Pedoman Penulisan Skripsi 45 Landasan teori dituliskan bertujuan untuk menguatkan dasar penelitian, memudahkan peneliti menyusun hipotesis dan memilih metodologis penelitian, mengontrol masalah dalam suatu penelitian dan menjelaskan variabel dalam proposal penelitian. f. Teknik pengumpulan data Teknik pengumpulan data merupakan cara yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan datadata penelitian dari sumber data (subjek maupun sampel penelitian). Teknik pengumpulan data merupakan suatu kewajiban, karena teknik pengumpulan data ini nantinya digunakan sebagai dasar untuk menyusun instrumen penelitian. Dalam penelitian kualitatif pengumpulan data lazimnya menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara (Iryana, n.d.). Teknik pengumpulan data yang benar akan menghasilkan data yang memiliki kredibilitas tinggi, dan sebaliknya. Oleh karena itu, tahapan ini tidak boleh salah dan harus dilakukan dengan cermat sesuai prosedur dan ciri-ciri penelitian kualitatif. Adapun penjelasan dari ketiga teknik pengumpulan data kualitatif tersebut sebagai berikut: 1) Wawancara Metode wawancara merupakan proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara Tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan responden yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan
Pedoman Penulisan Skripsi 46 pedoman wawancara. Dengan melakukan wawancara, peneliti dapat memperoleh data yang lebih banyak sehingga peneliti dapat memahami budaya melalui bahasa dan ekspresipi hak yang diinterview; dan dapat melakukan klarifikasi atas hal‐ hal yang tidak diketahui. Untuk memperoleh data yang kredibel maka wawancara harus dilakukan dengan Knowledgeable Respondent yang mampu menceritakan dengan akurat fenomena yang diteliti (Iryana, n.d.). 2) Observasi Observasi berarti mengumpulkan data langsung dari lapangan (Semiawan, 2010). Menurut Zainal Arifin observasi adalah suatu proses yang didahului dengan pengamatan kemudian pencatatan yang bersifat sistematis, logis, objektif, dan rasional terhadap berbagai macam fenomena dalam situasi yang sebenarnya, maupun situasi buatan (Arifin, 2009). Observasi merupakan suatu penyelidikan yang dilakukan secara sistematik dan sengaja diadakan menggunakan alat indera terutama mata terhadap kejadian yang berlangsung dan dapat di analisa pada waktu kejadian itu terjadi. Maksud utama observasi adalah menggambarkan keadaan yang diobservasi. Kualitas penelitian ditentukan oleh seberapa jauh dan mendalam peneliti mengerti tentang situasi dan konteks dan
Pedoman Penulisan Skripsi 47 menggambarkannya sealamiah mungkin (Semiawan, 2010). 3) Dokumentasi Teknik atau studi dokumentasi adalah cara pengumpulan data melalui peninggalan arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat, teori, dalil-dalil atau hukum-hukum dan lain-lain berhubungan dengan masalah penelitian. Dalam penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data yang utama karena pembuktian hipotesisnya yang diajukan secara logis dan rasional melalui pendapat, teori, atau hukum-hukum, baik mendukung maupun menolak hipotesis tersebut. g. Instrumen penelitian Salah satu ciri penelitian kualitatif adalah peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. Instrumen selain manusia (seperti angket, pedoman wawancara, pedoman observasi dan sebagainya) dapat pula digunakan, tetapi fungsinya terbatas sebagai pendukung tugas peneliti sebagai instrumen kunci. Oleh karena itu, dalam penelitian kualitatif kehadiran peneliti adalah mutlak, karena peneliti harus berinteraksi dengan lingkungan baik manusia dan non manusia yang ada dalam kancah penelitian. Kehadirannya di lapangan peneliti harus dijelaskan, apakah kehadirannya diketahui atau tidak diketahui oleh subjek penelitian (Alhamid, 2019).
Pedoman Penulisan Skripsi 48 4. Artikel Hasil Penelitian Skripsi yang telah selesai ditulis sebaiknya diubah menjadi sebuah artikel ilmiah. Kemudian artikel ilmiah yang berdasarkan skripsi tersebut nantinya akan diajukan (submit) ke salah satu jurnal ilmiah sejarah atau pendidikan melalui sistem online jurnal system (OJS). Format penulisan sebuah artikel hasil penelitian berbeda-beda mengikuti template dari masing-masing jurnal ilmiah yang akan diajukan (submit). Keuntungan dari skripsi yang digubah ke dalam artikel hasil penelitian, antara lain penelitian akan dibaca oleh siapa saja dan memperkaya khazanah pengetahuan umum, sesuai dengan tujuan umum dari penulisan skripsi. Selain itu artikel hasil penelitian yang digubah dari skripsi yang dipublikasi ke jurnal ilmiah akan menambah curiculum vitae bagi penulis. Hal ini akan bermanfaat bagi penulis ke depannya. Ketiga artikel tersebut akan dikutip atau disitasi oleh siapa saja, yang nantinya akan menambah poin penulis. Contoh penulisan artikel hasil penelitian dapat dilihat di jurnal ilmiah milik Prodi Pendidikan Sejarah UNINDRA, ESTORIA: Journal of Social Sciences yang dapat diakses di https://journal.unindra.ac.id/index.php/estoria.
Pedoman Penulisan Skripsi 49 BAB II SISTEMATIKA SKRIPSI KESEJARAHAN, KUANTITATIF DAN KUALITATIF A. Bagian Awal skripsi 1. Cover Tulisan pada cover mencakup judul penelitian skripsi, maksud penelitian, lambang Unindra, nama dan nomor mahasiswa (NPM), program studi, fakultas dan tahun penyelesaian. Cover untuk sidang diperkuat dengan karton (hard cover) dan dilapisi plastik. Adapun rincian cover sebagai berikut: a. Lambang Unindra dibuat simetris dengan ukuran 2,5 cm (menyesuaikan). b. Judul penelitian maksimal 20 kata. c. Maksud peneltian memuat pernyataan yang diajukan untuk memenuhi sebagai persyaratan mencapai gelar sarjana. d. Nama mahasiswa ditulis lengkap menggunakan huruf kapital dan nomor mahasiswa (NPM) dituliskan di bawah nama mahasiswa. e. Program studi ditulis lengkap lalu diikuti nama fakultas dituliskan di bawah nama program studi dan universitas. f. Tahun penyelesaian ditulis di bawah nama fakultas.
Pedoman Penulisan Skripsi 50 2. Lembar Persetujuan Skripsi Lembar persetujuan ujian skripsi memuat, antara lain nama, nomor mahasiswa (NPM), fakultas, program studi, judul penelitian, keterangan waktu periksa dan disetujui, tanda tangan pembimbing materi, dan tanda tangan pembimbing teknik. 3. Lembar Pengesahan Lembar pengesahan berisi antara lain, nama, nomor mahasiswa (NPM), program studi, fakultas, judul penelitian. Di dalam lembar pengesahan juga tertera nama panitia ujian, yaitu ketua (rektor), sekretaris (dekan), dan anggota (pembimbing 1, pembimbing 2, dan kepala program studi). 4. Lembar Pernyataan Lembar pernyataan berisikan pernyataan dari mahasiswa atas keaslian (orisinalitas) atas skripsi yang dibuatnya, dan bersedia menanggung segala risiko jika di kemudian hari skripsi yang dibuatnya adalah palsu atau plagiat. Dalam lembar pernyataan juga dibubuhi dengan tanda tangan di atas meterai Rp 10.000. 5. Abstrak Abstrak berisi nama mahasiswa, nomor mahasiswa (NPM), judul penelitian, ‘skripsi’, fakultas, program studi, ‘Unindra’, bulan dan tahun, jumlah halaman, kata kunci, tujuan penelitian, metode penelitian, hasil penelitian, daftar pustaka (jumlah buku, jurnal, skripsi, website, dsb), pembimbing materi dan pembimbing teknik.
Pedoman Penulisan Skripsi 51 6. Moto Moto berisi pedoman, kata mutiara, kutipan, Ayat Suci, dan sebagainya, yang diyakini oleh penulis. 7. Prakata Prakata atau kata pengantar berisi ucapan puji syukur kepada Tuhan YME, judul penelitian, maksud tujuan, dan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang memiliki andil dalam penelitian dan penulisan laporan hasil penelitian. 8. Daftar Tabel Jika terdapat tabel, perlu adanya daftar tabel yang memuat urutan nomor dan judul tabel disertai dengan nomor halamannya. 9. Daftar Gambar Jika terdapat gambar, perlu adanya daftar gambar yang memuat urutan nomor dan judul gambar disertai dengan nomor halamannya. 10. Daftar Istilah (Penelitian Kesejarahan) Pada penelitian kesejarahan wajib membuat daftar istilah pada setiap istilah yang digunakan. 11. Daftar Singkatan (Penelitian Kesejarahan) Pada penelitian kesejarahan wajib membuat daftar singkatan pada setiap istilah yang digunakan. 12. Daftar Lampiran Daftar lampiran berisi berbagai data yang mendukung penulisan skripsi, seperti foto, dokumen, peta, majalah/koran, transkrip wawancara sumber (kesejarahan) RPP, Silabus/CP, ATP, Modul Ajar, sebaran data penelitian
Pedoman Penulisan Skripsi 52 (kuantitatif), hasil wawancara dan koding (kualitatif), surat izin penelitian dan surat telah melakukan penelitian (kuantitafi dan kualitatif). 13. Daftar Isi Memberikan gambaran secara menyeluruh tentang skripsi serta petunjuk, seperti bab atau subbab yang disertai dengan nomor halaman. B. Bagian Isi Skripsi 1. Skripsi Kesejarahan a. BAB I PENDAHULUAN 1) Latar Belakang Penelitian 2) Rumusan Masalah 3) Tujuan Penelitian a) Tujuan Umum b) Tujuan Khusus 4) Manfaat Penelitian a) Manfaat Teoritis b) Manfaat Praktis 5) Ruang Lingkup Penelitian 6) Metode Penelitian 7) Kajian Pustaka 8) Historiografi yang Relevan 9) Sistematika Penulisan b. BAB II Pembahasan bagian awal penulisan pembahasan penelitian yang menjawab rumusan masalah pertama yang dibuat oleh penulis/peneliti.
Pedoman Penulisan Skripsi 53 c. BAB III Pembahasan bagian berikutnya penulisan pembahasan penelitian yang menjawab rumusan masalah kedua yang dibuat oleh penulis/peneliti. d. BAB IV Pembahasan bagian akhir penulisan pembahasan penelitian yang menjawab rumusan masalah kedua yang dibuat oleh penulis/peneliti. e. BAB V PENUTUP 1) Simpulan 2) Saran f. DAFTAR PUSTAKA g. LAMPIRAN 2. Skripsi Kuantitatif a. BAB I PENDAHULUAN 1) Latar Belakang Penelitian 2) Identifikasi Masalah 3) Batasan Masalah 4) Rumusan masalah 5) Tujuan Penelitian a) Tujuan Umum b) Tujuan Khusus 6) Manfaat Penelitian a) Manfaat Teoritis b) Manfaat Praktis 7) Sistematika Penulisan b. BAB II LANDASAN TEORI, PENELITIAN RELEVAN, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN
Pedoman Penulisan Skripsi 54 1) Landasan Teori a) Variabel Terikat (Dependent Variabel) atau Variabel Y b) Variabel Bebas (Independent Variabel) atau Variabel X 2) Penelitian yang Relevan 3) Kerangka Berpikir 4) Hipotesis Penelitian c. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1) Waktu dan Tempat Penelitian a) Waktu Penelitian b) Tempat Penelitian 2) Metode penelitian 3) Teknik Pengumpulan Data 4) Populasi, Sampling dan Sampel 5) Instrumen Penelitian a) Instrumen Variabel Terikat 1. Definisi Konseptual a. Definisi Operasional b. Kisi-kisi Instrumen b) Instrumen Variabel Bebas 1. Definisi Konseptual 2. Definisi Operasional 3. Kisi-kisi Instrumen 6) Uji Validitas dan Reliabilitas a) Uji Validitas b) Uji Reliabilitas 7) Tekhnik Analisis Data
Pedoman Penulisan Skripsi 55 a) Uji Frekuensi b) Analisis Regresi Linear Sederhana c) Koefisien Korelasi d) Koefisien Determinasi e) Hipotesis Statistika d. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN 1) Deskripsi Tempat Penelitian 2) Hasil Penelitian a) Deskripsi Data Penelitian b) Uji Persyaratan Analisis c) Hasil Pengujian Hipotesis 3) Pembahasan Penelitian e. BAB V PENUTUP 1) Simpulan 2) Saran f. DAFTAR PUSTAKA g. LAMPIRAN 3. Skripsi Kualitatif a. BAB I PENDAHULUAN 1) Latar Belakang Penelitian 2) Identifikasi Masalah 3) Batasan Masalah 4) Rumusan Masalah 5) Tujuan Penelitian a) Tujuan Umum b) Tujuan Khusus 6) Manfaat Penelitian
Pedoman Penulisan Skripsi 56 a) Manfaat Teoritis b) Manfaat Praktis 7) Sistematika Penulisan b. BAB II LANDASAN TEORI, PENELITIAN RELEVAN DAN KERANGKA BERPIKIR 1) Landasan Teori 2) Penelitian Yang Relevan 3) Kerangka Berpikir c. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1) Waktu dan Tempat Penelitian 2) Metode Penelitian 3) Sumber Data 4) Teknik Pengumpulan Data 5) Instrumen Penelitian 6) Teknik Analisis Data d. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN 1) Hasil Penelitian 2) Pembahasan Penelitian e. BAB V PENUTUP 1) Simpulan 2) Saran f. DAFTAR PUSTAKA g. LAMPIRAN C. Bagian Akhir Skripsi 1. Daftar Pustaka 2. Lampiran 3. Daftar Riwayat Hidup
Pedoman Penulisan Skripsi 57 BAB III PEDOMAN TEKNIS PENULISAN SKRIPSI A. Jenis Kertas Jenis kertas yang digunakan dalam penulisan skripsi adalah kertas jenis HVS putih 80 miligram berukuran A4 (21 cm. x 29,7 cm.). Adapun setelah selesai pemberkasan, skripsi wajib dibuat dalam bentuk hard cover berwarna biru dongker dan pembatas yang disesuaikan dengan Program studi masingmasing. B. Margin Pengetikan dilakukan hanya dalam satu wajah kertas dan tidak bolak-balik, menggunakan pias atau margin standar sebagai berikut: 1. Batas (pias) atas 4 cm 2. Batas (pias) kiri 4 cm 3. Batas (pias) kanan 3 cm 4. Batas (pias) bawah 3 cm C. Jenis Huruf, Ukuran Huruf, dan Spasi Secara keseluruhan jenis huruf yang digunakan adalah Times New Roman dengan spasi double (2.0) after before 0 dan dilengkapi dengan ketentuan sebagai berikut. 1. Untuk judul di cover dan bab menggunakan huruf kapital dan cetak tebal secara keseluruhan, kecuali yang
Pedoman Penulisan Skripsi 58 menggunakan penjelasan tambahan menggunakan tanda kurung. 2. Ukuran huruf untuk judul di cover adalah 14 sementara lainnya adalah 12 dengan spasi single (1.0) after before 0. 3. Ukuran huruf untuk tabel, keterangan gambar, dan rumus adalah 10 dengan spasi single (1.0) after before 0. 4. Penulisan bahasa asing dan daerah menggunakan cetak miring. 5. Penggunaan jenis huruf lain digunakan untuk bagian isi dari Moto. D. Format Halaman Format halaman dalam skripsi Kesejarahan, kuantitatif, dan kualitatif Program studi Pendidikan Sejarah mengikuti ketentuan sebagai berikut. 1. Batas minimal halaman penulisan skripsi dari BAB I sampai BAB V sebanyak 60 halaman. 2. Penomoran halaman menggunakan penomoran angka Romawi (i. ii, iii, dst.) untuk bagian awal, dan angka Arab (1, 2, 3, 4, 5, dst.) untuk bagian isi. 3. Untuk di luar lembar persetujuan sampai BAB V, tidak perlu menggunakan nomor halaman. 4. Penomoran halaman bagian awal sebelum BAB I berada di tengah bawah. 5. Penomoran halaman setiap bab (BAB I, BAB II, BAB III, dst.) berada di tengah bawah. 6. Penomoran setelah halaman penanda bab berada di kanan atas.
Pedoman Penulisan Skripsi 59 7. Penanda paragraf dalam teks ditulis menjorok ke dalam berjarak 1,5 cm (tujuh ketukan) dari batas margin kiri. 8. Tidak ada ruang sisa di setiap halaman kertas. E. Penomoran Subbab Penomoran subbab dalam skripsi skripsi Kesejarahan, kuantitatif, dan kualitatif Program studi Pendidikan Sejarah berdasarkan ketentuan berikut. 1. Penulisan penomoran subbab secara urutan dimulai dari huruf alfabet kapital (A, B, C, D, dst.), yang berikutnya diikuti urutan 1, a, 1), a), (1), (a). 2. Tampilan penomoran subbab harus sejajar dengan batas kiri kalimat di atasnya. 3. Cetak tebal penomoran subbab hanya sampai bagian subbab menggunakan angka. 4. Semakin banyak subbab, semakin menjorok ke dalam menyesuaikan dengan letak subbab di atasnya. F. Kutipan Dalam penulisan kutipan, skripsi Kesejarahan, kuantitatif, dan kualitatif Program studi Pendidikan Sejarah menggunakan dua jenis kutipan, yaitu kutipan secara langsung dan kutipan tidak langsung yang dijelaskan sebagai berikut. 1. Kutipan Langsung Kutipan langsung dapat didefinisikan sebagai cara mengutip kalimat tanpa melakukan perubahan terhadap bentuk asli dari sumbernya. Sederhananya, kutipan langsung memiliki bentuk yang sama persis dengan bentuk
Pedoman Penulisan Skripsi 60 aslinya. Jadi, disini yaitu sesuai atau persis dengan aslinya. Kutipan langsung yang digunakan dalam skripsi dibagi ke dalam dua jenis. a. Kutipan langsung panjang 1) kutipan langsung panjang harus melebihi 40 kata. 2) kutipan langsung panjang harus melebihi 4 baris. 3) Teks memakai spasi atau jarak pada antar baris lebih dipisahkan dari teks. 4) Teks dapat diberikan jarak yang rapat antara baris pada kutipan. 5) Teks dapat diapit dengan menggunakan tanda kutip, tetapi boleh juga tidak diapit tanda kutip. Gambar kutipan langsung panjang b. Kutipan langsung pendek 1) Bergabung langsung dengan teks 2) Jarak antara baris sama dengan teks 3) Diapit dengan tanda kutip 4) Kutipan tidak melebihi empat baris dan 40 kata.
Pedoman Penulisan Skripsi 61 Gambar kutipan langsung pendek 2. Kutipan tidak langsung kutipan tidak langsung dapat dipahami sebagai jenis kutipan yang menggunakan kalimat kembali dengan cara meringkas kalimat atau melakukan pengubahan secara bahasa dari sumber aslinya, tetapi tidak mengubah makna asli dari kutipan yang asli. Ketentuan kutipan tidak langsung sebagai berikut: a. Mengalami suatu perubahan yang jelas pada kalimat teks yang dikutip. b. Ide pikiran atau pendapat yang dikutip tidak mengalami perubahan. c. Dijabarkan sesuai pemahaman penulis terhadap teori atau kalimat yang ingin dikutip. d. Tidak ada nomor kutipan tanpa tanda petik dua di akhir kalimat.
Pedoman Penulisan Skripsi 62 Gambar kutipan tidak langsung G. Catatan Pustaka Penulisan catatan pustaka skripsi Kesejarahan, kuantitatif, dan kualitatif Program Studi Pendidikan Sejarah mengikuti ketentuan sebagai berikut. 1. Catatan pustaka yang digunakan adalah catatan tubuh (bodynote). 2. Setiap kutipan yang digunakan, dituliskan catatan pustaka bodynote. 3. Bodynote terdiri dari nama akhir penulis, tahun penerbitan, dan halaman referensi (opsional). Jika tidak ada nama penulis dan dibuat oleh sebuah lembaga, maka dituliskan nama lembaga. 4. Penulisan bodynote mengikuti contoh di bawah ini. a. Semua unsur diletakkan di dalam kurung. Contoh:
Pedoman Penulisan Skripsi 63 1) Menyusun perencanaan menjadi hal penting dalam melaksanakan kegiatan apapun (Reni, 1993). 2) Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2017: 2). b. Unsur selain nama diapit tanda kurung. Contoh: 1) Menurut Sugiyono (2017:2), “Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.” 5. Penulisan bodynote bisa menggunakan aplikasi Mendeley (diutamakan) atau menggunakan cara manual. 6. Penulisan bodynote harus secara konsisten ditempatkan di depan kalimat yang dikutip, atau di belakang kalimat yang dikutip. H. Daftar Pustaka Daftar pustaka yang digunakan dalam panduan ini menggunakan gaya penulisan American Psychological Association (APA) edisi ketujuh dengan ketentuan sebagai berikut. 1. Penulis multipel, artinya aturan untuk penulisan nama penulis dalam daftar pustaka APA Style pada referensi yang ditulis dua penulis atau lebih. Ada ketentuan, yaitu: a. Jika hanya dua sampai tiga penulis, maka semua nama dicantumkan dan dibalik. b. Lebih dari tiga penulis, hanya mencantumkan nama penulis pertama diikuti keterangan dkk. atau et al.
Pedoman Penulisan Skripsi 64 c. Nama penulis disingkat dan dibalik (Nama belakang, awal, dan tengah), terkecuali untuk nama Tionghoa. d. Jika memiliki gelar akademik, maka tidak disertakan. 2. Tempat atau kota terbit tidak perlu lagi dicantumkan dalam daftar pustaka. 3. Mencantumkan nomor terbitan dalam tanda kurung segera setelah nomor volume, untuk semua jurnal yang memiliki nomor terbitan. 4. Disertakan DOI (Digital Object Identifier atau Pengenal Objek Digital) untuk artikel jurnal digital. 5. Referensi artikel online tidak perlu menyertakan kata “Diambil dari” sebelum URL. 6. Untuk karya elektronik yang tidak memiliki DOI atau URL tautan langsung, referensi harus sama dengan referensi karya versi cetak. Berikut contoh penulisan daftar pustaka gaya selingkung APA: 1. Buku Penulis. (Tahun). Judul buku (Edisi). Penerbit. Ali, R.M. (1963). Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia. Bharatara. 2. Buku yang diedit editor Nama editor (Eds). (Tahun). Judul Buku. Penerbit. Friedman, S. & Wachs, T.D. (Eds). (1999). Measuring Environment Across The Lifespan: Emerging Methods and The Concepts. American Psychology Association. 3. Artikel jurnal dengan DOI, volume, dan isu
Pedoman Penulisan Skripsi 65 Penulis. (Tahun). Judul artikel jurnal. Nama Redaksi Jurnal, Volume(Issue), Halaman. DOI / URL Artikel Jurnal. Gazali. (2016). Hubungan Umara dan Ulama dalam Membentuk Kehidupan Sosio-Religius di Aceh Darussalam Masa Sultan Iskandar Muda. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, Vol,16(No. 2). https://ejournal.balitbangham.go.id/index.php/dejur e/article/view/55. 4. Artikel jurnal dengan DOI, tanpa volume, dan isu Penulis. (Tahun). Judul. DOI/URL. Gazali. (2016). Hubungan Umara dan Ulama dalam Membentuk Kehidupan Sosio-Religius di Aceh Darussalam Masa Sultan Iskandar Muda. Jurnal Penelitian Hukum De Jure. https://ejournal.balitbangham.go.id/index.php/dejur e/article/view/55. 5. Artikel jurnal dalam proses terbit Penulis. (dalam proses terbit). Judul. Nama Jurnal/Majalah. Gazali. (2016). Hubungan Umara dan Ulama dalam Membentuk Kehidupan Sosio-Religius di Aceh Darussalam Masa Sultan Iskandar Muda. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, Vol,16(No. 2). https://ejournal.balitbangham.go.id/index.php/dejur e/article/view/55. 6. Artikel jurnal tanpa DOI (hanya URL) Nama penulis. (tahun). Judul. Nama jurnal, volume (isu), halaman. URL. Gazali. (2016). Hubungan Umara dan Ulama dalam Membentuk Kehidupan Sosio-Religius di Aceh Darussalam Masa Sultan Iskandar Muda. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, Vol,16(No. 2). https://ejournal.balitbangham.go.id/index.php/dejur e/article/view/55.
Pedoman Penulisan Skripsi 66 7. Website Penulis (Tahun, Bulan Tanggal). Judul halaman artikel online. URL Pintek. (2021, Juni 17). Apa itu psikologi pendidikan, contoh dan tujuannya? Berikut pembahasan lengkapnya. https://pintek.id/blog/psikologipendidikan/ 8. Skripsi, tesis, disertasi Penulis.(tahun). Judul. skripsi/tesis/disertasi. Diterbitkan/tidak diterbitkan. Fakultas. Universitas. Myeisha, A. N. (2020) Kebijakan Gunting Syafruddin Dan Dampak Sosial Ekonomi Terhadap Masyarakat Indonesia: Sebuah Analisis Berita Koran-Koran (MaretAgustus 1950). Skripsi: Universitas Andalas. 9. Arsip Lembaga Arsip. Judul dan tahun. ANRI. Staatsblad No. 203 tahun 1933. 10. Surat kabar sezaman Nama surat kabar. Tanggal dan tahun terbit. Tjahaja. 23 Agustus 1945. 11. Majalah Pengarang. (Tanggal Terbit Lengkap). Judul artikel majalah. Judul Majalah, volume(nomor), halaman. URL DOI/URL. 12. Surat kabar/koran Penulis. (Tanggal Terbit Lengkap). Judul artikel. Judul Koran, halaman.
Pedoman Penulisan Skripsi 67 13. Berita online Penulis. (Tanggal Terbit Lengkap). Judul artikel. Penerbit. URL. 14. Youtube Pembicara. (tanggal/bulan/tahun). Judul (video). Nama kanal. URL. 15. Wawancara Narasumber. (tanggal/bulan/tahun). Judul wawancara. Tempat wawancara. I. Tabel dan Gambar Penulisan tabel dan gambar skripsi Kesejarahan, kuantitatif, dan kualitatif Program studi Pendidikan Sejarah mengikuti ketentuan sebagai berikut. A. Tabel: 1. Nomor tabel diakhiri dengan titik, kemudian diikuti dengan judul; yang ditempatkan di atas tabel tanpa diakhiri titik menyesuaikan dengan penempatan bab penulisan. 2. Tabel tidak boleh dipenggal, disesuaikan dengan batas kertas. 3. Tabel dibuat simetris. 4. Penulisan huruf tabel menggunakan Times New Roman, dengan ukuran huruf 10. 5. Tabel tidak diperbolehkan terlalu besar dan terlalu kecil.
Pedoman Penulisan Skripsi 68 Tabel 4.1. Contoh Tabel No. Status Jumlah 1. PNS 48 Orang 2. CPNS 1 Orang 3. Tenaga Kontrak (UMP) 19 Orang 4. Guru Honor 3 Orang B. Gambar: 1. Bagan, grafik, peta, atau foto disebut sebagai sebuah gambar. 2. Nomor gambar diakhiri dengan titik, kemudian diikuti dengan judul ditempatkan di bawah tanpa diakhiri tanda titik. 3. Gambar tidak diperbolehkan dipenggal. 4. Ukuran gambar disesuaikan tidak terlalu besar dan terlalu kecil. 5. Gambar ditempatkan terpisah dari teks dan di posisi tengah (center). Gambar 4.1. Contoh Gambar
Pedoman Penulisan Skripsi 69 BAB IV ATURAN PENYUSUNAN SKRIPSI A. Skripsi Kesejarahan Skripsi kesejarahan merupakan salah satu jenis skripsi yang terdapat pada program studi Pendidikan Sejarah Universitas Indraprasta PGRI. Pada skripsi kesejarahan mahasiswa diperkenankan untuk melakukan penelitian sesuai dengan berbagai tema sejarah yang diminati. Akan tetapi dalam penyusunannya skripsi kesejarahan memiliki langkah-langkah yang berbeda dengan jenis skripsi kuantitatif atau kualitatif. Adapun penjelasan mengenai langkah-langkah dalam penyusunan skripsi kesejarahan dan sumber yang digunakannya dapat dilihat di bawah ini. 1. Langkah-langkah Penyusunan Skripsi Kesejarahan Penyusunan skripsi kesejarahan menggunakan metodologi penelitian historis. Metode historis merupakan metode penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data, menafsirkan gejala peristiwa di masa lalu yang menggambarkan secara kritis seluruh kebenaran kejadian atau fakta (Winarno, 2004). Secara ringkas penelitian historis memiliki langkah-langkah sebagai berikut. a) Pencarian sumber-sumber sejarah sebagai pendukung penelitian. Sumber sejarah yang dimaksud dalam penelitian historis ialah sumber sejarah primer (sezaman) dan sekunder (pendukung). Pencarian
Pedoman Penulisan Skripsi 70 terhadap sumber sejarah dalam penelitian sejarah merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan. Sumber sejarah tersebut digunakan untuk membuktikan kebenaran atas suatu peristiwa, penguatan suatu argumentasi atau hipotesis (dugaan) penelitian. b) Langkah berikutnya adalah verifikasi terhadap sumber yang telah ditemukan. Verifikasi dilakukan untuk menilai kebenaran di dalam sumber yang ditemukan. Terdapat dua tahap verifikasi sumber, yaitu eksternal dan internal. Kritik eksternal bertujuan untuk memeriksa keaslian data (Tarjo, 2019). Kritik internal bertujuan untuk melihat kesesuaian isi sumber dengan kenyataan sejarah yang mencangkup isi, bahasa yang digunakan, tata bahasa, situasi penulisan dokumen, gaya penulisan, ide, dan lain-lain (Gainau, 2021). c) Dua langkah terakhir dari metode penelitian sejarah adalah interpretasi dan historiografi. Interpretasi merupakan penafsiran yang dilakukan oleh peneliti terhadap sumber yang sebelumnya telah diverifikasi. Hasil interpretasi yang kemudian dituliskan (historiografi) oleh peneliti sebagai laporan atau hasil penelitian. 2. Sumber yang Digunakan Dalam menyusun skripsi kesejarahan diperlukan pelbagai sumber yang digunakan sebagai bahan rujukan, maupun pendukung atas hipotesis penelitian yang dibuat oleh peneliti. Pada penelitian kesejarahan sumber terbagi
Pedoman Penulisan Skripsi 71 ke dalam dua jenis, yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer atau sumber sezaman merupakan sumber yang paling penting dalam penelitian kesejarahan. Tanpa adanya sumber primer penelitian sejarah tidak dapat dibuktikan. Menurut sumber primer adalah kesaksian daripada seorang saksi dengan mata kepalanya sendiri atau saksi dengan pancaindera yang lain, atau dengan alat mekanis seperti diktafon, yakni orang atau alat yang hadir pada peristiwa diceritakannya (Gottschalk, 1986). Bentuk sumber primer antara lain, dokumen sezaman, peta sezaman majalah/surat kabar sezaman, foto/rekaman suara sezaman, cerita pelaku/saksi sezaman, dan lain-lain. Sementara itu, sumber sekunder merupakan kebalikan dari sumber primer dimana sumber sekunder bukan merupakan sumber sezaman, yang merupakan penguat dari sumber primer. Contoh sumber sekunder, seperti buku teks, pandangan para ahli sejarah, majalah/surat kabar yang terbit jauh setelah peristiwa dan penjabaran/cerita orang ketiga yang bukan saksi/pelaku langsung. B. Skripsi Kuantitatif Skripsi kuantitatif merupakan salah satu jenis kripsi yang terdapat pada Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Indraprasta PGRI. Pada penelitian skripsi kuantitatif mahasiswa dapat melakukan penelitian seputar fenomena atau permasalahan yang ada dalam pendidikan dan pembelajaran sejarah. Secara umum bagian metode penelitian kuantitatif
Pedoman Penulisan Skripsi 72 berisi sub-bab: (1) pendekatan dan jenis penelitian, (2) populasi dan sampel, (3) instrumen penelitian, (4) teknik pengumpulan data, dan (5) analisis data (Wahidmurni, 2017). Penelitian kuantitatif bertujuan untuk menjelaskan ada atau tidaknya hubungan antara variabel. Hal ini sesuai dengan pendapat Creswell (2014) yang menyatakan penelitian kuantitatif merupakan pendekatan untuk menguji teori objektif dengan menguji hubungan antar variabel. Pada tingkat S1 skripsi kuantitatif hanya menggunakan dua variabel, yaitu satu variabel bebas dan satu variabel tertikat. 1. Langkah-langkah Penelitian Kuantitatif Tahapan penelitian skripsi kuantitatif dapat dilihat dalam bagan berikut: Gambar langkah-langkah penelitian kuantitatif a) Penentuan Rancangan Penelitian
Pedoman Penulisan Skripsi 73 Penentuan rancangan penelitian merupakan langkah awal dari sebuah penelitian. Pada penelitian kuantitatif rancangan penelitian meliputi, pemilihan topik penelitian, pemilihan variabel, penetapan metode penelitian, perumusan instrumen penelitian, pengolahan data peneltian dan penulisan laporan penelitian. b) Penentuan Variabel Penelitian Dalam penelitian kuantitatif atau kualitatif pemilihan variabel penelitian akan mempengaruhi penelitian. Variabel penelitian merupakan sesuatu yang menjadi objek pengamatan penelitian, atau apa yang menjadi perhatian penelitian, yang selanjutnya akan dijadikan objek dalam menentukan tujuan penelitian (Deni Darmawan, 2016). Variabel penelitian pada dasarnya adalah objek penelitian atau segala sesuatu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi. Pada penelitian kuantitatif setidaknya harus terdapat dua variabel, yakni variabel independen (bebas) dan variabel dependen (terikat). Variabel independen (bebas) merupakan variabel yang mempengaruhi variabel dependen (terikat). Sedangkan variabel dependen (terikat) merupakan permasalahan yang akan diselesaikan oleh peneliti atau merupakan tujuan dari penelitian. Dalam penulisan skripsi kuantitatif setidaknya terdapat dua variabel, yaitu satu variabel independen (bebas) dan satu variabel
Pedoman Penulisan Skripsi 74 dependen (terikat). Dimana variabel independen (bebas) mempengaruhi variabel dependen (terikat). Gambar hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat c) Rumusan Masalah Rumusan masalah merupakan pertanyaan penelitian dalam bentuk rumusan mengenai bagaimana sebuah masalah akan dipecahkan melalui sebuah penelitian ilmiah (Darmawan, 2016). Perumusan dalam penelitian kuantitatif diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu 1) deksripsi yang mengkaji atau menyelidiki masalah; 2) relasional yang membandingkan keberadaan antarvariabel; dan 3) komparatif. Pada perumusan masalah deksripsi kata tanya yang digunakan seperti ‘apa’, ‘bagaimana’ atau ‘seberapa baik’. Pada perumusan masalah komparatif, kata tanya yang digunakan adalah ‘apakah’. d) Tujuan, Manfaat, dan Hipotesis Tujuan peneiltian merupakan fokus yang mengarahkan jalannya penelitian. Tujuan oenelitian yang baik memiliki kriteria, antara lain berhubungan Variabel Independen (X) Variabel Dependen (Y) Variabel Pengaruh Variabel Terpengaruh
Pedoman Penulisan Skripsi 75 erat dengan masalah penelitian; menunjukan bahwa masalah penelitian akan terjawab; dan sebaiknya dibuat seringkas mungkin dalam kalimat aktif (Sugiyono, 2012). Tujuan penelitian disusun atas dua bentuk, yaitu tujuan umum dan khusus. Tujuan umum bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja guru dalam mengajar. Tujuan khusus bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel. Selanjutnya ialah manfaat penelitian merupakan nilai guna dari penelitian yang dilakukan. Secara praktis, manfaat penelitian dapat dirumuskan ke dalam 3 kata kunci, yaitu “apa yang bisa dimanfaatkan”, “oleh siapa”, dan “untuk apa”. Dan terakhir ialah hipotesis yang merupakan dugaan atau jawaban sementara terhadap permasalahan yang sedang dihadapi. Menurut Arikunto (2013) sebuah hipotesis setidaknya harus memenuhi hal-hal, antara lain a) relevansi yang berarti hipotesis harus sesuai dengan fakta yang akan diteliti; b) Testibilitas yang berarti hiporsisi memungkinkan untuk diobservasi dan dapat diukur; c) kompatibel yang berarti hipotesis harus konsisten dengan hipotesa di lapangan yang sama dan telah teruji kebenarannya; dan d) prektif yang berarti hipotesis mengandung daya ‘ramal’ apa yang akan terjadi atau ditemukan. e) Studi/Tinjauan Pustaka
Pedoman Penulisan Skripsi 76 Di dalam penelitian kuantitatif atau kualitatif diperlukan studi/tinjauan pustaka. Dalam kerangka sistematika penulisan penelitian kuantitatif atau kualitatif studi/tinjauan pustaka terdapat di dalam bagian landasan teori. Studi/tinjauan pustaka bertujuan untuk mencari teori yang akan digunakan oleh peneliti sebagai landasan dalam penelitian dan untuk mengembangkan berbagai hipotesis, yang pada akhirnya akan ditemukan suatu pegembangan teori baru. Pembuatan studi/tinjauan pustaka harus didasari pada beberapa hal berikut (Darmawan, 2016): 1) Konsep: sejumlah pengertian atau karakteristik yang dikaitkan dengan peristiwa, objek, kondisi, situasi dan perilaku tertentu. 2) Konstruk: Jenis konsep tertentu yang berada dalam tingkatan abstraksi yang lebih tinggi daripada konsep dan diciptakan untuk tujuan teoritis tertentu. 3) Proposisi: pernyataan yang berkaitan dengan hubungan antara konsep-konsep yang ada. Untuk membuat studi/tinjauan pustaka yang baik dilakukan dengan langkah-langkah berikut: 1) Cari jenis literatur yang sesuai. Literatur yang sesuai adalah literatur yang dapat membantu peneliti menjelaskan teori yang sesuai dengan fenomena yang akan dianalisis peneliti. Contoh literatur yang dimaksud dapat berupa buku.
Pedoman Penulisan Skripsi 77 2) Cari naskah dari publikasi yang sesuai dengan bidang yang sedang penliti lakukan. Dari naskah yang dipublikasi peneliti juga dapat melihat sumber rujukan yang digunakan di dalam penelitian. 3) Cari naskah dengan kesamaan variabel yang diteliti. Dari variabel yang sama dengan penelitian yang akan dilakukan, peneliti akan terbantu dalam melakukan tracer pustaka. f) Penentuan Populasi, Sampel dan Teknik Sampling Pada penelitian kuantitatif pengambilan data dalam penelitian terdapat beberapa definisi yang berkaitan, antara lain populasi, sampel dan sampling. Populasi merupakan keseluruhan individu atau objek yang diteliti, yang memiliki karakteristik, yang sama (Latipun, 2011:25). Menurut Azwar populasi didefinisikan sebagai kelompok subjek yang hendak dikenai generalisasi hasil peneliitan. Misalnya peneliti ingin mengetahui pengaruh metode pembelajaran terhadap hasil belajar peserta didik Kelas X IPA 1 di SMA Jakarta, maka populasinya adalah seluruh peserta didik Kelas X IPA yang terdaftar di SMA Jakarta. Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang akan diteliti (Suharsimi, 2014). Apabila subjek penelitian kurang dari 100 orang, maka lebih baik diambil semua, sedangkan untuk subjek yang lebih dari 100 orang, maka dapat diambil antara 10-15% atau 20- 25% (Suharsimi, 2006). Dengan meneliti sampel maka peneliti dapat menarik kesimpulan yang
Pedoman Penulisan Skripsi 78 menggeneralisasi untuk seluruh populasinya. Dalam pengambilan sampel diperlukan sebuah teknik sampling. Terdapat beberapa teknik sampling, namun dalam penelitian setaraf skripsi, teknik sampling yang biasa digunakan pertama ialah random sampling atau sampel acak, dimana peneliti memilih sampel secara sembarang. Dan kedua ialah purposive sampling atau sampel terencana, dimana peneliti memilih sampel secara terukur dan terencana dengan kriteria yang telah ditentukan. g) Pembuatan Instrumen Semua penelitian membutuhkan data untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan dalam rancangan penelitian tersebut. Pada umumnya untuk mengumpulkan data peneliti menggunakan instrumen. Menurut (Sappaile, 2007) instrumen merupakan suatu alat yang memenuhi persyaratan akademis sehingga dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengukur suatu objek ukur atau mengumpulkan data mengenai suatu variabel. Untuk penelitian kuantitatif instrumen yang biasa digunakan di antaranya, instrumen tes, instrumen inventori dan instrumen angket/kuisioner. Instrumen tes merupakan instrumen yang digunakan dalam penelitian pendidikan untuk mengukur hasil belajar peserta didik. Jenis tes yang digunakan untuk mengukur hasil belajar adalah tes nonpsikologis. Instrumen inventori merupakan instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur
Pedoman Penulisan Skripsi 79 karakteristik psikologis tertentu dari individu. Pada tes inventori, individu tidak perlu melakukan persiapan terlebih dahulu. Instrumen angket atau kuisioner adalah sejumlah pertanyaan yang tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti tentang laporan pribadinya atau hal lain yang ia ketahui. 2. Sumber yang Digunakan Setiap penelitian membutuhkan berbagai sumber untuk bahan penunjang maupun rujukan. Dalam penelitian sumber digunakan untuk menjelaskan landasan teori, ataupun membandingkan penelitian yang akan dilaksanakan dengan penelitian yang terdahulu. Pada penelitian kuantitatif dan kualitatif, sumber-sumber yang diperlukan seperti buku, penelitian terdahulu atau artikel yang telah terpublikasi. Sumber buku yang dimaksud ialah buku yang berisi mengenai teori-teori yang menunjang penelitian atau variabel yang sedang diteliti. Seperti buku-buku yang membahas mengenai metode penelitian kuantitatif dan kualitatif, karya Prof. Dr. Suharsimi Arikunto, Prof. Dr. Sugiyono, Prof. Dr. Emzir, Julia Brannen, atau John W. Creswell. Sedangkan penelitian terdahulu, seperti skripsi, tesis atau disertasis yang membahas variabel yang sedang diteliti. Untuk artikel yang telah dipublikasi merupakan artikel-artikel membahas variabel yang sama, yang telah dipublikasikan di jurnal-jurnal terakreditasi nasional dan internasional. Pada penelitian
Pedoman Penulisan Skripsi 80 kuantitatif dan kualitatif sumber yang digunakan sebaiknya 10 tahun ke belakang. Hal ini agar peneliti menggunakan hasil penelitian yang masih terbarukan. C. Skripsi Kualitatif Skripsi kualitatif merupakan salah satu jenis kripsi yang terdapat pada program studi Pendidikan Sejarah Universitas Indraprasta PGRI. Sama dengan penelitian skripsi kuantitatif, pada penelitian skripsi kualitatif mahasiswa juga dapat melakukan penelitian seputar fenomena atau permasalahan yang ada dalam pendidikan dan pembelajaran sejarah. Akan tetapi, pada penelitian skripsi kualitatif tidak mencari hubungan atau pengaruh antar variabel melalui pengumpulan data secara numerik melalui instrumen penelitian (tes/inventori/angket/survei) seperti penelitian kuantitatif. Menurut Kirk & Miller dalam (Nasution, 1988) penelitian kualitatif merupakan tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kekhasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya. Penelitian kualitatif lebih menekankan analisisnya pada proses penyimpulan deduktif dan induktif serta pada analisis terhadap dinamika hubungan antar fenomena yang diamati, dengan menggunakan logika. 1. Langkah-langkah Penlitian Kualitatif Adapun langkah-langkah penelitian menurut (Sudjana, 2001) sebagai berikut:
Pedoman Penulisan Skripsi 81 Gambar langkah-langkah penelitian kualitatif a) Rumusan masalah Rumusan masalah adalah tulisan singkat yang berisi pertanyaan tentang topik diangkat oleh penulis. Jadi, rumusan masalah memuat pertanyaan yang hendak dijawab oleh penulis melalui karya tulis ilmiahnya. Kata tanya yang dipakai oleh penulis dalam membuat rumusan masalah biasanya adalah mengapa, bagaimana, dan apa. b) Idenfitikasi Masalah Suatu masalah merupakan masalah merupakan suatu keadaan yang menyebabkan seseorang bertanya-tanya, berpikir, dan berupaya menemukan kebenaran yang ada. Fenomena masalah tersebut terjadi karena adanya sesuatu yang diharapkan, dipikirkan, dirasakan, tidak sama dan kenyataan, sehingga timbul pertanyaan yang menantang untuk ditemukan jawabannya. c) Pembatasaan Masalah
Pedoman Penulisan Skripsi 82 Pembatasan masalah dalam penelitian kualitatif sering disebut sebagai fokus penelitian. Sejumlah masalah yang diidentifikasi perlu direduksi atau dikaji. Pembatasan masalah merupakan langkah penting dalam menentukan kegiatan penelitian. Meskipun demikian, pembatasan masalah penelitian kualitatif tidaklah bersifat kaku. d) Penetapan Fokus Penelitian Penetapan fokus berarti menetapkan kriteria data penelitian. Dengan pedoman fokus masalah seorang peneliti dapat menepatkan data yang harus dicari. Sebagai catatan bahwa dalam penelitian kualitatif dapat terjadi penetapan fokus penelitian baru dilakukan dan dipastikan pada saat peneliti berada di lapangan. e) Pengumpulan Data Pada tahap ini yang harus disediakan oleh peneliti antara lain rancangan atau skenario penelitian, memilih dan menetapkan setting (latar penelitian), mengurus perizinan, memilih dan menetapkan informasi (sumber data), menetapkan strategi dan teknik pengumpulan data, serta menyiapkan sarana dan prasarana penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi, wawancara atau pengamatan. f) Pengolahan dan Pemaknaan Data Pada penelitian kualitatif, pengolahan data dan pemaknaan data dilakukan setelah data terkumpul
Pedoman Penulisan Skripsi 83 atau kegiatan pengumpulan di lapangan dinyatakan selesai. Pengolahan data meliputi pengolahan dan pemaknaan data dimulai sejak peneliti memasuki lapangan. Selanjutnya, hal yang sama dilakukan secara kontinu, saat pengumpulan sampai akhir kegiatan pengumpulan data secara berulang, sampai data jenuh (tidak diperoleh lagi informasi baru). g) Pemunculan Teori Peran teori dalam penelitian kualitatif berbeda dengan kuantitatif. Teori dalam penelitian kualitatif tidak dimanfaatkan untuk membangun kerangka pikir dalam menyusun hipotesis. Teori berfungsi sebagai alat dan berfungsi sebagai fungsi tujuan. Teori sebagai alat dimaksudkan, bahwa teori yang ada dapat melengkapi dan menyediakan keterangan terhadap fenomena yang ditemui. Teori sebagai tujuan mengandung makna bahwa temuan penelitian dapat dijadikan suatu teori baru. h) Pelaporan Hasil Penelitian Laporan hasil penelitian merupakan bentuk pertanggung jawaban peneliti setelah penleitian dinyatakan selesai. Pelaporan hasil penelitian secara tertulis. Menurut (Sukardi, 2003) memiliki nilai guna setidaknya dalam empat hal, antara lain (1) sebagai kelengkapan proses penelitian yang harus dipenuhi oleh para peneliti dalam setiap kegiatan penelitian; (2) sebagai hasil nyata peneliti dalam merealisasi kajian ilmiah. (3) sebagai dokumen autentik suatu kegiatan
Pedoman Penulisan Skripsi 84 ilmiah yang dapat dikomunikasikan kepada masyarakat ataupun sesame peneliti. (4) sebagai hasil karya nyata yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan bergantung pada kepentingan peneliti. 2. Sumber yang Digunakan Tidak berbeda dengan penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif menggunakan sumber-sumber yang berfungsi sebagai bahan rujukan dalam penelitian, guna menjelaskan landasan teori ataupun membandingkan dengan penelitian terdahulu. Sumber-sumber yang digunakan, antara lain bukubuku yang berisi teori-teori yang menunjang variabel dalam penleitian, penelitian terdahulu, seperti skripsi, tesis atau disertasi, serta penelitian yang telah terpublikasi pada jurnal ilmiah. Hal ini agar peneliti menggunakan hasil penelitian yang masih terbarukan.
Pedoman Penulisan Skripsi DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman, M. (1999). Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Rineka Cipta. Arifin, Z. (2009). Evaluasi pembelajaran (Vol. 8). Remaja Rosdakarya. Arikunto, S. (2006). Produser Penelitian. Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta. Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Basmatulhana, H. (2022). Ketahui Jenis-Jenis Sampling Agar Tak Salah saat Penelitian. Detik.Com. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6140687/ketahui-jenisjenis-sampling-agar-tak-salah-saat-penelitian Bogdan, R. C. (1982). Quantitative Research for Education. In Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory and Methods. Allyn & Bacon. Creswell, J. W. (2014). Penelitian Kualitatif & Desain Riset. Pustaka Pelajar. Daliman, A. (2012). Metode penelitian sejarah. Penerbit Ombak. Deni Darmawan. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif. www.rosda.co.id Dewi, D. A. N. N. (2018). Modul Uji Validitas Dan Hormonal. Universitas Diponegoro, October, 14. https://www.researchgate.net/publication/328600462 Edelweis Lararenjana. (2022). Contoh Kerangka Berpikir dan Pengertiannya, Penting Dipelajari. Merdeka.Com. https://www.merdeka.com/jatim/contoh-kerangka-berpikir-danpengertiannya-penting-dipelajari-kln.html Gainau, M. B. (2021). Pengantar Metode Penelitian. PT Kanisius. Gottschalk, L. (1986). Mengerti Sejarah diterjemahkan oleh Nugroho
Pedoman Penulisan Skripsi Notosusanto. Yayasan Penerbit UI. Iryana, R. K. (n.d.). Teknik Pengumpulan Data Metode Kualitatif. https://www.unhcr.org/publications/manuals/4d9352319/unhcrprotection-training-manual-european-border-entry-officials-2- legal.html?query=excom 1989 Jevi Nugraha. (2023). Contoh Landasan Teori dan Penjelasannya, Perlu Diketahui. Merdeka.Com. https://www.merdeka.com/jateng/contoh-landasan-teori-danpenjelasannya-perlu-diketahui-kln.html Jonathan Sarwono. (2006). Metode Penelitian; Kuantitatif dan Kualitatif. In Pertama (Ed.), Graha Ilmu. Graha Ilmu. Miftah, M. (2013). Fungsi, Dan Peran Media Pembelajaran Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Belajar Siswa. Jurnal Kwangsan, 1(2), 95. https://doi.org/10.31800/jurnalkwangsan.v1i2.7 Moleong, L. J. (2007). Metodologi penelitian kualitatif edisi revisi. Mu’awanah. (2011). Strategi Pembelajaran: Pedoman Untuk Guru Dan Calon Guru (Cetakan I). STAIN KEDIRI PRESS. Nasution, S. (1988). Metode penelitian naturalistik kualitatif. Tarsito. Nazir, M. (1988). MetodePenelitian. Ghalia Indonesia. Pratiwi, R. A. (2019). Penerapan metode ceramah dan diskusi selama pembelajaran online. Universitas Riau, 1–8. Purwanto, N. (2002). Psikologi Pendidikan. Rosadakarya. Sappaile, B. I. (2007). Konsep instrumen penelitian pendidikan. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 13(66), 1–7. Sari, P. L. P., & Putra, A. (2019). Analisis kesalahan membuat latar belakang masalah dalam penelitian kulaitatif pada mahasiswa FKIP Una. Seminar Nasional Multi Disiplin Ilmu Universitas Asahan. Semiawan, C. R. (2010). Metode penelitian kualitatif. Grasindo.
Pedoman Penulisan Skripsi Setiawan, N. (2015). Diklat Metodelogi Penelitian Sosial. Inspektorat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional Daftar, 25–28. http://pustaka.unpad.ac.id/wpcontent/uploads/2009/03/teknik_sampling1.pdf Sigarimbun, M., & Effendi, S. (1995). Metode Penelitian Survey. LP3ES. Sudjana, D. (2001). Metode dan teknik pembelajaran partisipatif. Falah Production. Sugiyono, D. (2007). Metode Penelitian Administrasi. Alfabeta. Sugiyono, D. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Sugiyono, M. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi. Alfabeta. Suharsimi, A. (2006). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta, 120–123. Suharsimi, A. (2014). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka cipta. Sukardi, H. M. (2003). Metodologi penelitian pendidikan: Kompetensi dan praktiknya. Bumi Aksara, 157. Sukmana, W. J. (2021). Metode Penelitian Sejarah (Metode Sejarah). Seri Publikasi Pembelajaran, 1(2), 1–4. Tarjo. (2019). Buku Metode Penelitian Sistem 3X Baca. Thalha Alhamid, B. A. (2019). RESUME: INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA. Wahidmurni, W. (2017). Pemaparan metode penelitian kualitatif. Winarno, S. (2004). Pengantar Penelitian Ilmiah, Dasar, Metode dan Teknik. Tarsito.
Pedoman Penulisan Skripsi Zuchri Abdussamad. (2021). Metode Penelitian Kualitatif (P. Rapanna (ed.); 1st ed.). CV. Syakir Media Press. Zulaicha, L. (2014). Metologi sejarah. 121.
Pedoman Penulisan Skripsi Lampiran 1. Lampiran II Contoh Cover
Pedoman Penulisan Skripsi 2. Lampiran II Contoh Lembar Persetujuan Ujian Skiripsi
Pedoman Penulisan Skripsi 3. Lampiran 3 Contoh Lembar Pernyataan
Pedoman Penulisan Skripsi 4. Lampiran 4 Contoh Kata Pengantar
Pedoman Penulisan Skripsi 5. Lampiran 5 Contoh Abstrak
Pedoman Penulisan Skripsi 6. Lampiran 6 Contoh Lembar Moto