[LAORAN AKHIR PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] LAPORAN AKHIR PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT (IPMAS) KABUPATEN BLORA TAHUN 2022 BAPPEDA – KABUPATEN BLORA TAHUN ANGGARAN 2023
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KAB. BLORA 2023] 2 KATA PENGANTAR PT. Indekstat Konsultan Indonesia merupakan perusahaan jasa konsultan bidang riset sosial dengan inovasi baru, yaitu menghadirkan Survei yang berbasis teknologi. Hal ini tentu menawarkan banyak kelebihan, diantaranya kecepatan, kemudahan, dan ketepatan. PT. Indekstat Konsultan Indonesia didirikan oleh para pakar di bidang statistika terapan, kebijakan publik, bisnis dan marketing, riset dan pengembangan wilayah. Melalui perpaduan latarbelakang keilmuwan tersebut, PT Indekstat Konsultan Indonesia mampu memformulasikan data menjadi strategi pembangunan wilayah, mendesain kebijakan yang tepat dan terarah. PT Indekstat Konsultan Indonesia hadir dengan nilai-nilai integritas, inovasi, dinamis dan kerjasama tim dalam setiap aktifitas bisnisnya. Menghadirkan layanan research yang berorientasi pada pembangunan ekonomi dan pengembangan wilayah. Misi Indekstat Indonesia adalah ingin hadir menjadi bagian dari proyek pembangunan daerah di Indonesia dan memberikan alternatif strategi pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Sebagai persyaratan kelengkapan proses pekerjaan Survey, PT. Indekstat Konsultan Indonesia menyusun proprosal teknis Penyusunan Indeks Pembangunan Masyarakat (IPMas) Kabupaten Blora tahun 2023. Sekurang-kurangnya dokumen teknis memuat metodologi yang akan digunakan, pengorganisasian serta rencana kerja. Penyusunan proposal ini mengacu pada kerangka acuan kerja dan informasi umum yang tertera pada dokumen teknis, serta ketentuan penilaian yang termuat pada dokumen SDP. Proposal administrasi dan teknis ini disusun oleh PT. Indekstat Konsultan Indonesia dengan memprioritaskan pencapaian tujuan serta output kegiatan, sehingga manfaat yang diharapkan oleh dari kerjasama ini dapat tercapai. Hormat Kami,Dewan Direksi PT Indekstat Konsultan Indonesia
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KAB. BLORA 2023] 3 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR 2 DAFTAR ISI 3 DAFTAR TABEL 4 DAFTAR GAMBAR 4 BAB I PENDAHULUAN 6 1.1. LATAR BELAKANG 6 1.2. TUJUAN 7 1.3. SASARAN 7 BAB II METODOLOGI SURVEI 8 2.1 KERANGKA KONSEPTUAL 8 2.2 PERUMUSAN KONSEP PENGUKURAN 10 2.3 METODE PENGUMPULAN DATA 13 2.4 ANALISIS DATA HASIL SURVEI 20 BAB III PROGRAM KERJA 23 3.1 ALUR PELAKSANAAN KEGIATAN 23 3.2 JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN 25 BAB IV APRESIASI DAN INOVASI 26 1. INOVASI BERBASIS DIGITAL 26 2. INOVASI TERHADAP PENGENDALIAN MITIGASI RISIKO 26 BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 29 5.1 Profil Responden 29 5.2 Hasil Pengukuran Dimensi Indeks Pembangunan Masyarakat 33 5.2.1 Dimensi Kohesi Sosial 33 5.2.2 Dimensi Inklusi Sosial 43 5.2.3 Dimensi Pengembangan Kapasitas Masyarakat 47 BAB VI PERHITUNGAN IPMAS 54 6.1 HASIL PENGHITUNGAN IPMas 54 6.1.1 Skor IPMas Tahun 2022 54 6.1.2 Rekapitulasi Skor IPMas 2021-2022 55 6.1.3 Trend Skor IPMas 2021-2022 56 6.1.4 IPMas base on Pendidikan, Jenis Kelamin, dan Daerah Urban 56 BAB VII SIMPULAN 58 7.1 SIMPULAN 58 7.2 Rekomendasi berdasarkan Isu 58 7.3 Rekomendasi berdasarkan nilai terendah 59
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KAB. BLORA 2023] 4 LAMPIRAN 60 DAFTAR TABEL Tabel 1 Perbandingan Antara Konsep Pengukuran IPMas Versi Awal dan Pengembangan 10 Tabel 2 Jumlah Sampel Survei IPMas Kab. Blora 14 Tabel 3 Instrument survei IPMas 15 Tabel 4 Ilustrasi Struktur Data Survei 20 Tabel 5 Ilustrasi Penghitungan Skor IPMas Kabupaten Blora 21 Tabel 6 Timeline Pelaksanaan Pekerjaan 25 Tabel 7 Pengendalian Mitigasi Risiko 26 Tabel 8 Alasan responden lainnya enggan berpartisipasi untuk membantu 36 Tabel 9 Skor indeks dimensi kohesi sosial 42 Tabel 10 Skor kumulatif setiap indikator pada sub dimensi kepercayaan sosial 42 Tabel 11 Nilai indeks pemberdayaan gender 46 Tabel 12 Nilia indeks pembergayaan gender 46 Tabel 13 Skor kumulatif dimensi inklusi sosial 47 Tabel 14 Penilaian indikator Indeks Kerawanan Pemilu 49 Tabel 15 Skor dimensi pengembangan kapasitas masyarakat 53 Tabel 16 Hasil skor indeks IPMas Kab. Blora tahun 2022 54 Tabel 17 Rekapitulasi skor IPMas 2021-2022 55 Tabel 18 Simpulan setiap dimensi 58 Tabel 19 Rekomendasi berdasarkan isu 58 Tabel 20 Rekomendasi berdasarkan nilai IPMas terendah 59 DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Kerangka Konseptual 8 Gambar 2 Skema Pengambilan Sampel 16 Gambar 3 Alur Pelaksanaan Kegiatan 23 Gambar 4 Sebarab responden berdasarkan Kecamatan 29 Gambar 5 Sebaran responden berdasarkan jenis kelamin 30 Gambar 6 Sebaran responden berdasarkan usia dan status perkawinan 31 Gambar 7 Sebara responden berdasarkan pendidikan terakhir 31 Gambar 8 Sebaran responden berdasarkan pekerjaan 32 Gambar 9 Tingkat ketersediaan dan intesnidtas responden dalam membantu musibah warga 34 Gambar 10 Jenis musibah dan bantuan yang diberikan 34 Gambar 11 Tingkat ketersediaan responden membantu berbagai jenis musibah 35 Gambar 12 Alasan responden enggan membantu warga yang mengalami musibah 35 Gambar 13 Tingkat keikutsertaan responden dalam mengikuti organisasi 37 Gambar 14 Alasan responden yang mengikuti dan tidak mengikuti organisasi 38 Gambar 15 Tingkat keikutsertaan responden dalam mengikti kegiatan keagamaan 38 Gambar 16 Tingkat keikutsertaan dan alasan responden tidak mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan 39 Gambar 17 Tingkkat keikutsertaan responden dalam mengikuti berbagai kegiatan untuk kepentingan warga 40 Gambar 18 Alasan responden tidak aktif mengikuti kegiatan kepentingan bersama 40 Gambar 19 Tingkat kepercayaan responden terhadap berbagai kelompok 41 Gambar 20 Tingkat kesetujuan responden jika dipimpin oleh penduduk asli Blora 41 Gambar 21 Skor indeks dimensi Kohesi Sosial 42 Gambar 22 Indeks sub dimensi penerimaan terhadap sosial budaya 43 Gambar 23 Penilaian pada indikator penerimaan perbedaan sosial budaya 44
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KAB. BLORA 2023] 5 Gambar 24 Penilaian pada indikator sub dimensi dukungan sosial kepada minoritas 45 Gambar 25 Aksesibilitas menjalankan ibadah 45 Gambar 26 Skor indeks dimensi inklusi sosial 47 Gambar 27 Persentase anggota rumah tangga atas kepemilikan akta kelahiran 48 Gambar 28 Tingkat partisipasi respsonden pada pemilu terakhir dan yang akan datang 48 Gambar 29 Keikutsertaan responden dalam anggota organisasi massa dan parta politik 50 Gambar 30 Penilaian responden terhadap sub dimensi mitigasi risiko sosial 50 Gambar 31 Tingkat kesesuaian simulasi/pelatihan yang diterima 51 Gambar 32 Sengketa/masalah yang pernah dialami responden 52 Gambar 33 Tingkat keaktifan lembaga/aparat dalam membantu menyelesaikan masalah 52 Gambar 34 Skor kumulatif dimensi pengembangan kapasitas masyarakat 53 Gambar 35 Trend skor IPMas 2021-2022 56 Gambar 36 Skor IPMas on base pendidikan, jenis kelamin, dan wilayah 57
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KAB. BLORA 2023] 6 BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Pembangunan masyarakat merupakan suatu proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik lagi bagi masyarakat, dengan mengkondisikan serta menaruh kepercayaan kepada masyarakat itu sendiri untuk membangun dirinya sesuai dengan kemampuan yang ada padanya. Pembangunan masyarakat merupakan suatu proses, baik usaha yang dilakukan oleh masyarakat yang diambil berdasarkan prakarsa sendiri, maupun kegiatan pemerintah, dalam rangka untuk memperbaiki kondisi ekonomi sosial dan kebudayaan masyarakat. Kegiatan pembangunan masyarakat mencoba untuk mengintegrasikan berbagai komunitas itu dalam kehidupan bangsa dan memampukan mereka untuk memberikan sepenuhnya demi kemajuan bangsa dan Negara berjalan terpadu didalam proses tersebut. Proses tersebut meliputi elemen dasar: pertama, partisipasi masyarakat itu sendiri dalam rangka usaha mereka untuk memperbaiki taraf hidup mereka. Sedapatdapatnya berdasarkan kekuatan bermaksud membangkitkan prakarsa, tekad untuk menolong diri sendiri dan kesediaan untuk menolong orang lain, dari pemerintah. Proses tersebut dinyatakan dalam berbagai program yang dirancang untuk perbaikan pembangunan kapasitas masyarakat kedepan yang lebih mandiri. Proses tersebut dinyatakan dalam berbagai program yang dirancang untuk perbaikan proyek khusus terhadap proyek khusus (Talizuduhun Ndraha,1990:34). Berdasarkan uraian definisi diatas, pembangunan masyarakat tentu merupakan bagian tujuan dari serangkaian proses layanan dan kebijakan yang disusun oleh Pemerintah Kabupaten Blora. Secara eksplisit, arah pembangunan tersebut dirangkum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Blora tahun 2021 – 2026. Visi pembangunan daerah Kabupaten Blora untuk periode RPJMD 2021 – 2026 adalah sesarengan mbangun Blora: unggul dan berdaya saing. Misi ke-4 dari Pembangunan Kabupaten Blora adalah menciptakan kondisi wilayah yang kondusif, dimana indikator kinerjanya adalah nilai Indeks Pembangunan Masyarakat Kabupaten (IPMas). Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Blora selaku koordinator dalam pelaksanaan perumusan dan implementasi RPMJD, memandang perlu untuk diakukan pengukuran Indeks Pembangunan Masyarakat. Secara konseptual, merujuk pada konsepsi baru IPMas yang telah diperbaharui oleh BAPPENAS pada tahun 2017, pengukuran IPMas didasarkan pada 3 dimensi diantaranya dimensi kohesi sosial, dimensi inklusi sosial dan Dimensi Pengembangan Kapasitas Masyarakat Sipil. Praktisnya, proses pengukuran akan dilakukan melalui survei dengan menghimpun persepsi masyarakat Kabupaten Blora terkait IPMas.
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KAB. BLORA 2023] 7 Pelaksanaan pengukuran IPMas adalah dalam rangka mewujudkan proses pembangunan yang berbasis dengan data (Data Driven Policy). Pengukuran IPMas tersebut dimaksudkan untuk mengidentifikasi sejauh mana tingkat ketercapaian salah satu dari misi pembangungan pemerintah Kabupaten Blora, serta sebagai dasar untuk perbaikan kualitas layanan-layanan yang akan diberikan kepada masyarakat kedepan. 1.2. TUJUAN Tujuan kegiatan Penyusunan Indeks Pembangunan Masyarakat Kabupaten Blora Tahun 2023 adalah sebagai berikut: a. Mengukur Indeks Pembangunan Masyarakat Kabupaten Blora tahun 2022 b. Mengetahui hasil perhitungan Indeks Pembangunan Masyarakat yang merupakan komposit dari indeks gotong royong, indeks toleransi dan indeks rasa aman. c. Mengetahui dan menganalisis hasil hitung Indeks Pembangunan Masyarakat sebagai data dan informasi untuk arah kebijakan pembangunan masyarakat kedepannya. d. Menyusun rekomendasi terhadap implementasi program dan layanan Pemerintah Kabupaten Blora kepada masyarakat. 1.3. SASARAN Adapun sasaran yang hendak dicapai dari kegiatan ini adalah: a. Identifikasi kondisi eksisting sosial masyarakat Kabupaten Blora dalam kerangka Indeks Pembangunan Masyarakat b. Rekomendasi terhadap implementasi program dan layanan Pemerintah Kabupaten Blora kepada masyarakat
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KAB. BLORA 2023] 8 BAB II METODOLOGI SURVEI 2.1KERANGKA KONSEPTUAL Kerangka Konseptual diatas disusun oleh PT Indekstat Konsultan Indonesia dengan dasar penilaian bahwa pelaksanaan pengukuran IPMas oleh BAPPEDA Kabupaten Blora sangat berkaitan erat dengan OPD yang ada di Kabupaten Blora. Hal ini menunjukan bahwa proses pengukuran berjalan dengan kompleks, sehingga harus terstruktur, sistematis, dan valid. Kerangka konseptual (Gambar 1) memberikan gambaran terkait alur pemikiran dalam menjawab tujuan pelaksanaan IPMas yang diselenggarakan oleh BAPPEDA Kabupaten Blora. Indeks Pembangunan Masyarakat (IPMas) Kab Blora 2022 Jenis Dokumen : a. Dokumen RPJMD b. Laporan program-program terkait IPMas c. Laporan Indeks Kerukunan Umat Beragama Kab Blora d. Laporan Indeks Kerawanan Pemilu Kab Blora e. Potensi konflik dan bencana daerah f. Kab Blora dalam angka 2022 Data Sekunder : Literature Review Pend. kuantitatif Analisis : a. Penghitungan skor IPMas b. Analisis deskriptif (univariat) c. Analisis bivariat Hasil : a. Skor IPMas b. Data kelebihan dan kekurangan c. Rekomendasi : Prioritas perbaikan layanan FGD : a. Finalisasi konsep Pengukuran IPMas b. Finalisasi metode pengumpulan data (jumlah dan teknik sampling, lokasi) c. Finalisasi rumusan instrumen d. Finalisasi timeline Pend. Kualitatif Data Primer : Survei Populasi :Masyarakat diseluruh kecamatan di Kab Blora Teknik sampling: Multistge Random Sampling Lokasi : 44 desa di seluruh kecamatan Gambar 1 Kerangka Konseptual
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KAB. BLORA 2023] 9 Merujuk pada kerangka konseptual, bahwa dalam melaksanakan pengukuran IPMas tersebut PT Indekstat Konsultan Indonesia menggunakan pendekatan Mix Methode, yaitu melalui pendekatan kualitatif pada fase pertama kemudian dilanjutkan dengan pendekatan kuantitatif. Secara detail dua pendekatan tersebut diuraikan pada penjelasan berikut: Pendekatan kualitatif dilakukan dengan tujuan utama untuk menentukan OPD, layanan/ program, dan perumusan instrument pengukuran IPMas. Proses penentuan jenis layanan dilakukan secara 2 tahap, pada tahap awal dilakukan literature review pada dokumen-dokumen sekunder dan dilanjutkan dengan FGD. Melalui metode tersebut, diharapkan jenis OPD dan layanan yang akan dipilih dapat menggambarkan seluruh dimensi dari IPMas. Sehingga pada akhirnya dapat mendapatkan hasil yang representatif. Literature Review dilakukan dengan studi dan kajian pada dokumen-dokumen yang berhubungan dengan Tugas, Pokok, dan Fungsi (TUPOKSI) dan layanan/ program yang diampu oleh setiap SKPD. Dokumen-dokumen tersebut diantaranya adalah RPJMD Kabupaten Blora, dokumen RKPD, dan dokumen-dokumen yang berisi terkait dengan datadata sekunder terkait pengembangan masyarakat. Pada tahap selanjutnya adalah Focus Groud Discussion (FGD) yang melibatkan stakeholder terkait untuk memfinalkan hasil dari literature review. melalui tahap ini diharapkan dapat memeroleh hasil yang valid dan telah melalui koreksi dari setiap stakeholder yang ada. Merujuk pada Creswell 1944, Pendekatan kuantitatif merupakan sebuah penyelidikan tentang suatu permasalahan berdasarkan pada pengujian sebuah teori yang terdiri dari berbagai variabel, diukur dengan angka, dan dianalisis dengan prosedur statistik untuk menentukan apakah generalisasi prediktif teori tersebut benar. Selanjutnya, penelitian survei merupakan penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang lengkap (Singarimbun dan Effendi 1989). Pendekatan kuantitaif dilakukan untuk proses penghitungan nilai IPMas. Penghitungan tersebut merujuk pada konsep pengukuran IPMas dari BAPPENAS dan BPS. Pada kondisi pelaksanaan penelitian yang kompleks, hal yang sangat urgent untuk diperhatikan pada fase kuantitatif adalah penentuan responden yang representatif dan instrument survey yang cermat. Sehingga skor IPMas yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi real yang ada dilapangan. Pada instrument survei, indikator yang digunakan mengkompilasi dari berbagai dokumen seperti Indeks Kerawanan Pemilu dan indeks Kerukunan Umat Beragama. Hal ini dikarenakan kedua dokumen tersebut erat
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KAB. BLORA 2023] 10 kaitannya dengan dua dimensi yang ada di pengukuran Ipmas, yaitu dimensi inklusi sosial dan pengembangan kapasitas masyarakat. 2.2PERUMUSAN KONSEP PENGUKURAN Konsep pengukuran Indeks Pembangunan Masyarakat (IPMas) mengalami perkembangan. Pada tahap awal, pengukuran Indeks Pembangunan Masyarakat dilakukan dengan 3 dimensi, yaitu dimensi gotong royong, toleransi, dan kesadaran hukum. Kemudian pada tahun 2017, BAPPENAS melakukan pengembangan konsep pengukuran IPMas. Pengembangan tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan hasil pengukuran yang lebih komprehensif dalam mengukuran Pembangunan Masyarakat. Sehinga pada konsep IPMas terdiri dari 3 dimensi baru, yaitu dimensi kohesi sosial, dimensi inklusi sosial, dan dimensi pengembangan masyarakat sipil. Pada penentuan konsep pengukuran IPMas Kabupaten Blora, terlebih dahulu kajian perbandingan konsep pengukuran IPMas versi awal dan versi pengembangan. Kajian dilakukan untuk mendapatkan sudut pandang yang mendalam dan komprehensif terhadap konsep pengukuran IPMas. Hasil kajian perbandingan disampaikan pada tabel berikut : Tabel 1 Perbandingan Antara Konsep Pengukuran IPMas Versi Awal dan Pengembangan IPMas KONSEP AWAL (RPJMN 2015-2019) HASIL PENGEMBANGAN IPMAS Dimensi Subdimensi Variabel Dimensi Subdimensi Variabel Gotong Royong Tingkat Kepercayaan Percaya untuk menitipkan rumah kepada tetangga ketika semua ART bepergian/ menginap di tempat lain Kohesi Sosial Kerjasama Sosial Partisipasi dalam kegiatan sosial percaya menitipkan anak (usia 0 – 12 thn) pada tetangga jika tidak ada satu-pun ART dewasa ada di rumah Jejaring Sosial Partisipasi dalam kegiatan kelompok Tolong Menolong Kemuda-han mendapatkan pertolo-ngan Aksi Kolektif Partisipasi dalam kegiatan umum
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KAB. BLORA 2023] 11 IPMas KONSEP AWAL (RPJMN 2015-2019) HASIL PENGEMBANGAN IPMAS Dimensi Subdimensi Variabel Dimensi Subdimensi Variabel dari tetangga (selain kerabat) di lingkungan tempat tinggal ketika sedang mengalami masalah keuangan Aksi kolektif Kebiasaan mengikuti kegiatan bersama untuk membantu warga yang mengalami musibah (kematian, sakit, dll) di lingku-ngan tempat tinggal Kepercayaan Sosial Sikap percaya terhadap lingkungan Toleransi Toleransi antar umat beragama Tanggapan terhadap kegiatan di lingkungan tempat tinggal oleh sekelompok orang dari agama lain Inkluasi Sosial Penerimaan terhadap perbedaan sosial budaya Tanggapan terhadap kegiatan keagamaan / etnis lain Toleransi antar suku Tanggapan terhadap kegiatan di lingkungan tempat tinggal oleh sekelompok orang dari suku lain Inklusi terhadap minoritas Tanggapan terhadap pimpinan daerah dari suku/etnis lain Kesetaraan gender • Kesetaraan gender dalam pendidikan dan pekerjaan • Peran wanita dalam jabatan publik
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KAB. BLORA 2023] 12 IPMas KONSEP AWAL (RPJMN 2015-2019) HASIL PENGEMBANGAN IPMAS Dimensi Subdimensi Variabel Dimensi Subdimensi Variabel Dukungan sosial kepada minoritas Hambatan dalam mengakses Fasum Kesadara n Hukum Rasa Aman Perasaan aman di lingkungan tempat tinggal Pengem bangan kapasitas Masyara -kat Sipil Kesadaran hukum • Sikap percaya terhadap penegak hukum dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keadilan • Partisipasi dalam Pemilu yang akan datang (2024) Organisasi sipil • Keberadaan LSM yang terkait dengan pemberdayaan dan pengembangan kapasitas masyarakat • Keanggotaan dalam organisasi massa (ormas) dan partai politik (parpol) Mitigasi risiko sosial • Ketersediaan fasilitas / upaya antisipasi/miti gasi bencana alam • Partisipasi dalam pendidikan dan pelatihan kesiapsiagaan bencana alam
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KAB. BLORA 2023] 13 Hasil kajian menunjukan bahwa pengembangan konsep IPMas terbaru jauh lebih komprehensif dan mengakomodasi indikator-indikator lama. Sehingga berdasarkan hasil kajian tersebut, pada pengukuran Indeks Pembangunan Masyarakat (IPMas) Kabupaten Blora diputuskan mengunakan konsep pengukuran yang baru. 2.3METODE PENGUMPULAN DATA Metode pengumpulan data berisi uraian informasi seputar serangkaian proses aktivitas pada pendekatan kuantitatif, diantaranya terdiri dari keterangan objek penelitian, jumlah sampel, desain penarikan sampel, instrument survei, dan pengujian instrument survei. Secara detail serangkain proses tersebut dijelaskan sebagai berikut : a. Objek Penelitian Populasi pada pelaksanaan pengukuran IPMas adalah seluruh masyarakat Kabupaten Blora yang telah berumur >15 tahun/ telah menikah. Populasi tersebut kemudian akan menjadi dasar dalam penentuan kriteria responden, unit sampel, dan sebaran responden. Selanjutnya responden adalah sebagian anggota populasi yang terpilih secara acak. b. Jumlah Sampel Agar data yang diperoleh dalam suatu survey akurat dalam melakukan inferensi terhadap populasi, maka error yang dihasilkan diharapkan sekecil mungkin. IPMas KONSEP AWAL (RPJMN 2015-2019) HASIL PENGEMBANGAN IPMAS Dimensi Subdimensi Variabel Dimensi Subdimensi Variabel Penyelesaian sengketa secara beradab • Keterlibatan aparat keamanan/pe merintah sebagai penengah dalam kekerasan massa • Keterlibatan tokoh agama/masya rakat sebagai penengah dalam kekerasan massa
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KAB. BLORA 2023] 14 Error yang timbul dalam suatu survei secara garis besar dibagi menjadi dua yaitu sampling error dan non sampling error. Sampling error adalah error yang timbul karena kita tidak mengambil seluruh anggota populasi, melainkan hanya sebagian atau sampel saja. Sedangkan non sampling error adalah error yang bersumber bukan karena faktor sampel, misalnya karena kesalahan alat ukur, kesalahan wawancara, non respons, kesalahan entri data, dan lain-lain. Agar error yang dihasilkan sekecil mungkin diperlukan metode sampling (sampling design) yang tepat. Walaupun demikian, apapun metode sampling yang dipilih tetap akan diperoleh sampling error. Sampling error ini akan mengecil jika ukuran sampel diperbesar. Di lain pihak, penambahan ukuran sampel berakibat pada potensi meningkatnya non sampling error. Formula yang digunakan dalam menentukan banyaknya sampel menggunakan rumus maximum margin of eror (MoE). Penggunaan rumus tersebut dipilih karena populasi tidak ketahui secara pasti. Rumus maximum margin of eror (MoE) adalah sebagai berikut : MoE = Z.Se = Z. √P (1−) = Z. √P (1−) √ Untuk z dengan tingkat kepercayaan 95% dan p=0,5, maka MoE = 0,98 √ = 1 √ n = ( 1 ) 2 Sehingga, untuk memperoleh MoE = 4,7%, dibutuhkan n sampel sebesar ± 440. Berikut merupakan daftar sampel responden dari setiap desa/kelurahan yang berasal dari kecamatan yang tersebar di seluruh Kabupaten Blora. Tabel 2 Jumlah Sampel Survei IPMas Kab. Blora Kecamatan Jumlah Desa Status Responden KOTA BLORA TEMPELAN KOTA 10 KOTA BLORA KEDUNGJENAR KOTA 10 KOTA BLORA TAMBAKSARI DESA 10 KOTA BLORA NGADIPURWO DESA 10 KUNDURAN KUNDURAN KOTA 10 KUNDURAN KLOKAH DESA 10 KUNDURAN SENDANGWATES DESA 10 KUNDURAN BULOH DESA 10 NGAWEN NGAWEN KOTA 10 NGAWEN TREMBULREJO DESA 10 NGAWEN GOTPUTUK DESA 10 NGAWEN SAMBONGREJO DESA 10
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KAB. BLORA 2023] 15 Kecamatan Jumlah Desa Status Responden RANDUBLATUNG RANDUBLATUNG RANDUBLATUNG 10 RANDUBLATUNG TEMULUS RANDUBLATUNG 10 RANDUBLATUNG JERUK RANDUBLATUNG 10 RANDUBLATUNG NGLIRON RANDUBLATUNG 10 BANJAREJO PLOSOREJO BANJAREJO 10 BANJAREJO BACEM BANJAREJO 10 BANJAREJO JATISARI BANJAREJO 10 CEPU CEPU CEPU 10 CEPU NGROTO CEPU 10 JATI JATI DESA 10 JATI PENGKOLJAGONG DESA 10 JATI BANGKLEYAN DESA 10 JEPON JEPON KOTA 10 JEPON WARU DESA 10 JEPON KEMIRI DESA 10 TODANAN SAMBENG DESA 10 TODANAN CANDI DESA 10 TODANAN KARANGANYAR DESA 10 KEDUNGTUBAN KEDUNGTUBAN DESA 10 KEDUNGTUBAN PANOLAN DESA 10 KEDUNGTUBAN BAJO DESA 10 JAPAH TLOGOWUNGU DESA 10 JAPAH KALINANAS DESA 10 JIKEN CABAK DESA 10 JIKEN NGLEBUR DESA 10 KRADENAN NGLEBAK DESA 10 KRADENAN MEDALEM DESA 10 TUNJUNGAN NGLANGITAN DESA 10 TUNJUNGAN TUTUP DESA 10 BOGOREJO BOGOREJO DESA 10 SAMBONG BRABOWAN DESA 10 Total 440 c. Metode Pengambilan Sampel Dalam menentukan metode pengambilan sampel, penting untuk mengetahui sumber keragaman populasi. Populasi yang memiliki sumber keragaman yang berbeda tentu membutuhkan teknik sampling yang berbeda. Pada pengukuran IPMas Kabupaten Blora, metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penentuan sampel survei adalah multistage random sampling. Multistage random sampling (metode penarikan sampel secara bertahap/bertingkat) merupakan suatu metode penarikan sampel yang menggunakan kombinasi dua atau lebih metode pengambilan sampel yang berbeda. Multistage sampling mengacu pada rencana sampling dimana pengambilan sampel dilakukan secara bertahap dengan menggunakan unit sampling yang lebih kecil dan
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KAB. BLORA 2023] 16 lebih kecil pada setiap tahap. Pada multistage sampling, populasi pada tahap pertama dibagi menjadi beberapa cluster yang disebut sebagai cluster unit primer. Kemudian beberapa cluster dipilih menjadi sample cluster. Dalam clustering ini dapat dilakukan lebih dari satu tahap. Kemudian ketika sudah didapat cluster yang homogen, maka dapat dilakukan penarikan unit sample yang dipilih dari unit cluster (cluster terakhir) dengan menggunakan metode simple random. Berikut merupakan ilustrasi penarikan sampel pada pelaksanaan pengukuran IPMas Kabupaten Blora 2023; Gambar 2 Skema Pengambilan Sampel d. Instrumen Survey Metode pengambilan data pada pendekataan kuantitatif yang digunakan pada pengukuran IPMas adalah survei. Penelitian survei merupakan penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang lengkap (Singarimbun dan Effendi 1989). Merujuk pada penjelasan tersebut, instrumen penelitian pada pelaksanaan pengukuran IPMas adalah kuesioner terstruktur. Kuesioner disusun dengan merujuk pada dimensi dan indikator-indikator dari IPMas. Proses penyusun kuesioner dimulai dengan penyusunan definisi operasional yang berisi penjabaran dimensi, komponen, variabel, hingga indikator. Definisi operasional disusun agar kuesioner menjadi komprehensif dan mempunyai tingkat kevalidan yang tinggi. Penyusunan definisi operasional didasarkan pada rencana kerja pemerintah Kabupaten Blora dalam mencapai indikator pembangunan masyarakat. Secara umum, definisi operasional digambarkan pada uraian tabel dibawah ini :
[LAORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMTabel 3 InstrumeDimensi Komponen Variabel Kohesi Sosial Kerjasama Sosial Partisipasi dalam kegiatan social Persentase rumahuntuk membantu diantaranya adal• Melayat/ mengurus jenaz• Donasi • Donor darah Jejaring social Partisipasi dalam kegiatan kelompok Persentase rumahmempunyai pengu• Organisasi Keag• Organisasi Pend• Organisasi LingkPersentase rumahKegiatan tersebut• Pengajian • Perayaan keaga• Haul Persentase rumakemasyarakatan. K• Olahraga • Kesenian • Arisan • Vaksinasi Aksi kolektif Partisipasi dalam kegiatan umum/publik Persentase rumahuntuk kepentinga
15 MBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] ent survei IPMas Indikator Sumber Data h tangga menurut keikutsertaan dalam kegiatan bersama warga yang mengalami musibah. Kegiatan sosial tersebut lah : membantu Primer ah • Menjenguk tetangga sakit • Membantu tetangga • Membantu tetangga kebakaran h tangga menurut banyaknya organisasi yang diikuti (yang urus). Organisasi tersebut diantaranya adalah : gamaan Primer didikan kungan • Organisasi Profesi • Organisasi Sosial • Organisasi Olahraga h tangga menurut keikutsertaan dalam kegiatan keagamaan. t diantaranya: Primer amaan • Halal Bihalal • Tahlilan pekanan ah tangga menurut keikutsertaan dalam kegiatan sosial Kegiatan tersebut diantaranya adalah : Primer • Rapat warga • Keterampilan • Posyandu h tangga menurut keikutsertaan dalam kegiatan bersama n warga. Kegiatan tersebut diantaranya adalah : Primer
[LAORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMDimensi Komponen Variabel • Kerjabakti • Siskamling • Penyuluhan • Rapat TR Tingkat intesitas anggota rumah tangga berinteraksi dengan warga dari agama lain Persentase rumahwarga dari agama• Berkunjung ke r• Makan Bersama• Partisipasi dalingkungan Kepercayaan sosial Sikap percaya terhadap lingkungan Persentase rumahtetangga. Indikato• Menitipkan• MenitipkanPersentase rumahdalam membantu • Tingkat kepercamenyelesaikan m• Tingkat kepercmenyelesaikan m• Tingkat kepercpanutan Persentase rumamenjaga keamanaPersentase rumahdaerah
16 MBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] Indikator Sumber Data • Peringatan hari kemerdekaan • Penggalangan dana untuk pembangunan • Gotong royong h tangga menurut intensitas dalam berinteraksi dengan a lain. Interaksi tersebut diantaranya adalah : rumah a alam kegiatan • Membantu teman/tetangga yang mengalami musibah • Kerja bakti • Terlibat dalam kegiatan ekonomi/koperasi h tangga menurut kepercayaan menitipkan rumah kepada or detailnya adalah sebagai berikut : n rumah kepada tetangga n anak pada tetanga Primer h tangga menurut kepercayaan terhadap tokoh masyarakat mengatasi masalah warga. Diantaranya adalah : ayaan masyarakat kepada aparatur pemerintah desa dalam masalah cayaan masyarakat kepada tokoh masyarakat dalam masalah ayaan masyarakat kepada tokoh agama dalam menjadi Primer ah tangga menurut kepercayaan terhadap polisi dalam an dan ketertiban masyarakat Primer h tangga menurut kesamaan suku dalam memilih kepala Primer
[LAORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMDimensi Komponen Variabel Inkluasi Sosial Penerimaan terhadap perbedaan social budaya Tanggapan terhadap pelaksanaan kegiatan agama /etnis lain Persentase rumahdan suku lain didiantaranya diuku• Interaksi suku/agama la• Membantu suku/agama la• Adanya kegiat• Adanya kegialain • Berteman delain Inklusi terhadap minoritas Sikap terhadap kelompok minoritas Persentase rumakelompok minorit• Memberikan menyiarkan agamanya • Memberikan persama Persentase rumakelompok minorit• Jika dipimpin ol• Jika dipimpin ol• Apapun agaman• Siswa berhak agamanya di sek
17 MBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] Indikator Sumber Data h tangga menurut tanggapan terhadap kegiatan keagamaan i sekitar lingkungan tempat tinggal. Tanggapan tersebut ur berdasarkan : Primer dengan ain kegiatan ain tan suku lain atan agama engan suku • Berteman dengan agama lain • Pembatasan/ancaman kegiatan ibadah • Pembatasan kegiatan agama lain • Pemimpin dari suku berbeda • Pemimpin dari agama berbeda ah tangga menurut tanggapan terhadap sikap kepada tas. Tanggapan tersebut diantaranya adalah : Primer hak ajaran rlakuan yang • Memberikan dukungan untuk berbuat baik kepada pemeluk agama lain ah tangga menurut tanggapan terhadap pemimpin oleh tas, dianytaranya : Primer eh pemimpin yang berbeda suku eh pemimpin yang berbeda agama nya berhak menjadi presiden mendapatkan pendidikan agama yang sesuai dengan kolah
[LAORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMDimensi Komponen Variabel Tanggapan terhadap dukungan social kepada kaum minoritas Persentase rumakepada kelompok• Ketersediaan te• Dibangunnya te• Anak dan lansia• Bersedia berko• Pemberian fasi• Bersedia berkdisabilitas Tingkat diskriminasi pada rumah tangga kepada kelompok yang berbeda Tingkat diskrimin• Perbedaan agam• Kelompok disabKesetaraan Gender Kesetaraan gender dalam pendidikan dan pekerjaan • Tidak adanygender • Indeks PembanPengembangan kapasitas Masyarakat Sipil Kesadaran Hukum dan Politik Kepemilikan identitas dasar Persentase anak uPartisipasi dalam Pemilu yang akan dating (2024) • Persentase penakan datang 20• Persentase penakan datang Organisasi Masyarakat Sipil Keanggotaan dalam organisasi massa (Ormas) dan partai politik (Parpol) Persentase pendAD/ART) • Partai politik • HIPMI • NU • Muhammadiya• Aisyiah
18 MBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] Indikator Sumber Data h tangga menurut tanggapan terhadap dukungan sosial k minoritas. Dukungan sosial tersebut adalah : empat ibadah empat ibadah agama lain a terlantar diurus oleh pemerintah ontribusi mengurus anak dan lansia terlantar litas untuk kaum disabilitas kontribusi dalam pembangunan fasilitas untuk kaum Primer nasi yang pernah dialami karena perbedaan di lingkungannya Primer ma bilitas • Perbedaan gender • Perbedaana kelompok rentan ya diskriminasi Primer ngunan Gender • Indeks Kesetaraan Gender Sekunder usia 0-17 tahun yang mempunyai akta kelahiran Primer nduduk menurut keikutsertaan dalam Pemilu Legislatif yang 024 nduduk menurut keikutsertaan dalam Pilpres 2024 yang uduk yang menjadi anggota Ormas (yang mempunyai Primer h • Banser • Anshor • Fatayat • Pemuda pancasila • Serikat buruh/serikat kerja/tani
[LAORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMDimensi Komponen Variabel Mitigasi Resiko Sosial Ketersediaan fasilitas/upaya antisipasi /mitigiasi bencana alam • Persentase desadini bencana ala• Persentase desabencana • Perlengkapan ke• Persentase rumaPartisipasi dalam pendidikan dan pelatihan kesiapsiagaan bencana alam Persentase pendupenyelamatan benPenyelesaian sengketa secara beradab Keterlibatan aparat keamanan/ pemerintah sebagai penengah dalam kejadian sengketa Persentase ruma(kepolisian, kejaksKeterlibatan tokoh masyarakat/agama sebagai penengah dalam kekerasan massa Persentase rumamasyarakat dalam
19 MBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] Indikator Sumber Data a/kelurahan menurut keberadaan fasilitas sistem peringatan am a/kelurahan menurut ketersediaan jalur evakuasi/mitigasi etika ada bencana ah tangga yang mengalami trauma akibat bencana alam Primer uduk yang pernah mengikuti pelatihan/simulasi terhadap ncana alam dalam tiga tahun terakhir Primer ah tangga dalam melibatkan Lembaga penegak hukum saan, pengadilan) untuk menyelesaikan sengketa. Primer ah tangga terhadap penilaian peran Lembaga/tokoh m menyelesaikan masalah di masyarakat Primer
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] 20 2.4ANALISIS DATA HASIL SURVEI A. Cleaning Data Data cleaning merupakan upaya akhir untuk menjaga kualitas data sebelum dilakukan analis lebih lanjut. Pada proses ini struktur penyajian data hasil penelitian disusun sesuai dengan kebutuhan analisis. Gambaran struktur data hasil survei terlihat pada Tabel 5 berikut ini: Tabel 4 Ilustrasi Struktur Data Survei No Nama Responden Kabupaten Wilayah Indikator 1 Indikator 2 dst. . 1 2 dst Setelah menyusun struktur data, selanjutnya pemeriksaan dan penanganan data tidak logis. Apabila ditemukan data yang tidak logik, petugas cleaning data langsung mengkonfirmasi pada enumerator dan responden. Proses cleaning pada data hilang tetap perlu dilakukan meskipun sudah menggunakan aplikasi yang membuat kondisi seluruh isian kuesioner wajib diisi dan tidak akan bisa selesai jika ada bagian yang masih kosong. Jika tetap ditemukan data hilang, maka dilakukan call back atau wawancara atau dengan pendekatan imputasi data (statistical approach). B. Perhitungan Indeks Pembangunan Masyarakat (IPMas) Perhitungan indeks IPMAS Kab. Blora 2023 dimulai dengan proses penentuan bobot pada setiap indikator, sub-dimensi dan dimensi penyusun indeks IPMAS. Penentuan bobot menggunakan konsep dan pendekatan yang bersifat objektif. Bobot ditentukan berdasarkan metode statistik analisis faktor (Factor Analysis). Bobot yang diperoleh menggunakan analisis faktor menjadi faktor pengali untuk setiap skor jawaban pertanyaan indikator. Selanjutnya analisis faktor Kembali digunakan untuk menghitung bobot setiap sub dimensi dan dimensi untuk kemudian diagregasikan menjadi nilai IPMAS Kab. Blora 2023. Adapun Formulasi yang digunakan untuk menghitung skor pada setiap komponen, dimensi, dan skor kumulatif IPMas Kabupaten Blora adalah Sebagai Berikut :
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] 21 Tabel 5 Ilustrasi Penghitungan Skor IPMas Kabupaten Blora C. Analisis Statistika Deskriptif Analisis statistika deskriptif merupakan proses analisis satistik yang fokus pada manajemen, penyajian, dan klasifikasi data. Dengan analisis ini, data yang disajikan akan menjadi lebih menarik dan lebih mudah dipahami, serta mampu memberikan makna lebih bagi pengguna data. Analisis ini terdiri dari meringkas data dan menyajikan data dalam bentuk diagram (chart). Ringkasan data terdiri dari
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] 22 ukuran pemusatan data seperti rata-rata, nilai maksimal, nilai minimal, serta ukuran penyebaran data seperti jarak dan ragam. Penyajian data dapat berupa grafik batang, grafik garis, pie chart disesuaikan dengan kebutuhan output analisis dan jenis data. D. Analisis Bivariat Analisis bivariat dilakukan untuk menjelaskan hubungan yang kompleks antara satu unsur dengan unsur lain sebagai dasar untuk menjelaskan suatu masalah. Contoh: hubungan antara unsur prosedur dengan unsur waktu pelayanan, atau unsur kompetensi petugas dengan unsur perilaku petugas. Tujuan dari analisa bivariat ini adalah untuk melihat hubungan satu unsur dengan unsur lain sebagai dasar untuk menjelaskan suatu masalah. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan analisis tabulasi silang dan analisis hubungan (asosiasi) antar variabel penyusun IPMas. Selain menggunakan analisis kuantitatif, pada analisis bivariat juga didukung dengan analisa kualitatif. Analisa kaulitatif digunakan untuk menangkap fenomena lapangan dan hubungan sebab-akibat yang tidak dapat ditangkap melalui kuesioner terstruktur. Kedua analisis tersebut sangat penting untuk perbaikan kualitas pelayan publik maupun pengambilan kebijakan dalam rangka pelayanan publik.
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] 23 BAB III PROGRAM KERJA 3.1 ALUR PELAKSANAAN KEGIATAN PT. Indekstat Konsultan Indonesia dalam melaksanaan pekerjaan IPMas membagi pekerjaan ke dalam 3 (tiga) fase kegiatan dimana masing-masing fase berorientasi pada output laporan (laporan pendahuluan, antara dan akhir). Ketiga fase tersebut disusun secara berurutan dan berkesinambungan agar tujuan besar kegiatan ini dapat tercapai dan Analisis Data Penyusunan Infografis Penyusunan Laporan Antara FASE 1 Kick Off Meeting Fiksasi kerangka konseptual,instrumen, timeline Studi Literatur Penyusunan Laporan Pendahuluan LAPORAN PENDAHULUAN FASE 2 Workshop Enumerator Pengumpulan Data Lapangan Pelaksanaan Witness dan Spotcheck LAPORAN ANTARA FASE 3 Penyusunan Rekomendasi Penyusunan Laporan Akhir Presentasi Laporan Akhir Serahterima Laporan Akhir LAPORAN AKHIR Gambar 3 Alur Pelaksanaan Kegiatan
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] 24 dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Merujuk pada Gambar 3, berikut merupakan penjelasan setiap fase dalam melaksanakan pekerjaan yaitu : 1. Fase Pertama Fase pertama merupakan tahapan penyusunan aktivitas yang terkoordinasi untuk mencapai tujuan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Pada konsep manejemen proyek, fase pertama merupakan pondasi awal dalam melakukan sebuah pekerjaan. Adapun rangkaian program kerja pada fase pertama di antaranya sebagai berikut : a. Kick off meeting merupakan kegiatan penyamaan pemahaman bersama pemberi pekerjaan terkait dengan substansi dan metode pelaksanaan pekerjaan. b. Finalisasi kerangka konseptual, instrumen, dan timeline pelaksanaan atas hasil kick off meeting. c. Studi literatur adalah kegiatan pengumpulan data dan informasi sekunder melalui dokumen-dokumen pendukung d. Penyusunan dan penyerahan laporan pendahuluan 2. Fase Kedua Fase kedua merupakan tahapan implementasi atas perencanaan yang sudah disusun. Selanjutnya, PT. Indekstat Konsultan Indonesia menyusun rangkaian program kerja pada fase kedua sebagaimana berikut : a. Workshop enumerator meliputi kegiatan pembagian wilayah kerja, pembagian administrasi perizinan survei, pembahasan substansi kuesioner, penjelasan teknis pelaksanaan survei, penjelasan sop kerja, dan timeline kerja b. Pengumpulan data lapangan (survei) sesuai dengan wilayah kerja yang ditentukan c. Melakukan desk reviuw dalam rangka pengumpulan data sekunder dari dokumen-dokumen yang diperlukan untuk menunjang analisis dalam menjawab tujuan kegiatan ini. d. Pelaksanaan witness dan spotcheck sebagai quality control e. Analisis data adalah menerjemahkan hasil olahan data menjadi informasi yang bermakna dan berorientasi pada tujuan dan ruang lingkup yang hendak dicapai pada kegiatan ini f. Penyusunan dan penyerahan laporan antara berisi progress pekerjaan pengumpulan dan analisis data yang telah dilakukan. 3. Fase Ketiga Fase ketiga merupakan tahapan akhir pekerjaan berupa penyusunan laporan sesuai dengan jenis output atau keluaran yang telah dijelaskan di kerangka acuan
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] 25 kerja (KAK). Secara lebih rinci, PT. Indekstat Konsultan Indonesia merumuskan fase ketiga terdiri dari program kerja sebagai berikut: a. Penyusunan rekomendasi b. Penyusunan laporan akhir yang terdiri dari kompilasi analisa terhadap temuan survei dan kajian c. Pemaparan atau presentasi laporan akhir d. Menyerahkan dokumen laporan akhir yang mencakup dokumen atau file hasil pekerjaan yang besifat final, artinya telah melewati fase olah data, analisis, kajian, dan diskusi bersama pihak pemberi pekerjaan. 3.2 JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN Jadwal pelaksanan pekerjaan, disusun dengan merujuk pada waktu pelaksanaan pekerjaan yang telah disebutkan pada KAK, yaitu selama 75 hari kalender atau 2,5 bulan. Sehingga selama rentang waktu tersebut setiap tahapan pelaksanaan disusun untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang tuntas dari sisi waktu dan hasil. Tabel 6 Timeline Pelaksanaan Pekerjaan Aktivitas Minggu Ke - 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kick off meeting Penentuan metogologi dan sampling Penyusunan Instrumen Laporan Pendahuluan Workshop Surveyor Pelaksanaan Survey Pengolahan Data Analisis Data Laporan Antara Penulisan Laporan Akhir Presentasi laporan Penyerahan Laporan
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] 26 BAB IV APRESIASI DAN INOVASI 1. INOVASI BERBASIS DIGITAL Pendekatan inovasi dalam metodologi survei dilengkapi juga dengan hadirnya aplikasi berbasis web dan android milik PT Indekstat Konsultan Indonesia yang bernama “WeSurvei” guna meningkatkan kualitas hasil pengumpulan data. Adapun manfaat dari Inovasi penggunaan aplikasi survei berbasis teknologi digital ini adalah: • Aplikasi ini dapat membuat sistem validasi secara otomatis • Adanya validasi tersebut dapat menekan non sampling eror, di antaranya human error pada proses entri data, seperti validasi range nilai, non-missing value, serta otomasi kalkulator (jika diperlukan dalam pertanyaan survei • Aplikasi web/android memiliki keunggulan berupa kemudahan dalam penggunaanya (user friendly) dan tampilannya lebih dinamis dan sesuai dengan kuesioneR • Aplikasi bersifat online, sehingga lebih efisien waktu pada pelaksanaan pengumpulan data hingga penyusunan database • Dapat memonitor secara realtime progres survei baik dalam hal kuantitas maupun kualitas. • Aplikasi WeSurvei dapat di akses bagi para pengguna andorid melalui Playstore: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.arnugroho.wesurvei 2. INOVASI TERHADAP PENGENDALIAN MITIGASI RISIKO Pengendalian mitigasi risiko merupakan sebuah inovasi yang dilakukan oleh PT Indekstat Konsultan Indonesia dalam menjaga kualitas hasil kajian berdasarkan pengalaman survei dan kajian yang pernah dilakukan. Berikut uraian pengendalian mitigasi risiko : Tabel 7 Pengendalian Mitigasi Risiko No Potensi Permasalahan Potensi Risiko Strategi Mitigasi A Pengendalian Pada Pra Pelaksanaan Pekerjaan 1 Ketidaksesuaian antara yang diharapkan pemberi pekerjaan dan yang dikerjakan • Tujuan kegiatan tidak tercapai. • Penyelesaian pekerjaan akan terhambat dan tidak sesuai target baik • Melakukan kick off meeting pada awal pelaksanaan dengan memaparkan konsepsi detil atas apa yang akan dikerjakan dan output kerjaan dari pelaksana kegiatan
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] 27 No Potensi Permasalahan Potensi Risiko Strategi Mitigasi oleh pelaksana kegiatan waktu maupun kualitas. • Melakukan koordinasi intensif dan menggunakan pendekatan kerja “management konfirmasi” agar menghindari misspersepsi dan misskomunikasi antar pihak. 2 Penetapan Sumber Daya Manusia yang tidak sesuai kualifikasi • Ketidakoptimalan proses pelaksanaan survei. • Adanya prespektif yang tidak terpenuhi dalam analisa survei, sehingga membuat luaran survei tidak komprehensif. • Melakukan penilaian secara ketat terhadap kepakaran dan kualifikasi tenaga ahli yang ditugaskan. • Melakukan administration check kepada tenaga ahli, 3 Personil Tim kurang memahami alur pelaksanaan kegiatan survei • Pelaksanaan kegiatan tidak berjalan sistematis • Pelaksanaan kajian tidak sesuai dengan Timeline yang ditetapkan. • Hasil kajian tidak sesuai dengan keluaran yang diharapkan. • Workshop dengan Enumerator • FGD dengan seluruh Tenaga Ahli dan Koordinator Survei • Komunikasi dan koordinasi secara berkesinambungan. 4 Kurangnya koordinasi antara pihak pemberi pekerjaan dengan pelaksana pekerjaa • Hasil pekerjaan tidak sesuai dengan tujuan yang diharapkan • Terjadinya ketidaksepahaman substansi • Membentuk grup WA sebagai instrument koordinasi secara intens • Pelaksana pekerjaan melakukan progress report pekanan kepada pemberi pekerjaan. B Pengendalian pada Saat Pelaksanaan Pekerjaan 1 Stakeholder di daerah kurang mendukung pelaksanaan kegiatan (Ex : Penolakan karena Isu Covid19) Keluaran penyusunan tidak tercapai. • Pembentukan Satgas Covid-19 dalam pelaksanaan survei. • Membekali surat tugas dan surat kesehatan pada enumerator • Penuntasan keperluan administrasi pelaksanaan survei 2 Enumerator melakukan kesalahan survei • Besarnya non sampling error • Hasil survei tidak dapat dipercaya • Enumerator wajib mengikuti workshop dan menilai pemahaman dengan angket pre dan post test • Melakukan wittnes dan spotcheck secara proporasional kepada enumerator.
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] 28 No Potensi Permasalahan Potensi Risiko Strategi Mitigasi 3 Tidak tersedia data sekunder Hasil kajian kurang komprehensif • Menyusun daftar kebutuhan dokumen pendukung. • Menulusuri dokumen kepada pihak-pihak terkait baik oniline dan offline. C Pengendalian pada Akhir Pelaksanaan Pekerjaan 1 Tim Survei lapangan tidak melakukan penyimpanan data dan dokumen dengan baik • Hilangnya temuan data lapangan • Penyusunan dokumen pelaporan terlambat. • Penggunaan aplikasi WeSurvei • Memberikan mandat penugasan secara khusus dari Team Leader untuk melakukan koordinasi dan pelaporan secara khusus. 2 Hasil analisa tidak dapat menjawab tujuan pekerjaan • Laporan tidak sesuai dengan harapan • Tujuan pekerjaan tidak tercapai • Menyusun metodologi secara sistematis dan sesuai dengan kaidah ilmiah yang merujuk kepada tujuan • Melakukan controlling terhadap setiap tahapan pekerjaan
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] 29 BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Profil Responden A. Sebaran Responden di Setiap Kecamatan Pelaksanaan Survei Indeks Pembangunan Masyarakat (IPMas) Kabupaten Blora tersebar di seluruh Kecamatan, yaitu sebanyak 16 (enam belas) Kecamatan. Penentuan jumlah responden pada setiap Kecamatan dilakukan secara proporsional berdasarkan besaran jumlah penduduk pada Kecamatan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, sebaran kecamatan dengan jumlah responden paling banyak berasal dari Kecamatan Blora, Ngawen, Kunduran, Randublatung, dan Kecamatan Cepu. Apabila hasil sebaran responden disetiap kecamatan dibandingkan dengan jumlah penduduk Kabupaten Blora berdasarkan data BPS 2023, dapat dilihat bahwa sebaran responden hasil survei adalah representatif dengan MoE 4,67%. Hal ini menunjukan bahwa sebaran responden pada setiap kecamatan dapat mewakili jumlah penduduk pada setiap kecamatan secara nyata. Hal tersebut dapat ditunjukan pada gambar dan tabel berikut ini : Gambar 4 Sebarab responden berdasarkan Kecamatan 2.3 2.3 2.3 4.3 4.5 4.5 6.8 6.8 6.8 6.8 6.8 7.1 9.1 9.1 9.1 11.4 Jiken Bogorejo Sambong Kradenan Japah Tunjungan Jepon Jati Banjarejo Kedungtuban Todanan Cepu Randublatung Kunduran Ngawen Kota Blora Sebaran Responden di Setiap Kecamatan Kabupaten Blora Dalam Angka 2023 No Kecamatan % Responden Survei % Penduduk BPS Selisih 1 Kota Blora 11.40 10.60 0.80 2 Cepu 7.10 8.63 1.53 3 Randublatung 9.10 8.76 0.34 4 Kunduran 9.10 7.48 1.62 5 Jepon 6.80 7.10 0.30 6 Ngawen 9.10 6.85 2.25 7 Jati 6.80 5.57 1.23 8 Jiken 2.30 4.33 2.03 9 Banjarejo 6.80 7.04 0.24 10 Bogorejo 2.30 2.80 0.50 11 Japah 4.50 3.99 0.51 12 Kradenan 4.30 4.64 0.34 13 Kedungtuban 6.80 6.49 0.31 14 Sambong 2.30 3.14 0.84 15 Todanan 6.80 7.15 0.35 16 Tunjungan 4.50 5.43 0.93
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] 30 B. Sebaran Reponden Berdasarkan Jenis Kelamin dan Usia Apabila dilihat dari sebaran jenis kelamin, responden pada pelaksanaan survei Indeks Pembangunan Masyarakat ini memiliki proporsi yang sama antara laki-laki dan perempuan yaitu 50%. Rasio jenis kelamin responden ini dibuat sama, guna menjamin keterwakilan respon dari responden laki-laki dan perempuan. Responden laki-laki dan perempuan dianggap memiliki persepsi yang berbeda terkait pertanyaan yang akan diajukan sehingga metodologi survei menjamin keterwakilan respon dari dua kelompok ini. C. Sebaran Responden Berdasarkan Usia dan Status Pernikahan Pada pelaksanaan survei ini, masyarakat yang menjadi responden adalah penduduk yang berusia 15 tahun ke atas/telah menikah. Secara persentase, hasil penelitian menunjukkan bahwa usia responden sebarannya memiliki bentuk lonceng seperti kaidah sebaran normal dalam statistika. Dimana mayoritas responden adalah rentang usia 35-54 sebagai pusat sebaran. Apabila merujuk pada Depkes R1 (2009), kategori umur tersebut adalah pada masa dewasa akhir dan lansia awal. Apabila dikaitkan dengan profil responden selanjutnya yaitu status perkawinan, mayoritas usia responden ini sesuai dengan temuan status perkawinan, dimana usia tersebut adalah usia dengan sudah menikah. Sedangkan sisanya 9.3% masih berstatus duda/janda serta 4.1% belum menikah. Relasi ini penting untuk mengetahui nantinya respon dari responden dalam survei adalah perwakilan dari persepsi keluarga secara utuh dalam menjalin hubungan dengan sesama masyarakat. Adapun sebaran responden berdasarkan usia dan status perkawinan adalah sebagai berikut. Perempuan, 50 Laki-Laki, 50 Laki-Laki Perempuan % Jenis Kelamin Responden Gambar 5 Sebaran responden berdasarkan jenis kelamin
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] 31 % Usia Responden % Status Perkawinan Gambar 6 Sebaran responden berdasarkan usia dan status perkawinan D. Sebaran Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Profil responden berikutnya adalah menunjukkan sebaran responden berdasarkan tingkat Pendidikan terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase paling tinggi pada tingkat pendidikan terakhir reponden adalah Sekolah Dasar (SD). Hal ini sesuai dengan populasi penduduk menurut data BPS 2023 yang mayoritas memiliki latar belakang Pendidikan SD. Apabila hasil sebaran jenjang pendidikan responden dibandingkan dengan data BPS 2023, dapat dilihat bahwa sebaran responden hasil survei adalah representatif dengan MoE 4,67%. % Pendidikan Responden Gambar 7 Sebara responden berdasarkan pendidikan terakhir E. Sebaran Responden Berdasarkan Pekerjaan Apabila dilihat dari sebaran pekerjaan responden, mayoritas responden bekerja sebagai petani/peternak/nelayan, ibu rumah tangga, dan pegawai swasta. sedangkan pekerjaan responden yang memiliki persentase paling sedikit adalah pegawai pemerintah non PNS, pensiunan, dan guru. Hal ini sejalan dengan temuan sebelumnya, yaitu pada tingkat Pendidikan terakhir responden yang mayoritas adalah SD, dan paling sedikit adalah Perguruan Tinggi. 1.4 3.9 6.1 7.5 12 13.4 12.3 11.6 9.3 8.6 7.5 5.2 1.2 17-19 tahun 20-24 tahun 25-29 tahun 30-34 tahun 35-39 tahun 40-44 tahun 45-49 tahun 50-54 tahun 55-59 tahun 60-64 tahun 65-69 tahun 70-74 tahun >=75 tahun 4.1 86.6 9.3 Belum menikah Sudah menikah Duda/Janda 57.2 18.6 17.5 6.7 SD SMP SMA Perguruan Tinggi Tingkat Pendidikan Jumlah Penduduk BPS SD 329,664 SMP 167,915 SMA 150,291 PT 40,451
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] 32 % Pekerjaan Responden Gambar 8 Sebaran responden berdasarkan pekerjaan F. Sebaran Responden Berdasarkan Suku dan Agama Sebaran responden berikutnya adalah berdasarkan suku dan agama. Secara mayoritas, responden didominasi oleh Suku Jawa. Suku lainnya seperti batak (0,2%), sunda (0,2%) dan lainnya menjadi suku minoritas di Kabupaten Blora. Kondisi ini mungkin harus menjadi perhatian penting agar dalam berinteraksi kelompok minoritas ini tetap mendapatkan hak-hak nya secara layak. Sedangkan apabila dilihat dari sebaran agama responden, mayoritas responden didominasi oleh agama Islam. Agama lainnya seperti Katolik (0,3%) dan kristen (2,0%) menjadi agama minoritas di Kabupaten Blora. Kondisi ini mungkin harus menjadi perhatian penting agar dalam berinteraksi kelompok minoritas ini tetap mendapatkan hak-hak nya secara layak. Terutama dalam hal kesempatan beribadah sesuai dengan kepercayaannya tanpa intimidasi dari siapapun. % Suku Responden % Agama Responden G. Sebaran Responden Berdasarkan Pengeluaran Rumah Tangga Profil responden terakhir adalah sebaran berdasarkan pengeluaran rumah tangga responden per bulan. Dari segi ekonomi, mayoritas saat ini responden dalam kelas ekonomi menengah kebawah. Pengeluaran rumah tangga responden paling banyak didominasi oleh responden yang memeiliki pengeuaran kurang dari 2 juta rupiah per bulan. Sedangkan pengeluaran responden dengan persentase paling sedikit adalah responden dengan pengeluaran lebih dari 10 juta per bulan. 0.5 1.1 1.4 1.8 2 5.2 6.4 7 7.5 19.5 47.6 Pegawai Pemerintah Non PNS Pensiunan Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pelajar/mahasiswa Buruh kasar/supir/tukang Pedagang wiraswasta Pegawai Swasta Lainnya Ibu Rumah Tangga Petani/peternak/nelayan 0.5 99.1 0.2 0.2 Lainnya Jawa Sunda Batak 97.7 2.0 0.3 Islam Kristen Katolik
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] 33 Hal ini sejalan dengan temuan sebelumnya, yaitu pekerjaan responden akan mempengaruhi pengeluaran, dimana mayoritas responden bekerja sebagai petani/peternak/nelayan dan ibu rumah tangga. % Pengeluaran Responden 5.2Hasil Pengukuran Dimensi Indeks Pembangunan Masyarakat 5.2.1 Dimensi Kohesi Sosial Sesuai dengan instrument survei yang telah ditentukan di awal, setiap dimensi memiliki sub dimensi yang diukur berdasarkan variabel dan indikator yang telah ditetapkan. Pada dimensi sosial, sub dimensi yang menjadi pengukiran diantaranya adalah kerjasama sosial, jejraing sosial, aksi kolektif, dan kepercayaan sosial masyarakat. Berikut merupakan asil pengukuran dan analisis pada setiap komponen penyusun dimensi kohesi sosial : A. Kerjasama Sosial Pada sub dimensi kerja sama sosial, pengukuran dilakukan berdasarkan variabel tingkat partisipasi masyarakat dalam membantu masyarakat yang terkena musibah. Tingkat partisipasi ini diukur berdasarkan beberapa indikator, yaitu tingkat ketersediaan responden untuk membantu masyarakat yang mengalami musibah, tingkat intensitas anggota rumah tangga dalam membantu masyarakat yang terkena musibah, jenis musibah yang pernah dibantu, dan jenis bantuan yang diberikan. Berdasarkan data BPS dan kondisi lokal masyarakat Kabupaten Blora, jenis musibah yang biasa dibantu oleh masyarakat diantaranya adalah melayat jenazah, donasi, donor darah, menjenguk tetangga sakit, dan membantu tetangga kebakaran. 76.1 15.2 6.8 0.7 0.9 0.3 <2 juta 2-2.9 juta 3-3.9 juta 4-4.9 juta 5-9.9 juta >=10 juta
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] 34 Apakah bapak/ ibu bersedia membantu masyarakat yang mengalami musibah? Dalam satu tahun terakhir, bagaimana tingkat intensitas anggota rumah tangga dalam membantu masyarakat yang terkena musibah? Gambar 9 Tingkat ketersediaan dan intesnidtas responden dalam membantu musibah warga Ditinjau dari sub dimensi Kerjasama sosial atas dasar penilaian indikator tingkat ketersediaan respondne untuk membantu warga yang terkena musibah dan tingkat intensitas dalam membantu, saat ini masyarakat Kabupaten Blora memiliki tingkat kerjasama sosial yang baik. Terbukti dari seluruh responden yang di survei hampir 99.5% menyatakan bersedia/pasti bersedia membantu apabila terdapat masyarakat yang mengalami musibah. Bahkan ditinjau dari segi intensitas membantu masyarakat yang mengalami musibah, hampir 66.1% menjawab sering/sangat sering membantu. Tentunya intensitas bantuan yang diberikan oleh masyarakat juga dipengaruhi banyaknya kejadian musibah yang terjadi. Dalam satu tahun terakhir, sebutkan jenis musibah yang pernah dibantu? Dalam satu tahun terakhir, sebutkan jenis bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang terkena musibah? Gambar 10 Jenis musibah dan bantuan yang diberikan Indikator selanjutnya adalah jenis musibah yang pernah dibantu oleh responden dan jenis bantuan yang diberikannya. Berdasarkan bagan di atas, menurut responden jenis musibah yang paling banyak terjadi dan dibantu adalah adanya tetangga yang meninggal atau sakit. Sementara itu bentuk bantuan yang diberikan mayoritas antara lain dalam bentuk tenaga, uang, sembako atau bahkan dalam bentuk dukungan moral. 0.0 0.5 65.0 34.5 Tidak Bersedia Kurang Bersedia Bersedia Pasti Bersedia 2.3 31.6 59.3 6.8 Tidak Pernah Jarang Sering Sangat Sering 2.6 2.9 3.4 45.0 46.0 Lainnya Membantu korban kebakaran Korban bencana alam Menjenguk tetangga sakit Melayat/membantu mengurus jenazah 0.1 3.8 13.7 23.1 28.9 30.4 Lainnya Memberi barang Dukungan moral Sembako Uang Tenaga
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] 35 Apakah Bapak/Ibu bersedia membantu warga yang mengalami musibah berikut? Gambar 11 Tingkat ketersediaan responden membantu berbagai jenis musibah Indikator terakhir adalah tingkat ketersediaan membantu warga yang mengalami musibah seperti donor darah, memberi bantuan kepada tetangga, menjenguk tetangga sakit, donasi, dan melayat jenazah. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari 90% responden bersedia memberi bantuan kepada tetangga, menjenguk tetangga sakit, dan melayat jenazah. Akan tetapi masyarakat Kabupaten Blora masih cukup enggan untuk memberikan bantuan dalam bentuk donor darah dan juga penggalangan dana untuk donasi. Analisis lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui alasan responden enggan membantu/mengikuti berbagai bentuk partisipasi tersebut. Adapun data hasil penelitian adalah sebagai berikut : Gambar 12 Alasan responden enggan membantu warga yang mengalami musibah Gambar 12 menunjukkan bahwa mayoritas responden enggan membantu warga yang terkena musibah dikarenakan sudah diwakilikan oleh orang lain (34,3%). Akan tetapi persentase tersebut masih dibawah persentase dengan alasan lainnya (43,7%). Adapun alasan lainnya responden enggan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut adalah sebagai berikut : 0.7 23.8 1.0 2.0 57.7 99.3 76.2 99.0 98.0 42.3 Melayat jenazah Menggalang dana untuk donasi Menjenguk tetangga sakit Memberi bantuan kepada tetangga Donor darah Tidak Bersedia/Kurang Bersedia Bersedia/Pasti Bersedia 43.7 3.5 7.1 11.4 34.3 Lainnya Malas Tidak suka/tidak bermanfaat Tidak ada waktu Sudah diwakilkan oleh orang lain Apa alasan anggota rumah tangga Bapak/Ibu/Saudara enggan mengikuti berbagai bentuk partisipasi dalam kegiatan sosial diatas?
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] 36 Tabel 8 Alasan responden lainnya enggan berpartisipasi untuk membantu Alasan Persentase Tidak ada program kegiatan 4.12% Sakit 16.49% Sudah tua 19.59% Takut/tidak berani donor 59.79% Tabel 8 menunjukkan bahwa alasan yang paling banyak disebutkan oleh responden adalah takut/tidak berani donor darah. Akan tetapi apabila dilihat dari ke empat alasan tersebut, alasan-alasan tersebut sesuai dengan temuan sebelumnya, yaitu pada tingkat ketersediaan responden yang memiliki persentase paling rendah adalah membantu dalam donor darah. B. Jejaring Sosial Pada sub dimensi jejaring sosial ini mengukur persentase rumah tangga dalam keikutsertaan dalam kegiatan organisasi/kelompok. Pada pengukuran Indeks Pembangunan Masyarakat (IPMas) Kabupaten Blora, partisipasi masyarakat dalam kegaitan kelompok diukur berdasarkan tiga indikator, yaitu keikutsertaan dalam kegiatan organisasi (organisasi keagamaan, pendidikan, olahraga, profesi), keikutsertaan dalam kegiatan keagamaan (pengajian, perayaan keagamaan, haul, halal biahalal, tahlilan pekanan), dan keikutsertaan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan (olahraga, kesenian, arisan, vaksinasi, rawat warga, posyandu, keterampilan). Jenis kegiatan kelompok yang menjadi penilaian tersebut didasarkan atas data BPS Kabupaten Blora dan kondisi lokal masyarakat Kabupaten Blora. Hasil pengukuran pada setiap variabel penyusunan komponen jejaring sosial adalah sebagai berikut : I. Keikutsertaan masyarakat dalam mengikuti organisasi Pada variabel pertama, pengukuran dilakukan pada tingkat partisipasi masyarakat terhadap keikutsertaan dalam organisasi. Organisasi yang dimaksud adalah organisasi yang berkembang di masyarakat, mulai dari organisasi keagamaan, pendidikan, sosial, olahraga, ataupun yang berbasis profesi. tetapi sebelumnya ditanyakn terlebih dahulu kepada responden terhadap tingkat keaktifan responden dalam mengikuti kegiatan organisasi. Hasil dari pengukuran masyarakat terhadap dimensi jejaring sosial dengana indikator keikutsertaan organisasi ditunjukkan pada gambar berikut.
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] 37 Selama satu tahun terakhir, apakah bapak/ ibu aktif dalam mengikuti organisasi? Bagaimana keikutsertaan anggota rumah tangga Bapak/Ibu/Saudara dalam organisasi berikut ? Gambar 13 Tingkat keikutsertaan responden dalam mengikuti organisasi Hasil penelitian menunjukkan hawa mayoritas (60%) responden tidak aktif mengikuti kegiatan organisasi. Sedangkan dari 40% responden yang aktif mengikuti kegiatan organisasi, organisasi yang memiliki persentase tertinggi untuk diikuti responden adalah kelompok tani, kemudian perguruan silat, dan DKM Masjid/mushola. Akan tetapi dari berbagai jenis organisasi yang ada di kalangan masyarakat Kabupaten Blora, tingkat partisipasi masyarakat untuk aktif dalam mengikuti organisasi tersebut masih sangatlah rendah. Hal ini terbukti dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa persentase responden yang tidak ikut organisasi adalah di atas 80%. Selanjutnya dilakukan analisis lebih lanjut terhadap alasan responden antara yang aktif dan tidak aktif untuk mengikuti kegiatan organisasi. Mayoritas responden yang mengikuti kegiatan organisasi adalah untuk menambah pengetahuan dan mengisi waktu luang. Sedangkan alasan responden yang tidak mengikuti organisasi mayoritas karena tidak ada waktu. Alasan lainnya adalah karena sudah tua, tidak ada kegiatan/program, kerja, dan responden adalah pendatang baru. Iya, 40 Tidak, 60 Iya Tidak 0.2 1.1 1.1 1.4 1.4 2.1 3.0 3.4 4.8 6.8 11.0 14.8 17.5 18.9 99.8 98.9 98.9 98.6 98.6 97.9 97.0 96.6 95.2 93.2 89.0 85.2 82.5 81.1 Kepercayaan atau… Pengurus Gereja LSM perkumpulan jemaat gereja Ikatan Dokter Indonesia Komunitas Lainnya Komite Sekolah remaja masjid Persatuan Olahraga Karang Taruna PKK DKM Masjid/ Mushola Perguruan Silat Kelompok Tani Aktif/Pengurus Tidak Ikut/Anggota Tidak Aktif
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] 38 Apa alasan anggota rumah tangga Bapak/Ibu/saudara mengikuti kegiatan organisasi? Apa alasan anggota rumah tangga Bapak/Ibu/Saudara tidak mengikuti kegiatan organisasi? Gambar 14 Alasan responden yang mengikuti dan tidak mengikuti organisasi II. Keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan keagamaan Variabel penilaian pada sub dimensi jejaring sosial berikutnya adalah tingkat partisipasi responden dalam mengikuti kegiatan keagamaan. Kegiatan keagamaan yang ada di kelompok masyarakat Kabupaten Blora diantaranya adalah pengajian, perayaan keagamaan, haukl, halal bihalal, dan tahlilan pekanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas (70,2%) responden cukup dan sangat aktif dalam mengikuti kegiatan keagamaan. Akan tetapi masih terdapat 29,8% responden yang kurang/tidak aktif mengikuti kegiatan keagaman dengan alasan tidak ada/jarang ada kegiatan, sudah tua, dan punya anak kecil. Sedangkan apabila dilihat dari jenis kegiatan keagamaan yang paling banyak diikuti oleh responden adalah kegiatan halal bihalal, perayaan keagamaan, dan pengajian. Selama satu tahun terakhir, apakah anggota rumah tangga aktif mengikuti kegiatan keagamaan? Bagaimana keikutsertaan anggota rumah tangga Bapak/Ibu dalam mengikuti kegiatan keagamaan berikut ? 19.0 4.4 10.5 15.3 17.6 33.2 Lainnya Belajar kepemimpinan Mencari teman Melayani masyarakat Mengisi waktu luang Menambah pengetahuan 27.0 2.0 3.4 8.8 10.3 48.5 Lainnya Sakit Malu/rendah diri Malas Tidak suka/tidak bermanfaat Tidak ada waktu 9.1 20.7 60.5 9.7 Tidak Aktif Kurang Aktif Cukup Aktif Sangat Aktif 53.8 34.3 32.5 29.5 26.6 46.2 65.7 67.5 70.5 73.4 Haul Tahlilan pekanan Pengajian Perayaan keagamaan Halal bihalal Tidak/Kurang Aktif Cukup/Sangat Aktif Gambar 15 Tingkat keikutsertaan responden dalam mengikti kegiatan keagamaan
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] 39 III. Keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan Variabel selanjutnya yaitu pengukuran terhadap keikutsertaan responden dalam mengikuti kegiatan sosial masyarakat. Kegiatan sosial masyarakat yang dimaksud adalah kegiatan olahraga, kesenian, arisan, hingga kegiatan vaksinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bersama yang banyak dan rutin dilakukan oleh warga sehingga meningkatkan nilai indeks adalah kegiatan arisan, dan kegiatan vaksinasi yang diwajibkan oleh Pemerintah. Sedangkan kegiatan yang masih sedikit dan jarang diadakan oleh masyarakat sehingga membuat penilaian indeks kecil yaitu ratap RT/RW/Desa, posyandu, olahraga, kegiatan keterampilan, dan kesenian. Responden yang kurang/tidak aktif mengikuti kegiatan kemasyarakat mayoritas karena tidak ada waktu. Sedangkan alasan lainnya adalah tidak ada program/kegiatan, sudah tua, kerja, dan punya anak kecil. Bagaimana keikutsertaan anggota rumah tangga Bapak/Ibu/Saudara dalam mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan berikut ? Apa alasan anggota rumah tangga Bapak/Ibu/Saudara tidak aktif mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan? Gambar 16 Tingkat keikutsertaan dan alasan responden tidak mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan C. Aksi Kolektif Pada sub dimensi aksi kolektif pengukuran dilakukan berdasarkan variabel keikutsertaan responden dalam mengikuti kegiatan untuk kepentingan masyarakat umum. Selanjutnya berdasarkan variabel tersebut, pengukuran dilakukan menggunakan indikator keikutsertaan mengikuti kegiatan seperti sambatan, pelaksanaan perigatan hari kemerdekaan, kerja bakti, dll. Kegiatan-kegiatan tersebut yang dijadikan indikator penilaian adalah berdasarkan data BPS dan kondisi lokal Kabupaten Blora. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bersama yang banyak dan rutin dilakukan oleh warga adalah sambatan, 95.4 95 88.4 83.1 59.1 58.8 49.5 4.6 5 11.6 16.9 40.9 41.2 50.5 Kesenian Kegiatan keterampilan Olahraga Kegiatan posyandu Rapat RT/RW/Desa Kegiatan Vaksinasi Arisan Tidak/Kurang Aktif Cukup/Sangat Aktif 27.7 2.7 3.9 8.3 8.8 48.7 Lainnya Sakit Malu/rendah diri Tidak suka/tidak bermanfaat Malas Tidak ada waktu
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] 40 pelaksanaan perigatan hari kemerdekaan, dan kerja bakti. Sedangkan kegiatan kepentingan masayarakat umum yang masih tidak/kurang aktif diikuti adalah penggalamngan dana untuk pembangunan, rapat TR, siskamling, dan penyuluhan. Pada satu tahun terakhir, apakah anggota rumah tangga aktif mengikuti kegiatan untuk kepentingan masyarakat umum? Bagaimana keikutsertaan anggota rumah tangga Bapak/Ibu/Saudara dalam mengikuti kegiatan bersama untuk kepentingan warga berikut ? Gambar 17 Tingkkat keikutsertaan responden dalam mengikuti berbagai kegiatan untuk kepentingan warga Selanjutnya dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui alasan responden tidak aktif mengikuti kegiatan bersama untuk kepemntingan warga. Mayoritas alasan responden adalah tidak ada waktu. Sedangkan alasan lainnya adalah tidak ada program kegiatan, sudah tua, dan punya anak kecil. Gambar 18 Alasan responden tidak aktif mengikuti kegiatan kepentingan bersama D. Kepercayaan Sosial Kepercayaan sosial merupakan keyakinan pada kejujuran, integritas dan dapat percaya pada orang lain. Pada sub dimensi kepercayaan sosial ini, 6.4 28.4 57.5 7.7 Tidak Aktif Kurang Aktif Cukup Aktif Sangat Aktif 72.8 71.6 53.1 51.9 32.5 25.3 24.7 27.2 28.5 46.9 48.1 67.5 74.7 75.3 Penyuluhan Siskamling Rapat RT Donasi pembangunan Kerjabakti Peringatan kemerdekaan Sambatan Tidak/Kurang Aktif Cukup/Sangat Aktif 38.9 2.7 2.7 4.1 6.0 45.5 Lainnya Malu/rendah diri Sakit Malas Tidak suka/tidak bermanfaat Tidak ada waktu Apa alasan tidak aktif mengikuti kegiatan bersama untuk kepentingan warga?
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] 41 pengukuran didasarkan atas variabel sikap percaya responden terhadap lingkungan dengan beberapa idikator seperti rasa percaya kepada tetangga, tokoh masyarakat, aparat kepolisian, dan kesamaan suku dalam memilih kepala daerah. Berbagai indikator dalam tingkat kepercayaan tersebut didasarkan atas kondisi lokas yang ada di sekitar masyarakat Kabupaten Blora saat ini. Adapun hasil pengukuran indeks pada sub dimensi kepercayaan sosial adalah sebagai berikut. Gambar 19 Tingkat kepercayaan responden terhadap berbagai kelompok Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat ini kepercayaan warga ke tokoh masyarakat, tokoh agama bahkan polisi sudah sangat baik. Namun dalam hal menitipkan rumah atau anak ke tetangga masih belum sepenuhnya percaya. Selanjutnya apabila ditanyakan kepada responden apabila Bupati/walikota harus penduduk asli Kabupaten Blora, mayoritas responden menjawab setuju dan sangat setuju. Artinya sejauh ini penerimaan warga terhadap penduduk yang berasal dari luar Blora belum terlalu baik, terutama saat hendak menjadi calon pemimpinnya. Hal ini berarti kesempatan warga luar Kabupaten Blora untuk menjadi pemimpin di Kabupaten Blora sangat kecil, karena warga cenderung setuju jika pemimpinnya juga merupakan putra putri daerah. Gambar 20 Tingkat kesetujuan responden jika dipimpin oleh penduduk asli Blora 22.5 10.6 8.6 3.6 2.5 2.3 77.5 89.4 91.4 96.4 97.5 97.7 Menitipkan anak pada tetangga Menitipkan rumah ke tetangga Aparatur desa/kelurahan menjalankan tugas dengan baik Polisi menjaga keamanan dan ketertiban Tokoh agama berperan sebagai penentu moral/panutan Tokoh masyarakat menyelesaikan masalah warga Sangat/tidak percaya Percaya/Sangat Percaya 18.9 70.5 8.0 2.7 Sangat setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Apakah anda setuju Bupati/Walikota harus penduduk asli kabupaten Blora?
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] 42 E. Skor Indeks Kohesi Sosial Secara kumulatif, pada tahun 2022 skor indeks dimensi kohesi sosial menunjukan peningkatan sejumlah 0,04 poin Pada tahun 2021, sub-dimensi jejaring sosial dan aksi kolektif relatif rendah (C), hal ini karena faktor adanya pembatasan kegiatan sosial dan kolektif pada masa Pandemi Covid 19. Pada tahun 2022, mayoritas sub-dimensi mengalami peningkatan. Akan tetapi sub-dimensi kepercayaan sosial menurun (meski masih dalam rentang MoE 4,5%). Adapun trend skor kumulatif pada indeks kohesi sosial tahun 2021-2022 adalah sebagai berikut : Gambar 21 Skor indeks dimensi Kohesi Sosial Dapat dilihat pada tabel 21 pada tahun 2022 sub dimensi yang mengalami penurunan adalah kepercayaan sosial. Kepercayaan sosial menggambaran tingkat kepercayaan masyarakat pada lingkungan, dari level antar tetangga hingga aparat pemerintah dan penegak hukum. Pada tahun 2022, mayoritas indikator mengalami penurunan skor, kecuali pada indikator tingkat kepercayaan kepada tokoh masyarakat yang mengalami kenaikan sebesar 0,03%. Kenaikan dan penurun skor indeks masih dalam rentang MoE, sehingga tidak signifikan. Apabila dilihat secara berurut, tindak kepercayaan tertinggi berada pada antar tetangga, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat desa, dan lembaga kepolisian. Adapun skor kumulatif setiap indikator pada kepercayaan sosial pada tahun 2021-2022 adalah sebagai berikut ; Tabel 10 Skor kumulatif setiap indikator pada sub dimensi kepercayaan sosial Kategori Indikator 2021 2022 Tetangga Apakah anda percaya menitipkan rumah pada tetangga ketika semua ART bepergian/menginap di tempat lain? 3,01 3,00 0.67 0.71 Skor Indeks Dimensi Kohesi Sosial 2021 2022 Sub-dimensi 2021 2022 Skor Mutu Skor Mutu Kerjasama Sosial 0.67 B 0.76 B Jejaring Sosial 0.53 C 0.66 B Aksi Kolektif 0.60 C 0.73 B Kepercayaan Sosial 0.72 B 0.71 B Tabel 9 Skor indeks dimensi kohesi sosial
[LAPORAN AKHIR : PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT KABUPATEN BLORA 2023] 43 Kategori Indikator 2021 2022 Apakah anda percaya menitipkan anak (usia 0- 12 tahun) pada tetangga ada di rumah? 2,89 2,83 Tokoh agama Secara umum, apakah anda percaya bahwa tokoh agama di lingkungan tempat tinggal dapat berperan sebagai panutan/penentun moral? 3,08 3,07 Tokoh masyarakat Secara umum, apakah anda percaya bahwa tokoh masyarakat di lingkungan tempat tinggal dapat berperan dalam membantu mengatasi masalah warga? 3,00 3,03 Aparat pemerintah desa Secara umum, apakah anda percaya bahwa aparatur desa/kelurahan telah menjalankan tugasnya dengan baik? 2,97 2,95 Lembaga kepolisian Apakah anda percaya bahwa polisi dapat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat? 1,97 1,95 5.2.2 Dimensi Inklusi Sosial Inklusi sosial adalah sebuah proses peningkatan peran individu dalam masyarakat. Pendekatan inklusi sosial ini mendorong seluruh elemen masyarakat untuk memberi atau mendapat perlakukan dan kesempatan yang sama. Dimensi inklusi sosial terbagai atas berbagai sub dimensi seperti penerimaan terhadap sosial budaya, dukungan sosial kepada minoritas, dan kesetaraan gender. A. Penerimaan terhadap perbedaan sosial budaya Pada aspek pengukuran sub dimensi penerimaan terhadap sosial budaya, pengukuran didasarkan atas variabel terhadap tanggapan pelaksanaan kegiatan agama /etnis lain. Selanjutnya pada variabel tersebut diukur berdasarkan beberapa indikator. Indikator pertama adalah tingkat peerimaan responden terhadap interaksi dan kegiatan dari agama dan suku lain. Indikator selanjutnya adalah tanggapan responden apabila dipimpin oleh yang berbeda agama, dan kegiatan lainnya. Adapun penilaian setiap indikator pada sub dimensi penerimaan terhadap sosail budaya adalah sebagai berikut : Berdasarkan Gambar 22, tingkat penerimaan masyarakat untuk berteman/berinteraksi dengan suku atau agama lain sangat tinggi, dengan 23.2 25.7 5.4 5.0 76.8 74.3 94.6 95.0 Kegiatan dari suku lain Kegiatan dari agama lain Pertemanan dengan suku lain Pertemanan dengan agama lain Keberatan/Sangat Keberatan Tidak/sangat tidak keberatan Gambar 22 Indeks sub dimensi penerimaan terhadap sosial budaya