Lampiran :
LEMBAR KERJA (LAPORAN) PRAKTIKUM IPA SD
PDGK4107 MODUL 6
GELOMBANG
NAMA : UDE ULIJANNA
NIM
UPBJJ : 858433874
: 50 / SAMARINDA
A. KEGIATAN PRAKTIKUM 1
1. 1. Judul Percobaan : Jenis-Jenis Gelombang
a. Hasil pengamatan
Gambar gelombang transversal
Gambar gelombang longitudinal
b. Pembahasan
Gelombang adalah getaran yang merambat. Misalnya ketika memainkan permainan tali
temali yang kemudian menggetarkan ujung tali lainnya ke atas dan ke bawah secara teratur.
Terlihat bahwa lama kelamaan getaran tersebut merambat sepanjang tali hingga mencapai
ujung tali dan membentuk gelombang. Gelombang dibagi menjadi dua yaitu gelombang
transversal dan gelombang longitudinal. Perbedaan antara gelombang transversal dan
longitudinal adalah dari arah getar dan rambatnya, gelombang transversal arah
95
getarnya tegak lurus dengan arah rambatnya, sedangkan gelombang longitudinal arah
rambatnya sejajar dengan arah getarnya.
c. Kesimpulan
Gelombang yang dihasilkan oleh slinki dipengaruhi oleh gerakan yang diberikan pada
slinki serta energy usikan yang diberikan pada slinki
d. Jawab Pertanyaan
1. Yang merambat pada slinki adalah gelombang. Ya itu merupakan gelombang
transversal.
2. Arah getarnya tegak lurus dengan arah rambatnya membentuk gelombang sinus.
3. Karet gelang tersebut ikut berpindah mengikuti gelombang tersebut dan karet
berpindah karena adanya energy yang yang terdapat pada slinki.
4. Pada gelombang longitudinal arah rambat sejajar dengan arah getarnya.
5. Perbedaan antara gelombang transversal dan longitudinal adalah dari arah getar dan
rambatnya, gelombang transversal arah getarnya tegak lurus dengan arah rambatnya,
sedangkan gelombang longitudinal arah rambatnya sejajar dengan arah getarnya.
e. Kesulitan Yang Dialami :
Dalam pelaksana pengamatan gelombang, karena kurangnya alat. Jadi hanya bisa melihat
hasil praktek yang dilakukan teman-teman melalui tuweb. Semoga kedepannya mahasiswa
selanjutnya sudah bisa pertemuan langsung saat praktek dan tempat prakteknya mudah
dijangkau.
f. Dokumentasi
96
97
Modul 7: Optik
Kegiatan Praktikum 1: Sifat cahaya
1. Percobaan pemantulan cahaya
A. Tujuan
Setelah melakukan kegiatan dalam percobaan ini diharapkan anda dapat:
1. Menjelaskan sifat-sifat cahaya.
2. Menjelaskan sifat-sifat bayangan yang dihasilkan oleh cermin.
B. Alat dan bahan
1. Cermin datar (3x6 cm²)
2. Lampu senter
3. Busur derajat
4. Kertas putih
5. Lilin
6. Layar (tabir kertas)
7. Celah cahaya
C. Landasan Teori
Sifat sifat cahaya diantaranya
a. Cahaya merambat menurut garis lurus
Cahaya akan merambat lurus apabila melewati suatu medium perantara. Cahaya akan
senantiasa merambat lurus dengan kecepatan 3x108 m/s.
b. Cahaya merambat tanpa medium
Cahaya sebagai bentuk gelombang merupakan jenis gelombang transversal. Salah satu
ciri dari gelombang transversal adalah dapat merambat tanpa medium.
c. Cahaya dapat menembus benda transparan
Ketika cahaya melewati benda bening atau transparan seperti kaca atau plastik, maka
sinarnya akan diteruskan secara linear (lurus). Dengan demikian cahaya dapat
menembus benda bening.
d. Cahaya dapat membentuk bayangan
Cahaya mengenai benda padat yang tidak bening seperti batu, kayu, gelas porselen
dan sebagainya akan membentuk bayangan berwarna hitam dibelakang benda
tersebut.
e. Disperse cahaya
Disperse adalah peristiwa penguaraian cahaya polikromatik (putih) menjadi cahaya-
cahaya monokromatik (me, ji, ku, hi, bi, ni, u) atau spectrum warna ketika melewati
suatu prisma dengan cara pembiasan atau pembelokan.
98
f. Refleksi cahaya
Refleksi atau pemantulan adalah pembelokan atau perubahan arah cahaya ketika
melewati satu material transparan ke material transparan lainnya yang memiliki
perbedaan kerapatan optis.
g. Regraksi cahaya
Sebagai gelombang elegtromaknetik, cahaya akan dipantulkan atau dibiaskan saat
melewati bidang batas antara dua medium. Pembiasan cahaya adalah peristiwa
pembelokan arah cahaya ketika melewati bidang batas antara dua medium yang
berbeda kerapatan optic atau indeks biasnya.
h. Difraksi cahaya
Difraksi merupakan suatu fenomena gelombang yang terjadi sebagai suatu respon
gelombang terhadap halangan yang berada pada arah rambatnya.
i. Interferensi cahaya
Interferensi adalah penjumlahan superposisi dari dua gelombang cahaya atau lebih
yang menimbulkan pola gelombang yang baru, atau disebut juaga sebagai perpaduan
dua gelombang atau lebih menjadi suatu gelomabang yang baru.
j. Polarisasi cahaya
Polarisasi cahaya adalah orientasi gelombang.
k. Cahaya memiliki energi
Ketika tubuh kita terkena sinar matahari akan merasakan panas. Hal ini membuktikan
bahwa cahaya khususnya cahaya matahari memiliki energy yang berupa panas yang
dipancarkan dalam bentuk gelombang radiasi.
D. Prosedur percobaan
a) Percoban pemantulan cahaya pada cermin datar
a. Susunlah lampu senter dan celah cahaya didepan cermin datar.
b. Nyalahkan lah lampu senter dan amati dengan baik jalannya berkaspada
cahaya pada saat sebelum dan sesudah mengenai cermin datar
c. Gambarkanlah jalannya berkas sinar pada langka (2), singka tanpaksudut
datang dan sudut pantulannya.
d. Ukurlah besar sudut datang (i) dan besar sudut pantul tersebut (r)
e. Letakkan sebebuah bendah (dalam hal ini) didepan cermin datar dan amati
bayangannya selam benda itu anda geser – geserkan didepan cermin datar.
f. Catat lah bagaimana sipat – sipat bayangan yang dibentuk olehcermin datar
tersebut.
99
Lampiran :
LEMBAR KERJA (LAPORAN) PRAKTIKUM IPA SD
PDGK4107 MODUL 7
OPTIK
NAMA : UDE ULIJANNA
NIM : 858433874
UPBJJ : 50 / SAMARINDA
A. KEGIATAN PRAKTIKUM 1
1. Percobaan pemantulan cahaya
a. Hasil pengamatan
a. Pemantulan cahaya pada cermin datar
3) Gambarlah jalannya berkas sinar pada cermin datar.
4) Besar sudut datang (i) dan sudut pantul (r).
Tabel 7.1
No i (derajat) r (derajat)
1 30° 30°
2 45° 45°
3 60° 60°
4 65° 65°
5 70° 70°
100
6) Sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar
1) Sama, maya dan tidak nyata
2) Sama besar
3) Sama tegak
4) Jarak benda kecermin : jarak bayangan kecermin ( s = s¹ )
b. Pembahasan
Cahaya merupakan bagian dari gelombang elegtromagnetik yang memiliki sifat
tertentu menyebabkan kita dapat melihat berbagai macam benda serta keindahan alam.
Serta dengan berbagai bantuan alat optik kita dapat membentuk bayangan suatu benda
dengan kualitas yang semakin baik, sehingga objek benda tersebut dapat dipelajari
dengan lebih seksama. Sumber cahaya dibagi menjadi dua yaiu cahaya alami dan
buatan. Cahaya matahari berasal dari matahari yang tidak dapat diganggu manusia,
sedangkan cahaya buatan dapat dimanipulasi manusia. Benda yang dapat tembus
cahaya disebut benda tembus cahaya (transparan). Jika cahaya mengenai suatu benda,
maka kemungkinan yang dapat terjadi adalah cahaya itu dapat dipantulkan, cahaya
tembus melintas benda, dan cahaya dapat diserap/ diabsorbsi.
Pembentukan cahaya pada cermin datar permukaan benda yang datar ini akan
membentuk cahaya yang rata seperti cermin datar, cahaya dipantulkan secara teratur.
Sinar-sinar sejajar yang datang pada permukaan sermin dipantulkan dengan sejajar
pula.pemantulan yang dihasilkan oleh cermin datar ini disebut pemantulan teratur atau
pemantulan biasa.
c. Kesimpulan
Pada cermin datar pemantulan yang dilakukan sama dengan sinar yang datang
karena sifat cermin yang datar.
d. Saran dan kesulitan yang dialami
Sebenarnya praktek sifat cahaya tidak sulit, akan tetapi pada saat praktek saya dan
kelompok praktek melalui daring sehingga sangat bingung, praktek yang sedang
dilakukan merupakan praktek yang mana dimodul. Karena pada satu hari itu sangat
banyak sekali praktek ang dilakukan.
101
e. Dokumentasi kegiatan
102
Modul 7: Optik
Kegiatan Praktikum 2: Lensa Cembung dan Cermin Cekung
1. Lensa Cembung dan Cermin Cekung
A. Tujuan
Setelah melakukan kegiatan dalam percobaan ini diharapkan Anda dapat :
1. Menentukan jarak titik api ( f ) lensa cembung
2. Menentukan kekuatan lensa cembung ( p)
3. Menentukan jarak titik api ( f) cermin cekung
B. Landasan Teori
Lensa cembung adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tebal dari bagian
tepinya. Disebut juga sebagai lensa divergen atau lensa positif. Sinar-sinar istimewa pada
lensa cembung ada tiga yaitu sinar-sinar datang yang sejajar sumbu utama akan dibiaskan
menuju focus, sinar-sinar datang yang melewati focus akan dibiaskan sejajar sumbu
utama, dan sinar-sinar datang yang melewati pusat optic lensa tidak akan dibiaskan.
Cermin cekung merupakan cermin lengkung berupa tempurung bola yang
permukaan licinnya melengkung ke dalam.pusat bulatan yang membentuk kelengkungan
cermin itu disebut pusat kelengkungan. Garis yang melewati ujung tengah cermin dan
pusat kelengkungan merupakan sumbu utama. Setiap berkas cahaya yang datang dengan
sumbu utama akan dipantulkan dan sinar-sinar pantulnya berpotongan pada satu titik.
Titik hasil perpotongan antara sinar-sinar pantul tersebut dinamakan titik api atau focus.
Jadi cermin cekung bersifat mengumpulkan berkas cahaya atau konvergen untuk cahaya
yang datang sejajar.
103
C. Alat dan bahan
1. Meja optik lengkap
2. Lensa cembung
3. Cermin cekung
4. Layar
5. Sumber cahaya ( lilin atau lampu )
D. Prosedur percobaan
1. Percobaan lensa cembung
a. Susunlah lensa pada dudukannya dan letakkan diantara layar dan sumber cahaya
(Gambar 7.7)
b. Nyalakan sumber cahaya, kemudian aturlah posisi benda dan lensa agar pada
layar terbentuk bayangan yang paling tajam
c. Ukurlah jarak benda ( s ) dan jarak bayangan ( s’)
d. Ulangi percobaan beberapa kali dengan kedudukan benda yang berbeda
104
2. Percobaan cermin cekung
a. Susunlah alat seperti gambar 7.8
b. Nyalakan sumber cahaya dan aturlah kedudukan benda dan layar agar layar
terbentuk bayangan paling tajam.
c. Ukurlah jarak benda (s) dan jarak bayangan (s’)
d. Ulangi percobaan beberapa kali dengan kedudukan benda yang berbeda .
E. Pertanyaan
1. Tentukan jarak focus (f) lensa cembung yang anda gunakan dalam percobaan!
2. Tentukan kekuatan lensa (p) yang anda pergunakan dalam percobaan!
3. Tentukan jarak focus (f) cermin cekung yang anda gunakan dalam percobaan!
105
Lampiran: LEMBAR KERJA (LAPORAN) PRAKTIKUM IPA SD
PDGK4107 MODUL 7
NAMA OPTIK
NIM
UPBJ : UDE ULIJANNA
: 858433874
: 50/ SAMARINDA
KEGIATAN PRAKTIKUM 2 Jarak bayangan s’ (cm)
a. Lensa Cembung dan Cermin Cekung 11 cm
1. Lensa cembung 13 cm
15 cm
No. Jarak benda s (cm) 17 cm
1 10 cm 19 cm
2 12 cm
3 14 cm
4 15 cm
5 16 cm
2. Cermin cekung Jarak bayangan s’ (cm)
12 cm
No. Jarak benda s (cm) 15 cm
1 11 cm 15,5 cm
2 15 cm 15 cm
3 16 cm 17 cm
4 13 cm
5 14 cm
106
b. Pembahasan
Lensa dan cermin termasukalat optikyang prinsip kerjanya berdasarkan pemantulan dan
pembiasaan cahaya. Lensa prinsip kerjanya berdasarkan pembiasan cahaya sedangkan
cermin prinsip kerjanya berdasarkan hukum pemantulan cahaya. Lensa cembung
merupakan lensa yang bagian tengahnya lebih tebal daripada bagian tepinya dan bersifat
konvergen (bersifat memusat). Sedangkan cermin cekung berbentuk kedalam seperti
wajan. Cermin cekung berfungsi memantulkan dan kemudian memfokuskan cahaya yang
datang. Cermin cekung juga bersifat konvergen karena bersifat memfokuskan sinar
cahaya.
c. Kesimpulan
Lensa cembung dan cermin cekung sama-sama bersifat konvergen atau bersifat real atau
positif.
d. Jawaban pertanyaan :
1. Jarak fokus (f) lensa cembung :
1) = 1 + 1 = 1 + 1 = 10 + 11 = 21 = 110 = 5,2
′ 10 11 110 110 110 21
2) = 1 + 1 = 1 + 1 = 12 + 13 = 25 = 156 = 6,2
′ 12 13 156 156 156 25
3) = 1 + 1 = 1 + 1 = 14 + 15 = 29 = 210 = 7,2
′ 14 15 210 210 210 29
4) = 1 + 1 = 1 + 1 = 15 + 17 = 32 = 255 = 7,9
′ 15 17 255 255 255 32
5) = 1 + 1 = 1 + 1 = 16 + 19 = 35 = 304 = 8,6
′ 16 19 304 304 304 35
107
Jarak fokus lensa cembung :
1) Percobaan ke 1 = 5,2 cm
2) Percobaan ke 2 = 6,2 cm
3) Percobaan ke 3 = 7,2 cm
4) Percobaan ke 4 = 7,9 cm
5) Percobaan ke 5 = 8,6 cm
2. Kekuatan lensa (P) :
1) = 1 = 1 = 0,19
5,2
2) = 1 = 1 = 0,16
6,2
3) = 1 = 1 = 0,13
7,2
4) = 1 = 1 = 0,12
7,9
5) = 1 = 1 = 0,11
5,2
3. Jarak fokus (f) cermin cekung :
1) = 1 + 1 = 1 + 1 = 11 + 12 = 23 = 132 = 5,7
′ 11 12 132 132 132 23
2) = 1 + 1 = 1 + 1 = 15 + 15 = 30 = 225 = 7,5
′ 15 15 225 225 225 30
3) = 1 + 1 = 1 + 1 = 16 + 15,5 = 31,5 = 248 = 7,8
′ 16 15,5 248 248 248 31,5
4) = 1 + 1 = 1 + 1 = 13 + 15 = 28 = 195 = 6,9
′ 13 15 195 195 195 28
108
5) = 1 + 1 = 1 + 1 = 14 + 17 = 31 = 132 = 7,6
′ 14 17 238 238 238 31
Jarak fokus cermin cekung :
1. Percobaan ke-1 = 5,7 cm
2. Percobaan ke-2 = 7,5 cm
3. Percobaan ke-3 = 7,8 cm
4. Percobaan ke-4 = 6,9 cm
5. Percobaan ke-5 = 7,6 cm
e. Kesulitan yang dialami
Kesulitan yang dialami pada saat praktek adalah bingung menentukan mana alat yang
harus digunakan. Karena kami praktek berkelompok melalui tuweb.
f. Dokumentasi kegiatan praktikum
109
Modul 8: Listrik dan magnet
Kegiatan Praktikum 1: Kelistrikan
1. Percobaan 1: Muatan Listrik
A. Tujuan
1. Menunjukkan adanya muatan listrik pada suatu benda, akibat yang timbul dari sifat
muatan.
2. Memperlihatkan adanya gaya elektrostatika dua buah benda bermuatan.
B. Alat dan Bahan
1. Bola pingpong 2 buah
2. Benang jahit secukupnya
3. Lembaran wold an nilon
4. Tas plastik
5. Isolasi
6. Sisir plastik
7. Potongan kertas yang kecil-kecil
C. Landasan teori
Listrik statis (electrostatic) membahas muatan listrik yang berada dalam diam
(statis). Berdasarkan konsep muatan listrik, ada dua macam muatan listrik, yaitu
muatan positif dan muatan negative. Dua buah benda yang memiliki muatan sejenis
akan saling tolak menolak ketika didekatkan satu sama lain. Adapun dua buah benda
dengan muata berbeda (tidak sejenis) akan saling Tarik menarik saat didekatkan satu
sama lain. Tarik menarik atau tolak menolak antara dua buah benda bermuatan listrik
adalah bentuk dari gaya listrik yang dikenal juga sebagai gaya coulomb.
Seorang ilmuwan Amerika yang bernama Benjamin Fraklin (1706-1790)
mengemukakan teori bahwa kelistrikan merupakan sejenis zat alir. Menurutnya, jika
dua buah benda saling digosokkan, listrik akan mengalir dari salah satu benda ke benda
lainnya.benda yang kelebihan muatan listrik disebut muatan positif, sedangkan benda
yang kekurangan muatan listrik disebut muatan negative.
110
Muatan listrik hanya dimiliki proton dan electron, proton memiliki muatan
positif, sedangkan electron memiliki muatan negative. Besarnya muatan positif yang
dimiliki sebuah proton sama dengan besarnya muatan negative yang dimiliki sebuah
electron. Akibat muatan listrik yang dimilikinya, proton dan electron dapat
memberikan gaya elektrostatis satu sama lain.
Sementara itu neutron tidak memiliki muatan listrik dan tidak memiliki gaya
elektrostatis. Dengan kata lain neutron bersifat netral.oleh karena proton bermuatan
positif sedangkan neutron tidak bermuatan, maka inti atom bermuatan positif. Suatu
atom dikatakan netral jika jumlah muatan positif sama dengan jumlah muatan negative.
Ada beberapa cara memberikan muatan pada listrik, antara lain dengan cara
penggosokan, penyentuhan dan induksi.
a. Penggosokan
Jika dua buah benda terbuat dari bahan berbeda saling digosokkan, sejumlah ecil
electron akan berpindah dari benda yang satu ke benda yang lainnya. Benda yang
kehilangan electron akan bermuatan positif, sedangkan benda yang mendapatkan
tambahan electron akan menjadi bermuatan negative. Perpindahan electron itu
bergantung pada bahan yang digosokkan.
b. Penyentuhan
Jika suatu konduktor yang bermuatan disentuhan dengan konduktor lain yang tidak
bermuatan, kedua konduktor akan saling berbagi muatan. Akibatnya, konduktor
yang tidak bermuatan sekarang menjadi bermuatan.
c. Induksi
Sebuah benda yang bermuatan dapat memberikan muatannya kepada benda netral
didekatnya tanpa menyentuh. Sebagai contoh sebuah benda bermuatan listrik
positif didekatkan kepada konduktor yang tidak bermuatan atau terisolasi.elektron-
elektron yang terkandung dalam konduktor netral akan tertarik kearah benda
bermuatan tadi. Sebagian electron ini akan berpindah kebagian yang terdekat
dengan benda, berkumpul disana dan akhirya menjadi bermuatan negative.bagian
yang ditinggalkan electron itu menjadi bermuatan positif.
111
D. Prosedur Percobaan
1) Gantunglah sebuah bola pingpong pada bagian pinggir meja dengan menggunakan
benang dan isolasi. Gosoklah tas plastic pada baju anda beberapa kali, kemudian
dekatkan pada bola pingpong. Amati apa yang terjadi!
2) Gosoklah sisir pada rambut anda beberapa kali, kemudian dekatkan pada potongan-
potongan kertas yang terletak diatas meja. Amati apa yang terjadi!
3) Apa yang terjadi apabila percobaan (2) dibiarkan dalam waktu yang cukup lama.
Berikan penjelasan
4) Ikatlah kedua bola pingpong dengan benang, kemudian gantungkan kebagian
pinggir meja (tempelkan dengan isolasi). Dekatkan kedua bola (jangan sampai
bersentuhan). Amati apa yang terjadi!
5) Gosoklah bola kiri dan kanan dengan kain wool, dekatkan keduanya. Amati apa
yang terjadi!
6) Lengkapi table dibawah ini dengan hasil pengamatan anda apakah hasilnya “tolak-
menolak” atau “Tarik-menarik”.
Bola pingpong Bola pimpong kanan digosok dengan
kiri digosok
dengan wool plastik nilon
wool
plastik
nilon
E. Pertanyaan
1. Mengapa pada langkah (6) antara 2 bola tidak ada interaksi?
2. Apakah bola pingpong pada langkah (6) memiliki muatan yang sejenis atau
berlawanan?
112
3. Jika terdapat 4 buah benda masing-masing A,B,C, dan D. Bila diketahui benda A
menarik B, B menarik C, sedangkan C menarik D. Bila A bermuatan negative,
tentukanlah jenis muatan benda B,C, dan D!
4. Apa yang dapat anda simpulkan dari interaksi muatan yang sejenis maupun muatan
yang berlawanan?
113
Lampiran: LEMBAR KERJA (LAPORAN) PRAKTIKUM IPA SD
PDGK4107 MODUL 8
NAMA
NIM LISTRIK DAN MAGNET
UPBJ
: UDE ULIJANNA
: 858433874
: 50/ SAMARINDA
KEGIATAN PRAKTIKUM 1
Judul Percobaan: Muatan listrik
a. Hasil pengamatan Bola pimpong kanan digosok dengan
Bola pingpong
kiri digosok wool plastik nilon
dengan
Tolak menolak Tarik menarik Tolak menolak
wool
plastik Tolak menolak Tolak menolak Tolak menolak
nilon Tarik menarik Netral Netral
b. Pembahasan
Jenis listrik dibagi menjadi dua yaitu listrik arus dan listrik statis (electrostatic).
Listrik statis dapat dibuat dengan cara menggososkkan dua buah benda atau lebih. Didalam
listrik statis terdapat dua muatan listrik yaitu muatan listrik positif dan muatan listrik
negative. Jika dua buah benda tersebut memiliki muatan yang sama saat didekatkan akan
tolak menolak, namun jika dua buah bend ajika muatan listriknya berbeda akan tarik
menarik. Namun jika muatan listrik positif dan muatan listrik negative sama besarnya maka
kedua benda tersebut tidak akan terjadi apa-apa atau netral.
Pada percobaan sisir yang digosokkan kerambut kemudian didekatkan pada
potongan kertas, sisir tersebut dapat menarik potongan kertas tersebut karena pada sisir
tersebut telar mengalir listrik statis. Semakin lama sisir itu digosokkan pada rambut
114
contonya pada saat peneliti melakukan percobaan peneliti menggosokkan sisir pada rambut
kurang lebih satu menit maka yang terjadi adalah kertas tersebut menempel pada sisir
kurang lebih 92 detik. Pada foto persiapan alat bahan penulis menggunakan foto kelompok
karena percobaan menggunakan bola pingpong yang digosokkan penulis melakukannya
berkelompok, kemudian untuk sisir yang digosokkan pada rambut dikerjakan secara
mandiri. Itulah sebabnya foto persiapan alat dan bahan berbeda dengan hasil pada praktek
sisir yang digosokkan.
Kemudian pada percobaan terhadap bola pingpong yang digosokkan pada macam-
macam benda hasilnya berbeda-beda, ada yang saling tarik menarik, ada yang tolak
menolak ada pula yang hanya diam atau tidak ada reaksi. Semua itu terjadi karena
perbedaan muatan listrik yang dihasilkan pada saat mengggosokkan benda yang berbeda-
beda.
c. Kesimpulan
Dua buah benda yang memiliki muatan listrik yang berbeda akan saling tarik menarik, dua
buah benda yang memiliki muatan listrik yang sama maka akan tolak menolak, sedangkan
jika jumlah muatan listrik positif dan muatan listrik negativenya sama maka tidak akan
terjadi tolak menolak atau tarik menarik.
d. Jawab Pertanyaan
D (1) yang terjadi saat tas plastic digosokkan pada baju kemudian didekatkan pada bola
pingpong terjadi reaksi tolak menolak
D (2) sisir yang digosokkan pada rambut kemudian di dekatkan pada potongan kertas yang
kecil hasilnya adalah kertas tersebut menempel. Semakin lama sisir digosokkan di
rambut semakin lama pula kertas tersebut menempel dirambut.
D (3) Yang terjadi pada potongan kertas jika dibiarkan agak lama, maka akan jatuh kembali.
D (4) Yang terjadi pada bola pimpong jika didekatkan tidak terjadi apa-apa/ netral
D (5) yang terjadi adalah bola pingpong tolak menolak
E (1) Pada langkah 6 tidak terjadi apa-apa karena jumlah muatan positif sama dengan
jumlah muatan negative
E (2) Pada langkah 6 ada yang bermuatan sejenis dan ada yang bermuatan berlawanan.
115
E (3) Bila A bermuatan negative maka B bermuatan positif sedangkan C bermuatan
negative dan D bermuatan positif
E (4) Yang dapat disimpulkan dari interaksi muatan yang sejenis akan menyebabkan benda
tersebut tolak menolak. Namun, jika muatannya berlawanan maka benda tersebut akan
saling tarik menarik.
e. Saran dan kesulitan yang dialami
Kesulitan yang dialami pada saat melakukan pengamatan terhadap bola pingpong
jika tidak dengan bantuan teman maka hasil yang didapatkan tidak terlalu akurat, karena
kita menggosok bola pingpong tidak secara bersamaan sehingga bola pingpong yang
pertama bisa jadi muatan listriknya telah hilang pada saat kita menggosok bola pimpong
yang kedua. Saran untuk melakukan percobaan ini adalah lakukan percobaan dengan
bantuan teman dan buatlah video agar reaksi terhadap pimpong terlihat. Karena reaksi yang
dihasilkan sangat sebentar.
f. Dokumentasi
Persiapan alat dan bahan
116
Foto menggosokkan sisir ke rambut
Foto kertas yang menempel pada sisir yang yang telah digosokkan pada rambut
117
Foto bola pingpong saat tarik menarik, tolak menolak dan saat tidak ada reaksi ( netral)
Foto saat menggosokkan wool dengan plastik, wool dengan nilon dan wool dengan wool
Foto saat menggososkkan plastik dengan wool, plastik dengan plastik dan plastik dengan
nilon
118
Foto saat menggosokkan nilon dengan plastik, nilon dengan wool dan nilon dengan nilon
119
Modul 9: Bumi dan alam semesta
Kegiatan Praktikum 1: Udara dan Batuan
Percobaan 1: a. Pembakaran memerlukan udara
b. Udara menekan dari tekanan tinggi ke tekanan rendah
A. Tujuan
Menjelaskan kegunaan udara
B. Alat dan Bahan
1. Lilin 2 batang yang sama
2. Korek api
3. Gelas dengan 3 ukuran yang berbeda
4. Stop watch
5. Piring atau mangkok
C. Landasan teori
Nama ilmiah untuk pembakaran adalah kombusi. Untuk membuat pembakaran
kamu membutuhkan bahanbakar dan udara. Bahan bakar bisa berbentuk padat, seperti
kayu dan batubara atau berbentuk cair,seperti minyak tanah dan paraffin. Ketika bahan
bakar tersebut terbakar, maka akan tercampur dengan oksigen di udara, dan terjadilah
perubahan permanen yang menghasilkan panas. Sebelum terbakar dengan cepat, bahan
bakar padat dan cair harus berubah menjadi gas. Selama terjadi pembakaran,
kebanyakan bahan bakar menghasilkan gas karbondioksida dan uap air.
Oksigen (O2) adalah salah satu gas yang sangat penting bagi makhluk hidup.
Manusia hewan dan tumbuhan membutuhkan oksigen untuk bernapas. Tanpa oksigen
manusia, hewan, maupun tumbuhan mustahil dapat bertahan hidup. Oksigen juga
dibutuhkan oleh api untuk menyala. Jika kandungan oksigen disekitar api berkurang,
atau bahkan tidak ada sama sekali, maka api akan meredup atau padam dengan
sendirinya.
Pada percobaan mangkuk yang diisi air kemudian dinyalakan lilin akan maka
lilin akan mati dan ketinggian air didalam gelas akan meningkat untuk mengisi ruang
yang ditinggalkan oksigen yang digunakan untuk pembakaran. Setelah oksigen habis
120
terpakai, api akan mati. Masih ada udara yang tertinggal didalam gelas, tapi sekarang
udara hamper semuanya mengandung gas yang dinamakan nitrogen. Bahan bakar tidak
bisa terbakar jika hanya ada nitrogen.
D. Prosedur Percobaan
a. Pembakaran memerlukan udara
1. Sediakan 2 lilin yang sama ukurannya, diameter, panjang, warna dan bentuknya.
2. Letakkan kedua lilin diatas meja, dan berilah jarak antar lilin sekitar 30 cm.
3. Nyalakan kedua lilin tersebut.
4. Perhatikan Gambar 9.1 berikut. Tutup salah satu lilin dengan gelas.
5. Bandingkan lama lilin menyala antara kedua lilin tersebut. Amatilah dan catat
perubahan yang terjadi.
6. Nyalakan lilin, tutup lilin dengan gelas seperti Gambar 9.2 berikut.
7. Amati dan catatlah waktu antara lilin menyala saat ditutup gelas sampai lilin mati.
8. Masukkan data pengamatan pada table yang tersedia.
9. Ulangi langkah 6 sampai dengan 8, untuk 5 kali pengamatan
121
b. Udara menekan dari tekanan tinggi ke tekanan rendah
1. Letakkan lilin diatas piring/ mangkok dari bahan gelas.
2. Isilah air dalam piring/mangkok kira-kira setinggi 2 cm.
3. Perhatikan gambar 9.3 berikut. Nyalakan lilin, selanjutnya tutuplah lilin dengan
gelas kaca.
4. Amati nyala lilin dan permukaan air dalam gelas.
5. Catatlah hasil pengamatan anda.
E. Pertanyaan
1. Mengapa lilin yang menyala ketika ditutup gelas akan padam? Jelaskan
2. Bagaimana anda dapat menunjukkan bahwa udara memenuhi ruangan?
3. Bagaimana anda menjelaskan kepada siswa bahwa udara bergerak dari tempat yang
bertekanan tinggi ketempat yang bertekanan rendah?
4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan udara sebagai sumber energy!
122
Lampiran: LEMBAR KERJA (LAPORAN) PRAKTIKUM IPA SD
PDGK4107 MODUL 9
NAMA
NIM BUMI DAN ALAM SEMESTA
UPBJ
: UDE ULIJANNA
: 858433874
: 50/ SAMARINDA
KEGIATAN PRAKTIKUM 1
Judul Percobaan: Pembakaran memerlukan udara dan Udara menekan dari tekanan
tinggi ke tekanan rendah
a. Hasil pengamatan
1. Pembakaran memerlukan udara
Table 9.1 Pengamatan lilin
No Selang waktu sampai lilin mati (t)
1 9 detik
2 4 detik
3 7 detik
4 8 detik
5 5 detik
2. Udara menekan dari tekanan tinggi ke tekanan rendah
Gelas Selang waktu sampai lilin mati (t)
A 9 menit
B 8 menit
C 5 menit
b. Pembahasan
Dalam proses pembakaran memerlukan udara untuk menyalakan api udara yang
dibutuhkan adalah kandungan oksigen (O2) Jika dalam pembakaran oksigen telah habis
maka api akan mati. Pada percobaan gambar 9.1 lilin yang dibiarkan hidup tampa
123
menutupnya dengan gelas hal yang terjadi adalah lilin tersebut akan terus menyala sampai
lilin tersebut habis.sedangkan lilin yang ditutup gelas akan mati sekitar 5 detik karena
oksigen yang terdapat didalam gelas telah habis. Kemudian lilin yang disimpan diatas
piring/mangkuk yang diisi maka lilin tersebut akan mati dan air pun akan naik mengisi
ruangan yang ditinggalkan udara (oksigen) karena telah habis digunakan untuk
pembakaran. Pada praktek yang saya lakukan semakin besar ukuran gelas, maka semakin
lama lilin yang ditutup gelas itu mati.
c. Kesimpulan
Pembakaran memerlukan udara (oksigen) agar api dapat tetap menyala. Udara menekan
dari tempat yang memiliki tekanan rendah ke tempat yang bertekanan rendah.
d. Jawab Pertanyaan
1. Lilin yang ditutup lama kelamaan akan mati karena kehabisan oksigen sedangkan
proses pembakaran memerlukan oksigen
2. Contoh udara memenuhi ruang terlihat pada saat kita meniup balon maka balon akan
mengembang.
3. Kita dapat menjelaskan dengan melakukan percobaan menggunakan lilin yang
disimpan diatas piring/mangkok yang diisi air. Lilin yang tadinya menyala akan mati
dalam raung hampa udara karena udara menekan dari tekanan tinggi ke tekanan
rendah.
4. Karena didalam udara mengandung oksigen yang sangat dibutuhkan oleh semua
makhluk hidup. Itulah sebabnya udara dikatakan sebagai sumber energy.
e. Saran dan kesulitan yang dialami
Saran lakukan praktek didalam ruangan, tidak banyak angina dan matikan kipas angin.
124
f. Dokumentasi
Gambar alat dan bahan
Gambar praktikum pembakaran memerlukan udara gambar 9.1
125
Api menyala Api padam
Gambar 9.2
Gelas A: Api menyala Gelas A: Api padam
Gambar 9.3
126
Gelas B: Api menyala Gelas B: Api padam
Gelas C: Api menyala Gelas C: Api Padam
Gambar 9.3
127
Daftar Pustaka
Abdullah, mikrajuddin. 2004. IPA Fisika jilid 3, Jakarta: Esis.
Advinda, Linda. 2018. Dasar-dasar fisiologi tumbuhan. Yogyakarta: CV.Budi utama.
Akmal.2020. Pertumbuhan dan perkembangan. Sidrap: akmal’s library.
Anggraini.kiki. 2007. Mengenal Ekosistem perairan. Jakarta: Grasindo
Arisworo, djoko, dkk. 2006. IPA Terpadu (biologi, fisika,kimia). Bandung: grafindo
media pratama.
Aryulina D, et al. 2004. Biologi SMA untuk kelas XI. Jakarta: Esis.
Hari, bayu sapta, 2019. Fisika listrik dan magnet. Depok: Penerbit duta
Haryanti, suci. 2021. Fisika optic umum dan mata. Bandung: media sains Indonesia
Idjhah Soemarwoto, dkk., 1989. Biologi Umum. Jakarta: PT Gramedia.
Irene, dkk. 2016. Bupena Tema 6 jilid 5C. Jakarta: Erlangga
Khamim, 2019. System pencernaan. Semarang: Alprin.
Mellet, peter. 2004. Jagoan sains zat dan bahan. Jakarta: Erlangga
Pauliza, osa, dkk. 2008. Fisika. Bandung: grafindo media pratama.
Reece Mitchel. 2008. Campbell Edisi ke delapan Jilid ke Tiga. Jakarta: Erlangga.
Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, jilid 3.Bandung: ITB.
Sambas Wirakusumah. 2003. Dasar-dasar Ekologi bagi Populasi dan Komunitas.
Jakarta: Universitas Indonesia.
Soetopo, gelar. 2010. Kuark perkembangbiakan tumbuhan, rantai makanan dan
bulan edisi 10 level 2. Jakarta: PT.Kuark Internasional
128
Sumampouw, okspriani jupri. 2018. Indikator pencemaran lingkungan. Yogyakarta:
Deepublish
Sumarwan, Sumartini, Kusmayadi. 2000. IPA Biologi untuk SLTP. Jakarta: Erlangga.
Sunita. 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Gramedia
Surya, yohanes. 2009. Getaran dan gelombang. Tangerang: PT.Kandel
Sutandyo N. 2007. Nutrisi pada Pasien Kanker yang Mendapat Kemoterapi.Jakarta:
Dharmais.
Tarwoto, Wartonah. 2006. Kebersihan diri dan jenis perawatan kebersihan diri. Edisi
ke 1 . Jakarta: Salemba Medika.
Uliyah. 2014. Pengantar kebutuhan dasar manusia. Edisi 2. Jakarta: Salemba
medika.
Widodo cahyo, dkk. 2008. Ringkasan dan kumpulan soal fisika. Jakarta: Grasindo.
Wulandari, S. 2009. Ekosistem perairan. Semarang: ALPRIN
129