The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Laporan Rangan Anksi Perubahan RPPEG

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Lab dlhpulpis, 2023-07-18 06:31:39

Rancangan Aksi Perubahan

Laporan Rangan Anksi Perubahan RPPEG

Keywords: Rancangan aksi,ebook rancangan aksi

PERUBAHAN Dengan ASMARA (kerjASAMa paRa pihAk) Pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulang Pisau DisusunOleh : COACH Drs. LINDA SANDI, M. Pd NIP. 19630703 199403 2 002 PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PELATIHAN KEPEMIMPINAN ADMINISTRATOR ANGKATAN … TAHUN 2023 NAMA : VERONICA LENNY PUSPASARI, S. H., M. A NIP : 19800812 201001 2 015 ANGKATAN : II KELOMPOK : 2 NDS : 16


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN i LEMBAR PERSETUJUAN RANCANGAN AKSI PERUBAHAN KINERJA ORGANISASI Penyusunan Rencana Perlindungan Dan Pengelolaan Ekosistem Gambut Dengan ASMARA (kerjASAMa paRa pihAk) Pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulang Pisau Disetujui untuk Diseminarkan Pada Tanggal 12 Juli 2023 NAMA : VERONICA LENNY PUSPASARI, S. H., M. A NIP : 19800812 201001 2 015 ANGKATAN : II KELOMPOK : 2 NDH : 16 Mentor Coach Hendri Arroyo, S. Sos., M. M Drs. Linda Sandi, M. Pd Pembina Tingkat I (IV/b) Pembina Utama Madya (IV/d) NIP. 19750714 200604 1 003 NIP. 19630703 199403 2 002


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN ii LEMBAR PENGESAHAN RANCANGAN AKSI PERUBAHAN KINERJA ORGANISASI Penyusunan Rencana Perlindungan Dan Pengelolaan Ekosistem Gambut Dengan ASMARA (kerjASaMa paRa pihAk) Pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulang Pisau Disusun Oleh: NAMA : VERONICA LENNY PUSPASARI, S. H., M. A NIP : 19800812 201001 2 015 ANGKATAN : II KELOMPOK : 2 NDH : 16 Menyatakan Laporan Peserta Telah Diseminarkan dan Siap Diimplementasikan Menjadi Aksi Perubahan Yang Inovatif dan Berkualitas Perubahan Palangka Raya, 12 Juli 2023 Tim Pengarah Aksi Perubahan : 1. Coach Drs. LINDA SANDI, M. Pd Pembina Utama Madya (IV/d) NIP. 19630703 199403 2 002 2. Mentor HENDRI ARROYO, S. Sos., M. M Pembina Tingkat I (IV/b) NIP. 19750714 200604 1 003 3. Penguji Dr. RAHMAWATI, S. T. M. Si Pembina Tingkat I (IV/b) NIP. 19770906 200212 2 005


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN iii KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan Karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Rancangan Aksi Perubahan Pendidikan Kepemimpinan Administrator Gelombang I Angkatan II Kelompok 2 Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2023. Penulisan laporan rancangan aksi perubahan ini terlaksana karena kontribusi banyak pihak berupa bantuan pendanaan, bimbingan dan motivasi sehingga pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Ibu Pudjirustaty Narang selaku Bupati Pulang Pisau. 2. Bapak Tony Harisinta, S.E., M. Si selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Pulang Pisau. 3. Bapak Hendri Arroyo S, S. Sos. M. M selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulang Pisau. 4. World Wide Fund For Natur (WWF) Indonesia atas bantuan pendanaan dan fasilitasi kegiatan. 5. Bapak Uhing, S. E selaku Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Pulang Pisau. 6. Ibu Deni Widanarni, SE. M.AB Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Pulang Pisau. 7. Ibu Dr. Rahmawati, S. T., M. Si selaku Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Tengah sekaligus sebagai penguji yang telah memberikan saran dan masukan terkait laporan aktualisasi ini. 8. Bapak Alfonso Royas, S.P., M.A.P., selaku Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Pulang Pisau yang telah mendukung kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Administrator Kabupaten Pulang Pisau. 9. Ibu Drs. Linda Sandi, M. Pd . selaku coach yang telah memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis sehingga laporan aktualisasi ini dapat selesai dengan baik. 10. Keluarga dan suami yang telah mendukung, mendoakan serta memberi bantuan selama kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Administrator tahun 2023. 11. Seluruh Satakeholder Internal dan Stakeholder Eksternal atas segala dukungan baik berupa data maupun saran dan masukan.


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN iv 12. Seluruh peserta Pelatihan Kepemimpinan Admiistrator Gelombang I Angkatan II khususnya Kelompok 2 atas inspirasi, kekompakan, bantuan, dan dukungannya dalam pembuatan laporan aktualisasi ini. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada rancangan aktualisasi ini, oleh karena itu penulis berharap kepada semua pihak untuk memberikan saran dan masukan serta kritik yang membangun untuk penyempurnaan rancangan aktualisasi ini. Palangka Raya, 12 Juli 2023 Penulis VERONICA LENNY PUSPASARI, S.H., M. A NIP.19800812 201001 2 015


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN v DAFTAR ISI Lembar Persetujuan ............................................................................i Lembar Pengesahan .......................................................................... ii Kata Pengantar ................................................................................... iii Daftar Isi .............................................................................................. v Daftar Tabel .........................................................................................vi Daftar Gambar .....................................................................................vii Daftar lainnya yang diperlukan (sesuai kebutuhan) BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... 1 1.1. Latar Belakang .............................................................................. 1 1.1.1. Gambaran Umum ................................................................ 1 1.1.2. Kondisi Saat Ini ................................................................... 4 1.1.3. Kondisi Yang Diharapkan ................................................... 5 1.2. Tujuan Aksi Perubahan ................................................................. 6 1.2.1. Tujuan Jangka Pendek ....................................................... 6 1.2.2. Tujuan Jangka Menengah .................................................. 6 1.2.3. Tujuan Jangka Panjang ...................................................... 6 1.3. Manfaat Aksi Perubahan ............................................................... 6 1.3.1. Manfaat Bagi Negara .......................................................... 6 1.3.2. Manfaat Bagi Pemerintah Daerah ....................................... 6 1.3.3. Manfaat Bagi Organisasi..................................................... 21 1.3.4. Manfaat Bagi Masyarakat ................................................. 22 1.3.5. Manfaat Bagi Peserta Pelatihan ....................................... 22 1.4. Ruang Lingkup ............................................................................. 22 1.4.1. Output Kunci Perubahan .................................................... 22 1.4.2. Batasan Perubahan ........................................................... 22 1.4.3. Lingkup Lokasi Perubahan ................................................ 22 BAB II PROFIL KINERJA ORGANISASI .......................................... 23 2.1. Profil Organisasi ........................................................................... 23 2.2. Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi ........................................... 24 2.3. Kinerja Organisasi Sekarang ....................................................... 25 2.4. Kinerja Organisasi Yang Diharapkan ........................................... 29 BAB III ANALISA MASALAH ............................................................ 31 3.1. Analisa Manajemen Strategis ...................................................... 31 3.2. Analisa Dampak ........................................................................... 32


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN vi BAB IV STRATEGI PENYELESAIAN MASALAH ............................ 33 4.1. Terobosan/ Inovasi ....................................................................... 33 4.2. Tahapan Kegiatan/Milestone ....................................................... 34 4.3. Sumberdaya (Peta Pemanfaatan) ............................................... 40 4.3.1. Identifikasi Stakeholder ...................................................... 40 4.3.2. Pemetaan Stakeholder ....................................................... 43 4.3.3. Strategi Komunikasi ........................................................... 44 4.3.4. Pemanfaatan Teknologi Digital .......................................... 49 4.3.5. Pemanfaatan Sumber Daya Organisasi Lainnya .............. 49 4.4. Strategi Pengembangan Kompetensi Dalam Aksi Perubahan .... 49 4.4.1. Identifikasi Rencana Pengembangan Kompetensi ............ 49 4.4.2. Strategi Pengembangan Kompetensi Dalam Aksi Perubahan 4.5. Manajemen Resiko ....................................................................... 50 BAB V HASIL IDENTIFIKASI PENGEMBANGAN POTENSI DIRI .. 51 5.1. Hasil Pemetaan Sikap Perilaku Kepemimpinan .......................... 51 5.2. Rencana Pengembangan Potensi Diri ......................................... 51 Daftar Pustaka Lampiran Formulir Pembimbingan Rancangan Aksi Perubahan


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN vii DAFTAR TABEL Tabel 1. Data Jumlah Titik Hotspot dan Luasan Kebakaran di wilayah Kabupaten Pulang Pisau, Tahun 2019 s/d Juli 2023..................................................................................5 Tabel 2. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi dan Arah Kebijakan.........................................10 Tabel 3. Enam kategori penilaian kinerja................................................................................26 Tabel 4. Hasil pengukuran dan pencapaian kinerja sasaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulang Pisau tahun 2022 ........................................................................27 Tabel 5. Capaian Kinerja dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2022..................................28 Tabel 6. Tabel Sasaran, Indikator dan Target Kinerja Tahun 2023 ........................................29 Tabel 7. Metode USG...............................................................................................................31 Tabel 8. Tahapan Kegiatan Jangka Pendek............................................................................34 Tabel 9. Tahapan Kegiatan Jangka Panjang...........................................................................36 Tabel 10. Tahapan Kegiatan Jangka Panjang.........................................................................39 Tabel 11.Tabel Identifikasi Stakeholder Aksi Perubahan........................................................40 Tabel 12. Analisis Quardan Stakeholders...............................................................................43 Tabel 13. Strategi Komunikasi ................................................................................................44 Tabel 14. Tabel Manajemen Resiko .......................................................................................50


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN viii DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Kondisi dilapangan kebakran hutan dan lahan .......................................................4 Gambar 2. Kondisi Lapangan kebakaran hutan dan lahan .......................................................5 Gambar 3. Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulang Pisau...................................23 Gambar 4. Struktur Organisasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulang Pisau ..............25 Gambar 6. Analisis Fishbone ...................................................................................................32 Gambar 7 Hasil Pemetaan Sikap dan Perilaku Kepemimpinan..............................................51


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.1.1 Gambaran Umum Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2002 tanggal 10 April 2002, tentang Pembentukan Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Murung Raya, dan Kabupaten Barito Timur di Provinsi Kalimantan Tengah. Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Gunung Mas sebelumnya merupakan bagian dari Kabupaten Kapuas. Berdasarkan Peraturan Kementerian Dalam Negeri Nomor 58 Tahun 2021 tentang Kode, Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, dan Pulau dan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-145 Tahun 2022 tentang Pemberian dan Pemutakhiran Kode, Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, dan Pulau Tahun 2021, Kabupaten Pulang terdiri atas 8 kecamatan, 4 kelurahan, 95 desa dan 6 pulau kecil selain pulau Kalimantan. Yakni: Pulau Ketapang, Mintin Besar, Mintin Kecil, Nusatambing, Palabangan dan Pulau Tuwung dengan luas wilayah keseluruhan 962.705 hektar. Merujuk pada Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 129 Tahun 2017 terkait dengan Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) dan batas wilayah/daerah Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Juni 2022), sekitar 94% wilayah Kabupaten Pulang Pisau merupakan KHG. Berdasarkan data kedalaman gambut dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BBDSLP), Kementerian Pertanian (2019), sekitar 65% wilayah Kabupaten Pulang Pisau merupakan gambut. Dinamika pembangunan di Kabupaten Pulang Pisau sudah dimulai sebelum UU 5/2002 tentang pembentukan daerah termasuk pembentukan Kabupaten Pulang Pisau misalnya dengan diberlakukannya Keputusan Presiden Nomor 82 Tahun 1985 tentang Pengembangan Lahan Gambut (PLG) untuk Pertanian Tanaman Pangan di Kalimatan Tengah. Sekitar 42,08% area pengembangan pangan di PLG berada di Kabupaten Pulang Pisau, atau 64,22% wilayah


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 2 Kabupaten Pulang Pisau berada di Eks PLG. Setelah dilakukan Rehabilitasi dan Revitalisasi melalui Inpres Nomor 2 Tahun 2007, Kabupaten Pulang Pisau juga menjadi lokasi Peraturan Pesiden Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN). PSN terkait dengan pangan ini dilaksanakan di Kalimantan Tengah dengan luasan sekitar 10.000 hektar di Kabupaten Pulang Pisau dan sekitar 20.000 hektar di Kabupaten Kapuas. Nilai strategis Kabupaten Pulang Pisau dalam konteks perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut skala nasional dapat dilihat mulai Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2016 tentang Badan Restorasi Gambut yang antara lain menyebutkan Kabupaten Pulang Pisau menjadi salah satu target Restorasi Ekosistem Gambut. Meski tidak muncul Namanya dalam Perpres 120/2020 tentang Badan Restorasi Gabut dan Mangrove (BRGM), KHG Sungai Sebangau Sungai Kahayan yang Sebagian besar wilayahnya berada di Kabupaten Pulang Pisau terpilih menjadi Lokasi Pilot Model tentang Penetapan Lokasi Pilot Model Restorasi Ekosistem Gambut Sistematis dan Terpadu sebagaimana dilansir dalam Keputusan Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Nomor SK. 6 /BRGM/KPTS/2022. Pengembangan lahan gambut di Eks PLG telah memberikan konstruksi dan kontribusi positif hingga saat ini, meski masih menyisakan efek negatif terhadap pergeseran keseimbangan tata air dan karbon yang bermuara mengubah daya dukung lingkungan gambut menjadi semakin kecil. Terlebih, kawasan gambut di Kabupaten Pulang Pisau sering mengalami kejadian kebakaran hutan dan lahan setiap tahunnya. Luas Kabupaten Pulang Pisau sekitar 6,30% dari Provinsi Kalimantan Tengah, namun titik panas (hostpot) mulai tahun 2001 s/d tahun 2021 yang terjadi di Kabupaten Pulang Pisau sekitar 18% s/d 20% dari titik panas di Provinsi Kalimantan Tengah untuk periode tahun yang sama. Kebakaran besar tahun 2015 di Provinsi Kalimantan Tengah terbesar terjadi di Kabupaten Pulang Pisau sekitar. Isu pembangunan berkelanjutan lain di Kabupaten Pulang Pisau adalah tutupan hutannya yang sudah berada di bawah angka 30% dari luas wilayahnya. Bahan


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 3 bakaran non hutan yang berada di gambut ini antara lain berkontrubusi pada kejadian kebakaran setiap tahunnya. Kebakaran lahan gambut merupakan masalah serius yang memberikan dampak penting bagi keberlanjutan ekosistem dan lingkungan, misalnya: polusi asap, penurunan kualitas kesehatan lingkungan, peningkatan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), kehilangan biodiversitas dan dampak kehilangan potensi ekonomi pada berbagai sektor produktif. Oleh karena itu, ekosistem gambut harus dikelola dengan baik melalui upaya perlindungan, pencegahan kerusakan dan pemulihan ekosistemnya. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan perlindungan dan pengelolaan ekosistem lahan gambut yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2014 juncto Peraturan Pemerintah Nomor Nomor 57 Tahun 2016. Kebijakan tersebut merupakan aksi korektif untuk mencegah kerusakan serta dan melestarikan ekosistem gambut. Agar gambut dapat bermanfaat secara berkelanjutan dengan tingkat mutu yang diinginkan, maka perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut menjadi sangatlah penting. Oleh karena itu, pada pasal 16 PP tersebut memberikan mandat kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, gubernur, dan bupati/walikota yang wilayahnya memiliki ekosistem gambut untuk menyusun Rencana Pengelolaan dan Perlindungan Ekosistem Gambut (RPPEG). Tata cara penyusunan dokumen tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.60/MENLHK/Setjen/KUM.1/10/2019. Atas dasar kebijakan atau pedoman penyusunan tersebut telah disusun dan ditetapkan RPPEG Nasional yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.246/MENLHK/Setjen/Kum.1/6/2020 tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Tahun 2020-2049. Selanjutnya berdasarkan pedoman tersebut dan antara lain mengacu pada RPPEG Nasional telah ditetapkan Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 188.44/684/2020 tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2020-2050.


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 4 Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melakukan penyusunan dokumen RPPEG Kabupaten Pulang Pisau dilakukan oleh Tim Penyusunan dan Pengkaji RPPEG Kabupaten Pulang Pisau ditetapkan melalui Keputusan Bupati Pulang Pisau. 1.1.1 Kondisi Pada Saat Ini Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk di wilayah Kabupaten Pulang Pisau serta meningkatnya berbagai kebutuhan penduduk, kebutuhan pembangunan ekonomi, dan berbagai sebab lainnya mendorong terjadinya pemanfaatan gambut antara lain berupa konversi lahan gambut untuk tujuan pembangunan, pertanian dan perkebunan. Dikarenakan keterbatasan pengetahuan tentang lahan gambut, pengelolaan/pemanfaatan terhadap lahan gambut berakibat pada kerusakan lahan gambut tersebut. Pada akhirnya, gambut dengan ekosistem yang fragil menjadi mudah terbakar dan tingkat keparahannya lebih besar. Gambar 1. Kondisi dilapangan kebakran hutan dan lahan


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 5 Gambar 2. Kondisi Lapangan kebakaran hutan dan lahan Tabel 1. Data Jumlah Titik Hotspot dan Luasan Kebakaran di wilayah Kabupaten Pulang Pisau, Tahun 2019 s/d Juli 2023 No Sebaran Data 2019 2020 2021 2022 Januari s/d 7 Juli 2023 1. Jumlah Hotspot (titik) 17.985 88 47 82 209 2. Luas kebakaran (ha) 95.574.00 798 43 0 80.82 *Data Pudalops PB BPBD Kab. Pulang Pisau 1.1.2 Kondisi Yang Diharapkan Adanya sebuah komitmen bersama baik dari pemerintah, dunia usaha, kelompok masyarakat, dan organisasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam menjawab persoalan ekosistem gambut di wilayah kabupaten Pulang Pisau sehingga adanya keselarasan untuk program pembangunan, pemberdayaan ekonomi, penguatan pengetahuan lokal serta kesiapsiagaan masyarakat desa untuk pembangunan berkelanjutan menuju masyarakat Pulang Pisau sejahtera dengan gambut yang lestari.


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 6 1.2 Tujuan Aksi Perubahan Tujuan rancangan aksi perubahan yaitu untuk Menyusun sebuah Dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2024 s/d 2054. Yang memuat rencana perlindungan dan pengelolaan Ekosistem Gambut secara terpadu, terarah dan terperinci yang meliputi aspek pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, serta mitigasi dan penegakan hukum. Adapun tujuan yang ingin dicapai dari rancangan aksi perubahan ini adalah sebagai berikut : 1.2.1 Tujuan Jangka Pendek a) Terbitnya Surat Keputusan Bupati Pulang Pisau Tentang Tim Penyusun dan Tim Pengkaji RPPEG Kabupaten Pulang Pisau. b) Tersusunya Draft RPPEG Kabupaten Pulang Pisau yang berisikan data Spasial/Non spasial 1.2.2 Tujuan Jangka Menengah a) Tersedianya dokumen RPPEG Kabupaten Pulang Pisau yang telah divalidasi oleh Direktorat Jendral Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta mendapat surat rekomendasi dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia untuk di tetapkan oleh Kepala Daerah. 1.2.3 Tujuan Jangka Panjang a) Tersedianya Dokumen RPPEG Kabupaten Pulang Pisau b) Terwujudnya penataan Ekosistem Gambut sesuai dengan karakteristik dan daya dukung Ekosistem Gambut berdasarkan Fungsi Lindung dan Fungsi Budidaya Ekosistem Gambut yang telah ditetapkan. 1.3 Manfaat Aksi Perubahan Manfaat yang diharapkan dengan adanya dokumen RPPEG Kabupaten Pulang Pisau sebagai berikut : 1.3.1 Manfaat bagi Negara/ KLHK RI a) Bermanfaat untuk mendukung suksesnya program pemerintah Indonesia dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan serta restorasi gambut. 1.3.2 Manfaat Bagi Pemerintah Daerah a) RPPEG memiliki Relasi dan Relevansi terhadap RPJPD Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2005-2025 dan RJPMD Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2018- 2023. Perencanaan Pembangunan Daerah adalah suatu proses untuk


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 7 menentukan kebijakan masa depan, melalui urutan pilihan, yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan, guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada dalam jangka waktu tertentu di Daerah. Perencanaan Pembangunan Daerah yang berorientasi pada proses, menggunakan pendekatan: (a) teknokratik; (b) partisipatif; (c) politis; dan (d) atas-bawah dan bawah-atas. Perencanaan pembangunan Daerah yang berorientasi pada substansi, menggunakan pendekatan: (a) holistik-tematik; (b) integratif; dan (c) spasial. Perencanaan Pembangunan Daerah menghasilkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan rencana pembangunan tahunan Daerah atau yang sering disebut sebagai Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). Posisi RPPEG dalam Perencanaan Pembangunan Daerah yaitu sebagai dokumen pendukung dalam memperhitungkan sumber daya yang tersedia khususnya ekosistem gambut serta untuk menjaga keterpaduan Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut dengan bidang kehidupan lainnya dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Sedangkan kedudukan RPPEG dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yaitu: 1) Menjadi dasar penyusunan dan untuk dimuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). 2) Menjadi dasar pemanfaatan sumber daya alam Ekosistem Gambut dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Sesuai dengan amanat Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 bahwa salah satu tugas Pemerintah adalah untuk mensejahterakan masyarakat. Sehubungan dengan amanat tersebut, maka salah satu upaya untuk mencapai tujuan dimaksud, dibuatlah perencanaan pembangunan jangka panjang dengan melibatkan semua komponen masyarakat.


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 8 Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2005-2025 diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Pulang Pisau Nomor 12 Tahun 2007. Selanjutnya untuk perencanaan jangka menengah yang terakhir atau lima tahun keempat diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2018-2023. Dalam rangka mendukung sinkronisasi dengan kebijakan pembangunan nasional yang telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024, dan penyesuaian terhadap sasaran, target pencapaian sasaran, serta nomenklatur program sampai akhir periode perencanaan, maka telah diundangkan Peraturan Daerah Kabupaten Pulang Pisau Nomor 1 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Pulang Pisau Nomor 2 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2018-2023. Berdasarkan hasil analisis terhadap permasalahan, dinamika isu atau kebijakan yang berkembang di lingkungan internasional, nasional, provinsi dan di tingkat Kabupaten Pulang Pisau, maka dalam Perda Kabupaten Pulang Pisau 2/2019 rumusan isu strategis pembangunan Kabupaten Pulang Pisau adalah sebagai berikut; 1) Peningkatan Kualitas Sarana dan Prasarana Wilayah 2) Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup yang berkelanjutan 3) Peningkatan Kualitas Tata Kelola Pemerintahan yang baik 4) Peningkatan Perekonomian Masyarakat yang berpihak kepada pengembangan Koperasi, UMKM dan Sektor Pariwisata 5) Peningkatan kualitas Pendidikan Masyarakat 6) Peningkatan derajat Kesehatan Masyarakat 7) Peningkatan Peran Pemuda dan Perempuan dalam pembangunan 8) Peningkatan Kemandirian Ekonomi daerah 9) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Pada Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2021 terkait dengan RPJMD Perubahan, terdapat perubahan isu strategis Kabupaten Pulang Pisau menjadi:


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 9 1) Penanganan Dampak Pandemi COVID-19 2) Pengembangan Kawasan Food Estate 3) Peningkatan Kualitas dan Cakupan Layanan Infrastruktur Wilayah 4) Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup yang berkelanjutan 5) Pengembangan Sumber Daya Alam yang Mendorong Perekonomian 6) Peningkatan Kemandirian Ekonomi daerah 7) Peningkatan kualitas Pendidikan Masyarakat 8) Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat 9) Pencegahan Stunting 10) Penanggulangan Kemiskinan Terpadu 11) Peningkatan Peran Pemuda dan Perempuan dalam pembangunan 12) Peningkatan Kualitas Tata Kelola Pemerintahan yang baik Tidak dimasukannya Isu Strategis penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan dalam Isu Strategis RPJMD Perubahan menjadi indikasi perubahan paradigma seluruh pemangku kepentingan, perubahan dari penanggulangan dan penanganan menjadi pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang didukung perencanaan yang terpadu, holistic, integratik, tematik, dan spasial. Perubahan tersebut akan mengalihkan pendekatan berbasis risiko menjadi pengurangan risiko melalui pencegahan dengan mengurangi kerentanan sekaligus dengan meningkatkan kapasitas lingkungan, sosial dan ekonomi masyarakat. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi dan Arah Kebijakan Kabupaten Pulang Pisau dalam Perda Kabupaten Pulang Pisau 1/2021 sebagaimana terlihat dalam Tabel berikut :


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 10 Tabel 2. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi dan Arah Kebijakan Kabupaten Pulang Pisa Visi : Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Pulang Pisau yang Inovatif, Maju, Berkeadilan dan Sejahtera Misi 1 : Percepatan Peningkatan Sarana dan Prasarana Wilayah Tataruang dan Pemukiman. Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan Meningkatkan sebaran infrastruktur pembangunan wilayah Meningkatnya jaringan jalan yang handal dan terintegrasi (M1S1) Peningkatan layanan infrastruktur yang menjangkau seluruh wilayah Meningkatkan kualitas sarana prasarana serta konektivitas jalan dan jembatan Meningkatnya Akses Air Bersih (M1S2) Meningkatkan layanan air bersih melalui jaringan air minum perkotaan dan perdesaan Meningkatnya kualitas jaringan irigasi (M1S3) Meningkatkan kualitas sarana prasarana jaringan irigasi Meningkatnya kesesuaian pembangunan terhadap tata ruang (M1S4) Meningkatkan kesesuaian pemanfaatan ruang terhadap RTRW Meningkatnya akses masyarakat terhadap rumah layak huni (M1S5) Peningkatan penanganan perumahan, permukiman dan pertanahan Pengembangan sistem pembiayaan dan penyediaan perumahaan Peningkatan penanganan perumahan, permukiman dan pertanahan Penataan dan peningkatan kualitas permukiman


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 11 Meningkatnya aksesibilitas transportasi (M1S6) Peningkatan layanan transportasi yang terjangkau Optimalisasi fungsi pelabuhan laut Peningkatan layanan transportasi yang terjangkau Peningkatan jaringan simpul transportasi Misi 2 : Peningkatan Produktivitas Hasil Sumberdaya Alam dan Lingkungan Berkelanjutan. Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Berbasis Ekonomi Hijau Meningkatnya Kontribusi Sektor Industri Pengolahan (M2S1) Mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah Pengembangan kawasan industri Peningkatan kemitraan dengan pelaku ekonomi Meningkatnya produksi pertanian (M2S2) Peningkatan daya saing produk pertanian dalam arti luas Meningkatkan kualitas prasarana dan sarana pertanian dan perikanan Meningkatnya produksi perikanan budidaya dan tangkap (M2S3) Peningkatan penerapan teknologi tepat guna Pemberdayaan kelompok tani dan nelayan Meningkatnya Investasi daerah (M2S4) Peningkatan daya saing investasi Optimalisasi potensi investasi Peningkatan kemudahan perizinan dan iklim investasi Misi 3 : Peningkatan Kualitas Sumber Daya Alam dan Lingkungan Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 12 Peningkatan kualitas Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan Meningkatnya Status Lingkungan Hidup Daerah Status Mutu Air (M3S1) Peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan hidup dan mitigasi bencana Pengendalian pencemaran udara dan air Penegakan hukum terhadap pelanggaran peraturan LH Menurunnya luasan kebakaran hutan dan lahan (M3S2) Restorasi Gambut Peningkatan Ketangguhan Masyarakat dalam mitigasi bencana Misi 4 : Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan Meningkatkan Daya Saing Masyarakat Pulang Pisau Meningkatnya kualitas pendidikan masyarakat (M4S1) Peningkatan Kualitas pelayanan pendidikan Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Pemerataan penempatan tenaga pendidik (guru) Meningkatkan kualitas guru melalui sertifikasi Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat pulang pisau (M4S2) Peningkatan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Pemerataan penempatan tenaga kesehatan Misi 5 : Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Program Ekonomi Kerakyatan Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 13 Meningkatkan perekonomian masyarakat yang berpihak kepada pengembangan koperasi, UMKM dan Sektor Pariwisata Meningkatnya peran Koperasi dan UMKM dalam ekonomi kreatif (M5S1) Pengembangan ekonomi kerakyatan Pemberdayaan koperasi dan UMKM lokal berbasis industri kreatif Meningkatnya Kontribusi Sektor Pariwisata terhadap ekonomi lokal (M5S2) Peningkatan kualitas pengelolaan wisata Peningkatan pengelolaan destinasi wisata Peningkatan pengelolaan seni budaya Peningkatan promosi paket wisata Meningkatnya kesejahteraan Masyarakat (M5S3) Peningkatan kualitas penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Peningkatan sarana dan prasarana layanan PMKS Peningkatan pembinaan keterampilan PMKS Peningkatan kualitas angkatan kerja Peningkatan sarana dan prasarana pelatihan kerja Misi 6 : Mewujudkan aparatur pemerintah yang bersih, berwibawa dan profesional (Good and Clean Governance) Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan Meningkatkan Tata kelola Pemerintahan yang Baik Meningkatnya kualitas pengelolaan keuangan daerah Penerapan reformasi birokrasi dan peningkatan pelayanan public Revolusi Mental Aparatur Meningkatnya kualitas pelayanan publik Penguatan Akuntabilitas Kinerja Peningkatan kualitas sumber daya ASN Meningkatnya kinerja dan akuntabilitas pelaksanaan Peningkatan keterbukaan informasi publik Penerapanan egovernment pada


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 14 pembangunan daerah instansi pemerintah Misi 7 : Pemberdayaan organisasi keagamaan, sosial budaya, pemuda, dan perempuan dalam pembangunan Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan Meningkatkan peran Masyarakat Dalam Pembangunan Meningkatnya peran organisasi keagamaan Peningkatan kualitas layanan keagamaan Pemberian insentif pada tokoh adat, pemuka agama dan guru agama Pemberian bantuan kegiatan keagamaan Meningkatnya peran pemuda dalam pembangunan Peningkatan kualitas pemberdayaan pemuda dan olahraga Peningkatan sarana dan prasarana pemuda dan olahraga Peningkatan kualitas pembinaan terhadap organisasi kepemudaan Meningkatnya peran perempuan dalam pembangunan Peningkatan kualitas pemberdayaan perempuan Peningkatan pembinaan kelembagaan perempuan Peningkatan pembinaan perempuan dalam keluarga Perda Kabupaten Pulang Pisau Nomor 12 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kabupaten Pulang Pisau 2005-2025 akan berakhir pada tahun 2025 dan Perda Kabupaten Pulang Pisau Nomor 1 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Pulang Pisau Nomor 2 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2018-2023 akan berakhir tahun 2023, sehingga keberadaan kebijakan tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Kabupaten Pulang Pisau dapat


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 15 diarusutamakan ke dalam perencanaan pembangunan jangka panjang dan jangka menengah Kabupaten Pulang Pisau pada perubahan kedua kebijakan perencanaan tersebut. b) RPPEG Kabupaten Pulang Pisau memiliki posisi, kedudukan dan Relevansi terhadap Peraturan Daerah Kabupaten Pulang Pisau Nomor 1 Tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2019 - 2039 Antara lain untuk mengarahkan pembangunan di Kabupaten Pulang Pisau dengan memanfaatkan ruang wilayah secara berdaya guna, serasi, selaras, seimbang, dan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertahanan keamanan; dan dalam rangka mewujudkan keterpaduan pembangunan antar sektor, daerah dan masyarakat maka Kabupaten Pulang Pisau telah menetapkan Peraturan Daerah Kabupaten Pulang Pisau Nomor 1 Tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2019 – 2039. Rencana sistem perkotaan tertinggi dalam RTRW Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2019-2039 adalah Pusat Kegiatan Lokal (PKL) sebagai pusat pertumbuhan dan pusat pelayanan wilayah berada di Perkotaan Pulang Pisau, Kecamatan Kahayan Hilir. Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) di Kabupaten Pulang Pisau berdasarkan RTRW adalah sebagai berikut: 1) PPK Bahaur pada Kecamatan Kahayan Kuala memiliki fungsi pusat kegiatan transportasi, pusat kegiatan perikanan, pusat kegiatan pertanian, dan pusat kegiatan pariwisata; 2) PPK Bukit Rawi pada Kecamatan Kahayan Tengah memiliki fungsi sebagai pusat kegiatan transportasi, pusat kegiatan pendidikan, pusat kegiatan perdagangan dan jasa, pusat pertanian, pusat penelitian dan budaya; 3) PPK Bawan pada Kecamatan Banama Tinggang memiliki fungsi sebagai pusat kegiatan perdagangan dan jasa, pusat kegiatan pariwisata, serta pusat penelitian dan budaya;


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 16 4) PPK Jabiren pada Kecamatan Jabiren Raya memiliki fungsi sebagai pusat kegiatan perdagangan dan jasa, pusat kegiatan kesehatan, pusat kegiatan pendidikan, dan pusat kegiatan perikanan; 5) PPK Maliku pada Kecamatan Maliku memiliki fungsi sebagai pusat kegiatan perdagangan dan jasa, pusat kegiatan kesehatan, pusat kegiatan pertanian, pusat kegiatan industri perkebunan, dan pusat kegiatan pendidikan; 6) PPK Pangkoh pada Kecamatan Pandih Batu memiliki fungsi sebagai pusat kegiatan perdagangan dan jasa, pusat kegiatan kesehatan, pusat kegiatan pertanian, pusat kegiatan industri perkebunan, pusat kegiatan pariwisata, dan pusat kegiatan pendidikan; dan 7) PPK Sebangau Permai pada Kecamatan Sebangau Kuala memiliki fungsi sebagai pusat kegiatan perdagangan dan jasa, pusat kegiatan kesehatan, dan pusat kegiatan perikanan. Jika PKL berada di Ibukota Kabupaten Pulang Pisau dan ibukota kecamatan ainnya sebagai PPK, beberapa pusat permukiman yang menjadi Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) yang memiliki fungsi pelayanan sebagai pusat kegiatan perdagangan dan jasa, pusat kegiatan pendidikan, pusat kegiatan kesehatan, pusat kegiatan perumahan, dan pusat kegiatan pariwisata. meliputi: 1) PPL Desa Pahawan pada Kecamatan Banama Tinggang; 2) PPL Desa Henda pada Kecamatan Jabiren Raya; dan 3) PPL Desa Papuyu I Pasanan pada Kecamatan Kahayan Kuala. Dalam pengembangan permukiman baik sebagai PKL, PPK maupun PPL berupa kawasan perkotaan (urban) khususnya ibukota kabupaten dan ibukota kecamatan disusun RDTR Kawasan Perkotaan dengan dilengkapi dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 30 % (tiga puluh persen) yang terdiri dari 20% (dua puluh persen) ruang terbuka hijau publik dan 10% (sepuluh persen) terdiri dari ruang terbuka hijau private. Sementara untuk PKL, PPK maupun PPL berupa kawasan perdesaan (rural) dapat disusun Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP) sebagaimana diarahkan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 17 Perwujudan kawasan lindung gambut meliputi: 1) Perumusan kebijakan dan perencanaan kawasan lindung gambut; 2) Pemeliharaan dan perlindungan kualitas dan fungsi kawasan gambut lindung berkanal dan tidak berkanal melalui restorasi gambut; 3) Pemanfaatan dan pencadangan ekosistem gambut budidaya; 4) Restorasi kawasan bergambut pasca kebakaran tahun 2015; 5) Pengendalian, pemantauan, pendayagunaan dan pelestarian ekosistem gambut; dan 6) Adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Perwujudan kawasan rawan bencana berupa berupa perwujudan kawasan rawan banjir dan perwujudan kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan, meliputi: 1) perumusan kebijakan dan perencanaan kawasan rawan bencana; 2) pengembangan menara pengawas dan pengembangan alat deteksi hotspot/tanda peringatan kebakaran hutan dan lahan; 3) pengembangan sarana dan prasarana pemadam kebakaran; 4) pengembangan hidran jalan; 5) pengembangan penampungan air dan sumur bor; 6) pengembangan sistem informasi kebakaran hutan dan lahan; 7) pengembangan sistem pengendalian banjir; 8) pengembangan kinerja sistem drainase; 9) pemantapan fungsi kawasan sempadan sungai dan ruang terbuka hijau; dan 10) pengawasan dan pengendalian sekitar kawasan rawan bencana. Dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Perda RTRW Kabupaten Pulang Pisau, Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) diartikan sebagai wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup kabupaten terhadap ekonomi, sosial, budaya, dan/atau lingkungan. KSK di Kabupaten Pulang Pisau meliputi: (a) kawasan strategis dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi; (b) kawasan strategis dari sudut kepentingan sosial budaya; dan (c) kawasan strategis dari sudut kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup.


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 18 Kawasan strategis dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi di 16 KSK meliputi: 1) Kawasan Perkotaan Pulang Pisau, Kecamatan Kahayan Hilir; 2) Kawasan Minapolitan di Kecamatan Kahayan Kuala dan Kecamatan Sebangau Kuala; 3) Kawasan Agropolitan di semua Kecamatan di Kabupaten; 4) Kawasan Industri di Kecamatan Jabiren Raya, Kecamatan Kahayan Hilir dan Kecamatan Kahayan Kuala; dan 5) Kawasan Pesisir di Kecamatan Sebangau Kuala dan Kecamatan Kahayan Kuala Kawasan strategis dari sudut kepentingan sosial budaya berupa kawasan sosial budaya terdiri atas 4 KSK yang penyebarannya meliputi: 1) Sandung Tamanggung Lawak Sura Jaya Pati di Desa Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah; 2) Rumah Betang Ba'anjung di Desa Buntoi, Kecamatan Kahayan Hilir; 3) Rumah Tua Djaga Bahen di Desa Bahu Palawa, Kecamatan Kahayan Tengah; dan 4) Komplek Sandung di Desa Pangkoh (Sandung Ngabe Bire, Rumah Damang Rambang, Sandung Sanggalang, Sandung Tumon dan Sandung Silay), Kecamatan Pandih Batu. Kawasan strategis dari sudut kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup terdiri atas 12 KSK meliputi: 1) Kawasan Ekosistem Air Hitam (KEAH) di Kecamatan Kahayan Kuala dan Kecamatan Sebangau Kuala; 2) Kawasan Hutan Kota di Kelurahan Bereng, Kecamatan Kahayan Hilir; 3) Kawasan Hutan Desa di Desa Kalawa, Kelurahan Kalawa, Kecamatan Kahayan Hilir; 4) Kawasan Hutan Desa Di Desa Buntoi, Kecamatan Kahayan Hilir; 5) Kawasan Hutan Desa di Desa Gohong, Kecamatan Kahayan Hilir; 6) Kawasan Hutan Desa di Desa Mentaren I, Kecamatan Kahayan Hilir; 7) Kawasan Hutan Desa di Desa Tangkahen, Kecamatan Banama Tingang; 8) Kawasan Hutan Desa di Desa Tumbang Tarusan, Kecamatan Banama Tingang;


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 19 9) Kawasan Hutan Desa di Desa Bawan, Kecamatan Banama Tingang; 10) Kawasan Hutan Desa di Desa Tambak, Kecamatan Banama Tingang; dan 11) Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) pendidikan dan penelitian hutan rawa gambut, di Kecamatan Jabiren Raya. Dalam Perda Kabupaten Pulang Pisau 1/2019 tentang RTRW Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2019-2039 disebutkan sekitar 32 (tiga puluh dua) KSK tersebut akan ditetapkan dalam bentuk Peraturan Daerah. Sesuai dengan kebijakan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Ketidaksesuaian Tata Ruang, Kawasan Hutan, Izin dan/atau Hak Atas Tanah, setahun setelah penetapan Perda RTRW Provinsi Kalimantan Tengah akan diikuti dengan penetapan Perda-Perda RTRW Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah meski kebijakan Perda RTRWK berjalan belum memasuki masa “Peninjauan Kembali (PK)” atau Revisi. Adanya kebijakan tersebut mebuka ruang bagi suatu corrective action untuk mengarusutamakan kebijakan RPPEG ke dalam dokumen perencanaan tata ruang. c) RPPEG Kabupaten Pulang Pisau memiliki Relasi dan Relevansi terhadap Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan dan Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan di Kabupaten Pulang Pisau Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang antara lain mengklasifikasi penataan ruang berdasarkan kegiatan kawasan yang terdiri atas penataan ruang kawasan perkotaan dan penataan ruang kawasan perdesaan. Kawasan perkotaan (urban) adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi. Penyusunan RDTR Kawasan Perkotaan ini diatur dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 11 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penyusunan, Peninjauan Kembali, Revisi, dan Penerbitan Persetujuan Substansi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi, Kabupaten, Kota, dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 20 Proses penyusunan RDTR ini wajib disertai dengan penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang antara lain menggunakan metode analisis daya dukung dan daya tamping lingkugan hidup dengan menggunakan dokumen RPPLH dan atau RPPEG. Masa perencanaan RDTR Kawasan Perkotaan sebagaimana masa perencanaan RTRW adalah 20 tahun dan legalisasi atas perencanaan tersebut dalam bentuk Peraturan Kepala Daerah (Perkada). Penyusunan RDTR umumnya disertai dengan Peraturan Zonasi (PZ) dalam rencana pola ruangnya yang antara lain berupa Kawasan Lindung Gambut mengacu pada Permen LHK No. P.14/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2017 tentang Tata Cara Inventarisasi dan Penetapan Fungsi Ekosistem Gambut. Kabupaten Pulang Pisau sudah Menyusun Materi Teknis RDTR Kawasan Perkotaan Pulang Pisau Menyusul akan disusun RDTR Kawasan Perkotaan di ibukota kecamatan termasuk ibukota kecamatan yang masuk Kawasan Hidrologis Gambut (KHG). Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020 antara lain menghapus 6 pasal dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang terkait dengan Kawasan Perdesaan karena sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Kawasan perdesaan (rural) adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama pertanian, termasuk pengelolaan sumber daya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi. Penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP) diatur dalam Peraturan Menteri Desa Transmigrasi dan Daerah Tertinggal Nomor 5 Tahun 2016 tentang Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembangunan Kawasan Perdesaan. Proses penyusunan RPKP ini tidak wajib disertai dengan penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) sehingga dalam penyusunan RPKP disarankan delineasi kawasan yang direncanakan menggunakan batas fungsional/ekologis berupa batas Daerah Aliran Sungai (DAS) atau Kawasan Hidrologis Gambut (KHG). Delineasi tersebut menempatkan permukiman


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 21 (Areal Penggunaan Lain/APL) sebagai intinya dan kawasan hutan dalam delineasi tersebut sebagai penyangganya. Berbeda dengan RDTR yang memiliki masa perencanaan jangka Panjang selama 20 tahun, masa perencanaan RPKP adalah 5 tahun. Legalisasi atas RPKP tersebut sama seperti RDTR ditetapkan dalam bentuk Peraturan Kepala Daerah (Perkada). Berbeda dengan kawasan perkotaan yang cenderung heterogeny, pengembangan/pembangunan kawasan perdesaan melalui penyusunan RPKP ini diprioritaskan pada pengembangan potensi dan/atau pemecahan masalah tertentu/tematik. 1.3.3Manfaat Bagi organisasi a. Menjadi sebuah capaian dalam pelaksanaan program kegiatan serta tugas pokok dan fungsi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulang Pisau. b. RPPEG mempunyai relevansi terhadap RPPLH yang menjadi tugas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulang Pisau untuk disusun dan termuat pada RPJMD Kabupaten Pulang Pisau. Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) adalah perencanaan tertulis yang memuat potensi, masalah lingkungan hidup, serta upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungannya dalam kurun waktu tertentu. Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) didefinisikan sebagai perencanaan tertulis yang memuat potensi, masalah Ekosistem Gambut, serta upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungannya dalam kurun waktu 30 tahun. Posisi RPPEG yaitu sebagai dokumen perencanaan yang menjadi pendukung RPPLH khususnya untuk Ekosistem Gambut dengan memuat secara khusus tentang potensi, masalah, serta perlindungan dan pengelolaan Ekosistem Gambut . Muatan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) adalah potensi, masalah lingkungan hidup secara umum dan keseluruhan, serta upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara umum dan keseluruhan. Muatan ini sangat relevan dengan RPPEG yang memuat hal serupa yakni potensi, masalah, serta upaya perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut yang meliputi rencana pemanfaatan ekosistem gambut, pengendalian ekosistem gambut, pemelihraan ekosistem


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 22 gambut, dan rencana mitigasi dan adaptasi ekosistem gambut kesemuanya dalam kurun waktu 30 tahun namun khusus untuk Ekosistem Gambut. Muatan RPPEG yang menjadi bagian dari RPPLH dan sebagian besar wilayah Kabupaten Pulang Pisau berupa ekosistem gambut (94%), maka RPPEG Kabupaten Pulang Pisau memiliki relasi yang kuat dengan RPPLH Kabupaten Pulang Pisau sesuai dengan proporsi kebijakan atas masing-masing perencanaan tesebut. 1.3.4Manfaat Bagi Masyarakat a. Dapat menunjang peningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kerakyatan, pengembangan koperasi, UMKM dan Sektor Pariwisata. 1.3.5 Manfaat Bagi Peserta Pelatihan a. Menambah Wawasan b. Peningkatan kemampuan melihat lahan gambut dari’’ prespektif’’ system c. Menjadi sebuah capaian dalam pelaksanaan program kegiatan serta tugas pokok dan fungsi bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan. 1.4 Ruang Lingkup 1.4.1 Output Kunci Perubahan Terbitnya SK Tim Penyusun dan Tim Pengkaji Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut Kabupaten Pulang Pisau serta Draft Dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut Kabupaten Pulang Pisau 1.4.2 Batasan Perubahan SK Tim Penyusun dan Tim Pengkaji Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut Kabupaten Pulang Pisau serta Draft Dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut Kabupaten Pulang Pisau 1.4.3 Lingkup Lokasi Perubahan Wilayah Kabupaten Pulang Pisau


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 23 BAB II PROFIL KINERJA ORGANISASI 2.1 Profil Organisasi Gambar 3. Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulang Pisau Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulang Pisau merupakan unsur pendukung penyusunan dan pelaksanaan kebijakan bidang lingkungan hidup, yaitu menyediakan dan memberikan pelayanan informasi mengenai pengelolaan sumber daya alam dan likungan hidup yang akomodatif kepada masyarakat, meningkatkan manfaat sumber daya alam dan lingkungan hidup dengan melakukan konservasi, rehabilitasi dan penghematan penggunaan sumber daya alam dan lingkungan hidup; menerapkan indikator-indikator pelestarian kemampuan keterbaharuan dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dan lingkungan hidup; mendayagunakan dan mengoptimalkan semua kelembagaan bidang lingkungan hidup dan perangkat hukum serta kearifan budaya masyarakat dan stakeholders terkait dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup; memberikan kesempatan dan dukungan kepada aparat dalam meningkatkan kapasitas Sumber Daya manusia (SDM) baik melalui pendidikan formal maupun informal. Dalam hal ini, tugas pokok tersebut diterjemahkan sebagai unsur Pemerintahan Kabupaten Pulang Pisau.


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 24 Dinas Lingkungan Hidup berkedudukan sebagai unsur pelaksana Pemerintah dibidang Lingkungan Hidup yang dipimpin oleh seorang Kepala Dinas, serta berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah, dengan tugas membantu Bupati dalam menyelenggarakan sebagaian tugas pemerintahan, pembangunan dan sosial kemasyarakatan Kabupaten Pualang Pisau lanjut diuraikan sebagai berikut: 2.2 Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Lingkungan Hidup Sebagai dasar dalam penetapan tugas pokok dan fungsi tersebut,Peraturan Bupati Nomor 23 Tahun 2023 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Lingkungan Hidup. Dinas Lingkungan Hidup dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Dinas Lingkungan Hidup mempunyai tugas membantu Bupati dalam melaksanakan urusan pemerintahan Bidang Lingkungan Hidup dan Tugas Pembantuan yang ditugaskan kepada daerah Kabupaten sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Dinas Lingkungan Hidup menyelenggarakan fungsi sebagai berikut: a. Perencanaan program di Bidang Tata Lingkungan Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Pengendalian Pencemaran dan KerusakanLingkungan Hidup serta Penaatan Hukum Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup. b. Perumusan kebijakan di Bidang Tata Lingkungan, Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup serta Penaatan Hukum Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup. c. Pengordinasian di Bidang Tata Lingkungan, Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup serta Penaatan Hukum Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup.


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 25 d. Pelaksanaan Tugas Kesekretariatan; e. Pelaksanaan Tata Lingkungan, Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ), Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup serta Penaatan Hukum Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup. f. Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan Pelaksanaan Tata Lingkungan, Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup serta Penaatan Hukum Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup. g. Pelaksanaan Fungsi Lain yang diberikan oleh Bupati terkait dengan tugas dan fungsinya. Struktur Organisasi Gambar 4. Struktur Organisasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulang Pisau 2.3 Kinerja Organisasi Sekarang Pengukuran capaian kinerja tahun 2022 merupakan bagian dari penyelenggaraan akuntabilitas kinerja tahunan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulang Pisau pengukuran dilakukan terhadap kinerja yang diperjanjikan tahun 2022 dan membandingkannya dengan target yang diperjanjikan dalam dokumen penetapan kinerja 2021. Sesuai dengan


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 26 ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010, yang menitik beratkan pada pengukuran pencapaian tujuan/sasaran strategis Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulang Pisau, menyempurnakan rumusan sasaran strategis dengan memilih Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dominan. IKU dominan tersebut dinilai signifikan bagi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulang Pisau dalam mempengaruhi pencapaian tujuan/sasaran strategis secara langsung. Pengukuran pencapaian sasaran strategis, dihitung berdasarkan jumlah indikator output yang tercapai dibagi dengan jumlah yang ditargetkan. Hal ini dilakukan untuk mendukung perhitungan capaian kinerja sasaran strategis Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulang Pisau. Penghitungan capaian kinerja kegiatan dikelompokkan dalam enam kategori penilaian sebagai berikut: Tabel 3. Enam kategori penilaian kinerja Sesuai dengan dokumen Penetapan Kinerja/Perjanjian Kinerja tahun 2022, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulang Pisau 2 (dua) sasaran dan 12 Indikator sasaran yang harus dilaksanakan dari sasaran dan indikator sasaran yang telah ditetapkan tersebut, secara keseluruhan tingkat capaian kinerja Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Pulang pisau adal “Berhasil” dengan nilai 100% Hasil pengukuran dan pencapaian kinerja sasaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulang Pisau tahun 2022 pada table berikut : Kategori Nilai Angka Interpretasi AA >85 - 100 Memuaskan A >75 - 85 Sangat Baik B >65 - 75 Baik CC <50 - 65 Cukup Baik C <30 - 50 Agak Kurang D 0 - 30 Kurang


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 27 Tabel 4. Hasil pengukuran dan pencapaian kinerja sasaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulang Pisau tahun 2022 SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN (%) Tersusunnya rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup daerah (Dokumen) Jumlah dan jenis data dan informasi sumber daya alam dan lingkungan 1 Dokumen 1 Dokumen 100 % Meningkatnya kualitas lingkungan hidup Status Mutu Air 52,70 50 (Cemar Ringan) Indeks Kualitas Udara 91,71 94,29 (Unggul) Tutupan Lahan (%) 66,10 67,14 Tersusunnya perencanaan pengelolaan keanekaragaman Hayati (Kehati) 1 Dokumen 1 Dokumen 100 % Diwajibkannya semua pelaku usaha memiliki izin penyimpanan sementara B3 (kecamatan) 8 Kecamatan 8 Kecamatan 100 % Persentase terlaksananya pengawasan terhadap izin lingkungan (%) 15 15 100 % Terbentuknya masyarakat hukum adat (%) 1 1 100 % Terlaksananya Bimtek Penyuluhan Lingkungan Hidup (kali) 1 0 Terlaksananya lomba sekolah adiwiyata tingkat sekolah dasar (kali) 1 0 Jumlah sekolah yang mengikuti program adiwiyata 9 9 100 % Terbangunnya TPA Sanitari landfill di Kabupaten Pulang Pisau (unit) 1 0


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 28 Perbandingan Realisasi Kinerja dan Capaian Kinerja dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2022 disajikan pada table berikut: Tabel 5. Capaian Kinerja dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2022 RENCANA STRATEGIS SASARAN INDIKATOR KINERJA SATUAN Kinerja Tahun 2021 Kinerja Tahun 2022 Target Realisasi Target Realisasi Meningkatnya Status Lingkungan Hidup Daerah Meningkatnya kualitas lingkungan hidup Indeks kualitas air 52,60 50,00 52,70 50,00 Indeks kualitas udara 91,60 93,53 91,71 93,89 Indeks kualitas lahan Ha 65,26 67,40 66,10 68,28 Berdasarkan hasil pengukuran kinerja menunjukan bahwa capaian indicator kinerja sasaran 1. Indeks kualitas air 2. Indeks kualitas udara 3. Indeks kualitas lahan Secara keseluruhan tingkat capaian kenerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulang Pisau adalah 100 % yang berarti masuk dalam kategori “berhasil” . Jumlah Anggaran Progran Tahun 2022 9.053.008.361,43 Jumlah Realisasi Anggaran Progran Tahun 2022 8.078.305.232,00


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 29 Tabel Sasaran, Indikator dan Target Kinerja Tahun 2023 disajikan pada table sebagai berikut : Tabel 6 : Tabel Sasaran, Indikator dan Target Kinerja Tahun 2023 SASARAN INDIKATOR Penanggung Jawab Kondisi Kinerja awal RPJMD Kinerja Tahun 2022 Kinerja Tahun 2023 Target Realisasi Target Meningkatnya Status Lingkungan Hidup Daerah Indeks kualitas air DLH 52,60 52,70 50,00 52,80 Indeks kualitas udara DLH 91,60 91,71 93,89 91,82 Indeks kualitas lahan DLH 65,26 66,10 68,28 66,93 2.4 Kinerja Organisasi Yang Diharapkan Dari hasil evaluasi kinerja pada Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Pulang Pisau selama tahun 2022 dapat diambil kesimpulan bahwa pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta kegiatan baik, namun demikian pada hasil (outcomes), manfaat ( benefits ) dan dampak ( impacts ) belum sesuai target yang diharapkan hal ini disebabkan adanya hambatan dari internal dan ekstrenal Kabupaten Pulang pisau. Ada beberapa hambatan yang dialami dalam pencapaian sasaran maupun kegiatan dikarenakan antara lain : a. Dengan semakin tertibnya administrasi dan kemajuan teknologi baik di tingkat Kabupaten maupun tingkat Kecamatan dan Desa, tetapi masih kurangnya SDM yang memenuhi kualitas yang diharapkan; b. Minimnya sarana dan prasarana penunjang kegiatan. Adapun langkah – langkah untuk meminimalkan hambatan – hambatan yang ada adalah sebagai berikut :


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 30 a. Berupaya meningkatkan kualitas SDM yang ada dengan mengikut sertakan pada diklat–diklat maupun pembinaan–pembinaan; b. Mengoptimalkan sarana dan prasarana yang ada untuk menunjang kegiatan. Oleh karena itu diperlukan Strategi Peningkatan Kinerja antara lain : 1. Kebijakan Internal, yaitu kebijakan OPD dalam upaya peningkatan tugas pokok dan fungsi sebagai berikut : a. Peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur; b. Penyediaan sarana dan prasarana kantor yang memadai; c. Peningkatan pengawasan dan akuntabilitas; d. Penegakan aturan yang berlaku. 2. Kebijakan Eksternal, yaitu kebijakan yang diterbitkan oleh OPD dalam rangka mengatur, mendorong dan memfasilitasi kegiatan masyarakat sebagai berikut : a. Peningkatan kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam Pelestarian lingkungan; b. Peningkatan peran sektor swasta; c. Peningkatan koordinasi antar instansi di wilayah Kabupaten Pulang Pisau; d. Optimalisasi Peran serta masyarakat dalam menjaga dan memelihara lingkungan; e. Meningkatkan kapasitas masyarakat; Dari beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan pada tahun 2021 masih terdapat beberapa kegiatan yang berlanjut di tahun 2022. Hal ini kita laksanakan berdasarkan hasil evaluasi akhir tahun 2021 dimana masih diperlukan kegiatan tersebut pada waktu yang akan datang. Disamping itu juga sebagai pendorong peningkatan kinerja yang ada sehingga target yang direncanakan dapat tercapai pada Tahun 2023.


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 31 BAB III ANALISA MASALAH 3.1 Analisa Manajemen Strategis : Tapisan Isu Tabel 7 : Metode USG 1. Masih tingginya luasan kebakaran di wilayah Kabupaten Pulang Pisau 2. Rendahnya Indeks Kualitas Air di Kabupaten Pulang Pisau 3. Belum beroprasionalnya Laboraturium Lingkungan sebagai salah satu sumber PAD Kabupaten Pulang Pisau No Identifikasi Isu U S G Total Peringkat 1 Masih Tingginya luasan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Pulang Pisau 5 5 5 15 I 2 Rendahnya Indeks Kualitas Air Kabupaten Pulang Pisau 4 5 5 19 II 3 Belum beroprasionalnya Laboraturium Lingkungan sebagai salah satu sumber PAD Daerah 4 4 4 14 III Keterangan : U Urgency 5 = Sangat Mendesak/ Sangat Gawat/Sangat Cepat S Seriousness 4 = Mendesak/Gawat/Cepat G Growth 3 = Cukup Mendesak/Cukup Gawat/Cukup Cepat 2 = Kurang Mendesak/ Kurang Gawat/Kurang Cepat 1 = Tidak Mendesak/ Tidak Gawat/Tidak Cepat Hasil Analisis USG Isu Terpilih Adalah : Masih Tingginya luasan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Pulang Pisau


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 32 Analisi Fishbone Gambar 6 : Analisis Fishbone Gambar 5. Analisis Fishbone 3.2. Analisa Dampak Upaya Mitigasi dengan RPPEG adalah merupakan upaya untuk menurunkan kerentanan dan meningkatkan kapasitas untuk meminimalkan dampak risiko kebakaran hutan dan lahan pada wilayah kabupaten Pulang Pisau. Apabila kebakaran hutan dan lahan terus terjadi dan luasan lahan akibat kebakaran terus tinggi ini akan berdampak pada keberlanjutan ekosistem dan lingkungan (hilangnya sejumlah spesias endemik tanaman dan hewan, pemanasan global karena menurunya kemampuan hutan sebagai penyimpan karbon), menurunya indeks kualitas udara karena polusi asap yang mengakibatkan penurunan kualitas kesehatan lingkungan, peningkatan emisi Gas Rumah Kaca (GRK),menurunnya indeks kualitas tutupan lahan, kehilangan biodiversitas dan dampak kehilangan potensi ekonomi pada berbagai sektor produktif. Rumus Risiko Bencana : Risiko Bencana = Ancaman x Kerentanan


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 33 Kapasitas BAB IV STRATEGI PENYELESAIAN MASALAH 4.1. Terobosan/ Inovasi Setalah melihat faktor-faktor penyebab isu prioritas dan dampak apabila isu tersebut tidak diselesaikan, maka alternatif penyelesaian isu yang dapat dilakukan dalah sebagai berikut : 1. Adanya upaya corrective action (tindakan perbaikan) dalam pengelolaan ekosistem gambut melalui penyusunan Dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Kabupaten Pulang Pisau. 2. Kegiatan penyusunan RPPEG Kabupaten Pulang Pisau difasilitasi/pendanaanoleh NGO World Wide Fund For Natur (WWF). 3. Penyusunan RPPEG Kabupaten melalui kerjasama para pihak yaitu dengan KLHK RI, DLH Provinsi, Pemerintah Daerah, OPD Terkait, Dunia Usah serta LSM/NGO dan Masyarakat Tertentu. Dalam pelaksanaan rancangan aksi perubahan ini ada beberapa hal yang diadaptasi berdasarkan hasil studi lapangan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali dalam pembelajaran (lesson learn) untuk diadaptasi sebagai strategi guna peningkatan kinerja organisasi serta terwujudnya rancangan aksi perubahan ini, adapun lesson learn yang dapat diadaptasi yaitu : 1. Peran kepemimpinan yang mana Pemimpin memberikan ruang dan dukungan dan kesempatan terbuka untuk seluruh staf Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta UPTD Rumah Kreatif untuk selalu menelurkan ide/gagasan konstruktif sesuai dengan pengetahuan dan kemampuan masing-masing dengan komunikasi yang efektif 2. Menerapkan Jejaring Kinerja dalam semua pelaksaan program-program kegiatan organisasi sehingga capaian kegiatan lebih maksimal. 3. Hubungan Kelembagaan yang dimuat dalam regulasi sehingga adanya keselarasan dalam penyusunan dan pelaksanaan program kegiatan baik dari tingkat Provinsi, Kabupaten hingga, Desa serta LSM yang ada.


4.2Tahapan Kegiatan Tabel 8 : Tahapan Kegi No. Tujuan Kegiatan Output/ Sub Output I. Jangka Pendek 1. Tersedianya SK Tim Penyusun dan Pengkaji RPPEG Kabupaten Pulang Pisau • Melaksanakan koordinasi dengan mentor terkait rancana aktualisasi kegiatan • Melaksanakan koordinasi dengan stakeholders internal dan eksternal untuk tim penyusun dan tim pengkaji RPPEG Kabupaten Pulang Pisau • Arahan Mentor • SK Bupati Tentang Tim Penyusun dan Tim Pengkaji RPPEG Kabupaten Pulang Pisau


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 34 atan Jangka Pendek Waktu Stakeholder Juli 15- 29 Agt 1- 31 Sept 1-10 TW 4 2024 2025 1.Stakeholder Internal 2.Stakeholder Eksternal •Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kab. Pulang Pisau •Dinas Lingkungan Hidup Prov. Kalimantan Tengah •Bappedalitbang Kab. Pulang Pisau •BPBD Kab. Pulang Pisau •DPMPTSP Kab. Pulang Pisau •DPMD Kab. Pulang Pisau •Dinas Pertanian Kab. Pulang Pisau •Dinas Ketahanan Pangan Kab. Pulang Pisau •Dinas PUPR Kab. Pulang Pisau •Disperindagkop dan UMKM Kab. Pulang Pisau •Dinas Sosial Kab. Pulang Pisau •Kabag. Hukum Sekretariat Daerah Kab. Pulang Pisau •Kabag Perekonomian dan SDA Sekretariat Daerah Kab. Pulang Pisau •KPHP Unit XXXI Kahayan Hilir •KPHP XXXVII Kahayan Tengah •Taman Nasional Sebangau •World Wide For Nature (WWF) Kalimantan Tengah


No. Tujuan Kegiatan Output/ Sub Output 2 Draft RPPEG Kabupaten Pulang Pisau • Melaksanakan Lokakarya RPPEG Kab. Pulang Pisau • Koordinasi dengan mentor terkait rencana dan persiapan kegiatan • Koordinasi dengan stakeholder internal untuk persiapan dan pelaksanaan kegiatan • Penyampaian undangan kepada stakeholders Penyusunan draft Bab i-V RPPEG Kabupaten Pulang Pisau yang berisikan datadata spasial/non spasial yang telah dianalisis serta ulasan isu-isu strategis . Bukti : •undangan •Daftar Hadir Rapat •Notulen Rapat •Dokumentasi • Melaksanakan FGD Lokakarya RPPEG Kabupaten Pulang Pisau • Koordinasi dengan Mentor terkait rencana dan persiapan kegiatan FGD Lokakarya RPPEG Kab. Pulang Pisau • Koordinasi dengan stakeholder internal untuk persiapan dan pelaksanaan pada kegiatan FGD Lokakarya RPPEG Kab. Pulang Pisau serta menyiapkan undangan • Koordinasi dan penyampaian undangan kepada stakeholders Internal maupun Eksternal Penyampaian Draft Bab I-V RPPEG Kab. Pulang Pisau yang telah disusun pada kegiatan sebelumnya guna mendapatkan saran dan masukan Bukti : • Undangan • Daftar Hadir Rapat • Notulen Rapat • Draft Bab I-V RPPEG Kab. Pulang Pisau • Dokumentasi


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 35 Waktu Stakeholder Juli 15- 29 Agt 1- 31 Sept 1-10 TW 4 2024 2025 • Stakeholder Internal • Stakeholder Eksternal (Tim yang sudah ditetapkan pada SK bupati Pulang Pisau Tim Penyusun dan Pengkaji RPPEG Kabupaten Pulang Pisau) • Stakeholder Internal • Stakeholder Eksternal (Tim yang sudah ditetapkan pada SK bupati Pulang Pisau Tim Penyusun dan Pengkaji RPPEG Kabupaten Pulang Pisau)


b. Jangka Menengah Tabel 9 : Tahapan Kegia No. Tujuan Kegiatan Output/ Sub Output Juli 15- 29 A II. Jangka Menengah 1. Konsultasi Publik • Melaksanakan konsultasi Publik RPPEG Kabupaten Pulang Pisau guna mendapat saran dan masukan sebelum Draft Final RPPEG • Koordinasi dengan Mentor terkait rencana dan persiapan kegiatan Konsultasi Publik RPPEG Kab. Pulang Pisau • Koordinasi dengan stakeholder internal untuk persiapan dan pelaksanaan pada kegiatan Konsultasi Publik RPPEG Kab. Pulang Pisau serta menyiapkan undanga Draft Final RPPEG Bukti : • undangan yang ditanda tangani oleh Sekretaris Daerah Kab. Pulang Pisau • Daftar Hadir Rapat • Notulen Rapat • Draft Bab I-V RPPEG Kab. Pulang Pisau • Dokumentasi


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 36 atan Jangka Panjang Waktu Stakeholder Agt 1- 31 Sept 1-10 TW 4 2024 2025 • Stakeholder Internal • Stakeholder Eksternal (Tim yang sudah ditetapkan pada SK bupati Pulang Pisau Tim Penyusun dan Pengkaji RPPEG Kabupaten Pulang Pisau) • Camat Kahayan Hilir, Jabiren Raya, Maliku, Pandih Batu, Kahayan Kuala, Sebangau Kuala, Kayan Tengah, Banama Tingang • Polres Pulang Pisau • Kodim 101Kuala Kapuas • Pemerintah Desa Tumbang Nusa, Pilang, Jabiren, Garung • Australian Center For International Agricultur Risearch (ACIAR) • MPA Tumbang Nusa, Pilang, Buntoi • PT. BEST Group International, PT. Menteng Kencana Mas, PT CAA • LSM/NGO BWF, KPSHK, Yayasan Betang Borneo, Kemitraan • Wartawan/Media


No. Tujuan Kegiatan Output/ Sub Output Juli 15- 29 A 2. Validasi Ke Direktorat Jendral PPKL KLHK RI • Koordinasi dengan kepala Dinas Lingkungan Hidup terkait rencana dan persiapan kegiatan Validai draft final RPPEG Kab. Pulang Pisau Ke Direktorat Jendral PPKL KLHK RI • Koordinasi dengan stakeholder internal untuk persiapan dan surat permohonan pelaksanaan kegiatan validasi draft final RPPEG Kab. Pulang Pisau ke Ditjen PPKL KLHK RI yang ditanda tangani oleh Kadis LH Kab. Pulang Pisau • Penyampaian surat permohonan kegiatan validasi draft final RPPEG Kab. Pulang Pisau kepada Ditjen PPKL KLHK RI • Koordinasi dengan WWF Kalimantan Tengah untuk persiapan kegiatan validasi draft final RPPEG Kab. Pulang Pisau dan Draft final RPPEG Kab. Pulang Pisau yang telah divalidasi dan mendapat surat rekomendasi untuk penetapan Dokumen RPPEG oleh Bupati Pulang Pisau Bukti : •Laporan Hasil Kegiatan •Draft final RPPEG Kab. Pulang Pisau yang telah di validasi •Surat Rekomendasi dari Direktorat Jendral PPKL KLHK RI •Dokumentasi


RANCANGAN AKSI PERUBAHAN TAHUN 2023 BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN 37 Waktu Stakeholder Agt 1- 31 Sept 1-10 TW 4 2024 2025 • Stakeholder Internal • Stakeholder Eksternal (Tim yang sudah ditetapkan pada SK bupati Pulang Pisau Tim Penyusun dan Pengkaji RPPEG Kabupaten Pulang Pisau)


Click to View FlipBook Version