5. Untuk menu mengatur jaringan pilih Do not configure
6. Masukkan namahost, disini berinama “wanda”
7. Masukkan passwork untuk root (akses super user)
8. Masukkan nama user/pengguna
97
9. Masukkan passwork untuk user
10. Untuk pengaturan Waktu pilih Western
11. Untuk partisi hardisk, bagi pemula dapat memilih guided entire disk,
yaitu sistem akan memandu kalian melakukan partisi dengan mudah.
Tapi kalian dapat juga melakukan partisi sesuai keinginan sendrii
dengan memilih “manual”.
Pada dasarnya dalam install sistem operasi linux terdapat dua partisi
yang wajib dilakukan, yaitu
98
a. Partisi sebagai root yang disimbolkan “/”
b. Partisi swap, dimana kapasitasnya disarankan sebesar 2x
memorikomputer. Swap disebut juga sebagai virtual memori
12. Kemudian kalian akan mendapat tiga pilihan
a. all files in one partition, dimana sistem operasi akan membentuk
dua partisi yaitu root( / ) dan swap
b. separate /home partition, dimana sistem akan dibagi menjadi
partisi root( / ), swap dan home
c. separate /home, /var, and /tmp partition dimana sistem akan
dibagi menjadi partisi root( / ), swap, home, var, dan tm
99
13. Untuk instalasi paket bisa pilih no atau memutus jaringan gar tidak
terlalu lama proses penginstalannya.
14. Untuk instalasi paket bisa pilih no atau memutus jaringan agar tidak
terlalu lama proses penginstalannya.
15. Pada langkah ini pilh standart system saja.
16. Pilih Yes pada menu install Grub Boot Loader
100
17. Pilih /dev/sda untuk install boot loader
18. Menunggu proses booting
19. Proses installation sudah selesai, dan untuk masuk ke root masukkan
user root dan password
2. Praktek perintah dasar linux
a. Su, untuk login
101
b. Cd, untuk aktif ke direktori yang dituju yaitu home
c. Mkdir, untuk membuat direktori baru
d. Is, melihat isi dari direktori aktif
e. Rmdir, untuk menghapus direktori
1.5 HASIL DAN ANALISA PERCOBAAN
Analisa:Pada percobaan diatas terdapat ,perintah su fungsinya adalah untuk login
pada debian/user yang sudah di buat sebelumnya, kemudian terdapat perintah cd
fungsinya untuk aktif ke direktori yang akan di tuju yaitu home, lalu terdapat
perintah mkdir fungsinya untuk membuat direktori baru, kemudian perintah ls
untuk melihat isi direktori yang sudah di buat sebelumnya apakah sudah aktif
atau tidak, dan yang terakhir terdapat perintah rmdir dimana fungsi rmdir
tersebut untuk menghapus direktori yang sudah di buat.
102
1.6 TUGAS
1.6.1 SOAL
1. Buatlah folder baru bernama nama_nim (2 digit terakhir)
2. Isikan folder yang sudah dibuat
3. Copy file yang sudah anda masukkan ke dalam folder
4. Kemudian hapus folder yang sudah anda buat dan buktikan dengan
menampilkan isi folder
1.6.2 JAWABAN
1. Membuat folder baru dengan ketentuan nama_nim (2 digit terakhir).
Maka kita bisa membuatnya sesuai dengan perintah mkdir wanda_44
2. Mengisi folder tersebut
Untuk mengecek atau melihat isi file yang sudah kita buat , maka
menggunakan printah cat namafile.txt Mengcopy file yang sudah kita
masukkan ke dalam folder tersebut
103
3. Mengcopy file yang sudah kita masukkan kedalam folder tersebut
Untuk mengcopy file atau menyalin file kita bisa menggunakan
perintah cp . Contohnya seperti cp namafile.txt namafileBaru.txt .
Seperti gambar di atas cara untuk menyalin file .
4. Kemudian hapus folder yang sudah dibuat tadi dan dengan bukti
menampilkan isi folder tersebut .
Untuk menghapus folder yang sudah kita buat kita bisa menggunakan
perintah rm -r namafolder/. Namun itu folder yang sudah ada isinya ,
jika folder tersebut tidak ada isinya atau kosongan maka menggunakan
perintah rmdir namafolder/. dan untuk mengecek apakah sudah
terhapus maka kita menggunakan perintah Is, untuk caranya seperti
gambar di atas.
104
1.7 KESIMPULAN
Untuk membangun sebuah server Debian dengan aplikasi seperti DHCP server
(memberi IP otomatis pada client), DNS server (memberi nama server untuk
mudah diingat), FTP server (memberi layanan transfer file), NTP server
(memberi atur waktu terpusat pada server), telnet (control client secara remote)
maupun proxy server maka kalian harus memhami beberapa perintah dasar dar
linux untuk kemudahan melakukan konfigurasi server. Perintah dasar linux yang
sering digunakan :
Back up pada konteks ini merujuk pada membuat cadangan data/file pada
komputer. Sebenarnya banyak cara dapat dilakukan untuk melakukan backup,
misalnya cara yang paling sederhana adalah dengam mengcopy-kan data secara
langsung ke media penyimpanan misalnya disket ataupun CD-ROM.
105
1.8 LAMPIRAN
Gambar 1. 12 Proses Percobaan
Gambar 1. 13 Proses Melakukan Percobaan di Lab
106
LAPORAN PRAKTIKUM
JARINGAN KOMPUTER
TGL PRAKTIKUM : 3 NOVEMBER 2022
NAMA : WANDA KUSUMAWATI
NIM : 210631100044
DOSEN PENGAMPU : MUHLIS TAHIR, S.P.d., M.TR.KOM
ASISTEN : M. ROSID
LABORATORIUM KOMPUTASI DAN
JARINGAN KOMPUTER
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
107
MODUL Vl : DHCP DAN DNS SERVER
1.1 TUJUAN
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mahasiswa mampu melakukan konfigurasi IP pada sistem operasi
debian
2. Mahasiswa mampu membuat DHCP server pada jaringan komputer
Lokal
3. Mahasiswa mampu memahami DNS Server
4. Mahasiswa mampu melakukan konfigurasi DNS server
1.2 DASAR TEORI
A. Pengertian TCP/IP
TCP/IP ( Singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet
Protocol) yang diterjemahkan menjadi Protokol kendali transmisi/Protokol
Internet, yang merupakan gabungan dari protocol TCP dan IP sebagai
sekelompok protocol yang mengatur komunikasi data dalam proses tukar-
menukar data dari satu computer ke computer lain dalam jaringna internet
yang akan memastikan pengiriman data sampai ke alamat yang dituju.
Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri karena memang protocol ini
berupa kumpulan protocol ( protocol suite). Protokol ini juga merupakan
protocol yang paling banyak digunkan saat ini, karena protocol ini mampu
bekerja dan diterapkan pada lintas perangkat lunak dalam berbagai system
operasi istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP
stack.
B. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
Dynamic Host Configuration Protocol, digunakan untuk melayani
request Ip Address dari client. Client akan meminta Ip Address pada
server, kemudian server akan memberikan alokasi ip yang tersisa.
99
C. Pengertian DNS
DNS merupakan singkatan dari Domain Name System yang
merupakan sebuah sistim untuk menyimpan informasi tentang nama host
atau nama domain dalam sebuah basis data tersebar (distributed database)
di dalam jaringan komputer yang menggunakan TCP/IP.
D. Fungsi DNS
Fungsi DNS adalah untuk menerjemahkan sebuah nama domain ke
bentuk ip address. Perlu kita ketahui sebenarnya pengalamatan pada
jaringan komputer adalah menggunakan deretan angka biner yang biasa
kita kenal dengan ip address. Pastinya, untuk dapat mendapatkan hasil
yang maksimal dalam sebuah jaringan, kita membutuhkan networking
hardware atau perangkat keras jaringan yang juga dapat diandalkan.
Untuk memudahkan dalam mengingat sebuah nama host biasanya kita
membuat domain name sebagai contoh www.google.com nama tersebut di
buat untuk membantu memudahkan pengguna mengingat alamat tersebut
yang menggunakan alamat ip address 173.194.72.103.
Nah, ketika kita menggunakan internet dan membuka alamat tersebut,
biasanya kita hanya mengetikkan nama domain saja atau tidak
menggunakan ip address, di sinilah peran DNS yaitu menerjemahkan
domain www.google.com tersebut ke ip address 173.194.72.103 agar
dapat di identifikasi di dalam jaringan.
DNS memberikan manfaat bagi pengguna dari kelebihan yang di
milikinya seperti yang telah di singgung di atas, pengguna tidak perlu lagi
mengingat ip address tapi cukup dengan mengingat host name saja,
berikutnya DNS juga dapat konsisten karena sebuah IP address boleh
berubah namun hostname yang di gunakan tidak akan berubah.
E. Cara Kerja DNS
DNS melakukan tugas sebagai interpreter atau menerjemahkan nama
komputer ke bentuk biner ip address atau memetakan setiap nama
komputer ke dalam bentuk ip address. Komputer yang meminta request di
sebut juga dengan DNS client atau resolver sedangkan DSN penerjemah di
kenal dengan DNS Server.
100
Resolver atau client akan mengirimkan request ke server berupa
queries, kemudaian Name Server akan merespon dengan cara mengecek
ke lokal databasenya, dan bila mana queri tidak di temukan maka Name
Server akan menghubungi Name Server lainnya dengan mengirimkan
queri sebelumnya, jika request tidak berhasil di tangani maka Name Server
akan mengirimkan message failure kepada client.
Proses kerja di atas di sebut juga dengan forward lookup query
dimana permintaan client di proses dengan cara memetakan nama
komputer (host) ke bentuk IP address.
1.3 ALAT DAN BAHAN
A. Alat
Adapun alat yang dibutuhkan pada pelaksannan praktikum kali ini yaitu:
Laptop/PC
B. Bahan
Adapun bahan yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan praktikum
kali ini yaitu:
Software Aplikasi Virtual Box
Iso Debian 11
Modul 6 : DHCP DAN DNS SERVER
101
1.4 LANGKAH LANGKAH PERCOBAAN
A. DHCP Server
1. Desain Jaringan
Diasumsikan topologi jaringan server client seperti berikut ini :
a. Tentukan nomer IP server
b. DHCP server pada praktikum ini menggunakan virtual box. Maka
aturlah network pada virtualbox dengan mode :
1) Bridge : untuk melakukan instal paket langsung melalui
jaringan kabel yang telah terhubung ke internet
2) Host Only Adapter: digunakan virtualbox(dhcp) server untuk
terhubung dengan client (berupa komputer kalian/sistem
operasi windows)
2. Setting Repository
Installasi software pada system operasi inux bisa dilakukan melalui
berbagai cara. Mulai lewat CD, DVD, Flashdisk, ataupun melalui
media jaringan seperti HTTP dan FTP.
3. Instalasi Software via DVD/CD
Cara ini kita gunakan jika server Debian tidak terkoneksi ke Internet,
alias hanya untuk jaringan Lokal.
Kelebihanya adalah installasi software lebih cepat dibanding installasi
melalui media jaringan.
Masukan CD/DVD Debian pada DVDROM. Dalam virtual box dapat
kalian lakukan:
102
#apt-cdrom add
#apt-get update
4. Instalasi Menggunakan Jaringan Komputer
Untuk installasi software melalui media jaringan, dibutuhkan sebuah
server khusus yang bernama Repositori Server. Repositori Server
tersebut berisi file-file binary dari seluruh paket software sebuah distro
Linux. Dimana pada nantinya software tersebut dapat didownload,
atau bahkan diinstall langsung oleh client Linux melalui media
jaringan. Semua alamat repositori diletakan pada file sources.list
berikut.
nano /etc/apt/sources.list
Update database repositori, agar dapat mengenali seluruh paket
software yang tersedia
# apt-get update # apt-get upgrade
5. Konfigurasi TCP/IP
A. Mengaktifkan Ethernet Card
Network Interface Card (NIC) atau Ethernet di linux diberi
nama eth0, eth1, eth2, dst. Dan untuk interface Local Loopback
diberi nama lo. Untuk mengetahui interface apa saja yang
terpasang pada server Debian, gunakan perintah ifconfig.
( lo ) atau interface Loopback. jangan pernah sekalikali untuk
menon-aktifkan interface Loopback tersebut. Sebab interface
tersebut digunakan oleh aplikasi-aplikasi server
Debian agar dapat berjalan pada computer Localhost. Agar
dapat terkoneksi ke Jaringan Komputer, aktifkan terlebih dahulu
Interface Ethernet. Pastikan nama untuk Ethernet tersebut, default
untuk Ethernet pertama adalah eth0.
103
Gunakan perintah ifup untuk meng-aktifkan, dan sebaliknya
gunakan perintah ifdown.
#ifup eth0 atau #ifconfig eth0 up
B. Konfigurasi TCP/IP
1) Hidupkan Komputer Server anda yang sudah terinstall linux
Debian Kemudian login lah sebagai Root.
$ su root
Lalu masuk kedalam folder etc/network dan edit file interfaces
#nano /etc/network/network
2) Setelah masuk dalam file interfaces. Silahkan tambahkan/ubah
IP Address. Disinilah tempat kita mengatur IP dan
menambahkan IP Address yang berhubungan dengan
pengalamatn IP.
Sesuaikan nomor IP server dengan rencana kalian pada desain
jaringan kompter tersebut. Setelah selesai maka simpanlah
3) Kemudian jangan lupa restart paket setelah di konfigurasi
#etc/init.d/networking restart
104
Untuk cek keberhasilan pemberian IP, gunakan perntah
ifconfig. Jika IP tidak berubah lakukan kembali perintah restart
tersebut.
4) untuk memeriksa keberhasilan IP server terhubung dengan
client maka pada komputer client kalian yaitu sistem operasi
windows, kalian lakukan pengaturan IP secara manual dengan
IP yang sudah ditentukan (jangan lupa pada virtualbox lkukan
pengaturan network pada mode Host-Only Adapter)
5) Setelah itu lakukan proses perintah ping baik dari server ke
client maupun sebaliknya. Jika tidak berhasil cek kembali
konfigurasi tersebut.
6) Konfigurasi DHCP Server
1) Pertama login dahulu sebagai superuser/root. Kemudian
kita check apakah paket tersedia dalam debian, dengan
perintah :
#etc/init.d/networking restart
105
2) Lihat hasilnya dan carilah nama dari dhcp server
3) Setelah paket ada, kita lakukan instalasi caranya;
#apt-get install isc-dhcp-server
4) Kemudian masuk ke folder dhcp caranya;
# cd /etc/dhcp l
Kemudian ketikkan ls untuk melihat isi direktori. Kemudian
masuk pada direktori etc/dhcp
#cd etc/dhcp
Kemudian ketikkan ls untuk melihat isi direktori dan
pastikan ada file dhcpd.conf Sebelumnya kita backup file
tersebut untuk menghindari kehilangan atau kesalahan
konfigurasi file
etc/dhcp#cp dhcpd.conf dhcpd.conf.backup
Kemudian ketikkan ls untuk melihat apakah file
dhcpd.conf.backup tersebut sudah di copy
5) sekarang kita lakukan konfigurasi dhcp server dengan
melakukan edit pada file dhcpd.conf
etc/dhcp#nano dhcpd.conf
a) Sesuaikan dengan name server kalian
b) sesuaikan IP dhcp server, range IP dhcp untuk client
kalian
106
Diubah menjadi
6) Setelah itu masuk ke folder default caranya;
#cd /etc/default atau # nano /etc/default/isc-dhcp-server
7) Lalu tambahkan seperti file berikut
1) lakukan restart
#/etc/init.d/isc-dhcp-server restart
2) Lakukan tes dhcp server dengan client. Dengan cara
malakukan pengaturan IP
otomatis pada komputer client kemudian lakukan perintah
ipconfig /release ipconfig /renew ipconfig
pada komputer client untuk melihat hasil dari IP
yang didapat oleh client
107
B. DNS Server
1. Pertama, kita harus menjalankan operasi linux pada debian
8 melalui aplikasi virtualbox.Login di isi dengan root dan
isi password sesuai dengan yang sudah kamubuat.
2. Selanjutnya, masukan perintah nano
/etc/network/interfaces untuk memastikan IP yang
muncul sudah sesuai dengan IP yang akan kita gunakan
untuk proses selanjutnya.Jika sudah tekan CTRL+O untuk
menyimpan dan tekan CTRL+X untuk keluar dari proses
pengeditan.
3. Setelah itu, ketikan perintah /etc/init.d/networking restart
jika berhasil akan muncul seperti gambar dibawah. Lulu
ketikan ifconfig untuk mengecek kunfigurasi sudah benar.
4. Lalu ketikan ifconfig untuk mengecek kunfigurasi sudah
benar. Jika benar akan muncul seperti gambar dibawah :
5. Jika langkah diatas sudah selesai ping IP Address, jika
tampilan seperti ini berarti IP sudah berjalan dengan
lancar.
108
Tekan CTRL+Z untuk keluar.
6. Selanjutnya kita akan menginstall Bind9 dengan perintah apt-get
install bind9, tekan
Y lalu Enter
7. Selanjutnya copy file /etc/bind/db.local menjadi
/etc/bind/db.terserah dengan perintah cp /etc/bind/db.local
/etc/bind/db.terserah
8. Copy sekali lagi file /etc/bind/db.local menjadi /etc/bind/db.192
dengan perintah
cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.192
9. Selanjutnya ketikan perintah nano /etc/bind/named.conf.local.
Ubah menjadi :
109
10.Sesudah itu kita lanjut untuk mauskan perintah nano
/etc/bind/named.conf.options.
Ubah menjadi:
11.Kemudian ketikan perintah nano /etc/bind/db.nisya menjadi:
110
12.Setelah itu ketikan perintah nano /etc/bind/db.192 menjadi
13.Tambahkan “nameserver” dengan perintah nano /etc/resolv.conf
menjadi:
14.Cek konfigurasi dengan perintah nslookup
111
15.Lakukan uji coba dengan ping dari computer client
menggunakan nama domain, sebelum melakukan uji coba
kita harus mengatur IP Address pada adapter VITRUAL
HOST-ONLY NETWORK. Klik protocol version 4
(TCP/IPv4) klik Properties isi IP address, subnetmask, dan
preferred DNS server.
112
16.Setelah selesai mengatur IP, buka cmd dan coba PING,
jika berhasil akan Statusnya sudah terkoneksi:
113
1.5 HASIL DAN ANALISA PERCOBAAN
A. DHCP
Analisa :Dari percobaan di atas, IP secara otomatis ditetapkan ke klien. 2 OS
digunakan pada satu kotak virtual. OS pertama adalah debian 8.11, kemudian
windows 7. Debian pada percobaan di atas bertindak sebagai host,
sedangkan untuk windows 7 bertindak sebagai client. Kedua sistem operasi
tersebut memiliki setup jaringan yang sama, yaitu jaringan internal. Untuk
OS debian, ia memiliki 1 adaptor tambahan dalam pengaturan jaringan,
adaptor khusus host. Untuk pengaturan jaringan internal, ini dilakukan
karena dua sistem operasi termasuk dalam tipe 1 Jaringan yang sama dapat
dihubungkan. Konfigurasi DHCP pada debian dilakukan di file dhcp.conf
yang akan ada setelah memasukkan dvd-2 dan kemudian menginstal isc-
dhcp-server. Dalam kumpulan file dari Subnet, rentang IP untuk ditetapkan
ke klien, IP DNS, nama domain, gateway default, dan IP.
B. DNS
Analisa : pada percobaan diatas yaitu mengkonfigurasi DNS, bind 9 harus
diinstal pada debian. Gunakan perintah apt-get install bind9 dan bind9 akan
terinstal secara otomatis. Ada beberapa file di bind9 untuk mengatur DNS,
termasuk db.127, db.local, named.conf.default-zones. Untuk db.127 128 dan
db.local copy dan replace menjadi file db.192 dan db.nama. Kemudian di file
bernama.conf.default-zones dapat terhubung localhost dengan file yang
disalin. Setelah itu, yang terakhir digunakan untuk terhubung ke Internet dan
meminta server DNS di Internet atau IntraNet dengan mengatur file
resolv.conf.
114
1.6 TUGAS
1.6.1 Soal
1. Lakukan langkah konfigurasi DHCP Server dengan prangkat
anda
2. Pada konfigurasi DHCP server, desain alamat IP sesuai
dengan nim masing - masing
3. Lakukan konfigurasi DNS Server
4. pada konfigurasi DNS ubah name server menjadi Nama
Anda.net dan ip server 192.168.NIM.1
1.6.2 Jawaban
1. Konfigurasi DHCP Server
Pertama login dahulu sebagai superuser/root. Kemudian kita
check apakah paket tersedia dalam debian, dengan perintah :
#apt-cache search dhcpd
Lihat hasilnya dan carilah nama dari dhcp server
Setelah paket ada, kita lakukan instalasi caranya;
#apt-get install isc-dhcp-server
Kemudian masuk ke folder dhcp caranya;
# cd /etc/dhcp l
Kemudian ketikkan ls untuk melihat isi direktori. Kemudian
masuk pada direktori etc/dhcp
#cd etc/dhcp
Kemudian ketikkan ls untuk melihat isi direktori dan pastikan
ada file dhcpd.conf Sebelumnya kita backup file tersebut
untuk menghindari kehilangan atau kesalahan konfigurasi file
etc/dhcp#cp dhcpd.conf dhcpd.conf.backup
115
Kemudian ketikkan ls untuk melihat apakah file
dhcpd.conf.backup tersebut sudah di copy
sekarang kita lakukan konfigurasi dhcp server dengan
melakukan edit pada file dhcpd.conf
etc/dhcp#nano dhcpd.conf
Sesuaikan dengan name server kalian
sesuaikan IP dhcp server, range IP dhcp untuk client kalian
Diubah menjadi
Setelah itu masuk ke folder default caranya;
#cd /etc/default atau # nano /etc/default/isc-dhcp-server
Lalu tambahkan seperti file berikut
#/etc/init.d/isc-dhcp-server restart
Lakukan tes dhcp server dengan client. Dengan cara malakukan
pengaturan IP
otomatis pada komputer client kemudian lakukan perintah
ipconfig /release ipconfig /renew ipconfig
116
2. hasil Dhcp server
pada komputer client untuk melihat hasil dari
IP yang didapat oleh client
3. konfigurasi DNS server
Pertama, kita harus menjalankan operasi linux
pada debian 8 melalui aplikasi virtualbox.Login di
isi dengan root dan isi password sesuai dengan
yang sudah kamubuat.
Selanjutnya, masukan perintah nano
/etc/network/interfaces untuk memastikan IP yang
muncul sudah sesuai dengan IP yang akan kita gunakan
untuk proses selanjutnya.Jika sudah tekan CTRL+O untuk
menyimpan dan tekan CTRL+X untuk keluar dari proses
pengeditan.
117
Setelah itu, ketikan perintah /etc/init.d/networking restart
jika berhasil akan muncul seperti gambar dibawah. Lulu
ketikan ifconfig untuk mengecek kunfigurasi sudah benar.
Lalu ketikan ifconfig untuk mengecek kunfigurasi sudah
benar. Jika benar akan muncul seperti gambar dibawah :
Jika langkah diatas sudah selesai ping IP Address, jika
tampilan seperti ini berarti IP sudah berjalan dengan lancar.
118
Tekan CTRL+Z untuk keluar.
Selanjutnya kita akan menginstall Bind9 dengan perintah apt-get
install bind9, tekan Y lalu Enter
Selanjutnya copy file /etc/bind/db.local menjadi
etc/bind/db.terserah dengan perintah cp /etc/bind/db.local
/etc/bind/db.terserah
Copy sekali lagi file /etc/bind/db.local menjadi /etc/bind/db.192
dengan perintah
cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.192
Selanjutnya ketikan perintah nano /etc/bind/named.conf.local.
Ubah menjadi :
119
Sesudah itu kita lanjut untuk mauskan perintah nano
/etc/bind/named.conf.options.
Ubah menjadi:
Kemudian ketikan perintah nano /etc/bind/db.nisya menjadi:
120
Setelah itu ketikan perintah nano /etc/bind/db.192 menjadi
Tambahkan “nameserver” dengan perintah nano /etc/resolv.conf
menjadi:
Cek konfigurasi dengan perintah nslookup
Lakukan uji coba dengan ping dari computer client
menggunakan nama domain, sebelum melakukan uji coba
kita harus mengatur IP Address pada adapter VITRUAL
HOST-ONLY NETWORK. Klik protocol version 4
(TCP/IPv4) klik Properties isi IP address, subnetmask, dan
preferred DNS server.
121
Setelah selesai mengatur IP, buka cmd dan coba PING, jika
berhasil akan Statusnya sudah terkoneksi:
122
4. hasil dari DNS
124
1.7 KESIMPULAN
Media transmisi pada linux yaitu TCP/IP, TCP/IP Yaitu Protokol kendali
transmisi/Protokol Internet, yang merupakan gabungan dari protocol TCP dan
IP sebagai sekelompok protocol yang mengatur komunikasi data dalam
proses tukar-menukar data dari satu computer ke computer lain dalam
jaringna internet yang akan memastikan pengiriman data sampai ke alamat
yang dituju. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri karena memang
protocol ini berupa kumpulan protocol ( protocol suite).
Dhcp (Dynamic Host Configuration Protocol) digunakan untuk melayani
request Ip Address dari client. Client akan meminta Ip Address pada server,
kemudian server akan memberikan alokasi ip yang tersisa. Sedangkan dns
memiliki fungsi untuk mengubah yg asalnya ip menjadi kata yang mudah di
ingat oleh seseorang .
Dns server memiliki fungsi yaitu untuk menerjemahkan sebuah nama
domain ke bentuk ip address. DNS memberikan manfaat bagi pengguna dari
kelebihan yang di milikinya seperti yang telah di singgung di atas, pengguna
tidak perlu lagi mengingat ip address tapi cukup dengan mengingat host name
saja,
125
1.8 LAMPIRAN
Gambar 1.1 pelaksanaan praktikum
Gambar 1.2 proses percobaan
126
LAPORAN PRAKTIKUM
JARINGAN KOMPUTER
TGL PRAKTIKUM : 14 NOVEMBER 2022
NAMA : WANDA KUSUMAWATI
NIM : 21063110044
DOSEN PENGAMPU : MUHLIS TAHIR, S.PD., M.TR.KOM
ASISTENSI : M. ROSID
LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN KOMPUTER
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
127
MODUL VII : WEB SERVER
1.1 Tujuan
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mengetahui metode membangun Web Server pada system operasi Linux
2. Mengetahui cara instalasi Web Server pada system operasi Linux
3. Mengelola Web Server pada system Linux
1.2 Dasar Teori
A. Web Server
Web server jika diartikan secara harafiah, berarti penyedia web atau
penyedia jaringan. Dari arti katanya saja sudah cukup dapat dipahami kira-
kira apa tugas dan fungsi dari sebuah web server. Pengertian dari web server
yang diminta disini, artinya tidak begitu jauh dari pengertian kasarnya,
karena tugas dari sebuah web server dalam keterkaitannya di bidang jaringan
komputer adalah sebagai perangkat lunak yang memberikan layanan web.
Web server menggunakan protocol yang disebut dengan HTTP (HyperText
Transfer Protocol). Jadi, secara teknisnya ketika seseorang/client yang berada
dalam jaringan menggunakan sebuah browser maka web browser akan
mengiriman permintaan HTTP atau HTTPS, lalu, web server akan merespon
dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web
yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Ada banyak web server yang
ada, akan tetapi yang paling banyak digunakan saat ini adalah apache dan
microsoft internet information service.
Web merupakan halaman atau dokumen yang ditulis dengan kode Bahasa
pemograman tertentu seperti HTML, PHP, ASP, JavaScript, dan lainnya.
Halaman – halaman tersebut dapat terdiri atas gabungan teks, gambar, dan
suara yang saling berkaitan satu sama lain berdasarkan standar tertentu
sebagaimana telah di tertapkan oleh W3C (World Web Consortium).
128
Halaman Web yang ditampilkan dalam alikasi web browser pada dasarnya
terbagi menjadi beberapa layer, antara lain sebagai berikut:
a. Structural Layer
Lapisan ini mendeskripsikan tentang struktur halaman atau dokumen
web, seperti menggunakan standar penulisan kode, format mark up, tata
letak atau layout.
b. Persentation layer
Lapisan ini menjelaskan tentang pengaturan objek dalam halaman web
seperti teks, gambar, suara.
c. Behavioural layer
Layer ini menderskripsikan tentang source code dokumen web yang di
tampilkan. Konten yang ditampilkan, yaitu mengenai standard an struktur
pemogramannya.
B. Jenis – Jenis Web Server
Banyak web server yang ada dan berkembang, baik yang bersifat Free
maupun berbayar. Beberapa diantaranya:
a. Apache Web Server – The HTTP Web Server
b. Apache Tomcat
c. Microsoft windows Server 2003 Internet Information Services (IIS)
d. Lighttpd
e. Jigsaw
f. Sun Java System Web Server
g. Xitami Web Server
h. Zeus Web Server
Namun web yang terkenal dan yang sering digunakan adalah Apache dan
Microsoft Internet Information Service (IIS). Apache merupakan web server
yang bersifat open source, apache ini dapat digunakan di bayak platform,
129
antara lain platform dalam lingkungan Linux dan juga pada Windows.
Sedangkan microsoft internet information service (IIS) hanya dapat
beroperasi pada sistem operasi windows saja.
1.3 Alat dan Bahan
A. Alat
Dalam pelaksanaan praktikum alat digunakan sebagai media penunjang
kegiatan dapat berupa perangkat lunak (software) dan perangkat keras
(hardware)
1. Perangkat Keras (Hardware) : Laptop
2. Perangkat Lunak (Software) : VirtualBox, Debian
B. Bahan
Modul VII : Web Server
VirtualBox
Debian
1.4 Langkah-Langkah Percobaan
1. Install paket web server
2. Pindah ke direktori sites-available
3. Copykan website default menjadi website yang dibuat
130
4. Edit file arif.conf MOH. ARIF HIDAYATULLAH
Edit seperti gambar berikut 210631100071
Email admin [email protected]
Folder website wandalove
5. Simpan hasil konfigurasi
Ctrl + x y enter
6. Disable website default
7. Enable website yang telah dibuat
131
8. Pindah ke direktori /var/www
9. Buat folder website yang telah dibuat
10. Pindah ke folder wanda
11. Buat file .html
Edit / tambahkan konfigurasi seperti gambar berikut
12. Simpan konfigurasi
Ctrl +x y enter
132
13. Restart service apache2
14. Atur network atau jaringan pada sever menjadi jaringan internal seperti
gambar berikut
15. Atur network atau jaringan client menjadi jaringan internal seperti gambar
berikut
16. Konfigurasi IP Client sesuai dengan IP Server seperti gambar berikut
133
17. Cek hasil konfigurasi WEB server pada web browser client ketik wanda.net
134
1.5 Hasil dan Analisa Percobaan
Analisa : Pada percobaan diatas menggunakan setting DHCP dari modul
sebelumnnya.Langkah pertama web server yaitu menginstal Apache. Apache
berjalan sebagai server web.Jika ingin menginstal Apache, salin file terlebih
dahulu terletak di folder Situs yang Tersedia. Situs yang tersedia memiliki
file dari 000-default.conf adalah konfigurasi server web itu sendiri.
Kemudian untuk mengakhiri site000-default.conf dan menghidupkan site
wanda.conf. Setelah itu, letakkan indeks HTML di direktori /var/www/wanda
di layar browser jika ingin tampil di klien saat menggunakan DNS. Maka
lakukanlah memeriksa server web klien dengan browser klien masukkan
alamat domain server dan gunakan nama di tab baru nama domain.
135
1.6 Tugas
1.6.1 Soal
1. Buatlah WEB Server yang mengandung Nama dan 2 angka terakhir
Nim kalian!
2. Buatlah tampilan pada web browser semenarik mungkin!
1.6.2 Jawaban
1.
2.
136
1.7 Kesimpulan
Pengertian dari web server adalah sebagai perangkat lunak yang
memberikan layanan web. Web server menggunakan protocol yang disebut
dengan HTTP (HyperText Transfer Protocol). Jadi, secara teknisnya ketika
seseorang/client yang berada dalam jaringan menggunakan sebuah browser
maka web browser akan mengiriman permintaan HTTP atau HTTPS, lalu,
web server akan merespon dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk
halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Ada
banyak web server yang ada, akan tetapi yang paling banyak digunakan saat
ini adalah apache dan microsoft internet information service.
Halaman Web yang ditampilkan dalam alikasi web browser pada
dasarnya terbagi menjadi beberapa layer, antara lain sebagai berikut:
a. Structural Layer
b. Persentation layer
c. Behavioural layer
137
1.8 Lampiran
Gambar 1.1 Proses Pelaksanaan Praktikum
Gambar 1.2 Proses Pengerjaan Project Praktikum
138