The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Tugas kuliah semester 1 Praktikum IPA di SD

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by udeulijanna56, 2022-08-31 22:13:38

Praktikum IPA di SD

Tugas kuliah semester 1 Praktikum IPA di SD

Keywords: Hasil Praktikum IPA

Percobaan pertama gagal dihari ke 3 karena biji kacang hijau busuk, dugaan sementara
penyebab kegagalan saat itu adalah air yang digunakan, disini saya menggunakan air bor.
Percobaan kedua gagal dihari ke 2 biji kacang merah juga busuk. Dugaan kegagalan saat
itu adalah kualitas kacang merah yang jelek.Kemudian saya membeli kacang merah yang
baru untuk melakukan percobaan ke 3.
Percobaan ketiga gagal lagi masih dengan kacang merah yang dibeli di pasaran yang
kualitasnya jelek. Kemudian saya diberikan bibit oleh teman, kebetulan bibit yang
ditanamnya berhasil tumbuh.
Pada percobaan yang ke empat saya gagal lagi karena biji kacang merah yang diberikan
teman saya sudah cukup lama disimpan.
Kemudian saya mengidentifikasi selain kualitan kacang merah, tempat penyimpanan
kacang merah juga berpengaruh. Pada saat itu saya simpan diluar ruangan tetapi tidak
terkena sinar matahari secara langsung.
Pada percobaan ke lima saya berhasil dengan menggunakan bibit yang saya beli di took
pertanian, dengan menggunakan air mineral, serta menyimpan bibit didalam raungan
namun terkena cahaya matahari langsung, saya menyimpannya dekat jendela. Serta
perhatikan air yang tidak boleh terlalu basah maupun kering.

c. Kesimpulan
Dalam pertumbuhan kacang merah yang tumbuh lebih dulu adalah bagian akar

kemudian bagian batang. Namun pada batang mengalami pertumbuhan yang lebih pesat
dibandingkan akarnya pada hari ke empat.

d. Jawab Pertanyaan
1. Pada pengamatan yang saya lakukan akar kecambah kacang merah mulai tumbuh
pada hari ke tiga.

2. Berdasarkan pengamatan yang saya lakukan tidak ada, akarnya hanya melingkar pada
media tanam

e. Saran dan kesulitan yang dialami
Kesulitan yang dialami diantaranya mencari bibit yang bagus untuk ditanam.
Saran untuk peneliti selanjutnya adalah belilah bibit di toko pertanian, karena didaerah saya
tidak ada dijual saya membelinya melalui olshop. Tempatkan bibit jangan langsung terkena
sinar matahari, bisa diletakkan dijendela dan terkena sinar matahari tidak secara langsung,
serta gunakan air yang berkualitas bagus. Untuk penyimpanan sebaiknya masukkan wadah
Gelas kedalam mangkuk yang berisi air, karena kadang biji kacang merah dimakan semut.

45

f. Foto / Video Praktikum
Pertumbuhan kacang merah dari penanaman sampai hari ke 14
https://youtu.be/syLJeA4aw7

Foto alat dan bahan praktek pertumbuhan kacang merah
Dibawah ini beberapa dokumentasi praktek yang gagal

46

Modul 2: Makhluk Hidup dan lingkungannya
Kegiatan Praktikum 1: Ekosistem

1. Ekosistem Darat
A. Tujuan
Membandingkan komponen-komponen yang terdapat pada ekosistem darat alami dan
buatan
B. Alat dan Bahan
1. Seperangkat alat tulis
2. Aplikasi pengukur suhu udara pada HP
3. Lingkungan sekitar
C. Landasan Teori
Makhluk hidup juga membutuhkan ruang dan tempat untuk hidupnya. Tempat
makhluk hidup melakukan segala aktifitas kehidupan disebut habitat. Makhluk hidup
beserta segala sesuatunya yang berada disekitarnya dapat membentuk suatu
ekosistem. Ekosistem merupakan kesatuan antara makhluk hidup dengan
lingkungannya.
Berdasarkan sejarah terbentuknya, ekosistem dapat dibedakan menjadi 3 yaitu
ekosistem alami, ekosistem buatan dan ekosistem suksesi. Ekosistem alami adalah
ekosistem yang terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia. Ekosistem
buatan yaitu ekosistem yang sengaja dibuat manusia dengan tujuan tertentu.
Ekosistem suksesi adalah ekosistem yang terjadi karena hasil suksesi lingkungan
yang dahulunya mengalami kerusakan. Ekosistem darat ialah ekosistem yang
lingkungan fisiknya berupa daratan. Berdasarkan letak geografisnya (garis
lintangnya), ekosistem darat dibagi beberapa bioma, bioma adalah sekelompok
hewan dan tumbuhan yang tinggal disuatu lokasi geografis tertentu. Misalnya bioma
gurun, bioma padang rumput, bioma hutan basah, bioma taiga,dll.
Komponen ekosistem dibagi menjadi dua yaitu komponen biotik dan komponen
abiotik. Komponen biotik ekosistem terdiri dari semua makhluk hidup yang berada
dalam suatu ekosistem. Misalnya manusia, tumbuhan, hewan dan mikroorganisme.
Sedangkan komponen abiotic dalam suatu ekosistem adalah komponen yang terdiri

47

atas benda-benda tidak hidup contohnya: tanah,air,udara,kelembapan, sinar matahari,
dan udara.

D. Prosedur Percobaan
1. Tentukan ekosistem darat alami disekitar tempat tinggal atau sekolah tempat anda
mengajar yang akan kita amati komponen-komponennya.
2. Setelah anda temukan tempatnya, kemudian amati komponen-komponen
abiotiknya meliputi suhu udara, pencahayaan, angin, jenis/warna tanah.
3. Untuk mengetahui suhu udara gunakan aplikasi yang terdapat pada HP, sementara
untuk mengetahui pencahayaan, angin, atau tanah anda dapat memperkirakannya
saja.
4. Catat semua data pada table 2.1
5. Setelah mengamati komponen abiotik, anda perhatikan komponen biotiknya.
Catatlah semua makhluk hidup yang ada di ekosistem tersebut.
6. Mulailah mencatat jenis tumbuhan sebagai produsen yang ada. Jika dapat lengkapi
dengan nama latinnya.
7. Catat semua jenis hewan sebagai konsumen yang anda temui di ekosistem tersebut,
baik yang tetap maupun yang hanya singgah (hewan terbang).
8. Amati lebih teliti hewan-hewan kecil yang mungkin terdapat di dalam tanah/dekat
permukaan, atau pada sela-sela daun/batang. Gunakan kaca pembesar jika perlu.
9. Semua data dicatat pada Tabel 2.2
10. Sebagai pembanding, tentukan suatu ekosistem darat buatan yang ada disekitar
tempat tinggal atau sekolah tempat mengajar anda.
11.Lakukan semua kegiatan dari nomor 2 sampai dengan nomor 8 seperti diatas.
Kemudian semua data dicatat pada Tabel 2.3 dan 2.4
12.Buat kesimpulan umum tentang perbedaan pada kedua tipe ekosistem tersebut

E. Pertanyaan
Menurut pendapat Anda ekosistem manakah yang mempunyai jenis komponen biotik
lebih banyak? Mengapa demikian? Jelaskan secara singkat!

48

Lampiran: LEMBAR KERJA (LAPORAN) PRAKTIKUM IPA SD
PDGK4107 MODUL 2
NAMA
NIM MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGANNYA
UPBJ
: UDE ULIJANNA
: 858433874
: 50/ SAMARINDA

KEGIATAN PRAKTIKUM 1
Judul Percobaan: Ekosistem darat

a. Hasil pengamatan

Tabel 2.1.
Komponen abiotik ekosistem darat alami

No. Komponen abiotik Kondisi/ keadaan

1. Tanah Berwarna kecoklatan dan sedikit basah dan
lengket

2. Udara Sejuk

3. Sinar matahari Sedang, karena sinarnya terhalang oleh
pepohonan

4. Suhu 29 °C

5. Air Terdapat sedikit air yang menggenang
berwarna kecoklatan

Tabel 2.2.

Komponen biotik ekosistem darat alami

No Jenis tumbuhan Jenis hewan Pengurai
Jamur
1. Pohon Bakau ( Rhizophora) Burung
Cacing tanah
2. Pohon bamboo Semut
(Bambusoideae)

3. Pohon Jati (Tectona grandis) Biawak

49

4. Alang-alang (Imperata Monyet
cylindrica) Ular

5. Pohon nipah (Nypa fruticans)

Tabel 2.3.

Komponen abiotik ekosistem darat buatan

No. Komponen abiotik Kondisi/ keadaan

1. Tanah Keras karena telah tercampur oleh akar
kelapa

2. Suhu 29 °C

3. Sinar matahari Sedang

4. Batu Kecil

5. Udara Sejuk

Tabel 2.4.

Komponen biotik ekosistem darat buatan

No Jenis tumbuhan Jenis hewan Pengurai
Cacing tanah
1. Pohon Kelapa (Cocos Semut
nucifera) Jamur

2. Pohon Mangga (Mangifera Kupu-kupu
indica)

3. Lengkuas (Alpinia galangal) Burung

4. Pohon pisang (Musa)

5. Rumput (Eleusine indica)

b. Pembahasan
Setiap makhluk hidup memerlukan tempat untuk tinggal. Di tempat tinggal

makhluk hidup tersebut terdapat interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya

50

sekitarnya yang dikenal dengan sebutan ekosistem. Secara garis besar ekosistem terbagi
dua yaitu ekosistem darat dan ekosistem perairan. Pada laporan ini akan membahas tentang
ekosistem darat yang didalamnya terdapat komponen-komponen penyusun ekosistem yaitu
komponen abiotik dan komponen biotik. Komponen abiotic adalah komponen penyusun
ekosistem yang terdiri atas benda-benda mati yang terdapat pada daerah tersebut misalnya:
keadaan tanah, suhu udara, sinar matahari, iklim, air. Sedangkan, komponen biotik adalah
komponen penyusun ekosistem yang terdiri atas benda-benda hidup misalnya hewan,
tumbuhan serta pengurainya. Ekosistem darat juga dibagi menjadi dua diantaranya:
ekosistem darat alami dan ekosistem darat buatan.

Contoh dari ekosistem darat alami adalah hutan hujan tropis, gurun, padang rumput.
Contoh ekosistem darat buatan adalah hutan produksi, perkebunan kelapa. Adapula yang
merupakan ekosistem darat buatan yang berair contohnya persawahan. Jadi, ekosistem
darat alami merupakan suatu tempat yang merupakan ciptaan dari Allah yang tumbuhnya
secara alami tampa campur tangan manusia. Sedangkan ekosistem darat buatan merupakan
ekosistem yang dibuat sedemikian rupa oleh manusia untuk kepentingan tertentu.

c. Kesimpulan
Ekosistem adalah segala bentuk interaksi makhluk hidup terhadap lingkungannya dimana
didalamnya terdapat unsur penyusun tidak hidup (abiotic) dan unsur penyusun ekosistem
hidup (biotik). Didalam ekosistem darat terdapat ekosistem darat alami dan ekosistem darat
buatan

d. Jawab Pertanyaan
Ekosistem yang memiliki komponen biotik yang lebih banyak adalah ekosistem darat
alami, karena semua berasal dari alam, sedangkan pada ekosistem darat buatan adalah hasil
bantuan dari manusia. Sebenarnya masih banyak komponen biotik yang tidak saya
sebutkan karena keterbatasan ilmu yang saya miliki sehingga tidak mengetahui nama atau
jenis tumbuhan yang terdapat di ekosistem darat alami. Dan karena medannya yang sangat
berbahaya banyak binatang berbisa, sehingga tidak memungkinkan untuk menelusuri hutan
secara lebih dalam.

51

e. Saran dan kesulitan yang dialami
Kesulitannya pada saat mengamati komponen ekosistem darat alami terhalang oleh
keadaan jalan yang kurang bagus serta hewan-hewan yang berbahaya yang terdapat
didalam hutan.
Saran untuk mahasiswa selanjutnya pada saat melakukan pengamatan sebaiknya kalian
membuat video, agar pada saat ingin membuat laporannya jika kalian lupa apa isi
komponen yang terdapat saat pengamatan, kalian masih dapat melihat pada video yang
kalian buat. Sebagai antisifasi juga jika catatan kalian hilang pada saat pengamatan.

f. Foto / Video Praktikum
Video ekosistem darat buatan: https://youtu.be/P-JmIqPLZek
Video ekosistem darat alami: https://youtu.be/iexkWTAzjL8

Foto saat mengamati ekosistem darat buatan (kebun kelapa)

52

Foto saat mengamati ekosistem darat alami (hutan)
53

Modul 2: Makhluk Hidup dan lingkungannya
Kegiatan Praktikum 1: Ekosistem

2. Ekosistem Perairan
A. Tujuan
Mengamati komponen-komponen yang terdapat pada ekosistem perairan.
B. Alat dan Bahan
1. Seperangkat alat tulis
2. Aplikasi suhu pada HP
3. Lingkungan sekitar
C. Landasan Teori
Tempat makhluk hidup melakukan segala aktifitas kehidupan disebut habitat.
Makhluk hidup beserta segala sesuatunya yang berada disekitarnya dapat membentuk
suatu ekosistem. Ekosistem sendiri merupakan kesatuan antara makhluk hidup dan
lingkungannya. Ilmu yang mempelajari ekosistem disebut ekologi. Komponen-
komponen pembentuk ekosistem yaitu ada 2 komponen utama yaitu komponen biotik
yang merupakan makhluk hidup. Berdasarkan fungsinya komponen biotik dibagi
menjadi 3 macam yaitu kelompok produsen, kelompok konsumen dan kelompok
pengurai atau decomposer. Komponen ekosistem yang satunya adalah komponen
abiotik yang merupakan benda-benda tidak hidup misalnya udara,tanah, air, suhu,
kelembapan, tekanan udara, dan cahaya matahari.
Perairan yang dihuni makhluk hidup yang saling berhubungan satu sama lain dan
berhubungan dengan lingkungan fisiknya dinamakan ekosistem perairan. Ekosistem
perairan itu terdiri dari perairan darat dan perairan laut. Antara kedua perairan ini
terdapat perairan payau yang airnya agak asin. Perairan tawar adalah daerah daratan
yang memiliki air. Ada yang berupa genangan air, ada juga yang berbentuk aliran air.
Ada yang terbentuk secara alami dan ada pula yang sengaja dibuat oleh manusia.
Perairan alami misalnya mata air, sungai, danau. Sedangkan yang buatan misalnya
bendungan, empang.

54

D. Prosedur Percobaan
1. Tentukan ekosistem perairan alami disekitar tempat tinggal atau sekolah tempat
anda mengajar yang akan kita amati komponen-komponennya.
2. Setelah anda temukan tempatnya, kemudian amati komponen-komponen
abiotiknya meliputi suhu udara, pencahayaan, angin, jenis/warna tanah.
3. Untuk mengetahui suhu udara gunakan aplikasi yang terdapat pada HP, sementara
untuk mengetahui pencahayaan, angin, atau tanah anda dapat memperkirakannya
saja.
4. Catat semua data pada table 2.5
5. Setelah mengamati komponen abiotik, anda perhatikan komponen biotiknya.
Catatlah semua makhluk hidup yang ada di ekosistem tersebut.
6. Mulailah mencatat jenis tumbuhan sebagai produsen yang ada. Jika dapat lengkapi
dengan nama latinnya.
7. Catat semua jenis hewan sebagai konsumen yang anda temui di ekosistem tersebut,
baik yang tetap maupun yang hanya singgah (hewan terbang).
8. Amati lebih teliti hewan-hewan kecil yang mungkin terdapat di dalam tanah/dekat
permukaan, atau pada sela-sela daun/batang. Gunakan kaca pembesar jika perlu.
9. Semua data dicatat pada Tabel 2.6
10. Sebagai pembanding, tentukan suatu ekosistem perairan buatan yang ada disekitar
tempat tinggal atau sekolah tempat mengajar anda.
11.Lakukan semua kegiatan dari nomor 2 sampai dengan nomor 8 seperti diatas.
Kemudian semua data dicatat pada Tabel 2.7 dan 2.8
12.Buat kesimpulan secara singkat

E. Pertanyaan
Jelaskan menurut pendapat anda perbedaan apa yang tampak jelas antara ekosistem
darat pada percobaan 1 dengan ekosistem perairan ini.

55

Lampiran: LEMBAR KERJA (LAPORAN) PRAKTIKUM IPA SD
PDGK4107 MODUL 2
NAMA
NIM MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGANNYA
UPBJ
: UDE ULIJANNA
: 858433874
: 50/ SAMARINDA

KEGIATAN PRAKTIKUM 1
Judul Percobaan: Ekosistem Perairan

a. Hasil pengamatan

Tabel 2.5.

Komponen abiotik ekosistem perairan alami

No. Komponen abiotic Kondisi/ keadaan

1. Air Air berwarna coklat dan mengalir

2. Udara Sejuk

3. Suhu 29°C

4. Tanah Coklat kemerahan dan lembek

5. Sinar matahari Cukup terang

Tabel 2.6.

Komponen biotik ekosistem perairan alami

No Jenis tumbuhan Jenis hewan Pengurai
Lumut
1. Pohon Bakau (Rhizophora) Semut

2. Pohon Nipah(Nypa fruticans) Kepiting

3. Semut

4. Ikan

5. Buaya

56

Tabel 2.7.

Komponen abiotik ekosistem perairan buatan

No. Komponen abiotik Kondisi/ keadaan

1. Air Air berwarna coklat tapi keadaannya bersih
tapi tidak mengalir

2. Udara Sejuk

Suhu 28°C

Tanah Hitam dan sangat bagus ditanami pada
Sinar matahari pinggir kolamnya
Pada siang hari mataharinya sangat cerah

Tabel 2.8.

Komponen biotik ekosistem perairan buatan

No Jenis tumbuhan Jenis hewan Pengurai

1 Bunga melati belanda Ikan

2 Bunga sepatu (Hibiscus rosa- capung
sinensis)

3 Pucuk merah (Sizygium burung
paniculatum)

4 Rumput

b. Pembahasan
Setiap makhluk hidup memerlukan tempat untuk tinggal. Di tempat tinggal

makhluk hidup tersebut terdapat interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya
sekitarnya yang dikenal dengan sebutan ekosistem. Secara garis besar ekosistem terbagi
dua yaitu ekosistem darat dan ekosistem perairan. Pada laporan ini akan membahas tentang
ekosistem perairan yang didalamnya terdapat komponen-komponen penyusun ekosistem
yaitu komponen abiotik dan komponen biotik. Komponen abiotik adalah komponen
penyusun ekosistem yang terdiri atas benda-benda mati yang terdapat pada daerah tersebut

57

misalnya: keadaan tanah, suhu udara, sinar matahari, iklim, air, udara. Sedangkan,
komponen biotik adalah komponen penyusun ekosistem yang terdiri atas benda-benda
hidup misalnya hewan, tumbuhan serta pengurainya. Ekosistem perairan juga dibagi
menjadi dua diantaranya: ekosistem perairan alami dan ekosistem perairan buatan.

Contoh dari ekosistem perairan alami adalah laut, sungai, danau, dan rawa.
Sedangkan contoh ekosistem perairan buatan adalah waduk, kolam dan akuarium. Pada
ekosistem perairan alami ditemukan banyak sekali komponen biotiknya, namun karena
keterbatasan peneliti sehingga tidak dapat menyebutkan dan meneliti hingga kedalam air
apa saja komponen biotik yang terdapat dalam air. Sedangkan pada ekosistem perairan
buatan misalnya akuarium ada yang berbeda dari komponen abiotic dari ekosistem yang
lain yaitu pencahayaan pada akuarium biasanya menggunakan bantuan lampu sebagai
pengganti sinar matahari. Serta biasanya memerlukan bakteri yang disiapkan dalam
akuarium untuk membersihkan akuarium tersebut.

c. Kesimpulan
Ekosistem perairan dapat dibagi menjadi dua yaitu ekosistem perairan alami contohnya
sungai, laut dan ekosistem perairan buatan contohnya waduk, akuarium. Pada ekosistem
perairan, yang tampak banyak adalah komponen biotiknya karena luasnya wilayah perairan
sehingga didalamnya terdapat banyak komponen-komponen penyusun ekosistemnya.

d. Jawab Pertanyaan
Perbedaannya sangat jelas terlihat pada komponen inti yang terdapat pada ekosistem
tersebut. Pada ekosistem darat komponen abiotik utamanya adalah tanah sedangkan pada
ekosistem perairan komponen abiotic utamanya adalah air.

e. Saran dan kesulitan yang dialami
Kesulitannya hanya kurang waktu untuk melakukan penelitiannya. Serta susah untuk
mencari referensi untuk landasan teori karena sulitnya jaringan internet disini. Saran, jika
ingin mencari referensi bisa melalui google books.

f. Foto / Video Praktikum
Video mengamati ekosistem perairan buatan: https://youtu.be/Fags52XOaeA
Video mengamati ekosistem perairan alami: https://youtu.be/wVi6rXLHpZM
58

Foto saat melakukan pengamatan pada ekosistem perairan buatan (kolam)

Foto saat melakukan pengamatan pada ekosistem perairan alami (sungai)
59

Modul 2: Makhluk Hidup dan lingkungannya
Kegiatan Praktikum 2: Pencemaran Lingkungan

1. Pengaruh deterjen terhadap pertumbuhan akar bawang merah (Allium cepa)
A. Tujuan
Mengamati pengaruh deterjen terhadap pertumbuhan akar bawang merah..
B. Alat dan Bahan
Botol air mineral 7 buah
Botol kecil 7 buah
Gelas ukur 1000 ml
Kertas untuk label secukupnya
Air/ledeng/air PDAM secukupnya
Bawang merah 7 siung
Deterjen serbuk 1 Sendok

C. Landasan Teori
Lingkungan merupakan tempat hidup sekaligus menjadi tempat penampungan

limbah hasil aktivitas manusia. Lingkungan memiliki kemampuan bertahan dalam
keadaannya dan menetralkan diri kembali kekeadaan awal jika limbah tersebut masih
berada dalam batas daya dukung lingkungan tersebut. Limbah yang berasal dari limbah
rumah tangga maupun industry dapat menyebabkan terjadinya perubahan keadaan
kualitas lingkungan baik itu air, tanah dan udara termasuk flora, fauna dan
mikroorganisme.

Banyak penelitian dilakukan untuk mengevaluasi kualitas lingkungan seperti
peneliti dari Mendoza et al yang menemukan adanya pencemaran logam berat, peneliti
lainnya tentang pencemaran lingkungan global seperti tentang pemanasan global.
Selanjutnya Rahman dan Kairoh melakukan penelitian yang menentukan tingkat
pencemaran air sungai. Berdasarkan beberapa penelitian tersebut, terlihat bahwa
lingkungan telah mengalami pencemaran baik lingkungan air, tanah dan udara.
Pemantauan pencemaran lingkungan secara biologi menggunakan makhluk hidup
seperti tumbuhan, hewan dan mikroorganisme.

60

D. Prosedur Percobaan

1) Sediakan larutan deterjen bubuk 100%, pengenceran 50%, pengenceran 25%,
pengenceran 12,5%, pengenceran 6,25%, pengenceran 3,1% serta kontrol berupa air
ledeng/air PDM saja. Lalu simpan larutan yang telah diberi label sebagai berikut.

Label 1: 100%
Label 2: 50%
Label 3: 25%
Label 4: 12,5%
Label 5: 6,25%
Label 6: 3,10%
Label kontrol: air ledeng/air PDAM saja

2) Cara menyediakan larutan
a. Larutkan, satu gram deterjen serbuk ke dalam air ledeng/PDAM hingga 1000 mL.
kemudian beri label 100%
b. Ambil 500 mL larutan deterjen 100%, lalu tambahkan air ledeng/PDAM hingga
1000 mL. Kemudian beri label 50%
c. Ambil 500 mL larutan deterjen 50%, lalu tambahkan air ledeng/PDAM hingga
1000 mL. Kemudian beri label 25%
d. Ambil 500 mL larutan deterjen 25%, lalu tambahkan air ledeng/PDAM hingga
1000 mL. Kemudian beri label 12,50%
e. Ambil 500 mL larutan deterjen 12,5%, lalu tambahkan air ledeng/PDAM hingga
1000 mL.Kemudian beri label 6,25%
f. Ambil 500 mL larutan deterjen 6,25%, lalu tambahkan air ledeng hingga 1000
mL, kemudian beri label 3,10%

3) Sediakan bawang merah berukuran sama yang memiliki diameter hampir sama dengan
diameter lubang air mineral berjumlah 7 buah. Kupas kulit epidermis untuk
menghindari bahan kimia tersisa yang terdapat di kulit eperdemis tersebut. Kupas
bagian akar primordial berwarna kecoklatan dari bawang merah tersebut. Hati-hati
agar lingkaran primordial itu tetap tetap tersisa untuk pertumbuhan akar.

4) Potong botol air mineral menjadi 2, kemudian bagian atasnya diposisikan terbalik.
5) Isikan larutan deterjen yang sudah disediakan ke dalam botol air mineral hingga penuh.

Sisa dari larutan dapat disimpan pada botol yang lain sebagai cadangan jika air
berkurang dapat ditambahkan dari air botol cadangan.
6) Letakkan bawang merah dengan posisi calon akar primordial letakkan di bawah hingga
menyentuh larutan deterjen.
7) Letakkan pula bawang merah lain di atas botol control (yang hanya berisi air
ledeng/PDAM).
8) Amati pertumbuhan akarnya setiap 24 jam, bila larutannya tampak berkurang
tambahkan lagi hingga penuh
9) Setelah 72 jam, angkat bawang merah lalu hitung Panjang akarnya. Rata-ratakan
panjang akar yang diperoleh untuk setiap perlakuan. Bila ada panjang akar yang

61

mencolok perbedaannya diabaikan (tidak usah dirata-ratakan). Teruskan hasil
pengamatan. Anda pada Tabel 2.9
10) Hitung hambatan pertumbuhannya untuk setiap konsentrasi larutan dengan
menggunakan rumus :

= − − − 100%



11) Buatlah grafik IG 50/hambatan pertumbuhannya pada grapik 2.1 dalam Lembar Kerja
di belakang modul ini.

E. Pertanyaan

Berapa konsentrasi larutan deterjen minimum yang menghentikan proses
pertumbuhan akarnya?

62

Lampiran: LEMBAR KERJA (LAPORAN) PRAKTIKUM IPA SD
PDGK4107 MODUL 2
NAMA
NIM MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGANNYA
UPBJ
: UDE ULIJANNA
: 858433874
: 50/ SAMARINDA

KEGIATAN PRAKTIKUM 2
Judul Percobaan: Pengaruh deterjen terhadap pertumbuhan akar bawang merah (Allium
cepa)

a. Hasil pengamatan

Tabel 2.9

Pengaruh deterjen terhadap pertumbuhan akar bawang merah

No. Konsentrasi Rata-rata Panjang akar IG (%)

1. Kontrol 2,93 cm 0

2. 3.1% 0 cm 100 %

3. 6,25% 0 cm 100 %

4. 12,5% 0 cm 100 %

5. 25% 0 cm 100 %

6. 50% 0 cm 100 %

7. 100% 0 cm 100 %

63

1000% 1000% 1000% 1000% 1000% 1000%

00% 0 0 0 0 0 0
0 3,1 6,25 12,5 25 50 100

Rata-rata Panjang akar (cm) Hambatan

b. Pembahasan
Pencemaran merupakan prorses masuk atau dimasukkannya zat atau komponen

lain kedalam lingkungan sehingga mengubah tatanan lingkungan sehingga mutu kualitas
lingkungan turun sampai tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan tidak dapat
berfungsi sebagaimana mestinya. Salah satu contoh pencemaran lingkungan adalah limbah
rumah tangga yaitu deterjen yang dapat merusak kualitas tanah serta air dan dapat
mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

Sebagai contoh deterjen dapat menghambat pertumbuhan akar bawang merah pada
tingkat konsentrasi deterjen tersebut. Namun selain tingkat konsentrasi deterjen, masih
banyak hal lain yang dapat mempengaruhi pertumbuhan bawang merah misalnya kualitas
bawang tersebut atau pun bisa dari cara peletakan pada media tanamnya.

Pada penelitian yang saya lakukan bawang merah yang tumbuh akarnya hanya pada
larutan control atau larutan PDAM (0% deterjen). Sedangkan bawang merah yang lain
dengan larutan detergen dengan konsentrasi tertentu tidak tumbuh.

c. Kesimpulan
Deterjen merupakan limbah industry rumah tangga yang dapat merusak lingkungan dan
dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

d. Jawab Pertanyaan
Pada percobaan yang saya lakukan konsentrasi yang dapat menghentikan proses
pertumbuhan akar bawang merah adalah pada konsentrasi 3,10%. Namun setiap hasil

64

percobaan akan berbeda, hal ini dapat disebabkan oleh kualitas bawang, cara meletakkan
bawang pada media serta kualitas air yang digunakan.
e. Saran dan kesulitan yang dialami
Kesulitannya dalam memasukkan Pada grafik, dan memilih bawang yang memiliki
kualitas yang bagus dipasaran serta menempatkan bawang jangan sampai terkena air pada
bagian badan bawang
Saran untuk mahasiswa selanjutnya pilihlah bawang dengan kualitas yang baik, serta
perhatikan posisi saat menyimpan bawang pada botol.
f. Foto / Video Praktikum
Video pembuatan larutan deterjen: https://youtu.be/97jPL_gIzQk
Dokumentasi kegiatan

Foto persiapan alat dan bahan praktek uji pengaruh deterjen terhadap
pertumbuhan bawang merah

65

Foto bawang yang ditanam dalam media botol air yang telah dilarutkan detergen
dalam beberapa konsentrasi tertentu

Foto mengukur bawang pada larutan kontrol
66

Modul 3: Makanan

Kegiatan Praktikum 2: Uji makanan

1. Uji karbohidrat, lemak, dan protein
A. Tujuan
Mengidentifikasi bahan makanan yang mengandung karbohidrat.
Mengidentifikasi bahan makanan yang mengandung lemak.
Mengidentifikasi bahan makanan yang mengandung protein.
B. Alat dan Bahan
1. Uji Karbohidrat (amilum)
a. Piring 1 buah
b. Pisang 1 iris kecil
c. Apel 1 iris kecil
d. Nasi secukupnya
e. Telur rebus (bagian putihnya) 1 iris kecil
f. Tahu putih 1 iris kecil
g. Margarin seujung sendok
h. Biskuit 1 potong kecil
i. Tepung terigu 1 sendok kecil
j. Gula pasir 1 sendok kecil
k. Kentang 1 iris kecil
l. Betadine
2. Uji lemak
a. Piring plastic 1 buah
b. Pipet
c. Kertas coklat sampul buku ukuran 10x10 cm 12 lembar
d. Lampu senter 1 buah
e. Lilin 1 buah
f. Sendok 1 buah
g. Kemiri 2 butir
h. Margarine 1 sendok kecil

67

i. Wortel 1 buah
j. Seledri 1 tangkai
k. Biji jagung 1 genggam
l. Singkong 1 iris
m. Kacang tanah yang dikupas kering 3-5 butir
n. Pepaya 1 potong kecil
o. Santan 1-3 sendok the
p. Minyak goring 5 Ml
q. Susu 1-3 sendok the
r. Air 5 Ml
3. Uji protein
a. Putih telur yang telah direbus 1 iris
b. Roti 1 iris kecil
c. Tempe 1 iris kecil
d. Daging ayam 1 iris kecil
e. Bulu ayam 1 helai
f. Seledri 1 batang
g. Kangkung 1 batang
C. Landasan Teori
a. Karbohidrat

Karbohidrat disebut juga zat pati atau zat tepung atau zat gula yang tersusun
dari unsur Karbon (C), Hidrogen (H), dan Oksigen (O). Di dalam tubuh karbohidrat
akan dibakar untuk menghasilkan tenaga atau panas. Satu gram karbohidrat akan
menghasilkan empat kalori. Menrurt besarnya molekul karbohidrat dapat
dibedakan menjadi tiga yaitu: monosakarida, disakarida, dan polisakarida.
Fungsi dari karbohidrat antara lain:
1. Sebagai sumber energi, satu gram karbohidrat menghasilkan 4 kalori
2. Pemberi rasa manis pada makanan, khususnya pada monosakarida dan disakarida.
3. Penghemat protein, jika karbohidrat makanan tidak tercukupi maka protein akan
digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi dengan mengalahkan fungsi
utamanya sebagai zat pembangun.

68

4. Pengatur metabolisme lemak, karbohidrat akan menjegah terjadinya oksidasi lemak
yang tidak sempurna, sehingga menghasilkan bahan-bahan keton berupa asam
asetoasetat, aseton dan asam beta-hidro-butirat.

5. Membantu mengeluarkan feses dengan cara mengatur gerak peristaltik usus dan
memberi bentuk pada feses.

b. Protein
Protein berasal dari kata protos (Yunani) yang berarti “yang paling utama”

adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan
polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain
dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen,
nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam
struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.

Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain
berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang
membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan
(imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen
penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu
sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang
tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).

c. Lemak
Molekul lemak terdiri atas unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O)

seperti halnya karbohidrat. Fungsi utama dari lemak adalah memberikan tenaga
kepada tubuh. Menurut penelitian 1gr lemak dapat dibakar untuk menghasilkan
sembilan kalori yang diperlukan tubuh. Selain itu lemak berfungsi sebagai pelarut
vitamin yaitu vitamin : A, D, E dan K. Bahan-bahan makanan yang mengandung
lemak banyak akan memberi rasa kenyang yang lama, selain itu lemak memberi
rasa gurih pada makanan. Menurut sumbernya lemak dapat dibedakan menjadi dua,
yaitu lemak nabati dan lemak hewani.

69

D. Prosedur Percobaan
Uji Karbohidrat (amilum)
1) semua pengamatan harus dicatat dana tau digambar langsung dalam lembar kerja
yang diperuntukkan bagi percobaan ini.
2) Susun semua makanan dan beri nama bahan-bahan makanan yang akan diuji diatas
piring.
3) Tetesi satu per satu bahan makanan dengan dua sampai tiga tetes betadine.
Perhatikan dan catat perubahan warna pada bagian makanan yang ditetesi betadine.
Catatlah bahan yang diuji yang menunjukkan warna ungu-biru setelah ditetesi
betadine.
4) Catat semua hasil pengamatan dalam lembar kerja dan buatlah kesimpulan tentang
zat-zat manakah yang mengandung amilum.

Uji Lemak

1) Buatlah dua buah kertas coklat sampul buku yang telah dipotong-potong dengan
ukuran 10x10 cm, 12 lembar.

2) Ambil pipet, isap air dengan pipet dan teteskan diatas salah satu kertas coklat.
3) Ambil pipet yang lain, isap minyak dengan pipet dan teteskan di atas kertas coklat

yang lainnya.
4) Biarkan kedua kertas tersebut selama sekitar sepuluh menit. Sesudah itu periksa

keduanya dengan menghadap cahaya.amati dan catat keadaan kertas tersebut.
Maknakah kertas yang masih meninggalkan bekas? Catatan: gunakan hasil. Ini
sebagai pembanding untuk bahan yang mengandung minyak atau tidak.
5) Ambillah sepuluh kertas coklat yang sama seperti 1). Berilah nomor dan nama,
jenis bahan makanan yang diuji. Bahan makanan yang diuji. (1) kemiri, (2)
margarine, (3) seledri, (4) wortel, (5) biji jagung, (6) singkong, (7) kacang tanah,
(8) papaya, (9) santan, (10) susu.
6) Haluskan kemiri, usap-usap diatas kertas coklat kira-kira sepuluh kali dan
bersihkan sisa kemiri. Biarkan lima sampai sepuluh menit.

70

7) Sambil menunggu waktu, kerjakan hal serupa untuk kesembilan bahan makanan
lain. Cairkan margarine diatas sendok dengan menggunakan panas dari nyala lilin.
Teteskan margarine diatas kertas coklat. Biarkan sekitar sepuluh menit.

8) Usapkan seledri diatas kertas coklat kira-kira sepuluh kali. Potonglah wortel dan
usap-usapkan di atas kertas coklat berulang kali. Usap-usapkan biji jagung diatas
kertas coklat berulang-ulang atau sebanyak sepuluh kali. Lakukan hal yang sama
untuk singkong dan kacang tanah. Potong-potong pepaya dan usap-usapkan diatas
kertas coklat sebanyak sepuluh kali. Teteskan air santan pada kertas coklat.
Teteskan pula susu pada kertas coklat yang terakhir. Biarkan kesepuluh kertas
coklat ini selama sepuluh menit.

9) Setelah sepuluh menit, amati kertas coklat satu per satu. Pergunakanlah lampu atau
senter kearah bekas asupan dari bahan-bahan makanan yang diuji. Kertas manakah
yang meninggalkan bekas noda minyak. Catatlah hasil pengamatan pada table
dilembar kerja.

Uji Protein
1) Nyalakan lilin, bakarlah bulu ayam diatas nyala lilin. Amati dan jelaskan bau yang

ditimbulkannya. Gunakan bulu ayam terbakar ini sebagai kontrol.
2) Bakarlah satu persatu bahan yang akan diuji, diatas nyala lilin. Bahan yang diuji

adalah putih telur, roti, tempe, daging ayam, seledri dan kangkung. Amati bau yang
ditimbulkan. Mana dari bahan yang dibakar tersebut baunya sama seperti bau bulu
ayam yang terbakar.
3) Buatlah kesimpulan, manakah bahan makanan yang mengandung protein
berdasarkan uji pembakaran.
E. Pertanyaan
Uji karbohidrat
1) Perhatikan bahan makanan nasi, tepung terigu dan gula pasir. Setelah diberi larutan
betadine, apakah semuanya menunjukkan warna biru ungu? Jika tidak mengapa.
Bukankah semua bahan makanan tersebut termasuk golongan karbohidrat? Jika ya,
jelaskan mengapa?
2) Mengapa ada bahan yang berwarna ungu biru dan ada pula yang tidak setelah
ditetesi betadine?

71

3) Berdasarkan uji yang telah dilakukan bahan makanan manakah yang termasuk
karbohidrat?

4) Simpulan apa yang dapat dibuat dari hasil percobaan ini?
Uji lemak
1) Rabalah/ usaplah tetesan bahan makanan kemiri, seledri dan papaya.

Bagaimanakah terasanya bekas usapan/tetesan tersebut ditangan Anda.
2) Ketika bekas usapan/tetesan tersebut diterangi atau disorot dengan lampu/senter,

bagaimana terlihatnya?
3) Berdasarkan uji yang telah dilakukan manakah bahan makanan sumber lemak?
Uji protein
1) Perhatikan putih telur rebus, roti dan tempe waktu dibakar. Identifikasi bau yang

ditimbulkannya, jelaskan kira-kira bau apa dari masing-masing bahan makanan
yang dibakar tersebut.
2) Berdasarkan uji yang telah dilakukan manakah bahan makanan sumber protein?

72

Lampiran: LEMBAR KERJA (LAPORAN) PRAKTIKUM IPA SD
PDGK4107 MODUL 3
NAMA MAKANAN
NIM
UPBJ : UDE ULIJANNA
: 858433874
: 50/ SAMARINDA

KEGIATAN PRAKTIKUM 2
Judul Percobaan: Uji makanan (uji karbohidrat, lemak, protein)

a. Hasil pengamatan

Pengelompokan bahan makanan berdasarkan zat gizi

No. Jenis bahan makanan Karbohidrat Protein Lemak
-
1 Pisang -- -
-
2 Apel -- -
3 Nasi √- -
4 Telur rebus -√ √
-
5 Tahu putih -- -
-
6 Margarine -- -
7 Biskuit √- √
8 Tepung terigu √- √

9 Gula pasir --
10 Kentang √-

11 Kemiri --

12 Wortel --
13 Seledri -√

73

14 Biji jagung - -√
15 Singkong ---
16 Kacang tanah - -√
17 Pepaya - -√
18 Santan - -√
19 Susu - -√
20 Roti -√-
21 Tempe -√-
22 Daging ayam -√-
23 Kangkung -√-

b. Pembahasan
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, makhluk hidup memerlukan makanan

sebagai sumber energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Tanpa makanan, makhluk
hidup akan sulit dalam mengerjakan aktivitas sehari-hari. Memakan makanan yang bergizi
akan membantu pertumbuhan kita, baik otak maupun badan. Setiap makanan mempunyai
kandungan gizi yang berbeda diantaranya karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan garam
mineral Bahan makanan yang kita konsumsi sehari-hari harus mengandung nutrient yang
diperlukan tubuh. Karbohidrat, lemak dan protein merupakan nutrient yang dibutuhkan
dalam jumlah besar, sedangkan vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil.
Walaupun dibutuhkan sedikit bahan tersebut harus ada dalam menu makanan kita. Pada
laporan ini peneliti melakukan uji Karbohidrat, Lemak dan protein pada beberapa jenis
makanan. Khusus untuk menguji karbohidrat peneliti hanya melakukan uji amilum.

Indikator untuk uji karboidrat khususnya amilum adalah jika bahan makanan yang
ditetesi oleh betadine akan berwarna biru ungu atau bahkan bisa berwarna hitam jika kadar
amilumnya tinggi. Dan diperoleh hasil bahwa pada tepung terigu, biscuit dan nasi
mengandung karbohidrat yang tinggi karena terlihat cairan betadine berubah menjadi

74

warna hitam. Adapula beberapa makanan yang tidak mengandung amilum, terlihat pada
cairan betadinenya yang tidak berubah warna.

Indikator untuk uji lemak yaitu dengan mengoleskan bahan makanan ke kertas
coklat atau sampul buku. Jika hasil pengujian bahan makanan seperti hasil pengujian
minyak goring maka bahan makanan tersebut mengandung lemak. Sedangkan jika uji
makanan itu kering atau seperti saat mengoleskan air pada kertas coklat berarti bahan
makanan tersebut tidak mengandung lemak. Dari hasil uji coba 10 bahan makanan yang
dilakukan peneliti ditemukan hanya 1 bahan makanan yang tidak mengandung lemak yaitu
singkong. Sedangkan bahan makanan lain mengandung lemak, terlihat pada kertas coklat
yang masih terlihat bekas seperti minyak yang tidak kering. Walaupun ada beberapa jenis
makanan yang tidak terlalu terlihat lemak yang tersisa, seperti pada biji jagung dan wortel
yang tidak terlalu jelas terlihat kandungan lemaknya.

Indikator untuk melakukan uji protein adalah dengan membakar bulu ayam jika
terdapat bau yang seperti saat membakar bulu ayam berarti bahan makanan tersebut
mengandung protein. Dari enam bahan yang diuji peneliti menyimpulkan semua bahan
makanan mengandung protein. Walaupun ada yang hanya samar-samar tercium.

c. Kesimpulan
Setiap bahan makanan memiliki zat gizi yang berbeda. Indikator untuk menentukan

apakah bahan tersebut mengandung amilum adalah pada saat ditetesi betadine maka
betadine akan berubah menjadi biru ungu atau bahkan hitam. Uji lemak dapat dilihat saat
kita mengoleskan bahan makanan pada kertas coklat akan tertinggal bekas noda. Untuk uji
protein dengan cara uji bakar yaitu jika bahan makanan baunya seperti saat membakar bulu
ayam, maka makanan tersebut mengandung protein.

d. Jawab pertanyaan
Uji karbohidrat (amilum)
1) Tidak, memang semua bahan tersebut merupakan karbohidrat, akan tetapi yang
diuji pada percobaan diatas hanya uji karbohidrat kandungan amilumnya saja.
Sedangkan pada gula tidak mengandung amilum tetapi zat karbohidrat yang lain.
2) Karena bahan makanan yang mengandung amilum maka betadine akan berubah
jadi biru, sedangkan yang tidak mengandung amilum tidak berubah warnanya.

75

3) Makanan yang mengandung karbohidrat diantaranya: tepung terigu, nasi, biscuit,
dan kentang

4) Makanan yang mengandung amilum jika ditetesi betadine maka betadinenya akan
berubah menjadi warna biru,ungu bahkan hitam.

Uji lemak
1) Bekas usapannya masih membekas atau basah.
2) Terlihat sisa atau bekas seperti berminyak
3) Bahan makanan yang mengandung lemak berdasarkan uji usap kertas sampul buku
yang saya lakukan diantaranya: kemiri, margarine, seledri, wortel,biji jagung,
kacang tanah, papaya, santan, dan susu.

Uji protein
1) Bau putih telur rebus, roti dan tempe sama dengan bau bulu ayam yang dibakar.
2) Berdasarkan uji makanan yang saya lakukan dengan menggunakan uji bakar bahan
makanan yang mengandung protein adalah: Putih telur rebus, daging ayam, roti,
tempe, seledri, kangkung.

e. Saran dan kesulitan yang dialami
Kesulitan yang dialami pada saat uji bakar karena kadang bingung menentukan bau yang
sama. Saran ajak keluarga untuk saling bertukar pendapat untuk menentukan apakah bau
dari bahan yang dibakar sama atau tidak dengan bulu ayam yang dibakar.

f. Foto / Video Praktikum
Video uji amilum : https://youtu.be/22wOA7ajKOQ
Video uji lemak : https://youtu.be/coJsKajCiNA
Video uji protein: https://youtu.be/-hOtlUWpEo0

76

Foto bahan makanan untuk menguji karbohidrat (amilum) sebelum ditetesi
betadine.

Foto bahan makanan untuk menguji karbohidrat (amilum) setelah ditetesi
betadine.

Foto bahan makanan untuk uji lemak.
77

Foto kertas hasil uji lemak
Foto bahan makanan untuk uji protein

78

Modul 3: Makanan

Kegiatan Praktikum 3: Pencernaan makanan

1. Struktur sistem pencernaan
A. Tujuan
Dapat mengurutkan bagian dari sistem pencernaan.

B. Alat dan Bahan
1. Gambar Sistem Pencernaan
2. Alat Tulis

C. Landasan teori

Sebagai makhluk hidup kita tidak dapat lepas dari makanan. Makanan yang kita
makan harus dicerna terlebih dahulu agar dihasilkan zat-zat yang berguna bagi tubuh.
Saluran pencernaan terdirir atas mulut, tenggorokan, kerongkongan, lambung usus
halus, usus besar dan anus.
a. Mulut, tenggorokan, kerongkongan

Mulut adalah suatu organ terbuka tempat masuknya makanan dan air. Mulut
terletak dikepala dan umumnya merupakan bagian awal dari system pencernaan. Pada
saat proses pegecapan didalam mulut pengecapan relative sederhana terdiri dari manis,
asam,asin dan pahit. Penciuman lebih rumit, terdiri dari berbagai macam bau.
Dibelakang dan dibawah mulut terdapat tenggorokan (faring). Setelah proses
mengunyah proses menelan dimulai secara sadar dan berlanjut secara otomatis. Epiglotis
akan tertutup agar makanan tidak masuk kedalam pipa udara (trakea) dan ke paru-paru.
Sedangkan bagian atap mulut sebelah belakang (palatum mole, langit-langit lunak)
terangkat agar makanan tidak masuk kedalam hidung.
Kerongkongan (esophagus) merupakan saluran berotot yang berdinding tipis dan
dilapisi oleh selaput lendir.
b. Usus halus

Usus halus (intestinum) merupakan tempat penyerapan sari makanan dan tempat
terjadinya proses pencernaan yang paling panjang. Usus halus terdiri dari : Usus dua
belas jari (duodenum), Usus kosong (jejenum), Usus penyerap (ileum).

79

c. Usus besar
Makanan yang tidak dicerna di usus halus, misalnya selulosa, bersama dengan

lendir akan menuju ke usus besar menjadi feses. Di dalam usus besar terdapat bakteri
Escherichia coli.
d. Anus

Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat
anus, feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum.
D. Prosedur percobaan

1. Perhatikan gambar system pencernaan yang terdapat pada lembar
kerja diakhir modul ini.

2. Urutkanlah sistem pencernaan tersebut mulai dari mulut.
3. Tuliskan bagian-bagian tadi pada lembar kerja.
4. Simpulan apa yang dapat diambil dari percobaan ini?
E. Pertanyaan
1. Sebutkan bagian dari sistem pencernaan yang menghasilkan enzim!
2. Enzim apa saja yang dihasilkan oleh organ –organ tersebut?
3. Enzim-enzim tersebut dapat mengubah zat makanan apa saja dan menjadi apa?

Uraikan dan jelaskan!

80

Lampiran:

LEMBAR KERJA (LAPORAN) PRAKTIKUM IPA SD
PDGK4107 MODUL 3
Makanan

NAMA : UDE ULIJANNA

NIM : 858433874

UPBJ : 50/ SAMARINDA

KEGIATAN PRAKTIKUM

1. Judul Percobaan: Struktur sistem pencernaan

a. Hasil pengamatan

b. Pembahasan
Sebagai makhluk hidup manusia memerlukan makanan sebagai energy. Proses untuk
makan menggunakan saluran pencernaan. Pencernaan makanan adalah aktivitas saluran
makanan dan kelenjar-kelenjarnya sebelum masuk ke system pencernaan. Saluran
pencernaan terdiri atas mulut, tenggorokan, kerongkongan, usus halus, usus besar dan anus.

81

c. Kesimpulan
Manusia memerlukan makan untuk hidup dan memperoleh energy yang akan melalui
saluran pencernaan manusia yang meliputi mulut, tenggorokan, kerongkongan, usus
halus, usus besar dan anus.

d. Jawab pertanyaan
1. System pencernaan yang menghasilkan enzim adalah lambung dan kelenjar pancreas.
2. Enzim yang dihasilkan oleh lambung adalah enzim pepsin dan enzim lipase sedangkan
kelenjar pankreas menghasilkan enzim lipase, amilase, protase, dan tripsin.
3. Enzim pepsin mengubah zat protein yang terdapat didalam makanan menjadi asam
amino. Tubuh melakukan proses ini untuk mempermudah penyerapan nutrisi didalam
usus.
Enzim lipase mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
Enzim protase memecah protein dalam makanan menjadi asam amino atau amino
acids.
Enzim amilase berfungsi memecah zat pati atau karbohidrat menjadi gula (glukosa).
Enzim tripsin berfungsi mengubah pepton menjadi Asam Amino.

F. Saran dan kesulitan yang dialami
Kesulitan yang dialami pada bagian menggambar bagian pencernaan yang kecil-kecil.
Sebaiknya gunakan spidol yang memiliki ujung yang kecil atau untuk penebalan bisa
menggunakan pulpen dengan tinta cair.

G. Foto/video praktikum
Video menggambar: https://youtube.com/shorts/cFMXIeTkH7Y?feature=share

H.

Foto saat menggambar sistem pencernaan.

82

Modul 4: Mekanika

Kegiatan Praktikum 2: Gerak

1. Gerak Lurus Beraturan (GLB)
A. Tujuan
Mengetahui gerak lurus beraturan

B. Alat dan bahan
1) Katrol gantung panjang
2) Stop watch
3) Pengaris
4) Beban gantung 100 gr (2 buah)
5) Statif dan klem
6) Benang kasur
7) Plastisin
8) Beban tambahan

C. Landasan Teori
Suatu benda dikatakan bergerak lurus beraturan jika benda tersebut

bergerak dengan kecepatan tetap. Kecepatan tetap artinya besar dan arah
kecepatannya tetap. Dengan demikian gerak lurus beraturan dapat diartikan
dengan gerak yang lintasannya berupa garis lurus dan kelajuannya tetap.

D. Cara Kerja
Isilah lembar kerja sesuai dengan petunjuk !
a) Rakitlahalat dan bahan seperti tampak
pada gambar 4.8.
b) Usahakan agar beban tambahan m
tertinggal di ring pembatasbila M₁
turun dan M₂ naik.
c) Tandai ketinggian beban tambahan (m)
mula-mula sama tinggi dengan titik A.
d) Ukur Panjang BC.
e) Biarkan system bergerak m+M₁ turun
dan M₂ naik. Catat waktu yang diperlukan
M₁ untuk bergerak dari B ke C

83

f) Ulangi percobaan sampai 5 kali dengan jarak BC yang berbeda-beda (tinggi A
tetap, B tetap, C berubah)

g) Catat datanya pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.5

Pengamatan GLB

No Jarak BC s (m) Waktu t (sek)
1. 0,14 23 s
2. 0,21 30 s
3. 0,31 35 s
4. 0,45 53 s
5. 0,53 65 s

E. Pertanyaan:
Jawablah pertanyaan berikut ini dan satukan hasilnya/jawabannya dengan
praktikum yang anda buat.
1) Buatlah Grafik hubungan antara jarak (s) sebagai fungs iwaktu (t) berdasarkan
data percobaan GLB (S sumbu vertical dan t sumbu horizontal).
2) Hitunglah kecepatan benda berdasarkan grafik diatas !
3) Buatlah kesimpulannya?

84

Lampiran :

LEMBAR KERJA (LAPORAN) PRAKTIKUM IPA SD
PDGK4107 MODUL 4
MEKANIKA

NAMA : Ude Ulijanna
NIM
UPBJJ : 858433874

: 50 / SAMARINDA

A. KEGIATAN PRAKTIKUM 2
1. Judul Percobaan: Uji Gerak Lurus Beraturan (GLB)
a. Hasil pengamatan
Uji Gerak LurusBeraturan (GLB)

No Jarak BC s (m) Waktu t (sek) Keterangan
1. 0,14 23 s B – C1
2. 0,21 30 s B – C2
3. 0,31 35 s B – C3
4. 0,45 53 s B – C4
5. 0,53 65 s B – C5

b. Pembahasan
Gerak lurus adalah gerak lurus dari suatu objek yang kecepatannya tetap atau
tidak berubah karena benda yang bergerak tersebut tidak mengalami percepatan.
Pada saat uji gerak lurus objek yang bergerak dari satu titik ke titik lain (B-C1)
dengan jarak tempuh 0,14 m dan waktu tempuh 23s, (B-C2) dengan jarak
tempuh 0,21 dan waktu tempuh 30s, (B-C3) dengan jaraktempuh 0,31 dan
waktu tempuh 35s, (B-C4) dengan jarak tempuh 0,45 dan waktu tempuh 53s,
sedangkan (B-C5) dengan jarak tempuh 0,53 dan waktu tempuh 65s. Dari uji
gerak bisa di artikan gerak lurus beraturan adalah suatu gerak objek yang
lintasanya lurus berupa garis lurus dimana semakin jauh jarak lintasannya
semakin lama juga waktu tempuh yang dibutuhkan oleh objek tersebut untuk
menuju titik yang ingin di capainya.

c. Kesimpulan
Gerak lurus beraturan adalah gerak suatu benda yang lintasannya berupa garis
lurus dengan kecepatan tetap, kecepatan suatu benda yang bergerak lurus adalah
tetap bila dalam selang waktu, jarak di tempuh dan arahnya sama. Dimana
semakin dekat jarak tempuh semakin sedikit juga waktu yang di butuhkan.

85

d. Jawaban Pertanyaan
1. Grafik hubungan antara jarak (s) dengan waktu (t)

Grafik hubungan antara jarak (s) dengan waktu (t)

0,5 0,31
0,45
jarak (s) 0,21
0,4
0,35 0,16
0,11
0,3 0,05
0,25
0,05 0,15 0,25 0,35 0,45 0,55 0,65 0,75 0,85
0,2 waktu (t)
0,15

0,1
0,05

0
-0,05

2. Hitunglah Kecepatan benda berdasarkan grafik di atas !

Percobaan I Percobaan II

= = 0,05 = 0,002 ⁄ = = 0,11 = 0,003 ⁄
30
23

Percobaan III Percobaan IV

= = 0,16 = 0,004 ⁄ = = 0,21 = 0,005 ⁄
35 43


Percobaan V

= 0,31 = 0,006 ⁄
= 57

3. Dari hasil perhitungan gerak yang terjadi pada uji coba GLB adalah konstan

e. Kesulitan Yang Dialami :
Kesulitan yang di alami adalah kurangnya alat yang akan di gunakan untuk
pelaksanaan paraktikum. Saya harap di kemudian hari pada saat pelaksanaan pratikum
semua alat yang terkait pelaksanaan pratikum dapat tersedia dengan lengkap.

86

f. dokumentasi
Alat dan Bahan

Pelaksanaan Praktikum

87

Modul 5: Kalor perubahan wujud zat dan perpindahannya pada suatu zat

Kegiatan Praktikum 2: perpindahan dan pertukaran panas pada suhu zat

1. Konduksi

A. Tujuan
1. Membuktikan bahwa kalor/panas dapat berpindah melalui cara konduksi.
2. Mengetahui beberapa bahan sebagai konduktor panas yang baik.

B. Alat dan Bahan 1 buah
1. Tripot 1 buah
2. Bunsen/lampu spiritus 1 buah
3. Cakram konduksi secukupnya
4. Secukupnya Lilin warna/malam

C. Landasan teori
Kalor merupakan perpindahan dari benda yang memiliki suhu lebih tinggi ke

benda dengan suhu lebih rendah hingga tercapai keseimbangan suhu. Dengan
demikian, perpindahan kalor terjadi pada benda-benda yang memiliki suhu berbeda
agar suhunya menjadi sama. Cara perpindahan kalor dari satu benda ke benda lain tidak
selalu sama. Ada tiga cara perpindahan kalor yaitu konduksi, konvenksi dan radiasi.
Pada penelitian ini hanya membahas perpindahan kalor secara konduksi.

Konduksi merupakan perpindahan kalor tanpa disertai perpindahan zat
perantara. Salah satu contohnya adalah knalpot menjadi panas setelah dipanaskan lama,
mentega meleleh diwajan yang dipanaskan, tutup panic akan terasa panas saat panic
digunakan untuk memasak.

D. Prosedur Percobaan
a. Ambil empat bagian lilin/malam dan
letakkan masing-masing di ujung logam
pada cakram konduksi
b. Letakkan cakram konduksi di atas tripot
c. Panasi cakram konduksi tepat diantara
sambungan keempat logam
d. Perhatikan susunan alat dan bahan
pada gambar 5.9 disamping.

E. Pertanyaan
1. Sebutkan diantara tiga bahan konduktor tersebut yang paling baik menghantar
panas? Beri alasan dengan singkat dan jelas!

88

2. Mana yang paling baik sebagai konduktor antara tembaga dan kayu? Beri alasan
dengan singkat dan jelas!

3. Mengapa logam-logam tersebut diatas dapat menghantar panas? Beri penjelasan
yang singkat, padat dan jelas!

89

Lampiran: LEMBAR KERJA (LAPORAN) PRAKTIKUM IPA SD
PDGK4107 MODUL 5
NAMA
NIM Kalor perubahan wujud zat dan perpindahannya pada suatu zat
UPBJ
: UDE ULIJANNA
: 858433874
: 50/ SAMARINDA

KEGIATAN PRAKTIKUM 2 Tabel 5.3
Judul Percobaan: Konduksi Pengamatan terhadap lilin

a. Hasil pengamatan Lilin mencair Lilin mencair Lilin mencair
pertama kedua ketiga
No Jenis Bahan
1 Besi √ √ √
2 Tembaga
3 Alumunium

b. Pembahasan
Konduktor merupakan suatu bahan atau zat yang dapat menghantarkan panas dan juga arus
listrik, baik dalam bentuk zat cair, padat, maupun gas. Salah satu contoh konduktor adalah
tembaga, besi dan aluminium. Pada percobaan konduksi yang dilakukan hasilnya terbukti
tembaga lebih cepat mencair saat diletakkan diatas tembaga yang dipanaskan, kemudian
yang kedua adalah aluminium dan yang terakhir adalah besi. Hal ini menunjukkan bahwa
tembaga adalah penghantar panas atau konduktor yang paling baik dibandingkan
aluminium dan besi.

c. Kesimpulan
Dari hasil pengamatan konduksi yang dilakukan kecepatan dalam menghantarkan panas
setiap benda berbeda-beda.dari ketiga bahan yang diujikan tembaga merupakan bahan
yang paling cepat menghantarkan panas kemudian yang kedua adalah aluminium dan
yang terakhir adalah besi.

90

d. Jawab Pertanyaan
1. Bahan konduktor yang paling baik adalah Tembaga, karena pada tembaga mampu
menghantarkan listrik dengan baik karena mempunyai hambatan jenis sangat kecil
2. Yang baik sebagai koduktor antara Tembaga dan Kayu adalah Tembaga, karena tembaga
lebih cepat terurai jika dipanaskan sehingga lebih cepat pulamenghantarkan panas,
sedangkan kayu lebih lambat terurainya atau lebih bersifat isolator
3. Karena ketiga logam tersebut bersifat konduktor.

e. Saran dan kesulitan yang dialami
Dalam pelaksana pengamatan Konduksi, karena kurangnya alat. Jadi hanya bisa melihat
hasil praktek yang dilakukan teman-teman melalui tuweb. Semoga kedepannya mahasiswa
selanjutnya sudah bisa pertemuan langsung saat praktek dan tempat prakteknya mudah
dijangkau.

f. Foto kegiatan

91

Modul 6: Gelombang

Kegiatan Praktikum 1: Jenis dan bentuk gelombang

1. Percobaan Jenis-jenis gelombang

A. Tujuan
Mengamati bentuk dan jenis gelombang transversal dan gelombang longitudinal.

B. Alat dan bahan = 0,5 cm.
a. Slinki
b. Kebel listrik, Panjang 5 m,
c. Benang kasur Panjang 3 m
d. Karet gelang

C. Landasan Teori
Gelombang didefinisikan sebagai perambatan energy dari satu tempat ketempat lain
tanpa menyeret materi yang dilewatinya.
Berdasarkan arah gangguan atau arah gerakan partikel yang dilewatinya gelombang
dibagi menjadi dua yaitu:
a. Gelombang transversal didefinisikan sebagai gelombang yang arah gangguannya
atau arah gerakan partikel yang dilewatinya tegak lurus arah rambatannya.
b. Gelombang longitudinal didefinisikan sebagai gelombang yang arah gangguannya
atau arah gerak partikel yang dilewatinya sejajar dengan arah rambatannya.

D. Langkah Kerja
1. Percobaan bentuk dan jenis gelombang
a. Ambil slinki, rentangkan diatas lantai yang licin. ikat salah satu ujung slinki
pada tiang yang cukup kokoh untuk menahannya atau dipegang oleh salah satu
teman anda. Ujung yang lain di pegang sendiri.
b. Usiklah ujung slinki yang anda pegang itu dengan cara menggerakan ujung
slinki dengan cepat kekiri dan kekanan seperti gambar berikut.

Gambar 6.7.
Memberi usikan pada slinki

92

Amati gelombang yang terjadi pada ujung slinki ? Apa yang merambat pada
slinki ? Apa gelombang itu ?
c. Usik lagi ujung slinki berulang-ulang seperti langkah b. Amati arah getar (arah
usikan) dan arah rambat gelombang. Gelombang yang terjadi ini disebut
gelombang tranversal, Bagaimana arah getar dan arah rambat gelombang
tranversal itu ?
d. Ikatkan karet gelang ditengah-tengah slinki. Lalu usik lagi ujung slinki yang
anda pegang berulang-ulang. Amati karet gelang tersebut, Ketika gelombang
berjalan, ikut berpindahkan karet gelang tersebut ? Adakah energi yang
merambat melalui pegas ? Jika ada, dari manakah asalnya ?
e. Lakukanlah percobaan dari Langkah a sampai dengan d sekali lagi. Kali ini
slinki diganti kabel listrik. Samakah hasilnya dengan menggunkan slinki. Jika
ada perbedaannya, sebutkan.
f. Ambil slinki, rentangkan diatas lantai yang licin ikat salah satu ujung pada
tiang yang cukup kokoh untuk menahannya atau dipegang dengan anda. Ujung
yang lain dipegang sendiri. Usiklah ujung slinki yang anda pegang berulang-
ulang dengan cara menggerakkan ujung slinki dengan cepat kebelakang lain ke
depan seperti gambar berikut.

Gambar 6.8.
Usiklah pada slinki secara berulang
Amati arah gerak (arah usikan) dan arah rambat gelombang-gelombang yang
terjadi disebut gelombang longitudinal. Bagaimanakah arah getar dan arah
rambat gelombang longitudinal tersebut?
g. Apa perbedaan antara gelombang transveral dan gelombang longitudinal?

93

E. Pertanyaan
1. Amati gelombang yang terjadi pada ujung slinki? Apa yang merambat pada slinki?
Apa gelombang itu?
2. Gelombang yang terjadi ini disebut gelombang tranversal, Bagaimana arah getar
dan arah rambat gelombang tranversal itu?
3. Amati karet gelang tersebut, Ketika gelombang berjalan, ikut berpindahkan karet
gelang tersebut? Adakah energi yang merambat melalui pegas? Jika ada, dari
manakah asalnya?
4. Amati arah gerak (arah usikan) dan arah rambat gelombang-gelombang yang terjadi
disebut gelombang longitudinal. Bagaimanakah arah getar dan arah rambat
gelombang longitudinal tersebut?
5. Apa perbedaan antara gelombang transveral dan gelombang longitudinal?

94


Click to View FlipBook Version