The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by lishmc2122, 2022-11-05 02:28:50

RAN Kesehatan Lansia 2020-2024

RAN Kesehatan Lansia 2020-2024

89 -

SUMBER METODE WAKTU PJ/LP-LS
VERIFIKASI PENGUMPULAN Terkait

DATA
terkait kesehatan
lansia

Laporan Membuat laporan Setiap Rokom
Dit. Kesga jumlah kerjasama tahun
dengan media dalam Yanmas
penyebarluasan Media massa
informasi yang
mendukung
peningkatan
kepedulian terkait
kesehatan lansia di
tingkat pusat

Membuat laporan Dinkes
jumlah provinsi yang
mengadakan Provinsi
POKJADA

-9

NO KEGIATAN INDIKATOR DEFINISI
POKOK OPERASIONAL

media dalam media dalam

penyebarluasan penyebarluasan

informasi terkait informasi terkait

peran keluarga yang peran keluarga yang

mendukung mendukung

peningkatan peningkatan

kepedulian terkait kepedulian terkait

kesehatan lansia kesehatan lansia

7.7 Jumlah kab/kota
yang mengadakan
Persentase kerjasama dengan
kab/kota yang media dalam
mengadakan penyebarluasan
kerjasama dengan informasi yang
media dalam mendukung
penyebarluasan peningkatan
informasi yang kepedulian terkait
mendukung
peningkatan

90 -

SUMBER METODE WAKTU PJ/LP-LS
VERIFIKASI Terkait
PENGUMPULAN
Keslansia
DATA Pemda
kerjasama dengan Provinsi
media dalam
penyebarluasan Media massa
informasi terkait daerah
peran keluarga yang
mendukung
peningkatan
kepedulian terkait
kesehatan lansia

Laporan Membuat laporan Setiap Dinkes
Dinas kab/kota yang tahun
mengadakan Provinsi
Kesehatan kerjasama dengan Pemda
Provinsi media dalam Provinsi
penyebarluasan Dinkes
informasi yang Kab/kota
mendukung Pemda
peningkatan Kab/kota
Dunia usaha

-9

NO KEGIATAN INDIKATOR DEFINISI
POKOK OPERASIONAL

kepedulian terkait kesehatan lansia

kesehatan lansia dibagi jumlah

seluruh kab/kota x

100%

7.8

Persentase Jumlah puskesmas

puskesmas yang yang telah membina

telah membina posyandu lansia yang

posyandu lansia terintegrasi dengan

yang terintegrasi lintas program dibagi

dengan lintas jumlah seluruh

program puskesmas x 100%

7.9 Jumlah puskesmas
yang telah membina
Persentase posyandu lansia yang
puskesmas yang terintegrasi dengan
telah membina lintas program dan
posyandu lansia
yang terintegrasi

91 -

SUMBER METODE WAKTU PJ/LP-LS
VERIFIKASI PENGUMPULAN Terkait

DATA
kepedulian terkait
kesehatan lansia

Laporan Membuat laporan Setiap Dinkes
Dinas puskesmas yang telah tahun
membina posyandu Kab/kota
Kesehatan lansia yang Puskesmas
Provinsi terintegrasi dengan
lintas program (Kesga,
Yankes, Gizi

Promkes,
P2P, Kesling

Kestrad)

Membuat laporan Dinkes
puskesmas yang telah
membina posyandu Kab/kota,
lansia yang Pemda
terintegrasi dengan
Kab/kota,

- 92

NO KEGIATAN INDIKATOR DEFINISI
POKOK OPERASIONAL

dengan lintas lintas sektor dibagi

program dan lintas jumlah seluruh

sektor puskesmas x 100%

Memperkuat 8.1 Jumlah dunia usaha
yang berperan dalam
kemitraan Jumlah dunia pembinaan
usaha yang kesehatan lansia
dengan pihak berperan dalam melalui CSR di
8 swasta dalam pembinaan tingkat pusat
kesehatan lansia
mendukung
kegiatan
pembinaan

2-

SUMBER METODE WAKTU PJ/LP-LS
VERIFIKASI PENGUMPULAN
Terkait
DATA
lintas program dan Dinsos
lintas sektor Kab/kota,
Dinas PPKB
Kab/kota,
Kecamatan,
Kelurahan/

Desa,
PKK, PKP,

TOMA
TOGA,
Puskesmas

Laporan Membuat laporan Setiap Dit.Promkes
Dit. Kesga jumlah dunia usaha tahun Mitra
yang berperan dalam
pembinaan kesehatan Dunia usaha
lansia melalui CSR di
tingkat pusat

NO KEGIATAN INDIKATOR - 93

POKOK melalui CSR di DEFINISI
kesehatan lansia tingkat pusat OPERASIONAL
di tingkat pusat

8.2 Jumlah provinsi
Persentase provinsi yang telah memiliki
yang telah memiliki kerjasama dengan
kerjasama dengan dunia usaha dalam
dunia usaha dalam pembinaan
pembinaan kesehatan lansia
kesehatan lansia melalui CSR dibagi
melalui CSR jumlah seluruh
provinsi x 100%
8.3
Persentase Jumlah kab/kota
kab/kota yang telah yang telah memiliki
memiliki kerjasama kerjasama dengan
dengan dunia usaha dunia usaha dalam

3- METODE WAKTU PJ/LP-LS
PENGUMPULAN Terkait
SUMBER
VERIFIKASI DATA

Laporan Membuat laporan Setiap Dit.Promkes
Dit. Kesga provinsi yang telah tahun Hukormas
memiliki kerjasama kesmas
dengan dunia usaha
dalam pembinaan Dunia usaha
kesehatan lansia
melalui CSR

Laporan Membuat laporan Setiap Dinkes
Dinas kab/kota yang telah tahun
memiliki kerjasama Provinsi
Kesehatan dengan dunia usaha Pemda
Provinsi Provinsi

- 94

NO KEGIATAN INDIKATOR DEFINISI
POKOK OPERASIONAL

dalam pembinaan pembinaan

kesehatan lansia kesehatan lansia

melalui CSR melalui CSR dibagi

jumlah seluruh

kab/kota x 100%

Memperkuat 8.4 Jumlah puskesmas
9 sistem Persentase yang telah memiliki
puskesmas yang kerjasama dengan
pencatatan dan telah memiliki dunia usaha dalam
kerjasama dengan pembinaan
dunia usaha dalam kesehatan lansia
pembinaan melalui CSR dibagi
kesehatan lansia jumlah seluruh
melalui CSR puskesmas x 100%

9.1 Terselenggaranya
Adanya sistem sistem pencatatan
pencatatan dan

4-

SUMBER METODE WAKTU PJ/LP-LS
VERIFIKASI Terkait
PENGUMPULAN
POKJADA
DATA Keslansia
dalam pembinaan
kesehatan lansia Dinkes
melalui CSR Kab/kota

Mitra
Dunia usaha

Laporan Membuat laporan Setiap Dinkes
Dinas puskesmas yang tahun
telah memiliki Kab/kota
Kesehatan kerjasama dengan Pemda
Provinsi dunia usaha dalam
pembinaan kesehatan Kab/kota
lansia melalui CSR Puskesmas
Kecamatan
Dunia usaha

Laporan Pusdatin
Dit. Kesga Dit.Kesga
Dit.PTM

- 95

NO KEGIATAN INDIKATOR DEFINISI
OPERASIONAL
POKOK
pelaporan dan pelaporan
pelaporan pelayanan pelayanan kesehatan
pelayanan kesehatan lansia lansia yang akurat
kesehatan lansia yang akurat dan dan terpercaya
secara berjenjang terpercaya
9.2 Adanya instrument
Tersedianya baku
instrumen baku
9.3 Jumlah provinsi yang
Persentase provinsi telah tersedia data
yang telah tersedia kondisi lansia sesuai
data kondisi lansia instrumen baku
sesuai instrumen dibagi jumlah
baku seluruh provinsi x
100%
9.4
Persentase Jumlah kab/kota
kab/kota yang telah yang telah tersedia

5-

SUMBER METODE WAKTU PJ/LP-LS
VERIFIKASI Terkait
PENGUMPULAN
Pada tahun Dit.P2MKJN
DATA yang Dinkes
Mengirimkan Provinsi
instrumen ditentukan Dinkes
pengumpulan data
Kab/kota
Laporan
Dit. Kesga Membuat instrumen
baku

Membuat laporan Setiap
provinsi yang telah tahun
tersedia data kondisi
lansia sesuai
instrumen baku

Laporan Membuat laporan Setiap
Dinas kab/kota yang telah tahun

- 96

NO KEGIATAN INDIKATOR DEFINISI
POKOK OPERASIONAL

tersedia data kondisi data kondisi lansia

lansia sesuai sesuai instrumen

instrumen baku baku dibagi jumlah

seluruh kab/kota x

100%

9.5 Jumlah provinsi yang

Persentase provinsi telah menerapkan

yang telah teknik PMKDR untuk

menerapkan teknik validasi data lansia

PMKDR untuk dibagi jumlah

validasi data lansia seluruh provinsi x

100%

9.6

Persentase provinsi Jumlah provinsi yang

yang mendapatkan telah mendapatkan

sosialisasi sosialisasi Permenkes

Permenkes No. 31 No. 31 Tahun 2019

Tahun 2019 tentang tentang SIP dalam

SIP dalam hal hal pengumpulan

6-

SUMBER METODE WAKTU PJ/LP-LS
VERIFIKASI Terkait
PENGUMPULAN Setiap
Kesehatan tahun Pusdatin
Provinsi DATA Dit.Kesga
tersedia data kondisi Dit.PTM
lansia sesuai Dit.P2MKJN
instrumen baku
Dinkes
Laporan Membuat laporan Provinsi
Dit. Kesga provinsi yang telah Dinkes
menerapkan teknik Kab/kota
PMKDR untuk
validasi data lansia Pusdatin
Dit.Kesga
Membuat laporan Dit.PTM
provinsi yang telah
mendapatkan Dinkes
sosialisasi Permenkes Provinsi
No. 31 Tahun 2019 Dinkes
tentang SIP dalam hal Kab/kota

- 97

NO KEGIATAN INDIKATOR DEFINISI
POKOK OPERASIONAL

pengumpulan data data lansia dibagi

lansia jumlah seluruh

provinsi x 100%

9.7

Tersedianya sistem Adanya sistem
monitoring dan monitoring dan
evaluasi terkait evaluasi terkait
pencatatan pencatatan pelaporan
pelaporan pelayanan pelayanan kesehatan
kesehatan lansia lansia secara daring
secara daring

9.8 Jumlah provinsi yang
telah melaksanakan
Persentase provinsi monitoring dan
yang telah evaluasi terkait
melaksanakan pencatatan pelaporan
monitoring dan pelayanan kesehatan
evaluasi terkait
pencatatan

7-

SUMBER METODE WAKTU PJ/LP-LS
VERIFIKASI PENGUMPULAN Terkait

DATA
pengumpulan data
lansia

Laporan Membuat laporan Pada tahun
Dit. Kesga ketersediaan sistem yang
monitoring dan
evaluasi terkait ditentukan
pencatatan pelaporan
pelayanan kesehatan Pusdatin
lansia secara daring Dinkes
Provinsi
Dinkes

Kab/kota

Membuat laporan Setiap
provinsi yang telah tahun
melaksanakan
monitoring dan
evaluasi terkait
pencatatan pelaporan

- 98

NO KEGIATAN INDIKATOR DEFINISI
POKOK OPERASIONAL

pelaporan pelayanan lansia yang akurat

kesehatan lansia dan terpercaya dibagi

yang akurat dan jumlah seluruh

terpercaya provinsi x 100%

10.1

Tersedianya data Adanya data tentang

tentang kesehatan kesehatan lansia

lansia dengan dengan

Mengembangkan memperhatikan memperhatikan

penelitian tentang gender, dan gender dan kelompok
kesehatan lansia kelompok umur umur

10 dengan 10.2

memperhatikan Tersedianya data Adanya data

gender dan kesehatan lansia kesehatan lansia dari

kelompok umur dari berbagai survei berbagai survei

nasional nasional

10.3

8-

SUMBER METODE WAKTU PJ/LP-LS
VERIFIKASI Terkait
PENGUMPULAN

DATA
pelayanan kesehatan
lansia yang akurat
dan terpercaya

Laporan Membuat laporan Setiap Litbangkes
Dit. Kesga terkait data kesehatan Tahun Pusdatin
lansia dengan Dit.Kesga
Data memperhatikan Dit.PTM
kesehatan gender dan kelompok Dit.PKP
lansia dari umur Dit.PKR
berbagai PADK
Membuat laporan Pada tahun
survei terkait data kesehatan yang Dit.P2MKJN
nasional lansia dari berbagai BPS
survei nasional ditentukan
Lembaga
penelitian

Membuat laporan
analisis data

- 99

NO KEGIATAN INDIKATOR DEFINISI
POKOK OPERASIONAL

Tersedianya hasil Adanya analisis data

analisis data kesehatan lansia dari

kesehatan lansia berbagai survei

dari berbagai survei nasional

nasional

10.4

Adanya variabel Pembentukan

kesehatan lansia variabel kesehatan

yang dibutuhkan lansia yang

dalam Riskesdas dibutuhkan dalam

2023 sesuai dengan Riskesdas 2023

WHO-ITU 2017 sesuai dengan WHO-

ITU 2017

10.5 Tersedianya
Adanya kerjasama dokumen kerjasama
penelitian penelitian
Kementerian

9-

SUMBER METODE WAKTU PJ/LP-LS
VERIFIKASI Terkait
PENGUMPULAN

DATA
kesehatan lansia dari
berbagai survei
nasional

Instrumen Membuat laporan Pada tahun
Riskesdas adanya tambahan yang
variabel kesehatan
2023 lansia yang ditentukan
Balitbangkes dibutuhkan dalam
Riskesdas 2023
sesuai dengan WHO-
ITU 2017

Laporan Membuat laporan Dit. Kesga
Dit. Kesga kerjasama penelitian Litbangkes
Kementerian Dit.Promkes
Kesehatan dengan PT
PADK

- 10

NO KEGIATAN INDIKATOR DEFINISI
POKOK OPERASIONAL

Kesehatan dengan Kementerian

PT Kesehatan dengan PT

10.6 Adanya data
kesehatan lansia
Tersedianya data berasal dari
kesehatan lansia penelitian PT dan
berasal dari Lembaga Penelitian
penelitian PT, dan
Lembaga Penelitian

10.7 Tersedianya
dokumen kerjasama
Adanya kerjasama penelitian provinsi
penelitian provinsi dengan PT setempat
dengan PT setempat

00 - METODE WAKTU PJ/LP-LS
PENGUMPULAN Terkait
SUMBER
VERIFIKASI DATA PT
Lembaga
penelitian

Laporan PT Membuat laporan Dit. Kesga
data kesehatan lansia Litbangkes
berasal dari penelitian Pada tahun Dit.Promkes
PT dan Lembaga yang
Penelitian PADK
ditentukan PT

Lembaga
penelitian

Laporan Membuat laporan Dinkes
Dinas kerjasama penelitian
provinsi dengan PT Provinsi
Kesehatan setempat POKJADA
Provinsi Keslansia
PT Lokal

NO KEGIATAN INDIKATOR - 10
POKOK
DEFINISI
OPERASIONAL

10.8 Adanya data tentang
penanganan
Tersedianya data kesehatan jiwa
tentang penanganan termasuk demensia
kesehatan jiwa pada lansia dan
termasuk demensia pelayanan PJP
pada lansia dan bersumber penelitian
pelayanan PJP berkolaborasi dengan
bersumber PT, dan institusi lain
penelitian
berkolaborasi
dengan PT, dan
institusi lain

Mengembangkan 11.1

11 dan meningkatkan Persentase provinsi Jumlah provinsi yang
pemberdayaan yang telah telah melakukan

keluarga dan melakukan pengembangan dan

01 - METODE WAKTU PJ/LP-LS
PENGUMPULAN Terkait
SUMBER
VERIFIKASI DATA

Laporan Membuat laporan Libangkes
Dit. Kesga data tentang Dit.Kesga
demensia pada lansia Pusdatin
dan pelayanan PJP
bersumber penelitian PT
berkolaborasi dengan Dit.P2MKJN
PT, dan institusi lain
Dit.PTM
Dinkes
Provinsi

Laporan Membuat laporan Setiap Dit.Kesga
Dinas provinsi yang telah tahun Dit.Promkes
melakukan
BKKBN

- 10

NO KEGIATAN INDIKATOR DEFINISI
OPERASIONAL
POKOK
lansia untuk pengembangan dan peningkatan peran
meningkatkan peningkatan peran keluarga dan lansia
kesehatan lansia keluarga dan lansia dalam menyiapkan
dalam menyiapkan masa lansia dan
masa lansia dan mendampingi lansia
mendampingi lansia dibagi jumlah
seluruh provinsi x
11.2 100%
Persentase provinsi
yang telah Jumlah provinsi yang
melakukan telah melakukan
pengembangan dan pengembangan dan
peningkatan peningkatan
pengetahuan pengetahuan
keluarga dan lansia keluarga dan lansia
tentang pencegahan tentang pencegahan
dan penanganan dan penanganan
demensia demensia dibagi

02 -

SUMBER METODE WAKTU PJ/LP-LS
VERIFIKASI Terkait
PENGUMPULAN
Kesehatan Dinkes
Provinsi DATA Provinsi
pengembangan dan
peningkatan peran
keluarga dan lansia
dalam menyiapkan
masa lansia dan
mendampingi lansia

Laporan Membuat laporan Setiap Dit.P2MKJN,
Dinas provinsi yang telah tahun Dit.Kesga,
melakukan
Kesehatan pengembangan dan Dit.Promkes,
Provinsi peningkatan Dinkes
pengetahuan keluarga Provinsi,
dan lansia tentang
pencegahan dan Dinas PPKB
penanganan Provinsi,
penanganan ALZI/LSM
lain

- 10

NO KEGIATAN INDIKATOR DEFINISI
POKOK OPERASIONAL

jumlah seluruh

provinsi x 100%

11.3

Persentase Jumlah kab/kota

kab/kota yang telah yang telah

melakukan melakukan

pengembangan dan pengembangan dan

peningkatan peran peningkatan peran

keluarga dan lansia keluarga dan lansia

dalam menyiapkan dalam menyiapkan

masa lansia dan masa lansia dan

mendampingi lansia mendampingi lansia

dibagi jumlah

seluruh kab/kota x

100%

11.4

Persentase Jumlah kab/kota

kab/kota yang yang

menyelenggarakan menyelenggarakan

03 -

SUMBER METODE WAKTU PJ/LP-LS
VERIFIKASI PENGUMPULAN Terkait

DATA
kesehatan jiwa
termasuk demensia

Laporan Membuat laporan Setiap Dinkes
Dinas kab/kota yang telah tahun
melakukan Provinsi
Kesehatan pengembangan dan Dit.Kesga
Provinsi peningkatan peran Dit.Promkes
keluarga dan lansia Dit.P2MKJN
dalam menyiapkan Dinas PPKB
masa lansia dan Provinsi,
mendampingi lansia Dinas PPKB
Kab/kota,
Membuat laporan
kab/kota yang Dinkes
menyelenggarakan Kab/kota,
ALZI/LSM

lain

- 10

NO KEGIATAN INDIKATOR DEFINISI
OPERASIONAL
POKOK
orientasi dalam
orientasi dalam rangka peningkatan
pengetahuan
rangka peningkatan keluarga dan lansia
tentang pencegahan
pengetahuan dan penanganan
penanganan
keluarga dan lansia kesehatan jiwa
termasuk
tentang pencegahan penanganan
kesehatan jiwa
dan penanganan termasuk demensia
dibagi jumlah
penanganan seluruh kab/kota x
100%
kesehatan jiwa
Jumlah puskesmas
termasuk dengan posyandu
lansia aktif di ≥ 50
penanganan

kesehatan jiwa

termasuk demensia

12.1

12 Mengembangkan Persentase
dan meningkatkan puskesmas dengan

pemberdayaan posyandu lansia

04 -

SUMBER METODE WAKTU PJ/LP-LS
VERIFIKASI Terkait
PENGUMPULAN

DATA
orientasi dalam
rangka peningkatan
pengetahuan keluarga
dan lansia tentang
pencegahan dan
penanganan
penanganan
kesehatan jiwa
termasuk penanganan
kesehatan jiwa
termasuk demensia

Laporan Membuat laporan Setiap Dinkes
Dinas puskesmas dengan Tahun Kab/kota
posyandu lansia aktif

- 10

NO KEGIATAN INDIKATOR DEFINISI
OPERASIONAL
POKOK aktif di ≥ 50 desa /
masyarakat untuk kelurahannya desa/ kelurahannya
meningkatkan dibagi jumlah
seluruh puskesmas x
kesehatan lansia 100%

12.2 Jumlah lansia yang
Persentase lansia mengikuti kegiatan
yang mengikuti kelompok
kegiatan kelompok lansia/posyandu
lansia/posyandu lansia dibagi jumlah
lansia seluruh sasaran
lansia x 100

12.3 Jumlah pra lansia
yang mengikuti
Persentase pra kegiatan kelompok
lansia yang lansia/posyandu
mengikuti kegiatan

05 -

SUMBER METODE WAKTU PJ/LP-LS
VERIFIKASI PENGUMPULAN Terkait

Kesehatan DATA Dinkes
Provinsi di setiap Provinsi
desa/kelurahan Puskesmas
TP PKK
TOMA

TOGA

Laporan Membuat laporan Dinkes
Dinas lansia yang mengikuti
kegiatan kelompok Kab/kota
Kesehatan lansia/posyandu Dinkes
Provinsi lansia Provinsi

Setiap Puskesmas
Tahun TP PKK
TOMA
Membuat laporan pra TOGA
lansia yang mengikuti
kegiatan kelompok

- 10

NO KEGIATAN INDIKATOR DEFINISI
POKOK OPERASIONAL

kelompok lansia dibagi seluruh

lansia/posyandu sasaran pra lansia x

lansia 100%

12.4

Persentase Jumlah puskesmas

puskesmas yang yang melakukan

melakukan upaya upaya peningkatan

peningkatan pemahaman dalam

pemahaman dalam pencegahan dan

pencegahan dan penanganan

penanganan penanganan

penanganan kesehatan jiwa

kesehatan jiwa termasuk

termasuk penanganan

penanganan kesehatan jiwa

kesehatan jiwa termasuk demensia

termasuk demensia di masyarakat dibagi

di masyarakat jumlah seluruh

puskesmas x 100%

06 -

SUMBER METODE WAKTU PJ/LP-LS
VERIFIKASI PENGUMPULAN Terkait

DATA
lansia/posyandu
lansia

Laporan Membuat laporan Setiap Dinkes
Dinas puskesmas yang Tahun
melakukan upaya Kab/kota
Kesehatan peningkatan Puskesmas
Provinsi pemahaman dalam ALZI/LSM
pencegahan dan
penanganan terkait
penanganan
kesehatan jiwa
termasuk penanganan
kesehatan jiwa
termasuk demensia di
masyarakat

- 10

NO KEGIATAN INDIKATOR DEFINISI
POKOK OPERASIONAL

13 Meningkatkan 13.1 Jumlah provinsi
pengembangan Persentase provinsi yang telah
program yang telah mendapatkan
pemberdayaan mendapatkan orientasi
lansia orientasi pemberdayaan lansia
pemberdayaan dalam meningkatkan
lansia dalam kesehatan keluarga
meningkatkan dan masyarakat
kesehatan keluarga secara berjenjang
dan masyarakat dibagi jumlah
secara berjenjang seluruh provinsi x
100%
13.2
Persentase Jumlah kab/kota
kab/kota yang telah yang yang telah
mendapatkan mendapatkan
orientasi orientasi
pemberdayaan pemberdayaan lansia

07 - METODE WAKTU PJ/LP-LS
PENGUMPULAN Terkait
SUMBER
VERIFIKASI DATA

Laporan Membuat laporan Setiap Dit.Kesga
Dit. Kesga provinsi yang telah Tahun Dit. PKP
mendapatkan Dit.Promkes
orientasi Setiap Dinkes
pemberdayaan lansia Tahun Provinsi
dalam meningkatkan Dinkes
kesehatan keluarga Kab/kota
dan masyarakat Puskesmas
secara berjenjang Dinas Lintas
Sektor terkait
Laporan Membuat laporan
Dinas kab/kota yang telah TOMA
mendapatkan TOGA
Kesehatan orientasi Kelompok
Provinsi pemberdayaan lansia Lansia

- 10

NO KEGIATAN INDIKATOR DEFINISI
POKOK OPERASIONAL

lansia dalam dalam meningkatkan

meningkatkan kesehatan keluarga

kesehatan keluarga dan masyarakat

dan masyarakat secara berjenjang

secara berjenjang dibagi jumlah

seluruh kab/kota x

100%

13.3 Jumlah puskesmas
yang telah
Persentase mendapatkan
puskesmas yang orientasi
telah mendapatkan pemberdayaan lansia
orientasi dalam meningkatkan
pemberdayaan kesehatan keluarga
lansia dalam dan masyarakat
meningkatkan secara berjenjang
kesehatan keluarga dibagi jumlah
dan masyarakat
secara berjenjang

08 -

SUMBER METODE WAKTU PJ/LP-LS
VERIFIKASI Terkait
PENGUMPULAN

DATA
dalam meningkatkan
kesehatan keluarga
dan masyarakat
secara berjenjang

Laporan Membuat laporan Setiap Dinkes
Dinas puskesmas yang yang Tahun
telah mendapatkan Provinsi
Kesehatan orientasi Dinkes
Provinsi pemberdayaan lansia Kab/kota
dalam meningkatkan Puskesmas
kesehatan keluarga Lintas sektor
dan masyarakat terkait
secara berjenjang TOMA
TOGA
Kelompok
Lansia

- 10

NO KEGIATAN INDIKATOR DEFINISI
POKOK OPERASIONAL

seluruh puskesmas x
100%

13.4 Jumlah kab/kota
Persentase yang yang telah
kab/kota yang telah mengembangkan
mengembangkan pemberdayaan lansia
pemberdayaan dalam meningkatkan
lansia dalam kesehatan keluarga
meningkatkan dan masyarakat
kesehatan keluarga dibagi jumlah
dan masyarakat seluruh kab/kota x
100%
13.5
Persentase Jumlah puskesmas
puskesmas yang yang telah
telah mengembangkan
mengembangkan pemberdayaan lansia

09 - METODE WAKTU PJ/LP-LS
PENGUMPULAN Terkait
SUMBER
VERIFIKASI DATA

Laporan Membuat laporan Setiap Dinkes
Dinas kab/kota yang telah Tahun
mengembangkan Provinsi
Kesehatan pemberdayaan lansia Dinkes
Provinsi dalam meningkatkan Kab/kota
kesehatan keluarga Puskesmas
dan masyarakat Lintas sektor
terkait
Membuat laporan TOMA
puskesmas yang telah TOGA
mengembangkan Kelompok
pemberdayaan lansia Lansia

- 11

NO KEGIATAN INDIKATOR DEFINISI
POKOK OPERASIONAL

pemberdayaan dalam meningkatkan

lansia dalam kesehatan keluarga

meningkatkan dibagi jumlah

kesehatan keluarga seluruh puskesmas x

100%

13.6

Persentase Jumlah puskesmas

puskesmas yang yang telah

telah mengembangkan

mengembangkan pemberdayaan lansia

pemberdayaan dalam meningkatkan

lansia dalam kesehatan

meningkatkan masyarakat dibagi

kesehatan jumlah seluruh

masyarakat puskesmas x 100%

10 -

SUMBER METODE WAKTU PJ/LP-LS
VERIFIKASI PENGUMPULAN Terkait

DATA
dalam meningkatkan
kesehatan keluarga

Laporan Membuat laporan Dinkes
Dinas puskesmas yang telah
mengembangkan Provinsi
Kesehatan pemberdayaan lansia Dinkes
Provinsi dalam meningkatkan Kab/kota
kesehatan masyarakat Puskesmas
Lintas sektor
terkait
TOMA
TOGA
Kelompok
Lansia

- 111 -

BAB VII
PENUTUP

Rencana Aksi Nasional Kesehatan Lanjut Usia tahun 2020-2024
merupakan acuan bagi pembina dan pelaksana program terkait kesehatan
lanjut usia dalam perencanaan dan pelaksanaan program kesehatan lanjut usia.
Sebagai acuan pengembangan program kesehatan lanjut usia, RAN ini dapat
digunakan di seluruh tingkat pemerintahan dari tingkat pusat, provinsi,
kabupaten/kota, kecamatan, puskesmas hingga desa/kelurahan.

Pengembangan program kesehatan lanjut usia dilaksanakan secara
terintegrasi dengan koordinasi yang efektif antar lintas program terkait.
Disamping itu, dalam melaksanakan seluruh kegiatan, kerja sama lintas sektor
dan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan merupakan kunci
keberhasilan implementasi RAN dan pencapaian target yang telah ditetapkan.

- 112 -

DAFTAR PUSTAKA

1. WHO. Sixty-ninth World Health Assembly. https://www.who.int/en/news-
room/detail/28-05-2016-sixty-ninth-world-health-assembly-closes

2. WHO. Global Strategy and Action Plan on Ageing and Health.
https://www.who.int/ageing/global-strategy/en/.

3. The Economist Intelligence Unit (EIU). Ageing Shift.
https://ageingshift.economist.com/

4. WHO. Regional Framework on Healthly Ageing 2018-2022.
https://apps.who.int/iris/handle/10665/311067

5. WHO. Integrated Care for Older People (ICOPE).
https://www.who.int/ageing/health-systems/icope/en/

6. Kementerian Kesehatan RI. (2019). Laporan Nasional Riskesdas 2018.
Jakarta: LPB.

7. Kementerian Kesehatan RI. (2019). Review Implementasi RAN Kesehatan
Lansia Tahun 2016-2019.

8. Republik Indonesia. Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.
9. Republik Indonesia. Undang-undang Nomor 13 tahun 1998 tentang

Kesejahteraan Lanjut Usia.
10. Republik Indonesia. Undang-undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak

Asasi Manusia.
11. Republik Indonesia. Undang-undang Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem

Jaminan Sosial Nasional.
12. Republik Indonesia. Undang-undang Nomor 11 tahun 2009 tentang

Kesejahteraan Sosial.
13. Republik Indonesia. Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang

Kesehatan.
14. Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang

Pemerintahan Daerah.
15. Republik Indonesia. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun

2020 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas
Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019
(COVID-19) dan/atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang
Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem
Keuangan Menjadi Undang-Undang.

- 113 -

16. Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2
Tahun 2018 Tentang Standar Pelayanan Minimal.

17. Republik Indonesia. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 18 Tahun
2020 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun
2020-2024.

18. Republik Indonesia. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia
Nomor 19 tahun 2011 tentang Pedoman Pengintegrasian Layanan Sosial
Dasar di Pos Pelayanan Terpadu.

19. Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 9 tahun 2014
Ayat 4 tentang Klinik.

20. Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2014
tentang Upaya Kesehatan Anak.

21. Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 79 tahun 2014
tentang Pelayanan Geriatri di Rumah Sakit.

22. Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 67 tahun 2015
tentang Penyelenggaraan Kesehatan Lanjut Usia di Pusat Kesehatan
Masyarakat.

23. Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2016
tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Kesehatan Lanjut Usia tahun 2016-
2019.

24. Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 40 tahun 2018
tentang Pedoman Pelaksanaan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha
dalam Penyediaan Infrastruktur Kesehatan.

25. Republik Indonesia. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia
Nomor 100 tahun 2018 Tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal.

26. Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 4 tahun 2019
tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada Standar
Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan.

27. Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 43 tahun 2019
tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.

28. Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
02.02/MENKES/496/2016 tentang Pokja Kesehatan Lanjut Usia,
diperbaharui dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
HK.01.07/MENKES/144/2018 tentang Pokja Kesehatan Lanjut Usia di
Lingkungan Kementerian Kesehatan.

29. WHO. World Report on Ageing and Health 2015.

- 114 -

30. Rowe, J.W, dan Khan, R.L. (1997). Successful Aging. The Gerontologist,
Volume 37, Issue 4, August 1997, Pages 433–440,
https://doi.org/10.1093/geront/37.4.433.

31. WHO. 2018. Be He@lthy be Mobile A handbook on how to implement
mAgeing.

32. Ageing and Life-Course -https://www.who.int/ageing/healthy-ageing/en/
33. United Nations. The universal declaration of human rights – article 25 New

York: UN. http://www.un.org/en/
34. WHO. 10 Priorities Towards a Decade of Healthy Ageing.

https://www.who.int/initiatives/decade-of-healthy-ageing
35. Bappenas. SDGs Dashboard. 2020. http://sdgs.bappenas.go.id/dashboard
36. Bappenas. (2018). Strategi Nasional (Stranas) Kelanjutusiaan 2020-2024.
37. Kementerian Kesehatan RI. 2019. Rencana Strategis Kementerian Kesehatan

Tahun 2020-2024.
38. Badan Pusat Statistik (BPS). (2019). Statistik Penduduk Lanjut Usia 2019.

Jakarta.
39. Bappenas, BPS, UNFPA. Proyeksi Penduduk Indonesia 2015-2045. Jakarta.
40. Litbangkes Kemenkes. (2019). Studi BOD. Jakarta.
41. Prince MJ. (2015). World Alzheimer Report 2015: The Global Impact of

Dementia. Accessed on 8 November 2018 available at
https://www.alz.co.uk/research/world-report-2015.
42. Suriastini W, Turana Y, Supraptilah B, Wicaksono TY, Mulyanto ED. (2020).
Prevalence and Risk Factors of Dementia and Caregiver knowledge of the
early symptoms of Alzheimer Disease. Aging Medicine and Healthcare
2020;11(2):60-66.
43. Kementerian Kesehatan RI. 2020. COVID-19 dalam Angka.
44. Mulati, Erna. 2020. Layanan Esensial Kesehatan Lansia pada Era Pandemi
Covid-19. Webinar Seri #1 dalam rangka HLUN Tahun 2020. Kementerian
Kesehatan RI Jakarta, 4 Juni 2020.
45. Cicih, Lilis Heri Mis. 2020. Lansia dan Era Normal Baru. Harian Kompas 2
Juni 2020. Jakarta.
46. Kementerian Kesehatan RI. 2020. Panduan Pelayanan Kesehatan Lanjut
Usia Pada Era Pandemi COVID-19. Jakarta.
47. Kementerian Kesehatan RI. 2020. Panduan Adaptasi Kebiasaan Baru. Dalam
Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Jakarta.
48. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). 2017. Laporan Pengelolaan
Program Dan Laporan Keuangan Jaminan Sosial Kesehatan Tahun 2017

- 115 -

KONTRIBUTOR

• Sekretariat Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian
Kesehatan

• Biro Hukum dan Organisasi, Kementerian Kesehatan
• Direktorat Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan
• Pusat Analisis Determinan Kesehatan, Kementerian Kesehatan
• Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan
• Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat,

Kementerian Kesehatan
• Direktorat Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan
• Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat,

Kementerian Kesehatan
• Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga, Kementerian Kesehatan
• Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer, Kementerian Kesehatan
• Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan, Kementerian Kesehatan RI
• Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular,

Kementerian Kesehatan
• Direktorat Penanggulangan Masalah Kesehatan Jiwa dan NAPZA,

Kementerian Kesehatan

- 116 -


Click to View FlipBook Version