The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Anak Yatim adalah anak yang sangat di cintai Nabi Muhammad Saw, bahkan Nabi Muhammmad menyampaikan bahwa, "Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini." Kemudian beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau, seta agak merenggangkan keduanya. HR. Bukhari.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Rizki akbar Nasution, 2022-12-15 04:56:56

Jeritan Anak Yatim

Anak Yatim adalah anak yang sangat di cintai Nabi Muhammad Saw, bahkan Nabi Muhammmad menyampaikan bahwa, "Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini." Kemudian beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau, seta agak merenggangkan keduanya. HR. Bukhari.

Keywords: #Jeritananakyatim

Rizki Akbar Nasution

sendiri juga akan terus berusaha mendapatkan suatu hal
yang telah menjadi tujuan yang diharapkan .“Ada upaya
motivasi agar anak tersebut dapat semangat terus dalam
menjalani kehidupannya, ada juga hafalan bersama dan
juga pemberian pembinaan keagamaan agar mereka
dapat menjadi anak yang sholeh sholehah dan dapat
istiqomah dalam beribadah”

b. Outbond atau Rihlah

Outbound atau rihlah anak yatim ini di lakukan
bertujuan untuk menghibur anak yatim, agar anak yatim
dapat merasakan kebahagiaan seperti teman-teman
lainnya.

c. Hafalan Al-Qur’an

Anak-anak yatim dibiasakan mengulangi hafalan Al-
Qur’an setiap ada pertemuan anak yatim, setidaknya
tiga sampai lima surah dihafal bersama-sama agar lebih
bersemangat. Dengan membiasakan menghafalkan
Al-Qur’an menambah hafalan anak-anak yatim dan
menjadikan mereka terbiasa dengan menghafal Al-
Qur’an serta bisa menjadi syafaat di hari kiamat nanti.

Anak yatim di masjid agar menjadi pribadi yang
sholeh-sholehah, memiliki pengetahuan agama yang luas,
serta berakhlak mulia. Program pembinaan pada anak
yatim di masjid pemberian motivasi yang dimasukkan
di dalam pengajian, kemudian hafalan Al-Qur’an yang
berupa menghafal surah-surah pendek dalam Al-Qur’an
saat setiap di adakannya pertemuan anak-anak yatim,
santunan anak yatim.

Program pembinaan pada anak yatim di
masjid dilakukan dengan tujuan guna tercapainya
kesempurnaan, yang berarti bila sebelumnya kurang

95


Jeritan Anak Yatim
baik maka dapat lebih baik setelahnya, dan pembinaan
agama kepada anak yatim juga bertujuan agar dapat
mewujudkan manusia yang memiliki budi pekerti serta
akhlak yang luhur agar mendapat kebahagiaan di dunia
maupun di akhirat.

96




Maukah kamu, hatimu lunak dan
kebutuhanmu terpenuhi?

kasihilah anak yatim, usaplah
kepalanya dan berilah makanan dari

makananmu, maka kebutuhanmu
akan terpenuhi.


Jeritan Anak Yatim

Anak Yatim Piatu
Terlantar

Anak yatim anak di bawah umur yang kehilangan
ayah yang bertanggung jawab dalam perbelanjaan
dan pendidikannya, anak belum baligh (dewasa) baik
ia kaya atau miskin, laki-laki atau perempuan. Adapun
anak yang bapak dan ibunya telah meninggal termasuk
juga dalam kategori yatim dan biasanya disebut yatim
piatu. Istilah yatim piatu ini hanya dikenal di Indonesia,
sedangkan dalam literatur fiqh klasik hanya dikenal
istilah yatim saja.21 Beberapa penyebab keterlantaran
anak yatim, antara lain

1. Orang tua meninggal atau tidak ada sanak
keluarga yang merawatahunya sehingga anak
menjadi yatim piatu terlantar.

2. Orang tua pengasuh tidak mampu (sangat
miskin) sehingga tidak dapat memenuhi
kebutuhan minimal anak-anaknya. Di tinggal
mati ayah dan ibunya, sementara ia masih belum
mampu mewujudkan kehidupanya, anak yatim
terlantar karena suatu sebab orang tuanya tidak
memberikan kewajiban kebutuhan anak, Anak
yatim terlantar kisaran antara anak yang berusia
5-18 tahun yang karena sebab-sebab tertentu,
sehingga tidak dapat terpenuhinya kebutuhan

21 Panti asuhan-miftakhuljannah hal 57

98


Rizki Akbar Nasution

dasar dengan wajar baik jasmani, rohani, maupun
sosial.
Laki-laki atau perempuan berusia sekitar 5-18 tahun
di karenakan
a. Tidak terpenuhinya kebutuhan dasar anak yang
terlahir, tidak ada yang mengurus dan tidak
mendapatkan pendidikan.
b. Tidak memiliki ayah, karena meninggal (yatim)
atau ibu karena meninggal tanpa di bekali harta
secara ekonomis untuk belajar dan masyarakat
kurang peduli sehingga anak tidak bisa
melanjutkan pelajaran pada pendidikan

Petunjuk Al-Qur’an tentang Pemeliharaan Anak Yatim

Dari beberapa uraian di atas, jelas diketahui bahwa
problematika yang di hadapi anak yatim dalam masa
kekinian amatlah kompleks dan memerlukan perhatian
yang sangat khusus. Dalam hal ini, agama Islam
dengan sumber utama pada ajaran Al-Qur’an mengatur
sedemikian rupa seluk beluk pemeliharaan anak yatim.
Bentuk pemeliharaan akan di jabarkan dalam beberapa
poin sebagai berikut:

a. Perawatan diri anak yatim
Al-Qur’an memberikan perhatian yang sangat besar
pada anak yatim. Al-Qur’an memberikan tuntunan
dengan menunjukkan jalan yang dapat di tempuh oleh
seorang muslim dalam memelihara anak yatim. Hal ini
tidak lain agar seorang muslim tidak terjebak dalam tata
cara pengasuhan yang salah dan dapat menelantarkan si
anak yatim, bahkan mungkin dirinya sendiri.

99


Jeritan Anak Yatim

Salah satu cara agar tidak menelantarkan anak yatim
yaitu dengan cara mengasuh mereka sesuai dengan
tuntunan Al-Qur’an. Ayat-ayat yang memberikan
informasi tentang perawatan diri anak yatim antara lain:

b. Surah Al-Baqarah 2 ayat 220

yang artinya“Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak
yatim. Katakanlah: “Mengurus urusan mereka secara patut
adalah hal yang baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka,
maka mereka adalah saudaramu; dan Allah menegetahui
siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan
perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat
mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S Al-Baqarah 2: 220)

Dalam sebuah riwayat dikemukakan bahwa sebelum
turunnya ayat-ayat tentang ancaman terhadap orang
yang menzhalimi anak yatim, diceritakan ada sahabat
Nabi yang bertakwa berusaha untuk menjauhi dosa
tersebut dengan memisahkan makanan dan minumannya
dari makanan dan minuman anak yatim. Jika makanan
anak yatim itu bersisa, maka di biarkannya sampai
busuk karena takut dengan ancaman Allah jika makanan
itu dimakannya. Lalu ia menghadap Rasulullah untuk
menceritakan hal itu. Berdasarkan kejadian tersebut,
turunlah ayat yang membenarkan penggunaan cara
yang lebih baik dalam perawatan diri anak yatim.22

Sehubungan dengan ayat di atas, bahwa perlakuan
yang baik terhadap anak yatim adalah semua hal yang
dapat mendatangkan ke maslahatan untuk mereka,
karena sebenarnya bergaul dengan mereka dalam segala

22 Kemuliaantuhan, Departemen Agama RI., Al-Qur’an dan Terjemahnya,
Jakarta:Yayasan Penyelenggara/ Penterjemah Al-Qur’an,

100


Rizki Akbar Nasution

kegiatan baik itu makan, minum, maupun dalam hal
usaha sama sekali tidak mendatangkan dosa, anak yatim
juga adalah saudara seagama. Makna persaudaraan
dalam konteks ini adalah bergabung dalam masalah hak
milik dan kehidupan. Artinya, persoalan makanan tidak
perlu di permasalahkan. Hanya saja, pergaulan dengan
mereka harus di landasi dengan sikap saling memaafkan
tanpa adanya keinginan untuk saling menguasai.

Allah memperingatkan kepada manusia, bahwa Ia
mengetahui segala apa yang ada dalam hati mereka,
dengan maksud agar mereka selalu dalam merawat
anak yatim. Tidak jarang, ketamakan membuat
seseorang menjadi buta hati sehingga membuatnya
ingin menguasai harta anak yatim dengan mengabaikan
perawatan diri mereka, baik itu dalam hal makanan,
minuman, dan segala hal lain, yang pada akhirnya justru
akan merugikan anak yatim dan dirinya sendiri.

Dari uraian di atas, dapat dipahami bahwa yang
dimaksuddenganmerawatanakyatimdenganbaikadalah
memperlakukan mereka sebagaimana memperlakukan
seorang anggota keluarga, tidak membedakan mereka
dalam hal makanan, minuman, pakaian, sehingga anak
yatim tidak merasa hina dan susah.23 Dengan bersikap
lemah lembut dan kasih sayang terhadap mereka,
mereka akan merasakan sebagaimana kasih sayang
kedua orang tua mereka dan akan mendatangkan pahala
yang berlipat ganda dari Allah swt bagi seorang muslim
yang mampu melaksanakan kewajiban tersebut. Dalam
hal ini, Rasulullah saw bersabda:

“Apakah kamu suka jika hatimu menjadi lembut serta

23 Abdul kadi rusman, Baidan Nashirudin, Metodologi Penafsiran Al-
Qur’an, cet. Ke-II, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 87 hal 59

101


Jeritan Anak Yatim

terpenuhi segala keinginanmu? Sayangilah anak yatim,
usaplah kepala mereka, serta beri makananlah mereka dari
makananmu, niscaya hatimu akan lembut dan terpenuhi segala
keinginanmu.” (H.R. Al-Thabraniy dari Abu Darda)

Dalam hadits di atas, Allah memberikan balasan bagi
orang-orang yang bersedia mengasuh anak yatim berupa
kelembutan hati dan terpenuhinya segala keinginan.
Tentu saja, syarat yang paling utama untuk mendapatkan
itu semua adalah ke ikhlasan hati dari seorang muslim
dalam merawat dan memelihara anak yatim.

c. Surah Al-Nisa [4] ayat 5

“Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang
belum sempurna akalnya (anak-anak yatim) harta (mereka
yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai
pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari
hasil harta itu) dan ucapkanlah pada mereka kata-kata yang
baik.” (QS., Al-Nisâ [4]: 5)

Dalam ayat di atas, terdapat perintah untuk merawat
anak yatim, yakni dengan membreikan mereka pakaian
dan rizki yang baik. Menurut Ahmad Mushthofâ
al-Marâghiy, pengertian al-Rizqu disini adalah
mencakup semua segi pembelanjaan, seperti makanan,
tempat tinggal, dan pakaian. Tetapi, yang disebutkan
secara khusus hanyalah pakaian (al-kiswah), karena
kebanyakan orang meremehkan masalah ini. Dalam ayat
tersebut, digunakan istilah fîhâ bukan minhâ, sebagai
isyarat yang menunjukan bahwa harta yang diambil
sebagai objek rizki itu adalah melalui perniagaan,
kemudian yang diberikan kepada anak yatim itu adalah
keuntungan dari perniagaan tersebut, bukan dari modal.
Karena jika di ambil dari modal, maka otomatis harta
mereka akan habis termakan. Artinya, para wali telah

102


Rizki Akbar Nasution

di percayakan untuk mengurus harta anak yatim itu
seperti halnya mereka mengurus harta mereka sendiri.
Dengan demikian, mereka wajib untuk memenuhi segala
kebutuhan si anak yatim tersebut.

Dari uraian di atas, dapat diketahui bahwa dalam
perawatan diri anak-anak yatim, mereka harus di beri
makanan, pakaian serta jaminan tempat tinggal dan
berbagai keperluan lainnya, yang kesemuanya diambil
dari harta mereka sendiri. Ayat di atas ditujukan pada
anak yatim yang memiliki harta warisan. Sementara ayat
sebelumnya (Al-Baqarah ayat 220), dijelaskan bahwa
segala keperluan anak yatim ditanggung oleh si wali,
dalam artian si anak yatim adalah orang miskin.

Pembinaan Pendidikan dan Moral Anak Yatim

Dalam ajaran islam, pemeliharaan seorang anak
tidaklah cukup hanya dengan nafkah lahirnya saja tanpa
memperhatikan aspek pendidikan dan moralitas sang
anak. Terlebih bagi anak yatim yang tidak memiliki
orang tua lagi.

Al-Qur’an memberikan informasi mengenai
pendidikan anak yatim yaitu di dalam Al-Qur’an surat
Al-Baqarah [2]: 83

“Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani
Israil, yaitu: Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan
berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak
yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata
yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah
zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali
sebagian kecil dari kamu, dan kamu selalu berpaling.” (QS.
Al-Baqarah [2]: 83)

103


Jeritan Anak Yatim

Oleh karena itu, bahwa perintah berbuat baik
pada anak yatim adalah dengan cara memperbaiki
pendidikannya dan menjaga hak miliknya agar jangan
sampai tersia-sia. Dalam hal ini, Al-Qur’an dan Hadits
Rasul penuh dengan wasiat untuk berbuat baik kepada
anak yatim. Nabi besabda dalam salah satu hadisnya:

‫ أَ َح ُّب ُبُيوِت ُك ْم إِلَى اللهِ َبْي ٌت ِفْي ِه َيِتْيٌم ُم ْك َرٌم‬.

“Rumah yang paling disukai oleh Allah adalah rumah yang
di dalamnya ada anak yatim yang dimuliakan.” (H.R. Baihaqi
dari Umar)[28]

Lebih lanjut menambahkan, rahasia yang terkandung
dalam perintah untuk berbuat baik kepada anak yatim
adalah bahwa pada umumnya anak yatim itu tidak
memiliki orang yang dapat mengasihnya terutama
dalam hal pendidikan, dan pemenuhan-pemenuhan
kebutuhannya serta pemeliharaan harta bendanya.
Sedangkan ibunya, meskipun ia masih ada, tetapi
pada umumnya kurang bisa dalam melakukan tugas
mendidik anak dengan cara yang paling baik. Perlu di
ingat bahwa anak-anak yatim juga merupakan bagian
tidak terpisahkan dari suatu umat atau bangsa. Apabila
akhlak mereka rusak, maka akibatnya akan merambat
kepada seluruh umat atau bangsa. Sebab perbuatan
mereka yang tidak baik merupakan akibat dari buruknya
sistim pendidikan yang mereka tempuh, dan tentu saja
hal ini akan berimbas pada terciptanya krisis akhlak di
kalangan umat atau bangsa.

Karenanya, kita harus menyadari bahwa anak yatim
juga merupakan saudara kita. Kita patut bersyukur
jika kita masih memiliki orang tua lengkap yang dapat
mendidik kita dan membiayai pendidikan kita. Dan

104


Rizki Akbar Nasution

syukur dengan memperhatikan dan berbalas kasih
pada anak yatim serta memperhatikan segala keperluan
mereka agar mereka tidak merasa ditelantarkan.

Ada beberapa hal yang harus di perhatikan umat
islam dengan mengubah hobi yang bermanfaat sehingga
anak yatim piatu tidak terlantar.24

Bayak sekali umat islam sangat hobi memelihara yang
kurang bermanfaat hewan-hewan seperti burung,kucing.
Perlu di perhatikan kalau ingin memelihara hewan
harus kembali ke dalil syar’i, dalam islam memelihara
hewan ternak adalah yang di anjurkan seperti kambing,
sapi,unta ayam yang bisa di makan dan bermanfaat bagi
orang banyak. Tapi kalau pelihara hewan yang memang
tidak perlu seperti burung maka hentikanlah. Burung
di kasih sayap untuk terbang bukan untuk di kurung
maka tidak perlu di pelihara karena kurang bermanfaat.
Dari pada memelihara burung, lebih baik memelihara
anak yatim, anak yatim banyak pahalanya. Bahkan
banyak biaya kalau merawat burung, ada sebagian umat
islam ingin memelihara burung cuma ingin mendengar
suaranya aja, maka kalau ingin mendengar suara burung
cukup buka di yotube semua suara burung ada. Hobi
ini harus di ubah, ubahlah kepada hal-hal positif, kalau
ada hewan-hewan yang boleh di pelihara dalam syariat
islam maka peliharalah supaya lebih bermanfaat. Ini
adalah sebagai saran kepada pembaca banyak orang
yang memelihara kucing sampai satu bulan 3 juta biaya
mkannya, dokternya. Kalau anak yatim di perlakukan

24 pantiasuhan-miftakhuljannah, docplayer Dewan Redaksi Ensiklopedia
Islam, Ensiklopedia Islam, Jakarta:PT Ichtiar Van Hoeve, Kathῑr Ibnu,
Tafsir Ibnu Kathῑr Jil VIII, Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’I

105


Jeritan Anak Yatim
seperti itu berapa banyak pahalanya anak yatim itu yang
di dapatkan? pasti banyak. di elus rambutrnya setiap
rambutnya satu pahala dan kata Rasulullah Saw “saya
dan anak yatim seperti jari tengah dan jari telunjuk di surga”
untuk apa memelihara hewan yang kurang bermanfaat?
maka ubahlah presepsi hobi yang memelihara binatang
yang kurang bermanfaat. Selama ini hobi memelihara
binatang maka ubahlah mulai dari sekarang hobi
memelihara anak yatim.

Umat islam banyak yang salah menempatkan hobi
sehingga hobi tersebut kurang bermanfaat, maka dari
sekarang buat hobi memelihara anak yatim, banyak umat
islam kurang pedeuli bahkan sampai di terlantarkan
sehingga anak yatim tidak dapat memenuhi kebutuhan
hidupnya.

106




Walaupun raga telah terpisah oleh
kematian namun cinta sejati tetap

akan tersimpan secara abadi di
relung hati


Jeritan Anak Yatim

Daftar Pustaka

Hukum Memakan Harta Anak Yatim Dalam Islam, https://
dalamislam.com/hukum-islam/hukum-memakan-
harta-anak-yatim-dalam-islam

Thomas Lickona¸2012, Mendidik untuk Membentuk
Karakter, Jakarta:
Bumi Aksara.

Wahyono Darmabrata, Hukum Perkawinan dan Keluarga di
Indonesia, Jakarta: Penerbit FHUI, 2004.

http://bandung.detik.com/read/2015/30/144517/1884006/486/
hak-anak-terabaikan-akibat-status-di-luar-nikah.

Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/8601-
keutamaan-menyantuni-anak-yatim.html

https://www.tribunnews.com/lifestyle/2019/09/10/
penjelasan-ustaz-abdul-somad-tentang-pahala-
menyantuni-dan-mengusap-rambut-anak-
yatim-10-muharram

HSR al-Bukhari (no. 4998 dan 5659).
Lihat kitab “’Aunul Ma’buud” (14/41) dan “Tuhfatul

ahwadzi” (6/39).
Lihat kitab “Syarhu shahiihi Muslim” (18/113).
Lihat kitab “an-Nihaayah fi gariibil hadiitsi wal atsar” (5/689).
Lihat kitab “Syarhu shahiihi Muslim” (18/113) dan “Faidhul

Qadiir” (3/49).

108


Rizki Akbar Nasution

Ibid. Sebagaimana dalam HSR al-Bukhari (no. 3778), lihat
juga kitab “Tafsir al-Qurthubi” (14/119).

Mahram adalah orang yang tidak halal untuk dinikahi
selamanya dengan sebab yang mubah (diperbolehkan
dalam agama). Lihat kitab “Fathul Baari” (4/77).

Hukum Online.com, Fatwa MUI juga melindungi Anak

Akhyar, Saiful. 2007. Konseling Islam Kyai & Pesantren.
Yogyakarta: eLSAQ Press

An-Nisa, Zulfa. 2016. Kesejahteraan Subjektif pada Anak
Yatim di Panti Asuhan Yatim
Muhammadiyah Purworejo. Surakarta: UMS.

Anshari, Saefuddin, Endang. 2004. Wawasan Islam,
Pokok-Pokok Pikiran Tentang Paradigma dan Sistem
Islam. Jakarta: Gema Insani.

As-Sayyid, Butsaniyah, Al-Iraqi. 2013. Berkah Mengasuh
Anak Yatim, terj. Firdaur Sanusi. Solo: Kiswah
Media

Darajat, Zakiyah. 1995. Pendidikan Islam dalam Keluarga
dan Sekolah, Jakarta: CV. Ruhana

Djumhur, Surya, M. 1975. Bimbingan dan Penyuluhan di
Sekolah. Bandung: CV. Ilmu.

Hadiawati, Lina. 2008. Pembinaan Keagamaan Sebagai Upaya
Meningkatkan Kesadaran). Jurnal Pendidikan
Universitas Garut. Vol. 02; No. 01.

Hafizh, Mahmud, Abdul. 1999. Mendidik Anak Bersama
Rasulullah. Bandung: Al-bayan

Lia, Novita. 2011. Pembinaan Anak Yatim dan Dhuafa di
Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Al-Hakim (Sinar

109


Jeritan Anak Yatim

Melati 2) Dusun Padasan Kecamatan Pakem
Kabupaten Sleman. Yogyakarta: UNY.

Majdid, Abdul, Dian Andayani. 2004. Pendidikan Agama
Islam Berbasis Kompetensi. Bandung: Remaja
Rosdakarya

Malik, Imam. 2011. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta:
Teras

Masyhari, Fauziyah. 2017. Pengasuhan Anak Yatim dalam
Perspektif Pendidikan. Jombang: UNIPDU

Rosmaniah, Hamid. 2013. Kafalat Al-Yatim Perspektif Hadis
Tematik. Makassar: UIN Alauddin.

Agnes, Y. (2009). Pencapaian Identitas Diri pada Remaja
yang Memiliki Ibu Tiri. 1-9

Agustina, Y. (2016). Self Disclosure Mengenai Latar
Belakang Keluarga yang Broken Home kepada
Pasangannya. Jurnal e-komunikasi, 4 (1), 2-12

Idris, T. (2016). Studi Kasus Komunikasi Interpersonal Antara
Orang Tua Single Parent dan Anak dalam Menjalin
Kebersamaan di Kota Makasar. Universitas
Hasanuddin Makassar

Nugraha, R. (2015). Konstruksi MaknaSteretipe Remaja
dari Keluarga Becerai Pada Ibu Tiri. e-Proceeding
of Management,

Pontoh, W. P. (2013). Peranan Komunikasi Interpersonal
Guru dalam Meningkatkan Pengetahuan Anak.
Jurnal Acta Diurna

Prof Dr. Nashruddin Baidan, Wawasan Baru Ilmu Tafsir,
(Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2005),

110


Rizki Akbar Nasution
Dewan Redaksi Ensiklopedia Islam, Ensiklopedia Islam,

Jakarta: PT Ichtiar Van Hoeve,
Rianztha, Wulandari, R., & Ahmadi, D. (2015).

Komunikasi Antarpribadi Orang tua dan Anak
dalam Penggunaan Gadget. Prosiding. 341-347
Agnes, Y. (2009). Pencapaian Identitas Diri pada Remaja
yang Memiliki Ibu Tiri.
Agustina, Y. (2016). Self Disclosure Mengenai Latar
Belakang Keluarga yang Broken Home kepada
Pasangannya. Jurnal e-komunikasi,
Maswan Nur Faaizin, Kajian Deskriptif Ibnu Kathῑr, Tafsir,
Yogyakarta:Menara Kudus,

111


Profil Penulis

PENULIS lahir 4 april tahun 1999 Air joman,
kabupaten asahan, provinsi sumatra utara

Riwayat pendidikan SD Negeri 010242 Air joman
Sumatra utara, Mts al-washliyah binjai serbangan
Sumatra utara SMA Negeri 1 Air joman Sumatra utara.
Dan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi
Universaitas Muhammadiyahh Yogyakarta masih dalam
proses menuju Setara 1 serjana hukum.

Penulis aktif di organisasi pada masa sekolah yaitu,
Pramuka, pencak silat, Paskibra, remaja masjid, rohis,
osis. Dan Penulis aktif di organisasi perkuliahan yaitu
Ikatan Mahsisiwa Muhammadiyah (IMM), Badan
Eksekutif Mahasiswa (BEM), komisi pemilihan Umum
Mahasiswa (KPUM ) Lembaga Pengembangan tilawatil
qur’an (LPTQ).

PRESTASI PENULIS
Paskibra, ketua Remaja masjid, pembina pramuka,
wakil Osis, staff khusus (bergjen ) Badan Eksekutif


Mahasiswa (BEM), Penerima beasisiwa berprestasi
selama duduk di bangku SMA, penerima beasiswa
unggulan dari kementrian pendidikan dan kebudayaan,
juara 1 lomba debat internal victory, Juara 3 lomba
pencak silat tingakat regional , juara 2 lomba pencak silat
tingkat kabupaten. juara 3 lomba peradilan.


Click to View FlipBook Version