The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Buku Digital, 2023-05-31 13:08:43

Deskripsi Peta Desa

DeskripsiPetaDesa

Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis | 51 Sosial Budaya Kesenian tradisional yang masih bertahan di Desa Parangtritis terdiri atas kesenian jathilan, wayang, srandul, dan ketoprak. Perkembangan zaman yang semakin pesat berakibat menurunnya peminat generasi muda untuk mempelajari kesenian tradisional. Ritual atau upacara khusus yang biasanya dilakukan masyarakat Desa Parangtritis yaitu Bekti Pertiwi Mancingan. Keamanan Kondisi keamanan di Desa Parangtritis cukup baik. Adanya tindakan kriminalitas yang terjadi biasanya dilakukan oleh pengunjung, pendatang atau penduduk luar desa. Sarana keamanan yang dimiliki tiap dusun berupa pos ronda dan dilaksanakannya ronda setiap malam.


52 | Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis Lingkungan Permasalahan lingkungan tidak pernah terjadi di Desa Parangtritis. Air di Desa Parangtritis tergolong bersih dan tidak menimbulkan permasalahan bagi masyarakat. Drainase yang dibangun masih dalam tahap penyelesaian (sekitar 50%). Biaya yang tinggi menjadi kendala pembangunan sistem drainase. Pengelolaan sampah di lokasi-lokasi wisata sudah berjalan, namun di kampung-kampung masih belum berjalan maksimal. Pemahaman masyarakat tentang pengolahan sampah dirasa masih kurang, masih banyak warga yang melakukan pengolahan akhir sampah dengan dibakar. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hanya terdapat di lokasi wisata. Di Dusun Grogol VII terdapat kegiatan yang berpotensi merusak lingkungan, yaitu eksploitasi/pengerukan tanah. Pengerukan tanah setiap harinya bisa mencapai sebanyak 75 truk. Warga/kelompok yang melakukan pengerukan tanah dikenai pajak untuk kas dusun dan bekas eksploitasi tanah dimanfaatkan untuk permukiman warga (pembukaan lahan untuk permukiman).


Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis | 53 Bencana yang pernah terjadi adalah gempa bumi pada tahun 2006. Potensi tsunami juga dimiliki Desa Parangtritis, namun pada beberapa kejadian seperti gempa Pangandaran dan gempa Bantul tidak menimbulkan adanya tsunami. Tanah longsor pernah terjadi di Dusun Duwuran tapi tidak menimbulkan kerugian karena tidak berada pada permukiman penduduk. Pada tahun 2016 gelombang pasang melanda di sepanjang Pantai Parangtritis hingga Pantai Depok yang menyebabkan terjadi kerusakan bangunan dan kerugian materi lainnya. Banjir juga pernah terjadi di area persawahan yang mengakibatkan buruknya hasil panen bahkan gagal panen. Kebencanaan Abrasi di pantai Depok


54 | Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis Potensi dan Tantangan Pengembangan Desa Potensi yang bisa dikembangkan di Desa Parangtritis terletak pada sektor pertanian, pariwisata, dan kelautan. Desa Parangtritis belum memiliki dermaga untuk mendukung berkembangnya sektor kelautan, sehingga pemerintah desa masih mengupayakan mencari solusi dari permasalahan tersebut. Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan Desa Parangtritis terutama pada kualitas sumberdaya manusia. Peningkatan sumberdaya manusia sesuai dengan kemampuan pada keahlian masing-masing tentu akan mempercepat pembangunan desa. Salah satu permasalahan yang muncul dari sumberdaya manusia yang belum berkembang yaitu sektor pertanian masih bergantung musim. Pertanian bawang yang ditanam pada musim penghujan beberapa kali mengalami gagal panen/kerugian akibat banjir. Kejadian banjir dapat terjadi karena pengelolaan tanggul yang belum sempurna.


Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis | 55 Tantangan utama yang dihadapi dalam pembangunan Desa Parangtritis adalah permasalahan sumberdaya manusia ” “


56 | Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis DUSUN KRETEK


Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis | 57


58 | Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis


Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis | 59


60 | Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis Demografi Dusun Kretek terletak di paling utara Desa Parangtritis, dengan batas administratif sebagai berikut: • Sebelah Utara : Desa Donotirto • Sebelah Timur : Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong • Sebelah Barat : Sungai Opak • Sebelah Selatan : Dusun Sono Dusun Kretek terdiri dari delapan RT (Rukun Tetangga). Jumlah penduduk di dusun Kretek sekitar 1.000-an jiwa. Jumlah penduduk tersebut kurang lebih terdiri atas 375 Kepala Keluarga. Penduduk Dusun Kretek lebih banyak berjenis kelamin laki-laki. Usia kerja lebih banyak didominasi oleh usia produktif. Jumlah penduduk lansia sekitar 20%-25% dari total jumlah penduduk Dusun Kretek. Ekonomi Pertanian di dusun Kretek Mata pencarian utama penduduk Dusun Kretek adalah sebagai petani dan sebagian yang lain bekerja sebagai tukang, buruh tani, wiraswasta, karyawan swasta, TNI, POLRI dan PNS. Produksi pertanian di Dusun Kretek dalam satu tahun meliputi padi, bawang merah, cabai. Penduduk yang menanam bawang merah dengan lahan 1.000 m2 memerlukan modal sekitar Rp 4.000.000 untuk pengadaan benih. Biaya yang lain untuk penggalian lubang dan penanaman berkisar Rp 600.000 hingga Rp 1.000.000. Hasil panen bawang merah bisa mencapai 8 kuintal dengan harga Rp 15.000.000 hingga Rp 18.000.000 per kg. Modal pertanian cabai dengan luas tanah 1.000 m2 bisa mencapai Rp 3.000.000. Nilai jual hasil panen komoditas cabai sangat bergantung pada kondisi harga pasar, sedangkan untuk hasil panen bisa mencapai 6 - 8 kuintal. Harga jual rata-rata cabai adalah Rp 8.000. Harga terendah pernah mencapai Rp 2.000 dan harga tertinggi mencapai Rp 20.000. Ada perbedaan harga penjualan cabai merah dan cabai hijau. Pada tahun 2015 harga tertinggi cabai merah berkisar Rp 9.000 hingga Rp 10.000, sedangkan untuk cabai hijau berkisar Rp 3.000 hingga Rp 4.000. Komoditias padi dengan luas tanah 1.000 m2 sekitar Rp 2.000.000 dengan hasil panen sebanyak lima kuintal. Biasanya hasil panen padi hanya digunakan untuk konsumsi sehari-hari, tidak untuk di jual. Sektor ekonomi Dusun Kretek hanya bergantung pada sektor pertanian, sektor lain seperti perikanan, perkebunan, kehutanan kurang bernilai ekonomi. Khususnya sektor kehutanan, hanya hutan dengan tanaman jati yang menghasilkan nilai ekonomi yang cukup baik. Dusun Kretek memiliki dua kelompok tani, salah satunya bernama “Sido Subur” yang sudah lama terbentuk, sedangkan kelompok tani lainnya masih dalam tahap pembentukan dan pengajuan. Keberadaan kelompok tani membawa dampak positif pada sektor pertanian seperti penyaluran obat, adanya sosialisasi penanaman, pemakaian obat, bantuan pupuk maupun benih yang sangat membantu meringankan petani.


Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis | 61 Salah satu bentuk industri rumahan yang berada di Dusun Kretek adalah industri serabi. Pemasaran industri serabi masih bersifat lokal. Jumlah masyarakat yang memproduksi serabi juga masih sangat sedikit. Kebanyakan masyarakat yang memproduksi serabi adalah lansia. Industri serabi


62 | Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis Produksi rumahan lain yang terdapat di Dusun Kretek adalah industri pembuatan tempe. Bahan baku kedelai untuk membuat tempe diperoleh dari luar daerah karena produksi utama pertanian di Desa Parangtritis adalah bawang merah, cabai dan padi. Pemasaran tempe masih dilakukan di sekitar Dusun Kretek. Pengeolahan tempe dalam jumlah besar sangat berpotensi untuk dikembangkan di Dusun Kretek. Salah satu obyek wisata yang dapat menjadi tulang punggung masyarakat di Dusun Kretek adalah Wisata Watu Lumbung. Watu Lumbung merupakan sebuah area wisata edukasi yang terletak di perbukitan sebelah selatan Sungai Opak. Wisata ini dikatakan sebagai wisata edukatif karena di sini terdapat “ritual” baca buku minimal 25 menit untuk pengunjung. Pengunjung dapat menikmati pemandangan dan kuliner tradisional yang disajikan oleh warung makan di sekitar lokasi. Desain unik pada setiap warung menambah keindahan Wisata Edukasi Watu Lumbung.


Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis | 63 Potensi lain yang dapat dikembangkan di Dusun Kretek adalah industri pembuatan layanglayang. Bahan baku layang-layang di Dusun Kretek berbeda dengan layang-layang pada umumnya karena bahan baku layang-layang adalah styrofoam. Pemasaran layang-layang yang telah diproduksi dilakukan di area wisata Pantai Parangtritis. Dusun Kretek memiliki potensi untuk memproduksi batako. Hal ini disebabkan karena letak geografis Dusun Kretek yang sangat dekat dengan Sungai Opak. Masyarakat biasa memanfaatkan material vulkanik yang ditambang di Sungai Opak untuk bahan baku Batako.


64 | Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis Industri kreatif yang dapat dikembangkan di Dusun Kretek adalah industri batu alam dan kerajinan dari pelepah pisang (gedebog). Saat ini baru ada satu industri batu alam di Dusun Kretek. Pengembangan industri ini cukup berpotensi untuk dikembangkan asalkan jumlah tenaga terampil ditingkatkan. Industri kerajinan dari pelepah pisang berpotensi untuk dikembangkan karena material yang berupa pohon pisang banyak didapati di Desa Parangtritis. Penduduk di Dusun Kretek telah menerima bantuan pemerintah untuk Raskin, 146 KKS (Kartu Keluarga Sehat), dan BLS (Bantuan Langsung Sejahtera) pada sekitar 200 jiwa. Tidak ada bantuan ekonomi lain dari pemerintah, namun pada tahun 2015 pemerintah memberikan bantuan insentif sebesar Rp 1.000.000 untuk meminimalkan kemiskinan kepada para pekerja tertentu (seperti tukang). Jumlah penduduk yang menerima bantuan dana insentif hanya 14 jiwa per dusun sebanyak dua kali. Pemerintah memberikan bantuan lain seperti bantuan hewan ternak kambing untuk masyarakat kelas menengah ke bawah. Hewan ternak (kambing) bantuan untuk masyarakat menengah ke bawah Bahan Kerajinan dari Gedebog Industri Batu Alam


Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis | 65 Pendidikan Rata-rata pendidikan terakhir penduduk Dusun Kretek adalah lulusan SMA, namun ada beberapa penduduk yang pendidikan terakhirnya sampai perguruan tinggi. Jumlah lulusan perguruan tinggi sampai tahun 2016 adalah 40 orang. Di Dusun Kretek masih terdapat penduduk yang mengalami buta huruf sebanyak tiga orang dengan usia di atas 50 tahun. Sarana pendidikan formal di Dusun Kretek antara lain PAUD Melati Satu, TK, SD Sono, dan SMP Negeri 2 Kretek. Saat ini belum tersedia lembaga pendidikan non-formal. Lembaga non-formal seperti pelatihan dalam bentuk kerajinan untuk mengolah bahan-bahan bekas, pelatihan memasak dirasakan perlu disediakan untuk menambah penghasilan dan keterampilan masyarakat. Fasilitas pendidikan untuk Taman Kanak-kanak SD Negeri Sono, SD di dusun Kretek Organisasi masyarakat di Dusun Kretek meliputi LPMD, PKK, Karang Taruna, kelompok tani dan kelompok hutan rakyat. Kelompok tani sering melakukan sosialisasi, pemberian bibit, pupuk, dan obat-obatan. Kelompok hutan rakyat sangat berguna untuk mengatasi masalah hutan gundul, penanaman kembali pohon-pohon jati yang sudah di tebang, dan pemupukan tanah. Beberapa saat lalu, telah terjadi kebakaran hutan di Dusun Kretek yang mengakibatkan hilangnya 60% populasi pohon jati dari jumlah total 1.000 pohon. Kebakaran hutan dipengaruhi oleh musim kemarau berkepanjangan dan ulah manusia yang sengaja membuang puntung rokok di area sekitar hutan. Selain organisasi kelompok hutan rakyat, kelompok PKK juga sangat berguna bagi masyarakat karena sering mengadakan kegiatan seperti peringatan hari kartini, kegiatan simpan pinjam, dan arisan setiap bulan. Kegiatan ini dilakukan untuk mempersatukan warga khususnya ibu-ibu. Organisasi LPMD membantu melaksanakan program kerja Dusun Kretek, terutama lebih ke arah pembangunan padat karya dan balai dusun. LPMD juga membantu masyarakat mengatasi banjir di sebelah timur SPBU, serta memberikan solusi dengan membuat saluran irigasi dan membersihkan saluran irigasi yang telah tertutup oleh sampah. Lembaga masyarakat dirasa cukup untuk mengatasi masalah yang ada di Dusun Kretek. Jika ada masalah lain, maka warga akan berkumpul dan melakukan musyawarah untuk mengatasi masalah tersebut bersama-sama. Kelembagaan


66 | Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis Kesehatan Kondisi kesehatan masyarakat di Dusun Kretek saat ini sangat baik, namun pada tahun 2014 beberapa penduduk pernah terjangkit deman berdarah. Kondisi ini tidak berlangsung lama karena langsung mendapatkan bantuan dari puskesmas dan beberapa instansi terkait untuk dilakukan fogging. Selang satu tahun, Dusun Kretek mendapatkan penghargaan dari departemen kesehatan setempat. Penghargaan tersebut diperoleh karena tidak ada lagi penduduk Dusun Kretek yang terkena penyakit demam berdarah. Guna mendukung kondisi kesehatan, penduduk Dusun Kretek mengajukan program lansia dan meminta bantuan serta masukan dari Puskesmas. Hingga saat ini program tersebut belum dapat terlaksana karena terkendala biaya pelaksanaan dan belum mendapatkan persetujuan dari Puskesmas. Kegiatan Posyandu rutin dilaksanakan di Dusun Kretek. Posyandu di Dusun Kretek dibagi menjadi dua layanan, yaitu layanan untuk balita dan lansia. Kedua layanan tersebut dilaksanakan pada waktu bersamaan karena keterbatasan tempat. Keterbatasan tempat pelayanan kesehatan membuat Kepala Dukuh berharap calon kader mendukung dan memberikan perhatian besar terhadap masalah ini. Layanan kesehatan kartu BPJS dari pemerintah belum terdistribusi ke seluruh penduduk Dusun Kretek. Penduduk Dusun Kretek masih mengandalkan kartu Jamkesmas ataupun Jamkesda untuk mendapatkan layanan kesehatan. Rasa tolong menolong, simpati dan empati di Dusun Kretek masih terjalin dengan erat. Penduduk Dukuh Kretek siap sedia memberikan bantuan kepada penduduk lain jika memerlukan layanan kesehatan, meski dalam jumlah yang terbatas. Puskesmas Pembantu Kretek


Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis | 67 Permukiman Kondisi permukiman di Dusun Kretek dapat dikategorikan baik, hanya ada tiga rumah yang masih kurang layak. Pihak dusun telah mengajukan permintaan dana bantuan untuk memperbaiki ketiga rumah tersebut kepada pemerintah maupun beberapa organisasi. Hingga saat ini baru satu rumah yang sudah menerima bantuan dari PNPN Mandiri. Kedua rumah lain masih menunggu survei uji kelayakan permukiman dari pemerintah terlebih dahulu. Kondisi infrastruktur di Dusun Kretek belum terlalu baik. Perbaikan jalan dan tanggul belum dapat terealisasi di beberapa tempat. Musyawarah antara perangkat dukuh dengan organisasi padat karya menghasilkan keputusan bahwa akan dilakukan pengecoran di sekitar tanggul, namun sebelumnya diperlukan pembangunan jalan di kanan-kiri tanggul. Permasalah lain adalah mampetnya aliran air di sekitar TPR Parangtritis. Hal ini menyebabkan banjir di ruas jalan raya saat musim hujan. Bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi D.I. Yogyakarta untuk memperbaiki kondisi jalan di Utara dusun dan RT 7 akan direalisasikan pada bulan Juni 2016. Dusun Kretek juga mendapatkan bantuan dari padat karya guna memperbaiki kondisi tanggul pada bulan September 2016. Tanggul tersebut berfungsi untuk mencegah terjadinya banjir. Perbaikan infrastruktur ini masih menunggu persetujuan dari Dinas PU Provinsi DIY. Berdasarkan hasil wawancara, pembenahan yang dibutuhkan di Dusun Kretek saat ini berupa perbaikan jalan, pembuangan/pengolahan air hasil limbah, serta peresapan air saat musim hujan.


68 | Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis Sarana dan Fasilitas Sarana telekomunikasi di Dusun Kretek sudah berjalan lancar, dalam artian tidak pernah terdapat keluhan terkait sinyal provider telekomunikasi. Sarana yang masih menjadi kendala di Dusun Kretek adalah jaringan listrik. Di beberapa lokasi masih ada rumah penduduk yang belum terjangkau aliran listrik, sehingga mereka sementara menumpang listrik pada rumah di sekitarnya. Aparatur dusun telah mengajukan proposal pemasangan listrik di beberapa lokasi yang belum terjangkau aliran/jaringan listrik. Kondisi sarana olahraga dan rekreasi di Dusun Kretek cukup lengkap. Hal ini ditunjukkan dengan tersedianya fasilitas olahraga berupa lapangan voli, lapangan sepak bola, dan meja pingpong. Sarana rekreasi yang mulai terkenal dan menjadi destinasi wisata lokal berada di Wisata Edukasi Watu Lumbung. Fasilitas umum yang terdapat di Dusun Kretek terdiri dari gardu, layanan kesehatan berupa puskesmas pembantu hingga layanan transportasi gratis untuk menjenguk orang sakit gratis bagi warga Dusun Kretek. Fasilitas peribadatan sudah banyak tersedia, terdiri dari dua buah masjid dan satu buah mushola. Dusun Kretek didominasi oleh penduduk beragama Islam, hanya terdapat satu keluarga yang beragama non Islam. Aktivitas keagamaan rutin dilakukan di Dusun Kretek seperti pengajian, solat berjamaah, dan kegiatan agama lainnya. Sarana olah raga dusun Kretek


Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis | 69 Dusun Kretek mulai merintis kegiatan kesenian, antara lain karawitan, ketoprak, dan tari. Kegiatan kesenian di Dusun Kretek dikelola oleh beberapa kelompok kesenian. Kesenian tari dikelola oleh kelompok sanggar tari Bu Dewi dan Pak Wasis, kesenian Ketoprak oleh kelompok Pasir Samudro, dan Karawitan dikelola oleh kelompok Samudro Laras. Kelompok Samudro Laras melakukan latihan rutin setiap malam selasa dan malam minggu. Warga Dusun Kretek tidak melakukan ritual khusus adat. Kegiatan rutin yang dilakukan adalah bersih desa, pentas karang taruna, syukuran hasil panen, dan wayangan. Khusus untuk wayangan dilakukan dua tahun sekali. Kondisi keamanan di Dusun Kretek tergolong aman. Kegiatan ronda masih berjalan rutin setiap malam yang dilakukan sekitar 15 orang secara bergantian. Sanggar tari dusun Kretek


70 | Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis Kondisi dan Permasalahan Lingkungan Kondisi air bersih di Dusun Kretek tergolong sangat baik karena selain ketersediaan air tanah yang melimpah, rumah warga juga telah dijangkau jaringan air PDAM. Meski telah terjangkau PDAM, mayoritas penduduk memilih untuk menggunakan air tanah yang berasal dari sumur masingmasing. Kedalaman sumur di Dusun Kretek berkisar antara 12-15 meter. Kondisi drainase masih sangat buruk akibat minimnya daerah resapan air. Sistem pengelolaan sampah rumah tangga di Dusun Kretek masih secara tradisional, yaitu dengan cara dibakar. Penyediaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dirasa sudah sangat mendesak. Sebenarnya beberapa titik lokasi di Dusun Kretek potensial untuk dibangun TPA. Kendala selama ini adalah belum tersedianya sumberdaya manusia yang dapat berperan sebagai pengarah dan sosialitator untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar mau membuang sampah di TPA yang akan disediakan. Jarak antara permukiman penduduk dengan TPA dirasa jauh oleh warga menjadi salah satu kendala lainnya. Hingga saat ini, solusi yang muncul dari permasalahan tersebut adalah mengupayakan untuk membangun/ menyediakan beberapa tempat sampah komunal sebelum sampah dibuang ke TPA. Ketersediaan tempat sampah komunal maupun TPA dirasa akan lebih meningkatkan kreativitas pemuda di Dusun Kretek. Pemuda Dusun Kretek aktif mengumpulkan dan mendaur ulang barang-barang plastik yang dapat dimanfaatkan bagi karang taruna. Permasalahan lingkungan lain di Dusun Kretek berkaitan dengan kebersihan. Beberapa orang masih belum memiliki kesadaran untuk membersihkan lingkungan di sekitarnya.


Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis | 71 Kebencanaan Bencana gempa bumi pernah menimpa Dusun Kretek pada tahun 2006. Gempa bumi mengakibatkan sekitar 250 rumah penduduk mengalami kerusakan. Bencana gempa bumi merupakan bencana yang dapat terulang pada daerah yang sama. Tindakan pengurangan risiko dan mitigasi bencana perlu disampaikan ke masyarakat. Dusun Kretek telah mendapatkan beberapa sosialisasi kebencanaan seperti cara mengatasi bencana kebakaran hutan dan gempa bumi dari FKB, sedangkan dari pihak pemerintah diwakili oleh BPBD Bantul mengadakan simulasi dalam mengatasi bencana gempa bumi, banjir, maupun kebakaran. Potensi dan Tantangan Dusun Kretek masih berpeluang mengembangkan beberapa sektor potensial di wilayahnya. Sektor potensial yang masih dapat dikembangkan lebih maksimal antara lain adalah sektor pertanian, peternakan, dan industri rumahan. Pengembangan industri rumahan yang dapat dijajaki adalah pengadaan usaha katering oleh ibu-ibu PKK. Peternakan bebek dan kambing di Dusun Kretek juga mulai dikembangkan secara maksimal agar mendapat perhatian dari pemerintah. Peternakan hewan sapi juga dapat dikembangkan, tetapi Dusun Kretek saat ini belum memiliki kelompok ternak sapi. Tantangan yang dialami Dusun Kretek sejauh ini adalah menyelesaikan program-program kerja yang belum terealisasikan khususnya pembangunan balai dusun, drainase, dan jalan, serta menjaga konsistensi pertemuan rutin kelompok PKK dan LKMD agar tetap berjalan aktif.


72 | Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis DUSUN SONO


Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis | 73


74 | Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis


Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis | 75


76 | Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis Demografi Dusun Sono terletak di sebelah barat Desa Parangtritis dengan batas wilyah administratif sebagai berikut: • Sebelah utara : Dusun Kretek • Sebelah barat : Sungai Opak • Sebelah timur : Sawah dusun Duwuran • Sebelah selatan : Dusun Samiran Dusun Sono terdiri dari 4 RT (Rukun Tetangga) memiliki jumlah penduduk sekitar 540 jiwa. Jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibanding penduduk laki-laki. Kelompok usia produktif Dusun Sono merupakan kelompok penduduk yang berumur 20-50 tahun, sedangkan untuk lansia berjumlah sekitar 30 % dari total jumlah penduduk. Ekonomi Penduduk Dusun Sono memiliki mata pencaharian dominan sebagai petani. Hampir 75% penduduk Dusun Sono adalah petani. Beberapa warga ada yang bekerja sebagai pedagang, tentara dan PNS. Penduduk Dusun Sono sebagian besar telah mencapai taraf masyarakat sejahtera. Masyarakat pra-sejahtera hanya berjumlah kurang dari 1% (15-20 KK). Walaupun demikian, jumlah penerima bantuan raskin (Beras Miskin) mencapai 66 KK. Komoditas pertanian utama Dusun Sono adalah padi dan palawija. Padi dipanen satu tahun sekali, sementara Palawija dengan komoditas bawang merah dipanen dua kali dalam setahun dan cabai merah satu atau dua kali panen dalam setahun. Modal yang dikeluarkan untuk pertanian padi seluas 1.000 m2 dapat mencapai Rp 500.000. Modal pertanian padi mencakup biaya benih, penyewaan traktor atau bajak, pupuk, obat dan upah enaga kerja. Hasil yang didapatkan dari komoditas pertanian padi dalam sekali panen seluas 1.000 m2 mencapai lima kuintal atau sekitar Rp 3.500.000. Modal yang dikeluarkan untuk bawang merah seluas 1.000 m2 dapat mencapai Rp 5.500.000. Modal ini mencakup biaya benih sebesar Rp 3.500.000, biaya pembuatan lubang sebesar Rp 1.000.000 dan biaya obat serta tenaga kerja mencapai Rp 1.000.000. Hasil yang didapatkan petani bawang merah dalam satu tahun dapat mencapai delapan kuintal atau sekitar Rp 8.000.000. Bawang merah ditanam dua kali dalam satu tahun, periode paling baik untuk penanaman bawang merah yakni komoditas MT2 (Musim Tanam 2) yang ditanam pada bulan Juli-Agustus. Kondisi tersebut disebabkan musim kemarau yang kering dengan kelembaban rendah, curah hujan rendah. Suhu tinggi di pagi hari dan suhu dingin di malam hari cocok untuk pertumbuhan bawang merah. Komoditas MT1 yang ditanam di musim penghujan produksinya lebih rendah, karena terkadang kondisi air terlalu melimpah bahkan sering kebanjiran. Modal yang dikeluarkan untuk pertanian cabai seluas 1.000 m2 dapat mencapai Rp 2.000.000, biaya ini sudah termasuk biaya bibit serta tenaga kerja untuk penanaman, perawatan hingga panen. Hasil panen dari pertanian cabai dalam satu tahun seluas 1.000 m2 mencapai Rp 5.000.000. Penanaman cabai dilakukan setelah bawang merah selesai dipanen dalam sebidang lahan yang sama (crop rotation). Selang waktu periode tanam bawang MT1 dan MT2 adalah dua bulan. Periode kosong tersebut biasanya digunakan petani untuk menanam tanaman palawija lain. Dusun Sono memiliki sektor perekonomian lain berupa perikanan dan industri rumah tangga. Sektor perikanan hanya dimiliki beberapa warga, dikelola dalam bentuk kolam dengan komoditas ikan lele hasil pemberian bantuan pemerintah. Sektor industri rumah tangga (home-industry) berupa sektor kerajinan tangan (handicraft), penjualan rumput laut dan tempe yang dijual ke pasar-pasar terdekat. Dusun Sono memiliki kelompok tani “Ngudi Mulyo”. Kegiatan utamanya adalah simpan pinjam uang dan benih. Kegiatan sosialisasi kepada petani biasanya langsung disampaikan oleh pemerintah Rata-rata pendapatan masyarakat Dusun Sono yang didominasi petani adalah Rp 1.500.000. Jumlah tersebut bervariasi tergantung musim panen komoditas pertanian. Dusun Sono pernah mendapatkan beberapa bantuan dari pemerintah, antara lain bantuan benih, hewan (kambing dan lele), raskin, dan jaminan kesehatan (Askes, BPJS, Jamkesmas). Persentase penduduk yang belum terlayani jaminan kesehatan sekitar 15%. Pengajuan bantuan dari pemerintah dilakukan melalui rekomendasi perangkat Dusun Sono.


Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis | 77 Home industry tempat tisu, tempat aqua Home industry batako


78 | Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis Pendidikan Rata-rata pendidikan terakhir masyarakat Dusun Sono adalah tingkat SMP/Sederajat. Masih ada penduduk yang memiliki pendidikan terakhir setingkat SD, SMA hingga perguruan tinggi. Di Dusun Sono masih terdapat sekitar 10 orang buta huruf dari keseluruhan penduduk. Fasilitas pendidikan di Dusun Sono meliputi SD Sono, PAUD Menur, dan TPA yang dilaksanakan setiap malam Minggu. Berdasarkan fasilitas tersebut, fasilitas pendidikan di Dusun Sono masih dirasa cukup memenuhi kebutuhan pendidikan warganya. Permasalahan pendidikan saat ini berupa penuruan kualitas pendidikan akibat sekolah-sekolah kekurangan murid. Beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut antara lain adanya program KB (Keluarga Berencana) yang menyebabkan jumlah anak semakin sedikit, serta preferensi masyarakat yang cenderung memilih bersekolah di luar Dusun Sono. PAUD Menur SD Sono


Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis | 79 Kelembagaan Dusun Sono memiliki beberapa organisasi masyarakat, antara lain Karang Taruna, Kelompok Tani “Ngudi Mulyo”, Kelompok Lumbung, LPMD dan PKK. Organisasi masyarakat tersebut memfasilitasi terselenggaranya beberapa kegiatan, antara lain arisan mingguan dan bulanan masyarakat, simpan pinjam dan KWT. Berdasarkan kondisi tersebut maka perlu dilakukan penghidupan kembali aktivitas masyarakat melalui organisasi-organisasi yang telah terbentuk. Kesehatan Kondisi kesehatan masyarakat Dusun Sono termasuk baik, namun pernah terjadi wabah DBD (Demam Berdarah). Menanggapi hal tersebut, maka telah dilakukan sosialisasi kesehatan melalui organisasi masyarakat seperti PKK, serta kegiatan fogging rutin dari pemerintah. Pemerintah berkoordinasi dengan tenaga kesehatan, Puskemas, Koramil dan Polsek mengadakan program PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) di Dusun Sono. Kegiatan PSN dilakukan di hari Jum’at dengan jenis kegiatan berupa pemeriksaan kondisi lingkungan, sanitasi serta bak penampungan air masyarakat. Saran untuk bidang kesehatan di Dusun Sono adalah penambahan frekuensi kegiatan Posyandu agar berlangsung rutin satu bulan sekali. Kegiatan posyandu berupa pemberian gizi dan vitamin serta penimbangan berat bayi dan balita. Pemerintah pernah memberikan bantuan kesehatan dan kartu jaminan sehat bagi masyarakat. Jumlah penduduk yang telah mendapatkan kartu jaminan kesehatan sebanyak 75% dari total jumlah penduduk. Permukiman dan Infrastruktur Kondisi permukiman di Dusun Sono secara umum sudah tergolong layak. Hanya satu atau dua rumah yang masuk kategori tidak layak. Keseluruhan permukiman kategori layak di Dusun Sono sudah berjenis rumah permanen. Infrastruktur jaringan jalan di Dusun Sono baru 50% yang sudah diperkeras. Jalan yang sudah diperkeras merupakan jalan utama dusun, sementara untuk gang-gang kecil masih belum dilakukan pengerasan. Penduduk Dusun Sono sudah mengetahui dan memahami penggunaan alat telekomunikasi serta internet. Pemenuhan listrik Dusun Sono sebagian besar sudah tersuplai secara baik dan merata. Fasilitas dan sarana lain yang tersedia berupa lapangan voli dan meja tenis dengan kondisi layak pakai, namun di Dusun Sono belum memiliki sarana rekreasi. Berdasarkan narasumber, Dusun Sono masih perlu melakukan perbaikan jalan dan perbaikan pos ronda. Balai dusun Sono


80 | Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis Peribadatan Penduduk Dusun Sono seluruhnya beragama Islam. Dusun Sono memiliki dua masjid, satu diantara sedang dalam kondisi perbaikan. Masjid di Dusun Sono adalah Masjid At-Taqorrub. Kegiatan keagamaan yang biasanya dilakukan di Masjid At-Taqorrub diantaranya adalah TPA, Takmir, Risma, pengajian umum. Masjid At-Taqorrub juga biasa dimanfaatkan untuk solat jumat. Santri TPA


Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis | 81 Sosial Budaya Dusun Sono memiliki kelompok seni karawitan yang masih aktif. Setiap tahun dilakukan upacara Merti Dusun serta pementasan wayang. Sanggar seni yang masih aktif hingga saat ini adalah Sanggar Seni Narotama. Keamanan Dusun Sono secara umum relatif aman dan kejadian kriminalitas sangat rendah. Sarana keamanan masyarakat berupa pos ronda, dengan jadwal ronda yang belum intensif. Jadwal ronda hanya berlangsung pada malam Selasa dan Kamis, sehingga jadwal ronda perlu diintensifkan. Sanggar seni Pos Kamling Kondisi Lingkungan Kondisi lingkungan seperti air bersih di Dusun Sono tergolong baik. Penggunaan air PDAM baru mengakomodir sekitar 10% penduduk. Dusun Sono belum memiliki lokasi pembuangan sampah. Mekanisme pembuangan sampah hanya dibakar di pekarangan masing-masing penduduk. Permasalahan lingkungan Dusun Sono utamanya terkait pembuangan sampah. Guna menjaga kebersihan, maka diadakan gotong royong kebersihan ketika akan menyambut perayaan hari besar nasional maupun keagamaan. saluran perairan dan kondisi jalan di dusun Sono


82 | Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis Pertanian bawang terendam air karena banjir Kebencanaan Dusun Sono pernah mengalami dampak beberapa aktivitas bencana alam, antara lain gempa bumi tahun 2006 dan banjir di area persawahan saat musim penghujan sehingga merugikan lahan pertanian. Pemerintah pernah melakukan simulasi di Dusun Sono terkait gempa bumi dan tsunami.


Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis | 83 Potensi dan Tantangan Pengembangan Desa Potensi yang dapat dikembangkan di Dusun Sono adalah pertanian. Tantangan Dusun Sono di masa mendatang adalah mengembangkan sektor pariwisata, yakni dalam konsep agrowisata. Potensi lain yang dapat dikembangkan oleh masyarakat berupa usaha-usaha mikro. Kendala pengadaan usaha mikro adalah meningkatkan minat masyarakat untuk berwirausaha. Tantangan dan permasalahan di Dusun Sono utamanya adalah sikap generasi muda yang sudah tidak tertarik dengan kegiatan dan pekerjaan di sekitar dusun maupun desa. Potensi pertanian di dusun Sono


84 | Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis DUSUN SAMIRAN


Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis | 85


86 | Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis


Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis | 87


88 | Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis Demografi Dusun Samiran terletak di bagian barat Desa Parangtritis yang merupakan pecahan dari Kelurahan Sono. Batas wilayah administratif Dusun Samiran sebagai berikut: • Sebelah Utara : Dusun Sono • Sebelah Barat : Sungai Opak • Sebelah Timur : Duwun Duwuran • Sebelah Selatan : Dusun Bungkus Dusun Samiran terdiri dari 5 Rukun Tetangga (RT) dengan jumlah penduduk sebanyak 793 jiwa. Komposisi penduduk laki-laki sebanyak 370 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 423 jiwa. Penduduk usia kerja di Dusun Samiran jumlahnya cukup banyak dengan rentan usia mulai dari 20 – 55 tahun. Jumlah penduduk lansia di Dusun Samiran sebanyak ± 90 jiwa. Ekonomi Kondisi ekonomi masyarakat Dusun Samiran dapat dikatakan belum sejahtera jika dilihat dari adanya ketidakseimbangan perekonomian. Terdapat sekitar 72 KK yang tergolong dalam masyarakat pra-sejahtera. Bantuan dari pemerintah berupa beras miskin (raskin) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Program Keluarga Harapan diwujudkan dalam bentuk uang setiap tiga bulan sekali. Jumlah uang yang diberikan tergantung jumlah anggota keluarga. Keluarga yang memiliki balita dan anak usia sekolah mendapatkan jumlah bantuan yang lebih besar. Penerima bantuan PKH dipilih langsung oleh Pemerintah Desa. Pada tahun 2016, dilakukan pendataan ulang penerima bantuan yang melibatkan Kepala Dusun sehingga diharapkan penerima bantuan lebih tepat sasaran. Bantuan pemerintah lainnya adalah bantuan kambing yang diberikan secara bergilir ke masyarakat dan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebesar Rp 300.000 per orang. Bank Indonesia (BI) turut memberikan bantuan berupa program penanaman bawang merah pada musim penghujan, sarana angkutan pertanian, dan traktor. Tanaman bawang merah binaan Bank Indonesia Komposisi Penduduk Dusun Samiran Berdasarkan Jenis Kelamin 47% 53%


Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis | 89 Gudang Benih Bawang Merah Kelompok Tani Ngudi Makmur Sarana Perlengkapan Gudang Bawang Merah Kelompok Tani Ngudi Makmur Kelembagaan Kelembagaan atau organisasi yang ada di Dusun Samiran terdiri dari LPMD (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa), Karang Taruna, PKK, Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Anggrek, Posyandu, Kelompok Tani Ngudi Makmur, Kelompok Pembudidayaan Ikan Mina Samirejo, Kelopok Pisang Ngudi Makmur, Kelompok Wanita Tani Ngudi Makmur, Takmir, Risma, Pra Remaja, Keputrian dan Taman Pembelajaran Al-Quran (TPA). Kondisi saat ini, organisasi pemuda seperti karang taruna mulai luntur keberadaannya, sehingga perlu adanya kerjasama antara LPMD dan Takmir melakukan monitoring dan pembinaan untuk optimalisasi peran Karang Taruna.


90 | Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis Tanaman bawang merah per 1.000 m2 memerlukan modal awal untuk penyediaan benih, tenaga, bensin, obat-obatan dan pupuk sebesar Rp 10.000.000,00 dan bisa menghasilkan panen hingga Rp 15.000.000,00. Tanaman cabai per 1.000 m2 membutuhkan modal untuk penyediaan benih hingga panen sebesar Rp 3.000.000,00 dan penghasilan panen yang diperoleh sebesar Rp 10.000.000,00 dengan harga jual Rp 10.000/kg.


Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis | 91 Kondisi pertanian di Dusun Samiran dalam setahun memiliki pola tanam padi – bawang merah – cabai – bawang merah – cabai. Cabai dan bawang merah ditanam secara tumpang sari. Musim tanam bawang merah periode kedua memiliki hasil panen yang lebih baik secara kuantitas dan kualitas dari periode tanam pertama. Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi lahan dan musim. Pada periode tanam kedua kondisi lahan lebih subur dan lebih siap ditanami daripada periode pertama. Hasil panen padi dengan luas lahan 1.000 m2 dalam kondisi normal dapat mencapai 400 kg dengan harga Rp 8.000,00 per kg. Pertanian dusun Samiran


92 | Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis Dusun Samiran memiliki kelompok pembudidaya ikan yaitu Kelompok Mina Samirejo. Kelompok Mina Samirejo membudidayakan ikan lele air tawar namun terhenti karena biaya operasional tidak sebanding dengan penghasilan. Hingga pada akhirnya Kelompok Mina Samirejo beralih membudidayakan ikan gurameh. Sektor perkebunan Dusun Samiran memiliki kelompok pisang bernama Ngudi Makmur yang dibentuk oleh Dinas Pertanian dengan jumlah anggota sebanyak 30 orang. Kegiatan dari kelompok pisang ini adalah mengadakan sekolah pisang dan pembinaan. Pembinaan kepada anggota mulai dari cara tanam hingga pengolahan pisang. Pengolahan pisang dilakukan baik secara individu maupun kelompok. Kelompok yang mengelola pisang dan pemasaran di Dusun Samiran adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Makmur. KWT Ngudi Makmur beranggotakan wanita yang berprofesi sebagai petani dari warga Dusun Samiran. KWT Ngudi Makmur mengolah pisang menjadi keripik pisang kemudian memasarkannya. Hasil usaha lain dari KWT Ngudi Makmur adalah warung makan soto bebek. Warung soto bebek dikelola secara bersama dan menjadi tempat pemasaran keripik pisang. Jenis tanaman lain di sektor perkebunan yaitu tanaman sengon laut dan jati. Perkebunan Sengon Laut dan Jati dilakukan secara individu oleh beberapa warga Samiran. Perkebunan Sengon Laut Pembuatan telur asin


Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis | 93 Mata pencaharian masyarakat Samiran di sektor industri kecil yaitu pembuatan telur asin, keripik pisang, kacang mete, kacang bawang, tempe, dan emping belinjo. Bahan baku industri telur asin diperoleh dari kandang ternak bebek di Dusun Depok, dan juga diperoleh dari Baros, Purworejo dan Kulon Progo. Keripik pisang bahan bakunya diperoleh dari Dusun Samiran sendiri. Jenis pisang yang digunakan adalah Pisang Kepok. Bahan baku Kacang Mete sebagian kecil diperoleh dari Pohon Jambu Mete yang terletak di kawasan gumuk pasir di Dusun Depok. Sebagian bahan baku yang lain diperoleh dari luar Desa Parangtritis. Industri kecil berupa emping belinjo memperoleh bahan baku dari tanaman di Dusun Samiran sendiri. Keripik Pisang Pembuatan telur asin Kacang Mete


94 | Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis Pendidikan Rata-rata pendidikan terakhir masyarakat di Dusun Samiran adalah Sekolah Menengah Atas (SMA). Tidak ada masyarakat Dusun Samiran yang mengalami buta huruf. Sarana pendidikan yang tersedia di Dusun Samiran adalah PAUD Anggrek dan TK Kuncup Melati II. Kondisi bangunan TK Kuncup Melati II cukup bagus, sedangkan PAUD Anggrek masih menumpang di rumah Kepala Dusun. Melihat kondisi tersebut, perlu dilakukan pembangunan gedung PAUD agar siswa dapat belajar dengan baik. PAUD Anggrek Samiran


Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis | 95


96 | Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis Permukiman Kondisi permukiman di Dusun Samiran secara umum sudah cukup layak. Terdapat lima unit rumah yang belum terbuat dari tembok dan termasuk ke dalam rumah tak layak huni. Material utama permukiman terbuat dari batu bata. Hal itu merupakan hasil dari proses pembelajaran dari gempa bumi di tahun 2006. Pada saat itu, bangunan yang terbuat dari batako lebih rentan terhadap gempa.


Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis | 97 Kesehatan Kondisi kesehatan masyarakat secara umum sudah cukup baik dan tidak ada riwayat penyakit menular. Penyakit yang perlu diwaspadai di Dusun Samiran adalah wabah demam berdarah. Dusun Samiran telah melaporkan ke pemerintah untuk dilakukan fogging. Upaya yang dilakukan masyarakat Dusun Samiran adalah menggalakkan program 3M (Menutup, Menguras, dan Mengubur), kemudian melakukan kerja bakti. Bantuan yang diberikan oleh pemerintah di bidang kesehatan berupa Program Makanan Tambahan (PMT) untuk balita, adanya pemantauan sarang nyamuk setiap tiga bulan sekali secara bergilir di wilayah Parangtritis. Sarana kesehatan yang tersedia di Dusun Samiran adalah posyandu khusus balita dan lansia. Posyandu balita dilakukan setiap tanggal empat, sedangkan untuk lansia pelayanan yang diberikan berupa cek darah. Masyarakat Dusun Samiran yang telah memiliki kartu BPJS sebanyak 60%.


98 | Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis Infrastruktur Kondisi jaringan jalan di Dusun Samiran masih kurang baik, hanya 60% jalan yang sudah diperkeras menggunakan aspal. Saat ini sedang dilakukan perbaikan jalan sital-samiran (jalan di areal persawahan). Sarana komunikasi di Dusun Samiran sudah baik, termasuk internet dan listrik. Sarana olahraga yang tersedia di Dusun Samiran yaitu lapangan voli dengan kondisi yang sudah layak pakai. Dusun Samiran belum memiliki sarana rekreasi. Hal-hal yang perlu diperbaiki dari segi infrastruktur yaitu gedung PAUD dan gardu ronda/pos kamling.


Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis | 99 Perbaikan jalan Sital-Samiran


100 | Buku Deskripsi Peta Desa Parangtritis Peribadatan Masyarakat Dusun Samiran seluruhnya beragama Islam. Sarana peribadatan di Dusun Samiran terdapat satu masjid yaitu Masjid Al-Mukhlishien dan 2 (dua) mushola dengan kondisi sudah sangat layak. Masjid AlMukhlishien dimanfaatkan untuk solat jumat. Kegiatan keagamaan biasa dilakukan di Masjid Al-Mukhlishien adalah pengajian rutin Takmir, Remaja Islam Masjid (Risma) (untuk siswa SMA ke atas), Pra-Remaja Keputrian (untuk tingkat SMP dan dikhususkan bagi putri) dan kegiatan mengaji santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Fasilitas peribadatan lain yang ada di Dusun Samiran adalah Gedung Muslimin. Gedung Muslimin difungsikan untuk kegiatan keagamaan dalam lingkup satu Desa Parangtritis seperti kegiatan yatiman dan pengajian akbar. Terkadang Gedung Muslimin juga dimanfaatkan untuk resepsi pernikahan masyarakat. Masjid Al-Mukhlishien Samiran Gedung Muslimin Mushola Nur Illahi Samiran


Click to View FlipBook Version