BUKU SAKU
Pengelolaan Dana Kelurahan
Kelurahan Tapos
2021
Buku Saku
Pengelolaan Dana Kelurahan
KELURAHAN TAPOS
DANA KELURAHAN
Kelurahan Tapos © 2021
i
Apa saja yang akan
dibahas?
DAFTAR ISI
Judul............................................................................................................. i
Daftar Isi ....................................................................................................... ii
Pengertian.................................................................................................... iii
Apa itu Dana Kelurahan ............................................................................. 1
Tujuan Dana Kelurahan .............................................................................. 2
Sumber Pendanaan .................................................................................... 3
Ruang Lingkup ............................................................................................ 4
Kegiatan ....................................................................................................... 5
Sarana Prasarana & Pemberdayaan ........................................................ 6
Pelayanan Sosial Dasar ............................................................................ 8
Peningkatan Kapasitas & Kapabilitas ....................................................... 9
Perencanaan ............................................................................................... 10
Penganggaran ............................................................................................ 12
Pelaksanaan ............................................................................................... 13
Struktur Organisasi & Pejabat Pengelola Keuangan Kelurahan .............. 14
Tugas Pengguna Anggaran ...................................................................... 15
Tugas Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan .............................................. 16
Tugas Pejabat Penatausahaan Keuangan ............................................... 17
Tugas Bendahara Pengeluaran Pembantu .............................................. 18
Mekanisme Pembayaran.......................................................................... 19
Pengadaan Barang & Jasa ....................................................................... 22
Pelaku Pengadaan............................................................................... 23
Cara Pengadaan .................................................................................. 24
Definisi Swakelola ................................................................................ 26
Tujuan Swakelola................................................................................. 27
Tahapan Swakelola ............................................................................. 28
Perencanaan Swakelola .................................................................. 29
Persiapan Swakelola ....................................................................... 34
Pelaksanaan Swakelola................................................................... 38
Pengawasan Swakelola................................................................... 40
Tahapan Umum Pengadaan (Penyedia) ............................................. 41
Perencanan Pengadaan melalui Penyedia ..................................... 42
ii
Persiapan Pengadaan melalui Penyedia......................................... 49
Pelaksanaan Pemilihan Penyedia ................................................... 61
Pelaksanaan Kontrak Penyedia ....................................................... 70
Serah Terima Hasil Pekerjaan ......................................................... 73
Penatausahaan dan Pertanggungjawaban ............................................. 74
Pembinaan dan Pengawasan ................................................................... 76
Daftar Referensi ......................................................................................... iv
PENGERTIAN
Daerah Kota adalah Daerah Kota Depok
Pemerintah Daerah Kota adalah Wali Kota sebagai unsur penyelenggara
Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan
yang menjadi kewenangan daerah otonom.
Kecamatan adalah bagian wilayah dari daerah Kota Depok yang dipimpin
oleh Camat.
Kelurahan adalah bagian wilayah dari kecamatan sebagai perangkat
kecamatan, yang dipimpin oleh Lurah.
Perangkat Daerah adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah
selaku pengguna anggaran/pengguna barang.
Pengelolaan Kegiatan adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi
perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan,
pertanggungjawaban dan pengawasan.
Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau lebih
unit kerja pada Perangkat Daerah sebagai bagian dari pencapaian sasaran
terukur pada suatu program dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan
sumber daya baik yang berupa personil (sumber daya manusia), barang modal
termasuk peralatan dan teknologi, dana, atau kombinasi dari beberapa atau
kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk
menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa di Kelurahan.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang selanjutnya disingkat
APBN adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang disetujui
oleh Dewan Perwakilan Rakyat.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya disingkat
APBD adalah rencana keuangan tahunan daerah yang ditetapkan dengan
Peraturan Daerah
Dana Alokasi Umum Tambahan yang selanjutnya disingkat DAU Tambahan
adalah dukungan pendanaan bagi Kelurahan di kabupaten/kota untuk kegiatan
pembangunan sarana dan prasarana kelurahan dan kegiatan pemberdayaan
masyarakat di Kelurahan.
Rekening Kas Umum Daerah yang selanjutnya disingkat RKUD adalah
rekening tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh Wali Kota
untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan membayar seluruh
pengeluaran daerah pada bank yang ditetapkan.
Pengguna Anggaran (PA) adalah pejabat pemegang kewenangan
penggunaan anggaran untuk melaksanakan tugas dan fungsi SKPD yang
dipimpinnya
iii
Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) adalah pejabat yang diberi kuasa untuk
melaksanakan sebagian kewenangan PA dalam melaksanakan sebagian tugas
dan fungsi SKPD.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan yang selanjutnya disingkat PPTK
adalah pejabat pada unit kerja Perangkat Daerah yang melaksanakan satu atau
beberapa kegiatan dari suatu program sesuai dengan bidang tugasnya.
Pejabat Penatausahaan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah yang
selanjutnya disingkat PPK- SKPD adalah pejabat yang melaksanakan fungsi
tata usaha keuangan pada SKPD.
Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) adalah orang yang ditunjuk
untuk membantu Bendahara Pengeluaran untuk melaksanakan pembayaran
kepada yang berhak guna kelancaran pelaksanaan kegiatan tertentu.
Surat Permintaan Pembayaran yang selanjutnya disingkat SPP adalah
dokumen yang diterbitkan oleh pejabat yang bertanggungjawab atas
pelaksanaan kegiatan/bendahara pengeluaran untuk mengajukan permintaan
pembayaran.
SPP Ganti Uang Persediaan yang selanjutnya disingkat SPP-GU adalah
dokumen yang diajukan oleh bendahara pengeluaran untuk permintaan
pengganti uang persediaan yang tidak dapat dilakukan dengan pembayaran
langsung.
SPP Tambahan Uang Persediaan yang selanjutnya disingkat SPP-TU adalah
dokumen yang diajukan oleh bendahara pengeluaran untuk permintaan
tambahan uang persediaan guna melaksanakan kegiatan Perangkat Daerah
yang bersifat mendesak dan tidak dapat digunakan untuk pembayaran
langsung dan uang persediaan.
SPP Langsung yang selanjutnya disingkat SPP-LS adalah dokumen yang
diajukan oleh bendahara pengeluaran untuk permintaan pembayaran langsung
kepada pihak ketiga atas dasar perjanjian kontrak kerja atau surat perintah
kerja lainnya dan pembayaran gaji dengan jumlah, penerimaan, peruntukan,
dan waktu pembayaran tertentu yang dokumennya disiapkan oleh PPTK
Surat Perintah Membayar yang selanjutnya disingkat SPM adalah
dokumen yang digunakan/diterbitkan oleh pengguna anggaran/kuasa
pengguna anggaran untuk penerbitan SP2D atas beban pengeluaran Dokumen
Pelaksanaan Anggaran Perangkat Daerah.
Surat Perintah Pencairan Dana yang selanjutnya disingkat SP2D adalah
dokumen yang digunakan sebagai dasar pencairan dana yang diterbitkan oleh
BUD berdasarkan SPM.
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran yang selanjutnya disingkat SiLPA
adalah selisih lebih realisasi penerimaan dan pengeluaran anggaran selama
satu periode anggaran
Musyawarah Pembangunan Kelurahan adalah sistem perencanaan
pembangunan daerah melalui suatu pola musyawarah dalam pengelolaan
pembangunan dengan menemukan masalah, penyebab masalah dan potensi
penanganannya dengan prinsip dasar partisipatif, transparan, akuntabilitas,
responsif yang bermitra masyarakat
Swakelola adalah Cara memperoleh barang / jasa yang dikerjakan sendiri
oleh Kementrian / Lembaga/ Perangkat Daerah / Kementrian / Lembaga/
Perangkat Daerah lain / Organisasi kemasyarakatan , atau Kelompok
Masyarakat.
Organisasi Kemasyarakatan yang selanjutnya disebut Ormas adalah
Organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela
berdasarkan kesamaan aspirasi,kehendak, kebutuhan, kepentingan,kegiatan
dan tujuan untuk berpartisipasi demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan
Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
Kelompok Masyarakat adalah Kelompok masyarakat yang
melaksanakan pengadaan barang / jasa dengan dukungan APBN / APBD
Sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Presiden No.16 Tahun 2018 dan
Peraturan LKPP No. 8 Tahun 2018.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) adalah pejabat yang diberi kewenangan
oleh Pengguna Anggaran (PA)/Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) untuk
mengambil keputusan dan/ atau melakukan tindakan yang dapat
mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja negara atau daerah.
Pokja / PP adalah Kelompok kerja yang terdirdari Pejabat Fungsional
Pengadaan yang berjumlah gasal dan beranggotakan paling kurang 3 (tiga)
orang dan dapat ditambah sesuai dengan kompleksitas pekerjaan, yang
bertugas untuk melaksanakan pemilihan Penyedia Barang/Jasa di
Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/Institusi.
Panitia/Pejabat Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP atau PjPHP) adalah
panitia/pejabat yang ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas memeriksa
administrasi hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa.
Rancangan Anggaran Biaya (RAB) merupakan suatu upaya perhitungan
biaya yang dilakukan sebelum dilakukannya pekerjaan.
Kerangka Acuan Kerja atau Kerangka Acuan Kegiatan yang disingkat
KAK adalah dokumen perencanaan kegiatan yang berisi
penjelasan/keterangan mengenai apa, mengapa, siapa, kapan, di mana,
bagaimana, dan berapa perkiraan biayanya suatu kegiatan.
Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) merupakan dokumen perencanaan
dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan, rencana belanja program
dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan
APBD.
APA ITU
DANA KELURAHAN ?
DANA KELURAHAN
DANA KELURAHAN adalah dana yang
bersumber dari Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah Kota
dan di gunakan untuk kegiatan
pembangunan sarana dan prasarana
Kelurahan dan Pemberdayaan
masyarakat di Kelurahan.
1
TUJUAN DANA KELURAHAN
Mempercepat Mengurangi angka
peningkatan kemiskinan
kesejahteraan
masyarakat
Memperkecil Meningkatkan
kesenjangan kualitas pelayanan
pendapatan di
masyarakat sosial dasar
21
SUMBER PENDANAAN
• Pemerintah Daerah kabupaten/kota
mengalokasikan anggaran dalam anggaran
pendapatan dan belanja daerah
kabupaten/kota untuk pembangunan sarana dan
prasarana Kelurahan dan pemberdayaan
masyarakat di Kelurahan.
• Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
(APBN) melalui Dana Alokasi Umum (DAU)
tambahan.
• Kegiatan – kegiatan yang bersumber dari
APBN Melalui DAU Tambahan harus memiliki
jumlah total anggaran sama dengan alokasi
pagu yang ditetapkan dalam Peraturan
Presiden tentang Rincian APBN tahun
anggaran berkenaan.
3
RUANG LINGKUP
4
KEGIATAN
Pembangunan sarana dan prasarana
adalah kegiatan yang ditujukan untuk
membiayai pelayanan sosial dasar yang
berdampak langsung pada meningkatnya
kualitas hidup masyarakat
Pemberdayaan masyarakat adalah
kegiatan yang ditujukan untuk
peningkatan kapasitas dan kapabilitas
masyarakat di Kelurahan dengan
mendayagunakan potensi dan sumber
daya sendiri
5
Kegiatan – Dana Kelurahan
Pembangunan Sarana dan Pemberdayaan
Prasarana di Kelurahan
Masyarakat di Kelurahan
Pelayanan Sosial Dasar
Peningkatan Kapasitas dan
Pengadaan, pembangunan, pengembangan Kapabilitas
dan pemiliharaan sarana prasarana
lingkungan pemukiman, transportasi, Pengelolaan kegiatan pelayanan
kesehatan, pendidikan dankebudayaan kesehatan, pendidikan, kebudayaan,
UMKM, lembaga kemasyarakatan,
Trantibum, Linmas
Penguatan kesiapsiagaan menghadapi
bencana dan kejadian luar biasa
6
PEMBANGUNAN SARANA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
PRASARANA DI KELURAHAN DI KELURAHAN
a. Pengadaan, pembangunan, a. Pengelolaan kegiatan pelayanan
pengembangan dan pemeliharaan kesehatan masyarakat;
sarana dan prasarana lingkungan b. Pengelolaan kegiatan pelayanan
pemukiman; pendidikan dan kebudayaan;
b. Pengadaan, pembangunan c. Pengelolaan kegiatan
pengembangan, dan pemeliharaan pengembangan usaha mikro, kecil,
sarana prasarana transportasi; dan menengah;
c. Pengadaan, pembangunan, d. Pengelolaan kegiatan lembaga
pengembangan dan pemeliharaan kemasyarakatan;
sarana prasarana kesehatan; dan e. Pengelolaan kegiatan ketentraman,
d. Pengadaan, pembangunan, ketertiban umum, dan
pengembangan dan pemeliharaan perlindungan masyarakat;
sarana prasarana pendidikan dan f. Penguatan kesiapsiagaan
kebudayaan. masyarakat dalam menghadapi
bencana serta kejadian luar biasa
PELAYANAN SOSIAL DASAR lainnya.
PENINGKATAN KAPASITAS DAN
KAPABILITAS
7
PELAYANAN SOSIAL DASAR
Pengadaan, Pengadaan, Pengadaan, Pengadaan,
pembangunan, pembangunan pembangunan, pembangunan,
pengembangan dan pengembangan, dan pengembangan dan pengembangan dan
pemeliharaan sarana pemeliharaan sarana pemeliharaan sarana pemeliharaan sarana
dan prasarana prasarana transportasi prasarana kesehatan prasarana pendidikan
lingkungan pemukiman dan kebudayaan.
1. Jaringan air 1. Jalan pemukiman 1. Mandi, cuci, kakus 1. Taman bacaan
masyarakat;
minum; diluar perumahan (MCK) untuk umum
2. Bangunan
2. Drainase dan didalam wilayah / komunal; pendidikan ana usia
dini;
selokan; kelurahan sesuai 2. Posyandu dan
3. Wahana permainan
3. Sarana Keputusan Wali posbindu; dan / anak di pendidikan
anak usia dini; dan /
pengumpulan Kota tentang jalan; atau atau
sampah dan sarana dan / atau 3. Sarana prasarana 4. Sarana prasarana
pendidikan dan
pengelohan antara; 2. Sarana prasarana kesehatan lainnya kebudayaan lainnya
sesuai dengan hasil
4. Sumur resapan; transportasi sesuai dengan hasil yang diputuskan
dalam musyawarah
5. Sistem lainnya sesuai yang diputuskan pembangunan
Kelurahan.
pengelolaan air dengan hasil yang dalam musyawarah
limbah domestik diputuskan dalam pembangunan
skala pemukiman; musyawarah Kelurahan.
6. Alat pemadam api pembangunan
ringan; Kelurahan.
7. Pompa kebakaran
portable;
8. Penerangan
lingkungan
pemukiman;
9. Pembangunan dan
pemeliharaan
Taman RW dan /
atau
10. Sarana prasarana
lingkungan
pemukiman lainnya
sesuai dengan hasil
yang diputuskan
dalam musyawarah
pembangunan
Kelurahan.
8
PENINGKATAN KAPASITAS DAN KAPABILITAS
Pengelolaan kegiatan Pelayanan perilaku hidup bersih dan sehat; 1
pelayanan kesehatan Keluarga berencana;
masyarakat; Pelatihan kader kesehatan masyarakat; dan / atau
Kegiatan pengelolaan pelayanan kesehatan masyarakat lainnya
sesuai dengan hasil yang diputuskan dalam musyawarah
pembangunan Kelurahan.
Pengelolaan kegiatan Penyelenggaraan latihan kerja;
Penyelenggaraan kursus seni budaya; dan / atau
2 pelayanan pendidikan dan Kegiatan pengelolaan pelayanan pendidikan dan
kebudayaan lainnya sesuai dengan hasil yang
kebudayaan; diputuskan dalam musyawarah pembangunan
Kelurahan.
Pengelolaan kegiatan Penyelenggaraan pelatihan usaha; dan / atau 3
pengembangan usaha Kegiatan pengelolaan pengembangan usaha mikro, kecil, dan
mikro, kecil, dan menengah lainnya sesuai dengan hasil yang diputuskan dalam
menengah; musyawarah pembangunan Kelurahan.
Pengelolaan lembaga Pelatihan dan pembinaan Lembaga
kemasyarakatan; kemasyarakatan Kelurahan; dan / atau
4 Kegiatan pengelolaan Lembaga kemasyarakatan
lainnya sesuai dengan hasil yang diputuskan
dalam musyawarah pembangunan Kelurahan.
Pengelolaan kegiatan Pengadaan/penyelenggaraan pos keamanan Kelurahan; 5
ketentraman, Penguatan dan peningkatan kapasitas tenaga
ketertiban umum, dan keamanan/ketertiban (Satlinmas) Kelurahan;
perlindungan Kegiatan pengelolaan ketentraman, ketertiban dan
masyarakat; perlindungan masyarakat lainnya sesuai dengan hasil yang
diputuskan dalam musyawarah pembangunan Kelurahan.
Penguatan kesiapsiagaan Penyediaan layanan informasi tentang bencana;
Pelatihan kesiapsiagaan masyarakat dalam
masyarakat dalam menghadapai bencana;
Pelatihan tenaga sukarelawan untuk penanganan
menghadapi bencana bencana;
Edukasi manajemen proteksi kebakaran; dan /
6 serta kejadian luar atau
Penguatan kesiapsiagaan masyarakat lainnya
biasa lainnya; sesuai dengan hasil yang diputuskan dalam
musyawarah pembangunan Kelurahan
9
PERENCANAAN
Hal -hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan Pengelolaan Dana
Kelurahan :
Penentuan usulan rencana kegiatan prioritas melalui Musyawarah
Pembangunan Kelurahan dengan memperhatikan petunjuk teknis
kegiatan prioritas Kelurahan dan pagu anggaran .
Proposal usulan kegiatan dan RAB untuk dijadikan bahan masukan
penyusunan RKA.
Pemilihan cara pengadaan untuk kegiatan
Pelibatan pihak yang kompeten dalam perencanaan teknis,pelaksanaan
dan pengawasan
Penentuan kegiatan Dalam hal penambahan dan/atau Berita
pembangunan sarana dan perubahan kegiatan pembangunan Acara
prasarana Kelurahan dan sarana dan prasarana Kelurahan dan Kesepakatan
pemberdayaan masyarakat di pemberdayaan masyarakat di
Kelurahan dilakukan melalui Kelurahan melalui musyawarah antara
Musyawarah Pembangunan lurah dengan lembaga pemberdayaan
Kelurahan masyarakat Kelurahan
10
Tujuan Musyawarah Pembangunan di Kelurahan :
Membahas dan menyepakati usulan rencana kegiatan pembangunan di
tingkat RW yang menjadi kegiatan prioritas pembangunan Kelurahan.
Membahas dan menyepakati kegiatan prioritas pembangunan usulan
tingkat RW yang belum tercakup dalam prioritas kegiatan pembangunan
Kelurahan.
Menyepakati kegiatan prioritas pembangunan di Kelurahan berdasarkan
tugas dan fungsi perangkat daerah dalam bentuk Berita Acara
Kesepakatan.
Kriteria umum untuk usulan kegiatan prioritas Kelurahan :
Merupakan kegiatan untuk kepentingan masyarakat tingkat Kelurahan.
Memiliki tingkat urgensi tinggi dan memberikan manfaat kepada
masyarakat Kelurahan.
Mendukung pengembangan potensi lokal/kewilayahan.
Mengatasai permasalahan di tingkat Kelurahan pada bidang ekonomi,
sosial, budaya, pemerintahan dan infrastruktur.
Mendukung pencapaian target prioritas pembangunan Kota.
Mempedomani Pagu Prioritas dan Juknis Pembangunan Kelurahan tahun
berkenaan.
11
PENGANGGARAN
RKA- RKA- • Berdasarkan Dokumen Perencanaan
Kecamatan Kelurahan Daerah, Kecamatan menyusun RKA-
Kecamatan berdasarkan sumber
(APBD) pendanaan masing-masing
RKA- • RKA-Kecamatan disusun Camat atas
Kelurahan usul Lurah selaku KPA atas
Anggaran Kegiatan di Kelurahan
(DAU-
Tamb) • Anggaran Kegiatan Kelurahan
dituangkan pada RKA tersendiri
RKA-Kecamatan
• Penyusuan RKA mengacu pada Surat
Edaran Pedoman Penyusunan RKA
yang diterbitkan untuk tahun
berkenaan.
Pedoman penyusunan RKA
1. Surat Edaran Walikota
2. Petunjuk Teknis Penyusunan RKA
3. Standar Biaya
4. Kode Rekening
12
PELAKSANAAN
• Kepala Daerah menetapkan Lurah • Pelaksanaan anggaran untuk kegiatan
selalu Kuasa Pengguna Anggaran untuk pembangunan sarana dan prasarana
pelaksanaan kegiatan pembangunan Kelurahan dan kegiatan pemberdayaan
sarana dan prasarana Kelurahan dan masyarakat di Kelurahan
pemberdayaan masyarakat di Kelurahan diprioritaskan dengan melibatkan
kelompok masyarakat dan/atau
• Lurah selaku Kuasa Pengguna Anggaran organisasi kemasyarakatan di
menunjuk Pejabat Penatausahaan Kelurahan
Keuangan dan Pejabat Pelaksana
Teknis Kegiatan di Kelurahan. • Kelompok masyarakat yang dilibatkan
dalam kegiatan pembangunan sarana
• Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan dan prasarana Kelurahan dan kegiatan
merupakan ASN yang menduduki jabatan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan
struktural merupakan kelompok yang berdomisili
di wilayah administrasi Kelurahan
• Dalam hal tidak terdapat ASN yang yang bersangkutan
menduduki jabatan struktural,Lurah
dapat menetapkan pejabat fungsional • Kriteria kelompok masyarakat
umum selaku PPTK dan/atau organisasi kemasyarakatan
sesuai dengan Peraturan perundang-
• Kepala Daerah menetapkan Bendahara undangan dibidang pengadaan barang
Pengeluaran Pembantu di Kelurahan
berdasarakan usulan Lurah selaku dan jasa
Kuasa Pengguna Anggaran melalui BUD
• Bendahara Pengeluaran Pembantu
Kegiatan merupakan Pegawai Negeri
Sipil (PNS) yang ditempatkan di
Kelurahan
• Apabila tidak terdapat PNS,maka
Lurah dapat mengusulkan PNS yang
bertugas di Kecamatan wilayah
tersebut
13
Struktur Organisasi Kelurahan &
Pejabat Pengelola Keuangan di Kelurahan
KPA LURAH Staf /
KUASA PENGGUNA Pelaksana
ANGGARAN Staf /
Pelaksana
Sekretaris Lurah
PPK-Pembantu PEJABAT
PENATAUSAHAAN
KEUANGAN PEMBANTU
(PPK-PEMBANTU)
Staf / Pelaksana
BENDAHRA
PENGELUARAN
PEMBANTU
PPTK Kepala Seksi Kepala Seksi Kepala Seksi
PEJABAT PELAKSANA PEJABAT PELAKSANA PEJABAT PELAKSANA
Bendahara Pengeluaran
Pembantu TEKNIS KEGIATAN TEKNIS KEGIATAN TEKNIS KEGIATAN
(PPTK) (PPTK) (PPTK)
Staf / Staf / Staf /
Pelaksana Pelaksana Pelaksana
14
Tugas Kuasa Pengguna Anggaran
• melakukan tindakan yang
mengakibatkan pengeluaran atas
beban anggaran belanja;
• melaksanakan anggaran unit kerja
yang dipimpinnya;
• melakukan pengujian atas tagihan
dan memerintahkan pembayaran;
• mengadakan
ikatan/perjanjian
kerjasama dengan pihak lain
dalam batas anggaran yang telah
ditetapkan;
• menandatangani SPM-LS dan SPM-
TU;
• mengawasi pelaksanaan anggaran
unit kerja yang dipimpinnya; dan
• melaksanakan tugas-tugas kuasa
pengguna anggaran lainnya
berdasarkan kuasa yang
dilimpahkan oleh pejabat
pengguna anggaran.
15
Tugas Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan
(PPTK)
16
Tugas Pejabat Penatausahaan Keuangan
(PPK-Pembantu)
• meneliti kelengkapan SPP-LS
pengadaan barang dan jasa yang
disampaikan oleh bendahara
pengeluaran Pembantu dan
diketahui/ disetujui oleh PPTK
• meneliti kelengkapan SPP-TU
yang diajukan oleh bendahara
pengeluaran Pembantu
• melakukan verifikasi SPP;
• menyiapkan SPM;
• melakukan verifikasi harian
atas penerimaan;
17
Tugas Bendahara pengeluaran Pembantu
• Mengajukan permintaan
pembayaran baik melalui
mekanisme TU dan LS
• Menerima dan menyimpan TU
• Melakukan pembayaran dari
tambahan uang persediaan
yang dikelolannya
• Menolak perintah bayar
• Meneliti kelengkapan dokumen
pendukung LS
• Mengembalikan
dokumen
pendukung LS
Pedoman Penunjukan Bendahara Pembantu
Bendahara Pembantu ditetapkan melalui Keputusan KDH.
Penunjukan Bendahara Pembantu dilakukan oleh kepala
SKPD dan diusulkan kepada KDH oleh PPKD.
Bendahara Pembantu bertanggungjawab sepenuhnya
kepada Bendahara.
Bendahara Pembantu dalam menyampaikan pertanggung-
jawabannya harus melalui Bendahara.
18
MEKANISME PEMBAYARAN
Surat Permintaan Pembayaran, terdiri dari:
a. SPP Uang Persediaan (SPP-UP);
b.SPP Ganti Uang (SPP-GU);
Khusus KPA Kelurahan:
c. SPP Tambahan Uang (SPP-TU); dan
d.SPP Langsung (SPP-LS).
19
PROSES PENCAIRAN & PEMBAYARAN TU
PEJABAT SPM - TU
PENGGUNA
ANGGARAN/KPA KUASA
BUD
PPK-SKPD SP2D
SPP - TU UANG
BENDAHARA BANK
PENGELUARAN
PEMBANTU
Non
Tunai
PIHAK III
20
PROSES PENCAIRAN & PEMBAYARAN LS
SPM
PEJABAT PENGGUNA KUASA
ANGGARAN/KPA BUD
PPK-SKPD SP2D
BANK
BENDAHARA Uang Non
PENGELUARAN Tunai
PEMBANTU
PIHAK III
PPTK
(menyiapkan
dokumen)
21
Pengadaan Barang & Jasa
Kegiatan pembangunan sarana dan prasarana kelurahan dan
pemberdayaan masyarakat di kelurahan dieksekusi dengan tata kelola
pengadaan barang/jasa pemerintah
Pelaksanaan Pengadaan Barang / Jasa melibatkan kelompok
masyarakat dan/atau oraganisasi kemasyarakatan melalui mekanisme
swakelola tipe 3 atau tipe 4 sebagaimana diatur dalam Peraturan
Presiden tentang pengadaan barang dan jasa
Dalam hal pengadaan barang / jasa melalui swakelola tidak
memungkinkan untuk dilaksanakan, maka perencanaan pengadaan
barang / jasa melalui penyedia dilakukan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan dibidang pengadaan barang / jasa
Pengadaan barang / jasa melalui penyedia dapat dilakukan apabila
tidak terdapat kelompok masyarakat/organisasi kemasyarakatan yang
memiliki kemampuan secara teknis dan/atau memenuhi kriteria
melaksanakan kegiatan swakelola tersebut, dibuktikan dengan surat
pernyataan yang ditandatangani oleh perwakilan kelompok
masyarakat/organisasi kemasyarakatan diketahui Lurah.
22
Pelaku Pengadaan
PA / KPA PPK Pokja / PP
Perencanaan, Perencanaa(menyusun) dan Persiapan dan Pelaksanaan
Pengadaan(Penetapan),Pemake Persiapan Pengadaan, Pemilihan Penyedia
tan,Pengangkatan personil Spesifikasi Teknis, HPS,
Kontrak
PPHP / PJPHP Penyelenggara Swakelola Penyedia
Pemeriksaan administrasi Meliputi tim persiapan, Pelaksanaan kontrak, Kualitas
setelah pekerjaan selesai pelaksana dan pengawasan kuantitas, tempat, dan waktu
23
Cara Pengadaan
Swakelola Penyedia
1. Tipe 1 1. E-Purchasing
2. Tipe 2 2. PengadaanLangsung
3. Tipe 3 3. Penunjukan Langsung
4. Tipe 4 4. Tender Cepat
5. Tender / Seleksi
+ Pengadaan yang Dikecualikan
24
25
Definisi Swakelola
“Swakelola adalah cara memperoleh
barang/jasa yang dikerjakan sendiri oleh
Kementrian/Lembaga/Perangkat
Daerah,Kementrian/Lembaga/Perangkat
Daerah lain,organisasi kemasyarakatan,
atau kelompok masyarakat.”
226
27
Ta h a pa n Sw a ke l o l a
Perencanaan Persiapan Pelaksanaan Pengawasan Pertanggungja-
danPelaporan waban
Penetapan Penetapan sasaran Pelaksana rencana Pengawasan dan Penyerahan hasil
tipe Penyelenggaran kerja pengendalian pekerjaan
Penyusunan Swakelola Pengadaan bahan Pelaporan Kemajuan
Spek/KAK Rencana Kegiatan peralatan jasa Pelaporan realisasi
Penyusunan Jadwal pelaksanaan lainnya, tenaga pekerjaan
RAB RAB ahli,dll
Pembayaran
28
Perencanaan Swakelola
SUMBER DANA APBD
Perencanaan pengadaan dilakukan bersamaan dengan proses penyusunan RKA
Perangkat Daerah setelah nota kesepakatan KUA-PPAS
Perencanaan pengadaan melalui
swakelola meliputi :
Penetapan tipe swakelola
Penyusunan spesifikasi
teknis/KAK
Penyusunan perkiraan
biaya/rencana anggaran
biaya (RAB)
29
30
Persyaratan Penyelenggaraan Swakelola
Swakelola tipe 1 Memiliki sumber daya yang cukup dan kemampuan
Swakelola tipe 2 teknis untuk menyediakan barang/jasa yang
Swakelola tipe 3 diswakelolakan.
Memiliki sumber daya yang cukup dan kemampuan
diswakelolakan.
Swakelola Tipe II dapat dilaksanakan oleh :
a. Kementrian/Lembaga/Perangkat Daerah yang
pekerjaan Swakelola yang akan dilaksanakan;
b. Badan Layanan Umum (BLU);atau
c. Perguruan Tinggi Negeri
Persyaratan Ormas Pelaksana Swakelola:
1. Berbadan hukum yayasan /perkumpulan yang telah mendapatkan pengesahan badan hukum
kemenkumham;
2. Memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun terakhir;
3. Memiliki Struktur Organisasi/Pengurus;
4. Memiliki anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga(ART);
5. Mempunyai bidang kegiatan yang berhubungan dengan barang/jasa yang diadakan;
6. Mempunyai kemampuan manajerial dana pengalaman menyediakan/mengerjakan
barang/jasa sejenis yang diswakelolakan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir sesuai
peraturan perundang-undangan;
7. Memiliki neraca keuangan yang telah diaudit selama 3 tahun terakhir sesuai dengan
peraturan perundang-undangan
8. Mempunyai/menguasai kantor dengan alamat yang benar,tetap,dan jelas berupa milik
sendiri/sewa;
9. Dalam hal ormas akan melakukan kemitraan, harus mempunyai perjanjian kerja sama
PersakyeamraittraananK.elompok Masyarakat Pelaksana Swakelola :
1. Memiliki Surat pengukuhan Yang dikeluarkan Oleh Pejabat Swakelola tipe 4
Yang Berwenang;
2. Memiliki Struktur Organisasi/pengurus;
3. Memiliki anggaran dasar (AD) dan anggran rumah tangga
(ART);
4. Memiliki Sekretariat dengan Alamat Yang Benar dan Jelas;
5. Memiliki kemampuan teknis untuk
menyediakan/mengerjakan barang/jasa sejenis yang
diswakelolakan
31
Spesifikasi Teknis / KAK & RAB
2382
Penyusunan RAB
PA/KPA menyusun perkiraan biaya berdasarkan biaya
Swakelola tipe 1 masukan
Dalam Pelaksanaan Dilaksanakan sesuai dengan
Swakelola Terdapat ketentuan dalam Peraturan
kebutuhan PENGADAAN Presiden tentang Pengadaan
MELALUI PENYEDIA Barang/Jasa Pemerintah
K/L/PD Pelaksana Swakelola menyampaikan RAB. Swakelola tipe 2
Selanjutnya PPK melakukan review atas usulan
proposal dan RAB
Dalam Pelaksanaan K/L/PD Pelaksanan Swakelola menerapkan tarif berdasarkan
Swakelola Terdapat PNPB
kebutuhan PENGADAAN
MELALUI PENYEDIA Semua kebutuhan Pengadaan Barang/Jasa dimasukan dalam
kontrak Swakelola
K/L/PD Pelaksanan Swakelola tidak menerapkan tarif
berdasarkan PNPB
a. Kebutuhan Pengadaan Barang/Jasa dimasukkan dalam
kontrak Swakelola
b. Dalam hal Pelaksanaan Swakelola tidak tersedia/tidak
mampu maka pengadaan bahan/material/jasa lainnya
pendukung dilakukan melalui kontrak terpisah oleh PPK
Swakelola tipe 3 dan tipe 4
Ormas / Kelompok Masyarakat Pelaksana Swakelola menyampaikan RAB.
Selanjutnya PPK melakukan review atas usulan proposal dan RAB
Dalam Pelaksanaan Kebutuhan Pengadaan Barang / Jasa dimasukan dalam
Swakelola Terdapat Kontrak Swakelola
kebutuhan PENGADAAN
MELALUI PENYEDIA ATAU
Dalam hal Pelaksanaan Swakelola tidak tersedia/tidak mampu
maka pengadaan bahan/material/jasa lainnyapendukung
dilakukan melalui kontrak terpisah oleh PPK
33
Persiapan Swakelola
Swakelola tipe 1
304
Swakelola tipe 2
35
Swakelola tipe 3
36
Swakelola tipe 4
37
Pelaksanaan Swakelola
Swakelola tipe 1
Swakelola tipe 2
38
Swakelola tipe 3
Swakelola tipe 4
Kelompok masyarakat pelaksana Swakelola dilarang mengalihkan pekerjan
utama kepada pihak lain
39
Pengawasan Swakelola
SWAKELOLA TIPE I, II, III, dan IV
40
TAHAPANUMUM PENGADAAN(PENYEDIA)
05 Serah Terima
04 Kontrak
03 Pemilihan Penyedia
02 Persiapan Pengadaan
01 Perencanaan Pengadaan
41
Perencanaan Pengadaan
Melalui Penyedia
Penyusunan Spesifikasi
teknis/KAK
Penyusunan Perkiraan
Biaya/RAB
Pemaketan Pengadaan
Barang/Jasa
Konsolidasi Pengadaan
Barang/Jasa
Penyusunan Biaya Pendukung
Hasil perencanaan PBJ dimuat dalam RUP
42
1. Penyusunan spesifikasi teknis/KAK
Menggunakan Produk Dalam
Negeri
Menggunakan Produk
bersertifikat SNI
Memaksimalkan penggunaan produk
industri hijau
Pemenuhan PPDN dan Produk bersertifikat SNI
dilakukan sepanjang tersedia dan mencukupi
Penyebutan merek dimungkinkan pada kondisi :
Komponen Suku Cadang
barang/jasa
Bagian dari sistem Barang/Jasa dalam
yang sudah ada e-katalog
Barang/Jasa pada
tender cepat
43