The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tugascerpen312, 2023-10-17 02:50:22

Antologi Cerpen

Antologi Cerpen

i HAK CIPTAHak cipta dilindungi oleh Undang-Undang. Dilarang memperbanyak seluruh atau sebagian isi bukuini tanpa izin dari penulis atau penerbit. Penulis : Alessandra Putri Brahmana, Aurelia EmiraZaidi, Endah Dwi Lestari, Hanna Putri Nisrina, IqlimaMumtaz, Leandhra Vaustine Wiedyasesari, Riffa RaisyaRahman, Syifa Aulia Purwanto. Editor : Endah Dwi Lestari, Hanna Putri Nisrina, IqlimaMumtaz. Layout : Hanna Putri Nisrina. Illustrator : Leandhra Vaustine Wiedyasesari, RiffaRaisya Rahman, Syifa Aulia Purwanto. Kata Pengantar : Alessandra Putri Brahmana, AureliaEmira Zaidi. Cetakan pertama, 2023


ii KATA PENGANTARBismillahirrahmannirrahiim Assalamua’alaikum WR. WB. Dengan menyebut nama Allah SWT. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan pujadanpuji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkanrahmat-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan buku antologi cerpen yang ditulis sedemikian rupa, karya para siswi IX (sembilan) Gkelompok 2 (dua). Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada para gurupembimbing yang senantiasa membimbing kami dalamproses penulisan antologi cerpen ini. Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnyabahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunankalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, dengantangan terbuka kami menerima segala saran dan kritikdari pembaca agar kami dapat memperbaiki kesalahanyang ada.


iii Akhir kata, kami berharap semoga antologi cerpendengan tema merekatkan keberagaman dalambingkai akulturasi budaya yang kami susun dapat memberikanmanfaat maupun inspirasi terhadap pembaca. Cilegon, 23 Agustus 2023


iv DAFTARISI HAK CIPTA..................................................... i KATA PENGANTAR..................................... ii DAFTAR ISI.................................................... ivAPPETIZER..................................................... 1Leandhra Vaustine Wiedyasesari GOYGEGI......................................................... 12Iqlima Mumtaz STYLE............................................................... 18Endah Dwi Lestari TERKADANG................................................. 28Aurelia Emira Zaidi ALI.................................................................... 35Riffa Risya Rahman WHEN, WE WERE YOUNG........................... 39Alessandra Putri Brahmana PUDAR............................................................. 52Syifa Aulia Purwanto


v J-CROSS .......................................................... 59Hanna Putri Nisrina BIODATA.................................................................... 75


1 APPETIZERLeandhra Vaustine Wiedyasesari Alena berlari sambil berteriak memanggil mamanyayang sedang memasak di dapur. “Mama..mama..” panggilnya saat melewati kamar keduaorang tuanya dan menjulurkan kepalanya mencari-cari sosok mamanya didalam kamar, namun tidak ditemukannya sosok yang dicarinya didalamsana. “Mama didapur nak” jawab mamanya tidak kalahkencang suaranya agar terdengar oleh Alena. BergegasAlena berjalan kearah dapur menuju arah suara mamanya. “Maaa, kak Rafael mau kesini ma…” ujarnya bersemangat sambil menunjukan telepon genggamnya. Mamanya tidak langsung merespon apa yang disampaikan anaknya hanya mengulurkan tangankanannya. “Ehhh, maaf ma” ucapnya cepat, Alena menyambut tangan mamanya untuk mencium dan menempelkandi pipi kanannya setelah sadar tadi belumsalimke mamanya setelah pulang dari sekolah. Dengan lembut mama mengelus kepala Alena.


2 “Pulang sekolah kok teriak teriak, bukannya ucapinsalam” suara mamah pelan mengingatkan Alena. “Hehe, iya mah, maafin Alena ya ma” permintaanmaaf Alena karena lupa mengucapkan salamtadi saat barusampai dirumah. “Iya, nanti Rafael dan mamanya dijemput ayah ke bandara setelah ayah pulang dari kantor” kata mamahsambil melangkah membawa sayur yang selesai dimasakmenuju ke ruang makan. Alena mengekor langkahmamanya sambil terus membalas chat dari Rafael padatelepon genggamnya. “Aduh” suara Alena pelan ketika tubuhnya menubruktubuh mamanya yang berhenti tanpa diketahuinya karenaasyiknya mengetik pada teleponnya. Alena nyengir ketika mata mamanya melotot kearahnyakarena berjalan sambil memainkan teleponnya hinggadia tidak menyadari langkah sampai menubruk mamanya. “Rafael nanti mau ajari adek masak untuk makanmalakkita ma” ucap Alena dengan mata berbinar. “Oh ya” jawab mamanya singkat. “Iya ma, kak Rafael ikut cooking class disana dankatanya sudah pandai memasak ma” cerocos Alena menceritakan Rafael pada mamanya. “Lho…sama dong adek juga suka memasak kan” katamama menutup percakapan di ruang makan.


3 *** Rafael adalah anak satu satunya dari uwa Farhandanuwa Yani. Keluarga uwa pindah ke UKkarena uwaFarhan harus meneruskan pendidikan di bidang engineering. Tidak terasa sudah hampir enamtahunmereka tinggal disana. Dulu, Alena sangat akrab dengan Rafael yang berumur satu tahun lebih tua darinya. Saat itu Rafael sekolahdi sekolah yang sama dengan Alena. “Alenaaa!!” panggil mama dengan suara agak keras memanggil Alena yang berada di kamar mengerjakanPRMatematika. “Ya maaaa” jawab Alena tidak kalah kerasnya sambil bergegas keluar kamar menuju arah suara mamanya. “Nih lihat, kak Rafael udah datang” ucap mama sambil menggandeng tangan kak Rafael. “Wahhhh, tinggi amat kakak sekarang” kata Alena sambil menjabat tangan Rafael. “Hehehe, iya tambah tinggi aku sekarang ya Al” jawabRafael sambil nyengir dengan bahasa Indonesia yangsedikit kaku kedengarannya. “Haiiii Alena cantik” ucap uwa Yani sambil berjalanmasuk menarik kopor pakaian. “Hai uwa…” sahut Alena sambil berjalan untuk menjabat tangan uwanya.


4 Uwa Yani lalu memeluk Alena setelah selesai menjabat salim tangan Alena. “Uwa Farhan mana wa?” tanya Alena setelah tidakmendapati uwanya tidak terlihat bersama mereka. “Dua hari lagi uwa Farhan menyusul kesini, sekaranguwa masih ada kerjaan yang harus diselesaikan di Jakarta” kata uwa Yani menjelaskan. “Kamu sudah besar ya, cantik lagi” puji uwa Yani serayamengelus pipi Alena. “Engga endut lagi ya mom” sahut Rafael dari belakang. “Weeee engga endut lagi dong…” ucap Alena sambil menjulurkan lidahnya kearah Rafael. “Bantuin ayah turunin tas dari mobil nak” kata mama. “Iya bantuin ayah ya cantik” uwa Yani berkata sambil mengelus rambut Alena yang sebahu. “Aku ikut” ucap Rafael cepat sambil berjalan menyusul langkah kaki Alena. *** Rafael membantu Alena mendorong trolley belanjaanyang hampir penuh menuju kasir dimana Ayah danmama serta uwa Yani menunggu untuk transaksi pembayaran belanjaan mereka.


5 “Do you think we have all supplies we need to cook, Alena?” tanya Rafael memastikan mereka sudahmembeli semua barang yang mereka butuhkan. “Yap!” jawab Alena cepat sambil nyengir. “Mau memasak apa kita nanti?” tanya Rafael kembali. “Ahhh, I already tell you what are we going to cook, rite?” ucap Alena cepat mengingatkan Rafael masakanapa saja yang akan mereka masak. “Indeed, just trying to figure out seperti apa ya” ucapRafael belepotan mencampur bahasa Inggris dan bahasaIndonesia dalam ucapannya. “Hehe, funny you, kak Rafael. kalo mau ngomongpakai bahasa Inggris ya pake bahasa Inggris saja, kalo maubahasa Indonesisa ya bahasa Indonesia aja kak” ucapAlena sambil terkekeh mendengar Rafael bicara campur-campur antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. “Hehe, sorry” jawab Rafael cepat sambil ikut tertawa. *** Rafael membantu Alena mencuci bahan makananyangakan mereka masak sedangkan Alena menyiapkanalat- alat dan bumbu-bumbu yang akan dibutuhkan saat memasak nanti. Uwa Yani, ayah dan mama asyik mengobrol di ruangtengah, obrolan mereka sepertinya sangat seru hinggatawa mereka bisa terdengar sampai ke dapur.


6 “I am done” ucap Rafael sambil mengelap tangannyayang basah. “Thank you, kak” sahut Alena sambil mengiris bawangmerah. “Are you crying?” tanya Rafael seraya mendekat memperhatikan Alena yang beberapa kali menyeka air mata karena mengupas dan mengiris bawang merah. “No, aku ngga nangis weee, ini karena bawang merahyang aku iris” jawab Alena cepat. “Oh okay, akan masak apa kita Alena” tanya Rafael. “Hmmm, sayur kangkung, balado telur ceplok, ayamgoreng dan sambal matah” jawab Alena mantap. “Ahhh, those are for the main course, rite?” tanya Rafael lagi. Alena hanya menjawab dengan anggukankepalanya. “Apa yang akan kita masak dulu Al?” kembali Rafael melanjutkan pertanyaannya. “Kakak masih bisa memasak nasi kah?” tanya Alenameragukan kemampuan Rafael. “Hehehe, I am not good at memasak nasi, Al” jawabRafael jujur. “Okay, aku yang masak nasi kalo gitu ya” ucap Alenasambil berjalan kearah tempat penyimpanan beras disebelah kanan tubuhnya.


7 “Boleh aku goreng telurnya Al?” tanya Rafael. Alenamengangguk memberi ijin Rafael untuk menggorengtelur yang akan diolah menjadai balado nantinya. Kembali Alena dan Rafael sibuk dengan tugasnya masing masing mengolah beberapa menuuntuk makan malam nanti. Alena mengakui kepiawaian Rafael memasakdan menggunakan alat-alat dapur. “Al, sepertinya kita harus memasak untuk appetizer dandessert deh” ucap Rafael sambil memandang Alena. “Appetizer dan dessert?” ucap Alena dengan tatapanheran. “Menu apa itu kak?” Alena melanjutkan. “Ahh, Appetizer dan dessert bisa apa saja karena itumakanan pembuka dan penutup” jawab Rafael mencobamenjelaskan. “Bukannya yang kita masak sudah cukup kak? Adatigamacam menu lho?” jawab Alena masih tidak mengerti maksud Rafael. “Yah, tapi kami biasa menikmati Appetizer lebihdahulusebelum kita makan main course” kembali Rafael melanjutkan penjelasannya. “Lho, kalo nanti kita makan appetizer dulu berarti makanan yang kita masak ngga kemakan dong, kansudah kenyang makan appetizer” kejar Alena kurangsetuju dengan usulan Rafael.


8 “No, no, no tidak seperti itu Al, kita makan maincoursenya tentu saja setelah kita makan appetizer” sanggahRafael tidak mau kalah. “Lah, terus?” ucap Alena sambil mengernyitkan keningtanda belum paham dengan ucapan Rafael. “Ehm, begini, kita masak appetizer, then we cook something for dessert” lanjut Rafael mencoba menjelaskan dengan kata-kata campuran antara BahasaInggris dan bahasa Indonesia. Suara perdebatan Alena dan Rafael cukup keras sehinggamemancing keheranan mama dan uwa Yani. Merekaberdua sambil senyum senyum berjalan kearah dapur untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di dapur. “Lho lho, apa yang kalian ributkan?” tanya mama diikuti uwa Yani dibelakangnya. “Ini lho ma, wa…masa kak Rafael bilang sayur kangkung, balado ceplok telor, ayamgoreng dansambal matah masih kurang untuk menu makan malamnanti”kata Alena ke mama dan uwanya. “I am not saying ini kurang atau tidak cukup untukmenumakan malam, I just tanya apa yang mau dimasakuntukappetizer and dessert” jawab Rafael tidak mau kalah. “Hahaha!!” pecah tawa mama dan uwa Yani hampir bersamaan. “Kita sedang berada di Indonesia Raf, so we don’t needthat much” ucap uwa Yani menjelaskan ke Rafael.


9 “Yang akan kalian masak sudah cukup seperti Alenabilang, Sayur kangkung, balado telor ceplok, ayamgoreng dan sambal matah” uwa Yani melanjutkan. “Ahhh I am sorry, Alena. Ya, sepertinya yang kita masakcukup untuk menu makan malam nanti” kata Rafael menyesali debatnya tadi. “It’s okay kak Raf, Alena juga minta maaf ya” “Aku lupa kalo kak Rafael udah lama tinggal di UKjadi ya ada perbedaan soal menu makan” ucap Alena sambil tersenyum. “Nah begitu dong chef” kata uwa Yani mengakhiri perdebatan antara Alena dan anaknya, Rafael. “Kak Rafael boleh kok masak untuk appetizer, hmmmhow is about a corn soup?” kata Alena setelah suasanakembali cair seperti tadi sebelum terjadi perdebatan. “Okay, that would be fine for appetizer” sambut Rafael cepat sambil menyiapkan bahan bahan yang dibutuhkanuntuk membuat sop jagung.*** Semua masakan untuk makan malamsudah tersaji rapi di meja makan. Wadah nasi berada ditengah tengahmejalalu sayur kangkung, balado telor ceplok dan ayamgoreng dijajarkan mengelilingi wadah nasi. Sambal matah juga sudah di siapkan dalam pisin kecil untukmasing masing piring yang saat ini masih kosong.


10 Alena dan Rafael tersenyum memandang hasil kerjamereka berdua memasak untuk jamuan makan malamyang sebentar lagi akan dimulai hanya tinggal menungguorang tua mereka siap menikmati makan malam. *** Ayah, mama dan Alena duduk dalamsatu barisan. UwaYani dan Rafael duduk diseberang meja mengelilingi sajian masakan yang sudah diolah oleh Alena danRafael. “Wah cantiknya masakan kamu Alena” ucap uwa Yani memuji hasil masakan Alena. Alena tersenyum mendengar pujian dari uwanya itu. Mama mengelus kepala Alena sebagai wujud tanda bangga akan putri satu-satunya ini. “Ayo, jangan hanya dilihat saja, mari kita makanmasakan Alena dan Rafael” kata ayah menjulurkantangan hendak menyendok nasi dari wadah. Alena menatap Rafael sambil memberi kode. “Ohhh, wait om” ucap Rafael tersadar ketika melihat kode dari Alena. Gegas Rafael disusul Alena dibelakangnya. Tidak lama Rafael membawa nampan berisi lima mangkok kecil berisi sup jagung lalu dibantu Alenameletakan satu persatu mangkuk diletakan didepanayahnya, lalu mama, dan uwa Yani.


11 “Sebelum makan silahkan dinikmati appetizernya yah, ma, wa” ucap Alena sambil tersenyum. Dengan diiringi obrolan keluarga Alena dan keluargaRafael menikmati makan malam mereka. Obrolanringantentang bagaimana budaya di UK yang harus dipelajari oleh keluarga uwa atau cerita bagaimana mereka pertamakali menyesuaikan diri dengan kondisi musimdingindisana. Bagaimana Rafael harus belajar bahasa Inggrissaat pertama kali mereka tiba di UK. “Sungguh nikmat sekali masakan kamu Alena cantik”kembali uwa Yani memuji masakan Alena. “Terima kasih wa” ucap Alena menjawab pujian uwanya. “Ini masakan asli Indonesia wa, hanya saja kak Rafael sedikit menyesuaikan rasanya agar cocok di lidahuwadan Rafael” ucap Alena jujur. “No Alena, you deserve to have it, ini benar benar enakAl” ucapan jujur Rafael mengomentari masakan Alenayang dirasakan enak dan nikmat itu.


12 GOYGEGI Iqlima Mumtaz Seperti namanya, menari adalah menggerak–gerakkanbadan dan sebagainya dengan berirama danseringdiiringi dengan bunyi–bunyian. Sejak umur 5tahun, Clara sudah paham dengan ibunya yang suka menari, juga memiliki sanggar. Dan ibunya adalah seorangpenari Jaipong. Tari di identikan oleh musik, pakaianmenari yang biasanya disesuaikan dengan jenis tarinyadan aksesoris yang ingin dipakai. Clara sudah seringkali menari di syukuran dan pernikahan. Kini, usianya sudah 13 tahun. Disaat orang-orangmengerjakan pekerjaan sekolah, Clara harus berlatihmenari tapi, Clara sudah merasa jenuh dengantarianJaipong karna dalam seminggu Clara harus latihanselama 2 kali pada hari Sabtu dan Minggu, sehinggawaktu libur Clara hanya dipakai untuk latihandibandingkan istirahat.


13 Saat Clara mulai tidak mau mengikuti latihan, Claraditegur oleh ibunya. “Clara! Ayo ikut ibu pergi ke sanggar, yang lainsudahmenunggu” ajak ibu. “Clara nggak mau latihan dulu bu, Clara mau istirahat”jawab Clara. “Bukannya kamu dari tadi pagi juga istirahat, giliranhpaja paling utama, nantikan kamu mau ikut lomba, ayoClara latihan!” ucap ibu. Ibu menegur Clara, karena Clara dipilih untuk mewakili sekolah SMPN 1 Karawang Barat di lomba Tari Tradisional Sunda Sekota Madya. “CLARA! AYO CEPETAN KE SANGGARBENTARLAGI KAMU LOMBA!!” ucap ibu yang semakintegas. “Nggak dulu bu, Clara juga mau ngerjain pr” jawabClara. Clara pun terus-terusan mencari alasan agar tidakikut dengan ibunya ke sanggar.


14 “ALASAN SAJA KAMU CLARA!” ucap ibuyangsudah kesal dengan Clara. Ibu pun barlalu pegi sambil menghembuskan nafas kesal. Setelah melihat ibunya pergi meninggalkan rumah, Clarapun lanjut bermain hp, scroll-scroll media sosialnya. Selang waktu berjalan, Clara pun menemukansebuahpostingan di sosial media yang menyatakan tari Jaipongitu berasal dari Bandung. Yang Clara tahu, tarianJaipong itu berasal dari Karawang, hasil kreativitas abahnya pada tahun 1970-an dan ibunya pun yangasli karawang belajar kesenian sunda dari anak cucu abah. Clara tak terima dengan postingan tersebut, Clarapunberkomentar dan menjelaskan asal-usul tari Jaipong. “Tari Jaipong itu berasal dari Karawang bukanberasal dari Bandung. Pada tahun 1970-an, abahkumengkreasikan tarian Jaipong jadi tari Jaipongituberasal dari Karawang okee!” tulis Clara, dalamkolomkomentar.


15 Selang beberapa waktu, akun info dari Insgatrammembalas komentar Clara soal tarian Jaipong. “Terima kasih atas informasinya kak, tapi memangkakak sudah perbaiki juga pengetahuan kakaktentangbudaya dan kesenian Sunda?” ujar salah satu komentar. Membaca komentar tersebut, jadi selama ini Claraberlatih tari Jaipong tidak menggunakan hati. Clarahanya berlatih karna disuruh oleh ibunya, akhirnya Clarapun tau semua orang harus tau tentang budaya daerah. Clara pun segera kesanggar untuk menghampiri ibunyadan menari Jaipong. *** Pada hari yang sudah di tentukan, Minggu tanggal 21September. Clara harus mengikuti lomba tari padasaat itu, Clara mulai cemas karna Clara sudah ingin tampil. “Ibu Clara deg-degan, Clara takut kalah bu” ucapClara. “Jangan khawatir Clara cantik, pasti bisa kok!” ujar sangibu.


16 “Tapi bu, Clara takut” jawab Clara yang masihmerasacemas dari tadi. “Sudah tenang saja sayangku, kamu pasti bisa, kansudahlatihan” ucap sang ibu, menenangkan hati sang buahhati. Clara sedang menunggu gilirannya untuk majukeataspanggung. Selang beberapa waktu, Clara pun dipanggil. “Urutan ke 19, Clara! Silahkan menaiki panggung”panggil mc. Clara pun segera naik ke atas panggung danmenari Jaipong, ibunya yang duduk di kursi palingdepanmemberikan semangat kepada Clara yang sedangtampil. “CLARAAAA ANAK IBU! KAMUKERENTERUSLAH MENARI DENGAN FOKUS1 IBUADADI SINIMELIHAT CLARA MENARI SEMANGATTTTT!!”teriak ibu untuk menyemangati Clara, sang buah hatinya. Akhirnya Clara selesai menari. saatnya pengumumanpemenang.


17 “Juara ke 3, Keizia , juara ke 2, Lave dan juara pertamaadalah…., Clara!! Selamat untuk Clara, silahkanyangmenang untuk naik ke pangung,” ucap mc. “Clara anak hebat kebanggan ibu,” ucap ibubanggasekaligus bahagia. “Terima kasih bu! berkat ibu, Clara bisa menang” jawabClara. Akhirnya Clara pun pulang dengan senangdanmembawa pulang piala. Keesokan harinya, saat upacara, Clara di panggil ke depan karena kemarindiamemenangkan lomba tari tradisional. Tarian Jaipongyang di tampilkan oleh Clara pada saat lomba denganiringi musik khas Sunda, Clara melakukan goyang, geol, dan gitek sebagai ciri dari tarian Jaipong.


18 STYLE Endah Dwi Lestari Matahari yang mulai menyinari dunia dengan cahayanyayang menusuk mataku melalui celah-celah jendela kamar. Hari ini tepat hari Senin, yang artinya Nayanika harus bergegas dan bersiap-siap menuju sekolahnya. Nayanikaberjalan turun menyusuri anak tangga yang di dindingnya terdapat beberapa bingkai foto-foto perjalanan liburan Naya bersama ayahnya. “Naya, sini rotinya dimakan dulu!” panggil Dewi, IbuNaya yang sedang menyiapkan makanan. “Iya, Ibu. Sebentar Naya lagi siapkan buku.” Selepas Naya menyiapkan dirinya secara utuh, Nayaberangkat ke sekolah dengan sepeda berwarna birumudaitu. Ia mengayuh dengan sangat santai karena Naya sangat suka menikmati perjalanannya. ***


19 “Naya!” panggil Rania, sahabat Naya sejak Kelas 8. “Ehh Rania, baru sampe?” “Iya nih Nay, baru banget sampe,” “Yaudah yuk, kita masuk kelas,” ucap Naya seiringmengayunkan kakinya menuju kelas 9G. “KRINGG!” Bunyi bel sekolah, pertanda sudah masukwaktunya kita semua belajar. “Baik Anak Anak, berhubung waktu kita tinggal 2Bulanlagi kita akan mengadakan pensi, ibu mau kalianmeyiapkan 1 Tarian daerah dan 1 Lagu daerah ya.” ucapBu Sari. “Bu kalau lagu nya bukan lagu daerah gimana bu?”tanya Dito teman kelas naya. “Iya boleh, asal ada tarian daerah nya ya.”ucap BuSari kepada Dito. “Oh iya, sekolah memberi 1 minggu untuk hari tenangkepada kalian, Ibu harap kalian memakai hari nya dengan baik ya.”


20 “Baik bu.” jawab seluruh anak murid. “KRINGG” bunyi bel pulang pun tiba. Naya bergegas membereskansemuanya dan Bersiap untuk pulang. “Naya ganti baju dulu kalau mau tidur,” teriak Ibukepada Naya yang baru sampai di rumah. “Iyaa bu.”Di kamar Naya, terdapat beberapa potret foto liburanBersama keluarganya itu. Setelah naya lihat lihat, Nayaberfikir untuk mengambil liburan di hari tenangnya ituuntuk berlibur ke Yogyakarta. Di Sore hari, naya bertanya kepada sang ayah “Yah, aku ada libur 1 minggu, kita keliling jogja yu. Paling 2 harian aja,” “Wah beneran kamu libur, yaudah yuk besok kita berangkat, bilang sama Ibu ya.” “YEYY okey Ayah terimakasii mwaahh,” Naya punmenghampiri ibu nya yang di kamar “Ibuu, kata Ayahkita besok mau ke jogja, karna aku ada libur 1 minggu,”“Waah asyikk kita liburan lagi, yaudah kamu sekarangberesin baju ya Nay.”


21 Naya pun Kembali ke kamar dan Bersiap siap. *** Keesokan harinya, tepat pukul 8 pagi Naya, AyahdanIbunya pergi melakukan perjalanan menuju Jogja dengankereta. Sampainya Naya di stasiun Tugu Jogja, Nayamulai menyusuri Kawasan sekitar dengan becak yangdisewanya itu. Tepat di depan Malioboro, Naya mulai berjalan sampai di depan Hotel yang tepat di depanMalioboro itu. Naya memutuskan untuk istirahat sejenaksebelum turun dan menyaksikan indahnya Malioborodi malam hari. Saat sudah malam, Naya memutuskanuntukturun mengelilingi Malioboro Bersama Ayah danIbunya. Mereka duduk di angkringan untuk makan sejenak. Selepas makan, mereka melewati teras Malioboro1yangdi depan nya terdapat sebuah persembahan tarianserimpi. Naya pun penasaran, ia mendekat dan mereka beberapabagian tarian itu untuk di abadikan nantinya. Naya terusmengamati betapa keren nya mereka menarikan tarianserimpi itu. Sampai akhirnya dia memikirkan, kenapadiatidak pakai tarian itu untuk di tampilkan di acara pensi sekolah nya ya?. Setelah selesai acara menari itu, Naya


22 memutuskan untuk berkeliling lagi untuk yang terakhir sebelum balik ke penginapannya. Saat Naya sudahberada di Hotel, Naya terus memikirkan tarian yangtadi ia lihat. Naya pun mulai membuka obrolan di grupkelasdan bertanya kita ingin membawakan tarian dan laguapauntuk acara pentas seni nanti. “Eh guys, kita udah ada ide belum nih untuk tariandanlagu yang mau di tampilin?” tanya Naya. “Waduh belum ada nih Nay,” balas Dito kepada Naya. “Ini aku ada ide, gimana kalau kita tampilin tari serimpi aja?” tanya Naya kepada teman-temannya. “Wahh boleh tuhh kita pakai tari serimpi!” balas temanteman Naya secara serempak “Okee deh kalau gitu, mulai selesai libur nanti kita Latihan ya” “Okeyy Nay” balas teman temannya. “Okeyy guys makasih ya” jawab Naya. ***


23 Matahari yang sinar pun itu memancarkan sinarnya hingga tembus gorden kamar hotel Naya, pagi itutepat pukul 7, Naya bangun dan mencuci mukanya itu. SetelahNaya membereskan dirinya, Naya mulai menyeduhsatucangkir teh dan menikmati nya dengan suara orangbermain wayang kulit yang muncul dari suara tv nyaitu. Iya, wayang itu salah satu bagian favorit ayah kalauberkunjung ke Jogja. “Naya, ayo mandi kita mau jalan ke Borobudur.” suruhAyah. “Wahh oke ayah.” jawab Naya. Naya Bersiap-siap dengan pakaian dan tak lupa memakai topi karena matahari di Borobudur sangatlahpanas. Perjalanan Naya ke Borobudur memakan waktukurang lebih 2 jam, Naya menghabiskan waktunya untukmenikmati perjalanannya. Sampainya di Borobudur, Naya masuk dengan 3 tiket. Naya mulai mengelilingi candi yang ada di depan nya itu, Naya, Ayah danIbupun naik ke atas candi dan berjalan jalan di sekelilingnya. Mereka mengamati candi dengan seksama, dan


24 memotret beberapa bagian candi untuk dikenang. Saat matahari sedang panas panasnya mereka memutuskanuntuk pulang Kembali ke Hotel dan menyiapkan baranguntuk kepulangan nya esok pagi. Pagi pun tiba, Naya menyiapkan diri untuk pulangkerumah nya. Naya dan keluarga sudah checkout dari Hotelnya. Naya memutuskan untuk mampir mencari sarapan di Gudeg Yu Djum, makanan khas Jogja banget deh pokoknya. Selepas mereka selesai makan, merekamelanjutkan perjalanan dengan kereta, yang jaraktempuh nya kurang lebih 9 jam lamanya. *** Hari libur telah usai, Naya pun Kembali masuk ke sekolahnya dengan rasa antusiasnya. Naya sedangmengajak berdiskusi dengan anak kelas nya itu. “Guys, kita jadi kan mau pakai tari serimpi?” tanya Nayakepada teman teman nya. “Iyaa, boleh tuh Nay.” sahut Kiara teman kelas nyaitu.


25 “Kalau yang nyanyi gimana nih, jadinya mau nyanyi apa?” tanya Dito. “Nyanyi lagu Apuse aja yuk,” sahut Dito. “Gimana kalo kita nyanyi lagu Taylor Swift aja guys?Kan boleh tuh,” sahut Ajil kepada Dito. “Loh emang boleh jil pake lagu luar?” jawab Naya. “Boleh kok Nay, kan waktu itu Bu Sari bilang.” jawabAjil. “Nanti kita tanyain dulu ya Jil,” sahut Naya. Setelah berdiskusi Panjang lebar dengan guru, ternyataBu Sari membolekan untuk memakai lagu dari luar, dengan catatan harus ada tarian daerahnya. *** Saat Latihan, Naya, Rania, Kiara, Ajil, Dito dan semuateman kelas Naya berkumpul di rumah Naya untukLatihan tari Serimpi nya itu. “Duh Nay, gimana nih si Ajil susah di ajak geraknya.”ucap Rania.


26 “Coba kamu semangatin tuh Dit, kamu kan temennya.”sahut Naya kepada Dito. “Ayo dong Jil kita nari, kan buat kelas kita juga.” ucapDito. “Duh gue males banget Dit, maunya tiduran aja, lagiannari udah kaya cewek aja.” gumam Ajil. “Lah lo jangan sepelein kaya gitu dong Jil, kalo gamaumah gausah ikut latihan sekarang, nyusahin aja.” jawabRania yang sudah mulai emosi. “Duh guys jangan pada berantem gini dong, gimanakaloAjil mulai Latihan nyanyi lagu Taylor Swift nya, maupake lagu Style aja gimana?” jawab Naya. “Iya maaf deh Ran, terserah mau pake lagu apa nanti guebantuin.” ucap Ajil. Selagi mereka tim tari menyiapkan tarian nya, ada timAjil yang berlatih menyanyi lagu Taylor Swift itu. *** Waktu Pensi pun tiba, disitu pun tiba saat nya Nayadankawan-kawannya menampilkan hasil yang sudahmereka


27 upayakan. Saat mereka tampil, semuanya berjalanlancerseperti yang diharapkan. “You Got A James Dean Daydream Look In Your Eyes”“And I Got That Red Lip Classic Thing That Youlike“And we Never Go Crashing Down We Come BackEvery Time “Cause We Never Go Out Styly, We Never Got Out Of Style” Ajil pun dengan lancar menyanyikan laguStyledengan penuh kegembiraan, sebab ternyata dia sangat amat menyukai lagu lagu Taylor itu. Dengan ini pundinyatakan kelas 9G sebagai pemenang, karena banyakhal menarik yang dibawakan kelas itu untuk bisa tampil semaksimal mungkin.


28 TERKADANGAurelia Emira Zaidi Awan yang mendung, membuat angin kencang menerpadedaunan. Ku ratapi keadaan akan bagaimana jikaakumelanjutkan pendidikan. Semakin lama, semakinkupikirkan lebih dalam, Akhirnya, aku bertekaduntukmemberanikan diri berbicara pada orang tua, usai makanmalam. “Pah, Mah. Bolehkah jika mbak melanjutkan kuliahdi Jakarta?” kataku. “Boleh mbak, tetapi untuk saat ini uang papahdanmamah belum cukup terkumpul,” kata Mamah. “Mah, sebenarnya mbak mendapatkan beasiswadi Jakarta. Tetapi, mbak bingung apakah mbakambil beasiswa tersebut atau tidak,” kataku, mengungkapkanyang sebenarnya.


29 “Ini serius mbak?! Coba, papah dan mamahlihat dahulu,” kata Papah. Aku pun menunjukkan beasiswaperkuliahan di Jakarta. “Alhamdulillah ya Allah, selamat ya mbak!” kata mamahdan papah sambil memeluk diriku. “Papah dan Mamah tak masalah, jika mbakinginmelanjutkan pendidikan. Tak perlu khawatir, kami akanbaik-baik saja,” kata papah. Akhirnya, aku bisa memulai menyiapkan barang bawaan yang akan kubawa. *** Hari demi hari berganti, waktu tak terasa seperti mengedipkan mata. Waktunya aku berangkat. Terlihat, mamah ingin meneteskan air matanya. Namun, ia tahankarena tak ingin melihat diriku tersedih. Perjalanan8jam pun tak terasa. Rasa semangat karena telahsampai di Jakarta, kurasakan. Aku menempati Rumahpapahmamah, semenjak tinggal di Jakarta. Usai mempersiapkan diri dengan utuh, aku langsungmenyiapkan barang bawaan untuk esok awal perkuliahan. Pagi yang sangat kunantikan, perkuliahan sudah dimulai.


30 Pak dosen mengabsen semua murid yang ada, danberakhir pada namaku. “Audhrey Caesha Zaid,” kata Pak Dosen. Aku pun mengangkat tangan, pelajaran dimulai. Berjamjam sudah berada di dalam. Jampulang tiba, akubersama teman-teman berkumpul di kafe. Kami merencanakan ingin ikut berpartisipasi pada suatufestival. Rencananya, beberapa dari kami ingin membuat makanan khas juga beberapa kerajinan dari Jakarta. Meski perkuliahan baru dimulai. Kami inginmembangggakan nama kampus. Hari Sabtu, kami menuju Yogya menggunakan kereta, membuat perjalanan tak terasa sudah hampir sampai. Usai sudah, perjalanan kami selama di kereta. Kamipun sampai dengan selamat. *** Bermalam bersama teman dalam satu kamar, memanghal yang sangat menyenangkan. Sebelumfestival dimulai, kami sibuk membuat makanandanmenyusunnya dengan sangat rapi. Waktunya festival


31 dimulai. Sebelum makanan kami sajikan, nantinya. Kami akan mempresentasikan terlebih dahulu. “Selamat malam warga Gadjah Mada, Kami perwakilandari kampus Bisnis Jakarta. Mempersembahkanmakanan kerajinan khas Jakarta seperti, Gabus Pucung, Nasi Ulam dan Miniatur Monumen Nasional juga masihbanyak lagi. Jadi, Ayo ramaikan jualan kami!” kataku. Usai mempresentasikan, dilanjut dengan banyaknyapenjual dari berbagai daerah. Usai semuamempresentasikan, festival dimulai. Syukur terucapdalam benakku, akhirnya. Barang yang kami jual telahhabis, tak ada satu pun yang tersisa. Kami mengusulkanuntuk mengelilingi tempat Festival, tepat di depanbagian Sumatera Utara. Aku melihat ada yang menjual makanan kesukaanku sejak kecil. “Guys please! makan malam Mie Gomak kuy!” kataku. Sambil menunjukkan jari pada penjual makanantersebut. “Tahu saja nih kalau kita lapar, Kuy ah kita makan!”katatemanku. Kami pesan Mie Gomak juga Manuk SiraPegedan memakannya. Usai makan malam,


32 “Sha, kamu gak makan ya?,” tanyaku pada Shailene. “Rasa dari Manuk Sira Pege bikin muntah!” jawabShailene. “Heh jangan dong, baru juga banggain kampus!”kataSyava. “Sebentar, ini pakai jahe ya?” tanya Shailene. ”Gimana ya sha, namanya aja ayamgaramjahe,”jawabku. “Mau pesan yang buat kamu sehat gak?” tanyakupadaShailene. “Boleh deh, thanks ya!” jawab Shailene. “Bang, tolong mandi 1. Kalian mau juga?” katakupadapelayan. ”Are u crazy?,” kata temanku sambil berbisik. “Maksud?,” tanyaku. ***


33 Sejak diriku pesan mandi, Shailene dan Saiva padakeluar dari tempat makan. Makan malamtelah usai. Akuserta teman yang lainnya menghampiri Shailene yangtiba-tiba menghilang dari tempat makan. “Kalian kenapa?” tanyaku. Mereka berdua hanya terdiam, sambil melirik mata sinisnya. Aku mencoba mendekati mereka sambil berkata, “Marah nih kalian? Saiva kenapa ikut marahjuga?”tanyaku. Saiva berbisik padaku bahwa, “Shailen sedang merasa ingin muntah, malahkamusuruh mandi.” Aku mencoba mendekati Shailen, “Sha demi inimah, Mandi itu bahasa Batak yangartinyateh manis panas. Bukan saya suruh kamu mandi,” katakumenjelaskan yang sebenarnya. Shailene tetap terdiam, usai berkali-kali dibujuk hingga larut malam. Akhirnya, Shailene sudah mulai tersenyum sedikit. “Maaf ya, saya tak mengerti jika itu bahasa Batak, Sayasadar bahwa Indonesia memiliki keberagamandaerahyang pastinya mempunyai bahasa khas yang dimiliki,”kata Shailene.


34 “Santai Sha,” kataku. “Lain kali kalau marah, jangan sampai membuat kami harus begadang dong!,” Kata Saiva dan Syava.


35 Ali Riffa Raisya Rahman Ali, Ali anak yang pintar dan suka hal baru dia lahir di Argapura, Jawa Barat. Suatu hari Ali mendapatkanE- mail dari salah satu perusahaan besar di Jakarta, yaituperusahaan Jaya Abadi. Pesan Email nya berpesanbahwa dia diterima kerja di perusahaan Jaya Abadi. Ali senang sekali mendapatkan berita tersebut. Tapi Ali juga sedih harus meninggalkan ibu nya sendirian di desa. Ali segera memberitahukan beritaini pada ibunya. Ibunya tersenyum tulus dan berkata, “Tidak apa-apa Ali. Asalkan mimpi mu terwujudjadi orang yang sukses, ibu akan selalu bahagia.” Ali menatap ibu dengan rasa sayangnya. Dalamhatinya, iatidak ingin meninggalkan ibunya tercinta, namun, tidakada pilihan lain. Ia akan giat berusaha di perusahaanitu. Hari minggu nya, Ali berangkat ke Jakarta menggunakantransportasi umum. Sebelumnya, ia sudah berpamitandengan ibunya. Ibunya berpesan agar Ali menjaga kesehatan. Sesampainya di Jakarta, ia terkagum-kagumdenganpemandangan dan keindahan gedung pencakar langit di kota Jakarta. Ali memesan ojek sampai ke sebuahgedung kecil, sebuah kontrakan yang ia akan tinggali. Ia


36 melangkah kan kaki ke dalam kontrakan, ia terkejut ketika ia disambut oleh sang pemilik kontrakan. Hari senin nya Ali sudah masuk kerja di PerusahaanJayaAbadi. Ali senang sekali bisa kerja di PerusahaanJayaAbadi. Hari pertama kerjanya Ali sangat senang karena Ali punya teman baru bernama Abian, dia berasal dari Padang, Sumatera Barat. Ia juga sama seperti Ali, anakrantau juga. Sebulan Ali tinggal di Jakarta ia merasa senang tapi iajuga merasa kalo tinggal di kota pengeluaran nya lebihbesar di banding di desa. Ali pun berpikir, “Apa aku harus punya kerja tambahan, soal nya biayahidup di Jakarta sangat mahal,” Ali melamun sambil berpikir. Ali berpikir untuk membuka usaha makanan di Jakartabersama Abian. Ali langsung ngobrol dan mendiskusikan ide ini. “Abian gimana kalo kita bikin usaha makanan buat nambah- nambah uang buat hidup di kota, di kota kansangat mahal biaya hidup nya ga cukup gaji kita untukhidup di kota,” kata Ali “Aku setuju untuk kita buka usaha, karena biaya hidupdi kota sangat besar,” kata Abian dengan yakin. Lalu, Ali dan Abian berdiskusi tentang usaha yangmereka ingin bangun. Abian mengasi saran untuk


37 membuka usaha makanan tradisional khas PadangyaituSate Padang karena Abian punya resep Sate Padangyangsangat enak dari keluarga nya. Dan Ali pun setujudengan saran Abian. Mereka buka usaha jualan Sate Padang setelah merekaselesai kerja. Habis pulang kerja mereka menyiapkanjualanan nya untuk dijual. Hari pertama mereka jualanmereka Sate Padang ternyata tidak disangka usaha SatePadang nya laku, mereka sangat senang dan bersyukur. “Alhamdulillah akhirnya usaha Sate Padang kita lakudan banyak orang yang suka sama Sate Padang kita,”Kata Ali dengan hati yang senang. Abian pun menjawab, “Iya Alhamdulillah, aku juga sangat senang usaha kitalancar,” kata Abian dengan perasaan senang. Tiga bulan berlalu, usaha Sate Padang Ali dan Abiansemakin berkembang dan sukses. Ali dan Abian memutuskan untuk buka restoran Sate Padang yangbesar karena mereka kewalahan melayani pembeli yangterlalu banyak. Dan Ali juga Abian sukses usaha SatePadang nya. “Alhamdulillah akhirnya kita bisa buka restoran SatePadang,” kata Ali yang sangat senang. “Iya Alhamdulillah, Abian ga nyangka kalo kita bisasampe buka restoran kaya gini,” kata Abian menyaut obrolan Ali.


38 Dan setahun kemudian. Ali dan Abian jadi pengusahasukses yang punya banyak restoran di beberapa kotabesar.


Click to View FlipBook Version