Perubahan Sosial Budaya dan Globalisasi
A. Perubahan Sosial Budaya
1. Arti Perubahan Sosial
Apa yang dimaksud dengan perubahan sosial budaya ? Ada beberapa tokoh yang
mengungkapkan arti dari perubahan sosial budaya. Tokoh tersebut antara lain adalah :
a. John Lewis Gillin dan John Philip Gillin mengatakan bahwa perubahan sosial budaya adalah
suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan kondisi
geografis, kebudayaan material, dinamika dan komposisi penduduk, ideologi, ataupun
karena adanya penemuan-penemuan baru di dalam masyarakat.
b. Prof. Selo Soemardjan mengatakan bahwa perubahan sosial budaya adalah perubahan yang
terjadi pada lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi
sistem sosialnya.
c. Max Weber mengatakan bahwa perubahan sosial budaya adalah perubahan situasi dalam
masyarakat sebagai akibat adanya ketidaksesuaian unsur-unsur. Berdasarkan dari pengertian
beberapa ahli di atas dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial merupakan perubahan
unsur-unsur atau struktur sosial dan perilaku manusia dalam masyarakat dari keadaan
tertentu ke keadaan yang lain. Sedangkan yang dimaksud dengan perubahan budaya adalah
perubahan unsur-unsur kebudayaan karena perubahan pola pikir masyarakat sebagai
pendukung kebudayaan.
2. Faktor Penyebab Perubahan
a. Sosial Faktor Internal
1) Bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk.
Perubahan jumlah penduduk dapat disebabkan oleh berkurang atau bertambahnya
jumlah penduduk. Bertambahnya penduduk yang sangat cepat dapat mengakibatkan
munculnya perubahan sosial. Seperti di Pulau Jawa yang jumlah penduduknya semakin
banyak. Hal ini dapat menyebabkan perubahan dalam struktur masyarakat, seperti
munculnya kelas sosial.
Berkurangnya penduduk disebabkan oleh transmigrasi maupun urbanisasi penduduk
dari desa ke kota. Sehingga di desa terjadi kekosongan karena tidak ada yang
mengelola. Ini mengakibatkan perubahan sosial terjadi di daerah pedesaan. 40
Yayasan Tarak2a)nitaKIlomnuflPikendgeatlaahmuamn SaossyiaalrKakelaats. IX
Perubahan Sosial Budaya dan Globalisasi
Gambar diatas adalah Hand Phone (HP) yang merupakan inovasi dalam bidang
telekomunikasi. Melalui perkembangan moda komunikasi yang semakin canggih
mempermudah manusia dalam melakukan aktivitas khususnya dalam hal
berkomunikasi dengan relasi atau kerabat yang berada ditempat yang jauh. Penemuan
baru yang mampu menyebabkan terjadi perubahan sosial dalam masyarakat dibedakan
menjadi dua yaitu discovery dan invention. Discovery adalah penemuan hal-hal yang
benar-benar baru dalam kehidupan masyarakat. Penemuan tersebut bisa dalam bidang
alat, ide, atau hal lain yang berkaitan dengan kultur masyarakat. Invention adalah
memunculkan pengaruh dalam kehidupan masyarakat. Apabila penemuan baru itu
sudah bisa diterima dan digunakan oleh masyarakat maka sudah terjadi yang disebut
invention. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya inovasi adalah ketidak puasan
masyarakat terhadap budaya yang sudah ada, sehingga mendorong manusia untuk
melakukan aktivitas menciptakan budaya yang baru.
4) Pemberontakan atau Revolusi
Ketidakpuasan terhadap sistem kekuasaan yang sedang berlaku menyebabkan
munculnya pemberontakan. Pemberontakan pada umumnya akan memunculkan suat4u1
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX
perubahan yang cepat terjadi atau disebut revolusi. Dua peristiwa ini dilandasi oleh
Perubahan Sosial Budaya dan Globalisasi
Ketika kondisi negara dalam ketidakstabilan baik dalam bidang sosial ekonomi maupun
hukum. Indonesia mengalami inflasi yang tinggi menyebabkan rakyat jatuh miskin. Praktik
korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang dipraktikkan oleh para pejabat negara. Praktik
pelaksanaan hukum yang tajam kebawah tetapi tumpul ke atas, dan terjadi penyimpangan
terhadap Undang-Undang Dasar 1945. Karena berimbas kuat terhadap kehidupan rakyat
maka rakyat merasa kecewa dan tidak puas terhadap pemerintahan yang ada. Maka
melahirkan Gerakan Revolusi yang dikenal dengan Gerakan Reformasi pada bulan Mei
1998. Gerakan Reformasi ini mampu membuat perubahan kehidupan masyarakat Indonesia
secara menyeluruh dari aspek sosial, ekonomi maupun hukum.
b. Faktor Ekstern
1) Terjadi peperangan.
Peperangan baik antar suku atau negara bisa menyebabkan terjadinya perubahan sosial
dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Dalam peperangan tersebut diakhiri dengan
adanya pihak yang menang. Bagi pihak yang menang pasti akan menguasai dan
menanamkan berbagai aturan yang sesuai dengan kondisi kelompok atau negara yang
menang. Pihak yang kalah harus tunduk dengan aturan-aturan baru yang diterapkan oleh
pihak pemenang. Contohnya ketika kerajaan-kerajaan di Indonesia kalah berperang
melawan Belanda maka rakyat Indonesia harus rela mengalami perubahan sosial dengan
meninggalkan kebiasaan hidup sesuai dengan budaya Indonesia berganti mengikuti
aturan-aturan yang diterapkan oleh Belanda.
2) Bencana Alam
Bencana alam bisa berupa banjir, gempa bumi, tanah longsong, gunung meletus bisa
menjadi penyebab terjadinya perubahan sosial. Perubahan sosial yang terjadi antara lain
berupa seluruh penduduk yang mengalami bencana alam harus dipindahkan ke tempat
yang baru yang aman dari bencana alam. Keadaan seperti ini menyebabkan para
penduduk harus menyesuaikan dengan kondisi tempat yang baru baik dengan lingkungan
maupun mata pencahariannya.
3) Pengaruh dari budaya lain
Apabila terjadi suatu akulturasi antar budaya baik dua budaya atau kebih muncul
42
Yayasan TarakaniktaeIclmenudPeernugnegtaahnuansaSolisniagl KmelaesmIXpengaruhi antar budaya tersebut yang akhirnya akan
Perubahan Sosial Budaya dan Globalisasi
3. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial
Menurut Soerjono Soekanto perubahan sosial dan kebudayaan dapat dibedakan kedalam
beberapa bentuk yaitu :
a. Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat
Perubahan lambat diistilahkan dengan evolusi sedangkan perubahan cepat diistilahkan
dengan revolusi. Perubahan secara evolusi diawali dengan adanya peristiwa-peristiwa kecil
yang bermakna dalam kehidupan masyarakat yang akhirnya akan membesar dan membawa
perubahan dalam kehidupan masyarakat. Contohnya perubahan yang terjadi pada beberapa
masyarakat Indonesia yang tradisional berubah menjadi masyarakat modern. Ciri perubahan
secara evolusi adalah :
1) Memerlukan waktu yang lama
2) Perubahan yang terjadi bertahap
3) Masyarakat tidak menyadari kalau ada perubahan
4) Secara umum tidak memunculkan konflik dalam masyarakat
Perubahan secara revolusi cenderung kearah perubahan yang direncanakan meskipun bisa
juga terjadi tanpa rencana. Bisa pula terjadi dengan atau tanpa kekerasan. Contoh peristiwa
revolusi yang terkenal adalah Revolusi Industri yang terjadi di Inggris. Ciri perubahan
secara revolusi adalah :
1) Waktu terjadinya sangat cepat.
2) Adanya keinginan secara umum untuk melakukan perubahan dan berskala besar.
3) Membutuhkan pemimpin dalam gerakan perubahan ini.
b. Perubahan Kecil dan Perubahan Besar
Perubahan kecil adalah perubahan pada unsur- unsur sosial masyarakat yang tidak
membawa pengaruh secara langsung pada masyarakat. Contohnya perubahan model
potongan rambut tidak akan menyebabkan perubahan menyeluruh pada kehidupan
masyarakat dan tidak mengakibatkan terjadinya perubahan struktur kelembagaan
kemasyarakatan. Perubahan besar adalah perubahan unsur sosial masyarakat yang
mengakibatkan perubahan dalam berbagai lembaga-lembaga kemasyarakatan. Contohnya
Yayasan TarakparnoistaesIlmpuerPuebnaghetaanhubaindSaonsgiailnKdeulasstrIiXalisasi pada masyarakat agraris akan berpengaruh terhada4p3
Perubahan Sosial Budaya dan Globalisasi
4. Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial Budaya
a. Faktor Pendorong Perubahan Sosial Budaya
1) Kontak dengan kebudayaan lain. Kontak dengan budaya lain menyebabkan terjadinya
kontak antar individu atau kelompok baik secara langsung maupun tidak langsung. Kontak
budaya bisa terjadi secara akulturasi maupun difusi. Jika dilakukan secara akulturasi maka
individu atau kelompok harus melakukan kontak secara dekat, langsung dan kontinu atau
berkesinambungan. Namun jika dilakukan secara difusi maka tidak perlu ada kontak secara
langsung dan kontinu. Contohnya penggunaan handphone yang telah menyebar ke seluruh
penjuru dunia. Akulturasi dan difusi mampu menjadi pendorong perubahan sosial karena di
dalam proses akulturasi dan difusi mampu memperkaya dan menambah unsur-unsur
kebudayaan yang mampu memunculkan ide-ide dan penemuan-penemuan baru yang
menjadi agen perubahan dalam lembaga kemasyarakatan bahkan sampai mampu
melakukan pergantian lembaga masyarakat yang lama dengan yang baru.
2) Sistem Pendidikan Formal yang Maju
Pendidikan formal dengan mengacu pada kurikulum yang mampu menggali dan
mengembangkan kompetensi peserta didik sangat diyakini mampu membuat perubahan
pola pikir dan tindakan peserta didik. Mereka akan mampu menentukan dan memilih
budaya atau kebiasaan yang mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya saat itu dan
khususnya di masa depan.
3) Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk maju.
Sikap seperti ini merupakan sikap yang sangat sederhana namun jika mampu dibudayakan
dalam kehidupan masyarakat maka akan menjadi kekuatan yang sangat luar biasa untuk
mendorong terjadinya perubahan sosial. Pemberian penghargaan Piala Citra dalam Festival
Film Indonesia (FFI) mampu menjadi pendorong para sutradara film menciptakan karya-
karya yang baru.
4) Sikap toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang.
Banyak dijumpai sekarang bahwa pekerjaan ojek online juga dilakukan oleh para wanita
terutama ibu-ibu. Jika dibandingkan dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat, sebenarnya
pekerjaan sebagai ojek online bagi seorang wanita tidak lazim dan bisa dikategorikan suatu
44
Yayasan TarakpaenintayiImlmpuaPnegnagnetakhauraennSaopsiraol fKeesliasteIXrsebut merupakan profesi bagi seorang laki-laki. Walaupun
Perubahan Sosial Budaya dan Globalisasi
terjadinya perubahan sosial budaya. Maka perlu mendapat toleransi selama bukan
merupakan tindakan pidana.
5) Sistem terbuka lapisan masyarakat (open stratification).
Adanya keterbukaan dalam struktur masyarakat membuka kesempatan yang luas kepada
seluruh masyarakat bisa berkreasi untuk lebih maju berdasarkan kemampuan pribadi.
Keadaan demikian , seseorang memungkinkan untuk mengadakan identifikasi dengan
anggota masyarakat yang lain yang mempunyai kedudukan lebih tinggi. Melalui
identifikasi tersebut seseorang bisa merasa mempunyai kedudukan yang sama dengan orang
lain yang dianggap lebih tinggi. Sehingga mereka berharap akan mendapatkan perlakuan
yang sama dengan orang tersebut. Sebab golongan masyarakat yang ada pada posisi rendah
kedudukannya, sering muncul perasaan kecewa atau tidak puas terhadap kedudukan sosial
yang dimiliki. Maka menjadi suatu hal yang wajar jika akhirnya seseorang yang berada
pada rendah kedudukannya berusaha untuk menaikkan kedudukan sosialnya.
6) Penduduk yang heterogen
Keragaman masyarakat dalam suatu negara atau wilayah memungkinkan terjadi konflik
atau pertentangan-pertentangan yang yang bisa memunculkan keguncangan sosial dalam
masyarakat. Situasi seperti ini mampu menjadi pendorong terjadinya perubahan-perubahan
baru dalam masyarakat.
7) Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu.
Adanya pembiaran oleh pihak yang berwenang dalam hal ini pemerintah terhadap kondisi
masyarakat yang tidak puas terhadap kebijakan pemerintah dalam bidang-bidang tertentu
membuka peluang yang besar terjadinya suatu revolusi.
8) Mempunyai orientasi ke masa depan.
Semangat optimis akan masa depan yang lebih baik memberikan kekuatan bagi setiap
manusia untuk bisa melakukan sesuatu yang terbaik demi masa depannya. Untuk belajar
yang rajin , tekun, dan penuh semangat dalam menempuh pendidikan. Karena sampai saat
ini masih dipercaya bahwa jenjang pendidikan seseorang berpengaruh terhadap karir pada
masa depan. Semangat optimisme bagi masyarakat secara umum bisa ditanamkan dan
dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga mampu menjadi dorongan bagi setia4p5
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX
masyarakat untuk mempunyai keyakinan dan percaya diri yang kuat bahwa dirinya mampu
Perubahan Sosial Budaya dan Globalisasi
9) Nilai bahwa manusia harus senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya.
Nasib manusia memang sudah ditentukan oleh Tuhan. Namun manusia tidak boleh diam
saja melainkan harus senantiasa berikhtiar dan berusaha untuk memperbaiki kualitas
kehidupannya. Sebagai manusia tugasnya berusaha dan berdoa, sedangkan masalah
hasilnya merupakan ketentuan Tuhan. Adanya nilai-nilai hidup dan keyakinan semacam itu
menyebabkan kehidupan manusia menjadi dinamis sehingga perubahan-perubahan sosial
budaya dapat berlangsung.
b. Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya
1) Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain. Kehidupan masyarakat yang menutup diri
menyebabkan mereka tidak mengetahui perkembangan-perkembangan yang terjadi pada
masyarakat lain. Akhirnya mereka terbelenggu oleh pola-pola pemikirannya oleh tradisi
yang menghambat mereka untuk menemukan bentuk perubahan kehidupan sosialnya.
2) Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat. Ada beberapa faktor hal ini bisa terjadi,
yaitu akibat terlalu lama dijajah, terbelenggu oleh tradisi, hidup terasing. Disisi lain
perkembangan iptek merupakan salah satu pendorong terjadinya perubahan sosial budaya.
3) Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat (vested interests).
Dalam setiap organisasi sosial yang mengenal sistem lapisan pasti akan ada kelompok
orang yang menikmati kedudukan perubahan-perubahan. Kelompok-kelompok seperti ini
akan selalu berusaha mempertahankan posisinya karena merasa diuntungkan. Keadan
seperti ini menjadi penghambat terjadinya perubahan sosial budaya dalam masyarakat.
4) Sikap masyarakat yang sangat tradisional. Adanya sikap masyarakat yang sangat
mengagungkan tradisinya akan menjadi penghambat proses perubahan sosial budaya.
5) Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan. Integrasi kebudayaan
seringkali berjalan tidak sempurna. Kondisi seperti ini mengkhawatirkan akan
menggoyahkan pola kehidupan atau kebudayaan yang sudah ada. Beberapa golongan
masyarakat berusaha menghindari resiko ini dan berusaha tetap mempertahankan diri pada
pola kehidupan atau kebudayaan yang sudah ada.
6) Hambatan yang bersifat ideologis. Setiap usaha melakukan perubahan pada unsur-unsur
Yayasan TarakkaneibtauIdlmayuaPaenngerotahhaunaniaSho,siaalkKaenlasdIiXartikan sebagai suatu usaha yang bertentangan denga4n6
Perubahan Sosial Budaya dan Globalisasi
5. Proses Perubahan Sosial Budaya.
Secara umum perubahan sosial budaya yang terjadi dalam masyarakat dilakukan melalui
asimilasi, akulturasi, dan difusi.
a. Asimilasi.
Secara teori pengertian asimilasi menurut Koentjaraningrat adalah proses sosial yang terjadi
pada berbagai golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda. Proses
asimilasi terjadi antara satu kelompok mayoritas dengan kelompok minoritas. Biasanya
kelompok minoritas akhirnya yang menyesuaikan diri dengan kelompok mayoritas sehingga
sifat-sifat khas dari kebudayaannya berubah dan menyatu dengan kebudayaan kelompok
mayoritas. Contoh asimilasi :
1) Tata aturan pernikahan dalam berbagai agama merupakan hasil asimilasi dari agama yang
dianut dan budaya tradisional setempat.
2) Tulisan kaligrafi yang berasal dari budaya Arab dibawa masuk ke Indonesia yang kemudian
ditiru oleh seniman Indonesia yang menghasilkan karya baru yaitu kaligrafi Arab-Indonesia.
3) Budaya Hindu di Pulau Bali merupakan hasil asimilasi antara kepercayaan animisme
tradisional Bali dengan agama Hindu dari India.
4) Makanan lontong Cap Go Meh merupakan hasil asimilasi antara budaya Tiongkok dengan
Indonesia dengan menghilangkan ciri khas kebudayaan asli.
Kaligrafi Arab-Indonesia Lontong Cap Go Meh
b. Akulturasi
1) Secara teori akulturasi adalah perpaduan dua kebudayaan yang berbeda namun tidak
Yayasan TarakmaneintayIelmbaubPkeanngehtaihlaunangnSoysaiacliKrielkahsaIXs asli kebudayaan tersebut. Contoh akulturasi : 47
Perubahan Sosial Budaya dan Globalisasi
Akulturasi Hindu, Islam Jawa
Akulturasi Hindu Islam jawa dalam bentuk Kaligrafi
c. Difusi
Secara teori, difusi adalah proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan seperti ide-ide,
keyakinan, hasil kebudayaan dan lain-lain dari individu ke individu lain atau dari masyarakat
satu ke masyarakat yang lainnya. Proses difusi berdasarkan prosesnya dibedakan menjadi dua
yaitu :
1) Difusi intra-masyarakat, yaitu difusi unsur kebudayaan antarindividu atau golongan
dalam suatu masyarakat.
2) Difusi antarmasyarakat, yaitu difusi unsur kebudayaan satu masyarakat ke masyarakat
lainnya.
Contoh difusi antara lain misalnya :
1) Dalam hal pakaian : ketika seorang dari bangsa Arab yang menikahi seorang anak
perempuan yang berasal dari keturunan Jawa yang biasanya mengenakan pakaian
tradisional seperti kebaya tanpa mengenakan jilbab, karena perkawinan maka sang putri
juga memutuskan untuk menggunakan kebaya pakaian tradisional Jawa dengan tambahan
menggunakan jilbab.
2) Dalam hal Bahasa : bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Banyak kosakata bahasa
Inggris diserap ke dalam bahasa Indonesia karena bahasa Inggris sendiri adalah bahasa
yang digunakan sebagai bahasa internasional.
B. Globalisasi
1. Pengertian Globalisasi.
Globalisasi berasal dari kata globe (bumi atau dunia) dan ization (proses). Jadi globalisasi
Yayasan TadriaakratnikitaanIlmseubPaegnagietsauhauatun SporsoiasleKs emlaesnIXdunia yang tidak mengenal batas wilayah. Globalisasi jug4a8
Perubahan Sosial Budaya dan Globalisasi
Globalisasi sebagai suatu tantangan dimaknai bahwa setiap negara akan saling bersaing
untuk mendapatkan pangsa pasar secara global. Globalisasi akan memunculkan pasar bebas.
Pasar bebas akan memudahkan proses ekspor impor semua negara.
Akibatnya, misalnya bagi Indonesia, akan terjadi persaingan antara produk lokal dengan
produk asing. Agar dapat bersaing dengan produk asing, maka produsen lokal harus mampu
meningkatkan kualitas produksinya. Globalisasi dipandang sebagai suatu kesempatan
apabila negara mempunyai sumber daya manusia yang berkualitas. Sehingga dengan modal
SDM yang unggul, negara akan dengan mudah dalam memajukan kehidupan negara.
2. Ciri-ciri globalisasi
Berdasarkan penjelasan mengenai arti globalisasi tersebut, dapat kita simpulkan ciri-ciri
globalisasi adalah sebagai berikut :
a. Adanya perubahan pola kehidupan manusia yg semakin modern
b. Meningkatnya interaksi kultural manusia melalui internet, TV, film, musik, media
massa dan lain-lain.
c. Ketergantungan negara-negara pada pasar dan ekonomi sangat tinggi (konsumtif)
d. Bidang-bidang lingkungan hidup, inflasi, krisis multinasional menjadi masalah
bersama.
3. Saluran-saluran proses globalisasi.
a. Komunikasi dan Transportasi. Adanya satelit mempermudah manusia berhubungan
dengan orang lain di berbagai negara. Sistem transportasi dilakukan melalui alat
transportasi modern, cepat dan lancar.
b. Perdagangan Internasional. Ditandai dengan munculnya “era pasar bebas” yaitu
kebebasan kontak perdagangan antarnegara dengan prinsip saling menguntungkan.
c. Pariwisata Internasional. Globalisasi dapat berjalan dengan lancar dengan kemajuan
dunia pariwisata karena setiap manusia bisa berkunjung kemanapun tanpa dibatasi letak
geografi.
d. Migrasi Internasional. Adanya migrasi ini menyebabkan semua negara wajib membuka
batas-batas negaranya terhadap tenaga-tenaga kerja asing di negaranya.
Yayasan Tarea.kaKnietrajaIlsmaumPaenAgentatahuraNn Seogsaiaral K. eKlaesrIjXasama antar negara menyebabkan terjadinya pertukaran49
Perubahan Sosial Budaya dan Globalisasi
4. Dampak globalisasi 50
a. Dampak Positif
1) Mempermudah manusia berinteraksi dengan sesama
2) Manusia cepat dan mudah dalam memenuhi kebutuhan
3) Mengubah pola hidup tradisional menjadi modern
4) Manusia mampu mengolah SDA dengan cepat dan maksimal
5) Meningkatkan efisiensi kerja
b. Dampak Negatif
1) Hilangnya nilai dan tradisi asli bangsa karena masuknya budaya luar
2) Terjadinya eksploitasi SDA secara besar-besaran
3) Bergesernya nilai-nilai sosial masyarakat
4) Munculnya dehumanisasi
5) Hilangnya tenaga kerja agraris karena banyaknya industri.
Dehumanisasi adalah kurangnya penghargaan terhadap derajat manusia.
5. Upaya Menghadapi Arus Globalisasi
a. Menghadapi globalisasi budaya
Upaya yang bisa dilakukan untuk menghadapi globalisasi budaya adalah :
1) Memberikan pendidikan kebudayaan
2) Melakukan pelestarian budaya bangsa
3) Pemberdayaan organisasi kepemudaan
b. Menghadapi globalisasi IPTEK
Upaya yang bisa dilakukan untuk menghadapi globalisasi IPTEK adalah :
1) Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
2) Meningkatkan kualitas SDM
3) Masyarakat diperkenalkan cara menggunakan teknologi informasi dengan baik dan
tidak melanggar etika.
c. Menghadapi globalisasi ekonomi.
Upaya yang bisa dilakukan untuk menghadapi globalisasi ekonomi adalah :
1) Mencintai dan menggunakan produk dalam negeri
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX
2) Mengurangi sikap konsumtif
Perubahan Sosial Budaya dan Globalisasi
d. Menghadapi globalisasi komunikasi
Upaya yang bisa dilakukan untuk menghadapi globalisasi komunikasi adalah :
1) Memanfaatkan teknologi komunikasi seperlunya.
2) Tidak menggunakan alat komunikasi untuk melakukan tindak kejahatan.
3) Selektif dan hati-hati dalam menggunakan situs jejaring sosial.
e. Menghadapi globalisasi transportasi
Upaya yang bisa dilakukan untuk menghadapi globalisasi transportasi adalah :
1) Memilih dan memanfaatkan alat transportasi sesuai jarak dan waktunya.
2) Mengubah pola pikir masyarakat untuk menggunakan alat transportasi masal.
3) Menggunakan alat transportasi sesuai dengan kebutuhan agar tidak terjadi pencemaran
udara.
REFLEKSI
1. Bagaimana sikap yang harus kita lakukan untuk menghadapi perubahan sosial budaya akibat
Pandemi Covid 19 ?
2. Globalisasi mampu memberikan pengaruh negatif terhadap generasi muda. Bagaimana sikap
kritis kalian sebagai generasi muda terhadap dampak negatif globalisasi ini ?
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 51
RANGKUMAN
● Perubahan sosial budaya akan dialami oleh semua masyarakat tanpa kecuali, meskipun bentuk
perubahan sosial budaya yang terjadi masing-masing masyarakat berbeda.
● Perubahan sosial budaya pada umumnya terjadi dalam beberapa bentuk yaitu perubahan sosial
budaya cepat, perubahan sosial budaya cepat lambat, perubahan sosial budaya yang direncanakan,
perubahan sosial budaya yang tidak direncanakan, perubahan sosial budaya yang pengaruhnya
kecil, dan perubahan sosial budaya yang pengaruhnya besar.
● Faktor-faktor pendorong terjadinya perubahan sosial budaya adalah : bertambah atau
berkurangnya jumlah penduduk, penemuan-penemuan baru, terjadinya konflik dalam masyarakat,
terjadinya bencana alam, terjadinya bencana alam, terjadinya pemberontakan, peperangan.
● Faktor-faktor penghambat terjadinya perubahan sosial budaya adalah : kehidupan masyarakat yang
terasing, perkembangan ilmu pengetahuan yang lambat, adanya kepentingan yang tertanam
dengan kuat, adanya prasangka terhadap hal-hal baru atau asing, terbentur oleh adat atau tradisi
lokal.
● Globalisasi merupakan salah satu dampak terjadinya dalam proses perubahan sosial budaya.
Globalisasi yang seiring dengan modernisasi telah masuk dalam berbagai aspek kehidupan
manusia, mulai dari bidang iptek, komunikasi, transportasi, dan budaya. Dalam pelaksanaannya,
globalisasi membawa pengaruh terhadap perubahan sosial budaya dalam masyarakat.
● Pengaruh adanya modernisasi atau globalisasi adalah :
1. Pengaruh positif
a. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
b. Meningkatnya efektivitas dan efisiensi dalam berbagai kehidupan manusia
c. Terbukanya informasi dan komunikasi
2. Pengaruh negatif
a. Demoralisasi
b. Westernisasi
c. Kesenjangan sosial dan ekonomi
d. Kriminalitas
e. Kenakalan remaja
f. Pencemaran lingkungan hidup
g. Sikap individualisme yang tinggi
h. Hedonisme
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX
Perubahan Sosial Budaya dan Globalisasi
LATIHAN SOAL
A. PILIHAN GANDA
1. Perkembangan industrialisasi memberikan perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Contoh
perubahan sosial budaya yang dipengaruhi oleh industrialisasi adalah ... .
A. Munculnya berbagai toko online di dunia maya
B. Bergesernya mata pencaharian petani menjadi buruh pabrik
C. Mudahnya masyarakat di daerah untuk mengakses informasi
D. Mudahnya masyarakat antardaerah dalam menjalin komunikasi
2. Pergantian beragam penghargaan, fasilitas, dan anggota dalam suatu struktur sosial
dinamakan . .
A. Perubahan struktur
B. Perubahan sosial
C. Interaksi sosial
D. Proses sosial
3. Wajib belajar dua belas tahun merupakan salah satu program yang digalakkan oleh pemerintah.
Tujuan perubahan sosial melalui program tersebut adalah ... .
A. Memperketat persaingan kerja
B. Memeratakan pertumbuhan penduduk
C. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM)
D. Meningkatkan kualitas tingkat kesehatan masyarakat
4. Pengembangan dari penemuan yang sudah ada kemudian disempurnakan disebut ... .
A. discovery
B. invention
C. kreativitas
D. kebudayaan
5. Perhatikan pernyataan berikut !
1) Kontak dengan kebudayaan lain
2) Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat 52
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX
3) Sikap masyarakat yang sangat tradisional
Perubahan Sosial Budaya dan Globalisasi
Berdasarkan pernyataan diatas, yang termasuk faktor penghambat proses perubahan sosial
adalah … .
A. 1), 2), dan 3)
B. 1), 3), dan 4)
C. 2), 3), dan 4)
D. 3), 4), dan 5)
6. Ciri-ciri globalisasi yang paling tepat ditunjukkan oleh pilihan ... .
A. adanya penurunan perkembangan sektor industri
B. menurunnya rasa peduli terhadap masalah global
C. terjadinya peningkatan kerja sama antar negara
D. munculnya gerakan anti perdagangan bebas
7. Globalisasi merujuk pada sebuah proses penghapusan hambatan-hambatan yang dibuat oleh
pemerintah terhadap mobilitas antar negara untuk menciptakan sebuah ekonomi dunia yang
terbuka dan tanpa batas. Pengertian tersebut menjelaskan globalisasi sebagai ... .
A. liberalisasi
B. westernisasi
C. universalisasi
D. internasionalisasi
8. Meningkatnya ekspor dan impor antar negara di dunia merupakan contoh dampak globalisasi di
bidang ... .
A. sosial
B. politik
C. ekonomi
D. kebudayaan
9. Perhatikan pernyataan berikut !
1) Meningkatnya perdagangan dan migrasi internasional
2) Meleburnya batas-batas wilayah negara
3) Terjadinya peleburan antara kelompok organisasi dan lembaga tertentu 53
Yayasan T4a)raAkadnaitnayIlampurPaesnagnegtakhauatenrShoasdiaalpKhelaals-hIXal yang baru
Perubahan Sosial Budaya dan Globalisasi
Berdasarkan pernyataan di atas, yang termasuk faktor pendorong proses globalisa adalah ... .
A. 1), 2), dan 3)
B. 1), 3), dan 4)
C. 2), 3), dan 4)
D. 3), 4), dan 5)
10. Menyebarkan paham sekularisme merupakan contoh dampak globalisasi di bidang ... .
A. komunikasi
B. transportasi
C. ekonomi
D. budaya
B. URAIAN
1. Sebutkan tiga faktor pendukung perubahan sosial dalam masyarakat !
2. Sebutkan perbedaan perubahan sosial secara evolusi dengan revolusi !
3. Mengapa jumlah penduduk dapat menyebabkan perubahan sosial budaya dalam kehidupan
masyarakat ?
4. Sebutkan tiga ciri terjadinya globalisasi di suatu daerah atau negara !
5. Salah satu dampak positif globalisasi adalah mendorong peningkatan kesejahteraan hidup
masyarakat. Jelaskan maksudnya !
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 54
Sekolah Menengah Pertama
BAB
3 KETERGANTUNGAN ANTARRUANG DAN
PENGARUHNYA TERHADAP KESEJAHTERAAN
Kompetensi Dasar :
MASYARAKAT
3.3. Menganalisis ketergantungan antarruang dilihat dari konsep ekonomi (produksi, distribusi,
konsumsi, harga, pasar) dan pengaruhnya terhadap migrasi penduduk, transportasi,
lembaga sosial dan ekonomi, pekerjaan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.
4.3. Menyajikan hasil analisis tentang ketergantungan antarruang dilihat dari konsep ekonomi
(produksi, distribusi, konsumsi, harga, pasar) dan pengaruhnya terhadap migrasi penduduk,
transportasi, lembaga sosial dan ekonomi, pekerjaan, pendidikan, dan kesejahteraan
masyarakat.
Indikator Pencapaian Kompetensi :
1. Menganalisis ketergantungan antarruang berdasarkan konsep ekonomi (produksi, distribusi,
konsumsi, harga, pasar).
2. Menganalisis pengaruh ketergantungan antarruang terhadap migrasi penduduk, transportasi,
lembaga sosial, ekonomi, pekerjaan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.
3. Menjelaskan strategi pengembangan ekonomi kreatif berdasarkan potensi wilayah untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
4. Menjelaskan strategi pengembangan pusat-pusat keunggulan ekonomi untuk kesejahteraan
masyarakat
5. Memahami berbagai konsep Pasar Bebas (Masyarakat Ekonomi Asia, AFTA, APEC, Uni
Eropa).
6. Menyajikan hasil analisis ketergantungan antar ruang dan pengaruhnya, kegiatan ekonomi
kreatif dalam kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 55
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
Tujuan Pembelajaran :
Setelah mempelajari bab ini, siswa diharapkan mampu
1. Menjelaskan pengertian perdagangan internasional
2. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perdagangan internasional
3. Menjelaskan manfaat perdagangan internasional
4. Menjelaskan hambatan perdagangan internasional
5. Menjelaskan pengertian ekonomi kreatif
6. Menjelaskan subsektor ekonomi kreatif
7. Menganalisis hubungan antara ekonomi kreatif dan industri kreatif
8. Menjelaskan keunggulan di bidang ekonomi
9. Memberikan contoh keunggulan di bidang ekonomi
10. Menjelaskan perdagangan bebas ASEAN
11. Menganalisis hubungan perdagangan internasional dengan migrasi penduduk, transportasi,
dan lembaga sosial/ekonomi
Nilai Karakter Bangsa :
Dengan mempelajari bab ini, diharapkan di dalam diri peserta didik tertanam sikap komunikatif /
bersahabat, ingin tahu, kritis, tanggung jawab, kerjasama, menghargai prestasi, mandiri, belajar aktif,
gemar membaca dan kerja keras.
NILAI Cc5+ :
Creativity : Menggali dan mengembangkan potensi yang ada.
Community : Mengupayakan persaudaraan sejati lintas agama, budaya, tingkat sosial dan suku, serta
mengembangkan wawasan kebangsaan.
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 56
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
Kita ketahui bersama bahwa kebutuhan manusia itu banyak dan beragam, sehingga sifatnya tidak
terbatas, sedangkan benda pemuas kebutuhan bersifat terbatas. Setiap wilayah atau negara juga
memiliki kebutuhan yang beragam dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Namun
kita tahu bahwa setiap wilayah atau negara memiliki letak geografis yang berbeda-beda, sehingga
membuat masing-masing wilayah atau negara mempunyai keterbatasan akan sumber daya yang
dimiliki. Oleh karena itu, masing-masing wilayah atau negara tidak mungkin untuk memenuhi
kebutuhan wilayah atau negaranya sendiri, namun bisa mendatangkan dari wilayah atau negara
lain. Sehingga antarwilayah atau negara akan saling melakukan perdagangan. Pada materi kelas
VIII kalian sudah mempelajari perdagangan antarpulau. Pada kesempatan ini kita akan bersama
mempelajari perdagangan antarnegara yang kita sebut sebagai perdagangan internasional. Untuk
dapat memahami secara lebih rinci dan lebih lengkap apa itu perdagangan internasional ayo kita
bahas lebih lanjut.
A. Perdagangan Internasional
1. Pengertian Perdagangan Internasional
Gambar 3.1 Teori Perdagangan Internasional
Sumber: https://images.app.goo.gl/JwfcNhUQqg3w6ADN6
Perhatikan gambar di atas! Dari gambar kita lihat bahwa perdagangan yang dilakukan tidak
hanya lintas antarpulau, namun sudah lintas benua.
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 57
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
Perdagangan internasional diartikan perdagangan barang dan /atau jasa antarnegara yang dapat
diwakili penduduk atau badan (lembaga) suatu negara dan penduduk atau badan (lembaga) negara
lain berdasarkan kesepakatan atau perjanjian antarnegara yang bersangkutan. Setiap negara yang
terlibat dalam kegiatan perdagangan internasional mengharapkan keuntungan. Perdagangan
internasional berhubungan erat dengan kegiatan ekspor dan impor. Untuk mengetahui lebih jauh
mengenai kegiatan ekspor dan impor, perhatikan gambar di bawah ini!
Gambar 3.2 Ilustrasi kegiatan ekpor
Gambar 3.3 Ilustrasi kegiatan impor
Dari ilustrasi gambar di atas, tentunya kalian bisa mendefinisikan pengertian dari kegiatan
ekspor dan impor. Kegiatan ekspor merupakan kegiatan menjual barang atau jasa ke negara
lain / luar negeri. Negara pelaku ekspor disebut eksportir. Sedangkan kegiatan impor
merupakan kegiatan membeli barang atau jasa dari negara lain / luar negeri. Negara pelaku
impor disebut importir.
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 58
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
Kerjasama antarnegara, bentuknya ada beberapa macam, dapat melihat secara wilayah, juga dapat
berdasarkan dari jumlah negara yang melakukan kerjasama. Secara rinci bisa dapat dilihat dari
gambar berikut ini!
Bentuk-bentuk kerjasama antarnegara :
Dalam perdagangan antarnegara terdapat arus barang keluar dan arus barang masuk. Secara tidak
langsung, dalam perdagangan antarnegara terjadi tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Tukar
menukar barang atau jasa antarnegara tersebut dilakukan dengan perantaraan uang. Jadi dapat
disimpulkan bahwa perdagangan internasional merupakan proses pertukaran barang dan jasa antara
dua negara atau lebih dengan tujuan mendapatkan keuntungan atau laba. Bagaimana dengan
perdagangan dalam negeri sendiri? Apakah perdagangan dalam negeri juga merupakan pertukaran
barang dan jasa? Berdasarkan kegiatan perdagangan internasional dan perdagangan dalam negeri,
sebenarnya kegiatan yang dilakukan sama yaitu pertukaran barang dan jasa. Namun terdapat
beberapa perbedaan antara perdagangan dalam negeri dan perdagangan internasional. Perbedaan
tersebut dapat dilihat dari beberapa aspek berikut ini :
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 59
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
Perbedaan perdagangan dalam negeri dan perdagangan internasional
No Perdagangan Dalam Negeri Perdagangan Internasional
1 Kegiatan dilakukan dalam wilayah satu Kegiatan dilakukan antarnegara
negara
2 Pembeli dan penjual bertemu / Pembeli dan penjual tidak berinteraksi
berinteraksi secara langsung secara langsung
3 Mata uang yang digunakan sama Mata uang yang digunakan berbeda,
sehingga menggunakan alat pembayaran
luar negeri atau devisa
4 Tidak dikenakan bea masuk hanya Dikenakan bea masuk
retribusi
5 Biaya angkut lebih murah Biaya angkut lebih mahal
6 Kualitas barang bisa bervariasi Kualitas barang harus sesuai dengan
standar internasional
7 Peraturan perundang-undangan Peraturan perundang-undangan berbeda /
menggunakan hukum nasional menggunakan hukum internasional
2. Faktor pendorong terjadinya perdagangan internasional
Perdagangan Internasional muncul karena ada perbedaan kemampuan masing-masing negara
dalam menghasilkan barang atau jasa.
Hal tersebut berlatar belakang dari teori ahli ekonomi yaitu:
1. Adam Smith mengemukakan teori yang disebut Theory of Absolute Advantage (teori
keunggulan mutlak).
Menurut teori ini suatu negara disebut memiliki keunggulan mutlak dibandingkan negara
lain apabila negara tersebut dapat memproduksi barang atau jasa yang tidak dapat diproduksi
negara lain. Hal tersebut dilihat dari sumber daya alam yang dimiliki oleh suatu negara.
Masing-masing negara mempunyai sumber daya alam yang berbeda-beda. Sehingga negara
yang tidak bisa memproduksi barang karena adanya keterbatasan sumber daya alam yang
dimiliki, maka untuk memenuhi kebutuhan negara tersebut, harus membeli dari negara lain
yang dapat memproduksi barang yang dibutuhkan negara tersebut.
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 60
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
Misalnya Indonesia memproduksi gas alam cair. Jepang tidak mempunyai sumber gas alam,
tetapi mampu memproduksi mobil. Dengan demikian, terjadilah perdagangan barang antara
Indonesia dan Jepang.
2. David Ricardo mengajukan teori tentang perdagangan internasional yang disebut Theory of
Comparative Advantage (Teori Keunggulan Komparatif).
Menurut David Ricardo keunggulan komparatif dimiliki suatu negara apabila negara tersebut
dapat memproduksi suatu barang atau jasa dengan efisien dan lebih murah dibandingkan
negara lain. Jadi David Ricardo melihat dari sisi biaya yang dikeluarkan negara tersebut dalam
menghasilkan suatu barang.
Berdasarkan dua teori tersebut, maka munculah perdagangan internasional. Berikut faktor-
faktor yang mendorong terjadinya perdagangan internasional:
1. Keinginan memenuhi kebutuhan dalam negeri
2. Perbedaan sumber daya alam
3. Perbedaan kualitas sumber daya manusia
4. Perbedaan ilmu pengetahuan dan teknologi
5. Perbedaan budaya
6. Perbedaan biaya produksi
7. Perbedaan selera
8. Kesamaan selera
9. Keinginan memperluas jangkauan pasar
10. Kemajuan pada era globalisasi
3. Manfaat dan Hambatan Perdagangan Internasional
a. Manfaat Perdagangan Internasional
Dalam perdagangan internasional tiap negara yang terlibat akan merasakan manfaatnya.
Berikut manfaat yang dapat diperoleh negara yang melaksanakan perdagangan internasional
antara lain sebagai berikut :
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 61
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
1) Memenuhi kebutuhan barang atau jasa dalam negeri
2) Menciptakan spesifikasi produk khas yang dihasilkan
3) Meningkatkan hasil produksi dalam negeri
4) Membuka kesempatan kerja
5) Meningkatkan pendapatan negara dari devisa
6) Mendorong pertumbuhan ekonomi
7) Memperluas daerah pemasaran
8) Mendorong kemajuan IPTEK
9) Meningkatkan hubungan persahabatan antar negara
10) Meningkatkan kualitas konsumsi rumah masyarakat
b. Hambatan Perdagangan Internasional
HAMBATAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL
1 Perbedaan nilai mata uang
2 Pemberlakuan kebijakan ekspor dan impor di tiap-tiap negara
3 Pembayaran antar negara sulit dilakukan dan berisiko besar
4 Terjadinya peperangan yang menyebabkan ekonomi negara lesu
5 Kebijakan lembaga ekonomi internasional yang menguntungkan negara anggota
6 Proses pengiriman barang atau jasa yang membutuhkan waktu relatif lama
7 Pengenaan bea masuk yang tinggi
4. Kebijakan Pemerintah dalam bidang Ekspor
Dalam rangka untuk pengembangan ekspor pemerintah dapat menerapkan kebijakan-kebijakan
sebagai berikut :
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 61
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
a. Subsidi Ekspor : yaitu pemberian bantuan untuk meningkatkan ekspor dengan pembelian
kredit kepada eksportir, menurunkan pajak, dan penyederhanaan prosedur.
b. Politik Dumping : yaitu kebijakan pemerintah dalam menjual barang yang sama di luar
negeri dengan harga lebih murah dibandingkan dengan harga di dalam negeri.
c. Pembatasan Ekspor / Restriksi Ekspor : yaitu pembatasan ekspor untuk barang-barang
tertentu dengan tujuan untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri.
d. Devaluasi : yaitu kebijakan pemerintah untuk menurunkan nilai mata uang dalam negeri
terhadap mata uang asing dengan tujuan untuk melindungi industri dalam negeri dan
meningkatkan ekspor.
5. Kebijakan Pemerintah dalam Bidang Impor
Kebijakan dalam impor yang dilakukan oleh suatu negara berupa :
1. Tarif Impor : yaitu mengenakan tarif impor yang tinggi terhadap barang-barang tertentu
untuk mengurangi masuknya barang-barang tersebut ke dalam negeri
2. Larangan Impor / Embargo : yaitu kebijakan yang dilakukan dengan cara melarang
barang-barang tertentu untuk diimpor terutama produk tertentu yang juga diproduksi
dalam negeri yang memiliki daya saing lemah.
3. Pembatasan Impor / Kuota Impor : yaitu kebijakan pemerintah dengan membatasi
masuknya barang-barang tertentu ke dalam negeri, dengan tujuan melindungi produksi
dalam negeri dan mendorong perluasan produksi.
6. Dampak Perdagangan Internasional
Perdagangan Internasional yang dilakukan oleh negara-negara di dunia akan memberikan
dampak positif bagi negara yang bersangkutan. Dampak positif perdagangan internasional
antara lain :
1. mendorong kegiatan produksi,
2. menambah devisa negara
3. meningkatkan pertumbuhan ekonomi,
4. memperluas lapangan kerja, dan
5. majunya lembaga keuangan.
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 62
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
Selain berdampak positif, perdangangan internasional juga berdampak negatif. Dampak
negatifnya meliputi :
1. industri yang tidak bersaing akan hancur
2. menghambat pertumbuhan ekonomi menimbulkan banyak pengangguran
7. Alat Pembayaran Antar Negara
Perdagangan internasional melibatkan dua negara atau bahkan lebih. Negara-negara yang
terlibat dalam kegiatan tersebut mengakui jenis mata uang yang berbeda-beda. Oleh karena itu,
diperlukan suatu alat pembayaran yang dapat diterima oleh semua pihak. Alat pembayaran luar
negeri yang digunakan dalam perdagangan internasional sering disebut sebagai devisa. Apakah
devisa itu? Untuk memahami apa itu devisa, kalian pelajari uraian berikut ini :
a. Pengertian devisa
Orang Indonesia yang membeli barang atau jasa dari luar negeri, pembayarannya tidak dapat
dilakukan dengan menggunakan uang rupiah, namun menggunakan jenis mata uang negara
tersebut. Misalnya, apabila transaksi dilakukan dengan Amerika Serikat, maka
pembayarannya harus menggunakan US$. Dengan demikian barang atau jasa yang diimpor
harus dibayar dengan menggunakan mata uang negara yang bersangkutan atau alat
pembayaran lain yang dapat diterima secara internasional. Alat pembayaran internasional
inilah yang disebut sebagai devisa. Devisa berfungsi sebagai alat pembayaran dalam
perdagangan internasional.
b. Jenis-jenis Devisa :
○ Devisa umum : merupakan devisa yang diperoleh suatu negara tanpa kewajiban untuk
mengembalikannya.
○ Devisa kredit : merupakan devisa yang diperoleh suatu negara, namun punya kewajiban
untuk mengembalikannya, yaitu hasil pinjaman luar negeri / utang luar negeri.
c. Sumber Penerimaan Devisa
Devisa sangat dibutuhkan oleh setiap negara untuk melaksanakan transaksi internasional.
Banyak sumber penerimaan devisa yang perlu digali oleh setiap negara.
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 63
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
Sumber-sumber penerimaan devisa, antara lain sebagai berikut :
1. Ekspor barang
2. Ekspor jasa
3. Pariwisata
4. Investasi ke Luar Negeri
5. Pinjaman Luar Negeri
6. Hadiah atau hibah
d. Penggunaan devisa
Indonesia selalu berusaha mendapatkan devisa sebanyak-banyaknya. Hal tersebut ditujukan
untuk membiayai berbagai pengeluaran yang berhubungan dengan negara lain. Secara lebih
rinci, penggunaan devisa meliputi hal-hal berikut :
1) Membayar impor barang dan jasa
2) Membayar cicilan utang dan bunga pinjaman luar negeri
3) Membayar keuntungan atas modal asing yang ditanamkan di negara kita
4) Membiayai kegiatan warga negaranya di luar negeri, seperti kegiatan di kedutaan luar
negeri, biaya studi lanjut mahasiswa di luar negeri dan kunjungan pejabat ke luar
negeri.
8. Upaya Menghadapi Persaingan dalam Perdagangan Internasional
Dalam perdagangan internasional, tentunya harus berani bersaing di pasaran internasional.
Berikut upaya dalam menghadapi persaingan dalam perdagangan internasional :
1) Mengamati pasar dan mengenali pesaing
2) Menciptakan produk yang berbeda
3) Menonjolkan keunggulan produk
4) Mempelajari kelebihan dan kelemahan pesaing
5) Menawarkan harga yang bersaing
6) Mempromosikan produk
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 64
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 65
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
B. Mengembangkan Ekonomi Kreatif Berdasarkan Potensi Wilayah untuk
Meningkatkan Kesejahteraan
1. Konsep Ekonomi Kreatif
Gambar 3.4 : Kue Donat yang unik dan menarik
Sumber : SMP Santo Yosef Lahat
Perhatikan gambar 3.4 di atas, dari gambar tersebut kita bisa melihat adanya keunikan. Biasanya,
donat yang kita kenal itu bulat, berlubang tengahnya, di atasnya bertoping coklat, gula halus dan
sebagainya. Namun donat di gambar tersebut bervariasi bentuknya, ada yang bentuk kerucut, bola,
dan tabung. Hiasan topingnya pun berbeda, ada motifnya batik. Kemudian, biasanya donat tidak ada
isinya, tapi donat di atas ada yang berisi kelapa dan gula jawa. Aneh kedengarannya, tapi itu adalah
nyata. Kalau kita mendengar kata kreatif, tentunya yang terlintas dalam benak kita adalah, sesuatu
yang unik, dan berbeda dari yang lain. Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan
sesuatu yang baru, baik itu berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan yang
ada sebelumnya (Supriadi, 2001:7).
Dalam setiap kegiatan ekonomi diperlukan suatu gagasan atau pemikiran yang kreatif yang dapat
membantu menentukan alternatif tindakan. Bagaimana peran kreativitas terhadap perekonomian di
Indonesia?
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 66
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
Gagasan yang kreatif sangat diperlukan dalam kehidupan ekonomi suatu negara. Karena dari
gagasan tersebut para pelaku ekonomi muncul suatu ide yang inovatif yang akhirnya dapat
menjadi pendorong dalam meningkatkan kegiatan ekonomi. Munculnya gagasan-gagasan yang
kreatif diharapkan menimbulkan kemampuan melakukan kegiatan ekonomi.
Gambar 3.5 : Solo Batik Carnival
Sumber : https://images.app.goo.gl/kLpJ4nhbwiLM6WC7A
Konsep ekonomi kreatif adalah konsep pada era ekonomi baru yang mengintensifkan
pemanfaatan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan stock of knowledge dari
SDM sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya menghasilkan produk dan karya
kreatif. Ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep ekonomi yang berkembang berdasarkan aset
kreatif yang berpotensi menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Jadi, pada
dasarnya, konsep ekonomi kreatif ini lebih mengedepankan kreativitas, ide, dan pengetahuan
manusia sebagai aset utama dalam menggerakkan ekonomi di suatu negara dan akhirnya bisa
mendunia. Pemerintah mengidentifikasi lingkup industri kreatif mencakup 14 subsektor yang
meliputi :
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 67
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
a. Periklanan (advertising) Gambar 3. 6 : Pemasaran vs periklanan
Kegiatan ini berhubungan dengan jasa
periklanan, yaitu komunikasi satu arah Sumber : https://images.app.goo.gl/vSXqqrG8GyQUQ4qN9
dengan menggunakan media tertentu
baik cetak, surat kabar, elektronik
maupun penyebaran pamflet,
selebaran, edaran, brosur dan media
reklame sejenisnya.
b. Arsitektur
Gambar 3.7: Desain arsitektur Kegiatan ini berhubungan desain
Sumber : https://imaees.app.eoo.el/8GaTM8HG2nCXVW7d7 bangunan secara menyeluruh, baik
dari level makro yang meliputi
perencanaan perkotaan sampai level
mikro yakni desain bangunan, perabot
dan desain produk.
c. Pasar Seni Gambar 3.8 : Pasar Ubud di Bali
Kegiatan ini berhubungan Sumber: https://imaees.app.eoo.el/Wtl cwAufG8TziOop9
dengan perdagangan barang-
barang asli, unik, langka, dan
memiliki nilai seni dan sejarah
yang tinggi. Meliputi : barang-
barang musik, percetakan,
kerajinan, automobil dan film.
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 68
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
d. Kerajinan (craft)
Kegiatan ini berhubungan dengan
kreasi, produksi dan distribusi produk
yang dibuat atau dihasilkan oleh tenaga
pengrajin yang berawal dari desain
awal sampai penyelesaian produk.
Gambar 3.9 : Kerajinan tas dari batok
Sumber : https://images.app.goo.gl/Gr6Bg6B7CLkXfAK5A
e. Desain
Kegiatan ini berhubungan dengan
kreasi, desain grafis, desain
interior, desain produk industri,
konsultasi identitas perusahaan dan
jasa riset pemasaran serta produksi Gambar 3. 10 : Desain Interior kayu
kemasan dan jasa pengepakan. Sumber : https://images.app.goo.gl/Eu89JhdvoV4m4oh2A
f. Fashion
Fashion merupakan kegiatan yang
berhubungan dengan kreasi desain
pakain, desain alas kaki, dan desain
aksesoris mode lainnya.
Gambar 3. 11 : Fashion batik Solo 69
Sumber : https://images.app.goo.gl/ES1HTN6Vz1sDtvkq7
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
g. Video, Film dan Fotografi Gambar 3.12 : Film Animasi Spongebob
Kegiatan ini berkaitan dengan kreasi Sumber : https://images.app.goo.gl/61VNw8hxWRNyeSC16
produk video, film dan jasa,
fotografi, serta distribusi rekaman
video dan film. Termasuk di
dalamnya penulisan skrip, dubbing
film, sinematografi, sinetron dan
eksibisi atau festival film.
h. Permainan Interaktif / game
Kegiatan ini berkaitan dengan kreasi,
produksi dan distribusi permainan
komputer dan video yang bersifat
hiburan, ketangkasan dan edukasi,
Subsektor permainan interaktif bukan
didominasi sebagai hiburan semata-
mata tetapi juga sebagai alat bantu Gambar 3.13 : Game Minekraft
pembelajaran atau edukasi. Sumber : https://images.app.goo.gl/YJfnHP8M9fnnMQFY6
h. Musik Subsektor ekonomi kreatif musik
Gambar 3.14 : Industri Kreatif dan Sekolah Musik ini merupakan kegiatan yang
Sumber : https://images.app.goo.gl/bSr5vjZEe2gnFEev8
berhubungan dengan kreasi atau
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX
komposisi, pertunjukkan,
reproduksi dan distribusi dari
rekaman suara
70
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
j. Seni Pertunjukan (showbiz) Gambar 3.15 : Produk dan industri kreatif di DIY Sumber :
Kegiatan ini berkaitan dengan https://images.app.goo.gl/C6J75ZGbH5vQv3Ju9
usaha pengembangan konten,
produksi pertunjukan. Misalnya
pertunjukan wayang, balet, tarian
tradisional, musik teater, opera,
termasuk musik etnik desa dan
pembuatan busana pertunjukkan,
tata panggung dan tata
pencahayaan.
k. Penerbitan dan Percetakan Kegiatan ini berkaitan dengan penulisan
konten dan penerbitan buku, jurnal, koran,
Gambar 3.16 : Produk dan industri kreatif di DIY Sumber : majalah, tabloid, dan konten digital serta
https://images.app.goo.gl/YxxRzDr44exQQvm5A kegiatan kantor berita. Subsektor ini juga
mencakup penerbitan perangko, materai,
uang kertas, blanko cek, giro, surat andil,
obligasi, saham dan surat berharga lainnya.,
paspor, tiket pesawat terbang, dan terbitan
khusus lainnya. Juga mencakup penerbitan
foto-foto, grafir (engraving) dan kartu pos,
formulir, poster, reproduksi, percetakan
lukisan, dan barang cetakan lainnya yang
termasuk mikro rekaman film.
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 71
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
l. Layanan Komputer dan Piranti Lunak Gambar 3.17 : Industri kreatif bidang digital
(software) Sumber : https://images.app.goo.gl/qPhLNwVKAmqi2dkQ7
Kegiatan ini berhubungan dengan
pengembangan teknologi informasi,
termasuk layanan jasa komputer,
pengolahan data, pengembangan
data base,
pengembangan piranti lunak,
integrasi sistem, desain dan analisis
sistem desain arsitektur piranti lunak,
desain prasarana piranti lunak dan
piranti keras serta desain portal
termasuk perawatannya.
m. Televisi dan radio (broadcasting)
Kegiatan ini berhubungan dengan
pengembangnan usaha kreasi, produksi
dan pengemasan acara televisi (seperti
games, kuis, reality show, infotainment
dan lainnya), penyiaran dan transmisi
konten acara televisi dan radio,
termasuk kegiatan relay station
(pemancar) siaran radio dan televisi)
Gambar 3.18 : Televisi dan Radio
Sumber : https://images.app.goo.gl/nur716WHJS1yMViq9
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 72
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
n. Riset dan Pengembangan
Kegiatan ini berhubungan dengan usaha inovatif
yang menawarkan penemuan ilmu dan teknologi,
serta mengambil manfaat terapan dari ilmu dan
teknologi tersebut guna perbaikan produk dan
kreasi produk baru yang dapat memenuhi
kebutuhan pasar. Termasuk yang berkaitan Gambar 3.19 : Riset dan Pengembangan
dengan humaniora, seperti penelitian dan Industri terus di doronng
pengembangan bahasa, sastra dan seni serta jasa Sumber :
konsultasi bisnis dan manajemen. https://images.app.goo.gl/6pcrsCddm4tCjeW39
Dari uraian tentang subsektor andalan ekonomi kreatif di atas menunjukkan bahwa pemerintah
menginginkan ekonomi kreatif sebagai salah satu tulang punggung ekonomi nasional. Hal tersebut
dengan pertimbangan sebagai berikut:
1) Ekonomi kreatif telah menunjukkan potensi signifikan terhadap penciptaan dan penyerapan
tenaga kerja serta pertumbuhan ekonomi.
2) Beberapa jenis modal (capital) yang dimiliki oleh individu sebagai warga negara yang dapat
menjadikan seseorang atau masyarakat bertahan dan berkembang dalam menghadapi
kehidupan yang kompetitif .
Di era globalisasi, di mana antara negara di dunia tanpa memiliki batas jarak dan waktu maka
dunia menjadi tempat yang sangat dinamis dan kompleks, sehingga kreativitas dan pengetahuan
menjadi suatu aset yang tidak ternilai dalam kompetisi dan pengembangan ekonomi. Ekonomi
kreatif di era globalisasi ini, telah menarik minat dari berbagai negara untuk mengembangkan
ekonomi, termasuk Indonesia. Hasil ekonomi kreatif dari berbagai daerah di Indonesia mampu
mendongkrak kegiatan ekonomi lokal dan diharapkan mampu menembus pasar internasional.
Kegiatan kreatif yang secara rutin diselenggarakan daerah di Indonesia antara lain sebagai berikut:
1. Bandung : Helarfest, Braga Festival
2. Jakarta : Festival Kota Tua, PRJ, Jak Jazz, Jiffest
3. Solo : Solo Batik Carnival, Pasar Windu Jenar
4. Yogyakarta : Festival Kesenian Yogyakarta, Pasar Malam Sekaten, Biennale
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 73
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
5. Jember : Jember Fashion Carnaval
6. Bali : Bali Fashion Week, Bali Art Festival, Bali Sanur Festival
7. Lampung : Way Kambas Festival
8. Palembang : Festival Musi
2. Upaya Meningkatkan Ekonomi Kreatif
Sistem ekonomi di Indonesia diatur dalam UUD 1945 pasal 33 ayat :
1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan
2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang
banyak dikuasai oleh negara dan
3) Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan
dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Berdasarkan bunyi dari tiga pasal tersebut pemerintah sangat berperan menunjang sistem ekonomi
yang berbasis pada kegiatan ekonomi kerakyatan. Untuk mengembangkan ekonomi kreatif,
pemerintah memiliki strategi dengan melaksanakan pembangunan secara terintegrasi antara
masyarakat, swasta dan pemerintah. Beberapa strategi tersebut antara lain sebagai berikut :
1) Menyiapkan insentif untuk memacu pertumbuhan industri kreatif berbasis budaya.
Insentif tersebut meliputi perlindungan produk budaya, kemudahan memperoleh dana
pengembangan, fasilitas pemasaran dan promosi.
2) Membuat Roadmap industri kreatif yang melibatkan berbagai lembaga pemerintah dan
kalangan swasta.
3) Membuat program komprehensif untuk menggerakkan industri kreatif melalui
pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, desain, mutu dan pengembangan pasar
4) Memberikan perlindungan hukum dan insentif bagi karya industri kreatif.
5) Membentuk Indonesia Creative Council yang menjadi jembatan untuk menyediakan
fasilitas bagi para pelaku industri kreatif.
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 74
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
Kementerian perdagangan melakukan upaya pengembangan ekonomi kreatif untuk mewujudkan
strategi pemerintah dengan langkah sebagai berikut:
a. Pengembangan database ekonomi kreatif Indonesia yang didukung dengan teknologi
informasi.
b. Peningkatan penggunaan teknologi melalui program kemitraan.
c. Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI)
d. Festival Ekonomi Kreatif
e. Wahana kreatif
f. Peningkatan jangkauan dan efektivitas pemasaran
g. Riset ekonomi kreatif dan fasilitas pemberian insentife yang mendukung inovasi.
h. Fasilitas kegiatan yang mendorong lahirnya insan kreatif dan entrepreneur kreatif baru untuk
merangsang kreatif baru, untuk merangsang terciptanya insan kreatif dan entrepreneur baru
Indonesia.
i. Penciptaan identitas lokal daerah tingkat I dan II serta identitas nasional.
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 75
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
C. MEMANFAATKAN PERSAINGAN SEBAGAI PELUANG UNTUK MERAIH EKONOMI
BANGSA
Pada bagian subbab A, penjelasan mengenai perdagangan internasional, bahwa latar belakang
terjadinya perdagangan internasional karena adanya faktor keunggulan mutlak dan keunggulan
komparatif, teori dari Adam Smith dan David Ricardo. Berdasarkan penjelasan tentang keunggulan
komparatif dan keunggulan mutlak maka Indonesia tentu memiliki produk unggulan sebagai
komoditas ekspor yang dapat dijadikan sumber penerimaan devisa bagi negara. Komoditas unggulan
yang dapat memberikan kontribusi bagi pasaran dunia antara lain minyak sawit, karet kopi robusta,
beras, kakao cengkeh, rempah-rempah, timah, batubara, emas, tembaga, nikel, bauksit, bijih besi,
tekstil , kertas dan pulp. Komoditi unggulan tersebut merupakan hasil pertanian dan perkebunan,
hasil tambang dan hasil industri dapat dilihat pada gambar 3.20. Selain komoditi unggulan pemasok
pasaran dunia, komoditas tersebut juga merupakan produk unggulan untuk ekspor di wilayah
ASEAN.
Gambar 3.20 : Rempah-rempah komoditas ekspor unggulan Gambar 3.20 : Komoditas Ekspor, memulihkan pamor kakao Sul
Sumber: https://images.app.goo.gl/BkKEqWpcifuTFRRr9 Sel. Sumber: https://images.app.goo.gl/q86BjrGFBCwMXYnU9
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 76
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
Keikutsertaan Indonesia dalam perdagangan internasional dapat memberikan manfaat bagi
pertumbuhan perekonomian Indonesia. Tantangan yang dihadapi dalam perdagangan internasional
dalam era perdagangan bebas akan berdampak kurang menguntungkan, antara lain eksploitasi
ekonomi dan pudarnya identitas kebudayaan dan ancaman fisik lingkungan. Eksploitasi sumber
daya alam berdampak pada kerusakan lingkungan hidup. Perdagangan bebas juga bisa membuka
akses meluasnya budaya barat dalam berbagai kehidupan masyarakat Indonesia. Peluang yang dapat
dilakukan dalam era perdagangan bebas yaitu dengan mengandalkan kekayaan sumber daya alam
dan melimpahnya tenaga kerja yang dimiliki untuk menghasilkan produk yang mampu bersaing di
pasar internasional dengan biaya produksi murah.
AKTIVITAS KELOMPOK
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 77
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
D. Pengembangan Pusat-Pusat Keunggulan Ekonomi Untuk Kesejahteraan Masyarakat
Indonesia yang merupakan negara kepulauan, dan kaya akan sumber daya alam, menjadikan
Indonesia mempunyai banyak keunggulan dalam bidang ekonomi. Keunggulan ekonomi yang
dimiliki oleh Indonesia dapat menjadi potensi dan peluang bagi kesejahteraan masyarakat
Indonesia. Untuk mengetahui apa saja keunggulan ekonomi yang dimiliki Indonesia serta
pengaruhnya bagi kesejahteraan masyarakat, ayo kita ikuti pembahasannya lebih lanjut.
1. Pusat-pusat Keunggulan Ekonomi
Berikut adalah contoh pusat keunggulan ekonomi yang ada di Indonesia :
a. PT Freeport Indonesia
Gambar 3.21 : Tambang Emas Freeport
Sumber: https://images.app.goo.gl/Lxj779NEWghRxk1q8
PT Freeport adalah sebuah perusahaan afiliasi atau anak perusahaan dari Freeport-
McMoRan Copper & Gold Inc. PT Freeport Indonesia yang menambang, memproses dan
melakukan eksplorasi terhadap bijih yang mengandung tembaga, emas dan perak. Beroperasi
di daerah dataran tinggi daerah Mimika, Provinsi Papua Indonesia. Freeport Indonesia
memasarkan konsentrat yang mengandung tembaga, emas, dan perak ke seluruh penjuru
dunia.
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 78
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
b. Perusahaan Tambang Minyak Negara (PTMN)
Gambar 3.21 : Perusahaan Kilang Minyak
Sumber: https://images.app.goo.gl/HtVxgyy6ysKES4ZL6
Penguasaan atas bumi, air dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya adalah
milik negara, dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Ada beberapa perusahaan di Indonesia yang berhubungan dengan operasi kilang minyak.
Perusahaan tersebut dapat dikategorikan sebagai salah satu pusat keunggulan ekonomi negara
kita. Beberapa contoh kilang minyak di Indonesia sebagai berikut :
1) Kilang Pangkalan Brandan di Sumatera Utara
2) Kilang Dumai/ Sei Pakning di Riau
3) Kilang Cilacap di Jawa Tengah
4) Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur
5) Kilang Kasim di Papua
6) Kilang Balongan di Indramayu Jawa Barat
7) Kilang Cepu di Blora Jawa Tengah
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 79
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
c. Batik Indonesia
Gambar 3.22 : Filosofi batik dan keberagaman budaya Indonesia
Sumber: https://images.app.goo.gl/kc2fEdxpV8EyJK919
Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari
budaya Indonesia, yang dikembangkan sejak dulu. Beberapa wilayah di Indonesia
menghasilkan kain batik berdasarkan ciri khas dari masing-masing kebudayaan daerah
tersebut. Oleh karena itu batik merupakan salah satu hasil ekonomi kreatif yang
merupakan salah satu dari keunggulan ekonomi yang dimiliki Indonesia.
J
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 80
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 81
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
2. Pengaruh Pusat-pusat Keunggulan Ekonomi
Pusat keunggulan ekonomi di Indonesia berpengaruh besar dalam berbagai bidang kehidupan.
Pengaruh yang ditimbulkan antara lain :
a. Migrasi Penduduk
Adanya perbedaan karakteristik ruang dan sumber daya yang dimiliki pada berbagai negara
sehingga setiap negara memiliki keunggulan ekonomi yang dapat mendorong terjadinya
mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk merupakan perpindahan penduduk dari satu tempat
ke tempat lainnya. Mereka melakukan mobilitas untuk memperoleh sesuatu yang tidak
tersedia di daerah asalnya. Mobilitas penduduk ada yang bersifat sementara dan ada pula yang
bersifat permanen. Mobilitas penduduk yang sifatnya sementara dibedakan menjadi komutasi
dan sirkulasi. Mobilitas yang tetap atau permanen disebut migrasi.
Migrasi penduduk dapat dibedakan menjadi :
1) Migrasi Internal
Migrasi internal merupakan perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lainnya
dalam wilayah satu negara. Migrasi Internal meliputi :
⮚ Transmigrasi : perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya ke daerah
yang jarang penduduknya, bisa antar provinsi, bisa antar pulau.
⮚ Urbanisasi : perpindahan penduduk dari desa ke kota.
⮚ Ruralisasi : perpindahan penduduk dari kota ke desa.
2) Migrasi Internasional
Migrasi internasional merupakan perpindahan penduduk dari satu negara ke negara lain.
Migrasi Internasional meliputi :
⮚ Imigrasi : masuknya penduduk yang berasal dari suatu negara.
⮚ Remigrasi : kembalinya penduduk suatu negara dari negara lain ke negaranya.
⮚ Emigrasi : perpindahan penduduk dari negara ke negara lainnya.
Penduduk akan melakukan perpindahan ke wilayah yang mendekati pusat keunggulan
ekonomi tersebut.
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 82
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
c. Transportasi
Dalam kegiatan transportasi, keberadaan pusat keunggulan ekonomi juga membawa
pengaruh besar. Mobilitas penduduk dalam suatu negara tidak dapat dilakukan tanpa
adanya sarana dan prasarana transportasi yang memadai. Untuk mendukung mobilitas
penduduk antar negara pemerintah membangun sarana jalan, bandara, pelabuhan, kapal laut
dan pesawat. Dengan tersedianya sarana tersebut, interaksi sosial, budaya, ekonomi antar
penduduk negara di dunia dapat berjalan dengan baik.
c. Lembaga Sosial Ekonomi
Di era globalisasi sekarang ini, bangsa Indonesia sedang mengalami sebuah perubahan
ruang besar di berbagai sektor. Ini dibuktikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang begitu cepat. Dengan kemajuan teknologi dan informasi seperti televisi,
komputer, internet, media cetak dan elektronik mengakibatkan masyarakat Indonesia dapat
dengan mudah mengakses informasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Keberadaan pusat keunggulan ekonomi juga berkaitan dengan bermunculannya lembaga
sosial ekonomi.
d. Pendidikan
Globalisasi dalam bidang ekonomi akan mempengaruhi pendidikan penduduk suatu negara.
Pendidikan merupakan bagian terpenting dari pembangunan nasional. Sumber daya
manusia yang berpendidikan akan menjadi modal utama pembangunan nasional terutama
untuk perkembangan ekonomi. Setiap negara berusaha meningkatkan kualitas pendidikan
agar menghasilkan sumber daya manusia yang kreatif, inovatif dan mampu bersaing di
tingkat internasional. Keunggulan pusat-pusat ekonomi membutuhkan tenaga-tenaga ahli
dan terampil.
e. Pekerjaan
Dengan tumbuhnya pusat-pusat keunggulan ekonomi maka berdampak bertambahnya
produksi barang dalam negeri meningkat apabila pusat keunggulan tersebut mampu
menarik minat pasar luar negeri. Kenaikan jumlah produksi tersebut berakibat pada
bertambahnya kebutuhan tenaga kerja, sehingga akan memperluas lapangan kerja.
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 83
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
E. Pasar Bebas
Pasar bebas atau perdagangan bebas adalah suatu proses perdagangan yang terjadi jika barang suatu
negara bebas masuk ke negara lain tanpa hambatan, tanpa bea masuk, tanpa bea impor, tanpa
pembatasan dan tanpa larangan. Hali ini berlaku timbal balik. Di masa sekarang ini banyak organisasi
dalam kaitannya dengan perdagangan atau pasar bebas. Berikut ini, macam organisasi ekonomi dalam
rangka perdagangan bebas, yaitu sebagai berikut :
1. Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA
MEA merupakan bentuk integrasi ekonomi ASEAN, di mana semua negara-negara yang berada di
kawasan Asia Tenggara, menerapkan sistem perdagangan bebas. ASEAN Economic Community
yang dibentuk dengan misi menjadikan perekonomian di ASEAN menjadi lebih baik serta mampu
bersaing dengan negara-negara yang perekonomiannya lebih maju dibandingkan dengan kondisi
negara ASEAN saat ini. Selain itu dengan terwujudnya ASEAN community, dapat menjadikan
posisi ASEAN menjadi lebih strategis di kancah internasional, sehingga terjadi suatu dialog antar
sektor yang dimana nantinya juga saling melengkapi di antara para stakeholder sektor ekonomi di
negara-negara ASEAN. Anggota MEA meliputi negara-negara anggota ASEAN.
Tujuan MEA :
1) MEA akan dijadikan sebagai kawasan yang memiliki perkembangan ekonomi yang merata,
dengan memprioritaskan pada Usaha Kecil Menengah (UKM). Kemampuan daya saing dan
dinamisme UKM akan ditingkatkan dengan memfasilitasi akses mereka terhadap informasi
terkini, kondisi pasar, pengembangan sumber daya manusia dalam hal peningkatan
kemampuan, keuangan, serta teknologi.
2) MEA akan dibentuk sebagai kawasan ekonomi dengan tingkat kompetisi yang tinggi, yang
memerlukan suatu kebijakan yang meliputi competition policy, consumer protection,
intellectual Property Right (IPR), taxation, dan E-Commerce. Dengan demikian dapat tercipta
iklim persaingan yang adil terdapat perlindungan berupa sistem jaringan dari agen-agen
perlindungan konsumen, mencegah terjadinya pelanggaran hak cipta, menciptakan jaringan
transportasi yang efisien, aman, dan terintegrasi, menghilangkan system Double Taxation, dan
meningkatkan perdagangan dengan media elektronik berbasis online.
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 84
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
3) MEA sebagai pasar tunggal dan basis produksi internasional (single market and
international production base) dengan elemen aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga
kerja terdidik dan aliran modal yang lebih bebas.
4) MEA akan diintegrasikan secara penuh terhadap perekonomian global. Dengan
membangun sebuah sistem untuk meningkatkan koordinasi terhadap negara-negara
anggota. Selain itu, akan ditingkatkan partisipasi negara-negara di kawasan Asia
Tenggara pada jaringan pasokan global melalui pengembangan paket bantuan teknis
kepada negara-negara anggota ASEAN yang kurang berkembang. Hal tersebut dilakukan
untuk meningkatkan partisipasi mereka pada skala regional namun juga memunculkan
inisiatif untuk terintegrasi secara global.
2. Asean Free Trade Area (AFTA)
AFTA merupakan kawasan perdagangan bebas untuk negara-negara yang tergabung dalam
kelompok negara ASEAN.
Tujuan AFTA :
a. Menjadikan kawasan ASEAN sebagai tempat produksi yang kompetitif sehingga produk
ASEAN memiliki daya saing kuat di pasar global.
b. Menarik lebih banyak Foreign Direct Investment (FDI)
c. Meningkatkan perdagangan antar negara anggota ASEAN ( intra - ASEAN - Trade)
3. Asia Pasific Economy (APEC)
APEC merupakan forum kerjasama negara-negara yang berada di kawasan Asia dan Pasifik
Tujuan AFTA :
a. Meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Pasifik dan
meningkatkan kerjasama ekonomi melalui peningkatan volume perdagangan dan investasi.
b. Memperjuangkan kepentingan ekonomi di kawasan Asia Pasifik.
c. Tempat usaha negara maju untuk membantu negara berkembang.
d. Meningkatkan perdagangan dan investasi antaranggota.
e. Menjalankan kebijakan ekonomi secara sehat dengan tingkat inflasi rendah.
f. Mengurangi dan mengatasi sengketa ekonomi perdagangan
4. Uni Eropa (Masyarakat Ekonomi Eropa / MEE)
85
Yayasan TarMakEaEnitma IelmruupPaeknagnetaohrugaannSisoassiailkKaewlaassIaXn di benua eropa yang bertujuan menyatukan ekonomi
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
2) Memajukan perdagangan dan menjamin adanya persaingan bebas serta keseimbangan
perdagangan antarnegara anggota.
3) Menghapuskan semua rintangan yang menghambat lajunya perdagngan internasional.
4) Meluaskan hubungan dengan negara-negara selain anggota MEE.
5. World Trade Organization (WTO)
WTO merupakan organisasi perdagangan dunia yang mengatur masalah perdagangan antarnegara.
Tujuan WTO :
1) Meningkatkan kesejahteraan negara-negara anggota melalui perdagangan bebas.
2) Membantu produsen barang dan jasa serta eksportir dan importir dalam kegiatan
perdagangan
3) Mendorong lebih terbukanya perdagangan dunia
4) Menciptakan rangkaian aturan dan prinsip guna mengatur perdagangan internasional
5) Menyusun kewajiban anggotanya untuk menjamin berjalannya sistem internasional, non
diskriminatif
6) Menyediakan forum untuk membicarakan isu-isu perdagangan internasional.
7) Menyediakan mekanisme penyelesaian perdagangan internasional.
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 86
Ketergantungan Antarruang Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat
RANGKUMAN
Perdagangan internasional merupakan perdagangan barang dan/atau jasa antarnegara
yang dapat diwakili penduduk atau badan (lembaga) suatu negara dan penduduk atau badan
(lembaga) negara lain berdasarkan kesepakatan atau perjanjian antarnegara yang
bersangkutan. Kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan ekspor dan kegiatan impor.
Perdagangan internasional terjadi karena adanya beberapa faktor, yang meliputi perbedaan
sumber daya alam, perbedaan sumber daya manusia, perbedaan IPTEK, perbedaan sosial
budaya dan perbedaan harga barang. Dalam perdagangan internasional ada beberapa kebijakan
pemerintah yang diberlakukan dalam kegiatan ekspor maupun kegiatan impor, diantaranya
meliputi : subsidi ekspor, politik dumping, restriksi ekspor, devaluasi, tarif impor, kuota impor
dan embargo. Kebijakan tersebut bertujuan untuk melindungi produksi dalam negeri.
Perdagangan internasional membawa dampak, baik dampak positif maupun dampak
negatif . Dampak positif dari perdagangan internasional antara lain, mendorong kegiatan
produksi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan kerja dan majunya
lembaga keuangan. Sedangkan dampak negatif perdagangan internasional yaitu industri yang
tidak bisa bersaing akan hancur karena harga barang impor lebih murah daripada harga barang
dalam negeri, menghambat pertumbuhan ekonomi dan menimbulkan banyak pengangguran.
Ekonomi kreatif dikembangkan berdasarkan potensi yang dimiliki suatu negara.
Ekonomi kreatif dari berbagai daerah mampu mendongkrak kegiatan ekonomi lokal dan
diharapkan mampu menembus pasar internasional. Ekonomi kreatif ini dapat tumbuh dari
kekuatan ide yang luar biasa, dituangkan dalam aktivitas industri kreatif dan sebagian besar
tenaga kerja berada pada sektor jasa atau menghasilkan produk abstrak seperti data, software,
berita, hiburan, periklanan, dan lain-lain. Jumlah penduduk yang banyak dan potensi sumber
daya budaya yang beraneka ragam dapat dijadikan sebagai modal untuk mengembangkan
industri kreatif.
Yayasan Tarakanita Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX 87