Chita : Mono sama Neni kok bisa tau? Iya Chita
hari ini seneng sekali, soalnya Chita dikasih
hadiah sama Mama, Ini hadiahnya.
Chita menunjukkan gelangnya.
Neni : Wah bagus sekali gelangnya…
Mono : Iya bagus, kok Chita bisa dikasi hadiah??
Chita ulang tahun?
Chita : Nggak, Chita nggak lagi ulang tahun, kata
Ibu, beberapa bulan ini aku sering bantu Ibu
di dapur, terus aku juga selalu nurut apa
kata Ibu, jadi Ibu ngasih aku gelang ini, Ibu
bikin sendiri lho gelangnya, dari biji
kelengkeng katanya.
Neni : Wah senangnya, Neni juga mau dapet
hadiah kayak Chita.
Chita : Neni coba deh, bantuin ibunya Neni, sapa
tahu nanti bisa dapet hadiah juga kayak aku.
Neni : Iya deh, nanti Neni coba bantuin Ibu, biar
capeknya Ibu berkurang.
Mono : Eh, mumpung pagi ini cerah, gimana kalo
hari ini kita jalan-jalan ke sungai?
Chita : Ayo ayo!
101
Neni : Iya, Neni juga mau, udah lama Neni nggak
jalan-jalan ke sungai…
Mereka bertiga pun berjalan menuju sungai. Dalam
perjalanan menuju sungai mereka bertemu dengan
bapak-bapak yang sedang membawa rumput untuk
diberikan kepada ternaknya. Dan ibu-ibu yang
sedang menanam padi di sawah.
Chita : Akhirnya, sampai juga di sungai.
Neni : Iyah, capek juga ya?
Mono : Kita istirahat di sebelah situ yuk...
Neni dan Chita: Ayuk…!
Tiba-tiba saja...
Chita : Aaaaaaahhh!!!
Mono : Ada apa Chita? Kok Chita Teriak??
Chita : Huhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhu (menangis)
Neni : Lho lho, kok sekarang malah nangis? Chita
kenapa? Digigit semut?
Mono : Chita kenapa sih?
Chita : Gelang Chita nggak ada nih, gelang Chita
hilang, huhuhuhuhuhu...
102
Mono : Hah, hilang? Kan tadi dipakai sama Chita…
Chita : Iya, tadi Chita pakai gelangnya, terus
sekarang nggak ada… Huhuhuhu...
Mono : Neni lihat gelangnya Chita nggak?
Neni : Nggak, Neni nggak lihat…
Chita : Huhuhuhuhuhuhuhuhuhuhu, itu ‘kan
gelang pemberian Ibu...
Neni : Cup cup cup, Chita jangan nangis…
Mono : Iya, kita cari sama-sama ya gelangnya..
Mono dan Neni membantu mencari gelang Chita
yang hilang, mereka mencari di pinggir sungai dan
menyusuri kembali jalan yang mereka lewati, saat
meraka menuju sungai.
Neni : Aduh, gelangnya di mana ya?
Mono : Ini bukan? (sambil menunjukkan sesuatu)
Neni : Monooooo, itu ‘kan cacing!!! Bukan
gelangnya Chita, cepet buang!
Mono : Hah??? Cacing??? Iiiiiiihhhhh……. Ya udah,
ayo kita cari lagi…
Neni : Hahhhhhhhh, ini gelangnya Chita, iya kan
Chita?
103
Chita : Iya, itu gelang Chita.
Mono : Ternyata gelang Chita jatuh, nggak jadi
hilang deh gelangnya…
Chita : Wah, makasi ya Mono, makasih ya Neni,
kalian berdua udah nyariin gelangnya Chita,
gelang Chita nggak jadi hilang deh.
Neni : Iya, sama-sama Chita.
Mono : Iya, mulai sekarang gelangnya dijaga yang
bener, biar nggak hilang lagi...
Chita : Iya iya, makasi yaaa...
Mereka bertiga bermain di sekitar sungai, sambil
menikmati suasana di sekitar sungai yang sejuk,
karena banyak pohon pisang disekelilingnya.
Mono : Eh... Eh kayaknya udah siang, kita pulang
yuk, nanti kita dicariin lagi…
Neni : Iya, pulang yuk Neni laperr…
Mono dan Chita: Ayoooo pulang!
Mereka bertiga pun pulang dengan hati senang.
Mereka telah bermain dan belajar. Belajar
menghargai pemberian, belajar membantu orang
yang membutuhkan.
104
Badak yang Berwarna
Ungu
Oleh Kak Dini Kaeka Sari
Di ujung barat Pulau Jawa, ada hutan bernama
Hutan Pangandaran. Di sana hidup banyak sekali
jenis hewan, termasuk di antaranya badak bercula
satu yang kulitnya berwarna abu-abu. Ya, semua
badak memang berwarna abu-abu seperti tanah.
Badak dikenal karena kesopananannya. Tidak pernah
lupa untuk selalu mengucapkan tolong, ketika
meminta bantuan dan tak pernah lupa mengucapkan
terima kasih ketika mendapatkan sesuatu dari orang
lain. Satu lagi, tak pernah lupa mengucapkan kata
permisi jika hendak melakukan sesuatu pada orang
lain.
Alkisah, di antara sekian banyak badak bercula satu
yang ada di Hutan Pangandaran, ada seekor badak
kecil yang bernama Babecu, badak kecil yang sangat
lucu. Ke mana saja perginya, dia selalu mengekor
Ayah Badak dan Ibu Badak yang sangat sabar.
105
Suatu ketika, tibalah waktu Babecu untuk bersekolah
seperti kakak-kakak sepupunya dan teman-teman
kakak sepupunya. Babecu takut pergi ke sekolah,
sebab tentu saja dia akan jadi jauh dari Ayah Badak
yang penyabar dan Ibu Badak yang sangat sayang.
“Di sekolah Babecu akan bertemu siapa, Bu?”
tanyanya pada ibu badak ketika pagi hari hendak
diantar ke sekolah.
“Babecu akan bertemu Ibu Guru yang juga sayang
pada Babecu, sama dengan Ibu. Dan di sekolah
Babecu juga akan bertemu dengan banyak badak-
badak kecil lain yang sama dengan Babecu, Babecu
pasti senang” jelas Ibu Badak bersemangat.
“Apakah mereka tidak nakal?”
“Kalau Babecu tidak nakal dan sopan, pasti teman-
teman Babecu juga tidak akan nakal pada Babecu.”
Sesampainya di pintu gerbang sekolah, sebelum
Babecu masuk ke halaman sekolah, Ibu Badak
mengingat sesuatu. Dan itu harus segera dikatakan
pada Babecu. Sementara di depan pintu gerbang
sekolah semua ibu-ibu badak sedang berdesakan
mengantarkan badak-badak kecil seperti Babecu
untuk memasuki halaman sekolah. Apa sih yang mau
Ibu Badak katakan pada Babecu? Ah ya… Sebab
Babecu mudah sekali buang angin dan bersendawa
keras-keras, maka Ibu Badak harus mengingatkannya
106
supaya bersikap sopan dengan mengucapkan
permisi, untuk pergi ke luar kelas ketika hendak
bersendawa atau buang angin.
“Babecu, ingat pesan Ibu ya, jangan buang angin dan
bersendawa di kelas, itu tidak sopan…”
Belum selesai Ibu Badak berbicara, tiba-tiba bel
masuk sekolah berbunyi nyaring sekali. Sehingga
Babecu dan Ibu Badak kaget, melupakan yang tadi
dibicarakan dan segera Ibu Badak meminta Babecu
untuk masuk ke halaman sekolah.
Ternyata, di dalam kelas baru, Babecu punya banyak
teman yang baik, Ibu Guru yang baik dan kelas yang
penuh hiasan warna-warni, Babecu senang dan dia
merasa sangat lega dan berani bersekolah sendirian.
Babecu sangat suka bersekolah.
Beberapa lama setelah Ibu Guru mengajari Babecu
dan teman-teman Babecu bernyanyi dan
menghapalkan pantun, tiba-tiba Babecu merasa
perutnya mulas. Mungkin tadi terlalu banyak makan,
atau udara memang terlalu dingin. Aduh, perut
Babecu sakit sekali. Tapi Babecu ingat pesan Ibu
Badak sewaktu di pintu gerbang sekolah tadi,
tidaklah sopan jika bersendawa atau membuang
angin di dalam kelas. Lalu bagaimana ini, sementara
perut Babecu sakit sekali. Tidak mungkin Babecu jadi
badak kecil yang tidak tahu sopan santun. Maka
107
selama Ibu Guru sedang mengajari teman-teman
badaknya bernyanyi, Babecu diam seribu bahasa.
Tak berani bersuara dan menahan diri untuk tidak
membuang angin di kelas. Meskipun perutnya sakiiit
sekali. Kenapa jam pulang lama sekali? Babecu
sangat cemas. Bagaimana Babecu bisa membuang
rasa sakitnya itu. Babecu diam, terus diam, diam,
dan bertambah diam. Ditahannya keinginannya
untuk membuang angin, sebab tidak sopan.
Ditahannya terus perutnya, dipegangi, ditekan-tekan
sedikit, dielus-elus berkali-kali supaya berkurang rasa
sakitnya dan keinginannya membuang angin.
Lalu, tanpa disadarinya, tiba-tiba kulitnya yang
berwarna abu-abu berubah warna. Mulanya warna
abu-abu kulit Babecu menjadi kebiruan, lalu menjadi
ungu muda, semakin lama kulit Babecu terus
berubah menjadi ungu kemerah-merahan.
Ibu Guru kaget bukan kepalang. Sebab pastilah
sedang terjadi sesuatu dengan Babecu, Ibu Guru
khawatir Babecu sakit.
“Babecu kenapa? Katakan pada Ibu Guru, apakah
Babecu sakit?” tanya Ibu Guru dengan sangat
khawatir. Namun, karena Babecu tak juga menjawab
dan tak bergerak sedikitpun, maka Ibu Guru segera
menggendong Babecu keluar kelas untuk diperiksa di
ruang kesehatan sekolah.
108
Belum sampai jauh di luar kelas, ketika digendong
Ibu Guru, Babecu tak kuat lagi menahan dan Babecu
pun membuang angin dengan suara yang keras
sekali. “DUUUUUUUUUUUTtttttt…” sampai-sampai
Ibu Guru terlonjak karena kaget. Dan Ibu Guru pun
tahu kenapa Babecu berubah warna kulitnya
menjadi ungu.
Babecu sangat malu pada Ibu Guru, dan segera
meminta maaf, ternyata Ibu Guru baik sekali,
katanya, “Babecu tidak boleh menahan buang angin
atau membuang hajat sekalipun meski berada di
dalam kelas, sebab Babecu bisa meminta izin Ibu
Guru untuk pergi ke luar kelas dengan mengatakan
permisi terlebih dahulu.”
109
110
Apa itu Indonesia Bercerita?
Indonesia Bercerita adalah sebuah bisnis sosial
berbasis komunitas yang menawarkan karya cerita
anak dan metode bercerita sebagai inovasi dalam
pengasuhan dan pendidikan anak. Sosial berarti
melakukan perubahan sosial melalui penyediaan
sumber cerita dan pengetahuan secara gratis kepada
masyarakat. Bisnis berarti melakukan usaha-usaha
yang diperlukan untuk memastikan kelestarian
inisiatif ini. Usaha Indonesia Bercerita berbasis pada
pengorganisasian komunitas yang peduli dan
mempunyai kesamaan misi yaitu Mendidik melalui
Cerita.
Peran Indonesia Bercerita meliputi Fasilitator
Komunitas IDcerita, Sanggar IDcerita dan Pendidikan
IDcerita. Fasilitator Komunitas IDcerita berperan
mengorganisasikan keterlibatan komunitas untuk
berkonstribusi dalam misi mendidik melalui cerita.
Sanggar Idcerita berperan menciptakan podcast
cerita anak yang mendidik untuk komunitas.
Pendidikan IDcerita berperan mendidik komunitas
melalui peningkatan kapasitas bercerita.
111
Karya utama Indonesia Bercerita adalah cerita anak
dalam berbagai bentuk (buku cetak, buku-e dan
podcast) serta pengetahuan tentang penggunaan
metode bercerita dalam pengasuhan dan pendidikan
anak. Karya-karya tersebut dapat dinikmati secara
gratis oleh masyarakat.
Apa Misi Indonesia Bercerita?
Mendidik melalui Cerita
Apa Visi Indonesia Bercerita?
Anak Indonesia yang berkarakter
Apa Sasaran yang ingin dicapai Indonesia Bercerita?
1. Adanya komunitas pencerita yang
mempunyai kapasitas untuk mendidik
melalui cerita
2. Terbangunnya kebiasaan bercerita dalam
pengasuhan dan pendidikan anak di
Indonesia
3. Tersebarluasnya cerita anak yang
membebaskan imajinasi anak dan
membangun karakter bangsa
112
Apa mantra Indonesia Bercerita?
Mendidik melalui Cerita Membebaskan Imajinasi
Anak, Membangun Karakter Bangsa
Mengapa Mendidik melalui Cerita?
Kami memilih cerita sebagai media pendidikan
karena kami meyakini cerita mempunyai
kekuatan yang luar biasa, yaitu:
1. Interaktif : Mendidik anak aktif
2. Atraktif : Memudahkan anak fokus
3. Optimisme : Membangun semangat
4. Imajinatif : Memicu anak berimajinasi
5. Kreatif : Melahirkan solusi kreatif
Keunggulan mendidik melalui cerita
Chapter 1. Bisa dilakukan oleh siapa saja
Chapter 2. Mudah dilakukan dimana saja dan
kapan saja
113
Chapter 3. Murah, relatif tidak butuh biaya besar
Chapter 4. Mudah tersebar luas
Chapter 5. Variatif, bisa dikembangkan sesuai
kebutuhan. Bahkan cerita bisa digunakan
untuk mengajarkan fisika dan kimia.
Apa manfaat Indonesia Bercerita bagi masyarakat
umum?
1. Masyarakat bisa mendapatkan cerita anak
dan podcast (mp3) cerita anak secara gratis
2. Masyarakat bisa belajar mengembangkan
kapasitas untuk mendidik melalui cerita
3. Penulis cerita dan pencerita bisa
mempromosikan diri pada masyarakat luas
4. Bagi anak yang mempunyai bakat bercerita,
dapat menjadi media aktualisasi bakatnya.
114
Web : http://IndonesiaBercerita.org
Blog : http://blog.IndonesiaBercerita.org
Twitter : http://Twitter.com/IDcerita
Facebook : http://Facebook.com/IndonesiaBercerita
Email : [email protected]
115