The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS_DIANA INDAH R

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by indahdiana567, 2021-07-17 23:19:18

LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS_DIANA INDAH R

LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS_DIANA INDAH R

LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
(PTK)

( TELAH DISEMINARKAN )
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI
UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
SISWA KELAS 1 SDN LUWUNGGEDE 03 KECAMATAN LARANGAN

KABUPATEN BREBES

Penelitian ini dilakukan dalam rangka Pengembangan Profesional Guru

Disusun oleh :
DIANA INDAH RAHMAWATI, S.Pd.SD.

NIP. 198102062014092001

PEMERINTAH KABUPATEN BREBES
UPT DINDIKPORA KECAMATAN LARANGAN

KABUPATEN BREBES
2019

SD NEGERI LUWUNGGEDE 03

i

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN
HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PTK

Nama Guru/Peneliti : DIANA INDAH RAHMAWATI, S.Pd.SD.

NIP : 198102062014092001

Jabatan : Guru Kelas 1

Unit Kerja : Sekolah Dasar Negeri Luwunggede 03

Jumlah Siklus Pembelajaran : 2 Siklus

Hari dan Tanggal Pelaksanaan: Pra Siklus, Hari Kamis, tanggal 15 Agustus 2019

Siklus 1 , Hari Kamis, tanggal 22 Agustus 2019

Siklus 2 , Hari Kamis, tanggal 29 Agustus 2019

Masalah yang Merupakan Fokus Perbaikan Pembelajaran Matematika :
Penerapan metode demonstrasi untuk meningkatkan prestasi belajar Matematika kelas
1 tentang satuan pengukuran waktu.

Mengesahkan, Brebes , 31 Agustus 2019
Kepala SDN Luwunggede 03 Peneliti/Guru,

MUKHIDIN, S.Pd. DIANA INDAH R, S.Pd.SD.
NIP 196408181985051001 NIP. 198102062014092001

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas taufiq dan anugerahNya yang
tiada tara berupa kesehatan dan kesempatan, sehingga Laporan Penelitian Tindakan Kelas
(PTK) ini dapat terselesaikan.

Laporan ini disusun dalam rangka Pengembangan Profesional Guru
Penulis menyadari bahwa penyusunan laporan ini masih sangat jauh dari sempurna,
baik dari segi materi, bahasa dan penulisannya. Hal ini disebabkan keterbatasan kemampuan,
pengetahuan yang penulis miliki. Oleh karena itu segala kritik dan saran akan selalu penulis
terima dengan lapang dada dan pikiran jernih demi perbaikan laporan ini.
Dalam penulisan dan penyusunan laporan ini, penulis dibantu dan dibimbing oleh
berbagai pihak. Untuk itu tidak lupa penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada beliau
:
1. Bapak Mukhidin, S.Pd. selaku kepala sekolah SDN Luwunggede 03.
2. Bapak Tarjono, S.Pd.SD selaku teman sejawat.
3. Semua pihak yang telah membantu penyusunan laporan ini.

Akhirnya penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca dan kemajuan
pendidikan di masa mendatang umumnya, sekaligus bermanfaat bagi penulis sendiri
khususnya.

Brebes, 31 Agustus 2019

Penulis

Diana Indah Rahmawati,S.Pd.SD

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i
LEMBAR PENGESAHAN ........................................................................... ii
KATA PENGANTAR.................................................................................... iii
DAFTAR ISI………..................................................................................... iv
DAFTARTABEL........................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR DAN GRAFIK ........................................................... vi
DAFTAR LAMPIRAN.................................................................................. vii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ...................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................ 4
C. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ....................................... 4
D. Manfaat Penelitian Tindakan Kelas ..................................... 4

BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Pengertian Belajar ................................................................ 6
B. Pendekatan Pembelajaran Matematika ................................ 8
C. Metode Demonstrasi ............................................................ 9
D. Metode Pembelajaran Demonstrasi ..................................... 11

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS
A. Subjek , Tempat dan Waktu Penelitian ................................ 14
B. Desain Prosedur Tindakan Kelas ......................................... 15
C. Teknik Analisis Data ............................................................ 15

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil Penelitian Tindakan Kelas .......................... 26
B. Pembahasan Hasil Penelitian Tindakan Kelas ..................... 28

BAB V SIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT
A. Simpulan .............................................................................. 32
B. Saran Tindak Lanjut ............................................................. 32

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

iv

DAFTAR TABEL
1. 3.1 Lembar Observasi Pembelajaran Pra Siklus ................................ 17
2. 3.2 Lembar Observasi Perbaikan Pembelajaran Siklus I .................. 20
3. 3.3 Lembar Observasi Perbaikan Pembelajaran Siklus II .................. 23
4. 4.1 Daftar Nilai Siswa Sebelum Perbaikan ......................................... 23
5. 4.2 Daftar Nilai Siswa Perbaikan Pembelajaran Siklus I ................... 28
6. 4.3 Daftar Nilai Siswa Perbaikan Pembelajaran Siklus II .................. 31

v

DAFTAR GAMBAR DAN GRAFIK

1. 2.1 Skenario Pembelajaran Metode Demonstrasi ............................... 10

2. 3.1 Prosedur Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran ........................... 15

3. 4.1 Nilai Evaluasi Siswa Sebelum Perbaikan ..................................... 23

4. 4.2 Prosentase Ketuntasan Hasil Belajar Sebelum Perbaikan ............ 23

5. 4.3 Nilai Evaluasi Siswa Pada Perbaikan Pembelajaran Siklus I ....... 28

4.4 Prosentase Ketuntasan Hasil Tes Perbaikan Pembelajaran Siklus 28
I ...........................................................................................................
6.

31
7. 4.5 Nilai Evaluasi Siswa Pada Perbaikan Pembelajaran Siklus II ......

8. 4.6 Prosentase Ketuntasan Hasil Tes Perbaikan Pembelajaran Siklus 31
II ..........................................................................................................

vi

DAFTAR LAMPIRAN
1. Surat Pernyataan atas Teman Sejawat
2. Perencanaan PTK ( identifikasi masalah, analisis masalah, alternatif pemecahan

masalah, rumusan masalah )
3. Berkas RPP Pra Siklus, RPP Perbaikan Siklus I, RPP Perbaikan Siklus II untuk

eksak/non eksak/tematik dan lembar observasi
4. Hasil Pekerjaan Siswa yang Terbaik dan Terburuk Per Siklus

vii

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan dasar merupakan awal untuk jenjang pendidikan selanjutnya, dan

merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan sistem pendidikan nasional.
Untuk meningkatkan mutu pendidikan, pemerintah telah mencanangkan pendidikan
dasar 12 tahun, 6 tahun di tingkat Sekolah Dasar, 3 tahun di tingkat SLTP dan 3 tahun
di tingkat SLTA. Pendidikan dasar memberikan bekal dasar kepada siswa agar mampu
mengembangkan kehidupannya dan siap mengikuti pendidikan selanjutnya. Dengan
bekal ini diharapkan anak mampu mewujudkan dirinya sebagai pribadi, anggota
masyarakat, warga negara dan anggota umat manusia dalam mengembangkan
kehidupan disekitarnya.

Menurut H.M. Surya (2008:3.4) tujuan pendidikan dasar dibagi menjadi 3
kelompok yaitu :
1. Menanamkan kemampuan baca – tulis – hitung ( calistung ).

Kemampuan baca tulis hitung ( calistung ) merupakan prasyarat utama bagi setiap
orang untuk mampu hidup secara wajar dalam masyarakat yang selalu
berkembang.
2. Memberikan / menanamkan pengetahuan dan ketrampilan dasar yang bermanfaat
bagi siswa sesuai dengan perkembangannya.
Tekanan utama dalam tujuan ini adalah pengetahuan dan ketrampilan dasar.
3. Mempersiapkan anak untuk mengikuti pendidikan di SLTP.

Dalam PP No. 19 tahun 2009 tujuan Pendidikan Nasional adalah menjamin
mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Sedangkan tujuan
pendidikan di Sekolah Dasar mencakup dasar pembentukan dasar kepribadian siswa
sebagai manusia Indonesia seutuhnya sesuai dengan tingkat perkembangan dirinya
(Agus Taufiq, 2011:1.13). Pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan memiliki tujuan
untuk memberikan bekal kemampuan dasar kepada peserta didik untuk
mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara.
Salah satu perwujudannya melalui pendidikan brmutu pada setiap jenjang pendidikan.

1

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang memberikan kontribusi positif
demi tercapainya masyarakat yang cerdas sesuai yang diamanatkan dalam UUD 1945.

Mata pelajaran matematika, merupakan mata pelajaran yang membahas masalah
tentang kemampuan menambah, mengurangi, mengalikan, membagi, mengukur dan
memahami bentuk geometri, perlu diberikan kepada semua siswa mulai dari jenjang
sekolah dasar guna membekali siswa agar mampu berfikir logis, analitis, sistematis,
kritis dan kreatif serta mampu bekerja sama. Kompetensi tersebut diperlukan agar
peserta didik memiliki kemampuan memperoleh, mengelola dan memanfaatkan
informasi di era globalisasi ini.

Dalam pembelajaran Matematika SD, agar bahan pengajaran yang disampaikan
menjadi lebih mudah dipahami oleh siswa, diperlukan alat bantu pembelajaran, juga
pemilihan strategi, pendekatan, metode dan teknik pembelajaran yang menarik dan
tepat dapat membantu penulis dan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Agar siswa dapat mencapai kompetensi yang diharapkan dalam pelajaran
matematika, penulis dituntut mempunyai kompetensi terhadap tugasnya. Salah satunya
adalah penulis harus mampu menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran agar
siswa tidak menjadi bosan. Mengajak dan menjaga agar siswa tetap belajar adalah tugas
penulis dalam rangka menjaga semangat belajar siswa. Tidak hanya terbatas pada
seberapa materi yang dikuasainya, hal yang tidak kalah penting untuk dikuasainya yaitu
bagimana menggunakan suatu pendekatan tertentu dalam proses pembelajaran.
Memilih pendekatan pembelajaran yang tepat dalam suatu proses belajar berarti penulis
sedang mengatur strategi pembelajaran. Adapaun yang dimaksud dengan strategi dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia strategi adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan
untuk mencapai sasaran khusus. Walaupun demikian masih banyak sekolah atau
madrasah yang siswanya tidak dapat mencapai KKM atau tuntas, meskipun penulis
telah menggunakan strategi pembelajaran dengan baik, dengan menggunakan metode
dan alat peraga yang diperlukan sesuai kebutuhan anak, tetapi hasil belajarnya masih
rendah terutama dalam pelajaran Matematika. Demikian juga hasil belajar yang dialami
siswa SD di mana penulis menjadi penulisnya juga mengalami hasil yang rendah atau
di bawah KKM.

Mengenai rendahnya hasil pembelajaran Matematika tentang pengukuran satuan
waktu yang kami lakukan, setelah dikoreksi hasil tes tertulis dari 20 siswa kelas I yang
mengikuti tes, 12 siswa (60%) belum memperoleh hasil yang diharapkan (tuntas). Di
MI penulis, Kriterira Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan untuk mata pelajaran

2

Matematika adalah 70. Sehingga kalau nilai anak kuranng dari 70 dinyatakan belum
tuntas. Hal ini perlu mendapat perhatian serius dari penulis. Penulis sebagai pelaku
pendidikan harus bertanggung jawab untuk memperbaiki agar pembelajaran dapat
mencapai tujuan dengan baik.
Oleh sebab itu penulis melakukan refleksi, apa yang telah terjadi selama pembelajaran.
Sebab materi ini sebagai dasar untuk materi selanjutnya, sehingga bila tidak segera
dipecahkan akan semakin tidak baik hasil pembelajaran selanjutnya.
1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan masalah tersebut di atas, penulis melakukan refleksi dan
kolaborasi dengan teman sejawat, untuk mencari akar permasalahan. Dari
kegiatan tersebut , teridentifikasi permasalahan sebagai berikut :

a. Prestasi belajar rendah, karena siswa kurang bersemangat mengikuti
pembelajaran.

b. Siswa kurang lancar baca tulis, sehingga kesulitan waktu mengerjakan.
c. Siswa masih sering bermain sendiri.
d. Masih banyak siswa yang tidak memperhatikan.
2. Analisis Masalah

Berdasarkan identifikasi tersebut, penulis dan teman sejawat melakukan
analisa untuk mengatasi masalah-masalah tersebut :
1. Penulis kurang tepat dalam memilih media pembelajaran dan alat peraga
2. Penulis kurang tepat dalam memilih pendekatan pembelajaran
3. Penulis kurang melatih siswa dalam baca tulis
4. Penulis kurang memberi motivasi
5. Penulis tidak menggunakan metode yang bervariasi
6. Penulis kurang dalam memberi contoh/latihan.
3. Alternatif dan Prioritas Pemecahan Masalah

Dari hasil identifikasi dan analisis, ditemukan beberapa masalah yang
harus dipecahkan. Untuk itu ditentukan alternatif pemecahan masalah-masalah
tersebut sebagai berikut :
1. Menggunakan media dan alat peraga harus sesuai dengan karakteristik

siswa kelas 1.
2. Pendekatan pembelajaran yang digunakan ada unsur permainan dan

menyenangkan.
3. Metode yang digunakan lebih variatif supaya anak tidak bosan.

3

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, dipilih alternatif untuk mengatasinya
dengan menggunakan metode demonstrasi. Dengan menggunakan metode
demonstrasi diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas I dalam
pelajaran Matematika.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah tersebut di atas, maka
rumusan masalah yang diajukan adalah “Apakah metode demonstrasi dalam
pembelajaran matematika tentang satuan waktu dapat meningkatkan prestasi belajar
siswa kelas I SDN Luwunggede 03 Kec. Larangan ?

C. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas
Perbaikan dalam pembelajaran Matematika kelas I SDN Luwunggede 03 Kec.

Larangan bertujuan :
1. Mendeskripsikan cara yang paling efektif dalam pembelajaran Matematika

tentang satuan waktu.
2. Meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajaran Matematika
3. Membangkitkan motivasi siswa dalam pelajaran Matematika

D. Manfaat Penelitian Tindakan Kelas
Hasil dari perbaikan pembelajaran ini dimaksudkan bermanfaat bagi :

1. Penulis
a. Membantu penulis memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya
b. Meningkatkan profesionalisme penulis
c. Meningkatkan rasa percaya diri
d. Mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan serta sebagai sarana untuk
menampilkan pembaharuan pembelajaran

2. Sekolah,
a sumbangan yang positif terhadap kemajuan sekolah
b memiliki iklim pendidikan yang senantiasa kondusif
c mempunyai kesempatan besar untuk berubah secara komprehensif dan
menyeluruh

3. Lembaga lainnya,

4

a. Dengan adanya PTK kesalahan dalam proses pembelajaran, akan cepat
dapat dianalisis dan diperbaiki, sehingga dapat dijadikan acuan untuk
pedoman dalam proses pembelajaran selanjutnya.

b. Penulis yang terampil melkasanakan PTK akan selalu kritis terhadap hasil
belajar siswa, sehingga merasa diperhatikan penulis terutama hasil
belajarnya.

5

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Pengertian Belajar
Meningkatnya kualitas hidup seseorang, tidak lepas bagaimana dia belajar.

Belajar merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi. Tanpa belajar seseorang tidak akan
bisa mengikuti perkembangan zaman yang semakin canggih. Belajar tidak dibatasi
ruang dan waktu, bisa dilakukan di mana saj dan kapan saja. Dengan belajar diharapkan
akan terjadi perubahan dalam diri seseorang ke arah yang lebih baik. Perubahan hasil
belajar, terwujud dalam bentuk perubahan pengetahuan, perubahan perilaku dan
perbaikan kepribadian.

Menurut Agus Taufiq (2011:5.12) ada 9 prinsip belajar, yaitu :
1. Belajar dapat membantu perkembangan optimal individu sebagai manusia utuh.
2. Belajar sebagai proses terpadu harus memprioritaskan anak sebagai titik sentral.
3. Aktifitas pembelajaran yang diciptakan harus membuat anak terlibat sepenuh hati,

aktif menggunakan potensi yang dimilikinya.
4. Belajar sebagai proses terpadu tidak hanya dapat dilaksanakan secara individual

dan kompetitif melainkan juga dapat dilakukan secara kooperatif.
5. Pembelajaran yang diupayakan oleh penulis harus mendorong anak untuk belajar

secara terus menerus.
6. Pembelajaran di sekolah harus memberi kesempatan kepada setiap anak untuk

maju berkelanjutan sesuai dengan potensi yang dimiliki dan kecepatan belajar
masing-masing.
7. Belajar sebagai proses yang terpadu memerlukan dukungan fasilitas fisik dan
sekaligus dukungan sistem kebijakan yang kondusif.
8. Belajar sebagai proses terpadu, memungkinkan pembelajaran bidang studi
dilaksanakan secara terpadu.
9. Belajar sebagai proses terpadu memungkinkan untuk menjalin hubungan yang
baik antara sekolah dan keluarga.
Sri Anitah (2008:2.6) menyatakan ada 4 pilar yang perlu diperhatikan dalam
belajar yaitu :
1. Learning to know

6

Artinya belajar untuk mengetahui. Yang menjadi target dalam belajar adalah
adanya proses pemahaman sehingga belajar tersebut dapat mengantarkan siswa
untuk mengetahui dan memahami substansi yang dipelajarinya.
2. Learning to do
Artinya belajar untuk berbuat. Yang menjadi target dalam belajar adalah adanya
proses melakukan atau proses berbuat.
3. Learning to live together
Artinya belajar untuk hidup bersama. Yang menjadi target dalam belajar adalah
siswa memiliki kemampuan untuk hidup bersama atau mampu hidup dalam
kelompok.
4. Learning to be
Artinya belajar untuk menjadi. Yang menjadi target dalam adalah mengantarkan
siswa menjadi individu yang utuh sesuai potensi, bakat, minat dan
kemampuannya.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses terpadu. Ketika
anak belajar, aspek fisiologis, intelektual, sosial, emosional dan moral terlibat aktif
serta dengan lainnya saling mempengaruhi. Sehingga dapat mengantarkan siswa
menjadi manusia yang mandiri, yang mampu mengenal, mengarahkan dan
merencanakan dirinya.

1. Pengertian Hasil Belajar
Proses belajar terjadi karena adanya suatu tujuan yang ingin dicapai. Tujuan

yang dimaksud adalah berupa hasil belajar. Hasil belajar harus menunjukkan
suatu perubahan tingkah laku yang bersifat menetap, fungsional, positif dan
disadari. Perwujudan hasil belajar akan selalu berkaitan dengan kegiatan evaluasi.
Untuk itu diperlukan teknik dan prosedur evaluasi belajar yang dapat menilai
secara efektif proses dan hasil belajar.

Menurut Sri Anitah (2008:2.19) hasil belajar yang berkaitan dengan
kemampuan berfikir kritis dan ilmiah siswa Sekolah Dasar, dapat dikaji
berdasarkan :
1. Kemampuan membaca, mengamati dan atau menyimak apa yang dijelaskan

atau diinformasikan.
2. Kemampuan mengidentifikasi atau membuat ssejumlah (sub-sub)

pertanyaan berdasarkan substansi yang dibaca, diamati dan atau didengar.

7

3. Kemampuan mengorganisasikan hasil-hasil identifikasi dan mengkaji dari
sudut persamaan dan perbedaan.

4. Kemampuan melakukan kajian secara menyeluruh.
H.M. Surya (2008:8.6) menyatakan hasil belajar ditandai dengan perubahan

tingkah laku secara keseluruhan. Perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar
meliputi aspek tingkah laku kognitif, konotatif, afektif atau motorik. Belajar yang
hanya menghasilkan perubahan satu atau dua aspek tingkah laku saja disebut
belajar sebagian dan bukan belajar lengkap.

2. Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Dengan

menggunakan pendekatan sistem, Abin Syamsudin Makmun (1995)
mengemukakan ada 3 faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa di sekolah
yaitu :
a. Faktor Input (masukan) meliputi :

1) Raw input atau masukan dasar yang menggambarkan kondisi
individual anak dengan segala karakteristik fisik dan psikis yang
dimilikinya.

2) Instrumentasl input (masukan instrumental), meliputi: penulis,
kurikulum, materi dan metode, sarana dan fasilitas.

3) Environmental input (masukan lingkungan), meliputi : lingkungan
fisik, geografis, sosial dan lingkungan budaya.

b. Faktor proses yang menggambarkan bagaimana ketiga jenis input yang
saling berinteraksi satu sama lain terhadap aktivitas belajar anak.

c. Faktor output adalah perubahana tingkah laku yang diharapkan terjadi pada
anak setelah anak melakukan aktivitas belajar.

B. Pendekatan Pembelajaran Matematika
Untuk menjadi siswa yang kompeten, setiap siswa harus mengikuti proses belajar.

Dalam proses pembelajaran terdapat serangkaian kegiatan yang memberikan
pengalaman belajar yang berkaitan dengan pengetahuan, ketrampilan dan sikap.

Pembelajaran merupakan suatu upaya untuk mencapai tujuan atau kompetensi
yang harus dikuasai siswa. Proses pembelajaran perlu disesuaikan dengan tingkat

8

perkembangan siswa. Demikian pula pembelajaran pada kelas rendah ( 1, 2, 3 ) tentu
berbeda pembelajaran pada kelas tinggi ( 4, 5, 6 ).

Pembelajaran Matematika adalah proses pemberian pengalaman belajar kepada
peserta didik melalui serangkaian kegiatan yang terencana sehingga peserta didik
memperoleh kompetensi bahan Matematika yang dipelajari. Menurut Gatot Muhsetyo
(2011:1.26) komponen yang menentukan ketercapaian kompetensi adalah penggunaan
strategi pembelajaran yang sesuai dengan :
1. Topik yang sedang dibicarakan
2. Tingkat perkembangan intelektual peserta didik
3. Prinsip dan teori belajar
4. Keterlibatan aktif peserta didik
5. Keterkaitan dengan kehidupan peserta didik sehari-hari
6. Pengembangan dan pemahaman penalaran matematika

Belajar Matematika merupakan proses di mana siswa secara aktif
mengkonstruksikan pengetahuan matematikanya. Salah satu filsafat yang banyak
mempengaruhi pendidikan khususnya pelajaran Matematika adalah aliran
konstrukstivisme. Konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang
menekankan bahwa pengetahuan yang kita miliki adalah hasil konstruksi atau bentukan
sendiri.
Para ahli kontruktivisme, salah satunya Piaget, ketika siswa mencoba menyelesaikan
pembelajaran di kelas, maka pengetahuan Matematika dikonstruksikan secara aktif.
Karena pelajaran Matematika menekankan hasil konstruksi atau bentukan sendiri, maka
dipilih metode demonstrasi.
Materi pelajaran yang diajarkan dengan menerapkan metode demonstrasi yaitu tentang
satuan pengukuran waktu yang meliputi:
1. Menyebutkan hari dalam satu minggu
2. Menyebutkan nama-nama hari dalam satu minggu
3. Menyebutkan urutan hari-hari dalam satu minggu
4. Meyebutkan nama hari besok, kemarin atau beberapa hari lagi

C. Metode Demonstrasi
Karakteristik anak usia sekolah dasar adalah senang bermain, senang bergerak,

senang bekerja dalam kelompok serta senang melaksanakan sesuatu secara langsung.
Hal ini menuntut penulis sekolah dasar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran

9

yang bermuatan permainan, terutama siswa kelas rendah. Penulis sebaiknya merancang
model pembelajaran yang menyenangkan dan ada unsur permainan di dalamnya, untuk
itulah dipilih metode pembelajaran demonstrasi. Metode pembelajaran demonstrasi
merupakan pembelajaran yang menyajikan bahan pelajaran dengan mempertunjukkan
secara langsung objek atau cara melakukan sesuatu sehingga dapat mempelajarinya
secara proses. Untuk tercapai kompetensi yang diharapkan dengan metode demonstrasi,
penulis dituntut menguasai bahan pelajaran serta mampu mengorganisasi kelas.

Menurut Sri Anitah (2008:5.25) demonstrasi semata-mata hanya digunakan untuk
:
1. Mengkonkretkan suatu konsep atau prosedur yang abstrak
2. Mengajarkan bagaimana berbuat atau menggunakan prosedur secara tepat
3. Meyakinkan bahwa alat dan prosedur tersebut bisa digunakan
4. Membangkitkan minat menggunakan alat dan prosedur
Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam pembelajaran dengan metode
demonstrasi adalah sebagai berikut :
1. Mempersiapkan alat bantu yang akan digunakan dalam pembelajaran.
2. Memberikan penjelasan tentang topik yang akan dibicarakan.
3. Pelaksanaan demonstrasi bersamaan dengan perhatian dan peniruan dari siswa.
4. Penguatan (diskusi, tanya jawab, dan/atau bahan latihan) terhadap hasil

demonstrasi.
5. Kesimpulan.

Masih menurut Sri Anitah (2008:5.26) dalam metode demonstrasi tetap ada
keunggulan dan kelemahannya.
Keunggulan metode demonstrasi adalah :
1. Siswa dapat memahami bahan pelajaran sesuai dengan objek yang sebenarnya.
2. Dapat mengembangkan rasa ingin tahu siswa.
3. Dapat melakukan pekerjaan berdasarkan proses yang sistematis.
4. Dapat mengetahui hubungan yang struktural atau urutan objek.
5. Dapat melakukan perbandingan dari beberapa objek.
Sedangkan kelemahan dari metode demonstrasi adalah :
1. Hanya dapat menimbulkan cara berfikir konkret saja.
2. Jika jumlah siswa banyak dan posisi siswa tidak diatur, maka demonstrasi tidak

efektif.
3. Bergantung pada alat bantu yang sebenarnya.

10

4. Sering terjadi siswa kurang berani dalam mencoba atau melakukan praktik yang
didemonstrasikan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan agar demonstrasi dapat berjalan dengan optimal adalah
:
1. Bagi Penulis

a) Mampu secara proses dalam melaksanakan demonstrasi materi atau topik
yang diprkatikkan.

b) Mampu mengelola kelas dan menguasai siswa secara menyeluruh.
c) Mampu menggunakan alat bantu yang digunakan.
d) Mampu melaksanakan penilaian proses.
2. Bagi Siswa
a) Siswa memiliki motivasi, perhatian dan minat terhadap topik yang

didemonstrasikan.
b) Memahami tujuan / maksud yang akan didemonstrasikan.
c) Mampu mengamati proses yang didemonstrasikan.
d) Mampu mengidentifikasi kondisi dan alat yang digunakan dalam

demonstrasi.
D. Metode Pembelajaran Demonstrasi

Pembelajaran kelas rendah ( 1, 2, 3 ) dilaksanakan berdasarkan rencana yang
yang dikembangkan oleh penulis. Proses pembelajaran dapat diarahkan supaya siswa
melakukan kegiatan kreativitas yang sesuai dengan tingkat perkembangannya.
Karakteristik siswa kelas rendah ( 1, 2, 3 ) adalah senang bermain, senang bergerak,
senang bekerja dalam kelompok serta senang melaksanakan sesuatu secara langsung.
Karena itu penulis dituntut mampu melaksanakan pembelajaran yang bermuatan
permainan. Untuk itu dipilih metode demonstrasi, di mana siswa diajak keluar kelas
dengan membentuk lingkaran besar. Langkah-langkahnya adalah :
1. Penulis menyampaikan beberapa kartu yang berisikan beberapa konsep atau topik

yang cocok untuk sesi review. Sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian
lainnya kartu jawaban.
2. Setiap siswa mandapat satu buah kartu
3. Tiap siswa memikirkan jawaban/ soal dari kartu yang dipegang
4. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan
kartunya ( soal jawaban)
5. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya diberi poin.

11

Gambar 2.1
Gambar skenario pembelajaran metode demonstrasi

1 23 4 5
Kamis 6
Jumat 7

Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu

Misalnya siswa mendapat kartu bertuliskan Rabu anak langsung menghitung
dengan jari Rabu berarti hari ke 4 kemudian mencari temannya yang memakai
kartu bertuliskan 4. Begitu juga sebaliknya siswa yang mendapat kartu
bertuliskan 4 dia langsung menghitung hari ke empat jatuh hari apa? (hari Rabu)
kemudian mencari teman yang memakai kartu bertuliskan Jum’at, begitu juga
sebaliknya.
6. Setelah satu bapak dicocok agar setiap siswa mendapat kartu yang berbeda.
7. Kesimpulan.
8. Penutup
Strategi pembelajaran demonstrasi ini mungkin dapat memecahkan masalah
rendahnya motivasi belajar siswa kelas 1 SDN Luwunggede 03 Kec. Larangan
Kabupaten Brebes.
Selain pengaruh pada hasil pembelajaran metode demonstrasi juga,
meningkatkan proses pembelajaran. Sebagai contoh ketika menggunakan model

12

pembelajaran tradisional, siswa datang, duduk, diam catat, dan hafal. Seolah-olah
pembelajaran hanya oleh penulis.tetapi setelah menggunakan strategi pembelajaran
demonstrasi. Siswa tampak aktif menghitung jumlah hari, menentukan urutan nama
hari kemudian mencocokkan kartu miliknya dengan kartu teman yang sesuai. Dan
dirasakan anak belajar sambil bermain.

Dalam proses pembelajaran, ketetapan penulis dalam memilih strategi
pembelajaran merupakan salah satu kunci keberhasilan pembelajaran.

13

BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN

A. Subjek, Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat Penelitian
Pelaksanaan perbaikan pembelajaran dilaksanakan di kelas I SDN
Luwunggede 03 Kec. Larangan Kabupaten Brebes.

2. Waktu Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini berlangsung tanggal 15, 22 dan 29 Agustus

2019.

3. Mata Pelajaran
Dikarenakan penulis adalah penulis kelas 1, maka dalam melaksanakan

penelitian mengambil mata Matematika kelas 1 dengan tema diri sendiri. Standar
Kompetensi yang dipakai adalah pengukuran satuan waktu dengan materi
menghitung hari.

4. Jadwal Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran

No Hari/Tanggal Kelas Jam ke Mapel Siklus Ket
Mat Pra
1 Kamis / 15 Agustus 2019 I 1-2 Mat I
Mat II
2 Kamis / 22 Agustus 2019 I 1-2

3 Kamis / 29 Agustus 2019 I 1-2

5. Karakteristik Siswa
Siswa Sekolah Dasar adalah anak-anak yang berusia antara 6 – 12 tahun.

Melihat batasan usia ini siswa SD tentu berbeda dengan siswa SLTP atau SLTA
baik dari segi fisik maupun mental. Menurut Piaget, anak usia SD berada dalam
taraf akhir masa pra operasional, masa operasi konkret serta pada tahap operasi
abstrak. Perbedaan kemampuan anak juga relatif besar, karena di SD semua anak
diterima masuk sekolah hanya berdasarkan patokan usia, tidak mengenal tingkat
kecerdasan dan status sosial.

14

Di tempat penulis mengajar juga tidak jauh berbeda, dari 20 anak kelas
1, hanya 1 anak yang latar belakang pendidikan orangtuanya S1 dan berprofesi
sebagai penulis, yang lainnya buruh tani bahkan ada yang orangtuanya cerai dan
diasuh neneknya.

Melihat kondisi ini, sebagai penulis dituntut bisa merancang
pembelajaran secara efektif dengan suasana kondusif sehingga mampu
meningkatkan kualitas belajar para siswa sehingga dihasilkan pribadi yang
mandiri, pelajar yang efektif dan pekerja yang produktif.

B. Desaian Prosedur Perbaikan Pembelajaran
Untuk memperjelas pelaksanaan perbaikan antar siklus, berikut ini adalah gambar

skenario pelaksanaan perbaikan pembelajaran.

Gambar 3.1
Prosedur Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran

Perencanaan

Refleksi Siklus I Pelaksanaan

Pengamatan

Perencanaan

Refleksi Siklus II Pelaksanaan

15

Pengamatan

1. Prosedur Pelaksanaan
Pelaksanaan pembelajaran dilakukan pada saat proses pembelajaran

berlangsung dan dilaksanakan 1 pra siklus dan 2 siklus perbaikan.

a. Rencana Pembelajaran Pra Siklus
1) Perencanaan
a) Menyusun rencana pembelajaran
b) Menyiapkan alat bantu pembelajaran
c) Membuat alat evaluasi
d) Pelaksanaan Tindakan
Pra pembelajaran dilaksanakan tanggal 14 Agustus 2019 dengan materi
satuan pengukuran waktu, dengan langkah-langkah seperti yang ada
dalam Rencana Pembelajaran yaitu :
a) Pendahuluan
 Memberi salam dan berdoa
 Mengabsen siswa
 Apersepsi, bertanya : Hari ini hari apa?
b) Kegiatan Inti
 Penulis memasang kalender dan bertanya dan bertanya 1
minggu ada berapa hari?
 Penulis menyuruh siswa menyebutkan nama-nama hari dalam
1 minggu.
 Penulis menjelaskan urutan hari dalam 1 minggu.
 Penulis menjelaskan nama-nama hari yang tidak berurutan.
Misalnya hari ini, besok, kemarin.

16

c) Kegiatan Akhir
 Penulis memberi tes pormatif
 Penulis mengoreksi hasil tes

2) Refleksi
Dengan melihat hasil tes yang jauh dari harapan, dari 20 anak

yang mengerjakan soal yang mengerjakan soal, setelah dikoreksi hanya
3 (15%) anak yang nilainya tuntas, 17 anak (85%) nilainya di bawah
rata-rata, penulis melakukan refleksi, mencari penyebabnya. Hal-hal
yang diduga menjadi penyebab adalah :
a) Pembelajaran bersifat monoton, penulis banyak ceramah sehingga

anak mudah bosan.
b) Metode yang digunakan tidak sesuai untuk anak kelas 1.
c) Penulis tidak menggunakan alat peraga yang menarik.
Karena alasan-alasan tersebut penulis melakukan perbaikan
pembelajaran pada siklus 1.

Tabel 3.1

Lembar Observasi Pembelajaran
Pra Siklus

Mata Pelajaran : Matematika
Materi Pokok : Pengukuran Satuan Waktu
Kelas/Semester : I/I
Hari/Tanggal : Kamis/ 15 Agustus 2019
berilah tanda ( v ) pada masing-masing aspek kemunculannya!

No Aspek Yang Diobservasi Kemunculan Keterangan
1234 5
1. Cara penulis melaksanakan KBM 1. Sangat kurang
a. Memulai KBM v 2. Kurang
b. Memberi petunjuk dan penjelasan yang v 3. Sedang
berkaitan dengan isi pelajaran 4. Baik
c. Melaksanakan KBM dengan urutan yang v 5. Sangat baik
jelas
d. Mengelola waktu pembelajaran secara v
efisien
e. Memotivasi keterlibatan siswa dalam KBM v
f. Menanggapi pertanyaan dan respon siswa v
g. Menumbuhkan kepercayaan diri siswa v

17

h. Melaksanakan evaluasi dan menutup KBM v
2. Sarana/Prasarana dalam KBM
v
a. Adanya media pembelajaran dalam KBM v
b. Memilih alat bantu yang sesuai v
c. Ketrampilan mendemonstrasikan alat v
d. Membimbing siswa dalam diskusi v
e. Mengembangkan pemahaman konsep v
f. Suasana kelas kondusif
g. Komunikasi penulis dan siswa v
3. Siswa
a. Antusias dalam mengikuti pelajaran v
b. Semangat dalam kegiatan diskusi v
c. Pengelolaan waktu dalam evaluasi
d. Perhatian dalam mendengarkan keterangan v
Jumlah v

Luwunggede, 15 Agustus 2019
Teman Sejawat,

Tarjono, S.Pd.

Tarjono, S.Pd.SD
NIP. 197801282009041003

b. Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus I
1) Perencanaan
a) Menyusun rencana perbaikan pembelajaran
b) Menyiapkan alat bantu pembelajaran
c) Membuat alat evaluasi
d) Mempersiapkan pedoman pengamatan

2) Pelaksanaan Tindakan
Siklus I dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 2019 dengan materi

pengukuran satuan waktu. Langkah-langkah yang diambil sesuai yang ada
dalam rencana pembelajaran seperti berikut :
1) Pendahuluan : terdiri dari salam, berdoa, absensi siswa

Siswa diajak keluar kelas lalu membentuk lingkaran besar
Apersepsi : penulis mengajukan pertanyaan : hari ini hari apa?
Kemarin hari apa? Besok hari apa?

18

2) Kegiatan Inti (40 menit)
a) Penulis bertanya kepada siswa jumlah hari dalam 1 minggu.
b) Penulis menyuruh siswa menyebutkan nama-nama hari dalam 1
minggu.
c) Penulis menjelaskan urut-urutan nama hari dalam 1 minggu.
d) Penulis menyuruh 7 anak untuk maju ke tengah kemudian
berbaris, setiap anak memakai kalung nama-nama hari.
e) Penulis menyuruh 1 anak lagi maju ke depan.
f) Anak berdiri lurus di depan anak yang memakai kalung Senin.
Berarti hari ini hari Senin. Untuk menentukan besok hari apa?
Anak maju satu langkah, berarti besok hari Selasa. Untuk
menentukan kemarin hari apa? Anak mundur satu langkah,
berarti kemarin hari Minggu.
g) Penulis bertanya kepada siswa kalau ada yang belum jelas.
h) Siswa diajak masuk kelas kembali.

3) Kegiatan Akhir (20 menit)
a) Penulis membagi lembar tes formatif
b) Penulis mengoreksi hasil tes
c) Penulis menganalisa hasil tes

3) Pengamatan
Pengamatan oleh teman sejawat selama kegiatan pembelajaran

berlangsung. Pengamatan meliputi aktivitas siswa dan penulis dengan
menggunakan lembar pengamatan. Sumber data dalam penelitian ini adalah
siswa, penulis, teman sejawat dan kepala sekolah. Jenis data yang diperoleh
adalah proses belajar mengajar dan nilai tes siswa.

19

Tabel 3.2

Lembar Observasi Pembelajaran
Siklus I

Mata Pelajaran : Matematika
Materi Pokok : Pengukuran Satuan Waktu
Kelas/Semester : I/I
Hari/Tanggal : Kamis / 22 Agustus 2019
berilah tanda ( v ) pada masing-masing aspek kemunculannya!

No Aspek Yang Diobservasi Kemunculan Keterangan

12345

1. Cara penulis melaksanakan KBM 1.Sangat kurang

i. Memulai KBM v 2.Kurang

j. Memberi petunjuk dan penjelasan yang v 3.Sedang

berkaitan dengan isi pelajaran 4.Baik

k. Melaksanakan KBM dengan urutan yang v 5.Sangat baik

jelas

l. Mengelola waktu pembelajaran secara v

efisien

m. Memotivasi keterlibatan siswa dalam KBM v

n. Menanggapi pertanyaan dan respon siswa v

o. Menumbuhkan kepercayaan diri siswa v

p. Melaksanakan evaluasi dan menutup KBM v

2. Sarana/Prasarana dalam KBM

h. Adanya media pembelajaran dalam KBM v

i. Memilih alat bantu yang sesuai v

j. Ketrampilan mendemonstrasikan alat v

k. Membimbing siswa dalam diskusi v

l. Mengembangkan pemahaman konsep v

m. Suasana kelas kondusif v

n. Komunikasi penulis dan siswa v

3. Siswa

e. Antusias dalam mengikuti pelajaran v

f. Semangat dalam kegiatan diskusi v

g. Pengelolaan waktu dalam evaluasi v

h. Perhatian dalam mendengarkan keterangan v

Jumlah

Luwunggede, 22 Agustus 2019

Teman Sejawat,

Tarjono, S.Pd.SD
NIP. 197801282009041003

20

4) Refleksi
Penulis dan teman sejawat mendiskusikan hasil pembelajaran, dari hasil

diskusi muncul beberapa hal yang diduga menjadi penyebab kekurangan pada siklus
I ini, yaitu :
a) Siswa tidak mempunyai buku sumber
b) Soal yang diberikan terlalu sulit
c) Bahasanya sulit dipahami siswa

Karena alasan tersebut maka diadakan perbaikan pembelajaran matematika
dengan harapan dapat meningkatkan prestasi belajarnya.
Selanjutnya penyempurnaan dari kekurangan siklus ini dilaksanakan pada siklus II.
c. Rencana Pembelajaran Siklus II
1) Perencanaan

Penulis dan pengamat mendiskusikan tentang pelaksanaan rencana
pembelajaran dengan mengacu pada siklus pertama yang telah diperbaiki serta
menyampaikan alat-alat pendukung beserta lembar pengamat sebagai berikut :
a) Menyusun rencana perbaikan pembelajaran
b) Menyiapkan alat bantu pembelajaran
c) Membuat alat evaluasi.
d) Mempersiapkan pedoman pengamatan.
2) Pelaksanaan Tindakan
a) Perencanaan

Penulis dan pengamat mendiskusikan tentang pelaksanaan rencana perbaikan
pembelajaran siklus II dengan mengacu pada siklus I yang telah diperbaiki serta
menyampaikan alat-alat pendukung beserta lembar pengamatan sbb :
(1) Menyusun rencana perbaikan pembelajaran
(2) Menyiapkan alat bantu pembelajaran
(3) Membuat alat evaluasi
(4) Mempersiapkan pedoman pengamatan
b) Pelaksanaan Tindakan
Siklus II dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2019 dengan materi satuan
pengukuran waktu. Dalam pelaksanaan ini penulis dan pengamat melaksanakan
tindakan yang mengacu pada refleksi yang telah diperbaiki/disempurnakan.
(1) Pendahuluan : terdiri dari salam,berdoa, absensi siswa.

21

Siswa diajak keluar kelas dan membentuk lingkaran besar, memusatkan perhatian
siswa, memberi apersepsi dengan menyanyi lagu urutan nama-nama hari.
(2) Kegiatan inti ( 40 menit )
 Penulis menyiapkan beberapa kartu yang berisikan konsep atau topik yang

cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya
kartu jawaban.
 Setiap siswa mendapat satu buah kartu dipasang di dada.
 Setiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang cocok dengan kartunya
(soal jawaban).
 Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi
poin.
 Setelah satu babak, kartu dikocok lagi agar setiap siswa mendapat kartu yang
berbeda.
 Kesimpulan
 Penutup (siswa masuk kelas)
(3) Kegiatan Akhir (20 menit)
 Penulis membagi lembar hasil tes
 Penulis mengorkesi hasil tes
 Penulis menganalisis hasil tes
(4) Tindak lanjut
 Memberi perbaikan bagi siswa yang nilainya 70,00 ke bawah
 Memberi pengayaan bagi siswa yang nilainya 70,00 ke atas
c) Pengamatan
Penulis dan teman sejawat mengamati dampak pelaksanaan perbaikan pembelajaran,
apakah telah sesuai dengan rencana, ada hambatan atau kendala yang dihadapi siswa
dan penulis.
Dalam pengumpulan data, instrumen observasi berupa lembar pengamatan yang diisi
oleh pengamat pada saat proses pembelajaran berlangsung. Sumber data dalam
penelitian ini adalah siswa, penulis, teman sejawat dan kepala sekolah.

22

Tabel 3.3

Lembar Observasi Pembelajaran
Siklus II

Mata Pelajaran : Matematika
Materi Pokok : Pengukuran Satuan Waktu
Kelas/Semester : I/I
Hari/Tanggal : Kamis / 29 Agustus 2019
berilah tanda ( v ) pada masing-masing aspek kemunculannya!

No Aspek Yang Diobservasi Kemunculan Keterangan
1 2 3 45
1. Cara penulis melaksanakan KBM 1.Sangat kurang
a. Memulai KBM v 2. Kurang
b. Memberi petunjuk dan penjelasan yang v 3. Sedang
berkaitan dengan isi pelajaran 4. Baik
c. Melaksanakan KBM dengan urutan yang v 5. Sangat baik
jelas
d. Mengelola waktu pembelajaran secara v
efisien
e. Memotivasi keterlibatan siswa dalam KBM v
f. Menanggapi pertanyaan dan respon siswa v
g. Menumbuhkan kepercayaan diri siswa
h. Melaksanakan evaluasi dan menutup KBM v
v
2. Sarana/Prasarana dalam KBM
a. Adanya media pembelajaran dalam KBM v
b. Memilih alat bantu yang sesuai v
c. Ketrampilan mendemonstrasikan alat v
d. Membimbing siswa dalam diskusi v
e. Mengembangkan pemahaman konsep v
f. Suasana kelas kondusif v
g. Komunikasi penulis dan siswa v

3. Siswa v
a. Antusias dalam mengikuti pelajaran v
b. Semangat dalam kegiatan diskusi v
c. Pengelolaan waktu dalam evaluasi v
d. Perhatian dalam mendengarkan keterangan

Jumlah

Luwunggede, 29 Agustus 2019
Teman Sejawat,

Tarjono, S.Pd.SD.
NIP. 197801282009041003

23

d) Refleksi
Setelah melakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II ini, penulis dan teman
sejawat mendiskusikan hasil pembelajaran, jalannya pembelajaran, peningkatan
kemampuan berfikir siswa dan mengkaji ulang tentang kekurangan dan kelebihan pada
siklus ini. Pada siklus kedua ini dianggap sudah tidak ada masalah dan hasilnya telah
memenuhi standar peningkatan ketuntasan belajar siswa dari 40% menjadi 85% dan
prestasi belajar dari 12 siswa yang belum tuntas, turun menjadi 2 siswa, hal ini
disebabkan ke 2 siswa tersebut memang belum bisa baca tulis dengan benar.
Temuan-temuan selama proses perbaikan pembelajaran adalah ke 2 siswa yang belum
tuntas prestasinya karena baca tulisnya belum lancar, ternyata bisa menjawab dengan
cepat waktu diberi soal / pertanyaan secara lesan.

C. Teknis Analisis Data

1. Rata-rata Nilai Siswa

Rata-rata = x
n

Keterangan:  x = jumlah nilai siswa

 n = jumlah siswa

2. Ketuntasan Belajar

Ketuntasan belajar berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

(KTSP). Siswa dinyatakan tuntas belajar bila telah mencapai hasil / nilai sesuai

KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang ditentukan yaitu 70 untuk mata

pelajaran Matematika. Dinyatakan tuntas belajar bila di kelas tersebut 75% telah

mencapai KKM. Untuk menghitung prosentase ketuntasan belajar digunakan

rumus sebagai berikut :

P=  siswatuntasbelajar X100%

 siswa

24

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Hasil Penelitian Tindakan Kelas
1. Pra Siklus
Hasil tes sebelum perbaikan digunakan untuk pedoman pelaksanaan
perbaikan pembelajaran. Hasil nilai tes siswa sebelum perbaikan dapat dilihat
pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.1
Perolehan Nilai Sebelum Perbaikan Pembelajaran dan Prosentase

Nilai Banyak Siswa Prosentase

30 2 10%
40 4 20%
50 3 15%
60 3 15%
70 2 10%
80 5 25%
90 1 5%
100 0
Jumlah 20 0
100%
Rata-rata 57%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai rata-rata kelas mencapai
57dengan nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 30, adapun tingkat ketuntasan
belajar baru mencapai 40%.
Bila digambar dalam grafik, bisa dilihat pada bawah ini.

Grafik 4.1
Nilai Evaluasi Siswa Sebelum Perbaikan

25

6 Banyak Siswa
5
4
3
2
1
0

30 40 50 60 70 80 90 100

Grafik 4.2
Prosentase Ketuntasan Hasil Tes Sebelum Perbaikan Pembelajaran.

30%

25%

20%

15% Nilai Siswa
10%

5%

0%
30 40 50 60 70 80 90 100

2. Siklus I
Grafik diatas menunjukan bahwa ketuntasan belajar siswa masih sangat

rendah sebelum dilakukan perbaikan, penguasan materi pembelajaran tentang
satuan pengukuran waktu,yang mengenai urutan nama-nama hari dan
menentukan beberapa hari kemudian. Berdasarkan hasil tadi diatas perlu

26

melakukan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran
demonstrasi.

Perbaikan pembelajaran siklus I dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 22
Agustus 2019 dengan langkah-langkah sebagai berikut :

a. Perencanaan
1) Menyusun rencana perbaikan pembelajaran
2) Menyiapkan alat bantu pembelajaran
3) Membuat alat evaluasi
4) Mempersiapkan pedoman pengamatan

b. Pelaksanaan Tindakan
1) Pendahuluan : terdiri dari salam, berdoa, absensi siswa
Siswa diajak keluar kelas lalu membentuk lingkaran besar
Apersepsi : penulis mengajukan pertanyaan : hari ini hari apa?
Kemarin hari apa? Besok hari apa?

2) Kegiatan Inti (40 menit)
a) Penulis bertanya kepada siswa jumlah hari dalam 1 minggu.
b) Penulis menyuruh siswa menyebutkan nama-nama hari dalam 1
minggu.
c) Penulis menjelaskan urut-urutan nama hari dalam 1 minggu.
d) Penulis menyuruh 7 anak untuk maju ke tengah kemudian
berbaris, setiap anak memakai kalung nama-nama hari.
e) Penulis menyuruh 1 anak lagi maju ke depan.
f) Anak berdiri lurus di depan anak yang memakai kalung Senin.
Berarti hari ini hari Senin. Untuk menentukan besok hari apa?
Anak maju satu langkah, berarti besok hari Selasa. Untuk
menentukan kemarin hari apa? Anak mundur satu langkah,
berarti kemarin hari Minggu.
g) Penulis bertanya kepada siswa kalau ada yang belum jelas.
h) Siswa diajak masuk kelas kembali.

3) Kegiatan Akhir (20 menit)

27

a) Penulis membagi lembar tes formatif
b) Penulis mengoreksi hasil tes
c) Penulis menganalisa hasil tes

Hasil tes formatif pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus I untuk
mata pelajaran matematika dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.2
Perolehan Nilai Perbaikan Siklus I dan prosentase

Nilai Banyak Siswa Prosentase

30 0 0%
40 2 10%
50 1 5%
60 3 15%
70 3 15%
80 5 25%
90 5 25%
100 1 5%
Jumlah 20 100%
70%
Rata-rata

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai rata-rata mencapai 73 dengan nilai
tertinggi 100 dan terrendah 40. Adapun tingkat ketutasan belajar baru mencapai 70%
Bila digambar dalam grafik, dapat dilihat di bawah ini

28

Grafik 4.3
Nilai Evaluasi Siswa Pada Perbaikan Pembelajaran Siklus I

6
5
4
3 Banyak Siswa
2
1
0

30 40 50 60 70 80 90 100

Grafik 4. 4
Persentase Ketuntasan Hasil Tes Perbaikan Pembelajaran Siklus I

30%
25%
20%
15% Nilai Siswa
10%

5%
0%

30 40 50 60 70 80 90 100

2. Siklus II
Dalam perbaikan pembelajaran siklus I ini belum dapat dikatakan berhasil

karena nilai ketuntasan belajar siswa masih di bawah harapan 70% (14 siswa).

29

Karena itu masih perlu di lakukan perbaikan pembelajaran untuk mendapat hasil
yang lebih baik atau sesuai harapan.

Pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus II dilaksanakan hari Kamis
tanggal 29 Agustus 2019 dengan langkah-langkah sebagai berikut :

a. Pendahuluan :
Terdiri dari salam,berdoa, absensi siswa.
Siswa diajak keluar kelas dan membentuk lingkaran besar, memusatkan
perhatian siswa, memberi apersepsi dengan menyanyi lagu urutan nama-
nama hari.

b. Kegiatan inti ( 40 menit )
1) Penulis menyiapkan beberapa kartu yang berisikan konsep atau topik
yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan
bagian lainnya kartu jawaban.
2) Setiap siswa mendapat satu buah kartu dipasang di dada.
3) Setiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang cocok dengan
kartunya (soal jawaban).
4) Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu
diberi poin.
5) Setelah satu babak, kartu dikocok lagi agar setiap siswa mendapat kartu
yang berbeda.
6) Kesimpulan
7) Penutup (siswa masuk kelas)

c. Kegiatan Akhir (20 menit)
1) Penulis membagi lembar hasil tes
2) Penulis mengoreksi hasil tes
3) Penulis menganalisis hasil tes

d. Tindak lanjut
1) Memberi perbaikan bagi siswa yang nilainya 7,00 ke bawah
2) Memberi pengayaan bagi sisw yang nilainya 7,00 ke ata

30

Tabel 4.3
Perolehan Nilai Perbaikan Pembelajaran Siklus II dan Prosentase

Nilai Banyak Siswa Prosentase
30 0 0%
40 0 0%
50 1 5%
60 1 5%
70 3 15%
80 5 25%
90 5 25%
100 5 25%
Jumlah 20 100%
90%
Rata-rata

Dari tabel diatas dpat diketahui bahwa nilai rata-rata kelas mencapai 84 dengan
nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 50, adapun tingkat ketuntasan belajar baru
mencapai 90%.
Bila digambar dalam grafik, dapat dilihat di bawah ini.

Grafik 4.5
Nilai Evaluasi Siswa pada Perbaikan Pembelajaran Siklus II

6

5

4

3 Banyak Siswa
2

1

0
30 40 50 60 70 80 90 100

31

Grafik 4.6
Prosentase Ketuntasan Hasil Tes Perbaikan Pembelajaran Silkus II

30%

25%

20%

15% Nilai Siswa

10%

5%

0%
30 40 50 60 70 80 90 100

B. Pembahasan Hasil Penelitian Tindakan Kelas
Setelah pembelajaran berlangsung dan melihat hasi yang di peroleh siswa dari

setiap siklus maka dapat di jelaskan sebagai berikut:
1. Hasil Pembelajaran Awal

Dilihat dari hasil data yang pertama pembelajran masih kurang berhasil
karena banyak siswa yang mendapat nilai di bawah standar dan nilai rata-rata
baru 57, siswa yang aktif 6 anak (30%) siswa yang tidak aktif 14 anak (70%). Hal
ini terjadi karena selama proses pembelajaran berlangsung, penulis lebih banyak
menggunakan metode ceramah, sehingga siswa cepat bosan. Apalagi siswa kela 1
yang masih suka bermain sendiri. Berdasarkan temuan-temuan tersebut penulis
perlu merubah strategi pembelajaran, yang tidak kalah penting adalah
peningkatan ketrampilan baca tulis hitung (calistung). Perubahan metode
pembelajaran akan dilaksanakan pada perbaikan pembelajaran I/silkus
2. Hasil Pembelajaran I/siklus I

Pada tahap ini siswa sudah ada kemajuan dalam pembelajaran yaitu nilai
yang diperoleh siswa rata-rata 73 ketuntasan 70%, siswa semakin banyak yang
aktif 15 anak (75%) siswa yang tidak aktif 5
anak (25%) semakin banyak siswa yang aktif karena pembelajaran ini di rasakan
anak menyenangkan walaupun sudah ada peningkatan penulis berhadap bahwa
ketuntasan yang diinginkan bisa lebih baik lagi. Oleh karena itu penulis perlu

32

mengoreksi pribadinya sendiri dalam proses pembelajaran. Akhirnya penulis
mengadakan perbaikan kembali dengan cara menekan penggunaan strategi
pembelajaran mencari pasangan secara optimal pada pembelajaran berikutnya.
Perbaikan pembelajaran ini di lakukan pada siklus II dengan harapan lebih jelas
dalam pemahaman materi pembelajaran tentang satuan pengukuran waktu
mengenai urutan nama-nama hari dan hasil ketuntasannya lebih meningkat lagi.
3. Hasil Pembelajaran II/siklus II

Setelah melaksanakan siklus II ternyata lebih meningkatkan hasil
pembelajaran dan siswa semakin jelas dalam hasil penerapan materi, terbukti nilai
rata-rata meningkat dari 73 menjadi 84 sehingga ketuntasannya mencapai 90%
siswa 100% semua siswa sangat aktif dalam proses pembelajaran. Mereka
berusaha dengan cepat menjodohkan kartu soal dan kartu jawaban, maka usaha
yang di lakukan penulis sudah cukup baik dan perbaikan ini di hentikan sampai di
sini. Masih ada 2 siswa yang belum tuntas hal ini disebabkan karena siswa
tersebut memang belum bisa membaca dan menulis dengan benar sehingga tidak
bisa menjawab soal maupun menjodohkan kartu soal dengan kartu jawaban.
Dari uraian tersebut terdapat manfaat dari perbaikan pembelajaran dengan strategi
pembelajaran demonstrasi diantaranya:
a. Proses pembelajaran siswa sudah berperan aktif
b. Siswa dalam mencari pasangan kartu soal atau jawaban tampak

bersemangat dan bergairah untuk segera menemukan pasangannya.
c. Hasil rata-rata siklus selalu meningkat.

33

BAB V
SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan
Berdasarkan hal-hal yang ditemukan selama proses pembelajaran, selanjutnya

ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Metode pembelajaran demostrasi merupakan metode pembelajaran yang dapat

meningkatkan kemampuan berfikir siswa untuk memecahkan masalah-masalah
yang dihadapinya.
2. Dengan menggunakan metode demonstrasi, hasil belajar siswa setiap siklusnya
mengalami perubahan dan peningkatan. Hal ini terbukti dengan dicapainya hasil
tes pra siklus rata-rata prosentasi hanya 57% dan di akhir siklus II mencapai 90%.
3. Penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan kompetensi siswa kelas 1 SD
Negeri Luwunggede 03.
B. Saran
1. Dengan menggunakan metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan
berfikir siswa.
2. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa, sebaiknya menggunakan metode yang
sesuai karakteristik mata pelajaran.
3. Penggunaan metode demonstrasi ternyata dapat meningkatkan kompetensi siswa.

34

DAFTAR PUSTAKA

Surya, H.M. (2008). Kapita Selekta Kependidikan SD, Jakarta: Universitas
Terbuka.

Taufiq, Agus., Miharsa, Hera L., Prianto, Puji L., (2008). Pendidikan Anak
Di SD, Jakarta: Universitas Terbuka.

Anitah, Sri., (2008). Strategi Pembelajaran di SD, Jakarta: Universitas Terbuka.
Wahyudin, Dinn., (2009). Pengantar Pendidikan, Jakarta: Universitas Terbuka.
Sumantri, Mulyani., Syaodih, Nana., (2009). Perkembangan Peserta Didik,

Jakarta: Universitas Terbuka.
Karso., dkk. (2008). Pendidikan Matematika, Jakarta: Universitas Terbuka.
Muhsetyo, Gatot., (2009). Pembelajaran Matematika SD, Jakarta: Universitas

Terbuka.
Wardani, I.G.A.K., (2009). Teknik Menulis Karya Ilmiah, Jakarta: Universitas

Terbuka.
Tim Bina Karya Guru., (2005). Terampil Berhitung Matematika, Jakarta:

Erlangga.
Khafid, M., Suyati., (2004). Pelajaran Matematika Untuk SD, Jakarta: Erlangga.

35

LAMPIRAN

36

Format Perencanaan Perbaikan Pembelajaran Matematika

Fakta/Data pembelajaran yang Rendahnya hasil pembelajaran Matematika kelas
terjadi dikelas 1 tentang satuan pengukuran waktu, karena
metode yang dipakai tidak sesuai.

Identifikasi masalah 1. Prestasi belajar rendah, karena siswa
Analisis masalah kurang semangat mengikuti pembelajaran.

2. Siswa kurang lancar baca tulis, sehingga
kesulitan waktu mengerjakan.

3. Siswa masih sering bermain sendiri.
4. Masih banyak siswa yang tidak

memperhatikan.

1. Guru kurang tepat memilih media dan alat
peraga.

2. Guru kurang tepat dalam memilih
pendekatan pembelajaran.

3. Guru kurang melatih siswa dalam hal baca
tulis.

4. Guru kurang memberi motivasi.
5. Guru tidak menggunakan metode yang

bervariasi.
6. Guru kurang dalam memberi contoh /

latihan.

Alternatif dan Prioritas Penggunaan metode demonstrasi untuk
Pemecahan Masalah meningkatkan prestasi belajar Matematika siswa
kelas 1, tentang pengukuran satuan waktu.

Rumusan Masalah Apakah metode demonstrasi dalam
pembelajaran Matematika tentang satuan waktu
dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas
1 SDN Luwunggede 03 Semester 1 Tahun 2019

37

RENCANA PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SDN Luwunggede 03
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas :I/I
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit
Hari / Tanggal : Kamis / 15 Agustus 2019

A. Standar Kompetensi
Matematika : Menggunakan satuan ukuran waktu dan panjang
IPS : Memahami identittas diri dan keluarga serta sikap
menghormati dalam kemajemukan keluarg

B. Kompetensi Dasar
Matematika : Menentukan waktu (pagi, siang, malam) hari dan jam (secara bulat).
IPS : Mengidentifikasi identitas diri, keluarga dan kerabat.

C. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menyebutkan nama-nama hari dengan benar
2. Siswa dapat menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan dengan benar.

D. Indikator
1. Siswa dapat menyebutkan jumlah hari dalam 1 minggu dengan benar
2. Siswa dapat menyebutkan nama-nama hari dalam 1 minggu dengan benar
3. Siswa dapat menyebutkan urut-urutan hari dalam 1 minggu dengan benar
4. Siswa dapat menyebutkan nama hari, besok, kemarin atau beberapa hari lagi
dengan benar

E. Materi
Nama-nama hari dalam 1 minggu
1. Minggu
2. Senin
3. Selasa
4. Rabu
5. Kamis

38

6. Jumat
7. Sabtu

Urut-urutan hari dalam 1 minggu
 Minggu hari ke 1
 Senin hari ke 2
 Selasa hari ke 3
 Rabu hari ke 4
 Kamis hari ke 5
 Jumat hari ke 6
 Sabtu hari ke 7

F. Media dan sumber bahan

Media : Kalender

Sumber bahan : Pelajaran Matematika untuk SD kelas 1 hal. 146, M. Khafid,

Erlangga

G. Metode
Ceramah
Tanya jawab

H. Langkah-langkah Pembelajaran
1. Kegiatan awal (15 menit)
 Memberi salam dan berdoa
 Mengabsen siswa
 Apersepsi ; Bertanya hari ini hari apa
2. Kegiatan Inti (40 menit)
 Guru bertanya kepada siswa berapa hari dalam 1 minggu
 Guru menyuruh siswa menyebutkan nama-nama hari dalam 1 minggu
 Guru menjelaskan urutan hari dalam 1 minggu
 Guru menjelaskan nama-nama hari yang tidak berurutan, misalnya hari ini,
besok, kemarin, 2 hari lagi
 Guru bertanya kepada siswa kalau ada yang belum jelas

39

3. Kegiatan Akhir (15 menit)
 Memberi tes pormatif
 Mengoreksi hasil tes
 Menganalisis hasil tes

I. Evaluasi : tes tertulis
Jenis tes : Isian
Bentuk tes

Mengetahui, Luwunggede, 15 Agustus 2019
Kepala Sekolah SDN Luwunggede 03 Peneliti,

MUKHIDIN,S.Pd DIANA INDAH R, S.Pd.SD.
NIP : 196408181984051001 NIP : 198102062014092001

Teman Sejawat,

TARJONO,S.Pd.SD
NIP : 197801282009041003

40

Lampiran soal :

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!
1. Upacara bendera dilaksanakan setiap hari ....
2. Sebelum hari Rabu adalah hari ....
3. Sekarang hari Kamis, besok adalah hari ....
4. Dua hari setelah hari Jumat adalah hari ....
5. Satu hari sebelum hari Jumat adalah hari ....

Jawaban
1. Senin
2. Selasa
3. Jumat
4. Minggu
5. Kamis

Kriteria Penilaian

B X 2 = 10

Skor Perolehan

Nilai Akhir = X 100

Skor Maksimal

41

DAFTAR NILAI
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Matematika
Materi Pokok : Satuan Pengukuran Waktu
Kelas/Semester : I/I
Hari/Tanggal : Kamis / 15 Agustus 2019

Analisis Hasil Belajar

No Nama Siswa Ketuntasan Belajar Keterangan

Nilai Tuntas Belum
Tuntas

1 AINAYYA TIAR 50 
FATHIYYATURAHMA
30 
2 AKHMAD NUR REFAN 50 
30 
3 ANDHIKA ALI FIKRI 60 
40 
4 ANGGI NEISILA HERMALIA 50 
60 
5 ASANUDIN 40 
60 
6 AZIZATIN SOLIKHA 80 
80 
7 CARTIWI 70 
70 
8 CELSI OLIVIANTI 80 
90 
9 DANI MULYANA 80 
80 
10 DIANA ASTAMAYA 40 
40 
11 DIFA OKTAFIANI
12 8
12 INDRI SUCI RAMADANI

13 IQBAL AL HAFISH

14 JELITA SETIA ASIH

15 KARMILA KHUROTUL AENI

16 KEISYA ALFARUQY

17 MAULIDI WILDAN NAAFI

18 MUHAMMAD DANISH MAYZA
19 MUHAMMAD IMDAD ROBANI

20 NA'SUHA RIZKI MAULANA

Jumlah

42

RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN
SIKLUS 1

Nama Sekolah : SDN Luwunggede 03

Mata Pelajaran/Tema : Matematika/Diri Sendiri

Kelas/semester : I/I

Alokasi Waktu : 2 X 35 menit

Hari/Tanggal : Kamis / 22 Agustus 2019

A. Standar Kompetensi
Matematika : Menggunakan pengukuran waktu dan panjang
IPS : Memahami identitas diri dan keluarga serta sikap saling
menghormati dalam kemajemukan keluarga

B. Kompetensi Dasar
Matematika : Menentukan waktu (pagi, siang, malam) hari dan jam (secara bulat)
IPS : Mengidentifikasi identitas diri, keluarga dan kerabat

C. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui tanya jawab siswa dapat menyebutkan nama-nama hari dengan urut dan
benar.
2. Melalui tanya jawab siswa dapat menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan
dengan benar.
3.

D. Indikator
1. Menyebutkan jumlah hari dalam 1 minggu
2. Menyebutkan nama-nama hari dalam 1 minggu
3. Mengurutkan urut-urutan hari dalam 1 minggu
4. Menyebutkan nama hari ini, besok, kemarin atau beberapa hari lagi

43


Click to View FlipBook Version