1 MODUL AJAR 1.1 dan 1.2 KONSENTRASI KEAHLIAN BISNIS RITEL ELEMEN : EKONOMI BISNIS DAN ADMINSTRASI UMUM FASE F \ DISUSUN OLEH : ERLY SUMAWATI, SE., MM KURIKULUM MERDEKA
2 MODUL AJAR EKONOMI BISNIS DAN ADMINISTRASI UMUM I. Informasi Umum Nama Penyusun Erly Sumawati, SE., MM Nama Sekolah SMK Negeri 2 Mataram Fase / Kelas F / XI-XII Elemen Ekonomi Bisnis dan Administrasi Umum Capaian Pembelajaran Pada akhir fase F, peserta didik mampu mengembangkan bisnis ritel secara mandiri. Peserta didik akan mampu menerapkan ekonomi bisnis dan administrasi umum, menganalisis marketing, melakukan customer service, melakukan komunikasi bisnis, menganalisis pengelolaan bisnis ritel, mengevaluasi strategi marketing visual merchandising, melakukan pengemasan dan pendistribusian produk, dan membuat administrasi transaksi. Kompetensi Awal Kemampuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul ini Peserta didik sudah memiliki kemampuan dasar tentang materi ekonomi Keterampilan Prasyarat a. Keterampilan belajar daring. b. Pengetahuan mengenai ekonomi dan bisnis c. Pengetahuan mengenai teknologi dan internet c. Kesepakatan bersama kelas yang dibuat sebelum pembelajaran dimulai Alokasi waktu 108 JP Jumlah Pertemuan (JP) 18 x 6 JP Profil Pelajar Pancasila • Beriman dan bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berahlak mulia • Mandiri • Bernalar kritis • Kreatif Sarana dan Prasarana • Komputer • Internet • LCD Proyektor/ PapanTulis Target Peserta Didik Peserta didik regular Model Pembelajaran Problem Base Learning II. Komponen Inti Tujuan Pembelajaran 1.1.Memahami konsep dan ruang lingkup ilmu ekonomi dan mengevaluasi masalah-masalah ekonomi 1.2 Memahami model dan pelaku kegiatan ekonomi Pemahaman Bermakna Hasil yang diperoleh pada elemen ini Peserta didik memahami konsep ekonomi bisnis dan administrasi umum menerapkan ilmu ekonomi dan administrasi umum dalam kegiatan bisnis dan usaha Indikator keberhasilan: 1. Peserta didik mampu mengidentifikasi permasalahan ekonomi yang terjadi di masyarakat saat ini 2. Peserta didik mampu menganalisis penyebab permasalahan ekonomi dan mencari solusi permasalahan
3 3. Peserta didik mampu memahami model dan pelaku kegiatan ekonomi 4. Peserta didik mampu menunjukan profil pelajar pancasila (untuk komponen Gotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis) Pertanyaan Pemantik Pertemuan 1 • Apakah anda merasakaan fenomena barang kebutuhan mengalami kelangkaan dan kenaikan harga • Apakah saat ini masyarakat mengalami kesulitan ekonomi • Menurut anda apa permasalahan ekonomi saat ini Pertemuan 2 • Apakah apakah kegiatan ekonomi itu • Siapakah pelaku kegiatan ekonomi itu • Mengapa muncul permintaan dan penawaran Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke satu Kegiatan Pendahuluan • Peserta didik dan Guru berdo’a Bersama mengawali kegiatan pembelajaran . • Pesrta didik dan Guru mempersiapkan diri secara psikis dan fisik, lingkungan belajar untuk siap mengikuti proses pembelajaran • Guru melakukan apersepsi/ mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang sudah dipelajari dan terkait dengan materi yang akan dipelajari yaitu ekonomi bisnis dan administrasi umum • Guru mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari, peserta didik menanggapi stimulus yang diberikan oleh guru • Peserta didik menyimak penyampaian cakupan materi dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai, ruang lingkup dan teknik penilain yang akan digunakan 15 menit Kegiatan Inti • Peserta didik mengamati video tentang fenomena permasalahan ekonomi saat ini • Peserta didik memberikan tanggapan hasil pengamatan tentang permasalahan ekonomi • Siswa menalar tentang fenomena permasalahan ekonomi saat ini • Guru memberikan permasalahan yang terdapat dalam LK Ketrampilan tentang permasalahan ekonomi • Guru membagi siswa kedalam kelompok (setiap kelompok terdiri dari 5 orang) • Dengan cara berkelompok siswa berdiskusi mengenai permasalahan ekonomi • Siswa berdiskusi antar teman sekelompoknya sesuai dengan materi dalam pembelajaran., guru sebagai fasilitator mengamati kerja setiap kelompok secara bergantian dan memberikan bantuan secukupnya jika diperlukan. Guru sebagai fasilitator mengingatkan setiap peserta didik supaya menerapkan keterampilan kooperatif dalam kerja kelompok, selalu menghargai pendapat orang lain, dan memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk menemukan ide kelompoknya sendiri dan menjawab pertanyaan siswa jika merupakan pertanyaan kelompok. 235 menit
4 • Salah satu kelompok diskusi (tidak harus yang terbaik) diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya ke depan kelas. Sementara kelompok lain, menanggapi dan menyempurnakan apa yang dipresentasikan • Guru mengumpulkan semua hasil diskusi tiap kelompok Kegiatan Penutup • Salah satu peserta didik diminta memberikan kesimpulan tentang materi pada pertemuan ini • Guru mengajak peserta didik untuk merefleksi pembelajaran hari ini • Guru menyampaikan pokok materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya • Guru memberikan tugas mandiri kepada peserta didik 20 menit Pertemuan ke dua Kegiatan Pendahuluan • Peserta didik dan Guru berdo’a Bersama mengawali kegiatan pembelajaran . • Pesrta didik dan Guru mempersiapkan diri secara psikis dan fisik, lingkungan belajar untuk siap mengikuti proses pembelajaran • Guru melakukan apersepsi/ mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang sudah dipelajari dan terkait dengan materi yang akan dipelajari yaitu ekonomi bisnis dan administrasi umum • Guru mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari, peserta didik menanggapi stimulus yang diberikan oleh guru • Peserta didik menyimak penyampaian cakupan materi dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai, ruang lingkup dan teknik penilain yang akan digunakan 15 menit Kegiatan Inti • Peserta didik mengamati video tentang kegiatan ekonomi • Peserta didik memberikan tanggapan dari hasil pengamatan tentang kegiatan ekonomi • Siswa menalar tentang kegiatan ekonomi • Guru memberikan permasalahan yang terdapat dalam LK Ketrampilan tentang kegiatan ekonomi • Guru membagi siswa ke dalam kelompok ( setiap kelompok terdiri dari 5 orang) • Dengan cara berkelompok siswa berdiskusi mengenai kegiatan ekonomi • Peserta didik berdiskusi antar teman sekelompoknya sesuai dengan materi dalam pembelajaran., guru sebagai fasilitator mengamati kerja setiap kelompok secara bergantian dan memberikan bantuan secukupnya jika diperlukan. Guru sebagai fasilitator mengingatkan setiap peserta didik supaya menerapkan keterampilan kooperatif dalam kerja kelompok, selalu menghargai pendapat orang lain, dan memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk menemukan ide kelompoknya sendiri dan menjawab pertanyaan siswa jika merupakan pertanyaan kelompok. • Salah satu kelompok diskusi (tidak harus yang terbaik) diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya ke depan kelas. Sementara kelompok lain, menanggapi dan menyempurnakan apa yang dipresentasikan • Guru mengumpulkan semua hasil diskusi tiap kelompok 235 menit Kegiatan Penutup 20 menit
5 • Salah satu peserta didik diminta memberikan kesimpulan tentang materi pada pertemuan ini • Guru mengajak peserta didik untuk merefleksi pembelajaran hari ini • Guru menyampaikan pokok materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya • Guru memberikan tugas mandiri kepada peserta didik Asesmen • Sikap : Profil Pelajar Pancasila • Pengetahuan : Asesmen Kognitif • Keterampilan : Penugasan Praktik Pengayaan dan Remedial Pengayaan Bila mendapat nilai lebih atau sama dengan 75 Remedial Bila mendapat nilai kurang dari 75 Refleksi guru Terlampir Refleksi untuk peserta didik Terlampir II. Lampiran Lembar kerja Peserta didik Terlampir Bahan Bacaan Peserta didik dan Guru Buku Ekonomi Bisnis, Modul Ekonomi Bisnis Daftar Pustaka Teti Heryati, M.Pd dkk. 2017. Ekonomi Bisnis SMK/MAK kelas X. Bandung. HUP Dwi Yuli Widyayanti, M.Pd. 2019. EKonomi Bisnis SMK/MAK kelas X. Malang. PT.KuantumBuku Sejahtera https://www.zenius.net/blog/apa-masalah-ekonomi-dan-kenapaterjadi http://repositori.kemdikbud.go.id/19922/1/Kelas%20X_Ekonomi_KD
6 REFLEKSI UNTUK GURU NO PERTANYAAN JAWABAN 1. Apakah pembelajaran ini berhasil 2. Apakah metode yang digunakan sesuai dengan karakteristik peserta didik 3. Apakah materi tersampaikan dengan baik kepada peserta didik 4. Apakah kesulitan yang dialami guru dalam menyampaikan materi 5. Apa langkah yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi kesulitan tersebut REFLEKSI PEMBELAJARAN SISWA NO PERTANYAAN JAWABAN 1. Apakah pembelajaran ini menyenangkan 2. Apakah anda memahami materi ini 3. Apakah terdapat kesulitan dalam memahami materi ini 4. Apa yang anda lakukan untuk mengatsi kesulitan tersebut ASESMEN SIKAP : Jurnal Observasi Profil Pelajar Pancasila JURNAL OBSERVASI SIKAP No Nama Siswa Penilaian Dimensi Bergotong Royong Mandiri Bernalar Kritis Kreatif 1 2 3 Rubrik Penilaian Sikap : Profil Pelajar Pancasila Dimensi Belum Berkembang < 30% Mulai Berkembang 30% - <60% Berkembang Sesuai Harapan 60% - <90% Sangat Berkembang >90% Bergotong Royong Peserta didik belum sepenuhnya mampu melakukan kerja sama dalam diskusi Peserta didik sudah mulai mampu melakukan kerja sama dalam diskusi Peserta didik telah mampu melakukan kerja sama dalam diskusi Peserta didik telah sepenuhnya mampu melakukan kerja sama dalam diskusi
7 Dimensi Belum Berkembang < 30% Mulai Berkembang 30% - <60% Berkembang Sesuai Harapan 60% - <90% Sangat Berkembang >90% Mandiri Peserta didik belum sepenuhnya mampu melaksanakan tugas Peserta didik sudah mulai mampu melaksanakan tugas Peserta didik mampu melaksanakan tugas Peserta didik telah sepenuhnya mampu melaksanakan tugas Bernalar Kritis Peserta didik belum sepenuhnya mampu mengemukakan, atau menyetujui, atau menyangkal suatu ide atas dasar penalaran logis Peserta didik sudah mampu mengemukakan, atau menyetujui, atau menyangkal beberapa ide atas dasar penalaran logis Peserta didik telah mampu mengemukakan, atau menyetujui, atau menyangkal banyak ide atas dasar penalaran logis Peserta didik telah sepenuhnya mampu mengemukakan, atau menyetujui, atau menyangkal banyak ide atas dasar penalaran logis Kreatif Peserta didik mempunyai satu ide yang dapat memberikan sumbangan pemikiran kepada orang lain Peserta didik mempunyai beberapa ide dapat memberikan sumbangan pemikiran kepada orang lain Peserta didik mempunyai banyak ide dan bisa mengembangkan satu ide dan melakukan usaha untuk mewujudkannya menjadi nyata Peserta didik bisa mengembangkan ide yang berbeda sebagai terobosan dan mewujudkannya menjadi nyata PENGAYAAN Pengayaan merupakan program pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang telah melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal atau KKM. diberikan segera setelah peserta didik diketahui telah mencapai KKM berdasarkan hasil penilaian harian. Biasanya hanya diberikan sekali, tidak berulang kali sebagaimana pembelajaran remedial. SOAL PENGAYAAN NO URAIAN KEGIATAN KETERANGAN 1 Simaklah Video permasalahan ekonomi pada Link Youtube berikut ini https://www.youtube.com/watch?v=gCuDY5B9CEQ Diskusikanlah dengan kelompokmu tentang masalah ketimpangan ekonomi di Indonesia. Buatlah analisis penyebab dan pemecahan masalahanya. Menggunakan akses internet sekolah atau paket data
8 2 Hasil diskusi ,buatlah bahan presentasi lengkapilah dengan data atau gambar dan ilustrasi yang sesuai dengan tema pembahasan. Lakukan secara berkelompok Membuat power point dengan dilengkapi data, dan ilustrasi gambar 3 Untuk menunjang diskusi, gunakan buku sumber atau bacaan dan artikel yang terkait dengan permasalahan yang dibahas Mencari buku sumber bacaan di perpustakaan 4 Perwakilan kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas Presentasi di depan kelas REMIDIAL Bagi peserta didik setelah melakukan tes tertulis pada akhir pembelajaran yang belum memenuhi Ketuntasan Belajar Minimal (KBM), maka akan diberikan pembelajaran tambahan (Remidial Teaching). Kemudian diberikan tes pada akhir pembelajaran lagi dengan ketentuan: a) Soal yang diberikan berbeda dengan soal sebelumnya namun setara. b) Nilai akhir yang akan diambil adalah nilai hasil tes terakhir. c) Peserta didik yang sudah tuntas (≥KBM) dipersilakan untuk ikut bagi yang berminat untuk memperbaiki nilai
9 Pertanyaan Pemantik Pernahkah Anda melihat banyaknya antrean kendaraan bermotor (motor dan mobil) di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU)? Atau antrean orang yang ingin membeli gas ukuran 3kg? Kedua peristiwa tersebut terjadi karena sulitnya mereka mendapatkan kedua jenis bahan bakar tersebut. Atau dalam istilah ekonomi, Pertanyaan Kunci terjadinya kelangkaan sumber daya ekonomi. Lalu, tahukah Anda apakah yang dimaksud dengan kelangkaan? Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kelangkaan? Strategi apa saja yang dilakukan dalam mengatasi kelangkaan? Semua pertanyaan tersebut dapat Anda temukan jawabannya, setelah Anda membaca uraian bab ini dengan saksama Pertemuan Ke satu Elemen : Ekonomi Bisnis dan Administrasi Umum Materi : Masalah-masalah Ekonomi
10 B. Kebutuhan Manusia 1. Pengertian Kebutuhan Kebutuhan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang diperlukan manusia dalaṁ upaya mempertahankan kelangsungan hidupnya untuk mencapai kesejahteraạn: Usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan adalah sesuatu yang mutlak, sebab tanpa terpenuhinya kebutuhan,kelangsungan hidup manusia dapat terancam. Hal ini berbeda dengan keinginan, yang merupakan suațu harapan untuk memiliki suatu barang atau jasa tanpa menyebabkan kelangsungan hidupnya terancam. 1. Jenis-Jenis Kebutuhan Dalam ilmu ekonomi, beragamnya jenis kebutuhan dapat dikelompokkan menjadi: a. Kebutuhan Menurut Intensitas Kegunaannya 1) Kebutuhan primer (pokok) 2) Kebutuhan sekunder 3) Kebutuhan tersier b. Kebutuhan Menurut Sifatnya 1) Kebutuhan jasmani 2) Kebutuhan rohani c. Kebutuhan Menurut Waktu Pemenuhannya 1) Kebutuhan sekarang 2) Kebutuhan yang akan datang d. Kebutuhan Menurut Subjeknya 1) Kebutuhan perorangan 2) Kebutuhan kelompok 2. Alat dan Sarana Pemuas Kebutuhan Kebutuhan maňusia dapat dicukupi dengan alat pemuas kebutuhan berupa barang atau jasa. Barang adalah alat pemuas kebutuhan manusia yang berwujud dapat dipegang dan dilihat (tangible). Adapun jasa adalah alat pemuas kebutuhan manusia yang sifatnya tidak berwujud (intangible). Alat pemuas kebutuhan manusia dapat dikelompokkan berdasarkan cara memperolehnya, kegunaannya dengan barang lain, proses produksinya, kegunaannya, dan berdasarkan nilainya sebagai jaminan. Guru bisa memandu diskusi melalui pertanyaan berikut : ✓ Manusia memiliki kebutuhan ? jelaskan! ✓ Bagaimana manusia memenuhi kebutuhannya?
11 1. Alat dan Sarana Pemuas Kebutuhan Kebutuhan maňusia dapat dicukupi dengan alat pemuas kebutuhan berupa barang atau jasa. Barang adalah alat pemuas kebutuhan manusia yang berwujud dapat dipegang dan dilihat (tangible). Adapun jasa adalah alat pemuas kebutuhan manusia yang sifatnya tidak berwujud (intangible). Alat pemuas kebutuhan manusia dapat dikelompokkan berdasarkan a. Alat Pemuas Kebutuhan Menurut Cara Memperolehnya Menurut cara memperolehnya, alat pemuas kebutuhan dapat dibagi menjadi barang ekonomi dan barang non-ekonomi (bebas). 1) Barang ekonomi 'merupakan alat pemuas kebutuhan manusia yang cara perolehannya memerlukan pengorbanan berupa materi. Contoh yang termasuk barang ekonomi, yaituberas, minyak goreng, dan pakaian. 2) Barang non-ekonomi (barang bebas) merupakan alat pemuas kebutuhan manusia yang cara perolehannya tidak memerlukan pengorbanan karena persediaannya melimpah. Contoh yang termasuk barang non-ekonomi (bebas), yaitu sinar matahari, air di sungai,dan udara. b.Alat Pemuas Kebutuhan Menurut Kegunaannya dengan Barang Lain Menurut kegunaannya dengan barang lain, barang dapat dibedakan menjadi barang substitusi dan barang komplementer. 1) Barang substitusi atau barang pengganti merupakan alat pemuas kebutuhan yangmemiliki kegunaan saling menggantikan. Contoh barang yang termasuk barang substitusi, yaitu kopi dengan tèh, daging ayam dengan daging sapi. 2) Barang komplementer -atau barang pelengkap merupakan alat pemuas kebutuhan manusia yang memilıki fungsı salıng melengkapı Contoh yang termasuk barang komplementer, yaitu minyak tanah dengan kompor, atau buku tulıs dengan pena. c. Alat Pemuas Kebutuhan Hubungan Menurut Proses Produksinya Barang menurut proses produksınya dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu barangmentah, barang setengah jadı, dan barang jadı 1) Barang mentah 2) Barang setengah jadı 3) Barang jadı d. Alat Pemuas Kebutuhan Menurut Kegunaannya Alat pemuas kebutuhan menurut kegunaannya dapat dibeda menjadi barang konsumsı danbarang produksı 1) Barang konsumsı merupakan barang yang secara langsung melayani kebutuhan manusia Contoh barang yang melayani untuk memenuhi kebutuhan, yaitu beras, minyak goreng, atau bıskuit.
12 2) Barang produksı atau barang modal merupakan barang yang digunakan dengan tujuanuntuk menghasılkan barang lain. Contoh yang termasuk barang produksı, yaitu mesindan kendaraan e. Alat Pemuas Kebutuhan Menurut Nilainya sebagai Jaminan Alat pemuas kebutuhan menurut nilai sebagai jaminan dapat dikelompokkan menjadı barang bergerak dan barang tidak bergerak. 1) Barang bergerak merupakan barang barang yang dapat digunakan sebagai agunan (jamınan) untuk memperoleh kreditjangka pendek Contoh benda yang termasuk bendabergerak, yaitu sepeda motor, televisı, atau perhiasan 2) Barang tıdak bergerak merupakan barang-barang yang dapat digunakan sebagai agunan ( jaminan) untuk memperoleh kredit jangka panjang. Contoh benda yang termasuk benda tıdak bergerak, yaitu gedung atau tanah. B. Kelangkaan Sumber Daya Ekonomi 1. Pengertian Kelangkaan Kelangkaan adalah suatu kondisi terbatasnya sumber daya ekonomı yang tersedia sementara manusia tidak memilıki kemampuan yang cukup untuk mengolahnya demi memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas. Kelangkaan sumber daya ekonomi akan muncul jikadihadapkan beragamnya kebutuhan manusia. Hal inilah yang menjadi masalah pokok ekonomi, yaitu bagaimana memenuhi kebutuhan manusia yang beragam dalam menggunakansumber daya dan alat pemuas kebutuhan yang relatif terbatas, 2. Faktor-Faktor Penyebab Kelangkaan Kelangkaan yang terjadi dapat mencakup kuantitas kuantitas (jumlah), tempat, maupun waktu. Oleh karena itu, adanya kelangkaan dısebabkan beberapa faktor berikut. Faktor-Faktor Penyebab Kelangkaan Keterbatasan Sumberdaya Perbedaan Letak Geografis Ketidakseimbangan Pertumbuhan Penduduk Rendahnya kemampuan Produksi Lambatnya Perkembangan Teknologi Terjadinya Bencana Alam
13 E. Strategi Mengatasi Kelangkaan Usaha usaha/strategi dalam upaya mengatası kelangkaan sumber daya dıkelompokkan menjadı 2 cara, yaitu menyusun skala prioritas kebutuhan serta berlaku arıf dan bijaksana dalam memanfaatkan sumberdaya. 1. Menyusun Skala Prioritas Kebutuhan Skala prioritas kebutuhan adalah suatu daftar tentang berbagai macam kebutuhan hıdup yang disusun berdasarkan kepentingannya, darı yang palıng penting dan mendesak, dapat ditunda pemenuhannya hingga tidak perlu dipenuhi. Dalam menyusun skala prioritas kebutuhan terdapat beberapa hal yang perlu diperhatıkan, yaitu sebagai berikut a. Tingkat Urgensi Tingkat urgensı, yaitu bagaımana di dalam menentukan pilıhan, mana yang harus didahulukan, dan perlu dpertimbangkan seberapa jauh tingkat kepentingan hal tersebut. b. Kesempatan yang Dimiliki Pertimbangan kedua adalah ika suatu kebutuhan hanya dibutuhkan pada saat itu saja, maka perlu dıdahulukan Misalkan dalam suatu kondısı darurat, keselamatan atau kesehatan merupakan hal yang palıng diutamakan c. Pertimbangan Masa Depan Pertimbangan ketiga adalah bagaimana jika dalam menghadapı pilıhan yang sulıt, faktor masa depan juga perlu dıpertımbangkan. d. Kemampuan Diri Hal terakhır yang bisa menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan skala prioritas adalah berawal darı sıfat manusia yang mempunyai banyak keinginan dan selalu merasa tidak puas, namun ada hambatan karena keterbatasan kemampuan, baik darı segiekonomi maupun yang lain Maka perlu dipertimbangkan pula berdasarkan kemampuan yang dimilikı, baik dari segi materi maupun nonmateri agar pılıhan yang diambil bisa tepat sesuaikemampuan. 3. Berlaku Arif dan Bijaksana dalam Memanfaatkan Sumber Daya Berlaku arıf dan bijaksana dalam memanfaatkan sumber daya bısa diterapkan dengan melakukan usaha usaha berikut a. Memanfaatkan sumber daya alam secara efisien dan efektifserta menggalı yang belum terangkat Kegiatan inı perlu dılakukan agar sumberdaya yang ada tıdak cepat rusak ataupunah dan yang baru dapat dımanfaatkan secara optimal. b. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatıhan keterampilan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. c. Mengelola dan mendayagunakan sumber modal secara tepat guna. Pengelolaan sumberdaya modal secara tepat guna akan membuat seseorang mampu mengatur penghasılannya dengan benar.
14 C. Masalah Pokok Ekonomi 1. Masalah Pokok Ekonomi Menurut Aliran Klasik Menurut kaum klasik masalah ekonomi terbagi menjadi 3 jenis, yaitu produksi, konsumsi, dandistribusi. a. Masalah Produksi Agar dapat memenuhi kebutuhan manusia maka barang dan jasa harus tersedia. Demi memenuhi hal ini, produsen harus mengetahui barang dan jasa apa saja yang tepat di produksidan dibutuhkan masyarakat. b. Masalah Distribusi Masalah lain adalah bagaimana produk bisa terdistribusi secara baik hingga sampai ke tangan konsumen. Misalnya hasil produksi berupa hasil pertanian yang mudah rusak dan busuk, memerlukan alat transportasi yang mendukung untuk segera sampai ke tangan konsumen. c. Masalah Konsumsi Setelah barang dan jasa sampai di konsumen, permasalahan selanjutnya adalah; apakah barang tersebut akan dikonsumsi atau malah terbuang sia-sia karena harganya tidak terjangkau. Ini juga menjadi permasalahan lain yang harus bisa dijawab oleh produsen selakupembuat produk. Di sisi lain, sebagai konsumen, kita harus bisa meningkatkan pendapatan supaya dapat menjangkau produk yang kita inginkan.
15 2. Masalah Pokok Ekonomi Menurut Aliran Modern Kegiatan dalam masyarakat modern sangat kompleks, di antaranya mereka harus menentukan arah produksi, distribusi, dan konsumsi dari teori kaum klasik untuk lebih fokus pada masalah menentukan barang apa yang harus diproduksi, menentukan bagaimana barang tersebut diproduksi dan untuk siapa barang tersebut diproduksi. a) Apa yang harus diproduksi Penentuan apa yang akan diproduksi merupakan masalah pokok dan penting dalamekonomi. Karena merupakan faktor utama yang yang akan menentukan corak penggunaan faktor produksi. Untuk mengetahui apa saja yang perlu diproduksi dalam rangka memenuhi keinginan konsumen, pihak produsen harus memiliki penilaian berdasarkan kesesuaian dengan karakteristik dasar manusia, yaitu: (1) Manusia memiliki sifat tidak pernah puas, sehingga tiap produk membutuhkan inovasi tanpa henti. (2) Manusia menyukai hal-hal yang praktis, sehingga produk yang dihasilkan harus memiliki kemampuan untuk mempermudah kehidupan manusia. (3) Manusia memiliki sifat ingin diakui dan dihargai, sehingga bagi beberapa kalangan, ingin memiliki barang-barang yang bersifat prestise atau mewah. (4) Manusia memiliki rasa ingin tahu, sehingga cenderung membutuhkan barangbarang yang mendukung rasa ingin tahu mereka. b) Bagaimana barang tersebut diproduksi Apabila produsen sudah menentukan apa yang akan diproduksi, langkah berikutnya adalah memikirkan bagaimana cara memproduksinya. Cara memproduksi sangat berkaitan dengan efisiensi kegiatan memproduksi, yaitu cara mengombinasikan sumber daya atau faktor produksi yang dibutuhkan untuk memproduksi barang dan jasa. c) Untuk siapa barang-barang diproduksi Hal ini berkaitan dengan cara mendistribusikan barang atau jasa ke dalam pasar. Dengan kata lain siapa yang membutuhkan barang tersebut dan siapa saja yang menikmati hasilnya. D. Pemecahan Masalah Pokok Perekonomian Melalui Sistem Ekonomi Sistem ekonomi adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya, baik oleh individu maupun organisasi di negara tersebut. Sistemekonomi juga dipakai oleh suatu negara untuk memecahkan masalah ekonomi yang dihadapi oleh negara tersebut. Seperti yang disampaikan oleh Mc Eachern, sistem ekonomi yaitu seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang
16 dan jasa diproduksi (what, how, dan for whom). Terdapat 2 sistem ekonomi yang utama di dunia, yaitu sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi terpusat/terpimpin, serta ada yang dinamakan sistem ekonomi campuran, yaitu mengambil kebaikan dari system ekonomi liberal dan sistem ekonomi terpusat/terpimpin. a. Sistem Ekonomi Liberal Dalam sistem ekonomi liberal sangat mengutamakan kebebasan dalam segala aspek kegiatan ekonomi. Paham yang dianut adalah paham Laissez Faire berasal dari bahasaPerancis yang berarti, “biarlah mereka melakukan pekerjaaan yang sesuai dengan keinginan mereka”. Adapun karakteristik sistem ekonomi liberal adalah: 1) Setiap individu berhak bebas menentukan kegiatan ekonomi dan memiliki sumber daya serta alat-alat produksi untuk kegiatan perekonomian tersebut. 2) Setiap orang memiliki hak untuk bersaing dan mengemukakan ide dan kreativitas merekadalam kegiatan ekonomi. 3) Campur tangan pemerintah sangat minim bahkan sampai tidak ada campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi. 4) Harga barang di pasar ditentukan oleh mekanisme pasar, yaitu tarik-menarik antara permintaan dan penawaran. 5) Profit oriented, artinya semua kegiatan produksi dilaksanakan untuk mengejar keuntunganyang setinggi-tingginya.
17 Berdasarkan karakteristik sistem ekonomi liberal maka solusi yang dapat ditawarkan untuk memecahkan Masalah Ekonomi Apa, Bagaimana, dan Untuk Siapa dalam sistem ekonomi liberal adalah dengan menyerahkan semuanya kepada kekuatan tarik-menarik permintaan danpenawaran dalam pasar. b. Sistem Ekonomi Terpusat/Terpimpin Sistem ekonomi terpusat/terpimpin merupakan kebalikan dari sistem ekonomi liberal. Sistem ekonomi ini tidak menghendaki adanya kepemilikan sumber daya oleh individu, semuakegiatan diatur oleh pemerintah. Sehingga sistem ekonomi terpimpin/terpusat adalah sistem ekonomi yang segala macam kegiatan ekonominya diatur oleh pemerintah dan masyarakat wajib mematuhi dan mengikuti semua kebijakan pemerintah. Karakteristik dari sistem ekonomi terpusat/terpimpin adalah: (1) Pemerintah memiliki kendali utama dalam kegiatan ekonomi. (2) Peran individu dan swasta sangat dibatasi dalam kegiatan ekonomi. (3) Pemerintah menjadi pemilik semua modal serta mengatur dan menentukan jenis barang dan jasa yang harus diproduksi. (4) Harga barang ditentukan oleh pemerintah melalui tim yang telah ditunjuk. (5) Kepemilikan atas faktor produksi tidak diizinkan . (6) Pemerintah bertanggung jawab penuh terhadap roda perekonomian c. Sistem Ekonomi Campuran Sistem ekonomi campuran merupakan sistem ekonomi yang mengambil kebaikan dari sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi komando. Terdapat peran swasta dan juga peran pemerintah untuk bekerja sama dalam melaksanakan kegiatan perekonomian demi mewujudkan kesejahteraan rakyatnya. Dengan demikian sistem ekonomi campuran adalah sistem yang menghendaki campur tangan pemerintah dan peran swasta maupun individu dalam melaksanakan kegiatan perekonomian. Karakteristik sistem ekonomi campuran antara lain: (1) Pihak pemerintah dan swasta berperan aktif dan bekerja sama dalam melaksanakan kegiatan perekonomian.
18 (2) Pemerintah memberikan kebebasan yang bertanggung jawab kepada swasta untuk melakukan kegiatan ekonomi, artinya pemerintah juga menerbitkan regulasi untuk kegiatan tersebut. (3) Pemerintah membuat perencanaan, peraturan, dan kebijakan yang berkaitan dengan perekonomian yang mengatur/menguasai hajat hidup orang banyak. (4) Persaingan terjadi di pasar dalam batas yang wajar dan bersih di mana pemerintah turut melakukan pengawasan. (5) Mekanisme pasar akan menentukan jenis dan jumlah barang yang diproduksi. (6) Pemerintah menguasai semua sumber daya vital yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
19 RANGKUMAN 1. Kebutuhan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang diperlukan manusia dalaṁ upaya mempertahankan kelangsungan hidupnya untuk mencapai kesejahteraạn: Usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan adalah sesuatu yang mutlak, sebab tanpa terpenuhinya kebutuhan, kelangsungan hidup manusia dapat terancam. 2. Kelangkaan adalah suatu kondisi terbatasnya sumber daya ekonomı yang tersedia sementara manusia tidak memilıki kemampuan yang cukup untuk mengolahnya demi memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas. Kelangkaan sumber daya ekonomi akan muncul jika dihadapkan beragamnya kebutuhan manusia. 3. Kebutuhan maňusia dapat dicukupi dengan alat pemuas kebutuhan berupa barang atau jasa. Barang adalah alat pemuas kebutuhan manusia yang berwujud dapat dipegang dan dilihat (tangible). Adapun jasa adalah alat pemuas kebutuhan manusia yang sifatnya tidak berwujud (intangible). Alat pemuas kebutuhan manusia dapat dikelompokkan berdasarkan cara memperolehnya, kegunaannya dengan barang lain, proses produksinya, kegunaannya, dan berdasarkan nilainya sebagai jaminan. 4. Kelangkaan adalah suatu kondisi terbatasnya sumber daya ekonomı yang tersedia sementara manusia tidak memilıki kemampuan yang cukup untuk mengolahnya demi memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas. Kelangkaan sumber daya ekonomi akan muncul jika dihadapkan beragamnya kebutuhan manusia. Hal inilah yang menjadi masalah pokok ekonomi, yaitu bagaimana memenuhi kebutuhan manusia yang beragam dalam menggunakan sumber daya dan alat pemuas kebutuhan yang relatif terbatas, 5. Kelangkaan sumber daya ekonomi merupakan salah satu permasalahan ekonomi yang dihadapı manusia Oleh karena itu, masalah kelangkaan berhubungan erat dengan kebutuhan manusia dalam usaha memenuhı kebutuhan hidupnya. 6. Kelangkaan sumber daya ekonomi dapat dıkelompokkan menjadi kelangkaan sumber daya alam, kelangkaan sumber daya manusia, kelangkaan sumber daya modal, dan kelangkaan sumber daya kewirausahaan (entrepreneurship). 7. Usaha usaha/strategi dalam upaya mengatası kelangkaan sumber daya dıkelompokkan menjadı 2 cara, yaitu menyusun skala prioritas kebutuhan serta berlaku arıf dan bijaksana dalam memanfaatkan sumberdaya. 8. Skala prioritas kebutuhan adalah suatu daftar tentang berbagai macam kebutuhan hıdup yang disusun berdasarkan kepentingannya, darı yang palıng penting dan mendesak, dapat ditunda pemenuhannya hingga tidak perlu dipenuhi. 9. Menurut kaum klasik masalah ekonomi terbagi menjadi 3 jenis, yaitu produksi, konsumsi, dan distribusi. 10. Kegiatan dalam masyarakat modern sangat kompleks, di antaranya mereka harus menentukan arah produksi, distribusi, dan konsumsi dari teori kaum klasik untuk lebih fokus pada masalah menentukan barang apa yang harus diproduksi, menentukan bagaimana barang tersebut diproduksi dan untuk siapa barang tersebut diproduksi.
20 11. Sistem ekonomi juga dipakai oleh suatu negara untuk memecahkan masalah ekonomi yang dihadapi oleh negara tersebut. Seperti yang disampaikan oleh Mc Eachern, sistem ekonomi yaitu seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi (what, how, dan for whom). 12. Terdapat 2 sistem ekonomi yang utama di dunia, yaitu sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi terpusat/terpimpin, serta ada yang dinamakan sistem ekonomi campuran, yaitu mengambil kebaikan dari system ekonomi liberal dan sistem ekonomi terpusat/terpimpin.
21 REFLEKSI 1. Berilah tanda centang (v) pada kotak yang menurut anda sesuai. Setelah mempelajari materi pada bab ini, bagaimanakan penguasaan anda terhadap materi-materi berikut: NO Materi Tidak Memahami Cukup Memahami Sangat Memahami 1 2 3 4 2. Dari bagian materi-materi tersebut, bagian manakah yang menurut anda menarik, apa alasannya? 3. Apa manfaat yang yang anda dapatkan setelah mempelajari materi bab ini untuk di terapkan dalam kehidupan sehari-hari?
22 ASESMEN KOGNITIF 1. Sesuatu yang diperlukan manusia dalam upaya mempertahankan kelangsungan hidupnya untuk mencapai kesejahteraan disebut? a. Intensitas b. Kebutuhan c. Kegiatan d. Pelaksanaan e. Kehidupan 2. Pesawat pribadi merupakan contoh dari jenis-jenis kebutuhan? a. Rohani b. Jasmani c. Primer d. Tersier e. Sekunder 3. Alat pemuas kebutuhan manusia yang berfungsi saling melengkapi disebut? a. Barang mentah b. Barang setengah jadi c. Barang substitusi d. Barang komplementer e. Barang jadi 4. Berikut ini bukan merupakan kelangkaan sumber daya ekonomi, yaitu? a. Kelangkaan sumber daya produksi b. Kelangkaan sumber daya alam c. Kelangkaan sumber daya manusia d. Kelangkaan sumber daya modal e. Kelangkaan sumber daya kewurausahaan 5. Berikut ini bukan merupakan bagian yang diperhatikan dalam menyusun skala prioritas kebutuhan, yaitu? a. Tingkat urgensi b. Kesempatan yang dimiliki c. Popularitas dan prestise d. Pertimbangan masa depan e. Kemampuan diri
23 6. Masalah ekonomi berkaitan dengan? a. Who, what, dan how b. Who, for whom, dan how c. Why, what, dan whose d. What, how, dan for whom e. Who, why, dan whose 7. Menurut aliran klasik, masalah pokok ekonomi berkaitan dengan? a. Konsumsi, distribusi, keuangan b. Produksi, konsumsi, pengangguran c. Inflasi, pengangguran, kriminalitas d. Produksi, distribusi, konsumsi e. Investasi, tabungan, pendapatan 8. Berikut beberapa pertimbangan untuk menentukan skala prioritas, yaitu? a. Pengelolaan keuangan b. Tingkat urgensi c. Kemampuan d. Pertimbangan e. Kebutuhan 9. Kondisi terbatasnya sumber daya ekonomi yang tersedia sementara manusia tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk mengolahnya demi memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas disebut? a. Defisit b. Kekurangan c. Kelebihan d. Terpenuhi e. Kelangkaan 10. Berikut ini termasuk barang yang memiliki fungsi saling menggantikan, yaitu? a. Beras dengan jagung b. Gula dengan kopi c. Susu dengan gula d. Sepatu dengan kaos kaki e. Kompor dengan minyak
24 Lembar Kerja Keterampilan Elemen : Ekonomi Bisnis dan Administrasi Umum Materi : Masalah-masalah ekonomi Rubrik Penilaian Ketrampilan Aspek Skor Kriteria Persiapan 20 Mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam mengerjakan lembar kerja ketrampilan 10 Mempersiapkan alat dan bahan tapi kurang lengkap 5 Tidak mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam mengerjakan lembar kerja ketrampilan Proses 30 Mengerjakan tugas sesuai dengan arahan guru mata pelajaran dan langkah-langkah yang terdapat dalam lembar kerja ketrampilan 20 Mengerjakan sebagian tugas sesuai dengan arahan guru mata pelajaran dan langkah-langkah yang terdapat dalam lembar kerja ketrampilan 5 Tidak Mengerjakan tugas sesuai dengan arahan guru mata pelajaran dan langkah-langkah yang terdapat dalam lembar kerja ketrampilan Sikap Kerja (Afektif) 20 Mengerjakan tugas dengan bergotong royong, bernalar kritis dan kreatif 10 Mengerjakan tugas dengan bergotong royong dan kreatif 5 Tidak Mengerjakan tugas dengan bergotong royong, bernalar kritis dan kreatif Hasil 20 Mengumpulkan dan mempresentasikan tugas sesuai dengan lembar kerja ketrampilan 10 Mengumpulkan sebagian tugas dan mempresentasikan tugas sesuai dengan lembar kerja ketrampilan 5 Tidak Mengumpulkan dan mempresentasikan tugas sesuai dengan lembar kerja ketrampilan Waktu 20 Mengumpulkan tugas sesuai waktu yang ditentukan 10 Mengumpulkan tugas tidak sesuai waktu yang ditentukan 5 Tidak Mengumpulkan tugas sesuai waktu yang ditentukan 1. Buatlah kelompok yang terdiri dari 5 orang per kelompok 2. Diskusikan dengan kelompok kalian tentang fenomena permasalahan ekonomi di masyarakat pada saat ini. 3. Buatlah rumusan hasil diskusi yang berisi permasalahan ekonomi, factor penyebab, dan solusi menangani permasalahan 4. Presentasikan di depan kelas
25 Lembar Penilaian Ketrampilan NO Nama Peserta didik Aspek yang dinilai Nilai Akhir Persiapan Proses Sikap Kerja Hasil Waktu 20 30 20 20 10 1 2 3 Dst Mataram, Juli 2022 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Mapel H. Munawar, S.Sos, S.Kom., MM Erly Sumawati, S.E, M.M NIP 19661231 198602 1 059 NIP. 198110022009012003
26 Pertemuan Ke Dua Elemen : Ekonomi Bisnis dan Administrasi Umum Materi : Pelaku ekonomi, perilaku konsumen dan produsen dalam kegiatan ekonomi Pelaku Kegiatan Ekonomi Pengertian Pelaku Ekonomi Pelaku ekonomi adalah seseorang individu, kelompok, atau lembaga yang terlibat dalam kegiatan perekonomian, baik konsumsi, distribusi maupun produksi. Secara garis besar, pelaku ekonomi dapat dikelompokkan menjadi 4, yaitu rumah tangga konsumen, rumah tangga produsen/perusahaan, Pemerintah dan Masyarakat Luar Negeri. Secara garis besar para pelaku ini dikategorikan menjadi empat sektor, yakni rumah tangga atau para konsumen (RTK) produsen (RTP), pemerintah, dan Masyarakat luar negeri. Setiap pelaku ekonomi memiliki peran nya tersendiri dan kegiatan ekonomi meliputi kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi 1. Rumah Tangga Konsumsi (Konsumen) Rumah tangga konsumsi disebut juga dengan konsumen. Konsumen adalah rumah tangga yang melakukan kegiatan konsumsi untuk memenuhi kebutuhan dan sebagai pemilik faktor-faktor produksi (tanah, tenaga kerja, modal,dan wirausaha). Mereka adalah pelaku ekonomi yang utama karena rumah tangga konsumen meminta barang dan jasa yang dihasilkan oleh rumah tangga produksi untuk hidup. Rumah tangga ikut menentukan barang apa yang akan diproduksi. Kegiatan ini juga merupakan kegiatan ekonomi. Pendapatan rumah tangga dapat diperoleh dari perusahaan dengan cara sebagai berikut. a. Sewa (rent), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga karena telah menyewakan tanahnya kepada pihak lain, misalnya perusahaan b. Upah (wage), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga karena telah mengorbankan tenaganya untuk bekerja pada perusahaan dalam kegiatan produksi. c. Bunga (interest), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga dari perusahaan karena telah
27 meminjamkan sejumlah dana untuk modal usaha perusahaan dalam kegiatan produksi. d. Laba (profit), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga dari rumah tangga produsen karena telah mengorbankan tenaga dan pikirannya mengelola perusahaan sehingg memperoleh laba
28 Rumah Tangga Produksi (Produsen) Rumah tangga produksi disebut juga perusahaan atau produsen. Perusahaan adalah kelompok masyarakat yang tugasnya memproduksi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Produsen memiliki tujuan mencari laba dengan cara menggabungkan tenaga kerja (sumber daya manusia), modal, dan tanah atau sumber daya alam untuk menghasilkan barang dan jasa. Mereka menjalankan fungsi produksi atau bertindak sebagai produsen baik secara perorangan maupun secara kolektif atau terorganisasi. Faktor produksi berperan penting dalam produksi perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa hasil produksi. Perusahaan menbeli faktor produksi dari rumah tangga konsumen dan membeli bahan-bahan serta alat produksi. Rumah tangga produksi memiliki beberapa bentuk, yaitu : a. Perusahaan Perseorangan Perusahaan perseorangan yaitu usaha yang dimiliki, dikelola dan dipimpin oleh seseorang yang bertanggung jawab penuh terhadap semua resiko dan aktifitas perusahaan. Contoh : warung, cafe, restoran, kedai. b. Firma (Fa) Firma (Fa) yaitu suatu persekutuan antara dua orang atau lebih dengan nama bersama untuk menjalankan usaha, dimana tanggung jawab masing-masing anggota firma tak terbatas. Contoh : kantor hukum atau kantor akuntan c. Perseroan Komanditer (CV) Perseroan Komanditer (CV) yaitu suatu bentuk perjanjian kerja sama untuk berusaha bersama antara orang-orang yang bersedia memimpin, mengatur perusahaan, serta bertanggung jawab penuh dengan kekayaan pribadinya. Contoh: usaha percetakan dan transportasi d. Perseroan Terbatas (PT) Perseroan Terbatas (PT) yaitu suatu persekutuan untuk menjalankan perusahaan yang mempunyai modal usaha yang terbagi atas beberapa saham, dimana setiap sekutu turut mengambil bagian sebanyak satu atau lebih saham. Contoh: PT Telkom e. Koperasi Koperasi yaitu suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badanbadan yang memberikan kebebasan masuk dan keluar sebagai anggota dengan kerja sama secara kekeluargaan. Menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya.
29 2. Pemerintah/ Rumah Tangga Negara (Pemerintah) Pemerintah adalah pelaku kegiatan ekonomi berdasarkan motif ekonomi sosial, yaitu motif mencari penghasilan guna kepentingan umum. Di dalam perekonomian, pemerintah bertugas untuk mengatur, mengendalikan, sertamengadakan kontrol terhadap jalannya roda perekonomian agar negara bisa maju dan rakyat bisa hidup dengan layak dan damai. Peranan rumah tangga negara atau pemerintah dalam kegiatan ekonomi antara lain sebagai pengatur, konsumen,produsen, membuat dan pelaksana aturan main, menjamin kompetisi danmenyediakan barang publik. Perusahaan negera dikelompokan menjadi : a. Perusahaan Negara Umum (PERUM) Yaitu kegiatan usaha yang ditujukan untuk melayani kepentingan umum. Contoh : Perum Perhutani dan Perum Pegadaian b. Perseroan Terbatas Negara (PERSERO) Yaitu perusahaan yang seluruh atau sebagian sahamnya dimiliki oleh negara dari kekayaan negara yang dipisahkan. Contoh : PT Asuransi Jiwasraya, PT PLN 3. Masyarakat Ekonomi Luar Negeri Masyarakat ekonomi luar negeri adalah pelaku ekonomi yang mendukung suksesnya kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh suatu negara. Kerja sama tersebut tidak harus berupa perdagangan, namun dapat berbentuk pertukaran tenaga kerja, penanaman modal, pinjaman dan bantuan. Sektor ini mencakupekspor impor barang dan jasa, aliran modal yang beraitan dengan transaksiperbankan serta investasi. Transaksi luar negeri bersih (neto) akan mempengaruhi tingkat dan komposisi aktivitas. 4. Peran Rumah Tangga Pemerintah dalam Kegiatan Ekonomi Dalam kegiatan ekonomi, pemerintah dapat berperan sebagai produsen, konsumen, dan pengatur kegiatan ekonomi.
30 a. Pemerintah sebagai Produsen Pemerintah dalam perannya sebagai produsen memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. b. Pemerintah sebagai Konsumen Pemerintah dalam menjalankan fungsinya membutuhkan barang dan Jasa untuk dikonsumsi. Contoh barang dan jasa yang dibutuhkan adalah peralatankantor (komputer, meja, lemari, dan lainlain), perlengkapan kantor (kertas, tinta, pensil, dan lain-lain), mobil dinas, rumah dinas, dan peralatan perang (tank, senjata, dan lain-lain) c. Pemerintah sebagai Pengatur Kegiatan Ekonomi Dalam perannya sebagai pengatur kegiatan ekonomi, pemerintah membuat berbagai peraturan dan kebijakan yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi. 1) Peraturan yang dibuat dalam bidang ekonomi; Semua peraturan yang dibuat pemerintah harus berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan GBHN yang berlaku. Contoh peraturan yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi yang dibuat pemerintah: a. Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, yang diantaranya mengatur pembagian dan pemanfaatan sumber daya nasional.
31 b. Kebijakan harga (kebijakan mengatur harga, seperti menetapkan harga minimum atau harga maksimum); c. Kebijakan perdagangan luar negeri (kebijakan mengatur perdagangan dengan luar negeri, seperti membuat perjanjian dengan negara lain). 3. Masyarakat Luar Negeri Berikut ini merupakan peran rumah tangga luar negeri dalam kegiatan ekonomi. a. Pengekspor Barang dan Jasa Jika kita membutuhkan barang dan jasa dari masyarakat negara lain maka negara lain akan mengekspor barang dan jasa yang dibutuhkan. Selain kendaraan, barangbarang yang diekspor ke Indonesia adalah makanan, minuman, alat hiburan (televisi, video, dan radio), pakaian, alas kaki, dan kebutuhan lainnya. b. Pengimpor Barang dan Jasa Jika masyarakat luar negeri memhutuhkan barang dan jasa dari negara kita maka mereka akan mengimpor barang dan jasa yang dibutuhkan. Pada umumnya, masyarakat luar negeri mengimpor barang kerajinan dari Indonesia, seperti ukiran Jepara, kerajinan rotan, pakaian, alas kaki, peralatan elektronik, kertas, minyak sawit, dan lain-lain.
32 c. Pengekspor Faktor-Faktor Produksi Jika negara kita membutuhkan faktor-faktor produksi dari negara lain, seperti bahan baku, tenaga kerja, modal, dan pengusaha (kewirausahaan) maka negara lain akan mengekspornya ke Indonesia. Faktor produksi yang banyak di ekspor keIndonesia adalah faktor produksi modal karena Indonesia memang sangat kekurangan modal. Negara-negara yang telah menanamkan modalnya ke negara kita disebut dengan istilah investor. d. Pengimpor Faktor-Faktor Produksi Jika negara lain membutuhkan faktor-faktor produksi dari negara kita maka mereka akan mengimpornya dari negara kita. Faktor-faktor produksi yang paling banyak mereka impor dari negara kita adalah faktor produksi alam dan tenaga kerja. Contoh faktor produksi alam yang mereka impor adalah karet, minyak bumi, timah, tembaga, aluminium, tembakau, dan lain-lain. Mereka juga mengimpor tenaga kerja dari negara kita yang jumlahnya sangat melimpah, terlebih sejak krisis moneter, angka pengangguran mencapai kurang lebih empat puluh juta jiwa. e. Mitra Kerja Sama Ekonomi Kerja sama ekonomi antarnegara sangat diperlukan, untuk memajukan kehidupan ekonomi. Oleh karena itu, masyarakat luar negeri merupakan mitra kerja sama yang baik untuk memajukan ekonomi. Kerjasama dengan masyarakat luar negeri meliputi hal-hal berikut. a. Produksi, di sini dibahas masalah standar kualitas dan jumlah produksi barang tertentu, seperti minyak. Contohnya; kerja sama ekonomi yang tergabung dalam OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries). b. Perdagangan dan tarif, kerja sama ini membahas masalah perdagangan dan tarif dengan tujuan memperlancar arus distribusi barang antarnegara. Contohnya, kerja sama ekonomi yang tergabung dalam WTO (World Trade Organization). c. Perburuhan, kerja sama di bidang perburuhan bertujuan meningkatkan kesejahteraan para pekerja, seperti kerja sama yang tergabung dalam ILO.
33 B. Diagram Interaksi Pelaku Ekonomi/ Circulair Flow Diagram 1. Pengertian Circular Flow Diagram Kegiatan ekonomi dapat berlangsung berkat adanya para pelaku ekonomi. Para pelaku ekonomi ini adalah warga masyarakat yang dapat dibedakan menjadi empat bagian, yaitu rumah tangga konsumen, rumah tangga produsen, pemerintah, dan masyarakat luar negeri. Keempat pelaku ekonomi itu sebetulnya berinteraksi atau berhubungan satu sama lain. Hubungan keempat pelaku ekonomitersebut dapat digambarkan dalam bentuk model diagram arus lingkar kegiatan ekonomi (circular flow diagram). Circular flow diagram adalah diagram yang menunjukkan interaksi atau hubungan timbal balik antara pelaku ekonomi. 2. Manfaat Circular Flow Diagram Diagram arus lingkar kegiatan ekonomi (circular flow diagram) dapat mempermudah untuk melihat interaksi atau hubungan antara pelaku-pelaku ekonomi. 3. Model Circular How Diagram Interaksi atau hubungan antara pelaku-pelaku ekonomi dapat dilihat pada model diagram arus lingkar kegiatan ekonomi (circular flow diagram) di bawah ini. a. Kegiatan Ekonomi Dua Sektor Kegiatan ekonomi dua sektor hanya melibatkan dua pelaku ekonomi,'yaitu rumah tangga (konsumen) dan perusahaan (produsen). l) Corak Kegiatan Ekonomi Subsistem Dalam corak kegiatan ekonomi subsistem penerima-penerima pendapatan, dalam hal ini rumah tangga, tidak menabung, dan para pengusaha tidak menanam modal. Dalam masyarakat yang seperti ini aliran pendapatannya adalah seperti yang tampak pada Bagan 3.1 berikut:
34 Gambar 3.1 Circulair flow diagram corak kegiatan ekonomi subsistem perekonomian dua sektor Dalam kegiatan ekonomi seperti ini sekiranya sektor produksimenggunakan seluruh faktor produksi yang ada dalam perekonomian, pengeluaran sektor rumah tangga akan sama dengan nilai barang dan jasa yang diproduksi dalam perekonomian. Ini adalah gambaran yang sangat sederhana yangterjadi pada suatu perekonomian, di mana kegiatan perdagangan pada umumnya masih menggunakan cara barter. 2) Corak Perekonomian Modern Dalam perekonomian yang lebih maju, penerima-penerima pendapatan akan menyisihkan sebagian pendap atan mereka untuk ditabung. Tabungan ini akan dipinjamkan kepada pengusaha yang akan menggunakannya untuk investasi, yaitu melakukan pembelian barang-barang modal.
35 . Gambar 3.2 Circulair flow diagram corak perekonomian modern perekonomiandua sektor b. Kegiatan Ekonomi Tiga Sektor Interaksi antara tiga sektor perekonomian ini biasanya disebut arus lingkar perekonomian tertutup. Dalam perekonomian tertutup, rumah tangga konsumen menenma pendapatan dari rumah tangga produsen dan pemerintah membeli barang dan jasa dari rumah tangga produsen. Sedang rumah tangga produsen membayar pajak kepada pemerintah. Rumah tangga produsen menerima pembayaran pemerintah dan rumah tangga komumen atas barang dan jasa yang telah diproduksinya dan membayar biaya atau faktor produksi yang telah dipakai kepada rumah tangga konsumen serta membayar pajak kepada pemerintah. Pemerintah menerima pendapatan dari pajak yang dikenakan kepada rumah tangga konsumen dan rumah tangga produsen. Selanjutnya, pemerintah juga melakukan pembayaran kepada rumah tangga konsumen dan rumah tangga produsen berupa transfer kepada rumah tangga guna redistribusi pendapatan. Untuk memperjelas interaksi antara rumah tangga konsumen, pemerintah danrumah tangga produsen dapat dilihat pada model diagram arus lingkar kegiatan ekonomi di bawah ini.
36 Gambar 3.3 Circulair flow diagram perekonomian tiga sektor c. Kegiatan Ekonomi Empat Sektor Perekonomian terbuka/ perekonomian empat sektor merupakan suatu negara yang mempunyai hubungan ekonomi dengan negara-negara lain. Dalam perekonomian terbuka sebagian produksi dalam negeri diekspor atau dijual ke luarnegeri, di samping itu terdapat pula barang di negara itu yang diimpor dari negara-negara lain. Perekonomian terbuka dinamakan juga sebagai ekonomi empat sektor, yaitu suatu ekonomi yang dibedakan kepada empat sektor, yaitu: a. Sektor Rumah Tangga (Households Sector), yang terdiri atas sekumpulan individu yg dianggap homogen dan identik. b. Sektor Perusahaan (Firms Sector), yang terdiri atas sekumpulan perusahaan yang memproduksi barang dan Jasa. c. Sektor Pemerintah (Government Sector), yang memiliki kewenangan politik untuk mengatur kegiatan masyarakat dan perusahaan. d. Sektor Luar Negeri (Foreign Sector), yaitu sektor perekonomian dunia, dimana perekonomian melakukan transaksi ekspor-impor.
37 3.4 Circulair flow diagram perekonomian empat sektorDari diagram Circular Flow di atas terdiri atas 4 komponen, yaitu: 1) Rumah Tangga Hubungan dengan Perusahaan Pada awalnya, rumah tangga menjual SDM yang dimilikinya kepada perusahaan. Dari interaksi antara rumah tangga dan perusahaan dipertemukanpada Pasar tenaga kerja. Kemudian dari penjualan SDM tersebut, rumah tangga mendapatan penghasilan yang terdiri dari sewa, bunga, upah, dan profit. Hal ini dipertemukan dalam pasar uang dan lembaga keungan. Hubungan dengan Pemerintah Dalam hubungan ini, rumah tangga menyetorkan sejumah uang sebagai pajak kepada pemerintah dan rumah tangga menerima penerimaan berupa gaji, bunga, penghasilan non balas jasa dari pemerintah (berupa hasil dari pajak). Hubungan dengan negara lain Untuk mencapai hubungan dengan negara lain rumah tangga harus melewati pasarbarang dan pasar luar negeri. Rumah tangga mengimpor barang dan jasa dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan hidup.
38 2) Perusahaan Perusahaan merupakan gabungan unit kegiatan yang menghasilkan produk barang dan jasa. Hubungan dengan Rumah Tangga Perusahaan menghasilkan produk-produk berupa barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat. Lalu, perusahaan mendapatkan penghasilan dari penjualan produknya. Interaksi tersebut dipertemukan dalam pasar barang. Pasar Barang adalah pasar yang mempertemukan penawaran dan permintaan barang dan jasa. Pasar barang sering diistilahkan dengan sektor riil. Hubungan dengan Pemerintah Perusahaan membayar pajak kepada pemerintah dan perusahaan menjual produk dan jasa kepada pemerintah melalui pasar barang. Hubungan dengan Dunia Internasional Perusahaan melakukan impor atas produk barang maup un jasa dari luar negeri melalui pasar barang dan pasar luar negeri. Dari hasil penjulan tersebut perusahaan mendapatkan laba/keuntungan. 1) Pemerintah Bertindak sebagai pembuat dan pengatur kebijakan masyarakat dan bisnis. Hubungan dengan Rumah Tangga Pemerintah menerima setoran pajak rumah tangga untuk kebutuhan operasional,' pembangunan, dan lain-lain untuk membangun negara. Hubungan dengan Perusahaan Pemerintah mendapatkan penerimaan pajak dari perusahaan dan pemerintah juga membeli produk dari perusahaan berdasarkan dana anggaran belanja yang ada. 2) Negara-negara lain Hubungan dengan Rumah tangga Negara-negara lain (dunia internasional) menyediakan barang dan jasa untuk kepentingan rumah tangga yang dilakukan di pasar luar negeri, dari pasar luar negeri masuk ke dalam pasar barang dalam negeri sehingga produk yang dihasilkan dapat dibeli oleh rumah tangga. Sehingga dari transaksi jual beli tersebut negara lain mendapatkan laba/keuntungan.
39 Lembar Kerja Keterampilan Elemen : Ekonomi Bisnis dan Administrasi Umum Materi : Pelaku ekonomi, perilaku konsumen dan produsen dalam kegiatan Rubrik Penilaian Ketrampilan Aspek Skor Kriteria Persiapan 20 Mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam mengerjakan lembar kerja ketrampilan 10 Mempersiapkan alat dan bahan tapi kurang lengkap 5 Tidak mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam mengerjakan lembar kerja ketrampilan Proses 30 Mengerjakan tugas sesuai dengan arahan guru mata pelajaran dan langkah-langkah yang terdapat dalam lembar kerja ketrampilan 20 Mengerjakan sebagian tugas sesuai dengan arahan guru mata pelajaran dan langkah-langkah yang terdapat dalam lembar kerja ketrampilan 5 Tidak Mengerjakan tugas sesuai dengan arahan guru mata pelajaran dan langkah-langkah yang terdapat dalam lembar kerja ketrampilan Sikap Kerja (Afektif) 20 Mengerjakan tugas dengan bergotong royong, bernalar kritis dan kreatif 10 Mengerjakan tugas dengan bergotong royong dan kreatif 5 Tidak Mengerjakan tugas dengan bergotong royong, bernalar kritis dan kreatif Hasil 20 Mengumpulkan dan mempresentasikan tugas sesuai dengan lembar kerja ketrampilan 10 Mengumpulkan sebagian tugas dan mempresentasikan tugas sesuai dengan lembar kerja ketrampilan 5 Tidak Mengumpulkan dan mempresentasikan tugas sesuai dengan lembar kerja ketrampilan Waktu 20 Mengumpulkan tugas sesuai waktu yang ditentukan 10 Mengumpulkan tugas tidak sesuai waktu yang ditentukan 5 Tidak Mengumpulkan tugas sesuai waktu yang ditentukan 1. Buatlah kelompok yang terdiri dari 5 orang per kelompok 2. Diskusikan dengan kelompok kalian tentang Pelaku ekonomi, perilaku konsumen dan produsen dalam kegiatan 3. Buatlah rumusan hasil diskusi yang berisi permasalahan Pelaku ekonomi, perilaku konsumen dan produsen dalam kegiatan penyebab, dan solusi menangani permasalahan 4. Presentasikan di depan kelas
40 Lembar Penilaian Ketrampilan NO Nama Peserta didik Aspek yang dinilai Nilai Akhir Persiapan Proses Sikap Kerja Hasil Waktu 20 30 20 20 10 1 2 3 Dst Mataram, Juli 2022 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Mapel H. Munawar, S.Sos, S.Kom., MM Erly Sumawati, S.E, M.M NIP 19661231 198602 1 059 NIP. 198110022009012003
41 RANGKUMAN 1. Pelaku ekonomi adalah seseorang individu, kelompok, atau lembanga yang terlibat dalam kegiatan perekonomian baik konsumsi, distribusi, maupun produksi. 2. Konsumen adalah rumah tangga yang melakukan kegiatan konsumsi untuk memenuhi kebutuhan dan sebagai pemilik faktor produksi (tanah, tenaga kerja, modal, dll). 3. Sumber pendapatan rumah tangga konsumsi terdiri dari sewa (rent), upah (wage), bunga (interst), laba (profit) 4. Perusahaan merupakan organisasi yang dikembangkan oleh seseorang atau sekumpulan masyarakat yang tugasnya memproduksi/menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 5. Bentuk-bentuk rumah tangga produksi terdiri dari Perusahaan Perseorangan, Firma (Fa), Perseroan Komanditer (CV), Perseroan Terbatas (PT) dan Koperasi 6. Pemerintah merupakan pelaku kegiatan ekonomi yang menjalankannya dengan berdasarkan motif ekonomi sosial, yaitu motif mencari penghasilan guna kepentingan umum. Di dalam perekonomian, pemerintah bertugas untuk mengatur, mengendalikan, serta melakukan kontrol terhadap jalannya roda perekonomian agar negara bisa maju dan rakyat bisa hidup dengan layak dan damai. 7. Peran rumah tangga konsumen dalam kegiatan ekonomi yaitu menyediakan factor produksi bagi produsen, sebagai penerima imbalan jasa dari penggunaan faktor-faktor produksi, konsumen sebagai pemakai, mengurangi dan menghabiskan barang dan jasa untuk mempertahankan hidup, sebagai penyalur barang dan jasa, membayar pajak kepada negara atau pemerintah 8. Peran rumah tangga produsen (perusahaan) dalam kegiatan ekonomi yaitu penghasil barang dan jasa, konsumen jasa-jasa produktif dari konsumen berupa tenaga kerja, modal, tenaga ahli, dll, membayar jasa-jasa atas penggunaan faktor produksi kepada konsumen berupa pembayaran upah dan sewa, mengelola faktor produksi dan melakukan produksi barang dan jasa juga sebagai agen pembangunan, membayar pajak kepada negara atau pemerintah 9. Peran rumah tangga pemerintah dalam kegiatan ekonomi yaitu memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat, pemerintah dalam menjalankan fungsinya membutuhkan barang dan jasa untuk dikonsumsi dan pemerintah sebagai pengatur kegiatan ekonom
42 10. Peran rumah tangga masyarakat luar negeri dalam kegiatan ekonomi yaitu pengekspor barang dan jasa, pengimpor barang, pengekspor faktor-faktor produksi, pengimpor faktor-faktor produksi dan mitra kerjasama ekonomi dalam bidang produksi, perdagangan dan tarif, dan juga perburuhan 11. Circular flow diagram merupakan diagram yang menunjukan interaksi atau hubungan timbal balik antara pelaku ekonomi dapat mempermudah untuk melihat interaksi atau hubungan antara pelaku-pelaku ekonomi. 12. Kegiatan ekonomi dua sektor hanya melibatkan dua pelaku ekonomi, 'yaitu rumah tangga (konsumen) dan perusahaan (produsen). 13. Interaksi antara tiga sektor perekonomian biasanya disebut arus lingkar perekonomian tertutup 14. Perekonomian terbuka/ perekonomian empat sektor merupakan suatu negara yang mempunyai hubungan ekonomi dengan negara-negara lain. .
43 REFLEKSI 1. Berilah tanda silang (x) pada kotak yang menurut anda sesuai. Sesudah mempelajari materi pada bab ini, bagaimana penguasaaan anda terhadap materi-materi berikut No. Materi Tidak Memahami Cukup Memahami Sangat Memahami 1. 2. 3. 4. 5 6 7 8 9 10 2. Dari bagian materi-materi tersebut, bagian manakah yang menurut anda menarik, apa alasannya? 3. Apa manfaat yang anda dapatkan setelah mempelajari materi bab ini untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?
44 ASESMEN KOGNITIF 1. Seseorang melakukan konsumsi bertujuan untuk . . . . a. mengganti barang yang rusak b. memenuhi kebutuhan hidup c. menghasilkan barang dan jasa d. menambah nilai guna suatu barang e. memperoleh keuntungan 2. Kegiatan produksi dilakukan untuk . . . . a. menambah kesempatan kerja b. menambah tingkat konsumsi c. memenuhi kebutuhan manusia d. memuaskan keinginan manusia e. mengurangi nilai guna suatu barang 3. Salah satu peran dari rumah tangga konsumen adalah . . . . a. memperoleh balas jasa b. pengatur kegiatan ekonomi c. penghasil barang dan jasa d. pengguna faktor produksi e. penggerak kegiatan ekonomi 4. Rumah tangga negara menjaga kestabilan harga. Dalam kegiatan ekonomi negara bertindak sebagai . . . . a. pengatur b. penggerak c. produsen d. konsumen e. pengawas 5. Pihak-pihak yang melakukan kegiatan ekonomi disebut a. Pelaku ekonomi tiga sektor b. Pelaku ekonomi dus sektor c. Pelaku ekonomi empat sektor d. Pelaku ekonomi e. Pelaku ekonomi campuran
45 DAFTAR PUSTAKA Teti Heryati, dkk. 2017. Ekonomi Bisnis SMK/MAK untuk kelas x edisi revisi. Bandung : HUP Anggota Ikapi. Sukirno, Sadono. 2013. Mikroekonomi Teori Pengantar Edisi Ketiga. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Wulan Nurlanty, dkk. 2016. Guru Pembelajar: Pengantar Ekonomi dan Bisnis. Jakarta: Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bisnis dan Pariwisata, Direktorat Jenderal Pendidik dan Tenaga Kependidik
46
1 MODUL AJAR TP.1.9 KONSENTRASI KEAHLIAN BISNIS RITEL ELEMEN : EKONOMI BISNIS DAN ADMINSTRASI UMUM FASE F KEL \ DISUSUN OLEH : ERLY SUMAWATI, SE., MM KURIKULUM MERDEKA TUJUAN PEMBELAJARAN MENERAPKAN ILMU EKONOMI DALAM KEGIATAN USAHA
2 MODUL AJAR EKONOMI BISNIS DAN ADMINISTRASI UMUM I. Informasi Umum Nama Penyusun Erly Sumawati, SE., MM Nama Sekolah SMK Negeri 2 Mataram Fase / Kelas F / XI Elemen Ekonomi Bisnis dan Administrasi Umum Capaian Pembelajaran Pada akhir fase F, peserta didik mampu mengembangkan bisnis ritel secara mandiri. Peserta didik akan mampu menerapkan ekonomi bisnis dan administrasi umum, menganalisis marketing, melakukan customer service, melakukan komunikasi bisnis, menganalisis pengelolaan bisnis ritel, mengevaluasi strategi marketing visual merchandising, melakukan pengemasan dan pendistribusian produk, dan membuat administrasi transaksi. Kompetensi Awal Kemampuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul ini Peserta didik sudah memiliki kemampuan dasar tentang materi ekonomi Keterampilan Prasyarat a. Keterampilan belajar daring. b. Pengetahuan mengenai ekonomi dan bisnis c. Pengetahuan mengenai teknologi dan internet c. Kesepakatan bersama kelas yang dibuat sebelum pembelajaran dimulai Alokasi waktu 6 JP Jumlah Pertemuan (JP) 2 x 6 JP Profil Pelajar Pancasila • Beriman dan bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berahlak mulia • Mandiri • Bernalar kritis • Kreatif Sarana dan Prasarana • Komputer • Internet • LCD Proyektor/ PapanTulis Target Peserta Didik Peserta didik regular Model Pembelajaran Problem Base Learning II. Komponen Inti Tujuan Pembelajaran 1.9.Menerapkan ilmu ekonomi dalam kegiatan usaha Pemahaman Bermakna Hasil yang diperoleh pada elemen ini Peserta didik mampu menerapkan ilmu ekonomi dalam kegiatan usaha Indikator keberhasilan: 1. Peserta didik mampu menerapkan prinsip ekonomi dalam kegiatan produksi 2. Peserta didik mampu menerapkan prinsip ekonomi dalam kegiatan distribusi 3. Peserta didik mampu prinsip ekonomi dalam kegiatan konsumsi
3 4. Peserta didik mampu menunjukan profil pelajar pancasila (untuk komponen Gotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis) Pertanyaan Pemantik Pertemuan 1 • Apakah anda selalu bersikap hemat • Apakah anda selalu menentukan skala prioritas (kebutuhan yang mendesak atau penting didahulukan dan diurutkan sampai kebutuhan yang tidak penting dan tidak mendesak Pertemuan 2 • Apakah anda selalu bertindak dengan rasional dan ekonomis (melalui perencanaan yang matang) • Apakah anda selalu bertindak dengan prinsip cost and benefit (pengeluaran biaya diikuti dengan hasil yang ingin diperoleh Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke satu Kegiatan Pendahuluan • Peserta didik dan Guru berdo’a Bersama mengawali kegiatan pembelajaran . • Pesrta didik dan Guru mempersiapkan diri secara psikis dan fisik, lingkungan belajar untuk siap mengikuti proses pembelajaran • Guru melakukan apersepsi/ mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang sudah dipelajari dan terkait dengan materi yang akan dipelajari yaitu menerapkan ilmu ekonomi dalaam kegiatan usaha • Guru mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari, peserta didik menanggapi stimulus yang diberikan oleh guru • Peserta didik menyimak penyampaian cakupan materi dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai, ruang lingkup dan teknik penilain yang akan digunakan 15 menit Kegiatan Inti • Peserta didik mengamati video penerapan ilmu ekonomi dalam kegiatan usaha • Peserta didik memberikan tanggapan hasil pengamatan tentang video tersebut • Siswa menalar tentang penerapan ilmu ekonomi dalam kegiatan usaha • Guru membagi siswa kedalam kelompok (setiap kelompok terdiri dari 5 orang) • Dengan cara berkelompok siswa berdiskusi mengenai penerapan ilmu ekonomi dalam kegiatan usaha • Siswa berdiskusi antar teman sekelompoknya sesuai dengan materi dalam pembelajaran., guru sebagai fasilitator mengamati kerja setiap kelompok secara bergantian dan memberikan bantuan secukupnya jika diperlukan. Guru sebagai fasilitator mengingatkan setiap peserta didik supaya menerapkan keterampilan kooperatif dalam kerja kelompok, selalu menghargai pendapat orang lain, dan memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk menemukan ide kelompoknya sendiri dan menjawab pertanyaan siswa jika merupakan pertanyaan kelompok. 235 menit
4 • Salah satu kelompok diskusi (tidak harus yang terbaik) diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya ke depan kelas. Sementara kelompok lain, menanggapi dan menyempurnakan apa yang dipresentasikan • Guru mengumpulkan semua hasil diskusi tiap kelompok Kegiatan Penutup • Salah satu peserta didik diminta memberikan kesimpulan tentang materi pada pertemuan ini • Guru mengajak peserta didik untuk merefleksi pembelajaran hari ini • Guru menyampaikan pokok materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya • Guru memberikan tugas mandiri kepada peserta didik 20 menit Pertemuan ke dua Kegiatan Pendahuluan • Peserta didik dan Guru berdo’a Bersama mengawali kegiatan pembelajaran . • Pesrta didik dan Guru mempersiapkan diri secara psikis dan fisik, lingkungan belajar untuk siap mengikuti proses pembelajaran • Guru melakukan apersepsi/ mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang sudah dipelajari dan terkait dengan materi yang akan dipelajari yaitu penerapan ilmu ekonomi dalam kegiatan usaha • Guru mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari, peserta didik menanggapi stimulus yang diberikan oleh guru • Peserta didik menyimak penyampaian cakupan materi dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai, ruang lingkup dan teknik penilain yang akan digunakan 15 menit Kegiatan Inti • Peserta didik berdiskusi antar teman sekelompoknya sesuai dengan materi dalam pembelajaran., guru sebagai fasilitator mengamati kerja setiap kelompok secara bergantian dan memberikan bantuan secukupnya jika diperlukan. Guru sebagai fasilitator mengingatkan setiap peserta didik supaya menerapkan keterampilan kooperatif dalam kerja kelompok, selalu menghargai pendapat orang lain, dan memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk menemukan ide kelompoknya sendiri dan menjawab pertanyaan siswa jika merupakan pertanyaan kelompok. • Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Sementara kelompok lain, menanggapi dan menyempurnakan apa yang dipresentasikan • Guru mengumpulkan semua hasil diskusi tiap kelompok 235 menit Kegiatan Penutup • Salah satu peserta didik diminta memberikan kesimpulan tentang materi pada pertemuan ini • Guru mengajak peserta didik untuk merefleksi pembelajaran hari ini • Guru menyampaikan pokok materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya • Guru memberikan tugas mandiri kepada peserta didik 20 menit