Rizki Akbar Nasution
budaya masyarakat paternalistik, bapak merupakan
pengayom, pengarah, dan panutan, jika anak yatim
terkesan banyak polah maka hal itu bukan ciri kepribadian
yang intrinsik, tetapi disebabkan faktor ekstrinsik berupa
budaya patriarkhi.
Kedua, rendahnya partisipasi masyarakat dalam
penciptaan lingkungan ramah anak.7 Di era seperti
sekarang, jangankan anak yatim; anak-anak yang masih
lengkap orang tuanya juga mengalami banyak gangguan
sosial. Kalau anak yang memiliki orang tua saja liar maka
bagaimana dengan anak yang tidak memiliki orang tua ?
Semestinya, bukan dunia anak yang dipersoalkan,
tetapi justru masalahnya terdapat pada dunia orang
dewasa. Kini hampir tidak ada ruang lagi yang layak
untuk usia anak. Semua kebiasaan dan kesenangan
orang dewasa tidak bisa di bendung untuk di gandrungi
anak-anak. Oleh sebab itu, para orang dewasa perlu
giat menciptakan ruang yang layak untuk tumbuh
kembang anak, untuk menimalisir problem anak.
Bukankah anak terlahir dengan membawa bakat yang
fitri (baik dan mulia)? orang tualah yang menyebabkan
anak berubah sikap karena karakter anak adalah belajar
memperhatikan, mengenal, dan meniru kebiasaan
segala rupa di sekitar lingkungannya. Kita sebagai orang
dewasa dituntut arif dan bijak menyikapi perkembangan
anak, utamanya anak yatim. Mereka adalah penerus
kita di masa yang akan datang. Salah langkah kita
memperlakukan mereka, khawatirnya kita tidak
memiliki pewaris yang cakap untuk kelangsungan hidup
di kemudian hari. “Semestinya takut orang-orang yang
7 Maidin Gultom, Perlindungan Hukum Terhadap Anak, Cetakan Kedua,
(Bandung, P.T.Refika Aditama, hal 28
45
Jeritan Anak Yatim
meninggalkan generasi di belakangnya lemah”demikian
Allah Swt mengingatkan kita di dalam QS. An-Nisa ayat
9. yang artinya
“ Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang
seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang
lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.
Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan
hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS.
An-Nisa ayat 9.)
Terutama didalam menyikapi anak yatim, perhatian
Al-Qur’an sudah ada sejak turunnya surat-surat Makiyyah
(yang turun di Mekkah). Jauh-jauh hari sebelum ada
perintah sholat, umat islam sudah ditekankan untuk
memperhatikan anak yatim.
Perhatian lebih Al-Qur’an kepada anak yatim juga
diperlihatkan lebih intensif saat diturunkan di kota
Madinah.8 Dalam surat-surat madaniyah kewajiban
melindungi anak yatim terdapat pada Surat al-Baqarah
ayat 220
Yang artinya: Tentang dunia dan akhirat. Dan mereka
bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: “Mengurus
urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu
bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan
Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang
mengadakan perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki,
niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu.
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS.
Al-Baqarah ayat 220)
Syekh Mahmud Syaltut dalam karyanya, Min Taujihat
al-Islam, merekomendasikan supaya anak yatim
8 Almanarnews hal 27
46
Rizki Akbar Nasution
terpelihara dan terdidik secara baik, pertama, jadilah kita
sebagai paman dan om-omnya (al-a’mam) anak yatim.
Bukan ayah tiri bagi anak-anak yatim. Kedua, jadilah
kita sebagai pembimbing (al-awshiya’) anak yatim jika
tidak sanggup menjadi om-om buat mereka.9
.
9 Etheses, Ibnu Kathῑr, Tafsir Ibnu Kathῑr Jil VIII, (Jakarta: Pustaka
Imam Asy-Syafi’ Peranan Panti Asuhan Bina Amal Shaleh Amanah Klepu
Sumberarum Moyudan Sleman Yogyakarta Dalam Pemberdayaan Anak. Melalui.
Keterampilan. Sablon, 2012 Abdullah Munir, Pendidikan Karakter: Membangun
Karakter dari Rumah, hal 30
47
“
Orang yang tidak meninggal orang
tuanya dia tidak dapat merasakan
sakitnya bagaimana kehilangan.
Rizki Akbar Nasution
Anak Yatim Jangan
Dipermalukan
Ketahuilah bahwa tidak ada satu pun agama di
dunia ini yang begitu memperhatikan nasib
anak yatim kecuali islam karena kenyataannya memang
tidak ada satu kitab suci pun dari agama-agama yang
menyebutkan secara khusus mengenai nasib anak yatim.
Kecuali hanya di dalam kitab suci Al-Qur’an dan juga di
dalam hadist-hadist. Rasululllah Saw anak yatim adalah
anak yang di tinggal mati ayahnya selagi dia belum
mencapai umur baligh anak yatim di dalam agama islam
mempunyai kedudukan tersendiri dari pada anak-anak
lainnya. Mereka mendapatkan perhatian khusus dari
Rasulullah Saw demikian ini tiada lain karena untuk
menjaga kelangsungan hidup mereka agar tidak terlantar
sepeninggal ayahnya.Allah telah memerintahkan kepada
anda dan penulis agar menyantuni anak yatim dan
menanggung kehidupan mereka jangan sampai terlantar
segala kebutuhan mereka sehari-hari termasuk pula di
dalam pendidikannya, baik pendidikan agama maupun
pendidikan umum10 di dalam (QS. Al-Baqarah Ayat 220)
Allah telah berfirman
َح ِكيٌم َع ِزي ٌز الَّلَ إِ َّن ََل ْعَنَت ُك ْم الَّلُ َشا َء َولَ ْو اْل ُم ْصلِ ِح ِم َن اْل ُمْف ِسَد َي ْعلَُم َوالَّلُ َفإِ ْخ َواُن ُك ْم
10 Khutbahsantri
49
Jeritan Anak Yatim
ُت َخالِ ُطو ُه ْم َوإِ ْن َخْي ٌر لَُه ْم إِ ْصَل ٌح ُق ْل اْلَيَتا َم ٰى َع ِن أَلُوَن َك َوَي ْس َواْل ِخ َرِة الُّدْنَيا ِفي
tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya
kepadamu tentang anak yatim, katakalah: “Mengurus
urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika
kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah
saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat
kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jikalau
Allah menghendaki, niscaya dia dapat mendatangkan
kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa
lagi Maha Bijaksana.
Rasulullah Saw terhadap anak yatim sangat
menyangi sebagaimana tersebut di dalam sebuah hadits
yang di riwayatkan oleh anas bin malik “pada suatu
hari bertepatan dengan hari raya Rasulullah Saw keluar
menuju masjid di tengah perjalanan beliau bertemu
dengan serobongan anak yang sedang bermain dari
sekian anak-anak ada seorang anak kelihatan sedih
dengan pakian compang samping setelah di tanya bahwa
beliau adalah anak yatim karena ayahnya gugur di medan
pertempuran melawan orang-orang kafir11 mengetahui
keadaan sepeti itu Rasulullah Saw menanggungnya dan
di asuh sebagaima beliau mengasuh keluarganya sendiri.
Ketika keluarga mempunyai anak yatim insyaallah
rumah tersebut aman, nyaman insyaallah di berkahi
Allah. Tapi anak yatimnya yang bukan di buat untuk
mencari uang. Terkadang sedih melihat anak-anak yatim
seakan-akan di pakai untuk kalau ada pejabat, ada acara
hajatan di panggil anak yatim di kasi amplop di depan
umum di usap la kepalanya di depan umum. Ini cara
11 . Masyhari, Fauziyah. Pengasuhan Anak Yatim dalam Perspektif
Pendidikan.hal 31
50
Rizki Akbar Nasution
mendidi anak yatim yang tidak benar, Anak yatim itu
perlu didikan seperti rasul anak itu di angkat bahkan
di jadikan anak sendiri pernah kejadian yang luar biasa
ada orang yang sudah di anggap bahwa orang ini ahli
neraka tapi subhanllah masyarakat menaggap dia ahli
neraka tapi orang ini meninggalnya dalam keadaan
sangat baik waktu di selidiki ternyata anak ini tidak lepas
dari rumahnya anak yatim. Dia memberi pendidikan,
di berinya perhatian, kasih sayang setelah dewasa di
lepaskan dan di kasi pekerjan dan dia ambil anak yatim
lagi dan seterusnya seperti itu contoh berbakti kepada
anak yatim. Bukan anak yatim di panggil di kasi amplop
di depan umum di usap la kepalanya di depan umum
itukan suatu bentuk kezolimi kepada anak yatim.
Biasanya di masyarakat ada acara anak yatim yang
diadakan oleh politisi, dan elit-elit birokrasi. Umumnya
dalam acara tersebut biasanya dimasukkan agenda
berupa “menyantuni” anak yatim. Sebuah ide yang
sifat altruisme yang sangat mulia, menyantuni adalah
suatu terminologi filantropis yang berarti tindakan
yang mulia, yang berpaut dengan kata kunci: memberi.
Namun tidak sedikit dari substansi acara demikian
juga memperlihatkan sisi lain secara substansi. Namun
terlebih dahulu mengapresiasi hal tersebut, bahwa
para orang yang berlebih uangnya yang punya niat
baik untuk memberi, ini sangat baik. Ini adalah hal
yang belum tentu bisa kita sanggupi. Umumnya acara-
acara demikian, biasanya tidak jauh dari acara yang di
prakarsai oleh berbagai golongan elit, tentu saja. Elit
yang dianggap memiliki rejeki yang berlebih, dari elit-
elit pribadi ataupun konglongmerasi baik dari kalangan
politisi, pengusaha, maupun aparat birokrasi. Acara
51
Jeritan Anak Yatim
yang dibarengi dengan pemberian santunan adalah
suatu momentum politik altruis tersendiri yang terpotret
dalam ruang publik. Ada beberapa rentetan acara yang
umumnya tersususun/terpola, ada pemberian santunan
kepada anak yatim. Di ikuti dengan ceramah agama,
yang biasanya juga mengangkat tema “anak yatim”. Lalu
di ikuti dengan pembagian santunan. Jadi, para anak
yatim entah diambil dari mana, umumnya diambil dari
berbagai panti asuhan, biasanya di koordinir oleh panitia
yang ditugaskan.
Mendatangkan acara mereka sebagai orang patut
dikasihani, menjadi kebanggan tersendiri bagi para
elit. Apalagi ketika para anak yatim tersebut, berkali-
kali disebut sebagai para anak yatim yang membutuhkan
belas kasih oleh MC, sambutan elit, hingga penceramah
agama. Ketika mendengar ungkapan-ungkapan senada
demikian. Terkadang jama’ah hanya bisa menelan
ludah pahit melihat para anak yatim tersebut. Betapa
tidak, Para anak-anak yatim dalam kosakata banyak
hal selalu dijadikan sebagai objek dari rasa kasihan.
Seolah-olah bahwa buka puasa atau acara hajatan yang
diadakan di ruang mewah atau masjid, para anak
yatim yang digadang-gadang dalam persepsi sebagai
orang-orang malang, hidup sebagai objek rasa belas
kasih, di tengah-tengah orang yang pada kadar tertentu
hidup berkecukupan. Ini adalah Suatu penindasan
eksitensial, meminjam istilah Sartre yang sebenarnya
terjadi. Bagaimana tatapan pandang orang-orang yang
berkecupan yang memenuhi suatu ruangan itu, berfokus
pada para anak yatim, yang di persepsi sebagai orang-
orang tidak beruntung. Kesan-kesan psikologis seperti
ini akan terasa, ketika kita peka melihat mereka, atau
52
Rizki Akbar Nasution
bahkan belajar memposisikan diri pada posisi mereka.
Seolah-olah para orang-orang yang elit-elit berkecukupan
itu ingin berkata: kita harus bersyukur karena kekayaan
lebih yang kita miliki, sembari memalingkan tatapan
singkat kepada sekelompok anak yatim yang ia anggap
malang tersebut
Anak yatim itu bukan di pertontonkan di depan
umum kadang mereka sedih, malu. Malang sekali anak
yatim cuma menjadi objek kesempatan di dalam majelis
ilmu atau masjid supaya orang elit terkenal dengan
kedermawananya
Oleh karena itu, para anak yatim, sebenarnya
begitu sakit secara psikologis dibarengi oleh rasa malu
yang begitu kuat ditahan, ketika berkali-kali mereka
diperdengarkan kosakata-kosakata anak yatim tersebut.
Ia seperti dipertegaskan identitasnya sebagai “pesakitan
hidup” yang patut dikasihani
53
“
Barang siapa yang
mengikutsertakan seorang
anak yatim di antara dua orang
tua muslim, dalam makan
dan minumnya, sehingga
mencukupinya maka ia pasti
masuk surga.
Rizki Akbar Nasution
Cara Berbakti Anak
yatim Kepada Orang Tua
Kehilangan orang tua untuk selama-lamanya
memang saat-saat yang paling menyedihkan.
Sebagai seorang muslim kita tahu keridhoan Allah Swt
tergantung pada keridhoan orang tua, kemurkaan Allah
Swt tergantung kepada kemurkaan orang tua. Maka
dari itu, kita sebagai anak jangan pernah berhenti untuk
menyayangi, menghormati & mendoakan mereka
Dalam islam sekalipun seseorang telah meninggal,
ada amal-amalan tetap bisa mengalirkan pahala di
akhirat. Salah satunya doa anak yang berbakti kepada
orang tuanya yang beriman yang telah meninggal. Allah
jadikan sebagai paket pahala yang tetap mengalir.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya
“Apabila seseorang mati, seluruh amalnya akan terputus
kecuali 3 hal: sedekah jariyah, ilmu yang manfaat, dan anak
sholeh yang mendoakannya.” (HR. Muslim 1631, Nasai 3651,
Bahkan ikatan ini tetap abadi hingga akhir kiamat.
Anak yang sholeh akan dikumpulkan kembali bersama
keluarganya di hari kiamat.
َر ِهي ٌن َك َس َب ِب َما ا ْم ِر ٍئ ُك ُّل َش ْي ٍء ِم ْن َع َملِِه ْم ِم ْن ُه ْم أَلَْتَنا
َو َما ُذ ِّرَيَّت ُه ْم بِ ِه ْم أَْل َحْقَنا ِبإِي َما ٍن ُذ ِّرَيّتُ ُه ْم َواَتَّب َعْت ُه ْم آ َمنُوا َواَلِّذي َن
55
Jeritan Anak Yatim
“Orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka
mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak
cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi
sedikitpun dari pahala amal mereka.” (QS. At-Thur: 21).
anjuran Rasulullah Saw berbakti kepada orang tua
yang sudah meninggal. Dari Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi
radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan, ‘ketika kami
sedang duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam, tiba-tiba datang seseorang dari Bani Salamah.
Orang ini bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah masih ada
cara bagiku untuk berbakti kepada orang tuaku setelah
mereka meninggal?’ Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam,
َوإِيَفا ٌء ِب ُع ُهوِد ِه َما ِم ْن َب ْعِد، َواِل ْسِت ْغَفا ُر لَُه َما، ال َّصَلُة َعلَْي ِه َما،َن َع ْم
َو ِصلَُة ال َّر ِحِم اَلِّتي َل تُو َص ُل إَِّل ِب ِه َما، َوإِ ْك َراُم َصِديِق ِه َما،َم ْوِت ِه َما
“Ya, menshalatkan mereka, memohonkan ampunan untuk
mereka, memenuhi janji mereka setelah mereka meninggal,
memuliakan rekan mereka, dan menyambung silaturahmi
yang terjalin karena sebab keberadaan mereka.” (HR. Ahmad,
Abu Daud).
Arti dari “menshalatkan” di sini bisa jadi dua hal ;
menshalatkan jenazah mereka & mendoakan mereka.
Adapun doa memohonkan ampunan untuk kedua orang
tua kita yakni ;
“Ya Allah, berikanlah ampunan kepadaku atas dosa-dosaku
dan dosa-dosa kedua orang tuaku, dan kasihanilah keduanya
sebagaimana beliau berdua merawatku ketika aku masih kecil,
begitu juga kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat,
semua orang yang beriman, laki-laki maupun perempuan
yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, dan
ikutkanlah diantara kami dan mereka dengan kebaikan. Ya
56
Rizki Akbar Nasution
Allah, berilah ampun dan belas kasihanilah karena Engkaulah
Tuhan yang lebih berbelas kasih dan tiada daya dan upaya
kecuali dengan pertolongan-Mu.”
Setiap anak selalu ingin membahagiakan orang tua
dengan cara berbakti padanya. Betapa senyum orang tua
menjadi hal yang sangat dirindukan saat mereka masih
ada. Banyak cara dilakukan sebagai wujud rasa terima
kasih dari seorang anak kepada ibu dan bapaknya.
Mulai dari berprestasi saat di sekolah, memberi materi/
uang saat sudah bekerja ataupun selalu mendoakan
mereka di setiap akhir salat. Sayangnya, tidak semua
anak mempunyai kesempatan membahagiakan orang
tuanya saat mereka masih hidup. Ada yang sudah
menjadi yatim saat masih kecil, atau bahkan yatim piatu
sebelum dewasa. Keinginan untuk membahagiakan dan
membalas jasa orang tua seolah tidak ada jalan karena
telah berbeda alam. Tidak ada kata terlambat selagi
masih ada nyawa di kandung badan, pintu taubat akan
di buka oleh Allah swt selagi nyawa masih di badan.
Durhaka kepada orang tua adalah balasannya neraka
jahanam kalau ada seorang anak durhaka kepada orang
tuannya tidak akan bisa tenang hidupnya, dan Allah
akan menghukumnya di dunia sebelum di akhirat. Ada
suatu kisah seorang anak menjalani pernikahan dengan
melanggar nasehat orang tuanya, dia pasti di hukum
allah di dunia sebelum di akhirat tidak akan bahagia dia
di dunia. Di katakan seorang perempuan yang menikahi
seorang laki-laki berjaya, kaya raya, ketahuilah bahwa
dia akan tersiksa seorang perempuan yang durhaka pada
orang tuannya walaupun laki-laki tersebut pengusaha
yang hebat akan runtuh usahanya kalau tidak runtuh
akan di kirimkan suami yang jahat dan dikirim anak
57
Jeritan Anak Yatim
yang jahat dari Allah. Yang pasti orang durhaka kepada
oarangtuannya harus di hukum oleh Allah di dunia
sebelum di akhirat.
Nah, sekarang ada anak yang menyesal dulu terlanjur
durhaka kepada ibu dan bapak setelah meninggal baru
sadar bahwa ada penyesalan perilaku selama ini sangat
tidak baik kepada orang tua. “ingat” tidak ada kata
terlambat dan ada penyesalan di hati anda? syukurlah,
agama islam memberi jawaban atas keresahan tersebut.
Keinginan membahagiakan orang tua dari seorang anak
akan terus ada untuk para orang tua meskipun mereka
telah tiada, ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk
berbakti di saat orang tua telah almarhum/ah.
1. Doakan orang tua, jadi kalau selesai sholat sebut
nama orang tua di dalam doa, doanya kepada
orang tua sangat sederhana yaitu ampuni beliau
dan berikan kasih sayang. Ya Allah ampunilah
orang tua ku berikanlah kasih sayang. Jika kalau
anda lupa sekali saja anda harus banyak istifar.
2. penyesalan. dulu pernah kasar, memukul,
melawan orang tua maka jalan berbaktinya ialah
potong gajimu karena Allah berikan ke masjid,
orang miskin, pasantren, sekolah madrasah
pastikan potong gajimu semataa-maata ingin
berbakti kepada orang tua insya Allah berkah
hidup mu.
3. melanjutkan silaturahmi atau pemberian yang
pernah dilakukan orang tua, misal kalau ibu
pernah memberi sarung kepada tetangga setiap
bulan Rahmadhan maka sebagai anak yang ingin
berbakti kepada orang tua lanjutkan kebiasaan
oarangtua tersebut. Setelah orang tua kita
meninggal bukan berarti hubungan kita dengan
58
Rizki Akbar Nasution
saudara atau kerabat orang tua terputus begitu
saja. Salah satu cara kita untuk tetap menghormati
orang tua yang sudah tiada ialah tetap menjaga
silaturahmi dengan kerabat orang tua kita yang
terdekat12
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya
“Bentuk kebaktian kepada orang tua yang paling tinggi,
menyambung hubungan dengan orang yang dicintai bapaknya,
setelah ayahnya meninggal.” (HR. Muslim)
Semoga saja beberapa poin di atas bisa menjadi
wasilah bagi seorang anak untuk berbakti pada orang
tuanya lebih jauh lagi. Semoga juga amalan tersebut
bisa menjadi tambahan bekal kebaikan bagi orang tua
di alam barzah. Dan semoga juga, kita nantinya akan
dipertemukan lagi dengan orang tua dalam kondisi yang
lebih baik di surgaNya. Wallahu alam.
12 Duniahalal Etheses, almanarnews Hafizh, Mahmud, Abdul. 1999.
Mendidik Anak Bersama Rasulullah. hal 33-36
59
“
Uang bisa dicari Ilmu bisa dibeli
tapi kasih sayang orang tua tidak
bisa terulang kembali
Rizki Akbar Nasution
Kejamnya ibu angkat
menganiyaya yatim
piatu
Pada zaman Rasulullah Saw pernah memiliki seorang
anak angkat, yang bernama zaid bin Haritsah
sampai-sampai masyarakat pada saat itu memanggail zaid
bin muhammad, sangkin cinta dan sangkin sayangnya
Rasulullah Saw kepada anak tersebut. Masyarakat pada
zaman nabi mereka menyatakan zaid bin muhammad
ini anaknya muhammad, sampai suatau ketika datang
ayahnya zaid saat itu masih musrik dan memminta zaid
kembali kekeluarga ayahnya, nabi pun tidak menahan
anak tersebut dan nabi pun sangat sedih karena anak
mau di ambil orang tuanya kemudian nabi memberikan
pilihan kepada zaid antara nabi ataukah orang tuanya atau
pamannya.? Rupanya zaid lebih memilih Rasulullah Saw
karena nabi memberikan ke pada anak tersebut pendidikan
dan merawat anak dengan ketulusan hati dan sangat akrab
zaid kepada Rasulullah Saw. Sehingga turunnya firman
Allah Swt: yang artinya“Panggillah mereka (anak-
anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak
(kandung) mereka; itulah yang lebih adil di sisi Allah,
dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka,
maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu
seagama dan maula-maulamu dan tidak ada dosa bagimu
61
Jeritan Anak Yatim
terhadap apa yang kamu salah padanya, tetapi (yang ada
dosanya adalah) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan
adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
(QS Al-Ahzaab: 5).
Rasulullah Saw sangat cinta kepada zaid, seorang
anak sangat di muliakan di berikan kasih sayang dan
sikap nabi kepada anak angkat seperti anak sendiri tidak
ada perbedaaan anak angkaat dengan anak kandung.
Alangkah sedihnya jika di lihat pada zaman sekarang
anak angkat masih di aniyaya, di siram dengan air panas
bahkan di bunuh. Sebenarnya Rasulullah Saw sudah
memberikan contoh yaang baik dan Allah pun sudah
berfirman di dalam Al-Qur’an tentang memberikan
kaasih sayang kepada anak angkat. Orang tua angkat
zaman sekarang tujuannya bukan merawat tetapi
mendzolimi bahkan di jadika budak sungguh sangat
kejam.
Mengadopsi anak di masyarakat sering di jumpai,
entah karena menolong, atau tidak memiliki keturun
atukah sebab yang lain. tapi ketidak tahuan banyak
masyarakaat tentang hukum-hukum mengadopsi anak
sehingga anak tersebut di lantarkaan bahkan di aniyaya.
Padahal syariat islam tidak ada mengjarkan anak
seperti itu. Sehingga anak banyak yang menjadi korban
penganiyayan orang tua angkat.
Ada beberapa faktor orang tua angkat untuk
mengadopsi anak yaitu meninggalnya orang tua anak,
sehingga keluarga berinisiatif merawat anak yatim
dengan alasan untuk menjaga dan mendidik anak, akan
tetapi dengan tidak ada ilmu pengetahuan dan di barengi
hukum islam cara mengurus anak dengan kekerasan
sehingga banyak kejadian di masyarakat penyiksaan anak
62
Rizki Akbar Nasution
angkat. Pembunuhan anak angkat, kejamnya orang tua
angkat kepada anak yatim piatu sangat tidak manusiawi
ada yang di siksa, bahkaan di bunuh contohnya kejadian
di depok jakarta selatan bahkaan di siram dengan air
panas.13
Kejamnya ibu angkat bisa di sebabkan dengan alasan
bukan anak kandung, atau di jadikan budak jika tidak
melakukan pekerjaan rumah maka anak di pukul, di
cubit, bahkan sampai meninggal. Oleh sebab itu, tujuan
ibu angkat bukan untuk menyiksa, memukul anak akan
tetapi mendidik merawat anak memberi kasih sayang,
melindungi dan membina anak supaya menjadi anak
yang patuh kepada orang tua.
13 Agnes, Y. (2009). Pencapaian Identitas Diri pada Remaja yang Memiliki
Ibu Tiri. Agustina, Y. (2016). Self Disclosure Mengenai Latar Belakang
Keluarga yang Broken Home kepada Pasangannya. Jurnal e-komunikasi,
hal 37
63
“
Doa adalah senjata orang mukmin
Rizki Akbar Nasution
Kurangnya Kesehatan
Anak Yatim di Panti
Asuhan
Yatim menurut asal bahasa yakni “yatama”
atau “aitam” adalah anak yang bapaknya telah
meninggal dan belum baligh (dewasa), baik ia kaya atau
miskin, laki-laki atau perempuan. Adapun anak yang
bapak dan ibunya telah meninggal termasuk juga dalam
kategori yatim dan biasanya disebut yatim piatu Istilah
piatu ini hanya dikenal di Indonesia, sedang dalam
literatur fiqih klasik hanya dikenal istilah yatim saja.
Yatim artinya tidak beribu atau berayah lagi karena
ditinggal mati. Yatim (piatu) adalah anak yang ditinggal
mati ayahnya, anak yatim itu memerlukan pemeliharaan
dalam pendidikan yang dilakukan dengan kasih sayang
supaya mereka hidup gembira, bahagia, berilmu,
berbudi baik dan taat beragama, sanggup berdiri sendiri
dan berjasa kepada lingkungannya.
Fungsi Panti Asuhan Anak Yatim
Adapun fungsi panti asuhan menurut Departemen
Sosial adalah untuk menampung anak-anak yatim,
piatu atau keduanya, anak-anak terlantar bahkan
anak-anak yang mengalami kesulitan ekonomi untuk
memperoleh perhatian berupa pemenuhan kebutuhan
65
Jeritan Anak Yatim
dan memperoleh status sosial yang layak. Panti
asuhan merupakan tempat yang di kelola dengan asas
kekeluargaan bagi anak asuh. Suasana kekeluargaan
dalam kehidupan sehari-hari akan membuat anak
merasa berada dalam keluarga sendiri sekalipun pada
kenyataannya mereka telah berpisah dari keluarga
mereka.
Maksud dari pendirian Panti asuhan adalah untuk
membantu dan sekaligus sebagai orang tua pengganti
bagi anak yang terlantar maupun yang orang tuanya telah
meninggal dunia untuk memberikan rasa aman secara
lahir batin, memberikan kasih sayang, dan memberikan
santunan bagi kehidupan mereka. Tujuannya adalah
untuk mengantarkan mereka agar menjadi manusia
yang dapat menolong dirinya sendiri, tidak bergantung
pada orang lain dan bermanfaat bagi masyarakat.
Tujuan Panti asuhan adalah menjadikan anak mampu
melaksanakan perintah agama, mengantarkan anak
mulia dan mencapai kemandirian dalam hidup di
bidang ilmu dan ekonomi, menjadikan anak mampu
menghadapi masalah secara arif dan bijaksana dan
memberikan pelayanan kesejahteraan kepada anak-anak
yatim dan miskin dengan memenuhi kebutuhan fisik,
mental, dan sosial agar nantinya mereka mampu hidup
layak dan hidup mandiri di tengah-tengah masyarakat.
Pelayanan dan pemenuhan kebutuhan anak di panti
asuhan dimaksudkan agar anak dapat belajar dan
berusaha mandiri serta tidak hanya menggantungkan
diri tehadap orang lain setelah keluar dari panti asuhan.
Berdasarkan bebeapa pendapat diatas mengenai
peran pengasuh panti asuhan anak yatim dapat diambil
suatu kesimpulan bahwa memberikan pelayanan
66
Rizki Akbar Nasution
berdasarkan pada profesi pekerjaan sosial kepada anak-
anak yang tidak memiliki ayah atau ibu (yatim) atau
keduanya (yatim-piatu) sebagai pengganti orang tua
dengan cara mengasihi dan menyayangi serta membantu
dan membimbing (merawat, menjaga, dan mendidik)
mereka kearah perkembangan kepribadian yang baik,
berakhlakul karimah serta kemampuan kemandirian,
sehingga mereka menjadi anggota masyarakat yang
hidup layak dan penuh tanggung jawab baik terhadap
dirinya.14
Panti asuhan salah satu lembaga perlindungan
anak yang berfungsi untuk memberikan perlindungan
terhadap hak-hak anak pedomaan perlindungan anak.
Dan lembaga usaha kesejahteraan yang mempunyai
tanggung jawab untuk memberikan pelayanan
kesejahteraan sosial dengan melaksanakan penyantunan
dan pengentasan anak yatim dan anak terlantar,
memberikan pelayanan pengganti orang tua/wali anak
dalam memenuhi kebutuhan fisik, mental dan sosial
kepada anak asuh sehingga memperoleh kesempatan
yang luas, tempat dan memadai bagi pengembangan
kepribadiannya sesuai dengan yang di harapkan sabagai
bagian dari generasi penerus cita-cita bangsa.15
lembaga soaial Panti asuhan yang didirikan oleh
pemerintah, masayarakat maupun dari pihak lain yang
mempunyai tujuan untuk membantu anak-anak yatim
untuk kesejahteran hidupnya dan punya masa depan
yang jelas. Adapun anak yatim piatu masih banyak yang
kurang sehat mudah terkena penyakit di karenakan
14 repo.iain-tulungagung
15 core.ac Akhyar, Saiful. 2007. Konseling Islam Kyai & Pesantren.
Yogyakarta: eLSAQ Press hal 39-40
67
Jeritan Anak Yatim
1. makanan kurang bergizi, di panti makannya
sangat sederhana karena pengurus panti
mengharapkan bantuan dari suka rela masyarakat
misal dari pemerintah bantuannya sangat
sedikit kurang untuk kebutuhan anak-anak di
panti, sehingga panti mengharapkan bantuan
masyarakat, pengusaha, dan membuat usaha di
lingkungan panti.
2. jarang olahraga, anak-anak di panti sangat jarang
sekali olahraga di karenakan pekerjaan pengasuh
panti sangat banyak, tenaga pengasuh terbatas
sehingga anak-anak kurang maksumal olahraga
dan Penyakit pun sering di derita anak anak
seperti, flu, demam, batuk
3. lingkungan yang kumuh, anak bertempat tinggal
di lingkungan yang kumuh banyak kotoran. Dan
setiap hari menghirup udara yang kurang sehat,
rumah yang begitu sempit di karenakan melebihi
kapasitas rumah sehingga anak sering sakit
4. Tidak ada imunisasi anak, banyak anak di panti
yang tidak ada imunisasi dari puskesmas di
karenakan biaya untuk makan aja kurang apalagi
untuk imunisasi, sehingga perkembangan anak
kurang baik.
5. Di sebabkan lingkungan panti yang kumuh, anak-
anak kurang olahraga dan anak tidak di beri
imunisasi dari puskesmas, sehingga anak tersebut
mudah terkena penyakit dan lebih menyedihkan
penyakitnya anak di panti sangat mudah menular
ke teman-temannya karena anak yang sakit tidak
di pisahkan tidur, makan, dan minumnya sama
yang sehat karena kelebihan kapasitas. Sehingga
sampai-sampai penyakitnya lama sembuh karena
68
Rizki Akbar Nasution
di sebabkan pola hidup kurang sehat.
Di harapkan kepada pengasuh panti dapat
memberikan perhatian khusus kepada anak yang masih
sakit, jangan di gabung anak yang sakit dengan anak
yang sehat. Berikan pendidikan kesehatan anak dan
harus di jaga kebersihan.
Nah, banyak kekuranga-kekurangan di lingkungan
panti, sudah saatnya anda dan penulis peduli dengan
panti, lingkungan panti, pola hidup panti, dan
lingkungan bersih. Sebenranya anak-anak panti setiap
saat rindu dengan anda, mereka ingin hidup bebas,
lingkungan sehat, dan makanan bergizi.
Dan senantia salah selalu menanamkan dan
meningkatkan nilai-nilai tentang perilaku hidup bersih
dan sehat kepada anak-anak panti asuhan agar terjadi
peningkatan pengetahuan, perubahan sikap dan
kebiasaan berperilaku pola hidup sehat dalam kehidupan
sehari-hari. Karena masih di temukan beberapa anak di
panti yang kurang mengerti arti dan cara penerapan
Kesehatan perilaku hidup bersih dan sehat di panti
asuhan.
Bagi pengurus panti asuhan sebaiknya dapat
menerapkan pendidikan yang di peroleh dari sekolah
maupun pengelola panti lain, terkait dengan kesehatan
agar selalu menjalankan gaya dan pola hidup sehat
supaya terhindar dari penyakit.
69
“
Ada dua nikmat yang kebanyakan
manusia tertipu di dalamnya:
Kesehatan dan Kesempatan
Rizki Akbar Nasution
Bulan Muharram
Dijadikan Lebaran
Anak Yatim
Awal yang menentukan tahun hijriah dari bulan
muharram bukan Rasulullah Saw tetapi saydina
umar bin khattab ra. Ketika mereka ada musyawarah
darurat para sahabat bersama amirul mukminin umar
bin khattab. Ketika ada surat yang terkirim dari amirul
mukminin kepada seorang gurbernur bernama abu
musa al-asari ra perjalanan surat dari madinah menuju
mesir ketika sampai suratnya kurang lebih sampai 2
bulan, akhirnya mereka bingung apakah ini perintah
sudah lama, sudah tidak berlaku isi surat ini, atau ini
perintah baru wajib di lakukan? karena bulum adanya
terisi tanggal, dan surat itu berlaku sampai tanggal
berapa? akhirnya mereka rapat dan di musyawarah
kapan mulai tahun baru hijriah? ada usulan di awali di
bulan suci Rahmadhan ada pendapat di awali dengan
maulid Rasulullah Saw bulan robiul awal bulan tahun
hijriah mereka membahas persoalan sampai mereka
merapatkan dan mengambil keputusan di awali bulan
muharram karena tanda bulan muharram itu bisa mudah
di laksanakan atau di tetapkan karena sudah terlaksana
ibadah terbesar adalah ibadah haji. Selesai ibadah haji
mudah kita memperhitungkan untuk menuju pada tahun
71
Jeritan Anak Yatim
baru hijriah maka habis di sepakati oleh para sahabat
akhirnya umar bin khattab mengambil keputusan
menetapkan bulan muharram adalah bulan pertama di
tahun baru hijriah. Penetapan bulan muharram bukan
berarti bulan muharram itu adalah waktu telaksana
hijrah nabi muhammad bukan itu yang di maksud. Akan
tetapi penetapan hijriah itu bisa menjadi momen buat
kita semua bagaimana bisa mewujudkan setiap hijriah
atau tahun baru kita mewujudkan perubahan yang baru
menjadi lebih baik. Yang perlu di perhatikan bukan
hijrah tempat tapi yang paling utama adalah hijrah
qolbu, hijrah amal, hijrah sikap, hijrah akhlak dari akhlak
yang buruk menjadi akhlak yang baik dari sifat amarah
menjadi sifat orang yang lembut tidak suka marah dan
ini menjadi target umat muslim.
bulan mulia di antara 4 bulan haram bulan mulia
yang di pilih allah swt Sebagaimana firman Allah ta’ala
yang artinya
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua
belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan
langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.” [QS At
Taubah:9 ]
Keutamaan Puasa Muharram
Salah satu keutamaan bulan Muharram berupa puasa
Asyura adalah di hapuskannya dosa-dosa setahun yang
lalu. Penjelasan tentang penghapusan dosa-dosa setahun
lalu. Selain keutamaan bulan Muharram tersebut, banyak
peristiwa penting yang terjadi di balik puasa Asyura.
Badaruddin menjelaskan sebuah pendapat bahwa
di hari asyura itu Allah memberikan kemuliaan dan
kehormatan kepada sepuluh nabi-Nya yaitu:
72
Rizki Akbar Nasution
a. Kemenangan Nabi Musa atas Fir’aun
b. Pendaratan kapal Nabi Nuh setelah bumi
ditenggelamkan selama 6 bulan
c. Keselamatan Nabi Yunus dengan keluar dari
perut ikan
d. Ampunan Allah untuk Nabi Adam AS
e. Keselamatan Nabi Yusuf dengan keluar dari
sumur pembuangan
f. Kelahiran Nabi Isa AS
g. Ampunan Allah untuk Nabi Dawud
h. Kelahiran Nabi Ibrahim AS
i. Nabi Ya’qub dapat kembali melihat
j. Ampunan Allah untuk Nabi Muhammad, baik
kesalahan yang telah lampau maupun yang akan
datang
Selain di atas, para ulama juga menjelaskan beberapa
keistimewaan para nabi di hari Asyura, yaitu kenaikan
Nabi Idris menuju tempat di langit, kesembuhan Nabi
Ayub dari penyakit, dan pengangkatan Nabi Sulaiman
menjadi raja.16
mulailah Allah menciptakan langit dan bumi maka
mulailah pada saat itu hitungan waktu keberadaan
Allah tidak perlu waktu tapi Allah menciptakan waktu,
Allah menciptakan tempat tapi allah tidak memerlukan
tempat. Nah, dalam satu tahun ada empat bulan di antara
12 bulan ada bulan yang haram yang mulia yang di pilih
oleh Allah swt, adapun hitungan 4 bulan ini di sebutkan
di dalam hadits nabi bahwa Rasulullah saw bersabda:
16 Almanarnews Griyayatim, Saleh Al-Fauzan, Fiqh Sehari-Hari, (Jakarta:
Gema Insani, 2006), hal 42-44
73
Jeritan Anak Yatim
“Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana bentuknya
semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun
itu ada dua belas bulan diantaranya terdapat empat bulan yang
dihormati : 3 bulan berturut-turut; Dzulqa’dah, Dzulhijjah
dan Muharram serta satu bulan yang terpisah yaitu Rajab
Mudhar, yang terdapat diantara bulan Jumada Akhiroh dan
Sya’ban.” [ HR. Bukhari (3197) dan Muslim(1679) ]
Ibadah itu harus ada dasarnya dan sebenarnya secara
logika orang menerima karena kita itu buta akhirat dan
kita buta bagimana cara berbahagia di akhirat maka
satu-satunya cara agar kita bisa bahagia di akhirat adalah
ikuti orang yang tahu akhirat yaitu Rasulullah Saw
karena beliau mendapat wahyu dari Allah Swt. Sehingga
bagaimna cara berbahagia di akhirat orang tidak bisa
meraba atau berinofasi atau mencari-cari. Maka kita
seharusnya bersukur karena agama islam agamanya
Allah. Allah kasi kita satu paket agama sebagaima aqidah,
fiqih, kemudian penjelasan-penjelasan syariah itu tidak
meraba kita tidak mencari tapi Allah kasi sama umat
islam. Andaikan misalnya aturan syariat itu berdasarkan
kesepakatan manusia kumpul sekian orang rapat pasti
gagal. Tapi Allah beri kita aqidah semuanya Allah beri
dan setiap amal itu pasti di iringi aqidah dan idiologi.
Nah ketika bulan asyura keutamaannya sangat jelas
Rasulullah Saw meneybutkan tentang keutamaan bulan
asyuroh yaitu: Ibnu Abbas seorang sahabat, saudara
sepupu Nabi yang dikenal sangat ahli dalam tafsir
Al-Qur’an meriwayatkan bahwa saat Rasulullah Saw
berhijrah ke Madinah, beliau menjumpai orang-orang
yahudi di sana mengerjakan puasa Asyura. Rasulullah
Saw bertanya tentang alasan mereka berpuasa. Mereka
menjawab
74
Rizki Akbar Nasution
ُه َو َي ْوٌم َن َّجى الَّلُ ِفي ِه ُمو َسى َوأَ ْغ َر َق آ َل ِف ْر َع ْو َن َف َصاَم
ُمو َسى ُش ْك ًرا َِّلِ َفَقا َل أََنا أَ ْولَى ِب ُمو َسى ِمْن ُه ْم َف َصا َم ُه َوأََم َر ِب ِصَيا ِم ِه
“Allah telah melepaskan Musa dan umatnya pada hari
itu dari (musuhnya) Fir’aun dan bala tentaranya, lalu Musa
berpuasa pada hari itu, dalam rangka bersyukur kepada
Allah”. Rasulullah Saw bersabda : “Aku lebih berhak terhadap
musa dari mereka.” Maka Rasulullah Saw berpuasa pada hari
itu dan menyuruh para sahabatnya agar berpuasa juga.” (HR.
Bukhari; No: 1865 & Muslim, No: 1910)
Kemudian mereka bersyukur dan mereka berpuasa
Rasulullah Saw juga menyebutkan keutamannya
يُ َكِّف ُر ال َّسَن َة اْل َما ِضَي َة:ُسِئ َل َع ْن ِصياَِم َي ْوِم َعا ُش ْورآ َء؟ َقا َل
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa
hari Asyura, beliau menjawab: “Puasa pada hari Asyura
menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim, No:
1977)
“siapa yang menyusap dengan tangannya mengusap
kepala anak yatim pada hari asyura, maka akan di angkat
derajatnya sejumlah rambut anak yatim tersebut”. Dan
hadits ini yang sangat lemah hadits yang dhaif sehingga
tidak bisa di jadikan sebagai acuan dalil karena itu tidak
ada waktu khusus dalam menyantuni anak yatim”.
Tapi perlu di perhatikan tidak ada di jumpai
hadits khusus yang menyebutkan tentang keutamaan
menyantuni anak yatim ketika hari asyura. Perlu di
pahami bahwa betul adanya sebuah hadits tapi setatusnya
hadits yang palsu hadits yang mud’ab atau minimal
derajatnya dhaif sekali hadits yang menyebutkan
75
Jeritan Anak Yatim
Rasulullah Saw memberikan keutamaan bagi mereka
yang menyantuni anak yatim seperti dalam hadits yang
shahih Rasulullah Saw mengatakan
“saya dan orang merawat anak yatim seperti jari ini di
surga yaitu jari telunjuk dan jari tengah ”[HR Al-Bukhori
No 4998-5659]. Betapa dekatnya orang tersebut dengan
Rasulullah Saw artinya keutamaan besar menyantuni
anak yatim tapi mengenai waktu tidak ada waktu
khusus. Oleh sebab itu, ibadah yang sepanjang mutlak
harus di biarkan mutlak jangan di beri batasan. Jika di
berikan batasan itu akan menimbulkan tambahan aturan
yang tidak ada dalam syariat agama islam.
Perlu di pahami, bahwa bulan muharram bukan
bulan anak yatim, kalau ingin menyantuni anak yatim
di bulan muharram juga boleh, tapi jangan di khususkan
bulan muharram saja, sebab anak yatim perlu makan
tidak di bulan muharram ini salah satu problem
di masyarakat, menyantuyni anak yatim di bulan
muharram. Jadi, Rasulullah Saw mengatakan “aku
menanggung hidupnya anak yatim”. Nah, jika mengkasi
santunan satu tahun sekali nanti keburu meninggal anak
yatim nya. Begitulah di masyarakat kita seolah-olah
bulan muharram adalah bulannya anak yatim. Bukan
suatu yang salah menyantuni anak yatim akan tetapi
hendaknya anak yatim butuh bantuan setiap bulan
dan setiap minggu setiap saat. Di dalam islam tidak
ada lebaran anak yatim itu cuman di karang-karangan
saja. Orang-orang syiah yang membuat tersebut dengan
mengatas namakan memuluskan program mereka yang
merayakan hari asyura, yang mereka anggap itu hari
pembunuhan husein. Di dalam islam jika di kembalikan
pada hadits Rasulullah Saw, memang anak yatim itu di
76
Rizki Akbar Nasution
anjurkan untuk di santuni tapi sepanjang tahun. tidak ada
istilah setahun sekali atau hari raya dan itu juga upaya
syiah untuk membenarkan perilaku mereka lakukan dan
itu tidak ada sebenarmya di dalam hadits Nabi.
77
Jeritan Anak Yatim
Cinta & Kasih Sayang
Ayah Tiri Hanya kepada
Ibu
Kasih sayang seorang bapak tiri tidak boleh di
bedakan dengan anak kandung walaupun bukan
bapak nasabnya. Akan tetapi seorang yang beriman tidak
boleh membedakan anak tiri dan anak kandung sebab
selagi anak tersebut di bawah naungan bapak dan ibu,
perlu di pahami anak itu adalah nikmat yang di berikan
allah swt untuk bapak tiri untuk mendidik anak tersebut.
Coba di perhatikan sebagai contoh seorang guru di
pasantren melihat santrinya cinta dan kasih sayangnya
sudah melebihi anaknya sendiri. Guru-guru di pasantrn
saja sangat cinta untuk merawat dan mendidik. Jadi,
seorang guru pun melihat santri/muridnya bukan anak
tirinya, sedangkan bapak tiri tidak ada kecintaan kepada
anaknya inikan sangat menzolimi anak tersebut. Guru-
guru di pasantren saja tidak melihat dari nasab anak tapi
mereka melihat anak tersebut amanah yang harus di urus
dan di beri pendidikan supaya anak tersebut mejadi anak
yang berguna. Maka dari itu jika ayah tiri punya anak
dari istri apalagi jika anak tersebut yatim maka harusnya
bersyukur. Apalagi anak yatim banyak sekali tumpukan-
tumpukan kebaikan baik sama diri sendiri maupun sama
keluarga, dan pahala sangat besar anak yatim di bawah
naungan bapak tiri pahala yang luar biasa.
78
Rizki Akbar Nasution
Ketika ibu menikah lagi karena ayah kandung sudah
meninggal dan seorang laki-laki yang menikahi janda
yang punya anak yatim, pahala yang sangat besar karena
ayah tiri sudah menyelamatkan anak dan ibunya, ada
yang menanggung jawab hidupnya. Akan tetapi banyak
kasus di masyarakat bapak tiri menganiyaya anak tirinya
di karenakn ayah tiri tidak punya ilmu pengetahuan
atau anak tersebut sangat kurang berakhlak atau benci
kepada kepada ayah tiri. Sehingga penendidikan ayah tiri
dengan kekerasan banyak sekali di temukan kekerasan
aniyaya ayah tiri kepada anak tirinya bahkan sampai
meninggal. Ada beberapa solusi cara ayah tiri mendidik
anak, sehingga ayah tiri melakukan pendidikan tidak
dengan kekerasan:
Permasalahan anak benci kepada ayah tiri karena laki-
laki tersebut yang mau menikah dengan janda dia hanya
mau dengan ibunya saja, tidak mau sama anak-anaknya
laki-laki itu datang berurusan sama ibunya kalau sama
anaknya kurang di pedulikan. Hal beginilah anak itu
akan benci sama ayah tirinya. Oleh sebab itu, belajarlah
dari Reasulullah SAW anaknya ummu salamah sangat
romantis, di beri nabi kasih sayang kepada anak tirinya.
oleh sebab itu di usahakan ayah tiri dengan anak dari
ibunya dengan sering bercanda, makan bareng, cari
perhatian anak supaya anak tersebut tidak benci kepada
ayah tirinya di situlah cara mencari hati anak, contohnya
ketika mengambil daging atau minuman tawarkan
sama anak dan berikan nasehat hati yang lemah lembut
ke si anak. Ketika berjalin hubungan hati antara bapak
tiri dengan anak dari istrinya insyaallah anak tersebut
mudah mendengarkan nasehat karena dia tahu bapak
tirinya peduli sama dia. Jika cara mendidik anak dengan
79
Jeritan Anak Yatim
kekerasan maka pintu hatinya tertutup tidak bakalan
bisa nasehat masuk, carilah hati anak sehingga lebih
mudah mendengarkan nasehat.
Kedua, Rasulullah juga mencurahkan kasih sayang dan
kelembutan kepada zainab, anak ummu Salamah yang
paling kecil. Suatu ketika Rasulullah masuk ke kamar
ummu Salamah, namun pada saat itu zainab sedang
menyusu. Melihat hal itu Rasulullah membiarkan zainab
terus menyusui dan mengurungkan niatnya kepada
ummu salamah. Lalu ia kemudian meninggalkannya.
Kejadian seperti ini terjadi berulang kali.
Ketiga, perlakuan kasih dan lembut Rasulullah juga
dirasakan hindun bin abu halah, anak khadijah dengan
suami sebelumnya. Hindun menilai bahwa Rasulullah
adalah ayah yang terbaik yang sangat mencintai dan
memberikan pengaruh yang besar terhadap hidupnya.
“Ayahku Rasulullah Saw, ibuku khadijah, saudaraku
qasim, dan saudariku fatimah. siapa yang mempunyai
nasab seperti ini,” kata hindun bangga karena memiliki
ayah Rasulullah Saw.
Rasulullah Saw juga sangat menyayangi anak-
anak tirinya yang lain. Beliau memandang semua anak
tirinya tanpa jarak. Baginya, mereka adalah seperti
anak kandung sendiri yang harus diperlakukan dan
dibimbing dengan sebaik-baiknya. Maka tidak heran jika
ummu habibah dan Saudah, dua istri Rasulullah Saw
yang memiliki anak dengan suami sebelumnya, sangat
memuji dan menghormati Rasulullah Saw karena sang
suami sangat menyukai bagi anak-anaknya dan menjadi
pengayom bagi mereka. Cinta kasih dan kelembutan
80
Rizki Akbar Nasution
Rasulullah tidak hanya terbatas pada hubungan darah.17
Di antara cara Rasulullah Saw dalam mendidik setiap
anak tirinya ialah memperkenalkan tauhid. Dengan
begitu, di dalam diri mereka akan tumbuh sifat tunduk
dan pasrah terhadap Allah Swt. Rasulullah Saw bahkan
mengajarkan tauhid kepada anak tirinya sebelum risalah
kenabian datang kepadanya.
17 visi.news Maswan Nur Faaizin, Kajian Deskriptif Ibnu Kathῑr, Tafsir,
Yogyakarta:Menara Kudus, Rianztha, Nugraha, R. (2015). Konstruksi
MaknaSteretipe Remaja dari Keluarga Becerai Pada Ibu Tiri. e-Proceeding
of Management, 2 (3), hal 46-47.
81
“
Perlu diketahui anak tiri itu
adalah amanah yang sangat besar di
hadapan Allah,dan harus dipahami
juga jangan dibeda-bedakan kasih
sayang anak tiri dengan anak
kandung hormati dia apa pun itu
dia adalah anak dari istri ayah.
Rizki Akbar Nasution
Umat Islam Kurang
Memperhatikan Nasib
Anak Yatim
Perhatian Islam terhadap anak yatim
Perhatian Islam yang begitu besar kepada anak
yatim allah ta’ala melarang kaum muslimin
menghinakan anak yatim, berbuat buruk kepada mereka
keras dan kasar kepada mereka. Ini hukumnya haram
Allah mengharapkan perbuatan ini semua. Allah Swt
berfirman
َتْق َه ْر اَفَل ْلَيِتيَم َفأَ َّما
Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu
berlaku sewenang-wenang. (QS.Ad-Duha Ayat 9)
Maka ada pun anak yatim jangan anda sekali-kali
berlaku sewenang-wenang, tidak boleh mneghardik,
membentak, jangan menyakiti anak yatim ini larangan
dari Allah swt. Kemudian di dalam surah al ma’un allah
swt menjelaskan bahwa orang-orang yang suka menyakiti
anak yatim, menghinakan anak yatim ini adalah orang
yang calon penghui neraka dan bahwa ciri orang yang
buruk, yang di miliki orang kafir adalah orang yang suka
menghinakan anak yatim Allah berfirman
اْلَيِتيَم َيُد ُّع الَّ ِذي فَ َذ ِل َك ِبالِّدي ِن ُي َكِّذ ُب اَلِّذي أَ َرأَْي َت
83
Jeritan Anak Yatim
“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,” (
QS.al-Ma’un Ayat 1-2)
Perhatian islam yang begitu besar kepedulian kepada
anak yatim, dan Allah mengancam orang-orang yang
memakan harta anak yatim dengan api neraka, kalau
ada anak yatim kaya raya kemudian ada manusia yang
mengambil hartanya maka Allah swt mengancamnya.
Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya orang-
orang yang memakan harta anak yatim secara zalim,
sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya
dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-
nyala (neraka).” (QS.Surat An-Nisa’ Ayat 10)
Jadi, orang yang suka memakn harta anak yatim
sesungguhnya bukan memakan makanan yang nikmat,
Allah menjelaskan dalam ayat di atas mereka sedang
memasukkan api neraka dalam perut menreka. Oleh
karena itu, siapa pun di antara umat muslim yang di beri
amanah mengurus anak yatim maka perhatikan harta
mereka jangan sampai di makan karena balasannya itu api
neraka. Dan Rasulullah Saw memberi peringatan kepada
umat muslim tidak menyakiti anak yatim bahkan kalau
ada anak yatim di printahkan untuk mengusap kepalanya.
Dan ada seseorang yang mengeluhkan kerasnya hati
kepada Rasulullah saw, lalu beliau berkata kepadanya:
ﻟ َﻠّﺍُ َﻋﻠَْﻴ ِﻪ َﻭ َﺳَﻠَّﻢ َﻗ ْﺴ َﻮَﺓ ﻟ َﻠّﺍِ َﺻَﻠّﻰ ﺇِﻟَﻰ َﺭ ُﺳ ْﻮ ِﻝ َﻋ ْﻦ ﺃَِﺑ ْﻲ ُﻫ َﺮْﻳ َﺮَﺓ ﺃَ َّﻥ َﺭ ُﺟًﻠ َﺷ َﻜﺎ
َﻭﻣْﺍ َﺴ ْﺢ َﺭْﺃ َﺱ ﻟْﺍَﻴِﺘْﻴِﻢ ﻟْﺍ ِﻤ ْﺴ ِﻜْﻴ َﻦ َﻗْﻠِﺒ َﻚ َﻓﺄَ ْﻃ ِﻌِﻢ ﺇِ ْﻥ ﺃَ َﺭ ْﺩ َﺕ َﺗْﻠِﻴْﻴ َﻦ: َﻓَﻘﻝَﺎ ﻟَُﻪ،َﻗْﻠِﺒ ِﻪ
“Jika engkau ingin melembutkan hatimu, maka berilah
makan kepada orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.”
(HR. Ahmad)
Dalam hadits ini kata ulama ada dua kebaikan bagi
84
Rizki Akbar Nasution
oarang yang menyayangi anak yatim yaitu hati anda
menjadi lembut dan kebutuhanya Allah jamin apa yang
keingnan dalam hajat maka Allah penuhi
Di dalam ayat suci Al-Qur’an dan hadits banyak
kemuliaan-kemuliaan merawaat anak yatim. Bahkan
jaminannya sukses dunia dan akhirat tetapi alangkah
sedihnya orang-orang yang beragama islam, rupanya
ketika di perhatikan banyak anak yatim di terlantarkan
kehidupannya. Tidak bisa mengenyam pendidikan yang
memadai sebagai mana anak yang pada umumnya kalau
anda bandingkan dengan yayasan yatim piatu yang ada
sekarang ini sama sekali belum memadai dengan jumlah
anak yatim yang ada. Hanya orang-orang tertentu saja
yang mau memperhatikan kehidupan mereka. Padahal
menyantuni anak yatim adalah anjuran agama yang
sangat di tekankan, merupakan amalan yang mulia yang
akan kelak Allah akan membalasnya dengan surga. Bagi
siapa saja yang menyantuni anak yatim bukan saja anak
yatim tidak di perhatikan kehuidupannya bahkan banyak
juga orang-orang yang memakan atau mengganggu
harta anak yatim. Sesungguhnya Allah mengancam
orang-orang yang memakan harta anak yatim baik di
sengaja maupun tidak segaja. Seorang ibu misalnya dia
harus berhati-hati jika dia mempunyai tanggungan anak
yatim jangan sampai harta anak yatim itu di campur
dengan harta dia sendiri, sehingga tidak terasa kalau
dirinya selama ini telah memakan harta anak yatim yang
di asuhnya.18 Banyak sekali ayat- ayat yang di dalam Al-
18 Mahjubin, kemuliaantuhan. Prof Dr. Nashruddin Baidan, Wawasan
Baru Ilmu Tafsir, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2005), Abdul ‘Azhim
bin Badawi al-Khalafi, Al-Wajiz Fi Fiqhis Sunnah Wal Kitabil ‘Aziz, atau
Al-Wajiz Ensiklopedi Fikih Islam dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-
85
Jeritan Anak Yatim
Qur’an yag mengancam orang-orang yang memakan
harta anak yatim sebagimana yang di jelaskan di dalam
Al-Qur’an yang artinya
“Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah
balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan
yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama
hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan
memakan) itu, adalah dosa yang besar.” (QS.An-Nisa’ Ayat
2)
Begitulah ancaman Allah kepada orang-orang yang
suka memakan harta anak yatim. Sebaliknya orang yang
suka menolong anak yatim di lipatkan kasih sayang
kepadanya dengan menyediakan kebutuhannya sehari-
hari, dan juga memikirkan masalah pendidikannya
maka Allah akan membalasnya dengan pahala yang
sangat besar. Oleh sebab itu, masalah anak yatim ini
jangan di anggap sepele. Perlu di ketahui sebaik-baik
rumah ialah rumah yang ada di dalamnya ada anak yatim
yang di pelihara dengan baik dan seburuk-buruknya
rumah adalah rumah yang ada di dalmnya ada anak
yatim di mana ia di perlakukan dengan jelek. Hamba-
hamba Allah yang paling di cintai adalah orang yang
membuat kebaikan kepada anak-anak yatim dan janda.
Di dalam hadits yang di riayatkan oleh Imam Al-Bukhori
Rasulullah SAW bersabda:
“saya dan orang yang menanggung atau memelihara anak
yatim dengan baik maka dia di surga seperti ini jari telunjuk
dan jari tengah” [HR Al-Bukhori No 4998-5659]
Sesungguhnya merawat dan menyntuni anak
yatim adalah termsuk amal taqwa kalau orang itu
Shahihah, (terj. Ma’ruf Abdul Jalil), (Pustaka As-Sunnah),hal 49-50
86
Rizki Akbar Nasution
kurang ke taqwaannya kepada Allah maka berkurang
pula perhatiannya kepada anak yatim. Karena itu
marilah anda senantiasa giat membantu anak yatim
baik secara perorangan maupun secara organisasi
dengan mendirikan yaysan yang khusus bergerak
dalam menjalani kesejahteraan anak yatim dan kiranya
menolong anak yatim secara teroganisir dengan
membentuk misalnya yayasan. Maka manfatnya lebih
besar dari pada tidak teroganisir sebab kebutuhan anak
yatim itu bukan datang sewaktu-waktu akan tetapi, terus
menerus hingga anak yatim itu menginjak memasuki
umur baligh. Keadaan seperti itu akan lebih cocok bila di
tangani oleh yayasan, akhinya marilah anda berlomba-
lomba dalam beramal sholeh di antaraya menyantuni
anak yatim19
19 Khutbahsantri, eprints.umm hal 51
87
“
Ingat! Jadikan hobi Anda lebih
bermanfaat, daripada mengkoleksi
barang antik, lebih baik
mengkoleksi anak yatim
Rizki Akbar Nasution
Peran Masjid dalam
Membina Anak Yatim
Masjid secara harfiah berasal dari akar kata
sajada-yasjudu-masjidan yang bermakna
tempat untuk tunduk dan patuh (sujud) kepada Allah
swt. Masjid secara simbolik mempunyai arti asketistik
untuk penguatan kecerdasan spiritual yang bersifat
transendental sebagai totalitas diri untuk selalu tunduk
dan patuh (sujud) kepada Allah swt. Sesuai tujuan
penciptaan manusia yang menjadi tugas utamanya
untuk selalu menjadi hamba Allah Swt.
Ibadah utama yang dilakukan di dalam masjid adalah
shalat. Shalat rukun islam yang kedua yang menjadi
tiang bagi kokohannya pengamalan dan kelezatan dalam
beragama. Shalat amalan istimewa dan sangat bermanfaat
bagi manusia sampai-sampai Allah swt meng-isrami’raj-
kan nabi Muhammad saw, untuk menerima langsung
perintah shalat. Shalat amalan manusia yang pertama
kali dipertanggung jawabkan di hadapan Allah swt.
Kualitas shalat adalah penentu baik-buruknya amalan
lain selain shalat. Keseluruhan amalan shalat dapat
di artikan rangkaian doa dan munajat. Gerakan fisik
harus dibarengi gerakan hati sebagai bentuk penyaksian
akan ke-Maha Esa-an Allah swt (syahadat) serta bentuk
penghormatan dan ketaatan kepada Allah swt. (tahiyyat)
sehingga menciptakan kondisi merasa selalu dilihat dan
89
Jeritan Anak Yatim
diawasi oleh Allah swt (khusyu). Hasil dari penyaksian
ke-Maha Esa-an Allah swt (syahadat), penghormatan
dan ketaatan kepada Allah swt (tahiyyat), serta merasa
selalu dilihat dan di awasi Allah swt (khusyu) dalam
shalat bukan hanya berdampak pada waktu shalat, tetapi
menjadikan seluruh waktu hidupnya dalam kondisi
shalat.
Seseorang yang seluruh hidupnya dalam kondisi
shalat akan membuat dirinya malu untuk bermaksiat
dan berbuat durhaka kepada Allah swt. Sehingga
dirinya terhindar dari perbuatan yang keji dan munkar.
Seseorang yang seluruh hidupnya dalam kondisi
shalat akan terhindar dari berbuat riya serta ingin
disanjung dan di puji. Dia sadar berbuat riya pertanda
sifat kemunafikan dan akan membuat seluruh amalan
menjadi tidak berharga dan tidak bernilai. Dia sadar
bahwa semua yang ada dan yang terjadi dalam hidupnya
semata hanya karena anugrah dan rahmat dari Allah
swt. Seseorang yang seluruh hidupnya dalam kondisi
shalat akan senantiasa berusaha agar kesempatan hidup
yang di anugrahkan Allah swt menjadi bermanfaat bagi
manusia dan menebarkan rahmat kepada alam semesta.
Umat muslim tentulah akrab dengan istilah masjid.
Namun, tidak banyak dari umat islam yang memahami
makna atau hakikat dari istilah tersebut. Tidak sedikut
yang beranggapan bahwa masjid adalah bangunan yang
di gunakan untuk umat islam untuk menjalankan shalat
fardu dan shalat jum’at secara berjamaah. Pernyataan
tersebut memang benar akan tetapi fungsi dan peranan
masjid tidak sesempit itu.
Rasulullah SAW menjadikan masjid sebagai pusat
kegiatan kaum muslimin. Masjid bukan sekedar tempat
90
Rizki Akbar Nasution
untuk melaksanakan shalat saja, tetapi lebih dari itu.
Masjid di jadikan tempat mulia yang di dalamnya
juga patut dikerjakan pekerjaan-pekerjaan mulia
seperti menuntut ilmu, menumbuhkan ekonomi dan
kesejahteraan umat meningkatkan silaturahmi serta
kegiatan positif lainnya. Sayangnya kini masjid menjadi
“tempat keramat” yang karena sucinya, ia hampir tidak
pernah “tersentuh” oleh manusia. Kalau adapun orang-
orang yang tetap istiqomah untuk menghidupkan masjid
jumlahnya sangat sedikit sangat banyak orang-orang
yang malas ke masjid untuk melaksanakan shalat.
Banyak fungsi masjid yang hilang seiring zaman
sehingga kini masjid seringkali hanya di kenal sebagi
tempat shalat. Salah satu fungsi masjid adalah fungsi
edukatif. Di antara sasaran pendidikan agamanya, anak
yatim terlebih mereka yang di luar panti kurang perhatian
dari umat, terutama terkait pendidikan agamanya. Hal
ini tentunya berbahaya karena di khwatirkan anak yatim
tanpa perhatian dan pendidikan agama kelak menjadi
anak terlantar dan menjadi beban bagi masayrakat.
Oleh karena itu, masjid perlu memperhatikan mereka
anak yatim di berikan pendidikan agama melalui
program-program masjid untuk memperhatika anak
yatim sehingga anak tersebut mendapatkan ilmu agama
walaupun orang tuannnya sudah meninggal dunia.
Dalam islam anak yatim memiliki kedudukan
istimewa disisi Allah swt dan Rasul-Nya. Maka dari itu
umat muslim memiliki peranan yang penting dalam
memelihara anak yatim, untuk kelangsungan hidupnya
agar anak yatim tidak terlantar. Dalam menyantuni anak
yatim tidak saja memenuhi kebutuhan jasmaniahnya
saja namun anak yatim juga membutuhkan pendidikan,
91
Jeritan Anak Yatim
pembinaan keagamaan, serta motivasi agar dapat menjadi
generasi penerus bangsa dan agama yang baik. Salah
satu pembinaan agama dengan meningkatkan potensi
anak yatim selain panti asuhan faktor pendukung dan
pembinaan pada anak yatim yaitu di masjid.
Mengurus anak yatim suatu ibadah yang sangat mulia,
memberikan pendidikan agama mengajarkan ilmu-
ilmu syariat islam. Termasuk juga mengajarinya dengan
keterampilan-keterampilan untuk mampu berkarya
dan bekerja menghasilkan suatu produk untuk bekal
hidupnya yang baik. Mengsekolahkannya ke jenjang
yang lebih tinggi. Maka dalam Al-Qur’an di berbagai
surat dengan berbagai macam redaksi, posisi anak yatim
itu kedudukannya sangat mulia di antaranya yaitu:
a. Orang yang tidak peduli anak yatim di sebut
pendusta agama (QS. Al-Ma’un: 1-2)
b. Anak yatim tidak boleh di dzolimi (QS. Ad-
Dhuha: 6)
c. Anak yatim di perlakukan adil, baik dan
manusiawi (QS. Al-Baqorah: 83)
d. Anak yatim harus di muliakan (QS. Al- Baqarah:
220)
e. Anak yatim harus di pikirkan kelangsungan
hidupnya (QS. Baqarah: 177)
f. Anak yatim berhak mendapat bagian dari harta
rampasan perang (QS.Al-Anfal: 41)
g. Harta anak yatim tidak boleh di makan atau di
salah gunakan (QS. Al-An’am: 152)
h. Ancaman bagi yang memakan harta anak yatim
(QS. An-Nisa:10)
92
Rizki Akbar Nasution
i. Menyerahkan harta mereka dikala mereka sdudah
dewasa (QS. An-Nisa: 6)
Bila anda mencari figur utama di dunia yang paling
mengasihi anak yatim, maka anda tidak akan mendapat
oranng yang tepat, kecuali Rasulullah SAW. Beliau
selalu memperhatikan anak-anak yatim dengan baik.
Kepada para sahabatnya beliau berpesan agar mengasuh
dan berbuat baik terhadap anak-anak yatim.20
Program Anak Yatim di masjid
Banyak sekali uamt islam kurang memperhatikan
anak yatim, padahal ganjaran pahalanya sangat besar
yang di beri Allah swt. Nah, penulis mejelaskan alangkah
indahnya umat islam jika setiap masjid membuat
program pembinaan anak yatim agar anak yatim menjadi
anak yang berakhlak dan beragama lebih baik, sehingga
membawa anak yatim kepada kebahagiaan dunia dan
akhirat dan bisa membanggakan orang tuanya yang
sudah meninggal
Jika masjid membuat program pembinaan anak yatim
maka tidak lagi anak yatim sengsara dengan kehilangan
orang tua. Karena masyarakat di lingkungannya sangat
memperhatikan bahkan anak tersebut sangat terhibur
dengan adanya program-program masjid tentang
pembinaan anak yatim. Perlu anda perhatikan banyak
masjid di Indonesia ini tidak ada program seperti
pembinaan anak yatim, belajar mengaji,belajar sholat,
belajar adzan, belajar kutbah bahkan jika anda perhatikan
20 Etheses Aqiqahbunayyamadiun, Al-Ghazali, Muhammad. 2000. Munajat,
Zikir dan Doa-Doa Rasulullah saw ( Fannu Adz-Dzikri wa Ad-Du’a ‘Inda
Khatami Al-Anbiya’). Khalid, Amru. 2005. Pesona Al-Quran ( Khawatir
Quraniyah: Nazhrat Fi Ahdaf Suwar Al-Quran). hal 51-54
93
Jeritan Anak Yatim
saat ini tidak ada perogram sama sekali yang ada hanya
ibadah sholat doang. Dengan tidak ada program tersebut
maka masjid wajar menjadi sepi. Alangkah indahnya
jika masjid yang di dalamnya perogram-program untuk
membangkitkan kesejahteraan umat dan pembinaan anak
yatim
Apabila anda tidak memiliki kepedulian untuk
merawat, mencintai, memuliakan dan mendidik anak
yatim, bahkan menghardik dan menistanya, Allah
mengklasifikasikan anda sebagai orang-orang yang
mengingkari hari pembalasan. Ayat ini menggambarkan
bahwa keberagaman seseorang tidak hanya di ukur
dari aspek ritual formal sham dan shalat, tapi harus di
implementasikan pada tataran kehidupan sosial, salah
satu implementasinya adalah ikut memperhatikan nasib
anak yatim
Jika anda tidak bisa memeberikan kebahagiaan anak
yatim dengan uang, pakian, harta,makanan, minuman di
karenakan dengan alasan “miskin” maka dengan ilmu
yaitu dengan memberikan:
a. Motivasi
Motivasi di berikan kepada anak yatim agar dapat
mendorongnya untuk melakukan aktivitas tertentu
guna mencapai suatu tujuan. Motivasi yang dimiliki oleh
seseorang dalam melakukan sesuatu dapat berasal dari
dalam maupun luar individu itu sendiri. Akan tetapi
motivasi yang lebih kuat untuk seseorang bersemangat
melakukan sesuatu apa yang telah diharapkan atau
dicita-citakannya berasal dari dalam individu, karena
seseorang itulah yang menentukan diri sendiri akan
diarahkan ke arah yang telah direncanakan sebelumnya.
Seseorang yang memiliki motivasi dari dalam diri
94