50 Panduan Ibadah bagi Pasien melakukan shalat, maka hendaklah melakukan shalat dengan isyarat saja. Dasar dibolehkan shalat tersebut berdasarkan firman Allah dan hadits Rasulullah صلى الله عليه وسلم berikut. ْم ... فَاتَّقُوا ّٰဃَ َما ا ْستَ َط ْعتُ fattaqullāha mastaṭa'tum... "Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu..." [QS. At-Taghabun (64): 16] Dari Jabir radhiallahu’anhu beliau berkata: َ َعادَ م َّ َو َسل ْی ِھ َّى َّဃَ ُعلَ َّن َر ُسو َل َّဃَ ِصل َ أ َخذَ َ ِي َعلَى ِو َسادَةٍ ، فَأ ّ َصل َمِری ًضا فَرآهُ یُ َھا َوقَا َل : ِ َھا ، َر َمى ب ِ ِن فَ ْر ِض إ ِالأَ َص ّلِ ب َم ِی ْو ِم ْئ إ َ ِلا فَأ َوإ ا ْستَ ْل َط ْع َت ، َوا ْجعَ ًء ، ا َض ِم ْن ُر ُكو ِع َك ْخفَ َ ُس ُجودَ َك أ “Rasulullah صلى الله عليه وسلمsuatu kala menjenguk orang yang sedang sakit. Ternyata Rasulullah melihat ia sedang shalat di atas bantal. Kemudian Nabi mengambil bantal tersebut dan menjauhkannya. Ternyata orang tersebut lalu mengambil kayu dan shalat di atas kayu tersebut. Kemudian Nabi mengambil kayu tersebut dan
RS UMMI Bogor 51 menjauhkannya. Lalu Nabi bersabda: shalatlah di atas tanah jika kamu mampu, jika tidak mampu maka shalatlah dengan imaa` (isyarat kepala). Jadikan kepalamu ketika posisi sujud lebih rendah dari rukukmu.“ (HR. Al Baihaqi) Al-Imaa` artinya berisyarat dengan anggota tubuh seperti kepala, tangan, mata dan alis. Syaikh Muhammad bin Shalih Al- ‘Utsaimin mengatakan, “Jika orang yang sakit tidak sanggup berisyarat dengan kepala untuk rukuk dan sujud maka ia berisyarat dengan matanya. Ia mengedipkan matanya sedikit ketika rukuk dan mengedipkan lebih banyak ketika sujud.” b. Menjama’ Shalat Jika orang sakit karena kondisinya terasa berat, ia boleh melaksanakan shalat jama’ seperti zhuhur dan ashar serta maghrib dan isya’, yang dapat dilaksanakan di salah satu waktu. Demikian pula bagi orang yang mau operasi. Hadits Ibnu Abas radhiallahu ‘anhuma yang menyatakan: بَ ْی َن َ م َّ َو َسل ْی ِھ َّى َّဃَ ُعلَ َج َم َع َر ُسو ُل َّဃَ ِصل َمِدینَ ِة ْ ِال ِع َشا ِء ب ْ َم ْغِر ِب َوال ْ عَ ْصِر َوال ْ ظ ْھِر َوال ُّ ال
52 Panduan Ibadah bagi Pasien بُ ْو ُكَرْی ٍب) َ ِر َخْو ٍف َوَلا َم َطٍر قَا َل (أ فِي َغْی ِل َك قَا َل َك ْي َلا فَعَ َل ذَ َ ِن َعبَّا ٍس ِلم ُت ِلاْب ْ ل قُ َّمتَ ُ ِر َج أ یُ ْح ھُ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjama’ antara Zhuhur dan Ashar, Maghrib dan Isya’ di kota Madinah tanpa sebab takut dan hujan. Abu Kuraib berkata: Aku bertanya kepada Ibnu Abas radhiallahu ‘anhuma: Mengapa beliau berbuat demikian? Beliau radhiallahu ‘anhuma menjawab: Agar tidak menyusahkan umatnya. (HR Muslim nNo. 705) Dalam hadits di atas jelaslah Rasulullah صلى الله عليه وسلم membolehkan kita menjama’ shalat karena adanya rasa berat yang menyusahkan (masyaqqah) dan jelas sakit merupakan masyaqqah. Hal ini juga dikuatkan dengan menganalogikan orang sakit kepada orang yang terkena istihaadhoh yang diperintahkan Nabi صلى الله عليه وسلم untuk mengakhirkan sholat Zhuhur dan mempercepat Ashar dan mengakhirkan Maghrib dan mempercepat Isya’.
RS UMMI Bogor 53 c. Shalat Orang yang Lupa, Tidur, Pingsan dan Terbius Orang yang lupa atau tidur sehingga luput dari waktu shalat, maka shalatnya dilaksanakan ketika ingat. Orang yang tidur sebelum waktu shalat, dan bangun setelah waktu shalat habis, maka shalatnya pada waktu bangun tersebut dan melakukan shalat yang tertinggal, baru melakukan shalat yang menjadi kewajiban pada waktu bangun. Bagi yang pingsan atau dalam keadaan dibius, maka shalatnya dilaksanakan setelah sadar.
54 Panduan Ibadah bagi Pasien Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: َر ا َھا، فَ َكفَّ َ َعْن ْو نَام َ َم ْن نَ ِس َي َصَلاةً، أ َھا تُ ِذَا ذَ َكَر َھا َھا إ ِیَ ّ َصل ْن یُ َ أ “Barangsiapa yang lupa shalat, atau terlewat karena tertidur, maka kafaratnya adalah ia kerjakan ketika ia ingat” (HR. Muslim no. 684).
RS UMMI Bogor 55 Lampiran 1. Tata Cara Tayamum Meletakkan kedua tangan di tempat berdebu (tembok atau lainnya) Mengangkat kedua telapak dan tangan dan meniupnya disertai dengan niat
56 Panduan Ibadah bagi Pasien Mengusap muka dengan telapak tangan sampai rata Mengusap punggung dan telapak tangan kanan dengan telapak tangan kiri sampai pergelangan
RS UMMI Bogor 57 Mengusap punggung dan telapak tangan kiri dengan telapak tangan kanan sampai pergelangan 2. Tata Cara Shalat Sambil Duduk Duduk menghadap kiblat (jika sanggup duduk seperti duduk tasyahud awal) seraya berniat dan mengangkat kedua tangan (takbiratul ihram)
58 Panduan Ibadah bagi Pasien 0 Meletakkan kedua tangan di atas pahanya/lututnya apabila ruku’ (dengan membungkukkan kepada) kemudian I’tidal Meletakkan kedua tangan di dada kemudian membaca Al-Fatihah dan surat pendek
RS UMMI Bogor 59 Sujud (jika sanggup) jika tidak sanggup, menundukkan kepada melebihi saat ruku’, sekedar untuk membedakan dengan rukuk Salam ke kanan dan ke kiri
60 Panduan Ibadah bagi Pasien 3. Tata Cara Shalat Sambil Berbaring Takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan Meletakkan tangan di dada kemudian membaca Al-Fatihah dan surat. Sedangkan ruku’, I’tidal, sujud, duduk antara dua sujud cukup dilakukan dengan isyarat
RS UMMI Bogor 61 Tahiyat awal/akhir Salam ke kanan dan ke kiri
62 Panduan Ibadah bagi Pasien 4. Tata Cara Talqin 1. Membuat suasana tetap tenang 2. Membimbingnya dengan suara lembut di dekat telinganya agar dia mengucapkan kalimat tauhid لَھَ َلا ِ َّلا إ ِ إ الله Laa ilaaha illallah “Tiada Tuhan selain Allah” 3. Jika ia telah mengucapkannya maka tetap tenang dan bnayak berdoa 4. Jika dia bersuara lagi dan mengucapkan katakata selain “kalimat tauhid”, maka ulangi kembali talqin dan bimbing kembali Demikian seterusnya sampai kalimat terakhir yang ia ucapkan adalah kalimat tauhid.
RS UMMI Bogor 63 Poliklinik Spesialis dan Poliklinik Khusus RS UMMI KLINIK SPESIALIS 1. Spesialis Kebidanan & Penyakit Kandungan dr. Astry Susanti, Sp.OG dr. Freddy Dinata, Sp.OG dr. Dian Ambarwati, Sp.OG dr. Nadya Lusiana, Sp.OG 2. Spesialis Anak dr. Deasy Nurisya, M.Kes, Sp.A dr. Rudy Satrya, M.Kes, Sp.A dr. Ahmad Zaeni Syafii, M.Kes, Sp.A dr. Ichsan, M.Kes Sp.A 3. Spesialis Penyakit Dalam dr. Nerina Mayakartifa, Sp.PD, FINASIM dr. Abdul Kadir Badeges, Sp.PD dr. Djabir Abudan, Sp.PD dr. Lusvita, Sp.PD, FINASIM dr. Budiman Syaeful Anwar, Sp.PD 4. Spesialis Mata dr. Mustafa Kamil Shahab, Sp.M dr. Arif Budiman, Sp.M dr. Manoa Panjaitan, Sp.M dr. Sumarini Markoem, Sp.M
64 Panduan Ibadah bagi Pasien 5. Spesialis Paru dr. Felly Iswa, Sp.P dr. Wulansari Rumanda, Sp.P 6. Spesialis Gizi Klinik dr. Rosdiana Rasyidi, Sp.GK, MARS 7. Spesialis Jantung & Pembuluh Darah dr. M. Abbas Basalamah, Sp.JP(K), FIHA dr. Ramang Napu, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC dr. Acil Aryadi, Sp.JP 8. Spesialis THT dr. Histawara Subroto, Sp.THT-KL(K)-Onk, FICS dr. Irwandanon, Sp.THT-KL, FICS 9. Spesialis Saraf dr. Willy Wijaya, Sp.N dr. Andreaw Pranolo, Sp.N dr. Putra Yudhistira Pratama, Sp.N 10. Spesialis Rehabilitasi Medik dr. Fathy Abdullah, Sp.KFR dr. Nur Indah Lestari, Sp.KFR 11. Spesialis Bedah dr. Ariefa Adha Putra, Sp.B dr. Sholeh Abdullah Assegaf, Sp.B, FINACS dr. M. Irfan Arif Hasibuan, Sp.B dr. Elanda Putri Madyaningtyas, Sp.B 12. Spesialis Ortopedi dr. M. Anggoro Jati, Sp.OT dr. Widyo Wahyu Pratomo, Sp.OT
RS UMMI Bogor 65 13. Spesialis Kulit dan Kelamin dr. Yulfia Dairina, Sp.KK dr. Ma’arifah Nadjar, Sp.KK, M.Kes dr. Sarah Mahri, Sp.KK 14. Spesialis Urologi dr. Rizky Fawzi, Sp.U dr. Aries Alpendri, Sp.U 15. Spesialis Kedokteran Jiwa dr. Nur Hakim Basuki, Sp.KJ 16. Klinik Gigi & Spesialis Gigi drg. Nita Nuriniza, Sp.Perio drg. Ivana, Sp.KGA drg. Yuniarto Budi Santosa drg. Nadiah drg. Sari Yudanti drg. Dede Rukasa, M.Kes KLINIK KHUSUS 1. Klinik Psikologi Firdha Lystia Utami, M.Psi Nuran Abdat, M.Psi 2. Klinik Laktasi Ns. Mayrita Syam, S.Kep, CBMT 3. Klinik Thalassemia dr. Mururul Aisyi, Sp.A(K)
66 Panduan Ibadah bagi Pasien LAYANAN LAINNYA Medical Check Up Hubungi Pendaftaran 0251 – 8341600 Catheterization Laboratory Website rsummi.com Instagram @rs_ummi Facebook @rsummibogor Tiktok @rsummi Youtube RS UMMI Official Telepon 0251-8341600 (Hunting) WA Customer Service 0811-1695-118 WA Daftar Online 08-1110-3344-2 INFO SEPUTAR RS UMMI
RS UMMI Bogor 67