MODUL PRAKTIKUM TEKNIK RANTAI PASOK DAN LOGISTIK 2016 | i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
kehendak dan rahmat-Nya, modul untuk proses pembelajaran pada praktikum
Teknik Rantai Pasok dan Logistik 2016 ini dapat terselesaikan.
Pada modul kelima ini terdapat beberapa pokok bahasan dalam Supply
Chain Engineering and Logistics seperti Supply Chain Network, Beer Game, Risk
Pool, Supply Chain Contract, dan Enterprise Resource Planning (ERP). Melalui
modul praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu memahami lebih dalam
mengenai konsep-konsep manajemen rantai pasok dan memberikan solusi
terhadap permasalahan yang ada pada sistem manajemen rantai pasok.
Kami menyadari bahwa pada modul praktikum ini masih memiliki
banyak kekurangan, sehingga kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
perbaikan modul kedepan. Akhir kata, kami sebagai penulis mengucapkan
terimakasih kepada berbagai pihak dan sumber yang sudah turut berpartisipasi
dalam penulisan modul praktikum ini. Ucapan terimakasih juga kami sampaikan
kepada seluruh pihak yang berpartisipasi sehingga pelaksanaan praktikum ini
dapat berjalan dengan lancar.
Tim Penyusun,
Anna Maria Sri Asih, ST., MM , M.Sc., Ph.D.
Ahmad Amal Surya
Risqika Edni Doni Achsan
Sekar Sakti
Stella Nadya Arvita
Sugandhini Cakra Maruti
Syafik Maulana
Yulianita Rahayu
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | ii
DAFTAR ISI ii
iii
KATA PENGANTAR 1
DAFTAR ISI 1
Modul I : Supply Chain Network 1
A. Tujuan Praktikum 1
B. Daftar Rujukan 2
C. Alat dan Bahan 5
D. Prosedur Praktikum 5
Modul II : Beergame 5
A. Tujuan Praktikum 5
B. Daftar Rujukan 6
C. Alat dan Bahan 11
D. Prosedur Praktikum 11
Modul III : Riskpool 11
A. Tujuan Praktikum 11
B. Daftar Rujukan 11
C. Alat dan Bahan 16
D. Prosedur Praktikum 16
Modul IV : Supply Chain Contract 16
A. Tujuan 16
B. Daftar Rujukan 16
C. Alat dan Bahan 16
D. Prosedur Praktikum 23
E. Overview 23
Modul V : Enterprise Resource Planning 23
A. Tujuan Praktikum 23
B. Daftar Rujukan 23
C. Alat dan Bahan
D. Overview
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | iii
MODUL I
SUPPLY CHAIN NETWORK
A. Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum supply chain network adalah :
a. Mampu membuat rancangan jaringan rantai pasok optimal.
b. Memberikan pemahaman tentang pengaruh kapasitas transportasi dalam
jaringan rantai pasok.
c. Memberikan pemahaman mengenai pengaruh jumlah produk dalam
jaringan rantai pasok.
d. Memberikan pengetahuan tentang shrinkage factor dan pengaruh
perishability dalam jaringan rantai pasok.
e. Memberikan pemahaman pembuatan model jaringan rantai pasok
menggunakan software spreadsheet dari berbagai jenis kasus.
B. Daftar Rujukan
Braziotis, et.al., 2013, Supply Chains and Suppy Network: Distinctions and
overlaps, Supply Chain Management: International Journal, 18, 6, pp 644-
652.
Chopra, S., dan Meindl, P., 2007, Supply Chain Management:Strategy,
Planning and Operation, 3rd ed., Prentice Hall, New Jersey. (Chapter 1 pp.
3-5, Chapter 4 & 5)
Simchi-Levi, D., dan Kaminskhi, P., 1999., Designing and managing the supply
chain, United states; Mc Graw-Hill International (Chapter 1)
C. Alat dan Bahan
Microsoft Excel
MODUL PRAKTIKUM TEKNIK RANTAI PASOK DAN LOGISTIK 2016 | 1
D. Prosedur Praktikum
1. Permasalahan dalam supply chain network
a. Kasus A
PT memproduksi produk di 3 pabrik. Produk tersebut dapat dikirim
langsung ke 2 retailernya atau dapat melalui kedua gudangnya. Berikut gambar
konfigurasi networknya :
Gambar 1.1. Konfigurasi Network
Biaya untuk memproduksi produk di setiap pabriknya sama, sehingga
PT X ingin meminimalkan biaya transportasi. Kapasitas produksi tiap
prabiknya (tons/thn) dan data permintaan di kedua retailer adalah sebagai
berikut.
Tabel 1.1. Kapasitas Produksi dan Demand
Plant Capacity (tons) Retailer Demand (tons)
1 400
1 200 2 180
2 300
3 100
MODUL PRAKTIKUM TEKNIK RANTAI PASOK DAN LOGISTIK 2016 | 2
Biaya transportasi dapat dilihat di tabel berikut :
Tabel 1.2. Biaya Transportasi
Untuk mengetahui pengaruh kapasistas transportasi dalam jaringan
rantai pasok, lakukan formulasi model dengan mengubah kapasitas
transportasi menjadi 150, 200, 250 dan 300.
b. Kasus B
PT X memproduksi dua jenis produk dan menggunakan model
transportasi yang sama. Diasumsikan biaya transportasi kedua produk
tersebut sama sehingga kedua produk tersebut akan saling berkompetisi
untuk memanfaatkan kapasitas yang tersedia. Setiap pabrik memiliki
kapasitas produksi yang berbeda untuk kedua produk tersebut begitu juga
jumlah permintaan di retailernya. Untuk mengetahui efek multi produk
dalam jaringan rantai pasok, lakukan formulasi model dengan kapasitas
transportasi tetap yaitu 300.
Tabel 1.3. Kapasitas Produksi Tiap Produk
KAPASITAS PRODUK A PRODUK B
PLANT 1 100 100
PLANT 2 150 150
PLANT 3 50 50
Tabel 1.4. Permintaan Tiap Produk
PERMINTAAN PRODUK A PRODUK B
RETAILER 1 200 200
RETAILER 2 90 90
MODUL PRAKTIKUM TEKNIK RANTAI PASOK DAN LOGISTIK 2016 | 3
Tabel 1.5. Weight
WEIGHT PRODUK A PRODUK B
12
c. Kasus C
Seperti kasus A, untuk kasus C terdiri atas 1 produk hanya saja
diasumsikan sebagai perishable goods sehingga ada beberapa persentase
produk yang rusak selama pengiriman sehingga tidak dapat diberikan ke
konsumen. Shrinkage Factor yang menunjukkan persentase barang yang
tidak rusak selama penyimpanan di gudang dan pengiriman. Asumsinya,
barang rusak ketika barang masuk ke gudang. Untuk mengetahui pengaruh
shrinkage factor dalam jaringan rantai pasok, lakukan formulasi model
dengan mengubah shrinkage factor 10% dengan kapasitas tetap yaitu 200.
Langkah-langkah praktikum:
1. Membuat model matematis dari 3 kasus secara berurutan, mulai
dari kasus A, kasus B dan kasus C, dan kemudian
mengimplementasikannya di Microsoft Excel.
2. Menyelesaikan kasus tersebut dengan Solver dengan fungsi objektif
di tiap kasusnya adalah minimasi total transportation cost.
3. Bagi komputer yang belum ter-install solver bisa dilakukan peng-
install-an dengan mengklik menu file – excel option – add ins –
solver add-in – go – checklist semua opsi – lalu ok.
MODUL PRAKTIKUM TEKNIK RANTAI PASOK DAN LOGISTIK 2016 | 4
MODUL II
BEERGAME
A. Tujuan Praktikum
Tujuan dari permainan simulasi Beergame adalah:
1. Memberikan pemahaman tentang penerapan berpikir secara sistem dalam
kaitannya dengan efek bullwhip di dalam rantai pasok.
2. Memberikan pemahaman tentang perlunya koordinasi dalam upaya
meningkatkan performansi dari sebuah sistem rantai pasok.
3. Memberikan pemahaman tentang pentingnya sistem informasi yang selalu
terkoordinasi antar stage dalam rantai pasok.
4. Memberikan pemahaman mengenai strategi point of sales dan vendor-
managed inventory.
B. Daftar Rujukan
Simchi-Levi, D., Kamiskhi, P., dan Simchi-Levi, E., 1999, Designing and
Managing the Supply Chain, United States: Mc Graw-Hill International.
(Chapter 5: The Value of Information, page 143)
Chopra, S., dan Meindl, P., 2007, Supply Chain Management: Strategy,
Planning, and Operation, 3rd ed., Prentice Hall, New Jersey. (Chapter 17:
Coordination in a Supply Chain, page 497)
C. Alat dan Bahan
1. Modul praktikum.
2. Playsheets.
3. Kartu Beergame.
4. Meja Beergame.
MODUL PRAKTIKUM TEKNIK RANTAI PASOK DAN LOGISTIK 2016 | 5
D. Prosedur Praktikum
Terdapat empat stages dalam permainan simulas Beergame, yaitu:
1. Retailer (merah muda) stage berperan untuk memenuhi permintaan
Customer.
2. Wholesale (jingga) stage berperan untuk memenuhi permintaan Retailer.
3. Distributor (hijau) stage berperan untuk memenuhi permintaan
Wholesaler.
4. Factory (biru) stage berperan untuk memproduksi barang dan memenuhi
permintaan Distributor.
Dalam permainan simulasi Beergame, terdapat empat grup yang masing-masing
grup terdiri atas 2-3 orang yang duduk di satu meja dan memainkan satu tahap
(stage) rantai pasokan.
Gambar 2.1. Beergame Stages (source: www.beergame.org)
Setiap meja memiliki layout yang sama yang menunjukkan empat area yang
berbeda.
MODUL PRAKTIKUM TEKNIK RANTAI PASOK DAN LOGISTIK 2016 | 6
Gambar 2.2. Operasi dalam Satu Stage (source: www.beergame.org)
Keterangan untuk istilah layout pada gambar 2.2. adalah sebagai berikut:
1. Incoming order adalah tempat untuk pesanan yang masuk yang berasal dari
downstream stage atau hilir.
2. Outgoing order adalah tempat pemesanan keluar yang akan ke upstream
stage atau hulu.
3. Incoming delivery adalah tempat untuk pengiriman barang masuk yang
berasal dari upstream stage atau hulu.
4. Outgoing delivery adalah tempat untuk pengiriman barang keluar yang akan
ke downstream stage atau hilir.
Pengiriman “on the road” membutuhkan waktu dua minggu (lead time)Lead
time diwakili oleh dua bidang tambahan yang berada di antara meja dan bergerak
satu bidang setiap minggunya (lead time/delays bias berubah sesuai fungsi waktu .
yang digunakan).
Di dalam permainan simulasi Beergame terdapat enam macam biaya:
1. Inventory cost : Biaya simpan setiap minggu per produk
MODUL PRAKTIKUM TEKNIK RANTAI PASOK DAN LOGISTIK 2016 | 7
2. Backorder cost : Biaya backorder
3. Production cost : Biaya produksi setiap satu kali produksi
4. Order cost : Biaya untuk setiap kali melakukan pemesanan
5. Cost of product : Biaya pemesanan dari downstream ke upstream
per produk : Biaya per produk untuk produk yang tidak sampai
6. Inventory to store
ke downstream
Di dalam permainan simulasi Beergame terdapat langkah-langkah yang akan
dilakukan setiap minggunya.
1. Incoming delivery (new delivery)
Tuliskan incoming delivery pada lembar permainan dan perbarui available.
Available = Inventory (last week) + Incoming Delivery
2. Incoming order (new order)
Tuliskan jumlah incoming order pada lembar permainan dan hitunglah
jumlah yang harus dikirimkan .
To ship = backorder (last week) + Incoming order
3. Prepare your delivery
Jika jumlah “to ship” melebihi jumlah “available”, maka Anda harus
mengirimkan apa pun yang available, jika tidak, Anda hanya mengirimkan
sesuai dengan “to ship”.
If (to ship) > (available) then Your Delivery = Available, else Your Delivery = To ship
4. Calculate backorder
Jika “available” tidak dapat memenuhi “to ship”, tuliskan sisa item yang
tidak terkirim ke “backorder”.
If (to ship) > (available) then Backorder = To ship - Available, else Backorder = 0
MODUL PRAKTIKUM TEKNIK RANTAI PASOK DAN LOGISTIK 2016 | 8
5. Calculate inventory
Hitunglah jumlah inventory terbaru.
If (to ship) > (available) then Inventory = 0, else Inventory = Available – To ship
7. Place new order
Diskusikan dan tempatkan pesanan baru pada setiap stage (atau pesanan
produksi pada Factory). Kemudian catat pesanan menggunakan kartu
Beergame dan isikan pada lembar permainan, lalu tempatkan pesanan Anda
pada outgoing order.
Tabel 2.1. Contoh pengisian playsheets
Week Incoming Available Incoming To Ship Your Backorder Inventory Your Number Cost
Delivery Order Delivery Order of Order
0 0 15 0 0 0 0 15 35 0
15 1
1 0 15 10 10 10 05 11 1
2 35 40 60 60 40 20 0
Batasan contoh:
Lead time incoming delivery adalah 2 minggu.
Week 0
Pada week 0, terdapat available sebesar 15 dan tidak terdapat incoming order
sehingga tidak ada yang perlu dikirim dan inventory adalah 15. Pada week 0, anda
membuat pesanan sebanyak 35 sehingga pada kolom your order ditulis 35 dan pada
kolom number of order dituliskan 1. Pesanan anda akan diterima setelah 2 minggu
yaitu pada week 2.
Week 1
Dikarenakan inventory pada week 0 adalah 15 dan tidak terdapat incoming delivery,
maka available pada week 1 adalah 15+0=15. Pada week 1 terdapat incoming order
sebanyak 10 dan tidak terdapat backorder pada week 0 maka pada kolom to ship
ditulis 10+0=10. Karena available lebih besar dibandingkan to ship, maka pada
kolom your delivery dituliskan 10. Inventory pada week 1 dituliskan 15-10=5. Pada
week 1, anda membuat pesanan sebanyak 15 sehingga pada kolom your order
MODUL PRAKTIKUM TEKNIK RANTAI PASOK DAN LOGISTIK 2016 | 9
ditulis 15 dan pada kolom number of order dituliskan 1. Pesanan anda akan diterima
setelah 2 minggu yaitu pada week 3.
Week 2
Dikarenakan inventory pada week 1 adalah 5 dan pesanan anda pada week 0 sudah
tiba di incoming delivery, maka available pada week 2 adalah 5+35=40. Pada week
2 terdapat incoming order sebanyak 60 dan tidak terdapat backorder pada week 1
maka pada kolom to ship ditulis 60+0=60. Karena available lebih kecil
dibandingkan to ship, maka pada kolom your delivery dituliskan 40 dan pada kolom
backorder dituliskan 20. Inventory pada week 2 adalah 0. Pada week 2, anda
membuat pesanan sebanyak 11 sehingga pada kolom your order ditulis 11 dan pada
kolom number of order dituliskan 1. Pesanan anda akan diterima setelah 2 minggu
yaitu pada week 4.
Catatan :
1. Tujuan dari permainan adalah untuk meminimalkan biaya dan memenuhi
kebutuhan Customer termasuk backorder.
2. Backorder adalah jika pesanan yang masuk tidak dapat sepenuhnya terpenuhi
karena kurangnya item yang tersedia dalam persediaan.
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 10
BAB III
RISKPOOL
A. Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum risk pooling adalah
1. Memberi pemahaman mengenai faktor ketidakpastian dalam rantai
pasok tentang konsep risk pooling.
2. Memberikan pengetahuan tentang risk pooling dalam meminimalisir
ketidakpastian dalam rantai pasok melalui kasus centralized dan
decentralized.
B. Daftar Rujukan
1. Simchi-Levi D., Kaminsky, P., and Simchi-Levi, E.,1999, Designing
& Managing the Supply Chain Management 2nd ed., United states,
Mc Graw-Hill International.
2. Chopra, S., dan Meindl, P., 2007, Supply Chain Management :
Strategy, Planning, and Operation, 3rd ed., Prentice Hall, New Jersey.
C. Alat dan Bahan
Software Riskpool dan Microsoft Excel
D. Prosedur Praktikum
1. Template Excel
a. Buat file excel dengan menuliskan kolom Revenue, COGS, Holding
Cost, Profit, dan Fill Rate baik yang Centralized dan Decentralized
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 11
Tabel 3.1. Profit
Periode Revenue COGS Holding Cost Profit Fill Rate
Centralized Decentralized Centralized Decentralized Centralized Decentralized Centralized Decentralized Centralized Decentralized
1
2
3
4
5
6
7
b. Buat tabel Order Reports di dalam excel yang sama dengan tabel
3.1. Profit dengan kolom Retailer 1, Retailer 2, Retailer 3 dan
Warehouse.
Tabel 3.2. Order Reports
Periode Decentralized Centralized
Retailer 1 Retailer 2 Retailer 3 Warehouse
1
2
3
4
5
6
7
c. Buat tabel Demand di dalam excel yang sama dengan tabel-tabel
sebelumnya dengan kolom Retailer 1, Retailer 2, dan Retailer 3
Tabel 3.3. Demand
Periode Retailer 1 Retailer 2 Retailer 3
1
2
3
4
5
6
7
2. Mengubah pengaturan permainan Riskpool
a. Pilih Play → Options → Initial Conditions
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 12
b. Masukkan Nilai warehouse inventory, store inventory, inventory to
stores, dan inventory warehouse baik centralized system dan
decentralized systems. Lalu klik OK
Gambar 3.1. Initial Inventories
c. Pilih Play → Options → Demand
d. Masukkan Nilai Demand Correlation, Mean, dan Standard
Deviation (sesuai petunjuk asisten lab). Lalu klik OK
Gambar 3.2. Random Demand Parameters
e. Pilih Play → Options → Default Inventory Policy.
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 13
f. Masukkan Nilai-nilai yang akan diubah (sesuai petunjuk asisten
lab). Lalu klik OK.
Gambar 3.3. Default Inventory Policy
g. Pilih Play → Options → Costs.
h. Masukkan Nilai Holding Cost, Revenue per item, dan Cost Per
Item (sesuai petunjuk asisten lab). Lalu klik OK.
Gambar 3.4. Change Costs
3. Memulai permainan Riskpool
a. Setelah selesai mengatur permainan, klik Start Round.
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 14
b. Periode memasuki periode 1, kolom order di bagian Centralized
dan Decentralized akan terisi secara otomatis dan bisa diganti.
Setelah selesai diganti, klik Place Orders.
c. Kolom Revenue, COGS, Holding, Profit, dan Fill Rate akan terisi.
Masukkan angka-angka tersebut ke tabel 1. setelah itu klik Start
Round. Ulangi kembali dari tahap 2 hingga periodenya mencapai
periode yang ditentukan.
d. Pilih Reports → Order. Akan muncul tampilan tabel order. Salin
ulang tabel tersebut ke tabel 2.
e. Pilih Reports → Demands. Akan muncul tampilan tabel demand.
Salin ulang tabel tersebut ke tabel 3.
f. Ulangi lagi percobaan dengan mengubah demand correlation,
mean, dan standard deviation nya.
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 15
BAB IV
SUPPLY CHAIN CONTRACT
A. Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum supply chain contract ini adalah:
1. Memberikan pengertian mengenai supply chain contract
2. Memberikan pemahaman mengenai global optimization yang terdapat
dalam manajemen rantai pasok
3. Memahami strategi-strategi supply chain contract
4. Memahami pengaruh strategi-strategi supply chain contract terhadap global
optimization
B. Daftar Referensi
Simchi-Levi, D., Kamiskhi, P., dan Simchi-Levi, E., 1999., Designing and
managing the supply chain, United States; Mc Graw-Hill International
(Chapter 3)
Chopra, S., dan Meindl, P., 2007, Supply Chain Management: Strategy,
Planning, and Operation, 3rd ed., Prentice Hall, New Jersey (Chapter 14)
Jonsson, P., 2008, Logistics and Supply Chain Management, United States: Mc
Graw-Hill International (Chapter 15)
C. Alat dan Bahan
Microsoft Excel
D. Overview
1. Definisi Supply Chain Contract
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 16
Supply chain contract adalah suatu bentuk kontrak atau perjanjian tertentu
yang disepakati oleh beberapa stage di dalam jaringan rantai pasok untuk
memperoleh profit optimal bersama.
2. Definisi Global Optimization
Global optimization merupakan pendekatan yang memberikan informasi
tentang kegiatan yang terbaik dan optimal untuk dijadikan refrensi keputusan
dalam meningkatkan profit pada manajemen rantai pasok.
Gambar 4.1. Grafik Proft vs Order Quantity
Lingkaran kuning menunjukkan bahwa terdapat titik pertemuan profit (profit
optimum) pada level manufaktur dan distributor, yaitu kedua stage tersebut
sama-sama tidak ada yang lebih dominan profit-nya.
E. Prosedur Praktikum
Berikut adalah studi kasus sebuah perusahaan yang mendesain, memproduksi
dan menjual produk fashion musim panas seperti baju renang. Agar tetap memenuhi
demand walaupun tidak ada indikasi yang jelas tentang bagaimana pasar akan
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 17
merespon desain baru, perusahaan melakukan forecasing demand untuk setiap
produk, dan merencanakan produksi serta supply-nya. Dalam kasus ini terdapat
trade-off, yaitu overestimating permintaan konsumen (akan menghasilkan
persediaan produk yang tidak terjual) dan underestimating permintaan konsumen
(akan mengakibatkan stockout dan kehilangan konsumen potensial). Untuk
membantu manajemen mengambil keputusan, departemen pemasaran
menggunakan data historis dari lima tahun terakhir, keadaan ekonomi dan faktor
lainnya untuk membangun probabilistic forecasting dari permintaan baju renang.
Berikut adalah informasi yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan
berikutnya. Tabel probabilistic forecasting demand dibawah ini merupakan
probabilitas terjadinya perusahaan akan mempunyai demand tersebut sehingga juga
merupakan probabilitas perusahaan akan mempunyai sejumlah profit ketika
demand tersebut terjadi.
Tabel 4.1. Probabilistic Forecasting Demand
Demand Probability
8000 11%
10000 11%
12000 28%
14000 22%
16000 18%
18000 10%
1. Membuat Profit Calulation Ketika Perusahaan Tidak Menggunakan
Strategi Supply Chain Contract
Tabel 4.2. Rincian Biaya Tanpa Strategi
Distributor sells for Cost
Manufacturer sells for $ 125
Salvage Value $ 80
Variable Production Cost $ 20
Fixed Production Cost $ 35
$ 100,000
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 18
a. Formula Umum Profit Manufaktur = (Jumlah yang terjual x Harga Jual
manufaktur) – (Jumlah yang terjual x biaya variabel) – (biaya tetap)
b. Formula Umum Profit Distributor = (Jumlah yang terjual x Harga Jual
distributor) – (Jumlah yang dibeli dari manufaktur x harga jual manufaktur)
+ (barang yang tidak terjual x salvage value)
c. Menentukan maximum profit pada masing-masing production level
d. Membuat grafik average profit
e. Membuat Grafik profit vs order quantity
f. Menentukan titik Global Optimization
2. Membuat Profit Calulation Ketika Perusahaan Menggunakan Strategi Buy
Back Contract
Tabel 4.3. Rincian Biaya Strategi Buy-Back Contract
Distributor sells for Cost
Manufacturer sells for $ 125
Salvage Value $ 80
Variable Production Cost $ 20
Fixed Production Cost $ 35
Buy Back $ 100,000
$ 55
a. Formula Umum Profit Manufaktur = (Jumlah yang diproduksi manufaktur
x Harga Jual manufaktur) – (Jumlah yang diproduksi manufaktur x biaya
variabel) – (biaya tetap) – {kelebihan produk pada distributor (apabila
Production Level>Demand) x biaya buy back (apabila salvage value<buy
back) atau 0 (apabila salvage value > buyback)} + {jumlah produk yang
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 19
dibeli kembali dari distributor x salvage value (salvage<buy back) atau 0
(apabila salvage>buy back)}
b. Formula Umum Profit Distributor = (Jumlah yang terjual x Harga Jual
distributor) – (Jumlah yang dibeli dari manufaktur x harga jual manufaktur)
+ (barang yang tidak terjual x salvage value/Buy Back)
c. Menentukan maximum profit pada masing-masing production level
d. Membuat grafik average profit
e. Membuat Grafik profit vs order quantity
f. Menentukan titik Global Optimization
3. Membuat Profit Calulation Ketika Perusahaan Menggunakan Strategi
Revenue Sharing Contract
Tabel 4.4. Rincian Biaya Strategi Revenue Sharing Contract
Distributor sells for Cost
Manufacturer sells for
Salvage Value $ 125
Variable Production Cost $ 80
Fixed Production Cost $ 20
Revenue sharing $ 35
$ 100,000
0.15
a. Formula Umum Profit Manufaktur = (Jumlah diproduksi manufaktur x
Harga Jual manufaktur) – (Jumlah yang diproduksi manufaktur x biaya
variabel) – (biaya tetap + revenue distributor x persentase sharing)
b. Formula Umum Profit Distributor = (Jumlah yang terjual x Harga Jual
distributor x Persen keuntungan Distributor) – (Jumlah yang dibeli dari
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 20
manufaktur x harga jual manufaktur + barang yang tidak terjual x salvage
value)
c. Menentukan maximum profit pada masing-masing production level
d. Membuat grafik average profit
e. Membuat Grafik profit vs order quantity
f. Menentukan titik Global Optimization
4. Membuat Profit Calulation Ketika Perusahaan Menggunakan Strategi
Quantity Flexibility Contract
Tabel 4.5. Rincian Biaya Strategi Quantity Flexibility Contract
Distributor sells for Cost
Manufacturer sells for $ 125
Salvage Value $ 80
Variable Production Cost $ 20
Fixed Production Cost $ 35
Quantity bought $ 100,000
50
a. Formula Umum Profit Manufaktur = (Jumlah yang diproduksi manufaktur
x Harga Jual manufaktur) – (Jumlah yang diproduksi manufaktur x biaya
variabel) – (biaya tetap) – {jumlah kelebihan produk di distributor x harga
jual manufaktur (apabila kelebihan produk di distributor <= 50, atau 50 x
harga jual manufaktur (apabila kelebihan produk di distributor > 50)} +
{jumlah kelebihan produk di distributor x salvage value (apabila kelebihan
produk di distributor <= 50, atau 50 x salvage value (apabila kelebihan
produk di distributor > 50)}
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 21
b. Formula Umum Profit Distributor = (Jumlah yang terjual x Harga Jual
distributor) – (Jumlah yang dibeli dari manufaktur x harga jual manufaktur)
+ {jumlah kelebihan produk di distributor x harga jual manufaktur (apabila
kelebihan produk di distributor <= 50, atau 50 x harga jual manufaktur
(apabila kelebihan produk di distributor > 50)} + {jumlah kelebihan produk
di distributor – 50 x salvage value (apabila kelebihan produk di distributor
> 50)}
c. Menentukan maximum profit pada masing-masing production level
d. Membuat grafik average profit
e. Membuat Grafik profit vs order quantity
f. Menentukan titik Global Optimization
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 22
MODUL V
ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP)
A. Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum ini adalah :
1. Untuk memperkenalkan dan memberikan pemahaman mengenai ERP
dan software yang digunakan.
2. Untuk memberikan pemahaman mengenai proses bisnis secara umum
yang saling terintegrasi dengan dan implementasinya menggunakan
software ERP.
3. Untuk memberikan pemahaman mengenai kelebihan dan kekurangan
penggunaan software ERP.
B. Daftar Referensi
OpenERP 9.0 Version : Odoo. 2015. Odoo 9.0 Documentation. USA.
C. Alat dan Bahan
1. Software Odoo version 9.0
2. Microsoft Word
D. Overview
a. Enterprise Resource Planning
ERP adalah konsep sistem informasi perusahaan yang dirancang untuk
mengkoordinasikan semua sumber daya, informasi, dan aktivitas yang
diperlukan untuk melakukan proses bisnis. Pada umumya ERP
didasarkan pada database dan rancangan perangkat lunak modular.
Database yang ada pada sistem ERP memberikan kemudahan pada
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 23
setiap pihak (tergantung dari kebijakan perusahaan siapa yang berhak
untuk mengakses informasi dan jenis informasi yang dapat diakses).
Secara umum tujuan pengimplementasian sistem ERP ialah untuk
mengkoordinasikan proses – proses bisnis yang ada pada organisasi
secara keseluruhan. Berikut rincian dari fungsi – fungsi ERP (Whitten
& Bentley, 2007) :
Melakukan otomatisasi dan integrasi proses – proses bisnis.
Membagi database yang umum dan praktik bisnis melalui
enterprise.
Information sharing bagi pihak – pihak yang membutuhkan dan
berwenang menjadi lebih baik.
Mempermudah dalam melakukan pengintegrasian antara proses
transaksi dan kegiatan perencanaan.
Implementasi ERP tergantung ukuran bisnis, ruang lingkup dari
perubahan dan peran customer. Dalam mengimplementasikan ERP
terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh sebuah
perusahaan (Aladwani, 2011) :
Menyiapkan infrastruktur dan tenaga ahli
Mendefinisikikan blueprint atau proses bisnis yang akan dipakai
pada ERP
Development atau enhancement
Testing
Training dan melakukan change management
b. OpenEnterprise Resource Planning 9.0 : Odoo
Odoo merupakan software OpenERP versi kesembilan dengan
perubahan berupa user interface atau penampilan baru, merupakan
open-source software yaang menerapknan konsep ERP. Software ini
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 24
dapat dengan mudah diperoleh dari www.odoo.com. Versi Odoo ada
tiga, Odoo untuk community, Odoo Online dan Odoo Enterprise. Odoo
community terpasang didalam komputer dengan modul lengkap dan
dapat di-download secara gratis. Odoo Online, berbayar dan cocok
digunakan untuk lebih dari satu hingga 50 users sedangkan Odoo
Enterprise cocok digunakan lebih dari 50 users. Odoo Enterprise
berbayar tetapi fleksibel dapat dibuka di berbagai macam gadget seperti
mobile phone dll. Selain itu, Odoo enterprise akan terintegrasi dengan
komputer lain secara online sedangkan Odoo community terintegrasi
dengan komputer lain melalui cloud hosting. Berikut ini merupakan
tampilan dari Odoo version 9.0 :
Gambar 5.1. Tampilan awal Odoo 9.0
Langkah awal menjalankan software Odoo 9.0 adalah menginstall
terlebih dahulu Odoo 9.0. Setelah mendownload software secara gratis
dan menginstallnya, yang dilakukan selanjutnya adalah
menghubungkan dengan database yang terinstall dari PostgreSQL
(download database secara terpisah dari www.postgre.com). Setelah
terinstall dengan benar, buka Odoo menggunakan port localhost saat
penginstallan (misal : localhost:8069/5432). Maka akan muncul
tampilan seperti diatas.
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 25
Setelah itu, buat database dengan masuk ke manage database. Login
menggunakan username e-mail dan password yang telah dibuat. Jika
ingin menghapus, menduplikasi atau menambah database baru, maka
klik Manage Database. Berikut merupakan tampilan form untuk
membuat database :
Gambar 5.2. Tampilan Form Pembuatan Database
Dari tampilan diatas, dapat diketahui kolom apa saja yang perlu diisi.
Check ada Load Demonstration Data apabila ingin menggunakan data
yang telah disediakan oleh software Odoo.
Gambar 5.3. Tampilan Manage Database setelah terisi satu
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 26
Gambar 5.4. Homepage dari Port untuk Masuk ke Odoo
Akun e-mail yang digunakan untuk login adalah username e-mail
yang diisikan saat konfigurasi awal user. Cara mengkonfigurasikannya
adalah sebagai berikut :
Masuk kedalam Tab Settings – Panel Users :
Gambar 5.5. Settings untuk Users
Ada beberapa konfigurasi awal yang dapat diubah-ubah seperti role dari
akun tersebut pada beberapa departemen dan kebijakan user ini pada
seluruh users yang ada dalam software Odoo ini. Selanjutnya, untuk
mengubah-ubahnya sekaligus mengubah password dan akun e-mail
adalah sebagai berikut :
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 27
Masuk pada Option – Edit :
Gambar 5.6. Settings untuk Users
Masukkan e-mail address hanya username-nya saja. Selanjutnya,
alamat e-mail tersebut saja yang nantinya digunakan untuk login.
Kembali pada tampilan awal ketika pertama login, maka yang akan
ditemui adalah tampilan untuk menginstall modul yang diperlukan.
Modul merepresentasikan departemen – departemen yang memiliki
tugas masing-masing. Setiap modul memiliki beberapa perintah yang
mempunyai fungsi tersendiri. Modul satu dengan modul yang lain dapat
saling terintegrasi. Modul yang ter-install dapat di-uninstall. Modul
yang ter-install akan muncul menjadi tab baru disamping settings dan
apps. Jika ingin me-manage modul yang ada dan belum ada, maka
masuk ke dalam tab apps. Setiap database yang baru, maka modul
yang ter-install akan berbeda-beda pula.
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 28
Gambar 5.7 Manage Apps (Pengaturan Modul)
Cara meng-install modul adalah dengan cara mengklik pada perintah install dan
tunggu sampai berubah menjadi installed serta muncul tab baru disamping apps dan
settings. Pada praktikum ini, modul – modul yang digunakan mdoul CRM, MRP,
Accounting and Finance, Sales Management, Invoicing, Discuss, Purchase
Management, dan Inventory Management. Tidak semua modul dapat diakses oleh
semua users. Modul hanya dapat diakses oleh user yang memiliki authorization
atau right yang ditetapkan oleh pihak yang berwewenang dalam perusahaan.
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 29
Berikut ini merupakan implementasi Odoo beserta penjelasan modul – modulnya :
a) Customer Relationship Management (CRM)
Gambar 5.8. Penjelasan Modul CRM
Modul CRM merupakan modul yang digunakan untuk mengatur dan
menganalisis leads, opportunities, meetings dan phone calls secara efektif
dan efisien. Modul ini membantu perusahaan dalam menjalankan segala
aktivitas – aktivitas yang berhubungan dengan customer, dari leads menuju
opportunity dan kemudian menjadi customer. Lead adalah potential
customer yang belum pernah memiliki hubungan dengan perusahaan.
Opportunity adalah potential customer yang telah dihubungi oleh
perusahaan, baik melalui phone call maupun meeting yang telah
dilaksanakan, dan memiliki peluang untuk menggunakan produk yang
ditawarkan oleh perusahaan. Berikut merupakan tampilan modul CRM di
Odoo 9.0 :
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 30
Gambar 5.9. List Contact dalam Modul CRM
Gambar 5.10 Tampilan Membuat Contact Baru
Dalam menjalankan proses bisnis suatu perusahaan membutuhkan database
customer. Untuk membuat database customer maka klik tab “Sales”
selanjutnya klik “Create” maka akan muncul tampilan sebagai berikut :
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 31
Gambar 5.11. Tampilan Tab Sales dengan Panel Cusomers
Gambar 5.12. Tampilan Ketika Create Customer
b) Material Resource Planning (MRP)
Modul MRP merupakan modul dalam Odoo 9.0 yang berfungsi untuk
mengatur segala aktivitas – aktivitas yang terkait dengan manufacturing
produk perusahaan, seperti Bill of Material, Manufacturing Planning, dan
Product Definition. Dalam perusahaan terdapat produk yang dipasok oleh
supplier maupun produk yang diproduksi oleh perusahaan. Untuk
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 32
penerapan Odoo 9.0, perusahaan wajib membuat database produk. Untuk
membuat database produk, maka perlu masuk ke tab Manufacturing – panel
Products. Berikut ini adalah tampilan ketika membuat database produk.
Gambar 5.13. Tampilan Ketika Create Database Product
1. Pada tab “General Information” lihat langkah b.2. Isi semua fields yang
dibutuhkan, terdapat 3 jenis product types pada field “product type”.
Jika consumable artinya sistem akan selalu menganggap produk tersebut
ada, pada stok produk tersebut dapat menghasilkan nilai negatif. Jika
stockable yang dipilih, maka sistem tidak mengizinkan adanya nilai
negatif dalam stok produk tersebut atau sistem akan bekerja sesuai nilai
stok yang ada di sistem. Jika service artinya produk yang ditawarkan
bukan produk yang diproduksi perusahaan itu (bukan jenis produk
manufaktur), maka tidak ada inventory pada tipe produk ini.
2. Tab “Inventory”, berfungsi untuk mengatur hal – hal yang terkait
pengadaan produk.
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 33
Gambar 5.14. Tampilan Tab Inventory
3. Tab “Sales” menunjukkan leadtime waktu pengerjaan untuk
memproduksi produk tersebut, garansi yang ditawarkan untuk produk
tersebut, dan leadtime yang ada pada customer.
Gambar 5.15. Tampilan Tab Sales
4. Kemudan, setelah mengubah-ubah isi form, yang perlu dilakukan
adalah save. Setelah itu, apabila diperlukan mengubah-ubah Bill of
Materials, maka masuk ke dalam panel Bill of Materials.
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 34
Gambar 5.16. Bill of Materials
Bill of Material menentukan daftar raw material yang dibutuhkan untuk
membuat produk jadi melalui manufacturing order atau satu paket
produk (apabila perusahaan memproduksi produknya sendiri atau
manufactured product). Odoo menggunakan BoM untuk secara
otomatis membuat manufacturing order sesuai dengan kebutuhan
inventory.
Gambar 5.17. Create Bill of Materials
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 35
c) Discuss
Tab Discuss dapat dimanfaatkan untuk berkirim pesan dan mendiskusikan
penjualan serta pembelian dengan supplier maupun customer. Dari situ,
terlihat beberapa panel seperti inbox (tempat pesan masuk), Channels
dimana perusahaan dapat membuat channel yang berisi beberapa supplier
sekaligus sehingga memudahkan perusahaan untuk menanyakan avaibilitas
dari bahan yang dibutuhkan dari masing – masing supplier, Direct Message
seperti pesan secara langsung yang ditujukan kepada perusahaan atau orang
tertentu.
Gambar 5.18. Tab Discuss
d) Invoicing
Modul Invoicing merupakan modul dalam Odoo 9.0 yang berfungsi untuk
mengatur segala aktivitas – aktivitas yang terkait dengan invoice dan
payment di sebuah perusahaan. Invoicing akan masuk ke dalam tab
Accounting. Beberapa terminologi yang penting terkait modul ini ialah :
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 36
Vendor Invoice/Bills : tagihan yang harus dibayarkan oleh sebuah
perusahaan (user) sebagai hasil dari pemesanan bahan baku atau
suplai dari supplier.
Vendor Payment : pembayaran yang ditujukan kepada supplier
sebagai hasil dari penerimaan bahan baku atau suplai dari supplier.
Pada umumnya Supplier Payment merujuk kepada Supplier Invoice
yang ada.
Customer Invoice : tagihan yang harus dibayarkan oleh customer
kepada perusahaan (user) sebagai hasil dari pemesanan produk dari
perusahaan.
Customer Payment : pembayaran yang ditujukan kepada perusahaan
sebagai hasil dari penerimaan produk oleh customer. Pada umumnya
Customer Payment merujuk kepada Customer Invoice yang ada.
Gambar 5.19. Customer Invoice
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 37
Gambar 5.20. Create Customer Invoice
Gambar 5.21. Customer Payments
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 38
Gambar 5.22. Create Customer Payments
Gambar 5.23. Vendor Bills/Invoice
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 39
Gambar 5.24. Create Vendor Bills/Invoice
Gambar 5.25. Vendor Payments
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 40
Gambar 5.26. Create Vendor Payments
e) Accounting & Finance
Modul Accounting & Finance merupakan modul dalam Odoo 9.0 yang
berfungsi untuk mengatur segala aktivitas – aktivitas yang terkait dengan
akuntansi dan keuangan sebuah perusahaan. Accounting & Finance berada
pada tab Accounting & Finance. Beberapa terminologi yang penting terkait
modul ini ialah :
Account Payable
Akun ini merupakan akun yang mencatat segala transaksi yang
berhubungan pengeluaran sebuah perusahaan. Penambahan pada
kolom credit akan terjadi jika terdapat tagihan (sudah tervalidasi
oleh bagian keuangan) yang harus dibayarkan oleh perusahaan,
contoh supplier invoice, sementara penambahan pada kolom debit
akan terjadi jika tagihan sesuai dengan referensi, misalnya supplier
invoice, telah dibayar oleh perusahaan (balance sheet).
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 41
Account Bank and Cash
Akun ini merupakan akun yang digunakan untuk transaksi yang
berhubungan dengan pembelian maupun penjualan yang ada di
perusahaan. Akun ini akan digunakan untuk melakukan pembayaran
ketika membeli raw material dari vendor.
Account Receivable
Akun ini merupakan akun yang mencatat segala transaksi yang
berhubungan pemasukan sebuah perusahaan. Penambahan pada
kolom debit akan terjadi jika terdapat tagihan (sudah tervalidasi oleh
bagian keuangan) yang harus dibayarkan oleh customer kepada
perusahan, contoh customer invoice, sementara penambahan pada
kolom credit akan terjadi jika tagihan sesuai dengan referensi,
misalnya customer invoice, telah dibayar oleh customer (balance
sheet).
Account Income
Akun ini merupakan akun yang mencatat segala transaksi yang
berhubungan penjualan di sebuah perusahaan. Sehingga akun ini
akan mencatat pemasukan yang masuk di sebuah perusahaan.
Journal Entries terdiri dari beberapa jurnal barang-barang antara
transaksi kredit maupun debit. Jurnal ini mencakup seluruh aktivitas
transaksi dalam satu jurnal dokumen akuntan seperti invoice, vendor, bank
statement dll.
Chart of Accounts. Account adalah bagian dari buku besar yang
memperbolehkan perusahaan untuk mendaftarkan sega jenis transaksi
debit dan kredit. Perusahaan menunjukkan account tahunannya dalam dua
bagian : Balance Sheet dan Income Statement (profit dan loss account).
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 42
Gambar 5.27. Journal Entries
Gambar 5.28. Create Journal Entries
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 43
Gambar 5.29. Chart of Accounts
Gambar 5.30. Create Chart of Accounts
f) Sales Management
Modul Sales & Management merupakan modul dalam Odoo 9.0 yang
berfungsi untuk mengatur segala aktivitas – aktivitas yang terkait
dengan penjualan produk sebuah perusahaan kepada customer. Sales
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 44
Management berada pada Tab Sales - Panel Sales. Beberapa terminologi
yang penting terkait modul ini ialah :
Quotation (Sales)
Quotation (Sales) merupakan dokumen yang dibuat oleh bagian
sales di sebuah perusahaan yang berisi tentang informasi – informasi
terkait penjualan produk sebuah perusahaan kepada customer.
Informasi utama yang terdapat di dalam dokumen ini ialah nama
produk, deskripsi produk, kuantitas produk yang dipesan, pajak, dan
harga per satuan. Dokumen ini perlu disetujui / dikonfirmasi
sebelumnya oleh pihak yang berwenang, misal manajer, sebelum
dikonversi menjadi dokumen delivery order.
Gambar 5.31. Quotations
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 45
Gambar 5.32. Create Quotations
Sales Order
Secara singkat, sales order dapat diartikan sebagai quotation (sales)
yang telah disetujui oleh pihak yang berwenang di sebuah
perusahaan. Sales order akan secara otomatis dikonversi menjadi
delivery order yang dapat diakses warehouse.
g) Inventory Management
Modul Inventory Management merupakan modul dalam Odoo 9.0 yang
berfungsi untuk mengatur segala aktivitas – aktivitas yang terkait
dengan inventory yang dimiliki oleh perusahaan, seperti penerimaan
barang, pengiriman barang, inventory control, product movement dan
sebagainya.
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 46
Gambar 5.33. Inventory Management
h) Purchase Management
Modul Purchase Management merupakan modul dalam Odoo 9.0 yang
berfungsi untuk mengatur segala aktivitas – aktivitas yang terkait dengan
purchasing bahan baku atau suplai yang dibutuhkan oleh perusahaan.
Purchase Management terletak pada Tab Purchase – Panel Purchase.
Beberapa terminologi yang penting terkait modul ini ialah :
Request for Quotations (purchase)
Quotation (Purchase) merupakan dokumen yang dibuat oleh bagian
purchase di sebuah perusahaan yang berisi tentang informasi –
informasi terkait pembelian / pengadaan produk sebuah perusahaan
kepada supplier. Informasi utama yang terdapat di dalam dokumen
ini ialah nama produk, deskripsi produk, kuantitas produk yang
dipesan, pajak, dan harga per satuan. Dokumen ini perlu disetujui /
dikonfirmasi sebelumnya oleh pihak yang berwenang, misalnya
manajer.
M O D U L P R A K T I K U M T E K N I K R A N T A I P A S O K D A N L O G I S T I K 2 0 1 6 | 47