MUKERNAS III ISNU
Abad ke-2 Nahdlatul Ulama (NU) merupakan periode penting dalam
sejarah perkembangan Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Islam terbesar di
Indonesia. Dalam abad ini, diharapkan para sarjana Nahdlatul Ulama (yang
tergabung dalam ISNU) memainkan peran sentral dalam memperkuat nilai-nilai
khidmah kebangsaan dan keagamaan. Hal ini dikarenakan ISNU adalah
organisasi yang terbentuk dari kalangan intelektual dan akademisi yang memiliki
kesetiaan dan kecintaan mendalam terhadap NU dan ideologi kebangsaan
Indonesia. Sebagai kelompok cendekiawan, tentu ISNU memiliki tanggung jawab
besar untuk menerjemahkan dan membumikan nilai-nilai Islam dan nilai-nilai
kebangsaan dalam kehidupan masyarakat. Ia juga berusaha untuk
mempertahankan identitas ke-Islaman yang moderat, toleran, dan inklusif, serta
memberikan kontribusi nyata dalam upaya memajukan masyarakat dan negara.
Salah satu peran utama ISNU di abad ke-2 NU adalah memainkan peran
kunci dalam pendidikan dan pemikiran keagamaan. Selain itu, juga berkontribusi
dalam menghasilkan kajian-kajian mendalam tentang ajaran agama Islam yang
mencerahkan dan relevan dengan tantangan zaman. Dengan kepakarannya dalam
berbagai bidang, seperti ilmu agama, sosial, hukum, sejarah, teknik, dan lainnya,
ISNU berhasil menyajikan pemahaman agama yang moderat dan inklusif.
Pentingnya kolaborasi antara keagamaan dan kebangsaan terus
dipromosikan oleh ISNU. Para sarjana NU berperan aktif dalam menyuarakan
pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan semangat nasionalisme,
menghindari pemahaman yang sempit dan eksklusif. Selain itu, ISNU juga
mengajarkan nilai-nilai keagamaan yang menghargai keragaman budaya dan
harmoni antarumat beragama, sebagai bentuk kontribusi aktif untuk
mewujudkan masyarakat yang inklusif
-
Follow
-
0
-
Embed
-
Share
-
Upload