The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by gunung dan laut, 2023-06-23 09:29:07

TEKNIK PENULISAN SKRIPSI SEJARAH

BUKU PANDUAN SKRIPSI

Keywords: TEKNIK SKRIPSI

Pedoman Penulisan Skripsi


Pedoman Penulisan Skripsi PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI 2023 Tim Redaksi Penanggung Jawab : Dr. H. Taufik, M.Pd. Pengarah : Arief Hidayat, M.Pd. Kontributor : Yusuf Budi Prasetya Santosa, M.Pd. Fahmi Hidayat, S.S., M.Pd. Januar Barkah, S.Pd., M.M. Nur Fajar Absor, M.Pd. Editor : Fahmi Hidayat, S.S., M.Pd. Hendi Irawan, S.Pd., M. Kesos.


Pedoman Penulisan Skripsi i KATA PENGANTAR Setiap mahasiswa Program Pendidikan Sarjana (S1) menjelang akhir masa studinya dan untuk memperoleh gelar Sarjana, diwajibkan menyusun karya tulis ilmiah yang disebut dengan skripsi. Skripsi adalah karya tulis ilmiah berkaitan dengan permasalahan berupa hasil penelitian yang bersifat teoritis berdasarkan analisis data yang dilakukan oleh mahasiswa program sarjana untuk menyelesaikan program pendidikannya. Proses penulisan skripsi harus mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis suatu permasalahan berdasarkan teori dan metode yang sesuai. Dengan terbentuknya Pedoman Penulisan Skripsi di Program Studi Pendidikan Sejarah, yang memiliki perbedaan untuk penulisannya terutama skrpisi kesejarahan, semoga memberi kemudahan kepada mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhirnya di jenjang sarjana. Selain itu, dengan munculnya pedoman ini muncul keseragaman dalam penulisan skripsi di Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Indraprasta PGRI. Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada tim penyususn yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk penyempurnaan buku pedoman ini hingga terbit dalam gaya selingkung yang sekarang. Akhirnya, semoga buku pedoman penulisan skripsi ini dapat membentuk keseragaman gaya penulisan di ilmu sejarah serta membantu kelancaran mahasiswa dalam menyelesaikan studinya di jenjang sarjana. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial Dr. H. Taufik, M.Hum.


Pedoman Penulisan Skripsi ii PRAKATA Puji syukur hanya bagi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga tim penyusun dapat menyelesaikan pedoman penyusnan penulisan proposal skripsi dan skripsi Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial, Universitas Indraprasta PGRI. Buku pedoman ini dibuat dan diterbitkan sebagai panduan bagi mahasiswa dan dosen pembimbing dalam penelitian dan penulisan skripsi di Program Studi Pendidikan Sejarah. Pedoman ini dibuat agar tidak menimbulkan kesalahan persepsi antara dosen dengan mahasiswa, baik mengenai substansi maupun sistematika penulisannya. Selain itu dengan gaya selingkung yang berbeda untuk skripsi kesejarahan tidak menjadi masalah lagi bagi mahasiswa dan dosen. Dengan demikian membantu mahasiswa dan dosen untuk semakin lancar dalam penyusunan skripsi sebagai syarat menyelesaikan studi di jenjang sarjana. Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan buku pedoman ini dari mulai perizinan, pencarian referensi, dan penyesuaian gaya selingkung. Terutama kepada Rektor Universitas Indraprasta PGRI, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial, serta Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi yang telah memberikan izin untuk penyusuanan buku pedoman ini. Kami menyadari dalam penulisan pedoman ini masih banyak kekurangan, baik berupa bentuk, isi, maupun penyajiannya. Oleh karena itu, kritik dan saran dari berbagai pihak sangat kami harapkan. Jadi nantinya buku pedoman ini menjadi lebih sempurna. Tim Penyusun


Pedoman Penulisan Skripsi iii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ........................................................................... i PRAKATA ..........................................................................................ii DAFTAR ISI.......................................................................................iii BAB I PENULISAN PROPOSAL SKRIPSI DAN ARTIKEL HASIL PENELITIAN A. Definisi Konseptual...................................................................1 1. Penelitian Kesejarahan ......................................................... 3 2. Penelitian Kuantitatif ........................................................... 4 3. Penelitian Kualitatif ............................................................. 7 4. Artikel Hasil Penelitian......................................................... 7 B. Proposal Skripsi dan Artikel Hasil Penelitian ............................. 7 1. Proposal Penelitian Kesejarahan........................................... 7 2. Proposal Penelitian Kuantitatif ............................................14 3. Proposal Penelitian Kualitatif ............................................. 39 4. Artikel Hasil Penelitian....................................................... 48 BAB II SISTEMATIKA SKRIPSI KESEJARAHAN, KUANTITATIF, DAN KUALITATIF A. Definisi Konseptual................................................................ 49 1. Cover................................................................................ 49 2. Lembar Persetujuan Skripsi................................................. 50 3. Lembar Pengesahan ........................................................... 50 4. Lembar Pernyataan............................................................ 50 5. Abstrak ............................................................................. 50 6. Moto .................................................................................51 7. Prakata ..............................................................................51 8. Daftar Tabel.......................................................................51 9. Daftar Gambar ...................................................................51 10. Daftar istilah.......................................................................51 11. Daftar Singkatan.................................................................51 12. Daftar Lampiran .................................................................51 13. Daftar Isi ........................................................................... 52 B. Bagian Isi Skripsi .................................................................... 52 1. Skripsi Kesejarahan ............................................................ 52 2. Skripsi Kuantitatif............................................................... 53 3. Skripsi Kualitatif................................................................. 55 C. Bagian Akhir Skripsi ............................................................... 56


Pedoman Penulisan Skripsi iv BAB III PEDOMAN TEKNIS PENULISAN SKRIPSI A. Jenis Kertas ........................................................................... 57 B. Margin.................................................................................. 57 C. Jenis Huruf, Ukuran Huruf, dan Spasi..................................... 57 D. Format Halaman................................................................... 58 E. Penomoran Subbab ............................................................... 59 F. Kutipan................................................................................. 59 G. Catatan Pustaka..................................................................... 62 H. Daftar Pustaka....................................................................... 63 I. Tabel dan Gambar ................................................................ 67 BAB IV ATURAN PENYUSUNAN SKRIPSI A. Skripsi Kesejarahan ................................................................ 69 B. Skripsi Kuantitatif ...................................................................71 C. Skripsi Kualitatif..................................................................... 80 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN


Pedoman Penulisan Skripsi 1 BAB I PENULISAN PROPOSAL SKRIPSI DAN ARTIKEL HASIL PENELITIAN A. Definisi Konseptual 1. Penelitian Kesejarahan Secara harfiah, sejarah berasal dari kata dalam bahasa Arab "syajarah" yang berarti "pohon". Dalam bahasa latin adalah "historia" yang diadopsi dari bahasa Yunani "Istoria". Sementara itu, sejarah dalam bahasa Inggris adalah "history" yang diadopsi dari bahasa Perancis "historie". Semua kata tersebutiliki arti "pencarian, penyelidikan dan penelitian". Dalam bahasa Jerman, sejarah adalah "geschichte", yang berasal dari kata kerja "geshchehen" yang berarti "terjadi" (Sukmana, 2021). Definisi mengenai sejarah berkembang seiring dengan perkembangan alam pikiran dari masing-masing tempat asalnya. Akan tetapi, definisi yang hari ini diterima secara umum perihal sejarah ialah peristiwa yang terjadi pada masa lampau (history as past actually). Menurut James Viscaunt, sejarah merupakan alam manusia sebagai objeknya (Zulaicha, 2014). Sejarah merupakan catatan-catatan masa lalu yang berisi peristiwa-peristiwa atau pengalaman-pengalaman yang terjadi dalam kehidupan manusia (baca: masyarakat). Peristiwa atau pengalaman tersebut dapat berupa pengalaman perseorangan atau kolektif. Akan tetapi, tidak semua peristiwa atau pengalaman dapat dikatakan sebagai sebuah (catatan) sejarah. Untuk dapat disebut sejarah, maka


Pedoman Penulisan Skripsi 2 peristiwa atau pengalaman tersebut harus menunjukkan kepentingan atau artinya suatu arti yang bersifat sejarah. Dapat dikatakan jika peristiwa atau pengalaman itu memberikan pengaruhnya terhadap dunia sezaman dalam cara-cara tertentu dan efektif, sehingga terjadinya perubahan (Sukmana, 2021). Oleh karena itu, untuk melihat apakah suatu peristiwa atau pengalaman merupakan suatu (catatan) sejarah, maka diperlukan sebuah penelusuran atau penelitian secara ilmiah. Menurut Garraghan (1957) dalam Sukmana (2021), konteks sejarah sebagai ilmu, sejarah merupakan ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan kemudian mencatat, di dalam perhubungan sebab akibatnya dan perkembanganya, kegiatan-kegiatan/aktivitas-aktivitas manusia di masa lampau yang (a) tertentu dalam waktu dan tempatnya; (b) sosial di dalam sifat dan hakikatnya; dan (c) mempunyai arti yang bersifat sosial. Sebelum masa Herodotus, sejarah merupakan cabang dari sastra. Maka dari itu terdapat istilah sejarah sebagai seni. Sejarah sebagai ilmu harus mengedepankan sifat-sifat keilmiahannya. Salah satu sifat keilmiahannya ialah melalui proses penelitian. Penelitian sejarah dilakukan melalui metodologi sejarah merupakan suatu sistem dari cara-cara yang benar untuk mencapai kebenaran sejarah (Sukmana, 2021). Menurut Gray (1964) dalam Sukmana (2021) terdapat empat prosedur penelitian sejarah yang harus dilakukan, di antaranya:


Pedoman Penulisan Skripsi 3 1. Menentukan judul atau pokok penelitian yang akan diteliti. 2. Mencari bukti-bukti atau sumber-sumber, baik primer maupun sukender yang diperlukan (heuristik). 3. Menilai atau menguji bahan-bahan sumber dengan kritik luar dan dalam untuk menentukan atau menetapkan keaslian dan kebenarannya sebelum digunakan. 4. Konstruksi dan komunikasi atau melakukan penyusunan dan penulisan dengan bahasa sederhana, lugas dan ilmiah agar dapat dikomunikasikan dengan baik kepada para pembaca. 2. Penelitian Kuantitatif Penelitian kuantitatif adalah penelitian empiris yang datanya berbentuk angka-angka. Penelitian kuantitatif menekankan pada pengujian teori melalui pengukuran variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik (Darmawan, 2016). Penelitian kuantitatif juga menggunakan paradigma tradisional, positivis, eksperimental atau empiris. Penelitian kuantitaif mencoba untuk memecahkan dan membatasi fenomena menjadi terukur. Dalam penelitian kuantitatif menggabungkan cara berpikir rasional dan empirik dengan cara pengajuan hipotesis. Hipotesis sendiri merupakan kesimpulan yang dibuat secara rasional dalam sebuah kerangka berpikir yang bersifat koheren dengan pengetahuan-pengetahuan ilmiah (Sugiyono, 2012).


Pedoman Penulisan Skripsi 4 Hipotesis tersebut berfungsi sebagai jawaban sementara atau sebuah jawaban dugaan atas permasalahan yang sedang ditelaah. Tahap-tahap dalam penelitian kuantitatif meliputi (Sarwono, 2006): 1) Mengidentifikasi masalah 2) Membuat hipotesis 3) Studi literatur 4) Mengidentifikasi dan memberi nama variabel 5) Membuat definisi operasional 6) Memanipulasi dan mengontrol variabel 7) Menyusun desain penelitian 8) Mengidentifikasi dan menyusun alat observasi dan pengukuran 9) Membuat kuesioner 10) Melakukan analisis statistik 11) Menganalisis data 12) Menulis laporan 3. Penelitian Kualitatif Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan kepada filsafat postpositivisme, digunakan meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian lebih menekankan makna dari pada generalisasi (Abdussamad, 2021). Menurut Strasuss dan


Pedoman Penulisan Skripsi 5 Corbin dalam Creswell (2014), penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat diperoleh dengan menggunakan prosedurprosedur statistik atau cara-cara lain dari kuantitatif. Salah satu alasan penggunaan metode kualitatif adalah metode ini dapat digunakan untuk menemukan dan memahami apa yang tersembunyi di balik fenomena. Penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan perilaku orang-orang yang diamati. Melalui metode ini diharapkan dapat menguraikan gejala atau fenomena melalui ucapan, tulisan, dan atau perilaku yang dapat diamati dari individu, kelompok, masyarakat, atau organisasi tertentu, secara komprehensif dan holistik (Bogdan, 1982). Penelitian kualitatif bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang bersifat umum terhadap kenyataan sosial dari perspektif patrisipan/responden. Pemahaman tersebut tidak ditentukan terlebih dahulu, melainkan didapatkan setelah melakukan analisis terhadap kenyataan sosial yang menjadi fokus penelitian. Terdapat beberapa pendekatan dalam metode kualitatif, di antaranya: a. Pendekatan fenomenologis Dalam pandangan fenomenologis, peneliti berusaha memahami arti dan makna suatu peristiwa dan kaitannya terhadap orang-orang dalam situasi tertentu. b. Pendekatan interaksi simbolik


Pedoman Penulisan Skripsi 6 Dalam pendekatan simbolik diasumsikan bahwa objek orang, situasi dan peristiwa tidak memiliki pengertian sendiri, sebab pengertian tersebut diberikan kepada mereka. Pengertian yang diberikan pada pengalaman dan proses penafsirannya bersifat esensial serta menentukan. c. Pendekatan kebudayaan Pada pendekatan ini peneliti dapat memikirkan suatu peristiwa, manusia diharapkan berperilaku secara baik. Dengan pendekatan ini ingin mengatakan jika bagaimana sebaiknya diharapkan berperilaku dalam suatu latar kebudayaan. d. Pendekatan etnometodologi Etnometodologi berupaya untuk memahami bagaimana masyarakat memandang, menjelaskan, dan menggambarkan tata hidup suatu kelompok masyarakat. Pendekatan ini mencoba memahami bagaimana orang-orang mulai melihat, menerangkan, dan menguraikan keteraturan dunia tempat mereka hidup. Adapun langkah-langkah metode penelitian kualitatif menurut Sudjana (2001) sebagai berikut: a. Identifikasi masalah b. Pembatasan masalah c. Menetapkan fokus penelitian d. Pengumpulan data e. Pengolahan data f. Pemunculan teori


Pedoman Penulisan Skripsi 7 g. Pelaporan hasil penelitian 4. Artikel Hasil Penelitian Artikel ilmiah pada umumnya adalah laporan hasil penelitian yang ditulis dan dipublikasikan dalam seminar maupun dalam jurnal ilmiah. Secara singkat, artikel ilmiah dapat didefinisikan sebagai berikut: a. Publikasi hasil penelitian atau hasil perenungan pemikiran ilmiah yang orisinal. b. Disajikan dalam bentuk pemaparan yang memungkinkan pembaca melakukan pengecekan simpulan, melakukan verifikasi, dan pengulangan eksperimen jika di dalam artikel menjelaskan tentang hasil suatu eksperimen. c. Dimuat dalam jurnal ilmiah atau dokumen lain yang tersedia dalam komunitas ilmuan, atau dipresentasikan dalam suatu forum ilmiah di kalangan komunitas ilmuan sejenis. B. Penulisan Proposal Skripsi dan Artikel Hasil Penelitian Sebelum membuat skripsi sebagai syarat untuk memenuhi tugas akhir perkuliahan, mahasiswa membuat proposal skripsi dan juga nantinya hasil penelitiannya dibuat menjadi artikel hasil penelitian. Proposal skripsi di Program Studi Pendidikan Sejarah dibagi menjadi tiga bahian, yaitu proposal penelitian kesejarahan, penelitian kualitatif pendidikan, dan penelitian kuantitatif. 1. Proposal Penelitian Kesejarahan


Pedoman Penulisan Skripsi 8 Penelitian kesejarahan merupakan salah satu jenis penelitian yang bertujuan untuk mencari tahu perihal berbagai peristiwa kesejarahan, seperti politik, sosial, ekonomi, maupun kebudayaan. Proposal penelitian kesajarahan tidak seperti penelitian kuantitatif maupun kualitatif. Proposal penelitian kesejarahan hanya terdiri dari susunan BAB I penelitian yang akan dilaksanakan. Susunan proposal skripsi penelitian kesejarahan sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN a. Latar Belakang Penelitian b. Rumusan Masalah c. Tujuan Penelitian 1) Tujuan Umum 2) Tujuan Khusus d. Manfaat Penelitian 1) Manfaat Teoritis 2) Manfaat Praktis e. Ruang Lingkup Penelitian f. Metode Penelitian g. Kajian Pustaka h. Historiografi relevan i. Sistematika Penulisan Penjelasan mengenai susunan proposal skripsi kesejarahan di atas sebagai berikut. a. Latar Belakang Penelitian


Pedoman Penulisan Skripsi 9 Pada bagian ini penulis/peneliti menjelaskan halhal yang mendorong perlu diadakannya penelitian dengan memunculkan masalah, sekaligus alasan pemilihan dan pentingnya masalah, berkaitan dengan ruang lingkup spasial dan temporal. Pada latar belakang penelitian kesejarahan juga ditampilkan secara singkat diakronik dan sinkronik atas permasalahan yang hendak dibahas dalam penelitian. Pada bagian ini sebaiknya tidak terlalu panjang dan spesifik dan fokus pada permasalahan yang hendak dibahas. Penulisan latar belakang juga diperkuat dengan berbagai sumber, baik primer maupun sekunder dengan dituliskan rujukannya dalam format catatan tubuh/bodynote. Jumlah halaman pada bagian latar belakang penelitian kesejarahan sebaiknya tidak lebih dari 12 halaman. b. Rumusan Masalah Pada bagian ini menguraikan pokok-pokok permasalahan yang akan dijawab dalam penelitian, mengacu kepada apa yang telah diuraikan di dalam latar belakang. Rumusan masalah berupa kalimat tanya atau pertanyaan yang diawali dengan kata “mengapa” atau bagaimana”. Jumlah rumusan masalah sangat tergantung pada kedalaman penelitian yang akan dilakukan oleh penulis/peneliti. Akan tetapi, dalam penelitian kesejarahan rumusan masalah terdapat seminimal-minimalnya adalah 2 butir, dan maksimal adalah 3 butir. Contoh rumusan masalah dalam


Pedoman Penulisan Skripsi 10 penulisan skripsi kesejarahan dapat dilihat sebagai berikut: 1) Bagaimana transportasi kereta api dapat masuk ke Pulau Jawa pada 1928-1942? 2) Bagaimana peran Tan Malaka dalam pergerakan Nasional Indonesia 1924-1945? 3) Mengapa terjadi pemberontakan Andi Aziz pada 1950 di Makassar? 4) Mengapa Presiden Soekarno memutuskan memindahkan Ibu Kota Republik Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta pada 1946? c. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian merupakan sasaran hasil penelitian yang akan dicapai, sesuai dengan fokus penelitian yang telah dirumuskan. Di dalam penulisan tujuan penelitian, diharapkan memberikan deksripsi yang jelas, detail, serta mendalam mengenai proses dan hasil penelitian yang akan dan telah dicapai. Di dalam tujuan penelitian dibagi menjadi tujuan umum dan tujuan khusus. 1) Tujuan Umum Tujuan umum merupakan tujuan yang menjadi landasan dasar dari suatu penelitian. Tujuan ini merupakan hasil dari pernyataan “mengapa” perlu dilakukan penelitian ini. 2) Tujuan Khusus


Pedoman Penulisan Skripsi 11 Tujuan khusus adalah tujuan yang lebih spesifik dan merupakan hasil dari pertanyaan “bagaimana” kita akan mencapai tujuan umum. d. Manfaat Penelitian Pada dasarnya, manfaat penelitian ada karena ketentuan struktur penulisan karya tulis ilmiah. manfaat penelitian dalam skripsi berfungsi untuk menjelaskan dan menekankan secara jelas potensi dari hasil penelitian. Manfaat penelitian dibagi ke dalam manfaat teoritis dan manfaat praktis. 1) Manfaat Teoritis Manfaat teoritis merupakan manfaat jangka panjang dalam pengembangan bidang keilmuan. Manfaat teoritis bermaksud memberikan sumbangan ilmiah bagi perkembangan tema yang diteliti. 2) Manfaat Praktis Manfaat yang memberikan dampak secara langsung atau berguna untuk memecahkan masalah secara praktis. e. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian berguna untuk membatasi objek penelitian agar menghasilkan penelitian yang fokus dan tidak melebar dari tema besar yang sedang diteliti. Terdapat dua ruang lingkup dalam penelitian kesejarahan, yaitu lingkup spasial dan lingkup temporal (Daliman, 2012). Lingkup spasial adalah batasan yang didasarkan pada kesatuan


Pedoman Penulisan Skripsi 12 wilayah geografis atau satuan wilayah administratif, misalnya desa, kecamatan, kabupaten, provinsi dan sebagainya. Batasan spasial diperlukan agar dalam penelitian hanya membahas masalah-masalah yang terkait dengan suatu wilayah tertentu. Sementara itu, lingkup temporal adalah batasan waktu yang dipilih dalam penelitian, misalnya dalam kurun waktu 1970‒ 1980, 2000‒2005, dan seterusnya. Contoh ruang lingkup dalam penulisan skripsi kesejarahan dapat dilihat sebagai berikut: 1) Ruang lingkup spasial (wilayah): Ruang lingkup kajian spasial dalam penelitian "Sejarah Perkembangan Kereta Api di Pulau Jawa 1928‒1945" ialah Pulau Jawa yang meliputi kondisi politik, ekonomi, sosial dan budaya. 2) Ruang lingkup temporal (waktu): Ruang lingkup temporal dalam penelitian “Sejarah Perkembangan Kereta Api di Pulau Jawa 1928‒1942” ialah tahun 1928 hingga 1945. Tahun 1928 dipilih sebagai titik tolak temporal penelitian dikarenakan pada tahun tersebut transportasi kereta api pertama kali masuk ke Pulau Jawa. Sedangkan tahun 1945 dipilih sebagai batas temporal dari penelitian dikarenakan di tahun tersebut dimulai periode pendudukan militer Jepang sekaligus menandakan kemunduran transportasi kereta api di Pulau Jawa.


Pedoman Penulisan Skripsi 13 f. Metode Penelitian Pada metode penelitian dijelaskan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian. Dalam hal ini adalah penelitian historis atau kesejarahan. Metode sejarah mencangkup empat tahap, yaitu: 1) pengumpulan sumber (heuristik) yang merupakan kegiatan mencari dan menemukan sumber-sumber yang diperlukan dalam penelitian, baik sumber primer (sezaman) maupun sumber sekunder (non-sezaman); 2) pengujian sumber (kritik), yang terbagi menjadi kritik interinstik/internal dan ekstrinstik/eksternal; 3) interperetasi yang merupakan membuat sudut pandang atau kesimpulan yang berdasarkan dari hasil kritik sumber; dan 4) historiografi (penulisan) yang merupakan penyusunan laporan penelitian sebagai hasil akhir dari penelitian kesejarahan (Gottschalk, 1986). g. Kajian Pustaka Kajian pustaka merupakan telaah terhadap pustaka atau literatur yang menjadi landasan pemikiran dalam penelitian. Menurut Afifudin (2012), kajian pustaka merupakan alat yang penting sebagai contact review, karena pustaka (literatur) sangat berguna dan sangat membantu dalam memberikan konteks dan arti dalam penulisan yang sedang dilakukan. Melalui kajian pustaka, peneliti dapat menyatakan secara eksplisit dan pembaca mengetahui, mengapa hal yang ingin diteliti merupakan masalah yang memang harus diteliti. Menurut Fraenkel, Wallen, & Hyun (2012), kajian


Pedoman Penulisan Skripsi 14 pustaka merupakan kajian khazanah pustaka yang mendukung pada masalah khusus dalam penelitian yang sedang dikerjakan. h. Historiografi relevan Menjelaskan hasil penelitian (historis) yang memiliki tema serupa, atau mendukung penelitian yang hendak dilaksanakan. Dalam bagian ini dijelaskan juga aspek-aspek kebaharuan (novelty), membedakan penelitian yang hendak dilaksanakan, dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. i. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan berisi bagian-bagian kepenulisan dari mulai BAB I sampai BAB V. 2. Proposal Penelitian Kuantitatif Metode kuantitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Pengumpulan data dalam penelitian kuantitatif menggunakan instrumen penelitian dan analisis data bersifat statistik dengan tujuan untuk menguji suatu hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2007). Dalam pembuatan proposal penelitian kuantitatif dibuat dalam tiga BAB, yaitu BAB I, BAB II, dan BAB III. Susunan proposal skripsi penelitian kuantitatif sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN a. Latar Belakang Penelitian


Pedoman Penulisan Skripsi 15 b. Identifikasi Masalah c. Batasan Masalah d. Rumusan masalah e. Tujuan Penelitian 1) Tujuan Umum 2) Tujuan Khusus f. Manfaat Penelitian 1) Manfaat Teoritis 2) Manfaat Praktis g. Sistematika Penulisan BAB II LANDASAN TEORI, PENELITIAN RELEVAN, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN a. Landasan Teori 1) Variabel Terikat (Dependent Variabel) atau Variabel Y 2) Variabel Bebas (Independent Variabel) atau Variabel X b. Penelitian Yang Relevan c. Kerangka Berpikir d. Hipotesis Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN a. Waktu dan Tempat Penelitian 1) Waktu Penelitian 2) Tempat Penelitian b. Metode penelitian c. Teknik Pengumpulan Data d. Populasi, Sampling dan Sampel e. Instrumen Penelitian


Pedoman Penulisan Skripsi 16 1) Instrumen Variabel Terikat a) Definisi Konseptual b) Definisi Operasional c) Kisi-kisi Instrumen 2) Instrumen Variabel Bebas a) Definisi Konseptual b) Definisi Operasional c) Kisi-kisi Instrumen f. Uji Validitas dan Reliabilitas 1) Uji Validitas 2) Uji Reliabilitas g. Tekhnik Analisis Data 1) Uji Frekuensi 2) Analisis Regresi Linear Sederhana 3) Koefisien Korelasi 4) Koefisien Determinasi 5) Hipotesis Statistika Beberapa penjelasan mengenai susunan proposal skripsi kuantitatif di atas sebagai berikut: a. Latar belakang masalah Latar Belakang masalah adalah informasi yang tersusun sistematis berkenaan dengan fenomena dan masalah problematik yang menarik untuk diteliti. Latar belakang dimaksudkan untuk menjelaskan alasan mengapa masalah dalam penelitian ingin diteliti. Menurut Sari & Putra (2019), latar belakang masalah setidaknya memuat hal-hal sebagai berikut:


Pedoman Penulisan Skripsi 17 1) Faktor-faktor apa saja yang menjadi perhatian untuk dijadikan suatu latar belakang. 2) Informasi kasus, baik secara langsung lewat pengamatan di masyarakat maupun lewat bukubuku referensi, dan hasil-hasil penelitian lain yang sejenis. Peneliti menghubungkan kasus yang satu dengan yang lain, Bagaimana kasus-kasus kontemporer berhubungan dengan kasus-kasus terdahulu (das sein), dan bagaimana antara teoriteori yang dapat menjelaskan fenomena perubahan tersebut dari waktu ke waktu (das sollen). Misalnya ketika hendak meneliti mengenai penerapan suatu metode pembelajaran atau sebuah fenomena sosial yang terjadi, peneliti harus memperlihatkan bagaimana kondisi faktual atau kondisi yang sedang terjadi (das sein) atas pelaksanaan pembelajaran, atau fenomena yang akan diamati. Selanjutnya ketika peneliti hendak meneliti menganai pendidikan karakter nasionalis melalui pembelajaran sejarah, peneliti harus menjelaskan kondisi ideal atau secara teoritis (das sollen) bagaimana seharusnya pendidikan karakter nasionalis diberikan dalam pembelajaran. Selain itu, di dalam latar belakang penelitian kualitatif, peneliti harus memberikan gambaran atas kebaruan penelitian yang akan dilakukan (state of the art). Untuk menemukan state of the art setidaknya peneliti harus melakukan kesenjangan penelitian


Pedoman Penulisan Skripsi 18 (research gap) dengan cara melakukan studi literatur (buku atau artikel ilmiah) berdasarkan pencarian yang sistematis. Secara sederhana peneliti dapat melakukan pencarian atas tema penelitian yang hendak dilakukan di mesin pencari, yang tersedia di internet. b. Identifikasi masalah Identifikasi masalah merupakan mendefinisikan masalah penelitian. Identifikasi masalah merupakan bagian dari proses penelitian yang dapat dipahami sebagai upaya mendefinisikan problem serta membuat definisi tersebut menjadi lebih terukur atau measurable sebagai suatu langkah awal penelitian. Contoh identifikasi masalah dari judul penelitian kuantitatif "Pengaruh Metode Eksperimen Terhadap Presiden Belajar Siswa Kelas IV pada Mata Pelajaran IPA SD Negeri Banjaranyar Tahun Ajaran 2011/2012" antara lain: 1) Kegiatan belajar mengajar masih berpusat pada guru sehingga siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. 2) Guru kurang melibatkan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran. 3) Kurangnya variasi metode dalam pembelajaran. 4) Terbatasnya media pembelajaran IPA. c. Landasan teori Landasan teori menjadi dasar terpenting di setiap menjalankan penelitian ilmiah. Landasan teori wajib digunakan dalam setiap penelitian. Teori didefinisikan


Pedoman Penulisan Skripsi 19 sebagai seperangkat proposisi atau ungkapan yang terintegrasi secara sintaksis (mengikuti aturan tertentu yang menghubungkan secara logis dengan data yang diamati) dan berperan sebagai wahana meramalkan dan menjelaskan fenomena yang diamati (Moleong, 2007). Terkait isi landasan teori, setidaknya memuat beberapa poin berikut: 1) Kerangka teori variabel atau subvariabel pertama 2) Kerangka teori variabel atau subvariabel kedua 3) Kerangka teori variabel atau subvariabel ketika 4) Kajian terdahulu 5) Kerangka berpikir d. Penelitian yang Relevan Penelitian yang relevan merupakan penelitian yang sudah dilakukan oleh seseorang dan mendapatkan hasil yang valid sesuai dengan judul dan tujuan peneliti. Contoh penelitian kuantitatif yang berjudul “Pengaruh Metode Pembelajaran Diskusi Terhadap Motivasi Belajar Sejarah Peserta Didik Kelas X di SMA Jakarta”, maka penelitian yang relevannya ialah berbagai penelitian seputar pengaruh metode diskusi terhadap motivasi belajar. Adapun yang terdapat di dalam penelitian yang relevan dalam proposal skripsi kuantitatif, antara lain 1) metode penelitian yang digunakan, 2) hasil penelitian) dan 3) perbedaan penelitian yang sudah dilakukan dengan penelitian yang akan dilaksanakan. e. Kerangka berpikir


Pedoman Penulisan Skripsi 20 Kerangka berpikir merupakan jalur pemikiran, dirancang berdasarkan kegiatan yang hendak dilakukan peneliti. Kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting dalam sebuah penelitian (Lararenjana, 2022). Ada beberapa tahap untuk merumuskan kerangka berpikir. Tahapan tersebut antara lain: 1) Mengidentifikasi variabel penelitian Tahap pertama dalam pembuatan kerangka berpikir penelitian adalah mencari variabel dari penelitian. Variabel sendiri merupakan suatu pengelompokan terhadap dua atau lebih atribut di dalam penelitian. Atribut dalam konteks ini maksudnya seperti usia objek penelitian, wilayah, tingkat pendidikan, dan lain sebagainya. 2) Mencari hubungan antar variabel Setelah variabel diketahui, tahap selanjutnya adalh mencari tahu hubungan antar variabel di dalam penelitian. Seperti yang telah dijelaskan bahwa setiap penelitian akan selalu memuat minimal dua variabel yang saling berkaitan. 3) Mencari literatur Setelah variabel diidentifikasi dan saling berkaitan, selanjutnya adalah mencari literatur dan referensi yang terbukti hasilnya relevan agar topik yang akan diangkat semakin kuat.


Pedoman Penulisan Skripsi 21 4) Membahas teori Setelah literatur ditemukan dan dinilai sesuai dengan penelitian, selanjutnya adalah membuat argumen yang bersifat teoritis. Maksudnya adalah memaparkan pendapatnya yang logis dan kuat sesuai dengan data-data literatur yang telah dibaca sebelumnya. 5) Membuat kesimpulan Setelah semua topik dan variabel dibahas dengan menggunakan literatur yang telah dipilih, selanjutnya peneliti dapat menarik kesimpulan terkait dengan topik yang akan dibahas. Kesimpulan itu menjelaskan bahwa topik memiliki landasan yang kuat untuk dibahas lebih lanjut. 6) Membuat gambaran kerangka berpikir Setelah semuanya sudah tersusun sesuai dengan tujuan penelitian selanjutnya adalah menggambarkan kerangka berpikir sesuai dengan penjelasan yang telah dipaparkan sebelumnya. Umumnya, kerangka berpikir berupa diagram atau bagan. Contoh kerangka berpikir dalam penelitian skripsi kuantitatif sebagai berikut. Judul Penelitian: Pengaruh Media Pembelajaran Film Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI SMA Bogor Teori yang dipakai adalah media pembelajaran film dan hasil belajar.


Pedoman Penulisan Skripsi 22 Paradigma penelitian (model hubungan antarvariabel). X= Media Pembelajaran Film; Y= Hasil Belajar Teori Media Pembelajaran Film Film adalah rangkaian gambar yang bergerak membentuk suatu cerita atau juga bisa disebut movie atau video (Miftah, 2013). Menurut Dadang dalam Miftah (2013) media film merupakan media pembelajaran yang sangat menarik karena mampu mengungkapkan keindahan dan fakta bergerak dengan efek suara, gambar dan gerak. Menurut Trianto (2013) media film dapat mendorong perkembangan minat dan motivasi peserta didik dalam belajar. Sintesis Film merupakan media pembelajaran yang sangat menari karena memberikan pengalaman kepada peserta didik berupa gambar yang bergerak, alur cerita, dan efek suara sehingga dapat mendorong perkembangan minat dan motivasi belajar peserta didik. Teori Hasil Belajar Hasil belajar menurut Abdurrahman (1999) adalah kemampuan yang diperoleh peserta didik melalui kegiatan belajar. Sementara itu, menurut Purwanto (2002) hasil belajar merupakan X Y


Pedoman Penulisan Skripsi 23 kemampuan yang diperoleh individu setelah proses belajar berlangsung, yang dapat memberikan perubahan tingkah laku baik pengetahuan, pemahaman, sikap dan keterampilan siswa sehingga menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sintesis Hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh peserta didik melalui proses belajar yang dapat mengubah prilaku peserta didik, secara pengetahuan, pemahaman, sikap dan keterampilan menjadi lebih baik. Kerangka Berpikir Penggunaan media pembelajaran film dalam pembelajaran dapat menghadirkan pengalaman belajar langsung bagi peserta didik berupa gambar bergerak, bersuara dan beralur cerita yang akan mempengaruhi hasil belajar peserta didik, baik secara pengetahuan, sikap maupun keterampilan. f. Hipotesis penelitian Seperti dijelaskan pada awal modul ini, hipotesis merupakan suatu penyataan yang sifatnya sementara, atau kesimpulan sementara atau dugaan yang bersifat logis tentang suatu populasi. Dugaan-dugaan ini kemudian dikonfirmasi dengan landasan teori menghasilkan pertanyaan penelitian. Kegunaan dari hipotesis penelitian sebagai berikut. 1) Penelitian yang memiliki hipotesis yang kuat merupakan petunjuk bahwa peneliti telah


Pedoman Penulisan Skripsi 24 mempunyai cukup pengetahuan untuk melakukan penelitian tersebut. 2) Memberikan arah pada pengumpulan dan penafsiran data. 3) Memberi petunjuk tentang prosedur apa saja yang harus diikuti dan jenis data seperti apa yang harus dikumpulkan. 4) Memberikan kerangka dalam rangka melaporkan kesimpulan penelitian. Hipotesis penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi kuantitatif adalah hipotesis komparasi atau komparatif. Contoh hipotesis komparasi atau komparatif sebagai berikut: “Pengaruh Media Pembelajaran Film Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI SMA Jakarta” Rumusan Masalah: Apakah terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran film terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI SMA Jakarta? H0: Terdapat pengaruh antara penggunaan media pembelajaran film terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI SMA Jakarta. H1: Tidak terdapat pengaruh antara penggunaan media pembelajaran film terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI SMA Jakarta. Dalam hipotesis statistik sebagai berikut: H0: µ1=µ2 H1: µ1≠µ2


Pedoman Penulisan Skripsi 25 g. Tempat penelitian Tempat penelitian merupakan lokasi penelitian berlangsung. Pemilihan tempat penelitian harus diasarkan pada alasan yang jelas, dan bukan hanya karena faktor kedekatan lokasi penelitian dengan domisili peneliti, atau mengenal para stakeholder di lokasi penelitian. Contohnya dalam penelitian kuantitatif berjudul “Pengaruh Metode Pembelajaran Mind Mapping Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X IPS 1 di SMA Jakarta”, pemilihan SMA Jakarta sebagai lokasi penelitian didasarkan pada digunakannya metode pembelajaran mind mapping dalam proses pembelajaran, sehingga penelitian dapat dilangsungkan. Jika lokasi penelitian tidak menggunakan metode tersebut maka penelitian tidak dapat dilakukan. h. Teknik pengumpulan data Teknik pengumpulan data yaitu metode atau cara-cara yang dapat digunakan peneliti untuk mengumpulkan data. Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data dapat dilakukan dengan observasi (pengamatan), kuesioner (angket) dan dokumentasi. 1) Observasi Observasi atau pengamatan langsung adalah kegiatan pengumpulan data dengan melakukan penelitian langsung terhadap kondisi lingkungan objek penelitian yang mendukung kegiatan penelitian, sehingga didapat gambaran secara jelas


Pedoman Penulisan Skripsi 26 tentang kondisi objek penelitian tersebut. Untuk melakukan observasi diperlukan lembar observasi sebagai instrumen. Contoh lembar observasi dapat dilihat pada link berikut: https://www.slideshare.net/sugainanaf/lembarpengamatankelasskmssn 2) Kuesioner (Angket) Teknik angket (kuesioner) merupakan suatu pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan-pertanyaan kepada responden dengan harapan memberikan respons atas daftar pertanyaan tersebut. Daftar pertanyaan-pertanyaan dapat bersifat terbuka jika jawaban tidak ditentukan sebelumnya, sedangkan bersifat tertutup jika alternatif-alternatif jawaban telah disediakan. Instrumen yang berupa lembar daftar pertanyaan tadi dapat berupa angket (kuesioner), caklis, ataupun skala. 3) Dokumentasi Dokumentasi ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter, data yang relevan. Di dalam melakukan metode dokumentasi, peneliti mengumpulkan bendabenda tertulis, seperti buku-buku, pamflet, dokumen tentang suatu gambaran umum perusahaan dan catatan-catatan lain serta


Pedoman Penulisan Skripsi 27 mempelajari naskah-naskah dokumen yang berisi keterangan yang berhubungan dengan masalah yang sedang diteliti. Jika dalam penelitian pendidikan atau pembelajaran dokumentasi yang dimaksud, seperti RPP, modul ajar, alur tujuan pembelajaran, RPP, silabus, media pembelajaran, atau sumber belajar. i. Populasi, sampling dan sampel 1) Populasi Menurut Sugiyono (2013) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas, objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Contoh populasi dalam penelitian skripsi kuantitatif yang berjudul “Pengaruh Metode Pembelajaran Ceramah Terhadap Hasil Belajar Sejarah Peserta Didik Kelas X IPS 1 di SMA Jakarta”, maka populasinya ialah seluruh peserta didik Kelas X di SMA Jakarta. 2) Sampling Sampling adalah proses porsi dari suatu populasi diseleksi agar dapat mewakilkan populasi tersebut. Tujuan dari dilakukannya sampling adalah untuk mendapatkan sampel (objek sampling) yang benar-benar sesuai dan dapat menggambarkan populasi untuk dijadikan sebagai subjek penelitian. Untuk mengambil sampel, teknik


Pedoman Penulisan Skripsi 28 sampling terbagi menjadi dua kategori, yaitu probability sampling dan non-probability sampling (Basmatulhana, 2022). Probability sampling menekankan prinsip bahwa setiap subjek dalam populasi memiliki kesempatan 50:50 untuk terpilih atau tidak terpilih sebagai sampel. Sementara itu, non-probability sampling merupakan teknik sampling yang menggunakan sampel pilihan berdasarkan subjektivitas peneliti dan tidak acak. Nonprobability sampling ditentukan oleh keahlian peneliti (Basmatulhana, 2022). Dalam skripsi kuantitatif di Program Studi Pendidikan Sejarah Unindra hanya menggunakan masing-masing satu jenis sampling, yaitu purposive sampling (nonprobabilty) dan random sampling (probabilty). Purposive sampling, satuan sampling atau responden dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu dengan tujuan untuk memperoleh satuan sampling yang memiliki karakteristik yang dikehendaki (Setiawan, 2015). Contohnya sebagai berikut: Dalam sebuah penelitian pengelolaan pendidikan yang bertujuan untuk melihat daya saing SMA dalam kerangka WTO, barangkali untuk tahap awal akan lebih baik sampel dipilih dari SMA yang memiliki nilai UAN baik, populer di masyarakat, serta kelulusan siswa masuk PTN cukup tinggi.


Pedoman Penulisan Skripsi 29 Random sampling, satuan sampling atau responden dipilih secara acak. Peluang untuk terpilih harus diketahui besarnya, dan untuk tiap satuan sampling besarnya harus sama. Contohnya sebagai berikut: Misalnya ada sebuah penelitian mengenai “Model Pembiayaan Pendidikan Dasar di Jawa Barat”, sampelnya adalah seluruh SD dan SMP yang ada di Jawa Barat. Terhadap seluruh SD dan SMP tersebut dilakukan pemilihan secara random tanpa melakukan pengelompokkan terlebih dahulu, dengan demikian peluang masing-masing SD maupun SMP untuk terpilih sebagai sampel sama. Akan tetapi, menurut Arikunto (2006) apabila jumlah responden kurang dari 100, maka sampel diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Sedangkan apabila jumlah responden lebih dari 100, maka pengambilan sampel 10% - 15% atau 20% -25% atau lebih. 3) Sampel Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut, ataupun bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasinya. Contoh sampel dalam penelitian skripsi kuantitatif yang berjudul “Pengaruh Metode Pembelajaran Ceramah Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X IPS 1


Pedoman Penulisan Skripsi 30 di SMA Jakarta”, maka sampelnya ialah seluruh peserta didik Kelas X IPS 1 di SMA Jakarta. j. Definisi konseptual Definisi konseptual adalah batasan tentang pengertian yang diberikan peneliti terhadap variabelvariabel atau konsep yang hendak diukur, diteliti, dan digali datanya (Sigarimbun & Effendi, 1995). Pada penelitian kuantitatif, definisi konseptual menjabarkan konsep pada variabel yang akan diteliti. Konsep variabel sebaiknya dijabarkan secara teknis sehingga diperoleh indikator yang akan membantu peneliti dalam membuat definisi operasional. Contoh definisi konseptual pada penelitian kuantitatif dengan judul “Pengaruh “Pengaruh Metode Pembelajaran Ceramah Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X IPS 1 di SMA Jakarta” adalah: 1) Metode pembelajaran ceramah (variabel bebas) Metode ceramah adalah suatu bentuk penyajian bahan pengajaran melalui penerangan dan penuturan lisan oleh guru kepada siswa tentang suatu topik materi (Mu’awanah, 2011). Metode ceramah adalah cara penyampaian materi pembelajaran dengan mengutamakan interaksi antara guru dan siswa. Seorang guru menyampaikan materi pembelajarannya melalui proses penerangan dan penuturan secara lisan kepada siswanya (Pratiwi, 2019). 2) Hasil belajar (variabel terikat).


Pedoman Penulisan Skripsi 31 Secara umum Abdurrahman menjelaskan bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Menurutnya juga anak-anak yang berhasil dalam belajar ialah berhasil mencapai tujuan-tujuan pembelajaran atau tujuan instruksional (Abdurrahman, 1999). k. Definisi operasional Secara umum Abdurrahman menjelaskan bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Menurutnya juga anak-anak yang berhasil dalam belajar ialah berhasil mencapai tujuan-tujuan pembelajaran atau tujuan instruksional (Sigarimbun & Effendi, 1995). Definisi operasional adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu variabel dengan cara memberikan arti atau menspesifikasikan kegiatan ataupun memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur variabel tersebut (Nazir, 1988). Dalam penelitian kuantitatif definisi operasional menjabarkan kedua variabel (bebas dan terikat) yang akan diteliti. Dengan membuat definisi operasional akan memudahkan peneliti untuk membuat kisi-kisi instrumen. Contoh definisi operasional dari variabel metode ceramah (bebas), hasil belajar (terikat), dan motivasi belajar (terikat) sebagai berikut: 1) Pengaruh metode ceramah:


Pedoman Penulisan Skripsi 32 a) Menyajikan garis-garis besar isi pelajaran dan permasalahan yang terdapat dalam isi pelajaran. b) Memberikan rangsangan kepada peserta didik untuk menumbuhkan rasa ingin tahu. c) Memperkenalkan hal-hal baru serta memberikan penjelasan secara gamblang. 2) Hasil belajar: Pada penelitian kuantitatif definisi operasional hasil belajar berupa aspek pengetahuan dari butir soal pilihan ganda. 3) Motivasi belajar: a) Peserta didik menyukai pembelajaran yang dilakukan. b) Peserta didik mengetahui manfaat dari pembelajaran yang dilakukan. c) Pendidik memberikan penjelasan atas maksud dan tujuan pembelajaran. d) Pendidik memberikan penghargaan (reward) kepada peserta didik atas pembelajaran yang dilakukan. e) Pendidik memberikan hukuman kepada peserta didik yang lalai dalam pembelajaran. l. Kisi-kisi instrumen Kisi-kisi intrumen merupakan pedoman atau panduan dalam merumuskan pertnyaan-pertanyaan yang akan dipaparkan dalam instrumen penelitian. Sebelum instrumen penelitian disusun, alangkah lebih


Pedoman Penulisan Skripsi 33 baik untuk dibuat kisi-kisi penyusunan instrumennya terlebih dahulu. Kisi-kisi instrumen dalam penelitian kuantitatif wajib dibuat sebelum membuat instrumen penelitian. Kisi-kisi instrumen berbentuk tabel dan di dalam kisi-kisi instrumen terdapat beberapa komponen, antara lain 1) variabel, 2) teori; 3) aspek, 4) indikator, dan 4) nomor item instrumen. Contoh kisi-kisi instrumen sebagai berikut: Judul: Pengaruh Metode Pembelajaran Ceramah Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas XI IPS SMA Jakarta Kisi-Kisi Instrumen: Variabel Teori Aspek Indikator Nom or intem Metode Pembelajar an Ceramah (Variabel bebas) Metode ceramah adalah cara penyampaia n materi pembelajara n dengan mengutamak an interaksi antara guru dan siswa melalui proses penerangan dan penuturan secara lisan. Peserta didik 1. Meyimak pemapara n yang diberikan. 2. Memaham i konsep dan isi materi. 3. Merespons pemapara n yang diberikan. Guru 1. Penyajian materi pelajaran. 2. Kemampu an menjelaska n materi pelajaran. Motivasi Belajar (Variabel terikat) Motivasi adalah kondisikondisi atau keadaan Peserta didik 1. Menyukai pembelajaran. 2.Mengetahui manfaat dan


Pedoman Penulisan Skripsi 34 yang menaktifkan atau memberi dorongan kepada makhluk untuk bertingkah laku mencapai tujuan yang ditimbulkan oleh motivasi tersebut. Terdapat dua asal motivasi, yaitu motivasi internal (dari dalam diri) dan motivasi eksternal (luar diri). kegunaan pembelajaran. 3.Pembelajaran yang berjalan menarik dan menyenangka n. 4.Terdapat penghargaan dalam pembelajaran. 5.Adanya dukungan belajar dari teman dan orang tua. Guru 1. Memberikan pemahaman atas pembelajaran. 2. Memberikan dorongan berupa semangat. 3. Memberikan penghargaan dan hukuman atas pembelajaran. m. Uji validitas Validitas adalah ketepatan atau kecermatan suatu instrumen dalam pengukuran. Dalam pengujian instrumen pengumpulan data. Pengukuran validitas faktor ini dengan cara mengkorelasikan antara skor faktor (penjumlahan item dalam satu faktor) dengan


Pedoman Penulisan Skripsi 35 skor total faktor (total keseluruhan faktor) (Dewi, 2018). Instrumen penelitian yang valid menunjukkan bahwa instrumen itu dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2012). Adapun rumus yang digunakan dalam pengujian validitas menggunakan Pearson Product Moment. Analisis korelasi pearson product moment adalah analisis untuk mengukur keeratan hubungan secara linier antara dua variabel yang mempunyai distribusi data normal. = . (∑ )− (∑ ). (∑ ) √( ∑ − (∑ ) ( ∑ − (∑ ) Keterangan : rxy = Angka indeks korelasi antara variabel X dengan variabel Y. N = Jumlah responden/sampel. ∑x2 = Jumlah skor masing-masing item pertanyaan/jumlah kuadrat variabel X. ∑y2 = Jumlah skor total seluruh item pertanyaan/jumlah kuadrat variabel Y. ∑ xy = Jumlah hasil perkalian antara skor X dan skor Y. ∑ x = Jumlah variabel X. ∑ y = Jumlah variabel Y. n. Uji reliabilitas Sugiharto dan Situnjak (2006) menyatakan bahwa reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa instrumen yang digunakan dalam penelitian untuk memperoleh informasi yang digunakan dapat dipercaya sebagai alat pengumpulan data dan mampu mengungkap informasi yang sebenarnya dilapangan.


Pedoman Penulisan Skripsi 36 Menurut Sugiyono (2012), uji reliabilitas adalah sejauh mana hasil pengukuran dengan menggunakan objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Pengujian reliabilitas instrumen dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach karena instrumen penelitian ini berbentuk angket dan skala bertingkat. Rumus Alpha Cronbach sebagai berikut: Keterangan: r11 : reliabilitas instrumen n : jumlah item pertanyaan yang diuji : jumlah variasi skor tiap-tiap item : varians total o. Uji Frekuensi Uji frekuensi merupakan salah satu teknik pengolahan data yang digunakan pada penelitian kuantitatif. Uji frekuensi digunakan apabila terdapat kumpulan data angka yang kondisinya acak, berserakan, dan masih bersifat data mentah. Uji frekuensi memuat rangkaian data angka yang dibuat persebarannya dengan cara membagi ke dalam kelaskelas berdasarkan interval maupun kategori tertentu. Menurut Riduwan (2003), distribusi frekuensi merupakan penyusunan suatu data mulai dari data terkecil hingga terbesar yang membagi banyaknya data


Pedoman Penulisan Skripsi 37 ke dalam beberapa kelas. Kegunaan data yang diubah dalam bentuk distribusi frekuensi yaitu untuk memudahkan penyajian, mudah dipahami, dan mudah dibaca sebagai informasi. p. Analisis regresi linear sederhana Regresi linier sederhana adalah suatu metode statistik yang berupaya memodelkan hubungan antara dua peubah acak dimana satu peubah acak memengaruhi peubah acak yang lainnya (Soleh, 2005). Tujuan regresi linier sederhana ialah mencari hubungan secara linear antara satu variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y). Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Rumus regresi liner sederhana sebagai berikut: Keterangan: X = Variabel bebas a = Nilai pada periode besar Y = Variabel terikat b = Tingkat pengembangan nilai yang diestimasi n = Jumlah data Rumus mencari a : Rumus mencari b :


Pedoman Penulisan Skripsi 38 q. Koefisien korelasi Koefisien korelasi (r) adalah sebuah nilai yang dipergunakan untuk mengukur derajat keeratan hubungan antara dua variabel. Koefisien korelasi dapat dihitung menggunakan rumus Koefisien Korelasi Perason : r. Koefisien determinasi Apabila koefisien korelasi dikuadratkan, akan menjadi koefisien penentu (KP) atau koefisien determinasi, artinya penyebab perubahan pada variabel Y yang datang dari variabel X, yaitu sebesar kuadrat koefisien korelasinya. Koefisien penentu ini menjelaskan besarnya pengaruh atau kontribusi nilai suatu variabel (variabel X) terhadap naik/turunnya (variasi) nilai variabel lainnya (variabel Y). KD = r2 = (r)2 x 100% Keterangan: KD = Besarnya koefisien r = Koefisien korelasi


Pedoman Penulisan Skripsi 39 3. Proposal Penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif adalah salah satu bentuk penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi di Program Studi Pendidikan Sejarah Unindra. Penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami gejala-gejala yang terjadi pada suatu peristiwa maupun perubahan yang dialami manusia. Dalam penelitian kualitatif digunakan metode wawancara, observasi, dan analisis dokumen untuk pengumpulan data atau informasi. Menurut Bogdan dan Taylor, penelitian kualitatif memiliki cri-ciri, antara lain: (1) bersumber kepada pengamatan; (2) merujuk kepada segi alamiah; dan (3) penelitian yang tidak mengadakan perhitungan. Susunan proposal penelitian skripsi kualitatif hanya terdiri dari tiga BAB, yaitu BAB I Pendahuluan, BAB II Landasan Teori, Penelitian Relevan dan Kerangka Berpikir, dan BAB III Metodologi Penelitian yang dapat dilihat sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN a. Latar Belakang Penelitian b. Identifikasi Masalah c. Batasan Masalah d. Rumusan Masalah e. Tujuan Penelitian 1) Tujuan Umum 2) Tujuan Khusus f. Manfaat Penelitian 1) Manfaat Teoritis 2) Manfaat Praktis


Pedoman Penulisan Skripsi 40 g. Sistematika Penulisan BAB II LANDASAN TEORI, PENELITIAN RELEVAN DAN KERANGKA BERPIKIR a. Landasan Teori b. Penelitian Yang Relevan c. Kerangka Berpikir BAB III METODOLOGI PENELITIAN a. Waktu dan Tempat Penelitian b. Metode Penelitian c. Sumber Data d. Teknik Pengumpulan Data e. Instrumen Penelitian f. Teknik Analisis Data Beberapa penjelasan mengenai susunan proposal skripsi kualitatif di atas sebagai berikut: a. Latar belakang masalah Latar belakang masalah adalah informasi yang tersusun sistematis berkenaan dengan fenomena dan masalah problematik yang menarik untuk diteliti. Latar belakang dimaksudkan untuk menjelaskan alasan mengapa masalah dalam penelitian ingin diteliti. Menurut Sari & Putra (2019), latar belakang masalah setidaknya memuat hal-hal sebagai berikut. 1) Faktor-faktor apa saja yang menjadi perhatian untuk dijadikan suatu latar belakang. 2) Informasi kasus, baik secara langsung lewat pengamatan di masyarakat maupun lewat bukubuku referensi, dan hasil-hasil penelitian lain yang


Pedoman Penulisan Skripsi 41 sejenis. Peneliti menghubungkan kasus yang satu dengan yang lain, bagaimana kasus-kasus kontemporer berhubungan dengan kasus-kasus terdahulu (das sein), dan bagaimana antara teoriteori yang dapat menjelaskan fenomena perubahan tersebut dari waktu ke waktu (das sollen). Misalnya ketika hendak meneliti mengenai penerapan suatu metode pembelajaran atau sebuah fenomena sosial yang terjadi, peneliti harus memperlihatkan bagaimana kondisi faktual atau kondisi yang sedang terjadi (das sein) atas pelaksanaan pembelajaran, atau fenomena yang akan diamati. Misalnya ketika peneliti hendak meneliti menganai pendidikan karakter nasionalis melalui pembelajaran sejarah, peneliti harus menjelaskan kondisi ideal atau secara teoritis (das sollen) bagaimana seharusnya pendidikan karakter nasionalis diberikan dalam pembelajaran. Selain itu di dalam latar belakang penelitian kualitatif, peneliti harus memberikan gambaran atas kebaharuan penelitian yang akan dilakukan (state of the art). Untuk menemukan state of the art setidaknya peneliti harus melakukan kesenjangan penelitian (research gap) dengan cara melakukan studi literatur (buku atau artikel ilmiah) berdasarkan pencarian yang sistematis. Secara sederhana peneliti dapat melakukan


Pedoman Penulisan Skripsi 42 pencarian atas tema penelitian yang hendak dilakukan di mesin pencari, yang tersedia di internet. b. Identifikasi masalah Suatu masalah merupakan suatu keadaan yang menyebabkan seseorang bertanya-tanya, berpikir, dan berupaya menemukan kebenaran yang ada. Fenomena masalah terjadi karena adanya sesuatu yang diharapkan, dipikirkan, dirasakan, tidak sama dengan kenyataan, sehingga menimbulkan pertanyaan yang menantang untuk ditemukan jawabannya. Identifikasi masalah disajikan dalam format poin yang berjumlah 1‒6 poin. c. Batasan masalah Batasan suatu masalah digunakan untuk menghindari adanya penyimpangan maupun pelebaran pokok masalah agar penelitian tersebut lebih terarah dan memudahkan dalam pembahasan sehingga tujuan penelitian akan tercapai. Pembatasan masalah merupakan pereduksian atas sejumlah masalah yang diidentifikasi, dikaji dan dipertimbangkan. Contoh batasan masalah pada penelitian kualitatif sebagai berikut: Judul penelitian “Penerapan model pembelajaran problem base learning dalam pembelajaran sejarah kelas XI di SMA Jakarta” Maka batasan masalahnya adalah sebagai berikut:


Pedoman Penulisan Skripsi 43 “Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka penelitian ini akan dibatasi pada upaya guru sejarah dalam menerapkan model pembelajaran problem base learning dalam pembelajaran sejarah kelas XI di SMA Jakarta.” d. Rumusan masalah Rumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan pertanyaan-pertanyaan penelitian yang terkait dengan ruang lingkup masalah yang akan diteliti. Pada penelitian kualitatif, perumusan masalah cenderung dimulai dari pertanyaan yang lebih umum (central questions) dan berujung pada pertanyaan yang lebih spesifik (sub-questions). Pertanyaan yang lebih umum dapat dimulai dengan kata tanya 'bagaimana' atau 'apa/apakah', namun hindari penggunaan kata tanya 'mengapa' karena 'mengapa' cenderung menjadi 'milik' penelitian kuantitatif yang mengandaikan adanya hubungan kausalitas (sebab-akibat). Contoh rumusan masalah pada penelitian kualitatif sebagai berikut: Judul penelitian “Penerapan model pembelajaran problem base learning dalam pembelajaran sejarah kelas XI di SMA Jakarta” Maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut: 1) Bagaimana penerapan model pembelajaran problem base learning dalam pembelajaran sejarah kelas XI di SMA Jakarta?


Pedoman Penulisan Skripsi 44 2) Apakah terdapat hambatan dalam penerapan model pembelajaran problem base learning dalam pembelajaran sejarah kelas XI di SMA Jakarta? e. Landasan teori Landasan teori merupakan dasar penyusunan hipotesis penelitian untuk membuktikan kebenaran teori. Secara umum, landasan teori adalah teori-teori yang masih relevan dengan yang diteliti. Landasan teori digunakan untuk menjelaskan variabel serta memberi jawaban sementara terhadap hipotesis dan penyusunan instrumen penelitian (Nugraha, 2023). Teori diartikan sebagai seperangkat proposisi yang terintegrasi secara sintaksis. Sederhananya, teori mengikuti aturan tertentu yang menghubungkan secara logis dengan data yang diamati. Jadi, dapat dikatakan bahwa teori berperan sebagai wahana meramalkan dan menjelaskan fenomena yang diamati (Moleong, 2007). Contoh landasan teori dalam skripsi penelitian kualitatif adalah sebagai berikut: Judul penelitian: “Penerapan model pembelajaran problem base learning dalam pembelajaran sejarah kelas XI di SMA Jakarta” Teori yang digunakan antara lain: 1) Penerapan 2) Model pembelajaran 3) Model pembelajaran problem base learning 4) Pembelajaran sejarah


Click to View FlipBook Version