KOMPETENSI DASAR Materi Seni Rupa Kd 3.3. Memahami prosedur menggambar poster dengan berbagai teknik Kd 3.4. Memahami prosedur menggambar komik dengan berbagai teknik Kd 4.3. Menggambar poster dengan berbagai bahan dan teknik Kd 4.4. Menggambar komik dengan berbagai teknik Materi Seni Musik Kd 3.3. Memahami teknik permainan salah satu alat musik tradisional secara perorangan Kd 3.4. Memahami teknik permainan alat-alat musik tradisional secara berkelompok Kd 4.3. Memainkan salah satu alat musik tradisional secara perorangan Kd 4.4. Memainkan alat-alat musik tradisional secara berkelompok Materi Seni Tari Kd 3.3. Memahami penerapan pola lantai dan unsur pendukung gerak tari tradisional Kd 3.4. Memahami penerapan pola lantai tari tradisional berdasarkan unsur pendukung tari sesuai iringan Kd 4.3. Meragakan cara menerapkan gerak tari tradisional berdasarkan pola lantai dengan menggunakan unsur pendukung tari Kd 4.4. Memeragakan gerak tari tradisional berdasarkan pola lantai dengan menggunakan unsur pendukung tari sesuai iringan
Materi Seni Teater Kd 3.3. Memahami perancangan pementasan Pantomim sesuai konsep, teknik dan prosedur. Kd 3.4. Memahami pementasan Pantomim sesuai konsep, teknik dan prosedur. Kd 4.3. Merancang pementasan Pantomim sesuai konsep, teknik dan prosedur Kd 4.4. Mementaskan Pantomim sesuai konsep, teknik dan prosedur.
SENI RUPA POSTER Seluruh Kegiatan manusia tidak terlepas dari seni karna setiap kegiatan yang dilakukan bersifat indah, menyenangkan dan dapat menggerakkan jiwa manusia. Salah satunya adalah cabang seni rupa. Pengertian seni rupa adalah ungkapan gagasan dan perasaan manusia yang diwujudkan melalui pengolahan media dan penataan elemen serta prinsip-prinsip seni. Bisa dikatakan, seni rupa merupakan realisasi imajinasi yang tanpa batas. Seni rupa merupakan induk dari berbagai macam seni, mulai dari seni lukis, seni gambar, seni patung, desain, seni kriya, dan banyak lagi. Semua karya seni rupa ini bisa ditangkap oleh mata dan dirasakan dengan rabaan, salah contoh adalah poster. A. Pengertian Poster Pengertian poster adalah suatu pengumuman ataupun iklan dalam bentuk gambar ataupun tulisan yang berisi mengenai himbauan atau ajakan untuk melakukan sesuatu dan umumnya poster tersebut akan ditempelkan di dinding atau di tempattempat strategis yang kerap dilalui banyak orang dan juga mudah untuk dibaca. Adapun pengertian lain dari poster yaitu media pemberitahuan suatu gagasan, ide, ataupun hal penting kepada khalayak umum. Poster adalah karya seni hasil desain grafis yang mengandung teks, gambar, atau keduanya yang bertujuan untuk
memberikan pesan atau informasi pada masyarakat. Umumnya, poster ditempel pada media datar seperti dinding ataupun permukaan yang datar. Poster tersebut berisi warna-warna dan juga gambar yang mencolok dan kalimat dalam bentuk slogan. Akan tetapi, tidak hanya berbentuk cetak, di zaman sekarang poster banyak yang dipakai dalam bentuk digital. Pembuatan poster sebaiknya ditulis sesingkat mungkin tetapi memiliki pesan yang kuat dan jelas. Adanya gambar pada poster selain menarik perhatian juga membantu memberikan makna pada tulisan. Pengaplikasian poster dengan cara ditempel pada dinding atau permukaan yang datar pada tempat umum karena sifatnya untuk mencari perhatian. Biasanya dipasang di tempat yang strategis seperti, sekolah, mall, pasar, dan tempat yang banyak dikunjungi oleh orang. Ukuran poster juga menyesuaikan kebutuhan, poster berukuran kecil biasanya ditempel di dinding berupa kertas sedangkan poster ukuran besar ditemukan di pinggir jalan berupa baliho. Tujuan poster untuk menyebarkan informasi adalah bentuk mempromosikan sesuatu, misalnya produk, jasa, pendidikan, nasihat, kegiatan, dan lain-lain. Pada umumnya bertujuan untuk mengajak masyarakat. B. Konsep Membuat Poster Membuat poster berarti menciptakan karya seni yang memuat komposisi huruf dan gambar. Maka dari itu salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah keselarasan dan kesatuan antara huruf dan gambar yang kita susun. Dibutuhkan perhatian khusus pula terhadap tipografi atau penyusunan format teks dalam membuat poster agar teks tampak lebih menarik namun tetap dapat dibaca dengan mudah oleh masyarakat. Poster juga harus dibuat dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan. Terdapat poster yang dibuat dengan ukuran besar, ada juga yang dibuat dengan ukuran kecil. Penempatan poster juga harus menjadi salah satu pertimbangan dalam mendesainnya. Jika poster yang kita buat kecil namun poster akan ditempelkan ditempat yang tinggi, maka huruf yang kita gunakan haruslah cukup besar agar terbaca dari pemirsanya yang berada dibawah. Poster juga harus menggunakan gambar yang kontras agar
menarik perhatian. Apalagi jika poster ditempelkan di sarana mading misalnya, dimana banyak poster lain juga ditempelkan. Saat membuat poster bermedia digital dan disebarkan pada media digital seperti sosial media, berbagai pertimbangan ini juga harus tetap diperhatikan. Misalnya, pastikan judul utama poster menggunakan ukuran dan jenis huruf yang dapat terbaca tanpa membutuhkan pengguna untuk melakukan zoom-in (perbesaran) pada gambar poster yang kita sebar. C. Fungsi Membuat Poster Fungsi poster adalah untuk menyampaikan pesan secara jelas, singkat dan menarik menggunakan bahasa/kata dan gambar. Itu adalah fungsi utamanya, namun, selain itu menurut Sudjana dan Rivai (2005, hlm. 56) poster memiliki beberapa fungsi antara lain: 1. Sebagai Motivasi Poster dapat dibuat untuk mendorong motivasi seseorang, misalnya untuk meningkatkan motivasi kegiatan belajar siswa. Poster tidak memuat informasi secara langsung, namun hanya berisi ajakan, renungan, persuasi atau kisah sukses. 2. Sebagai peringatan Poster dapat berisi peringatan-peringatan seperti pengingat untuk mematuhi peraturan hukum, peraturan sekolah, hingga untuk menjaga ketertiban sosial. 3. Pengalaman kreatif Melalui poster kita dapat menginformasikan berbagai pementasan kreatif yang tidak hanya menyajikan hiburan saja, tetapi juga mengasah kreativitas, baik bagi para pelaku seninya, maupun yang mengadakan pementasan, pameran, bazaar, dsb.
D. Manfaat Poster Berbicara mengenai manfaat poster, Hernawan, dkk. (2007, hlm. 13) menyatakan bahwa terdapat beberapa manfaat dari poster, yakni sebagai berikut. 1. Penggerak perhatian Misalnya poster disimpan didekat tempat sampah dan berisi pesan “jagalah kebersihan” sebagai konteks perhatian lebih agar masyarakat membuang sampah pada tempatnya. 2. Sebagai petunjuk Poster dapat menunjukan dimana suatu tempat pariwisata berada dan apa saja yang ada disana dan ditempatkan dijalan perbatasan kota sebagai bahan konsiderasi orang luar daerah untuk berwisata kesana. 3. Sebagai peringatan Misalnya poster ditempatkan didaerah yang memang memiliki angka kecelakaan tinggi, dsb. 4. Pengalaman kreatif Untuk menunjukkan pertunjukan seni. 5. Aplikasi politik & Isu sosial lainnya, Tidak hanya dapat diterapkan pada aplikasi politik untuk menarik simpati masyarakat, namun poster juga dapat digunakan untuk mengkampanyekan berbagai isu lingkungan atau sosial lainnya seperti ajakan untuk menanam pohon, menjaga lingkungan, dsb. E. Jenis-jenis Poster Berdasarkan pemaparan fungsi dan manfaat poster diatas, rasanya cukup jelas poster dapat dikategorikan berdasarkan tujuan dan manfaatnya. Poster dapat dibedakan berdasarkan isi dan tujuannya, yaitu:
1. Jenis Poster berdasarkan Isi Berdasarkan isi yang dimuatnya, jenis poster dapat dibagi menjadi beberapa poin di bawah ini. a. Poster Kegiatan Merupakan poster dengan informasi suatu kegiatan (event) yang akan dilaksanakan, seperti: pameran, pentas seni, kegiatan sosial dan isu lingkungan, dsb. Gambar 1. Poster Kegiatan b. Poster Niaga (Bisnis/Dagang) Yakni poster yang berisi tawaran untuk menggunakan produk/jasa seperti: poster produk minuman, makanan, poster jasa desain, dsb.
Gambar 2. Poster Niaga c. Poster Layanan Masyarakat Merupakan poster yang berisi edukasi atau ajakan kepada masyarakat umum terhadap suatu isu yang bersangkutan dengan masyarakat, seperti: keluarga berencana, bahaya merokok, dsb. Gambar 3. Poster Layanan Masyarakat d. Poster Pendidikan Poster yang berhubungan langsung dengan pendidikan, biasanya dibuat di sekolah atau lingkungan kampus perguruan tinggi.
Gambar 4. Poster Pendidikan 2. Jenis Poster berdasarkan Tujuan Sementara itu, berdasarkan tujuannya, poster dibagi menjadi beberapa jenis di bawah ini. a. Poster Komersial, yakni poster untuk mempromosikan barang dan jasa. Gambar 5. Poster Komersial b. Poster Kampanye, untuk mengambil simpati masyarakat terhadap suatu isu, tokoh, atau lembaga politik.
Gambar 6. Poster Komersial c. Poster Propaganda, merupakan poster yang berusaha menggiring opini publik. Gambar 7. Poster Propaganda d. Poster Film, untuk mempromosikan sebuah karya film.
Gambar 8. Poster Film e. Poster Komik, tentunya untuk mempromosikan sebuah komik. Gambar 9. Poster Propaganda f. Poster Afirmasi, yakni poster yang ditujukan untuk memotivasi pembacanya.
Gambar 10. Poster Afirmasi g. Poster Wanted (Pencarian), untuk mencari orang hilang atau orang yang sedang dicari. Gambar 11. Poster Wanted (pencarian) h. Poster Cheesecake, untuk mencari perhatian publik, biasanya digunakan untuk merekrut calon bintang (idol).
Gambar 12. Poster Cheesecake i. Poster Riset, untuk mempromosikan atau merekrut kebutuhan suatu riset/penelitian. Gambar 12. Poster Riset j. Poster Kelas, digunakan untuk memberikan motivasi, pendidikan atau inspirasi bagi lingkungan pendidikan (sekolah).
Gambar 13. Poster Kelas F. Syarat Membuat Poster Melihat fungsinya yang beragam namun berfokus pada penyampaian pesan yang efektif, maka membuat poster memerlukan perancangan yang matang. Terdapat beberapa syarat yang dapat dipenuhi untuk membuat poster yang sukses. Syaratsyarat tersebut adalah: 1. Menentukan Topik & Tujuan Topik yang berkesinambungan dengan tujuan adalah langkah pertama yang harus dilakukan. Kita harus menentukan tema berdasarkan pesan yang ingin disampaikan agar poster efektif. Berdasarkan tema dan tujuan yang telah disiapkan tersebut kita mulai dapat memikirkan bentuk visual dan kata yang digunakan untuk membuat poster tersebut. 2. Membuat Kalimat Singkat dan Mudah Diingat Fungsi poster adalah mengirim pesan kepada orang yang melihatnya, sehingga setiap kata yang ada haruslah mudah dipahami dan berkesan. Dengan melihat kalimat yang berkesan, orang akan mengingatnya dengan mudah dan dapat menempel terus dipikirannya.
3. Menggunakan Gambar Mengapa harus menggunakan gambar? Karena gambar adalah salah satu penyampai pesan yang paling menarik. Sehingga poster haruslah menggunakan gambar untuk mencapai salah satu tujuannya, yaitu menyampaikan pesan dengan jelas dan menarik. Sehingga poster akan mengundang perhatian dan menarik minat baca yang melihatnya. Rasio atau proporsi gambar dan kata harus disesuaikan dengan tema dan tujuan yang dimaksud. Poster juga dapat memuat gambar bercerita atau komik didalamnya. Namun esensi poster harus tetap ada, yaitu menyampaikan suatu pesan dengan jelas, singkat dan menarik. 4. Menggunakan Media yang Tepat Pemilihan media poster dilakukan dengan cara menyesuaikan tempat poster akan diletakan. Jika poster akan diletakan pada papan baliho, seperti yang sering kita lihat dijalan, maka media yang cocok adalah kain atau bahan sejenisnya. Jika poster diletakkan di dinding yang tidak terekspos langit (kemungkinan hujan) maka poster cukup menggunakan kertas. Berbicara media, tidak akan lepas terhadap alat pembuatannya juga. Poster dapat dibuat dengan cara manual atau menggambarnya dengan tangan. Namun untuk hari ini, kebanyakan orang lebih banyak menggunakan alat bantu komputer untuk merancangnya, kemudian dicetak (diprint) atau disablon (cetak manual) pada medianya. Penggunaan teknik menggambar manual akan menyulitkan kita untuk melakukan revisi setelah poster sudah terlanjur dibuat. Sementara menggunakan alat bantu komputer akan memudahkan revisi yang harus dilakukan.
G. Alat dan Bahan Membuat Poster Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat poster cukup generik atau mudah ditemui dan dapat digunakan untuk membuat karya seni lain pula. Beberapa alat dan bahan yang dapat digunakkan adalah sebagai berikut. 1. Pensil Gambar, digunakan untuk membuat sketsa untuk kemudian ditebalkan oleh ballpoint dan diwarnai oleh cat poster. Gambar 14. Pensil 2. Ballpoint, digunakan untuk membuat garis luar jika garis tegas diperlukan dalam suatu poster. Gambar 15. Ballpoint
3. Kuas Lukis, yakni adalah alat untuk membubuhkan cat poster yang berbentuk cairan kental seperti cat lukis pada umumnya. Gambar 16. Kuas Lukis 4. Cat Poster, yang merupakan cat khusus yang dibuat untuk membuat poster, karenanya cat ini saturasi warnanya lebih terang dan mencolok untuk mempermudah tercapainya poster yang mencolok dan menarik perhatian. Gambar 17. Cat Poster 5. Komputer, meskipun komputer dapat mengganti semua alat menggambar manual di atas, namun biasanya poster yang baik diawali oleh sketsa manual atau menggunakan teknik gabungan manual dan penggunaan alat bantu komputer.
Gambar 18. Komputer Dalam penerapan pada masa kini, kita juga dapat menggunakan ponsel pintar atau smartphone untuk membuat poster. Terdapat banyak apps yang dapat digunakan untuk membuat poster. Oleh karena itu, konsep, syarat, dan perhatian detail terhadap desain serta perancangan poster yang baik adalah hal utama yang harus diperhatikan. Mau menggunakan media apa pun, pastikan poster kita menarik namun tetap mudah dibaca dan dipahami serta berhasil menyapaikan pesan, ajakan, atau motivasi yang ingin kita sebarkan melalui poster.
KOMIK A. Pengertian Komik Semakin adanya perubahan zaman, definisi komik juga mengikuti perubahan tersebut. Namun, perubahan definisinya hanya bertindak sebagai pelengkap dari definisi yang terdahulu. Menurut Scott McCloud yang berpendapat mengenai komik yaitu “komik merupakan gambar-gambar dan lambang-lambang lain yang terjukstaposisi (posisi berdekatan atau bersebelahan) dalam urutan tertentu, yang bertujuan untuk memberikan informasi atau untuk mencapai tanggapan estetis dari para pembacanya. Komik disebut juga sebagai sastra gambar. Komik menjadi salah satu bentuk komunikasi visual yang berguna untuk menyampaikan informasi dan mempunyai kelebihan berupa mudah dimengerti. Adanya kolaborasi antara gambar dan teks yang dirangkai sedemikian rupa membentuk alur cerita yang menarik. Pembaca komik rata-rata adalah anak muda berusia 15 hingga 25 tahun, tetapi tidak dapat dibantah pula apabila seseorang yang berusia 40-an tahun juga menyukai komik sebagai bahan bacaan mereka.
B. Komponen yang Terdapat dalam Komik Coba cermatilah saat kamu sedang membaca komik. Komponen apa saja yang terdapat di dalamnya? Yuk cermati uraian berikut supaya kamu lebih memahami mengenai komponen apa saja yang termuat dalam sebuah komik. 1. Komponen Panel Panel merupakan kotak yang berisi ilustrasi dan teks yang dapat membentuk sebuah alur cerita yang jelas untuk dibaca. Panel dapat disebut juga dengan frame dan memiliki bermacam-macam bentuk, tidak hanya berbentuk kotak persegi saja. Menurut McCloud, cara membaca panel dalam sebuah komik adalah dari kiri ke kanan, atas ke bawah atau searah jarum jam. Gambar 1. Komponen Panel 2. Komponen Parit/ Gutter Parit ini merupakan istilah untuk menyebut ruang di antara panel. Ada tidaknya parit dalam sebuah komik bergantung pada kreativitas komikusnya. Namun, dengan adanya parit dalam sebuah komik dapat menjadikannya semacam ‘perekat’ panel cerita.
Gambar 2. Komponen Parit/Gutter 3. Komponen Balon Kata Kata atau tulisan menjadi bentuk dari pembicaraan atau narasi cerita yang sedang digambarkan dalam panel komik. Balon kata disebut juga dengan balon ucapan. Balon kata tersebut memiliki tiga bentuk yaitu balon ucapan, balon pikiran, dan captions. Gambar 3. Komponen Balon Kata a. Balon ucapan berisi ucapan atau dialog tokoh. Balon ucapan ini biasanya berbentuk bulatan tebal dengan ekor yang mengarah ke tokoh yang ‘seolah’ sedang mengucapkan dialog tersebut. Bentuk balon ucapan tidak harus selalu bulatan tebal tetapi disesuaikan dengan isi dialog tokohnya.
Gambar 4. Balon ucapan berisi ucapan atau dialog tokoh b. Balon pikiran Yakni berisi pikiran tokoh yang seolah disampaikan dalam batin saja dan tidak terucap. Bentuk balon pikiran biasanya berbentuk bulatan yang terputus-putus. Namun, ada juga komikus yang menggambar bentuk balon pikiran berupa latar belakang putih dengan dialog pikiran tokohnya saja. Perhatikan contoh berikut. Gambar 5. Balon Pikiran c. Kotak captions Yakni berisi mengenai penjelasan naratif non dialog yang biasaya berbentuk kotak. Penjelasan naratif tersebut diciptakan oleh komikus supaya pembaca lebih mengerti situasi dan kondisi yang terjadi dalam alur cerita tersebut. Perhatikan contoh berikut!
Gambar 6. Kotak caption 4. Komponen Ilustrasi atau Gambar Komponen ilustrasi ini menjadi komponen terpenting dalam komik, selain teks. Hal tersebut karena dari adanya aspek ilustrasi dapat mewujudkan komik menjadi tampak estetis bagi pembacanya. Bahkan beberapa komik justru hanya menampilkan ilustrasi dalam panelnya tanpa menyertakan teks sedikitpun karena pembaca sudah memahami alur ceritanya hanya melalui ilustrasi saja. Menurut McCloud terdapat dua jenis ilustrasi yaitu ilustrasi realis dan kartun. Ilustrasi realis menjadi gambaran yang dinilai paling mirip dengan manusia atau objek aslinya. Sementara ilustrasi kartun merujuk pada bentuk abstrak secara sederhana, sehingga dinilai makin jauh dari objek aslinya. Ilustrasi kartun dapat menjadi bentuk tanggapan lucu dalam citra visual. Penggunaan ilustrasi realis dan kartun dapat dipakai dalam sebuah komik bergantung kreativitas komikusnya. Setiap komikus memiliki gaya dan ciri khlas penggambaran ilustrasinya masing-masing, sehingga tidak ada tuntutan dalam pemenuhan komponen ini pada sebuah komik. 5. Komponen Tema Cerita Tema cerita menjadi salah satu kekuatan dasar dalam pembuatan komik selain komponen ilustrasi. Sebenarnya, masih terdapat tambahan komponen lain yaitu sudut pandang dan ukuran ilustrasi dalam panel. Sudut pandang tersebut mencakup bunyi huruf, splash, garis gerak, symbolia, dan kop komik.
C. Kegunaan Komik Pada zaman yang semakin canggih seperti sekarang ini, media komik dikatakan memiliki banyak kegunaan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Beragamnya tema cerita dalam sebuah komik yang beredar menjadi bentuk dalam menyikapi kehidupan sosial masyarakat. Bahkan saat ini banyak muncul komik dengan tema mistik atau spiritual. 1. Komik sebagai Bisnis Komik sejatinya tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata saja tetapi juga dapat menjadi lahan uang bagi komikus. Para komikus nyatanya dapat menghasilkan pundi-pundi uang melalui karya komiknya tersebut. Hal tersebut tentu dapat menjadi bukti nyata bahwa komik saat ini menjadi media yang menguntungkan bagi pihak seniman dan penerbit. Apalagi di zaman yang sudah maju teknologinya seperti sekarang ini, pembuatan komik menjadi lebih muda karena adanya alat-alat canggih dalam proses pewarnaan, penggambaran ilustrasi, pemasaran, dan lainnya. Selain itu, pemasaran komik saat ini juga dapat dilakukan melalui surat kabar, sosial media, dan lain-lain. Salah satu penerbit komik yang saat ini masih loyal dalam proses penerbitan komik adalah Gramedia. Gramedia cukup konsisten dan kontinyu dalam usaha menerbitkan komik. Komik-komik tersebut rata-rata hasil terjemahan sehingga dapat dinikmati oleh pembaca Indonesia dengan mudah. Contohnya adalah komik Detective Conan yang sampai sekarang masih setia diterbitkan oleh pihak Gramedia karena peminatnya yang tidak sedikit. 2. Komik sebagai Media Kampanye Sebelumnya, telah dikatakan bahwa pembaca komik rata-rata adalah anak muda berusia 15-25 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa anak usia 9-12 tahun juga menyukai komik apalagi dengan ilustrasi yang berwarna. Maka dari itu, muncullah media kampanye, contohnya mengenai dampak game online dengan bentuk komik bergambar, dengan sasaran pembacanya adalah anak-anak usia 9-12 tahun yang kecanduan game online.
Penggunaan komik sebagai media kampanye dinilai dapat berhasil karena dalam penyampaian pesan moral melalui cerita yang ringan dan menarik. Selain itu, kampanye dengan menggunakan komik juga dapat memberikan informasi yang berguna kepada para orang tua, tentunya dengan cara yang “santai” dan tidak terkesan menggurui. 3. Komik sebagai Media Pembelajaran Inovatif Komik menjadi bahan bacaan favorit semua kalangan termasuk anak usia sekolah. Oleh karena itu, komik tentu dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang inovatif bagi peserta didik. Media pembelajaran komik saat ini sudah banyak dikembangkan oleh para pendidik supaya peserta didiknya dapat memahami materi pembelajaran dengan mudah dan menyenangkan. Media pembelajaran komik dapat menciptakan suasana pembelajaran yang asyik sehingga peserta didik akan merasa termotivasi dalam memahami materi. Komik dengan komponen utamanya yaitu ilustrasi gambar memiliki nuansa visualisasi yang menarik dan terkesan tidak membosankan bagi peserta didik. Saat ini, sudah cukup banyak mata pelajaran di sekolah yang menggunakan komik sebagai media pembelajarannya seperti mata pelajaran IPA, Bahasa, Akutansi, bahkan Matematika. Inovasi penggunaan komik yang mulanya sebagai hiburan semata saja, sekarang dapat menjadi sebuah media pembelajaran yang menyenangkan untuk disimak bagi peserta didik. Minat baca anak muda terutama anak usia sekolah terhadap komik cukup tinggi. Mereka lebih menyukai membaca komik daripada buku pelajaran. Hal tersebut karena komponen-komponen yang termuat dalam sebuah komik disampaikan dengan cara yang menarik dan tidak membosankan. Banyak penelitian mengatakan bahwa komik telah berperan penting dalam sebuah pembelajaran di sekolah yaitu menciptakan minat belajar kepada peserta didik. 4. Komik sebagai Media Komunikasi Promosi Produk Sebelumnya telah disampaikan bahwa komik merupakan media yang cukup efektif dalam menyampaikan informasi atau pesan melalui adanya gambar, teks, dan alur cerita. Oleh sebab itu, penggunaan komik dapat dijadikan untuk media promosi suatu produk penjualan. Apalagi dengan turut mengandalkan sosial media sebagai “lahan” untuk berpromosi.
Promosi produk melalui sosial media akan lebih menarik apabila menggunakan bentuk komik dalam penyampaiannya. Melihat kembali ketertarikan masyarakat terhadap keberadaan komik maka dapat digunakanlah komik sebagai sarana promosi dengan alur cerita yang menarik tetapi tersirat promosi produk di dalamnya. Penggunaan komik sebagai sarana promosi produk harus dibuat dengan alur cerita yang mudah dimengerti dan menarik perhatian pembaca selaku konsumen. Walaupun wujud komik berupa benda diam tetapi isi dari komik tersebut dapat menyuguhkan cerita sekaligus promosi produk di dalamnya. Promosi produk yang menggunakan sarana komik ada yang memakai panel dan ada yang tidak, bergantung kreativitas. Promosi dengan menggunakan sarana komik ini apabila disebarluaskan melalui sosial media juga memiliki banyak keuntungan karena saat ini sosial media merupakan hal “wajib” bagi masyarakat. Beberapa di antaranya adalah Meta (Facebook), Twitter, Instagram, TikTok, Youtube, dan lain-lain. Kegiatan promosi melalui sosial media dikatakan mampu memengaruhi daya tarik pembaca selaku konsumen produk tersebut. 5. Komik sebagai Media Melestarikan Budaya Lokal Cerita rakyat merupakan salah satu dari bagian budaya yang mengikat masyaralat secara turun temurun. Cerita rakyat disebarkan melalui lisan sehingga dari zaman ke zaman, terdapat banyak versi dari cerita rakyat itu sendiri. Cerita rakyat di Nusantara banyak yang memberikan nilai moral kepada pembacanya. Namun, cerita rakyat saat ini justru dilupakan. Masyarakat lebih menyukai cerita yang terasa modern di era yang canggih ini. Padahal, cerita rakyat menjadi bentuk budaya yang wajib dilestarikan oleh generasi ke generasi. Oleh karena itu, penggunaan komik dapat dijadikan satu cara untuk melestarikan budaya lokal tersebut. Melalui komik dengan visualisasi ilustrasi yang menarik perhatian pembaca masyarakat. Apabila semakin banyak masyarakat yang membaca dan mengenal budaya lokal, maka generasi masa depan kelak tidak akan asing dengan keberadaan budaya lokal tersebut. Penggunaan komik sebagai media dalam usaha melestarikan budaya lokal memliki keunggulan berupa penggambaran tokoh secara estetik serta penggambaran latar suasana yang lebih dipahami. Apabila masyarakat membaca cerita rakyat hanya melalui teks saja belum tentu dapat menciptakan imajinasi yang sesuai.
Nyatanya, komik yang berisi cerita rakyat dapat diterima oleh masyarakat luas terutama penggemar komik. Strategi kreatif tersebut selain menguntungkan komikus juga menguntungkan budaya lokal untuk tetap disadari keberadaannya oleh masyarakat di era sekarang. D. Jenis Komik 1. Kartun Dalam komik jenis ini, hanya memuat tampilan berupa gambar, ilustrasi beserta balon katanya. Biasanya mengandung sindiran kepada suatu pihak atau humor komedi. Gambar 7. Kartun Komik 2. Comic-Strip Komik strip biasanya berisi penggalan-penggalan panel komik yang dibuat secara bersambung atau tidak langsung selesai. Gambar 8. Komik Strip
3. Comic Annual Sesuai namanya, komik jenis ini diterbitkan hanya dalam kurun waktu satu bulan atau bahkan satu tahun sekali saja. Gambar 9. Komik Annual 4. Web Comic Web Comic biasa kita temui melalui aplikasi pembaca komik online, seperti Line Webtoon, MangaToon, dan lain-lain. Komik jenis ini menggunakan sosial media sebagai media publikasinya dan diminati oleh banyak pengguna internet. Gambar 10. Komik Web
5. Comic Book Comic book adalah jenis komik yang dikemas dalam bentuk buku fisik. Komik ini biasa dijumpai di toko buku terdekat. Gambar 11. Komik Book E. Perkembangan Komik Masa Kini 1. Komik Digital Adanya teknologi yang makin canggih, pada awal tahun 2010, penggemar komik fisik perlahan beralih ke komik digital. Hal tersebut didukung dengan adanya komik berjudul Si Juki yang muncul di blog atau beberapa sosial media. Selanjutnya, mulai muncul platform khusus yang menyediakan komik digital seperti Webtoon, Ciayo Comics, bahkan sosial media seperti Instagram juga sering menyediakan komik digital yang diunggah langsung melalui akun komikusnya. Komik digital ini memiliki keunggulan berupa dapat diakses melalui gawai masing-masing, sehingga penikmat komik tidak perlu menuju toko buku untuk membeli komik fisik. Bahkan komik digital sekarang sudah diciptakan secara canggih dengan programming sehingga terdapat suara dan gerakan dari komik tersebut. Salah satu pelopor komik digital di Indonesia adalah Nurfadli Mursyid, selaku komikus Tahilalats. Komik digital Tahilalats hingga sekarang masih digemari oleh banyak orang dan “terbit” melalui akun sosial media Instagram dan Twitter. Sama seperti kegunaan komik yang telah dijelaskan sebelumnya yaitu sebagai sarana promosi produk, komik digital Tahilalats juga sering digunakan sebagai “lahan” promosi. Namun, hal itu tidak serta-merta membuat komik fisik tidak laku begitu saja. Para penikmat komik atau kolektor justru masih menyukai keberadaan komik fisik karena bagi mereka, dengan membaca komik fisik dapat meningkatkan pengalaman
nostalgia. Jadi, keberadaan komik digital dan komik fisik seimbang penggunaannya dalam perkembangan industri komik ini. 1. Genre Action Genre action atau aksi yang termuat dalam komik biasanya menggambarkan tingkat aksi yang intens antara tokohnya. Dalam komik bergenre action ini, adegan pertempuran atau perkelahian tokohnya lebih banyak dimunculkan daripada balon katanya. Contohnya komik One Piece, Naruto Shippuden, Bleach, dan lain-lain. Gambar 12. Action Komik 2. Genre Adventure Genre adventure atau petualangan menjadi genre favorit penikmat komik. Dalam genre ini, tokoh diceritakan bepergian ke berbagai tempat untuk sebuah tujuan atau misi tertentu. Contoh komik yang bergenre ini adalah One Piece, Dragon Ball, dan lainlain. Gambar 13. Komik Adventure
3. Genre Fantasy Dalam komik genre fantasi, penggambaran suasana dan tokoh keseluruhannya berkaitan dengan dunia fantasi. Adanya alur cerita yang magis dan latar tempatnya yang terlihat seolah tidak ada di dunia nyata. Contoh komik bergenre fantasi ini adalah Sailor Moon, Yugi-Oh, dan lain-lain. Gambar 14. Komik Fantasy 4. Genre Mystery Dalam komik bergenre ini, biasanya sang komikus menggambarkan suasana yang misteri dan mengajak pembaca untuk memecahkan teka-teki mengenai peristiwa dalam komik tersebut. Contoh komik bergenre ini adalah Detective Conan, Detective Kindaichi, dan lain-lain. Gambar 15. Komik Mystery 5. Genre Comedy Komik dengan genre komedi ini dapat menjadi pilihanmu apabila kamu sedang merasa ingin tertawa atau lelah dengan tugas. Tingkah laku atau ucapan tokoh yang
digambarkan komikus dalam komik genre ini memiliki efek komedi. Contohnya adalah komik Kobo-Chan, Crayon Shinchan, dan lain-lain. Gambar 11. Komik Comedy F. Konsep Menggambar Komik Menggambar komik tidak hanya menuntut kemampuan menggambar yang baik saja, akan tetapi membutuhkan keterampilan membangun karakter, tokoh dan runtutan peristiwa dari suatu kisah. Kemampuan untuk menyelaraskan pesan lewat gambar dan tertulis juga menjadi kemampuan yang harus diasah untuk menciptakan komik yang baik. Gambar harus sesuai dengan tulisan, begitu juga sebaliknya, tulisan harus mampu memberikan konteks yang tepat bagi gambar. Tanpa keselarasan, keduanya tidak akan saling membantu untuk menceritakan kisah atau pesan yang ingin disampaikan dengan baik dan jelas. Gambar dan tulisan yang tidak selaras justru malah akan mengaburkan cerita yang ingin dikisahkan. Maka dari itu, hampir dapat dikatakan bahwa menggambar komik memiliki syarat khusus yang harus diikuti. Berikut akan disampaikan mengenai “syarat” memnggambar komik tersebut.
G. Syarat Menggambar Komi 1. Menentukan Topik dan Tujuan Topik adalah hal utama yang harus ditentukan dalam menggambar komik. Agar semua yang berhubungan dengan teknis komik dapat ditentukan juga dari awal. Imaji atau pencitraan yang tercipta melalui komik harus sesuai dengan topiknya. Tujuan komik juga penting untuk ditentukan. Misalnya, apakah komik bertuuan menyampaikan suatu pesan tertentu, atau hanya berupa hiburan saja. Komik adalah media yang tidak hanya dapat digunakan untuk menghasilkan hiburan semata. Bisa saja kita menggunakan media yang powerful ini untuk menyampaikan tata-cara teknis tertentu. Misalnya komik ditujukan untuk menunjukkan bagaimana teknis pelaksanaan upacara yang baik, cara mencuci tangan yang bersih, petunjuk untuk melakukan sesuatu, dan sebagainya. Melalui tema, topik, dan tujuan yang telah ditentukan, kita juga dapat mulai menentukan tokoh dan karakter yang akan dibuat. Fungsi tema di dalam menggambar komik adalah untuk menjadi acuan bentuk visualisasi dan kata yang cocok untuk memperkuat gambar visual terhadap pesan atau cerita komik. Misalnya, ketika kita tau bahwa tema komik adalah tema relijius, maka kita harus menciptakan berbagai tokoh dan gaya gambar yang relijius pula. Selanjutnya, kita dapat menentukan watak dan peran tokoh atau karakter yang akan kita tampilkan dalam komik. Ya, fungsi penentuan karakter dan tokoh merupakan hal penting dalam menggambar komik, karena tokoh atau karakterlah yang berperan menjadi aktor dalam cerita. Mereka memegang peranan utama dalam menceritakan suatu kisah atau pesan yang ingin disampaikan dalam suatu komik. Oleh karena itu, terdapat pula hal-hal yang diperhatikan saat menggambar tokoh, yaitu: 1. keselarasan anggota tubuh, 2. perspektif yang tepat, dan 3. sisi menarik dari tokoh tersebut (karakter kuat). Menggambar komik juga dapat diibaratkan sama seperti menulis cerpen, namun kita tidak hanya bercerita melalui kata, namun melalui aspek visual (gambar) juga. Komik bahkan dapat dibuat berdasarkan cerita yang sudah ada, misalnya berbagai
cerita rakyat yang sudah ada seperti Timun Mas, Malin Kundang, hingga ke Cinderella dan kisah terkenal lainnya. Proses tersebut biasanya disebut dengan proses transformasi (mengubah cerpen/sastra menjadi komik). 2. Membuat Kalimat Singkat dan Mudah Diingat Komik harus dibuat dengan kalimat yang singkat dan mudah diingat. Mengapa? karena teks yang dapat disematkan dalam komik terhitung cukup terbatas. Hal itu berkaitan dengan kenyataan bahwa gambar akan jauh lebih mendominasi jumlahnya dalam sebuah komik. Untuk itu, pilihlah kata yang singkat namun cukup jelas. Selain itu berbagai dialog yang terdapat pada komik haruslah mudah diingat. Buatlah kalimat yang berkesan dan sesuai dengan gambar pendukungnya. Sehingga pesan atau kisah yang disampaikan komik dapat dengan mudah dicerna dan dapat diingat dengan baik oleh pembaca. 3. Menggunakan Gambar Menggunakan gambar di sini maksudnya bukan hanya sekedar gambar biasa saja. Gambar dalam komik bukan menjadi support atau penunjang jalan cerita yang ingin dikisahkan saja. Di dalam komik, gambar tidak hanya berupa ilustrasi untuk menunjang cerita, namun harus menjadi suatu kesatuan dengan teks yang ada. Gambar juga bahkan harus seakan dapat menghasilkan bunyi menggunakan tulisan sebagai penunjangnya. a. Teknik Menggambar Komik Menggambar komik membutuhkan kepiawaian dari beberapa teknik menggambar. Ketangkasan teknik menggambar tersebut antara lain menggambar model dan menggambar suasana. Mengapa? karena komik akan menampilkan kedua jenis gambar tersebut, baik secara bersamaan maupun berseri atau runtut. Gambar model digunakan untuk menggambar tokoh yang ada dalam komik dengan detail. Sementara gambar suasana digunakan untuk membangun suasana dalam cerita komik. Jika keduanya digabungkan, secara tidak langsung kita akan membuat
gambar ilustrasi yang dapat digunakan untuk membuat suatu adegan atau peristiwa dalam cerita komik. b. Bahan dan Alat Menggambar Komik Kebutuhan bahan dan alat gambar komik hampir sama seperti peralatan menggambar pada umumnya. Hanya saja ada beberapa alat khusus yang dapat membantu proses pembuatan komik secara manual. Perlu diketahui bahwa meskipun kebanyakan hari ini komik diolah secara digital menggunakan perangkat komputer grafis, namun cara manual tetap digunakan. Apalagi pada berbagai komik karya agung yang mendunia. Kombinasi teknik manual dan digital masih memberikan hasil yang jauh lebih maksimal daripada menggunakan salah satunya saja. Berikut adalah beberapa bahan dan alat yang dapat digunakan untuk menggambar komik. 1. Kertas Gambar Sudah dapat ditebak bahwa menggambar pasti membutuhkan media datar penampung gambar seperti kertas. Dalam menggambar komik, akan lebih mudah bila kita telah menyediakan kertas yang berukuran sesuai dengan ukuran kertas komik yang akan dicetak nantinya. 2. Pensil Gambar Pensil masih menjadi alat utama menggambar disini. Shading tidak harus terlalu mendetail ketika menggambar masih menggunakan kertas. Pensil disini digunakan hanya untuk membuat sketsa atau outline. Komik biasanya akan dipertebal oleh pena atau drawing pen nantinya. Komik cenderung menggunakan alat yang dapat digunakan menggambar secara freehand tanpa kuas. 3. Alat Pewarna Biasanya komikus professional menggunakan cat khusus yang tingkat saturasinya kuat. Karena komik cenderung membutuhkan warna murni yang pekat dan cerah. Media warna yang dapat digunakan meliputi: pensil warna, cat
poster, crayon, dsb. Alat pewarna bisa jadi tidak diperlukan jika pewarnaan akan dilakukan pada aplikasi komputer grafis. 4. Pena Pena biasanya lebih dipilih untuk menggambar garis luar (outline) komik. Mengapa demikian? karena dengan menggunakan pena untuk menggambar garis, kita dapat mengatur ketebalan garis dengan lebih mudah dan efisien. Bahkan, terdapat pena yang dirancang khusus untuk menggambar outline komik. Para Mangaka (pencipta komik manga ala Jepang) juga menggunakan pena ini. Pulpen lainnya juga dapat digunakan, terutama pulen yang dapat mencapai tingkat kehitaman yang sangat pekat dan memiliki banyak ukuran mata pulpen yang berbeda (dari kecil hingga besar). C.Langkah-langkah Menggambar komik Terdapat beberapa langkah-langkah yang dapat kita ikuti untuk menggambar komik. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut. 1. Tentukan tema komik 2. Tentukan Isi atau jalan cerita 3. Kembangkan tokoh-tokoh, baik secara teks (sifat tertulis) maupun gambar karakter 4. Siapkan latar belakang cerita, dengan beberapa sampel visual wujud nyata gambar latar 5. Buat alur cerita komik jika diperlukan 6. Siapkan naskah berupa storyboard visual 7. Mulai garap komik, adegan demi adegan sesuai dengan storyboard dan semua hal yang telah dipersiapkan (improvisasi sangatlah diperbolehkan). Sebagai catatan, langkah-langkah tersebut hanya berlaku ketika kita benarbenar tidak tahu harus melakukan apa dari awal. Bisa jadi seorang komikus professional justru memulainya dari tokoh atau jalan cerita yang telah ia miliki, kemudian tema terbentuk dengan sendirinya, dsb.
D. Struktur Komik Komik adalah produk multidisiplin yang setidaknya melibatkan sastra dan seni rupa. Maka dari itu, sebagai pertanggungjawaban wujud formal, struktur komik juga terbagi menjadi dua, yaitu: unsur teks cerita dan unsur visual. Berikut ini adalah pemaparannya. unsur Visual Komik 1. Ilustrasi, Komik adalah sederetan gambar yang terangkai membentuk suatu alur peristiwa atau cerita. Masing-masing gambar atau secara berantai gambar-gambar tersebut membentuk suatu ilustrasi yang dapat menggambarkan suatu peristiwa atau cerita. 2. Layout, Layout atau tata letak adalah bagaimana pengaturan panel (frame) antar gambar disusun. Bagaimana panel antar gambar saling berhubungan, pengaturan besarkecilnya panel yang memuat ilustrasi, dsb. 3. Sudut Pandang Kamera, Angle “kamera” yang berbeda dari setiap gambar komik akan memberikan dampak yang berbeda pula. Biasanya sudut pandang kamera dimainkan untuk mendapatkan efek dramatis tertentu, dsb. 4. Psikologi, Setiap tokoh, jalan cerita dan pembentukan suasana yang ada di komik akan memberikan dampak psikologi yang berbeda. Komik seperti budaya populer lainnya banyak memainkan psikologi kita melalui gambar. Gambar dibuat meliuk-liuk untuk membuat kita tertawa. Di sisi lain gambar akan dibuat lebih gelap dan tegas untuk memberikan efek dramatis. 5. Unsur Bunyi, Komik menghadirkan teks dengan tipografi dan typeface sedemikian rupa mampu menghadirkan unsur bunyi, meskipun tidak ada media suara asli yang dilibatkan, seperti: Bang! Gubrak! Woosh!
Unsur Cerita 1. Tema, Merupakan inti pokok gagasan dari keseluruhan pesan atau cerita 2. Tokoh dan Penokohan, Tokoh adalah pelaku cerita dengan sifat dan peranannya masing-masing, seperti tokoh utama (protagonis) atau tokoh antagonis yang memiliki konflik dengan protagonis. 3. Alur atau Plot, Bagaimana rangkaian peristiwa yang terjadi saling berhubungan. Misalnya plot dimulai dengan pengenalan cerita, kemudian muncul awal konflik, terjadi konflik, hingga konflik terus memanas menjadi klimaks dan diakhiri oleh penyelesaian konflik/ending. 4. Latar, Latar adalah tempat, waktu, dan lingkungan serta keadaan sosial dan tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam komik. 5. Sudut Pandang, Cara menyampaikan cerita seperti sudut pandang pertama (Aku) dan sudut pandang ketiga (Dia, mereka). EVALUASI 1. Carilah sebuah Karya Seni Rupa Poster dan Komik dari Buku dan internet kemudian cobalah teliti dan amati 2. Cobalah mempraktikkan karya seni rupa yang sudah diamati tersebut dengan berkelompok 3. Cobalah membuat Poster dan Komik dengan kreatifitas menjadi karya yang baru
SENI MUSIK TEKNIK DAN GAYA BERNYANYI LAGU DAERAH Menyanyi adalah salah satu aktivitas seni yang sering dilakukan oleh manusia. Melalui aktivitas bernyanyi, manusia dapat mengungkapkan perasaan melalui nada dan irama serta kata-kata. Ada yang menyanyi dilakukan secara unisono tetapi ada juga yang dilakukan dengan membentuk vokal grup. Jenis musik yang dilantunkan pun bermacam-macam, mulai dari lagu modern hingga lagu daerah yang hingga kini masih tetap bertahan. Ya, bernyanyi merupakan hal yang telah dilakukan manusia dari sejak dulu. Musik dan lagu adalah bagian dari masyarakat yang tidak pernah lepas dari kesehariannya. Hal itu dibuktikan dengan beragamnya lagu dan masuk daerah di Indonesia. Setiap daerah di Indonesia memiliki lagu dan musik adat yang hingga kini masih dinyanyikan. Gaya dan teknik yang digunakan pun amat beragam. Pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari berbagai gaya, teknik, fungsi, dan berbagai konsep lainnya dari lagu daerah atau musik tradisi. Dimulai dari kedudukan dan fungsi musik dalam tradisi masyarakat Indonesia terlebih dahulu. Teknik dan gaya menyanyikan lagu daerah dapat menambah wawasan kamu terkait dengan praktik bernyanyi secara lebih luas. Di Indonesia sendiri, setiap daerah mempunyai gaya menyanyinya masing-masing.
Hal tersebut dikarenakan lagu daerah berasal dari nilai kebudayaan di wilayah asalnya yang dikenal secara turun-temurun. Di samping itu, penggunaan bahasa juga memengaruhi gaya menyanyikannya. Selain gaya bahasa, teknik bernyanyi juga mengambil peran penting dalam berlatih tarik suara dengan benar. Kamu perlu memahami tentang notasi dasar lagu, irama dan tempo yang digunakan pada lagu daerah tersebut. 1. Teknik Menyanyikan Lagu Daerah A. Artikulasi Artikulasi adalah cara pengucapan kata atau lirik lagu. Penyanyi perlu melafalkan lirik lagu secara jelas, mulai dari artikulasi huruf hidup, huruf mati serta diftong atau bunyi rangkap. B. Intonasi Intonasi merupakan tinggi rendahnya nada yang harus dijangkau dengan tepat. C. Teknik Pernapasan Teknik bernapas sangat diperlukan saat bernyanyi. Dengan mengatur napas, intonasi menjadi lebih tepat untuk dijangkau. Disamping itu, artikulasi atau pelafalannya juga menjadi lebih jelas. D. Frasering atau Pemenggalan Kalimat Frasering merupakan teknik menyanyikan lagu dengan memenggal kalimatnya menjadi lebih pendek, tanpa menghilangkan makna atau pesannya.
2.Gaya Menyanyikan Lagu Daerah Salah satu hal yang paling menarik dari musik tradisi adalah bagaimana dengan berbagai keterbatasannya seorang penyanyi musik tradisi dapat menampilkan penampilan terbaiknya. Maksudnya, coba lihat bagaimana penyanyi musik tradisi berpakaian ketat bahkan memakai stagen, bernyanyi dengan posisi bersimpuh, tetapi suaranya terdengar merdu dan menarik. Sementara itu masyarakat dan suku bangsa asli Papua menari sekaligus bernyanyi dan bermain Tifa yaitu alat musik pukul dengan sumber bunyi membran (alat musik gendang masyarakat Papua) dalam kelompok. Stamina mereka tetap terjaga, karena kondisi fisik mereka sudah terlaltih sedari kecil. Selain itu, mereka juga banyak memakan ulat sagu yang kaya akan protein. Lalu bagaimana dengan teknik dan gaya bernyanyi mustik tradisi daerah lain? Apakah teknik bernyanyi musik tradisi di masyarakat Sunda, Jawa, dan Bali berbeda? Jawaban singkatnya, ya, berbeda. Musik vokal dalam musik tradisi di Indonesia memang sangat beragam. Sebagai contoh lainnya, pada masyarakat Sunda di wilayah Cianjur dikenal dengan sebutan mamaos atau mamaca. Mamaos adalah tembang yang telah lama dikenal jauh sebelum Indonesia merdeka. Pada awalnya mamaos dinyanyikan kalangan kaum laki-laki. Namun, selanjutnya mamaos juga dinyanyikan oleh kaum perempuan. Banyak kalangan perempuan yang terkenal dalam menyanyikan mamaos, seperti Rd. Siti Sarah, Rd. Anah Ruhanah, Ibu Imong, Ibu O’oh, Ibu Resna, dan Nyi Mas Saodah. Pada akhirnya, setiap suku di Indonesia memiliki lagu-lagu daerah. Lagulagu ini menggunakan bahasa daerah setempat. Gaya bernyanyi lagu daerah juga berbeda-beda. Setiap lagu-lagu daerah biasanya diiringi dengan seperangkat alat musik daerah yang sering disebut dengan karawitan. Istilah karawitan untuk menunjuk pada seperangkat alat musik tradisional secara lengkap. Jangankan perbedaan wilayah atau adat, komposisi karawitan saja dapat mengembangkan perbedaan-perbedaan dari sebuah wilayah dengan wilayah lainnya sepanjang waktu. Inilah yang menyebabkan munculnya gaya yang berbeda-beda. Gaya musikal adalah ciri khas atau karakteristik musikal yang dihasilkan dari beberapa kondisi. Berikut adalah beberapa faktor yang memengaruhi perbedaan teknik dan gaya bernyanyi dalam musik tradisi.
1. Gaya Lokal Gaya lokal adalah karakteristik cara menyanyikan lagu daerah yang berbeda dengan daerah lainnya. Contohnya adalah bagaimana para sinden di Jawa Barat memiliki gaya khas yang berbeda dengan gaya menyanyi di pulai lain di Indonesia. Pada isu globalisasi, gaya lokal juga disebut sebagai entitas local genius. 2. Gaya Individual Gaya individual adalah tipologi karakteristik seorang tokoh pencipta lagu-lagu yang membedakannya dengan pencipta lagu lainnya. Setiap pencipta lagu atau penyanyi akan memiliki gaya yang berbeda, bahkan meskipun di daerah yang sama. 3. Gaya Periodikal Gaya periodikal adalah tipologi karakteristik zaman tertentu yang menghasilkan gaya musikal tertentu. Misalnya gaya dalam bentuk musikal, adalah tipologi karakteristik yang dapat dibedakan dari berbagai bentuk karya musikal yang ada, misalnya pada berbagai karya musik Betawi. Musik Betawi di antaranya dalam gambang kromong lagu sayur, dengan lagu phobin, atau dalam kroncong tugu antara kroncong asli, langgam, dan stambul. Dalam karawitan Betawi gaya atau musical style dikenal dengan istilah Liaw. Pertunjukan atau pagelaran lagu-lagu daerah tentunya akan dibawakan oleh seorang penyanyi. Penyanyi lagu daerah yang diiringi musik Tradisional di Jawa disebut dengan Sinden, demikian juga di Sunda dan juga Bali. Sementara itu, di daerah Sumatra Utara penyanyi lagu daerah sering disebut dengan Perkolong-kolong. Di Kalimantan disebut dengan Madihin yaitu menyanyikan pantun-pantun dengan diiringi tabuhan gendang. Setiap daerah memiliki nama tersendiri bagi seorang penyanyi yang diiringi dengan orkestrasi musik tradisional. Bernyanyi Lagu Daerah secara Unisono Banyak masyarakat dari beberapa suku di Indonesia yang hanya terbiasa bernyanyi dalam satu suara, yaitu sesuai dengan melodi pokoknya saja. Meskipun begitu, beberapa lagu daerah juga ada yang dilakukan secara
berkelompok. Madihin misalnya yang menyanyikan pantun seorang diri sekaligus sebagai pemusiknya. Sinden dapat dilakukan secara berkelompok tetapi dapat juga dilakukan seorang diri. Menyanyi secara unisono membutuhkan kerja sama antara anggota kelompok karena jika berbeda sendiri suaranya akan terdengar kurang harmonis dan tidak bagus. Menyanyi pada masyarakat sering dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Terdapat lagu-lagu yang dinyanyikan pada saat upacara tertentu seperti pernikahan, kelahiran, kematian, atau permainan. Ada pula lagu-lagu yang berisi nasihat atau sanjungan terhadap makhluk sesama. Ibu-ibu di daerah masih sering menyanyikan lagu nasihat saat menidurkan anaknya. Demikian juga anak-anak dan remaja masih sering menyanyi sambil melakukan permainan. Hal ini membuktikan bahwa menyanyi secara unisono baik secara perseorangan maupun berkelompok sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Berikut adalah beberapa lagu daerah yang dapat digunakan untuk berlatih secara unisiono maupun secara berkelompok.
EVALUASI a. Carilah video bernyanyi dengan menggunakan teknik bernyanyi lagu tradisional dengan Unisono dan teknik duo dan trio b. Cobalah amati dan analisis apa saja perdedaan yang kalian dapatkan dalam video bernyanyi tradisional tersebut c. Cobalah mempraktikan bernyanyi secara Unisono yang kalian amati lewat video dengan teknik dan gaya d. Cobalah buat video bernyanyi secara Unisono dengan perorangan atau dengan kelompok
MEMAINKAN ALAT MUSIK TRADISIONAL A. Pengertiaan musik Tradisional Alat musik tradisional adalah alat musik yang berkembang secara turun menurun pada suatu daerah. Alat musik tersebut biasanya digunakan untuk mengiringi sebuah musik-musik yang terdapat di kalangan masyarakat daerah tersebut. Setiap suku bangsa yang ada di Indonesia memiiiki alat musik khas daerah yang berbeda-beda. Biasanya disebut alat musik tradisionai, yaitu alat musik yang diciptakan dan berkembang atas suatu daerah setempat. Seperti halnya jenis alat musik lainnya, secara garis besar, alat musik tradisional dikelompokkan dalam beberapa kategori, yaitu alat musik petik, tiup, gesek, pukul, tepuk, dan goyang. Masing-masing alat musik tradisional dari tiap daerah mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Seiring dengan perkembangan zaman, musik tradisional juga ikut berkembang atau dikolaborasikan dengan jenis musik modern atau yang saat ini sedang berkembang. Perpaduan indah tersebut tentunya patut untuk diparesiasi. Walau zaman sudah berkembang, alat musik tradisional juga ikut berkembang dan tak hilang oleh zaman. B. Contoh Alat-alat Musik Tradisional di Indonesia 1. Angklung merupakan alat musik dari bambu yang berasal dari daerah Jawa Barat.
2. Alosu merupakan alat musik yang berupa kotak anyaman daun kelapa yang berisi biji-bijian yang berasal dari daerah Sulawesi Selatan. 3. Aramba merupakan alat musik yang mirip seperti bende, yang berasal dari daerah Pulau Nias, Sumatra Utara. 4. Arumba merupakan alat musik yang terbuat dari bambu yang berasal dari daerah Jawa Barat. 5. Atowo merupakan alat musik yang mirip seperti genderang yang berasal dari daerah Papua.
6. Basa-Basi merupakan alat musik yang bentuknya seperti terompet dan terbuat dari bambu yang berasal dari daerah Sulawesi Selatan. 7. Babun merupakan alat musik yang mirip seperti kendang yang berasal dari daerah Provinsi Kalimantan Selatan. 8. Calung merupakan alat musik yang terbuat dari bambu yang berasal dari daerah Jawa Barat. 9. Cungklik merupakan alat musik yang seperti kulitang yang terbuat dari kayu yang berasal dari daerah Lombok (NTB).