3. Konfigurasi Router 0 pada Interface FastEthernet 1/0
4. Konfigurasi Router 1 pada Interface FastEthernet 0/0
47
5. Konfigurasi Router 1 pada Interface FastEthernet 1/0
6. Konfigurasi IP Address pada PC 0
7. Konfigurasi IP Address pada PC 1
48
8. Sehingga interface pada Router dan PC memiliki IP Address berikut :
9. Konfigurasi routing pada Router 0
Next Hop : gateway atau gerbang yang dilalui pada router 1 untuk menuju
ke jaringan 192.168.10.0/24
10. Konfigurasi Routing pada Router 1
Network : jaringan Next Hop : gateway atau gerbang yang dilalui pada
router 0 untuk menuju ke jaringan 192.168.20.0/24
49
11. Tes koneksi dari PC 0 ke PC 1 dengan perintah PING
12. Tes koneksi dari PC 1 ke PC 0 dengan perintah PING
b. Konfigurasi Routing Dinamis dengan CLI
1. Buatlah topologi jaringan di cisco packet tracer seperti berikut :
50
2. Konfigurasi interface fa0/0 pada Router 2
3. Konfigurasi interface fa1/0 pada Router 2
4. Konfigurasi interface fa0/0 pada Router 3
5. Konfigurasi interface fa1/0 pada Router 3
51
6. Konfigurasi IP Address pada PC 2
7. Konfigurasi IP Address pada PC 3
8. Sehingga interface pada Router dan PC memiliki IP Address berikut :
9. Konfigurasi Routing RIP di Router 2
52
10. Konfigurasi Routing RIP di Router 3
11. Tes koneksi dengan perintah ping dari PC 2 ke PC 3
12. Tes koneksi dengan perintah ping dari PC 3 ke PC 2
53
1.5 Hasil dan Analisa Percobaan
1.5.1 Konfigurasi router statis dengan GUI
1.5.2 Konfigurasi router dinamis dengan CLI
Analisa : Pada konfigurasi static routing dengan GUI dan konfigurasi routing dengan
CLI menggunakan 2 router,2 switch,dan 2 host. Konfigurasi menggunakan ip
iddress dengan ketentuan setiap host harus berbeda ip. Setelah itu tes koneksi
pada setiap PC yang berbeda dengan perintah PING pada Command Prompt.
Pada konfigurasi kedua menggunakan CLI router yang memiliki kemampuan
untuk membuat tabel routing secara otomatis berdasarkan lalu lintas jaringan
dan router yang terhubung. Saya menggunakan 2 Router, 2 Switch, dan 2 host
. Setelah di konfigurasi lalu tes koneksi pada setiap PC yang berbeda dengan
perintah PING pada Command Prompt.
54
1.6 Tugas
1.6.1 Soal
1. Lakukan routing dinamis RIP menggunakan Cisco Packet Tracer
berbasis CLI / Text ! (network ID ada 2 digit nim belakang)
2. Lakukan routing statis menggunakan Cisco Packet Tracer berbasis
GUI ! (network ID ada 2 digit nim belakang)
3. Buatlah tabel routing dari Latihan 1 dan 2 !
4. Uji coba koneksi antar PC yang berbeda jaringan yang membuktikan
bahwa semua PC sudah terhubung ke jaringan ! (Screen Shoot)
1.6.2 Jawaban
1. Routing dinamis berbasis CLI
a. Buatlah topologi jaringan di cisco packet tracer seperti berikut :
b. Konfigurasi interface fa0/0 pada Router 2
c. Konfigurasi interface fa1/0 pada Router 2
55
d. Konfigurasi interface fa0/0 pada Router 3
e. Konfigurasi interface fa1/0 pada Router 3
f. Konfigurasi IP Address pada PC 2
g. Konfigurasi IP Address pada PC 3
\
56
h. Sehingga interface pada Router dan PC memiliki IP Address
berikut :
i. Konfigurasi Routing RIP di Router 2
j. Konfigurasi Routing RIP di Router 3
k. Tes koneksi dengan perintah ping dari PC 2 ke PC 3
l. Tes koneksi dengan perintah ping dari PC 3 ke PC 2
57
2. Berikut merupakan routing statis berbasis GUI
a. Buatlah topologi sederhana di cisco packet tracer
b. Konfigurasi Router 0 pada Interface FastEhternet 0/0
c. Konfigurasi Router 0 pada Interface FastEthernet 1/0
58
d. Konfigurasi Router 1 pada Interface FastEthernet 0/0
e. Konfigurasi Router 1 pada Interface FastEthernet 1/0
f. Konfigurasi IP Address pada PC 0
59
g. Konfigurasi IP Address pada PC 1
h. Sehingga interface pada Router dan PC memiliki IP Address
berikut :
i. Konfigurasi routing pada Router 0
60
Mask : subnet mask dari jaringan
Next Hop : gateway atau gerbang yang dilalui pada router 1 untuk menuju ke jaringan
192.168.10.0/24
j. Konfigurasi Routing pada Router 1
Mask : subnet mask dari jaringan
Next Hop : gateway atau gerbang yang dilalui pada router 0 untuk menuju ke
jaringan 192.168.20.0/24
k. Tes koneksi dari PC 0 ke PC 1 dengan perintah PING
61
l. Tes koneksi dari PC 1 ke PC 0 dengan perintah PING
Router 0
Router 1
62
3. Tabel routing latihan 1 dan 2 Next Hop
a. Tabel routing 1 berbasis CLI
Router 2
Network tujuan Netmask
192.168.44.0 255.255.255.0 192.168.44.1
192.168.20.0 255.255.255.0 192.168.44.1
Router 3 Next Hop
Network Tujuan Netmask
192.168.44.0 255.255.255.0 192.168.44.2
192.168.10.0 255.255.255.0 192.168.44.2
b. Tabel routing 2 berbasis GUI Next Hop
Router 0
Network Tujuan Netmask
192.168.10.0 255.255.255.0 192.168.44.2
63
Router 1 Netmask Next Hop
255.255.255.0 192.168.44.1
Network Tujuan
192.168.20.0
4. Berikut uji coba koneksi
PC 0 ke PC 1
PC 1 ke PC 0
64
1.7 Simpulan
Routing adalah proses pengiriman data maupun informasi dengan
meneruskan paket data yang dikirim dari jaringan satu ke jaringan lainnya. Selain
itu, routing merupakan suatu protocol yang digunakan untuk mendapatkan rute
atau jalur dari satu jaringan ke jaringan yang lain. Rute ini disebut dengan route
dan informasi route secara dinamis dapat diberikan ke router yang lain ataupun
dapat diberikan secara statis ke router lain, informasi tersebut bisa disebut juga
dengan table Routing. Fungsi routing adalah membawa data melewati
sekumpulan jaringan dengan cara memilih jalur yang terbaik untuk dilewati data.
Routing terbagi menjadi 2 jenis yaitu routing statis dan routing dinamis.
Routing statis dan routing dinamis memiliki keuntungan dan kekurangan masing-
masing. Cara kerja sistem routing dan dinamis pun berbeda. Routing dinamis
memiliki berbagai macam protokol. Protokol-protokol ini memiliki tipe-tipe yang
berbeda berdasarkan keuntungan dan kekurangan masing-masing. Jadi, konsep
dasar dari routing adalah router meneruskan paket-paket IP berdasarkan IP
address tujuan yang ada dalam header IP paket. Lalu, router mencocokkan IP
address tujuan dengan routing table dengan harapan menemukan kecocokan entri,
satu entri yang menyatakan kepada router kemana paket selanjutnya harus
diteruskan.
65
1.8 Lampiran
66
LAPORAN PRAKTIKUM
JARINGAN KOMPUTER
TGL PRAKTIKUM : 5 OKTOBER 2022
NAMA : WANDA KUSUMAWATI
NIM : 210631100044
DOSEN PENGAMPU : MUHLIS TAHIR, S.Pd., M.Tr.KOM.
ASISTENSI : M. ROSID
LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN KOMPUTER
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
67
MODUL IV
SOFTWARE SIMULASI JARINGAN,
DHCP Dan DNS SERVER
1.1 Tujuan
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mengenali komponen-komponen perangkat lunak jaringan berdasarkan
fungsinya
2. Menggunakan software Packet Tracer untuk simulasi jaringan sederhana
3. Menjalankan perintah-perintah standar konfigurasi pada
masing-masingperangkat jaringan komputer.
4. Memahami manfaat / kegunaan DHCP dan DNS Server
5. Dapat Melakukan Konfigurasi DHCP dan DNS Server
1.2 Landasan/Dasar Teori
A. Materi
a. Software Simulasi Jaringan
Software simulasi jaringan merupakan sebuah perangkat lunak atau
aplikasi yang digunakan untuk sebuah simulasi suatu jaringan.
Software simulasi jaringan yangpaling sering digunakan untuk media
pembelajaran dan pelatihan adalah Cisco Packet Tracer. Software ini
dibuat oleh Cisco Systems. Selain Cisco Packet Tracer terdapat
beberapa software yang bisa digunakan untuk simulasi jaringan,
diantaranya yaitu : GNS3, VirtualBox, VMware, EVE-NG, dll.
b. Perangkat Jaringan
68
Perangkat jaringan merupakan komponen-komponen perangkat keras
beserta perangkat lunak untuk membangun sebuah jaringan komputer.
perangkat jaringan terbagi dalam beberapa komponen sesuai dengan
fungsinya masing- masing, yaitu : Server, Host/Client, Switch,
Router, NIC / Ethernet Card, dll.
1. Server
Server merupakan sebuah sistem komputer yang menjalankan
perangkat lunak administrative yang mengontrol akses terhadap
jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalam sebuah jaringan
komputer.
2. Host/Client
Host / Client merupakan komputer yang digunakan oleh seorang
pengguna dari sebuah jaringan dengan menjalankan aplikasi-
aplikasi yang ada pada sebuah komputer tersebut agar bisa
terhubung ke sebuah jaringan komputer.
3. Switch
Switch merupakan sebuah perangkat yang digunakan untuk
memanajemen lalu lintas data atau informasi yang terdapat pada
sebuah jaringan komputer.Switch mengirimkan paket berdasarkan
alamat MAC pada sebuah perangkat jaringan. Switch berjalan
pada layer data link dari model OSI (layer 2)
4. Router
Router hampir sama dengan Switch hanya terdapat perbedaan
bahwa router bisa menghubungkan jaringan yang berbeda,
memiliki fungsi routing, menggunakan alamat IP untuk transmisi
data, bekerja dalam lapisan layer network dari model OSI (layer
3)
5. NIC / Ethernet Card
NIC merupakan singkatan dari Network Interface Card atau biasa
disebut dengan kartu jaringan. NIC adalah akrtu yang digunakan
69
sebagai jembatan untuk menghubungkan komputer ke sebuah
sistem jaringan. Fungsi dari NIC adalah untuk mengirimkan data,
mengendalikan arus aliran data, dan penerimaan data.
c. DHCP
DHCP merupakaran singkatan dari Dinamyc Host Configuration
Protocol yang berupa suatu layanan yang di berikan kepada komputer
yang meminta IP Addressdengan cara otomatis kepada sebuah server
dhcp.
d. DNS
DNS merupakan singkatan dari Domain Name System dimana
fungsi dari DNS adalah untuk menerjemahkan alamat IP menjadi
sebuah nama yang mudah di ingat oleh pengguna.
1.3 Alat dan Bahan
a. Alat
Dalam pelaksanaan praktikum alat digunakan sebagai media penunjang
kegiatan dapat berupa perangkat lunak(software) dan perangkat keras
(hardware)
Perangkat keras (hardware) : Laptop
Perangkat lunak (software) : Cisco Packet Tracer versi 7.3.1
b. Bahan
Modul 4
Cisco Packet Tracer versi 7.3.1
70
1.4 Langkah-langkah Percobaan
1. Sediakan software packet tracer
2. Buka aplikasi Cisco Packet Tracer yang sudah di install di PC/Laptop,
Sehingga muncul tampilan seperti di bawah ini :
3. Pada bagian pojok kiri bawah terdapat menu untuk memilih perangkat
yang tersediadi cisco packet tracer :
a. Network Device
b. End Device
c. Connection
4. Buatlah skema jaringan seperti berikut
71
Dan hubungkan dengan menggunakan kabel straight pada interface
FastEthernet.
5. Kemudian konfigurasi server dengan klik pada server, maka akan
muncul tampilanseperti berikut :
6. Pilih tab config untuk memberikan alamat ip pada server, pilih
FastEthernet kemudian isikan IP Addres seperti berikut:
72
7. Kemudian klik pada tab services dan pilih menu DHCP.
8. Konfigurasi DHCP Services sesuai dengan kebutuhan. Tentukan awal IP
Adrress pada pool DHCP isikan di kolom samping start IP Address. Dan
juga isikan subnet masknya. Dan klik tombol Add
73
9. Setelah itu kita konfigurasi pada masing-masing PC agar terhubung
dengan server yaitu dengan cara konfigurasi IP PC ke mode DHCP agar
mendapat IP Address darijServer.
10. Klik ikon PC kemudian pilih Config. Pada Fast Ethernet di konfigurasi IP
Configuration pilih DHCP
11. Kemudian kita cek pada Tab Dekstop pilih IP Configuration sehingga PC
akan mendapatkan IP dari Server sesuai dengan pool atau range yang di
atur di DHCP Server tadi
74
12. Lakukan langkah-langkah no 10 ke semua PC yang tersambung ke
server hingga masing masing PC mendapat IP Address dari DHCP
Server.
13. Kemudian uji koneksi antar PC dengan menggunakan simple pdu pada
cisco packet tracer
14. Lakukan simple pdu dari PC 0 ke PC 2
75
15. Lihat simulasi pengiriman paket pada menu simulation di pojok kanan
bawah dan perhatikan skema jaringan yang dibuat maka PC 0 akan
mengirimkan pesan ke PC
16. Selanjutnya konfigurasi DNS Server. Klik ikon server kemudian pilih
pada tab Services yaitu DNS. Isikan name sesuai dengan kebutuhan
masing masing dan isikan Address dengan IP Server yang sudah di
konfigurasi sebelumnya.
17. Selanjutnya kita tambahkan IP DNS pada konfigurasi DHCP Server
76
18. Konfigurasi pada PC Client untuk mengecek apakah DNS Server bisa di
akses.. Klik ikon PC kemudian ke desktop -> Ip configuration -> pilih
static kemudian isikan IP Addres yang masih satu jaringan dengan IP
Server dan juga isikan DNS Server dengan IP DNS Server yang sudah
kita tambahkan di konfigurasi Server tadi.
19. Kemudian buka web browser pada tab desktop
77
20. Ketikan alamat DNS sesuai dengan DNS Server. (contoh : septyan.net).
jika munculseperti ini maka konfigurasi DNS Server sudah berhasil
1.5 Hasil dan Analisa Percobaan
Analisa : Pada percobaan diatas kita membuat skema jaringan terlebih dahulu,
kemudian pilih server untuk konfigurasi ip, selanjutnya klik “services” kemudian
pilih “DHCP “ klik “on” ganti nama pada “Pool Name” dan beri ip pada “Start IP
Address”. Setelah DHCP sudah terkonfigurasi semua dari server sampai ke PC
langkah selanjutnya yaitu pengecekan dari PC ke PC menggunakan simple PDU
sehingga konfigurasi dinyatakan success. Untuk langkah terakhir yaitu
pengecekan DNS pada WEB BROWSER untuk mengetahui apakah DNS sudah
bisa terakses atau belum.
78
1.6 Tugas
1.6.1 Soal
5. Buatlah skema topologi jaringan beserta informassi IP Addtess dan
Interfacenya !(server,switch,PC).
6. Lakukan Simple PDU Dari PC 1 ke PC lainnya, Jelaskan!
7. Buatlah konfigurasi DHCP Server dengan IP Server
192.168.NIM.NIM.(2 digit belakang)dan range DHCP 10 host !
8. Buatlah konfigurasi DNS Server dengan nama kalian masing-masing.
1.6.2 Jawaban
1. Skema topologi jaringan
2. PC 13 ke PC 18
79
Penjelasan : simple PDU bisa terdeteksi ketika DHCP dari server ke
semua PC sudah tersambung sehingga ketika dicheck dari PC ke PC
bisa success.
3. Konfigurasi DHCP
1. Buatlah skema topologi jaringan seperti berikut:
2. Kemudian pilih tab config untuk memberikan alamat ip pada server,
pilih FastEthernet kemudian isikan IP Addres seperti berikut:
80
3. Kemudian klik pada tab services dan pilih menu DHCP.
4. Konfigurasi DHCP Services sesuai dengan kebutuhan. Tentukan
awal IP Adrress pada pool DHCP isikan di kolom samping start IP
Address. Dan juga isikan subnet masknya serta atur maximum
number of usernya. Dan klik tombol Add.
5. Setelah itu kita konfigurasi pada masing-masing PC agar terhubung
dengan server yaitu dengan cara konfigurasi IP PC ke mode DHCP
agar mendapat IP Address dari Server.
6. Klik ikon PC kemudian pilih Config. Pada Fast Ethernet di
konfigurasi IP Configuration pilih DHCP.
81
7. Kemudian kita cek pada Tab Dekstop pilih IP Configuration
sehingga PC akan mendapatkan IP dari Server sesuai dengan pool
atau range yang di atur di DHCP Server tadi
8. Lakukan langkah-langkah no 7 ke semua PC yang tersambung ke
server hingga masing masing PC mendapat IP Address dari DHCP
Server.
4. Konfigurasi DNS
1. konfigurasi DNS Server. Klik ikon server kemudian pilih pada
tab Services yaitu DNS. Isikan name sesuai dengan kebutuhan
masing masing dan isikan Address dengan IP Server yang sudah di
konfigurasi sebelumnya.
82
2. Selanjutnya kita tambahkan IP DNS pada konfigurasi DHCP
Server.
3. Konfigurasi pada PC Client untuk mengecek apakah DNS Server
bisa di akses.. Klik ikon PC kemudian ke desktop -> Ip
configuration -> pilih static kemudian isikan IP Addres yang masih
satu jaringan dengan IP Server dan juga isikan DNS Server dengan
IP DNS Server yang sudah kita tambahkan di konfigurasi Server
tadi.
83
4. Kemudian buka web browser pada tab dekstop
84
5. Ketikan alamat DNS sesuai dengan DNS Server. (contoh :
wati.net). jika muncul seperti ini maka konfigurasi DNS Server
sudah berhasil
85
1.7 Kesimpulan
Software simulasi jaringan merupakan sebuah perangkat lunak atau aplikasi
yang digunakan untuk sebuah simulasi suatu jaringan. Software simulasi jaringan
yang paling sering digunakan untuk media pembelajaran dan pelatihan adalah
Cisco Packet Tracer.Perangkat jaringan terbagi dalam beberapa komponen sesuai
dengan fungsinya masing-masing, yaitu :
1. Server
2. Host/Client
3. Switch
4. Router
5. NIC / Ethernet Card
DHCP ( Dynamic Configuration Protocol) berupa suatu layanan yang di
berikan kepada komputer yang meminta IP Address dengan cara otomatis kepada
sebuah server DHCP, komputer yang meminta IP disebut dengam DHCP Client.
DNS merupakan singkatan dari Domain Name System dimana fungsi dari DNS
adalah untuk menerjemahkan alamat IP menjadi sebuah nama yang mudah di
ingat oleh pengguna.
86
1.8 Lampiran
Lampiran saat menjalankan program Cisco Packet Traker
Lampiran saat mengikuti praktikum jaringan komputer
87
LAPORAN PRAKTIKUM
JARINGAN KOMPUTER
TGL PRAKTIKUM : 20 OKTOBER 2022
NAMA : WANDA KUSUMAWATI
NIM : 210631100044
DOSEN PENGAMPU : MUHLIS TAHIR, S. Pd., M. Tr. KOM
ASISTEN : M. ROSID
LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN KOMPUTER
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
88
Modul V : Perintah Dasar Linux & System Backup
1.1 TUJUAN
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mengetahui langkah-langkah install system operasi linux
2. Mengetauhi perintah dasar linux
3. Mengompress dan mengekstrak file
4. Memahami cara membackup file
1.2 DASAR TEORI
A. Sistem Operasi Debian
Sistem operasi Debian sudah biasa digunakan sebagai server dalam jaringan
komputer. Untuk membangun sebuah server Debian dengan aplikasi seperti
DHCP server (memberi IP otomatis pada client), DNS server (memberi
nama server untuk mudah diingat), FTP server (memberi layanan transfer
file), NTP server (memberi atur waktu terpusat pada server), telnet (control
client secara remote) maupun proxy server maka kalian harus memhami
beberapa perintah dasar dar linux untuk kemudahan melakukan konfigurasi
server.
Perintah dasar linux yang sering digunakan :
89
B. System Backup
Back up, jika di terjemahkan kedalam bahasa Indonesia, maka ini dapat
berarti “cadangan”, yang mana pada konteks ini merujuk pada membuat
cadangan data/file pada komputer. Sebenarnya banyak cara dapat dilakukan
untuk melakukan backup, misalnya cara yang paling sederhana adalah
dengam mengcopy-kan data secara langsung ke media penyimpanan
misalnya disket ataupun CD-ROM. Ini merupakan cara yang sederhana,
tetapi kelemahannya dalah data menjadi terlalu mudah diakses oleh pihak-
pihak yang tidak diinginkan untuk mengakses, dan juga permasalahan akan
timbul jika data dalam jumlah yang besar, semisalnya data yang harus di
backup oleh seorang administrator jaringan, data yang ada akan terus
berkemabng sehingga mempersulit kerja dari administrator.
Maka, untuk itu diperlukan metode yang tepat untuk melakukan backup,
“tepat” disini berarti bahwa cara tersebut dapat membundel banyak file atau
direktori menjadi sebuah file saja, dan tidak boleh dilupakan pula mengenai
penghematan space dan juga perlu diperhitugnkan masalah keamanan juga.
Jadi sebagiknya seorang administrator mengetahui cara melakukan backup
dengan metode kompresi, karena dengan metode ini banyak file yang dapat
dibundel menjadi satu, disamping itu dapat menghemat ruang penyimpanan,
dan juga dapat lebih aman, karena dapat ditambahkan password pada
filenya.
1. Ekstrak dan Compress File
File yang dikompres menggunakan lebih sedikit space dan dapat di
download lebih cepat daripada file yang tidak di kompres disamping itu
lebih baik digunakan dalam backup dalam jumlah besar. File linux dapat
dikompresi dengan tool oopen source yaitu Gzip atau Zip, yang mana
dikenali oleh kebanyakan operating system.
a. Untuk mengkompres sebuah file shell prompt cukup mengetikkan
perintah :
gzip namafile.ext
90
file kemudian akan terkompress dan tersimpan menjadi
namafile.ext.gz
b. Untuk mengeluarkan sebuah file yang telah dikompres cukup
mengetikkan perintah :
gunzip namafile.ext.gz
jika ingin menukar file dengan pengguna linux, maka harus
digunakan zip, untuk menghindari masalah kompatibilitas. Red Hat
linux dapat dengan mudah membuka file zip atau gzip, tetap operasi
sistem yang bukan linux mungkin mengalami masalah dengan file
gzip.
c. Lalu untuk mengkompres file dengan zip cukup mengetikkan
perintah :
zip -r namafile.zip files
Dalam contoh diatas nama file menggambarkan file yang telah
dibuat dan menggambarkan file yang ingin dimasukkan pada file
yang baru.
d. Untuk mengekstrak isi dari sbeuah file cukup mengetikkan perintah
:
namafile.zip
beberapa file dapat dizip atau digzip pada waktu yang sama dengan
cara memberikan spasi diantara 1 file dengan file berikutnya.
Contoh : gzip namafile.gz file1 file2 file3 /user/work/school
Perintah di atas akan mengkompress file1, file2, file3 dan isi dari
/user/work/school dan letakkan pada namafile.gz
2. Archiving with Tar
91
Tar meletakkan sesuatu konten dari directory pada suatu file. Ini
merupakan suatu langkah yang baik untuk membuat backup dan arsip.
Biasanya file Tar diakhiri dengan ekstensi .tar
a. Untuk membuat sebuah file tar cukup mengetikkan perintah :
tar -cvf namafile.tar file/directory
Pada perintah namafile.tar menggambarkan file yang telah dibuat
dan file/directories menggambarkan file atau directory yang ingin
diletakkan pada file baru. Dapat digunakan nama path relatif atau
absolut untuk berkas-berkas dan directory. Namun pisahkan
namafile dan directory dengan spasi.
b. Untuk membuat sebuah file tar dengan menggunakan namafile
absolute :
-cvf foo.tar /home/mine/work /home/mine/school
Pada perintah di atas akan meletakkan semua file pada /work sub
directory dan /school sub directory pada file baru yang disebut
foo.tar pada directory. Kerja saat ini. Perintah tar -cvf foo.tar.txt
file1.txt file2.txt tile3.txt akan menempatkan file1.txt file2.txt
file3.txt pada sebuah file yang dinamakan foo,tar.
c. Untuk melihat daftar isi dari file cukup mengetikkan perintah :
tar -tvf foo.tar
d. Untuk mengekstrak isi dari file tar cukup mengetikkan perintah :
tar -xvf foo.tar
Perintah diatas tidak akan menghapus file tapi hanya akan
meletakkan salinan isi tar pada directory kerja saat ini. Perintah tar
tidak akan mengkompres file secara otomatis.
e. Untuk mengkompres file tar cukup mengetikkan perintah :
tar -czvf foo.tar
File tar yang dikompres secara konvensional diberikan ekstensi .tgz
dan dikompres dengan .gzip.
92
f. Untuk mengeluarkan file tar yang dikompres cukup mengetikkan
perintah :
tar -xzvf foo.tgz
1.3 ALAT DAN BAHAN
A. Software
1. Virtual Box
2. Debian
3. Modul 5
B. Hardware
1. Laptop
1.4 LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN
1. Langkah-langkah Install system operasi linux pada Virtual Box Pengaturan
awal pada Virtual Box
a. Buat virtual baru dengan pilih new
b. Beri nama file virtual dan masukkan type linus karena ktia akan install
system operasi linux dan pilih version linux yaitu debian 64 bit.
Kemudian next.
c. Masukkan ukuran memori misal 1024MB
93
d. Pilih creat a virtual hardisk now, artinya kalian membuat hardisk virtual
yang baru
e. Pilih file tipe hardisk yaitu VDI
f. Pilih Dynamically allocated, fungsinya mesin akan menggunakan
hardisk sesuai kebutuhan saja
g. Tentukan letak dimana file ini akan disimpan kemudian selesai\
94
h. Lakukan pengaturan dengan menekankan tombol setting pada tab menu
i. Pilih sistem dan atur seperti gambar berikut ini
Artinya kalian akan melakukan install dengan bootorder pertama melalui
cd/dvd rom.
j. Pilih storage untuk proses mout cd/dvd installer linux seperti gambar
berikut
k. Aturan network menjadi host-only adapter, dimana kalian menggunakan
virtualbox
NAT : supaya virtualbox kita terkoneksi internet jika komputer asli/host
terkoneksi
95
Internet Bridge Adapter : ethernet komputer asli/host menjadi ethernet
bagi virtual box
Internal network : menghubungkan ethernet antar virtual box
Host only adapter : menghuubungkan ethernet komputer asli dengan
virtual box
2. Langkah-langkah install system operasi Debian
1. Klik start pada Virtual Box kemudian akan muncul tampilan seperti
dibawah ini, kali ini proses intall menggunakan mode grafis. Maka
pilihlah graphical install
2. Lalu pilh bahasa yang digunakan
3. Pilih lokasi untuk timezone
4. Pilih format tulisan yang digunakan dan keyboard yang digunakan
96