The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Panduan Ibadah - RS UMMI (booklet) - 2023 (A6)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Muhammad Nurfajri Rahman, 2023-09-13 02:18:24

Panduan Ibadah - RS UMMI (booklet) - 2023 (A6)

Panduan Ibadah - RS UMMI (booklet) - 2023 (A6)

RS UMMI Bogor 1 Kalimat Pembuka ِن ْشِفْی ُھَو یَ َمِر ْض ُت فَ ◌ َواِذَا ۙ Wa iżā mariḍtu fa huwa yasyfīn “Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.” [QS. Asy-Syu’ara (26): 80] ْط َم൜ى َوتَ ْوا َمنُ ٰ ِذْی َن ا َّ ِذ ْكِر ال اللهِ ِ ْوبُ ُھْم ب ُ ل ن قُ ُّ ۗ ◌ ِذ ْكِر اللهِ اََلا ب ْو ُب ِ ُ ل قُ ْ ن ال ُّ تَ ۗ ْط َم൜ى allażīna āmanụ wa taṭma`innu qulụbuhum biżikrillāh, alā biżikrillāhi taṭma`innul-qulụb “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” [QS. Ar-Ra’d (13): 80] Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: “Sebaik-baik obat adalah Al-Qur’an” (HR. Ibnu Majah)


2 Panduan Ibadah bagi Pasien Kata Pengantar ْسِم اللهِ ِ ِم ال َّر ْح َم ِن ب ال َّر ِحْی Segala puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang hanya kepada-Nya kita beribadah, memohon pertolongan dan hidayah. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم yang selalu memberikan keteladanan mulia kepada umatnya. Allahlah yang menurunkan penyakit kepada hamba-Nya dan Allah pulalah yang menentukan kesembuhan penyakit tersebut. Baik itu penyakit yang ringan maupun berat, bukanlah untuk dikeluhkan dan disesali, melainkan sebagai ladang pahala. RS UMMI memfasilitasi pasien yang dirawat dengan bimbingan rohani bagi pasien oleh tim Bina Rohani Pasien RS UMMI. Buku ini disusun guna memberikan pelayanan yang terbaik dan melengkapi kegiatan tersebut. Tuntunan bersuci dan beribadah saat sedang sakit diharapkan dapat mempermudah pasien untuk tetap beribadah mengabdi kepada Allah dilaksanakan sesuai kemampuan walaupun sakit dan lemah.


RS UMMI Bogor 3 Dengan membaca, menghayati dan mengamalkan doadoa dan dzikir di dalamnya, pasien dan keluarga dapat tetap senantiasa dekat kepada Allah. Mengingat Allah menjadikan perasaan lebih tenang dan membantu proses penyembuhan penyakit pasien. Insya Allah. Karena tidaklah Allah menurunkan sebuah penyakit melainkan menurunkan pula obatnya. Semoga pasien yang berobat di RS UMMI mendapatkan kemudahan dalam ibadah dan mendapatkan kesembuhan dari semua penyakit. Kami pun sangat terbuka menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun demi RS UMMI yang lebih baik. Terima kasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bogor, Januari 2023 Direktur RS UMMI dr. Mus Aida, MARS, MH


4 Panduan Ibadah bagi Pasien Sambutan PT. DGA Dengan Rahmat Allah SWT, yang telah memberikan berbagai macam nikmat sehat kepada kita semua, Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Sesuatu yang tidak akan dipungkiri siapa pun adalah kehidupan ini tidak hanya dalam satu keadaan. Ada senang, ada duka. Ada canda, begitu juga tawa. Ada sehat, namun juga adakalanya sakit. Dan semua ini adalah sunnatullah yang mesti dihadapi orang manapun. Di antara hal yang paling menarik dalam hal ini adalah di mana seorang manusia menghadapi ujian berupa sakit. Tentu keadaan sakit ini lebih sedikit dan sebentar dibanding keadaan sehat. Yang perlu diketahui oleh setiap muslim adalah tidaklah Allah menetapkan suatu taqdir melainkan di balik taqdir itu terdapat hikmah, baik diketahui ataupun tidak. Dengan demikian, hati seorang muslim harus senantiasa ridho dan pasrah kepada ketetapan Rabb-nya. Dalam upaya memenuhi tuntutan masyarakat tentang pelayanan kesehatan yang berkualitas secara Islami, RS UMMI telah memperbaiki fasilitas dengan melengkapi sarana dan prasarana serta peningkatan kapabilitas


RS UMMI Bogor 5 tenaga baik medis maupun paramedis. Buku panduan ibadah ini merupakan bekal ilmu kita dalam beribadah bagi yang sedang dalam kondisi sakit. Semoga buku ini dapat bermanfaat. “Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Bogor, Januari 2023 Direktur PT Dutagraha Afiah Ir. Fahmi AK Askar


6 Panduan Ibadah bagi Pasien Daftar Isi Kalimat Pembuka..............................................................................2 Kata Pengantar ..................................................................................2 Sambutan PT. DGA ...........................................................................4 Daftar Isi ...............................................................................................6 BAB I Tuntunan Rohani bagi Orang Sakit.............................8 1. Sabar dalam Menghadapi Musibah ................................8 2. Di Kala Sakit Hendaknya Berbaik Sangka kepada Allah ..........................................................................................13 3. Tawakkal atau Berserah Diri .........................................16 4. Perbanyak Mengingat Allah............................................17 5. Ketika Sakit, Kita Diperintahkan Berobat ................18 6. Sakit Merupakan Ketetapan Allah ...............................21 7. Tidak Mengharapkan Kematian Walalupun Berat dan Keras Penyakit yang Diderita ...............................23 8. Dianjurkan Untuk Memperbanyak Taubat dan Memohon Ampun................................................................24 9. Dianjurkan Berobat dengan Ruqyah yang Disyariahkan seperti dari Al-Qur’an dan Sebagian Doa dari Nabi yang Shahih..............................................25 Bab II Kumpulan Doa...................................................................28 1. Doa Memohon Kesembuhan ..........................................28 2. Doa Menghilangkan Rasa Sakit.....................................29


RS UMMI Bogor 7 3. Doa Minum Obat..................................................................30 4. Doa Memohon Kesabaran dan Ketenangan ............31 5. Doa Menghilangkan Kegundahan Hati ......................31 6. Doa Sebelum Operasi.........................................................33 7. Doa Bangun Tidur Saat Sadar dari Pembiusan......33 8. Doa Menghadapi Situasi Kritis ......................................34 9. Doa Waktu Susah Tidur....................................................34 10. Dzikir Mendekatkan Diri kepada Allah..................35 11. Sayyidul Istighfar.............................................................37 Bab III Tuntunan Ibadah bagi Orang Sakit........................38 1. Bersuci bagi Orang Sakit..................................................38 a. Dalil Perihal Diperbolehkannya Tayamum.......39 b. Cara Melakukan Tayamum .....................................42 c. Bersuci bagi Orang yang Terbalut Perban ........42 2. Shalat bagi Orang Sakit.....................................................43 a. Cara-Cara Shalat bagi Orang yang Sakit.............46 b. Menjama’ Shalat............................................................51 c. Shalat Orang yang Lupa, Tidur, Pingsan dan Terbius..............................................................................53 Lampiran ...........................................................................................55 1. Tata Cara Tayamum...........................................................55 2. Tata Cara Shalat Sambil Duduk.....................................57 3. Tata Cara Shalat Sambil Berbaring..............................60 4. Tata Cara Talqin...................................................................62 Poliklinik Spesialis dan Poliklinik Khusus RS UMMI ....63


8 Panduan Ibadah bagi Pasien BAB I Tuntunan Rohani bagi Orang Sakit Bila saat ini Anda sedang dirawat atau dalam pengobatan karena adanya cobaan berupa sakit, sangat arif bila Anda menghayati intisari tuntunan rohani berikut berupa “Adab Orang Sakit” yang disyariatkan bagi orang sakit. 1. Sabar dalam Menghadapi Musibah Musibah dalam Islam memiliki pengerian khusus, ia memang sesuatu bala yang menyusahkan, tetapi bukan selalu kemurkaan dari Allah, sebagaimana kenikmatan bukan selalu berarti tanda keridhaan Allah. Islam menjadikan musibah sebagai tanda bagi pendakian ruhani seseorang, atau sebagai cara penghapusan dosa dari orang mukmin dan sebagai sebab untuk memperoleh pahala besar dari Allah. Apabila kita ditimpa suatu musibah, kita tidak kuasa menolaknya. Oleh sebab itu hendaklah kita terima dengan lapang dada dan penuh kesabaran. Pengertian sabar menurut bahasa adalah “tabah hati”, berani atas sesuatu dan menahan diri dari keluh kesah. Sabar menurut istilah adalah “perasaan menerima keadaan yang terjadi pada dirinya dengan ikhlas dan


RS UMMI Bogor 9 ridha”. Barang siapa yang mendapatkan cobaan (musibah) kemudian dapat menerima dengan sabar, ikhlas dan ridha maka akan disediakan pahala baginya. Firman Allah dalam Al-Qur’an: ِر ِح َسا ٍب ِغَ ْی ْج َر ُھ ْم ب ِ ُرْو َن اَ َوفَّى ال ّٰصب َما یُ ...اِنَّ … innamā yuwaffaṣ-ṣābirụna ajrahum bigairi ḥisāb “Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.” [QS. Az-Zumar (39): 10] Manusia akan diuji dalam segala sesuatu, dalam hal-hal yang disenangi dan disukainya, maupun dalam yang dibenci dan tidak disukainya. Allah berfirman: ِر فِتْنَةً َخْی ْ ِال َّشِّر َوال ْو ُكْم ب ُ َونَ ْبل ْینَا ◌ اِلَ ۗ ْر َجعُ ْو َن َو ... تُ … wa nablụkum bisy-syarri wal-khairi fitnah, wa ilainā turja'ụn “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” [QS. Al-Anbiya’ (21): 35]


10 Panduan Ibadah bagi Pasien Rasululah bersabda: َح َّب َ ِذَا أ َّن َّဃ َإ ِ َلاِء َوإ بَ ْ َج َزا ِء َم َع ِع َظِم ال ْ ال َ َّن ِع َظم ِ إ َو َم قَ ْن َس ِخ َط ْو ًما اْبتَ َلا ُھ ِّر َضا َم ْن َر ِض َي فَلَھُ ال ْم فَ فَلَھُ ال َّس َخ ُط In ‘izhamal jazaa’i ma’a ‘izhamal balaa’i wa innallaha ta’ala idzaa ahabba qauman abtalaahum faman radhiyaa fa lahur ridhaa, wa man sakhithaa fa lahus sakhathu “Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dengan besarnya ujian. Sesungguhnya, apabila Allâh mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang ridha dengan ujian itu, maka ia akan mendapat keridhaan-Nya. Siapa yang membencinya maka ia akan mendapatkan kemurkaan-Nya.” (HR. At-Tirmidzi no. 2396 dan Ibnu Mâjah no. 4031) Allah جل جلاله telah menjanjikan akan adanya “Kabar gembira bagi mereka yang sabar”, seperti dalam firman Allah: ِتِ ْی َن ( ُم ْخب ْ َو ٣٤ بَ ِّشِر ال ( … ى َمآ ٰ ِ ِرْی َن َعل َوال َّصاب ْوبُ ُھْم ُ ل َو ِجلَ ْت قُ ّٰဃُ ِكَر اِذَا ذُ اَ ٣٥َ (صابَ ُھْم (


RS UMMI Bogor 11 …wa basysyiril-mukhbitīn (34) allażīna iżā żukirallāhu wajilat qulụbuhum waṣ-ṣābirīna 'alā mā aṣābahum… (35) “…Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah hati mereka bergetar, orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka, …” [QS. Al-Hajj (22): 34-35] Dalam ayat lain Allah berfirman: ٍص ِّم َن ِ َونَقْ ُجْوع ْ َخْو ِف َوال ْ َش ْيٍء ِّم َن ال ِ َونَّ ُكْم ب ُ نَ ْبل َولَ ر ِت َمٰ َّ ِس َوالث ْلاَ ْنفُ ِل َوا ْمَوا ◌ ْلاَ ِ ِرْی َن َوبَ ِّشِر ا ۗ ال ّٰصب (١٥٥ِ (ذْی َن ُھْم اَل اِذَآ َّ َصابَتْ اَ ◌ ٓ ا ُّم ِص ْیبَةٌ ۗ ْو قَال اِنَّا ِّٰ๡ِ ُ َواِنَّ آ ْی ِھ ِج اِل عُ ْو َن َ (١٥٦) ◌ ۗ ر ٰ اُ ٰٓ و ٌت ٰ ِھْم َصلَ ْی ول൜ى َك َعلَ ِ ِھ ِّم ْم ْن َّربّ ◌ َو َر ْح َمةٌ ۗ ٰٓ َواُول ْو ُھ َن ൜ى َك ُم ُمْھتَدُ ال (١٥٧ْ ( Wa lanabluwannakum bisyai`im minal-khaufi wal-jụ'i wa naqṣim minal-amwāli wal-anfusi waṡ-ṡamarāt, wa basysyiriṣ-ṣābirīn (155) allażīna iżā aṣābat-hum muṣībah, qālū innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ụn (156) ulā`ika 'alaihim ṣalawātum mir rabbihim wa raḥmah, wa ulā`ika humul-muhtadụn (157) "Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-


12 Panduan Ibadah bagi Pasien buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orangorang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." [QS. Al-Baqarah (2): 155-157] Mereka itulah yang termasuk golongan orang-orang sabar, orang-orang yang mendapatkan berita gembira, sabar dalam menghadapi segala musibah. Siapakah yang mampu menyelamatkan diri dari semua musibah yang menimpa manusia? Kekuatan manusia dalam menghadapi musibah itu amat terbatas. Karena itu kesabaranlah yang dituntut dalam meerima musibah tersebut. Bagaimanapun juga kita sebagai manusia hanya bisa berusaha semaksimal mungkin mencoba menghindarinya, tetapi musibah itu tak pernah membiarkan manusia lepas dan luput dari kedatangannya. Itulah sebabnya segala puji tertuju hanya bagi Dzat yang Maha Kekal, Dzat yang Maha Agung dan selalu dimuliakan hamba-Nya. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai salah satu cara untuk mendapatkan pertolongan dari Allah.


RS UMMI Bogor 13 Firman Allah: وةِ ٰ ِر َوال َّصل ِال َّصْب ْوا ب َمنُوا ا ْستَ ِعْینُ ٰ ِذْی َن ا َّ َھا ال ُّ اَی ٓ ◌ ۗ ی ٰ ِ ِرْی َن اِ َّن ّٰဃَ َم َع ال ّٰصب Yā ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” [QS. AlBaqarah (2): 153] 2. Di Kala Sakit Hendaknya Berbaik Sangka kepada Allah Jika penyakit yang menimpa Anda berlarut-larut dan penderitaan Anda seakan tak berujung, janganlah berburuk sangka kepada Allah, dan jangan pula berkeyakinan bahwa Allah menghendaki keburukan bagi diri Anda, dan tidak ingin memberikan afiat kepada Anda. Ini merupakan kesalahan dan dosa yang nyata, sebab Allah terlepas sama sekali dari kezhaliman, Dia Maha Bijaksana dan Adil, Maha Pengasih dan Penyayang dan Maha Pemberi Karunia. Firman Allah:


14 Panduan Ibadah bagi Pasien َس ُھْم َس اَْنفُ ِك َّن النَّا ٰ ا َّول ൘ َس َشْیـ ُم النَّا ْظِل َلا یَ اِ َّن ّٰဃَ ُمْو َن ْظِل یَ Innallāha lā yaẓlimun-nāsa syai`aw wa lākinnan-nāsa anfusahum yaẓlimụn “Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun, tetapi manusia itulah yang menzalimi dirinya sendiri.” [QS. Yunus (10): 44] َّرةٍ قَا َل ذَ ْ ُم ِمث ْظِل َلا یَ ◌ اِ َّن ّٰဃَ ۚ ْج ًرا دُْنھُ اَ َّ َویُ ْؤ ِت ِم ْن ل َھا ُّ ٰضِعْف ی َواِ ْن تَ ُك َح َسنَةً ِظْی َع ًما Innallāha lā yaẓlimu miṡqāla żarrah, wa in taku ḥasanatay yuḍā'if-hā wa yu`ti mil ladun-hu ajran 'aẓīmā “Sungguh, Allah tidak akan menzalimi seseorang walaupun sebesar dzarrah, dan jika ada kebajikan (sekecil dzarrah), niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisiNya.” [QS. An-Nisa’ (4): 44] Dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman: ْف ِس ْي ، ـى نَ َ َعلَ م ْ ظل ُّ ْي َح َّر ْم ُت ال ِنِّـ یَا ِعبَاِد ْي ! إ ُمْوا ـ تُھُ بَ ْینَـ ُكْم ُم َح َّر ًما ؛ فَلاَ تَ َظالَ ْ ل َو َجعَ


RS UMMI Bogor 15 Ya ‘ibâdî, inni harramtuzhzhalma ‘ala nafsî, wa ja’altuhu baynakum muharraman, falâ tazhâlamû… “Wahai hamba-Ku! Sesungguhnya Aku mengharamkan kezhaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya haram di antara kalian. Maka, janganlah kalian saling menzhalimi. … “ (HR. Muslim No. 6737) Ketahuilah Allah itu ada dalam persangkaanmu, jika engkau menyangka yang baik kepada-Nya, maka kebaikan itu akan diwujudkan bagimu, dan jika engkau menyangka yang buruk, maka Allah ada dalam persangkaanmu itu. Sabda Nabi صلى الله عليه وسلم: ِذَا ذَ َكَرنِي ، َمعَھُ إ نَا َ َوأ ِي ، َظ ّنِ َعْبِدي ب نَا ِعْندَ َ أ ْن ِ َوإ ْف ِسي ، ْف ِس ِھ ، ذَ َكْرتُھُ فِي نَ ْن ذَ َكَرنِي فِي نَ ِ فَإ ذَ َكرنِي فِي َمَلأٍ ذَ َكْرتُھُ فِي َم ٍلأ َخْیٍر ِمْن ُھْم Ana ‘inda zhanni ‘abdibi wa ana ma ’ahu idza dzakarani fa in dzakarani fi nafsihi dzakartuhu fi nafsi wa in dzakarani fi mala’in dzakartuhu fi mala’in khairun minhum “Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingat-


16 Panduan Ibadah bagi Pasien nya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (Muttafaqun ‘alaih, HR. Bukhari No. 6970 dan Muslim No. 2675) Dalam hadits yang lain Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: ِعبَادَ ِة ْ ِم ْن ُح ْس ِن ال َّظ ّنِ ُح ْس ُن ال Husnuzhanni min husnil’ibadati “Sesungguhnya berbaik sangka termasuk bagian dari ibadah yang paling baik.” (HR Abu Dawud, Ibnu Hibban) 3. Tawakkal atau Berserah Diri Tawakkal menurut istilah adalah berserah diri kepada Allah. Makna lain bisa diartikan damai atau sejahtera, berserah diri kepada Allah berarti juga sebagai pertanda bahwa kita sebagai makhluk lemah ini berharap akan limpahan rahmat-nya, dalam bentuk bimbingan dan petunjuk agar dapat menjalani hidup dan kehidupan dengan ketentraman dan ketenangan bathin. Hidup yang dari goncangan jiwa. Diantara tanda-tanda keimanan seseorang adalah tawakal atau berserah diri kepada Allah جل جلاله dalam segala urusan hidupnya. Ia senantiasa memohon pertolongan Allah جل جلاله baik di waktu senang ataupun susah, baik di kala sehat ataupun sakit.


RS UMMI Bogor 17 Allah berfirman: ُھَو َح ْسبُٗھ ّٰဃ ِفَ َو َّك ْل َعلَى َو َم ْن یَّتَ ◌اِ َّن بَاِل ُغ ّٰဃۗ َ ه ◌ ْمِرٖ اَ ۗ ِ قَ ْد َل ْي ِل ٍء ُك ّل َجعَ ّٰဃ ُ َش قَ ْد ًرا ... wa mayyatawakkal 'alallāhi fa huwa ḥasbuh, innallāha bālighu amrih, qad ja'alallāhu likulli syai`in qadrā “... Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.” [QS. Ath-Thalaq (65): 3] 4. Perbanyak Mengingat Allah Allah berfirman: ّٰဃِ ِذ ْكِر ِ ْوبُ ُھْم ب ُ ل ن قُ ُّ ْط َم൜ى َوتَ ْوا َمنُ ٰ ِذْی َن ا ◌ َّ ال ۗ ِذ ْكِر اََلا ن ِ ُّ ْو ُب ْط َم ب ّٰဃ൜ ِى تَ ُ ل قُ ْ ◌ ال ۗ Allażīna āmanụ wa taṭma`innu qulụbuhum biżikrillāh, alā biżikrillāhi taṭma`innul-qulụb “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” [QS. Ar-Ra’d (13): 3]


18 Panduan Ibadah bagi Pasien ُرْو ِن ْي َوَلا تَ ْكفُ َوا ْش ُكُرْوا ِل ْيٓ اَذْ ُكْر ُكْم فَاذْ ُكُرْونِ Fażkurụnī ażkurkum wasykurụ lī wa lā takfurụn Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku. [QS. Al-Baqarah (2): 152] 5. Ketika Sakit, Kita Diperintahkan Berobat Rasulullah صلى الله عليه وسلم memberikan tuntunan, apabila kita sakit, maka kita diperintahkan berobat dengan hal-hal yang dihalalkan. Apabila kita menjalani hal ini, yaitu berobat dengan ikhlas dan sabar, maka upaya ini termasuk ibadah yang bernilai pahala di mata Allah. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: َء َو َجعَ َل ِل ُك ِل إ ّ دَا ٍء ِ َوا َء َوالدَّ ْن َز َل الدَّا َ َّن َّဃ َأ ِ َح َراٍم َو ْوا ب َولاَ تَدَا َو ْوا ًء فَتَدَا َوا دَ Innallâha anzaladdâ’a waddawâ’a wa ja’ala likullin dâ’in dawâ’an fatadâwaw wa lâ tadâwaw bi harâmin “Allah telah menurunkan penyakit dan juga obatnya. Allah menjadikan setiap penyakit ada obatnya. Maka berobatlah, namun jangan berobat dengan yang haram.” (HR. Abu Daud no. 3874)


RS UMMI Bogor 19 Jadi kalau kita sakit, kemudian pergi ke dokter, dan oleh dokter kita diberikan obat serta nasihat yang harus dilakukan (maupun yang dipantangkan), dan kita pun melakukannya maka ini sudah tergolong ibadah. Rasulullah صلى الله عليه وسلم mendorong kita untuk berobat dengan halhal yang halal, sekaligus melarang berobat dengan barang dan perbuatan haram (dibenci Allah). Termasuk yang diharamkan diantaranya adalah pergi mendatangi dukun-dukun yang menggunakan cara-cara syirik. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: ْو ُل، ِ َما یَقُ َصدَّقَھُ ب ْو َكا ِھنًا فَ َ ا أ تَا َع َّرافً َ َم ْن أ ِز َل َعلَى ُم َح َّمٍد ْن ُ ِ َما أ َر ب فَقَ ْد َكفَ Man atâ'arrafan aukâhinan fashaddaqahu bimâ yaqûlu faqad kafara bimâ unzila ‘alâ Muhammadin “Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lantas ia membenarkan perkataannya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan pada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam” (HR. Ahmad, Al Hakim dan Al Baihaqi) Karena berobat itu ibadah, maka ibadah tidak diperkenankan dengan sesuatu yang haram. Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyebutkan jika ingin menjadi ahli ibadah, harus menjauhi barang-barang haram. Sabda beliau:


20 Panduan Ibadah bagi Pasien َما ِدّ َ َر َض أ اللهُ تَ اف ْعبَ ِد النَّا ِس ، ْ َ ْی َك تَ ُك ْن ِم ْن أ َعلَ النَّ ِ ْو َرع َ ْی َك تَ ُك ْن ِم ْن أ َ َعلَ َح َّرم َوا ْجتَنِ ْب َما ا ِس ، َ اللهُ َسم ِ َما قَ ْغنَى النَّا ِس َوا ْر َض ب َ َك تَ ُك ْن ِم ْن أ لَ Addi maftaradhallâhu ’alaika takun min a’badinnâs, wajtanib mâ harrama ‘alaika takun min awra’innâs, wardha bimâ qasamallâhulaka takun min aghnannâs “Tunaikanlah apa yang Allah wajibkan kepadamu niscaya kamu menjadi manusia yang paling beribadah, jauhilah apa yang Allah haramkan kepadamu, niscaya kamu menjadi manusia yang paling wara’, dan ridholah dengan apa yang Allah berikan kepadamu, niscaya kamu menjadi manusia yang paling kaya.” (HR. Abu Daud No. 139) Dengan demikian, ketika sakit datang, maka berobatkan sesuai dengan yang dianjurkan Rasulullah. Insya Allah sembuh dan mendapat pahala. Di samping berobat, juga terus berdoa kepada Allah, agar ia menyembuhkan penyakit tersebut. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: ْن َت ال َّشافِي َ َس ا ْش ِف أ ْ بَأ ْ ِھ ِب ال ذْ َ ُھَّم َر َّب النَّا ِس أ َّ الل ْن َت ِشفَآ َ َي إَّلا أ ًم َلا َشافِ ا ًء َلا یُغَاِد ُر َسقْ


RS UMMI Bogor 21 Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syāfiya illā anta syifā’an lā yughādiru saqaman. “Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Engkau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri.” (HR Bukhari No. 535 dan Muslim No. 2191). 6. Sakit Merupakan Ketetapan Allah Sakit dan musibah lainnya yang tidak berkenan di hati, bahkan kesenangan dan kegembiraan itu telah menjadi ketetapan Allah, sebagai ujian dan cobaan yang penuh dengan hikmah. Allah berfirman: ِس ُكْم ْيٓ اَْنفُ ْر ِض َوَلا فِ ْلاَ َصا َب ِم ْن ُّم ِصْیبَ ٍة فِى ا َمآ اَ َھ َراَ ِل اَ ْن نَّ ْب ٍب ِّم ْن قَ ْب ٰ ْي ِكت ◌اِ َّن ِل َك َّلا فِ اِ ا ۗ ٰ ذ َعلَى اللهِ ◌ (٢٢َ ِ (كْی َلا ۖ یَ ِسْی ٌر ّ َس ل ْوا َو تَأ َع َلا ْ ى َما فَاتَ ُكْم ٰ ل ى ُكْم ٰ ت ٰ ِ َمآ ا َر ُحْوا ب ْف ◌ اللهُ َو تَ ۗ ب ُك َّل ُم ْختَا ٍل فَ ُخْو ٍر ُّ َلا یُ ِح (٢٣)


22 Panduan Ibadah bagi Pasien mā aṣāba mim muṣībatin fil-arḍi wa lā fī anfusikum illā fī kitābim ming qabli an nabra`ahā, inna żālika 'alallāhi yasīr (22) likai lā ta`sau 'alā mā fātakum wa lā tafraḥụ bimā ātākum, wallāhu lā yuḥibbu kulla mukhtālin fakhụr (23) “Tiada suatu bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, melainkan semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan jangan pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.” [QS. Al-Hadid (57): 22-23] Memperhatikan ayat di atas dapat dipahami bahwa Allah menciptakan segala sesuatu atas diri makhluk-Nya dengan tujuan dan hikmah yang telah ditetapkan-Nya. Oleh karena itu kita sebagai seorang mukmin harus senantiasa ridho atas ketetapan Allah.


RS UMMI Bogor 23 7. Tidak Mengharapkan Kematian Walalupun Berat dan Keras Penyakit yang Diderita Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: ِل ِ ِھ ِم ْن قَ ْب َوَلا یَ ْد ُع ب َمْو َت، ْ َحدُ ُكُم ال َ َلا یَتَ ْن َمنَّى أ َ أ تِیَھُ، ْ یَأ ِنَّھُ َلا یَ ِزیدُ َوإ ُھُ، َحدُ ُكُم اْنقَ َط َع َع َمل َ َما َت أ ِذَا ِنَّھُ إ إ َّلا َخْی ًرا ِ ُمْؤ ِم َن ُع ْمُرهُ إ ْ ال Lâ yatamanna ahadukumul mauta, wa lâ yad'u bihî min qablu an ya'tiyahum innahû idzâ mâta ahadukumunqatha'a 'amalahû, wa innahû lâ yazîdulmu'mina 'umruhû illâ khayran “Janganlah seseorang mengharapkan kematian dan janganlah meminta mati sebelum datang waktunya. Karena orang mati itu amalnya akan terputus, sedangkan umur seorang mukmin tidaklah bertambah melainkan akan menambah kebaikan.” (HR. Muslim no. 2682) Rasulullah صلى الله عليه وسلم juga bersabda,


24 Panduan Ibadah bagi Pasien َمْو َت َحدُ ُكُم ال َ َّن أ َمنَّیَ ، ْن َولاَ یَتَ َ ھُ أ َّ ل ِ َّما ُم ْح ِسنًا فَلَعَ إ ْزدَادَ َخْی ًرا، یَ ْعتِ َب ْن یَ ْستَ َ ھُ أ َّ ل ِ َّما ُم ِسیئًا فَلَعَ َوإ Wa lâ yatamanna ahadukumul mauta, immâ muhsinan fa’alahû an yazdâda khayran, wa immâ musî’an fala’alahu an yasta’tiba “Janganlah salah seorang di antara kalian mengharapkan kematian. Jika dia orang baik, semoga saja bisa menambah amal kebaikannya. Dan jika dia orang yang buruk (akhlaknya), semoga bisa menjadikannya bertaubat.” (HR. Bukhari No. 5673) 8. Dianjurkan Untuk Memperbanyak Taubat dan Memohon Ampun نَا ْم تَ ْغِف ْر لَ َّ َواِ ْن ل َسنَا ْمنَآ اَْنفُ قَاَلا َربَّنَا َظلَ خ ِسِرْی َن ٰ ْ نَ ُكْونَ َّن ِم َن ال ْر َح ْمنَا لَ َوتَ Qālā rabbanā ẓalamnā anfusana wa il lam tagfir lanā wa tar-ḥamnā lanakụnanna minal-khāsirīn "Keduanya berkata, 'Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami,


RS UMMI Bogor 25 niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.'” [QS. AlA’raf (7): 23] ْو ُب تُ َ ِنِّي أ َوا ْستَ ْغِف ُرْوهُ فَإ لَى اللهِ ِ ْوبُ ْوا إ َھا النَّا ُس تُ ُّ یَآای َمَّرةٍ یَ ْوِم ِمائَةَ ْ فِي ال Yâ ayyuhannâsu tubu ilallâhi wastaghfirûhu fa innî atûbu fil yaumi mi'ata marratin ”Hai sekalian manusia! Taubatlah kalian kepada Allah dan mintalah ampun kepadaNya, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali” (HR. Muslim No. 2702) 9. Dianjurkan Berobat dengan Ruqyah yang Disyariahkan seperti dari AlQur’an dan Sebagian Doa dari Nabi yang Shahih Allah جل جلاله telah memberitahukan kepada hamba-Nya AlQuran adalah obat seperti pada ayat di bawah ini: َھا النَّا ُس قَ ْد َجا ُّ اَی ٓ ی ٰ َءتْ ُكْم ُك ِّم ْم ْن َّمْو ِع َظةٌ َّربّ ا ٌء ِ َو ِشفَ َما ْو ِر ِل فِى ّ ◌ ى ال ُّصدُ َو ُھدً ۙ ُمْؤ ِمنِ ْی َن َّو َر ْح َمةٌ ْ ل ّ ِل yā ayyuhan-nāsu qad jā`atkum mau'iẓatum mir rabbikum wa syifā`ul limā fiṣ-ṣudụri wa hudaw wa raḥmatul lilmu`minīn


26 Panduan Ibadah bagi Pasien “Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” [QS. Yunus (10): 57] ْوا ُھدًى َّو ِشفَآ َمنُ ٰ ِذْی َن ا َّ ◌ ِذْی َن َو ِلل ۗ قُ ْل ُھ ٌء َّ َلا َوال ِھْم یُ ْؤ َع ًمى ْی ٌر َّو ُھَو َعلَ َوقْ ِھْم ذَانِ ٰ ْيٓ ا ◌ ْو َن فِ ِمنُ ۗ ٰٓ ا ൜ى َك ُول ٍن یُنَادَ ْو ِم ْن َن بَ ِعْیٍد َّم َكا ... qul huwa lillażīna āmanụ hudaw wa syifā`, wallażīna lā yu`minụna fī āżānihim waqruw wa huwa 'alaihim 'amā, ulā`ika yunādauna mim makānim ba'īd “...Katakanlah, ‘Al-Qur'an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman. Dan orangorang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, dan (Al-Qur'an) itu merupakan kegelapan bagi mereka. Mereka itu (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.’” [QS. Fushshilat (41): 44] ِن َما ُھَو ٰ ْرا قُ ْ ُل ِم َن ال ٌء َونُنَ ّزِ ِشفَآ ُمْؤ ِمنِ ْی َن َّو َر ْح َمةٌ ْ ل ّ ◌ ِل ۙ َوَلا ّٰظ یَ ِز ِل ِمْی َن ْیدُ َخ َس اِ ا ًرا َّلا ال wa nunazzilu minal-qur`āni mā huwa syifā`uw wa raḥmatul lil-mu`minīna wa lā yazīduẓ-ẓālimīna illā khasārā


RS UMMI Bogor 27 Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur'an itu) hanya akan menambah kerugian. [QS. Al-Isra’ (17): 82]


28 Panduan Ibadah bagi Pasien Bab II Kumpulan Doa 1. Doa Memohon Kesembuhan Doa ini Anda baca sendiri sebagai orang yang sedang sakit, untuk memohon kesembuhan: ُل اللهَ العَ ِظْیم َر َّب العَ ْر ِش العَ ِظْیم َ ْسأ َ أ ْن یُعَافِ ْی َك َویُ ْشِفْی َك َ أ As'alullâhal ‘azhim, rabbal arsyil ‘azhim an yu'âfika wa yusyfika “Aku memohon pada Allah yang menguasai Arasy agar memberi kesehatan dan kesembuhan padamu.” (HR. AtTirmidzi dan dan Abu Dawud) Rasulullah صلى الله عليه وسلم membaca do’a tersebut di sisi orang yang sakit sebanyak 7x (tujuh kali). Insya Allah, Allah akan memberikan kesembuhan. Doa yang dibaca oleh keluarga, sanak keluarga dan handai taulan untuk saudaranya yang sakit.


RS UMMI Bogor 29 ْن َت َ َس ا ْش ِف أ ْ بَأ ْ ِھ ِب ال ذْ َ ُھَّم َر َّب النَّا ِس أ َّ الل ال َّشافِي ْن َت ِشفَآ َ َي إَّلا أ ًم َلا َشافِ ا ًء َلا یُغَاِد ُر َسقْ Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syāfiya illā anta syifā’an lā yughādiru saqaman. “Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Engkau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Engkau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri.” (HR Bukhari No. 535 dan Muslim No. 2191). Bacalah doa tersebut di atas sambil menempelkan tangan pada kepala atau kening atau badan pasien atau pada anggota tubuh yang sakit, didahului dengan membaca basmallah, hamdallah dan shalawat. 2. Doa Menghilangkan Rasa Sakit Letakkan tangan kanan di atas anggota badan yang terasa sakit sambil membaca:


30 Panduan Ibadah bagi Pasien ْسِم اللهِ ب (×٣ِ ( ِ ِعَّزةِ اللهِ ب ُعوذُ َ ِج أ دُ َ ْد َرتِ ِھ ِم ْن َشِّر َما أ َوقُ َحاِذ ُر (× ُ َو ٧ أ ( Bismillâhi (3x) ‘A’ûdzu bi ‘izzatillâhi wa qudratihi min syarri mâ ajidu wa uhâdzir’u (7x) “Dengan nama Allah, Aku berlindung kepada keagungan dan kekuasaan -Nya dari keburukan yang aku dapati dan aku takutkan.” (HR. Ibnu Majah dan At-Tirmidzi) 3. Doa Minum Obat Sewaktu Anda meminum obat, bacalah: ْسِم اللهِ ِ ِم ال َّر ْح َم ِن ب ال َّر ِحْی ْ البَأ ِ ْم َسح ِ اِ یَ ِد َك ال ِّشفَآ َس َر ُء، َّب النَّا ِس، ب ْن َت َ َّلا أ ِ لاَ َكا ِش َف لَھُ إ Bismillahirrahmanirrahim, Imsahil ba'sa robban-nas, biyadikas-syifa', la ka'syifa lahu illa anta “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang, hilangkanlah penyakit ini, wahai Penguasa manusia, di tangan-Mu lah kesembuhan, tiada yang


RS UMMI Bogor 31 mampu menyembuhkan kecuali Engkau". (HR. Mutafaqqun Alaihi) 4. Doa Memohon Kesabaran dan Ketenangan Bila rasa sakit dan emosi Anda labil, bacalah doa ini dengan khidmat agar Allah جل جلاله mengkaruniai Anda kesabaran dan ketenangan. َو ِكْی ُل َح ْسبُنَا اللهُ ْ ال َ َونِ ْعم Ḥasbunallāhu wa ni'mal-wakīl “… Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.” [QS. Ali Imran (3): 173] ْینَا ِر ْغ َعلَ نَا ُم ْسِل ِمْی َن َربَّنَآ اَفْ َوفَّ َّوتَ َصْب ًرا Rabbanā afrigh 'alainā ṣabraw wa tawaffanā muslimīn “… Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu).” [QS. Al-A’raf (7): 126] 5. Doa Menghilangkan Kegundahan Hati Bila pikiran dan perasaan Anda sedang tidak tenang, gelisah, dibebani berbagai persoalan yang menyebabkan terganggunya kesehatan Anda, maka bacalah doa ini:


32 Panduan Ibadah bagi Pasien ُعوذُ َ َح َز ِن َوأ ْ َوال َھِّم ْ ِ َك ِم ْن ال ب ُعوذُ َ ِي أ ِنّ ُھَّم إ َّ الل ِ ِن ب ُجْب ْ ِ َك ِم ْن ال ب ُعوذُ َ َك َس ِل َوأ ْ ْجِز َوال عَ ْ َك ِم ْن ال ِ َك ب ُعوذُ َ بُ ْخ ِل َوأ ْ َوال ِل ِّر َجا ْھِر ال ِن َوقَ بَ ِة الدَّْی ِم ْن َغلَ Allahumma inni a’udzu bika minal Hammi wal hazan, wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a’udzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal. “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kebingungan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari ketidakberdayaan dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari kepengecutan dan kekikiran. Aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan penindasan orang”. (HR Abu Daud No. 1557) Atau bacalah doa di bawah ini setelah shalat sambil mengusapkan tangan kanannya ke kepala/kening : ُھَو ِلاَّ لَھَ إ ِ ِ ِذي لاَ إ ّ ْسِم اللهِ ال ِ ُم ب ال َّر ْح َم ُن ال َّر ِحْی َح َز َن ْ َوال َھَّم ْ ِي ال ِھ ْب َعنّ ذْ َ ُھَّم أ َّ الل Bismillahi alladzi Laa ilaaha illaa huwa ar-Rahmaanu arRahiimu. Allahumma adzhib 'anni al-hamma wa alhazana


RS UMMI Bogor 33 “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah hilangkan dari saya kesedihan dan kesusahan.” (HR. Ath-Thabrani) 6. Doa Sebelum Operasi َح ى اللهِ ْسبُنَا اللهُ َو ِكی ُل َعلَ ْ ال َ َونِ ْعم نَا ْ َو َّكل تَ Hasbunallahu wa ni’mal wakil, wa ‘alallahi tawakkalna “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Hanya kepada Allah kami bertawakkal.” (HR. At-Turmudzi) 7. Doa Bangun Tidur Saat Sadar dari Pembiusan ْی ِھ لَ ِ َوإ َماتَنَا َ َما أ ْحیَانَا بَ ْعدَ َ ِذ ْي أ َّ ِ ال ِ๡َّ َح ْمدُ ْ اَل ُّ ُشْو ِر الن Alhamdullillâhilladzî ahyânâ ba’da mâ amâtanâ wa ilayhinnusyur "Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan." (HR. Bukhari No. 6325)


34 Panduan Ibadah bagi Pasien 8. Doa Menghadapi Situasi Kritis َّلا ِ لَھَ إ ِ ب َلا إ ُّ َّلا اللهُ َر ِ لَھَ إ ِ ُم َلا إ َحِلْی ل ْ ُم ا لعَ ِظْی ْ اللهُ ا عَ ِظْیِم َلا ْ عَ ْر ِش ال َو ال ا ِت ْ ب ال َّس َما ُّ ِلاَّ اللهُ َر لَھَ إ ِ إ ْلأَ ب ا َو َر ِ ُّ َكِرْیم ْ عَ ْر ِش ال ْ ب ال ُّ ْر ِض َو َر La Ilaha Illallahul Azhimul Halim, La Ilaha Illallahu Rabbul Arsyil Azhim, La Ilaha Illallahu Rabbus Samawati wa Rabbul Ardhi wa Rabbul Arsyil Karim “Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah yang Maha Agung lagi Lemah-Lembut, Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Tuhan Pemilik Arsy yang agung, Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Tuhan pemilik langit dan bumi, dan pemilik Arsy yang mulia.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah) 9. Doa Waktu Susah Tidur عُیُو ُن ، ْ ِت ال َ َو َھدَأ ُجو ُم ، ُّ َر ِت الن ُھَّم َغا َّ الل وٌم ، َلا ُّ ي قَی ْن َت َح ُّ َ َو َولا أ َك ِسنَةٌ ُخذُ ْ ْوٌم تَأ ، یَا نَ و ُم ، ُّ ي یَا قَی َح ُّ نِ ْم َعْینِي َ َوأ ْھِد ْئ ِلیَِلي ، َ أ


RS UMMI Bogor 35 Allahumma gharatinnujum wa hadaatil`uyun wa Anta Hayyun Qayyum, la ta’khudzuka sinatun wa la nawm. Ya Hayyu ya Qayyum, ahdi layli wa anim `ayni “Wahai Tuhan yang mengorbitkan bintang-bintang, Yang membuat mata terpejam, Engkau adalah Yang Hidup dan Terjaga, wahai yang Hidup dan Terjaga, redupkanlah malam dan lelapkanlah mataku.” (HR. Ath-Thabrani) 10.Dzikir Mendekatkan Diri kepada Allah ْستَ ْغِف ُر اللهَ .......................azhîm'Astaghfirullâhal عَ ِظْیِم اَ ْ ال "Aku memohon ampun, Ya Allah yang Maha Agung" ُسْب َحا َن اللهِ ...............................................................Subhânallâhi "Maha Suci Allah" Alhamdulillâhi ................................................................ ِ ِ๡ّٰ َح ْمدُ ْ اَل “Segala puji bagi Allah” Lâ ilâha illallâh......................................................ُالله َّلا ِ ھَ إ ٰ ل ِ َلا إ “Tiada illah yang berhak disembah selain Allah” َ ْكبَ ِر...................................................................... akbar Allâhu اللهُ أ Allah Maha Besar


36 Panduan Ibadah bagi Pasien عَ ِظْیِم ْ ي ال ُّ عَِل ْ ِاͿِ ال َّوةَ اَِّلا ب َلا َحْو َل َو َلا قُ Lâ haula wa la quwwata illa billahi 'aliyyul azhim “Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung” َ ْكبَ ِر َو اللهُ أ َّلا اللهُ ِ ھَ إ ٰ ل ِ َلا إ La ilaha illallahu wallahu akbar َلا َشِرْی َك لَھُ َو ْحدَهُ َّلا اللهُ ِ ھَ إ ٰ ل ِ َلا إ La ilaha illallahu wahdahu la syari kalahu ُك َو لَھُ ْ ُمل ْ َّلا اللهُ لَھُ ال ِ ھَ إ ٰ ل ِ َح ْم َلا إ دُ ْ ال L a ilaha illallahu lahulmulku wa lahulhamdu َوفِي الآ ِخ َرةِ َح َسنَةً َح َسنَةً ُّْنیَا َربَّنَا آتِنَا ِفي الد ِر َب النَّا َوقِنَا َعذَا Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzabannar “Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.”


RS UMMI Bogor 37 11.Sayyidul Istighfar نَا َ تَنِي َوأ ْن َت َخلَقْ َ أ ِلاَّ لَھَ إ ِ ِي َلا إ ُھَّم أْن َت َربّ َّ اَلل نَا َعلَى َع ْھِد َك َوَو ْعِد َك َما ا ْس َ تَ َط ْع ُت َعْبدُ َك َوأ ُعْوذُ ِنِ ْعَم أ ِت َك َ َك ب َصنَ ْع ُت أبُ ْو ُء لَ ِ َك ِم ْن َشِّر َما ب ْغِف ُر ِنَّھُ َلا یَ ْي فَإ ِي فَا ْغِف ْر ِل ِذَْنب َّي َوأبُو ُء ب َعلَ أْن َت ِلاَّ ْو َب إ نُ ُّ الذ Allahumma anta rabbii laa ilaaha illa anta khalaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mas tatha’tu a’uudzu bika min syarri ma shana’tu abuu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abuu-u bi dzanbii faghfir lii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta "Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu, aku akan setia pada janjiku pada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang aku perbuat. Kuakui segala nikmat-Mu atasku dan aku akui segala dosaku (yang aku perbuat). Maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau." (HR. Muttafaq ‘alaih)


38 Panduan Ibadah bagi Pasien Bab III Tuntunan Ibadah bagi Orang Sakit 1. Bersuci bagi Orang Sakit Setiap orang yang akan melaksanakan suatu ibadah shalat diisyaratkan harus suci dari hadats, baik hadats besar maupun hadats kecil. Hal itu berlaku juga bagi orang sakit. Untuk menghilangkan hadats kecil seperti: buang air besar, buang air kecil dan tertidur, maka harus berwudhu. Sedangkan untuk menghilangkan hadats besar seperti janabat atau haid bagi wanita, harus mandi wajib. Tetapi bagi orang sakit karena kondisinya lemah, takut akan bertambah sakitnya dan akan memperlambat kesembuhannya atau oleh sesuatu sebab tidak boleh terkena air, maka sebagai gantinya dapat bertayamum. Tayamum adalah bersuci untuk menghilangkan hadats kecil atau hadats besar dengan menggunakan debu yang bersih. Tayamum ini merupakan salah satu bentuk keringanan (rukhshah) dalam ajaran Islam, supaya aturan Allah tetap dapat dipatuhi oleh hamba-Nya dengan mudah bagaimanapun keadaannya.


RS UMMI Bogor 39 َولَ ْن إ َّن الِدّی َن یُ ْس ٌر بَھُ َحدٌ إَّلا َغلَ َ یُ َشادَّ الِدّی َن أ Innaddîna yusron walan yusyaddaddîna ahadun illâ ghalabahu "Sesungguhnya agama itu mudah, dan tidaklah seseorang mempersulit agama kecuali dia akan dikalahkan (semakin berat dan sulit)." (HR. Bukhari No. 38) a. Dalil Perihal Diperbolehkannya Tayamum ْوا ُ وةِ فَا ْغ ِسل ٰ ْم اِلَى ال َّصل ْمتُ ْوٓ ا اِذَا قُ َمنُ ٰ ِذْی َن ا َّ َھا ال ُّ اَی ٓ ی ٰ ِ ُر ُء ْو ِس ُكْم ِق َوا ْم َس ُحْوا ب َمَرافِ ْ ُكْم اِلَى ال َواَْیِدیَ ُو ُجْو َھ ُكْم ِن َك ْعبَ ْی ْ ْر ُجلَ ُكْم اِلَى ال َواَ ۗ َّط َّھُرْوا ْم ُجنُبًا فَا ◌ َواِ ْن ُكْنتُ ۗ ◌ ٰٓضى َو ْ اِ ْن اَ ى َّمْر ْو ُكْنتُم ٰ ٍر ْو َعل َسفَ َج َء اَ آ َحدٌ ِّمْن ُكْم اَ ِّم غَآ ْو َن ال ൜ى ِط ْ ُم اَ َم ْستُ ٰ ِ َس ل آ َء ْ النّ ْوا َم ِج فَل دُ َم ًء تَ آ فَتَیَ َّمُمْوا َصِعْیدًا ِبًا ُو ُجْو ِھ ُكْم َطیّ ِ فَا ْم َس ُحْوا َواَْیِدْی ُكْم ب ِّمْنھُ ۗ ◌ َما ْی ُك ِلیَ ْجعَ ْم یُ ّٰဃَ ُل ِرْیدُ ِّم ْن َعلَ ِك ْن َح َرجٍ ٰ َّول ِرْیدُ ُّ ی َطِّھَر ُكْم َّم ِلیُ ُكْم تَ ْش ُكُرْو َن َوِلیُتِ َّ ل ْی ُكْم لَعَ نِ ْعَمتَٗھ َعلَ yā ayyuhallażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilụ wujụhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥụ biru`ụsikum wa arjulakum ilal-ka'baīn, wa ing kuntum junuban faṭṭahharụ, wa ing kuntum marḍā au 'alā


40 Panduan Ibadah bagi Pasien safarin au jā`a aḥadum mingkum minal-gā`iṭi au lāmastumun-nisā`a fa lam tajidụ mā`an fa tayammamụ ṣa'īdan ṭayyiban famsaḥụ biwujụhikum wa aidīkum minh, mā yurīdullāhu liyaj'ala 'alaikum min ḥarajiw wa lākiy yurīdu liyuṭahhirakum wa liyutimma ni'matahụ 'alaikum la'allakum tasykurụn “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.” [QS. Al-Ma’idah (5): 6] Dari Jabir Ibnu Abdullah ra, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:


RS UMMI Bogor 41 ِص ْر ُت َحدٌ قَ ْبِلي: نُ َ ْم یُ ْع َط ُھ َّن أ ْع ِطی ُت َخ ْم ًسا لَ ُ أ ْر ُض َم ْس ِجدًا َو ُج ِعلَ ْت ِلي اَْلأَ َرةَ َش ْھٍر, ر ْع ِب َم ِسی ِال ُّ ب َص ّلِ یُ ْ ْد َر َكتْھُ اَل َّصَلاةُ فَل َ َر ُج ٍل أ َما ُّ ی َ َو َط ُھو ًرا, فَأ A’thitu khamsan lam yu’thahunna ahadun qabli: nushirtu birru’bi masîrata syahrin wa ju’ilat li al ardhu masjidan wa thahûran, fa ayyumâ rajulin adrakathu ashshalâtu falyushalli “Aku diberi lima hal yang belum pernah diberikan kepada seorang pun sebelumku yaitu aku ditolong dengan rasa ketakutan (musuhku) sejauh perjalanan sebulan; bumi dijadikan untukku sebagai tempat sujud (masjid) dan alat bersuci maka siapapun menemui waktu shalat hendaklah ia segera shalat.” (HR. Muttafaqun ‘Alaihi) Dan menurut Hadits Hudzaifah ra, yang diriwayatkan oleh Muslim disebutkan: َمآ ْ ِجِد اَل ْم نَ ِذَا لَ نَا َط ُھو ًرا, إ َھا لَ ْربَتُ َو َء ُج ِعلَ ْت تُ Wa ju’ilat turbatuhâ lanâ thahûran, idzâ lam najidi al mâ’a “Dan debunya dijadikan bagi kami sebagai alat bersuci.”


42 Panduan Ibadah bagi Pasien b. Cara Melakukan Tayamum Cara melakukan tayamum adalah sebagai berikut: Membaca “Bismillahirrahmanirrahim”, dengan niat yang ikhlas karena Allah semata, seraya menepukkan atau meletakkan kedua telapak tangan pada tempat yang berdebu suci dan bersih. Kemudian telapan tangan yang telah berdebu tersebut dihembuskan secara perlahan-lahan agar debu yang kasar tidak ikut serta. Mengusapkan kedua telapak tangan pada muka sampai merata, diteruskan dengan mengusap kedua punggung dan telapak tangan. Pelaksanaan tayamum tersebut cukup dikerjakan sekali saja, baik sewaktu mengambil debu ataupun pada waktu mengusapkannya. c. Bersuci bagi Orang yang Terbalut Perban Berwudhu bagi orang yang terbalut perban sama seperti cara wudhu orang yang sehat. Para ulama menjelaskan bahwa jika membasuh atau mencuci tidak mampu dilakukan, maka beralih pada mengusap, dengan membasahi tangan lantas mengusap bagian yang perlu diusap. Hal ini dilakukan semisal jika seseorang memiliki luka dan tidak boleh terkena air yang mengalir.


RS UMMI Bogor 43 Jika ada luka pada salah satu anggota wudhu, maka luka tersebut bisa jadi terbuka atau bisa jadi tertutup dengan perban. 1) Keadaan pertama: Luka tertutup dengan perban Jika luka tertutup perban, maka bagian anggota wudhu yang tidak ada luka dicuci atau dibasuh seperti biasa. Sedangkan bagian anggota wudhu yang tertutupi perban cukup diusap. Kali ini tidak langsung beralih pada tayamum. 2) Keadaan kedua: Luka dalam keadaan terbuka Untuk keadaan ini, jika luka diizinkan terkena air, maka wajib menggunakan air. Namun jika membasuh tidak bisa dilakukan karena berbahaya pada lukanya, maka beralih pada mengusap. Jika membasuh begitu pula mengusap sama-sama tidak dibolehkan, maka beralih pada tayamum. 2. Shalat bagi Orang Sakit Bila seseorang sedang sakit maka pelaksanaan ibadah shalat disesuaikan dengan kemampuan yang dimilikinya, karena Allah memberikan kemudahan bagi hamba-Nya


44 Panduan Ibadah bagi Pasien dalam menjalankan kewajiban terhadap-Nya. Gerakangerakan shalat seperti berdiri, ruku, sujud dan duduk mungkin tidak mampu dilakukan oleh orang yang sakit. Oleh karena itu shalat dapat dikerjakan sesuai dengan kondisi penyakit dan kondisi fisiknya. Sebelum melakukan shalat, orang yang sakit harus memenuhi syarat-syarat shalat sebagai berikut: Suci badan, pakaian dan tempat shalat dari hadats maupun najis, kecuali terhalang. Menghadap kiblat wajib bagi orang sakit selama ia masih sanggup, jika ia tidak sanggup karena ada ‘udzur hendaklah menghadap kemana saja. Menutup aurat. Aurat bagi lagi-laki adalah apa yang ada di antara pusar dan kedua lututnya, sedangkan bagi wanita adalah seluruh badan selain wajah dan telapak tangannya. Tetapi bagi yang tidak sanggup menutup auratnya karena tubuhnya terbakar atau sebab lain, maka hendaklah shalat menurut kemampuan yang dimilikinya. َو َم ِ๡ِ ْ ِر ُق َو ال َو ْج ْش ھُ َّم ْوا فَثَ َّ َول َما تُ َم ْغِر ُب فَاَْینَ ْ ال ◌ ۗ اللهِ ٌم اِ َّن اللهَ َوا ِس ٌع َعِلْی


RS UMMI Bogor 45 Wa lillāhil-masyriqu wal-magribu fa ainamā tuwallụ fa ṡamma waj-hullāh, innallāha wāsi'un 'alīm “Dan milik Allah timur dan barat. Kemanapun kamu menghadap di sanalah wajah Allah. Sungguh, Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.” [QS. Al-Baqarah (2): 115] Masuk waktu shalat, karena shalat wajib ditunaikan pada waktunya. وةَ فَاذْ ُكُروا ّٰဃ َقِیَا ًما َّوقُعُ ْودًا ٰ ُم ال َّصل َضْیتُ فَِاذَا قَ ْو ى ُجنُ ٰ ْم ُك َّو َعل ِ ◌ ب ۚ ْم فَِاذَا نَ ْنتُ ْ ْط َمأ فَاَقِ ْی ُم ا وا وةَ ٰ ◌ ال َّصل ۚ اِ َّن وةَ ٰ ال َّصل َكانَ ْت ى ُمْؤ ِمنِ ْی َن َعلَ ْ ال بًا ٰ ِكت ا ْوتً َّمْوقُ Fa iżā qaḍaitumuṣ-ṣalāta fażkurullāha qiyāmaw wa qu'ụdaw wa 'alā junụbikum, fa iżaṭma`nantum fa aqīmuṣ-ṣalāh, innaṣ-ṣalāta kānat 'alal-mu`minīna kitābam mauqụtā “Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan salat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, salat itu adalah kewajiban yang ditentukan


46 Panduan Ibadah bagi Pasien waktunya atas orang-orang yang beriman.” [QS. AlMa’idah (5): 103] a. Cara-Cara Shalat bagi Orang yang Sakit 1) Shalat dengan Berdiri Berdiri adalah salah satu di antara rukun-rukun shalat. Selama orang yang sakit masih sanggup berdiri maka wajib ia shalat dengan berdiri, jika tidak sanggup shalat dengan berdiri maka shalatlah dengan duduk dan jika tidak sanggup dengan duduk, shalatlah dengan berbaring. 2) Shalat dengan Duduk Hendaklah ia duduk menghadap kiblat (jika sanggup duduk seperti duduk tasyahud awal) dan meletakkan kedua tanggannya di dada pada waktu membaca Al-Fatihah dan surat. Kemudian meletakkan kedua tangannya di atas kedua pahanya (lutut) apabila ia ruku’ dengan membungkukkan kepalanya. Jika sanggup sujud hendaklah sujud. Jika tidak sanggup maka hendaklah ia tundukkan saja kepalanya melebihi saat ruku’ sekedar untuk membedakan dengan sujud.


RS UMMI Bogor 47 Kerjakanlah yang demikian itu sampai rakaat terakhir. Dari Imran bin Hushain radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan: َّى َّဃُ ِ َّي َصل ُت النَّب ْ ل َ َسأ َوا ِسی ُر فَ ِي بَ َكانَ ْت ب َ َع ْن َعل ال َّصلاةِ ، َ م َّ َو َسل فَقَا َل : َص ّلِ قَائِ ًم ْی ِھ ا ْم تَ ْستَ ِط ْع ْن لَ ِ ْم تَ ْستَ ِط ْع فَقَا ِعدًا ، فَإ ْن لَ ِ ، فَإ لَى َجْن ٍب فَعَ “Aku pernah menderita penyakit bawasir. Maka ku bertanya kepada Nabi صلى الله عليه وسلم mengenai bagaimana aku shalat. Beliau bersabda: shalatlah sambil berdiri, jika tidak mampu maka shalatlah sambil duduk, jika tidak mampu maka shalatlah dengan berbaring menyamping” (HR. Al Bukhari No. 1117). 3) Shalat dengan Berbaring Adapun shalat dengan berbaring dapat dilakukan dengan cara: a) ‘Ala Janbin (Berbaring Menyamping) Ini yang lebih utama jika memungkinkan. Tata caranya:


48 Panduan Ibadah bagi Pasien Berbaring menyamping ke kanan dan ke arah kiblat jika memungkinkan. Jika tidak bisa menyamping ke kanan maka menyamping ke kiri namun tetap ke arah kiblat. Jika tidak memungkinkan untuk menghadap kiblat maka tidak mengapa. Cara bertakbir dan bersedekap sama sebagaimana ketika shalat dalam keadaan berdiri. Yaitu tangan di angkat hingga sejajar dengan telinga dan setelah itu tangan kanan diletakkan di atas tangan kiri. Cara rukuknya dengan menundukkan kepala sedikit, ini merupakan bentuk imaa` sebagaimana dalam hadits Jabir. Kedua tangan diluruskan ke arah lutut. Cara sujudnya dengan menundukkan kepala lebih banyak dari ketika rukuk. Kedua tangan diluruskan ke arah lutut. Cara tasyahud dengan meluruskan tangan ke arah lutut namun jari telunjuk tetap berisyarat ke arah kiblat. b) Mustalqiyan (Telentang) Jika tidak mampu berbaring (‘ala janbin), maka mustalqiyan. Tata caranya:


RS UMMI Bogor 49 Berbaring telentang dengan kaki menghadap kiblat. Yang utama, kepala diangkat sedikit dengan ganjalan seperti bantal atau semisalnya sehingga wajah menghadap kiblat. Jika tidak memungkinkan untuk menghadap kiblat maka tidak mengapa. Cara bertakbir dan bersedekap sama sebagaimana ketika shalat dalam keadaan berdiri. Yaitu tangan diangkat hingga sejajar dengan telinga dan setelah itu tangan kanan diletakkan di atas tangan kiri. Cara rukuknya dengan menundukkan kepala sedikit, ini merupakan bentuk imaa` sebagaimana dalam hadits Jabir. Kedua tangan diluruskan ke arah lutut. Cara sujudnya dengan menundukkan kepala lebih banyak dari ketika rukuk. Kedua tangan diluruskan ke arah lutut. Cara tasyahud dengan meluruskan tangan ke arah lutut namun jari telunjuk tetap berisyarat ke arah kiblat. 4) Shalat dengan Isyarat Apabila seseorang yang sakit sudah tidak kuasa menggerakkan anggota badannya untuk


Click to View FlipBook Version