Judul:
Bulletin Capra Pala, edisi 1
Kolektor tulisan:
Abu Hasan NACP. 88125
Kontributor dan Nara Sumber:
Anggota Aktif dan ALB Capra Pala
Seting Layout:
Cetakan Pertama, 2023
Hak cipta dilindungi undang-undang
All right reserved @ 2023
Terbit untuk kalangan sendiri (Internal Capra Pala)
Diterbitkan Oleh:
CAPRA Pecinta Alam (CAPRA PALA)
Fakultas Peternakan
Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto
Manuskrip Senja
Ketika kusayatkan sebaris rindu pada tongkang
ada gerimis menghentak tiba
tapi ranting telah menyeruak jauh ke dalam.
aku menjemput Rindu ...
kalau aku adalah gerimis di harimu,
maka perlihatkan pelangimu
agar aku bisa turun menjemput rindu
yang terselip di syal ungu...
aku yang bersembunyi di balik hujan
Mengendap ngendap mengejar rindu
Yang luruh pada gerimis panjang
Senja yang turun…
mengajakku menuliskan segurat rindu pada daun...
sehingga terserap dalam ranting mengedar ke dalam batang…
Eda Swardaya Sind
NACP. 88137
Kata Pengantar
AHOOIII… !!!
SELAMAT TAHUN BARU 2023. Caprapala menapaki usia 46 tahun di tahun ini. Terima kasih
kepada pengurus CAPRAPALA serta segenap panitia yang pada Tahun 2022 telah
menyelenggarakan acara HUT dan Reuni 45 Tahun Caprapala. Teriakan Ahooiii yang membahana
telah memanggil pulang para kambing gunung yang tersebar di seluruh kepulauan nusantara
termasuk salah satunya adalah Niken Istamaririn (Kalimantan). Berjuang dengan berbagai jenis
transportasi dari Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong-Kalimantan Barat hingga mendarat di
Purwokerto untuk berkumpul Bersama anggota CAPRAPALA di Gedung Putih Baturraden. HUT
dan REUNI diisi dengan diskusi dan sendagurau layaknya masa kuliah mampu membangkitkan
banyak nostalgia dan berujung pada tuntutan kelanjutan nostalgia dalam bentuk kelanjutan
kegiatan Penelusuran Sejarah Perjuangan (PSP) yang ke XI. Tentu ini sebuah goresan tinta yang
menjadi catatan khusus, tidak mudah untuk direalisasikan namun realistis untuk diwujudkan.
Teriakan Ahooiii tidak membahana seantero Indonesia tanpa adanya media untuk komunikasi
virtual salah satunya dalam bentuk Whatshap Group. Terima kasih kepada Masirom pendiri WAG
Caprapala Fapet Unsoed. 12 September 2016 WAG ini dibentuk. Saat ini, anggotanya telah
mencapai 229 orang Anggota Luar Biasa dan Anggota Biasa. Tentu angka tersebut, masih sangat
sedikit jika dibandingkan dengan jumlah anggota Caprapala yang sebenarnya meski tidak ada
hitungan pastinya karena datanya sebagian telah menjadi santapan pesta rayap.
WAG Caparapala juga memberi peran besar terdokumentasinya sejarah perjalanan CAPRAPALA.
Kita Bersama dapat mengenal dan berinteraksi langsung dengan salah satu pencetus nama
CAPRAPALA: Pratiwanggono Purwosuprojo. Eyang Prati dengan sabar dan detail telah bertutur
banyak hal tentang sejarah CAPRAPALA, Napak Tilas (Pelacakan yang kemudian berkembang
istilahnya menjadi Penelusuran ataupun Penghayatan Sejarah Perjuangan/PSP) dan banyak hal
yang terungkap melalui diskusi dan interaksi di WAG ini yang selalu terdokumentasi. Terima kasih
kepada Abu Hasan yang telah menelisik banyak hal dan mengelola dan menyimpannya dengan
rapi dalam google drive seluruh diskusi dan interaksi dalam WAG sehingga terhindar dari
santapan rayap maupun virus. Selain itu, keuntungan utamanya dapat diakses kapan saja dan di
mana saja (mirip slogan iklan sebuah produk yang tidak santun jika saya sebutkan).
Banyak hal yang terungkap melalui komunikasi di WAG ini. Tentang sejarah organisasi, tentang
sejarah kegiatan PSP, PDC, Telusur Pantai. Banyak data juga berhasil dikumpulkan seperti data
ketua PSP pertama hingga PSP X. Jajaran para Ketua CAPRAPALA dari awal hingga periode 2023:
Fafa Chrisnandy. Bukan sekedar data, namun ada beberapa kehidupan pribadi yang mencuat di
group ini. Tentang Ayah yang juga berperan menjadi Ibu: Eda Swardaya Sind dan Rambat
Wulantoro. Seorang Ibu yang juga menjadi Ayah: Anggraini Asiyah. Dan bahkan cerita bakti
seorang anak kepada orang tuanya yang menjadi tauladan bagi kita: Withya yang merawat
ayahnya dan M Chusnan Lutfi yang merawat Ibunya.
iv
Banyak ide dan keinginan yang bergolak dalam ruang diskusi group ini. Keinginan untuk
menyelenggarakan PSP Nostalgia yang menghadirkan pelaku PSP Pertama hingga PSP X beserta
keluarganya. Sebuah route pendek penghayatan sejarah yang dapat ditempuh dengan sepeda,
kendaraan dan jalan kaki dinilai mungkin untuk mengakomodasikan keinginan ini. Ide berikutnya
adalah Warung KOPI CAPRAPALA yang diharapkan menjadi basis logistic organisasi. Ide menulis
buku PSP lalu pembuatan syal CAPRAPALA dengan nama tiap ALB dan ide yang makin hangat
digoreng setiap hari adalah Pendakian Nostalgia Gunung Slamet. Akankah semua ini tersebut
hanya akan bergulat dalam ruang diskusi group ini. Hanya kita para anggota CAPRAPALA yang
dapat menjawabnya. Namun yang pasti anggota CAPRAPALA bukan pemimpi dan tukang ide.
Anggota CAPRAPALA adalah pejuang Tangguh yang pantang menyerah dan itu sudah kita
buktikan Bersama dalam perjalanan 45 Tahun ini.
Di penghujung tahun 2022, Abu Hasan memberi saya sebuah tantangan menulis kata pengantar
untuk penerbitan Buletin Internal CAPRAPALA yang beredar dari untuk dan oleh kita. Isi bulletin
ini adalah kompilasi pembicaraan di WAG. Menulis adalah pekerjaan paling berat buat saya.
Namun sekali lagi semangat dan jiwa Anggota CAPRAPALA yang pantang menyerah mendorong
saya untuk menyelesaikan tugas ini. Dan saya berhasil menyelesaikan tantangan Abu Hasan tepat
di hari pertama TAHUN 2023. Sebuah penuturan yang mudah-mudahan bermanfaat dan menjadi
pengantar bagi penerbitan Buletin CAPRAPALA. Terima kasih untuk seluruh Anggota CAPRAPALA.
Hormat dan salam takzim untuk para senior. KITA PANTANG MENYERAH.
AHOOIII… !!!
Purbalingga, 1 Januari 2023
Puji Astuti
NACP: 89165
v
DAFTAR ISI
Halaman
Halaman judul ……………………………………………………………………………………………………. i
Kata Pengantar ……………………………………………………………………………………………………. iv
Daftar Isi …………………………………………………………………………………………………………….. vi
Obrolan 27 Oktober 2022 …………………………………………………………………………………… 1
Obrolan 28 Oktober 2022 …………………………………………………………………………………… 22
Obrolan 29 Oktober 2022 …………………………………………………………………………………… 43
Obrolan 30 Oktober 2022 …………………………………………………………………………………… 70
Obrolan 31 Oktober 2022 …………………………………………………………………………………… 95
Obrolan 1 November 2022 ………………………………………………………………………………… 103
Obrolan 2 November 2022 ………………………………………………………………………………… 118
Obrolan 3 November 2022 ………………………………………………………………………………… 138
Obrolan 4 November 2022 ………………………………………………………………………………… 153
Obrolan 5 November 2022 ………………………………………………………………………………… 176
Obrolan 6 November 2022 ………………………………………………………………………………… 202
Obrolan 7 November 2022 ………………………………………………………………………………… 226
Obrolan 8 November 2022 ………………………………………………………………………………… 251
Obrolan 9 November 2022 ………………………………………………………………………………… 273
Obrolan 10 November 2022 ………………………………………………………………………………… 273
Obrolan 11 November 2022 ………………………………………………………………………………… 323
Obrolan 12 November 2022 ………………………………………………………………………………… 363
vi
1
Obrolan 27 Oktober 2022
12 September 2016 Masirom membuat grup CAPRA PALA FAPET UNSOED
27 Oktober 2022 Eda Swardaya Sind menambahkan Anda
Eda swardaya sind: Selamat datang Mas Abu Hasan, 1988. Fatra de Pana.
anni@haekalsean: (Poppy) Kalau aku masih bilang ada kemiripan sama almarhum.. Oh ya, request
reuni besok selipin doa buat anggota yang almarhum: Mas Adnan, Mas Bedhes, Andrian Tonggre,
Wahyu Kenthung.
Poppy: (anni@haekalsean) Beda jauh @Dok.
Eda swardaya sind: Semoga ustad @Abu Hasan datang, biar lebih mantab.
Bambang CP: (eda) Alhadulillah, kalau beliau datang, bagian baca doa sudah fix.
Eda swardaya sind: Selamat datang Mbak Anggie 88.
Anggie Anggraini: Terima kasih Kang @eda.
Abu Hasan: (eda) Terima kasih Kang @eda swardaya sind sudah dimasukkan grup ini. Mohon
bimbingannya.
Puji Astuti: Sugeng rawuh Mbak @Anggie Anggraini dan Mas @Abu Hasan wajib datang ya, walau
habis reuni 1988. Makin lengkap nih geng 1988, ada Mbak @Tri Ratna Sumringat, juga aku masih
mencari Mas @Heru Boleng nih. Dijawil ya Mbak Mas kalau ada. Monggo konfirmasi kehadiran dan
pesan kaosnya ke Dik @Firda Arianda.
Anggie Anggraini: Terima kasih Mbak @Puji Astuti.
Poppy: Kalau Mas Bagus Pekik bukan Capra ya?
Eda swardaya sind: Bukan Neng, UP3 sepertinya.
Puji Astuti: (Anggie) Siap Mbak, kostku di Widuri seberangan sama kostnya Mbak @Anggie Anggraini
seingatku. (Eda) Menwa mas.
Eda swardaya sind: Griyo Kenyo.
Anggie Anggraini: (Puji) Iya Mbak, sama Kwantini ya? (Puji) Griyo Kenyo dulu aku, Ety sama Hesti. Ada
juga Tutik, kostnya di Karangwangkal.
Puji Astuti: (Anggie) Nah iya.
Eda swardaya sind: Tri Hastuti? Yamaha merah?
Puji Astuti: (Anggie) Iya, kok lupa sama teman satu kost, Kwantini.
Eda swardaya sind: Kostan Kwantini sudah lenyap, menjadi FIB.
Anggie Anggraini: (eda) Nur Hastuti.
Puji Astuti: (eda) Sedih, sudah menjadi kampus ya? Padahal aku niat mampir Widuri. 88 ada Mas
Ronggo juga ya?
Abu Hasan: Isnin, Samsu Aji, sudah belum? Sepertinya ISwoyo juga.
Eda swardaya sind: Belum.
Puji Astuti: (Abu) Nah iya. Akan terjadi reuni kedua 88 di acara Capra Pala, bahagianya.
Anggie Anggraini: (Puji) Iya, Ronggo.
Poppy: (Puji) Angkatan paling semangat malah yang 1980-an.
Puji Astuti: (share)
2
Ijin repost acara dari Dik @Firda Arianda. (Poppy) Pasti, kenangan jaman kuliahnya luar biasa.
Eda swardaya sind:
Abu Hasan, Mas Heru, Rambat, Saya (Eda), Mas Tri, Karno (duduk).
Anggie Anggraini: (Puji) Oh ada kampus di situ? Pas ke Purwokerto kemarin aku sempat foto gang
masuknya Widuri. Area situ sudah banyak berubah, tapi Griyo Kenyo masih seperti yang dulu.
Eda swardaya sind: (Anggie) Fakultas Ilmu Budaya. Bahasa di situ, kampus anakku.
Abu Hasan: (eda) Dua lainnya Nur Rohmat 88, sama Mujib (temanku). (Anggie) Sak kenangannya juga.
Hari ikut Capra juga? Sepertinya dulu pernah ikut Jelajah Desa Gajahmungkur – UNS.
Puji Astuti: (Abu) Hari Purnomo yang di Purbalingga? Sempat aku japri.
Abu Hasan: (Puji) Iya. Susilo Adi 89, sudah? Pernah bareng ke Semeru.
Puji Astuti: (Abu) Bilang OK waku aku japri. Coba aku japri lagi.
Ekabees: Besok-besok semangat konservasi kita tampilkan juga, termasuk menjaga ekosistem
pengolahan bahan organik di kampus, sehingga Capra Pala sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa mampu
memberi warna konservasi alam kepada semua mahasiswa dan mereka dapat menjaga keasrian
kampus.
Pelatihan konservasi dan kampanye di kampus juga dapat dilakukan.
Misalnya:
1. Di Kantin ada slogan: Habiskan makanmu, jangan sisakan makanan.
2. Di lingkungan kampus ada pembuatan ecobrick atau pengolahan sampah organik dan hidroponik
sebagai pemanfaatan kompos.
Eda swardaya sind:
Waktu ke Semeru.
Puji Astuti: (Abu) Capra juga ya? Senang mendaki gunung Pak Doktor Adhi Susilo, tapi lupa Capra apa
bukan. Nanti ku japri. (eda) Ada slayer ungunya berarti Capra. Aku ngopyak-opyak angkatan lain,
malah lupa sama angkatanku.
Abu Hasan: (eda) Lagi mikir satunya lagi siapa? Itu Lucius, bener Kang @Eda?
3
Eda swardaya sind: Heru Boleng.
Puji Astuti: Mas Theo “Lucius” rencana datang, mas. Juga Mas Karno.
Abu Hasan: (Puji) Rambet, Endarto, Koko? (eda) Sudah ada di grup? Saya tidak punya kontaknya.
Eda swardaya sind: (ekabees) good idea.
Puji Astuti: (ekabees) Saya mau kangen-kangenan ngobrol nostalgia. Ini jatahnya Mas @ekabees dan
Mas @eda swardaya sind. (Abu) Konfirmasi mau datang. Yang lain belum nyaut Mas Rambat @Rambat
Wulantoro.
Broto 91 aqila: (Puji) Ini siapa Angkatan 96, Mbak Puji?
Firda Arianda: (share)
Eda swardaya sind: Mantab Dik Gemek. Ayo ayo.
Puji Astuti: (Broto 91 aqila) Aqila anak 96?
Firda Arianda: Monggo Mas Mbak untuk bisa secepatnya konfirmasi pendaftaran dan pemesanan ke
saya ya.
Eda swardaya sind: Ayo ayo, mendaftar bagi yang belum.
Sapto: Mas Ari (Timbul), ditunggu konfirmasinya.
Eda swardaya sind: (share pesan cinta)
Bambang CP: Ahooiii. Dari Delia Capra 1998.
Ono Triono: Ahooii.. 98 siap hadir: 1) Delia, 2) …, 3) … lanjut.
Elmy Wibowo:
Lagi membuat cerita tentang film Capra Pala ini.
anni@haekalsean: (Bambang CP) Pernah ketemu reuni di Departemen Pertanian (Deptan). (Elmy)
Masak.
4
Ono Triyono: Tanggal 12 malam sudah rilis belum mas, filmnya?
Elmy Wibowo: Sudah.
anni@haekalsean: Reuni besok ada vlognya kan?
Ono Triyono: (anni@haekalsean) Yang tidak berangkat, tidak usah dibocori filmnya. @ anni@
haekalsean Tidak ada, adanya live.
anni@haekalsean: Aku nonton youtubernya saja deh. Pada ngevlog ya?
Ono Triyono: (Anni) Berangkat lah, Mbak Anni. Saya kirim driver sudah.
anni@haekalsean: (Ono) Live streaming. (Ono) Bersamaan acara anak.
Ono Triyono: @Bambang CP siap menjemput. Ya kan? Aku loh, anak sudah saya wanti-wanti kalau
ada persami, menggarap tugas kelompok, piknik sekolahan, minta diundur. Kita ma uke Purwokerto.
Seperti itu ya Mbak, extreme kan?
anni@haekalsean: (Ono) Bambung jemputnya bestie nya.
Junaedi Gunawan: (Elmy) Di belakangmu nda, ya ikut membuat cerita tang.
Elmy Wibowo: Iya lah.
anni@haekalsean: Ini sepertinya pernah dishare foto yang seperti ini.
’molli Aftoni Muh. Ali: (Puji) 96 tidak ada yang Namanya Aqila.
Eda swardaya sind:
Poppy: (eda) Angkatan berapa ini?
Puji Astuti:
foto
Yang jaket hitam Angkatan 1987 ya Kang @eda swardaya sind. Yang sweaternya merah Mas Heru yang
di Kudus ya Mas @Wanto?
Eda swardaya sind: Budi Setyadi.
Puji Astuti: Yup, di mana beliau?
Eda swardaya sind: Semarang. Masih kontekan sama @Endarto bestienya.
Puji Astuti: (eda) Mesti diboyong, datang nih, Mas @Endarto. Biar kumplit 1987.
Broto 91 aqila: (Puji) Saya Broto 91.
Eda swardaya sind: Ini gabungan 84, 87, 88, Neng @Poppy.
5
Lagi.
Puji Astuti: (Broto) Walah, datang kan Mas Broto? Asyik 91 nambah.
Broto 91 aqila: (Puji) Iya dong. Saya usahakan Mbak Tutik.
Puji Astuti:
Ini Surnoto 89 ya Kang @eda swardaya sind. (Broto) Alhamdulillah, ayo Dik @Firda Arianda dicatat
dan difollow-up.
Eda swardaya sind: Sepertinya iya. Si pendiam tapi solider.
Junaedi Gunawan:
Saya posting ulang ah, semoga lekas sehat bro @Wiwik W.
Puji Astuti: (eda) Betul, aku cari keberadaannya.
Eda swardaya sind: Ayo Budi Setiadi (Buset), samper @Endarto TP.
Firda Arianda: (Puji) Alhamdulillah, sudah tercatat Mbak.
Eda swardaya sind: Dek Gemek sat set sat set uey.
6
Firda Arianda: Hehe, harus mas.
Puji Astuti: Alhamdulillah, yuk mari yang belum mencatatkan diri, daripada nanti aku japri loh.
Eda swardaya sind: @Endarto TP boyong bestiemu @Budi Setyadi.
Puji Astuti: (eda) Eh Mas Budi @Budi Setyadi ada di grup. Yuk mari Mas, confirm ke Dik Gemek @Firda
Arianda. Apa perlu aku japri nih, biar datang.
Budi Setyadi: (Puji) Sudah didaftarkan @Endarto TP kok. (Eda) Tahun berapa ini @Eda, kok masih
imut-imut.
Tri Ratna Sumingrat: Nih, nambah anggota ya @Uci Asiroh Angkatan 89.
Puji Astuti: (Budi) Alhamdulillah, asyik bertambah terus jumlahnya. (Tri Ratna) Silakan para admin,
Kang @eda swardaya sind bisa bantu. Mbak Uci Asiroh bisa datangkah Mbak Ratna @Tri Ratna
Sumingrat?
Budi Setyadi: (Puji) Tak kira Capra Pala sudah bubar Dek Tuti. Ternyata saya yang ketinggalan
informasi.
Tri Ratna Sumingrat: (Puji) Katanya pingin gabung. Silakan Mbak Uci, komennya ditunggu.
Puji Astuti: (Budi) Abadi Mas. Api yang tak kunjung padam. Saya ya baru gabung grup ini, haha. Dan
kangen semua. Serasa memory puluhan tahun berseliweran di kepala. Duh, kangen sekali nongkrong
bareng, jadi muda lagi. (Tri Ratna) Welcome Mbak @Uci Asiroh ayo daftar ke Dik Gemek @Firda
Arianda kita ngeriung ketawa-ketawa, lupakan resesi akan datang tahun depan.
Uci Asiroh: (Tri Ratna) Ya Mbak Ratna, terima kasih sudah dimasukkan di grup. Bagaimana kabarnya
teman-teman Capra, Ahooiii.
Eda swardaya sind: Baik Mbak Uci.
Puji Astuti: (Uci) Ahooiii. Alhamdulillah, sehat. Datang ya Mbak @Uci Ultah Capra 45 nih.
Eda swardaya sind:
Nyasar ke Jakarta 100 mdpl.
Uci Asiroh: (Puji) Pingin Mbak Puji. Aku tidak seperkasa dulu.
Tri Ratna Sumingrat: Memang Ultahnya disuruh naik gunung @Uci? Cuma disuruh membawa cangkul.
Puji Astuti: (Uci) Dengkulku juga sudah payah Mbak. Kita duduk-duduk ngariung ketawa-ketawa saja.
Ngobrol ngalor ngidul ngetan ngulon. Nyroto ditemani mendoan. Biar yang perkasa yang naik-naik dan
nyangkul-nyangkul.
Tri Ratna Sumingrat: (Puji) Makanya jangan kebanyakan @Puji.
Ekabees: Pastikan ada mendoan ini menggoreng dan sambal kecap. Hehe.
Puji Astuti: (Eka) Haha. Dan Sroto Sokaraja wajib hadir.
7
Ekabees: Nylekamin.
Kriswiyanto:
Ayo, siapa yang pingin sakti seperti Joko Kendil, saya antar ke sini. Dijamin hilang selamanya.
Puji Astuti: (eka) Langsung kebayang rasanya ke Tebet. Ah, nyroto eling-eling dan mendoan. (Kris)
Wegah.
Tri Ratna Sumingrat: (Kris) Mas Kris kalau tidak salah pernah gendong saya sama Niken bareng.
Sekarang masih kuat tidak?
Kriswiyanto: Dicoba apa sekarang?
Eda Swardaya Sind: Dulu dan sekarang.
Puji Astuti: (eda) Beh kok masih sama.
Eda swardaya sind: Kalau dibuka topinya.
Uci Asiroh: (Puji) Asyik nih. (Kris) Capra sejati.
Puji Astuti: (eda) Golongan putih.
Eda swardaya sind:
Kalau dengkul sudah tidak kuat, mari berarung jeram.
Tri Ratna Sumingrat: (Puji) Telah meninggalkan dunia hitam?
Puji Astuti: (Uci) Asyik, jadi datang nih. Dik Gemek @Firda Arianda difollow up ya registrasinya Mbak
Uci. (eda) Kalau ini nyalinya ganti yang tidak kuat.
Budi Setyadi: (Puji) Tidak teras atua. Aku teras tua kalau berada di rumah.
Eda swardaya sind: Aku merasa tua kalau ada tagihan.
8
Puji Astuti: (Budi) Betul. Kalau lebaran tambah kerasa tua karena sudah disungkemi.
Budi Setiadi: (Puji) Iya benar.
Puji Astuti: Mas Bembenk @Bambang Pujiatmoko Mr anteng banget nih. Sibuk banget kerja
sepertinya. 85 ada siapa lagi ya? Ini Mas @Wanto dan Mas @Heru seingatku 84 ya?
Wanto: Itu kontak Mas @Bambang Puji, Mas @Kasno, Mas @Joni, Mas @Bambang Setiawan
Puji Astuti: Siap Mas @Wanto.
Fanandy:
Salam dari kita yang di Sekre dan Mas @Masirom, ditunggu kehadirannya.
Puji Astuti: (Wanto) Mas Kasno 84 apa 85 Mas?
Eda Swardaya Sind: Ganti flannel se rom..
Puji Astuti: (Fanandy) Seger banget, tidak pada kuliah ya? (Wanto) Wah, Mas Joni ada.
Fanandy: (Puji) Ya yang semester tua, paling ke kampus cuma ngopi-ngopi depan Sekre saja Mbak.
Yang muda-muda yang masih kuliah.
Eda swardaya sind: (Fanandy) Pingin foto di situ.
Wanto: Kontak Mas @Edi Prawaskito.
Puji Astuti: (Fanandy) Déjà vu rasanya. Ini Dik Fafa yang ketua Capra ya?
Fanandy: Ya Mbak.
Wanto: Kontak Mas @Parmo dan Mbak @Sriyati 84.
‘molli aftoni Moh. Ali: (Fanandy) Sudah lagi dibetulkan ya Mas, ternit Sekrenya.
Fanandy: (Mol) Iya Mas. Lumayan rusak parah bangunan bersejarah ini.
Puji Astuti: Sugeng rawuh para senior 84: Mas @Kasno, Mas @Bongkrek, Mas @-4710, Mas
@Suparmo 84, dan Mbak @Sriyati. Mas @Wanto yang Mas @Edi Prawaskito belum dimasukkan ke
grup.
Fanandy:
9
Puji Astuti: (Fanandy) Nah, saat yang tepat. Mari sekalian kumpulkan donasi untuk acara Ultah dan
renovasi Sekre.
Masirom: Lagi rusak, Sekre.
Alief Beshara:
Iya mas, lagi renovasi Sekre.
Arita: (Wanto) Weh, Pak joni juga Capra to Mas?
Wanto: (Puji) Kenapa dengan Mas Edi, Dik?
Puji Astuti: (Wanto) Dik @Fanandy ini (Edi Prawaskito) belum di add. (Wanto) Belum di add di grup
Mas.
Wanto: (Anita) Ya betul, Mas Joni juga Capra dan Ketua Senat setelah Mas Seno.
Puji Astuti: (Wanto) Suhuku, tabik. (Alief) Alhamdulillah.
‘molli aftoni Moh. Ali: (eda) Ayo Om.
Eda swardaya sind: Mantab.
Sriyati: Assalamu’alaikum.
Budi Setyawan: Wa’alaikumsalam. @Sapto @Junaedi Gunawan.
Puji Astuti: (Sriyati) Wa’alaikum salam. Apa kabar Mbak? Semoga sehat selalu ya Mbak ke Purwokerto
HUT Capra Pala ke-45. Ini surat cintanya Mbak @Sriyati.
Poppy: Yang dari Tegal mau bareng sekalian tidak? Colek Mbak @Tri Ratna Sumingrat dan Ari Timbul
@Randuadjie, @Titik.
Tri Ratna Sumingrat: @Uci dari Tegal.
Poppy: Salam kenal Mbak @Uci. Tegalnya di mana ya? Mbak @Tri Ratna Sumingrat yang Tegalnya di
mana ya?
10
Uci Asiroh: Aku Pagongan. Mbak @Poppy mana?
Poppy: Saya kerjanya saja di Kartini. Tapi pulang ke Brebes. Tegal timur Mbak.
Tri Ratna Sumingrat: @Uci di Pagongan. Aku di Perumahan dekat Rita Mall.
Poppy: (Tri Ratna) Citra Bahari?
Uci Asiroh: Bagaimana Mbak Ratna, mau berangkat?
Tri Ratna Sumingrat: Aku belum bisa janji ini.
Poppy: Tapi saya juga sepertinya tidak menginap. Minggunya saya berangkat.
Tri Ratna Sumingrat: (Poppy) Bukan, Perumahan Abdi Negara, sebelah BMKG, sebelum Transmart.
Poppy: Oh, yang ke utara ya?
Arita: (Wanto) Wah baru tahu. Padahal sering ketemu kalau rapat dinas.
Randuadjie:
Salam dari senior, 89.
Poppy: (Randuadjie) Lah, seniornya malah masih hitam rambutnya.
Randuadjie: Apa iya? Siapa cba Mbak?
Poppy: Lah belum kamu kenalkan kok.
Alex: (Randuadjie) 89 belum lahir.
Poppy: (Randuadjie) Tidak tahu, baru lulus SD.
Wiwik WIdyanarko: (Randuadjie) Senior rambutnya hitam. @Timbul malah rambutnya sudah putih
semua.
Puji Astuti: (Randuadjie) Siapa ini?
Randuadjie: Dinas Peternakan Batang.
Poppy: (Randuadjie) Oh, yang kemarin dicari sama Mbak @Puji. Mas A@Arif Rambo apa yak.
Randuadjie: Arief Rambo Adyanto.
Poppy: (Wiwik) Makanya itu. (Randuadjie) Kemarin tanya-tanya, akhirnya dicari juga ya. Ya sudah,
nomornya segera dimasukkan grup.
Randuadjie: Sebentar, saya ngobrol asyik dulu.
Pui Astuti: (Randuadjie) Ya Alloh, kok pangling. Mana kribonya?
Poppy: Arief Rambo apa Arief Kribo Mbak?
Randuadjie: Pas ngomong ini, jadi ingat omongannya Mbak @Puji. Lagi dicari.
Sapto: (Randuadjie) Joss, diam-diam menghanyutkan. #timbul tenggelam.
Bambang CP: (Randuadjie) Aku suka ke Dinas Batang. Tapi belum pernah ketemu apa ya. Biasanya
ketemu dengan Syam Manohara sama Mutaqin Doyok. Se ruangan tidak ya dengan Mas Arief?
11
Eda swardaya sind: Yang ini orangnya, dulu.
Poppy: Harusnya foto before after Kang.
N Cahyadi: (Fanandy) Masih ramai tidak ini?
Puji Astuti: Terima kasih Mas @Randuadjie sudah berhasil menemukan. Salam dan pastikan beliau
hadir ya. Dikangeni aku. (eda) Kriwil-kriwil yak, bukan kribo.
Poppy: (Puji) Ho oh.
Kasno: (Puji) Terima kasih Mbak @Puji telah menginvite saya di grup kebanggaan Fapet Unsoed.
Bambang CP: Masya Allah. Dengan klik tombol WA yang sebesar daun kelor, dunia terasa sempit.
Silaturahmi tersambung antar generasi.
Eda swardaya sind:
Before after
Poppy: Didekatkan, jadi yang lupa menjadi teringat.
Puji Astuti: (Kasno) Alhamdulillah bisa bersilaturahmi. Mudah-mudahan Mas @Kasno diberikan
kelonggaran waktu untuk hadir di acara Ultah unit kegiatan kebanggaan Fapet Unsoed, Capra Pala
sehingga bisa silaturahmi offline.
Poppy: Gayanya sama, lebih ciamik. Buat selingan.
Puji Astuti: (Poppy) Selingan sambil makan siang.
Indriati: (Randuadjie) Senior yang tertukar.
Puji Astuti: Ini tinggal Mas Heru Boleng Angkatan 88 ke mana ya? Kang @Eda ada penampakan
fotonya Mas Boleng? Help help, ada yang bisa membantu menemukan kah?
Eda swardaya sind: Hallo, anak hilang. Arif Slank, Arif Rambo.
12
Arita: (Bambang CP) Tidak pernah ke Klaten Mas?
Puji Astuti: (Eda) Kerja di Dinas, jadi tidak bisa gondrong yak?
Randuadjie: (Indriati) Salah semir rambut, tadi pagi.
Poppy: (eda) Dibuat tanda pengenal, bagus. Jadi tahu dulu dan sekarangnya, terutama saya yang
muda-muda belum tahu.
Bambang CP: (Arita) Pernah, kenalnya dengan Pak Waluyo inseminator.
Randuadjie: (mengirim nomor @Capra P Arif Rambo)
Poppy: (Fanandy) Saya kira ini tadi siapa, ternyata Mas Jayus @Masirom.
Puji Astuti: Welcome Mas @Arif Rambo. Ya Allah, akhirnya ketemu. Setelah lulus sepertinya belum
pernah ketemu ya. Ditunggu ya di acara HUT 45.
Eda swardaya sind: Mesti datang, Ketua.
Puji Astuti: (eda) Wajib pakai banget. Ayo Mas @Arif Rambo geser semua jadwal lain untuk merapat
ke Purwokerto.
Budi Setyadi: (eda) Sudah rebonding ya Kang @Eda.
Eda swardaya sind: Silase daun ketela rambat 87. Salam rumput odot.
Isti_QQ: (Fanandy) Tau gitu aku ke Fapet. Kapan ini?
Poppy: (Isti_QQ) hari ini sepertinya.
Bambang CP: (Isti_QQ) Besok tanggal 12, merapat ke Sekre ya Thuk.
Isti_QQ: (Poppy) Ok. (Bambang CP) Bareng apa?
Bambang CP: Ya ketemu di sana, InsyaAllah.
Triasanti Novi Hamida: Cookeer @Isti_QQ tanggal 12 berangkat ya Jeng.
Fanandy: (Isti_QQ) Tadi pagi Mbak. (Bambang CP) Ditunggu kita sambut di Sekre dengan sesuatu yang
spesial.
anni@haikalsean: (eda) Beda yak, yang befor afternya beda siapa lagi? Kita lihat nanti Angkatan
berapa yang paling ramai. Seru ini yang menjelang 45, kluntang klunting melulu, grup.
Kasno: (Puji) InsyaAlloh, aamiin.
Isti_QQ: Saya belum pesan kaos itu, masih buka atau tidak.
anni@haikalsean: asih sepertinyabatch 2. Japri dik bendahara saja @Isti.
Puji Astuti: (Isti_QQ) Monggo kontak Dik Gemek @Firda Arianda.
Poppy: (anni@haikalsean) Hmm, Angkatan senior semua Dok.
Puji Astuti: (Poppy) Pasti 1980-an lah.
Eda swardaya sind: Ning Poppy super junior.
Poppy: (eda) teman-temanku mana 95. Mas @Ipung saja sepertinya.
Puji Astuti: (Poppy) Apa-apa teman virtual ini.
Bambang CP: (Isti_QQ) Is, jemput ke Dolop ya.
Poppy: @Nafiatin Nazilah, Yayat, Meklin, Ratri, David, Friensi juga apay a.
Anggie Anggraini: (Budi Setyadi) Eh, ada aku.
Puji Astuti: (Anggie) Iya Mbak, sampingnya Mbak anggie ada Mbak Wiwit 89. Dan sampingnya Mbak
Wiwit ada aku.
13
Eda swardaya sind: Tahun 1990 sepertinya.
Anggie Anggraini: Jadi merasa muda. Kemarin dapat kiriman foto ini.
Tri Ratna Sumingrat: (Anggie) Ceweknya Puji, Niken, Anggi. Satunya lagi siapa ya.
Budi Setyadi: (Puji) Niken si Black belum kelacak apa ya? Di pedalaman Kalimantan.
Tri Ratna Sumingrat: (Budi Setyadi) Sudah. Ada di grup ini.
Anggie Anggraini: (Budi Setyadi) Saya ketemu di facebook.
Budi Setyadi: (Tri Ratna) Oh, syukur. Saya kira tidak ada sinyal. Ini Nnomornya Bona kah?
Tri Ratna Sumingrat: (Budi Setyadi) ho oh.
Puji Astuti: (Tri Ratna) Wijiati (Wiwit) 89.
Budi Setyadi: (Puji) Oh, aku ingat.
Triasanti Novi Hamida: (Isti_QQ) Kos Gunung Srandil yak.
Sriyati: (Puji) Alhamdulillah sehat. Kapan Capra Ultah ya? InsyaAllah saya datang.
Puji Astuti: (Sriyati) Alhamdulillah, asyik ditunggu banget nggih Mbak. Acaranya 12-13 November
Mbak. Monggo Mbak @Sriyati info lengkapnya Dik @Firda Arianda difollow up lebih lanjut.
Arif S: (Puji) Mantab.
Masirom: (share link Fapet Unsoed gelar workshop penulisan berita online)
Isti_QQ: Kapan ada lagi mas? Pingin ikut.
Puji Astuti: (Masirom) Keren. Kampus tidak ajak-ajak padahal kantor kita dekat.
Masirom: Mbak Puji sibuk, aku tidak berani colek.
Puji Astuti: (Masirom) Aku kadang makan siang di Gedung MNC Kebun Sirih. Tapi ya tidak berani colek-
colek njenengan, khawatir mengganggu selagi kerja.
Masirom: Serius, kabari Mbak.
Puji Astuti: Beneran. Siap.
Bambang CP: (Isti_QQ) Biar dapat juara PPID ya, saingan kita gaes.
Wanto: (Anggie) Apa kabar adikku yang paling cantik sendiri. InsyaAllah Desember aku ke Solo. Yang
ada sekitaran Solo nanti kita ngopi ngopi yah.
Isti_QQ: (Bambang CP) Ampun deh, saingan berat.
14
Milan Fans Dewa: (Wanto) Insyaallah.
Anggie Anggraini: (Wanto) Alhamdulillah, baik kakak. Lama ya, lost contact.
Wanto: (Anggie) Tapi tetap selalu di hati.
Anggie Anggraini: Alhamdulillah, ketemu di sini. Banyak senior saya di sini.
Wanto: Alhamdulillah. Maklum sudah 30 tahun lebih. Jadi, nama familier tapi muka yang mana gitu.
Coba dari foto itu sebutkan siapa saja ya?
Puji Astuti: (Wanto) Sebelah kanan dari belakang ke depan: Aku, Niken Black @Niken, Mbak @Anggie
Anggraini lalu Kang @eda swardaya sind. Samping Kang Eda ada Mas @Rambat Wulantoro,
belakangnya Ratna Bebek @Tri Ratna Sumingrat. Samping Ratna kalau tidak salah Mas Lutfi.
Wanto: (Puji) Iya, muka familier, tapi nama lupa.
Eda swardaya Sind: Mas Wanto. Familier mukanya. Ingat Mas Wanto, ingat Dewa Bujana.
Wanto: Hehe, bisa saja Kang Eda mah.
Firda Arianda: (share link Penutupan Batch 2)
Poppy: (eda) Mirip berarti.
Eda swardaya sind: Ya sedikit. Neng Poppy dengan Poppy Mercury mirip juga ya.
Poppy: Sudah terkonfirm berapa yang datang dik @Firda Arianda? (eda) mirip jauh.
Junaedi Gunawan: Panjat tebing.
‘molli aftoni Moh. Ali: (Junaedi) Ayo, besok Mbah, pas HUT ya, di rumahku.
Juanedi Gunawan: (Mol) Wah mantab ini. Seperti di Gumelar Mol?
Fanandy: (Share video) tetap rapat dengan tempat yang mantab.
Niken: Seperti jaman dulu saja, diberi markas yang ala kadarnya.
Kriswiyanto: Tapis ama betah kan? Sampai diusir hingga kos. Jaman dulu, seperti Koko.
Fanandy: (Niken) Kita terbiasa dengan apa adanya kok Mbak.
Wanto: (Kriswiyanto) Benar Om Kris. Situasi tidak jauh berbeda dengan 1986/1987 Sekrenya. Namun
tetap survive. Selamat berjuang adik-adikku semua.
Fanandy: (Kriswiyanto) Wah jelas itu mas. Sampai debat sama Satpam, kemarin juga chaos banget kita
debat.
Wanto: (Fanandy) Sekarang tidak boleh menginap ya Dik?
Fanandy: Siap Mas. Mohon doa dan restunya agar kitab isa mempersiapkan HUT, Dikjut dan Diksar
dengan lancar.
Wanto: (Fanandy) Harus selalu yakin bisa. Tidak ada yang tidak mungkin.
Fanandy: (Wanto) Iya Mas, tidak boleh. Karena di tahun-tahun sebelumnya ditemukan alat
kontrasepsi di belakang sekre, sama pencurian motor. Jadi, dilarang 24 jam.
15
Niken: (Kriswiyanto) Haha, karena sering pulang malam kalau rapat. Nasib tragis Ratna diminta pindah
kost. Kok, masih ingat Mas Kris. Apa Koko juga bernasib sama?
Fanandy: (Wanto) Semboyan Angkatan sekarang mah “Tetap mlaku walau mandan mengkis-mengkis”
Kriswiyanto: Masalahnya Koko tidak bayar-bayar.
Eda swarda sind: Wah, buru-buru pencurian motor. Dulu mah, yang membawa motor saja bisa
dihitung dengan jari. Saya saja kost dekat Pusat. Saban hari jalan kaki ke kampus. Sehat, 2,5km pulang
pergi.
‘molli aftoni Moh. Ali: (eda) sudah beda jamannya Om.
Niken: Walah, parah kalau itu. Dulu orang tua Mas Koko di Borneo kalau tidak salah. Jadi telat
kirimnya.
Eda swardaya sind: Iya, kita jaman sulit.
Fanandy: (eda) Ya jaman sekarang Mas, full motor. Soalnya cewek sekarang kadang memilih cowok
dengan melihat motor.
Eda swardaya sind: Sekedar nelfon rumah, mesti ke Stasiun. Antri.
Kriswiyanto: Dulu ada anaknya Kapolda Cilacap. Kalau membawwa motor suka ketinggalan di kampus.
Niken: (eda) Jaman sekarang mana ada anak kuliah tidak ada motor. Kalau kita dulu jalan kaki saja di
luar jalanan. Karena keadaan.
Wanto: (Fanandy) Nah itu problemnya. Jadi semuanya harus tetap menjaga attitude.
Eda swardaya sind: wkwk, nonton Rajawali teater, jalan kaki dari Grendeng, Pasar Wage, Rajawali.
Sama Gober.
Kriswiyanto: (Niken) Nonton bioskopnya di Srimaya ya, pulangnya jalan kaki lewat Jalan Kemesraan.
Itu saja sudah senang.
Eda swardaya sind: Mana ada angkot malam.
Wanto: Bulan Juli kemarin saya datang ke kampus peternakan. Saya sempat menanyakan tentang
Sekre Capra Pala. Kata satpamnya sekarang ada jam malam. Tidak boleh menginap. Ternyata itu yah
masalahnya.
Kriswiyanto: Jaman kita dulu sama satpam, kompak.
Niken: (Kriswiyanto) Mosok di Cilacap ada Kapolda. Kapolsek, kali.
Fanandy: Hari ini mobil dosen dipecah kacanya, dalamnya diambil. Seperti laptop dan barang-barang
berharga.
Eda swardaya sind: Belum ada satpam, paling penjaga kampus. Rilam, Tarlam, Salam.
Wanto: (Fanandy) Iya makanya penting sekali untuk membuat mental attitude yang positif. (Fanandy)
Ini terjadi di kampus tercinta kita? Kok serem amat?
Fanandy: (Wanto) Pasti Mas, sekarang kita sudah kesepakatan semua elemen untuk menjaga
lingkungan Fapet, baik dari perilaku anak-anak yang menyimpang atau gangguan dari pihak eksternal.
(Wanto) Iya Mas. Hari ini pagi mobil dosen perah, terus siangnya mobilnya Pak Eko.
Wanto: Wah, ini tidak boleh dibiarkan, Capra harus mencari solusinya supaya bisa aman di kampus.
Konservasi kampus tercinta harus diciptakan.
Nafiatin Nazilah: Who, prihatin ya.
Eda swardaya sind: Satpamnya bagaimana? CCTV ada?
Fanandy: Ini kita pengawasan terus mas, sebisanya kita. Tadi sempat mergokin di depan masjid, tapi
kabur.
16
Nafiatin Nazilah: Tapi kemungkinan pelaku juga pihak eksternal. Jaadi harus bersama-sama menjaga
keamanan kampus.
Wanto: (eda) Makanya, harus ada kolaborasi dari semua elemen kampus. Ini harus diagendakan di
pertemuan HUT Capra besok.
Eda swardaya sind: Gerbang dijaga? Sishankamrata.
Puji Astuti: (Fanandy) Bukannya ada pagar keliling di area kampus? Artinya yang keluar masuk bisa
terdeteksi.
Fanandy: (eda) CCTV mati mas, kita sudah mengajukan dari awal pencurian helm dari sebulan yang
lalu, tapi dari pihak fakultas tidak ada tanggapan.
Nafiatin Nazilah: Jaman sekarang, mengandalkan satpam saja, susah. Apalagi kalau satpamnya
ngepos. Justru peran Capra sangat penting ini.
Fanandy: (eda) Pos satpam saja di belakang, mas. Sebelah Sekre kita. Dan penjaga malam juga Cuma
tidur di lobby depan.
Nafiatin Nazilah: Iya jaman sekarang kampus sebesar Fapet harusnya CCTV selalu dalam kondisi baik.
Eda swardaya sind: Security design. Belajarlah kepada Tarlam, rjin keliling kampus kalau jaga.
Nafiatin Nazilah: (Fanandy) Nah, benar kan penjaga itu hobbynya ngepos. Kalau ada kejadian gitu,
security harusnya ganti semua. Pengalaman di kantor-kantor dulu, kalau ada kejadian ya security ganti
semua.
Wanto: Coba diskusikan dengan Dekan, PD III, Menwa, Pramuka, Capra dan lain-lain. Semua harus
terlibat ini.
Eda swardaya sind: Sishankamrata. Jaman Penataran P4 pola 100 jam.
Wanto: Jangan sampai informasi ini tersebar ke luar kampus. Citra kampus Fapet Unsoed menjadi
tidak bagus.
Eda swardaya sind: Sistem keamanan rakyat semesta. Di mana semua punya peran menjaga
keamanan negara. Negara kecil, kampus.
Wanto: Agendakan “Konservasi Kampus Fapet”
Fanandy: (eda) P4 pola 100 jam itu konsep apa mas?
Wanto: Fapet. (Fanandy) Jaman sekarang sudah tidak ada Penataran P4 pola 100 jam yah?
Kriswiyanto: Adik-adik yang belum kerja praktik, boleh kerja praktik di tempatku. Budidaya puyuh.
Tapi jauh, di Sukabumi.
Fanandy: (Wanto) Ini ada rencana dari kita sih mas, untuk perihal jumlah pohon yang ada di Fapet
sama pengelolaan sampah dan barang bekas. Tapi masih konsep kasar. (Wanto) Waduh, sepertinya
tidak ada mas, soalnya saya pun tidak faham.
Wanto: (Fanandy) Iya betul, termasuk di dalamnya konservasi keamanan lingkungan kampus.
Fanandy: (Kriswiyanto) Bisa mas, kebetulan ada yang mau kerja praktik Desember ini.
Wanto: (Kriswiyanto) Aku mau belajar lagi Om Kris.
Fanandy: (Wanto) Siap mas, Langkah kita pelan-pelan dari jebret jika kita terfollow up terus dan
bantuan dari elemen-elemen lainnya.
Wanto: (Fanandy) Kita siap bantu. Alumni kita sudah sangat banyak. Libatkan semua alumni.
Eda swardaya sind: Asyik, Mang Wanto siap.
Fanandy: (Wanto) Oh iya mas, saya kadang bingung terlalu banyak senior, jadi banyak ngalor ngidul.
Wanto: Capra jadilah penggagasnya.
17
Fanandy: Siap mas, siap ahooiii.
Kriswiyanto: (Fanandy) Kalau serius bisa japri.
anni@haikalsean: (Fanandy) Waduh, parah amat.
Fanandy: (Kriswiyanto) Siap mas, nanti saya infokan ke anak-anak yang mau kerja praktik ya mas.
Nafiatin Nazilah: Iya jaman dulu waktu UMPTN, Capra Pala menjadi penggagas parkirnya. Menjaga
keamanan motor yang jumlahnya banyak sekalian gali dana buat kas.
‘molli Aftoni Moh. Ali: (Nafiatin Nazilah) Iya, aku mengalami itu jaga parkiran.
Wanto: (Nafiatin Nazilah) Ini ide bagus, tapi harus disempurnakan. Lakukan satu atau dua pintu.
Nafiatin Nazilah: Sistem keamanan harus digagas Bersama, kalau memang pihak kampus belum bisa
menjamin keamanan kampus selama 24 jam. Justru bila mahasiswa boleh menginap akan sekalian
menjaga kampus. Namun juga mahasiswa harus menjaga diri dari hal-hal negatif. Misalkan minum
minuman keras, dan lain-lain.
Wanto: (Nafiatin Nazilah) Keren nih Jeng Navi. Perlu dipertimbangkan menjadi Starring committee.
Nafiatin Nazilah: Soalnya akhir-akhir di kampus saya shock ada teman Capra yang berani minum di
kampus. (Wanto) Ampun suhu.
Wanto: (Nafiatin Nazilah) Hahaha.
Nafiatin Nazilah: Ih, malah diketawain.
Wanto: (Nafiatin Nazilah) Nah, ini tadi yang aku bilang di atas, sikap mental positif.
Fanandy: (Nafiatin Nazilah) Waktu kapan Mbak?
Nafiatin Nazilah: Ya, sudah 22 tahun yang lalu. Halah, tua amat ya.
Fanandy: (Nafiatin Nazilah) aduh.
Wanto: Kalau mau minum, di kost saja. (Nafiatin Nazilah) Berarti jaman, yah Dik.
Nafiatin Nazilah: Minum kopi saja.
Wanto: (Nafiatin Nazilah) Iya maksudnya.
‘molli Aftoni Moh. Ali: (Nafiatin Nazilah) Berarti tahun 2000. Hayuh, siapa ya?
Nafiatin Nazilah: Ora tidokan.
Wanto: Jamannya Dik Navi. Kaboor.
Nafiatin Nazilah: Jamannya saya mau lulus, terus menjadi anak buah Pak Wanto.
Wanto: hahaha.
Nafiatin Nazilah: (‘molli Aftoni Moh. Ali) Saya ya teringat, siapa. Tapi saya tidak pernah cerita-cerita.
Aidar: (Nafiatin Nazilah) Terima kasih Mbak Sheila.
Nafiatin Nazilah: Jangan merasa. Tapi dua kali saya ke Sekre Capra berharap ketemu adik-adik. Tapi
dua kali juga itu tutup. Akhirnya Cuma foto di depannya.
Wanto: (Fanandy) Mas Fanandy, coba rekap ada berapa anggota Capra Pala, baik yang masih di
kampus maupun yang sudah di luar kampus.
Aidar: (Nafiatin Nazilah) Ini bikin shock juga tidak.
Nafiatin Nazilah: Lah iya, sudah berharap tapi hampa.
Fanandy: (Wanto) Sebenarnya kita sudah ada rencana rekap data ALB dari Angkatan Pioner sampai
sekarang. Untuk rekap data anggota aktif yang di kampus sudah ada. Metodenya google form tapi
masih kita proses, karena pertimbangan apakah Mas dan Mbak ALB berkenan untuk mengisi form nya.
18
Wanto: (Fanandy) Good lah, coba diagendakan.
Nafiatin Nazilah: (Fanandy) Ya masihlah.
Wanto: Angkatan tua mungkin banyak yang gaptek, tinggal kasih tahu saja caranya.
Fanandy: Siap mas, ini sedang kita bicarakan.
Nafiatin Nazilah: Pak Wanto saya yang isikan.
Fanandy: (Wanto) Tutorial ada di Youtube Capra Pala.
Aidar: (Fanandy) Tegakkan kebenaran kita.
Wanto: (Nafiatin Nazilah) sticker: gue suka yang ini.
Nafiatin Nazilah: Jadi sekretaris sementara deh. Gratis tidak perlu pakai insentif.
Wanto: (Fanandy) Wah, keren ini.
‘molli Aftoni Moh. Ali: (Nafiatin Nazilah) Sticker: inyong setuju.
Wanto: (Nafiatin Nazilah) Nanti insentifnya dari Om Kris tuh di Sukabumi.
Fanandy: (Wanto) Tapi belum kita upload mas.
Nafiatin Nazilah: (Wanto) Telur puyuh.
Fanandy: Upload status Youtubenya masih sepi.
Wanto: Nuwun sewu, ketua Capra yang sekarang siapa mas?
Fanandy: (Wanto) Saya mas.
Nafiatin Nazilah: (Fanandy) Ayo, ramaikan.
Wanto: (Fanandy) Semangat ya mas.
Nafiatin Nazilah: (Fanandy) Mana fotonya?
Wanto: (Nafiatin Nazilah) Nanti naksir.
Fanandy: (Nafiatin Nazilah) Waduh.
Nafiatin Nazilah: Semangat ketua Capra milenial. Dijamin tidak, seganteng Nicholas Saputra.
Wanto: (Nafiatin Nazilah) Daun muda. Ketua Capra selalu ganteng ya Dik Nafi.
Nafiatin Nazilah: Walah, setiap hari ngurus daun muda Pak, jadi tidak berpengaruh.
Fanady: (Nafiatin Nazilah) Ganteng tah tidak cuma ya bisa bersainglah, insyaallah di jaman milenial
sekarang.
Nafiatin Nazilah: Nah, betul. Ganteng saja tidak cukup. Anak Capra itu aslinya ganteng-ganteng, tapi
pada malas mandi, jadi ketutup gantengnya.
Fanandy: Ya, minimal cuci muka, gosok gigi.
Wanto: (Nafiatin Nazilah) Ayam saja tidak mandi, banyak yang doyan. Apalagi Mas Fafa @Fanandy.
Aidar: (Wanto) Sebelum dimakan, dimandikan dulu lah mas.
Fanandy: (Aidar) emoticon.
Aidar: Minimal cuci mukanya dan gosok kakinya ya.
Fanandy: Buru-buru kepikiran mengurus badan sendiri mas, mengurus kepengurusan, akademik sama
ekonomi saja sudah kewalahan.
Wanto: (Fanady) Makanya cocok jadi Ketua Capra, selalu survive. Di manapun dan kapanpun.
Nafiatin Nazilah: Jangan bucin loh, tambah urusan.
19
Wanto: (Nafiatin Nazilah) Halah, ini pujangga cinta. Ini buat supporting, perlu juga loh.
Fanady: (Nafiatin Nazilah) Kalau masalah bucin, sudah dikasih trik dan tips dari Mas Aidar @Aidar.
Nafiatin Nazilah: emoticon.
Wanto: (Aidar) Ternyata, ini suhunya ya?
Nafiatin Nazilah: Nah, gitu. Ketua kok bucin, nanti tidak jadi rapat.
Aidar: Bagaimana jadi pecinta alam jika tidak bercinta?
Wanto: (Aidar) Ini sudah agak benar, aku sependapat.
Nafiatin Nazilah: Ya sana. Emoticon.
Wanto: (Nafiatin Nazilah) Bagaimana sate mblotongan di tempat Mbak Nafi?
Niken: Lihat chat Capra sekarang serasa ngobrol dengan anakku. Hehe, saya dulu pecicilan. Tapi kalau
anakku pamit mau naik gunung, walah.. sampai berbuih saya pesannya. Saya sendiri dulu tidak pernah
pamitan. Jauh, belum ada hp.
Aidar: (Niken) Mantan durhaka.
Wanto: (Niken) Ini Dik Niken habis mepende ayahnya ya?
Niken: (Nafiatin Nazilah) Walah, itu terjadi di jamanku. Ketuanya siapa? Hayo ngaku.
Nafiatin Nazilah: (Wanto) Monggo Pak, kalau lewat sini saya traktir. (Niken) Nah, kaaan.
Wanto: (Nafiatin Nazilah) Bene rya. Desember saya ke Solo.
Niken: (Aidar) Jaman dulu tidak ada hp. Kalau surat sudah turun, bari sampai.
Nafiatin Nazilah: (Niken) Sama Mbak, tidak pernah pamit. Belum ada hp. (Wanto) Asiap, saya tunggu.
Wanto: (Niken) Kalau tidak salah, Mas Theo ya?
Niken: (Wanto) Kalau pamitan, bakal tidak boleh berangkat. (Wanto) Lempar batu sembunyi tangan.
Saya belum pernah mengerti Theo punya cewek jaman di Capra.
Wanto: (Niken) Lah, terus siapa?
Nafiatin Nazilah: Lah Pak Wanto paling. Hayo ngaku!
Wanto: (Nafiatin Nazilah) Kuwalat ini sama senior.
Nafiatin Nazilah: Emoticon.
Niken: Anda benar sekali.
Nafiatin Nazilah: Dulu Namanya apa Mbak?
Wanto: (Niken) Ternyata ini pemerhati ya, dulu.
Nafiatin Nazilah: Sekarang kan bucin.
‘molli Aftoni Moh. Ali: (Niken) Anakku naik gunung, berangkat panjat tebing, malah saya antarkan
Mbak.
Niken: (Wanto) Diam tapi memperhatikan.
Wanto: Tapi sepertinya salah alamat Dik Niken ini.
Niken: (‘molli Aftoni Moh. Ali) Saya sih tidak pernah. Anakku di Jawa, saya di Kalimantan. Gunungnya
sekitar kampusnya, di Jawa Timur. (Wanto) Voting, kalau tidak percaya. Tanya yang berada di jamanku.
Siapa yang tidak tahu.
Eda Swardaya Sind:
20
Ngopi dulu, menunggu matang.
Niken: Sama membakar ketela Mas Eda @Eda Swardaya Sind.
Eda Swardaya Sind: Iya.
‘molli Aftoni Moh. Ali: (Eda Swardaya Sind) Sepertinya berani sekali sendirian ini.
Kriswiyanto: (Niken) Ken, saya pernah ke Sangatta. Kanan kiri hutan dan tambang batubara.
Tempatmu juga begitu?
Wanto: (‘molli Aftoni Moh. Ali) Lah, itu yang memfoto siapa? Kok sendirian toh?
Nafiatin Nazilah: Jurig.
Wanto: Tapi ya tidak tahu, siapa tahu yang memfoto adalah jurig. (Nafiatin Nazilah) Sticker.
Niken: (Kriswiyanto) Tempatku dikelilingi kebun sawit, mas. Bukan daerah tambang. Anakku yang
nomor 2 kerjanya di tambang Bauksit, di Ketapang.
‘molli Aftoni Moh. Ali: (Wanto) Kameranya diselipkan di pepohonan, sepertinya Mas.
Niken: (‘molli Aftoni Moh. Ali) Lagi mencari yang mendampingi itu.
Eda Swardaya Sind: Penampakan.
Nafiatin Nazilah: Cari pendamping kok di hutan.
Aidar: (Eda Swaardaya Sind) Asapnya Hanoman, maljum.
‘molli Aftoni Moh. Ali: (Niken) Lekas, mumpung Malam Jum’at, menyannya dinyalakan.
Aidar: (Nafiatin Nazilah) Paling tidak di kebun sawit ya Mbak.
Nafiatin Nazilah: Ho oh.
Niken: Haa, di kebun sawit? Lebih parah. Jam segini yang ada kera sama ular.
Aidar: (Fanady) Ini yang lebih parah Mbak (mobil dosen dipecah kacanya).
Eda Swardaya Sind:
Mari.
21
Aidar: (Eda Swardaya Sind) Apakah ini di kebun sawit?
Eda Swardaya Sind: (Aidar) Kaki Ciremai.
Aidar: (Niken) Bukan seperti tersebut di atas, ya. Alhamdulillah.
Nafiatin Nazilah: Wah, dulu mas Bangsat naik Ciremai sendirian.
Niken: Apa ada yang belum pernah tahu kebun sawit? (Nafiatin Nazilah) Kok bangsat, salah nutul.
Eda Swardaya Sind: share foto Ke hutan, bawalah ini, kayu lemo.
Aidar: (Niken) Kebun sawit berada di kebun sikas raksasa ya Mbak.
Nafiatin Nazilah: (Niken) Memang panggilannya Bangsat. Namanya Mas Didit.
Aidar: (Eda Swardaya Sind) Asiap. Angkat aku menjadi muridmu. *Asiap menerima warisan.
Eda Swardaya Sind: Tahu khasiatnya?
Nafiatin Nazilah: (Niken) Sangar, Mbaknya pemberani.
Aidar: (Eda Swardaya Sind) Alat pijeat, Mas. (Nafiatin Nazilah) Mbak Niken lagi di kebun sawit?
Eda Swardaya Sind: Coba googling. Bawa kayu lemo, Ken.
Niken: (Nafiatin Nazilah) Bukan pemberani, terbiasa saja. Kalimantan, sawah tidak banyak. Yang
banyak kebun karet dan sawit. (Eda) Kayu lemo itu apa? Baru tahu. Di sini adanya kayu ulin.
Aidar: (share screenshot kayu lemo) asiap, terima kasih atas informasi pengetahuan. Tapi saya tidak
punya. Ada solusi?
Niken: (Aidar) Belakang rumahku kebun sawit.
Aidar: Mbak Niken sepertinya lebih butuh, karena di kebun sawit, yang parah ada ularnya.
‘molli Aftoni Moh. Ali: (Aidar) Wah, di sophee ada itu.
Aidar: (Eda Swardaya Sind) Saya tidak apa-apa dah, buat Mbak Niken saja. Datang dan hadirlah di
reuni ya Mbak. Mas Eda, tolong support Mbakku, Mbak Niken.
Eda Swardaya Sind: Nah, kenapa orang di Sumatera atau Kalimantan, dulu sambil berladang bawa
bayi ke dangaunya digeletakkan atau dipakaikan ayunan tanpa ada ketakutan? Yak arena di
sampingnya ditaruh kayu lemo.
Nafiatin Nazilah: Ularnya lari ya Mas?
Niken: (Eda Swardaya Sind) Mungkin beda nama dengan di tempatku. Kok sepertinya kayu pelaik.
(Nafiatin Nazilah) Dipukul kayu, ya lari. Kalau di sini, kalau ula rya digebug.
Wanto: Kayu lemo, Kanjeng Ayu Lembut dan Montok, kata Om Eda mah.
Aidar: (Eda Swardaya Sind) Jaman milenial, udaranya sudah banyak polusi. Sepertinya insting-insting
penciuman, sinyal radar hewan-hewan sepertinya juga terpengaruh. (Nafiatin Nazilah) Kalau kerupuk,
ya diremuk.
22
Obrolan 28 Oktober 2022
Budi Setyadi: (Eda Swardaya Sind) Jalan kaki terus. Makanya kakinya tidak berkembang jadi panjang
to Da.
Ekabees: Share video sumpah pemuda.
Anggie Anggraini: Selamat pagi. Selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda.
Junaedi Gunawan: Selamat, selamat.
Elmy Wibowo: Share video (2 video).
Bambang CP: Share video. Ngopi, ngopi. (Elmy Wibowo) Jaman setum balap.
Hasirbasori74: Share foto ngopi. Begini mas.
Bambang CP: Share file Wilderness Survival Merit Badge …
Elmy Wibowo: Share video. Sumpah pemuda dari jaman aktif di Capra sampai anak 2, lagunya masih
sama. #gagalmoveon.
Junaedi Gunawan: Darah juang. Om Wiwik, ini hafal.
Ir Keliq: Share twibbon Hari Sumpah Pemuda.
Poppy: (Ir Keliq) Jempol.
anni@haikalsean:
Ahoooiii.. Salam Capra 97.
Santo: Ahoooiii…
Ir. Keliq: Ahooiii juga.
Poppy: Belakangnya Bejo, siapa? Sebelahnya Kodok, anak Brebes siapa ya?
anni@haikalsean: (Poppy) Ahda. Sampingku Mbak Agustin SKS ’96, masuk Capra tahun ’97.
Poppy: Nah, iya Agustin, anak Brebes. Aku kehilangan kontak juga. Belakangnya lagi siapa, yang
kelihatan separo.
anni@haikalsean: Eh, ahda yang berdiri, ding.
Poppy: (anni@haikalsean) Ahda bukannya yang berdiri Dok?
Sapto:
Ini siapa? Lupa saya.
23
Bambang CP: (anni@haikalsean) Belakangnya @Yohasi/Yoshi/Yessy/Yo Bejo itu Iwan Kebo, anak
Brebes Angkatan 96.
anni@haikalsean: (Sapto) Iwan apa ya masalahnya, selesai PDC terus menghilang sepertinya.
(Bambang CP) Iya.
Poppy: Ahda, Tongre, Ciko, Yani, Gogon, Gempil, Yosi, Bejo, Ani Kodok, Bambang Mbambung, Agustin.
Terus yang dua, tidak tahu siapa.
anni@haikalsean: (Poppy) Ernita.
Iindriati: (anni@haikalsean) Takut sama kamu, Dok.
anni@haikalsean: (Indriati) Mosok?
Bambang CP: Belakangnya Mbak Agustin, Mbak Ernita 96. Yang gerakannya akhwat UKM UKI. Niat
masuk Capra untuk mewarnai, malah menjadi terwarnai. Dalam arti, dia bisa melihat bahwa
sebenarnya anak Capra itu baik. Yang katanya sering bukan muhrim tidur dalam satu tenda Bersama.
Ternyata ya tidak ada hal-hal yang diinginkan yang terjadi. Soal botolan yang ada di Sekre kata Mbak
Nafiatin Nazilah bilang pernah ada di Sekre, waktu itu saya kira rekan-rekan Capra bisa dengan baik
menyembunyikannya. (anni@haikalsean) Anda Bendot, belum bisa saya hubungi.
Puji Astuti: (anni@haikalsean) Ahooiii… Paling senang aku kalau ada photo yang diposting. Saatnya
dilist siapa saja yang sudah cinfirm dating acara HUT, dari Capra 97. Coba dicek Dik @Firda Arianda
nama-nama di atas sudah masuk daftar belum.
Iindriati: (anni@haikalsean) Bestienya Simbah.
Poppy: emoticon.
Bambang CP:
Lagi merayu bestienya @Ono Triono supaya mau hadir.
Poppy: (Bambang CP) Delia?
Ono Triono: (Bambang CP) Jempol.
Bambang CP: (Poppy) Iya.
Puji Astuti: Share photo tiket kereta. Siap meluncur Purwokerto. Ayo, biar pada semangat dating di
acara HUT Capra.
Poppy: (Puji Astuti) Menginap di mana Mbak, Jum’at malam?
Ekabees: Manstafo.
Puji Astuti: (Poppy) Rumah orang tua, di Bojong Purbalingga.
Poppy: (Puji Astuti) ohh.
Uci Asiroh: Mbak Puji sekarang tinggal di mana?
anni@haikalsean: (Puji Astuti) Jempol.
24
Eda Swardaya Sind: Aku anak Buksel (Bukateja Selatan). Tetanggaan.
Puji Astuti: (Uci Asiroh) Depok Mbak. (Eda Swardaya Sind) Bukateja Selatan, yak?
Poppy: Mbak @Uci Asiroh, Mbak @Tri Ratna Sumingrat @ -8362, @Randuadjie, yuk meet up di mana
gitu, ada café baru loh.
Aidar: (Puji Astuti) Oh ya, dekat Kejobong Purbalingga. Eh, lebih Kemangkon arah Bukateja ding, ya
Mbak.
Puji Astuti: (Poppy) Ikuuut.
Poppy: (Puji Astuti) Ayo Mbak. Makan sate kambing khas Tegal.
Puji Astuti: (Aidar) Iya. Tetanggaan sama Kang Eda @Eda Swardaya Sind di Buksel. (Poppy) Langsung
kemlecer. Mau banget. Kadang kalau mudik lewat Tegal, mampir nyate.
Poppy: (Puji Astuti) Kabari ya Mbak, kalau pas lewat.
Puji Astuti: (Poppy) Siap.
Eda Swardaya Sind: (Aidar) Ini anak Kedarpan, ya?
Puji Astuti: (Eda Swardaya Sind) Kedarpan sih apa?
Eda Swardaya Sind: Waduh, salah satu desa di Kejobong.
Puji Astuti: (Eda Swardaya Sind) Orang Majalengka lebih menguasai.
Aidar: Bukan, Mas Eda. Pernah nyasar-nyasar di area Purbalingga. Butuh, Lengkong, sampai
Banjarmangu dan sekitarnya. Kambing Kejobong Purbalingga punya namanya sendiri. (Poppy) Batibul
Strain Kejobong yang albino, weish mantab.
Puji Astuti: (Aidar) Apa lebih enak rasa dagingnya?
Aidar: Dibungkus dengan daun pepaya dalam baluran balutan remah-remah cacahan nanas yang
dipanaskan dengan panas suhu yang pas. *Mas Chiko akhirnya bikin kemlecer.
Puji Astuti: (Aidar) Wah, wajib dibawa ke Baturraden besok. Tidak ada wujud nyatanya sulit
membuktikan kelezatannya. Mas Chiko mana ini, nongol mas.
Poppy: (Aidar) Enak?
Puji Astuti: (Poppy) Belum yakin saya, kalau enak.
Poppy: (Puji Astuti) Ho oh, itu rasa yang imaginer.
Aidar: (Puji Astuti) Batibul lebih empuk, pecah terasa. Ada manis-manisnya pas dikunyak 33 kali.
Tulang lunaknya kemriyek Mbak. Tapi tes taste (testimoni) tulang hanya kalau dibarengi gulai.
Poppy: (Aidar) Adanya di Purbalingga saja berarti ya.
Puji Astuti: (Poppy) Aku orang Purbalingga, kok tidak pernah ketemu.
Aidar: Daerah Kosambi Kabupaten Tegal. Jadi Prupuk ke arah selatan. Dekat Puskesmas Kosambi. Sate
H. Thoyib (tidak pulang-pulang). Ini worthit sungguh, tapi Batibul.
Sapto: (Aidar) Sate kambing blontongan. Colek @Nafiatin Nazilah, sudah merasakannya, dan gratis.
Puji Astuti: Di mana coba ssate di Purbalingga yang pakai Batibul, biar saya kunjungi kalau mudik.
Aidar: (Aidar) Sate kambing.
Poppy: (Aidar) Duh, jauh ya.
Eda Swardaya Sind: Di Buksel (Bukateja Selatan) ada.
Aidar: (Sapto) Bumbu kacangnya mengalahkan rasa original dagingnya. Tapi tiap lubuk, ada ilalangnya.
Eda Swaardaya Sind: Bakso rusuk Jalan Jenderal Soedirman Purbalingga, enak juga.
Poppy: (Aidar) Sate kambing lebih enak pakai bumbu kecap.
Puji Astuti: (Aidar) Sepertinya pernah lewat, pas mudik lewat Tegal.
25
Aidar: (Puji Astuti) Purbalingga Soto Kodim, Es Duren Kaligondang jembatan yang ma uke arah
Kejobong.
Puji Astuti: (Eda Swardaya Sind) Di mana Kang?
Poppy: (Puji Astuti) Ya mesti dilewaati Mbak, Pruppuk ke selatan. (Aidar) Aku kangen es duren
jembatan.
Eda Swardaya Sind: Dekat pasar, lupa. Balibul apa Batibul.
Puji Astuti: (Poppy) Ok, bisa dicari.
Niken: (Puji Astuti) Ndut, dikurangi makannya.
Puji Astuti: (Aidar) Ini Juara sih.
Aidar: (Poppy) Iya Mbak. Dekat sama Puskesmas Kosambi, sisi kirinya. Tapi jam 12.00 siang habis. Buka
jam 08.00 atau 09.00 pagi.
Puji Astuti: (Niken) Sudah langsing aku sekarang, dan cantik.
Tri Ratna Sumingrat: (Puji Astuti) Bebek silem, awak dewek dialem.
Puji Astuti: Kata Mas @Endarto TP sudah berubah perempuan sekarang.
Sapto: (Poppy) Besok cus ke sana, Mbak Pop.
Poppy: (Sapto) Temani.
Puji Astuti: (Tri Ratna Sumingrat) Ora ono sing ngalem, ya ngalem dhewek.
Poppy: Ada, Mas Didit Bangsat juga kan, di Purbalingga.
Eda Swardaya Sind: Purbalingga sebelah mana Neng?
Niken: (Puji Astuti) Percaya saya, kalau cantik. Karena sudah dibuktikan kalau sudah laku. Kalau
langsung aku, ya percaya di jail kelingkingnya.
Poppy: (Eda Swardaya Sind) Belakang terminal persis, Kang.
Puji Astuti: (Poppy) Nah, ini mana orangnya? Tidak nongol-nongol. Namanya disebut-sebut dari
kemarin.
Poppy: (Puji Astuti) Tidak ada di grup, Mbak. 91 kan ya?
Tri Ratna Sumingrat: (Poppy) Kalau memberi nama, mbok yang bagus.
Poppy: Memang terkenalnya itu Mbak, di Capra.
Eda Swardaya Sind: Iya, Bebek.
Niken: (Tri Ratna Sumingrat) Haha, Bebek protes.
Aidar: (Poppy) Di Facebook Mas Bangsat masih beredar kok Mbak.
Puji Astuti: (Niken) Makanya dating Black, biar bisa membuktikan bahwa saya sudah langsing dan
cantik. Apa PNS di SP kalau mangkir kerja? Kabur lah.
Poppy: (Aidar) Iya masih, tapi ditanya Wanya tidak jawab-jawab.
Tri Ratna Sumingrat: (Poppy) Hihi, mbokan anak bojone tidak terima, nanti disamplong bakyah loh.
Poppy: (Tri Ratna Sumingrat) Belum menikah Mbak, masih mendekam di rumah Purbalingga.
Puji Astuti: (Poppy) Mesti ada sukarelawan yang hunting seperti Mas @Arief Rambo kemarin.
Poppy: Kemarin sudah tak sampaikan ke adiknya. Mungkin ada yang ingin menjemput di rumahnya,
yang seputaran Purwokerto.
Niken: (Puji Astuti) Santai saja orang lapangan, tidak seketat orang kantoran.
Aidar: (Tri Ratna Sumingrat) Gampang, tinggal mingser.
Poppy: (Poppy) Jawabnya tidak memegang HP.
26
Puji Astuti: (Niken) Sudah, segera pesan tiket. Ini menunggu 45 tahun, baru ada acaranya.
Poppy: (Aidar) emoticon.
Sapto: (Poppy) Besok disamperin, bareng Aidar.
Poppy: (Sapto) Sudah, kamu saja yang badannya besar. Saya emoh.
Sapto: emoticon.
Puji Astuti: (Poppy) Ini Berarti PRnya @Ekabees @Anna Toya dan @Broto 91 aqila untuk menjaring.
Poppy: Mbak Wiwit “Ciwek” mantannya Mas Bongkrek, itu Capra juga bukan to? Capra sepertinya ya.
Aidar: (Sapto) Tiba-tiba ajak-ajaknya, tiba-tiba aku pelupa, gampang lapar loh Mas Chiko.
Eda Swardaya Sind:
Sore.
Sapto: (Aidar) Share screenshot shareloc Some Goreng Mbak Lasmi. Kemarin ada yang laporan mobil
merah parkir.
Eda Swardaya Sind: Boleng, wanted bertahun-tahun.
Aidar: Aturan baju pakaian kotak-kotak belum cetar membahana yak.
Eda Swardaya Sind: Flanel, adalah baju dinas.
Puji Astuti: (Eda Swardaya Sind) Eda, Surnoto, Rachmat Budiono, Yenri, Boleng, sebelahnya lupa,
belakangnya Begy.
Uci Asiroh: (Eda Swardaya Sind) Kok, aku tidak ada.
Aidar: (Sapto) emoticon.
Eda Swardaya Sind: Lagi sama Mbak Elis.
Poppy: (Sapto) Tidak mampir ya Cik.
Uci Asiroh: emoticon. Di mana itu? (Eda Swardaya Sind) Mbak Elis llagi mengajar.
Tri Ratna Sumingrat: (Uci Asiroh) Aku juga tidak ada.
Masirom: (Share 2 photo sate). Sate KMC milik alumni Fapet 94. Sate dan tenglengnya jos.
Tri Ratna Sumingrat: Mas Eda, coba tampilkan photo-photo yang ada akunya, saya beri nilai 10.
(Masirom) Makan sate tusuknya dilepas. Atau punya tusuk Mas?
Eda Swardaya Sind:
27
Eda Swardaya Sind: (Masirom) Punya siapa Mas Irom?
Tri Ratna Sumingrat: (Masirom) Hoho, tak senggo.
Masirom: Maryoso, Terminal Lama ke selatan, sekitar 200 meter.
Uci Asiroh: (Tri Ratna Sumingrat) Iya Mbak, lagi ke mana ya. Mas Eda Mbak Elis belum masuk. Silakan
dimasukkan.
Tri Ratna Sumingrat: Dolan sendiri Ci.
Uci Asiroh: Lagi ke Kebun Dalem.
Kriswiyanto: (Masirom) Iya Mas, mantab. Kalau ke Purwokerto, saya pasti mampir.
Eda Swardaya Sind: Duh, ngiler Mas Irom.
Tri Ratna Sumingrat: (Eda Swardaya Sind) Sudah, segera berangkat sana.
Kriswiyanto: (Masirom) Tempatnya di mana ini?
Aidar: (Tri Ratna Sumingrat) Dilap dulu air liurnya, baru disuruh berangkat, Mbak. (Eda Swardaya Sind)
Ada Mbak Iwang Ya?
Poppy: (Eda Swardaya Sind) Ada Bucek deep. (Aidar) Bukan Mbak Iwang, sepertinya. Hapalnya Mbak
Toya saja.
Eda Swardaya Sind:
Ngopi sore dulu.
Aidar: (Eda Swardaya Sind) Di kiri belakang sama juga segerombol pose yang sama ya.
Ekabees: (Eda Swardaya Sind) TPP.
Poppy: (Eda Swardaya Sind) Jangan-jangan setiap harinya di hutan Kang?
Eda Swardaya Sind: Iya, Neng. Haha.
Poppy: (Aidar) Senangnya, memperhatikan yang tidak terpikir untuk diperhatikan.
Aidar: (Eda Swardaya Sind) Ahooiii… Benar Bang, aku padamu. Komplit rencana perjalanannya, ada
uyah-uyahan.
Eda Swardaya Sind: Ayo, Aidar.
Poppy: Ono pete.
Masirom: (Kriswiyanto) Dekat terminal lama Mas, ke selatan sekitar 200 meter ke arah Karang Klesem.
Puji Astuti: (Masirom) Ini sudah nyate dulu. Tetap wajib datang HUT ya.
Masirom: Hahaha, siap. Selasa makan siang yuk, di MNC.
Aidar: (Eda Swardaya Sind) Pingin Bang, tapi kondisi kekinian membutuhkan ijin, doa restu dan
rekomendasi dari dokter pribadi, teman sejawat dan apa hasil polling umat serta netijen.
Puji Astuti: (Masirom) Asyiik, siap.
28
Eda Swardaya Sind: (Share video) Ya kadang kita ngliwet di ngalas.
Aidar: (Masirom) Share Maszeh, bila ada di googlemaps. Dakwah, jadi guide maps.
Poppy: (Eda Swardaya Sind) sticker. Heran.
Puji Astuti: (Eda Swardaya Sind) Kris, Toya, Bongkrek, Rambo, Eda, Tuning, Surnoto yang lupa.
Masirom: Mas Tuning ada di grup ini tidak ya?
Poppy: (Masirom) Sepertinya kemarin sudah dimasukkan.
Masirom: Belum nongol ya?
Poppy: Belum. Belum dimasukkan.
Irfan: Hadir.
Puji Astuti: Mas @Joni lagi typing nih, kita tunggu yang ditulis.
Joni: Kalau sudah hadir, ya tanda tangan. Barangkali dicari dosen yang bersangkutan.
Poppy: (Masirom) Mas Eka, sudah share nomornya di grup tapi belum ditarik masuk grup.
Irfan: (Joni) Pak Joni, apa njenengan yang kemarin membeli aki di Purwokerto bukan ya?
Puji Astuti: (Joni) Alhamdulillah, nongol. Apa kabar senior dan suhu saya, Mas Joni?
Eda Swardaya Sind:
Paling ujung pakai batik, Mas Joni.
Joni: Siap Mas Irfan dan Mbak Puji.
Kriswiyanto: (Masirom) Terima kasih informasinya.
Uci Asiroh: (Eda Swardaya Sind) Yang ada aku mana Mas Eda?
Irfan: (Joni) Oh ya, akhirnya ketemu di grup CP.
Puji Astuti: (Eda Swardaya Sind) Jyan, lengkap koleksinya Kang Eda. Pantes sering jadi sekretaris.
Joni: Hebat ya Eda, masih punya foto kenangan. Terima kasih.
Eda Swardaya Sind: Di Sekre Mas, dulu mampir.
Puji Astuti: (Uci Asiroh) Sengaja diumpetin ini Mbak, yang ada Mbak Uci.
Ekabees: share nomor Iwan Adi Nuriswan Tuning.
Eda Swardaya Sind: Duh, Uci ngumpet melulu.
Uci Asiroh: (Puji Astuti) Ya.
Joni: Uci ngumpet karena belum mandi.
Uci Asiroh: (Eda Swardaya Sind) Yang di Sumbing, mana?
Poppy: (Ekabees) Langsung dimasukkan grup mas, njenengan admin juga kan ya.
Uci Asiroh: (Joni) Orang naik, tidak ada yang mandi.
29
Kriswiyanto:
Saya mamir di Banaran. Sudah tidak ada seperti dulu jaman kuliah.
Uci Asiroh: (share nomor Elis 87)
Eda Swardaya Sind:
Ketemu adikknya Mas Joni, sama Hendro Kebo.
Ekabees: (Poppy) Iya kah?
Irfan:
Ini ada foto siapa saja, ngacung!
Kriswiyanto: Apa dulu bisa nyate, kalau ada temannya yang lulus ya.
Poppy: (ekabees) He eh, njenengan admin.
(ekabees menambahkan Ade Tuning)
Poppy: Naah.
Ekabees: Oh, iya.
Uci Asiroh: (Kriswiyanto) Mas Iwan Fals masih muda.
Poppy: (Uci Asiroh) Ini sekalian.
Ekabees: welcome Om Tuning.
Joni: Terima kasih Om Kris.
Uci Asiroh: (Poppy) Kenal Mbak?
Poppy: (Uci Asiroh) Kenalan di sini Mbak. Mumpung Mas Eka lagi on. Sekalian narik masuk grup.
(ekabees memasukkan Elis NB)
30
Ekabees: (Irfan) Ada saya ini.
Uci Asiroh: (Poppy) Aku saja belum pernah ketemu njenengan.
Poppy: (ekabees) Pakai topi hitam.
Ekabees: Selamat datang Mbak Elis.
Poppy: (Uci Asiroh) Makanya meet up yo Mbak.
Ekabees: Ini jaman Diksar.
Eda Swardaya Sind: Ayo, aku naik Kaligung dari Cirebon.
Poppy: SKSD saja, sudah. (Irfan) Yang dilingkari pulpen mas @Broto 91 aqila dan Mas Didit ya?
(ekabees memasukkan Nurdian)
Puji Astuti:
Yang angkat tangan, Nurdian ya?
Ekabees: Ada alm Mas Aris BW. (Share nomor Nurdhian Pramuaji Mr)
Poppy: (Puji Astuti) Yups.
Ekabees: Selamat datang Om Dian.
Poppy: (ekabees) Pangling. (Puji Astuti) Mas Bucek Deep, jamannya kita ya @Nafiatin Nazilah
manggilnya. (Eda Swardaya Sind) Yang Mana?
Puji Astuti: (Poppy) Wih, keren julukannya.
Poppy: (Puji Astuti) Keren juga orangnya to Mbak. Putih, tinggi, besar, gondrong, seperti Bucek Deep.
Irfan: (Masirom) Aku di sebelah selatan KMC Mas, di Toko Aki Mas.
Puji Astuti: (Poppy) Apa iya, haha. Coba Mas @Nurdian nongol buat barbuk.
Poppy: (Puji Astuti) Sekarang beda Mbak, itu jenggotan.
Puji Astuti: (Share pesan cinta Capra Pala 45 tahun). Monggo yang mau pesan kaos info ke Dik @Firda
Arianda khawatir tidak cukup waktu produksinya kalau mepet waktunya.
Poppy: Kurang 2 minggu lagi.
Puji Astuti: (Poppy) Hilang sudah Bucek Deep nya.
Abu Hasan: (Eda Swardaya Sind) Loh, Begy 88 apa Capra juga? Lupa.
Eda Swardaya Sind: Iya.
Puji Astuti: (Abu Hasan) Iya Mas. Suaminya Rina Endhul juga Capra. Ayo, diajak datang Mas.
Kriswiyanto: (Uci Asiroh) Jadi GR nih, padahal giginya sudah mrotoli.
(Eda Swardaya Sind menambahkan Subagyo)
Eda Swardaya Sind: Hallo Begy. Ahooiii…
Abu Hasan: (Puji Astuti) Ir. Keliq itu Pak Kelik yang buka warung makan itu bukan?
31
Subagyo: (Eda Swardaya Sind) Ahooiii.
Abu Hasan: (Subagyo) Sugeng sinten Mas Begy.
Subagyo: Sonten.
Abu Hasan: ho oh.
Subagyo: Ada kabar apa ini? Mau mengajak ke Kalipagu apa?
Eda Swardaya Sind:
Saya (Eda), Gober, Abu Hasan, Mlongo.. Ciremai.
Puji Astuti: (Share Pesan Cinta Capra Pala 45 Tahun) Ini Mas @Subagyo.
Eda Swardaya Sind: (Subagyo) Ayok Beg, ke natrd.
Subagyo: (Puji Astuti) Oalah, ada acara kumpul-kumpul Capra Pala. Saya baru pulang, kemarin. (Eda
Swardaya Sind) Natrd apa itu?
Kriswiyanto: (Eda Swardaya Sind) Yusup kok tidak disebut, Da?
Abu Hasan: (Subagyo) Kalipagu itu yang dulu dipakai untuk tempat camping itu bukan?
Subagyo: Kalipagu ya yang dibuat untuk Latihan panjat dinding.
Abu Hasan: (Subagyo) Oalah. Yang camping dulu itu, di mana ya?
Uci Asiroh: (Kriswiyanto) Jangan buka rahasia. Sepertinya kita baru kemarin wisuda ya.
Abu Hasan: (Uci Asiroh) Saya malah tidak ikut wisuda.
Subagyo: (Abu Hasan) Sama.
Abu Hasan: (Subagyo) Yang bener.
Subagyo: Bener.
Abu Hasan: Saya malah baru tahu itu. Kang Eda kok menyimpan foto jadul banyak sekali. Saya tidak
ada satupun. (Subagyo) Kamu ikut masuk Capra, apa rekrutan tahun berikutnya ya Beg, saya lupa.
Puji Astuti:
Mas @Subagyo yang di depanmu siapa ya?
Aidar: (Eda Swardaya Sind) Terima kasih Mas Eda. Ada banyak dokumentasi foto di Sekre loh. Yang
hanya dilihat, diterawang, diraba-raba, dan dicoba dilanjutkan dengan bantuan kerjasama binaan
32
pelaku yang berprilaku mental positif (umpetan dengan baik kata Kecing). Bismillah. Dishare-share.
Yang jadul-jadul, yang otentik.
anni@haikalsean: (Poppy) Yang dekat KODIM? Enyak, dulu pas memasukkan proposal Napak Tilas.
Aidar: (Subagyo) Wah, Mas Begy yang di fb, pantes ulasannya bikin haru. Ternyata Masze dewek.
Ahooiii… (Puji Astuti) Itu tidak lulus Diksar Mbak, tidak usah dicari.
Abu Hasan: (Puji Astuti) Yenri bukan?
Puji Astuti: (Aidar) Kok Ngerti? (Abu Hasan) Bukan, Mas.
Abu Hasan: Oh, Yenri mungkin kegantengan.
Eda Swardaya Sind: Hartadi Prasetyo.
Rachmat Budi Rambut: (Puji Astuti) Betul, Mas Pras.
Subagyo: (Puji Astuti) Pras.
Eda Swardaya Sind: Ada yang lucu dari Hartadi ini. Pacaran sama orang Sumbang, lalu dia kirim kartu
romantis berbentuk jantung hati 2 yang menyala, bertuliskan happy wedding. Saya omelin, itu untuk
yang nikah, Pras. Bukan untuk pacaran. Tidak begitu mengerti Inggris. Tapi malah kelak lanjut belajar
di Jepang.
Abu Hasan: (Eda Swardaya Sind) Mateng, cah.
Puji Astuti: Emoticon.
Subagyo: (Aidar) Saya tidak membuat ulasan di fb kok.
Aidar: (Puji Astuti) Karena aku orang dalam (anak Capra juga Mbak). Minum dulu biar lega.
Subagyo: (Eda Wardaya Sind) Pras sudah sukses, jadi orang penting di Dinas Peternakan.
Puji Astuti: (Eda Swardaya Sind) Lah di Jepang kan pakai Bahasa Jepang, bukan Inggris. (Subagyo)
Jempol.
Aidar: (Eda Swardaya Sind) Anak Sumbang nya apa ngerti ya, wkwk. Ikhtiar romantisnya, keren.
Abu Hasan: (Subagyo) Restu 88 apa juga Capra Mas Begy?
Subagyo: (Abu Hasan) Iya Capra.
Aidar: (Subagyo) Tidak tahu Mas, mungkin Nyonya. Sehat, selamat, manfaat untuk ibunda di
Purbalingga, aamiin yaa rabbal ‘aalamiin.
Eda swardaya sind: Rindul Purbalingga nya mana Beg?
Subagyo: (Aidar) Lah iya, yang pinter nulis isteriku. (Eda Swardaya Sind) Jl. Panjaitan, depannya Toko
Baju Shinta.
Aidar: (Subagyo) Mbak Rina Kusrijanti, pakai ejaan lama ya. Blenger baca arsip ketemu nama itu.
*Maaf.
Subagyo: Emoticon.
Abu Hasan: (Aidar) Seperti agak mengerti saya dengan nama itu. 89?
Subagyo: 90.
Eda Swardaya Sind: Saya kadang-kadang menginap beberapa hari di Buksel Purbalingga, Beg.
Abu Hasan: (Subagyo) Pakai kacamata, oh.
33
Puji Astuti:
Yang belum pesen kaos, ayo pada pesan. Info dari Dik Gemek @Firda Arianda besok batas waktu
pemesanan batch 2.
Eda Swardaya Sind: Ayo Beg, bertiga sama Naura.
Aidar: Mas Eda Sekretaris? Kok tidak ada remah sisa goresan pena tinta arsipnya, wkwk. Sekretaris,
sip sip (rajin, rapi, dan beriman biasanya).
Hasirbasori74: (Puji Astuti) Telunjuk.
Puji Astuti:
Yang belum mendaftar, monggo mendaftar.
Aidar: (Eda Swardaya Sind) Iya Mas, datanglah. Tidak dijemput dan tidak diantar ya.
Eda Swardaya Sind:
Pakai kaos couple, Capra. Bagus.
Puji Astuti: (Abu Hasan) Apa iya, sudah ukuran XL Mas?
Aidar: (Eda Swardaya Sind) Wah wah, Oh iya ding, tidak apa-apa. Di sini sudah di atas 18+.
34
Abu Hasan: (Eda Swardaya Sind) Lah iya, itu Rina.
Puji Astuti: (Eda Swardaya Sind) Cuit cuiiit.
Aidar: Mbak Rina Kusrijani, pakai ejaan lama yang disempurnakan, ya.
Abu Hasan: (Puji Astuti) Baiyuh, 78 kg ini.
Aidar: Wkwk.
Eda Swardaya Sind:
Maghrib dulu, ya.
Aidar: (Eda Swardaya Sind) Tendanya didesain bentuk amsjid, ya. Tenda nuansa agamis spiritual.
Abu Hasan: (Puji Astuti) Tidak faham caranya mendaftar. Saya paket single.
Aidar: (Abu Hasan) Siapkan foto 3x4 setengah badan 12 lembar. Background warna merah, maszeh.
Abu Hasan: (Aidar) Banyak amat, mau untuk menakut-nakuti burung ya.
Aidar: Paket single karet kaosnya satu, mleketet ngepreet.
Puji Astuti:
Ini Mas @Abu Hasan.
Aidar: (Abu Hasan) emoticon.
Elmy Wibowo: (Puji Astuti) Ini di tenda atau di hotel?
Eda Swardaya Sind: (Share sticker: Semangat, rock in)
Puji Astuti: Yuk, mari. Batch 2 ditutup besok. Kalau Batch 3 ada, tapi kaosnya jadi setelah event HUT
(dikirim). (Elmy Wibowo) Di Gedung Putih. Menginapnya barak, satu barak putra, satu barak putri. Jadi
bisa ngeriung sampai pagi. Kalau Kang @Eda Swardaya Sind bawa tenda sih.
Abu Hasan: (Puji Astuti) Oh ya, terima kasih. Saya mencangkul dulu besok, bayarannya untuk
mendaftar.
Puji Astuti: (Abu Hasan) Siap Mas. Kan tinggal mencet di HP kok bayarnya.
Aidar: (Elmy Wibowo) @Bisma.
Abu Hasan: (Puji Astuti) Preeet.
Puji Astuti: (Abu Hasan) Emoticon.
35
Subagyo: (Eda Swardaya Sind) Romantis.
Puji Astuti: (Share link: Wow Ada Gedung Megah di Tengah Hutan? Gedung Putih Kebun Raya Batur-
raden) https://youtu.be/cWITw62L8Is ini lokasinya.
Aidar: (Abu Hasan) Pas, ada acara mencangkul, tanam-tanam Mas. Pas ini, saya bisa nitip.
Alhamdulillah bersyukur, menghadap maghrib. Tidak kuliah, tidak reuni. Bisa nitip rejeki anak
solehwan.
Puji Astuti:
Elis NB: Assalamu’alaikum. Terima kasih disambungkan kembali.
Bisma: (Aidar) Kita menyediakan tenda dan bed juga Mas.
anni@haikalsean: (Aidar) Mbak Rina Al Kusrijanti Capra juga kan? Tidak asing dengan nama itu. Dulu
sering rekap nama ALB.
Poppy: (Subagyo) Eh, Mas Begy Item itu namanya Mas Subagyo to aslinya.
Puji Astuti: (Elis NB) Wa’alaikum Salam Mbak Elis, kangen.
Ekabees:
Puji Astuti: (ekabees) Keren ya. Aku baru ngeh, ada gedung di tengah Kebun Raya Baturraden.
Ekabees: Gedung Putih Kebun Raya Baturraden https://maps.app.goo.gl/iCBjGkneqRuapJeL8
36
Poppy: (anni@haikalsean) Iya, Mbak Rina Ndul terkenalnya. Pasangannya Mas Begy Item terkenalnya.
Subagyo: Emoticon.
Poppy: Infonya Mas Bongkrek begitu, kalau mengenalkan si A, si B, dan lain-lain. Tidak faham nama
aslinya.
Ekabees: (Poppy) Sticker.
Aidar: (Poppy) Beruntung Mas Begy ya.
Poppy: (ekabees) Sticker.
Puji Astuti: (Poppy) Wah, Bongkrek wajib hadir ini.
Poppy: (ekabees) Stickernya bagus.
anni@haikalsean: (Poppy) Seperti @Aidar kan, inbreed.
Poppy: (Puji Astuti) Dikenalkan sama Mbak Puji juga, pas Mbak Puji datang dari Jakarta, terus aku
suruh ke Sekre menemani.
Ekabees: Terus?
Poppy: (anni@haikalsean) Ho oh, seperti Shiwer juga.
Ekabees: (anni@haikalsean) Aku yang tidak inbreed.
Poppy: (ekabees) Maghriban dulu Mas, Mbak. (ekabees) Sama. (Poppy) Kalau cerita banyak, tapi
orangnya tidak faham. Lewat foto saja.
Ekabees: (Poppy) Sticker: Oke.
anni@haikalsean: (Poppy) Katanya maghriban, masih balas chat saja.
Ekabees: Ditunggu lanjutannya.
Poppy: Sticker.
Ekabees: (Poppy) Kabur.
Aidar: (Poppy) Aku ingat juga ini. Pertama tahu Mbak Puji, nama rimbanga “Ibu”. Setelah seringnya
lihat foto-foto jas kuning Mbak Puji saja. (ekabees) Iya Mas, terima kasih.
Ir Keliq: Share link: Pembubaran Mapala Girigahana Dikritik. UPN Veteran Jakarta Beri Penjelasan.
https://dtk.id/NQFl70
Masirom: (Puji Astuti) Mas Hartadi Prasetyo, tampangnya imut. Setiap rapat RUA, lucu.
Eda Swardaya Sind: Happy wedding.
Aidar: (Ir Keliq) Terima kasih Mas Kelik. Alhamdulillah, kita semua anggota CapraPala.
(ekabees menambahkan Hartadi Pras)
Ekabees: Welcome Om Prast.
Poppy: (Eda Swardaya Sind) Polos amat ya.
Firda Arianda: (Share follow grup WA)
[H-1 PENUTUPAN BATCH 2]
Salam Lestari, AHOII...!!!
Dalam rangka memperingati HUT Capra Pala Ke-45 , kami mengundang seluruh Anggota Capra Pala
dari SEMUA ANGKATAN untuk ikut meramaikan acara SILATURAHMI KELUARGA BESAR CAPRA PALA.
Kegiatan yang akan dilaksanakan:
1. Gathering Keluarga Besar Capra Pala SEMUA ANGKATAN.
2. Oxygen Invest, penanaman pohon bersama.
Kegiatan akan dilaksanakan pada:
: Sabtu - Minggu |12 - 13 November 2022
: Gedung Putih, Kebun Raya Baturaden.
37
Alat:
1. Cangkul/Pancong, Linggis (diusahakan)
2. Mantel
3. Pakaian Hangat
4. Alat Mandi
5. Alat Sholat
Bahan:
1. Makanan Ringan (sesuai selera)
Bagi kakak-kakak yang mau mengisi acara untuk tampil juga dipersilahkan dengan langsung konfirmasi
ke panitia.
Surat Cinta ini kami persembahkan dengan sepenuh hati untuk SEMUA KELUARGA BESAR CAPRA
PALA.
Untuk pendaftaran dan pemesanan baju bisa kontak ke:
https://wa.me/6285878812024 (Firda (Gemek)
Bagi yang berkenan untuk donasi seikhlasnya demi memeriahkan acara ini juga kami terbuka lebar:
BRI 387901005063506 a/n Firda Arianda Fidian
Eda Swarda Sind: Sttt… orangnya datang.
Poppy: (Eda Swardaya Sind) Monggo.
Iindriati: (Ir Keliq) Tetangganya saya.
Aidar: (Eda Swarfaya Sind) Iya Mas Eda. Kisah tentang kartu romantis happy wedding teruntuk inceran
Cah Sumbang. Aman.
Subagyo: (Puji Astuti) Pras jaman segitu masih lugu, artinya lucu tur wagu.
Firda Arianda: (Share file data pemesanan hingga 28 Oktober) Selamat malam Mas Mbak. Mohon izin
untuk share pendaftaran dan oemesanan hingga malam ini. Mohon untuk dikoreksi apabila ada
kesalahan input ya Mas Mbak. Untuk yang belum konfirmasi dan transfer saya tunggu Mas Mbak,
hehe, kalau bisa secepatnya nggih dikarenakan besok penutupan Batch 2. Terima kasih banyak Mas
Mbak.
Eda Swardaya Sind: Begy, Abu, Prast, Rindul.
Ono Triono: Aidar, tolong dikoreksi HADIR. Orang Kebasen tidak dating, saya jemput.
Firda Arianda: (Eda Swardaya Sind) Hehe, bisa di tag kontanya mas supaya bisa saya pc langsung
Ono Triono: @Aidar.
Aidar: Aku sudah niat umroh dan naik haji luh Tong. Apa mungkin dibatalin? Mau istikharoh malah
takut keingetnya Istiqomah. Padahal sekelompok dengan Istianingsih. Nanti, aku otak atik, saya rumus
lagi deh. Siapa tahu ps angka mistiknya. Sudah survei BMKG kamunya? (Ono Triono) Coba telusur
telisik dan bantu pengaman BMKG Banyumas.
Ono Triono: (Aidar) Oya sudah. Penting umroh kalau begitu. Aku jangan diberi oleh-oleh kurma lho...
Aidar: (Ono Triono) Dengkul onta yang kukunya sudah wis di pedikur ya. Ganti ijin pajangan kepala
rusa yang sudah mainstream di rumah-rumah.
Ono Triono: Mas @Hermawan saja panennya mau diundur demi HADIR... ya kan?
Ali Aftoni: (Ono Triono) Saya saja Tong yang dijemput.
Aidar: (Ono Triono) Kalau Senthe pastikan dating, jelas aku pastikan diriku seutuhnya… HADIR. Tidk
usah banyak berpikir.
Ono Triono: Ashiap... Bestieku yang satu HENI BLANK belum terdeteksi, sinyalnya.
38
Bambang CP: (Eda Swardaya Sind) Punten Kang Eda, pami Mas Hartadi Prasetyo itu kerjanya di Dinas
Peternakan Provinsi Jawa Tengah apa ya? (Ono Triono) Tidak datang kepret koprol sabet sela gak
wolak walik bae lah.
Elis NB: (Puji Astuti) Sticker: kiss by.
Eda Swardaya Sind: (Bambang CP) Lah, belum tahu, kata Bagy.
Bambang CP: (Eda Swardaya Sind) Saya ketinggalan nyimak ndul.
Hartadi Pras: Wa’alaikum salam Pakde, terima kasih dimasukkan grup Caprapala.
Eda Swardaya Sind: Di mana Prast sekarang?
Bambang CP: (Eda Swardaya Sind) Maaf, Aduh. Sampai Sekre saya ini yang dikepret koprol sabet
selang wolak walik. Ke senior kok memakai ndul. Ganti kopi leong sak bal wae yo Kang @Eda Swardaya
Sind?
Aidar: (Ono Triono) Iyakah? Wkwk... Jangan ngarang kamuh... Deteksi blaas tiada penampakan di
daftar kaos. Lagi mengajak chaoss itu. Sudah kuhubungi njawil tidak punya jaringan @Hermawan…
Lagi khusyuk menambah ilmu atau jurus mungkin.
Eda Swardaya Sind: Tah...tah...tah... Bogor punya.
Elis NB: (Abu Hasan) Bambang Ronggo 88 juga Capra ya, adakah di sini...
Bambang CP: (Hartadi Pras) Benar Pakdhe @Hartadi Pras? Bekerjanya di Disnak Provinsi Jawa Tengah?
SetyoADI: (Aidar) Senthe datang katanya kemaren pas saya mampir Magelang.
Bambang CP: (Eda Swardaya Sind) Khususon ila senior @Eda Swardaya Sind.
Abu Hasan: (Elis NB) Kok sepertinya belum ada ini Ronggo Bambang Hernantyo.
Aidar: (Elis NB) Grup ini serba ada Mbak, sudah seperti toserba insyaAllah... Kalau tidak ada, asal
terendus, bisa diorder, ditarik.
Bambang CP: (Abu Hasan) Ustad @Abu Hasan. Masukkan saja nomornya Mas Bambang Ronggo... Biar
saya tidak jadi satu-satunya Bambang di WAG ini.
SetyoADI: Galih anak lokal Grendeng, kok belum muncul?
Bambang CP: (SetyoADI) Lagi di Kalimantan katanya.
Ono Triono: (Aidar) Sudah saya telpon...
Bambang CP: Kata @Irfan.
Eda Swarsaya Sind: Membayangkan rombongan emak-emak perkasa datang serombongan Pemalang,
Tegal, Brebes. Mbak Elis, Ratna, Neng Popy, Nafi, Uci. Serrru
SetyoADI (Bambang CP) Pantesan sepi tidak ada sinyal
Abu Hasan: (Bambang CP) Tidak punya e... lost contact.
Aidar: (Ono Triono) Ditelpon... dan mengiyakan datang?
Bambang CP: (Aidar) Correct. By Phone, insyaAlloh, semoga diberi kemudahan.
Ono Triono: (aidar) Yess.
Ali Aftoni: Rina Asianthik Capra 96 nomor telpone sudah saya berikan ke Mas Mbak Panitia.
Aidar: (Bambang CP) Yang benar Cink. Ini Senthe apa ente? Correct correct.... Ke Jepang ya... Sungkem
sama kakanda @Sapto.
39
Abu Hasan:
Ronggo Bambang Hernantyo.
Ir Keliq: @Abu Hasan, kangen Om, nongkrong di 'TB' Jln. Kampus.
Abu Hasan: (Ir Keliq) Oalah Mas Kelik, benar dugaanku tadi berarti.
Bambang CP: (Aidar) Senthe, Chiko tadi siang saya telpon, lagi takziyah.
Abu Hasan: (Aidar) Yo isooooh...
Aidar: (Abu Hasan) Mathius Muchus.
Elis NB: (Aidar) Saya tidak ada kontaknya.
Puji Astuti: (Share nomor Ronggo 88). Monggo Mbak @Elis NB.
Elis NB: Yosepha, Lucius, Karno, Noorani Yusuf, adakah?
Aidar: (Elis NB) Tidak apa-apa Mbak, cukup berdoa dan jaga kewarasan. Biar nanti team intel intel.
Golongan hitam dan underground Capra yg hunting.... ada masa 2 minggu
Elis NB: (Puji Astuti) Terima kasih, de.
Puji Astuti: (Elis NB) Mas Theo dan Mas Karno aku japri, info kalau mau datang mbak. (Share nomor
Lucius Theo Fpt 87; Karno S Fpt 87.
Elis NB: Sticker: jempol.
Subagyo: (Elis NB) Ada Mbak, di Group 87
Uci Asiroh: (Share nomor Mbak Cici Purwokerto)
Elis NB: (ekabees) Sticker jempol.
Aidar: (Puji Astuti) Ini nomor yang seperti Mathius Muchus ya. Semoga masih ada 10 kesamaan dan
bisa datang hadir. Kamu-kamu level secondnan tidak apa-apa.
Uci Asiroh: (Elis NB) Selamat gabung Mbak Elis.
Elis NB: (Uci Asiroh) Ketemu lagi Dik Uci
Uci Asiroh: Mbak Puji, Mbak Cici tolong dimasukkan.
Poppy: Duuh jadi "ngeper" ini kalau mau datang, isinya angkatan para suhu. Mbak/Mas masuk kuliah,
saya baru kelas 5 SD
Aidar: (Poppy) Tenang Mbak, maskernya tidak usah dicopot, bila perlu helmnya tidak usah dicopot.
Bambang CP: (Poppy) Saur urang Sunda mah.. Ulah eleh geleng.. Da eleh ge wajar ngaranan ge ka
senior.
Poppy: (Aidar) Kalau sampai Purwokerto pakai helm, bener Kang Eda berarti emak-emak
perkasa (Bambang CP) Translate...
Eda Swardaya Sind: Urang Brebes pasti ngerti. ya Ono, Mang Wanto, Neng Poppy.
Elis MB: (Uci Asiroh) Iya Cici Cilacap kan? Sama Susi PTUP 87.
Uci Asiroh: Yoi
Puji Astuti: (Uci Asiroh) Admin minta tolong ya (Poppy) Ihh apa iya?
40
Uci Asiroh: Njenengan bukannya admin Mbak?
Puji Astuti: (Uci Asiroh) Bukan Mbak
Poppy: (Eda Swardaya Sind) Bahasa planet Kang.
Aidar: (Firda Arianda) Lah kok banyak cewek wanitanya Arisan itu lah.
Poppy: (Aidar) Sekalian tidak apa-apa arisan Capra
Uci Asiroh: (Aidar) Mas Aidar dari Tegal apa bukan?
Aidar: Iya mbak. Apa kita jakwiran?
Hartadi Pras: (Eda Swardaya Sind) Semarang Pakde. (Bambang CP) Dinas Ketahanan Pangan Provinsi
Pakde.
Bambang CP: (Hartadi Pras) Kita pernah ketemu di lift DKPP, mungkin sekitar tahun 2019. Tapi maaf
saya tidak berani menyapa, karena tidak pernah bertemu sebelumnya. Cuma Mas Bongkrek pernah
cerita ada anak Capra, nama Hartadi Pras. Dan dia sering cerita tentang panjenengan. Pas di lift, lihat
name tag. Karena waktu cuma sebentar. Ya, akhirnya tidak cukup waktu untuk menyapa lebih.
anni@haikalsean: (Puji Astuti) Mba @Puji Astuti baru saja diangkat jadi admin biar mudah
Aidar: (anni@haikalsean) Sip! Setuju. Ada reason untuk menagih makan-makan nieh.
Hartadi Pras: (Bambang CP) Oh begitu, mohon maaf. Monggo kalau tindak ke Semarang, saya di Dinas
Ketahanan Pangan Provinsi, silahkan mampir.
Hasirbasori74: (Hartadi Pras) Sering mampir, jarang ketemu
Puji Astuti: (anni@haikalsean)
(Puji Astuti menambahkan Cici Sangidan)
(Puji Astuti menambahkan Ronggo Bambang Hernantyo)
Puji Astuti: Sugeng rawuh Mbak @Cici Sangidan Sugeng Rawuh Mas Ronggo
Arita: (Hartadi Pras) Wah, baru tahu kalau njenengan anak Capra Pak..
Niken: (Puji Astuti) Apa masih di Kudus itu si Rong Rong.
Sapto: (Bambang CP) Besok lagi, teriak “ahooii...” Mbung. Kalau ada yang menyahut bolo dewe alias
anggota CP.
Poppy: (Niken) Baca Rong Rong jadi ingat Bona... cerita majalah jaman dulu... Bona dan Rong-rong.
Niken: (Poppy) Iya temannya Bona si Rong Rong. (Poppy) Tenang saja, orang Capra meski suhu tetep
saja oleng.
Puji Astuti: Mas Ronggo @Ronggo Bambang Hernantyo, Mas @Ronggo Bambang Hernantyo, Mas
@Ronggo Bambang Hernantyo… Dipanggil Rong Rong itu sama si Black @Niken
Aidar: resonansi (peristiwa ikut bergetar yo kang). Menggema… menggema… bertaut di udara
*lagu dangdut bintang panggung kuwi maszeh.
Cici Sangidan: (Puji Astuti) Ya terima kasih. Alhamdulillah bisa masuk grup Capra. Semoga bisa
mengobati kangen. Salam kenal semua.
Puji Astuti: (Cici Sangidan) Aamiin... Alhamdulillah.
Uci Asiroh: Sugeng rawuh Mbak Cici sama Mas Ronggo... Ahooiii
Cici Sangidan: Terima kasih Dik Uci. Sudah dimasukkan ke grup Capra. Belum ada yang kenal selain Dik
Uci
Uci Asiroh: Ya Mbak, kita bisa silaturahmi lagi di group Capra Pala
Cici Sangidan: Iya Dik, Alhamdulillah. Ternyata ada Mbak Elis Pemalang.
41
Uci Asiroh: Ya, baru masuk seperti Mbak Cici, bareng Sebentar lagi reuni, Mbak Cici mau ikut?
Cici Sangidan: Kapan Dik?
Elis NB: Reuni Capra? Kapan, di mana?
Bambang CP: (Hartadi Pras) Siap Pakdhe. (Sapto) Setelah itu clingak clinguk seperti tidak punya
dosa ya. Disaut syukur, ra disaut dianggep kenthir.. Apik idemu Cik..
Sapto: (Sticker: Ketawa).
Bambang CP: Sedikit dari group sebelah.
Tentang fire making...
Reminder. Ada beberapa secondary key points dalam hand drill yang perlu saya tulis mumpung ingat:
1. Jangan pernah sentuh ujung spindle dengan jari, tangan atau kulit kita, termasuk godaan saat
belajar ketika kita ingin tahu kita sudah menghasilkan panas/tidak. Why? Karena ujung spindle akan
menjadi lembab dan menyerap keringat dari permukaan kulit kita. Jika demikian, maka effort kita
akan semakin berat.
2. Gunakan charcoal atau charcoal dust sebagai akselerator untuk mempercepat bara, karena
charcoal adalah fuel terbaik. Tinggal butuh panas saja untuk ignited menjadi bara. So simpan dan
manfaatkan sisa debu arang kita.
3. In real condition, pastikan siapkan back up tinder untuk transfer bara sebelumnya. Jadi ketika
sudah dapat ember. Pastikan anda mentranfernya ke media lain terlebih dahulu. Bisa charcoal,
punk wood atau sisa debu arang terpisah. Agar ketika ember utama gagal, kita tidak harus
melakukan hand drill ulang dari 0.
4. Pastikan spindle lurus sesempurna mungkin, karena spindle yang tidak lurus akan menimbulkan
defiasi titik gravitasi (centerpoint) dan menghambat kita untuk memusatkan tekanan dan panas
secara optimal termasuk membuat rotasi kita tidak smooth (tidak efektif).
5. Pastikan V-cut atau pie cut kita tembus sampai ke tengah lubang dengan bentuk se-segitiga
mungkin, dan ujung segitiga tidak mampet saat proses, karena kalau ini terjadi akan menghambat
kita membentuk ember. Cek dan ricek sebelum dan seringkali setelah/saat rotasi dirasa tidak
efektif.
6. Perhatikan telapak tangan dan jari selalu lurus dan tertutup saat full rotation agar mengurangi
blisters dan efektif.
7. Posisi v-cut sebaiknya menghadap pada person agar mudah melihat perkembangan bara,
walaupun posisi sebaliknya juga tidak masalah dan tetap efektif tapi kita akan kesulitan melihat
proses pembentukan bara.
8. Ketebalan dan luasan board sesuaikan dengan ukuran spindle kita. Kalau tidak seimbang kadang
kita drilling tanpa sadar hingga tembus dasar board sehingga ambyar.
9. Lubang lama bisa digunakan ulang dengan menggunakan charcoal/charcoal dust pada point 2 di
atas selama ketebalannya masih memungkinkan dan posisi V-cut masih bagus.
10. Berdoa agar dimudahkan oleh Sang Pemilik Maha dan yakin dengan kemampuan diri sebagai
motivasi.
Selamat belajar bareng bareng.
Di copi dari FBG bushcraft Indonesia.
Ronggo Bambang Hernantyo: (Puji Astuti) Assalamu'alaikum... Ahooiii… Terima kasih Dik Puji, telah
dimasukkan group. Hallow semua.
Subagyo: Halooo Rong. Sekarang dinas di mana Om?
Ronggo Bambang Hernantyo: (Niken) Tepatnya Jepara Dik Niken. (Poppy) Sticker.
42
Subagyo: Wah, kalau ke Karimunjawa bisa kontak kamu ya.
Ronggo Bambang Hernantyo: (Subagyo)
Baru saja ke Karimunjawa Senin – Rabu 24-26 Oktober 2022, kemarin. Akhirnya ketemu terumbu
karang merah, yang jadi primadona diving.
Subagyo: (Ronggo Bambang Hernantyo) Wah, mantap.
Ronggo Bambang Hernantyo: Diving kedalaman 5-7 meter.
Subagyo: Jadi pingin ini.
Ronggo Bambang Hernantyo: Ayuuuk lah.
Subagyo: Siap lah, kalau ada waktu saya ke sana.
Ronggo Bambang Hernantyo: Sticker: jempol. (Subagyo) Japri saja, bukan tempatnya ngobrol gawean
di forum ini.
Subagyo: Hehehe, kan sudah dihapus.
Ronggo Bambang Hernantyo: Sticker: kucing gemes.
Aidar: (Ronggo Bambang Hernantyo) Wah, Karimunjawa? Jadi ingat, memang Indonesia tanah air
negeri yang indah.
Ronggo Bambang Hernantyo: (Aidar) Iya… Sebenarnya, Karimunjawa tidak kalah indahnya dengan
Bunaken. Hanya saja menurut peneliti dari Jepang, perairan di seputar Pulau Jawa itu salinitasnya
tinggi (tertinggi di sekitar Pulau Madura, sehingga Pulau Madura disebut Pulau Garam). Efek salinitas
tinggi, wisata laut jadi tidak enjoy. Dari Pelabuhan Ratu, Ancol, Karimunjawa, Parangtristis,
Pangandaran dan lain-lain. Dan karena kuasa Alloh, kok di Bali, NTB, NTT, Maluku dan lain-lain
salinitasnya rendah, sehingga enjoy untuk wisata bahari. Jadi, terumbu karang di Karimunjawa dan di
Bunaken sama-sama indah, hanya saja kenyamanan snorkeling dan diving enak di Bunaken. Monggo
yang berhasrat ke Karimunjawa. (Bambang CP) Awesome…
WithyaR: (Ronggo Bambang Hernantyo) Nice info. TIL
43
Obrolan 29 Oktober 2022
Eda Swardaya Sind: Penyebrangan tiap hari sekarang, Mas Rong Rong?
Abu Hasan: Menyebrang ke tempatku tiap hari Kang @Eda.
Eda Swardaya Sind: Siap tadz.
Poppy:
Ahooiii… Monggo sarapan Lengko Tegal.
Eda Swardaya Sind: Nylekamin pisan Neng.
Poppy:
Puji Astuti: (Poppy) Lengko itu apa?
Poppy: Nasi + kecambah + irisan tahu sama tempe, terus siram bumbu kacang + kecap, terus kepyurin
krupuk mie. Khas Tegal Mbak.
Puji Astuti: (Poppy) Seperti ketoprak ya, tapi krupuknya krupuk mie. (Bisma) Asik, ada fasilitas tenda.
Aku mau ya Dik @Bisma tapi tenda untuk keluarga bertiga.
Eda Swardaya Sind: Tenda? Wow, asyik. Bisa api unggun nih.
Bambang CP: (Poppy) Bumbu kacangnya biasanya dicampur tauco.
Eda Swardaya Sind: Cirebon – Majelengka – Brebes – Tegal, sama. Ada nasi lengko.
Puji Astuti: (Bambang CP) Beda sama ketoprak berarti. (Eda Swardaya Sind) Kalau Jakarta nasi lengko
setahuku seperti nasi uduk
Tri Ratna Sumingrat: (Puji Astuti) Hampir sama Ji, cuma ada rasa yang agak beda. Ketoprak bau
bawang putihnya kentel banget.
Eda Swardaya Sind:
Sekelompok pencopet naik gunung.
Ekabees: #usul. Mohon nanti adik-adik Panitia dapat menjelaskan tentang teknis keberangkatan dan
kepulangan. Misalnya: disediakan kendaraan dari kampus ke lokasi PP. Juga untuk memperhatikan