The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by gedesugiyastika, 2022-04-06 06:35:58

BAHASA SANSKERTA 2

BAHASA SANSKERTA 2

1

2

Bahasa Sanskerta II

3

4

Bentuk Tetap (Indeclinable)

A. Adverbia

1. Bukan Untuk Pertanyaan
a : tanpa
atah / itah : dari sini
adya : hari ini
api : juga
adhunā : sekarang
na / nahi : tidak
iti / itham / evam : demikian
iha : di sini
eva : saja
iva : sebagai, seperti

5

Bentuk Tetap (Indeclinable)

tatra : di sana
tataḥ : karena itu
tada : maka
yadā : apabila
punar / punaḥ : lagi
yataḥ : darimana
yatra : dimana
yathā & tathā : bagaimana & begitu
sadā : selalu
sarvatra : dimana-mana

6

Bentuk Tetap (Indeclinable)

2. Untuk Pertanyaan

katham : bagaimana ?

kadā : kapan ?

kutaḥ : mengapa, kemana ?

kutra / kva : dimana ?

B. Konjungsi (kata penghubung)

kimtu / tu : tetapi

ca : dan

C. Interjeksi (kata seru)

he : hai !
bhoḥ : oh tuan !

cis : astaga !

7

8

KONJUGASI AKKK I, VI, IV DAN X DALAM
PRESENS INDIKATIF ĀTMANEPADAM

labh (kls. I)  labha (mendapat)

sic (kls. VI)  siñca (memercik)

lubh (kls. IV)  lubhya (menghendaki)

mṛg (kls X)  mṛgaya (mencari)

• Tabel a.t.o. untuk p.i.ā.

Orang Singularis Dualis Pluralis
I -i -vahe - mahe
II -se - ithe -dhve
III -te - (a) nte
-ite

9

10

Ā Akar Kata Kerja
Klas I

Ātmanepadam

11

Akar Kata Kerja Klas I Ātmanepadam

 kram : melangkah, menguasai
 tyaj : meninggalkan, meletakkan
 dah : membakar
 dhāv : berlari
 nī : menuntun
 pac : memasak
 pan : menawar, membeli
 pat : jatuh
 utpat : terbang
 pā : meminum

12

Akar Kata Kerja Klas I Ātmanepadam

 bhū : ada, menjadi (to be)
 Prabhū : timbul, menjadi
 bhram : berkeliaran, mengembara
 yaj : berselamatan
 yam : memberi
 rakṣ : menjaga

 vad : bicara, mengumumkan

 vah : memuat, mengalir

 vap : menyebarkan

 vṛṣ : menghamburkan, menghujankan

13

Akar Kata Kerja Klas I Ātmanepadam

 vraj : mengembara

 śaṁs : memuji

 sad : duduk

 sic : memercikkan

 sphut : mekar, kembang

 prasphut : mekar, kembang

 svanj : memeluk

 hve : memanggil

 labh : mendapat

14

Contoh Konjugasi
Menggunakan

Akar Kata Kerja
Klas I

15

Tasrifan/Konjugasi A.k.k.k.I
labh (mendapat) dalam p.i.ā.

Orang Singularis Dualis Pluralis

I labhe labhāvahe labhāmahe
II labhase labhethe labhadhve
III labhate labhete labhante

Beda p.i.p dan p.i.ā.
p.i.p : kerja yang dilakukan oleh sesuatu persona untuk keperluan atau

mengenai persona lainnya
p.i.ā : kerja yang dilakukan oleh sesuatu persona untuk keperluan atau

mengenai persona itu sendiri.

16

17

SAṀDHI VOKAL LANJUTAN (SAṀDHI LUAR)

a. i, ῑ + i, ῑ ῑ (pergi ; demikian)
gacchati + iti  gacchatῑti
phalāni + icchāmi  phalanῑcchāmi (buah ; ingin)

b. u, ū + u, ū ū (gula ; tentang)
madhu + upa  madhūpa
smṛtiṣu + upadiśyate  smṛtiṣūpadiśyate (ingat;tentang;tunjuk)

c. Secara teoritis ṛ, ṝ, + ṛ, ṝ --- ṝ, tetapi pemakaiannya belum ada dijumpai.

d. i, ῑ + vokal selain i, ῑ y (berdiri ; di sini)
tiṣṭhati + atra  tiṣṭhatyatra (sungai ; di sini)
nadῑ + atra  nadyatra

e. u, ū, + vokal selain u, ū  v (gula ; di sini)
madhu + atra  madhvatra (gula ; demikian)
madhu + iti  madhviti

18

f. ṛ, ṝ + vokal selain ṛ, ṝ  r

kartṛ + iha  kartriha (si pembuat ; di sini)

dātṛ + icchati  dātricchati (si pemberi ; ingin)

g. e, o + a, tidak dirubah, tapi a yang menyusul itu diganti dengan avagraha (Ϛ)

vane + atra  vaneʻtra (di hutan ; di sini)

bhāno + atra  bhānoʻtra (matahari ; di sini)

h. e, o + vokal selain a, masing-masing menjadi ay dan av, tetapi lebih sering
keduanya menjadi a saja.

vane + iti  vanayiti / vana iti (di hutan ; demikian)

bhāno + iti  bhānaviti / bhāna iti (matahari ; demikian)

i. vokal-vokal e,o,āi, āu + suatu vokal, masing-masing berubah jadi ay, av, āy
dan āv.

ne + a  naya (menuntun)

bho + a  bhava (ada/adalah)

nāi + aya  nāyaya (menuntun)

bhāu + aya  bhāvaya (ada/adalah)

19

j. ῑ, ū, e pada akhir kata kerja maupun kata benda dualis, bila disusul vokal apapun,
tidak berubah

girῑ + iha  tetap : girῑ iha (gunung ; di sini)

sādhū + atra  tetap : sādhū atra (orang saleh ; di sini)

phale + atra  tetap : phale atra (di buah ; di sini)

he + Indra  tetap : he Indra (hai ; dewa Indra)

he + Agne  tetap : he Agne (hai ; dewa Agni)

SAṀ DHI VO KAL

20

F

21

22

DEKLINASI KATA BENDA FEMININUM BERAKHIR ā

Kata benda : senā (femininum) = tentara

No Kasus Singularis Dualis Pluralis

1. Nominatif senā sene senāḥ
2. Vokatif sene sene senāḥ
3. Accusatif senāḥ
4. Instrumentalis senām sene senābhiḥ
5. Datif senābhyaḥ
6. Ablatif senāyā senābhyām senābhyaḥ
7. Genitif senānām
8. Lokatif senāyai senābhyām senāsu
senāyāḥ senābhyām

senāyāḥ senāyoḥ

Senāyām senāyoḥ

23

 Cara pembentukan kata sifat femininum berakhir ā : dengan mengubah
vokal akhir a  ā

kṛṣṇa (m/n)  kṛṣṇā (f)

pāpa (m/n)  pāpā (f)

• Perhatikan contoh-contoh penyifatan berikut :

kṛṣṇa kanyā  seorang gadis hitam

prabhūtābhir bhikṣābhiḥ  dengan banyak sedekah

pāpāsu bhāryāsu  pada istri yang jahat

śvetāḥ kanyāḥ  gadis-gadis yang putih

• Diphtong akhir āi dan āu bila disusul oleh suatu vokal, masing-
masing berubah menjadi āy atau āv atau keduanya jadi ā saja

senāyāi + atra  senāyāyatra / senāyā atra

devāu + atra  devāvatra / devā atra

• Konsonan ch sebagai awal kata, bila didahului suatu vokal pendek,
maka berubah jadi cch

atra + chāyā  atracchāyā

ā + chādayati  ācchādayati

24

• Konsonan n yang menjadi awal suatu kata kerja, biasanya dirubah
menjadi ṇ, apabila didahului oleh suatu awalan kata kerja yang
mengandung bunyi r
pra + nayati  praṇayati
nir + nayati  nirṇayati
pari + nayati  pariṇayati

• Beberapa awalan kata kerja yang sering ditemui
anu : sesudah, sepanjang, sesuai
contoh : anusvāra  suara yang sesuai
ava : di bawah, ke bawah, hilang
contoh : avatāra (ava + tṛ (menyeberang))
menyeberang ke bawah (penjelmaan dewa ke dunia)
nir : di luar, keluar, tanpa
contoh : nirmala  di luar kotor (bersih/suci)
pra : di muka, ke muka, sangat
contoh : prakaraṇa (pra + kṛ (membuat))
diskusi / subjek yang didiskusikan

25

26

TASRIFAN/KONJUGASI KATA KERJA PASIF

Rumus : A.k.k. + ya + a. t. o. ātmanepadam

Contoh-contoh dalam presens pasif :

a. Akkk I gam : pergi
gacchati, presen pasifnya : gamyate (ia dijalani)

b. Akkk I (ātm) : labh : mendapat
labhate : ia mendapat (presens ātmanepadam)
labhyate : ia didapat (presens pasif)

c. Akkk VI : muc : melepaskan
muñcati : ia melepaskan
mucyate : ia dilepaskan

d. Akkk IV : bhram : menjelajah
bhrāmyati : ia menjelajah
bhrāmyate : ia dijelajahi

e. Akkk X : cur : mencuri  corayati  coryate

27

3 Cara Mengubah Kalimat

Aktif  Pasif

28

Cara Mengubah Kalimat Aktif
Menjadi Kalimat Pasif

1. Subjek Kalimat (Nominatif Aktif) diubah
menjadi Ket. Alat (Instrumentalis).

2. Objek Kalimatnya dari (Akusatif Aktif)
haruslah diubah menjadi Subjek Kalimat
(Nominatif Pasif).

3. Kata kerjanya yang Aktif diubah menjadi
Pasif, dan disesuaikan ke dalam Persona
dan Jumlahnya dengan Subjek yang baru
itu.

29

Contoh Kalimat AktifPasif

 PIP : Janakaḥ odanaṁ pacati

PIPas : Odanaṁ janakena pacyate
 PIP : Bālaḥ vane vṛkṣaṁ dahati

PIPas : Vṛkṣaḥ Bālena vane dahyate

30

soal soal

soal 31

Soal-soal

1. Dua orang ayah membicarakan dua orang
anak laki-laki di dalam sebuah rumah.

2. Di sana, seorang kakek membakar banyak
pohon.

3. Sekarang, seorang prajurit menghormati
seorang Raja bijaksana.

4. Hari ini, seorang siswa tidak menghormati
seorang guru.

5. Seekor burung hitam menerbangkan
sekuntum bunga di atas sebuah pohon.

32

Soal-soal

6. Seorang ayah ditinggalkan oleh seorang anak
laki-laki di dalam sebuah hutan.

7. Seekor ikan selalu diberikan oleh seorang cucu
untuk seorang kakek.

8. Dua buah pohon dibakar oleh seorang prajurit
di dalam sebuah hutan.

9. Sekuntum bunga dijual oleh seorang murid di
sebuah pasar.

10. Sebuah istana yang indah didirikan oleh
seorang raja.

33

AKTIF PASIF

34

ATURAN-ATURAN PERUBAHAN KE PASIF

1. Kalau akar kata kerja berakhir vokal

a. ā pada akhir kata kerja dirubah menjadi i

gā / gāi (menyanyi)  gῑyate (dinyanyikan)

dā (memberi)  dῑyate (diberikan)

pā (minum)  pῑyate (diminum)

sthā (berdiri)  sthῑyate (didirikan)

Kadang-kadang ā pada akhir suatu akar kata kerja tidak
berubah.

Contoh :

ghrā (mencium)  ghrāyate (dicium)

dhyā / dhyāi (berfikir)  dhyāyate (dipikir)

Tetapi bisa juga :

hvā / hū (memanggil)  hūyate (dipanggil)

35

b. i dan u masing-masing dijadikan ῑ dan ū

contoh :

kṣi (membinasakan)  kṣῑyate (dibinasakan)

ji (memenangkan)  jῑyate (dimenangkan)

śru (mendengarkan)  śrūyate (didengarkan)

stu (memuji)  stūyate (dipuji)

c. ṛ di belakang satu konsonan berubah menjadi ri, dan di belakang
dua konsonan berubah menjadi ar.

Contoh :

dhṛ (membawa)  dhriyate (dibawa)

bhṛ (menyokong)  bhriyate (disokong)

mṛ (mati)  mriyate (dimatikan)

vṛ (memilih)  vriyate (dipilih)

hṛ (mengambil)  hriyate (diambil)

smṛ (mengingat)  smaryate (diingat)

36

d. ṝ berubah menjadi ῑr, tetapi di belakang konsonan labial ṝ
berubah menjadi ūr

Contoh :

kṝ (menaburkan)  kῑryate (ditaburkan)

tṝ (menyeberang)  tῑryate (diseberangkan)

pṝ (mengisi)  pūryate (diisi)

e. Ada juga yang perubahannya seperti berikut ini (bandingkan
dengan yang nomor a)

Contoh :

dhe (menyusu)  dhῑyate (disusui)

so (mengakhiri)  sῑyate (diakhiri)

37

2. Kalau akar kata kerjanya berakhir konsonan

a. Nasal pada penultima dihilangkan

Contoh :

daṁś (menggigit)  daśyate (digigit)

bandh (mengikat)  badhyate (diikat)

śaṁs (memuji)  śasyate (dipuji)

sañj (melekat)  sajyate (dilekatkan)

- tetapi :

nind (mencela)  nindyate (dicela)

b. va dalam beberapa akar kata kerja berubah jadi u

Contoh :

vad (berkata)  udyate (dikatakan)

vap (menyebarkan)  upyate (disebarkan)

vas (berdiam)  uṣyate (didiami)

vah (membawa)  uhyate (dibawakan)

38

c. ya pada akar kata kerja yaj menjadi i

Contoh :

yaj (berselamatan)  ijyate (diselamatkan)

d. ra pada akar-akar kata kerja berikut menjadi ṛ

Contoh :

grah (mengambil)  gṛhyate (diambil)

prach (bertanya)  pṛcchyate (ditanya)

e. Ingat juga bentuk-bentuk berikut ini.

Contoh :

śās (memerintah)  śāsyate / śῑṣyate

(diperintah)

khan (menggali)  khanyate / khāyate

(digali)

tan (membentangkan)  tanyate / tāyate

(dibentangkan)

39

KATA KERJA IMPERFEKTUM PARASMĀIPADAM

40

KATA KERJA IMPERFEKTUM PARASMĀIPADAM

Ciri-cirinya :

a. Akar kata kerja mendapat tambahan augment a di depannya
b. a.t.o. sebagian besar merupakan a.t.o dari presens parasmāipadam

yang agak dipendekkan

Contoh :
tasrifan a.k.k.k. I : vad (bicara)

Orang Singularis Dualis Pluralis

I avadam avadāva avadāma
II avadaḥ avadatam avadata
III avadat avadatam avadan

41

Ada dua aturan tambahan berkenaan dengan augment.

a. Bila a.k.k mulai dengan vokal, maka augment diluluhkan dengan
vokal awal dari a.k.k., diganti dengan bentuk vṛddhi-nya

Contoh :

augment a + i, ῑ, e  āi

augment a + u, ū  āu

augment a + ṛ  ār

umpama :

augment a + ῑkṣ  āikṣat (tidak ; melihat)

augment a + as  āsyat (tidak ; melempar)

b. Jika a.k.k. mempunyai prefiks, maka augment ditaruh di antara
prefiks dan a.k.k. dengan aturan saṁdhi.
Contoh :
upa – nῑ  upa + a + naya  upānaya  upānayat (ke ; tuntun)
vi – vad  vi + a + vada  vyavada  vyavadat (cara; bicara)

42

VOKAL

ī

43

DEKLINASI KATA BENDA DAN KATA SIFAT

FEMININUM YANG BERAKHIR VOKAL ī

Contoh : kata benda nadῑ : sungai

No Kasus Singularis Dualis Pluralis
1. Nominatif
2. Vocatif nadῑ nadyāu nadyaḥ
3. Accusatif nadῑ nadyāu nadyaḥ
4. Instrumentalis nadῑm nadyāu nadῑḥ
5. Datif nadyā nadῑbhyām nadῑbhiḥ
6. Ablatif nadyāi nadῑbhyām nadῑbhyaḥ
7. Genitif nadyāḥ nadῑbhyām nadῑbhyah
8. Lokatif nadyāḥ nadyoḥ nadῑnām
nadyām nadyoḥ nadῑṣu

44

Kata sifat berakhir vokal ῑ

Disamping yang memang asli berakhir vokal ῑ, ada juga yang di
dapat dengan merubah bunyi akhir suatu kata sifat lain menjadi ῑ.

Contoh : (fem.) (besar/perkasa)
(fem.) (sama/serupa)
a. maha/mahi (masc., neutr.)  mahῑ (fem.) (indah)
samāna (masc., neutr.) samānῑ (fem.) (gembira)
sundara (masc., neutr.) sundarῑ
sūnara (masc., neutr.) sūnarῑ

b. Kata sifat berakhir vokal u dan apabila didahului hanya oleh sebuah
konsonan, boleh juga dijadikan berjenis kelamin femininum, dengan
unsur u diganti dengan vῑ.

Contoh :

guru  gurvῑ (fem.) (pengajar)

bahu  bahvῑ (fem.) (banyak)

sādhu  sādhvῑ (fem.) (orang saleh)

45

46

DEKLINASI KATA BENDA DAN KATA SIFAT

FEMININUM YANG BERAKHIR VOKAL i DAN u

Contoh : kata benda mati : pikiran, pendapat

No Kasus Singularis Dualis Pluralis

1. Nominatif matiḥ matῑ matayaḥ
matῑ matayaḥ
2. Vokatif mate matῑ matῑḥ
matibhyām matibhiḥ
3. Accusatif matim matibhyaḥ
matibhyaḥ
4. Instrumentalis matyā matῑnām
matiṣu
5. Datif mataye/matyāi matibhyām

6. Ablatif mateḥ/matyāḥ matibhyām
7. Genitif mateḥ/matyāḥ matyoḥ

8. Lokatif matāu/matyām matyoḥ

47

Contoh kedua : kata benda dhenu (f) : sapi

No Kasus Singularis Dualis Pluralis
1. Nominatif dhenuḥ dhenū dhenavaḥ
2. Vokatif dheno dhenū dhenavaḥ
3. Accusatif dhenum dhenū dhenavaḥ
4. Instrumen dhenvā dhenubhyām dhenubhiḥ
5. Datif dhenave/dhenvāi dhenubhyām dhenubhyaḥ
6. Ablatif dhenoḥ/dhenvāḥ dhenubhyām dhenubhyaḥ
7. Genitif dhenoḥ/dhenvāḥ dhenvoḥ dhenūnām
8. Lokatif dhenāu/dhenvām dhenvoḥ dhenuṣu

Catatan :

Dalam kasus-kasus Datif, Ablatif, Genetif dan Locatif singularisnya,
boleh juga mengikuti deklinasi kata benda nadῑ (f) : sungai

48

Kata sifat berakhir vokal i dan u (f)

a. Kata sifat ini sering dideklinasikan seperti kata benda: mati dan
dhenu
Contoh pada kata benda :
śuci (suci) guru (berat)
mahi (besar) laghu (ringan)

b. Kata sifat berakhir vokal u, bila didahului sebuah konsonan, dapat
diubah menjadi femininum berakhir vokal i.
Contoh : kata sifat guru
- nom. sing. masc. : guruḥ (bandingkan dengan bhānu (m))
- nom. sing.neutr : guru (bandingkan dengan madhu (f))
- nom. sing.fem. :
 guruḥ (bandingkan dengan dhenu (f))
 gurvῑ (bandingkan dengan nadῑ (f))

49

50


Click to View FlipBook Version