LAPORAN AKTUALISASI
PERMAINAN “KANTONG AJAIB FLANEL” AKSARA AWAL PADA
ANAK KELOMPOK B DI TK NEGERI 1 PULAU BESAR
KABUPATEN BANGKA SELATAN
DISUSUN OLEH :
ROSITA, S.Pd.I
NIP. 199212052020122008
NDH.05
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
GOLONGAN III ANGKATAN I BADAN KEPEGAWAIAN DAN
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH KABUPATEN
BANGKA SELATAN BEKERJASAMA DENGAN BADAN
KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
DAERAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
2021
1
LEMBAR PERSETUJUAN
PERMAINAN “KANTONG AJAIB FLANEL” AKSARA AWAL PADA
KELOMPOK B DI TK NEGERI 1 PULAU BESAR
Nama : Rosita, S.Pd.I
Nip : 19921205 202012 2 008
Pangkat/Golongan : Penata Muda/IIIa
Jabatan : Ahli Pertama Guru Taman Kanak-Kanak
Instansi : TK Negeri 1 Pulau Besar
Telah disetujui sebagai salah satu persyaratan mengikuti Seminar
Laporan Aktualisasi Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil
Golongan III Angkatan I Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung pada hari Kamis tanggal 12 Agustus tahun 2021
Bertempat di Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah
Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Bangka Selatan, 12 Agustus 2021
Mentor Tim Pembimbing
Coach
SUMINEM, S.Pd. SD Hj. MASTINAH, SKM, M.M
NIP. 19660618 200501 2 003 NIP. 19650914 198703 2 004
ii
LEMBAR PENGESAHAN
PERMAINAN KANTONG AJAIB FLANEL AKSARA AWAL PADA ANAK
KELOMPOK B DI TK NEGERI 1 PULAU BESAR
Nama : Rosita, S.Pd.I
NIP : 19921205 202012 2 008
Pangkat/Golongan : Penata Muda/IIIa
Jabatan : Ahli Pertama Guru Taman Kanak-Kanak
Instansi : TK Negeri 1 Pulau Besar
Telah disahkan berdasarkan Hasil Seminar Laporan Aktualisasi
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III Angkatan I
Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada
hari Kamis tanggal 12 Agustus tahun 2021 Bertempat di Badan
Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Kabupaten Bangka
Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Mentor Coach
SUMINEM, S.Pd. SD Hj. MASTINAH, SKM, M.M
NIP. 19660618 200501 2 003 NIP. 19650914198703 2 004
Mengetahui Kepala Badan
Penguji
Kepegawaian dan
Pengembangan SDM Daerah
Kabupaten Bangka Selatan
RUSTAM, S.I.Pem., M.Si Drs. Gunawar
NIP. 19720812200212 1 002 NIP. 19660104 199303 1 007
iii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,
atas berkat rahmat dan karunia-Nyalah penyusunan laporan aktualisasi
yang berjudul “Permainan kantong ajaib flanel aksara awal pada
kelompok B di TK Negeri 1 Pulau Besar” dapat diselesaikan tepat
waktu.
Dalam penulisan laporan Aktualisasi ini, penulis mendapatkan
bantuan, bimbingan, dan dukungan dari berbagai pihak sehingga
rancangan aktualisasi ini dapat diselesaikan dengan baik. Untuk itu
penulis ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada:
1. Panitia penyelenggara Latihan Dasar CPNS Golongan III
Angkatan I Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2021.
2. Ibu HJ. Mastinah, SKM, M.M, selaku coach//pembimbing
3. Ibu Suminem, S.Pd. SD. Selaku mentor dan kepala sekolah TK
Negeri 1 Pulau Besar.
4. Keluarga besar yang telah memberikan dukungan
5. Peserta diklat dasar CPNS Golongan III angkatan I Bangka
selatan Tahun 2021 yang telah membantu memberikan masukan
selama penyusunan rancangan aktualisasi.
Mengingat segala keterbatasan yang ada, penulis menyadari
bahwa laporan aktualisasi ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu
penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk
kesempatan yang akan datang. Semoga laporan aktualisasi ini dapat
berguna dan bermanfaat bagi semua pihak.
Toboali, 12 Agustus 2021
Penulis
Rosita, S.Pd.I
iv
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ...................................................................... i
LEMBAR PERSETUJUAN ............................................................. ii
LEMBAR PENGESAHAN ........................................................... iii
KATA PENGANTAR ................................................................... iv
DAFTAR ISI ................................................................................ v
DAFTAR TABEL ............................................................................ vii
DAFTAR GAMBAR ........................................................................ viii
BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ..................................................................... 1
1.2. Tujuan dan Manfaat................................................................. 3
1.3. Gambaran Umum Organisasi .................................................. 4
1.4. Visi, Misi dan Nilai Organisasi ................................................. 5
BAB II. NILAI-NILAI DASAR ANEKA DAN KEDUDUKAN PERAN
PNS DALAM NKRI
2.1. Nilai-Nilai Dasar Aneka............................................................ 7
2.2. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI ................................ 20
BAB III. RANCANGAN AKTUALISASI
3.1. Identifikasi Isu........................................................................... 29
3.2. Isu yang Diangkat dan Gagasan Pemecah Isu......................... 31
3.3. Kegiatan dan Tahapan Kegiatan Pemecah Isu ........................ 34
3.4. Keterkaitan Kegiatan dengan Nilai ANEKA dan Peran
Kedudukan PNS ....................................................................... 36
3.5. Jadwal Rencana Kegiatan ........................................................ 49
BAB IV. CAPAIAN AKTUALISASI
4.1 Deskripsi Core Isu dan Strategi penyelesaiannya .................... 50
4.2 Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi............................................... ... 51
4.3 Matrik rekapitulasi realisasi habituasi MP. Agenda II ............. ... 52
4.4 Hasil pelaksanaan kegiatan aktualisasi......................................... ... 52
4.5 Analisis Dampak (khusus Gol. 3) .................................................. ... 85
v
BAB V. PENUTUP
5.1 Kesimpulan .................................................................................... ... 94
5.2 Saran ............................................................................................ ... 95
Daftar Pustaka
LAMPIRAN
vi
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1 Nilai-Nilai Dasar PNS ....................................................... 7
Tabel 2 Perumusan Isu dan Penetapan Isu ................................... 32
Tabel 3 Jadwal Rancangan Aktualisasi .......................................... 49
Tabel 4 Jadwal Pelaksanaan aktualisasi ....................................... 51
Tabel 5 Matrik Rekapitulasi Realisasi Habituasi MP Agenda II...... 52
vii
viii
DAFTAR GAMBAR
4.1 Menghubungi mentor .............................................................. 55
4.2 Membuat jadwal dengan mentor.............................................. 56
4.3 Melakukan pertemuan dan konsultasi dengan mentor............. 57
4.4 Meminta persetujuan dengan mentor ...................................... 58
4.5 Menyusun RPPH ..................................................................... 62
4.6 Menyusun RPPH ..................................................................... 63
4.7 Menyusun RPPH ..................................................................... 64
4.8 Alat dan Bahan main anak ....................................................... 65
4.9 Dokumen RPPH dan foto Konsultasi dengan mentor ............. 66
4.10 Kegiatan Pelaksanaan anak-berbaris .................................. 69
4.11 Kegiatan pelaksanaan anak berdoa....................................... 70
4.12 Kegiatan pelaksanaan absensi anak ..................................... 71
4.13 Kegiatan pelaksanaan pembelajaran .................................. 73
4.14 Kegiatan mengmpulkan tugas anak....................................... 75
4.15 Kegiatan penilaian hasil tugas anak ...................................... 76
4.16 Kegiatan menulis penilaian anak .......................................... 78
4.17 Kegiatan menyiapkan alat dan bahan .................................... 81
4.18 kegiatan menyusun laporan aktualisasi ................................. 84
4.19 kegiatan konsultasi/pengesahan laporan akttualisasi ............ 84
ix
x
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang penting
bagi manusia karena dengan pendidikan manusia dapat
meningkatkan kesejahteraan hidupnya, mengembangkan
wawasan, meningkatkan ilmu pengetahuan, serta membawa
pengaruh terhadap kehidupan seseorang agar menjadi pribadi yang
mampu berinteraksi dengan orang lain disekitarnya. Kegagalan
pendidikan akan berdampak pada kegagalan suatu bangsa, dan
sebaliknya keberhasilan pendidikan akan berdampak pula pada
keberhasilan suatu bangsa.
Begitupun dalam pendidikan Anak Usia Dini dapat dijadikan
sebuah cermin untuk melihat keberhasilan anak di masa
mendatang. Untuk itu diperlukan strategi pembelajaran dan metode
yang kreatif yang dapat diterapkan dalam kegiatan anak-anak
terutama dalam pencapaian perkembangan anak. Salah satu
perkembangannya yaitu perkembangan bahasa seperti
perkembangan aksara awal. Perkembangan aksara awal pada
anak adalah kemampuan setiap anak untuk mengenal huruf dan
bunyi bahasa, mengenal suara huruf awal dari nama benda,
kemudian menggabungkan huruf menjadi kata yang sederhana.
Oleh karena itu sejak dini anak perlu diperkenalkan satu-persatu
huruf abjad.
Pembelajaran aksara awal harus menggunakan metode
pengajaran yang kreatif dan tepat serta sesuai dengan karakteristik
anak sehingga dapat meningkatkan perkembangan bahasa secara
optimal. Salah satu metode pembelajaran yang dapat diterapkan
untuk anak usia dini adalah metode bermain, dimana anak akan
melakukan kegiatan yang menyenangkan dan tidak membosankan
1
yang disiapkan oleh guru. Pembelajaran aksara awal harus
diupayakan dengan cara menstimulasi, membimbing, mengasuh,
dan memberikan permainan yang bermakna, aman, nyaman dan
menyenangkan sesuai tahap perkembangan anak.
Berdasarkan pengamatan di TK Negeri 1 Pulau Besar terutama
kelompok B masih kurangnya kemampuan aksara awal anak. Ada
beberapa anak yang masih kurang kemampuan dalam mengenal
huruf dan mengeja kata. Pelaksanaan pembelajaran aksara awal di
TK Negeri 1 Pulau Besar yaitu guru mengenalkan huruf melalui lagu,
kemudian melalui kartu huruf yang dibuat guru. Setelah itu
pembelajaran pengenalan huruf juga melalui buku majalah anak
dengan menebalkan huruf-huruf yang ada dibuku majalah. Maka
disini akan dilakukan inovasi dalam pembelajaran aksara awal pada
anak.
Pemilihan kegiatan pelaksanaan pembelajaran aksara awal
pada anak diinovasi menjadi belajar melalui bermain dengan
menerapkan kegiatan bermain kantong ajaib flanel. Kantong ajaib
flanel disini dapat diisi dengan kartu huruf, kartu kata dan gambar
benda. Kemudian anak diajak bermain bersama secara individu
terlebih dahulu dan diajak juga bermain secara berkelompok. Cara
bermainnya yaitu anak mengambil kartu dikantong ajaib secara acak,
kemudian anak menyebutkan huruf apa yang diambil dan juga
mengajak anak lain untuk menebak huruf apa yang ditunjukkan oleh
anak tersebut dan menempel kartu tersebut sesuai dengan huruf
awal pada gambar benda yang ada. Bermain kantong ajaib flanel
sebagai media untuk kegiatan belajar anak dalam meningkatkan
kemampuan aksara awal anak karena lebih praktis, kreatif dan
menarik. Tujuan dari belajar aksara awal di TK agar anak dapat
mengenal huruf, membaca kata, dan mengenal awal huruf pada
gambar yang dimaksud.
2
Maka gagasan pemecahan isu yang diusulkan adalah
Peningkatan Kemampuan Aksara Awal pada Anak Kelompok B
di TK Negeri 1 Pulau Besar melalui Bermain Kantong Ajaib
Flanel. Untuk itu judul yang akan diangkat yaitu “ Permainan
Kantong Ajaib Flanel Aksara Awal pada Anak TK Negeri 1 Pulau
Besar Kabpuaten Bangka Selatan”. Serta melalui aktualisasi ini
diharapkan juga dapat mengatasi isu yang ada dan mampu
menghasilkan pendidik yang memiliki kemampuan yang dilandasi
nilai dasar ANEKA, Manajemen ASN dan melaksanakan pelayanan
publik yang baik.
1.2 Tujuan dan Manfaat
1.2.1 Tujuan
Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan kegiatan ini adalah
mampu meningkatkan kemampuan aksara awal anak melalui
kantong ajaib flanel. Kegiatan bermain kantong ajaib flanel ini dapat
membuat anak lebih berpikir kreatif, inovatif dan mampu
meningkatkan aksara awal, dan juga dapat membuat suasana
belajar yang menyenangkan, lebih menarik sehingga dapat
meningkatkan motivasi belajar anak.
1.2.2 Manfaat
Adapun manfaat yang diharapkan dari kegiatan aktualisasi
nilai-nilai dasar PNS adalah untuk meningkatkan kemampuan aksara
awal pada anak kelompok B di TK Negeri 1 Pulau Besar yaitu :
a. Untuk Individu
1. Dapat menerapkan sikap yang dilandasi dengan nilai
aneka
2. Dapat menerapkan hak dan kewajiban menjadi PNS
dengan penuh tanggung jawab
3. Dapat menerapkan pelayanan publik yang baik
3
4. Dapat meningkatkan motivasi belajar pada diri sendiri
kearah yang lebih baik
5. Dapat lebih menciptakan kegiatan lain yang lebih inovatif
dan kreatif
6. Dapat menambah wawasan yang lebih luas
b. Untuk masyarakat/wali murid
1. Orangtua dapat memahami kebutuhan anak
2. Orangtua dapat mengetahui pembelajaran yang tepat
untuk anak
3. Orangtua dapat mengembangkan pendidikan anak usia
dini sesuai dengan tahap perkembangan anak
c. Untuk unit kerja
1. Dapat meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran dan
pendidikan di TK Negeri 1 Pulau Besar
2. Dapat menarik minat orangtua untuk menyekolahkan anak
di TK Negeri 1 Pulau Besar dengan memberikan kegiatan
yang kreatif pada anak
3. Dapat meningkatkan pelayanan publik yang baik pada
peserta didik
d. Untuk organisasi
1. Dapat menambah wawasan yang lebih luas
2. Dapat meningkatkan mutu pelayanan publik kearah yang
lebih baik
3. Dapat menerapkan pembelajaran sesuai dengan visi misi
organisasi
1.3 Gambaran Umum Organisasi
Taman Kanak-kanak Negeri 1 Pulau Besar terletak di desa
Pulau Besar, Kecamatan Pulau besar, Kabupaten Bangka Selatan.
Jumlah Guru dan pegawai yang ada di TK Negeri 1 Pulau Besar
sebanyak 7 orang. Rombel yang ada di TK Negeri 1 Pulau Besar
4
sebanyak 3 rombel yang terdiri dari kelompok A1 sebanyak 17
siswa, A2 16 siswa, kelompok B1 sebanyak 15 siswa, dan kelompok
B2 sebanyak 16 siswa Sehingga jumlah seluruh siswa yang ada di
TK Negeri 1 Pulau Besar sebanyak 64 siswa..
1.4 Visi dan Misi Organisasi
Adapun Visi TK Negeri 1 Pulau Besar yaitu: “Mewujudkan
Generasi Penerus yang Berakhlak Mulia, Berbudi Luhur, Mandiri
dan Mempunyai Kreatifitas yang Tinggi dengan Berlandaskan
Iman dan Taqwa Kepada Tuhan yang Maha Esa”.
Sedangkan Misi TK Negeri 1 Pulau Besar antara lain:
1) Menumbuhkan keimanan kepada Tuhan yang Maha Esa
2) Memberikan motivasi serta kegiatan yang merangsang
minat anak guna menumbuhkembangkan kreatifitas
3) Menanamkan nilai-nilai moral dan tata krama dalam
kehidupan sehari-hari
1.5 Nilai Organisasi
Adapun nilai organisasi TK Negeri 1 Pulau Besar yaitu :
1) Religius
Mengembangkan perilaku baik berdasarkan keimanan dan
ketaqwaan kepada tuhan yang maha esa dengan cara
membiasakan anak berdoa setiap hendak dan selesai melakukan
kegiatan serta menumbuhkan kesadaran dari diri sendiri untuk
beribahada kepada Tuhan yang Maha Esa dengan ikhlas.
2) Berintegritas
Mempunyai kepribadian bertindak secara konsisten dan utuh, baik
dalam perkataan maupun perbuatan, sesuai dengan nilai-nilai dan
kode etik
5
3) Kreatif dan inovatif
Mengembangkan pendidikan anak usia dini sesuai dengan tahap
perkembangan anak serta mengembangkan aktivitas dan
kreativitas anak dalam kegiatan pembelajaran
4) Efektif dan efisien
Pelaksanaan tugas dapat diselesaikan dengan tepat dan tercapai
sesuai rencana dan tujuan untuk mendapatkan hasil yang optimal
dengan sumber daya yang tersedia
5) Komunikatif
Membiasakan ramah tamah, sopan santun, menghormati orang
lain, dan bertutur kata dengan baik kepada orang lain, dengan
menjalin kerja sama yang baik.
6
BAB II
NILAI-NILAI DASAR ANEKA & KEDUDUKAN PERAN ASN
DALAM NKRI
2.1. Nilai-Nilai Dasar ANEKA
Untuk menjadi seorang pelayan publik yang professional
diperlukan pembekalan kepada PNS dengan nilai-nilai dasar profesi
ASN yang dikenal dengan ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi).Indikator yang digunakan
dalam menilai aktualisasi ANEKA ditampilkan pada tabel 2.1.
Berdasarkan tabel tersebut terlihat bahwa masing-masing nilai dasar
memiliki detail indikator yang dapat digunakan dalam kegiatan
tersebut.
Tabel 2.1 Nilai-Nilai Dasar PNS
No INDIKATOR
NILAI DASAR
1 Akuntabilitas Kepemimpinan, transparansi, integritas,
tanggungjawab, keadilan, kepercayaan,
keseimbangan, kejelasan, konsistensi.
2 Nasionalisme Religius, etos kerja, amanah, transparan,
tanggungjawab, percaya diri, toleransi,
persamaan derajat, saling menghormati,
tenggang rasa, humanis, tidak diskriminatif,
gotong royong, rela berkorban,menjaga
ketertiban, mengutamakan kepentingan publik,
cinta tanah air, menghargai pendapat,
sederhana, tolong-menolong, tidak serakah,
kerjakeras, bijaksana, dan adil.
3 Etika public Jujur, bertanggungjawab, integritas tinggi,
cermat, disiplin, hormat, sopan, taat pada
perundang-undangan, taat perintah, menjaga
rahasia.
4 Komitmenmutu Efektivitas, efisiensi, inovasi, berorientasi mutu.
5 Anti korupsi Jujur, disiplin, tanggungjawab, kerja keras,
sederhana, mandiri, adil, berani, peduli.
7
2.1.1 Akuntabilitas
Akuntabilitas sering disamakan dengan responsibilitas
atau tanggung jawab. Namun kedua konsep tersebut memiliki
arti yang berbeda. Resposibilitas kewajiban untuk bertanggung
jawab, sedangkan akuntabilitas adalah kewajiban
pertanggungjawaban yang harus dicapai. Akuntabilitas merujuk
pada kewajiban individu, kelompok atau institusi untuk
memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah
seorang PNS adalah menjamin terwujudnya nilai-nilai publik.
Nilai publik tersebut antara lain adalah :
1. Mampu mengambil keputusan yang tepat dan benar terjadi
konflik kepentingan, antara kepentingan publik dengan
kepentingan sektor, kelompok dan pribadi.
2. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari
dan mencegah PNS dalam praktik politik praktis
3. Memperlakukan warga Negara secara sama dan adil dalam
penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
Aspek-Aspek Akuntabilitas
1. Akuntabilitas adalah sebuah hubungan (Accountability is a
relationship)
Hubungan yang dimaksud adalah hubungan dua pihak
antara individu/kelompok/institusi dengan negara dan
masyarakat. Pemberi kewenangan bertanggung jawab
memberikan arahan yang memadai, bimbingan, dan
mengalokasikan sumber daya sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
2. Akuntabilitas berorientasi pada hasil (Accountability is
results oriented)
Hasil yang diharapkan dari akuntabilitas adalah prilaku
aparat pemerintah yang bertanggung jawab, adil dan
8
inovatif. Dalam konteks ini, setiap individu/ kelompok/
institusi dituntut untuk bertanggung jawab dalam
menjalankan tugas dan kewajibannya, serta selalu
bertindak dan berupaya untuk memberikan kontribusi untuk
mencapai hasil yang maksimal.
3. Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan (Accountability
requires reporting)
Laporan kinerja adalah perwujudan dari akuntabilitas.
Dengan memberikan laporan kinerja berarti mampu
menjelaskan terhadap tindakan dan hasil yang telah dicapai
oleh individu/kelompok/institusi, serta mampu memberikan
bukti nyata dari hasil dan proses yang telah dilakukan.
4. Akuntabilitas memerlukan konsekuensi (Accountability is
meaningless without consequences)
Akuntabilitas adalah kewajiban. Kewajiban menunjukkan
tanggung jawab, dan tanggung jawab menghasilkan
konsekuensi. Konsekuensi tersebut dapat berupa
penghargaan dan sanksi.
5. Akuntabilitas memperbaiki kinerja (Accountability improves
performance)
Tujuan utama dari akuntabilitas adalah untuk memperbaiki
kinerja PNS dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat. Dalam pendekatan akuntabilitas yang bersifat
proaktif (proactive accountability), akuntabilitas dimaknai
sebagai sebuah hubungan dan proses yang direncanakan
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sejak awal,
penempatan sumber daya yang tepat, dan evaluasi kinerja.
Dalam hal ini proses setiap individu/lkelompok/institusi akan
diminta pertanggungjawaban secara aktif yang terlibat
dalam proses evaluasi dan berfokus peningkatan kinerja.
9
Akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama, yaitu:
1. Untuk menyediakan kontrol demokratis dengan
membangun suatu sistem yang melibatkan stakeholders
dan user yang lebih luas (termasuk masyarakat, pihak
swasta, legislatif, yudikatif dan dilingkungan pemerihan itu
sendiri)
2. Untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan
3. Untuk meningkatkan efisiensi dan aktifitas
Akuntabilitas memiliki 5 tingkatan yang berbeda yaitu:
1. Akuntabilitas personal (personal accountability)
Akuntabilitas personal mengacu pada nilai yang ada pada
diri seseorang seperti kejujuran, integritas, moral dan etika.
2. Akuntabilitas Individu
Akuntabilitas individu mengacu pada individu dan
lingkungan kerjanya, seperti PNS dengan instansi sebagai
pemberi wewenang
3. Akuntabilitas Kelompok
Kinerja sebuah institusi biasanya dilakukan atas kerja sama
kelompok tidak ada istilah “ saya “ tetapi yang ada adalah “
kami “ dalam kaitannya denga akuntabilitas kelompok maka
kewenangan dan semangat kerja sama yang tinggi antar
berbagai kelompok yang adaa dalam sebuah institusi
memainkan peran yang penting dalam tercapainya kinerja
organisasi yang diharapkan.
4. Akuntabilitas Organisasi
Akuntabilitas organisasi mengacu pada pelaporan hasil
yang telah dicapai, baik pelaporan individu terhadap
organisasi/institusi maupun kinerja organisasi kepada
stakeholders lainnya.
10
5. Akuntabilitas Stakeholders
Stakeholders yang dimaksud adalah masyarakat umum.
Pengguna layanan dan pembayaran pajak yang
memberikan masukam, saran, dan kritik terhadap
kinerjanya. Jadi, akuntabilitas stakeholders adalah
tanggung jawab organisasi pemerintah untuk mewujudkan
pelayanan dan kinerja yang adil, responsif, dan
bermartabat.
Setiap organisasi memiliki mekanisme akuntabilitas
tersendiri. Mekanisme ini dapat diartikan secara berbeda-beda
dari setiap anggota organisasi sehingga membentuk perilaku
yang berbeda-beda pula. Untuk memenuhi terwujudnya
organisasi sektor public yang akuntabel, maka mekanisme
harus mengandung dimensi sebagai berikut:
1. Akuntabilitas kejujuran dan hukum (accountability for
probity and legality)
Akuntabilitas proses terkait dengan kepatuhan terhadap
hukum dan peraturan yang ditetapkan.
2. Akuntabilitas proses (process accountability)
Akuntabilitas proses terkait dengan : Apakah prosedur yang
digunakan dalam melaksnakan tugas cukup baik dalam hal
kecukupan sistem informasi akuntansi, sistem informasi
manajemen dan prosedur administrasi.
3. Akuntabilitas program (program accountability)
Akuntabilitas ini dapat memberikan pertimbangan apakah
tujuan yang ditetapkan dapat tercapai dan apakah ada
alternatif program lain yang memberikan hasil maksimal
dengan biaya minimal.
11
4. Akuntabilitas kebijakan (policy accountability)
Akuntabilitas ini terkait dengan pertanggungjawaban
pemerintah atas kebijakan yang diambil terhadap
DPR/DPRD dan masyarakat luas.
Nilai-Nilai akuntabilitas terdiri dari sebagai berikut :
1. Kepemimpinan, Memberi contoh kepada orang lain, memiliki
komitmen yang tinggi dalam melakukan pekerjaan.
2. Transparansi, tujuannya mendorong komunikasi dan
kerjasama, meningkatkan akuntabilitas dalam keputusan-
keputusan dan meningkatkan kepercayaan dan keyakinan
kepada pimpinan.
3. Integritas, kesesuaian antara perkataan dan tindakan.
4. Tanggungjawab, kewajiban dari individu atau lembaga
terhadap setiaptindakan yang telahdilakukan.
5. Keadilan, merupakan landasan utama dari akuntabilitas.
6. Kepercayaan, lingkungan akuntabel ada dari hal-hal yang
dapat dipercaya.
7. Keseimbangan, kinerja yang baik harus disertai
keseimbangan kapasitas sumber daya dan keahlian yang
dimiliki.
8. Kejelasan, mengetahui kewenangan, peran dan
tanggungjawab, misi organisasi, kinerja yang diharapkan
organisasi.
9. Konsistensi, menjamin stabilitas untuk mencapai lingkungan
yang akuntabel.
2.1.2 Nasionalisme
Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap pegawai
ASN. Bahkan tidak sekedar wawasan saja tetapi kemampuan
tetapi kemampuan mengaktualisasikan nasionalisme dalam
12
menjalankan fungsi dan tugasnya merupakan hal yang lebih
penting. Diharapkan dengan nasionalisme yang kuat, maka
setiap pegawai ASN memiliki orientasi berpikir mementingkan
kepentingan publik, bangsa dan negara.
Nilai-nilai dasar Nasionalisme meliputi:
1. Sila ke 1 (Ketuhanan Yang Maha Esa)
Nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.
Menyatakan keimanan dan kepercayaan kepada Tuhan
sesuai dengan keimanan dan kepercayaan masing-masing
menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
2. Sila ke 2 (Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab)
Nilai-nilai Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.
Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, gemar dengan
kegiatan kemanusiaan, dan berani membela kebenaran
dan keadilan. Sadar bahwa manusia itu semua sederajat,
maka dikembangkan sikap saling manghormati dan
bekerjasama dengan bangsa lain.
3. Sila ke 3 (Persatuan Indonesia)
Nilai-nilai Persatuan Indonesia.
Bangsa Indonesia menempatkan persatuan dan kesatuan,
serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di
atas kepentingan pribadi dan golongan. Persaatuan
dikembangkan atas dasar Bhineka Tunggal Ika.
4. Sila ke 4 ( Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat
Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan)
Nilai-nilai Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat
Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
Manusia Indonesia menjunjung tinggi dan menghayati hasil
dari keputusan musyawarah, karena itu semua pihak harus
mau untuk menerima dan melaksanakan hasil musyawarah
dengan penuh tangung jawab. Kepentingan bersama lebih
13
utama daripada kepentingan pribadi atau golongan.
Keputusan yang diambil harus menjunjung tinggi nilai
keadilan serta dapat dipertanggung jawabkan.
5. Sila ke 5 (Keadilan Soisal Bagi Seluruh Rakyat Indonesia)
Nilai-nilai Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Hak dan kewajiban itu sama kedudukannya dalam
menciptakan keadilan dalam masyarakat. Perlu
dikembangkan perbuatan yang luhur dan sikap kegotong
royongan dan kekeluargaan. Maka perlu kesinambungan
antara hak dan kewajiban untuk menjaga keadilan terhadap
sesama.
2.1.3 Etika pubik
Etika publik merupakan refleksi atas standar norma yang
menentukan baik/buruk, benar/salah tindakan keputusan,
prilaku untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka
menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Nilai-nilai dasar etika publik, sebagaimana tercantum dalam
Undang-Undang ASN, yakni sebagai berikut:
1. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara
Pancasila.
2. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara
Kesatuan Republik Indonesia 1945.
3. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
4. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
5. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
6. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
7. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada
publik.
8. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan
program pemerintah.
14
9. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap,
cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan
santun.
10. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
11. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
12. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja
pegawai.
13. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
14. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang
demokratis sebagai perangkat sistem karir.
Pada prinsipnya ada 3(tiga) dimensi etika publik:
1. Dimensi Kualitas Pelayanan Publik
Etika publik menekankan pada aspek nilai dan norma, serta
prinsip moral, sehingga etika publik membentuk integritas
pelayanan publik.
2. Dimensi Modalitas
Unsur-unsur modalitas dalam etika publik yakni
akuntabilitas, transparansi, dan netralitas.
3. Dimensi Tindakan Integritas Publik
Integritas publik adalah kualitas dari pejabat publik yang
sesuai nilai, standar, aturan moral yang diterima
masyarakat.
2.1.4 Komitmen mutu
Komitmen mutu memiliki keterkaitan yang mendalam
dengan modul kerja pegawai negeri sipil. Bidang apa pun yang
menjadi tanggung jawab pegawai negeri sipil, semua mesti
dilaksanakan secara optimal agar dapat memberi kepuasan
kepada stakeholders. Aspek utama yang menjadi target
stakeholders adalah layanan yang komitmen pada mutu,
15
melalui penyelenggaraan tugas secara efektif, efisien, dan
inovatif. Standar penjaminan mutu pada setiap organisasi
tentulah tidak sama mengingat visi dan arah yang akan dituju
berbeda tetapi ada beberapa nilai yang harus ada pada
komitmen mutu seperti :
1. Efektif (tepat sasaran) yaitu tingkat ketercapaian target yang
telah direncanakan baik menyangkut jumlah maupun mutu
hasil kerja.
2. Efisien (tepat guna) yaitu tingkat ketepatan realisasi
penggunaan sumber daya dan bagaimana pekerjaan
dilaksanakan sehingga tidak terjadi pemborosan sumber
daya, penyalahgunaan alokasi, penyimpangan prosedur,
dan mekanisme yang keluar alur.
3. Inovatif yaitu perubahan yang diciptakan untuk mencapai
keadaan yang lebih baik di masa yang akan datang.
4. Berorientasi mutu yaitu setiap kegiatan atau program yang
dilakukan diarahkan untuk pencapaian standar mutu.
2.1.5 Anti korupsi
Anti Korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan
untuk memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang
melawan norma–norma dengan tujuan memperoleh
keuntungan pribadi, merugikan negara atau masyarakat baik
secara langsung maupun tidak langsung. Tindak pidana
korupsi yang terdiri dari kerugian keuangan Negara, suap-
menyuap,pemerasan, perbuatan curang, penggelapan dalam
jabatan, benturan kepentingan dalam pengadaan dan
gratifikasi.
16
Nilai-nilai dasar Anti Korupsi (LAN RI,2015: 50), yaitu:
1. Jujur
Kejujuran merupakan nilai dasar yang menjadi landasan
utama bagi penegakan integritas diri seseorang. Tanpa
adanya kejujuran mustahil seseorang bisa menjadi pribadi
yang berintegritas. Seseorang dituntut untuk bisa berkata
jujur dan transparan serta tidak berdusta baik terhadap diri
sendiri maupun orang lain. Kejujuran juga akan terbawa
dalam bekerja sehingga dapat membentengi diri terhadap
godaan untuk berbuat curang.
2. Peduli
Kepedulian sosial kepada sesama menjadikan seseorang
memiliki sifat kasih sayang. Individu yang memiliki jiwa
sosial tinggi akan memperhatikan lingkungan sekelilingnya
di mana masih terdapat banyak orang yang tidak mampu,
menderita, dan membutuhkan uluran tangan. Pribadi
dengan jiwa sosial tidak akan tergoda untuk memperkaya
diri sendiri dengan cara yang tidak benar tetapi ia malah
berupaya untuk menyisihkan sebagian penghasilannya
untuk membantu sesama. Nilai kepedulian dapat
diwujudkan dalam bentuk antara lain berusaha ikut
memantau jalannya proses pembelajaran, memantau
sistem pengelolaan sumber daya di sekolah, memantau
kondisi infrastruktur lingkungan sekolah.
3. Mandiri
Kemandirian membentuk karakter yang kuat pada diri
seseorang menjadi tidak bergantung terlalu banyak pada
orang lain. Mentalitas kemandirian yang dimiliki seseorang
memungkinkannya untuk mengoptimalkan daya pikirnya
guna bekerja secara efektif. Jejaring sosial yang dimiliki
pribadi yang mandiri dimanfaatkan untuk menunjang
17
pekerjaannya tetapi tidak untuk mengalihkan tugasnya.
Pribadi yang mandiri tidak akan menjalin hubungan dengan
pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab demi mencapai
keuntungan sesaat.
4. Disiplin
Disiplin adalah kunci keberhasilan semua orang. Ketekunan
dan konsistensi untuk terus mengembangkan potensi diri
membuat seseorang akan selalu mampu memberdayakan
dirinya dalam menjalani tugasnya. Kepatuhan pada prinsip
kebaikan dan kebenaran menjadi pegangan utama dalam
bekerja. Seseorang yang mempunyai pegangan kuat
terhadap nilai kedisiplinan tidak akan terjerumus dalam
kemalasan yang mendambakan kekayaan dengan cara
yang mudah.
5. Tanggung Jawab
Pribadi yang utuh dan mengenal diri dengan baik akan
menyadari bahwa keberadaan dirinya di muka bumi adalah
untuk melakukan perbuatan baik demi kemaslahatan
sesama manusia. Segala tindak tanduk dan kegiatan yang
dilakukannya akan dipertanggungjawabkan sepenuhnya
kepada Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat, negara, dan
bangsanya. Dengan kesadaran seperti ini maka seseorang
tidak akan tergelincir dalam perbuatan tercela dan nista.
6. Kerja Keras
Perbedaan nyata akan jelas terlihat antara seseorang yang
mempunyai etos kerja dengan yang tidak memilikinya.
Individu beretos kerja akan selalu berupaya meningkatkan
kualitas hasil kerjanya demi terwujudnya kemanfaatan
publik yang sebesar-besarnya. Ia mencurahkan daya pikir
dan kemampuannya untuk melaksanakan tugas dan
18
berkarya dengan sebaik-baiknya. Ia tidak akan mau
memperoleh sesuatu tanpa mengeluarkan keringat.
7. Sederhana
Pribadi yang berintegritas tinggi adalah seseorang yang
menyadari kebutuhannya dan berupaya memenuhi
kebutuhannya dengan semestinya tanpa berlebih-lebihan.
Ia tidak tergoda untuk hidup dalam gelimang kemewahan.
Kekayaan utama yang menjadi modal kehidupannya adalah
ilmu pengetahuan. Ia sadar bahwa mengejar harta tidak
akan pernah ada habisnya karena hawa nafsu keserakahan
akan selalu memacu untuk mencari harta sebanyak-
banyaknya.
8. Berani
Seseorang yang memiliki karakter kuat akan memiliki
keberanian untuk menyatakan kebenaran dan menolak
kebathilan. Ia tidak akan mentolerir adanya penyimpangan
dan berani menyatakan penyangkalan secara tegas. Ia juga
berani berdiri sendirian dalam kebenaran walaupun semua
kolega dan teman-teman sejawatnya melakukan perbuatan
yang menyimpang dari hal yang semestinya. Ia tidak takut
dimusuhi dan tidak memiliki teman kalau ternyata mereka
mengajak kepada hal-hal yang menyimpang.
9. Adil
Pribadi dengan karakter yang baik akan menyadari bahwa
apa yang dia terima sesuai dengan jerih payahnya. Ia tidak
akan menuntut untuk mendapatkan lebih dari apa yang ia
sudah upayakan. Bila ia seorang pimpinan maka ia akan
memberi kompensasi yang adil kepada bawahannya sesuai
dengan kinerjanya. Ia juga ingin mewujudkan keadilan dan
kemakmuran bagi masyarakat dan bangsanya.
19
2.2. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI
Kelancaran penyelenggaraan tugas pemerintah dan
pembangunan nasional sangat tergantung pada mekanisme kerja
aparatur Negara, khususnya Pegawai Negeri Sipil. Pegawai Negeri
Sipil yang selanjutnya disingkat PNS bukan saja unsur aparatur
Negara, tetapi juga abdi masyarakat yang hidup di tengah- tengah
masyarakat dan bekerja untuk kepentingan masyarakat. Kedudukan
dan peranan dari Pegawai Negeri dalam setiap organisasi pemerintah
sangatlah menentukan, sebab Pegawai Negeri Sipil merupakan tulang
punggung pemerintahan dalam melakukan pembangunan
nasional.Sebagai aparatur Negara, Pegawai Negeri Sipil juga sebagai
abdi Negara serta abdi masyarakat yang harus mengabdi kepada
tugasnya, dan memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada
masyarakat.
2.2.1 Manajemen ASN
Kedudukan atau status jabatan PNS dalam sistem birokrasi
selama ini dianggap belum sempurna untuk menciptakan birokrasi
yang profesional. Untuk dapat membangun profesionalitas birokrasi,
maka konsep yang dibangun dalam UU ASN tersebut harus jelas.
Berikut beberapa konsep yang ada dalam UU No. 5 Tahun 2014
tentang ASN. Berdasarkan jenisnya, pegawai ASN terdiri atas
Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan
Perjanjian Kerja (PPPK). PNS merupakan warga negara Indonesia
yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai pegawai ASN
secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki
jabatan pemerintahan, memiliki nomor induk pegawai secara nasional.
Dalam menjalankan birokrasi yang profesional untuk
mengahadapi tantangan, perlu dibangun ASN yang memiliki integritas,
profesional, netral dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik
korupsi, kolusi dan nepotisme, kemampuan menyelenggarakan
20
pealyanan publik bagi masyarakat, kemampuan menjalankan peran
sebagai unsur perekat dan pemersatu bangsa.
Peran ASN terdapat dalam pasal 12 Undang-Undang No. 5
Tahun 2014 yaitu sebagai perencana, pelaksana dan pengawas
penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan
nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayana publik yang
profesional, bebas dari intervensi politik, serta besih dari praktek
korupsi, kolusi dan nepotisme. Asas penyelenggaraan kebijakan dan
manajemen ASN yakni :
1. Asas kepastian hukum
2. Profesionalitas
3. Proporsionalitas
4. Keterpaduan
5. Delegasi
6. Netralitas
7. Akuntabilitas
8. Efektif dan efisien
9. Keterbukaan
10. Non diskriminatif
11. Persatuan dan kesatuan
12. Keadilan dan kesetaraan
13. Kesejahteraan
2.2.2 Whole Of Goverment
Pengertian Whole of Government (WoG) Berdasarkan
interpretasi analitis dan manifestasi empiris di lapangan maka
WoG didefinisikan sebagai “suatu model pendekatan integratif
fungsional satu atap” yang digunakan untuk mengatasi wicked
problems yang sulit dipecahkan dan diatasi karena berbagai
karakteristik atau keadaan yang melekat antara lain: tidak jelas
sebabnya, multi dimensi, menyangkut perubahan perilaku.
Sesuai dengan karakteristik wicked problems, Cara-cara ini
21
pernah dipraktekkan oleh beberapanegara, termasuk Indonesia
dalam level-level tertentu.
Kemunculan WoG didorong oleh sejumlah faktor
pendorong internal maupun eksternal. Guncangan globaliasi
yang menghadirkan berbagai kontradiksi di berbagai sektor
kehidupan seperti korupsi, kemiskinan, dominasi pasar bebas
di sektor ekonomi dan lain-lain yang sulit diatasi degan cara
dan pendekatan biasa membuat WoG menjadi keniscayaan
yang tak terhindarkan.
Praktek WoG dalam pelayanan publik dilakukan dengan
menyatukan seluruh sektor yang terkait dngan pelayana publik.
Jenis pelayanan publik yang dikenali dapat didekati dengan
pendekatan WoG sebagai berikut:
1. Pelayanan yang bersfat administratif
Merupakan pelayanan publik yang menghasilkan berbagai
produk dokumen resmi yang dibutuhkan warga masyarakat.
Dokumen yang dihasilkan meliputi KTP, status
kewarganegaraan, surat kepemilkan, SIUP dan lainnya.
2. Pelayanan jasa
Dalam hal ini menghasilkan berbagai bentuk jasa yang
dibutuhkan warga masyarakat seperti pendidikan,
kesehatan, ketenagakerjaan dan lainnya.
3. Pelayan barang
Yaitu pelayanan yang menghasilkan jenis barang yang
dibutuhkan warga masyarakat seperti jalan, jembatan,
perumahan dan lainnya
4. Pelayanan regulatif
Merupakan pelayanan melalui penegakkan hukum dan
peraturan perundang-undangan mapun kebijakan publik.
22
Praktek WoG dalam pelayanan publik dilakukan dengan
menyatukan seluruh sektor yang terkait dengan pelayanan
publik berdasarkan nilai-nilai dasar berikut :
1) Koordinasi
Kompleksifitas lembaga membutuhkan koordinasi yang
efektif dan efisien antar lembaga
2) Integrasi
Integrasi dilakukan dengan pembaharuan sebuah sistem
antar lembaga sehingga menjadi kesatuan
3) Sinkronisasi
Sinkroniasi merupakan penyelarasan semua kegiatan/data
yang berasal dari berbagai sumber dengan menyinkronkan
seluruh sumber tersebut
4) Simplifikasi
Simplifikasi merupakan penyederhanaan segala sesuatu
baik terkait data/proses disuatu lembaga mengefisiensikan
waktu, tenaga dan biaya.
2.2.3 Pelayan Publik
Konsep pelayanan publik Pengertian pelayanan publik
Berkaitan dengan pelayanan, ada dua istilah yang perlu
diketahui, yaitu melayani dan pelayanan. Pengertian melayani
adalah membantu menyiapkan (mengurus) apa yang
diperlukan seseorang". Sedangkan pengertian pelayanan
adalah "usaha rnelayani kebutuhan orang lain" (Kamus Besar
Bahasa Indonesia, 1995). Contoh: menerima telepon dari pihak
lain yang berhubungan dengan unit kerja kita, adalah bentuk
pelayanan yang rutin kita lakukan.
Sebagai aparatur pemerintahan, ASN mempunyai salah
satu peran penting dalam tugas dan fungsinya sebagai
Aparatur Sipil Negara dalam penyelenggaraan tugas dan
pembangunan nasional melalui pelaksanaan pelayanan publik
23
kepada masyarakat. Terdapat 3 unsur penting dalam pelayan
publik, yaitu unsur pertama adalah organisasi penyelenggara
pelayanan publik, unsur kedua adalah penerima layanan
(pelanggan) yaitu orang, masayaakat atau organisasi yang
berkepentingan, dan unsur ketiga adalah kepuasan yang
diberikan dan atau diterima oleh penerima.
ASN merupakan penyelenggara pelayana publik dituntut
untuk memberikan pelayanan berkualitas dimana harus
responsif dalam melaksakan dan memberikan pelayanan
terhadap masyarakat. Prinsip dalam pelayanan publik yakni:
1. Kesederhanaan
2. Kejelasan
3. Kepastian waktu
4. Akurasi
5. Keamanan
6. Tanggung jawab
7. Kelengkapan sarana dan prasarana
8. Kemudahaan akses
9. Kedisiplinan, kesopanan dan keramahan
10. Kenyamanan
24
Kemampuan aksara awal pada anak
Kemampuan bahasa anak usia dini meliputi 4 aspek yaitu
membaca, menyimak, menulis dan berbicara. Kegiatan membaca
dan menyimak merupakan keterampilan bahasa dalam bentuk
reseptif (menerima). kegiatan menulis dan berbicara merupakan
keterampilan bahasa dalam bentuk ekspresif (mengungkapkan).
Berdasarkan kebijakan pemerintah no 58 tahun 2009,
perkembangan bahasa terbagi dalam beberapa tahapan :
1. Menerima bahasa ; yang mencakup menyimak perkataan orang
lain, menegerti perintah yang diberikan bersamaan, memahami
cerita yang dibicarakan, dan mengenal perbendaharaan
mengenai kata sifat ( baik hati, berani, percaya diri, pelit, nakal,
dan jelek)
2. Mengungkapkan bahasa, mengulang kalimat sederhana,
menjawab pertanyaam sederhana, mengungkapkan perasaan
dengan kata sifat (baik, senang, sedih) menyebutkan kata-kata
yang dikenal, mengutarakan pendapat kepada orang lain,
menyatakan alasan terhadap sesuatu yang diinginkan atau
ketidaksetujuan, menceritakan kembali cerita/dongeng yang
pernah didengar
3. Keaksaraan: mengenal simbol-simbol, mengenal suara-suara
hewan/benda yang ada disekitarnya, membuat coretan yang
bermakna, dan meniru huruf.
Mengenal keaksaraan awal adalah kemampuan setiap anak untuk
mengenal huruf dan bunyi bahasa. Kemudian menggabungkan huruf
menjadi kata yang sederhana. Oleh karena itu sejak dini anak perlu
diperkenalkan satu persatu huruf abjad. Suatu dasar pengembangan
kemampuan berbahasa terutama kemampuan keaksaraan anak
yang dalam kegiatannya melibatkan unsur pendengaran (auditif) dan
unsur penglihatan (visual) , maka faktor belajar dan kematangan
25
berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan anak,.
Pembelajaran pra keaksraan harus diupayakan dengan cara
menstimulasi, membimbing, mengasuh, dan memberikan bermain
yang bermakna, aman, nyaman, dan menyenangkan, sesuai tahap
perkembangan anak, sehingga anak mampu :
1. Berbicara secara positif dan akurat berdasarkan kosakata yang
didengarnya
2. Menyampaikan dan menceritakan dongeng atau bacaan yang
didengarnya
3. Memperoleh pengalaman, cara mengatasin emosi, seperti rasa
takut, cemburu, marah atau meluapkan kegembiraan yang
sehat dari dongeng atau bacaan yang didengarnya
Fokus utama dalam mengenalkan keaksaraan pada anak usia dini
adalah pada kegiatan membaca (anak mengenali simbol gambar
yang diwakili oleh huruf/ angka). Agar anak dapat mengenal symbol
huruf/ angka pendidik sebaiknya memberikannya secara bertahap,
yang dapat dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan
terutama bermain. Sebaiknya kenalkan huruf terlebih dahulu agar
anak usia dini lebih tertarik untuk mengenal dan tidak menjadi
bingung kalau huruf kecil dan huruf besar dikenalkan sekaligus.
Aktifitas keaksaraan di Taman Kanak-Kanak merupakan salah satu
pengenalan bahasa yang bertujuan untuk mengenalkan simbol-
simbol, suara-suara tertentu, coretan/tulisan (menjiplak, menebalkan
huruf, dan meniru huruf) melalui eksplorasi dengan menggunakan
media sebagai pondasi yang kokoh bagi anak dalam
mengembangkan kemampuan pada tahapan selanjutnya.
Pentingnya pengembangan pembelajaran keaksaraan pada anak
Taman Kanak-Kanak dapat dilakukan dengan memberikan berbagai
pengalaman langsung sehingga bermakna bagi anak. Karena
bahasa akan digunakan oleh setiap orang dalam berinteraksi dengan
26
orang lain begitu juga dengan anak-anak. Menciptakan suasana
belajar yang menyenangkan bagi anak merupakan suatu hal yang
sangat penting dan perlu dilakukan sebagai upaya untuk
,meningkatkan kemampuan keaksaraan ditaman kanak-kanak,
inovasi pembelajaran baik dalam pengunaan metode/ pendekatan
juga media yang digunakan harus menarik dan bervariasi.
Media pembelajaran kantong ajaib flanel
Memanfaatkan media pembelajaran dalam meningkatkan
keaksaraan awal pada anak taman kanak-kanak akan memberikan
suatu pengalaman yang lebih bermakna. Namun dalam
pelaksanaanya tetap harus memperhatikan isi, proses, terlebih
media yang digunakan serta kurikulumnya. Lebih lanjut lingkungan
yang efektif untuk belajar adalah kaya dengan media yang dapat
membantu anak memahami simbol-simbol huruf diperlukan
dukungan media yang bervariasi. Dengan demikian dalam
pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman anak tentang simbol-
simbol huruf diperlukan adanya media pembelajaran yang sesuai.
Salah satu media yang dapat menstimulasi perkembangan bahasa
anak terutama pada tahap keaksaraan awal adalah dengan
menggunakan media kantong ajaib flanel. Media kantong ajaib flanel
ini bukan sekedar alat permainan bagi anak, tapi juga dapat
mengenal banyak kata dan kalimat dapat mempengaruhi
perkembangan bahasa anak
Kantong ajaib flanel ini dibuat dari bahan flanel yang dapat
dimodifikasi sesuai kebutuhan pada saat pembelajaran. Kantong
ajaib flanel didalamnya berisi kartu huruf dan gambar benda,
sehingga mempermudahkan guru untuk melaksanakan
pembelajaran. Kantong ajaib flanel ini merupakan media yang efektif
dalam menyampaikan materi pembelajaran atau pesan-pesan
tertentu kepada anak, kartu-kartu yang ada dalam kantong dapat
diambil dengan mudah oleh anak, dan dapat ditempel dbagian
27
bawah kantong ini sesuai dengan gambar benda yang tertempel
pada bagian atas kantong.
Bila kita telaah media kantong ajaib flanel merupakan media
konkrit dan mudah dieksplorasi oleh anak-anak sehingga banyak
manfaat yang dapat diambi diantaranya dapat menumbuhkan
motivasi belajar anak, karena anak bermain langsung dan anak juga
dapat melihat serta menyentuh media kantong ajaib flanel, serta
pembelajaran akan semakin menarik dan akan membuat anak
penasaran isi dalam kantong ajaib dan menebak huruf apa yang ada
dalam kantong ajaib tersebut, pengenalan simbol-simbol huruf
dengan menggunakan media kantong ajaib flanel dapat memberikan
rasa senang, menarik minat anak untuk bermain sekaligus belajar.
Untuk itu penyusun akan menerapkan Permainan Kantong Ajaib
Flanel untuk Meningkatkan Kemampuan Aksara Awal pada Anak
Kelompok B dan juga penyusun akan mengaktualisasikan nilai
ANEKA, Manajemen ASN, WoG dan Pelayanan publik pada setiap
pelaksanaan kegiatannya.
28
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI
3.1 Identifikasi Isu
Dalam menyusun rancangan kegiatan aktualisasi ini, maka
dijelaskan terlebih dahulu jabatan dan tugas pokok guru sesuai
dengan PerMenPanRB No 16 Tahun 2009 pada BAB VII pasal 13
yaitu
1. Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan
2. Menyusun silabus pembelajaran
3. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran
4. Melaksanakan kegiatan pembelajaran
5. Menyusun alat ukur/ soal sesuai mata pelajaran
6. Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata
pelajaran yang diampunya di kelasnya
7. Menganalisis hasil penilaian pembelajaran
8. Melaksanakan pembelajaran perbaikan dan pengayaan
dengan memanfaatkan hasil penilaian dan pengayaan
9. Melaksanakan bimbingan dan konseling dikelas yang menajdi
tanggungjawabnya
10. Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses
dan hasil belajar tingkat sekolah dan nasional
11. Membimbing guru pemula dalam program guru induksi
12. Membimbing siswa dalam kegiatan ekstra kurikuler proses
pembelajaran
13. Melaksanakan pengembangan diri
14. Melaksanakan publikasi ilmiah
15. Membuat karya inovatif
29
Sedangkan jabatan penyusun adalah guru TK ahli pertama
atau Guru kelompok B di TK Negeri 1 Pulau Besar. Tugas pokok dan
fungsi Guru TK adalah :
1. Membimbing, membantu, dan mengarahkan peserta didik untuk
belajar mengenal diri dan lingkungannya dengan cara yang
menyenangkan (mainan, seni dan keindahan).
2. Membimbing dan membantu siswa meningkatkan kemampuan
komunikasi verbal (dalam bentuk perbuatan dan tingkah laku(
dan nonverbal (mengarah pada penggunaan bahasa lisan yang
baik dan benar).
3. Memperkenalkan nama-nama benda disekelilingnya kepada
peserta didik.
4. Memberikan dasar-dasar pengetahuan tentang agama dan
akhlak mulia.
5. Membimbing, membantu, mengarahkan peserta didik untuk
dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan agama dan
moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, dan
perkembangan seni anak.
6. Kreatif dalam merancang dan menciptakan berbagai permainan
dalam konteks pendekatan belajar yang lebih memotivasi anak.
7. Menyusun Rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH),
RPPM, dan PROMES (Program semester)
8. Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada
pelaksanaan pembelajaran di kelasnya;
Di TK Negeri 1 Pulau Besar, ada satu lagi pendidik yang sudah
PNS, beliau bernama Titik Mulyani, S.Pd. Beliau yang menjadi
contoh dan panutan (Role Model) bagi penulis, karena beliau selalu
menunjukkan kepribadian yang menerapkan nilai-nilai ANEKA baik di
sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Selalu menjadi ASN
yang profesional dan berintegritas tinggi serta memiliki etos kerja
yang tinggi. Beliau juga rajin dalam melaksanakan dan membuat
30
administrasi sekolah. Beliau juga mau memberikan pendapat dan
menyampaikan saran serta masukan bila berdiskusi di sekolah
tentang pembelajaran di kelas. Dan juga beliau bisa membuat
suasana belajar bagi anak-anak semakin menyenangkan. Beliau
selalu ramah terhadap siapapun, datang tepat waktu dan selalu
bertanggung jawab akan tugasnya. Beliau merupakan sosok rekan
kerja yang kreatif dan inovatif dalam kegiatan pembelajaran.untuk itu
sifat dan perilaku beliau menjadi contoh bagi penulis dan guru yang
lainnya.
Berdasarkan pengalaman bekerja selama 6 bulan di TK Negeri
1 Pulau Besar sejak menjadi CPNS terdapat beberapa masalah/ isu
yang terjadi. Sumber isu yang diangkat dapat berasal dari individu,
unit kerja, maupun organisasi. Adapun isu-isu tersebut dapat
diidentifikasikan sebagai berikut:
1. Rendahnya sikap kepemimpinan siswa karena kurangnya
rasa percaya diri
2. kurangnya kemampuan aksara awal pada anak kelompok B
TK Negeri 1 Pulau Besar
3. Kurang optimalnya pelaksanaan program kegiatan
pembiasaan sikap terpuji
Identifikasi isu tersebut akan penyusun kaitkan dengan nilai-
nilai dasar ASN yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik,
komitmen mutu, dan anti korupsi (ANEKA), selain itu juga akan
dikaitkan dengan kedudukan dan peran ASN dalam NKRI yaitu
Manajamen ASN, Whole of Goverment (WoG), dan pelayanan
publik.
3.2 Isu yang Diangkat dan Gagasan pemecah isu
3.2.1 Isu yang Diangkat
Dari identifikasi isu yang dikemukakan diatas, maka saya akan
menentukan isu yang akan diangkat, saya menggunakan teknik USG
yang mana pengertian USG adalah sebagai berikut :
31
Urgency : Seberapa mendesak suatu isu harus
dibahas, dianalisis dan ditindaklanjuti
Serousness : Seberapa serius suatu isu harus dibahas
dikaitkan dengan akibat yang ditimbulkan
Growht : Seberapa besar kemungkinan
memburuknya isu tersebut jika tidak
ditangani sebagai mana mestinya
Tabel
Perumusan Isu dan Penetapan Isu
No. Isu Aktual/Masalah Pokok U S G Skor Rangking
1. Rendahnya sikap
kepemimpinan siswa karena 8 III
3 32
kurangnya rasa percaya diri
2. kurangnya kemampuan 4 4 4 12 I
aksara awal pada anak II
kelompok B
3. Kurang optimalnya
pelaksanaan program
333 9
kegiatan pembiasaan sikap
terpuji
Berdasarkan hasil analisis isu menggunakan alat analisis
USG di atas dapat dilihat bagaimana kualitas Isu yang ada. Isu yang
mendapatkan prioritas tertinggi adalah isu final/isu (core issue) yang
perlu diangkat yaitu “Kurangnya kemampuan aksara awal pada anak
kelompok B ”, dan menjadi isu yang perlu dicarikan pemecahan
masalahnya. Jika isu tersebut tidak bisa segera dipecahkan maka
akan mengakibatkan hal-hal sebagai berikut :
32
1. Jika tidak dikembangkan secara kreatif dan inovatif maka akan
berpengaruh pada kemampuan aksara awal pada anak dalam
mengenal huruf dan kata
2. Pembelajaran kegiatan dalam meningkatkan aksara awal anak
tidak melalui kegiatan yang menyenangkan/ tidak melalui
bermain akan berpengaruh pada motivasi belajar anak
3. Bila tidak dikembangkan, maka anak akan mengalami kesulitan
dalam memasuki kejenjang pendidikan selanjutnya
3.2.2 Gagasan Pemecah Isu
Gambaran murid TK Negeri 1 Pulau Besar di kelompok B anak
berjumlah 15 orang. Untuk sarana dan prasarana cukup lengkap,
tetapi tatanan kursi dalam pelaksanaan pembelajaran untuk anak
masih kurang menarik, hanya tersusun seperti lurus menyamping
dan kebelakang, belum ada modifikasi letak kursi dan meja. Serta
media yang digunakan masih kurang terutama dalam
pengembangan kemampuan aksara awal pada anak. Untuk itu
penyusun ingin meningkatkan suasana belajar yang menarik dan
menyenangkan dengan inovasi pembelajaran yang menggunakan
media yang menarik minat anak, menggunakan media belajar dan
APE yang realistis (nyata) yang dapat dilihat langsung oleh anak.
Penyusun juga akan inovasi atau merubah tatanan kursi anak
dengan merubah menjadi bentuk setengah lingkaran atau kursi
disusun dengan anak duduk secara berkelompok dan juga bisa
belajar melingkar tanpa kursi dan meja. Agar pembelajaran tidak
membosankan untuk anak.sehingga penyusun akan bisa
menerapkan pelayanan publik yang lebih baik. Untuk itu
Berdasarkan latar belakang terhadap isu yang diangkat tersebut,
maka gagasan pemecah isu yang diusulkan adalah peningkatan
kemampuan aksara awal pada anak kelompok B di TK Negeri 1
Pulau Besar melalui permainan “kantong ajaib flanel”
33
3.3 Kegiatan dan Tahapan Kegiatan Pemecahan Isu
Mengingat permasalahan/ isu yang diangkat bersifat penting,
maka diperlukan kegiatan yang dapat membuat proses pemecahan
masalah/ isu bisa terlaksana. Dalam rancangan ini terdapat lima
rancangan kegiatan yang diusulkan untuk memecahkan isu tersebut
diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Koordinasi dengan mentor (kepala sekolah)
2. Menyusun RPPH (Rencana pelaksanaan pembelajaran
Harian) permainan kantong ajaib flanel
3. Melaksanakan kegiatan pembelajaran permainan kantong
ajaib flanel
4. Melakukan penilaian terhadap perkembangan anak
5. Menyusun laporan aktualisasi
Kegiatan-kegiatan tersebut akan dilaksanakan di kelompok B
TK Negeri 1 Pulau Besar dengan menerapkan nilai-nilai dasar
ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu,
dan Anti Korupsi) dan penerapan nilai kedudukan dan peran PNS
dalam NKRI (Manajemen ASN, WOG, dan Pelayanan Publik)
sehingga nantinya dapat berkontribusi mendukung terwujudnya visi
dan Misi TK Negeri 1 Pulau Besar.
Adapun uraian-uraian kegiatan tersebut adalah sebagai
berikut:
Kegiatan 1 : koordinasi dengan mentor
Tahapan kegiatannya sebagai berikut:
a. Menghubungi kepala sekolah (mentor)
b. Membuat jadwal pertemuan dengan kepala sekolah (mentor)
c. Melakukan pertemuan dan berkonsultasi dengan kepala
sekolah (Mentor)
d. Meminta persetujuan mentor tentang rencana pelaksanaan
kegiatan (meminta tanda tangan mentor)
34
Kegiatan 2 : Menyusun RPPH (Rencana Pelaksanaan
Perencanaan Harian) permainan kantong ajaib flanel
Tahapan kegiatannya sebagai berikut:
a. Menentukan waktu pelaksanaan RPPH
b. Menentukan tema/subtema/cakupan tema pembelajaran
c. Menentukan kegiatan main
d. Menentukan alat dan bahan yang akan digunakan
e. Merancang proses kegiatan (pembukaan, inti dan penutup)
Kegiatan 3 : Melaksanakan kegiatan pembelajaran permainan
kantong ajaib flanel
Tahapan kegiatannya sebagai berikut:
a. Membimbing anak berbaris di depan kelas
b. Membimbing anak berdo’a sebelum melakukan kegiatan
pembelajaran
c. Mengabsen kehadiran anak
d. Melaksanakan kegiatan pembelajaran permainan kantong
ajaib flanel
Kegiatan 4 : Melakukan penilaian terhadap perkembangan anak
Tahapan kegiatannya sebagai berikut:
a. Melakukan pengamatan sikap/perilaku anak dalam kegiatan
pembelajaran dan dalam kegiatan bermain
b. Mengumpulkan hasil tugas anak
c. Memberikan penilaian terhadap hasil tugas anak
d. Menuliskan hasil penilaian kegiatan tugas anak melalui
penilaian harian
Kegiatan 5 :Menyusun laporan Aktualisasi
Tahapan kegiatannya sebagai berikut:
a. Menyiapkan alat dan bahan (hasil aktualisasi)
b. Menyusun laporan aktualisasi
c. Konsultasi/ pengesahan laporan aktualisasi
35
3.4 Keterkaitan Kegiatan dengan Nilai ANEKA dan Kedudukan Peran
PNS dalam NKRI
Dalam pembuatan rancangan aktualisasi yang akan dilaksanakan,
terdapat keterkaitan antara kegiatan aktualisasi dengan nilai-nilai
ANEKA dan peran PNS dalam NKRI. Keterkaitan kegiatan dengan
nilai ANEKA dan kedudukan peran PNS dalam NKRI antara lain:
1. Kegiatan 1: koordinasi dengan mentor
a. Menghubungi kepala sekolah (mentor)
Akuntabilitas
Nilai kejelasan yaitu dengan menghubungi mentor untuk
menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan
Nasionalisme
Mengaktualisasi sila ke 2, berperilaku sopan dengan
menghubungi mentor sebelum janji pertemuan.
Etika publik
Adanya etika yang sopan dan santun dalam menghubungi
mentor untuk menentukan jadwal pertemuan konsultasi.
WoG dan pelayanan publik
kerja sama dan koordinasi dengan mentor selaku pimpinan.
Serta dengan koordinasi dengan mentor menyampaikan untuk
menerapkan pembelajaran yang berkualitas dan menarik
sehingga dapat menerapkan pelayanan publik yang lebih baik
pada peserta didik.
b. Membuat jadwal pertemuan dengan kepala sekolah (mentor)
Akuntabilitas
Nilai kejelasan dengan membuat jadwal pertemuan
dengan jelas waktu dan harinya sehingga kesepakatan
pertemuan dengan mentor dapat tersusun dengan baik.
Antikorupsi
Dalam membuat jadwal konsultasi secara transparan dan
disiplin, sehingga tidak mengganggu jadwal kegiatan lainnya
36
c. Melakukan pertemuan dan berkonsultasi dengan kepala
sekolah (Mentor)
Akuntabilitas
Nilai kejelasan yaitu dalam melaksanakan pertemuan
dengan mentor sesuai jadwal yang telah disepakati.
Nasionalisme
Sila ke 4 yaitu melakukan diskusi/ musyarawah mengenai
pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan, sehingga mentor
mengetahui tahapan pelaksanaan kegiatan yang akan
dilakukan dan melaksanakan tugas dan tanggungjawab sesuai
dengan hasil kesepakatan dengan mentor
Etika publik
Nilai etika publik yaitu menghargai komunikasi,
konsultasi dan kerjasama dengan saya berbicara sopan dan
santun dalam menyampaikan isu yang diangkat serta
menghargai komunikasi dan kerjasama serta arahan dari
mentor.
Komitmen mutu
Nilai komitmen mutu yaitu efisiensi, dengan konsultasi
kepada mentor, saya menggunakan waktu dengan tepat yang
sesuai dengan keperluan serta tidak berlebihan dan kearah
yang tidak sesuai tujuan saya, sehingga mendapatkan hasil
yang optimal. Output adanya lembar konsultasi.
Anti korupsi
Mengaktualisasikan sikap jujur dan transparan dengan
mencatat semua hasil konsultasi dengan mentor serta
perbaikan-perbaikan yang harus dilakukan sehingga antara
rancangan yang saya buat dengan kebutuhan dilapangan akan
sesuai.
37
d. Meminta persetujuan mentor tentang rencana pelaksanaan
kegiatan (meminta tanda tangan mentor)
Nasionalisme
Mengaktualisasikan nilai nasionalisme yaitu sila ke 2,
dengan cara saya meminta tanda tangan mentor, saya akan
bersikap menghormati beliau sebagai atasan saya, sehingga
antara saya dan mentor akan timbul sikap menghormati harkat
dan martabat serta saling menghargai sesama tanpa
memandang perbedaan.
Manajemen ASN
Melalui kode etik dan kode perilaku ASN dalam meminta
tanda tangan mentor dengan tetap menunjukkan perilaku
profesional dan integritas ASN.
WoG dan pelayanan publik
Dalam meminta persetujuan dengan mentor, saya telah
koordinasi atau bekerja sama dengan mentor, sehingga dapat
memberikan pelayanan publik yang lebih baik
Output/ hasil dari kegiatan pertama ini adalah
a. foto pertemuan dengan mentor (dokumentasi)
b. lembar konsultasi
c. lembar persetujuan
Kontribusi terhadap visi-misi organisasi
Berkontribusi dalam mendukung terwujudnya visi TK Negeri 1
Pulau Besar yaitu mewujudkan generasi penerus yang berakhlak
mulia, berbudi luhur mandiri dan mempunyai kreativitas yang
tinggi dengan berlandaskan iman dan taqwa kepada Tuhan yang
Maha Esa. Serta mendukung misi sekolah yang ketiga yaitu
menanamkan nilai-nilai tata krama dalam kehidupan sehari-hari.
38
Penguatan nilai organisasi pada kegiatan ini yaitu :
a. Komunikatif
b. Berintegritas
c. Efektif dan efisien
2. Kegiatan ke 2 : menyusun RPPH (Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran Harian) permainan kantong ajaib flanel
a. Menentukan waktu pelaksanaan kegiatan dalam RPPH
Akuntabilitas
Nilai kejelasan, dengan cara menentukan waktu
pelaksanaan secara tepat, jelas dan tidak terbentur dengan
kegiatan-kegiatan yang lainnya.
Komitmen mutu
Dalam menentukan waktu pelaksanaan dalam RPPH
dengan tepat, maka pelaksanaan kegiatan akan lebih terarah
untuk pencapaian target kegiatan yang ditetapkan.
b. Menentukan tema/subtema/cakupan tema pembelajaran
Nasionalisme
mengaktualisasikan nilai nasionalisme yaitu sila ke 3
persatuan Indonesia, yaitu sebagai perekat dan pemersatu
bangsa, dengan cara menggunakan bahasa indonesia yang
baik dan benar dalam menentukan tema kegiatan sehingga
mudah dipahami dan dimengerti oleh anak.
WoG dan pelayanan publik
Dalam menentukan tema, saya konsultasi terlebih dahulu
dengan mentor.
c. Menentukan kegiatan main yang akan dilakukan
Akuntabilitas
Mengaktualisasikan nilai tanggung jawab dalam
menerapkan kegiatan main yang telah saya pilih
39
Komitmen mutu
Nilai komitmen mutu yaitu efisien dan inovatif, dengan
cara memilijh kegiatan permainan kantong ajaib flanel yang
disesuaikan dengan tema pembelajaran yang telah dirancang,
sehingga tidak terjadi penyimpangan dari tujuan yang
diharapkan.
d. Menentukan alat dan bahan yang akan digunakan
Antikorupsi
Mengaktualisasikan nilai anti korupsi yaitu tanggung
jawab, dengan cara memilih alat dan bahan pembelajaran yang
sesuai dengan rancangan yang telah dibuat sehingga akan ada
kesesuaian antara alat/ bahan yang digunakan dengan tema
pembelajaran pada hari itu.
Nilai kerja keras dengan cara bersungguh-sungguh dalam
mencari dan membuat alat dan bahan pembelajaran untuk
anak, sehingga tingkat pencapaian kecerdasan anak sesuai
dengan tahap usianya, karena telah memilih alat dan bahan
yang telah disesuaikan.
e. Merancang proses kegiatan pembelajaran (kegiatan awal,
inti dan penutup)
Etika publik
Mengaktualisasikan nilai etika publik yaitu menghargai
komunikasi, konsultasi dan kerjasama, dengan cara
bekerjasama dengan guru yang lain yang lebih senior dalam
merancang proses kegiatan sehingga saya lebih mengetahui
pola pikir anak.
WoG dan pelayanan publik
Pada kegiatan merancang proses kegiatan pembelajaran,
saya akan melakukan kerja sama dan koordinasi dengan
mentor mengenai pemeriksaan dan perbaikan susunan dari
RPPH yang saya buat. Dengan menyusun RPPH dengan baik
40