i
ii
KATA PENGANTAR
Segala puji penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang melimpahkan rahmat
dan hidayah-Nya, E-module materi sistem reproduksi manusia berbasis model pembelajaran
Problem Based Learning (PBL) dapat diselesaikan dengan baik. Terimakasih diucapkan
kepada dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan saran dalam penyusunan
E-module ini, pihak validator yang telah memberikan penilaian dan masukan yang sangat
berharga, para guru biologi dan siswa siswi SMAN 1 Gondanglegi, serta kepada seluruh
pihak yang telah berbagi ilmu, memberikan dukungan moral maupun materi yang tidak
dapat dirincikan satu persatu.
Pengembangan E-modul materi sistem ekskresi manusia berbasis model
pembelajaran PBL ini bertujuan agar para siswa kelas XI MIPA dapat mencapai tujuan
pembelajaran dengan efektif & efisien serta bertujuan untuk menghadirkan satu bahan ajar
yang terintegrasi dengan media interaktif yang dapat menambah dan memperkuat
pemahaman siswa terkait materi sistem reproduksi manusia. Kegiatan pembelajaran dalam
E-module ini mengacu pada sintaks model pembelajaran PBL yang dilengkapi dengan
indikator keterampilan berpikir kritis sehingga diharapkan dapat memberdayakan
keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran.
E-module ini masih belum sempurna, oleh karena itu untuk kedepannya diharapkan
akan terus konsisten dilakukan upaya dan inovasi agar pembuatan E-module selanjutnya
bisa lebih baik lagi. Semoga adanya E-module ini dapat berkontribusi untuk kemajuan
pendidikan di Indonesia
Malang, Mareti 2022
iii
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI .............................................................................................................................................. iv
DAFTAR GAMBAR .................................................................................................................................... v
DAFTAR TABEL ........................................................................................................................................ v
GLOSARIUM ........................................................................................................................................... vi
PENDAHULUAN ....................................................................................................................................... 1
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 .................................................................................................................. 9
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 ................................................................................................................ 22
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 ................................................................................................................ 39
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................. 49
iv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Testis dan Tubulus seminiferus, potongan melintang Sumber: Mescher, 2012 .................. 11
Gambar 2 Sistem Reproduksi Laki-laki Sumber: Sherwood, 2013 ........................................................ 13
Gambar 3 Spermatogenesis Sumber: Mescher, 2012 .......................................................................... 16
Gambar 4 Pelvis dalam Potongan Sagital Sumber: Sherwood, 2013 .................................................... 24
Gambar 5 Pandangan Posterior Organ Reproduksi dan Perineal Genitalia ......................................... 25
DAFTAR TABEL
Tabel 1 KD & IPK Sistem Reproduksi Manusia ........................................................................................ 1
Tabel 2 Deskripsi Umum E-module ......................................................................................................... 4
Tabel 3 Deskripsi Komponen Pendukung E-module ............................................................................... 4
Tabel 4 Indikator Keterampilan Berpikir Kritis ........................................................................................ 5
Tabel 5 Sintaks Model Pembelajara PBL ................................................................................................. 6
v
GLOSARIUM
Akrosom: Ujung kepala sperma dengan majora dan saluan bermuara ke bagian
selubung tebal yang mengandung samping labia minora
berbagai enzim yang berfungsi untuk Kelenjar Cowper: Kelenjar yang saluranya
menembus pelindung ovum (sel telur) langsung menuju uretra yang
menghasilkan getah bersifat alkali (basa)
Alantois: Saluran pencernaan dan
penyerapan makanan dari mulut ke anus Labia Minora: Bibir vagina bagian dalam
pada embrio yang lebih tipis
Amnion: Kantong yang berisi cairan
Labia Majora: Zat-zat yang dapat
amnion tempat embrio tumbuh dan menyebabkan terjadinya fenomena
berkembang sehingga janin terlindungi diuresis
dari pengaruh luar
Menstruasi: Pendarahan secara periodic
Epididimis: Sebuah saluran di dalam
dan siklik dari uterus pada saat ovum
skrotum yang menempel pada bagian (oosit sekunder) hasil oogenesis tidak
belakang testis yang berfungsi
dibuahi
mengangkut dan menyimpan sperma yang
diproduksi oleh testis Oogenesis: Proses pembentukan ovum
Endometrium: Lapisan yang membatasi
Oogonium: Sel telur yang terdapat pada
rongga pada uterus yang menghasilkan ovarium
banyak lendir dan pembuluh darah
Oosit primer: Sel yang dihasilkan oleh
Fertilisasi: Penyatuan gamet jantan atau
oogonium yang memperbanyak diri
sperma dengan gamet betina atau sel
dengan cara mitosis.
telur
Oosit sekunder: Hasil pembelahan oosit
Folikel: Jaringan pembungkus ovum dan
primer secara meiosis
cairannya
Ovarium: organ reproduksi dalam Wanita
Folikel de Graaf: Folikel matang (folikel
yang berfungsi mengahasilkan ovum
tersier) yang dapat melakukan ovulasi.
Oviduk: Saluran yang menghubungkan
Hormon: Zat kimia dalam bentuk senyawa
ovarium dengan uterus yang merupakan
organic yang dihasilkan oleh kelenjar saluran untuk jalannya sel telur
endokrin
Ovulasi: Keluarnya sel telur yang sudah
Implantasi: Penanaman ovum yang matang dari ovarium
difertilisasi pad dindin uterus
Penis: Organ reproduksi luar pada laki-laki
Kelenjar Bartholin: Sepanjang kelenjar di
sebelah dalam bagian posterior labia
vi
Plasenta: organ nutrisi bagi embrio yang Spermatogenesis: Proses pembentukan
tebnetuk dari korion dengan jaringan sperma atau spermatozoa di dalam testis
endometrium uterus
Spermatosit: Sel hasil pembelahan mitosis
Progesteron: Hormon yang dilepaskna dari spermatogonium
lewat korpus luteum Testis: Alat untuk memproduksi sperma
dan hormone tetosteron
Pubertas: Suatu masa di mana seorang
laki-laki ataupun perempuan mengalami Tali pusar: tali jaringan yang
perubahan fisik yang mencolok karena menghubungkan embrio dan plasenta
telah mulai berfungsinya organ-organ
reproduksi, biasanya terjadi pada usia Uretra: Saluran akhir reproduksi yang
remaja terdapat di dalam penis yang berfungsi
sebagai saluran kelamin dan saluran urin
Saluran ejakulasi: Saluran pendek yang
menghubungkan kantung semen dengan Uterus: Rongga pertemuan oviduk kanan
uretra (saluran kemih) dan oviduk kiri yang merupakan tempat
perkembangan zigot apabila terjadi
Sel leydig: Sel yang berfungsi pembuahan
menghasilkan hormone testosterone
Vagina: Saluran akhir dari organ
Sel Sertoli: Sel yang berfungsi reproduksi pada Wanita yang akan
menyediakan sumber makanan bagi berakhir pada vulva (alat kopulasi Wanita)
sperma
Vas deferens: saluran lurus yang
Semen: Cairan yang mengandung sprema merupakan lanjutan epididymis pada
yang disekresikan dari testis dan kelenjar organ reproduksi laki-laki
kelamin lainnya yang mengandung
sperma Vesikula seminalis: kelenjar berlekuk-
lekuk terletak di belakang kantung kemih
Serviks: leher atau mulut sempit pada yang menghasilkan makanan bagi sperma
suatu organ, pada sistem reproduksi
berarti leher uterus di atas vagina Zona pelucida: Lapisan bening dan tebal
yang menyelubungi membrane plasma
Skrotum: kantong yang berada diluar ovum
tubuh tempat testis berada
vii
PENDAHULUAN
1. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
Penyususuan materi sistem ekskresi pada E-module ini telah mengacu pada KD & IPK
yang sesuai degan kurikulum 2013 yang belaku untuk siswa kelas XI SMA semester genap.
Berikut Tabel 1 rincian KD, IPK, serta pembahasan dalam E-module.
Tabel 1 KD & IPK Sistem Reproduksi Manusia
Indikator Pencapaian Pembahasan dalam
Kompetensi Dasar
Kompetensi E-module
3.11 Menganalisis hubungan 3.11.1 Mengidentifikasi struktur Kegiatan Pembelajaran 1
struktur jaringan penyusun organ jaringan penyusun organ reproduksi
reproduksi dengan fungsinya laki-laki
dalam system reproduksi
manusia.
3.11.2 Menunjukkan hubungan Kegiatan Pembelajaran 1
antara struktur jaringan penyusun
organ reproduksi laki-laki dengan
fungsi (bioproses) didalamnya
3.11.3 Mengidentifikasi struktur Kegiatan Pembelajaran 2
jaringan penyususn organ reproduksi
Wanita
3.11.4 Mengkorelasikan hubungan Kegiatan Pembelajaran 2
struktur jaringan penyusun organ
dalam reproduksi Wanita dengan
fungsi (bioproses) didalamnya
3.11.5 Menganalisis gangguan Kegiatan Pembelajaran 3
/kelainan yang dapat menyerang
organ reproduksi pada laki” dan
Wanita dengan berbagai teknologi
penyembuhan
4.11 Menyajikan hasil analisis 4.11.1 Melakukan analisis kritis Kegiatan menganalisis kritis
tentang dampak pergaulan artikel/jurnal ilmiah tentang dampak artikel/jurnal ilmiah yang
bebas, penyakit dan kelainan pergaulan bebas, penyakit, dan terkait
pada struktur dan fungsi organ kelainan pada struktur dan fungsi
yang menyebabkan gangguan organ yang menyababkan gangguan
system reproduksi manusia serta sistem reproduksi manusia serta
teknologi system reproduksi teknologi pengobatan atau
penyembuhannya
4.11.2 Membuat mindmap hasil
analisis kritis artikel/jurnal ilmiah
tentang dampak pergaulan bebas,
penyakit, dan kelainan pada struktur
dan fungsi organ yang menyababkan
gangguan sistem reproduksi manusia
1
serta teknologi pengobatan atau
penyembuhannya
4.11.3 Menyajikan hasil analisis kritis
artikel/jurnal ilmiah tentang
pengaruh pergaulan bebas, penyakit
dan kelainan terhadap gangguan
pada struktur dan fungsi organ
sistem reproduksi manusia serta
teknologi pengobatan atau
penyembuhannya
2
2. Peta Materi Sistem Reproduksi Manusia
SISTEM REPRODUKSI PADA
MANUSIA
PRIA WANITA GANGGUAN DAN KELAINAN
SERTA TEKNLOGI SISTEM
REPRODUKSI
ORGAN REPRODUKSI ORGAN REPRODUKSI
HORMON REPRODUKSI HORMON REPRODUKSI
KELENJAR REPRODUKSI OOGENESIS
SPERMATOGENESIS MENSTRUASI
FERTILISASI, KEHAMILAN, DAN
KELAHIRAN
3
3. Deskripsi Umum E-Module
Berikut ini adalah deskripsi umum E-module Ssitem Ekskresi yang akan dimuat dalam
table 2.
Tabel 2 Deskripsi Umum E-module
Materi E-module : Sistem Reprosuksi Manusia
Ruang Lingkup: : Organ penyusun system reproduksi laki-laki maupun Wanita, hormone
kelamin, pembentukan sel kelamin, kehamilan dan persalinan, gangguan
system reproduksi, teknologi reproduksi dan metode kontrasepsi.
Muatan dan Hasil yang : 1. E-modul ini memuat 7 indikator keterampilan berpikir kritis menurut Ennis
diharapkan: (2015) yang disusun berbasis model pembelajaran PBL sehingga selain
siswa dapat menguasai materi dengan baik, siswa juga dapat
memberdayakan keterampilan berpikir kritisnya yang sangat diperlukan
dalam kehidupan
2. Gambar dan video-video pembelajaran interaktif yang ada dalam E-modul
ini dapat dilihat langsung
Alokasi Waktu: : 4 kali pertemuan (menyesuaikan situasi & kondisi pembelajaran di sekolah)
E-modul ini memuat beberapa komponen pendukung berupa lembar kerja dan
beberapa macam soal yang digunakan baik di setiap kegiatan pembelajaran ataupun di akhir
KD. Beberapa komponen pendukung tersebut akan dijelaskan lebih rinci pada Tabel 3
sebagai berikut.
Tabel 3 Deskripsi Komponen Pendukung E-module
Komponen Penjelasan Tipe penilaian Cara Penilaian
Pendukung
Lembar kerja Tersedia untuk setiap Penilaian kognitif Mengacu pada kunci jawaban
bebasis PBL kegiatan pembelajaran dan lemba kerja di dalam RPP
digunakan di setiap Penilaian keterampilan Mengacu pada rubrik penilaian
pertemuan berfikir kritis keterampilan berpikir kritis
Ennis (2015)
Soal Latihan Tersedia untuk setiap Penilaian kognitif Mengacu pada kunci jawaban
kegiatan pembelajaran dan soal Latihan di dalam RPP
digunakan setelah
pertemuan berakhir
Tes Evaluasi Tes Evaluasi dilakukan Penilaian kognitif (soal Mengacu pada kunci jawaban
setelah pembelajaran 1 KD pilihan ganda) di dalam file daftar soal tes
berakhir evaluasi (soal pilihan ganda)
Penialaian Mengacu pada kunci jawaban
keterampilan berfikir di dalam file daftar soal tes
kritis (soal uraian) evaluasi (soal uraian)
4
4. Deskripsi Keterampilan Berfikir Kritis
Keterampilan berfikir kritis merupakan keterampilan yang bersifat reflektif, yakin
akan apa yang dipahami dan dikerjakan, mampu menunjukkan analisis seseorang secara
menyeluruh dan mempertimbangkan berbagai pandangan sebelum mengambil
keputusan. E-modul ini dibuat sebagai bahan ajar dengan indikator keterampilan berfikir
kritis yang ditemukan oleh Ennis tahun 2015 dalam Tabel 4 sebagai berikut.
Tabel 4 Indikator Keterampilan Berpikir Kritis
Indikator Utama
Muncul dalam E-
Keterampilan Sub-sub Indikator Penjelasan/Penjabaran/Perincian
modul pada
Berfikir Kritis
Fokus pada sebuah Siswa dapat untuk merumuskan sebuah Setiap kegiatan
pertanyaan pertanyaan pembelajaran pada
1. Basic Bertanya & menjawab Siswa dapat mengajukan pertanyaan/ menjawab tahapan PBL pertama
Clarification pertanyaanpertanyaan pertanyaan yang menggunakan kalimat tanya (Orient Student to
(Klarifikasi klarifikasi klarifikasi, yaitu sebuah kalimat tanya untuk the Problem) dan
Dasar) menegaskan/ memperjelas sesuatu hal yang telah tahapan kedua
diketahui sebelumnya (Organize Student
for Study)
Mengobservasi & Siswa dapat melakukan observasi/ pengamatan Setiap kegiatan
mempertimbangkan berupa eksplorasi informasi dari sumber-sumber pembelajaran pada
hasil laporan valid, akurat, dan terpecaya, termasuk juga tahapan PBL ketiga
2. Bases for observasi mempertimbangkan laporan hasil observasi yang (Assist Independent
Inferernce terkait and Group
(Dasar untuk Menggunakan Siswa dapat menilai suatu kesimpulan yang Menggunakan
Inferensi) Investigation) diambil sebelumnya apakah tepat/ tidak serta Investigation)
pengetahuan yang mengelaborasikannya dengan pengetahuan
telah diketahui terkait yang telah ia ketahui di dalam jawaban
yang diberikan
Mendeduksi & Siswa dapat melakukan pemahaman deduksi, Setiap kegiatan
mempertimbangkan yaitu mengkaitkan teori yang terkait dengan hasil pembelajaran pada
hasil deduksi observasi kasus yang ada sehingga didapatkan tahapan PBL
kesimpulan yang logis, pasti benar secara keempat (Develop
universal, namun spesifik & terperinci untuk kasus and Present Artifacts
3. Inference tertentu and Exhibits)
(Melakukan Membuat dan Siswa dapat melakukan pemahaman induksi, yaitu
inferensi) mempertimbangkan mengobservasi kasus/ fenomena tertentu
hasil inferensi & kemudian mengaitkannya dengan teori yang
argumen induktif terkait sehingga didapatkan kesimpulan
berdasarkan hasil observasi yang lebih general
dan bersifat tidak pasti benar atau hanya benar
pada suatu kondisi tertentu
Mengartikan Siswa dapat mengartikan istilah asing/yang tidak Setiap kegiatan
4. Advanced
istilahistilah dikenal dari proses eksplorasi informasi saat pembelajaran pada
Clarifications
& menilai suatu belajar maupun menilai suatu definisi yang telah tahapan PBL
(Klarifikasi lebih definisi disusun, apakah sudah tepat atau belum keempat
lanjut)
berdasarkan apa yang telah diketahuinya (Develop and Present
5
Artifacts and
Exhibits)
5. Deskripsi Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
Model pembelajaran PBL merupakan model pembelajaran yang mendorong
pengebangan keterampilan belajar jangka panjang dengan menggunakan permasalahan
di dunia nyata sebagai bahan ajarnya. Model pembelajaran ini dapat memberikan
pengalaman belajar dengan melakukan proses penyelidikan atau pengumpulan data
untuk menyusun sebuah jawaban atau solusi yang digunakan untuk menyelesaikan
permasalahan yang ditemukan. Menururt Arends (2012) PBL memiliki beberapa tahapan
di dalam pembelajaran yang akan dijelaskan lebih rinci dalam Tabel 5 sebagai berikut.
Tabel 5 Sintaks Model Pembelajara PBL
No. Tahapan (Sintaks) Kegiatan Siswa
1. Orient Student to the Siswa menganalisis dan mendefinisikan
Problem (Orientasi permasalahan yang sebenarnya. Mencari fokus
Permasalhan kepada permasalahan dengan kata kunci dan
Siswa) menganalisisnya dari berbagai perspektif dapat
memudahkan siswa dalam menemukan solusi
yang
ingin dicari
2. Organize Student for Study Siswa melakukan identifikasi subtopik
(Pengorganisasian Siswa permasalahan yang ditemui dan menuliskan
untuk Belajar) pengetahuan-pengetahuan/ informasi apa saja
yang anda perlukan nantinya dalam proses
pemecahan masalah
3. Assist Independent and Siswa melakukan eksplorasi berbagai macam
Group Investigation sumber informasi yang valid, relevan, dan
(Pendampingan Investigasi terpercaya. Sumber informasi yang anda peroleh
Mandiri atau Grup) akan mendukung proses anda dalam memecahkan
masalah.
4. Develop and Present Siswa menyusun solusi permasalahan yang telah
6
Artifacts and Exhibits didefinisikan dengan mempertimbangkan sumber-
(Pengembangan dan sumber informasi valid yang telah diperoleh. Siswa
Penyajian Hasil Karya) juga bisa mengaitkan solusi anda dengan
pengetahuan-pengetahuan yang telah anda
peroleh sebelumnya dan diharapkan siswa dapat
membuat sebuah mindmap sebagai “hasil karya”
tahapan ini. Jika dirasa semua telah siap, anda
dapat mempresentasikan mindmap anda di depan
teman-teman anda dalam proses diskusi
5. Analyze and Evaluate the Siswa mengevaluasi solusi yang telah didapatkan
Problem-Solving Process dan proses yang telah dilakukan. Hasil diskusi saat
(Analisis dan Evaluasi mempresentasikan solusi yang ada telah buat bisa
Proses Pemecahan menjadi salah satu pertimbangan dalam
Masalah) melakukan evaluasi
(Sumber: Arends, 2012)
7
6. Petunjuk Umum Penggunaan E-Module
Petunjuk Umum Penggunaan E-Module
1. Sebelum belajar, silahkan untuk berdoa sesuai kepercayaan masing-masing dan
mempersiapkan diri terlebih dahulu.
2. E-modul dapat diakses dengan menuliskan HTML atau link E-modul di Browser yang
ada di laptop atau smartphone anda.
3. Baca dan pahami seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran dalam E-modul denga
cermat.
4. Ikuti langkah-langkah belajar pada lembar kerja dengan runtut sesuai intruksi yang
diberikan.
5. Untuk lebih menunjang proses belajar, kalian dapat menggunakan koneksi internet.
6. Setelah memahami materi dan belajar dengan mengerjakan lembar kerja dengan
baik, silahkan melanjutkan dengan mengerjakan soal-soal kuis latihan. Anda dapat
mengerjakan soal-soal kuis tersebut dengan meng-klik link Kuis Latihan yang
langsung akan mengarahkan anda ke halaman soal kuis (Google Form). Pastikan
untuk mengikuti dengan baik intruksi pengerjaan pada Google Form soal kuis latihan.
7. Apabila dalam penggunaan E-modul ini anda mengalami kendala atau kesulitan
silahkan untuk bertanya kepada guru yang mengajar anda.
8
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini, diharapkan kalian dapat untuk:
1. Mengidentifikasi struktur jaringan penyusun pada organ reproduksi laki-laki serta melatih kemampuan
berpikir kritis dalam mengartikan istilah dan menilai suatu definisi melalui kegiatan mengamati gambar,
diskusi, dan kajian literatur yang relevan dengan benar dan tepat.
2. Menunjukkan hubungan antara struktur jaringan pada organ reproduksi laki-laki dengan fungsinya serta
melatih keterampilan berpikir kritis dalam focus pada pertanyaan serta bertanya dan menjawab pertanyaan
klarifikasi melalui kegiatan mengamati gambar, diskusi, dan kajian literatur dengan benar dan tepat.
ORIENT STUDENT TO THE PROBLEM
Baca dan cermatilah artikel berikut ini!
https://lifestyle.okezone.com/read/2019/02/23/481/2021866/pria-yang-tidak-disunat-
berisiko-tinggi-kanker-penis-ini-faktanya
Setelah mencermati cuplikan artikel tersebut, coba jawab secara kelompok beberapa
pertanyaan berikut sebagai bekal kalian untuk melangkah ke tahapan selanjutnya!
1. (Merumuskan pertanyaan dan menyajukan pernyaan klarifikasi) Buatlah 2 pertanyaan yang
berhubungan dengan isi artikel tersebut dan salah satunya merupakan pertanyaan klarifikasi!
Pastikan pertanyaan yang kalian buat berkaitan dengan materi sistem reproduksi manusia
yang akan dibahas pada kegiatan belajar ini.
2. (Menjawab pertanyaan) Setelah membaca dan melihat artikel tersebut, apakah benar jika
tidak disunat dapat meningkatkan resiko kanker penis dan penis tidak dapat maksimal
melakukan fungsinya sebagai organ sistem reproduksi? Pastikan untuk menyertakan alasan
yang kuat untuk mendukung jawaban kalian!
9
PENDAHULUAN
Semua makhluk hidup dapat bereproduksi untuk melestarikan jenisnya, termasuk
juga pada manusia. Manusia bereproduksi melalui kelahiran anak-anaknya. System
reproduksi manusia diperlukan untuk bereproduksi. Pada kegiatan pembelajaran pertama
ini kita akan membahas organ penyusun system reproduksi, hormone kelamin, dan
pembentukan sel kelamin pada laki-laki. Untuk itu mari kita simak bersama ya!
URAIAN MATERI
A. Organ Reproduksi Laki-laki
Organ reproduksi laki-laki meliputi testis, skrotum, TAHUKAH KAMU?
saluran pengeluaran, kelenjar asesori, dan juga penis Dalam tubulus
seminiferous, sperma
1. Testis
dihasilkan dengan laju
Testis merupakan sepasang organ lunak yang sekitar 2x10 per hari
8
pada pria dewasa
bebentuk oval dengan ukuran Panjang 4-5cm dan
berdiameter 2,5cm. Pada setiap testi dilapisi oleh
kapsul jaringan ikat yang merentang ke arah dalam
yang disebut tunika albuginea. Tunika ini akan membentuk sekitar 250 lobulus. Di
dalam lobulus terdapat Tubulus Seminiferus yang dikelilingi jaringan ikat longgar
yang banyak mengandung pembuluh darah limfe, saraf dan sel intertisial atau sel
leydig yang menyekresikan testosteron.
Tubulus seminiferus dilapisi oleh suatu epitel berlapis khusus dan kompleks
yang disebut epitel germinal atau epitel seminiferus. Epitel tubulus seminiferus
terdiri atas dua jenis sel: sel penyokong atau sustentakular (sel Sertoli) dan sel-sel
proliferatif dari garis keturunan spermatogenik. Sel-sel turunan spermatogenik
membentuk empat sampai delapan lapisan konsentris sel dan fungsinya adalah
menghasilkan sel yang menjadi sperma.
10
Gambar 0.1 Testis dan Tubulus seminiferus, potongan melintang
Sumber: Mescher, 2012
2. Skrotum
Skrotum merupakan kantong longgar yang terdiri atas kulit, fasia (selaput
pembungkus otot), dan otot polos yang membungkus testis diluar tubuh. Skrotum
berjumlah satu pasang yang dipisahkan oleh septum internal. Pada setiap skrotum
berisi satu testis. Pada fasia skrotum terdapat otot dartos yang dapat berkontraksi
membentuk kerutan, yang mana kerutan ini merupakan respon terhadap udara
dingin dan rangsangan seksual. Pada skrotum juga terdapat otot kremaster yang
memiliki fungsi sebagai pengatur suhu lingkungan testis beberapa derajat lebih
rendah dari suhu tubuh.
3. Saluran reproduksi
Saluran reproduksi ini meliputi epididymis, saluran vas deferens, saluran ejakulasi
dan uretra.
a. Epididimis merupakan saluran berliku yang memiliki Panjang 4-6m. saluran ini
terletak di sepanjang sisi belakang testis yang berfungsi menyimpan sperma
hingga menjadi dewasa, motil, dan fertile.
11
b. Saluran vas deferens merupakan saluran lurus kelanjutan dari epididymis yang
meninggalkan skrotum hingga mencapai rongga perut melalui kanalis inguinalis
menuju ke kantong semen (vesikula semnalis).
c. Saluran ejakulasi (ductus ejakulatorius), salluran pendek berukuran sekitar 2cm
yang menerima sperma dari vas deferens dan menyalurkan sekresi vesikula
seminalis.
d. Utretra, merupakan saluran kelamin dari kantong semen (vesikula seminalis) dan
saluran pembuangan urine dari kandung kemih hingga ke ujung penis
4. Kelenjar asesori
Kelenjar asesori ini meliputi vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar cowper
a. Vesikula seminalis merupakan sepasang kantong berkelok yang bermuara ke
dalam ductus ejakulatorius. Vesikulaseminalis ini memiliki panjang sekitar 5cm
serta menghasilkan cairan kental yang bersifat basa. Cairan ini kaya akan fruktosa
untuk nutrisi dan melinddungi sperma
b. Kelenjar prostat, kelenjar ini terletak dibawah kandung kemih menyelubingi
uretra bagian atas serta menghasilkan cairan basa menyerupai susu yang akan
meningkatkan motilitas sperma pada pH optimum yaitu 6,0-6,5.
c. Kelenjar Cowper, merupakan kelenjar kecil dengan ukuran dan bentuk seperti
kacang polong yang bermuara ke dalam uretra di penis. Kelenjar ini
menghasilkan cairan yang bersifat basa yang mengandung mukus (lendir) yang
berfungsi sebagai pelumas.
5. Penis
Penis terdiri dari tiga bagian, yaitu akar, badan dan glans penis. Penis memiliki fungsi
sebagai organ kopulasi serta pengeluaran urin dan semen. Penis memiliki kulit yang
tipis dan tidak berambut, kecuali dibagian dekat akar organ.
- Badan penis terdiri atas tiga massa jaringan erektil silindris yang berongga dan
banyak mengandung pembuluh darah yaitu dua korpus kavernosum dan satu
korpus spongiosum yang membungkus uretra.
12
- Pada glans penis mengandung banyak ujung saraf sensoris. Glans penis ini
tertutup oleh lipatan kulit longgar prepusium (kulup), kecuali jika diangkat
melalui sirkumsisi (khitan).
- Titik kulminasi aksi seksual laki-laki ditandai dengan ejakulasi (penyemprotan
semen). Cairan semen berwarna abu-abu kekuningan dan memiliki pH 6,8-8,8.
Volume cairan semen yang dikeluarkan saat ejakulasi sekitar rerata 3mL yang
terdiri dari 90% air dan 50-120 juta sperma/mL. setelah ejakulasi, sperma dapat
bertahan hidup sekitar 24-72 jam dalam saluran reproduksi wanita.
Gambar 0.2 Sistem Reproduksi Laki-laki
Sumber: Sherwood, 2013
13
B. Hormon Kelamin Laki-laki
Hormone kelamin pada laki-laki diproduksi oleh testis, hiposifisis dan hipotalamus.
1. Hormon testiskular
a. Testosteron, memiliki beberapa fungsi yaitu:
(1) Pada saat janin, berfungsi untuk diferensiasi saluran kelamin internal dan
genitalia luar, serta menstimulasi penurunan testis ke dalam skrotum.
(2) Saat seseorang mencapai usia pubertas, testosterone berfungsi sebagai
hormone pertumbuhan, perkembangan dan pemeliharaan ciri-ciri seks
sekunder, seperti perkembangan organ genitalia; pendistribusian rambut
sebagai ciri khas laki-laki; pembesaran laring; penebalan pita suara;
meningkatkan ketebalan dna teksttur kulit; menigkatkan aktivitas kelenjar
keringat dan sebasea; serta meningkatkan massa otot, tulang, laju
metabolisme, jumlah sel darah merah, dan kapasitas peningkatan oksigen.
b. Androstenedione, berfungsi sebagai prekusor untuk hormone esterogen pada
laki-laki.
c. Dihidrotestosteron (DHT), berfungsi untuk pertumbuhan prenatal dan
diferensiasi genitalia laki-laki.
d. Inhibin dan protein pengikat androgen, dihasilkan oleh sel Sertoli dan memiliki
fungsi untuk merespon sekresi FSH.
2. Hormon hipofisis
a. FSH (follicle stimulating hormone), memiliki reseptor pada tubulus sminiferus
yang berperan dalam spermatogenesis
b. LH (luteinizing hormone) atau ICSH (Intertisial cell stimulating hormone),
memiliki reseptor pada sel intertisial yang memliki fungsi untuk merangsang sel
intertisial di dalam testis untuk berkembang dan menyekresikan testosterone.
3. Hormone hipotalamus, yaitu GnRH (Gonadotropin releasing hormone), memiliki
fungsi merangsang kelenjar hipofisis untuk mengeluarkan LH dan FSH serta
mengatur mekanisme umpan balik negative dalam sintesis dan sekresi testosterone.
Jika kadar testosterone menurun maka produksi GnRH menigkat. Perkembangan
pubertas dipicu oleh peningkatan sekresi GnRH.
14
C. Spermatogenesis
Gametogenesis pada laki-laki disebut dengan spermatogenesis. Proses ini terjadi di
tubulus seminiferus di dalam testis. Spermatogenesis memerlukan waktu sekitar 74
hari. Berikut adalah tahapan spermatogenesis.
1. Mitosis
Spermatogonium berkromosom diploid (2n) yang terletak berdekatan dengan
membrane basalis tubulus seminiferus berpoliferasi melalui pembelahan secara
motisis dan berdeferensiasi menjadi spermatosit primer (2n).
2. Meiosis
Pada tahap ini setiap spermatosit primer (2n) akan membembelah dan membentuk
dua spermatosit sekunder (n). dua spermatosit sekunder membelah kembali pada
meiosis II menjadi empat spermatid (n).
3. Spermiogenesis
Setiap spermatid akan mengalami maturase (pematangan) menjadi sperma
berkromosom haploid.
4. Spermiasi
Pada tahap ini merupakan tahap pelepasan sperma yang sudah dewasa ke lumen
tubulus seminiferus menuju tubulus rekti, rete testis, dan ductus eferen. Sperma
selanjutnya akan disalurkan ke epididymis. Pergerakan sperma disebabkan oleh
kontraksi peristaltic otot saluran.
15
Gambar 0.3 Spermatogenesis
Sumber: Mescher, 2012
RANGKUMAN
1. Organ reproduksi laki-laki meliputi testis, skrotum, saluran pengeluaran, kelenjar
asesori, dan juga penis
2. Hormone kelamin pada laki-laki diproduksi oleh testis yaitu; testosterone;
androstenedione, hiposifisis yaitu; FSH dan LH, dan hipotalamus yaitu; GnRH.
3. Spermatogenesis terjadi di tubulus seminiferus di dalam testis dan terdapat empat
tahap yaitu; Mitosis, Meiosis, Spermiogenesis, dan spermiasi.
16
LEMBAR KERJA
Lembar Kerja yang ada di setiap Kegiatan Pembelajaran dalam E-modul ini telah
disusun dengan mengacu pada sintaks model pembelajaran PBL dan 7 indikator
keterampilan berpikir kritis Ennis (2015). Dengan siswa menggunakan E-modul dan
mengerjakan lembar kerja di setiap kegiatan pembelajarannya, diharapkan keterampilan
berpikir kritis siswa dapat terlatih di setiap pertemuan pembelajaran melalui model
pembelajaran PBL. Jangan lupa untuk memperhatikan petunjuk pengerjaan yang ada di
setiap lembar kerja.
PETUNJUK PENGERJAAN
1. Pengerjaan lembar kerja merupakan lanjutan dari pembelajaran menggunakan E-modul
ini.
2. Saat pembelajaran di kelas, guru akan membagi seluruh siswa ke dalam 5 kelompok.
3. Hasil lembar kerja ini adalah sebuah mindmap. Buatlah mindmap dengan rapi, informatif,
dan kreatif. Kalian dapat mengacu pada contoh mindmap yang telah disediakan.
4. Terdapat petunjuk di setiap tahapan pembelajaran dalam lembar kerja ini. Cermati dan
ikuti petunjuk pengerjaan tersebut!
ORGANIZE STUDENT TO STUDY
Setiap kelompok diharapkan dapat mencari informasi mengenai struktur penyusun alat
reproduksi pria sesuai dengan pembagiannya masing-masing. Kalian bisa menggunakan
rujukan artikel, jurnal, E-modul, atau sumber literatur yang tersedia di Internet.
17
10
No. Bagian Penjelasan (Apabila mengandung fungsi/peran tertentu wajib
disebutkan!)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
ASSIST INDEPENDENT OR GROUP INVESTIGATION
Untuk memandu kalian belajar dan membantu kalian dalam memfokuskan pengumpulan
data terkait masalah yang telah disajikan, selidikilah beberapa hal berikut ini secara
berkelompok!
(Mengobservasi serta mempertimbangkan hasil laporan observasi & Menggunakan
pengetahuan yang diketahui)
1. Apa itu kanker penis? Jelaskan dan kaitkan dengan organ reproduksi yang terganggu!
2. Apa penyebabnya kanker penis ini dapat terjadi?
18
3. Bagaimana gejala yang ditunjukkan oleh seseorang yang terkena kanker penis?
4. Bagaimana cara mencegah dan mengobati penyakit kanker penis?
DEVELOP AND PRESENT ARTIFACTS AND EXHIBITS
Setelah menjawab permasalahan, rumuskan solusi yang logis dan relevan untuk mengatasi
atau mencegah penyakit kanker penis (minimal 3 gagasan solusi)
Dari gagasan solusi yang kalian tawarkan, pilihlah salah satu solusi yang menurutkalian yang
paling efektif! Berilah argumen serta sumber pendukung mengapa kalian memilih solusi
tersebut!
Informasi yang kalian peroleh dari tahapan sebelumnya maupun dari proses kalian
belajar menggunakan E-modul ini dapat kalian gunakan dalam menyusun mindmap.
Susunlah mindmap secara kelompok dengan rapi, informatif, dan kreatif dengan mengacu
pada contoh berikut ini.
https://bit.ly/3wfYbUm
(Mendeduksi/ menginduksi dan mempertimbangkan hasilnya)
Selama proses kalian belajar maupun menyusun mindmap, pasti kalian menemukan
beberapa istilah-istilah baru yang berkaitan dengan sistem reproduksi manusia. Tuliskan
istilah-istilah tersebut beserta penjelasannya di dalam mindmap kalian. Berikan tanda
khusus pada istilah dan penjelasan yang telah kalian tuliskan!
(Mengartikan istilah-istilah dan menilai suatu definisi)
Setelah mindmap selesai, jangan lupa untuk mempresentasikannya di depan teman-
teman kalian. Kalian juga dapat saling bertukar informasi maupun memberikan tambahan/
sanggahan dalam proses presentasi tersebut.
19
ANALYZE AND EVALUATE THE PROBLEM-SOLVING PROCESS
Setelah kalian merumuskan solusi dan memilih solusi yang menurutkalian efektif, analisis
dan evaluasi lah solusi kalian dengan menjawab pertanyaan berikut ini!
1. Apa saja hal yang perlu kalian lakukan untuk merealisasikan solusi tersebut? Jelaskan!
2. Apakah solusi yang kalian berikan sudah sesuai dengan permasalahan yang ada? Jelaskan!
3. Apakah solusi kalian sudah tepat dan memungkinkan untuk diterapkan? Jelaskan!
SOAL LATIHAN
Klik link berikut untuk mengerjakan Soal Latihan Kegiatan Pembelajaran 1!
https://forms.gle/Mb1oAvxCASJajwxYA
Kalian dapat mencocokkan jawaban kalian dengan kunci jawaban yang ada pada
bagian akhir E-module ini setelah selesai mengerjakannya. Cobalah untuk menilai jawaban
anda sendiri dengan jujur. Gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
kalian terhadap materi pada kegiatan pembelajaran ini!
Rumus Nilai Konversi Tingkat Penguasaan Materi
90-100% Sangat Baik
80-89% Baik
70-79% Cukup
Kurang dari 70% Kurang
Apabila kalian mencapai tingkat penguasaan 80 % atau lebih, kalian dapat
melanjutkan ke Kegiatan Pembelajaran selanjutnya. Namun, jika tingkat penguasaan kalian
di bawah 80 %, kalian harus mengulangi kembali materi-materi yang dirasa belum jelas atau
kalian dapat bertanya kepada teman dan guru biologi kalian.
20
PENILAIAN DIRI
Silahkan untuk menilai diri sendiri sesuai dengan isi tabel di bawah ini!
No. Pernyataan Ya Tidak
1 Saya telah mampu menganalisis struktur jaringan penyusun organ
reproduksi pada laki-laki
2 Saya telah mengetahui dan mampu mengaitkan antara struktur
jarinngan penyusun organ reproduksi dengan bioproses di
dalamnya (meliputi mekanisme pembentukan sperma)
21
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini, diharapkan kalian dapat untuk:
1. Mengidentifikasi struktur jaringan penyusun pada organ reproduksi wanita serta melatih kemampuan berpikir
kritis dalam mengartikan istilah dan menilai suatu definisi melalui kegiatan mengamati gambar, diskusi, dan
kajian literatur yang relevan dengan benar dan tepat.
2. Menunjukkan hubungan antara struktur jaringan pada organ reproduksi wanita dengan fungsinya serta
melatih keterampilan berpikir kritis dalam focus pada pertanyaan serta bertanya dan menjawab pertanyaan
klarifikasi melalui kegiatan mengamati gambar, diskusi, dan kajian literatur dengan benar dan tepat.
ORIENT STUDENT TO THE PROBLEM
Baca dan cermatilah artikel berikut ini!
https://m.tribunnews.com/kesehatan/2019/02/19/kasus-kanker-serviks-terus-meningkat-sebagian-
besar-kondisi-pasien-yang-ke-dokter-sudah-parah?page=all
Setelah mencermati cuplikan artikel tersebut, coba jawab secara kelompok beberapa
pertanyaan berikut sebagai bekal kalian untuk melangkah ke tahapan selanjutnya!
1. (Merumuskan pertanyaan dan menyajukan pernyaan klarifikasi) Buatlah 2 pertanyaan yang
berhubungan dengan isi artikel tersebut dan salah satunya merupakan pertanyaan klarifikasi!
Pastikan pertanyaan yang kalian buat berkaitan dengan materi sistem reproduksi manusia
yang akan dibahas pada kegiatan belajar ini.
2. (Menjawab pertanyaan) Setelah membaca dan melihat artikel tersebut, apakah benar jika
tidak disunat dapat meningkatkan resiko kanker penis dan penis tidak dapat maksimal
melakukan fungsinya sebagai organ sistem reproduksi? Pastikan untuk menyertakan alasan
yang kuat untuk mendukung jawaban kalian!
22
PENDAHULUAN
Jika pada pertemuan sebelumnya kita telah membahas tentang organ penyusun
system reproduksi, hormone kelamin, dan pembentukan sel kelamin pada laki-laki. Maka
dari itu kita juga akan mempelajari organ penyusun system reproduksi, hormone kelamin,
dan pembentukan sel kelamin pada wanita. Untuk itu mari kita simak bersama ya!
URAIAN MATERI
A. Organ Reproduksi Wanita
Berikut organ reproduksi pada Wanita.
1. Ovarium (indung telur), jumlahnya adalah sepasang dan terletak di rongga pelvis
(panggul). Ovarium berbentuk seperti buah kenari dengan ukurang Panjang 3-5cm,
lebar 2-3cm, dan tebal 1cm. ovarium memiliki fungsi sebgai tempat terjadinya
oogenesis serta menghasilkan hormn esterogen dan progesterone.
2. Tuba fallopi (oviduk), berjumlah sepasang dengan ukuran 10 cm dengan diameter
0,7 cm. tuba fallopi memiliki 3 bagian yaitu bagian infundibulum, ampula dan ismus.
Dinding tuba terdiri atas epitel bersilisa yang berfungsi untuk menggerakkan oosit
menuju uterus. Pada umumnya fertilisasi terjadi di sepertiga bagian atas tuba
fallopi.
3. Uterus, memiliki bentuk seperti buah pir terbalik dengan ukuran Panjang 7cm dan
lebar 5cm dengan diameter 2,3cm. uterus terletak diantara rectum dan kandung
kemih. Dinding uterus tersusun atas perimetrium, myometrium, dan endometrium.
Perimetrium merupakan lapisan terluar, myometrium merupakan lapisan tengan
yang tersusun atas jaringan otot polos, sedangkan endometrium merupakan lapisan
terdalam. Endometrium mengalami perubahan selama siklus menstruasi.
Endometrium berfungsi sebagai tempat implantasi zigot dan pertumbuhan janin.
4. Vagina, merupakan tabung fibromuscular yang memiliki Panjang sekitar 8-10cm.
dinding vagina strukturnya berlipat-lipat, elastis, dan dilapisi oleh epitel pipih
berlapis banyak yang memiliki reseptor untuk estrogen. Vagina memiliki fungsi
sebagai organ kopulasi serta jalan aliran mestruasi dan juga jalan lahir bayi.
5. Vulva (pudendum), merupakan organ genetalia luar yang terdiri atas bagian berikut.
23
a. Mons pubis, merupakan bantalan jaringan lemak berkulit
b. Labia major, merupakan dua lipatan kulit longitudinal dari mons pubis
merentang ke bawah dan bertemu di perineum dekat anus
c. Labia minor, merupakan lipatan kulit antara jedua labia major dan tidak ditutupi
oleh rambut.
d. Klitoris, merupakan suatu struktur erotik kecil yang terdiri dari jaringan serupa
dengan yang terdapat di penis) yang dapat terlihat dan terletak di eksternal
terletak di ujung anterior lipatan labia minora.
e. Vestibula, merupakan area yang dikelilingi labia minor, menutupi lubang uretra,
mulut vagina, dan saluran kelenjar Bartholin. Kelenjar ini memiliki fungsi
menghasilkan lendir saat eksitasi seksual.
f. Orifisium uretra, merupakan jalur keluarnya urine dari lubang kandung kemih.
Bagian tepi mengandung kelenjar parauretral (skene)
g. Mulut vagina, merupakan suatu bagian yang dikelilingi oleh membrane yang
disebut himen atau selaput darah.
Gambar 4 Pelvis dalam Potongan Sagital
Sumber: Sherwood, 2013
24
Gambar 5 Pandangan posterior organ-organ reproduksi dan parineal genitalia
Sumber: Sherwood, 2013
B. Hormon Kelamin Wanita
Hormone pada Wanita diproduksi oleh ovarium, uterus, plasenta, hipofisis dan
hipotalamus.
1. Esterogen. Hormone ini dihasilkan oelh ovarium dan juga plasenta. Hormone ini
memiliki pengaruh terhapad pertumbuhan organ reproduksi, kelenjar mamae,
sekresi cairan pada serviks yang memudahkan sperma masuk ke uterus serta proses
kelahiran.
2. Progesterone. Hormone ini dihasilkan oleh ovarium dan plasenta. Progesterone
memiliki fungsi untuk merangsang pertumbuhan endometrium uterus untuk
persiapan implantasi zigot, menghambat kontraksi uterus, merangsang
pertumbuhan sel alveolar kelenjar mamae, meningkatkan viskositas mucus serviks
sehingga menghambat masuknya sperma dan sedikit menigkatkan suhu tubuh.
3. LH (luteinizing hormone). Hormone ini dihasilkan oleh hipofisis yang berfungsi
merangsang ovarium memproduksi esterogen dan progesterone serta memacu
pertumbuhan korpus luteum dan ovulasi.
4. FSH (Follicle stimulating hormone). Hormone ini dihasilka oleh hiposisi yang
memiliki fungsi merangsang ovarium untuk memproduksi esterogen dan
progesterone serta mamcu pertumbuhan dan perkembangan folikel (sel telur).
25
5. GnRH (gonadotropin releasing hormone). Hormone ini dihasilkan oleh hipotalamus
yang memiliki fungsi merangsang hipofisis unutk menyekresikan LH dan FSH.
6. HCG (human chorionic gonadotropin) merupakan horman yang disekresikan oleh sel
embrionik mulai dri hari ke-10 setelah fertilisasi. Hormone ini memiliki fungsi untuk
mempertahankan produksi progesterone dan esterogen oleh ovarium.
7. Laktogen plasenta (HPL) atau somatomammotropin korionik. Hormone ini
disekresikan oleh plasenta, yang mana ia berfungsi dalam merangsang
pertumbuhan kelenjar mame untuk persiapan laktasi.
8. Tirotropin korionik, merupakan hormone yang disekresikan oleh plasenta yang
memiliki fungsi untuk menngkatkan laju matabolisme pada ibu hamil.
9. Relaksin, merupakan hormone yang disekresikan oleh korpus luteum kehamilan
pada ovarium dan plasenta. Hormone ini memilki fungsi untuk merelaksasi serviks
dan fibrokartilagi pada simfisis pubis sehingga memudahkan kelahiran
10. Prolactin. Hormone yang dihasilkan oleh hipofisis yang berfungsi merangsang
pertumbuhan ductus dan alveolus pada kelenjar mamae saat kehamilan dan
produksi air susu selama menyusui.
11. Oksitosin. Hormone ini dihasilkan oleh hipotalamus dan disimpan di hipofisis
posterior. Hormone ini memiliki fungsi untuk merangsang kontraksi otot polos
uterus selama proses kelahiran dan merangsang kelenjar mamae untuk pengeluaran
air susu.
12. CRH (corticotropin releasing hormone). Hormone ini dihasilkan oleh plasenta.
Hormone ini berfungsi memacu produksi estrogen plasenta dan perubahan paru-
paru janin untuk menghirup udara.
13. Prostaglandin. Merupkan hormone yang dihasilkan oleh uterus. Hormone ini
memiliki fungsi memengaruhi robeknya folikel saat ovulasi dan merangsang
kontraksi uterus saat kelahiran.
C. Oogenesis
Oogenesis merpakan proses pembentukan sel gamet pada Wanita. Oogenesis terjadi di
ovarium. Oogenesis dimulai saat kehidupan janin sebelum lahir, setelah lahir, masa
pubertas hingga massa produktif sebelum menopause.
26
1. Oogenesis pralahir
Oogonium berpoliferasi melalui pembelahan mitosis sealma kehidupan janin dan
menghasilkan 607 juta oosit primer. Oosit primer akan tetap berada pada tahap
profase meiosis satu setelah lahir hingga sebelum masa pubertas berada dalam
keadaan melotic arrest.
2. Oogenesis pascalahir
Ketika lahir, folikel primordial dalam ovarium sekitar 2 juta. Pada usia 7 tahun
berjumlah sekitar 300.000. pada saat pubertas berjumlah 50.00-100.000, tetapi
hanya 350-400 yang akan hidup dan berkembang untuk diovulasikan satu persatu
setiap bilannya selama tahun-tahun produktif.
3. Oogenesis pascapubertas
a. Pada masa pubertas, hormone GnRH akan berpengaruh pada perkembangan
folikel primordial menjadi folikel primer, kemudian menjadi folikel sekunder.
Sebelum ovulasi, oosit primer dalam folikel matang mengalami pembelahan
meiosis 1 dengan pembagian sitoplasma yang tidak sama, yakni oosit sekunder
yang berukuran besar dan badan polar 1 yang berukuran kecil.
b. Oosit sekunder mengalami metaphase meiosis 2 dan berhenti. Oosit sekunder
kemudian akan membebaskan diri dari sel yang menyelubunginya dan
terdorong keluar dari permukaan ovarium yang disebut ovulasi.
c. Jika oosit sekunder yang terovulasi dibuahi oleh sperma, pembelahan meiosis
akan berlanjut hingga membentuk ootid, dan badan polar II. Ootid akan
berkembang menjadi ovum yang matang. Jika badan polar 1 belum
berdegenerasi, pada akan mengalami meiosis II menjadi II badan polar di waktu
yang bersamaan.
d. Namun jika oosit sekunder yang terovulasi tidak dibuahi maka akan disintegrasi
atau pecah.
D. Siklus Menstruasi
Siklus menstruasi merupakan siklus yang kompleks. Siklus ini merupakan hasil
interaksi system endokrin dengan system reproduksi yang menyebabkan terjadinya
27
perubahan pada endometrium uterus. Perubahan endometrium uterus
inimenyebabkan terjadinya pendarahan bulanan yang disebut menstruasi.
Siklus menstruasi terjadi pada saat pubertas dimulai. Umumnya rentang siklus
menstruasi adalah 28 hari. Siklus terpendek 18 hari, sedangkan siklus terpanjang 40
hari. Siklus menstruasi terdiri atas siklus ovarium dan siklus endometrium uterus.
1. Siklus ovarium
Siklus ini terbagi menjadi dua fase secara bergantian, yaitu
a. Fase folikel
- Pada hari ke-1 siklus, hipotalamus akan mensekresikan GnRH guna merangsang
hipofisis anterior mensekresikan FSH dan LH
- Kelompok folikel primer yang memiliki resptor FSH dan LH mulai mensekresikan
esterogen. Folikel primer tumbuh dan membentuk antrum menjadi folikel
sekunder.
- Peningkatan estrogen dalam plasma darah akan mengahmbat FSH dan LH.
Penurunan FSH ini akan menghambat pertumbuhan folikel, kecuali folikel utama
yang akan dilepaskan saat ovulasi.
- Kadar esterogen yang terus meningkat pada pertengahan fase folikel
menyebabkan hipofisis meningkatkan produksi LH.
- Pucak LH menimbulkan efek terhadap folikel utama yaitu oosit primer
berkembang menjadi oosit sekunder, serta sintesis enzim dan hormone
prostaglandin untuk merobek folikel matang (folikel graaf) sehingga terjadi
ovulasi yang membebaskan oosit sekunder. Ovulasi pada umumnya terjadi pada
hari ke 14 ketika Wanita dalam keadaan subur. Biasanya penentuan masa subur
Wanita sekitar hari ke 13 sampai ke 15.
b. Fase luteal
- Folikel graaf yang ditinggalkan oosit sekunder, berubah menjadi korpus luteum.
Korpus luteum selanjutnya akan memproduksi progesterone dan sedikit
esterogen.
28
2. Siklus endometrium uterus, terdiri dari tiga fase, yaitu fase menstruasi, fase
proliferasi, dan fase sekretori (progestasi)
a. Fase menstruasi, merupakan fase pengeluaran darah dan sisa endometrium
dari vagina. Fase ini umumnya berlangsung selama 4-5 hari. Hari pertama
haid dianggap sebagai permulaan siklus baru dan dimulainya fase folikel. Saat
menstruasi masih berlangsung, sel-sel lapisan basal membelah membelah
untuk memperbaiki endometrium di bawah pengaruh esterogen yang
dihasilkan oleh folikel yang sedang tumbuh dalam ovarium.
b. Fase proliferasi, fase ini berlangsung dari akhir haid hingga sampai ovulasi.
Esterogen mernagsang proliferasi endometrium hingga menjadi tebal serta
merangsang pertumbuhan kelenjar dan pembuluh darah.
c. Fase sekretori (progestasi), fase ini terjadi setelah ovulasi atau Ketika
terbentuk korpus luteum. Korpus luteum memproduksi progesterone dalam
jumlah besar dan esterogen. Progesterone mengubah endometrium yang
tebal menjadi jaringan kaya pembuluh darah dan glikogen dari hasil ekskresi
kelenjar untuk mendukung kehidupan embrio jika terjadi pembuahan dan
implantasi. Namun, jika tidak terjadi pembuahan dan implantasi,
endometrium akan meluruh dan terjadi perdarahan.
E. Pembuahan (Fertilisasi), Kehamilan (Gestasi), dan Persalinan (Partus)
1. Pembuahan (Fertilisasi)
Fertilisasi merupakan penyatuan sperma dengan oosit sekunder untuk
membentuk zigot. Akrosom sperma melepas enzim hidrolik untuk menembus sel
korona radiata dan zona pelusida oosit, kemudian zona pelusida menjadi kebal.
2. Kehamilan (Gestasi)
Setelah fertilisasi berlanjut ke masa gestasi atau kehamilan, yaitu perkembangan
embrio menjadi janin hingga kelahiran bayi. Lama kehamilan yaitu 38 minggu
dari waktu fertilisasi hingga kelahiran. Waktu fertilisasi tidak dapat diketahui
secara pasti, maka tanggal kelahiran dihitung berdasarkan waktu terakhir haid.
Dua minggu pertama setelah fertilisasi zigot membelah secara mitosis dengan
cepat menjadi 2, 4, 8, dan kemudian 16 sel (morula). Morula kemudian tumbuh
29
menjadi blastosit yang berisi cairan blastosoel. Sel-sel blastosit bagian luar
(tropoblas) membentuk tonjolan ke arah endometrium, menghasilkan enzim
proteolitik yang mengikis sel endometrium dan pembuluh darah, membantu
implantasi serta membentuk plasenta dan membrane yang membungkus
embrio. Plasentaa memiliki fungsi sebagai sistem pencernaan, pernapasan, dan
ekskresi bagi janin. Semua system organ pada janin terbentuk setelah minggu ke-
8. Perkembangan janin selanjutnya berkaitan dengan deferensiasi organ-organ
sebagai berikut.
Janin dilindungi oleh beberapa membrane sebagai berikut.
a. Amnion, membentuk langit-langit berongga yang terisi cairan amnion
(ketuban). Amnion memiliki fungsi melindungi janin dari guncangan,
perubahan suhu, serta memungkinkan bayi bergerak dengan bebas.
b. Kantong kuning telur (sakus vitelinus) terbentuk di dalam endoderm yang
memiliki fungsi sebagai organ pencernaan dan pernapasan awal, membentuk
sel-sel darah dan pembuluh darah serta pertumbuhan gonad primitive
embrio.
c. Korion, merupakan membrane terluar, membentuk vili korionik (jonjot
endometrium) dan plasenta, serta menyekresikan HCG.
d. Allantois, merupakan membrane yang mengandung banyak pembuluh darah,
membentuk tali pusar yang menghubungkan janin dengan plasenta pada
endometrium uterus ibu.
3. Persalinan (partus)
Persalinan atau partus merupakan proses kelahiran bayi. Persalinan dipengaruhi
oleh hormone relaksin, estrogen oksitosin, prostaglandin, dan CRH. Persalinan
dibagi menjadi tiga tahap yaitu, dilatasi serviks, kelahiran bayi, dan kelahiran
plasenta.
a. Dilatasi Serviks, serviks dipaksa melebar untuk jalan kepala bayi sekitar 10cm.
Tahap ini paling lama terjadi mulai dari beberapa jam hingga 24 jam.
30
b. Kelahiran bayi, bayi mulai bergerak melewati serviks dan vagina. Ibu dapat
membantu mengeluarkan bayinya dengan cara sengaja mengkontraksikan
otot-otot abdomen Bersama dengan kontraksi uterus (mengenjan). Kelahiran
bayi berlangsung selama 30-90 menit.
c. Kelahiran plasenta, tahap ini terjadi segera setelah bayi lahir. Uterus
berkontraksi lagi untuk memisahkan plasenta dari myometrium dan
mengeluarkannya melalui vagina. Kelahiran plasenta terjadi selama 15-30
menit.
F. Terjadinya Anak Kembar
Berdasarkan asal-usul zigot, bayi kembar dibedakan menjadi dua, yaitu kembar
fraternal dan indentik.
a. Kembar fraternal
Kembar fraternal terbentuknya zigot berasal dari sel telur yang berbeda. Proses
ovulasi terkadang dapat melepaskan lebih dari satu sel telur yang matang.
Selanjutnya sel telur tersebut dibuahi oleh sel sperma dalam waktu yang
bersamaan sehingga terdapat lebih dari satu zigot yang akan tumbuh menjadi
janin. Janin kembar fraternal memiliki plasenta, tali pusar, dan kantong ketuban
yang berbeda. Bakat melahirkan anak kembar fraternal bersifat genetic atau
keturunan.
b. Kembar identic
Kembar identic terjadi Ketika satu sel telur dibuahi oleh satu sperma yang
kemudian menghasilkan satu zigot. Zigot tersebut membelah jadi dua embrio
yang berbeda dan berkembang menjadi dua janin yang berbagi amnion atau
plasenta yang sama. Meskipun berbagi plasenta tetapi janin memiliki tali pusar
dan kantong ketuban yang berbeda.
G. Laktasi
Laktasi merupakan proses produksi, sekresi, dan pengeluaran ASI. Laktasi
dipengaruhi oleh beberapa hormone sebagai berkut
a. Selama kehamilan, esterogen merangsang perkembangan ductus kelenjar, dan
progesterone merangsang pembentukan alveolus lobus dalm payudara. Sejak
31
bulan ke-2 kehamilan, plasenta mengeluarkan banyak HPL yang berperan dalam
pertumbuhan payudara putting, dan areola. Prolactin dan somatomammotropin
korionik merangsang perkembangan kelenjar mamae dengan menyintesis enzim
untuk produksi susu.
b. Penurunan mendadak esterogen dan progesterone akibat keluarnya plasenta
saat kelahiran akan memicu laktasi.
c. Oksitosin merangsang pengeluaran susu. Stres psikologis ibu dapat menghambat
pengeluaran susu. Sebaliknya, sikap positif ibu yang sedang menyusui akn
mendukung keberhasilan proses menyusui.
Manfaat ASI bagi bayi
a. Mudah dicerna dan mengandung nutrisi yang optimal secara kuantitas maupun
kualitas.
b. Meningkatkan daya tahan tubuh
c. Meningkatkan kecerdasan bayi, karena ASI mengandung zat gizi DHA
d. Meningkatkan jalinan kasih saying ibu dan anak. Anak akan merasa nyaman
dalam pelukan ibu.
Manfaat menyusui bagi Ibu
a. Berat badan kembali normal setelah hamil dan melahirkan
b. Merangsang uterus untuk kembali kebentuk semula (involusi)
c. Sebagai kontrasepsi alamiah, karena menyusui cenderung mencegah ovulasi
d. Mengurangi risiko kanker payudara, kanker ovarium, kanker Rahim,
osteoporosis, dan artritis
e. Mengurangi stress dan gelisah
f. Menghemat pengeluaran keuangan keluarga.
RANGKUMAN
1. Organ reproduksi pada wanita terdiri dari ovarium, oviduk, uterus, vagina, dan vulva
yang merupakan organ genitalia luar
32
2. Hormone pada Wanita diproduksi oleh ovarium, uterus, plasenta, hipofisis dan
hipotalamus. hormon tersebut yaitu Esterogen, Progesteron, LH, FSH, GnRH, HCG,
Laktogen plasenta, Tirotropin korionik, Relaksin, prolaktin, oksitosin, CRH, Prostagladin.
3. Oogenesis merpakan proses pembentukan sel gamet pada Wanita. Oogenesis terjadi di
ovarium. Oogenesis dimulai saat kehidupan janin sebelum lahir, setelah lahir, masa
pubertas hingga massa produktif sebelum menopause
4. Siklus mentruasi merupakan hasil interaksi system endokrin dengan system reproduksi
yang menyebabkan terjadinya perubahan pada endometrium uterus yang menyebabkan
terjadinya pendarahan bulanan
5. Fertilisasi merupakan penyatuan sperma dengan oosit sekunder untuk membentuk
zigot, Setelah fertilisasi berlanjut ke masa gestasi atau kehamilan, yaitu perkembangan
embrio menjadi janin hingga kelahiran bayi. proses kelahiran bayi disebut juga persalinan
atau partus.
33
LEMBAR KERJA
Lembar Kerja yang ada di setiap Kegiatan Pembelajaran dalam E-modul ini telah
disusun dengan mengacu pada sintaks model pembelajaran PBL dan 7 indikator
keterampilan berpikir kritis Ennis (2015). Dengan siswa menggunakan E-modul dan
mengerjakan lembar kerja di setiap kegiatan pembelajarannya, diharapkan keterampilan
berpikir kritis siswa dapat terlatih di setiap pertemuan pembelajaran melalui model
pembelajaran PBL. Jangan lupa untuk memperhatikan petunjuk pengerjaan yang ada di
setiap lembar kerja.
PETUNJUK PENGERJAAN
1. Pengerjaan lembar kerja merupakan lanjutan dari pembelajaran menggunakan E-modul
ini.
2. Saat pembelajaran di kelas, guru akan membagi seluruh siswa ke dalam 5 kelompok.
3. Hasil lembar kerja ini adalah sebuah mindmap. Buatlah mindmap dengan rapi, informatif,
dankreatif. Kalian dapat mengacu pada contoh mindmap yang telah disediakan.
4. Terdapat petunjuk di setiap tahapan pembelajaran dalam lembar kerja ini. Cermati dan
ikuti petunjuk pengerjaan tersebut!
34
ORGANIZE STUDENT TO STUDY
Setiap kelompok diharapkan dapat mencari informasi mengenai struktur penyusun alat
reproduksi wanita sesuai dengan pembagiannya masing-masing. Kalian bisa menggunakan
rujukan artikel, jurnal, E-modul, atau sumber literatur yang tersedia di Internet.
1
1
9
2 8
7
3
1 4
5
6
No. Bagian Penjelasan (Apabila mengandung fungsi/peran tertentu wajib
disebutkan!)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
35
No. Hormon pada Fungsi
Wanita
1
2
3
4
5
6
dst
ASSIST INDEPENDENT OR GROUP INVESTIGATION
Untuk memandu kalian belajar dan membantu kalian dalam memfokuskan pengumpulan
data terkait masalah yang telah disajikan, selidikilah beberapa hal berikut ini secara
berkelompok!
(Mengobservasi serta mempertimbangkan hasil laporan observasi & Menggunakan
pengetahuan yang diketahui)
1. Apa itu Kanker serviks? Jelaskan dan kaitkan dengan organ reproduksi yang
terganggu!
2. Apa saja faktor penyebab terjadinya kanker serviks?
3. Bagaimana gejala yang ditunjukkan oleh seseorang yang terkena kanker serviks!
4. Bagaimana cara mencegah dan mengobati penyakkit kanker serviks?
DEVELOP AND PRESENT ARTIFACTS AND EXHIBITS
Setelah menjawab permasalahan, rumuskan solusi yang logis dan relevan untuk mengatasi
atau mencegah penyakit kanker serviks (minimal 3 gagasan solusi)
Dari gagasan solusi yang kalian tawarkan, pilihlah salah satu solusi yang menurutkalian yang
paling efektif! Berilah argumen serta sumber pendukung mengapa kalian memilih solusi
tersebut!
36
Informasi yang kalian peroleh dari tahapan sebelumnya maupun dari proses kalian
belajar menggunakan E-modul ini dapat kalian gunakan dalam menyusun mindmap.
Susunlah mindmap secara kelompok dengan rapi, informatif, dan kreatif dengan mengacu
pada contoh berikut ini.
https://bit.ly/3wfYbUm
(Mendeduksi/ menginduksi dan mempertimbangkan hasilnya)
Selama proses kalian belajar maupun menyusun mindmap, pasti kalian menemukan
beberapa istilah-istilah baru yang berkaitan dengan sistem reproduksi manusia. Tuliskan
istilah-istilah tersebut beserta penjelasannya di dalam mindmap kalian. Berikan tanda
khusus pada istilah dan penjelasan yang telah kalian tuliskan!
(Mengartikan istilah-istilah dan menilai suatu definisi)
Setelah mindmap selesai, jangan lupa untuk mempresentasikannya di depan teman-
teman kalian. Kalian juga dapat saling bertukar informasi maupun memberikan tambahan/
sanggahan dalam proses presentasi tersebut.
ANALYZE AND EVALUATE THE PROBLEM-SOLVING PROCESS
Setelah kalian merumuskan solusi dan memilih solusi yang menurutkalian efektif, analisis
dan evaluasi lah solusi kalian dengan menjawab pertanyaan berikut ini!
1. Apa saja hal yang perlu kalian lakukan untuk merealisasikan solusi tersebut? Jelaskan!
2. Apakah solusi yang kalian berikan sudah sesuai dengan permasalahan yang ada? Jelaskan!
3. Apakah solusi kalian sudah tepat dan memungkinkan untuk diterapkan? Jelaskan!
SOAL LATIHAN
Klik link berikut untuk mengerjakan Soal Latihan Kegiatan Pembelajaran 2!
https://forms.gle/Mb1oAvxCASJajwxYA
37
Kalian dapat mencocokkan jawaban kalian dengan kunci jawaban yang ada pada
bagian akhir E-module ini setelah selesai mengerjakannya. Cobalah untuk menilai jawaban
anda sendiri dengan jujur. Gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
kalian terhadap materi pada kegiatan pembelajaran ini!
Rumus Nilai Konversi Tingkat Penguasaan Materi
90-100% Sangat Baik
80-89% Baik
70-79% Cukup
Kurang dari 70% Kurang
Apabila kalian mencapai tingkat penguasaan 80 % atau lebih, kalian dapat
melanjutkan ke Kegiatan Pembelajaran selanjutnya. Namun, jika tingkat penguasaan kalian
di bawah 80 %, kalian harus mengulangi kembali materi-materi yang dirasa belum jelas atau
kalian dapat bertanya kepada teman dan guru biologi kalian.
PENILAIAN DIRI
Silahkan untuk menilai diri sendiri sesuai dengan isi tabel di bawah ini!
No. Pernyataan Ya Tidak
1 Saya telah mengetahui struktur jaringan penyususn oragn
reproduksi pada wanita
2 Saya telah mengetahui hormone kelamin pada Wanita
3 Saya telah mampu menganalisis struktur jaringan penyusun organ
reprodusksi Wanita
4 Saya telah mampu keterkaitan antara struktur jaringan penyusun
reproduksi dengan bioproses di dalamnya (meliputi mekanisme
pembentukan ovum)
38
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini, diharapkan kalian dapat untuk:
1. Menganalisis gangguan/kelainan yang dapat menyerang organ reproduksi laki-laki maupun Wanita dengan
berbagai teknologi penyembuhan serta melatih kemampuan berpikir kritis dalam mendeduksi dan
menginduksi serta mempertimbangkan hasilnya melalui kegitan mengamati gambar, diskusi, dan kajian
lteratur yang relevan dengan benar dan tepat.
2. Melakukan analisis kritis artikel/jurnal ilmiah tentang dampak pergaulan bebas, penyakit, dan kelainan pada
struktur dan fungsi organ yang menyababkan gangguan sistem reproduksi manusia serta teknologi
pengobatan atau penyembuhannya
3. Membuat mindmap hasil analisis kritis artikel/jurnal ilmiah tentang dampak pergaulan bebas, penyakit, dan
kelainan pada struktur dan fungsi organ yang menyababkan gangguan sistem reproduksi manusia serta
teknologi pengobatan atau penyembuhannya
4. Menyajikan hasil analisis kritis artikel/jurnal ilmiah tentang dampak pergaulan bebas, penyakit, dan kelainan
pada struktur dan fungsi organ yang menyababkan gangguan sistem reproduksi manusia serta teknologi
pengobatan atau penyembuhannya melalui kajian literatur dengan baik
ORIENT STUDENT TO THE PROBLEM
Bacalah artikel berikut!
https://www.detik.com/jatim/berita/d-5905013/pasien-hiv-aids-di-surabaya-
tertinggi-se-jatim-terbanyak-laki-laki-karyawan
Simaklah video berikut ini!
https://www.youtube.com/watch?v=MW8fqyUhcbA
39
Setelah mencermati cuplikan artikel tersebut, coba jawab secara kelompok beberapa
pertanyaan berikut sebagai bekal kalian untuk melangkah ke tahapan selanjutnya!
1. (Merumuskan pertanyaan dan menyajukan pernyaan klarifikasi) Buatlah 2 pertanyaan yang
berhubungan dengan isi artikel tersebut dan salah satunya merupakan pertanyaan klarifikasi!
Pastikan pertanyaan yang kalian buat berkaitan dengan materi sistem reproduksi manusia
yang akan dibahas pada kegiatan belajar ini.
2. (Menjawab pertanyaan) Setelah membaca dan melihat artikel tersebut, apakah benar jika
tidak disunat dapat meningkatkan resiko kanker penis dan penis tidak dapat maksimal
melakukan fungsinya sebagai organ sistem reproduksi? Pastikan untuk menyertakan alasan
yang kuat untuk mendukung jawaban kalian!
PENDAHULUAN
Pada kegiatan pembelajaran yang sebelumnya kalian telah mempelajarai struktur
penyusun organ reproduksi pada laki-laki maupun Wanita, untuk kegiatan pembelajaran kali
ini kalian akan mempelajari apa saja kelaianan atau gangguan yang dapat terjadi pada
system reproduksi manusia baik pada laki-laki maupun Wanita serta apa saja teknologi
pengobatannya. Simak dengan baik ya!
URAIAN MATERI
GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI
1. Gangguan Sistem Reproduksi Wanita
a. Dismenore, timbulnya rasa nyeri Ketika haid tanpa tanda-tanda infeksi,
disebabkan oleh sekresi prostaglandin yang berlebihan sehingga merangsang
kontraksi otot polos myometrium dan konstriksi pembuluh darah uterus.
b. Penyakit radang panggul (PRP), merupakn radang saluran genitalia (uterus, tuba
fallopi, dan ovarium) akibat infeksi bakteri seperti E. coli, Neisseria gonorrhoeae,
dan Chlamydia trachomatis.
c. Kanker payudara, penyakit ini dipengaruhi oleh factor genetik, hormone, dan
juga lingkungan. Umumnya diderita oleh Wanita berusia 45-64 tahun.
40
d. Amenore primer, memiliki gejala tidak terjadinya menstruasi hingga 17 tahun.
e. Amenore sekunder, tidak terjadi menstruasi selama 3-6 bulan pada Wanita yang
telah mengalami siklus menastruasi sebelumnya.
f. Kanker vagina, terjadi karena infeksi virus.
g. Kanker Serviks terjadi pertumbuhan sel abnormal pada lapisan epitel mulut
rahim.
h. Kanker ovarium, ditandai dengan rasa pegal pada punggul yang luar biasa dan
pendarahan.
i. Endometriosis, terdapat jaringan endometrium diluar uterus, misalnya di
ovarium atau tuba fallopi.
j. Penyempitan tuba fallopi, gangguan ini disebabkan oleh factor genetic atau
infeksi kuman. Gangguan ini menghalangi jalan masuknya sperma sehingga sulit
mendapatkan keturunan.
k. Mola hidatidosa (hamil anggur), kegagalan dalam pembentukan janin sehingga
tidak ada janin yang tumbuh di dalam rahim, melainkan hanya gelembung atau
mola dan darah yang membeku. Gangguan ini diduga akibat kurang gizi atau
gangguan system peredarah darah rahim.
l. Mioma uterus, merupakan tumor jinak berupa daging yang tumbuh pada dinding
Rahim.
2. Gangguan system reproduksi Laki-laki
a. Disfungsi ereksi, yaitu ketidakmampuan laki-laki mempertahankan ereksi
b. Ginekomastia, pembesaran payudara pria akibat produksi estrogen yang
berlebihan
c. Kanker penis, biasanya terjadi pada laki-laki yang tidak dikhitan sehingga terjadi
penimbunan sekresi kental dibawah prepusium. Hal ini meningkatkan risiko
infeksi menular seksual.
d. Hipogonadisme, merupakan penurunan fungsi testis akibat gangguan hormone.
Gangguan ini dapat menyebabkan kemandulan, impotensi, dan berkurangnya
karakter sekunder pria
41
e. Kriptorkidisme, kegagalan testis turun ke dalam skrotum sejak masih bayi,
sehingga testis berada pada lingkungan suhu yang lebih tinggi daripada suhu
optimum spermatogenesis. Gangguan ini dapat ditangani dengan pemberian
hormone HCG dan pembedahan.
f. Urethritis dan Epididimistis, gangguan yang disebabkan oleh mikroorganisme
(Neisseria gonorrhoeae dan Chlamydia trachomatis) yang ditularkan melalui
hubungan seksual.
g. Prostatis (radang kelenjar prostat), menyebabkan pembengkakan sehingga
menimbulkan rasa nyeri dan kesulitan berkemih. Prostatis dapat disebabkan oleh
infeksi bakteri dan sering terjadi pada pria lanjut usia.
3. Teknologi Sistem Reproduksi
a. Amniosentesis, merupakan Teknik pengambilan cairan amnion untuk dianalisis
secara genetic dan biokimia. Amniosentesis memiliki tujuan untuk mendeteksi
adanya kelainan genetic, misalnya siklemia atau hemofilia. Umumnya dilakukan
pada Wanita hamil yang memiliki usia lebih dari 35 tahun atau penderita
kelainan kromosom.
b. USG, Teknik diagnostic menggunakan gelombang ultrasonic untuk menampilkan
keadaan Kesehatan organ internal, ukuran tubuh, dan jenis kelamin bayi dalam
Rahim ibu.
c. Fertilisasi in vitro, dilakukan untuk membantu pasangan yang sulit mendapatkan
keturunan. Mekanismenya yaitu ovum difertilisasi oleh sperma pada media
kultur untuk menghasilkan embrio, kemudian embrio diimplantasikan ke uterus
agar terjadi kehamilan.
RANGKUMAN
1. Gangguan/kelaianan pada sistem reproduksi wanita yaitu dismenore, penyakit
radang pangggul, kanker payudara, amenore primer, amenore sekunder, kanker
vagina, kanker serviks, Endometrosis, penyempitan tuba fallopi, mola hidatidosa,
mioma uterus, HIV AIDS
42
2. Gangguan/kelainan pada sistem reproduksi laki-laki yaitu, disfungsi ereksi,
ginekomastia, kanker penis, hipogonadisme, kriptorkidisme, uretritis dan
epididimistis, prostatis, HIV AIDS
3. Teknologi yang diterapkan pada sistem reproduksi yaitu, amniosintesis, USG,
fertilisasi in vitro
43