Nama : Citra Arum Febrianty NIM : 24920012 Mata Kuliah : Computational Thinking SEL.09.2-T4-7. Aksi Nyata 1. Pengalaman apa saja yang Anda dapatkan dari proses melakukan integrasi CT ke dalam proyek STEM? JAWAB: Pengintegrasian CT ke dalam proyek STEM tentunya menambah pengalaman baru bagi saya. Penggunaan format proyek STEM yang terintegrasi dengan CT dalam LMS memudahkan pemahaman perbedaan antara proyek yang sudah terintegrasi dengan CT dan yang belum terintegrasi dengan CT. Proses pembuatan proyek STEM dari sumber tertentu dibagi secara sistematis dalam empat fondasi CT, memungkinkan pengembangan materi CT ke dalam proyek STEM. Pembuatan modul ini didukung oleh berbagai referensi sebagai sumber integrasi CT ke dalam proyek STEM. Simulasi hasil proyek STEM "Menguji Daya Apung Botol Rakit" dapat dilihat di tautan berikut: https://youtu.be/H2CbnN4LfO8?si=wzkyfiJ0zwKrOydE 2. Bagaimana perasaan Anda pada saat mengerjakan modul ini? JAWAB: Topik ini membahas tentang pengintegrasian CT dalam proyek STEM. Awalnya, mahasiswa diberi tugas untuk mencari proyek STEM dari berbagai sumber, lalu hasil temuan dibahas bersama anggota kelompok untuk memilih satu proyek yang akan diintegrasikan dengan CT. Saat mencari proyek STEM, saya merasa kesulitan memilih karena beberapa proyek terasa sulit, terutama yang dominan dalam bidang fisika yang tidak sesuai dengan bidang studi saya saat ini. Kami terus berdiskusi untuk mengaitkan proyek yang dipilih dengan bidang studi Bahasa Indonesia, dan hasilnya adalah mengaitkan uji coba proyek STEM dengan Teks Laporan Hasil Observasi. Diskusi ini membuat saya dan anggota kelompok bersemangat untuk mengerjakan tugas integrasi CT ke dalam proyek STEM yang dipilih, sehingga kami bisa mendapatkan wawasan baru dalam dan di luar bidang studi kami. 3. Jelaskan bagaimana rencana Anda dalam mengintegrasikan CT di dalam proyek STEM di kelas yang Anda ajar kelak. JAWAB: Pengintegrasian CT pada proyek STEM sangat membantu untuk mengarahkan proyek tersebut menjadi lebih terkontrol, efektif, dan dapat meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada guru maupun peserta didik. Peserta didik dapat mengembangkan kemampuan analitis dan pemecahan masalah yang diperlukan untuk memahami dan menangani kompleksitas dalam proyek STEM. Rencana yang dapat dilakukan ketika mengintegrasikan CT dalam proyek STEM, sebagai berikut: 1) Perencanaan proyek: Mencari referensi proyek STEM dan merancang proyek dengan fokus pada pemecahan masalah dan pemikiran analitis, memungkinkan siswa mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, dan merancang solusi kreatif. 2) Pemahaman proses pembuatan proyek STEM: Sebagai praktikan, siswa tidak hanya fokus pada hasil proyek saja, namun mereka juga harus memahami proses pembuatan proyek, mulai dari langkah-langkah, hambatan yang dihadapi, hingga penyelesaian. Hal ini dilakukan agar siswa memperoleh
pemahaman terhadap proses pelaksanaan proyek STEM yang mencakup beberapa bidang. 3) Pertanyaan terbuka: Pertanyaan ini dapat diajukan agar mendorong siswa untuk berpikir kritis sehingga dapat menambah wawasan. Misalnya, guru dapat bertanya terkait dengan mengapa hasil proyek STEM ini dapat terjadi, sehingga siswa dapat mengulas kembali teori yang telah dipelajari. 4) Kolaborasi: Berdiskusi bersama teman kelompok untuk menemukan ide, memecahkan masalah, dan memperluas pemahaman. 5) Evaluasi Kritis: Siswa memberi masukan atau menilai hasil kerja kelompok lain sebagai bahan evaluasi. 6) Penggunaan Teknologi: Sesuai dengan namanya, proyek STEM melibatkan teknologi sehingga guru perlu merealisasikan hal tersebut baik dalam prosesnya ataupun penyajian hasil. Hal ini dilakukan agar siswa setidaknya mengenal teknologi, baik itu perangkat lunak maupun perangkat keras. 7) Refleksi: Membahas hasil praktik secara menyeluruh, kendala yang dihadapi, dan cara untuk memecahkan masalah melalui refleksi. Hal itu penting dilakukan untuk perbaikan sebuah kesalahan.
COMPUTATIONAL THINKINGDALAM MATAPELAJARAN TOPIK5
DISUSUN OLEH : CITRA ARUM FEBRIANTY 24920012 PPG PRAJABATAN GEL 1 TAHUN 2024 PORTOFOLIO Topik 5 AKSI NYATA COMPUTATIONAL THINKING
01 02 03 04 05 Hasil Lembar Kerja Reflektif Individual (2.3) Hasil kerja pada Ruang Kolaborasi. Feedback yang diberikan dosen lain padasaat Demonstrasi Kontekstual Hasil lembar kerja pada Koneksi Antar Materi. Hasil refleksi dan RPP dari Aksi Nyata. Bagian dari portofolio untuk topik pendalaman CT adalah sebagai berikut:
Hasil Lembar Kerja Reflektif Individual (2.3)
Anggota Kelompok 1: 1. Citra Arum Febrianty 2. Febriana Ninggih Ningrum 3. Rizka Retno Muliati 4. Vinna Rumayara NIM : 24920012 Mata Kuliah : Computational Thinking SEL.09.2-T5-3a Eksplorasi Konsep 1. Intisari apa saja yang Anda dapatkan saat mempelajari makalah “Bringing computational thinking to K-12: what is Involved and what is the role of the computer science education community” (Barr & Stephenson, 2011)? Jawaban : Intisari yang saya dapatkan adalah mengenai pentingnya memperkenalkan pemikiran komputasional ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah (K-12) untuk membantu peserta didik mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, pemodelan, dan analisis data. Definisi pemikiran komputasional sebagai proses mental yang melibatkan penggunaan prinsip-prinsip komputasi untuk memecahkan masalah. Peran penting komunitas pendidikan ilmu komputer dalam memperkenalkan dan memperluas implementasi pemikiran komputasional di tingkat K-12. Hal ini sesuai dengan filosofi pendidikan mengenai perkataan dari Ki Hadjar Dewaantara akan pendidikan dan pengajaran yang harus merujuk pada kodarat alam dan kodrat zaman. Kedual kodrat ini saling berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran karena harus sesuai dengaan “among”. Ketika kodarat waktu semakin berkembang mengikuti kodrat alam maka peserta didik harus digali potensinya melalui pendidikan. Pendidikan yang diberikan pun harus berisikan pengetahuan yang sesuai dengan kodrat waktu dan kodrat zaman supaya pendidikan yang dirancang oleh pendidik untuk peserta didik sesuaai dengan kebutuhan mereka. Pengetahuan yang diberikan pun sesuai dengan kodrat zaman yang sudah menggunakan digitalisasi di setiap bidang, maka peserta didik juga harus mampu berpikir secara kritis untuk menyelesaikan persoalan dengan prinsip-prinsip critical thinking. Pada makalah "Bringing computational thinking to K-12: what is Involved and what is the role of the computer science education community" menyatakan bahwa Computational Thinking (CT) membantu dalam mengatasi masalah dengan solusi yang tepat dan pola langkah terstruktur, serta dapat diterapkan dalam berbagai mata pelajaran. Makalah tersebut membahas tentang peran dan penerapan berpikir komputasi dalam pendidikan, serta memberikan contoh
implementasi CT dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan Pendidikan Kewarganegaraan. Dimana pada pelajaran bahasa Indonesia yaitu asesmen untuk CT, guru dapat memberikan penilaian terkait pengenalan pola, misalnya dengan menghitung persentase ciri-ciri surat resmi dan surat pribadi yang berhasil ditemukan siswa. Guru dapat menilai abstraksi siswa dari contoh surat yang dibuat oleh siswa, yaitu kemampuan siswa mengenali format surat resmi dan pribadi. Sedangkan pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, yaitu guru dapat menilai hasil karya siswa dari segi kelengkapan informasi pada infografis (abstraksi) dan struktur infografis yang dibuat oleh siswa (dekomposisi). Pada makalah “Bringing computational thinking to K-12: what is Involved andwhat is the role of the computer science education community?” (Barr & Stephenson,2011) diberikan beberapa contoh implementasi konsep CT dan keterampilannya yang diimplementasikan pada berbagai bidang. 2. Tuliskan juga kaitan makalah tersebut dengan mata pelajaran yang Anda ampu! Masing-masing kelompok hanya perlu mengisi satu lembar kerja reflektif. Jawab: Konsep CT “Menulis Teks Pidato” Pengumpulan Data Mengumpulkan data untuk mengenalkan struktur teks pidato, kaidah kebahasaan, dan langkahlangkah menyusun teks pidato. Hal ini dilakukan supaya peserta didik memiliki gambaran terhadap teks pidato sebelum melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan asesmen yang sudah dirancang oleh pendidik. Representasi Data dan Analisis Data Mempresentasikan teks pidato dengan struktur, kaidah kebahasaan, dan langkah-langkah teks pidato dengan tema yang telah ditentukan. Hal ini dilakukan supaya peserta didik dapat bertanggung jawab atas hasil pengerjaan yang sudah dikerjakan dan memamparkan dari hasil yang mereka pahami setelah mengerjakan soal yang diberikan oleh pendidik. Abstraksi Membimbing peserta didik untuk fokus menyusun teks pidato dengan memperhatikan struktur teks pidato, kaidah kebahasaan, dan sesuai dengan tema
yang telah ditentukan. Hal ini dilakukan menjadi salah satu tempat Otomatisasi Pengecekan secara langsung hasil LKPD peserta didik tentang teks pidato yang telah disusun. Hal ini bertujuan untuk melihat secara langsung bagaimana hasil belajar peserta didik setelah melakukan proses pembelaajaran dengan rancangan perangkat pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Kegiatan ini akan memperlihatkan hasil refleksi yang dapat dijadikan evaluasi dari hasil belajar peserta didik. Pengujian dan Verifikasi Pemeriksaan hasil kerja peserta didik dengan memverifikasi keteraturan dan kebenaran luas permukaan kubus dan balok. Algoritma dan Prosedur Menemukan kesesuaian tema pada teks pidato dan disusun berdasarkan struktur dan terdapat kaidah kebahasaan mengenai teks pidato. Penugasan yang diberikan oleh pendidik secara tidak langsung menumbuhkan pemikiraan kritis dalam dirinya karena peserta didik harus melakukan analisis dan identifikasi terhadap teks pidato untuk menemukan kesesuaian dalam tema teks pidato tersebut. Dekomposisi Persoalan Melakukan pengamatan mengenai struktur dan kaidah kebahasaan teks pidato. Pengamatan dilakukan oleh peserta didik untuk menembuhkan sikap mandiri dalam proses pembelajaran, dimana peserta didik dituntut untuk berpikir kritis dengan cara diberikan permasalahan dalam bentuk soal. Struktur Kontrol Mempelajari permasalahan atau hal disekitar kita yang sedang hangat diperbincangkan dan menentukan tema untuk disusun sebuah teks pidato. Hal tersebut juga dapat memicu peserta
didik untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar karena proses ini melatih peserta didik untuk lebih mampu menilai hal-hal yang ada disekitarnya. Simulasi Menunjukan hasil mengenai teks pidato yang telah dibuat dan mempresentasikan hal tersebut di depan kelas. Pengenalan Pola Menelaah persoalan atau poin penting pada tema yang telah ditentukan untuk disusun menjadi sebuah teks pidato. Hal ini dilakukan supaya peserta didik mengetahui maksuda dan tujuan dari pembelajaran sesuai dengan materi yang diberikaan yaitu teks pidato. Peserta didik juga akan menggetahui point-point penting yang harus ada dan tidak ada pada sebuah teks pidato. Peserta didik juga akan mengetahui struktur apa saja yang ada di dalam teks pidato dengan menggunakan aturan kaidah kebahasaan dalam teks pidaato.
Hasilkerja padaRuang Kolaborasi.
SEL.09.2-T5-4 Ruang KolaborasiComputational Thinking Anggota Kelompok 1 Citra Arum Febrianty Febriana Ninggih N Rizka Retno Muliati Vinna Rumayara
SEL.09.2-T5-4. Ruang Kolaborasi Computational Thinking Topik 5 Tugas Anda adalah memodifikasi materi ajar dengan mengintegrasikan CT ke dalam materi tersebut. Tuliskan hasilnya pada lembar kerja berikut. Masing-masing kelompok hanya perlu mengisi satu hasil lembar kerja kelompok. NIM/nama anggota 1: NIM/nama anggota 2: NIM/nama anggota 3: NIM/nama anggota 4: 1. Citra Arum Febrianty / 24920012 2. Febriana Ninggih Ningrum / 24920008 3. Rizka Retno Muliati / 24920009 4. Vinna Rumayara / 24920018 Mata pelajaran: Bahasa Indonesia Materi ajar: Pengertian, struktur, kalimat persuasi dan ungkapan, fakta, data, dan kata ilmiah, langkah-langkah menyusun teks pidato. Tujuan Pembelajaran 1. Peserta didik dapat mengidentifikasi struktur pidato, kalimat persuasi dan ungkapan, serta fakta data dan kata ilmiah dalam pidato. 2. Peserta didik dapat mengidentifikasi metode berpidato dan istilah dalam pidato 3. Peserta didik mampu menulis teks pidato sesuai tema. Deskripsi penyampaian materi sebelum integrasi CT Sebelum integrasi CT, penyampaian materi dilakukan secara langsung oleh guru dengan berpedoman pada kegiatan pembelajaran dalam sintaks-sintaks model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang telah dituliskan dalam modul ajar oleh guru. Alur sintaks kegiatan pembelajaran dengan model PBL sebagai berikut: • Orientasi masalah • Mengorganisasikan siswa belajar • Membimbing kelompok • Mengembangkan dan menyajikan hasil Deskripsi Penyampaian Materi Setelah Integrasi CT Setelah mengintegrasikan CT dalam materi, penyampaian materi oleh guru akan dilakukan dengan mamadukan antara sintaks model pembelajaran Problem Based Learning
dengan fondasi CT yang terkait. Sehingga, dalam melakukan sintaks Problem Based Learning guru juga melakukan beberapa langkah kegiatan pembelajaran dengan konsep CT. Pada setiap pertemuan, pembelajaran dilakukan sesuai tahapan PBL dengan menggunakan media pembelajaran yang berbeda, hal ini dilakukan supaya menumbuhkan berpikir kritis bagi siswa dalam mengerjakan LKPD. Guru memberikan pertanyaan pemantik untuk merangsang berpikir kritis sebelum melaksanakan pembelajaran. Selanjutnya, siswa menyimak penyampaian materi oleh guru yang disajikan pada PPT. Setelah itu, guru dan siswa berdiskusi terkait materi pembelajaran yang telah disampaikan. Siswa secara berkelompok berdiskusi dalam mengerjakan LKPD , kemudian menyajikan hasil. Penjelasan Konsep CT yang Diintegrasikan Pada Materi Ajar Penyampaian materi berdasarkan fondasi CT: 1) Dekomposisi Melakukan pengamatan mengenai struktur dan kaidah kebahasaan teks pidato. Kegiatan ini bertujuan peserta didik memahami akan tujuan pembelajaran yang sudah dirancang oleh pendidik supaya mereka mengetahui struktur dan kaidah kebahasaan secara mandiri. Hal ini bertujuan untuk membentuk karakteristik disiplin positif dalam diri peserta didik. 2) Pengenalan Pola Menelaah persoalan atau poin penting pada tema yang telah ditentukan untuk disusun menjadi sebuah teks pidato 3) Abstraksi Membimbing peserta didik untuk fokus menyusun teks pidato dengan memperhatikan struktur teks pidato, kaidah kebahasaan, dan sesuai dengan tema yang telah ditentukan. 4) Algoritma Hal yang termasuk ke dalam algoritma adalah sebagai berikut. a) Peserta didik menyimak materi teks pidato yang disampaikan oleh guru melalui Powerpoint b) Peserta didik menyampaikan pertanyaan
kepada guru jika ada hal yang dirasa belum dipahami oleh peserta didik. c) Guru mengorganisasikan peserta didik untuk membentuk kelompok. d) Guru membagikan LKPD dan siswa mengerjakan secara berkelompok sesuai dengan panduan yang sudah diberikan. • Pertemuan 1 kuis berbasis Tim Games Tournament dengan materi struktur teks pidato. • Pertemuan 2 pengerjaan LKPD menggunakan media youtube dengan materi metode 3a nisi yang terkandung dalam pidato. • Pertemuan 3 pengerjaan LKPD menggunakan media dadu dengan materi menulis pidato sesuai tema). e) Setiap kelompok menyajikan hasil diskusi di depan kelas dan kelompok lain menanggapi. f) Guru menyimpulkan materi yang telah disampaikan daari hasil pengerjaan dan presentasi yang telah dilakukan oleh peserta didik.
2. Tuliskan perbedaan yang terdapat pada materi ajar yang belum diintegrasikan dengan CT dan materi ajar yang telah diintegrasikan dengan CT! Sebelum diintegrasikan dengan CT materi ajar masih berfokus pada fakta maupun informasi yang ada pada buku serta penyampaian materi secara langsung oleh guru tanpa mengajak peserta didik untuk lebih berpikir secara komputasional. Sedangkan setelah diintegrasikan CT, materi ajar lebih berfokus pada cara peserta didik dalam memecahkan masalah dan mencari solusi secara berkelompok ataupun berkolaborasi dengan peserta didik lainnya. Peserta didik juga dapat mengkoordinir kelompoknya agar tugas yang diberikan guru dapat cepat selesai dengan waktu yang tepat. Peserta didik melakukannya dengan cara membagi permasalahan yang ada menjadi lebih sederhana dengan bekerja sama dengan sesama anggota kelompok. Kemudian mereka diarahkan untuk fokus pada apa yang hendak ditemukan, setelah menemukan solusi untuk suatu permasalahan, peserta didik akan melakukan pola yang sama untuk solusi yang didapat agar diterapkan pada permasalahan yang lain. Selanjutnya, melalui langkah-langkah yang dilakukan oleh peserta didik, mereka akan dapat menemukan penyelesaian dari permasalahan yang diberikan. Dengan cara berpikir dan langkah-langkah yang dilakukan oleh peserta didik dari awal sampai akhir dalam penyelesaian mengerjakan LKPD yang diberikan, hal tersebut dapat meningkatkan berpikir komputasional peserta didik. Dalam proses pembelajaran pada teks pidato ini dengan menggunakan model problem based learning secara tidak langsung menumbuhkan karakteristik peserta didik yang mandiri, bertanggung jawab, serta disiplin positif. Fungsi modul yang digunakan adalah peserta didik akan mampu dalam menyelesaikan permasalahan dalam kehidupannya dengan menggunakan rancangan CT yang ada di dalam diri peserta didik.
Feedback yang diberikan dosenlain pada saat Demonstrasi Kontekstual
SEL.09.2-T5-5., SEL.09.2-T5-5a Demontrasi Kontekstual Citra Arum F Computat ional Thinking Computat ional Thinking Disusun Oleh Kelompok 1 Febriana Ninggih Ningrum Rizka Retno Muliati Vinna Rumayara
SEL.09.2-T5-5. Demontrasi Kontekstual Computational Thinking NIM / Nama anggota Kelompok yang presentasi: Kelompok 1 1. Citra Arum Febrianty/24920012 2. Febriana Ninggih Ningrum/24920008 3. Rizka Retno Muliati/24920009 4. Vinna Rumayara/24920018 NIM / Nama anggota Kelompok yang memberikan evaluasi: Kelompok 3 1. Algi Agustina Sudajrat 2. Alni Dwi Safitri 3. Fadilah Nur Rahmah 4. Noviyanti Ramadhani Futri 5. Ranti Minhaqillah Mata pelajaran: Bahasa Indonesia Materi ajar: Pengertian, struktur, kalimat persuasi dan ungkapan, fakta, data, dan kata ilmiah, langkah-langkah menyusun teks pidato. Ide baru yang didapatkan terkait integrasi CT di dalam mata pelajaran: Ternyata mata pelajaran bahasa Indonesia dapat digunakan untuk melatih pemikiran kritis dalam diri peserta didik. Model pembelajaran based learning merupakan model yang dapat digunakan untuk dijadikan penguatan karakteristik positif untuk peserta didik dengan mengkaitkannya pada media lainnya. Bukan hanya satu media saja melainkan media lainnya pun dapat digunakan dengan menggunakan problem based learning sebagai model pembelajaran di dalam proses pembelajaran tersebut Evaluasi/saran untuk kelompok yang sedang presentasi: Secara keseluruhan, modifikasi materi ajar kelompok 1 sudah terperinci, hal tersebut dapat dibuktikan dengan pengintegrasian CT dalam setiap sintaks langkah-langkah pembelajaran Problem based learning. Akan tetapi, diawal sebelum pengintegrasian CT pembelajaran dilakukan hanya dengan model problem based learning tetapi setelah pengintegrasian CT terdapat 2 model yang dilaksanakan yaitu Problem based learning dan metode team games tournament. Hal tersebut karena pembelajaran dilakukan dengan beberapa pertemuan. Untuk itu lebih baik dijelaskan di awal penggunaan model pembelajaran tidak hanya model PBL tetapi menggunakan model TGT.
Selebihnya materi yang disajikan oleh kelompok 1 sudah mengimplementasikan CT dan layak dijadikan referensi pembelajaran. NIM / Nama anggota Kelompok yang presentasi: Kelompok 1 1. Citra Arum Febrianty/24920012 2. Febriana Ninggih Ningrum/24920008 3. Rizka Retno Muliati/24920009 4. Vinna Rumayara/24920018 NIM / Nama anggota Kelompok yang memberikan evaluasi: Kelompok 2 1. Kuswarni 2. Siti Rofia Darojat 3. Khaerunisa FY 4. Anisa Ayu Fitria 5. Tria Wibawa Mata pelajaran: Bahasa Indonesia Materi ajar: Pengertian, struktur, kalimat persuasi dan ungkapan, fakta, data, dan kata ilmiah, langkah-langkah menyusun teks pidato. Ide baru yang didapatkan terkait integrasi CT di dalam mata pelajaran: Ternyata mata pelajaran bahasa Indonesia dapat digunakan untuk melatih pemikiran kritis dalam diri peserta didik. Model pembelajaran based learning merupakan model yang dapat digunakan untuk dijadikan penguatan karakteristik positif untuk peserta didik dengan mengkaitkannya pada media lainnya. Bukan hanya satu media saja melainkan media lainnya pun dapat digunakan dengan menggunakan problem based learning sebagai model pembelajaran di dalam proses pembelajaran tersebut Evaluasi/saran untuk kelompok yang sedang presentasi: Pengerjaan tugas simpel, penggunaan kata guru, pendidik, siswa, peserta didik disama ratakan (pakai peserta didik sama pendidik atau guru sama siswa) dan sedikit terdapat salah ketik. Penyampaian materi sudah jelas dan dimengerti.
Hasil lembar kerjapada Koneksi Antar Materi.
Hasil refleksi dan RPP dari Aksi Nyata.
AKSI NYATA SEL.09.2-t5-8 Computational Thinking 1. Pengalaman apa saja yangAnda dapatkan dari proses melakukan integrasiCT ke dalam mata pelajaran yang Anda ampu?Apakah ada kendala yangAnda hadapi? Pengalaman yang saya dapatkan dari proses melakukan CT kedalam mata pelajaran Bahasa Indonesia yaitu hal saya lakukan menjadi lebih terstruktur pada saat menyusun perangkat pembelajaran sehingga merujuk pada ketercapaian belajar peserta didik. Dengan mengintegrasikan CT berdampak juga pada pola pikir peserta didik. Peserta didik mendapatkan berbagai macam solusi dan pemikiran yang luas, kritis, dan kreatif ketika dihapkan dengan suatu permasalahan. Poin penting dari mengintegrasikan CT kedalam mata pelajaran yang saya ampu adalah hasil yang didapatkan menjadi efekttif, efisien, dan optimal. 2.Bagaimana perasssan Anda pada saat mengerjakan modul ini? CITRA ARUM FEBRIANTY 24920012 Tentu saja merasa senang, karena mendapatkan ilmu baru an berharap bisa mengimplementasikan ilmu yang didapat ketika saya terjun langsung kelapangan (sekolah) setelah lulus PPG nanti. Selain itu saya juga merasa termotivasi untuk lebih meningkatkan kualitas diri dalam menghadapi suatu permasalahan dengan berpikir kreatif.
MODUL AJAR Kurikulum Merdeka Disusun oleh: Kelompok 1 VIII/SEMESTER2BAHASA INDONESIA TEKS PIDATO Citra Arum Febrianty Febriana Ninggih Ningrum Rizka Retno Muliati Vinna Rumayara
·Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik juga menuliskan hasil penelitian menggunakan metodologi sederhana dengan mengutip sumber rujukan secara etis. Menyampaikan ungkapan rasa simpati, empati, peduli, dan pendapat pro/kontra secara etis dalam memberikan penghargaan secara tertulis dalam teks multimodal. ·Peserta didik mampu menggunakan dan mengembangkan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk menulis. Peserta didik menyampaikan tulisan berdasarkan fakta, pengalaman, dan imajinasi secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi dengan penggunaan kosa kata secara kreatif. Nama Sekolah : Mata Pelajaran : Tahun Pelajaran : Kelas/Semester : Alokasi Waktu : Fase : Elemen : SMPN 7 Cihami Bahasa Indonesia 2023/2024 VIII/Genap 6x40 menit ( 3 pertemuan) D Menulis IDENTITAS CAPAIAN PEMBELAJARAN
Beriman bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia Berkebhinekaan global Bergotong royong Mandiri Bernalar Kritis Kreatif KOMPETENSI SYARAT/PRASYARAT PROFIL PELAJAR PANCASILA Mengidentifikasi unsur-unsur teks pidato berdasarkan strukturnya. Menentukan ciri-ciri kebahasaan dalam teks pidato Menulis teks pidato berdasarkan topik yang telah ditentukan. Bahan Ajar Materi Media Alat/Teknologi Komputer/laptop, proyektor, speaker, dan jaringan internet Buku paket Bahasa Indonesia, teks pidato, ilutrasi peristiwa, LKPD. Pengertian, struktur, kalimat persuasif dan ungkapan, fakta,data, dan kata ilmiah, langkah-langkah menyusun teks pidato. Power point/salindia, video pembelajaran, kertas berwarna, dadu SARANA DAN PRASARANA
Pendekatan : Saintifik Model : Problem based learning Metode : Diskusi, dan tanya jawab TARGET PESERTA DIDIK MODEL PEMBELAJARAN Target Peserta Didik: Siswa reguler Siswa dengan hambatan belajar Siswa cerdas istimewa berbakat istimewa (CIBI) TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik dapat mengidentifikasi struktur pidato, kalimat persuasif dan ungkapan, serta fakta data dan kata ilmiah dalam pidato. 1. Peserta didik dapat mengidentifikasi metode berpidato dan istilah dalam pidato 2. Peserta didik mampu menulis teks pidato sesuai tema. 3. PEMAHAMAN BERMAKNA Guru menanyakan kepada peserta didik tentang pernah/tidaknya mereka melihat orang berpidato. Jika pernah, guru mengajak peserta didik untuk menyampaikan topik yang pernah mereka dengar dalam pidato.
Asesmen Awal : tanya jawab Asesmen Formatif : tes tertulis Asesmen Sumatif. : penugasan/tes tertulis PERTANYAAN PEMANTIK ASESMEN Tema apa sajakah yang bisa kita jadikan sumber penulisan? Apa sajakah yang harus dilakukan ketika akan menulis pidato? Bagaimanakah menulis teks pidato dengan baik ?
Pertemuan 1 1.Pendidik mengondisikan peserta didik untuk kegiatan pembelajaran. 2.Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran. 3.Pendidik mengecek kehadiran peserta didik. 4.Peserta didik memperhatikan tujuan pembelajaran yang harus dicapai Pendidik membimbing peserta didik untuk melakukan ice breaking sebelum memulai. kegiatan pembelajaran dengan tujuan melatih fokus para peserta didik. 5. This Week In Grade 6 Orientasi Masalah Pendidik memberikan pertanyaan pemantik mengenai teks pidato berupa strukturnya. 1. Peserta didik menyimak materi mengenai pengertian, struktur, kalimat fakta, kalimat data, kata ilmiah, kalimat persuasif dan empati yang ada pada teks pidato melalui media power point. 2. 3.Pendidik memberikan contoh teks pidato. 4.Peserta didik mengidentifikasi struktur teks pidato yang pendidik berikan. Mengorganisasikan siswa belajar Peserta didik dan pendidik mendiskusikan hasil identifikasi peserta didik mengenai struktur teks pidato. 1. 2.Pendidik memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya. Pendidik menunjuk beberapa peserta didik untuk menuliskan struktur teks pidato yang telah diidentifikasi. 3. 4.Pendidik membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok. Membimbing kelompok Pendidik menyiapkan bahan berupa soal-soal mengenai teks pidato yang akan dikerjakan dengan menggunakan langkah-langkah bermain games. 1. 2.Setiap kelompok berbaris memanjang kebelakang. Secara bergantian pada setiap kelompok peserta didik maju kedepan untuk mengerjakan satu soal yang sudah disediakan oleh guru. 3. Peserta didik diberikan waktu untuk menjawab soal selama 2 menit untuk 1 soal. 4. 5.Kelompok yang menang dengan poin tetinggi akan mendapatkan hadiah. Mengembangkan dan menyajikan hasil Peserta didik dibimbing oleh pendidik untuk mempresentasikan hasil dari kerja sama kelompoknya. 1. Kegiatan Pendahuluan 10 menit Kegiatan Inti 60 menit
1.Peserta didik dipandu guru merefleksikan kesulitan dan manfaat pembelajaran. 2.Peserta didik menyimpulkan materi. 3.Pendidik menyampaikan materi pertemuan berikutnya. This Week In Grade 6 Kegiatan Penutup 10 menit Menganalisis dan evaluasi proses pembelajaran Kelompok lain memberikan tanggapan mengenai jawaban yang dinyatakan salah satau kurang tepat. 1. 2.Pendidik memberikan tanggapan terkait hasil kerja peseta didik
Pertemuan 2 1.Pendidik mengondisikan peserta didik untuk kegiatan pembelajaran. 2.Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran. 3.Pendidik mengecek kehadiran peserta didik. 4.Peserta didik dipandu pendidik mengulas materi sebelumnya. 5.Peserta didik memperhatikan tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Pendidik membimbing peserta didik untuk melakukan ice breaking sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan tujuan melatih fokus para peserta didik. 6. This Week In Grade 6 Orientasi Masalah 1.Pendidik memberikan pertanyaan pemantik Pendidik menyimak materi metode dan istilah dalam pidato melalui media power point 2. 3.Pendidik memberikan tayangan video orang yang sedang berpidato 4.Peserta didik mengidentifikasi tayangan video berpidato tersebut Mengorganisasikan siswa belajar Peserta didik dan pendidik mendiskusikan hasil identifikasi peserta didik mengenai metode teks pidato. 1. 2.Pendidik memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya. Pendidik menunjuk beberapa pendidik untuk menyebutkan metode apa saja yang dilakukan pada saat berpidato 3. 4.Pendidik membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok. Membimbing kelompok 1.Pendidik duduk secara berkelompok Pendidik menyiapkan tautan video berpidato dan dikirim kepada perwakilan kelompok melalui WhatsApp 2. Pendidik memberikan dadu kepada perwakilan anggota kelompok untuk menentukan link video yang akan dianalisis. 3. 4.Pendidik membagikan lembar kerja yang harus dikerjakan 5.pendidik menyampaikan cara mengerjakan soal Setiap kelompok berdiskusi untuk mengerjakan pertanyaan yang terdapat pada LKPD 6. Mengembangkan dan menyajikan hasil Pendidik meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil pengerjaan soal di depan kelas 1. Menganalisis dan evaluasi proses pembelajaran Kelompok lain memberikan tanggapan mengenai jawaban yang dinyatakan salah satau kurang tepat. 1. 2.Pendidik memberikan tanggapan terkait hasil kerja peseta didik Kegiatan Pendahuluan 10 menit Kegiatan Inti 60 menit
1.Peserta didik dipandu guru merefleksikan kesulitan dan manfaat pembelajaran. 2.Peserta didik menyimpulkan materi. 3.Pendidik menyampaikan materi pertemuan berikutnya . This Week In Grade 6 Kegiatan Penutup 10 menit
Pertemuan 3 1.Pendidik mengondisikan peserta didik untuk kegiatan pembelajaran. 2.Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran. 3.Pendidik mengecek kehadiran peserta didik. 4.Peserta didik dipandu pendidik mengulas materi sebelumnya. 5.Peserta didik memperhatikan tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Pendidik membimbing peserta didik untuk melakukan ice breaking sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan tujuan melatih fokus para peserta didik. 6. This Week In Grade 6 Orientasi Masalah Pendidik memberikan pertanyaan pemantik terkait hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam penulisan teks pidato. 1. Peserta didik menyimak materi mengenai langkah menyusun kerangka pidato serta bagaimana menulis teks pidato yang padu dan logis melalui media power point. 2. Peserta didik dibimbing untuk menyimak tayangan gambar ilustrasi tentang bahaya sampah plastik. 3. Peserta didik mengidentifikasi poin-poin penting masalah yang ada dalam ilustrasi. 4. Mengorganisasikan siswa belajar 1.Peserta didik dibagi menjadi 5 kelompok Pendidik memberikan 1 kesempatan untuk melempa dadu pada masing-masing kelompok untuk memilih topik berupa gambar ilustrasi berdasarkan nomor dadu untuk menyusun teks pidato 2. Membimbing kelompok. 1.Pendidikan membagikan lembar kerja yang harus dikerjakan. Peserta didik secara kreatifmenyusun teks pidato berdasarkan gambar ilustrasi yang didapat melalui dadu cerita. 2. Peserta didik mediskusikan tugas menyajikan pidato berdasarkan kerangka teks pidato yang sudah dibuat dari topik yang sudah ditentukan. 3. Mengembangkan dan menyajikan hasil Peserta didik mempersiapkan diri dengan kelompoknya untuk mempresentasikan mengenai teks pidato yang telah disusun. 1. Menganalisi dan evaluasi proses pembelajaran Pendidik meminta kelompok lain untuk memberikan tanggapan kepada kelompok yang tampil. 1. Kegiatan Pendahuluan 10 menit Kegiatan Inti 60 menit
Peeserta didik dipandu guru merefleksikan kesulitan dan manfaat pembelajaran. 1. 2.Peserta didik menyimpulkan materi. 3.Pendidik menyampaikan materi pertemuan berikutnya . This Week In Grade 6 Kegiatan Penutup 10 menit
MATERI AJAR Teks Pidato
Pidato merupakan kegiatan mengungkapkan pikiran dalam bentuk katakata yang ditujukan pada orang banyak. Pidato juga diartikan sebagai cara menyampaikan ide/gagasan dalam bentuk kata-kata dengan ekspresi wajah, intonasi suara, dan gestur. Umumnya pidato disampaikan dengan menggunakan bahasa formal, bukan bahasa gaul ataupun bahasa dalam percakapan sehari-hari. Pidato memiliki bermacam-macam tujuan, di antaranya memberi informasi dan mengajak orang-orang untuk melakukan sesuatu. Informasi yang disampaikan dalam pidato berupa fakta dan data. Tidak hanya di kalangan petinggi negara saja. Pidato dapat dilakukan dimana saja oleh kapan saja. Di dalam pidato, seseorang bisa menyampaikan berbagai hal dengan banyak tujuan. Teks pidato sebenarnya memiliki struktur teks yang sama dari berbagai jenis pidato. Struktur teks pidato sebagai berikut: Pendahuluan atau Pembukaan Berisi gambaran umum dan maksud pidato secara keseluruhan agar menarik perhatian audiens. Di dalam pendahuluan terdapat 4 bagian, yaitu; salam pembuka, ucapan penghormatan, ucapan syukur, dan pengantar ke topik utama. Isi Berisikan inti dari materi pidato yang akan disampaikan. Di dalamnya tercantumkan maksud, tujuan, dan juga rencana yang ingin disampaikan untuk audiens. Pada bagian isi juga berisikan informasiinformasi penting yang ingin disampaikan. Penutup Bagian akhir ini berisikan ringkasan atau kesimpulan singkat, permintaanmaaf jika ada salah kata, dan juga salam penutup. Teks Pidato Pengertian Struktur Teks Pidato Kalimat fakta,data, dan kata ilmiah Menurut KBBI, fakta adalah hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan atau sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi, sedangkan data adalah keterangan yang benar dan nyata. Sebuah pidato kerap berisi fakta dan data untuk memperkuat pendapat sang pemberi pidato. Kalimat fakta dan data
Sebuah teks pidato terkadang juga memuat kata ilmiah. Kata ilmiah adalah kata-kata yang berdasarkan ilmu pengetahuan tertentu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata ilmiah adalah kata bersifat ilmu, secara ilmu pengetahuan atau memenuhi kaidah ilmu pengetahuan. Atom → kata ilmiah dari ilmu kimia Bait → kata ilmiah dari ilmu bahasa dan sastra Ekosistem → kata ilmiah dari ilmu biologi Khatulistiwa → kata ilmiah dari ilmu geografi Teks Pidato Kata-kata ilmiah Kalimat persuasif adalah kalimat yang bersifat membujuk agar pihak yang dibujuk menjadi yakin. Dalam pidato, kalimat persuasif umumnya ditandai dengan penggunaan kata mari dan ayo. Kalimat Persuasif dan ungkapan rasa peduli Rasa peduli atau simpati dalam sebuah pidato dapat ditujukan pada manusia, binatang, tumbuhan, ataupun lingkungan. Contohnya rasa peduli pada orang tua, keluarga, teman yang sedang kesusahan, lingkungan akibat polusi udara, atau peduli pada masalah sampah seperti yang terdapat dalam teks pidato “Masalah Sampah” sebelumnya. Untuk mengungkapkan rasa peduli tersebut, kalian harus menggunakan kalimat yang menyentuh. Berikut ini beberapa contoh kalimat yang menyentuh. 1. Kita harus peduli dan menjaga lingkungan. 2. Saya berharap kita semua peduli dan membuang sampah pada tempatnya. Kalimat ungkapan rasa peduli dan empati Kalimat persuasif Kita telah mengetahui akibat yang ditimbulkan oleh sampah. Marilah kita melatih diri untuk disiplin dalam membuang sampah. Buanglah sampah pada tempatnya. Jika perlu, kita harus mencari cara untuk mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat, seperti mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos dan mendaur ulang ampah anorganik menjadi barang-barang yang bermanfaat.
Pidato impromptu adalah pidato yang dilakukan secara spontan dan tiba-tiba, atau tanpa persiapan tertentu. Contoh pidato ini dapat ditemukan pada saat menerima penghargaan, debat spontan saat memberi tanggapan terhadap lawan debat. Adapun ciri-ciri pidato impromptu sebagai berikut: Spontanitas: Pidato impromptu disampaikan secara spontan tanpa skrip atau persiapan yang terinci sebelumnya. 1. Penyampaian Langsung: Pembicara langsung menghadapi audiens tanpa menggunakan catatan atau bantuan visual. 2. Responsif: Pembicara merespons topik atau pertanyaan yang diberikan secara langsung oleh audiens atau moderator. 3. Keterampilan Berbicara: Meskipun tidak dipersiapkan sebelumnya, pembicara mampu mengorganisir pikiran dan menyampaikan pesan dengan jelas dan terstruktur. 4. Kreativitas: Pembicara mungkin menggunakan keterampilan improvisasi dan kreativitas untuk mengisi waktu bicara dengan konten yang relevan. 5. Pendekatan Informal: Pidato impromptu cenderung memiliki pendekatan yang lebih informal daripada pidato yang dipersiapkan dengan matang sebelumnya. 6. Kekuatan Argumentasi: Meskipun spontan, pidato impromptu dapat memiliki kekuatan argumentasi yang signifikan jika pembicara mampu mengemukakan argumen dengan tepat dan meyakinkan. 7. Keterbukaan: Pembicara dapat menunjukkan keterbukaan dan kejujuran dalam menyampaikan pendapat atau tanggapan tanpa harus memikirkan efek dari persiapan yang terinci sebelumnya. 8. Metode adalah cara yang teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Pidato juga disampaikan melalui beberapa cara. Ada orang berpidato dengan teks, ada juga yang tanpa teks. Teks berguna sebagai panduan agar pemberi pidato tidak melupakan hal-hal penting yang hendak disampaikan. Ada juga orangorang yang suka berpidato tanpa teks. Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno atau Bang akrab dipanggil Bung Karno merupakan contoh orang yang sering berpidato tanpa teks. Berikut adalah macam-macam metode dalam berpidato Teks Pidato Metode pidato Pidato Impromtu
Pidato manuskrip adalah jenis pidato yang disampaikan berdasarkan teks yang telah disiapkan sebelumnya. Dalam pidato manuskrip, pembicara biasanya membaca atau mengacu pada teks yang telah mereka tulis sebelumnya. Pidato manuskrip sering kali digunakan dalam situasi formal atau ketika materi yang akan disampaikan membutuhkan presisi dan keakuratan yang tinggi. Teks Pidato Pidato Manuskrip Ciri-ciri pidato manuskrip Penyusunan yang Terperinci: Pidato manuskrip cenderung memiliki struktur yang terperinci, termasuk pengenalan, tubuh pidato yang terorganisir dengan baik, dan kesimpulan yang kuat. 1. Penggunaan Bahasa Formal: Bahasa yang digunakan dalam pidato manuskrip sering kali formal dan sesuai dengan konteks acara atau situasi di mana pidato tersebut disampaikan. 2. Presisi dan Ketepatan: Pidato manuskrip biasanya memperhatikan presisi dan ketepatan dalam penyampaian informasi, termasuk data atau fakta yang diperlukan. 3. Menggunakan Istilah Teknis: Jika topik yang dibahas memiliki istilah teknis atau khusus, pidato manuskrip dapat mengandung istilah tersebut dengan jelas dan didefinisikan dengan baik. 4. Penggunaan Retorika: Pembicara mungkin menggunakan berbagai teknik retorika seperti analogi, metafora, atau peribahasa untuk memperkuat pesan yang disampaikan. 5. Pembatasan Waktu yang Ketat: Dalam beberapa kasus, pidato manuskrip mungkin harus memperhatikan batasan waktu yang ketat, sehingga setiap kata atau kalimatnya sangat dipertimbangkan. 6. Penekanan pada Pesan Utama: Meskipun terperinci, pidato manuskrip harus mampu menekankan pesan utama atau tujuan dari pidato tersebut secara jelas dan meyakinkan. 7. Membutuhkan Persiapan yang Matang: Pembicara biasanya mempersiapkan pidato manuskrip dengan teliti sebelumnya, mengeditnya secara menyeluruh, dan memastikan bahwa pesan yang ingin disampaikan telah disusun dengan baik. 8. Mengacu pada Poin-poin Tertentu: Dalam pidato manuskrip, pembicara mungkin merujuk pada poin-poin khusus, data, atau contoh yang telah disiapkan sebelumnya untuk mendukung argumen atau pesan mereka. 9.
Hafalan Teks: Pembicara menghafalkan pidato secara menyeluruh sebelumnya sehingga dapat menyampaikannya tanpa perlu mengacu pada catatan atau teks tertulis saat berbicara. 1. Penyampaian yang Lancar: Pembicara mampu menyampaikan pidato dengan lancar tanpa terhenti atau terbata-bata, karena mereka telah menghafalkan teksnya dengan baik. 2. Ekspresi Wajah dan Gestur: Pembicara mungkin menggunakan ekspresi wajah dan gestur tubuh untuk menambahkan dimensi emosional dan persuasif pada pidato mereka, karena mereka tidak terikat dengan membaca teks secara harfiah. 3. Konsentrasi Tinggi: Karena tidak ada catatan atau teks yang digunakan sebagai panduan, pembicara perlu mempertahankan konsentrasi tinggi untuk mengingat dan menyampaikan teks dengan benar. 4. Penggunaan Teknik Vokal dan Intonasi: Pembicara memperhatikan penggunaan intonasi, penekanan, dan variasi vokal lainnya untuk menambahkan ketegasan, keberanian, atau emosi yang sesuai dengan pesan yang disampaikan 5. Pidato memoriter adalah jenis pidato di mana pembicara menghafalkan teks secara menyeluruh sebelumnya dan menyampaikannya tanpa membaca catatan atau mengacu pada teks saat berbicara di depan audiens. Adapun ciri pidato memoriter sebagai berikut: Teks Pidato Pidato Memoriter Pidato Ekstemporer Pidato yang disampaikan dengan menyiapkan garis-garis besar topik yang akan disampaikan. Istilah-istilah dalam terks pidato Orator Orator adalah sebutan untuk orang yang pandai dalam berpidato. Beliau adalah pembicara yang terampil dan memiliki kemampuan untuk menginspirasi, mempengaruhi, dan memotivasi audiens melalui keahlian berbicaranya. Contohnya Bung Karno, Bung Tomo, Jokowi Pendengar atau Audiens Dalam konteks pidato, audiens merujuk kepada orang-orang yang hadir atau mendengarkan pidato yang disampaikan oleh pembicara. Audiens memegang peran penting dalam proses komunikasi karena mereka adalah penerima pesan yang disampaikan oleh pembicara. Retorika Ilmu tentang pidato atau seni berbicara Topik Ide atau gagasan atau masalah yang disampaikan dalam pidato (isi pidato) Pesan Nilai-nilai kebaikan dan moral yang ada dalam pidato
Teks Pidato Langkah-langkah menyusun teks pidato a.Tentukan Topik Sebelum memulai lebih dalam, sobat harus mengawali dengan penentuan topik yang ingin disampaikan. Sobat bisa memilih topik yang ingin disampaikan tetapi harus juga mempelajari topik yang akan dipilih. Lakukan riset dan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang topik tersebut. Dan pastikan kamu menggunakan referensi dari sumber yang terpercaya. b.Tentukan Tujuan Pidato Sobat, menentukan tujuan pidato sangat penting dalam membuat teks pidato. Sobat harus bisa mengetahui harapan sobat dari respon para audiens. Harus terdapat 3 unsur dalam menentukan tujuan pidato, yaitu; memberitahukan (informatif), mempengaruhi (persuasif), dan menghibur (rekreatif). Misalnya tujuan pidato berfungsi sebagai ajakan melakukan kebaikan, mengajak ini tentunya tidak dengan paksaan, melainkan sangat dianjurkan dengan kedamaian dan sukarela, juga keikhlasan. c.Pahami Audiens Cara membuat teks pidato selanjutnya yaitu sobat harus bisa memahami audiens untuk pidato yang tepat sasaran. Tema atau topik pidato sobat harus sesuai dan relevan dengan golongan audiens yang kalian tuju. Jangan sampai misalnya sobat membuat teks pidato mengenai hukum HAM ke audiens yang anak Sekolah Dasar, itu tidak tepat sasaran. d.Teks Pidato Jangan Terlalu Panjang dan Terlalu Pendek Cara membuat teks pidato selanjutnya adalah dalam membuat teks pidato, sobat jangan terlalu panjang dan kompleks tetapi jangan juga terlalu pendek. Jangan terlalu panjang dan berisikan banyak poin malah akan membuat audiens bosan dan juga kesulitan meresap inti materi dari pidato sobat. Jangan juga terlalu pendek karena dikhawatirkan tidak akan sampai pada maksud isi teks pidato e. Merancang teks pidato berdasarkan gagasan-gagasan pokok Langkah ini bisa dilakukan dari peristiwa yang terjadi, ide baru, tuntutan pekerjaan/profesi, kegiatan politik, atau berdasrkan sebuah ilustrasi f. Mengembangkan Naskah Pidato Langkah terakhir dalam cara membuat teks pidato adalah mengembangkan naskah pidato. Setelah melakukan beberapa langkah di atas, kamu sudah bisa memulai untuk menuliskan naskah pidato. Kamu bisa mengembangkan naskah pidato sesuai dengan struktur pidato dan poin-poin penting yang kamu dapatkan dari langkah sebelumnya.
Teks Pidato Contoh teks pidato “Masalah Sampah” 1. Pembuka/pendahuluan: Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu. Salam sejahtera. Om swastiastu. Namo Buddhaya. Salam kebajikan. Selamat siang Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati. Selamat siang teman-teman yang berbahagia. Pada kesempatan ini saya akan berbicara tentang “Masalah Sampah”. 2. Isi Saat ini sampah sudah menjadi masalah yang memprihatinkan dalam kehidupan. Setiap orang menghasilkan sampah yang tidak sedikit jumlahnya, baik sampah organik maupun sampah anorganik. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) merilis bahwa jumlah timbunan sampah nasional sebesar 175.000 ton per hari atau setara 64 juta ton per tahun dengan asumsi sampah yang dihasilkan setiap orang 0,7 kg per hari. Sampah yang paling banyak dihasilkan adalah sampah organik, seperti sisa makanan dan tumbuhan, diikuti oleh sampah anorganik, seperti plastik, kertas, kaleng, kaca, dan botol minuman. Produksi sampah yang sangat besar itu akan berakibat fatal jika diikuti oleh perilaku yang tidak benar dari masyarakat soal membuang sampah. Perilaku membuang sampah sembarangan di tempat-tempat umum, seperti di jalanan, selokan, sungai, ataupun laut adalah perilaku tidak terpuji. Perilaku itu dapat menyebabkan bencana dan kerusakan lingkungan. Bencana yang akan timbul bila kita membuang sampah sembarangan salah satunya adalah banjir. Banjir disebabkan oleh selokan yang tersumbat karena banyaknya sampah yang dibuang sembarangan. Sampah tersebut juga menyebabkan pendangkalan sungai. Jika hujan turun, air akan meluap ke permukiman warga. Selain itu, sampah yang dibuang ke sungai akan dibawa arus ke laut. Jika sampai di laut, sampah akan merusak ekosistem laut. Terumbu karang menjadi rusak, biota laut akan mati, dan ikan tidak bisa berkembang biak. Selain menyebabkan banjir dan merusak ekosistem laut, sampah anorganik juga dapat merusak unsur hara pada tanah sebab sampah anorganik membutuhkan waktu lama untuk terurai. Akibatnya, kesuburan tanah akan berkurang dan pepohonan sebagai sumber oksigen tidak bisa tumbuh dengan baik. Bapak dan Ibu Guru serta teman-teman semua. Kita telah mengetahui akibat yang ditimbulkan oleh sampah. Marilah kita melatih diri untuk disiplin dalam membuang sampah. Buanglah sampah pada tempatnya. Jika perlu, kita harus mencari cara untuk mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat, seperti mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos dan mendaur ulang sampah anorganik menjadi barang-barang yang bermanfaat. Berikut adalah contoh teks pidato persuasif dengan tema ajakan untuk mulai membaca buku:
Teks Pidato 3. Penutup Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati dan teman-teman yang saya cintai, sampah adalah masalah kita bersama. Untuk itu, marilah kita menjaga lingkungan agar terbebas dari sampah. Saya berharap pada masa yang akan datang kita lebih peduli dan perhatian terhadap masalah sampah.
ASESMEN
1. Contoh pidato persuasif adalah… A. pidato sambutan kepada ketua osis B. pidato HUT Kemerdekaan C. pidato hari guru D. pidato kampanye 2. Perhatikan penggalan teks pidato persuasif berikut ini dengan saksama! Teman-teman yang berbahagia, banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dengan membaca buku. Saya berharap, mulai hari ini kita bisa saling mengingatkan dan mempraktikkan untuk mulai membaca buku walau hanya 1 lembar saja. Dengan begitu, generasi muda Indonesia akan lebih kaya ilmu dan wawasan yang bermanfaat untuk kemajuan bangsa.Sekian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat. Kurang lebihnya saya mohon maaf. Terima kasih atas perhatiannya. Cuplikan teks pidato tersebut adalah bagian… A. salam pembuka B. pendahuluan C. tahap argumen D. penutup 3.Perhatikan penggalan teks pidato berikut ini dengan saksama! Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua. Semoga kita semua selalu dalam keadaan yang sehat dan menjadi makhluk yang dirahmati Tuhan Yang Maha Esa. Apakah diantara kalian sudah ada yang mengenal saya? Mungkin ada beberapa diantara kalian yang sudah mengenal, namun bagi kalian yang belum izinkanlah saya untuk memperkenalkan diri. Cuplikan pidato tersebut adalah bagian… A. pendahuluan, salam pembuka B. pendahuluan, sapaan C. pendahuluan, ucapan penghormatan D. salam pembuka, ucapan penghormatan SOAL LK 1 Asesmen Formatif
4.Perhatikan penggalan teks pidato persuasif berikut ini dengan saksama! Saya berharap, mulai hari ini kita bisa saling mengingatkan dan mempraktikkan untuk mulai membaca buku walau hanya 1 lembar saja. Dengan begitu, generasi muda Indonesia akan lebih kaya ilmu dan wawasan yang bermanfaat untuk kemajuan bangsa.Ayo kita giatkan gerakan literasi. Apakah Anda masih ragu?Dengan literasi mari kita bangun peradaban yang lebih maju. Jumlah kalimat ajakan dalam penggalan pidato di atas adalah … A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 5.Perhatikan kata dan kalimat dibawah ini, identifikasikan mana yang yang termasuk kalimat fakta, kalimat data, dan kata ilmiah. Berilah tanda (✓) pada kolom yang tersedia sesuai jawaban anda dengan baik dan benar! SOAL LK 1 Asesmen Formatif
SOAL Kata dan Kalimat Fakta Data Kata Ilmiah Saat ini sampah sudah menjadi masalah yang memprihatinkan dalam kehidupan. Biota laut Perilaku membuang sampah sembarangan di tempattempat umum, seperti di jalanan, selokan, sungai, ataupun laut adalah perilaku tidak terpuji. Organik dan anorganik Perilaku membuang sampah itu dapat menyebabkan bencana dan kerusakan lingkungan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) merilis bahwa jumlah timbunan sampah nasional sebesar 175.000 ton per hari atau setara 64 juta ton per tahun dengan asumsi sampah yang dihasilkan setiap orang 0,7 kg per hari. LK 1 Asesmen Formatif