang
dihasilkan dari ketiga kamera diatas, perbedaannya adalah, jika kamera foto
menghasilkan gambar tunggal tak bergerak (still picture), sementara kamera
film dan video memiliki kesamaan, yaitu sama – sama menghasilkan gambar –
gambar hidup atau citra bergerak (motion picture). Penggolongan penggunaan
kamera dibagi menjadi tiga yaitu kamera studio, kamera portable (ENG Camera)
dan kamera EFP (Electronics Fields Production).

Kamera Studio adalah kamera yang digunakan di studio, untuk memproduksi
sebuah program acara televisi. Kamera ENG (Electronics News Gathering) pada
awalnya kamera ini untuk hunting berita. Kamera EFP banyak dipakai didalam
ruangan. Saat ini lahirnya kamera digital banyak mengubah dunia perfilman dan
pertelevisian dunia. Dengan kamera digital ada beberapa keuntungan yang
diperoleh diantaranya soal biaya produksi yang relatif murah disbanding jenis
analog. Salah satu perubahan yang cukup signifikan adalah dalam dunia video
adalah hadirnya DV Camcorder (Digital Video). Dengan menggunakan media
kaset DV dan mini DV, hasil sangat prima karena didukung system kompresi DV
yang cukup canggih. Kompresi DV yang paling umum memiliki data rate 25
Mega Bits/ Second. Kompresi ini biasa disebut dengan DV25. Kelebihan kamera
digital dibandingkan kamera analog adalah : pertama, gambar dan suara lebih
prima, karena DV memiliki resolusi vertical lebih dari 500 line (dibandingkan
dengan VHS yang resolusinya hanya 250 line). Juga kualitas suara yang
melebihi kualitas CD yaitu 48 KHz (disbanding kualitas CD Audio yaitu 44 KHz).
Kedua, no generation loss, selama koneksinya digital, tidak terjadi penurunan
kualitas. Ketiga, tidak membutuhkan video capture card, karena kamera sudah
digital, maka tinggal transfer dengan interface fireware (IEEE 1394).

3

VIDEOGRAPHY

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih kamera DV yaitu,
resolusi, color space, CCD design, aspect ratio serta harga. Standar yang
digunakan kamera video ada beberapa macam yaitu SECAM, PAL, dan NTSC.
PAL banyak digunakan di wilayah Asia, Indonesia, Australia dan Uni Eropa.
SECAM di Perancis, Timur Tengah, dan Afrika. Dan NTSC digunakan di
Amerika, Jepang, Kanada, Meksiko serta Korea.

TEKNIK DASAR VIDEOGRAFI

Videografi merupakan ilmu yang yang mempelajari tata cara pengambilan
gambar yang dibutuhkan. Pemahaman penggunaan kamera dan teknik
pengambilan gambar saling terikat dengan Teknik fotografi, namun hal yang
membedakan keduanya adalah videografi merupakan Teknik pengambilan
gambar yang bergerak, lebih dari satu single gambar, maka dari itu ada
beberapa hal yang ditambahkan dalam videografi, seperti Teknik menggerakkan
kamera untuk menciptakan rasa tertentu, tidak hanya framing dan angle.
Video yang menarik harus memenuhi beberapa syarat yang tidak jauh berbeda
dengan teknik fotografi, adapun syaratnya sebagai berikut :

1. SUDUT PANDANG (ANGLE)

a. Top Shot
Top Shot adalah pengambilan gambar dari atas, biasanya
pengambilan ini diambil untuk kondisi ruang tajam sempit, atau
memperlihatkan kegiatan/ pergerakan sesuatu, atau menampilkan
keramaian/ kepadatan sesuatu.

b. High Angle
Posisi kamera lebih tinggi diatas mata, sehingga kamera harus
menunduk untuk mengambil subyeknya. High Camera Angle sangat
berguna untuk mempertunjukkan keseluruhan set beserta obyek –
4

VIDEOGRAPHY

obyeknya. Dengan posisi high camera angle ini dapat menciptakan
kesan obyek nampak kecil, rendah, perasaan kesepian, kurang
gairah maupun kehilangan dominasi.

c. Eye Level / Normal
Pengambilan gambar Pengambilan gambar tepat simetris dengan
objek, bias dikatakan segaris dengan objek yang di shot, namun
untuk pengambilan gambar seperti ini haruslah ada objek yang
menarik atau dinamis agar tidak menampikan efek bosan pada sang
penikmat photo.

d. Low Angle
Posisi kamera di bawah ketinggian mata, sehinggakamera harus
mendongak untuk merekam gambar subyek. Posisi ini memberikan
kesan cenderung menambah ukuran tinggi obyek, memberikan
kesan kuat, dominan dan dinamis.

e. Crazy Angle
Merupakan kebalikan dari Top Shot, pengambilan gambar diambil
dari bawah obyek.

f. Subjective Camera Angle
Pada Subjective Camera Angle Kamera diletakkan di tempat seorang
karakter (tokoh) yang tidak Nampak dalam layar dan
mempertunjukkan pada penonton suatu pandangan dari sudut
pandang karakter tersebut.

g. Objective Camera Angle
Pada Objective Camera Angle Kamera merekam peristiwa atau
adegan seperti apa adanya.

5

VIDEOGRAPHY

2. BIDANG PANDANG (FRAMING)
Bidang pandangan atau framing adalah suatu langkah pengambilan
gambar yang harus menentukan luas bidang pandangan untuk suatu
obyek utama dan obyek lainnya dalam hubungannya dengan latar
belakang. Framing dengan kamera membutuhkan posisi pengambilan
gambar yang tepat, kekuatan lensa yang dipakai, dan kemampuan
adaptasi kamera terhadap lingkngan yang akan difoto. Sebagai contoh,
seorang yang ingin mengambil pemandangan dengan cuaca cerah, tentu
akan berbeda setting kamera yang dipakai oleh cameramen
dibandingkan cuaca berkabut.

Jarak pandang yang terbatas, intensitas cahaya lingkungan adalah
masalah lingkungan dimana kameramen harus bisa beradaptasi dengan
hal tersebut untuk menghasilkan gambar yang bagus. Secara teknis kita
harus telebih dahulu menguasai pemakaian dasar dari kamera.
Beberapa jenis komposisi yang umum digunakan dari segi ukuran (field
of view) yang akan diambil secara garis besar adalah sebagai Long Shot,
Medium Shot, dan Close Up. Sama halnya dengan Framing pada
Photografi, Semua bidang pandang pada Videografi bertolak dari bidang
pandang fotografi, mulai dari ELS (Extreme Long Shot) hingga ECU
(Extreme Close Up). Macam bidang pandangan atau framing sebagai
berikut :

a. Extreme Long Shot (ELS)
Shot sangat jauh, menyajikan bidang pandangan yang sangat luas,
kamera mengambil keseluruhan pandangan. Obyek utama dan
obyek lainnya nampak sangat kecil dalam hubungannya dengan
latar belakang.

b. Medum Long Shot (MLS)

6

VIDEOGRAPHY

Shot yang menyajikan bidang pandangan yang lebih dekat dari pada
long shot, obyek manusia biasanya ditampilkan dari atas lutut
sampai di atas kepala.

c. Long Shot (LS)
Shot sangat jauh, menyajikan bidang pandangan yang lebih dekat
dibandingkan dengan ELS, obyek masih didominasi oleh latar
belakang yang lebih luas.

d. Medium Shot (MS)
Di sini obyek menjadi lebih besar dan dominan, obyek manusia
ditampakkan dari atas pinggang sampai di atas kepala. Latar
belakang masih nampak sebanding dengan obyek utama.

e. Extreme Close Up (ECU)
Shot yang menampilkan bagian tertentu dari tubuh manusia. Obyek
mengisi seluruh layar dan jelas sekali detilnya.

f. Big Close Up (BCU)
Shot yang menampilkan bagian tertentu dari tubuh manusia. Obyek
mengisi seluruh layar dan jelas sekali detilnya.

g. Medium Close Up (MCU)
Shot amat dekat, obyek diperlihatkan dari bagian dada sampai atas
kepala. MCU ini yang paling sering dipergunakan dalam televisi.

h. Close Up (CU)
Shot dekat, obyek menjadi titik perhatian utama di dalam shot ini,
latar belakang nampak sedikit sekali. Untuk obyek manusia biasanya
ditampilkan wajah dari bahu sampai di atas kepala.

7

VIDEOGRAPHY

Gambar 1.1 Macam – macam Teknik Framing
Source : http://dimasptro.blogspot.com/2018/04/teknik-pengambilan-gambar-

bidang-pandang.html

3. HUKUM SEPERTIGA (THE RULE OF THE THIRD)
Dalam dunia Fotografi atau Videografi dikenal sebuah Teknik yang
disebut Hukum Sepertiga (Rule of the Third). Ini adalah salah satu teknik
framing yang digunakan untuk mengatur objek atau komposisi suatu
gambar pada sebuah frame. Teknik ini dilakukan dengan cara membagi
3 ruang dalam frame, baik secara horizontal maupun vertikal.
a. Menempatkan Objek di garis pinggir
Perbedaan hasil gambar Fotografer amatir dengan professional
biasanya dapat ditebak dari cara pertama ini. Kebanyakan amatir
meletakan objek ditengah, sebagai contoh memotret orang ditengah
– tengah frame, walaupun hal ini tidak dapat dibilang salah, namun
secara estetika, hasil gambar ini tidak dapat dibilang menarik,
8

VIDEOGRAPHY

kecuali pada kondisi – kondisi tertentu. Cobalah letakan objek di garis
pinggir kanan atau kiri dari frame.

b. Menempatkan Objek di Garis bawah
Untuk pengambilan panorama, atau objek yang luas, letakanlah
objek berada di garis bawah, namun untuk penempatak objek yang
berdinamika, letakan di sebelah pinggir, sehingga masih aja ruang
yang dapat menampilakan keindahan sekitarnya, seperti contoh
pegunungan.

4. PERGERAKAN KAMERA
Videografi menghasilkan gambar yang bergerak, maka dari itu,
pergerakan kamera haruslah tersusun rapih, guna menghasilkan Video
yang menarik. Berikut adalah istilah – istilah pergerakan dalam Kamera :
a. Pan, Panning
Pan adalah gerakan kamera secara horizontal (mendatar) dari kiri ke
kanan atau sebaliknya. Pan right (kamera bergerak memutar ke
kanan) dan Pan left (kamera bergerak memutar ke kiri).
Menampilkan kesan urutan obyek secara rapi. Gerakan pan biasanya
dilakukan untuk mengikuti subyek ( orang yang sedang berjalan),
mempertunjukkan suatu pandangan yang lebih luas secara
menyeluruh. Jangan melakukan panning tanpa maksud tertentu.
Sebelum melakukan panning hendaknya terlebih dahulu
menentukan titik awal dan titik akhir dari shot (adegan) yang akan
direkam. Apabila kita merekam adegan gerak seseorang yang
sedang berjalan, berilah ruang kosong yang lebih longgar di
depannya. Ruang kosong ini dinamakan leading space. Untuk
panning, juru kamera tidak boleh terlalu cepat karena berdasarkan
psikologi penglihatan, bahwa seseorang penonton akan mampu
mengidentifikasi obyek dalam waktu minimal 3 detik. Kurang dari itu,
maka penonton akan sulit mengenali obyek yang dilihatnya.

9

VIDEOGRAPHY

b. Tilt, Tilting
Tilting adalah gerakkan kamera secara vertical, mendongak dari
bawah keatas atau sebaliknya, untuk menampilkan sosok tertentu
dan menimbulkan rasa penasaran penonton. Tilt up : mendongak ke
atas dan Tilt down : menunduk ke bawah Gerakan tilt dilakukan
untuk mengikuti gerakan obyek, untuk menciptakan efek dramatis,
mempertajam situasi. Gerakan tilt ini sebaiknya ditentukan terlebih
dahulu titik awal dan titik akhir shot.

c. Dolly, Track
Dolly atau track adalah gerakan di atas tripot atau dolly mendekati
atau menjauhi subyek. Dolly in : mendekati subyek dan Dolly out:
menjauhi subyek.

d. Pedestal
Pedestal adalah gerakan kamera di atas pedestal yang bisa dinaik
turunkan. Sekarang ini banyak digunakan Porta-Jip Traveller.
Pedestal up : kamera dinaikkan dan Pedestal down : kamera
diturunkan. Degan menggunakan teknik pedestal up/down kita bisa
menghasilkan perubahan perspektif visual dari adegan.

e. Crab
Gerakan kamera secara lateral atau menyamping, berjalan sejajar
dengan subyek yang sedang berjalan. Crab left (bergerak ke kiri) dan
Crab right (bergerak ke kanan).

f. Crane
Crane shot atau biasa disebut dengan jimmy jib dengan Panjang
sekitar 9 meter, adalah gerakan kamera di atas katrol naik turun. Alat
ini dilengkapi tombol zoom dan monitor kecil. Kelebihannya adalah

10

VIDEOGRAPHY

dapat menggunakan berbagai macama angle disbanding dengan
handheld.

g. Arc
Arc adalah gerakkan kamera memutar mengitari obyek dari kiri ke
kanan atau sebaliknya.

h. Zoom
Zooming adalah gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi obyek
secara optic, dengan mengubah Panjang focal lensa dari sudut
pandang sempit ke sudut pandang lebar atau sebaliknya. Zoom in :
mendekatkan obyek dari long shot ke close up dan Zoom out :
menjauhkan obyek dari close up ke long shot.

TAHAPAN PROSES VIDEOGRAFI

Proses pembuatan video secara sederhana bisa dilakukan hanyadengan
menggunakan sebuah alat perekam yang bernama video camera.
Menggunakan alat perekam ini sebuah individu sudah dapat merekam sebuah
peristiwa yang ada di depan individu tersebut. Bahkan saat ini merekam sebuah
gambar tidak hanya bisa dilakukan oleh video camera, akan tetapi dengan
menggunakan smartphone berteknologi canggih pun sekarang seseorang bisa
merekam gambar yang dia inginkan. Jika dilihat dari prosesnya merekam video
itu sangatlah mudah. Video – video yang direkam seseorang tanpa melewati
beberapa proses pelaksanaan produksi video, hasilnya dapat digolongkan
menjadi video amatir. Akan tetapi,untuk melakukan sebuah produksi video
secara professional ada beberapa tahap yang harus dilewati sebelum hasil video
itu bisa ditayangkan atau dinikmati oleh penonton yang akan melihatnya.

Beberapa tahapan proses pelaksanaan pembuatan video itu dapat dibagi
menjadi 3 bagian, yaitu: Tahap pra-produksi, Tahap produksi, Tahap pasca-
produksi. Tahapan – tahapan dalam produksi video tersebut mencakup dari

11

VIDEOGRAPHY

pencarian ide hingga pengemasan video sebelum video itu dapat ditonton oleh
penontonnya. Video dapat digolongkan menjadi beberapa jenis jika dilihat dari
hasil produksinya. Jenis – jenis tersebut mulai dari dokumenter hingga yang
digunakan untuk kepentingan umum, baik untuk kepentingan komersial
maupun kepentingan kelompok – kelompok tertentu. Meskipun memiliki
beberapa jenis jika digolongkan dari hasil produksinya, akan tetapi jika
dilihatdari proses pelaksanaan pembuatannya semuanya memiliki cara yang
sama. Hanya saja perbedaannya hanya terletak pada ide cerita dan besar
kecilnya pendanaan untuk pembuatan videonya. Proses pelaksanaan produksi
video jika dilakukan secara professional melalui sebuah proses yang tidak
sederhana dan terperinci. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya, proses
produksi video mempunyai standar operasional yang harus dilakukan. Standar
operasional proses produksi ini dilakukan untuk membantu manajemen produksi
agar lebih baik dan terperinci, sehingga tidak ada proses yang terlewatkan mulai
dari perencanaan hingga penyelesaian proses. Secara umum,
standar operasional prosedur yang harus dilakukan dalam proses pelaksanaan
produksi video ini dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu: pra-produksi (persiapan),
produksi (pelaksanaan) dan pasca produksi. Untuk lebih detailnya tahapan –
tahapan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. PRA-PRODUKSI
Pra-produksi merupakan tahapan awal sebelum dilaksanakannya
produksi video. Tahapan ini merupakan tahap yang sangat penting.
Karena di tahapan ini semua langkah – langkah perencanaan untuk
produksi video dilakukan. Di pra-produksi ini semua perencanaan harus
disusun dengan rapidan terperinci untuk menghindari kesalahan –
kesalahan minor ataupun mayor saat dilakukannya pengambilan gambar
atau tahap produksi. Hampir keseluruhan jenis – jenis video melalui
tahapan pra-produksi ini. Beberapa tahap yang perlu dilakukan di tahap
pra-produksi ini yaitu :
a. Pencarian dan Penemuan Ide

12

VIDEOGRAPHY

Pencarian dan menemukan sebuah ide untuk tema produksi
merupakan langkah paling awal sebelum dilakukannya produksi.
Pencarian ide untuk tema produksi ini dilakukan untuk menemukan
tema dari video yang akan dibuat. Cara – cara untuk menggali ide ini
bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, tergantung jenis
produksi video yang akan diproduksi. Beberapa langkah untuk
pembuatan tema jika dilihat dari jenis video yang akan diproduksi
antara lain :
1) Video non-commercial use

Langkah – langkah yang harus dilakukan untuk membantu
pencarian ide di dalam pembuatan video ini bisa dimulai dengan
melakukan riset tentang isu sosial yang sedang populer
dimasyarakat, ini dilakukan jika ingin memproduksi video tentang
iklan layanan masyarakat. Riset ini bisa dilakukan dengan mencari
berita – berita dari media cetak ataupun internet untuk mengetahui
isu sosial yang sedang aktual. Setelah menemukan ide yang akan
dijadikan tema untuk produksi videonya, kemudian ide itu bisa
dituliskan menjadi konsep dasar dengan membuat ringkasan
cerita pendek tentang alur cerita yang akan divideokan. Langkah
yang hampir sama juga dilakukan dalam pembuatan video training
atau pelatihan. Sebelum memproduksinya, harus dilakukan
langkah awal untuk mengetahui proses atau tahapan – tahapan
dari kegiatan yang akan divideokan.

2) Video liputan/ dokumentasi
Untuk penentuan atau pencarian ide di dalam pembuatan video
liputan atau dokumentasi ini tergantung dengan liputan apa yang
akan dibuat videonya. Dalam penentuan ide untuk pembuatan
dokumentasi acara seperti event atau wedding akan lebih mudah
karena dalam sebuah acara biasanya sudah ada panduannya jadi
secara garis besar idenya akan mengikuti panduan acara yang

13

VIDEOGRAPHY

sudah ada. Hanya saja setelah mengetahui panduan acara
tersebut, tinggal menambahkan detil – detil informasi yang akan
ditambahkan agar video dokumentasi tersebut bisa menjadi lebih
menarik. Proses pencarian ide yang berbeda ketika akan membuat
sebuah video dokumenter yang bersifat jurnalistik akan lebih
kompleks karena riset yang dilakukan untuk idenya harus
mendetail untuk mendapatkan hasil video yang informatif. Hal –
hal yang perlu dilakukan untuk pengembangan ide video
dokumenter, antara lain :

a) Menentukan tema dan subjek;
b) Mengumpulakan data yang berkaitan dengan tema dan

subjek yang akan diangkat;
c) Menentukan tokoh dan narasumber;
d) Melakukan pendekatan terhadap subjek;
e) Melakukan observasi lapangan. Setelah penggalian ide

selesai dilakukan, proses berikutnya adalah penulisan
konsep. Kemudian membuat ringkasan cerita dari video
tersebut dan menuliskan urutan cerita yang detil sehingga
tidak ada adegan yang akan terlewatkan ketika pengambilan
gambar.

3) Video company profile
Penentuan dan menemukan ide dalam pembuatan video company
profile ini sebenarnya lebih mudah, karena sebelumnyaide sudah
dibatasi oleh perusahaan atau institusi yang akan dibuatkan video
profilnya. Sehingga pengembangan ide yang perlu dilakukan
dalam pembuatan video company profile ini dapat dijabarkan
sebagai berikut :
a) Melakukan pengumpulan data yang berkaitan dengan
perusahaan yang akan diprofilkan;

14

VIDEOGRAPHY

b) Melakukan pemahaman materi dengan perusahaan tersebut
dengan melakukan rapat bersama;

c) Melakukan observasi lapangan di perusahaan tersebut;
d) Melakukan pendekatan dengan pihak – pihak di perusahaan

yang akan diambil gambarnya. Setelah penggalian ide ini
dilakukan, kemudian masuk ke dalam tahap penulisan
konsep, ringkasan cerita dan treatment untuk videonya.
Konsep yang dituliskan ini pun harus mendapat kesepakatan
dari kedua belah pihak, yaitu pembuat video dan perusahaan.
Pengambilan gambar tidak bisa dilakukan ketika tidak ada
persetujuan dari kedua belah pihak, karena perusahaan
mempunyai kepentingan yang lebih besar daripada si
pembuat video tersebut.

b. Pembuatan Sinopsis, Treatment, Storyboard, dan Shooting Script
Setelah menyelesaikan langkah pencarian, penemuan dan
pengembangan ide yang berguna untuk menuliskan konsep dari video
yang akan diproduksi. Langkah berikutnya yaitu menjabarkannya ke
dalam sebuah sinopsis, treatment, shooting script dan storyboard.
Langkah ini sangat perlu untuk dilakukan karena akan memudahkan
pada saat produksi di lapangan. Tingkat kerumitan dari keseluruhan
naskah ini berbeda – beda tergantung dari panjang pendek nya
produksi video dan tema atau subjek yang akan diangkat. Untuk
sebuah video dokumentasi event atau pernikahan, tentunya akan
sangat berbeda kedetilannya ketika membuat video dokumenter
jurnalistik atau video company profile. Sinopsis, treatment,
storyboard dan shooting script akan dijabarkan sebagai berikut :
1) Sinopsis
Sinopsis biasa digunakan dalam pembuatan karya tulis fiksi
seperti novel, komik, dan cerita – cerita bersambung. Selain dalam
karya tulis sinopsis juga biasa digunakan dalam produksi film

15

VIDEOGRAPHY

layar lebar atau film – film serial. Dalam istilah yang sederhana,
synopsis berarti ringkasan cerita yang digunakan untuk
menyampaikan pesan secara singkat dari sebuah karya tulis
maupun film. Dalam pelaksanaan produksi video, sinopsis
digunakan untuk memberikan gambaran singkat, padat dan jelas
tentang tema darimateri yang akan diproduksi. Tujuannya adalah
untuk mempermudah menangkap pesan dari konsep yang akan
divideokan. Konsep sinopsis dalam produksi video tidak diuraikan
dalam tulisan yang panjang, akan tetapi cukup dengan beberapa
kalimat sederhana dan jelas yang bisa mencakup tema dan
alur dari video tersebut.

2) Treatment
Treatment memiliki sedikit perbedaan dengan sinopsis.
Perbedaannya treatment memberikan gambaran yang lebih
mendetail dan tidak tematis. Treatment memberikan
gambaranyang lebih deskriptif dari tema yang akan divideokan.
Kalau sinopsis memberikan ringkasan cerita yang sangat singkat,
treatment memberikan gambaran deskriptif tentang alur cerita
yang akan divideokan. Dimulai dari awal mula kemunculan
gambar sampai akhir cerita yang diceritakan secara kronologis.
Akan tetapi di dalam treatment ini tidak diuraikan teknis – teknis
pengambilan gambar yang akan dilakukan.

3) Storyboard
Storyboard digunakan untuk mendeskripsikan rangkaian peristiwa
yang akan direkam dalam video. Deskripsi rangkaian peristiwa
tersebuat akan dituangkan ke dalam gambar – gambar sket
ataupun foto untuk melihat apakah rangkaian peristiwa tersebut
sudah sesuai dengan plot cerita dari video tersebut. Selain itu
storyboard juga digunakan untuk memberikan gambaran tentang

16

VIDEOGRAPHY

video yang akan diproduksi dan melihat kesinambungan alur
cerita yang akan direkam. Penggambaran dalam storyboard ini
tidak dilakukan secara detil akan tetapi lebih ke gambaran umum
tentang peristiwa yang akan direkam. Biasanya storyboard ini
tidak sering dilakukan dalam produksi video, karena semuanya
akan dirangkum ke dalam skenario dan shooting script.

4) Shooting Script
Shooting Script ini digunakan sebagai panduan produksi ketika di
lapangan. Panduan ini berguna untuk seluruh tim produksi yang
sedang melakukan pengambilan gambar video. Shooting script ini
berisi tentang pentujuk operasional dalam proses pelaksanaan
produksi video. Bahasa – bahasa yang digunakan dalam
shooting script ini biasanya menggunakan bahasa – bahasa
produksi audio visual. Untuk membuat shooting script secara
detail diperlukan pemahaman tentang bahasa – bahasa
pengambilan gambar dalam produksi video. Bahasa – bahasa
tersebut merupakan bahasa pengambilan gambar yang berguna
untuk mendetailkan tipe pengambilan gambar di dalam shooting
script. Beberapa tipe pengambilan gambar yang perlu dipelajari
yaitu seperti yang tertera dalam tabel di bawah ini.

c. Perencanaan Produksi
Perencanaan Produksi merupakan tahap untuk merencanakan semua
kebutuhan yang akan dilakukan pada saat produksi video. Langkah
ini dibutuhkan agar setiap kegiatan produksi bisa terencana dengan
baik. Perencanaan produksi merupakan salah satu tahap yang sangat
vital dalam produksi audio, karena dalam tahapan perencanaan
produksi ini bagian – bagian yang akan dibahas mulai dari
penjadwalan sampai dengan perencanaan anggaran dana produksi
videonya. Langkah perencanaan ini akan menjadi lebih mudah

17

VIDEOGRAPHY

dilaksanakan ketika semua langkah dari pencarian ide hingga
pembuatan treatment, storyboard dan shooting script sudah selesai
dilakukan. Karena dengan adanya langkah – langkah tersebut akan
sangat membantu untuk memberikan gambaran tentang besar
kecilnya produksi video yang akan dilakukan. Langkah – langkah
perencanaan produksi video ini meliputi :
1) Pencarian lokasi pengambilan gambar untuk produksi video;
2) Perencanaan pemeran yang akan dijadikan talent dalam video;
3) Perencanaan tim produksi yang akan bekerja dalam produksi

video;
4) Perencanaan peralatan yang dibutuhkan;
5) Perencanaan jadwal pengambilan gambar;
6) Perencanaan anggaran dana yang dibutuhkan untuk produksi

video.

d. Persiapan Produksi
Setelah selesai melakukan semua perencanaan, masih ada satu
langkah lagi sebelum masuk ke tahapan produksi yaitu persiapan
produksi. Langkah ini sangat penting sebagai langkah terakhir
sebelum memasuki tahap produksi. Persiapan produksi ini dilakukan
untuk melakukan cek dan mencocokan apakah sudah sesuai dengan
yang direncanakan atau ada perubahan rencana dari perencanaan
awal. Ketika semua pengecekan sudah dilakukan, kemudian
dilakukan persiapan produksi yang meliputi:
1) Survey lokasi tempat pengambilan gambar;
2) Menghubungi talent atau melakukan perekrutan talent jika
dibutuhkan;
3) Menghubungi tim produksi untuk melakukan koordinasi sebelum
menuju tahap produksi;
4) Mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan dan melakukan check
peralatan untuk mengetahui bahwa semua peralatan bisa

18

VIDEOGRAPHY

berfungsi atau tidak. Setelah semua persiapan tersebut dilakukan
barulah tim bisa melakukan produksi videonya.

2. PRODUKSI
Tahap produksi video merupakan tahap untuk merealisasikan semua
langkah yang ada di tahap pra-produksi. Di tahap produksi, tim produksi
video biasanya dipimpin oleh seorang sutradara yang mempunyai peran
untuk bertanggung jawab terhadap berjalannya produksi video yang
sedang berjalan. Biasanya sutradara dibantu oleh beberapa asisten untuk
membantu kelancaran produksi video yang sedang berlangsung. Salah
satu hal yang perlu dicermati dalam tahap produksi ini ketika pengambilan
gambar yaitu mencatat adegan, shoot atau scene yang sudah diambil oleh
kameramen. Teknik pencatatan ini dinamakan camera logging. Dalam
melakukan pencatatan gambar yang sudah diambil tidak bisa hanya
mencatat saja, akan tetapi catatan tersebut harus disesuaikan dengan
shooting script yang sudah dibuat.

Proses pencatatan dilakukan untuk menghindari adegan atau scene yang
terlewat ketika dilakukannya pengambilan gambar sehingga pelaksanaan
produksi yang dilakukan bisa berjalan dengan efektif. Karena ketika ada
pengambilan gambar yang terlewatkan dan harus melakukan
pengambilan gambar ulang, kesalahan ini akan sangat berpengaruh
kepada pendanaan yang sudah direncanakan. Ketika harus melakukan
pengambilan gambar ulang secara tidak langsung akan menambah
anggaran dana. Ketidakcermatan dalam pencatatan pengambilan
gambar akan menjadi kesalahan yang sangat fatal ketika produksi video
yang dilakukan berkaitan dengan sebuah peristiwa yang tidak dapat
diulang kembali, misalnya peristiwa pernikahan atau sebuah event
perusahaan. Ini mengapa penting sekali melakukan pengecekan list
pengambilan gambar dan disesuaikan dengan shooting script yang sudah
direncanakan.

19

VIDEOGRAPHY

Beberapa saran produksi untuk kameramen yang sedang belajar untuk
proses merekam gambar ketika produksi berlangsung, yaitu :
a. Lebih dekat ke objek, saran ini dapat digunakan ketika cameramen

yang sedang belajar menggunakan kamera video yang biasa, karena
kamera tersebut tidak menggunakan lensa yang baik. Jadi, pastikan
lebih dekat dengan objek untuk mendapatkan kualitas gambar yang
maksimal. Hal ini dilakukan untuk menghindari penggunaan digital
zoom pada kamera video.

b. Hati – hati dengan cahaya. Pencahayaan yang kurang baik akan
membuat kualitas hasil gambar yang dihasilkan video tidak jernih dan
tidak maksimal. Jadi, pastikan objek yang di rekam gambarnya cukup
tercahayai. Persiapkan lighting tambahan untuk menyiasati tempat
yang kurang cahaya.

c. Jaga Keseimbangan, pastikan menggunakan tripod kamera ketika
merekam gambar dalam jangka waktu yang agak lama untuk
menghindari gambar yang goyang. Karena memperbaiki gambar yang
goyang itu pun susah untuk dilakukan di proses editing.

d. Hindari panning, Kecuali akan merekam gambar keadaaan sekitar.
Jika harus menggunakan teknik panning, pastikan gunakan tripod
agar seimbang.

e. Mengatur komposisi sebelum merekam, pastikan mengatur komposisi
sebelum merekam gambar agar gambar yang dihasilkan lebih indah
dan tidak melelahkan di mata penonton.

f. Ambil banyak stock gambar, pastikan gambar yang direkam tidak
terbatas agar setelah diproses, video yang dihasilkan menjadi lebih
dinamis dan tidak monoton. Setelah semua tahapan produksi video

20

VIDEOGRAPHY

terselesaikan, ada baiknya dilakukan pengecekan ulang sebelum
memastikan bahwa tahapan produksi ini sudah final sebelum
memasuki tahap pasca produksi.

3. PASCA-PRODUKSI
Tahap pasca produksi merupakan tahapan akhir dalam produksi video
sebelum video siap disajikan atau di distribusikan. Dalam proses pasca-
produksi ini diperlukan software editing video dan perangkat yang
memadai untuk melakukan proses editing video. Salah satu software
developer yang menyediakan perangkat ini yaitu Adobe, berikut beberapa
Software dari Adobe yang digunakan untuk proses editing video :
a. Adobe Premiere Pro, software yang digunakan untuk editing secara
real-time baik oleh profesional ataupun yang sedang belajar mengenai
editing video.
b. Adobe After Effect, aplikasi khusus yang biasa digunakan editor video
profesional untuk membuat motion graphic dan visual effect.
c. Adobe Media Encoder, aplikasi khusus untuk merender video yang
sudah selesai diedit ke dalam beberapa format video yang mudah
untuk digunakan oleh audience dari video tersebut.
d. Adobe Encore DVD, aplikasi yang digunakan untuk merubah format
raw video yang sudah diedit menjadi format DVD. Tahapan proses
pasca produksi itu sendiri dapat dibagi menjadi tiga tahap,yaitu :
1) Editing Off Line
Tahap ini merupakan tahap awal dari proses editing video. Di
sini petugas pencatat script saat produksi, mencatat kembali
semua hasil shooting dana degan. Dalam aplikasi video editing,
petugas pencatat script tersebut akan menuliskan semuanya ke
dalam time code yang ada di aplikasi tersebut. Proses ini
dilakukan untuk menyortir gambar yang di akan pakai dari semua
rekaman gambar yang diproduksi. Berdasarkan catatan tersebut
dibuatlah editing kasar yang disebut off line editing. Setelah off

21

VIDEOGRAPHY

line editing ini terselesaikan, hasilnya akan dicermati bersama
dalam proses yang disebut screening. Ini dilakukan untuk melihat
apakah keseluruhan editing kasar tersebut masih perlu ditambah
gambar lagi atau bahkan ada yang perlu diganti dengan gambar
lain. Kemudian setelah keseluruhan proses ini dianggap sudah
cukup, dibuatlah editing script, naskah editing yang dilengkapi
juga dengan uraian untuk narasi atau ilustrasi audio lainnya.
Setelah ini semua terselesaikan, tahapan berikutnya yaitu editing
on line.

2) Editing On Line
Berdasar dari script editing yang dibuat di tahapan off line
editing, editor kemudian melakukan editing dengan lebih cermat
lagi. Sang editor akan melihat adegan per adegan dan shot per
shot untuk menyatukan cerita agar berkesinambungan antara
satu dengan yang lain. Selain itu di tahapan ini editor juga akan
memperindah hasil editing video kasar dengan membuat transisi
atau menghaluskan potongan adegan yang sudah disunting di
editing kasar. Keseluruhan proses editing ini akan disesuaikan
dengan naskah editing yang sudah dibuat. Setelah keseluruhan
proses ini dianggap cukup kemudian, tahapan akan beralih ke
mixing dan mastering.

3) Mixing dan Mastering
Proses mixing merupakan proses untuk menggabungkan atau
mensinkronisasikan antara video dan audio. Dalam tahap ini
editing lebih mengutamakan untuk memoles audio dan
menambahkan ilustrasi music maupun sound effect yang akan
digunakan untuk membangun atmosfir dalam video tersebut.
Kemudian narasi yang sudah direkam juga akan ditambahkan
dalam proses mixing ini. Setelah semua tahapan ini selesai

22

VIDEOGRAPHY

kemudian dilakukan proses yang dinamakan preview. Proses ini
merupakan screening akhir dalam melihat video yang sudah
selesai diedit dan diolah. Setelah semua setuju bahwa proses ini
sudah selesai, maka proses selanjutnya adalah mastering.
Proses ini merupakan proses untuk membuat kepingan VCD atau
DVD master, yang kemudian akan digandakan lagi.

23

VIDEOGRAPHY

KRU
PRODUKSI

DESKRIPSI PEKERJAAN KRU PRODUKSI

Kru produksi datang dalam berbagai ukuran. Kru yang bekerja untuk film
dokumenter mungkin terdiri beberapa orang. Jenis pemrograman lainnya,
seperti sebagai produksi dramatis, mungkin membutuhkan banyak orang.
Sebagian besar deskripsi pekerjaan untuk kru memiliki beberapa kesamaan dari
perusahaan satu ke perusahaan lainnya. Namun, Anda akan menemukan
bahwa tugas sebenarnya mungkin berfluktuasi tentang perusahaan, gaya
produksi, dan bakat yang ada dari masing – masing anggota kru. Dalam bab ini
akan dijelaskan beberapa posisi dasar yang mungkin ada dalam produksi video.

1. Produser
Produser umumnya bertanggung jawab atas produksi tertentu. Biasanya
produser berurusan dengan organisasi bisnis, anggaran, pemilihan staf dan
kru, koordinasi antar departemen, penerimaan naskah, dan penjadwalan
produksi. Produser dapat memilih atau memulai konsep program dan
bekerja dengan penulis. Dia dapat menunjuk direktur produksi dan
bertanggung jawab untuk memenuhi tenggat waktu, perencanaan produksi,
proyek lokasi, latihan, perawatan produksi, dan tugas lainnya. Produser juga
bisa menjadi terlibat dalam hal – hal khusus seperti masalah kerajinan atau
serikat pekerja, menilai pascaproduksi dan format program terakhir.

24

VIDEOGRAPHY

2. Asisten Produser atau Associate Producer (AP)
Asisten atau produser rekanan bertanggung jawab untuk membantu
pekerjaan produser. Tanggung jawab ini, seperti yang ditugaskan oleh
produser, mungkin termasuk koordinasi janji temu dan jadwal produksi,
memastikan kontrak selesai, memesan tamu, membuat paket, dan
mengawasi pascaproduksi. Orang ini mungkin diberi beberapa tanggung
jawab yang sama sebagai direktur asosiasi.

3. Sutradara
Pada akhirnya, sutradara adalah individu yang bertanggung jawab untuk
melakukan visualisasi naskah atau acara secara kreatif. Artinya sutradara
menginstruksikan operator kamera pada jenis bidikan yang mereka inginkan
dan pilih bidikan kamera yang sesuai untuk produksi akhir. Sutradara adalah
orang yang dapat mengkomunikasikan visi/ tujuan secara efektif untuk kru.
Mereka juga pembangun tim yang menggerakkan kru ke arah tersebut. Ini
meliputi menasihati, membimbing, dan mengkoordinasikan berbagai
anggota di tim produksi (pencahayaan, suara, kamera, kostum, dll.) dan
menyetujui tindakan antisipasi yang mereka setujui. Sutradara dapat
memilih dan mempekerjakan pemain / bakat / aktor (casting),
membayangkan dan merencanakan perawatan kamera (bidikan dan
gerakan kamera) dan pengeditan, dan mengarahkan / melatih para pemain
selama pre-rehearsal.

4. Asisten Sutradara atau Associate Director (AD)
Bertanggung jawab untuk membantu Sutradara. Fungsinya termasuk
pengawasan pre-rehearsal dan organisasi lokasi. AD juga dapat meninjau
papan cerita, menerapkan jadwal syuting, dan melindungi sutradara dari
interupsi, dan terkadang bertanggung jawab atas pemerannya. AD mungkin
membuat catatan sutradara tentang perubahan, pengambilan ulang,
performa, dan faktor lainnya. Untuk bidikan multikamera, AD bertanggung
jawab untuk menyejajarkan bidikan, grafik, dan kaset. Juga bertanggung

25

VIDEOGRAPHY

jawab untuk memeriksa bidikan khusus (seperti chroma key), pemberian
isyarat rutin (selotip), dan tugas – tugas lainnya saat sutradara memandu
kinerja dan kamera yang sebenarnya. AD mungkin juga memeriksa waktu
program dan bantu sutradara dengan pascaproduksi. Orang ini dapat
diberikan beberapa tanggung jawab yang sama dari seorang produser
asosiasi. Posisi ini dapat digabungkan dengan Floor Manager.

5. Floor Manager (FM) atau Stage Manager (SM)
FM adalah perwakilan utama sutradara dan berhubungan disaat sutradara
tidak berada di lokasi syuting atau di studio. Dia digunakan untuk
menunjukkan bakat dan mengarahkan kru lantai. Selama pengambilan
gambar, FM bertanggung jawab atas organisasi umum, keselamatan,
disiplin (misalnya, mengelola kebisingan), dan keamanan. Terkadang, FM
dapat digunakan untuk memastikan bahwa bakat tersebut ada. Pekerjaan
ini dapat digabungkan dengan asisten sutradara.

6. Asisten Produksi (PA)
PA membantu sutradara atau produser dengan kebutuhan produksi. Ini
termasuk mengawasi kantor produksi (membuat fotokopi, membuat kopi,
dan menjalankan tugas), pre-rehearsal, dan organisasi lokasi. Tanggung
jawabnya juga termasuk merekam kaset dan membuat catatan selama rapat
produksi. Selama latihan dan rekaman, orang ini dapat membantu produser
/ sutradara dengan grafik atau berfungsi sebagai manajer lantai (FM).

7. Sutradara Teknis (TD)
Sutradara Teknis biasanya duduk di sebelah direktur di ruang kendali dan
bertanggung jawab untuk mengoperasikan pengalih produksi televisi (dan
efek elektronik). TD juga bisa berfungsi sebagai kepala kru. Orang ini
melaporkannya kepada sutradara.

8. Makeup Artist

26

VIDEOGRAPHY

Penata rias merancang, mempersiapkan, dan merias wajah dengan bakat,
dibantu oleh asisten tata rias dan penata rambut.

9. Desainer Grafis (Operator)
Perancang/operator grafis bertanggungjawab untuk merancang,
mengimplementasikan gambar untuk produksi. Staf ini bertanggung jawab
untuk mengatur dan mengetik teks dan judul pada layar untuk produksi, baik
untuk digunakan selama produksi atau disimpan untuk digunakan nanti.

10. Lighting Director / Vision Supervisor
Direktur pencahayaan (LD) bertanggung jawab untuk merancang,
mengatur, dan mengendalikan semua perawatan pencahayaan, keduanya
secara teknis dan artistik. Tanggung jawab ini termasuk dalam ruangan atau
situasi pencahayaan luar ruangan. LD bertugas mengawasi tukang listrik,
atau gaffers, yang mengatur peralatan pencahayaan.

11. Operator Kamera
Operator kamera bertanggung jawab untuk menyiapkan kamera mereka
(kecuali kamera yang memang telah disiapkan, seperti di studio) dan
kemudian mengoperasikan kamera untuk merekam video gambar seperti
yang diminta oleh sutradara.

12. Asisten Kamera
Asisten kamera bertanggung jawab untuk membantu operator kamera
dalam pengaturan kamera. Individu ini juga bertanggung jawab untuk
memastikan bahwa file operator kamera aman (dengan menjaga agar tidak
tersandung sesuatu atau jatuh), mencegah orang berjalan di depan kamera
saat aktif, menjaga kabel kamera agar tidak kusut atau tersandung orang
lain, dan memandu operator kamera selama pemotretan berjalan. Seorang
asisten kamera juga dapat bekerja sebagai pegangan.

27

VIDEOGRAPHY

13. Sound Supervisor
Mixer audio bertanggung jawab atas keseimbangan serta teknis suara
tersebut dan kualitas artistik suara program. Ini termasuk menentukan
jumlah dan penempatan file mikrofon yang diperlukan untuk produksi. Staf
tersebut juga memastikan bahwa kabel audio terpasang dicolokkan dengan
benar ke mixer audio dan bertanggung jawab atas campuran akhir (level
audio, keseimbangan, dan kualitas nada) pada produksi. Mixer audio
mengawasi semua operasi personel mikrofon dan perlengkapan audio.

14. Asisten Audio
Diawasi oleh mixer audio, operator boom bertanggung jawab untuk
penentuan posisi mikrofon, menjalankan kabel audio, mengoperasikan
ledakan suara, pemecahan masalah masalah audio, dan pengoperasian
peralatan audio lapangan.

15. Engineer
Insinyur bertanggung jawab untuk menyiapkan, menyesuaikan untuk kinerja
yang optimal, memelihara, dan memecahkan masalah semua peralatan yang
digunakan dalam produksi.

16. Penulis (writer)
Penulis bertanggung jawab untuk menulis naskah. Terkadang produser atau
sutradara akan menulis materi. Kadang penulis dibantu oleh seorang peneliti
yang memperoleh data, informasi, dan referensi untuk penulis produksi.

17. Editor
Editor memilih, mengkompilasi, dan memotong video dan audio untuk
menghasilkan program. Dia mungkin merakit klip menjadi segmen dan
segmen menjadi program, atau orang ini mungkin hanya memperbaiki
kesalahan yang terjadi selama proses produksi.

28

VIDEOGRAPHY

18. Set designer
Desainer latar bertanggung jawab untuk menyusun, mendesain, dan
mengatur perlakuan pemandangan untuk sebuah produksi (bahkan
mungkin grafiknya). Dia mengawasi kru pemandangan dalam mendirikan
dan mendandani set.

STRUKTUR KRU PRODUKSI VIDEO

Struktur kru produksi sangat berbeda dari satu perusahaan ke perusahaan
lainnya. Bahkan berbagai jenis produksi, seperti produksi drama dan olahraga,
membutuhkan gaya hierarki yang berbeda. Bagan struktur berikut ini
merupakan contoh struktur umum yang biasa digunakan.

Gambar : Bagan struktur organisasi pada produksi

29

VIDEOGRAPHY

TEKNIK
PRODUKSI

Teknik produksi yang digunakan oleh anggota kru video sangat beragam dari
orang ke orang, perusahaan ke perusahaan dan negara ke negara. Tujuan dari
bab ini yaitu mengulas Teknik produksi yang paling umum dilakukan untuk
mempersiapkan Anda dalam dunia industri pertelevisian. Ada dua acara yang
sangat berbeda dalam merekam produksi video :
1. Produksi kamera tunggal, dimana satu kamera digunakan untuk mengambil

gambar suatu segmen atau seluruh pertunjukan.

2. Produksi Multikamera, dimana pengalih produksi menghubungkan dua, tiga
atau lebih kamera dan keluarannya dipilih atau atau dicampur seperti yang
diminta oleh sutradara.
Masing – masing teknik ini memiliki kelebihan dan keterbatasan yang
spesifik. Beberapa jenis program, seperti olahraga, tidak dapat direkam
secara efektif (seperti perekaman seluruh permainan) dengan satu kamera;
untuk jenis program lain, pendekatan multikamera bisa tampak sangat tidak
sesuai (seperti wawancara di rumah seseorang). Dari sudut pandang
sutradara, teknik produksinya sangat berbeda. Untuk produksi langsung,
kamera tunggal tidak menghambat. Tetapi untuk produksi yang direkam,
sutradara bisa mengadopsi teknik yang mirip dengan pembuat film.

PRODUKSI KAMERA TUNGGAL
Kamera tunggal yang ringan itu independen (memiliki perekamnya sendiri),
ringkas, dan mudah untuk dibawa kemana saja (tidak terpasang kabel ke

30

VIDEOGRAPHY

switcher). Sutradara bisa langsung berada di lokasi, di samping kamera, melihat
peluang dan menjelaskan dengan tepat apa yang dia inginkan kepada operator
kamera. Dalam kasus produksi dokumenter, orang yang merancang dan
mengatur proyek dapat mengoperasikan kamera juga.

Metode ini menawarkan fleksibilitas yang luar biasa kepada sutradara baik pada
saat pengambilan gambar maupun saat mengedit nantinya. Sutradara dapat
memilih dan mengatur ulang materi yang mereka ambil gambarnya, mencoba
beberapa versi untuk meningkatkan dampak produksi. Tidak ada perasaan
komitmen instan, yang dapat melambangkan multikamera produksi. Tetapi
semua berjalan secara perlahan. Kesabaran adalah suatu kebutuhan.
Mengambil gambar dengan satu kamera seringkali melibatkan interupsi atau
pengulangan tindakan untuk mengubah posisi kamera. Masalah pemeliharaan
sering terjadi antara pengaturan, bahkan pada saat dimana kondisi
pengambilan gambar dapat berubah di antara pengambilan (seperti variasi
cahaya atau cuaca), tidak boleh diremehkan.

Dapat dikatakan bahwa tidak seperti produksi multikamera, yang merupakan
"tindakan menyulap", mengambil gambar dengan satu kamera memungkinkan
sutradara untuk berkonsentrasi melakukan satu hal pada satu waktu, dalam
mengoptimalkan setiap bidikan. Sutradara bebas untuk menyesuaikan setiap
posisi kamera, mengatur ulang subjek, mengubah tata pencahayaan,
menyesuaikan perekam suara, memodifikasi dekorasi, dan membuat perubahan
lain yang diperlukan untuk menyesuaikan setiap pengambilan. Itu semua mudah
untuk mengatasi masalah sampai besok, dengan “Kami akan menyelesaikannya
selama pengeditan” atau “Mari kita tinggalkan sampai pascaproduksi".

Saat syuting dengan kamera tunggal, sutradara tidak perlu khawatir tentang
mengkoordinasikan beberapa kamera yang berbeda, masing – masing dengan
sudut pandang yang berbeda. Para sutradara dibebaskan dari ketegangan terus
– menerus saat memberi arahan, panduan, dan pergantian antar kamera. Semua

31

VIDEOGRAPHY

perbaikan produksi dan fitur tambahan dari musik latar ke efek video
ditambahkan pada tahap selanjutnya, selama sesi pascaproduksi. Sisi lain saat
memotret dengan satu kamera, Anda menyelesaikan dengan koleksi rekaman
yang berisi campuran pengambilan (baik, buruk; kesalahan dan semuanya)
yang diambil dalam urutan apa pun, semua perlu diselesaikan di lain waktu. Jadi
menyusun produksi akhir termasuk judul, musik, dan efek bisa menjadi proses
yang panjang.

PRODUKSI MULTIKAMERA
Jika Anda shooting aksi terus menerus dengan satu kamera dan ingin merubah
sudut pandang kamera, pada dasarnya Anda memiliki dua pilihan. Anda bisa
menggerakkan kamera ke posisi baru sambil tetap shooting, atau Anda dapat
melewatkan beberapa aksinya saat kamera diposisikan ulang pada pengaturan
berikutnya. Sutradara produksi multikamera hanya beralih dari satu kamera ke
kamera lainnya, yang merupakan keuntungan yang jelas saat pengambilan
gambar serangkaian acara yang terjadi pada waktu yang sama atau tersebar
pada area yang luas. Berbeda dengan sutradara pada bidikan kamera tunggal,
yang dekat dengan kamera, maka direktur produksi multicamera berada jauh
dari aksi. Ini sutradara menonton serangkaian monitor televisi di ruang kendali
produksi dan mengeluarkan instruksi kepada kru melalui headset interkom
(tanggapan balik) mereka dan kepada manajer lapangan yang membimbing
talent atas nama sutradara.

Dalam produksi multikamera secara langsung, sebagian besar transisi shooting
(memotong, dll.) dibuat pada pengalih produksi selama tindakan. Pengalih
mengambil keluaran dari berbagai sumber video (kamera, perekam video, grafik,
dll.) dan beralih diantara keduanya. Tidak ada kesempatan untuk memperbaiki
atau meningkatkan. Namun, sutradara melakukannya memiliki keuntungan
besar dalam memantau dan membandingkan bidikan secara terus menerus.

32

VIDEOGRAPHY

PENULISAN
VIDEO

TUJUAN DAN FUNGSI SCRIPT

Perencanaan itu merupakan bagian penting dari produksi, dan naskah
membentuk dasar untuk rencana itu. Skrip melakukan hal berikut :

1. Membantu sutradara untuk mengklarifikasi ide dan mengembangkan
proyek yang berhasil;

2. Membantu mengkoordinasikan tim produksi;
3. Membantu direktur untuk menilai sumber daya yang dibutuhkan untuk

produksi

Meskipun beberapa kru profesional di lokasi (di acara berita, misalnya) mungkin
tampak memotret sepenuhnya secara spontan, mereka selalu berhasil melalui
proses atau pola yang telah terbukti berhasil di masa lalu. Untuk jenis produksi
tertentu, seperti drama, biasanya naskah dimulai sebelum proses produksi.
Sutradara membacakan draf naskah yang biasanya berisi informasi umum
tentang karakter, lokasi, arah panggung, dan dialog. Dia kemudian
membayangkan adegan dan menilai kemungkinan pengobatan. Sutradara juga
harus mengantisipasi kemungkinan skrip dan potensi masalah. Pada tahap ini,
perubahan dapat dilakukan untuk meningkatkan naskah atau membuatnya
lebih praktis. Selanjutnya sutradara menyiapkan perawatan kamera. Metode
skrip lainnya dimulai dengan garis besar. Di sini Anda memutuskan berbagai
topik yang ingin Anda bahas dan jumlah waktu yang dapat Anda alokasikan
untuk masing – masing tema. Sebuah naskah kemudian dikembangkan

33

VIDEOGRAPHY

berdasarkan garis besar ini, dan keputusan dibuat tentang perlakuan kamera
untuk setiap segmen. Saat menyiapkan film dokumenter, garis besar yang
diperluas menjadi naskah pengambilan gambar, mungkin menunjukkan jenis
bidikan yang akan diperlukan. Ini mungkin juga termasuk pertanyaan kasar
untuk wawancara di lokasi. Semua komentar lainnya biasanya ditulis kemudian,
bersama dengan efek dan musik, untuk menyesuaikan program yang diedit.

DASAR FORMAT SCRIPT

Ada banyak format skrip yang berbeda. Namun, pada dasarnya, tata letak skrip
salah satu dari dua bentuk yaitu Format satu kolom dan Format dua kolom.

Meskipun ada variasi dari format satu kolom, semua video dan informasi audio
biasanya terdapat dalam satu kolom utama. Sebelum adegan, adanya
pengenalan yang menjelaskan lokasi dan tindakan. Catatan pengingat dapat
dibuat dengan margin kiri lebar. Mereka termasuk transisi simbol (misalnya, X
Cut; FU fade-up), menunjukkan isyarat dan kamera instruksi, dan
menggabungkan sketsa thumbnail dari foto atau aksi. Jenis naskah ini banyak
digunakan untuk produksi gaya film naratif dan video kamera tunggal, di mana
sutradara bekerja bersama operator kamera. Ini mungkin kurang berguna dalam
pengaturan multikamera, di mana tim produksi berada lebih tersebar tetapi
semua orang perlu mengetahui maksud produksi sutradara.

Seperti halnya format satu kolom, ada banyak variasi dari format dua kolom.
Format televisi tradisional ini sangat fleksibel dan informatif. Ini memberi semua
anggota kru produksi rincian syuting apa yang sedang terjadi. Anggota kru juga
dapat menambahkan informasi spesifik mereka sendiri (contohnya detail
perubahan pencahayaan) sesuai kebutuhan. Dua versi skrip terkadang
disiapkan. Pertama (skrip latihan) kolom kanan hanya dicetak. Selanjutnya,
setelah perencanaan rinci dan latihan praproduksi, rincian produksi
ditambahkan ke kolom kiri untuk membentuk skrip kamera.

34

VIDEOGRAPHY

PENGGUNAAN
KAMERA

FITUR KAMERA

Operator kamera perlu mengetahui kamera mereka dengan baik sehingga
mereka tidak perlu memikirkannya secara teknis. Pengetahuan itu
memungkinkan mereka untuk menghabiskan waktu mereka memotret secara
kreatif dengan cara berkomunikasi yang efektif. Kamera video saat ini hadir
dalam berbagai bentuk dan ukuran yang cocok untuk semua jenis situasi yang
berbeda. Mulai dari unit yang pas di saku hingga kamera yang sangat berat
sehingga mereka perlu mengambil dengan bantuan beberapa orang untuk
mengangkatnya. Secara historis ada kamera konsumen, industri, dan
profesional. Secara tradisional, untuk produksi multikamera, kamera berbiaya
tinggi digunakan yang membutuhkan kamera unit kontrol. Sistem multikamera
saat ini memungkinkan banyak jenis kamera dibuat digunakan dalam situasi
profesional, termasuk kamera berbiaya rendah. Kamera yang tepat tergantung
pada bagaimana produksi akhir akan digunakan.

35

VIDEOGRAPHY

Gambar Beberapa Tipe dan Ukuran Kamera Video
Kebanyakan kamera video mudah dioperasikan pada tingkat dasar. Kamera
yang berorientasi konsumen sudah sangat otomatis sehingga yang perlu
dilakukan untuk mendapatkan gambar yang layak adalah untuk mengarahkan
mereka ke subjek dan tekan tombol rekam. Itu sangat tergantung pada apakah
sutradara berencana menggunakan kamera sebagai materi iklan. Kelemahan
kontrol otomatis adalah kameranya hanya didesain untuk membuat penilaian
teknis. Kamera tidak dapat membuat pilihan artistik apa pun. Sirkuit otomatis
dapat membantu operator kamera menghindari gambar video berkualitas buruk,
tapi tidak bisa diandalkan untuk menghasilkan gambar yang menarik dan
bermakna. Berkomunikasi secara visual akan selalu bergantung pada cara Anda
menggunakan kamera dan pilihan yang Anda buat. Adapun bagian utama pada
kamera sebagai berikut :

1. Sistem lensa memfokuskan gambar kecil dari pemandangan ke chip yang
peka cahaya.

2. Chip peka cahaya ini mengubah gambar dari lensa menjadi gambar yang
sesuai pola muatan listrik, yang dibacakan untuk memberikan sinyal video.

36

VIDEOGRAPHY

3. Viewfinder kamera menampilkan gambar video, mengaktifkan operator
kamera untuk mengatur bidikan, menyesuaikan fokus, eksposur, dan
sebagainya.

4. Perekam kamera menangkap gambar video dan menyimpannya dalam
kaset, memori flash, atau hard drive.

5. Catu daya kamera biasanya adalah catu daya AC eksternal yang
dihubungkan ke dinding atau baterai yang cocok ke kamera.

6. Mikrofon dipasang secara internal atau dipasang ke kamera dan ditujukan
untuk pengambilan suara umum.

Ada dua jenis lensa fundamental pada kamera video, diantaranya adalah :

1. Lensa utama (lensa primer), yang memiliki fokus tertentu (tidak dapat
diubah) panjangnya. Lensa primer telah menjadi barang khusus, terutama
digunakan oleh pembuat film, pembuat film digital, dan dalam situasi
penggunaan khusus seperti keamanan atau penelitian ilmiah. Lensa prima,
yang merupakan singkatan dari lensa primer, memiliki lensa panjang fokus.
Hanya iris (diafragma) di dalam laras lensa yang dapat disesuaikan.
Mengubah aperture-nya (f-stop) memvariasikan kecerahan gambar lensa,
yang mengontrol gambar paparan. Cincin fokus memvariasikan jarak
seluruh sistem lensa dari chip penerima.

2. Lensa zoom, yang memiliki panjang fokus yang bervariasi. Lensa zoom
sejauh ini merupakan lensa paling populer pada kamera karena
kemampuannya untuk bergerak dengan mudah dari sudut lebar ke panjang
fokus telefoto. Lensa zoom adalah lensa panjang fokus variabel. Ini
memungkinkan operator kamera untuk memperbesar dan memperkecil
subjek tanpa menggerakkan kamera ke depan atau ke belakang. Lensa
zoom memungkinkan operator kamera untuk memilih cakupan apapun
dalam jangkauannya. Kebanyakan kamera video dan televisi dilengkapi

37

VIDEOGRAPHY

dengan zoom optik lensa. Zoom optik menggunakan lensa untuk
memperbesar gambar dan mengirimkannya ke chip.

Zoom optik mempertahankan kualitas asli chip kamera. Semakin banyak
kamera video konsumen yang dilengkapi dengan sistem lensa yang
menggabungkan zoom optik dan zoom digital. Kamera mungkin, untuk
misalnya, memiliki 20 zoom optik dan 100 zoom digital. Tergantung pada
kualitas desainnya, sistem zoom optik harus memberikan kualitas tinggi
secara konsisten gambar sepanjang rentang zoom-nya; fokus dan kejelasan
gambar harus tetap optimal di semua pengaturan. Dalam sistem digital,
kesan zoom in dicapai dengan secara bertahap membaca area yang lebih
kecil dan lebih kecil dari yang sama gambar yang dibangun secara digital.
Akibatnya, pemirsa cenderung melihat kualitasnya gambar semakin
memburuk saat diperbesar karena semakin sedikit piksel gambar asli
sedang tersebar di layar televisi. Desain lensa melibatkan banyak
kompromi teknis, terutama dalam sistem kecil. Masalah dengan
memberikan kinerja tinggi dari unit yang ringan dan kuat dengan biaya
yang masuk akal merupakan tantangan bagi produsen. Jadi optiknya
kualitas sistem anggaran biasanya di bawah kualitas lensa prima yang
setara.

Ada tiga aksesori yang terkadang terabaikan yang cocok dengan lensa; lensa
tutup, filter UV, dan tudung lensa :

1. Tutup lensa. Saat kamera tidak benar-benar digunakan, biasakanlah
memasang tutup lensa. Klip penutup plastik pelindung ini ke bagian depan
lensa dan mencegah kotoran menumpuk di permukaan depan filter
pelindung (UV) atau permukaan lensa. Permukaan lensa memiliki
keistimewaan lapisan kebiruan, yang meningkatkan kontras gambar dan
gradasi warna dengan mengurangi pantulan internal yang menyebabkan
"flare lensa". Pembersihan atau goresan yang ceroboh (dari pasir yang

38

VIDEOGRAPHY

tertiup, pasir, dll.) bisa dengan mudah merusak film tipis ini. Tutup lensa
tidak hanya mencegah apapun dari menggaruk atau menggesek
permukaan lensa, tetapi ini membantu mencegah pasir atau kelembaban.

2. Filter bening atau UV. Filter bening biasanya disimpan di bagian depan
lensa untuk melindungi elemen lensa depan dari kerusakan. Lihat tutup
lensa sebelumnya bagian untuk penjelasan tentang beberapa masalah
yang dapat muncul dengan lensa pelapis.

3. Tudung lensa (pelindung matahari). Ini adalah perisai silinder atau kerucut
yang dipasang di sekitar ujung lensa. Ketika ada sumber cahaya yang kuat
keluar ditembak di depan kamera, itu melindungi dari sinar cahaya yang
menyimpang yang sebaliknya saling memantulkan dalam elemen lensa
internal. Meski pelapis lensa khusus sangat mengurangi luas lensa ini,
tudung lensa membantu menghindarinya efek palsu dari cahaya, bintik-
bintik, atau keseluruhan cadar yang bisa sebaliknya mengembangkan.

TEKNIK PENGENDALIAN KAMERA

Gambar yang goyang, memantul, atau miring ke satu sisi tentunya sangat
merepotkan bagi orang yang menonton. Jadi, perlu perhatian ekstra untuk
memastikan bahwa jepretan kamera stabil dan dikontrol dengan cermat.
Mungkin ada saatnya perhatian penonton begitu terpaku pada aksi seru di layar
sehingga mereka tidak peduli jika gambar menenun dari sisi ke sisi atau
bergerak. Khususnya bila ada sedikit gerakan dalam bidikan, gambar yang tidak
stabil bisa mengganggu untuk ditonton. Sebagai aturan umum, kamera
seharusnya dipegang diam, dipasang ke dukungan kamera, kecuali operator
kamera sengaja menggesernya (memutarnya ke satu sisi) atau memiringkannya
(mengarahkannya ke atas atau turun) untuk alasan yang bagus.

Ada tiga cara dasar untuk menyangga kamera :

39

VIDEOGRAPHY

1. Gunakan badan operator kamera. Dengan latihan, kamera dapat dipegang
dengan sukses. Bergantung pada desain kameranya, mungkin kamera
genggam tetap menempel di kepala atau bahu operator kamera saat dia
terlihat melalui lensa mata viewfinder.

2. Gunakan beberapa jenis penyangga tubuh. Sejumlah penopang tubuh
tersedia untuk kamera dengan ukuran berbeda. Mereka menambahkan
dukungan mekanis dari beberapa jenis untuk memberi kamera stabilitas
tambahan.

3. Pasangkan ke dudukan kamera. Kamera bisa dipasang ke beberapa jenis
(monopod, tripod) dengan soket sekrup di alasnya. Pelat pelepas cepat
dapat diikat ke bagian bawah kamera, memungkinkan itu akan dihapus
sebentar.

40

VIDEOGRAPHY

AUDIO

PENGERTIAN AUDIO

Audio adalah suara atau bunyi yang dihasilkan oleh getaran suatu benda, agar
dapat tertangkap oleh telinga manusia getaran tersebut harus kuat minimal 20
kali per detik. Suara yaitu suatu getaran yang dihasilkan oleh gesekan, pantulan
dan lain – lain, antara benda – benda. Sedangkan gelombang yaitu suatu getaran
yang terdiri dari amplitudo dan juga waktu. Definisi audio yang lainnya adalah
salah satu elemen yang penting, karena ikut berperan dalam membangun
sebuah sistem Komunikasi dalam bentuk suara, ialah suatu sinyal elektrik yang
akan membawa unsur – unsur bunyi didalamnya. Audio itu terbentuk melalui
beberapa tahap, diantaranya: tahap pengambilan atau penangkapan suara,
sambungan transmisi yang membawa bunyi, amplifier dan lain – lain. Media
audio memiliki pengertian menurut oara pakar yang diantaranya adalah :

Menurut Sadiman (2005:49) media audio adalah media yang dapat digunakan
untuk menyampaikan pesan yang akan di sampaikan dengan bentuk lambing –
lambang audit, mau itu berbentuk verbal atau dengan bentuk non-verbal.
Sedangkan menurut Sudjana dan Rivai (2003:129), media audio merupakan
media yang dapat digunakan sebagai media pengajaran yang didalamnya
mengandung pesan di dalam bentuk audirif yang berguna untuk dapat
merangsang pikiran, perhatian, perasaan, dan juga kemauan yang di miliki
mahasiswa sehingga akan terjadi suatu proses belajar mengajar.

41

VIDEOGRAPHY

KOMPONEN ESENSI

Secara historis, audio telah diremehkan dalam dunia televisi. Banyak
pengembang dan produser yang lebih mementingkan gambar, menurunkan
audio menjadi terlihat tidak layak, serta speaker yang terdengar buruk di televisi.
Namun, jika Anda benar – benar ingin mengetahui betapa pentingnya audio
untuk produksi video, cukup putar matikan audio dan coba mengikuti alur
ceritanya, maka kemudian akan segera tersesat. Tanpa melihat ke arah layer
televisi, dengan audio menyala, Anda masih bisa mengikuti ceritanya. Audio
adalah bagian penting untuk televisi sebagai gambar video. Audio memberikan
gambar secara nyata yang cukup meyakinkan. Hal ini membantu penonton
merasa ikut terlibat. Seperti Dennis Baxter, desainer suara untuk Olimpiade,
telah menulis, “audio, dalam kemitraan dengan video, memberikan pengalaman
mendalam dengan semua emosi yang intens dan nuansa yang menarik bagi
pemirsa”.

Kontribusi berharga yang dihasilkan suara untuk televisi tidak dapat
diremehkan. Dalam produksi yang baik, suara tidak pernah menjadi hal yang
biasa. Audio merupakan sebuah bagian penting dari daya tarik produksi. Orang
sering menganggap televisi sebagai gambar yang disertai dengan suara. Namun
kapan produksi televisi terbaik dianalisis, orang biasanya terkejut sebagian
besar waktu itu adalah suara yang menyampaikan informasi dan merangsang
imajinasi penonton, sedangkan gambar itu sendiri dapat menjadi pengiring
visual. Audio memiliki kekuatan untuk membantu penonton membayangkan
gambaran itu untuk meningkatkan apa yang dilihat.

Suara itu menggugah. Misalnya, perhatikan gambar beberapa orang bersandar
di dinding dengan langit terbuka sebagai latar belakang. Jika kita mendengar
suara ombak pecah dan teriakan melengking burung, kami segera berasumsi
bahwa pasangan itu berada di dekat pantai. Jika ditambahkan dengan suara
anak – anak yang sedang bermain, dan sekarang semakin yakin bahwa subjek
tersebut berada di dekat pantai. Gantilah semua suara itu dengan derau

42

VIDEOGRAPHY

pertempuran, ledakan, dan tank yang lewat, dan mereka segera diangkut ke
zona perang. Mereka bahkan mungkin tampak sangat berani dan tidak
terpengaruh, seperti halnya mereka tetap tenang di tengah keributan ini.
Faktanya, yang kami miliki di sini hanyalah bidikan dua orang yang bersandar
di dinding. Lokasi dan suasana acara telah disulap oleh suara dan imajinasi kita.
Audio yang sukses adalah perpaduan dari dua hal, yaitu :

1. Teknik yang tepat. Bagaimana peralatan yang digunakan untuk
menangkap audio.

2. Pilihan artistik yang tepat. Bagaimana suara dipilih dan dicampur.

Keduanya sebagian besar merupakan masalah pengetahuan teknis yang
dikombinasikan dengan pengalaman.

Di sekitar kita dipenuhi dengan begitu banyak variasi suara yang tidak ada
habisnya sehingga sulit dipercaya bahwa masing – masing dapat dipecahkan
menjadi satu pola getaran yang kompleks. Ketika beberapa sumber bersuara
bersama, pola mereka yang terpisah digabungkan menjadi sebuah bentuk yang
lebih rumit. Namun gendang telinga kita, diafragma mikrofon, dan loudspeaker
semuanya mengikuti getaran gabungan ini; dan lebih ajaib tetap saja otak kita
menafsirkan hasilnya. Getaran suara sesederhana mungkin membuat gerakan
sinusoidal teratur, dan kita mendengar nada murni dari garpu tala, seruling, atau
osilator audio. Semakin cepat osilasi ini, semakin tinggi nada. Getaran yang
sangat lambat (subsonik, di bawah sekitar 15 kali per detik) dan getaran yang
sangat cepat (ultrasonik, di atas sekitar 20.000 kali per detik) berada di luar
jangkauan suara. Frekuensi atau laju getaran ini diukur dalam hertz. Semakin
kuat getaran suara (semakin besar amplitudonya), semakin keras suaranya
tampaknya. Getaran kecil tidak terdengar, sedangkan suara yang sangat keras
bisa menjadi menyakitkan untuk didengarkan, karena itu melebihi ambang
batas perasaan kita. Beberapa sumber mengeluarkan suara "murni".
Kebanyakan merupakan kombinasi kompleks dari not utama (dasar) dan
kelipatan not itu (harmonik atau nada tambahan).

43

VIDEOGRAPHY

Kualitas suara yang terlihat akan tergantung pada proporsi atau hubungannya
dengan kekuatan harmonisasi tersebut. Secara garis besar, nada yang
dimainkan dengan bas dapat dinilai dari kualitas keseluruhannya. Jika respon
sistem audio tidak genap di seluruh rentang yang dapat didengar (karena
penyaringan atau keterbatasan peralatan), proporsi harmonisasi bisa berubah.
Kemudian kualitas file suara yang direproduksi mungkin tidak lagi dapat
dikenali sebagai instrumen aslinya.

Anda hanya perlu membandingkan suara di ruangan kosong dengan perbedaan
yang terjadi ketika ruangan yang sama dilengkapi atau diisi dengan orang –
orang untuk menyadari caranya akustik dapat mengubah kualitas suara. Jika
kita memahami dasar – dasar akustik, kita bisa hindari banyak masalah audio
yang mungkin timbul selama produksi. Ketika gelombang suara menghantam
permukaan yang keras (plastik, kaca, ubin, dinding batu, logam), sedikit yang
diserap, sehingga suara yang dipantulkan hampir sekeras aslinya. Faktanya,
ketika frekuensi yang lebih tinggi sebenarnya telah diperkuat oleh refleksi ini,
suara yang memantul dari permukaan sebenarnya bisa terdengar lebih terang
dan tajam. Ketika gelombang suara menghantam permukaan yang lembut (tirai,
sofa, permadani), sebagian energi diserap di dalam materi. Nada yang lebih
tinggi paling banyak diserap, jadi suara yang dipantulkan dari permukaan
semacam ini tidak hanya lebih senyap dari gelombang suara aslinya, tetapi tidak
memiliki frekuensi yang lebih tinggi. Kualitasnya lebih lembut, kurang bergema,
bahkan membosankan dan tidak bersuara. Bahan lembut tertentu begitu
menyerap suara baik sehingga hampir tidak ada yang tercermin. Di mana ada
banyak permukaan keras di sekitarnya (seperti di kamar mandi, aula besar, atau
gereja), suatu tempat bisa menjadi sangat bergema atau hidup. Gelombang
suara memantul dari satu permukaan ke permukaan lain dengan mudah seperti
aslinya dan versi yang direfleksikan, sepenuhnya bercampur, terdengar. Ini bisa
menyebabkan cukup banyak mengubah kualitas suara secara keseluruhan dan
secara signifikan menurunkan kejernihannya.

44

VIDEOGRAPHY

Saat lingkungan sekitar bergema, pantulan sering terdengar beberapa detik
kemudian suaranya sendiri telah berhenti; dalam kasus – kasus ekstrim, suara –
suara ini memantulkan gema secara berulang – ulang. Ini akan bervariasi
dengan desain ruangan, posisi sumber suara, nada dan kualitas suara, dan
posisi mikrofon (atau mikrofon). Sebaliknya, jika suara dibuat di tempat dengan
banyak permukaan penyerap, baik suara asli dan pantulan apa pun dapat
diredam secara signifikan. Dalam kondisi mati ini, suara langsung dapat
didengar dengan sedikit pantulan dari lingkungan sekitar. Bahkan suara keras
seperti tepukan tangan atau suara tembakan akan terdengar tidak terbawa jauh
dan berhenti dengan cepat. Saat di luar, di area terbuka, suara bisa menjadi
sangat senyap. Hal ini disebabkan udara cepat menyerap suara karena ada
sedikit permukaan yang memantulkan cahaya.

Suara di ruang terbuka lemah dan tidak bergerak jauh karena udara dengan
cepat menyerapnya dan hanya ada sedikit permukaan yang memantulkan
cahaya. Mikrofon sering kali harus lebih dekat dengan subjek dari biasanya
untuk mengambil suara yang cukup, terutama jika seseorang berbicara dengan
pelan. Suara di udara terbuka memiliki kualitas khas yang mudah dikenali; tidak
memiliki suara yang dipantulkan, dikombinasikan dengan kurangnya bagian
atas dan bass. Efek ini sulit ditiru di studio, bahkan saat subjek sepenuhnya
dikelilingi dengan penyerap panel akustik yang tinggi. Akustik sering kali
memengaruhi letak mikrofon yang telah diposisikan. Untuk menghindari
pantulan yang tidak diinginkan di lingkungan sekitar, mikrofon perlu
ditempatkan relatif dekat dengan subjek. Jika bekerja di lingkungan yang mati,
mikrofon dekat sangat diperlukan, karena suaranya tidak terdengar dengan baik.
Saat sekitarnya berisik, mikrofon dekat membantu suaranya (atau suara lainnya)
agar terdengar jelas di atas suara yang tidak diinginkan. Namun, bisa ada
masalah jika ada mikrofon ditempatkan terlalu dekat dengan sumber. Kualitas
suara umumnya kasar, dan bass bisa terlalu ditekankan. Penonton bisa menjadi
sangat sadar akan suara nafas, peledakan dari bahan peledak dan bahkan klik

45

VIDEOGRAPHY

dari gigi subjek saling bertabrakan. Ditempatkan dekat dengan instrumen,
mikrofon dapat mengungkapkan berbagai suara mekanis seperti klik tombol,
dan sebagainya.

1. MONO SOUND

Dalam kehidupan sehari – hari, setiap penonton terbiasa mendengarkan
dengan bantuan kedua telinga. Saat pendengar membandingkan dua citra
suara yang terpisah dari dunia luar, mereka membangun kesan tiga
dimensi dari mana arahnya dan jarak suara yang diperkirakan. Suara
televisi nonstereo tidak secanggih ini. Satu – satunya petunjuk jarak
adalah kenyaringan, dan arah tidak dapat disampaikan sama sekali.
Dikenal sejak tahun 1880 dan populer hingga 1940. Biasa digunakan untuk
narasi, talkshow radio, dan alat dengar atau telepon. Sedangkan jika
diartikan dari segi desain audio, mono adalah gambaran suatu sistem, di
mana semua sinyal audio dicampur bersama dan dialihkan melalui
saluran tunggal (single audio channel).

Karena hanya menggunakan 1 saluran tunggal, suara yang dihasilkan
mono terdengar berasal dari satu arah saja. Suaranya seakan-akan
berpusat dan seimbang. Suara ini dapat dimainkan lewat alat dengar
musik apa saja, misalnya headset dan speaker. Kamu akan mendengar
suara yang sama persis di setiap telinga alias tidak ada perbedaan suara
antara kanan dan kiri.

Saat mendengarkan reproduksi mono, tidak dapat membedakan antara
langsung dan tercermin terdengar, seperti yang kita bisa saat
mendengarkan dalam stereo. Sebaliknya, suara ini menjadi bercampur,
sehingga suara gabungannya sering kurang jelas. Dalam mono sound,
kita menjadi lebih sadar akan efek gema. Karena penonton tidak bisa
dengan mudah membedakan arah dan jarak, maka mikrofon mono harus

46

VIDEOGRAPHY

ditempatkan dengan hati – hati. Personel audio perlu berhati – hati untuk
mempertimbangkan hal berikut :

a. Terlalu banyak pantulan suara tidak terdeteksi.
b. Suara yang lebih keras tidak menutupi suara yang lebih pelan

(terutama di orkestra).
c. Suara asing tidak mengganggu suara yang ingin kita dengarkan.

Gambar Teknik Mono Sound
Sumber : stackexchange.com

Ada beberapa keuntungan yang bakal kamu dapatkan ketika mengubah
peraturan audio menjadi saluran tunggal. Berikut adalah poin – poin
pentingnya :

1. Setiap orang mendengar sinyal yang sama. Seolah-olah suara yang
dikirim berasal dari satu posisi.

2. Cocok untuk mendengar rekaman suara, karena kata-kata yang
didengar akan lebih jelas. Karena mampu memperkuat suara dan
juga musik.

47

VIDEOGRAPHY

3. Ukuran file rekaman akan jauh lebih kecil dibanding stereo. Jika
kamu ingin melakukan streaming lagu secara online akan lebih cepat
tanpa nge-lag.

4. Peralatan yang digunakan untuk merekam suara mono akan lebih
terjangkau.

2. STEREO SOUND
Suara stereo menciptakan ilusi ruang dan dimensi. Stereo memberi
penonton kemampuan untuk melokalkan arah suara. Ini lokalisasi
memberi penonton rasa mendalami, kesadaran spasial visual gambar dan
suara. Namun, karena speaker di televisi penerima berdekatan, efeknya
bisa menjadi terbatas. Kualitas suara ditingkatkan, tetapi kesan terhadap
arah dan kedalaman kurang jelas. Untuk menyederhanakan pengambilan
suara, banyak praktisi mencampur pembicaraan mono sentral dengan
efek stereo dan musik. Saat menggunakan mikrofon stereo, berhati –
hatilah saat mengatur arahan (seperti mikrofon kiri ke kiri kamera) dan
untuk menahan mikrofon tetap; jika tidak, gambar stereo akan bergerak.
Dalam sistem stereo, gema merata muncul lebih jelas, dan suara – suara
asing seperti angin, ventilasi, dan langkah kaki lebih menonjol karena
memiliki arah, bukan penggabungan dengan keseluruhan latar belakang.

Gambar Teknik Stereo Sound
Sumber : stackexchange.com

48

VIDEOGRAPHY

Tujuannya untuk mendapatkan hasil suara yang natural. Seakan – akan
kamu mendengar suara secara langsung di lokasi yang sama. Padahal
hanya hasil rekayasa desain audio dari fase R (right/kanan) dan L
(left/kiri). Teknik ini mulai populer sejak tahun 1940. Kemudian sekarang
stereo menjadi persyaratan yang sangat umum dalam jika ingin
menyelenggarakan pertunjukan. Jika kamu belum pernah datang ke
sebuah konser musik, kamu dapat merasakan euforianya hanya lewat
teknik audio stereo. Rasanya seperti benar – benar nyata. Gunakan
earphone dengan kualitas terbaik saat mendengarkan audionya. Namun,
tidak semua alat dengar dan pengeras musik mampu menghasilkan suara
stereo. Semua tergantung spesifikasi yang ditawarkan alat tersebut.

3. SURROUND SOUND
Sistem suara ini merupakan sistem suara yang umumnya kita bisa dengar
dan temukan di gedung gedung atau ruang bioskop. Sistem suara yang
ada ini dapat menghasilkan suara yang terdengar memutar atau
mengelilingi penonton filmnya. Tentu kita pernah pergi ke bioskop bukan,
di bagian pembuka film biasanya akan keluar suara berkeliling seperti itu
yang dihasilkan oleh speaker yang memang diletakan mengelilingi
bangku penonton. Dan kita yang menonton bisa mendapatkan perasaan
seperti ada di dalam film tersebut. Sistem suara yang satu ini memiliki
versi pertama dengan ciri ciri mempunyai channel 5.1 yang merupakan
Subwoofer, Left Surround, Center, Right Surround, serta Right, kemudian
sudah berkembang menjadi versi 11.1 dengan adanya tambahan Rear
Right, Rear Left, channel Rear Center dan Front Center. Sistem ini
dikembangkan oleh perusahaan industri ternama dolby.

49


Click to View FlipBook Version