The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

modul ini untuk FASE E SMA Negeri 1 Sitiung tahun pelajaran 2023/2024

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Tri Kartini, 2023-09-22 23:22:17

modul P5 SUARA DEMOKRASI

modul ini untuk FASE E SMA Negeri 1 Sitiung tahun pelajaran 2023/2024

MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (TEMA SUARA DEMOKRASI) SMA NEGERI 1 SITIUNG TAHUN PELAJARAN 2023/2024 DINAS PENDIDIKAN PROVINSI SUMATERA BARAT SMA NEGERI 1 SITIUNG Alamat: Jln. Dempo, Koto Agung, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya Telp. (0754) 581155, Kode Pos 27874 E-mail: [email protected] Website : sman1sitiung.sch.id/


PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA A. Informasi Umum: 1. Penulis Satuan Pendidikan Jenjang Tahun Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu HILDA, S.S. SMA Negeri 1 Sitiung SMA 2023/2024 X/1 31 kali pertemuan x 3/2JP x 45 menit 2. Kompetensi Awal Peserta didik telah memiliki kemampuan dalam memaknai pengampilan keputusan untuk kepentingan bersama secara demokrasi 3. Profil Pelajar Pancasila 1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia. 2. Berkebinekaan Global 3. Gotong Royong 4. Sarana Prasarana Sarana penunjang pembelajaran projek : 1. Papan tulis 2. Laptop 3. Proyektor 4. ATK 5. Bahan Ajar 6. LKPD 7. Video 8. Artikel 9. Buku Sarana Kegiatan Projek: 1. Bilik suara 2. Kertas suara 3. Tinta 4. Lem Prasarana: 1. Ruang Kelas 2. Halaman Sekolah 3. Aula 5. Target Peserta Didik Kelas E 6. Relevansi Tema dan Topik Projek 1. Tema : Suara Demokrasi 2. Topik : Suaraku Pilihanku 3. Judul Projek : Peran Media Sosial dalam Demokrasi Pemilihan Ketua OSIS Indonesia merupakan negara yang menganut sistem demokrasi yaitu pemerintahanrakyat, dimana rakyat dapat berperan serta dalam pemerintahan yang dijalankan demi kepentingan rakyat. Penerapan demokrasi di Indonesia memberikan peluang kepada rakyat untuk bebas melakukan beragam aktivitas, salah satunya adalah menyuarakan pendapatnya. Setiap warga Indonesia berhak untuk mengungkapkan pemikiran, menyampaikan gagasan, dan mengambil keputusan yang melibatkan dirinya namun tetap dilakukan dengan cara yang santun, beretika dan penuh tanggung jawab.


6. Relevansi Tema dan Topik Projek 1. Tema : Suara Demokrasi 2. Topik : Suaraku Pilihanku 3. Judul Projek : Peran Media Sosial dalam Demokrasi Pemilihan Ketua OSIS Indonesia merupakan negara yang menganut sistem demokrasi yaitu pemerintahan rakyat, dimana rakyat dapat berperan serta dalam pemerintahan yang dijalankan demi kepentingan rakyat. Penerapan demokrasi di Indonesia memberikan peluang kepada rakyatuntuk bebas melakukan beragam aktivitas, salah satunya adalah menyuarakan pendapatnya. Setiap warga Indonesia berhak untuk mengungkapkan pemikiran, menyampaikan gagasan, dan mengambil keputusan yang melibatkan dirinya namun tetap dilakukan dengan cara yang santun, beretika dan penuh tanggung jawab. Dalam menyuarakan pendapat atau pemikiran, seseorang perlu sadar bahwa ada konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan, sehingga setiap informasi dan pendapat yang ditujukan untuk publik haruslah dipikirkan dengan matang terlebih dahulu. Sekolah sebagai komunitas yang memiliki peran penting dalam perkembangan generasi penerus bangsa, perlu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Mereka perlu diberikan ruang untuk belajar tentang keterampilan berpartisipasi dalam komunitas dan berlatih menjalankan hak asasi mereka dengan bertanggung jawab. Nilai-nilai dan praktik-praktik demokrasi juga perlu dijadikan budaya di sekolah. Untuk melahirkan anggota masyarakat yang aktif, sekolah perlu memberikan kesempatan pada murid untuk menggunakan hak asasi mereka, seperti kebebasan berpikir dan berekspresi. Mereka perlu terlibat dalam pengambilan keputusan tentang kegiatan belajar di sekolah serta berkomitmen menjalankannya. Dengan begitu, mereka akan merasa diakui sebagai bagian penting dari sekolah dan termotivasi untuk berpartisipasi dan membuat perubahan positif. Melalui projek ini, murid akan melatih keterampilan mereka dalam menyuarakan pendapat, menghadapi perbedaan, dan mengambil keputusan. Setiap kegiatan dalam projek ini ditujukan untuk membangun nilai saling menghormati, toleransi, dan kedamaian serta kesadaran bahwa setiap orang memiliki hak dan kebebasan untuk berpendapat. Selain itu murid akan diminta mempresentasikan hasil produknya dalam dalam bentuk visual dan atau audiovisual yang akan disajikan di media sosial sebagai wujud mendukung penggunaaan teknologi dengan baik dan benar di zaman yang semakin berkembang ini. 7. Model Pembelajaran Tatap Muka


B. Deskripsi Singkat Proyek 1. Dimensi dan Sub Elemen 2. Tujuan Spesifik Fase Demokrasi Pancasila bertujuan untuk mengutamakan keselarasan, keseimbangan, keselamatan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan. Melalui projek ini diharapkan telah mengembangkan secara spesifik dua dimensi Profil Pelajar Pancasila, yakni Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia, Berkebinekaan global dan Gotong Royong. Projek ini dimulai dengan tahap pengenalan, peserta didik mengenali dan memahami konsep demokrasi dan bagaimana penerapan demokrasi di lingkungan terkecil dalam suatu masyarakat sampai dengan suatu negara. Setelah tahap pengenalan, peserta didik masuk dalam tahap kontekstualisasi dengan melakukan riset terpadu dan mandiri serta melihat konteks pelaksanaan demokrasi di sekolah. Selama proses projek ini berjalan, peserta didik tidak hanya membentuk pengetahuan, namun juga membangun kesadaran dan melakukan penyelidikan secara kritis sehingga pada akhirnya dapat merencanakan solusi aksi dari situasi yang telah mereka ketahui dan pahami. Di tahap ini, peserta didik menuangkan aksi nyata mereka dengan melakukan kampanye bagi komunitas sekolah agar terbangun kesadaran yang lebih luas, dan merencanakan beberapa solusi program sekolah agar komunitas sekolah dapat berkontribusi untuk memahami dengan baik konsep demokrasi. 3. Alur Kegiatan Proyek Tahapan dalam Projek Tahapan 1. Pengenalan: Mengenali dan membangun kesadaran peserta didik terhadap demokrasi 1. Perkenalan : Suara Demokrasi Pengertian demokrasi Prinsip demokrasi Macam-macam demokrasi Kelebihan dan kekurangan demokrasi 2-3. Penerapan Demokrasi Hubungan media sosial dengan demokrasi Keluarga


4-6. Perkembangan Demokrasi di Indonesia dan Tata Cara Pembuatan Laporan Projek Perkembangan Demokrasi di Indonesia dan penerapannya Isu demokrasi di media sosial Tata cara membuat laporan akhir projek Tahapan 2. Kontekstualisasi: Mengkontekstualisasi penerapan demokrasi 7 - 8. Pembentukkan kelompok dalam satu kelas dan penjelasan Visi dan Misi 9. Pemilihan calon kandidat dari setiap kelompok 10-12 Diskusi Kritis dengan Pembicara Tamu/Narasumber Peran Generasi Muda terhadap Jalannya Demokrasi dan Keikutsertaan Generasi Muda dalam Partai Politik yang Ada di Indonesia oleh KPU Peran Siswa dalam Demokrasi di Sekolah oleh Guru PKn Kriteria Pemilihan Ketua OSIS oleh Pembina OSIS 13-14 Presentasi Hasil Analisa dari Diskusi dengan Narasumber dan Refleksi Tahap 3: Aksi: Bersama-sama mewujudkan pelajaran yang didapatkan oleh peserta oleh peserta didik melalui aksi nyata 15-17 Pembuatan Visi Misi calon ketua OSIS oleh kandidat tiap kelompok, membuat poster yang berisi ajakan ikut serta dalam proses demokrasi dan diunggah ke media sosial 18 Penyampaian Visi Misi oleh kandidat tiap kelompok di kelas 19 Asessmen Formatif; Refleksi Aksi; evaluasi efektivitas aksi yang telah dilakukan dalam penerapan demokrasi di kelas 20 Voting calon perwakilan kelas Satu kandidat untuk bakal calon ketua OSIS dari perwakilan tiap kelas 21-23 Kampanye calon ketua OSIS Latihan sebelum tampil Kampanye terbuka Kampanye di media sosial 24 Pemilihan Kandidat ketua OSIS dari fase E (3/4 orang oleh MPK) 25 Kampanye kandidat/calon ketua OSIS Kelas X – XI periode 2023/2024 26 Diskusi Kelompok kecil (alasan memilih Ketos) dan mendesain kalimat ajakan untuk memilih Ketos pilihannya 27 Presentasi hasil diskusi 28 Pemilihan Ketua OSIS dari Kelas X dan XI 29 Menyiapkan Laporan Projek 30-31 Menyiapkan Laporan Projek 32 Refleksi dan Evaluasi Modul Projek


1. Asesmen


2. Pertanyaan Pemantik Pertanyaan pemantik dibuat oleh guru untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis dalam diri peserta didik. Pertanyaan pemantik memandu peserta didik untuk mendapatkan pemahaman terhadap manfaat yang diperoleh dari kegiatan projek/ tujuan pembelajaran tema suara demokrasi. A. Pemantik Awal 1. Apa yang kamu ketahui tentang demokrasi? 2. Mengapa suara demokrasi menjadi sangat penting bagi siswa? 3. Mengapa pemilihan OSIS harus dilakukan secara terbuka dan trasparan? B. Pemantik setelah Proses 1. Hal yang paling berkesan 2. Hal yang paling menantang 3. Hal baru yang ia dapat 4. Perubahan cara pikir atau perilaku yang dialami 5. Perasaan yang paling dominan muncul selama projek 6. Refleksi 1. Peserta didik banyak belajar hal baru selama kegiatan projek. 2. Peserta didik menjadi lebih bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. 3. Peserta didik semakin memahami tentang proses demokrasi di Indonesia sangatlah penting dalam kehidupan sehari-hari. 4. Peserta didik menjadi lebih mandiri dalam mengatur kegiatan


5. Peserta didik merasa senang selama melakukan projek. 7. Tindak Lanjut 1. Setelah mengevaluasi dan merefleksi melalui kegiatan pameran karya-karya peserta didik, guru menyusun strategi lebih mendalam untuk menindak lanjuti program selanjutnya. 2. Menjalin kerja sama dengan pihak mitra di luar satuan pendidikan, seperti orang tua, satuan pendidikan lain, juga komunitas, organisasi, dan pemerintah lokal, nasional, bahkan internasional. 3. Mengajak warga satuan pendidikan untuk meneruskan aksi dan praktik baik yang sudah dijalankan selama projek. 4. Mengintegrasikan berbagai projek yang ada agar saling mendukung dan bukan berkompetisi. 5. Mengajak warga satuan pendidikan untuk memikirkan cara mengoptimalkan dampak dan manfaat projek.


C. Lampiran Tahapan 1: Pengenalan Aktivitas 1 Kegiatan Detail Kegiatan Waktu Peralatan/ Media Persiapan 1. Guru mengawali kegiatan dengan berdoa, literasi dan menyanyikan lagu nasional 2. Guru mencek kehadiran siswa dan mengkondisikan kelas 3. Guru menyiapkan map yang akan diberikan kepada setiap keompok untuk menyimpan LKPD kelompoknya (LKPD ini berfungsi sebagai salah satu bahan penunjang untuk membuat Laporan Akhir Projek P5) 4. Guru menyiapkan video pembelajaran Sejarah dan asal usul Demokrasi yang berkaitan dengan Suara Demokrasi 5. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (4 orang) 3 X 45 menit Papan tulis Lcd Proyektor Laptop Speaker Modul P5 https://www. youtube.com /watch?v=Ae G7ZI_95Bc Pelaksanaan 6. Siswa mengamati video tentang sejarah dan asal-usul demokrasi 7. Guru memulai projek ini dengan menanyakan kepada siswa apa yang mereka ketahui tentang demokrasi di Indonesia. Beberapa pertanyaan pemantik yang bisa dipakai: Informasi apa yang kalian dapatkan setelah menonton video di atas Apa yang dimaksud dengan demokrasi menurut Abraham Lincoln? Jelaskan macam demokrasi berdasarkan prosesnya Apa saja kelebihan sistem demokrasi? 8. Guru memperkenalkan tema projek dan menegaskan relevansi Demokrasi di Indonesia kepada siswa serta mengaitkan peran serta siswa dalam menjaga keberlangsungan sistem demokrasi di sekolah. 9. Siswa melakukan diskusi kelompok dengan bimbingan guru sebagai fasilitator. Penutup 10. Guru merefleksi proses belajar hari ini Apa kegiatan yang dilakukan selama pembelajaran? Apa perasaan yang murid rasakan selama pembelajaran hari ini? Apa ilmu/pengalaman baru yang diperoleh? Apa harapan atau tindak lanjut setelah pembelajaran ini? 11. Guru menutup kegiatan dengan berdoa dan salam


LKPD 1 Nama Kelompok Ketua: Anggota: 1. 2. 3. 4. Kelas Tugas 1. Mengapa demokrasi menjadi sangat penting sehingga menjadi pilihan banyak negara? 2. Bagaimana pelaksanaan demokrasi yang ada di Indonesia? 3. Apa saja sikap positif terhadap pelaksaanaan demokrasi? Jawaban 1. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… 2. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ……………….. 3. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………


Kunci Jawaban LKPD 1 1. Mengapa demokrasi menjadi sangat penting sehingga menjadi pilihan banyak negara? Demokrasi menjadi pilihan sistem pemerintahan terbaik karena dapat mengakomodasi beragamnya kepentingan dan aspirasi masyarakat. Selain itu, demokrasi juga dapat berperan sebagai wadah pengikat kesepakatan nasional yang harus dihormati dan dijaga oleh seluruh masyarakat. 2. Bagaimana pelaksanaan demokrasi yang ada di Indonesia? Demokrasi pancasila sebagai sistem demokrasi yang dianut di Indonesia secara ringkas adalah sistem demokrasi yang dilaksanakan berdasarkan musyawarah untuk mufakat bagi kesejahteraan rakyat. Kebebasan individu dijamin namun tidak bersifat mutlak karena disesuaikan dengan tanggung jawab sosial. 3. Apa saja contoh sikap positif terhadap pelaksaanaan demokrasi? a. Menerima segala bentuk perbedaan di masyarakat b. Mengikuti pemilihan ketua RT/RW c. menghindari segala bentuk kekerasan terhadap orang lain; d. tidak mencampuri urusan pribadi orang lain e. kesediaan hidup bersama dengan semua warga tanpa membeda-bedakan. f. Menyelesaikan masalah dengan mengutamakan kesepakatan/musyawarah. Catatan: Jawaban siswa tidak mengikat


Materi Aktivitas 1 1. Pengertian Demokrasi Demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu “Demos” dan “Kratos”. Demos bermakna rakyat atau khalayak, sementara Kratos bermakna pemerintahaan. Demokrasi sebagai sistem pemerintahan yang mengijinkan dan memberikan hak, kebebasan kepada warga negaranya untuk berpendapat serta turut serta dalam pengambilan keputusan di pemerintahan. 2. Berikut ini beberapa pengertian demokrasi menurut para ahli: C.F. Strong Demokrasi adalah sistem pemerintahan di mana mayoritas rakyat berusia dewasa turut serta dalam politik atas dasar sistem perwakilan, yang kemudian menjamin pemerintahan mempertanggungjawabkan setiap tindakan dan keputusannya. Haris Soche Demokrasi sebagai bentuk pemerintahan rakyat, karenanya dalam kekuasaan pemerintahan terdapat porsi bagi rakyat atau orang banyak untuk mengatur, mempertahankan dan melindungi dirinya dari paksaan orang lain atau badan yang bertanggung jawab memerintah. Montesquieu Kekuasaan negara harus dibagi dan dilaksanakan oleh tiga lembaga atau institusi yang berbeda dan terpisah satu sama lainnya, yaitu pertama, legislatif yang merupakan pemegang kekuasaan untuk membuat undang-undang, kedua, eksekutif yang memiliki kekuasaan dalam melaksanakan undang-undang, dan ketiga adalah yudikatif, yang memegang kekuasaan untuk mengadili pelaksanaan undang-undang. Dan masingmasing institusi tersebut berdiri secara independen tanpa dipengaruhi oleh institusi lainnya. Aristoteles Prinsip demokrasi adalah kebebasan, karena hanya melalui kebebasanlah setiap warga negara bisa saling berbagi kekuasaan di dalam negaranya. John L Esposito Pada Sistem Demokrasi semua orang berhak berpartisipasi, baik terlibat aktif maupun mengontrol kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Selain itu, tentu saja dalam lembaga resmi pemerintah terdapat pemisahan yang jelas antara unsur eksekutif, legislatif, maupun yudikatif. Affan Gaffa Menurut Affan Demokrasi sendiri terbagi menjadi dua definisi yang pertama jika diartikan secara normatif, adalah demokrasi yang secara ideal ingin diwujudkan oleh negara, sementara secara empiris adalah demokrasi adalah perwujudannya dunia politik. Abraham Lincoln Demokrasi menurut Abraham Lincoln adalah sebuah hal yang didasari oleh rakyat. Abraham Lincoln menjelaskan bahwa demokrasi adalah sebuah pemerintahan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Joseph A. Schemer Menurut Joseph A. Schemer, demokrasi adalah suatu perencanaan institusional. Perencanaan tersebut dilakukan untuk mencapai sebuah keputusan politik. Dimana setiap individu akan memperoleh kekuasaan untuk memutuskan cara perjuangan kompetitif. Hal itu dilakukan atas dasar suara rakyat. Aristoteles Demokrasi menurut Aristoteles adalah sebuah kebebasan setiap warga negara. Kebebasan tersebut digunakan untuk saling berbagi kekuasaan. Menurut Aristoteles, demokrasi adalah suatu kebebasan, prinsip demokrasi adalah kebebasan. Hal itu karena hanya melalui kebebasanlah, setiap warga negara dapat saling berbagi sebuah kekuasaan di dalam negaranya sendiri.


1. Sejarah Singkat Demokrasi di Dunia Gagasan demokrasi sebagai sistem pemerintahan berasal dari kebudayaan Yunani. Dengan sistem tersebut rakyat akan terlibat langsung dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan keberlangsungan sebuah negara. Dalam buku berjudul Throes of Democracy yang ditulis oleh Walter A. Mcdougall terdapat sejarah pergolakan demokrasi yang terjadi di Amerika Serikat pada tahun 1829 hingga 1877. Jika Grameds tertarik untuk membeli, klik “beli sekarang” yang ada di atas. Jadi, seluruh perkara kenegaraan harus dibicarakan langsung dengan rakyatnya. Demokrasi murni atau demokrasi langsung adalah sistem yang diusung di zaman tersebut. Ribuan tahun kemudian, pada abad ke-6 SM, bentuk pemerintahan yang relatif demokratis diperkenalkan di negara-negara bagian Athena oleh Cleisthenes pada 508 sebelum masehi. Kondisi tersebut membuat Cleisthenes dikenal dengan panggilan bapak demokrasi Athena. Saat itu, Athena menganut demokrasi langsung dan memiliki dua ciri utama, yakni pemilihan warga secara acak untuk mengisi jabatan administratif dan yudisial di pemerintahan, serta majelis legislatif yang terdiri dari semua warga Athena. Kesemuanya saat itu memiliki hak berbicara dan memberi suara di majelis Athena. Meski dibuat oleh majelis, demokrasi Athena berjalan dengan kontrol langsung dari rakyat. Rakyat akan menyuarakan pendapatnya lewat majelis atau pengadilan untuk membantu kendali politik. Hingga pada saat memasuki abad pertengahan (6-15 M) di Eropa Barat, gagasan tersebut tidak digunakan lagi, ada banyak sistem dimana pemilihan tetap dilakukan meskipun hanya beberapa orang yang dapat bergabung. 2. Ciri-Ciri Demokrasi Sebuah Negara sendiri dikatakan telah menerapkan sistem demokrasi, jika telah memenuhi ciri-ciri berikut ini: 1. Memiliki Perwakilan Rakyat Indonesia memiliki lembaga legislatif bernama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang telah dipilih melalui pemilihan umum. Sehingga urusan negara, kekuasaan dan kedaulatan rakyat kemudian diwakilkan melalui anggota DPR ini. 2. Menerapkan Ciri Konstitusional Hal ini berkaitan dengan kehendak, kepentingan atau kekuasaan rakyat. Dimana hal tersebut juga tercantum dalam penetapan hukum atau undang-undang. Hukum yang tercipta pun harus diterapkan dengan seadil-adilnya. 3. Menyelenggarakan Pemilihan Umum Pesta rakyat harus digelar secara berkala hingga kemudian terpilih perwakilan atau pemimpin untuk menjalankan roda pemerintahan. 4. Terdapat Sistem Kepartaian Partai adalah sarana atau media untuk melaksanakan sistem demokrasi. Dengan adanya partai, rakyat juga dapat dipilih sebagai wakil rakyat yang berfungsi menjadi penerus aspirasi. Tujuannya tentu saja agar pemerintah dapat mewujudkan keinginan rakyat. Sekaligus wakil rakyat dapat mengontrol kerja pemerintahan. Jika terjadi penyimpangan, wakil rakyat kemudian dapat mengambil tindakan hukum. 3. Prinsip-Prinsip Demokrasi 1. Kedaulatan rakyat. 2. Pemerintahan berdasarkan persetujuan dari yang diperintah. 3. Kekuasaan mayoritas. 4. Hak-hak minoritas. 5. Jaminan hak asasi manusia. 6. Pemilihan yang bebas dan jujur. 7. Persamaan di depan hukum. 8. Proses hukum yang wajar. 9. Pembatasan pemerintah secara konstitusional. 10. Pluralisme sosial, ekonomi, dan politik. 11. Nilai-nilai toleransi, pragmatisme, kerja sama, dan mufakat.


1. Jenis dan Macam-Macam Demokrasi Kekuasaan tertinggi negara demokrasi dimiliki oleh rakyat, entah dari mana rakyat tersebut berasal dan latar belakangnya. Semua warga negara dianggap sama tanpa melihat latar belakang dan asal rakyat tersebut. Sehingga, dalam suatu negara demokrasi semua warga negara dianggap memiliki kesetaraan. Berikut ini macammacam demokrasi yang perlu kamu ketahui: 1. Bentuk Mendasar Demokrasi a. Demokrasi langsung b. Demokrasi perwakilan c. Demokrasi rakyat d. Demokrasi pancasila e. Parlementer f. Presidensial g. Campuran 2. Bentuk lain Demokrasi a. Monarki konsitusional b. Republik c. Demokrasi liberal d. Sosialis e. Anarkis f. Sortition/urutan (pengambilan secara acak) g. Consociational h. Demokrasi konsensus i. Supranasional j. Demokrasi iklusif k. Politik parsitipatif l. Demokrasi kosmopolitan/global m. Demokrasi kreatif n. Demokrasi terpimpin 2. Kelebihan dan kekurangan demokrasi Kelebihan Demokrasi Demokrasi lebih adil karena memungkinkan orang-orang yang tinggal di suatu negara memutuskan siapa yang akan memerintah mereka Demokrasi adalah cara yang efektif untuk memastikan transisi yang lebih lancar ketika pemerintah dan pemimpin berunah Sistem demokrasi bagus dan memastikan keterbukaan dan mengawasi korupsi. Pada sistem demokrasi, warga tahu bahwa mereka memiliki suara dan bahwa pemimpin/pemerintah mungkin berubah pada pemilihan berikutnya, sehingga mereka cenderung untuk tidak melakukan kerusuhan, pemogokan, atau pemberontakan. Pemerintah yang demokratis cenderung tidak akan berperang. Demokrasi mendorong rasa memiliki Kekurangan Demokrasi Dikarenakan pemimpin umumnya dipilih untuk melayani dalam jangka waktu 5 tahun dan kekhawatiran untuk terpilih kembali membuat mereka sering tidak melihat melampaui pemilu berikutnya. Tirani dari para mayoritas adalah ancaman terhadap kelompok minoritas karena pemimpin biasanya hanya melayani kepentingan kelompok terbesar atau mayoritas Faktor sejarah dan budaya dari suatu negara menjadi penentu apakah sistem demokrasi akan cocok diterapkan atau tidak Demokrasi dapat menghasilkan koalisi yang berat sebelah Demokrasi membutuhkan rakyat yang terdidik dan pengetahuan luas. Demokrasi terlalu banyak bergantung pada kebutuhan individu dan mendorong orang untuk memilih secara egois


Aktivitas 2 Kegiatan Detail Kegiatan Waktu Peralatan/ Media Persiapan 1. Guru mengawali kegiatan dengan berdoa, literasi dan menyanyikan lagu nasional 2. Guru mencek kehadiran siswa dan mengkondisikan kelas 3. Guru menyiapkan video pembelajaran Demokrasi X Media Sosial 4. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (4 orang) 3 X 45 menit Papan tulis Lcd Proyektor Laptop Speaker Modul P5 https://www. youtube.com /watch?v=R BWY730rO9 s Pelaksanaan 5. Guru mengulang kembali sumber materi tentang Demokrasi yang berkaitan dengan Penerapan Demokrasi dalam Lingkungan Keluarga, masyarakat, sekolah dan negara. 6. Siswa diajak untuk turut menambahkan apa yang disampaikan oleh guru dari hasil gagasan mereka di aktivitas sebelumnya. 7. Siswa mengamati video tentang Demokrasi X Media Sosial. Setelah mengamati video, peserta didik diminta untuk mendiskusikan dalam kelompok yang telah dibentuk sebelumnya. Adapun guru dapat memberikan pertanyaan untuk memandu peserta didik dalam diskusi. Informasi apa yang kalian dapatkan setelah menonton video di atas Mengapa Media Massa mempunyai peranan penting dalam demokrasi? Sebutkan dua contoh berita hoaks yang berkembang di media massa dan jelaskan dampaknya bagi demokrasi! 8. Siswa mengadakan diskusi kelompok yang dipandu oleh guru Penutup 9. Guru merefleksi proses belajar hari ini Apa kegiatan yang dilakukan selama pembelajaran? Apa perasaan yang murid rasakan selama pembelajaran hari ini? Apa ilmu/pengalaman baru yang diperoleh? Apa harapan atau tindak lanjut setelah pembelajaran ini? 10. Guru menutup kegiatan dengan berdoa dan salam


LKPD 2 Nama Kelompok Ketua: Anggota: 1. 2. 3. 4. Kelas Tugas 1. Informasi apa yang kalian dapatkan setelah menonton video di atas 2. Mengapa Media Massa mempunyai peranan penting dalam demokrasi? 3. Sebutkan 5 contoh berita hoaks yang berkembang di media massa dan jelaskan dampaknya bagi demokrasi! Jawaban 1. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ……………………………………… 2. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………….. 3. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………….


Kunci Jawaban LKPD 2 1. Informasi apa yang kalian dapatkan setelah menonton video di atas a. Pengertian demokrasi b. Hubungan media sosial dengan demokrasi c. 5 cara media sosial merusak demokrasi 2. Mengapa Media Massa mempunyai peranan penting dalam demokrasi? media memiliki peran penting dalam membangun demokrasi, membangun check and balances, dan memperkuat partisipasi warga. Karena itu, kebebasan pers akan memunculkan pemerintahan yang responsif, transparan, dan akuntabel. 3. Sebutkan lima contoh berita hoaks yang berkembang di media massa dan jelaskan dampaknya bagi demokrasi! 1. Berita hoaks tentang 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos 2. Jika menang Jokowi akan ganti KH Ma’ruf Amin dengan Ahok 3. Larangan azan dan pemakaian jilbab 4. Jokowi 3 periode 5. Prabowo akan memberikan uang 150 bagi 75 orang pendukungnya yang beruntung 6. Foto ribuan jamaah haji dukung Anies Bawesdan menjadi presiden di depan Ka’bah Jika dibiarkan berkembang berita hoaks tersebut, dampaknya akan merusak persatuan dan kesatuan bangsa dan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah serta menghambat jalannya proses pembangunan. Catatan: Jawaban siswa tidak mengikat


Materi Aktivitas 2 1. Pengertian demokrasi Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian demokrasi ialah bentuk atau sistem pemerintahan yang seluruh rakyatnya turut serta memerintah dengan perantaraan wakilnya. Secara etimologi, demokrasi terdiri dari dua kata bahasa Yunani, yakni Demos yang artinya rakyat dan Kratos yang bermakna kekuasaan. Istilah demokrasi mulai berkembang pada pertengahan abad ke-5 SM. 2. Pengertian Media Massa Menurut Leksikon Komunikasi, media massa adalah “sarana untuk menyampaikan pesan yang berhubungan langsung dengan masyarakat luas, misalnya radio, televisi, dan surat kabar”. Menurut Cangara dalam bukunya yang berjudul Pengantar Ilmu Komunikasi, media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak, sedangkan pengertian media massa sendiri adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak dengan menggunakan alat-alat komunikasi, seperti surat kabar, film, radio dan televisi (Cangara, 2010: 123–126). Media adalah bentuk jamak dari medium, yang berarti “tengah” atau “perantara”, sedangkan massa berasal dari bahasa Inggris, yaitu mass yang berarti “kelompok” atau “kumpulan”. Dengan demikian, pengertian media massa adalah perantara atau alat-alat yang digunakan oleh massa dalam menjalin hubungan satu sama lain. 3. Hubungan Media Sosial dengan Demokrasi Kini dengan adanya medsos dan semakin banyaknya alternatif saluran partisipasi politik, maka semakin memperkuat demokrasi dan berpotensi meningkatkan kualitasnya. Hal ini karena peluang masyarakat untuk mengawasi, mengontrol dan mengkritisi jalannya pemerintahan semakin besar.Artinya, kekuasaan bisa terus di jaga agar berada di jalur demokratisnya tulisnya dalamtesis berjudul Partisipasi Politik dan Demokrasi di Media Sosial.Di sisi lain, keberadaan medsos tidak selamanya berarti positif dalam demokrasi. Ada beberapa kondisi tertentu yang menjadikan medsos justru menyesatkan jika tidak digunakan dengan tepat. Medsos bisa menjadi pisau bermata dua, digunakan sebagai kekuatan demokrasi dan di sisi lain menjadi kelemahan demokrasi. 4. 5 Cara Media Sosial Merusak Demokrasi 1. Campur tangan asing Chakrabarti menulis bahwa pada 2016, di tengah panasnya kondisi politik AS jelang pemilihan presiden, agen-agen Rusia membuat laman-laman Facebook palsu untuk memengaruhi sentimen dan mengadu domba publik. "Mereka menggunakan media sosial sebagai senjata informasi," tulis Chakrabarti. Untuk mencegah hal itu terulang lagi, Facebook kini membuat politik lebih transparan di media sosialnya. Semua pengguna kini bisa memeriksa laman atau akun dari mereka yang beriklan politik di Facebook, agar maksud dan tujuan mereka bisa diketahui. 2 . Hoax Kabar bohong atau hoax kini jadi momok di media sosial. Facebook mengakui bahwa Hoax bisa memiliki konsekuensi yang fatal. Seorang politikus perempuan Muslim di Australia pernah menjadi korban hoax pada 2017 lalu. Anne Aly, perempuan Muslim pertama yang menjadi anggota parlemen Australia itu disebut menolak untuk meletakan karangan bunga di monumen perjuangan


Hoax ini menyebabkan banyak orang menulis komentar negatif di akun Facebook sang anggota parlemen. Facebook sendiri berusaha mengatasi penyebaran hoax dengan mempermudah pengguna untuk melaporkan kabar bohong dan bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menyisir kabar bohong di platformnya. 1 . Ruang gema Salah satu risiko yang paling berbahaya dari media sosial adalah ruang-ruang gema atau echo chambers. Ruang gema diakui Facebook sebagai salah satu faktor yang membuat publik terpecah-belah. Di media sosial seperti Facebook, orang akan diberikan informasi yang sesuai dengan pandangannya yang sudah dipercayainya saja. Ia akan diarahkan untuk bergabung dengan kelompok-kelompok yang memiliki pandangannya yang sama dengannya. Pengguna seperti berada di dalam sebuah ruangan tertutup, yang di dalamnya ia dihantam bertubi-tubi oleh informasi-informasi yang hanya akan memperkuat keyakinannya - tanpa memberinya kesempatan untuk menengok atau mendengar informasi lain yang lebih beragam. Alhasil pengguna akan sukar menerima pandangan lain dan bahkan menolak untuk menerima pandangan yang berseberangan, tak peduli itu benar atau salah. Fenomena ini dalam ilmu sosial disebut sebagai bias konfirmasi. Untuk mengatasi bahaya ini, Facebook telah menguji sebuah fitur bernama "Related Articles" yang berfungsi untuk menawarkan informasi yang lebih beragam kepada pengguna. 2 . Pelecehan politik Meski media sosial sering disebut sebagai ruang publik baru yang lebih demokratis, tak jarang ia menjadi tempat di mana suara-suara kritis dibungkam atau diserang. Menurut Facebook di beberapa negara, warga yang mengkritik lewat media sosial justru ditangkap oleh polisi. Ini adalah salah satu contoh bagaimana Facebook justru disalahgunakan oleh negara.Contoh lain dari pelecehan politis dalam media sosial adalah ujaran kebencian. Media sosial kini banyak digunakan untuk menyerang orangorang yang berbeda pilihan politik dengan ujaran kebencian dan bahkan ancaman. 3 . Ketidaksetaraan Meski media sosial justru mendorong kesetaraan antara berbagai kelompok di ruang publik, tetapi perempuan justru masih kurang melibatkan diri dalam dialog politik di Facebook.Hal ini berbahaya menurut Facebook, karena para politikus akhirnya tak akan bisa menangkap aspirasi publik secara lengkap dan seimbang.


Aktivitas 3 Kegiatan Detail Kegiatan Waktu Peralatan/ Media Persiapan 1. Guru mengawali kegiatan dengan berdoa, literasi dan menyanyikan lagu nasional 2. Guru mencek kehadiran siswa dan mengkondisikan kelas 3. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (4 orang) 3 X 45 menit Papan tulis Lcd Proyektor Laptop Speaker Modul P5 Foto/video pemilihan dan pengukuhan ketua OSIS Pelaksanaan 4. Guru memulai pembelajaran dengan menanyakan kepada siswa apa contoh penerapan demokrasi. Beberapa pertanyaan pemantik yang bisa dipakai: Apa contoh pelaksanaan demokrasi di keluarga? Apa contoh pelaksanaan demokrasi yang ada di masyarakat? Apa contoh pelaksanaan demokrasi yang dilaksanakan di sekolah? Apa contoh pelaksanaan demokrasi yang ada dilaksanakan oleh negara? 5. Guru mengajak siswa melihat tayangan video dan foto-foto kegiatan pemilihan dan pengukuhan pengurus OSIS SMA Negeri 1 Sitiung 6. Siswa mampu menilai dan memahami dengan baik proses demokrasi di Lingkungan SMA Negeri 1 Sitiung 7. Siswa melakukan diskusi kritis yang dipandu oleh guru, dengan panduan pertanyaan : Apa yang kamu pahami dari proses demokrasi yang ada di lingkungan SMA Negeri 1 Sitiung? Bagaimana peran demokrasi di lingkungan sekolah? Apakah kalian pernah bermusyawarah atau berdiskusi dengan teman-teman di kelas? Jelaskan dan beri contoh! Nilai-nilai apa saja yang kamu dapatkan dari hasil berdiskusi dengan teman-teman di kelas? 8. Siswa mengadakan diskusi kelompok yang dipandu oleh guru (Selama proses diskusi, guru menjadi fasilitator agar diskusi terus berjalan, menguatkan peserta didik bahwa tidak ada jawaban yang benar salah) Penutup 1. Guru menutup kegiatan dengan berdoa dan salam


LKPD 3 Nama Kelompok Ketua: Anggota: 1. 2. 3. 4. Kelas Tugas 1. Apa yang kamu pahami dari proses demokrasi yang ada di lingkungan SMA Negeri 1 Sitiung? 2. Bagaimana peran demokrasi di lingkungan sekolah? 3. Apakah kalian pernah bermusyawarah atau berdiskusi dengan teman-teman di kelas? Jelaskan dan beri contoh! 4. Nilai-nilai apa saja yang kamu dapatkan dari hasil berdiskusi dengan temanteman di kelas? Jawaban 1. …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………… 2. …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………….. 3. …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… 4. ……………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………………


Kunci Jawaban LKPD 3 1. Apa yang kamu pahami dari proses demokrasi yang ada di lingkungan SMA Negeri 1 Sitiung? Proses demokrasi yang ada di lingkungan SMA Negeri 1 Sitiung telah berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan suksesnya acara pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS secara Luber Jurdil (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan adil). 2. Bagaimana peran demokrasi di lingkungan sekolah? Menerapkan perilaku demokrasi di lingkungan sekolah dapat membiasakan diri untuk terus berdemokrasi di manapun berada. Contoh sederhana perilaku demokrasi di lingkungan sekolah adalah mengikuti pemilihan ketua kelas. Hal ini mengajarkan kita untuk menggunakan hak pilih sesuai dengan hati nurani. 3. Apakah kalian pernah bermusyawarah atau berdiskusi dengan teman-teman di kelas? Jelaskan dan beri contoh! Tergantung jawaban siswa 4. Jelaskan nilai-nilai apa saja yang kamu dapatkan dari hasil berdiskusi dengan temanteman di kelas! a. Nilai sosial Sikap saling menghargai jika memang berbeda pendapat. Menanamkan sikap demokrasi b. Nilai moral Melatih Kemampuan Berbicara Menambah wawasan siswa Melatih menahan emosi ketika berbeda pendapat c. Dan lain-lain Catatan: Jawaban siswa tidak mengikat


Materi Aktivitas 3 Adapun contoh demokrasi yang dapat ditemui di dalam kehidupan bermasyarakat, baik itu ruang lingkup keluarga, sekolah, negara, dan juga lingkungan yang ada di sekitar kita. Berikut ini adalah beberapa contoh demokrasi yang perlu diketahui: 1. Demokrasi di Lingkungan Keluarga Ruang lingkup keluarga merupakan lingkungan yang paling kecil dalam kehidupan bermasyarakat, pastinya demokrasi dapat dimulai dari keluarga kita sendiri. Berikut ini adalah beberapa contoh demokrasi yang ada di lingkungan keluarga, antara lain: a. Berlaku Adil Kepada Semua Anggota Keluarga Demokrasi yang pertama adalah sikap kita kepada semua anggota keluarga yang ada, dimana kita harus bersikap adil kepada orang tua, saudara, ataupun kerabat terdekat. Hal tersebut bisa membuat hubungan kekeluargaan dapat terjalin dengan harmonis. b. Bebas Mengeluarkan Pendapat Semua anggota keluarga mempunyai hak yang sama dalam mengutarakan pendapat. Hal ini harus dijaga dengan baik supaya tidak terjadi kesalahpahaman karena suatu perkara. Terlebih lagi bila salah paham tersebut tidak diselesaikan dengan baik, maka nantinya akan berakibat fatal jika tidak segera diluruskan. c. Mengatasi Masalah Keluarga dengan Musyawarah Jika ada suatu masalah di keluarga, maka lakukanlah musyawarah bersama dengan semua anggota keluarga. Jangan pernah ragu untuk melakukan hal ini karena keluarga merupakan orang yang paling dekat dan pastinya akan mengerti jika didiskusikan dengan baik. d. Mendahulukan Kepentingan Bersama Meskipun kamu mempunyai keluarga yang harmonis, jangan pernah sekali-kali mementingkan diri sendiri. Sepatutnya, keluarga menjadi hal yang paling berharga yang harus dijaga dengan baik, salah satunya yaitu dengan mendahulukan kepentingan bersama. 2. Demokrasi di Lingkungan Sekolah Selain di lingkungan keluarga, ada pula contoh demokrasi yang ada di lingkungan sekolah. Disini, baik itu siswa ataupun guru, wajib menjunjung tinggi demokrasi. Contoh demokrasi yang ada di lingkungan sekolah sendiri sangat banyak, antara lain: a. Pemilihan Ketua Kelas dengan Cara Voting atau Musyawarah Salah satu contoh demokrasi yang ada di lingkungan sekolah adalah pemilihan ketua kelas. Dimana pemilihan tersebut dapat dilakukan dengan cara musyawarah atau voting yang dipimpin oleh guru. Tak hanya pemilihan ketua kelas saja, tapi pemilihan ketua lainnya juga dapat dilakukan dengan cara musyawarah. Misalnya saja pemilihan ketua OSIS, ketua kegiatan, pengurus kelas, dan lainnya. b. Saling Menghargai Pendapat Orang Lain Menanamkan sikap saling menghargai orang lain sudah seharusnya dimulai sejak di bangku sekolah. Disini, peran seorang guru sangatlah penting untuk mengajarkan kepada muridnya mengenai sikap tersebut. Hal itu dapat dimulai dari hal sepele seperti menghargai pendapat siswa, tidak tertawa ketika siswa lain menjawab, dan lainnya. c. Menerapkan Jadwal Piket Bergilir Menerapkan jadwal piket tentunya menjadi salah satu pembelajaran yang bagus untuk siswa. Dengan adanya jadwal piket bergilir, maka hal itu bisa membuat siswa tahu bahwa setiap orang mempunyai hak dan juga kewajiban yang sama. Jadwal piket tak hanya sebatas piket kebersihan saja, akan tetapi juga bisa berupa piket upacara, piket menata kelas, dan lainnya.


a. Tidak Ada Diskriminasi Sekolah sudah menjadi rumah yang kedua bagi para siswa. Oleh sebab itu, menjaga lingkungan sekolah dari berbagai hal yang tidak enak seperti diskriminasi merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Baik itu guru atau siswa dapat berperan aktif supaya kondisi sekolah tidak terkontaminasi dengan tindakan bullying atau diskriminasi. Sebab, di sekolah semua siswa memiliki hak yang sama. 1. Demokrasi di Lingkungan Tempat Tinggal/Masyarakat Demokrasi yang ada di lingkungan tempat tinggal tentunya harus dilakukan, mengingat disinilah seseorang diwajibkan untuk berperan aktif dalam menjaga sistem kemasyarakatan agar tetap berjalan. Berikut ini adalah contoh demokrasi yang ada di lingkungan tempat tinggal. a. Melakukan Hak dan Kewajiban di Tengah Masyarakat Setiap warga negara yang ada di dalam masyarakat mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Pastinya hal tersebut harus dilakukan oleh semua warga tanpa memandang status, ekonomi, atau jabatan dari masyarakat tersebut. b. Ikut Berpartisipasi dalam Menjaga Keamanan dan Ketertiban Keamanan dan juga ketertiban sebuah lingkungan sebagian besar dipengaruhi oleh masyarakat yang ada di dalamnya. Jika ada suatu kerusuhan karena suatu masalah, maka semua masyarakat dapat berpartisipasi dalam menyelesaikan masalah keamanan tersebut secara kekeluargaan. c. Gotong Royong dengan Semua Warga Kegiatan gotong royong ini menjadi salah satu kegiatan yang positif yang sudah biasa dilakukan sejak zaman dulu. Akan tetapi, seiring dengan berkembangnya zaman, budaya yang satu ini semakin luntur dan jarang kita temui. Padahal, kegiatan tersebut mempunyai nilai yang sangat besar terhadap berdirinya suatu pemerintahan yang bersifat demokrasi. d. Musyawarah Rutin Salah satu aksi demokrasi yang paling tradisional adalah musyawarah. Dimana semua orang berhak berpartisipasi dan menyatakan pendapat mereka dalam menyelesaikan suatu masalah melalui musyawarah itu. Jadi, akan menghasilkan satu keputusan dan didukung oleh semua anggota yang dikiranya menjadi solusi terbaik. 2. Demokrasi dalam Bernegara Contoh demokrasi yang terakhir yaitu demokrasi yang ada di dalam sistem pemerintahan negara. Disini, setiap orang, baik itu dari pemerintah atau masyarakat berperan untuk memajukan negara. Contoh demokrasi dalam bernegara dapat diketahui di bawah ini. a. Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Pemilihan umum presiden dan wakilnya menjadi pesta demokrasi yang ada di dalam suatu negara. Dimana semua negara mempunyai hak untuk memilih pemimpin dari negara tersebut. Di Indonesia, pemilu menjadi ajang pesta demokrasi yang sangat besar. Bahkan, di hari tersebut dijadikan sebagai hari libur secara nasional. b. Pemimpin Bisa Menjalankan Tugas Sesuai Amanat Negara seperti Indonesia mempunyai pemimpin yang disebut presiden. Presiden yang terpilih untuk memimpin negara kurang lebih 5 tahun ini mempunyai tanggung jawab yang sangat besar. Salah satunya yaitu menjalankan tugas sesuai dengan amanat yang sudah diberikan masyarakat. Hal itu menjadi kewajiban untuk menjalankan sistem pemerintahan demokrasi.


FOTO KEGIATAN PEMILIHAN KETUA OSIS PERIODE 2022/2023 FOTO KAMPANYE TERBUKA KETUA OSIS PERIODE 2022/2023 FOTO BERSAMA KETUA OSIS PERIODE 2021/2022 DENGAN CALON KETUA OSIS PERIODE 2022/2023 BERSAMA MAJELIS GURU


PEMILIHAN KETUA OSIS PERIODE 2022/2023 PELANTIKAN KETUA OSIS TERPILIH PERIODE 2022/2023


Aktivitas 4 Kegiatan Detail Kegiatan Waktu Peralatan/ Media Persiapan 1. Guru mengawali kegiatan dengan berdoa, literasi dan menyanyikan lagu nasional 2. Guru mencek kehadiran siswa dan mengkondisikan kelas 3. Guru menyiapkan video pembelajaran Perkembangan Demokrasi di Indonesia 4. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (4 orang) 3 X 45 menit Papan tulis Lcd Proyektor Laptop Speaker Modul P5 https://youtu. be/y08oKIH FvL4 Pelaksanaan 5. Guru mengajak siswa untuk mengamati video pembelajaran Perkembangan Demokrasi di Indonesia 6. Setelah mengamati video, guru menanyakan kepada siswa apa yang mereka ketahui tentang Perkembangan Demokrasi di Indonesia. Beberapa pertanyaan pemantik yang bisa dipakai: Informasi apa yang kalian dapatkan setelah menonton video di atas! Jelaskan demokrasi yang ada pernah dilaksanakan di Indonesia! 7. Setelah mengamati video, peserta didik diminta untuk berdiskusi dalam kelompok yang telah dibentuk sebelumnya. Adapun guru dapat memberikan pertanyaan memandu siswa dalam berdiskusi Apa yang menjadi latar belakang demokrasi terpimpin di Indonesia! Sejak kapan demokrasi berkembang di Indonesia Menurut pendapatmu bagaimana berkembangan demokrasi di Indonesia saat ini? Jelaskan! 8. Siswa mengadakan diskusi kelompok yang dipandu oleh guru Penutup 9. Guru merefleksi proses belajar hari ini Apa kegiatan yang dilakukan selama pembelajaran? Apa perasaan yang murid rasakan selama pembelajaran hari ini? Apa ilmu/pengalaman baru yang diperoleh? Apa harapan atau tindak lanjut setelah pembelajaran ini? 10. Guru menutup kegiatan dengan berdoa dan salam


LKPD 4 Nama Kelompok Ketua: Anggota: 1. 2. 3. 4. Kelas Tugas 1. Apa latar belakang demokrasi terpimpin di Indonesia! 2. Sejak kapan demokrasi berkembang di Indonesia 3. Menurut pendapatmu, bagaimana penerapan demokrasi Pancasila di Indonesia? Apa sudah sesuai dengan yang diharapkan? Jelaskan alasanmu 4. Menurut pendapatmu, mengapa generasi muda harus ikut berkontribusi terhadap penyelenggaraan demokrasi di indonesia. Jelaskan! Jawaban 1. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ……………… 2. ………………………………………………………………………………………… ……………………………………..………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ……………………… 3. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………….. 4. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… …………………


Kunci jawaban LKPD 4 1. Apa latar belakang terbentuknya demokrasi terpimpin di Indonesia! Latar belakang dibentuknya demokrasi terpimpin adalah kegagalan Konstituante dalam merumuskan konstitusi baru, dikeluarkannya Dekrit Presiden 1959, serta kondisi politik nasional yang tidak stabil. 2. Sejak kapan demokrasi berkembang di Indonesia Proses transisi demokrasi atau proses demokratisasi di Indonesia dimulai ketika terjadinya perpindahan kekuasaan dari Presiden Soeharto kepada Wakil Presiden B. J. Habibie pada 21 Mei 1998. Disebut "transisi" karena pada fase inilah Indonesia mengalami peralihan atau transisi sistem politik dari otoritarian menuju demokrasi, transisidari supremasimiliter kepada supremasi sipil,transisidari sentralisasi ke desentralisasi, dan seterusnya, yang maknanya adalah Indonesia telah beranjak meninggalkan sistem diktator dan sedang menuju perubahan sebagai negara yang demokratis. 3. Menurut pendapatmu, bagaimana penerapan demokrasi Pancasila di Indonesia? Apa sudah sesuai dengan yang diharapkan? Jelaskan alasanmu Tergantung jawaban siswa 4. Menurut pendapatmu, mengapa generasi muda harus ikut berkontribusi terhadap penyelenggaraan demokrasi di indonesia. Jelaskan! Tergantung jawaban siswa Catatan: Jawaban siswa tidak mengikat


Materi Aktivitas 4 Perkembangan Demokrasi di Indonesia Demokrasi pada dasarnya adalah sebuah sistem politik yang memungkinkan setiap warga ikut andil dalam pengambilan keputusan negara. Sesuai akar bahasanya yang berasal dari Bahasa Yunani, singkatnya demokrasi berarti kekuasaan rakyat. Berawal di Eropa, demokrasi meluas ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Demokrasi mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang memungkinkan adanya praktik kebebasan politik secara bebas dan setara. Demokrasi mengandung makna penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia. Dalam praktiknya di Indonesia, sistem demokrasi mengalami berbagai tantangan dan perubahan. Berikut empat periode perkembangan demokrasi di Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. 1. Demokrasi Liberal-Parlementer (1945-1959) Sistem demokrasi parlementer ditandai dengan sistem pemerintahan parlementer. Hal ini ditetapkan lewat Maklumat Wakil Presiden No. X dan Maklumat Pemerintah mengenai pergantian sistem pemerintahan dari Presidensial menjadi Parlementer pada 3 November 1945. Pada 14 November 1945 terbentuklah kabinet pertama yang dipimpin Soetan Sjahrir atau Kabinet Sjahrir sebagai perdana menteri. Kabinet ini hanya berusia tiga bulan karena dijatuhkan oposisi. Tetapi pada 12 Maret 1946 kembali membentuk kabinet Sjahrir setelah ditunjuk Presiden Soekarno untuk kedua kalinya. Kabinet Sjahrir II terbentuk pada 12 Maret 1946 dan berakhir pada 2 Oktober 1946 sekali lagi akibat tekanan oposisi. Setelah itu, Sjahrir ditunjuk untuk ketiga kalinya membentuk kabinet. Kabinet Sjahrir III berlangsung selama kurun waktu 2 Oktober 1946 hingga 27 Juni 1947. Setelah pemerintahan Sjahrir III, kabinet silih dibentuk silih berganti. Tercatat ada kabinet Amir Sjarifudin I dan II, Kabinet Darurat, serta Kabinet Hatta I dan II. Pada 1949, demokrasi parlementer diperkuat dengan landasan konsititusional Undang-undang Dasar Sementara 1950. Di Undang-Undang Dasar Sementara 1950 menyatakan lembaga eksekutif atas presiden sebagai kepala negara konstitusional dan menteri-menteri bertanggungjawab kepada perdana menteri sebagai kepala pemerintahan sehari-hari. Tetapi, hal itu tidak membuat kabinet pemerintahan berjalan stabil. Jatuh bangun kabinet terus berlangsung hingga Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit pada 5 Juli 1959 yang menandai berakhirnya era demokrasi liberal atau parlementer. 2. Demokrasi Terpimpin (1959-1965) Dalam dekrit 5 Juli 1959, Presiden Soekarno menegaskan berlakunya kembali UUD 1945. Dekrit tersebut adalah realisasi dari keinginan Soekarno untuk mengubah sistem demokrasi parlementer pada 27 Januari 1957 di Bandung. Soekarno mengungkapkan keinginannya untuk kembali bisa mencampuri urusan pemerintahan meskipun Badan Konstituante belum juga menyelesaikan membentuk undang-undang dasar yang baru. UUD 1945 memebuka kesempatan bagi seoramg presiden untuk bertahan selama lima tahun. Tetapi lewat ketetapan MPRS No. III/1963, jadilah Soekarno sebagai presiden seumur hidup. Di masa demokrasi terpimpin, kekuasaan Soekarno sebagai presiden sangat besar. Dengan kekuasaannya tersebut, pada 1960 Soekarno bahkan membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hasil pemilihan umum. 3. Demokrasi Pancasila Era Orde Baru (1965-1998) Peristiwa G30S/PKI segera mengakhiri era demokrasi terpimpin. Pada 1969, MPRS memberhentikan Soekarno sebagai presiden dan digantikan Soeharto. Indonesia memasuki era baru yang disebut sebagai Demokrasi Pancasila. Demokrasi Pancasila bermaksud untuk mengoreksi sistem politik selama masa demokrasi terpimpin yang dianggap bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Demokrasi Pancasila ingin meletakkan UUD 1945 sebagaimana terlahir setelah proklamasi. Tetapi dalam perkembangannya, peran presiden juga makin dominan terhadap lembaga-lembaga negara yang lain.


Demokrasi Pancasila selama era Orde Baru ditandai dengan dominasi ABRI atau TNI, birokratisasi dan sentralisasi pengambilan keputusan politik. Campur tangan pemerintah dalam partai politik dan kehidupan politik masyarakat juga terjadi. Kondisi ini berlangsung hingga Mei 1998 ketika Soeharto terpaksa mundur dari posisi sebagai presiden akibat people power yang dinamakan sebagai Gerakan Reformasi. 1. Demokrasi Pancasila Era Reformasi (1998-Sekarang) Seperti Demokrasi Pancasila ala Orde Baru yang ingin merevisi praktik demokrasi terpimpin, Demokrasi Pancasila era reformasi juga ingin merevisi praktik politik dan pemerintahan Orde Baru yang dianggap menyimpang. Pemerintahan BJ Habibie yang menggantikan Soeharto membuka belenggu terhadap kemerdekaan pers dan berbicara sesuai tuntutan reformasi. Pemilu bebas pertama setelah Orde baru digelar pada 1999, menempatkan KH Abdurrahman Wahid sebagai Presiden keempat Indonesia. Sampai masa pemerintahan Presiden Jokowi yang kedua saat ini, demokrasi di Indonesia masih terus mengalami tantangan dalam perkembangannya.


Aktivitas 5 Kegiatan Detail Kegiatan Waktu Peralatan/ Media Persiapan 1. Guru mengawali kegiatan dengan berdoa, literasi dan menyanyikan lagu nasional 2. Guru mencek kehadiran siswa dan mengkondisikan kelas 3. Guru menyiapkan video pembelajaran dengan berkaitan dengan isu demokrasi di Indonesia 4. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (4 orang) 3 X 45 menit Papan tulis Lcd Proyektor Laptop Speaker Modul P5 https://www. google.com/ search?rlz=1 C1CHBD_en ID941ID941 &sxsrf=AB5s tBjrLHimDG UBkmzb2Qy yQ48NE98r2 A:16894140 29803&q Pelaksanaan 5. Guru menanyakan kepada siswa apa yang mereka ketahui tentang pemilihan presiden. Beberapa pertanyaan pemantik yang dapat dipakai: Pernahkan Ananda melihat pesta demokrasi dan ikut berperan langsung di dalamnya? Apa azas pemilu di Indonesia? 6. Siswa mengamati video tentang isu demokrasi di Indonesia. Adapun guru dapat memberikan pertanyaan untuk memandu peserta didik dalam diskusi. Apakah bisa presiden 3 periode? Berikan alasanmu! Menurut pendapatmu bagaimana caranya agar tidak mudah percaya dengan berita hoaks yang beredar di media massa. 7. Siswa melaksanakan diskusi kelompok yang difasilitator oleh guru. Penutup 8. Guru merefleksi proses belajar hari ini Apa kegiatan yang dilakukan selama pembelajaran? Apa perasaan yang murid rasakan selama pembelajaran hari ini? Apa ilmu/pengalaman baru yang diperoleh? Apa harapan atau tindak lanjut setelah pembelajaran ini? 9. Guru menutup kegiatan dengan berdoa dan salam


LKPD Aktivitas 5 Nama Kelompok Ketua: Anggota: 1. 2. 3. 4. Kelas Tugas 1. Informasi apa yang kamu dapatkan dari berita tersebut! 2. Menurut pendapatmu, apakah bisa presiden 3 periode? Berikan alasanmu! 3. Menurut pendapatmu, mengapa berita hoaks mudah menyebar? 4. Menurut pendapatmu bagaimana caranya agar tidak mudah percaya dengan berita hoaks yang beredar di media massa. Jawaban 1. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… …………………………………… 2. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… …………………………………………..…………………………………………… ……………………………………… 3. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………….. 4. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………..


Kunci Jawaban: 1. Informasi apa yang kamu dapatkan dari berita tersebut! Tentang masa pemerintahan Jokowi menjadi 3 periode 2. Apakah bisa presiden 3 periode? Dari sisi konstitusi, terkait 3 atau 2,5 periode masa jabatan Presiden RI, sama saja. Yaitu sama-sama tak sesuai dengan Pasal 7 dan Pasal 22E ayat (1) UUD Ketentuan Pasal 7 UUD NRI 1945 secara tegas berbunyi: ‘Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan’. Artinya, masa jabatan presiden dan wakil presiden maksimal hanya diperbolehkan dua periode. Selanjutnya, ketentuan Pasal 22E ayat (1) UUD NRI 1945 menyatakan bahwa ‘pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil setiap lima tahun sekali.’ Ketentuan ini memiliki makna bahwa jabatan presiden dan wakil presiden maksimal adalah lima tahun dikali dua periode, yakni 10 tahun. Apabila melebihi itu, jelas merupakan penyimpangan dari ketentuan konstitusi 3. Menurut pendapatmu, mengapa berita hoaks mudah menyebar? Ada banyak faktor mengapa hoaks cepat menyebar, terutama adalah rendahnya tingkat literasi di masyarakat. Ditambah lagi adanya fenomena FOMO (fear of missing out) yang mendorong seseorang secepat mungkin menyebarkan informasi untuk menunjukkan bahwa dia juga tahu. 4. Menurut pendapatmu bagaimana caranya agar tidak mudah percaya dengan berita hoaks yang beredar di media massa. Hati-hati dengan judul provokatif Cermati alamat situs Periksa fakta Cek keaslian foto Ikut serta grup diskusi anti-hoax Catatan: Jawaban siswa tidak mengikat


Materi Aktivitas 5 1. Pengertian Pemilu Perihal Pemilu di Indonesia diatur dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017. Pasal 1 angka 1 UU itu memuat tentang pengertian Pemilu. "Pemilihan Umum yang selanjutnya disebut pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, anggota Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945," demikian bunyi Pasal tersebut. Sederhananya, pemilu merupakan sarana bagi rakyat untuk memilih pemimpinnya sesuai dengan asas yang berlaku. 2. Asas, prinsip, dan tujuan pemilu Sebagaimana Pasal 2 UU Nomor 7 Tahun 2017, pemilu memiliki enam asas penting yakni langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber jurdil). a. Asas Pemilu: Langsung: Masyarakat sebagai pemilih memiliki hak untuk memberikan suaranya secara langsung dalam pemilu sesuai keinginan sendiri tanpa perantara; Umum: Pemilu berlaku untuk semua warga negara yang memenuhi syarat. Pemilu tidak membedakan agama, suku, ras, jenis kelamin, golongan, pekerjaan, dan lainnya; Bebas: Seluruh warga negara yang memenuhi syarat sebagai pemilih pada pemilu bebas menentukan siapa saja yang akan dipilih untuk membawa aspirasinya tanpa tekanan; Rahasia: Dalam menentukan pilihannya, pemilih dijamin kerahasiaan. Pemilih memberikan suara pada surat suara dengan tidak dapat diketahui oleh orang lain kepada siapa pun; Jujur: Semua pihak yang terkait dengan pemilu harus bertindak dan bersikap jujur sesuai peraturan yang berlaku; Adil: Dalam penyelenggaraan pemilu, baik pemilih dan peserta mendapatkan perlakuan yang sama, serta bebas dari kecurangan dari pihak mana pun. b. Prinsip pemilu Kemudian, pada Pasal 3 UU yang sama dikatakan, penyelenggaraan pemilu harus memenuhi 11 prinsip yang meliputi: Mandiri Profesional Jujur Akuntabel Berkepastian hukum Efektif Tertib Efisien Terbuka Adil Proporsional c. Tujuan Pemilu Memungkinkan terjadinya peralihan pemerintahan secara aman dan tertib; Melaksanakan kedaulatan rakyat; Melaksanakan hak-hak asasi warga negara. d. Penyelenggara Pemilu Di Indonesia, pemilu diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mengacu UU Nomor 7 Tahun 2017, KPU adalah lembaga penyelenggara pemilu yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri.


Aktivitas 6 Kegiatan Detail Kegiatan Waktu Peralatan/ Media Persiapan 1. Guru mengawali kegiatan dengan berdoa, literasi dan menyanyikan lagu nasional 2. Guru mencek kehadiran siswa dan mengkondisikan kelas 3. Guru menyiapkan materi tentang pembuatan laporan 4. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (4 orang) 3 X 45 menit Papan tulis Lcd Proyektor Laptop Speaker Modul P5 Pelaksanaan 5. Guru menjelaskan setelah projek selesai, siswa akan membuat laporan sebagai tugas akhir. Beberapa pertanyaan pemantik yang bisa dipakai: Apakah ananda pernah membuat laporan kegiatan? Apa fungsi dan manfaat membuat laporan kegiatan? 6. Guru menjelaskan struktur laporan 7. Siswa mengadakan diskusi kelompok yang dipandu oleh guru dalam membuat kover dan merancang BAB I dengan bimbingan guru sebagai fasilitator 8. Guru menjelaskan tenggat waktu pengumpulan laporan kegiatan projek Penutup 9. Peserta didik kemudian mengisi lembar refleksi sebagai penutupan aktivitas. 10. Guru menutup kegiatan dengan berdoa dan salam


LKPD 6 Nama Kelompok Ketua: Anggota: 1. 2. 3. 4. Kelas Tugas 1. Siswa dalam kelompok merancang kover laporan kegiatan 2. Siswa merancang BAB I Jawaban 1. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… …………………………………… 2. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… …………………………………………..……………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… … Kunci Jawaban: Tergantung jawaban siswa


Lembar Refleksi Peserta Didik Nama: Kelas: Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Aku dapat memahami tentang pengertian demokrasi dan penerapannya di lingkungan sekolah Aku paham tentang jenis-jenis demokrasi Aku paham dan dan dapat menjelaskan peranku dalam menerapkan demokrasi di lingkungan sekolah Aku dapat menjelaskan hubungan antara teori demokrasi dan implementasinya atau penerapannya di lingkungan sekolah Hal yang masih ingin kuketahui lebih dalam mengenal demokrasi dan penerapannya di lingkungan keluarga, masyarakat, sekolah, dan negara …………………………………………………… …………………………………………………... …………………………………………………... Hal paling menarik yang aku pelajari sejauh ini demokrasi dan penerapannya di lingkungan keluarga, masyarakat, sekolah, dan negara. …………………………………………… …………………………………………… ……………………………………………


Materi Aktivitas 6 1. Pengertian Laporan Kegiatan Laporan kegiatan adalah sejumlah informasi yang diberikan kepada atasan dengan tujuan sebagai pertanggung jawaban atas pelaksanaan suatu kegiatan yang telah dilakukan, sehingga pembuatan laporan kegiatan biasanya dilakukan ketika sebuah acara atau kegiatan telah selesai dilaksanakan. Pengertian Laporan Kegiatan Menurut Para Ahli Adapun definisi laporan kegiatan menurut para ahli, antara lain; 1. Wardani (2008), Arti laporan kegiatan adalah serangkaian tulisan yang harus berisi informasi dengan didukung oleh data secara tuntas sesuai dengan fakta yang ditemukan serta disusun secara sistematis agar mudah untuk dipahami. 2. Keraf (2001), Definisi laporan kegiatan adalah langkah komunikasi yang harus disampaikan kepada lembaga, organisasi, atau individual sebagai bentuk pertangung jawaban. 2. Ciri Laporan Kegiatan Laporan kegiatan memiliki beberapa karakteristik, diantaranya; 1. Laporan kegiatan tertulis hanya berisi poin utama singkat terkait dengan tugas yang dilakukan, sehingga penerima laporan dapat memahami permasalahan yang terjadi dengan segera. 2. Secara struktural, teks laporan kegiatan terdiri atas tiga bagian yaitu pendahuluan, isi laporan, dan penutup 3. Laporan harus ditulis secara sistematis dan berurutan. 4. Laporan dianggap secara sistematis apabila deklarasi tertulis diatur dalam unit yang saling berhubungan dan berurutan. 5. Laporan dapat lebih lengkap apabila disertai dengan bibliografi atau sumber sastra. 6. Teks laporan kegiatan harus dilengkapi dengan bukti yang memperkuat obyektifitas laporan. Bukti tersebut bisa berupa foto, nota, struk, atau bukti lainnya. 7. Teks laporan menggunakan bahasa yang jelas agar pembaca laporan kegiatan dapat memahami dengan tepat tanpa menimbulkan persepsi. 3.Tujuan Laporan Kegiatan Tujuan penulisan dan pembuatan teks laporan kegiatan diantaranya yaitu untuk: 1. Mengidentifikasi atau menggambarkan suatu kegiatan 2. Mendokumentasikan rangkaian dan catatan selama kegiatan berlangsung 3. Menguraikan peristiwa atau tindakan 4. Memenuhi syarat dalam sebuah kesepakatan 5. Menjadi bahan penilaian untuk mempertimbangkan kegiatan yang sama di waktu mendatang 6. Memberikan informasi, fakta, dan kondisi seobjektif mungkin terkait kegiatan yang dilaksanakan 7. Mengambil kesimpulan atas kegiatan yang dikerjakan 4. Manfaat Laporan Kegiatan Manfaat yang dapat diperoleh melalui penulisan laporan kegiatan, diantaranya; 1. Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas suatu kegiatan yang telah dilaksanakan 2. Sebagai bahan evaluasi untuk pelaksanaan kegiatan selanjutnya 3. Sebagai dasar pengambilan keputusan atau kebijakan tertentu 4. Sebagai dasar untuk menetapkan pedoman dan instruksi pemimpin 5. Untuk memahami kegiatan pengembangan dan perbaikan proses 6. Sebagai data historis tentang pengembangan unit terkait dan banyak lagi


1. Struktur Laporan Kegiatan Struktur teks laporan kegiatan dapat berbeda satu sama lain tergantung pada jenis kegiatan yang dilakukan. Berikut adalah contoh laporan kegiatan yang baik dan benar beserta formatnya. Halaman Sampul/Kover Kata Pengantar Daftar isi BAB I Pendahuluan 1.1.Latar Belakang Kegiatan Berisi alasan atau masalah yang melatar belakangi suatu kegiatan diselanggarakan. Beberapa alasan yang umum biasanya adalah untuk membuat anggota sebuah organisasi menjadi lebih kompak atau dalam rangka untuk orientasi anggota baru dari sebuah kelompok atau organisasi. 1.2.Rumusan Masalah Berisi batasan-batasan yang akan dilakukan dan tidak dilakukan. 1.3.Tujuan Kegiatan Merupakan lanjutan dari latar belakang, pada bagian ini berisi tujuan yang ingin dicapai setelah kegiatan diselenggarakan. Seperti membuat tim menjadi lebih kompak atau lainya. 1.4.Manfaat Kegiatan Keuntungan apa yang akan didapatkan setelah mengikuti acara baik dari sisi peserta maupun penyelenggara. BAB II Isi Laporan 2.1.Jenis atau Nama Kegiatan Penjelasan singkat terkait jenis kegiatan yang akan dilaksanakan 2.2.Waktu dan Tempat Kegiatan Deskripsi waktu, tanggal, dan tempat kegiatan 2.3.Panitia Kegiatan Berisi susunan panitia kegiatan mulai dari penanggung jawab, ketua pelaksana, wakil ketua, sekretaris, bendahara BOS, dan koordinator pelaksana 2.4.Susunan Kegiatan Berisi rundown kegiatan yang menjelaskan secara rinci susunan kegiatan mulai dari waktu, penanggung jawab setiap sesi, sampai pengisi acara disetiap sesi. 2.5.Peserta Kegiatan Berisi daftar peserta yang mengikuti kegiatan yang telah diselenggarakan. Dirincikan berapa banyak peserta laki-laki dan perempuan. 2.6.Deskripsi Kegiatan Pelaksanaan Berisi uraian singkat terkait persiapan yang dilakukan sebelum kegiatan Pasca Pelaksanaan Berisi uraian terkait hasil dari pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan Kendala Pelaksanaan Berisi uraian terkait kendala yang dihadapai selama pra kegiatan dan ketika kegiatan berlangsung. Dan juga solusi yang dilakukan peserta ketika menemui kendala tersebut.


2.7. Anggaran Dana Berisi penjelasan terkait sumber dana, apakah dari biaya patungan, sumbangan, atau hasil tiket penjualan. Selain itu juga berisi rincian pengeluaran, seperti untuk pembelian atau penyewaan peralatan atau biaya menghadirkan bintang tamu pada kegiatan. BAB III Penutup 3.1.Simpulan dan Saran Berisi penjelasan singkat terkait keseluruhan pelaksanaan kegiatan, apa yang didapat, dan apakah acara tersebut telah memenuhi tujuan dari pelaksanaan kegiatan. Lampiran Berupa foto-foto kegiatan selama proses projek P5 berlangsung. 1. Cara Menulis Laporan Kegiatan Dalam menulis atau menyusun laporan kegiatan, terdapat beberapa tips yang perlu kita lakukan agar dapat menghasilkan laporan kegiatan yang baik, diantaranya yaitu sebagai berikut: 1. Memperhatikan bagian yang harus ada dalam laporan kegiatan Di atas telah disebutkan struktur laporan kegiatan yang secara garis besar terdiri atas pendahuluan, isi, dan penutup. Akan tetapi, secara lebih lengkap bagian-bagian yang harus ada dalam laporan kegiatan meliputi: 1. Kover 2. Kata Pengantar 3. Daftar Isi 4. Bab I Pendahuluan 5. Bab II Isi 6. Bab III Kesimpulan dan Saran 7. Lampiran 2. Menggunakan bahasa yang sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) Laporan kegiatan yang baik harus sesuai dengan EYD, serta menggunakan bahasa yang formal dan informatif agar dapat merangkum seluruh isi kegiatan dalam laporan yang sesuai dengan keinginan atasan dan pihak sponsor, sehingga di masa mendatang mereka dapat mempercayakan lagi kegiatan yang serupa. 3. Melengkapi laporan kegiatan dengan foto atau hasil dokumentasi Bukan hanya bahasa yang harus sesuai EYD, laporan kegiatan yang baik juga harus menyertakan foto-foto atau dokumentasi hasil kegiatan. Foto dapat menjadi gambaran nyata sekaligus berguna sebagai narator yang mendeskripsikan seluruh rangkaian kegiatan. Ingat bahwa jita harus memiliki foto yang bisa bercerita dan merekam momen terpenting untuk disertakan pada laporan kegiatan. 4. Menguraikan kesulitan dan hambatan Pastinya kita tahu bahwa semua bentuk kegiatan akan memiliki kesulitan dan hambatan tersendiri. Kita harus tetap menuliskan dengan jelas kesulitan maupun hambatan yang terjadi agar bisa memberikan kesimpulan dan saran yang tepat pada Bab III. 5. Melakukan editing ulang sebelum laporan kegiatan dicetak Sebelum laporan kegiatan dicetak, perlu untuk diperiksa dan dibaca kembali dari awal hingga akhir. Lakukan pula proses pengeditan dan revisi untuk menyempurnakan laporan kegiatan yang kita susun.


Contoh Kover Laporan Projek LAPORAN PROJEK SUARA DEMOKRASI PERAN MEDIA SOSIAL DALAM DEMOKRASI PEMILIHAN KETUA OSIS DISUSUN OLEH: ANGGOTA KELOMPOK: 1. 2. 3. 4. KELAS: SMA NEGERI 1 SITIUNG KABUPATEN DHARMASRAYA SUMATERA BARAT 2023


Tahapan 2. Kontekstualisasi Aktivitas 7 Kegiatan Detail Kegiatan Waktu Peralatan/ Media Persiapan 1. Guru mengawali kegiatan dengan berdoa, literasi dan menyanyikan lagu nasional 2. Guru mencek kehadiran siswa dan mengkondisikan kelas 3. Guru menyiapkan materi video tentang menyusun visi dan misi organisasi dengan baik 4. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (4 orang) 3 X 45 menit Papan tulis Lcd Proyektor Laptop Speaker Modul P5 https://www .youtube.co m/watch?v= F6_qjpRo1g https://www .youtube.co m/watch?v= b1LiqMekW c0 Pelaksanaan 5. Siswa mengamati video yang ditayangkan guru tentang cara menyusun visi dan misi organisasi 6. Guru menanyakan kepada siswa apa visi dan misi mereka, seandainya terpilih sebagai ketua OSIS. Beberapa pertanyaan pemantik yang bisa dipakai: Apa tujuan Ananda mencalonkan diri menjadi ketua OSIS? Apa tujuan visi dan misi dibuat? Bagaimana merancang visi dan misi yang baik? 7. Siswa dalam kelompoknya merancang visi dan misi yang dipandu oleh guru sebagai fasilitator Ketika diskusi berlangsung, guru meminta siswa untuk berdiskusi dengan sopan Penutup 8. Guru merefleksi proses belajar hari ini Apa kegiatan yang dilakukan selama pembelajaran? Apa perasaan yang murid rasakan selama pembelajaran hari ini? Apa ilmu/pengalaman baru yang diperoleh? Apa harapan atau tindak lanjut setelah pembelajaran ini? 9. Guru menutup kegiatan dengan berdoa dan salam


Aktivitas 8 Kegiatan Detail Kegiatan Waktu Peralatan/ Media Persiapan 1. Guru mengawali kegiatan dengan berdoa, literasi dan menyanyikan lagu nasional 2. Guru mencek kehadiran siswa dan mengkondisikan kelas 3. Guru menyiapkan materi video video tentang penyampaian visi dan misi sebagai ketua OSIS 4. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (4 orang) 3 X 45 menit Papan tulis Lcd Proyektor Laptop Speaker Modul P5 https://www .youtube.co m/watch?v= F6_qjpRo1g https://www .youtube.co m/watch?v= b1LiqMekW c0 Pelaksanaan 5. Siswa mengamati video tentang penyampaian visi dan misi sebagai ketua OSIS. 6. Guru menanyakan kepada siswa apa visi dan misi mereka, seandainya terpilih sebagai ketua OSIS. Beberapa pertanyaan pemantik yang bisa dipakai: Apa upaya yang kamu lakukan seandainya terpilih menjadi ketua OSIS visi dan misi yang telah kamu rancang bisa berjalan dengan baik? 7. Masing-masing kelompok menjelaskan visi dan misi yang telah dibuat. 8. Siswa berdiskusi di bawah bimbingan guru sebagai fasilitator. Penutup 9. Guru merefleksi proses belajar hari ini Apa kegiatan yang dilakukan selama pembelajaran? Apa perasaan yang murid rasakan selama pembelajaran hari ini? Apa ilmu/pengalaman baru yang diperoleh? Apa harapan atau tindak lanjut setelah pembelajaran ini? 10. Guru menutup kegiatan dengan berdoa dan salam


LKPD 7 & 8 Nama Kelompok Ketua: Anggota: 1. 2. 3. 4. Kelas Tugas 1. Siswa dalam kelompok merancang visi dan misi sebagai ketua OSIS Jawaban 1. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… …………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… …………………………………………..……………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… … Kunci Jawaban: Tergantung jawaban siswa


Materi 7&8 1. Pengertian Visi dan Misi Visi adalah gambaran secara umum yang memberikan pandangan bagaimana organisasi kita di masa yang akan datang. Misi adalah point-point apa saja yang akan kita capai/target dalam organisasi dalam satu periode tertentu. 2. 4 Hal Menyusun Visi dan Misi dengan Baik 1. Visi dan misi merupakan sebuah pernyataan yang dapat memberikan gambaran/pandangan apa yang akan terjadi pada sebuah organisasi di masa yang akan datang. 2. Terkait dengan evaluasi-evaluasi apa saja untuk periode sebelumnya sehingga kita dapat memberikan solusi apa yang akan kita lakukan di periode yang akan datang. 3. Apa saja yang perlu dipertahankan pada periode sebelumnya pasti ada suatu yang baik yang perlu kita pertahankan untuk dilanjutkan pada periode selanjutnya. 4. Cita-cita baru yang akan kita wujudkan yang belum ada pada periode sebelumnya. 3. Kriteria Visi dan Misi yang Baik Kriteria Visi yang Baik 1. Visi dapat memberikan gambaran terkait kondisi organisasi yang akan terjadi di masa yang akan datang. 2. Visi harus mampu memberikan arahan dan motivasi sehingga ketika kita membaca visi sebuah organisasi kita tahu apa tujuan organisasi itu didirikan. 3. Visi juga harus mampu memberikan gambaran yang realistis tentang hal-hal yang kan kita capai selama periode tertentu Kriteria Misi yang Baik 1. Bisa menunjukkan secara jelas apa point point yang akan kita capai selama periode tertentu 2. Bisa mewakili berbagai macam bidang/kegiatan yang menjadi program atau gerakan sebuah organisasi 3. Bisa memberikan cara/teknis bagaimana kita melakukan sebuah proses dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang sudah disusun sebagai mana misi yang sebelumnya kita buat. 4. Contoh Visi dan Misi Ketua OSIS


Aktivitas 9 (Pemilihan Kandidat dari Tiap Kelompok) Kegiatan Detail Kegiatan Waktu Peralatan/ Media Persiapan 1. Guru mengawali kegiatan dengan berdoa, literasi dan menyanyikan lagu nasional 2. Guru mencek kehadiran siswa dan mengkondisikan kelas 3. Guru memberikan arahan terkait kegiatan pemilihan kandidat kelompok 4. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (4 orang) 3 X 45 menit Papan tulis Lcd Proyektor Laptop Speaker Modul P5 Pelaksanaan 5. Guru menanyakan kepada siswa apa yang mereka ketahui tentang pemimpin. Beberapa pertanyaan pemantik yang dapat dipakai: Sifat apa saja yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin? Mengapa seorang pemimpin harus mempunyai sifat mampu menahan emosi? 6. Siswa dalam kelompoknya memilih satu kandidat ketua OSIS secara aklamatif atau vooting untuk menentukan kandidatnya. (Guru memberikan pandangan tentang sikap dan sifat pemimpin yang baik untuk dipilih menjadi ketua OSIS) 7. Siswa diminta menggunakan bahasa yang baik dan santun saat berdiskusi 8. Kandidat dari masing-masing kelompok memperkenalkan diri Penutup 9. Guru merefleksi proses belajar hari ini Apa kegiatan yang dilakukan selama pembelajaran? Apa perasaan yang murid rasakan selama pembelajaran hari ini? Apa ilmu/pengalaman baru yang diperoleh? Apa harapan atau tindak lanjut setelah pembelajaran ini? 10. Guru menutup kegiatan dengan berdoa dan salam


LKPD 9 Nama Kelompok Ketua: Anggota: 1. 2. 3. 4. Kelas Tugas 1. Siswa menentukan calon kandidat ketua osis dari masing-masing kelompok beserta alasannya Jawaban 1. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… …………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… …………………………………………..……………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… … Kunci Jawaban: Tergantung jawaban siswa


Materi Aktivitas 9 Sifat-Sifat Seorang Pemimpin 1. Bertanggung Jawab Sifat-sifat seorang pemimpin yang perlu kamu miliki jika ingin menjadi pemimpin, yaitu harus bertanggung jawab. Jadi, kamu harus siap untuk bertanggung jawab penuh atas segala kemungkinan baik atau buruk yang bisa saja terjadi. Seorang pemimpin tidak hanya memiliki tanggung jawab penuh terhadap sebuah organisasi, tetapi juga pada setiap individu yang ada di dalam organisasi tersebut. Ketika ada kesalahan, pemimpin harus bertanggung jawab akan hal tersebut. Apabila anggota melakukan kesalahan, kritiklah mereka dan dorong untuk melakukan pekerjaan lebih baik lagi. Jika mereka memiliki performa yang baik dalam bekerja, berikanlah apresiasi dengan cara memuji. Dengan begitu, mereka akan terus termotivasi untuk bekerja lebih baik untuk ke depannya. 2. Kemampuan Komunikasi yang Baik Ketika kamu ingin menjadi pengusaha, perlu memiliki kemampuan komunikasi yang baik sebagai bagian dari sifat-sifat seorang pemimpin. Melansir laman Corporate Finance Institute, seorang pemimpin harus bisa menjadi komunikator yang baik sehingga mampu menjelaskan setiap masalah dan solusi dengan jelas serta ringkas. Pemimpin juga harus tahu kapan mereka perlu berbicara dan kapan harus mendengarkan. Selain itu, para penting bagi seorang pemimpin untuk dapat berkomunikasi pada tingkat yang berbeda. Misalnya, berbicara satu lawan satu, melalui telepon, email, dan media komunikasi lainnya. 3. Percaya Diri Jika kamu ingin menjadi seorang pemimpin yang baik, kamu perlu memiliki sikap penuh percaya diri. Dengan percaya diri yang tinggi, seorang pemimpin bisa memberikan motivasi kepada individu lain yang berada di dalam maupun luar timnya. Meskipun saat bekerja ada berbagai rintangan yang dapat menghambat kemajuan, kamu harus tetap bersikap penuh percaya diri. Dengan tetap yakin dan tenang. Jadi, tenaga kerja lain yang bekerja dengan kamu ikut percaya dan lebih yakin dalam menjalankan perannya dalam sebuah tim. 4. Memiliki Emosional yang Stabil Sifat-sifat seorang pemimpin selanjutnya yang perlu kamu miliki dalam diri sendiri, yaitu memiliki kondisi emosional yang stabil. Jangan sampai kamu mengikuti ego di dalam diri yang pada akhirnya menyebabkan kekacauan pada tim maupun kinerja secara keseluruhan. Emosi yang stabil berarti pemimpin dapat menjalankan kontrol dan regulasi yang baik atas perilaku mereka sendiri dan mampu menoleransi frustrasi atau stres. Selain itu, pemimpin juga harus mampu mengatasi perubahan dalam lingkungan kerjanya tanpa reaksi emosional yang intens. 5. Berani Mengambil Risiko Seorang pemimpin yang berhasil harus berani untuk mengambil risiko dalam setiap keputusan. Perlu kamu ketahui bahwa setiap proses usaha tidak akan selalu mulus atau sesuai dengan keinginanmu. Jadi, akan selalu ada risiko yang menyertainya. Nah, sebagai seorang pemimpin, kamu perlu cermat dalam memilih kapan harus mengambil risiko tersebut dan mengetahui kapan harus mengambil pendekatan yang aman. Agar keputusan dalam mengambil risiko yang kamu lakukan tak salah langkah, kamu harus selalu menilai situasi dan kondisi secara rinci. Coba bandingkan pro dan kontra dari situasi tersebut. Barulah kamu bisa membuat berbagai solusi dan memilih salah satunya yang paling tepat. Apabila kamu masih merasa kesulitan atau ragu dalam membuat keputusan, coba jabarkan segala pemikiranmu pada sebuah kertas. Diskusikan juga dengan anggota lain untuk dapat membuat keputusan yang paling baik dengan percaya diri.


1. Empati Empati termasuk salah satu sifat-sifat seorang pemimpin yang perlu kamu miliki jika ingin menjalankan sebuah usaha. Dikutip dari laman Center for Creative Leadership, empati berkorelasi dengan kinerja pekerjaan dan merupakan bagian penting dari kecerdasan emosional sekaligus efektivitas kepemimpinan. Empati merupakan sebuah kemampuan untuk merasakan kondisi emosional orang lain. Seorang pemimpin yang empati akan lebih memahami karyawannya sehingga memiliki sudut pandang baru saat hendak membuat keputusan. Menurut penelitian, jika menunjukkan kepemimpinan yang penuh empati kepada bawahan secara langsung, kamu dianggap sebagai atasan atau leader yang baik oleh mereka. Hal ini karena karyawan merasa dihargai dan divalidasi perasaannya. Jadi, mereka merasa bahwa pimpinan memiliki jiwa kemanusiaan yang penuh kasih. 2. Bersikap Positif Sikap positif sangat dibutuhkan oleh seorang pemimpin dalam menjalankan kegiatan. Dengan sikap positif, seperti percaya diri dan optimis, pemimpin akan lebih mungkin untuk memotivasi timnya. Sifat positif ini bisa kamu tunjukkan selama situasi sulit, seperti ketika kinerja tim memiliki kendala dalam menyelesaikan pekerjaannya. Seorang pemimpin yang bersikap positif pasti akan lebih fokus untuk menemukan solusi, dibandingkan hanya mengungkit masalah. Sikap positif juga bisa ditunjukkan dengan cara memberikan dukungan pada sebuah tim bahwa mereka dapat melakukan pekerjaan sebaik mungkin. 3. Mampu Mengoordinasikan Orang Lain Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk mengoordinasikan orang lain. Hal ini karena setiap individu dalam tim merupakan tanggung jawab dari seorang pemimpin. Beberapa contoh kemampuan pemimpin dalam mengoordinasikan orang lain, yakni menumbuhkan budaya tim, melibatkan orang lain dalam pengambilan keputusan, dan menunjukkan kepedulian terhadap setiap anggota tim. Dengan berorientasi pada orang, pemimpin akan mampu memberi energi dan memotivasi orang lain dalam menyelesaikan pekerjaan mereka. Motivasi kerja tersebut biasanya muncul karena dianggap merasa vital atau dianggap penting oleh organisasi. Jadi, mereka berusaha keras dalam membantu organisasi untuk mencapai tujuan. 4. Punya Motivasi Sifat-sifat seorang pemimpin lainnya yang perlu kamu miliki dalam diri adalah punya motivasi. Sebagai seorang pemimpin, kamu harus memiliki motivasi diri dan mampu untuk terus maju untuk mencapai tujuan meskipun ada hambatan atau risiko kegagalan. Pemimpin yang memiliki motivasi juga biasanya cenderung berusaha keras untuk melampaui harapan, bukan hanya sekadar mencapai tujuan.


Click to View FlipBook Version