VIDEOGRAPHY
MACAM – MACAM AUDIO
Berikut ini terdapat beberapa macam audio, diantaranya adalah :
1. Audio Visual
Pengertian audio visual adalah perangkat sound system yang digunakan
untuk presentasi, atau acara – acara seperti home theater, karena
perangkat ini sudah dilengkapi dengan penampilan gambar.
2. Audio Streaming
Pengertian audio streaming sering digunakan sebagai istilah untuk
mendengarkan secara live melalui internet. Jadi, saat kita ingin
mendengarkan music ,atau video music, kita tidak harus mendownload file
(music) nya terlebih dahulu, langsung saja bisa di dengarkan. Contoh audio
streaming yang terkenal seperti : Winamp (mp3), RealAudio (ram) dan
liquid radio.
3. Audio Modem Riser
Pengertian Audio Modem Riser adalah sebuah perangkat untuk
motherboard intel yang memuat sirkuit audio dan sirkuit modem. Jadi Audio
Modem Riser (AMR) menyediakan fungsi – fungsi analog atau kode – kode
yang dibutuhan untuk operasi modem atau audio.
JENIS FORMAT AUDIO
Inilah jenis – jenis format audio, ada berbagai macam format atau ekstensi audio
yang dapat ditemui sehari – hari, tapi yang umumnya dikenal oleh masyarakat
antara lain :
1. MP3 adalah (MPEG, Audio Layer 3)
Merupakan suatu format audio yang dikembangkan oleh Fraunhoper
Institude dengan memiliki bitrate 128 kbps. Dalam waktu yang singkat,
MP3 menjadi format paling populer dalam dunia musik digital, sebab
ukuran filenya yang kecil dan juga kualitasnya tidak kalah dengan CD
Audio.
2. WAV
50
VIDEOGRAPHY
WAV adalah suatu format audio yang merupakan standar suara dari de-
facto di Windows. Awalnya format jenis ini dijadikan jembatan untuk
penghubung file yang akan dikonversi keformat yang lainnya. Tetapi
seiring berkembangnya zaman, banyak para pengguna yang melewati
tahap ini, pengguna dapat mengkonversi file secara langsung ke format
yang diinginkannya. WAV merupakan format file audio yang
dikembangkan oleh Microsoft dan IBM sebagi standar untuk menyimpan
file audio pada PC, dengan menggunakan coding PCM (Plus Code
Modulation). WAV adalah file audio yang tidak terkompres sehingga
seluruh sample audio disimpan semuanya di media penyimpanan dalam
bentuk digital. Karena ukurannya yang besar, file WAV jarang digunakan
sebagai file audio di Internet.
3. AAC (Advanced Audio Coding)
AAC adalah suatu format audio yang menjadi standar untuk MPEG
(Motion Picture Experts Group). Sejak standar MPEG-2 diberlakukan
pada tahun 1997, sample rate yang ditawarkan sampai dengan 96 KHz
atau 2 (dua) kali sample rate MP3 (MPEG, Audio Layer 3). Kualitas
format audio dengan ini cukup baik sekali, bahkan pada bitrate yang
paling rendah sekalipun. Salah satu pengguna format audio ini ialah
iTunes, toko musik online besutan Apple dan juga piranti atau perangkat
pendukung terkemuka untuk format audio ini juga berasal dari produknya
Apple yaitu Ipod.
4. WMA (Windows Media Audio)
WMA adalah suatu format audio yang ditawarkan oleh perusahaan
teknologi terbesar di dunia yaitu Microsoft Corporation. Format audio yang
satu ini sangat disukai oleh vendor musik online sebab dukungannya
terhadap DRM (Digital Right Management) yaitu suatu fitur yang dipakai
untuk mencegah pembajakan musik. Selain itu, menurut isu atau gosip
51
VIDEOGRAPHY
yang beredar format audio ini memiliki kualitas yang lebih baik dari pada
formaat AAC maupun MP3.
5. Ogg Vorbis
Ogg Vorbis adalah satu – satunya format audio yang garatis atau terbuka
untuk umum. Kelebihannya ialah terletak pada kualitas audio yang tinggi
walaupun pada bitrate rendah sekalipun.
6. Real Audio
Real audio adalah suatu format audio yang sering ditemui pada bitrate
rendah. Format jenis ini dikembangkan oleh RealNetworks, digunakan
untuk layanan streaming audio pada bitrate 128 kbps atau lebih dengan
memakai standar AAC MPEG-4.
7. MIDI
MIDI adalah suatu format audio yang biasanya digunakan untuk ringtone
pada handphone, sebab ukuran filenya yang kecil tapi sayangnya format
audio ini hanya cocok untuk suara yang dihasilkan oleh synthesizer.
8. CDA (CD Audio)
Format Audio yang telah di joining ke CD, sehingga rata-rata file audio
berekstensi ini hanya berukuran tidak lebih dari 1 kb.
9. AIFF (Audio Interchange File Format)
File AIFF merupakan format file audio standar yang digunakan untuk
menyimpan data suara untuk PC dan perangkat audio elektronik lainnya,
yang dikembangkan oleh Apple pada tahun 1988. Standar dari file AIFF
adalah uncomressed code pulse-modulation (PCM), namun juga ada
varian terkompresi yang dikenal sebagai AIFF AIFF-C atau aifc, dengan
berbagai kompresi codec.
52
VIDEOGRAPHY
10. Format Monkey’s Audio
Ekstensi : .ape, .apl merupakan format file audio dengan kompresi lossless
sehingga tidak mengurangi kualitas suara. Umumnya, sebuah file audio
dengan format Monkey’s Audio mempunyai ukuran lebih besar 3-5 kali
dibandingkan dengan format MP3 (pada bitrate 192 Kb/s). Secara resmi,
Monkey Audio hanya mendukung platform Windows, seperti yang ditulis
di website resminya. Pada masa-masa mendatang, Monkey Audio akan
mendukung untuk platform Linux dan Mac OS. Player yang dapat
digunakan untuk menjalankan file format ini adalah Monkey’s Audio.
TIPE MIKROFON
Meskipun kebanyakan orang menganggap kamera video dengan pemahaman
tertentu, ada orang yang cenderung mengabaikan mikrofon (atau mic) terlalu
santai. Mereka menjepitkannya ke jaket tamu dengan kesan "hanya itu yang
harus kami lakukan untuk audio ”alih – alih memperlakukan mikrofon sebagai
alat yang rumit. Mikrofon (dan bagaimana itu digunakan) benar – benar
merupakan inti dari suara program televisi. Jika mikrofon lebih rendah, jika
rusak, atau jika posisinya buruk, suara program akan mengalami masalah. Tidak
ada jumlah pekerjaan pascaproduksi dengan audio yang dapat
dikompensasikan melakukannya dengan benar dari awal. Suara program semua
dimulai dengan mikrofon. Tidaklah penting untuk mengetahui bagaimana
berbagai jenis mikrofon bekerja untuk digunakan mereka dengan benar. Mereka
semua mengubah gelombang suara di udara menjadi listrik yang berfluktuasi
tegangan (sinyal audio). Namun, itu membantu untuk menyadari perbedaan
karakteristik yang ada. Meskipun kebanyakan mikrofon cukup kuat, mereka
membutuhkan penanganan yang hati – hati jika mereka ingin tetap dapat
diandalkan dan bekerja sesuai dengan spesifikasi.
53
VIDEOGRAPHY
Gambar Mic Omnidirectional
Tidak semua mikrofon bekerja dengan cara yang sama. Beberapa dirancang
untuk tidak terarah (omnidirectional), artinya mereka dapat menangkap suara
yang sama baiknya datang dari segala arah. Lainnya bersifat terarah, artinya
mereka dapat menangkap terdengar tepat di depan mereka dengan jelas tetapi
relatif tuli terhadap suara yang masuk dari semua arah lainnya. Desain
selanjutnya memiliki pola dua arah atau "angka delapan", yang berarti dapat
mengambil dengan baik ke depan dan ke belakang, tetapi memang demikian tuli
di kedua sisi. Keuntungan dari mikrofon omnidirectional adalah suara dapat
terdengar sama baiknya di area yang luas. Ini bagus untuk menutupi
sekelompok orang atau seseorang yang berpindah – pindah. Kerugiannya
adalah tidak bisa mendiskriminasi antara suara yang ingin Anda dengar dan
suara yang tidak diinginkan seperti pantulan dari dinding, suara dari orang atau
peralatan di sekitar, kebisingan ventilasi, langkah kaki, dan sebagainya.
Semakin bergema di sekitarnya, semakin buruk masalah yang ada. Mikrofon
harus diposisikan sedemikian rupa sehingga lebih dekat dengan suara yang
diinginkan daripada suara – suara asing. Mikrofon ini bagus untuk menangkap
suasana atau alam (NAT) berbunyi.
54
VIDEOGRAPHY
Gambar Mic Directional (cardioid)
Gambar Super Cardioid
Ketika mikrofon directional diarahkan ke suara yang diinginkan, maka akan
cenderung mengabaikan suara dari arah lain, memberikan hasil yang lebih
bersih. Di sisi lain, kebutuhan mikrofon ini untuk diarahkan dengan sangat hati
– hati. Itu juga penting untuk memastikan bahwa sumber audio tidak keluar dari
zona penjemputan utama; jika ya, sumbernya adalah "off mic". Suara off-mic
menjadi lebih lemah, mungkin akan ada nilai kerugian yang tinggi, dan penonton
mungkin mendengar apa mic tersebut diarahkan ke sumber yang diinginkan.
Ada beberapa bentuk pola. Kardioid atau pola yang berbentuk hati memiliki pola
cukup luas untuk penggunaan umum tetapi tidak overselective.
55
VIDEOGRAPHY
TATA
PENCAHAYAAN
(LIGHTING)
PENGERTIAN TATA PENCAHAYAAN (LIGHTING)
Cahaya merupakan gelombang elektromagnestis yang diterima oleh indera
penglihat (mata) yang kemudian diteruskan ke otak yang akan merespon,
menanggapi ransangan cahaya terebut. Sederhanya, tanpa cahaya maka benda
tidak akan kelihatan. Atas dasar itulah, produksi film dan video memerlukan
cahaya agar subyek bisa terlihat. Lighting atau tata pencahayaan merupakan
seni pengaturan cahaya dengan mempergunakan peralatan pencahayaan agar
kamera mampu melihat obyek dengan jelas, dan menciptakan ilusi sehingga
penonton mendapatkan kesan adanya jarak, ruang, waktu dan suasana dari
suatu kejadian yang dipertunjukkan dalam suatu pementasan.
Seperti halnya mata manusia, kamera video membutuhkan cahaya yang cukup
agar bisa berfungsi secara efektif. Dengan pencahayaan penonton akan bisa
melihat seperti apa bentuk obyek, di mana dia saling berhubungan dengan
obyek lainnya, dengan lingkungannya, dan kapan peristiwa itu terjadi. Kerja
kamera elektronik sangat dipengaruhi oleh sistem pencahayaan . Hal ini sesuai
dengan karakter sistem proses perekaman gambar oleh kamera elektronik,
sehingga masalah – masalah mengenai tata cahaya sangatlah penting
peranannya dalam sebuah kegiatan perekaman gambar.
Lighting adalah suatu istilah untuk pengolahan cahaya atau pencahayaan yang
digunakan dalam fotografi. Pencahayaan merupakan unsur dasar dari fotografi.
56
VIDEOGRAPHY
tanpa pencahayaan yang optimal, suatu foto tidak dapat menjadi sebuah karya
yang baik. pengetahuan tentang pencahayaan harus mutlak dikuasai oleh
seorang fotografer (Wildanagun, 2015). Ada 2 jenis teknik pencahayaan, yaitu :
1. Available light
Available light atau cahaya alami adalah sumber cahaya alam berasal dari
matahari. Cahaya alami biasa digunakan dalam pemotretan luar ruangan
atau outdoor. Untuk teknik pencahayaan ini, yang mempengaruhi kualitas
cahaya matahari adalah posisi matahari, keadaan awan dan cuaca. Sumber
pencahayaan alami kadang dirasa kurang efektif dibanding dengan
penggunaan pencahayaan buatan, selain karena intensitas cahaya yang
tidak tetap, sumber alami menghasilkan panas terutama saat siang hari.
Faktor – faktor yang perlu diperhatikan agar penggunaan sinar alami
mendapat keuntungan, yaitu :
a. Variasi intensitas cahaya matahari
b. Distribusi dari terangnya cahaya
c. Efek dari lokasi, pemantulan cahaya, jarak antar bangunan
d. Letak geografis dan kegunaan bangunan gedung
2. Artificial Lighting
Artificial Lighting adalah cahaya buatan yang sumber cahayanya yang
berasal dari alat – alat fotografi yang menghasilkan suatu cahaya.
Contohnya seperti lampu kilat elektronik atau dikenal dengan istilah flash.
Fungsi pokok pencahayaan buatan baik yang diterapkan secara tersendiri
maupun yang dikombinasikan dengan pencahayaan alami adalah sebagai
berikut :
a. Menciptakan lingkungan yang memungkinkan penghuni melihat
secara detail serta terlaksananya tugas serta kegiatan visual secara
mudah dan tepat
b. Memungkinkan penghuni berjalan dan bergerak secara mudah dan
aman
57
VIDEOGRAPHY
c. Tidak menimbulkan pertambahan suhu udara yang berlebihan pada
tempat kerja
d. Memberikan pencahayaan dengan intensitas yang tetap menyebar
secara merata, tidak berkedip, tidak menyilaukan, dan tidak
menimbulkan bayang – bayang.
e. Meningkatkan lingkungan visual yang nyaman dan meningkatkan
prestasi.
FUNGSI LIGHTING
Tata cahaya yang hadir di atas panggung maupun dalam video dan menyinari
semua objek sesungguhnya menghadirkan kemungkinan bagi sutradara,
aktor, dan penonton untuk saling melihat dan berkomunikasi. Semua objek yang
disinari memberikan gambaran yang jelas kepada penonton tentang segala
sesuatu yang akan dikomunikasikan. Dengan cahaya, sutradara dapat
menghadirkan ilusi imajinatif. Banyak hal yang bisa dikerjakan bekaitan dengan
peran tata cahaya tetapi fungsi dasar tata cahaya ada empat, yaitu penerangan,
dimensi, pemilihan, dan atmosfir (Mark Carpenter, 1988).
1. Penerangan
Inilah fungsi paling mendasar dari tata cahaya. Lampu memberi
penerangan pada pemain dan setiap objek yang ada di atas panggung.
Istilah penerangan dalam tata cahaya panggung bukan hanya sekedar
memberi efek terang sehingga bisa dilihat tetapi memberi penerangan
bagian tertentu dengan intensitas tertentu. Tidak semua area di atas
panggung memiliki tingkat terang yang sama tetapi diatur dengan tujuan
dan maksud tertentu sehingga menegaskan pesan yang hendak
disampaikan melalui laku aktor di atas pentas.
2. Dimensi
Dengan tata cahaya kedalaman sebuah objek dapat dicitrakan. Dimensi
dapat diciptakan dengan membagi sisi gelap dan terang atas objek yang
58
VIDEOGRAPHY
disinari sehingga membantu perspektif tata panggung. Jika semua objek
diterangi dengan intensitas yang sama maka gambar yang akan tertangkap
oleh mata penonton menjadi datar. Dengan pengaturan tingkat intensitas
serta pemilahan sisi gelap dan terang maka dimensi objek akan muncul.
3. Pemilihan
Tata cahaya dapat dimanfaatkan untuk menentukan objek dan area yang
hendak disinari. Jika dalam film dan televisi sutradara dapat memilih
adegan menggunakan kamera maka sutradara panggung melakukannya
dengan cahaya. Dalam pementasan tertentu, penonton secara normal
dapat melihat seluruh area panggung, untuk memberikan fokus perhatian
pada area atau aksi tertentu sutradara memanfaatkan cahaya. Pemilihan
ini tidak hanya berpengaruh bagi perhatian penonton tetapi juga bagi para
aktor di atas pentas serta keindahan tata panggung yang dihadirkan.
4. Atmosfir
Yang paling menarik dari fungsi tata cahaya adalah kemampuannya
menghadirkan suasana yang mempengaruhi emosi penonton. Kata
“atmosfir” digunakan untuk menjelaskan suasana serta emosi yang
terkandung dalam peristiwa lakon. Tata cahaya mampu menghadirkan
suasana yang dikehendaki oleh lakon. Sejak ditemukannya teknologi
pencahayaan panggung, efek lampu dapat diciptakan untuk menirukan
cahaya bulan dan matahari pada waktu – waktu tertentu. Misalnya, warna
cahaya matahari pagi berbeda dengan siang hari. Sinar mentari pagi
membawa kehangatan sedangkan sinar mentari siang hari terasa panas.
Inilah gambaran suasana dan emosi yang dapat dimunculkan oleh tata
cahaya.
Keempat fungsi pokok tata cahaya di atas tidak berdiri sendiri. Artinya, masing
– masing fungsi memiliki interaksi (saling mempengaruhi). Fungsi penerangan
dilakukan dengan memilih area tertentu untuk memberikan gambaran
59
VIDEOGRAPHY
dimensional objek, suasana, dan emosi peristiwa. Selain itu, Adapun fungsi
pendukung yang dapat ditemukan dalam tata cahaya adalah sebagai berikut :
1. Gerak
Tata cahaya tidaklah statis. Sepanjang pementasan, cahaya selalu
bergerak dan berpindah dari area satu ke area lain, dari objek satu ke
objek lain. Gerak perpindahan cahaya ini mengalir sehingga kadang –
kadang perubahannya disadari oleh penonton dan kadang tidak. Jika
perpindahan cahaya bergerak dari aktor satu ke aktor lain dalam area
yang berbeda, penonton dapat melihatnya dengan jelas. Tetapi
pergantian cahaya dalam satu area ketika adegan tengah berlangsung
terkadang tidak secara langsung disadari. Tanpa sadar penonton dibawa
ke dalam suasana yang berbeda melalui perubahan cahaya.
2. Gaya
Cahaya dapat menunjukkan gaya pementasan yang sedang dilakonkan.
Gaya realis atau naturalis yang mensyaratkan detil kenyataan
mengharuskan tata cahaya mengikuti cahaya alami seperti matahari,
bulan atau lampu meja. Dalam gaya Surealis, tata cahaya diproyeksikan
untuk menyajikan imajinasi atau fantasi di luar kenyataan seharihari.
Dalam pementasan komedi atau dagelan tata cahaya membutuhkan
tingkat penerangan yang tinggi sehingga setiap gerak lucu yang dilakukan
oleh aktor dapat tertangkap jelas oleh penonton.
3. Komposisi
Cahaya dapat dimanfaatkan untuk menciptakan lukisan panggung
melalui tatanan warna yang dihasilkannya.
4. Penekanan
Tata cahaya dapat memberikan penekanan tertentu pada adegan atau
objek yang dinginkan. Penggunaan warna serta intensitas dapat menarik
60
VIDEOGRAPHY
perhatian penonton sehingga membantu pesan yang hendak
disampaikan. Sebuah bagian bangunan yang tinggi yang senantiasa
disinari cahaya sepanjang pertunjukan akan menarik perhatian penonton
dan menimbulkan pertanyaan sehingga membuat penonton menyelidiki
maksud dari hal tersebut.
5. Pemberian tanda
Cahaya berfungsi untuk memberi tanda selama pertunjukan berlangsung.
Misalnya, fade out untuk mengakhiri sebuah adegan, fade in untuk
memulai adegan dan black out sebagai akhir dari cerita. Dalam
pementasan teater tradisional, black out biasanya digunakan sebagai
tanda ganti adegan diiringi dengan pergantian set.
PRINSIP DASAR LIGHTING
Menyinari objek artinya memberikan pencahyaan agar objek atau subjek bisa
terlihat jelas sesuai konsep film itu sendiri. Tidak semua bayangan itu diperlukan
dan tidak semua bayangan tidak diperlukan. Dengan pencahayaan tetentu
bayangan bisa dihilangkan, dikurangi,atau bahkan ditambah. Perlu tidaknya
bayangan atau shadow, lagi – lagi sangat tergantung dari konsep film itu sendiri.
Ini sudah menjadi rumusan atau formula dasar sebuah pencahayaan dalam
produksi video, film, dan foto.
1. Cahaya Utama (Key Light)
Key Light adalah pencahayaan utama yang diarahkan pada objek. Key
Light merupakan pencahayaan utama dari gambar kita, dan
merepresentasikan bagian paling terang sekaligus mendefiniskan
bayangan pada gambar. Key Light juga merepresentasikan pencahayaan
paling dominan seperti matahari dan lampu interior. Meski demikian
peletakannya tidak harus persis tepat pada sumber pencahayaan yang
kita inginkan. Key light juga merupakan cahaya yang paling terang dan
61
VIDEOGRAPHY
menimbulkan bayangan yang paling gelap. Biasanya Key Light diletakkan
pada sudut 45 dari arah kamera karena akan menciptakan efek gelap,
terang serta menimbulkan bayangan.
2. Cahaya Pengisi (Fill Light)
Fill Light merupakan pencahyaan pengisi, biasanya digunakan untuk
menghilangkan bayangan objek yang disebabkan oleh key light. Fill light
ditempatkan berseberangan dengan subyek yang mempunyai jarak yang
sama dengan key light. Intensitas pencahyaan fill light biasanya setengah
dari key light. Fill Light juga berfungsi menciptakan kesan tiga dimensi.
Tanpa fill light, ilustrasi kita akan berkesan muram dan misterius, seperti
yang biasa kita lihat pada film X-Files dan film – film horor (disebut
sebagai efek film-noir). Keberadaan fill light menghilangkan kesan seram
tersebut, seraya memberi image tiga dimensi pada gambar.
Dengan demikian penciptaan bayangan (cast shadows) pada fill light
pada dasarnya tidak diperlukan. Rasio pencahayaan pada fill light adalah
setengah dari key light. Meskipun demikian rasio pencahayaan tersebut
bisa disesuaikan dengan tema ilustrasi. Tingkat terang fill light tidak boleh
menyamai key light karena akan membuat ilustrasi kita berkesan datar.
Pada dasarnya fill light diletakkan pada arah yang berlawanan dengan
key light, karena memang berfungsi mengisi bagian gelap dari key light.
3. Cahaya Latar (Back Light)
Back Light berfungsi untuk menciptakan pemisahan antara objek utama
dengan objek pendukung. Dengan diletakkan pada bagian belakang
benda back light menciptakan "garis pemisah" antara objek utama dengan
latar belakang pendukungnya. Pada ilustrasi di atas back light digunakan
sebagai pengganti cahaya matahari untuk menciptakan "garis pemisah"
pada bagian ranjang yang menjadi fokus utama dari desain. Karena
62
VIDEOGRAPHY
cahaya matahari pada sore hari menjelang matahari terbenam bernuansa
jingga, maka diberikan warna jingga pada back light tersebut.
Selain itu back light juga menyebabkan timbulnya bayangan sehingga bagian
cast-shadow pada program 3D sebaiknya diaktifkan. Pencahayaan dari arah
belakang objek, berfungsi untuk meberikan dimensi agar subjek tidak
“menyatu” dengan latar belakang. Pencahayaan ini diletakkan 45 derajat di
belakang subyek. Intensitas pencahyaan backlight sangat tergantung dari
pencahayaan key light dan fill light, dan tentu saja tergantung pada subyeknya.
Misal backlight untuk orang berambut pirang akan sedikit berbeda dengan
pencahayaan untuk orang dengan warna rambut hitam.
Pada dasar – dasar pencahayaan, selain tiga pencahayaan utama terdapat dua
pencahayaan lain yang mendukung sebuah karya menjadi terlihat nyata yang
disebut cahaya tambahan. Cahaya tambahan terdapat 2 macam yaitu :
1. Cahaya Aksentuasi (Kickers light)
Kickers berfungsi untuk memberikan penekanan (aksentuasi) pada objek
– objek tertentu. Lampu spot adalah yang terbaik digunakan karena
mempunyai kemiripan dengan sifat lampu spot halogen yang biasa
dipergunakan sebagai elemen interior. Intensitas cahaya aksentuasi tidak
boleh melebihi key light karena akan menciptakan "over exposure"
sehingga hasil karya jadi terlihat seperti foto yang kelebihan cahaya.
a. Low Key Lighting (Cahaya Utama yang Redup)
Biasanya teknik ini hanya menggunakan the key dan back light,
kontras antara terang dan gelap relatif tinggi, dan terbentuknya
bayangan yang panjang maupun tegas. Low Key Lighting sendiri
banyak digunakan dalam film – film horror. Film – film tersebut tidak
sesuai dengan cahaya yang relatif terang (high).
63
VIDEOGRAPHY
b. High Key Lighting (Cahaya Utama yang Terang)
Teknik lighting ini sering digunakan dalam film bergenre komedi
romantis dengan menggunakan filler light, sehingga menampilkan
pencahayaan yang alami dan realistis. Selain ini, high key lighting juga
menjadikan setting seperti hari yang sedang cerah.
c. Kontras
Ada dua jenis dari penggunaan lighting yang kontras, yaitu high
contrast dan low contrast. High contrast adalah perbandingan yang
tinggi antara terang dan gelap sehingga dapat menampilkan banyak
bayangan. Sementara low contrast menerapkan perbandingan yang
rendah antara terang dan gelap, jadi bayangan yang ditampilkan lebih
sedikit.
d. Exposure
Exposure adalah jumlah cahaya yang masuk lewat aperture – aparture
yang dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu overexposed atau lebih
banyak cahaya yang masuk, serta underexposed, yaitu jumlah cahaya
yang masuk lebih sedikit. Kedua hal tersebut selanjutnya dapat
mempengaruhi tingkat kecerahan gambar dan warna.
2. Cahaya Pantul (Bounce light)
Setiap benda yang terkena cahaya pasti akan memantulkan kembali
sebagian cahayanya. Misalnya cahaya matahari masuk melalui jendela
dan menimbulkan "pendar" pada bagian tembok dan jendela. Warna
pendaran cahaya tersebut juga harus disesuaikan dengan warna material
yang memantulkan cahaya. Semakin tingga kadar reflektifitas suatu
benda, seperti kaca misalnya, semakin besarlah "pendar" cahaya yang
ditimbulkannya.
64
VIDEOGRAPHY
Pada program – program 3D tertentu seperti Lightwave dan program rendering
seperti BMRT dari Renderman, atau Arnold renderer. Efek Bounce Light bisa
ditimbulkan tanpa menggunakan bounce light tambahan. Program secara
otomatis menghitung pantulan masing – masing benda berdasarkan berkas –
berkas photon yang datang dari arah cahaya. Namun karena photon adalah
sistem partikel, maka perhitungan algoritma pada saat rendering akan semakin
besar. Artinya waktu yang diperlukan untuk rendering akan semakin besar. Ada
kalanya proses ini memakan waktu 10 kali lebih lama dibandingkan dengan
menciptakan bounce light secara manual satu persatu.
Proses simulasi photon yang lebih dikenal sebagai radiosity tersebut sangat
handal untuk menciptakan gambar still image, tetapi tidak dianjurkan untuk
membuat sebuah animasi. Penggunaannya akan sangat tergantung kepada
kondisi yang pembaca alami dalam proses pembuatan ilustrasi. Bounce light
merupakan elemen yang sangat penting dalam menciptakan kesan nyata pada
gambar kita. Tanpa bounce light maka ilustrasi arsitektur akan berkesan seperti
gambar komputer biasa yang kaku dan tidak berkesan hidup.
Macam – macam Sistem Lighting Buatan
Sistem pencahayaan buatan yang sering dipergunakan secara umum dapat
dibedakan atas 3 macam yakni :
1. Sistem Pencahayaan Merata
Pada sistem ini iluminasi cahaya tersebar secara merata di seluruh
ruangan. Sistem pencahayaan ini cocok untuk ruangan yang tidak
dipergunakan untuk melakukan tugas visual khusus. Pada sistem ini
sejumlah armatur ditempatkan secara teratur di seluruh langit – langit.
2. Sistem Pencahayaan Terarah
Pada sistem ini seluruh ruangan memperoleh pencahayaan dari salah
satu arah tertentu. Sistem ini cocok untuk pameran atau penonjolan suatu
65
VIDEOGRAPHY
objek karena akan tampak lebih jelas. Lebih dari itu, pencahayaan terarah
yang menyoroti satu objek tersebut berperan sebagai sumber cahaya
sekunder untuk ruangan sekitar, yakni melalui mekanisme pemantulan
cahaya. Sistem ini dapat juga digabungkan dengan sistem pencahayaan
merata karena bermanfaat mengurangi efek menjemukan yang mungkin
ditimbulkan oleh pencahayaan merata.
3. Sistem Pencahayaan Setempat
Pada sistem ini cahaya dikonsentrasikan pada suatu objek tertentu
misalnya tempat kerja yang memerlukan tugas visual. Untuk
mendapatkan pencahayaan yang sesuai dalam suatu ruang, maka
diperlukan sistem pencahayaan yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.
Sistem pencahayaan di ruangan, termasuk di tempat kerja dapat
dibedakan menjadi 5 macam yaitu :
a. Sistem Pencahayaan Langsung (direct lighting)
Pada sistem ini 90-100% cahaya diarahkan secara langsung ke benda
yang perlu diterangi. Sistem ini dinilai paling efektif dalam mengatur
pencahayaan, tetapi ada kelemahannya karena dapat menimbulkan
bahaya serta kesilauan yang mengganggu, baik karena penyinaran
langsung maupun karena pantulan cahaya. Untuk efek yang optimal,
disarankan langit – langit, dinding serta benda yang ada didalam
ruangan perlu diberi warna cerah agar tampak menyegarkan.
b. Pencahayaan Semi Langsung (semi direct lighting)
Pada sistem ini 60-90% cahaya diarahkan langsung pada benda yang
perlu diterangi, sedangkan sisanya dipantulkan ke langit – langit dan
dinding. Dengan sistem ini kelemahan sistem pencahayaan langsung
dapat dikurangi. Diketahui bahwa langit – langit dan dinding yang
diplester putih memiliki efisien pemantulan 90%, sedangkan apabila
dicat putih efisien pemantulan antara 5-90%.
66
VIDEOGRAPHY
c. Sistem Pencahayaan Difus (general diffus lighting)
Pada sistem ini setengah cahaya 40-60% diarahkan pada benda yang
perlu disinari, sedangkan sisanya dipantulka ke langit – langit dan
dinding. Dalam pencahayaan sistem ini termasuk sistem direct-
indirect yakni memancarkan setengah cahaya ke bawah dan sisanya
keatas. Pada sistem ini masalah bayangan dan kesilauan masih
ditemui.
d. Sistem Pencahayaan Semi Tidak Langsung (semi indirect lighting)
Pada sistem ini 60-90% cahaya diarahkan ke langit-langit dan dinding
bagian atas, sedangkan sisanya diarahkan ke bagian bawah. Untuk
hasil yang optimal disarankan langit – langit perlu diberikan perhatian
serta dirawat dengan baik. Pada sistem ini masalah bayangan praktis
tidak ada serta kesilauan dapat dikurangi.
e. Sistem Pencahayaan Tidak Langsung (indirect lighting)
Pada sistem ini 90-100% cahaya diarahkan ke langit – langit dan
dinding bagian atas kemudian dipantulkan untuk menerangi seluruh
ruangan. Agar seluruh langit – langit dapat menjadi sumber cahaya,
perlu diberikan perhatian dan pemeliharaan yang baik. Keuntungan
sistem ini adalah tidak menimbulkan bayangan dan kesilauan
sedangkan kerugiannya mengurangi efisiensi cahaya total yang jatuh
pada permukaan kerja. Penggunaan tiga cahaya utama adalah hal
umum yang berlaku di dunia film dan fotografi. Pada presentasi
arsitektural penggunaannya akan sedikit berbeda, walaupun masih
dalam kerangka pemikiran yang sama.
Kerja tata cahaya adalah kerja pengaturan sinar di atas pentas. Kecakapan
dalam mendisitribusi cahaya ke atas pentas sangat dibutuhkan. Dengan
peralatan tata cahaya, kontrol atau kendali atas distribusi cahaya itu dikerjakan.
67
VIDEOGRAPHY
Penata cahaya perlu mengendalikan intensitas, warna, arah, bentuk, ukuran,
dan kualitas cahaya serta gerak arus cahaya. Semua kendali itu bisa
dimungkinkan karena adanya peralatan tata cahaya yang memang dirancang
untuk tujuan tersebut. Penguasaan peralatan wajib dipelajari oleh penata
cahaya.
1. Bohlam
Bohlam (bulb, lamp) adalah sumber cahaya. Bagian – bagian dari bohlam
terdiri atas envelope, filament, dan base (Gb.204). Envelope adalah
cangkang yang terbuat dari gelas kaca atau kwarsa untuk melindungi
komponen dari udara dan mencegahnya dari kebakaran.
Gambar Bohlam
Filament merupakan komponen yang mengubah panas listrik menjadi
cahaya. Ukuran dan bentuknya bermacam – macam disesuaikan dengan
ketahanan panas dan hasil cahaya yang dinginkan. Karena filament
menghasilkan cahaya dari panas maka ia juga menjadi lemah karena
panas sehingga mudah rusak. Oleh karena itu pemasangan dan
pelepasan bohlam hendaknya dilakukan dengan hati – hati apalagi ketika
kondisinya sedang menyala. Base adalah dasaran untuk meletakkan
bohlam pada dudukan yang sesuai dan merupakan komponen yang
menghubungkan filament dengan arus listrik. Jenis dan bentuk base
berbeda – beda. Hal ini sesuai dengan dudukan yang disediakan pada
masing – masing jenis dan merk lampu dari pabrikan tertentu.
68
VIDEOGRAPHY
Gambar di atas memperlihatkan aneka ragam bentuk bohlam. Hampir
semua bohlam dibuat terpisah dengan reflektornya tetapi pada lampu
PAR bohlam dibuat satu unit dengan reflektor dan lensa sehingga jika
bohlam mati maka semua unit komponennya harus diganti. Pada
dasarnya jenis bohlam lampu panggung ada tiga yaitu; tungsten,
tungsten-halogen, dan discharge. Tungsten digunakan untuk lampu di
bawah 1000 watt. Tungsten-halogen untuk lampu 1000 watt ke atas.
Sedangkan discharge adalah lampu yang hanya bisa dioperasikan secara
manual seperti lampu followspot. Penggunaan jenis bohlam ini didasari
pada ketahanan material menahan panas tinggi dalam kurun waktu yang
lama. Karena bekerja dengan panas, maka kualitas bohlam menurun
seiring penggunaan waktu dan batas waktu hidupnya (lifetime) telah
ditentukan atau terbatas.
2. Reflektor dan Refleksi
Untuk memancarkan cahaya dari bohlam ke objek yang disinari
dibutuhkan reflektor. Cahaya yang hanya berasal dari bohlam sinarnya
kurang kuat dan tidak terarah pancarannya. Dengan reflektor maka
pancaran cahaya yang berasal dari bohlam dapat ditingkatkan, diatur, dan
diarahkan. Lampu panggung menggunakan tiga jenis reflektor
yaitu; ellipsoidal, spherical, dan parabolic. Reflektor ellipsoidal berbentuk
lengkungan setengah elips (lonjong) yang mengelilingi lampu sehingga
mencipatkan efek pancaran tiga dimensi. Jarak masing – masing sisinya
terhadap sumber cahaya tetap. Karena bentuknya tersebut cahaya yang
dihasilkan oleh reflektor ellipsoidal memiliki dua focal point (tittik temu
fokus cahaya). Focal point 1 berasal dari titik fokus sumber cahaya
(bohlam) kemudian memantul kembali ke reflektor yang hasil refleksinya
membentuk titik focal point 2 baru kemudian menyebar.
69
VIDEOGRAPHY
Gambar Reflektor Elipsoidal
Reflektor Spherical memiliki bentuk sisi yang membulat. Jenis reflektor ini
memancarkan seluruh cahaya langsung dari titik focal point ke reflektor
yang merefleksikannya kembali melalui focal point tersebut sebelum
memencar. Jika dibuat garis lingkaran imajiner maka panjang cahaya
yang ditempuh masing – masing garis cahaya adalah sama. Gambar
dibawah ini memperlihatkan refleksi cahaya melalui reflektor spherical.
Gambar Reflektor Spherical
Reflektor parabolic memiliki bentuk sisi parabola. Reflektor jenis ini
merefleksikan cahaya langsung dari atau melalui focal point kemudian
menyebar secara paralel membentuk cahaya yang diameternya hampir
sama dengan diameter reflektor. Dengan demikian, diameter cahaya yang
70
VIDEOGRAPHY
dihasilkan sangat tergantung dengan diameter reflektor. Contoh lampu
sehari – hari yang menggunakan reflektor parabolic adalah lampu senter.
Gambar Reflektor parabolic
Selain refleksi yang dihasilkan melalui reflektor, cahaya juga akan
mengalami refleksi setelah menyentuh objek penyinaran. Refleksi cahaya
yang memantul setelah mengenai objek dapat dibedakan menjadi empat
jenis, yaitu specular, diffuse, spread, dan mixed. Refleksi specular (seperti
cermin) memantulkan arah cahaya tanpa mengubah besaran cahaya
alami dari sumbernya.
Gambar Refleksi specular
Refleksi diffuse terjadi ketika cahaya yang mengenai permukaan objek
memantul dengan pendar yang merata ke segala arah. Contoh dari refleksi
diffuse adalah ketika cahaya diarahkan ke sebuah lukisan dua dimensi.
71
VIDEOGRAPHY
Gambar Refleksi diffuse
Refleksi spread sama seperti refleksi diffuse tetapi persentase masing-
masing garis cahaya tidak sama. Cahaya yang mengenai objek dengan
intensitas lebih tinggi garis cahayanya akan memendar dan direfleksikan
lebih panjang dari yang lain. Contoh refleksi spread adalah ketika cahaya
mengenai gumpalan aluminium foil.
Gambar Refleksi spread
Refleksi mixed, merupakan refleksi campuran dari diffuse dan specular.
Beberapa garis cahaya dipendarkan secara merata ke segala penjuru arah
tetapi sebagian garis cahaya dipantulkan seperti cermin. Contoh refleksi
mixed adalah ketika cahaya menyinari gagang pintu dari logam, jam
tangan emas, atau lantai kayu yang mengkilat.
72
VIDEOGRAPHY
Gambar Refleksi mixed
3. Lensa
Cahaya memerlukan pembiasan atau pembelokan sehingga besar
kecilnya ukuran cahaya bisa diatur. Alat yang digunakan untuk
membiaskan cahaya adalah lensa yang terbuat dari gelas kaca atau
semacam plastik. Ada tiga jenis lensa yang digunakan dalam lampu
panggung, yaitu lensa plano convex, fresnel, dan pebble convex. Lensa
plano convex sisi luarnya berbentuk cembung (kurva) dan memiliki
permukaan yang halus. Lensa yang biasa disebut sebagai PC ini
digunakan untuk membentuk lingkaran cahaya yang garis tepinya jelas
kelihatan (hard edge). Ukuran dan ketebalan lensa sangat tergantung dari
ukuran dan intensitas hasil cahaya yang dikehendaki.
Gambar Lensa planno convex
Lensa fresnel adalah lensa yang permukaannya membentuk cetakan
bergerigi. Lampu yang menggunakan lensa ini akan menghasilkan
73
VIDEOGRAPHY
lingkaran cahaya yang garis tepinya lembut (soft edge). Ketebalan lensa
fresnel lebih tipis dari lensa PC. Garis lembut lingkaran cahaya yang
dihasilkan memungkinkan untuk pencampuran warna pada area
penyinaran. Sedangkan lensa pebble convex memiliki permukaan luar
sama dengan lensa PC tetapi sisi dalamnya bergerigi seperti fresnel.
Lensa ini sering juga disebut sebagai step lens. Karakter Cahaya yang
dihasilkannya berada di antara PC dan fresnel.
4. Lampu
Istilah lampu yang digunakan di sini tidak mengacu pada kata lamp tetapi
lantern. Kata lamp diartikan sebagai bohlam dan lantern sebagai lampu
dan seluruh perlengkapannya termasuk di dalamnya bohlam. Istilah
lantern digunakan sebagai pembeda antara lampu panggung terhadap
lampu rumahan. Dalam lampu panggung ada terdapat banyak jenis
lampu. Akan tetapi, secara mendasar dikategorikan ke dalam dua jenis,
yaitu flood dan spot. Flood memiliki cahaya dengan sinar yang menyebar
sedangkan spot memiliki sinar yang menyorot terarah. Semua lampu
memiliki keistimewaan tersendiri dalam menghasilkan cahaya.
Perkembangan teknologi lampu panggung terkadang menghasilkan
sesuatu yang baru dengan mengkombinasikan prinsip dan unsur yang
ada di dalamnya. Tugas utama dari lampu panggung
adalah menghadirkan cahaya, warna, dan bentuk yang dapat disesuaikan
dan diarahkan menurut kebutuhan.
Adapun macam – macam lampu sebagai berikut :
1. Floodlight
Bentuk paling sederhana dalam khasanah lampu panggung adalah
floodlight (Gb.216). Bohlam dan reflektor diletakkan dalam sebuah
kotak yang dapat diarahkan ke kanan dan ke kiri serta ke atas dan ke
bawah untuk mengatur jatuhnya cahaya. Tidak ada pengaturan
khusus lain yang bisa dilakukan seperti pengaturan bentuk, ukuran
74
VIDEOGRAPHY
sinar, dan fokus. Sifat menyebar dari sinar cahaya yang dihasilkan
membuat besaran area yang disinari tergantung dari jarak lampu
terhadap objek.
Karena keterbatasannya, lampu flood tidak efektif digunakan untuk
menyinari aktor. Sifatnya yang mengandalkan jarak membuat sinar
cahaya mengabur pada objek yang jauh letaknya. Luas area
penyinaran lampu flood sangat tergantung dari besarnya watt dan
reflektor yang digunakan. Jadi, lampu flood standar dengan
kekuatan 1000 watt mampu menyinari area yang lebih luas
dibandingkan yang berkekuatan 500 watt. Penggunaan lampu flood
efektif untuk menyinari backdrop (siklorama) atau objek tertentu
dengan jarak dekat. Lampu flood yang menggunakan watt besar dan
dikhususkan untuk menyinari backdrop disebut cyc-light.
Gambar Floodlight dan Cyc-light
Lampu flood dapat dikombinasikan dengan merangkai beberapa
lampu dalam satu wadah (compartment). Warna diatur sedemikian
rupa sehingga dalam satu kotak terdapat beberapa lampu yang
memiliki warna sama. Beberapa lampu flood yang dirangkai dalam
satu kotak dan digantung di atas panggung ini disebut dengan batten
atau striplight.
75
VIDEOGRAPHY
Gambar Batten atau striplight
Fungsi lampu ini adalah untuk menyinari backdrop atau siklorama
dari atas. Tetapi jika rangkaian tersebut diletakkan di bawah pada
panggung depan dengan tujuan untuk menyinari aktor dari bawah
disebut dengan footlight. Jika rangkaian ini diletakkan di bawah
tetapi tidak di bagian depan panggung dengan tujuan untuk
menyinari backdrop atau objek tertentu dari bawah disebut dengan
ground row.
2. Scoop
Lampu scoop adalah lampu flood yang menggunakan reflektor
ellipsoidal dan dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan.
Sinar cahaya yang dihasilkan memancar secara merata dengan
lembut. Lampu scoop ada beberapa jenis yang dirancang khusus
untuk bohlam tertentu. Ada yang menggunakan bohlam pijar biasa
ada yang menggunakan bohlam tungsten. Tetapi secara umum,
scoop dapat menggunakan bohlam pijar dan tungsten-
halogen. Lampu ini sangat efisien untuk menerangi areal tertentu
yang terbatas. Karakter cahayanya yang lembut membuat lampu
scoop sangat ideal untuk memadukan warna cahaya. Selain
digunakan untuk panggung teater dan teater boneka, scoop
juga digunakan untuk televisi, studio fotografi, dan gedung yang
membutuhkan penerangan khusus seperti museum.
76
VIDEOGRAPHY
Gambar Scoop
3. Fresnel
Fresnel merupakan lampu spot yang memiliki garis batas sinar
cahaya yang lembut. Lampu ini menggunakan reflektor spherical
dan lensa fresnel. Karena karakter lensa fresnel yang bergerigi pada
sisi luarnya maka bagian tengah lingkaran cahaya yang dihasilkan
lebih terang dan meredup ke arah garis tepi cahaya. Pengaturan
ukuran sinar cahaya dilakukan dengan menggerakkan bohlam dan
reflektor mendekati lensa. Semakin dekat bohlam dan reflektor ke
lensa maka lingkaran sinar cahaya yang dihasilkan semakin besar.
Sifat lingkaran cahaya yang lembut memungkinkan dua atau lebih
lampu fresnel memadukan warna cahaya pada objek atau area yang
disinari. Kekurangan dari lampu fresnel adalah intensitas cahaya
tertinggi ada pada pusat lingkaran cahaya sehingga jika seorang
aktor berdiri agak jauk dari pusat lingkaran cahaya maka ia kurang
mendapat cukup cahaya. Lampu fresnel dibuat dengan berbagai
macam variasi ukuran lensa dan kekuatan (daya) seperti yang
terlihat dalam gambar. Ukuran lensa dan kekuatan daya
mempengaruhi hasil pencahayaan.
77
VIDEOGRAPHY
Gambar Fresnel
Diameter lensa dan daya yang kecil menghasilkan jarak penyinaran
yang tidak jauh. Artinya, ia tidak bisa menyinari objek yang jauh.
Setiap lampu memiliki jarak cahaya minimum dan maksimum. Jika
pengaturan lampu melebihi jarak yang ditetapkan maka cahaya yang
dihasilkan menjadi tidak fokus (buram) atau terlalu terang. Selain itu,
karena sifatnya yang sedikit menyebar maka jika jarak lampu terlalu
jauh dari objek sebaran cahayanya akan menerobos ke objek lain.
Karena sifatnya ini, lampu fresnel tidak tepat jika dipasang di baris
depan panggung proscenium (apron) karena sebaran cahayanya
bisa menerangi bingkai panggung. Fresnel lebih efektif di pasang
untuk menyinari panggung tengah.
4. Profile
Lampu profile termasuk lampu spot yang menggunakan lensa plano
convex sehingga lingkaran sinar cahaya yang dihasilkan memiliki
garis tepi yang tegas. Dengan mengatur posisi lensa, maka lingkaran
sinar cahaya bisa disesuaikan. Jika lampu profile dalam keadaan
fokus maka batas lingkaran cahaya akan jelas terlihat dan jika tidak
fokus batas lingkaran cahayanya akan mengabur meskipun tidak
selembut lampu fresnel. Lampu profile digunakan karena besaran
lingkaran cahaya dan derajat penyinarannya bisa diatur sedemikian
rupa. Selain bentuk sinar cahaya yang melingkar lampu profile dapat
78
VIDEOGRAPHY
membentuk cahaya secara fleksibel dengan bantuan shutter. Shutter
atau penutup cahaya ini terpasang di empat sisi (atas, bawah, kanan,
dan kiri). Dengan mengatur posisi shutter ini maka bentuk cahaya
yang dinginkan dapat dikreasikan.
Gambar Profile
Di Amerika lampu ini disebut ERS (Ellipsoidal Relfector Spotlight)
atau lampu spot yang menggunakan relfektor ellipsoidal. Dapat juga
disebut lekolite atau leko (di Indonesia sering disebut lampu elips
atau profil). Lampu ERS generasi pertama menempatkan bohlam 45
derajat dari garis axis (poros bumi), reflektor, dan posisi lensa
(Gb.222). Lampu ini disebut ERS radial. Lampu ERS modern
menempatkan bohlam sejajar dengan axis dan sistem optik. Lampu
ini disebut ERS Axial (Gb.223). Jika penempatan bohlam tidak
sejajar atau presisi antara focal point dan reflektor maka efisiensi dan
keserasian cahayanya akan terganggu.
5. Follow Spot
Lampu follow spot sering juga disebut lime adalah lampu yang dapat
dikendalikan secara langsung oleh operator untuk mengikuti gerak
laku aktor di atas panggung.
79
VIDEOGRAPHY
Gambar Follow Spot
6. Pebble Convex
Struktur lampu ini sama dengan fresnel yaitu menggunakan reflektor
spherical. Yang membedakan adalah digunakannya lensa pebble
convex. Pada mulanya, terdapat pula lampu semacam ini dengan
menggunakan lensa plano convex dan sering disebut dengan lampu
PC. Lampu PC (plano convex) tidak lagi diproduksi di Amerika dan
yang sampai sekarang masih digunakan (terutama di Eropa) adalah
lampu pebble convex atau prism convex (Gb.227). Untuk mengatur
ukuran lingkaran sinar cahaya lampu dan reflektor didekatkan ke
lensa. Karena menggunakan lensa pebble convex maka garis sinar
cahaya yang dihasilkan berada di antara fresnel yang berkarakter
lembut dan profile yang berkarakter tegas. Lampu ini sangat
bermanfaat ketika garis sinar cahaya yang tegas tidak diperlukan
sementara garis sinar cahaya yang lembut terlalu kabur.
80
VIDEOGRAPHY
Gambar Lampu dengan lensa jenis Pebble Convex
7. PAR
PAR atau dapat juga ditulis dengan par adalah lampu yang bohlam,
reflektor, dan lensanya terintegrasi. Par merupakan singkatan dari
parabolic aluminized reflector. Dengan demikian unit lampu par
menggunakan lensa parabolik. Karena lampu par adalah berbentuk
satu kesatuan (unit) maka ukuran sinar cahayanya tidak dapat
disesuaikan kecuali dengan mengganti lampunya. Ukuran diameter
dan watt lampu par bermacam-macam. Yang umum digunakan
adalah par 36, 38, 46, 56, dan 64.
Daya yang digunakan berkisar antara 50 sampai dengan 1000 watt.
Untuk mengukur diameter lampu par sangatlah mudah yaitu dengan
membagi nomor par dengan 8 inchi. Misalnya, lampu par 56 memiliki
diameter 7 inchi (56:8 = 7). Besaran sinar cahaya yang dihasilkan
sangat tergantung dari ukuran diameter lampunya. Sedangkan
intensitas dan jarak cahaya tergantung dari besaran dayanya.
Meskipun lampu par memungkinkan penggunaan bohlam jenis
discharge tetapi umumnya untuk keperluan panggung bohlam yang
digunakan berjenis tungsten halogen.
81
VIDEOGRAPHY
Gambar Lampu PAR
Lampu par ditempatkan dalam wadah (housing) yang disebut par
can atau kaleng par yang memungkinkan lampu untuk digerakkan,
diarahkan, dan diberi warna. Ukuran wadah menyesuaikan dengan
ukuran lampu yang dipasang di dalamnya (Gb.230). Sinar cahaya
yang dihasilkan berkarakter lembut dan lebih berbentuk oval
ketimbang circular (melingkar). Untuk mengetahui jenis karakter
serta bentuk sinar yang dihasilkan maka lampu par menyediakan
berbagai macam variasi dengan mengkombinasikan bentuk lensa
yang digunakan. Misalnya, lampu par 64 menyediakan berbagai
macam variasi yang bisa dipilih, yaitu VNSP, NSP, MFL, WFL. VSP
atau Very Narrow Spot adalah lampu par yang mampu menghasilkan
titik sinar yang sangat sempit. NSP (Narrow Spot) menghasilkan
sinar yang sempit. MFL (Medium Flood) menghasilkan karakter
sinar flood menengah. WFL (Wide Flood) menghasilkan karakter
sinar flood yang melebar.
8. Efek
Lampu efek adalah lampu yang menghadirkan cahaya khusus untuk
kepentingan tertentu. Misalnya dalam sebuah pertunjukan teater
menghendaki lukisan cahaya yang penuh fantasi maka
digunakanlah lampu efek yang dapat menciptakan lukisan cahaya
82
VIDEOGRAPHY
tersebut. Terdapat aneka macam lampu efek , diantaranya mirror
ball, moving light, tetapi semua sangat tergantung kebutuhan dan
kepentingan artistik. Gambar 231 memperlihatkan beberapa lampu
efek yang sering digunakan di atas panggung.
Gambar Jenis Lampu Efek
9. Practical
Yang dimaksud dengan lampu practical adalah lampu yang
digunakan sehari-hari tetapi diperlukan dalam sebuah pementasan.
Misalnya lampu belajar, lampu gantung atau lampu hiasan dinding.
Dalam pertunjukan teater yang menghadirkan latar cerita realis yang
berdasar pada kenyataan, tata panggung dibuat menyerupai
keadaan sebenarnya. Jika dalam cerita menghendaki adanya lampu
gantung di satu rumah mewah maka lampu tersebut harus
dihadirkan. Jika cerita terjadi malam hari dan lampu tersebut harus
dinyalakan maka lampu gantung itupun dinyalakan. Karena keadaan
di panggung berbeda dengan kenyataan, maka tugas penata lampu
adalah mengatur teknik pencahayaan sehingga sumber cahaya
seolah-olah hanya berasal dari lampu gantung.
83
VIDEOGRAPHY
Gambar Lampu Practical
Cahaya yang menyinari sebuah permukaan akan memantul atau menimbulkan
refleksi. Pada bab sebelumnya telah dijelaskan jenis refleksi yang dapat
ditimbulkan oleh cahaya. Pada bahasan ini akan dijelaskan refleksi warna yang
ditimbulkan setelah cahaya menyinari sebuah permukaan. Jika cahaya
menyinari sebuah permukaan berwarna maka efek refleksinya sama dengan
warna yang ada pada permukaan tersebut. Warna cahaya natural adalah putih
atau biasa disebut netral. Jika warna cahaya netral menyinari permukaan
berwarna merah maka akan menimbulkan refleksi cahaya berwarna
merah. Pemantulan cahaya dibagi atas 2 bagian yaitu :
1. Specular Reflection
Pantulan sinar cahaya pada permukaan yang mengkilap dan rata seperti
cermin yang
memantulkan sinar cahaya kearah yang dengan mudah dapat diduga.
2. Diffuse Reflection
Pantulan sinar cahaya pada permukaan tidak mengkilap seperti pada
kertas atau batu. Pantulan ini mempunyai distribusi sinar pantul yang
tergantung pada struktur mikroskopik permukaan.
84
VIDEOGRAPHY
Cahaya putih yang menerpa permukaan berwarna merah akan memantulkan
warna merah. Tetapi jika cahaya berwarna merah matang (setelah diberi filter
warna) menyinari permukaan berwarna biru primer, maka tidak cahaya yang
direfleksikan karena permukaan biru hanya akan merefleksikan cahaya
berwarna biru (seperti gambar di atas). Prinsipnya adalah menggunakan warna
cahaya. Cahaya putih atau netral menurut teori warna cahaya mengandung
unsur warna merah, biru, dan hijau. Jika cahaya putih menyinari permukaan biru
maka akan merfleksikan cahaya biru karena unsur warna merah dan hijau tidak
terdapat pada permukaan yang disinari. Dengan memahami prinsip dasar
warna cahaya maka refleksi warna cahaya bisa diperhitungkan. Cahaya putih
jika menyinari permukaan kuning amber akan memancarkan cahaya kuning
amber.
Warna cahaya kuning amber adalah perpaduan antara warna merah dan hijau.
Dengan demikian warna yang terpantulkan oleh cahaya adalah warna merah
dan hijau, sedangkan warna biru terserap. Jika cahaya berwarna kuning amber
yang merupakan perpaduan merah dan hijau menyinari permukaan berwarna
kuning amber maka refleksi warna cahayanya adalah kuning amber. Warna
cahaya kuning amber adalah perpaduan antara warna merah dan hijau. Dengan
demikian warna yang terpantulkan oleh cahaya adalah warna merah dan hijau,
sedangkan warna biru terserap. Cahaya berwarna merah tidak akan
memantulkan warna pada permukaan berwarna biru. Gb.257 Cahaya berwarna
putih akan memantulkan warna kuning amber jika menerpa permukaan yang
berwarna sama.
Jika cahaya berwarna kuning amber yang merupakan perpaduan merah dan
hijau menyinari permukaan berwarna kuning amber maka refleksi warna
cahayanya adalah kuning amber (Gb.258) Cahaya kuning amber akan
memantulkan warna kuning amber jika menerpa permukaan yang berwarna
sama. Cahaya berwarna merah akan memantulkan warna merah pada
permukaan berwarna kuning amber. Jika warna cahaya merah menyinari
85
VIDEOGRAPHY
permukaan kuning amber maka refleksi warna cahaya yang dihasilkan adalah
merah karena warna kuning amber pada permukaan mengandung warna merah
(Gb.259). Jika warna cahaya biru menyinari permukaan berwarna kuning amber
maka cahaya tidak akan merefleksi karena warna kuning amber pada
permukaan tidak mengandung warna biru. Cahaya berwarna biru tidak
menghasilkan pantulan warna pada permukaan berwarna kuning amber.
Karena warna cahaya dapat menghasilkan refleksi warna pada permukaan
berwarna maka pemilihan filter warna haruslah benar-benar diperhitungkan.
Jangan sampai ada objek yang menjadi nampak sangat terang sementara objek
lain jadi kabur karena warna cahaya yang dipilih tidak tepat. Untuk
mendapatkan hasil terbaik, ujicoba penyinaran warna cahaya terhadap
permukaan berwarna harus sering dilakukan. Hal ini juga berkaitan dengan
bahan dasar permukaan yang akan disinari. Ada bahan atau cat yang mampu
menyerap cahaya tetapi ada juga bahan yang justru memantulkan cahaya
berlebihan. Selalu mencoba adalah hal terbaik yang dapat dilakukan untuk
mengetahui karakter warna cahaya, bahan dan warna permukaan, dan refleksi
yang dihasilkan.
Gambar Refleksi Specular dan Diffuse
Sumber : https://micro.magnet.fsu.edu/primer/java/reflection/specular/
Shadow adalah bagian dimana objek yang paling sedikit mendapatkan
pencahayaan/ cahaya, sehingga yang dihasilkan nanti adalah bidang gelap
86
VIDEOGRAPHY
(bayangan). Shadow tercipta karena cahaya yang datang terhalang oleh bagian
tertentu dari objek yang akan dipotret. Semakin keras cahaya yang menyinari
objek, maka akan tercipta perbandingan highlight dan shadow yang amat
kontras. Bagian terang menjadi sangat terang dan bagian gelap menjadi sangat
gelap. Hal ini sangat mungkinkan terjadinya kehilangan detail dari objek yang
difoto. Sedangkan apabila intensitas cahayanya semakin lembut menuju objek,
maka dengan sendirinya perbandingan rasio ini menjadi turun. Namun apabila
terlalu lembut, maka foto yang dihasilkan pun bisa terasa datar/ flat.
Bayangan adalah kontur yang tercipta ketika suatu benda atau orang
menghalangi masuknya sinar matahari ketika mencapai permukaan. Bentuk
bayangan bisa berubah – ubah tergantung dengan bentuk objek, ukuran objek,
sudut arah cahaya, jarak antara cahaya ke objek, dan intensitas cahaya yang
masuk. Sebenarnya peran bayangan di dalam fotografi terkadang masih
disalahartikan. Bayangan masih sering banget diartikan sebagai siluet dan
refleksi, padahal ketiganya saling berbeda satu sama lain. Siluet tercipta karena
cahaya yang terbatas saat memotret. Sedangkan refleksi tercipta sebagai
proyeksi pada permukaan yang dibentuk oleh suatu objek. Meskipun secara
konsep bayangan, siluet, dan refleksi hampir serupa, ketiga fenomena ini adalah
subjek yang tidak sama di dalam bidang fotografi.
87
VIDEOGRAPHY
PROSES
REKAMAN
(RECORDING)
Ada perkembangan berkelanjutan dalam desain dan format video dan audio
sistem pencatatan. Beberapa digunakan terutama untuk akuisisi (pengambilan
gambar materi asli); yang lain digunakan untuk pekerjaan pengeditan dan
pengarsipan (penyimpanan) pascaproduksi. Rekaman dapat dilakukan pada
kaset video (media profesional paling umum pada saat ini), hard drive, atau
kartu memori flash. Bahkan, beberapa yang terbaru kamera dapat merekam
pada DVD, hard disk, dan definisi standar (SD) semuanya dalam satu kamera.
Secara tradisional, rekaman video telah menjadi media yang paling populer.
Namun, dengan munculnya kemampuan video di hampir semua kamera digital
dan ponsel kamera ponsel, amatir mungkin lebih banyak menggunakan memory
stick kamera daripada rekaman video. Meskipun profesional masih
menggunakan tape lebih dari yang lain medium, media digital mulai membuat
terobosan serius ke wilayah tape.
HIGH DEFINITION TELEVISION (HDTV/ HD)
Televisi definisi tinggi (HDTV) memiliki lebih banyak garis pindai daripada
standar definisi (SD). Umumnya garis tersebut antara 720 dan 1.080, meskipun
ada adalah sedikit eksperimen dengan lebih banyak baris. Garis tambahan ini
dan strategi pemindaian mereka, sama dengan gambar dengan kualitas yang
jauh lebih tinggi. Sebagai contoh, konsumen biasa tidak dapat melihat
perbedaan antara 720p dengan singkatan "p" untuk progresif) dan gambar 1080i
("i" berarti interlaced), meskipun mata yang terlatih mungkin bisa melakukannya.
88
VIDEOGRAPHY
Karena HD saat ini sudah cukup populer batas dari apa yang dapat dilihat oleh
mata normal, pergi ke garis pemindaian yang lebih tinggi tidak kritis.
VIDEOTAPE
Seperti disebutkan sebelumnya, rekaman video adalah format profesional paling
populer. Ini populer karena alasan berikut :
1. Ini sudah tersedia.
2. Sejumlah besar kamera berbasis pita masih diproduksi.
3. Banyaknya sistem berbasis pita yang sudah dimiliki oleh perusahaan
penting.
4. Banyak perusahaan telah membangun infrastruktur berbasis pita, dan itu
akan memakan waktu untuk melakukan transisi.
5. Kaset memiliki kapasitas untuk merekam proyek dan kemudian
menyimpan mentah atau video selesai.
6. Kebanyakan profesional memiliki tingkat kenyamanan yang tinggi
dengan rekaman video.
ANALOG DAN DIGITAL
Sistem analog secara langsung merekam variasi sinyal video dan audio.
Perekaman analog cenderung memburuk saat salinan di-dub. Hanya tape dapat
digunakan untuk merekam sinyal dari sistem analog. Sistem digital secara
teratur mengambil sampel bentuk gelombang dan mengubahnya menjadi data
numerik (biner). Ini memungkinkan banyak generasi salinan dibuat tanpa
mempengaruhi kualitas gambar. Sistem digital juga memungkinkan adanya data
untuk direkam pada media selain tape, seperti hard disk atau memori flash.
FORMAT TAPE
Beberapa format tape yang sering digunakan diantaranya : VHS, VHS-C,
DIGITAL8/HI8, MINIDV, HDV/MINIDV, D-9, DIGIBETA, DVCPRO25/50,
DVCPROHD.
89
VIDEOGRAPHY
FLASH MEMORY
Memori flash perlahan menjadi populer sebagai media untuk merekam baik
video definisi standar maupun video definisi tinggi. Keuntungan dari kartu
memori flash adalah mudah untuk mentransfer file dari kartu ke editor nonlinier.
Ukurannya kecil memungkinkan kartu untuk digunakan pada camcorder
kompak. Kamera memanfaatkan flash memory sebagai medianya umumnya
tidak memiliki bagian yang bergerak, yang seharusnya kurang perawatan.
Beberapa baru berkapasitas tinggi Kartu SD setinggi 32 GB.
HARD DISK DRIVE (HDD)
Kamera hard disk drive (HDD) merekam langsung ke hard drive terintegrasi
kamera. Diperlukan sekitar 4 GB ruang disk untuk setiap jam video. Beberapa
dari kamera HDD kompak ini memiliki hard disk hingga 60 GB penyimpanan
disk. Banyak kamera HDD menyertakan slot SD untuk merekam video ke media
yang dapat diangkut, meskipun tidak diperlukan untuk mentransfer rekaman. Ini
sangat mudah untuk mentransfer data ke sistem nonlinier. Rekaman video bisa
ditransfer langsung ke perekam DVD melalui transfer produsen kamera alat.
EXTERNAL HARD DISK
Drive kamera eksternal sekarang dapat dipasang ke sebagian besar kamera
digital termasuk Sistem HD. Drive ini menyediakan waktu perekaman yang
sangat lama dengan drive sebesar 160 GB. Drive terhubung langsung ke
pengeditan nonlinier sistem, memungkinkan editor untuk mulai mengedit
program dengan segera. Kebanyakan drive ini dipasang ke kamera melalui port
FireWire. Audio, kode waktu, video, dan informasi kontrol diteruskan langsung
melalui konektor FireWire. Sebuah Drive 160 GB akan menyediakan sekitar 10
jam perekaman DV dan 5 hingga 6 jam rekaman HD.
90
VIDEOGRAPHY
RECORDABLE DVD
Sampai saat ini, kamera DVD terutama ditujukan untuk konsumen pasar.
Kamera DVD secara otomatis menemukan bagian kosong di disk untuk
merekam, jadi tidak perlu mundur atau maju cepat. Kebanyakan dari mereka
juga menggunakan file layar indeks, yang memudahkan pencarian adegan
tertentu. Saat penembakan telah dilakukan selesai, disk bisa dikeluarkan dari
camcorder dan menyelinap ke pemutar DVD atau perekam untuk pemutaran
langsung — tidak perlu menghubungkan kabel apapun. Salah satu
kelemahannya adalah itu disk dapat mudah tergores.
91
VIDEOGRAPHY
PROSES
PENGEDITAN
(EDITING)
TUJUAN EDITING
Pengeditan adalah tempat materi yang telah dibidik dicampur bersama untuk
membentuk presentasi yang meyakinkan dan persuasif. Namun, pengeditan
memiliki cara yang jauh lebih halus untuk dimainkan daripada proses penyatuan
bersama yang sederhana. Ini adalah teknik pemilihan dan mengatur pemotretan;
memilih urutan, durasi, dan cara masuknya yang mana mereka akan
digabungkan. Editing adalah tempat grafik, musik, suara efek, dan efek khusus
ditambahkan ke rekaman footage sebelumnya. Ini memiliki signifikansi - tidak
dapat memengaruhi reaksi pemirsa terhadap apa yang mereka lihat dan dengar.
Pengeditan terampil memberikan kontribusi besar terhadap efektivitas produksi
apa pun. Mekanisme pengeditan cukup sederhana; tetapi efek halus dari pilihan
editor adalah studi yang terpisah.
Pada dasarnya editing atau postproduction adalah proses penggabungan
syuting individu dalam urutan tertentu. Ini memiliki beberapa tujuan sebagai
berikut :
1. Untuk merakit material secara berurutan. Urutan pemotretan mungkin
berbeda dari urutan yang berjalan.
2. Untuk memperbaiki kesalahan dengan mengeditnya atau menutupinya
dengan rekaman yang lain.
92
VIDEOGRAPHY
3. Untuk membuat, meningkatkan, memperindah, dan menghidupkan
gambar dan peristiwa itu pernah ditangkap secara langsung. Alat seperti
efek visual, efek suara, dan musik dapat memberikan cerita lebih drama,
sehingga lebih berdampak pada penonton.
PENGEDITAN VIDEO DAN AUDIO
1. Splicing
Teknik pengeditan video asli mencakup segmen pemotongan dan
penyambungan merekam video bersama. Namun, pengeditan secara fisik
sangat keras pada VCR yang halus dan tidak terlihat bagus di layar televisi.
Metode ini tidak terpakai lama.
2. Pengeditan Linear
Selanjutnya, pengeditan beralih ke proses "sulih suara" linier atau menyalin
master tape ke tape lain secara berurutan. Ini bekerja dengan baik untuk
editor sampai direktur atau klien menginginkan perubahan yang signifikan
dilakukan di tengah rekaman. Dengan pita linier, itu biasanya berarti
keseluruhan proyek harus diedit seluruhnya, yang sangat memakan waktu
dan membuat frustrasi. Pengeditan linier juga tidak berfungsi dengan baik
jika beberapa generasi (salinan – salinan) rekaman itu harus dibuat, karena
setiap generasi sedikit merosot. Sistem linier umumnya terdiri dari
"pemutar" dan "rekaman" VCR bersama dengan konsol kontrol. Rekaman
asli ditempatkan ke pemain dan kemudian diedit ke perekam. Meski
beberapa segmen industri televisi masih menggunakan pengeditan linier,
mayoritas pemrograman saat ini diedit pada editor nonlinier.
3. Non Linear
Saat ini hampir semua program video dan televisi diedit dengan editor
nonlinear. Pengeditan nonlinier adalah proses di mana video yang direkam
93
VIDEOGRAPHY
didigitalkan (disalin) ke komputer. Lalu rekamannya dapat diatur atau
diatur ulang, efek khusus dapat ditambahkan, dan audio serta grafik dapat
disesuaikan menggunakan perangkat lunak pengeditan. Nonlinier sistem
pengeditan memudahkan untuk melakukan perubahan, memindahkan klip
sampai sutradara atau klien bahagia. Kamera hard disk dan kartu memori
telah mengizinkan editor untuk mulai banyak mengedit lebih cepat karena
mereka tidak perlu mendigitalkan semua rekamannya. Sistem nonlinier
membutuhkan biaya yang sedikit dari harga sistem pengeditan linier
profesional. Setelah proyek yang diedit selesai, itu bisa menjadi keluaran ke
media apapun yang diinginkan: tape, Internet, iPod, CD, DVD, dan
sebagainya.
PERALATAN EDITING
Rangkaian pengeditan tingkat yang lebih tinggi mungkin berisi beberapa jenis
perangkat input menggunakan berbagai konektor yang berbeda seperti serial
digital interface (SDI) untuk diangkut data dengan kecepatan yang jauh lebih
cepat. Mereka mungkin juga menyertakan beberapa layar edit, speaker, mixer
audio, dan alat lainnya. Video dapat dipindahkan ke komputer dari camcorder,
dek, atau memori perangkat penyimpanan (Gambar 15.9). Koneksi yang paling
sederhana dan paling populer antar sumber adalah kabel FireWire. FireWire
dapat memindahkan file dalam jumlah besar data, serta sinyal kontrol, melalui
satu kabel.
TEKNIK EDITING
Mengedit, seperti banyak kerajinan yang telah kita periksa di halaman
sebelumnya, adalah keterampilan yang tidak mengganggu. Jika itu dilakukan
dengan baik, penonton tidak akan menyadarinya tetapi terserap dalam efeknya.
Saat adegan seru, misalnya saat durasi syuting dibuat lebih pendek seiring
dengan meningkatnya ketegangan, hanya penontonnya sadar akan agitasi yang
94
VIDEOGRAPHY
berkembang, dan tindakan yang bergerak cepat. Ada beberapa prinsip yang
baik dalam cara seseorang mengedit. Berikut ini beberapa yang paling umum :
1. Hindari memotong di antara bidikan dengan ukuran yang sangat berbeda
dari subjek yang sama (close-up to long shot). Ini sangat mengejutkan
penonton.
2. Jangan memotong di antara bidikan yang serupa atau bahkan cocok
(closeup frontal dari satu orang ke tampilan close-up orang kedua; itu akan
terlihat seperti meskipun mereka berubah dari satu ke yang lain.
3. Jangan memotong di antara dua bidikan dengan ukuran yang sama (close-
up ke close-up) subjek yang sama. Ini menghasilkan jump cut.
4. Jika dua subjek menuju ke arah yang sama (mengejar, mengikuti), miliki
keduanya melintasi layar ke arah yang sama. Jika layar mereka arah
berlawanan, itu menunjukkan bahwa mereka bertemu atau berpisah.
5. Hindari memotong antara pemotretan (statis) dan gambar bergerak
(panning, memiringkan, memperbesar, dll.), kecuali untuk tujuan tertentu.
6. Jika Anda harus memutuskan kontinuitas tindakan (dengan sengaja atau
tidak dapat dihindari), memperkenalkan bidikan cutaway. Tetapi cobalah
untuk memastikan bahwa ini berhubungan secara bermakna ke aksi
utama. Selama pertarungan tinju, momen menjadi sangat bersemangat
penonton membantu ketegangan. Potongan untuk petugas yang bosan
(hanya karena Anda kebetulan memiliki bidikan yang tidak digunakan)
akan menjadi tidak berarti, meskipun itu dapat digunakan sebagai
komentar pada aksi utama.
7. Hindari memotong ke bidikan yang membuat orang atau objek melompat
dari satu sisi dari layar ke yang lain. Saat memotong di antara gambar
orang, hindari efek mengganggu berikut :
a. Sudut kamera tidak sesuai.
b. Perubahan ruang kepala.
c. Pemotongan lompat. Hindari memotong di antara bidikan yang hanya
sedikit berbeda ukuran. Subjek tiba – tiba akan tampak melompat,
menyusut, atau tumbuh.
95
VIDEOGRAPHY
DAFTAR PUSTAKA
http://dimasptro.blogspot.com/2018/04/teknik-pengambilan-gambar-bidang-
pandang.html (Diakses pada tanggal 23 Oktober 2020, pukul 22.44 WIB)
https://www.researchgate.net/publication/332634165_Videografi_Kamera_dan_Tek
nik_Pengambilan_Gambar (Diakses pada tanggal 24 Oktober 2020, pukul
08.15 WIB)
https://www.ilmuips.my.id/2020/02/pengertian-audio.html (Diakses pada tanggal
24 Oktober 2020, pukul 08.38 WIB)
https://www.dictio.id/t/bagaimana-teknik-pencahayaan-atau-lighting-dalam-
pembuatan-film/125228/2 (Diakses pada tanggal 24 Oktober 2020, pukul
10.15 WIB)
https://ilearning.me/2019/10/26/materi-tentang-teknik-tata-cahaya-untuk-shooting-
video-film/ (Diakses pada tanggal 24 Oktober 2020, pukul 12.05 WIB)
https://www.academia.edu/4277098/PROSES_PRODUKSI_VIDEO (Diakses pada
tanggal 24 Oktober 2020, pukul 11.05 WIB)
96
PROGRAM PENDIDIKAN VOKASI UI, GEDUNG
LABORATORIUM DAN UJI KOMPETENSI VC, LANTAI 3,
KAMPUS UNIVERSITAS INDONESIA, DEPOK.
TELP. 021-290 274 83
EMAIL. [email protected]
WWW.VOKASI.UI.AC.ID/LEMKASI