i Kunci sukses keberhasilan suatu negara sangat ditentukan sejauh mana masyarakatnya mempunyai karakter yang kondusif untuk bisa maju. Ini yang disebut modal sosial, keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh banyaknya sumber daya alam, luas geografis atau jumlah penduduk, tetapi juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Pada tahun 2030-2045, Indonesia akan mengalami Bonus Demografi yaitu suatu kondisi struktur penduduk usia kerja dan usia produktif jumlahnya melebihi struktur usia penduduk yang tidak bekerja dan tidak produktif. Bonus demografi akan menjadi hadiah istimewa bila sumber daya manusia usia produktif (15-64 tahun) benar-benar berkualitas dari aspek kompetensi maupun karakter. Merujuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024, BKKBN diberi mandat untuk berkontribusi secara langsung terhadap 2 (dua) dari 7 (tujuh) agenda Pembangunan atau Prioritas Nasional (PN), yaitu untuk meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing; serta mendorong revolusi mental dan pembangunan keluarga. Peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah bagian yang strategis untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri, maju dan makmur. Dengan tersedianya sumber daya manusia berkualitas akan mampu memenuhi kebutuhan dan kemajuan bangsa. Pembangunan sumber daya manusia Indonesia harus dilakukan secara berkesinambungan dalam kerangka siklus hidup manusia, yang dimulai sejak janin dalam kandungan sampai lanjut usia. SEKAPUR SIRIH
ii Keluarga adalah kekuatan negara. Pola asuh yang diberikan keluarga kepada anak berkaitan erat dengan karakter anak dalam tumbuh kembangnya yang terbawa sampai dewasa. Keluarga sebagai unit terkecil dalam tatanan masyarakat memiliki peran penting membentuk karakter anaknya, meskipun faktor lain tetap bisa mempengaruhi. Suatu keluarga sebaiknya memiliki kemampuan dalam memberikan perhatian, waktu dan dukungan untuk memenuhi kebutuhan fisik, mental, dan sosial anak sehingga mendukung terbentuknya karakter yang positif. Jakarta, 27 Desember 2019 Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG (K)
iii KATA SAMBUTAN Keluarga merupakan unsur penting dalam pembangunan manusia. Berawal dari keluarga yang berkualitas berpeluang membentuk sumber daya manusia yang berkualitas di masa mendatang. Sumber daya manusia Indonesia di masa depan adalah anak-anak Indonesia saat ini. Keluarga sepatutnya bisa melakukan pengasuhan anak dengan optimal. Pengasuhan merupakan proses merawat, memelihara, mengajarkan, membimbing anak menjalani kehidupan yang baik. Tujuan pengasuhan anak adalah membina tumbuh kembang anak, mengembangkan konsep diri, mengajarkan disiplin serta keterampilan perkembangan agar anak tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai dengan tahapan usianya. Keluarga sebagai wadah pertama dan utama dalam pengasuhan dan mendidik anak untuk menumbuhkan nilainilai essensial pembentuk karakter bangsa. Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku seseorang yang menjadi ciri khas dari tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam keluarga, masyarakat dan negara. Nilai dasar dalam membangun karakter adalah respect pada diri sendiri, orang lain maupun kepada lingkungan. Karakter tidak terbentuk begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh faktor biologis (keturunan) dan faktor lingkungan.
iv Begitu besar peran keluarga khususnya orang tua dalam pembentukan karakter anak. Orang tua perlu berupaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam rangka pembinaan tumbuh kembang anak secara optimal, salah satu dengan mengikuti kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB). Hadirnya buku Pembentukan Karakter Anak sebagai bukti nyata bahwa BKKBN fokus terhadap pembentukan karakter positif anak sejak usia dini dalam rangka mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang unggul dan berakhlak mulia sebagai bekal kehidupan di masa mendatang. Jakarta, 27 Desember 2019 Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, Dr. dr. M. Yani , M. Kes, PKK
v Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang maha Esa atas segala limpahan rahmat dan karunianya sehingga Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak bekerjasama dengan Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB telah menyelesaikan Buku Pembentukan Karakter Anak. Penyusunan buku ini dilatarbelakangi oleh sebuah harapan besar bagi keluarga Indonesia agar memiliki pegangan dalam berupaya membentuk karakter anak. Kelak masa depan bangsa adalah anak-anak Indonesia saat ini yang berkualitas. Tanpa bekal yang kuat pada terbentuknya kualitas sumber daya manusia, maka bangsa Indonesia tidak akan mampu menjadi bangsa dan negara yang kuat dan tangguh serta sejahtera. Melalui buku ini diharapkan mampu menggugah kesadaran untuk menumbuhkan dua asas karakter sejak dini, yaitu sopan santun dan tekun sebagai dasar budi pekerti manusia untuk bekal kesuksesan masa depan. Seorang anak dengan karakter yang kuat akan tumbuh menjadi pribadipribadi unggul, bermartabat, dan bermanfaat di masa depan. Akhirnya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan modul Pembentukan Karakter Anak, kami mengucapkan terima kasih. Semoga keluarga Indonesia semakin bahagia dan sejahtera mendukung terwujudnya generasi sehat, cerdas dan berkarakter. Jakarta, 27 Desember 2019 Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak, Dra. Evi Ratnawati KATA PENGANTAR
vi DAFTAR ISI SEKAPUR SIRIH ........................................................................i KATA SAMBUTAN.................................................................. iii KATA PENGANTAR...................................................................v DAFTAR ISI...............................................................................vi TUGAS PERKEMBANGAN KELUARGA DENGAN ANAK USIA 0-6 TAHUN ...................................1 HAMBATAN DAN TANTANGAN YANG AKAN DIHADAPI ORANG TUA .............................2 PRINSIP MENGEMBANGKAN KARAKTER BAIK PADA ANAK..............................................................................4 KARAKTER SOPAN SANTUN..............................................6 Apa itu Sopan Santun ? ..........................................................6 Apa Saja Aspek Sopan Santun? ...........................................7 Cara Mengajarkan “Dwiasas Karakter: Sopan Santun”...8 A.Sopan Santun Terhadap Diri Sendiri..............................8 B. Sopan Santun Terhadap Orang Tua................................13 C. Sopan Santun Terhadap Orang yang Lebih Tua...........20 D. Sopan Santun Terhadap Sesama.....................................22 E. Sopan Santun Terhadap Lingkungan/ Menghargai Lingkungan.............................................................................24
vii KARAKTER TEKUN .................................................................30 Apa itu Tekun ? ........................................................................30 Apa Saja Aspek Tekun? .........................................................31 Cara Mengajarkan “Dwiasas Karakter: Tekun”.................32 A. Tekun Terhadap Diri Sendiri...........................................32 B. Tekun Menyelesaikan Amanah dari Orang Tua ............38 C. Tekun Menyelesaikan Amanah dari Orang Yang Lebih Tua ...............................................42 D.Tekun Menyelesaikan Amanah dari Orang Lain ............46 E.Tekun Menjaga dan Melestarikan Lingkungan ...............48 CONTOH-CONTOH KEGIATAN UNTUK MENGALIRKAN “KARAKTER SOPAN SANTUN” Menghargai Diri Sendiri.........................................................50 Teknik Bercerita Untuk Anak...............................................51 CONTOH-CONTOH KEGIATAN UNTUK MENGALIRKAN “KARAKTER TEKUN” Tekun Menjaga dan Melestarikan Lingkungan...................71 Mengajarkan Anak Perilaku Bertanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri.............................................................72 Mengajarkan Anak Perilaku Tekun Menyelesaikan Amanah Orang Tua ..................................................................73
1 Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak 1. Orang tua berkomunikasi dengan anak secara ekspresif, seperti memeluk dan mencium sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang. 2. Orang tua meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan bersama dengan anak di rumah dan di luar rumah. 3. Jika anak sudah bersekolah biasanya usia 4-6 tahun sudah masuk PAUD atau TK, orang tua bekerja sama dan menjalin hubungan harmonis dengan sekolah dan guru untuk mengetahui kemajuan belajar anak. 4. Orang tua melatih anak terampil berkomunikasi dan bergaul dengan orang lain. TUGAS PERKEMBANGAN KELUARGA DENGAN ANAK USIA 0-6 TAHUN SERI MENJADI ORANG TUA HEBAT SOPAN SANTUN TEKUN
2 Buku Menjadi Orang Tua Hebat, Seri Pembentukan Karakter Anak 1. Pada usia 0-6 tahun, selain sifat egosentris anak masih dominan, rasa ingin tahu anak juga tinggi untuk mengetahui dan melakukan segala sesuatu sendiri. 2. Anak mulai bersosialisasi, bersekolah serta muncul keinginan untuk bermain terus. Orang tua hendaknya mempunyai waktu khusus untuk beraktivitas bersama anak. HAMBATAN DAN TANTANGAN YANG AKAN DIHADAPI ORANG TUA
3 Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak 3. Orang tua kesulitan dalam mencegah anak dari pengaruh permainan/game melalui akses handphone/ gawai; maupun televisi yang saat ini sudah menjangkau anak usia 0-6 tahun. Hal ini beresiko tinggi terhadap anak karena mengandung konten kekerasan dan pornografi. Pendampingan orang tua sangat dibutuhkan. 4. Orang tua kesulitan untuk menyediakan/ mencarikan tempat bermain yang sehat, aman dan terlindung dari bahaya. Selain itu, keragaman aktivitas bermain menjadikan beberapa orang tua kesulitan mencari ide kegiatan bersama antara orang tua dan anak, ataupun antara anak dengan teman sebayanya. Hal ini juga karena keterbatasan lahan bermain yang sehat dan aman terutama di wilayah perkotaan. Pengetahuan tentang beragam bentuk stimulasi anak sangat dibutuhkan.
4 Buku Menjadi Orang Tua Hebat, Seri Pembentukan Karakter Anak PRINSIP MENGEMBANGKAN KARAKTER BAIK PADA ANAK 1. Menjadikan kasih sayang dan kedekatan emosi antara orang tua dan anak sebagai pondasi pendidikan karakter di keluarga. Pujian, ciuman, pelukan, ungkapan kasih sayang, kata-kata lembut adalah pondasi membangun kebiasaan baik. 2. Orang tua adalah teladan utama bagi anak untuk melakukan kebaikan. Semakin sering anak mendapatkan teladan perilaku baik dari orang tua semakin kuat karakter anak yang terbangun. 3. Orang tua harus mampu mengasah proses berpikir anak dalam melakukan kebaikan. Penjelasan, diskusi, dan komunikasi yang baik adalah kunci untuk anak memahami, mencintai, dan melakukan kebaikan secara terusmenerus.
5 Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak 4. Memberikan penghargaan sebagai upaya menguatkan perilaku anak yang baik. Penghargaan berupa pelukan, ciuman, ucapan terima kasih dan hadiah. 5. Pemberian konsekuensi diperlukan sebagai penguatan agar anak tidak lagi mengulangi perilaku buruk. Konsekuensi tidak boleh berupa hukuman fisik maupun kata-kata yang tidak baik. Konsekuensi yang konsisten serta fokus untuk membantu anak mengoreksi kesalahannya. 6. Orang tua harus dapat mengembangkan karakter anak dengan mengajarkan perilaku baik dalam konteks kehidupan sosial yang dialaminya sebagai sebuah pengalaman nyata anak dalam melakukan kebaikan.
6 Buku Menjadi Orang Tua Hebat, Seri Pembentukan Karakter Anak Sekumpulan nilai baik yang didasarkan pada rasa menghargai diri sendiri, menghargai orang lain, dan menghargai lingkungan; Ditunjukkan oleh perilaku menghormati dan menyayangi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan; Nilai dasar yang penting dalam proses kematangan diri anak dan dasar dalam membangun hubungan dengan orang lain. KARAKTER SOPAN SANTUN Apa itu Sopan Santun ? Jika anak sopan santun maka ia juga akan memiliki rasa hormat pada orang lain, pengasih dan penyayang, pemurah dan dermawan, lembut, baik dan penolong.
7 Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak 1. Menghargai diri sendiri 2. Sopan santun terhadap orang tua 3. Sopan santun terhadap orang yang lebih tua 4. Sopan santun terhadap sesama 5. Menghargai lingkungan Apa Saja Aspek Sopan Santun?
8 Buku Menjadi Orang Tua Hebat, Seri Pembentukan Karakter Anak Bagaimana Cara Mengajarkan Menghargai Diri Sendiri? 1. Menjaga kesehatan : A.Sopan Santun terhadap Diri Sendiri Cara Mengajarkan “Dwiasas Karakter: Sopan Santun” Minum yang cukup. Mengkonsumsi makanan gizi seimbang. Istirahat/tidur cukup.
9 Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak 2. Menjaga kebersihan diri : Mandi 2x sehari. Cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan,setelah buang air kecil/besar. Mencuci kaki dan tangan setelah dari luar rumah serta sebelum tidur. Gosok gigi ketika mandi dan sebelum tidur. Menggunting kuku kaki dan tangan jika kuku panjang.
10 Buku Menjadi Orang Tua Hebat, Seri Pembentukan Karakter Anak 3. Menjaga kerapihan : Mengajarkan dan membiasakan rapi dalam berpakaian. Merapikan mainan setelah digunakan. Merapikan tempat tidur. Menjaga kerapihan rambut.
11 Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak Apa manfaat menjaga kesehatan dan kebersihan diri anak? Terbebas dari kuman penyebab penyakit sehingga anak tidak akan sering sakit. Badan menjadi sehat sehingga anak akan menjadi lebih bugar dan dapat menjalankan aktivitasnya sehari-hari dengan baik.
12 Buku Menjadi Orang Tua Hebat, Seri Pembentukan Karakter Anak Bagaimana jika anak tidak menjaga kesehatan dan kebersihan diri? 1. Mudah terserang penyakit dan akan mengganggu aktivitas bermain dan sekolah. 2. Bau badan sehingga dapat mengganggu pergaulan anak dengan temannya. 3. Pada periode ini gigi susu akan secara permanen digantikan gigi dewasa. Gigi yang tidak terawat akan mengganggu kesehatan anak. Apa manfaat mengajarkan anak menjaga kerapian? 1. Anak menjadi lebih mandiri 2. Anak menjadi bertanggung jawab terhadap barang miliknya.
13 Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak Bagaimana mengajarkan anak sopan santun terhadap orang tua? 1. Mengajarkan dan membiasakan anak untuk mencium tangan orang tua serta mengucapkan salam sebelum pergi keluar rumah dan sesudah kembali ke rumah. B. Sopan Santun terhadap Orang Tua 2. Mengajarkan anak cara menghormati orang tua: Mendoakan orang tua Mengikuti perkataan atau mematuhi perintah orang tua. Berbicara dengan tutur kata yang baik dan lemah lembut dengan orang tua. Berpamitan setiap akan keluar rumah Mencium tangan serta mengucapkan salam orang tua sebelum dan sesudah pergi keluar rumah.
14 Buku Menjadi Orang Tua Hebat, Seri Pembentukan Karakter Anak Apa pentingnya menghormati orang tua? 1. Anak perlu diajarkan bahwa ayah telah bekerja keras setiap hari untuk mencari nafkah. Ajarkan anak untuk mengucapkan terima kasih atas hal ini dan ajari bersyukur. 2. Ibu telah bekerja keras mengurus anak dan rumah, menyiapkan makan, merapikan dan membersihkan rumah. Ajari anak untuk berterima kasih dan terlibat dalam pekerjaan rumah
15 Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak 3. Mengajarkan anak untuk mengucapkan “Tolong, Terima Kasih, dan Maaf” kepada orang tua. Contoh : Kapan anak perlu meminta TOLONG ? Ketika ingin mengambil mainan dari tempat yang tinggi atau sulit dijangkau Ketika ingin diambilkan makanan atau minuman atau benda lainnya. TOLONG...
16 Buku Menjadi Orang Tua Hebat, Seri Pembentukan Karakter Anak Kapan anak dibiasakan untuk mengatakan TERIMA KASIH ? Ketika menerima sesuatu Ketika menerima pujian Terima Kasih
17 Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak 4. Mengajarkan dan membiasakan anak berbahasa yang baik ketika berbicara dengan orang tua. Orang tua hendaknya memberikan contoh menggunakan bahasa yang baik dan lembut di dalam rumah. Ketika anak menggunakan bahasa yang tidak baik, ajaklah anak berdiskusi alasan dia melakukannya dan koreksi kesalahannya dengan lembut. Kapan anak meminta MAAF ? Ketika membuat kesalahan, seperti : mencoratcoret tembok atau merusak barang Ketika ia menumpahkan air Ajarkan kepada anak untuk jangan malu minta maaf. Maaf...
18 Buku Menjadi Orang Tua Hebat, Seri Pembentukan Karakter Anak Perlu diingat bahwa agar anak dapat berbicara santun maka orang tua harus mencontohkan lebih dahulu saat berbicara dengan orang lain baik di dalam maupun di luar rumah dan dengan anak-anak. Orang tua dapat mengajarkan hal-hal tersebut melalui dongeng, bercerita, ngobrol dengan anak sambil makan bersama. Selipkan pesan-pesan tentang mengapa penting menghormati orang tua dan juga cara untuk menghormati orang tua.
19 Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak Dampak tidak berkata baik kepada orang tua: Orang tua menjadi marah. Ajarkan kepada anak bahwa menghormati orang tua adalah bentuk terima kasih atas segala kebaikan yang diterima anak. Oleh karenanya, jika anak mengucapkan kata-kata buruk kepada orang tua, orang tua tentu akan marah karena sudah tidak dihormati. Orang tua menjadi sedih. Ajarkan kepada anak bahwa berkata baik kepada orang tua adalah hal yang sangat diinginkan orang tua. Hal tersebut adalah bentuk sayang anak terhadap orang tua. Oleh karenanya, jika anak berkata buruk kepada orang tua, maka orang tua pun akan sangat sedih.
20 Buku Menjadi Orang Tua Hebat, Seri Pembentukan Karakter Anak Bagaimana cara mengajarkan anak sopan santun terhadap orang yang lebih tua? 1. Mencium tangan, menyapa atau mengucapkan salam ketika bertemu orang yang lebih tua. 2. Memperhatikan ketika orang yang lebih tua sedang berbicara. 3. Menggunakan bahasa yang baik ketika berbicara dengan orang yang lebih tua. 4. Mengucapkan “Tolong, Terima Kasih, dan Maaf” kepada orang yang lebih tua. Bagaimana menjadi pendengar yang baik ?? 1.Mata memperhatikan ketika orang lain berbicara. 2.Tidak berisik. 3.Tangan dan kaki tidak digerak-gerakan. Manfaat menjadi pendengar yang baik 1. Disayang banyak orang. 2. Mendapatkan banyak ilmu. Kerugian jika tidak mendengarkan orang lain Tidak mengerti apa yang dibicarakan orang lain. Sehingga tidak bisa ikutan mengobrol. C. Sopan Santun terhadap Orang yang Lebih Tua
21 Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak Agar anak usia 0-3 tahun dan 3-6 tahun mampu menjadi pendengar yang baik, maka mulailah dari sikap yang tepat dari orang tua. Caranya adalah mendengarkan dengan sungguh-sungguh ketika sang anak berbicara, hadapkan wajah kita dan tatap atau lihatlah mata anak ketika ia berbicara atau mengucapkan sesuatu. Banyak orang tua melakukan kesalahan ini, yaitu saat anak berbicara atau bertanya, orang tua hanya mendengarkan sambil lalu, sambil mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya. Oleh karenanya, milikilah waktu-waktu khusus untuk benar-benar mendengar cerita/keluhan/ ungkapan hati anak tanpa memotongnya.
22 Buku Menjadi Orang Tua Hebat, Seri Pembentukan Karakter Anak Bagaimana mengajarkan anak sopan santun terhadap sesama? 1. Menggunakan bahasa yang baik dan lemah - lembut ketika berbicara dengan orang lain. Tidak diperkenankan mengucapkan kata-kata kotor dan menghina atau mengejek orang lain. 2. Berperilaku baik dengan siapa saja. Ajarkan anak bahwa orang berbeda-beda agama, suku, keadaan ekonomi, dll. Meskipun begitu, ajarkan anak untuk dapat menghargai sesama tanpa membeda-bedakan. D. Sopan Santun terhadap Sesama
23 Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak 3. Mengucapkan “Tolong, Terima Kasih, dan Maaf” kepada orang lain. Apa manfaat berbicara yang baik dengan teman? 1. Memiliki banyak teman. 2. Disayang teman. Jika tidak berkata baik kepada teman maka.... 1. Teman menjadi sedih. 2. Teman-teman tidak mau bermain bersama. Bagaimana cara berteman yang baik? 1. Saling membantu satu sama lain. 2. Bermain bersama. 3. Berbagi mainan.
24 Buku Menjadi Orang Tua Hebat, Seri Pembentukan Karakter Anak Bagaimana mengajarkan anak menghargai lingkungan ? 1. Biasakan agar anak membuang sampah di tempat sampah. 2. Jelaskan dampak dan manfaat jika membuang sampah sembarangan. Jika membuang sampah sembarangan: Ruangan/kelas menjadi kotor Lingkungan kotor dan bau busuk Saluran air tersendat Rumah menjadi kotor E. Sopan Santun terhadap Lingkungan/ Menghargai Lingkungan
25 Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak Ajarkan kepada anak bahwa dengan rumah, kelas, dan lingkungan yang bersih akan membuat kita betah di rumah, asyik bermain di kelas, dan nyaman untuk bermain di manapun berada karena kita juga mau menjaga tetap bersih dan rapih. Manfaat membuang sampah pada tempatnya: Ruangan/kelas menjadi bersih Lingkungan bersih dan tidak bau busuk Saluran air lancar Rumah menjadi bersih
26 Buku Menjadi Orang Tua Hebat, Seri Pembentukan Karakter Anak 3. Ajarkan cara menjaga lingkungan Melakukan kerja bakti. Ajaklah anak untuk terlibat aktif kerja bakti membersihkan rumah dan lingkungan rumah. Buatlah pengalaman yang menyenangkan seperti anak mendapatkan bagian membersihkan sepedanya, menyiram tanaman, memilah sampah, dll. Membuang sampah pada tempatnya. Sediakan tempat sampah di rumah. Ajarkan anak sejak dini tentang memilah sampah.
27 Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak 4. Biasakan menanam tanaman di sekitar kita. Jika tidak menjaga tanaman di sekitar kita maka... Kota menjadi banjir karena tidak ada tanah dengan tanaman yang mampu menyerap air. Tidak ada air di sungai karena kering. Pada akhirnya, jika sungai kering maka manusia akan kesulitan untuk minum, mandi, memasak, mencuci baju, mencuci piring, dll. Semakin sedikitnya oksigen yang dapat dihirup bebas. Ajak anak untuk jalan-jalan di tempat yang penuh dengan tanaman/pohon untuk bisa merasakan nikmatnya menghirup udara segar.
28 Buku Menjadi Orang Tua Hebat, Seri Pembentukan Karakter Anak Ceritakan bagaimana cara menjaga tanaman di sekitar kita, contoh : Memberi pupuk. Menyiram setiap hari. Tidak memetik bunga. Tidak merusak tanaman.
29 Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak 5. Ajarkan cara menyayangi hewan Tidak memukul, menendang dan melukai hewan. Memberi makan dan minum hewan peliharaan. Memandikan hewan, menyisir rambutnya, dll. Membersihkan kandang hewan dan membawanya ke dokter jika ia sakit. Mengajak bermain hewan peliharaan, seperti kucing. Jika kita memukul, menendang dan melukai hewan maka... Hewan terluka Hewan menjadi marah
30 Buku Menjadi Orang Tua Hebat, Seri Pembentukan Karakter Anak Sekumpulan nilai baik yang didasarkan pada rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri, tanggung jawab terhadap orang lain, dan tanggung jawab terhadap lingkungan; KARAKTER TEKUN Apa itu Tekun ? Nilai dasar yang penting dalam pembiasaan perilaku-perilaku baik pada anak, khususnya dalam menyelesaikan amanah dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. TEKUN
31 Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak 1. Menghargai diri sendiri sebagai dasar membangun karakter tekun. 2.Tekun menyelesaikan amanah dari orang tua. 3. Tekun menyelesaikan amanah dari orang yang lebih tua. 4. Tekun menyelesaikan amanah dari orang lain. 5. Tekun menjaga dan melestarikan lingkungan. Apa Saja Aspek Tekun? TEKUN TEKUN TANTANGAN HAMBATAN GANGGUAN Jika anak mempunyai karakter tekun, ia juga akan disiplin, tanggung jawab dalam mengerjakan sesuatu, rajin, mau bekerja keras dan tidak malas, tuntas dalam mengerjakan sesuatu, pantang menyerah, dan tidak mudah putus asa.
32 Buku Menjadi Orang Tua Hebat, Seri Pembentukan Karakter Anak A. Tekun Terhadap Diri Sendiri Cara Mengajarkan “Dwiasas Karakter: Tekun” Bagaimana cara mengajarkan anak bertanggung jawab terhadap diri sendiri sebagai dasar membangun karakter tekun ? 1. Menjaga barang-barang pribadi anak. Ajaklah anak untuk merapihkan kembali mainan, buku, peralatan rumah yang telah digunakan. Orang tua dapat mendampingi terlebih dahulu dan kemudian berikanlah tanggung jawab kepada anak secara mandiri. Buatlah tempat-tempat khusus yang ada di rumah. Orang tua dapat memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak terpakai untuk membuat boksboks penyimpanan barang anak. Biasakan anak untuk meletakan barang-barang pribadinya (buku, tas, sepatu, baju) di tempatnya.
33 Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak Akibat tidak menjaga barang pribadi dengan baik : Barang-barang pribadi anak seperti tas dan sepatu menjadi lebih cepat rusak. Uang yang seharusnya dapat ditabung untuk sekolah dan kebutuhan di masa depan jadi harus terpakai untuk menggantikan barang yang rusak karena teledor menjaganya. Manfaat menjaga barang pribadi : Rak buku, mainan, dan rumah menjadi rapi. Lemari baju, rak sepatu rapi dan menjadikan rumah lebih enak dipandang.
34 Buku Menjadi Orang Tua Hebat, Seri Pembentukan Karakter Anak 2. Menghabiskan makanan yang disiapkan orang tua Kita harus bersyukur karena dapat makan dan minum. Di sekeliling kita, terdapat orang-orang yang mengalami kesulitan untuk makan. Alasan anak harus menghargai makanan dan minuman Ibu telah memasak dan menyiapkan makanan di rumah dengan penuh cinta. Sebagai bentuk rasa sayang dan penghargaan, makanan tersebut harus dihabiskan. Petani telah menanam padi di bawah terik matahari dan kadang-kadang harus berhujan- hujanan untuk menjaga padi agar menghasilkan panen yang baik.
35 Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak Bagaimana cara menyampaikan kepada anak usia 3-6 tahun cara menghargai makanan…? Ajarilah anak untuk menghabiskan makanan dengan kata-kata yang lemah lembut. Sampaikan alasan mengapa makanan harus dihargai. Lalu, berikanlah contoh cara menghargai makanan: ambil makanan secukupnya dan habiskan. Biasakanlah anak untuk tidak pilih-pilih makanan. Hargai pilihan anak terhadap makanan kesukaannya.
36 Buku Menjadi Orang Tua Hebat, Seri Pembentukan Karakter Anak 3. Memiliki jadwal belajar di rumah Membiasakan ada waktu khusus untuk belajar bersama anak sesuai tahapan usianya. Contoh : Sejak anak usia 1 tahun dikenalkan dengan macammacam warna, berbagai gambar dan nama-nama binatang, buah, bentuk ataupun benda lainnya melalui buku bergambar. Sampaikan bahwa belajar itu menyenangkan, agar anak dapat bertambah pengetahuannya dan menjadi orang bermanfaat. Untuk anak usia PAUD yang usianya mencapai 4-6 tahun, bisa mulai diajarkan angka, huruf ataupun kalimat.
37 Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak Bagaimana cara membiasakan agar anak belajar dengan tekun ? Ajarkan kepada anak bahwa belajar sangat penting agar menjadi orang yang berilmu dan berpengetahuan sehingga dapat melakukan banyak hal yang bermanfaat untuk diri sendiri, orang tua dan orang lain Orang tua hendaknya terlibat dalam pendidikan anak, mulai dari mendampingi anak belajar di rumah ataupun aktif dalam kegiatan orang tua di sekolah (bagi yang sudah sekolah) serta bertukar informasi dengan guru tentang perkembangan anaknya di sekolah. Salah satu kunci penting agar anak mencintai belajar adalah pengalaman anak didampingi orang tua saat belajar. Jangan menonton TV/bermain HP saat anak belajar, usahakan orang tua juga melihat apa yang dipelajari anak. Berikan kesempatan kepada anak untuk belajar bersama teman-temannya Ciptakanlah lingkungan rumah yang nyaman bagi anak untuk belajar, misalnya tidak menyetel TV/radio saat anak sedang belajar
38 Buku Menjadi Orang Tua Hebat, Seri Pembentukan Karakter Anak Orang tua adalah teladan sekaligus sumber pengetahuan utama dalam membiasakan ketekunan pada anak Ajari anak bahwa kunci keberhasilan adalah ketekunan dalam menyelesaikan segala sesuatu dengan tuntas Orang tua hendaknya memberikan pengalaman kepada anak di rumah tentang bagaimana belajar bertanggung jawab dan menyelesaikan pekerjaan hingga selesai. Latihlah dengan memulai memberikan tanggung jawab-tanggung jawab kecil seperti merapikan mainan dan tempat mainnya, buku-buku milik sendiri, mengelap meja dan lain-lain. B. Tekun Menyelesaikan Amanah Dari Orang Tua
39 Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak Bagaimana cara mengajarkan anak agar menyelesaikan amanah dari orang tua ? Ajaklah anak untuk membantu beberapa pekerjaan rumah yang ringan seperti mengepel, menyapu, mencuci piring, merapikan mainan dan buku-buku, merapikan tempat tidur, menyirami tanaman, memberi makan hewan piaraan, dll. Dalam melakukan hal tersebut, mulailah dari tanggung jawab yang kecil seperti membantu sedikitsedikit lalu secara bertahap berilah tanggung jawab yang semakin besar. Sambil melakukan kegiatan bersama-sama ajaklah anak berbicara mengapa Ayah dan Ibu memberikan tanggung jawab tersebut dan apa dampaknya kalau anak tidak membantu
40 Buku Menjadi Orang Tua Hebat, Seri Pembentukan Karakter Anak Kenapa harus membantu orang tua ? Rumah menjadi bersih dengan cepat karena dikerjakan bersama-sama. Rumah yang bersih akan lebih nyaman untuk ditinggali. Anak yang senang membantu orang tua akan semakin disayang oleh orang tua. Orang tua sangat bangga karena anaknya mau belajar bertanggung jawab dan menyelesaikan amanah dengan tuntas. Akibat tidak membantu orang tua di rumah Orang tua menjadi sedih karena orang tua akan sangat senang jika anak-anaknya dapat membantu pekerjaan rumah. Rumah akan cepat bersih dan rapi sehingga lebih nyaman. Orang tua harus membersihkan rumah sendirian. Anak akan sulit belajar bertanggung jawab menyelesaikan sesuatu karena tidak pernah dilatih di rumah. Apa itu ANAK YANG PATUH ??? Anak yang mendengarkan perintah/nasihat dari orang tuanya. Jika kita tidak patuh maka... Orang tua menjadi sedih. Sampaikan kepada anak bahwa orang tua punya harapan agar anaknya menjadi anak yang baik. Anak yang tidak patuh akan membuat orang tua sangat sedih. Orang tua menjadi marah. Sampaikan kepada anak bahwa orang tua telah berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan anak. Jadi, kalau anaknya tidak patuh tentu saja akan membuat orang tua kesal.