Hak Cipta
Hak cipta dilindungi oleh Undang-Undang.
Dilarang memperbanyak seluruh atau
sebagian isi buku ini tanpa izin dari penulis
atau penerbit.
Penulis : Refa Aulia, Elvaretta Dwi
Widdianisa, Atsila Lubna Sakhi, Faikar
Rasyid, Arya Adinata Nugraha, Mohamad
Adlan Syuhada, Muhammad Chairul Fatih.
Editor : Faikar Rasyid dan Aurell Fathan
Ibrahim
Cover : Elvaretta Dwi Widdianisa
Layout : Refa Aulia dan Arya Adinata
Nugraha
Kata Pengantar : Refa Aulia
2022
ii
Kata Pengantar
Bismillahirrohmanirrohim
Segala puji bagi Allah SWT, yang telah menciptakan
langit dan bumi beserta isinya. Puji syukur kami ucapkan
kepada teladan kami baginda Rasulullah SAW yang
telah membimbing kami pada jalan yang membawa kami
pada tujuan yang terang benderang. Terima kasih kami
ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan
kesehatan dan kenikmatan serta akal yang cerdas, berkat
ini kami bisa menyelesaikan antalogi cerpen ini yang
berjudul “Merajut Persaudaraan”. Kami ucapkan terima
kasih kepada Bapak dan Ibu guru yang telah
membimbing kami dalam membuat antologi cerpen ini.
Dalam hidup, ada banyak kisah yang istimewa dan
tersembunyi dalam diam. Antalogi ini berisi kumpulan
kisah yang diketik dalam bentuk cerita pendek (cerpen).
Cerita-cerita tersebut ditulis berdasarkan imajinasi sang
penulis, entah ini imajinasi semata atau ada campur
tangan kisah sang penulis yang dirangkai dengan kata-
kata sedemikian rupa.
Refa Aulia
iii
Daftar Isi
Kata Pengantar ............................................................... iii
Daftar Isi ........................................................................ iv
Lelaki Kanada Yang Suka Budaya Baduy ................. 1
Perlombaan Membuat Makanan di Sekolah .............. 9
Jalan-Jalan ke Banten ............................................... 13
Pengaruh................................................................... 19
Merajuk Persahabatan .............................................. 32
Jalan-Jalan ke Tempat Wisata Banten...................... 44
Merajut Persaudaraan............................................... 48
Keindahan Budaya Baduy........................................ 60
Biodata Penulis ............................................................. 64
iv
Lelaki Kanada Yang
Suka Budaya Baduy
Refa Aulia
Pada tanggal 02 Agustus 1999 lahirlah seorang
anak dari keluarga bermarga Lee yang bernama Maraka
Alvino Zean. Maraka lahir di Kanada. Ayah Maraka
bekerja di salah satu perusahaan di Kanada, dan Mama
Maraka seorang Ibu rumah tangga. Saat Maraka berumur
10 tahun, mereka pindah ke kampung halaman Mama-
nya, Indonesia. Ayah Maraka dipindah tugaskan ke
perusahaan yang ada di Bandung, Indonesia.
***
Pada suatu hari Maraka sedang main di lapangan
dekat rumah baru nya, tiba-tiba ada seorang anak
perempuan yang terlihat seumur dengan Maraka
menghampiri nya.
"Hai, nama kamu siapa?", Tanya anak perempuan itu.
"Nama? Oh did you mean my name?", jawab Maraka
dengan nada bingung.
1
"Yeah, your name.", Sahut anak perempuan itu.
"My name is Maraka Alvino Zean or you can call me
Maraka." Jawab Maraka sambil tersenyum. "Where are
you from? I've never seen you before.", Tanya
perempuan itu.
"Aku baru dari Kanada baru pindah ke Indonesia 2 hari
yang lalu." Jawab Maraka dengan senyuman manisnya.
"Omo omo omo, kamu bisa bahasa Indonesia? Aku kira
gak bisa. Wajah kamu juga mirip orang bule gitu.", Kata
perempuan itu dengan sedikit rasa kaget. "Hehe, iya aku
bisa talk bahasa Indonesia, kebetulan Mama-ku asli
Indonesia. Btw, nama kamu siapa?", Tanya Maraka
"Ooh begitu, Pantas saja. Kenalin namaku Aurellia
Prastika.", Jawab Aull. "Hai Aurellia, Nice to meet you.
Olya, umurmu berapa?" Tanya Maraka lagi.
"Nice to meet you too. 10 tahun. Karena kamu baru
pindah kesini, kamu mau keliling komplek ga bareng
aku? Itung itung mengenal daerah sini supaya kamu ga
kebingungan.", Tanya Aull.
2
"Wah kita seumur. Boleh, kebetulan aku mau mengenali
lingkungan sekitar sini." Jawab Maraka.
"O lya, boleh kah aku memanggil mu Aul?" Tanya
Maraka.
"Tentu saja, kita kan sekarang teman( ´∀`)." Jawab
Aull dengan Pipi yang memerah.
Sejak saat itu mereka sangat dekat dan sering belajar
bersama. Mereka berdua punya cita-cita bersama yaitu
mengenal semua budaya di Indonesia.
***
Tujuh Tahun Kemudian
Maraka kembali ke Kanada karena tugas ayah Maraka di
Indonesia sudah selesai.
"Maraka, apakah secepat itu tuk tinggal disini? Tidak
bisa kah kamu tinggal lebih lama disini, hingga kita
besar nanti." tanya Aull sambil nangis dan marah. "Maaf
Aull tugas orang tua ku sudah selesai di Indonesia, dan
3
sekarang kami harus pindah lagi ke Kanada lagi." jawab
Maraka sambil tersenyum Sembari memegang kepala
Aull.
"Berhenti dongg nangisnya nanti cantik nya hilang tauu."
Seru Maraka sambil menghapus air mata di wajah Aull.
"Lagi pula kita masih bisa berteman kok, nanti kapan
kapan aku main kerumah mu dan kita belajar budaya
indonesia lagi." Seru Maraka.
Beberapa saat kemudian Aull berhenti menangis.
"Maraka, kamu janji ya sama aku kalo kamu akan
berteman sama aku selamanya." Tanya Aull sambil
menatap Maraka. Orang tua Maraka sudah memanggil
nya di dalam mobil. Kini saat nya Maraka menaiki mobil
nya dan menuju ke bandara.
4
5
"Ya, aku berjanji kita akan berteman selamanya" jawab
Maraka.
Lalu Maraka berteriak di dalam mobil, "Jangan lupa
belajar ya, sampai jumpa lagi Aull."
Semenjak Maraka pergi ke Kanada Aull lebih tertarik
dengan budaya luar, terutama Korea. Dia mempelajari
semua bahasa dan budaya di korea dan melupakan
Budaya negri nya sendiri. Sementara itu Maraka yang
tinggal di Kanada justru mempelajari budaya Indonesia
dan sangat tertarik untuk melihat suku suku yang ada di
Indonesia termasuk suku Baduy.
Suku Baduy merupakan suku asli dari Provinsi Banten.
Suku ini terkenal sebagai kelompok yang selalu
menjunjung adat istiadatnya. Pada suatu hari Maraka
kepikiran untuk berkunjung ke suku Baduy. Tiba tiba di
rumah Aull terdengar bunyi dering telepon masuk
*krilingg kringgg
Bunyi dering telepon masuk dari Maraka.
6
"Hai Maraka Kamu udah di Indonesia?." Aull menjawab
telepon nya dengan sangat gembira.
"Hai cantik, kabar baik. lya, benar tapi aku ke Jakarta
dulu kerumah Omah.”
jawab Maraka dengan wajah yang gembira.
"Aull hari minggu sibuk tidak?." Tanya Maraka.
Aull terheran heran kepada Maraka karena jarang sekali
Maraka mengatakan itu.
"Emm sepertinya tidak, kenapa emang nya?." Maraka
menjawab pertanyaan Aull dan mengajak Aull.
"Tidak, tidak apa apa hanya saja aku ingin mengajak
Aull jalan jalan menyelusuri suku Baduy hehe, Aull mau
tidak?." Tanya Maraka.
"Enggak ahh aku ga mau ke sana. Aku mau nya ke Jeju,
Busan, Seoul tauu kita bisa ketemu oppa oppa Korea
7
disana. Jika kita pergi ke Baduy itu akan sangat
membosankan dan tidak ada yang bagus disana" seru
Aull.
"Tidak boleh begitu Aull, kamu harus bersyukur bisa
tinggal di Indonesia. Negara yang kaya akan perbedaan,
kaya akan suku, budaya, alam dan masih banyak lagi.
Aku yang tinggal di Kanada pun mau sekali tinggal di
Indonesia supaya bisa belajar lebih banyak suku budaya
Indonesia lagi." Seru Maraka.
"Kamu harusnya bangga dong sama budaya negri-mu,
masih banyak Budaya Indonesia." Cakap Maraka
"Iya sih.. yauda deh, tapi kamu jemput aku ya." Seru
Aull dengan wajah yang bersemangat.
Maraka sangat senang mendengar ucapan dari Aull dan
merespon nya dengan sangat gembira. "nah gitu dongg
itu baru cantik nya Maraka hehe." Seru Maraka dengan
gembira.
Setelah perdebatan kecil, mereka pergi ke Lebak Banten
untuk mencari tau tentang Suku Baduy.
Sesampai nya mereka disana, mereka makan sate
bandeng bersama, dan belajar membuat kain tenun khas
Baduy.
8
9
Perlombaan Membuat
Makanan di Sekolah
Aurell Fathan Ibrahim
Di suatu pagi yang cerah di sekolah ada seorang
anak bernama Ironi ia sangat suka sekali dengan
makanan makanan tradisional sampai sampai setiap hari
Ironi selalu makan makanan khas banten. Ada juga
seorang anak bernama Asep ia lebih suka dengan
mekanan yang sedang trend dan modern. karena ia
sangat suka sekali dengan makanan itu sampai sampai ia
tidak mau memakan makanan tradisional.
Pada saat di sekolah guru menjelaskan kalau dua
hari kedepan akan ada lomba memasak makanan terunik
dan terenak di sekolah, “Kalian di bebaskan untuk
berkelompok bermaksimalkan 4 orang dan minimal 2
orang”ucap seorang guru di kelas Ironi pun bertanya “Bu
boleh ga kalau kelompok saya dua orang saja bersama
Asep” guru pun menjawab “Gapapa ko silahkan”, jawab
seorang guru.
Keesokan harinya mereka mendiskusikan
makanan apa yang akan di buat untuk lomba nanti “Hei
Asep gimana kalo kita buat makanan rabeg saja enak
10
soal nya” ucap seorang Ironi “Ga ga ga gw lebih suka
membuat makanan modern, gimana kalo kita buat
takoyaki aja” jawab Asep “Kayak nya kurang menarik
deh mending kita buat makanan tradisional aja”
merekapun menyetujuinya dan besok akan membeli
bahan bahan nya di pasar dekat rumah Asep .
Keesokan harinya sebelum pergi ke pasar Asep
chat Ironi “Eeh kemaren jadinya buat makanan apa
rabeg?” jawab Ironi “Iya rabeg aja menarik soal nya”
Akhirnya Asep mencari bahan bahan membuat
rabeg di internet, setelah menemukan bahan bahan nya
Asep pergi ke pasar dan mencari bahan bahan tersebut.
Sebelum ke pasar juga Asep menjemput Ironi
terlebih dahulu karana ia lebih tau bahan bahan membuat
rabeg, setelah itu mereka sudah membeli semua bahan
bahanya kecuali jahe karena sebelum nya Asep akan
membeli jahe tersebut.
Karena jahe tersebut sisa satu tetapi ada seorang
nenek nenek yang bilang “Nak boleh tidak jahe nya
nenek yang beli saja” karena nenek tersebut sangat
membutuhkan jahe tersebut akhirnya Asep memberi
jahe itu kepada nenek tersebut.
11
Keesokan harinya Asep dan Ironi menyiapkan
bahan bahan dan di beri waktu oleh guru satu setengah
jam untuk membuat makanan nya, setelah makanan
selesai di buat Asep dan Ironi merasa tidak ada kepuasan
saat makanan tersebut sudah jadi.
“Oke waktu sudah habis sekarang saat nya mencicipi
makanan peserta lomba” setelah beberapa saat di
umumkan pemenang lomba tidak di sangka
sangka mereka juara 2 lomba membuat makanan
terenak di sekolah.
“Wah ga di sangka kita juara dua sep pedahal makanaan
nya kaya kurang menarik” ucap Ironi “Iya bener banget
alhamdullilah kita juara dua, dan akhirnya mereka
pulang dengan piala dengan sangat bangga walaupun
mereka juara dua.
12
13
Jalan-Jalan ke
Banten
Muhammad Adlan Syuhada
Pada hari Jumat, Asep dan teman-teman akan
pergi ke Banten. Asep akan membereskan koper buat ke
Banten besok pagi. Asep telah bangun jam 04.00
pagi untuk salat subuh. Setelah itu, Asep melanjutkan
aktivitas yaitu mandi dan sarapan sebelum Asep
berangkat ke Banten. Pada jam 06.00 pagi, Asep dan
teman-teman berangkat memakai kendaraan bus mini.
Perjalanan dari rumah Asep ke Banten menempuh waktu
kurang lebih dua jam untuk sampai tujuan. Pada saat di
perjalanan, suasana pagi ini sangat segar dan
menakjubkan. Membuat Asep merasa sangat bersyukur
atas kenikmatan dari Allah SWT. Asep dan teman-
temannya sampai di tempat tujuan yaitu Banten pada jam
08.00 pagi waktu setempat.
Tempat pertama kami datang di Banten yaitu
warung makan khas Banten nama warung makan adalah
warung makan nasi rabeg Haji Nasri di Banten.
“Teman-teman, kita makan dulu yuk! ajak Asep.
“Makan apa, Sep?” tanya Yanto.
14
“Kita makan rabeg. Makanan khas Banten yang
sangat terkenal dan enak,” kata Asep sedikit menjelaskan.
“Wah pasti enak. Aku sempat dengar kalau rabeg
itu disajikan dengan kuah daging kambing dan Nasi yang
mirip seperti kebuli. Selain itu juga ada acar yang
menyegarkan dan pedas serta kerupuk emping yang
gurih,” kata Rehan memberi penjelasan panjang.
“Hah daging kambing? Aku gak suka daging
kambing, bau!” teriak Yanto dengan spontan.
“Lah kenapa yanto kok kamu gak suka kambing?”
kata Asep.
“Aku sukanya daging sapi karena daging sapi itu
enak banget.”
“Ayo lah! daging kambing rasanya unik tahu,”
“Haa... okelah.” Yanto pun menyicipinya.
“Gimana? Enak gak?” kata Asep.
“Wah! Ini enak banget gila!” dan akhirnya yanto
pun makan rabeg.
Dan mereka pun makan bersama.
24 menit kemudian Asep dan teman-teman pergi
ke Masjid Agung Banten dan perjalanan pun lama. Asep
dan teman-teman pun sudah sampai, setelah itu kami akan
masuk Masjid Agung. Setelah itu Asep dan teman-teman
ketemu bapak Bayu.
15
“Halo anak-anak! Nama saya Bapak Bayu. Saya
akan menemani kalian untuk berkeliling di Masjid
Agung.”
“Oke pak!” dan akhirnya Asep dan teman-teman
berkeliling bersama Bapak Bayu
“Oke anak-anak! Kalian sudah pernah gak, ke
masjid agung?” Bapak Bayu pun bertanya.
“Belum pak saya!” kata yanto
“Saya juga pak belum juga” kata rehan pun juga
“Baiklah! bapak akan kasih tahu ke kalian” Bapak
Bayu pun ingin kasih tahu.
“Oke pak!”
“Oke anak-anak, ini adalah Majid Agung Banten,
Masjid Agung Banten ini didirikan pada 1566 M ketika
Maulana Hasanuddin menjabat sebagai Sultan Banten
pertama pada 1552-1570. Inilah warisan kesultanan
Banten yang masih berdiri kokoh hingga sekarang.”
“Emang pak, apa yang dimaksud dengan Masjid
Agung?” tanya Asep.
“Masjid Agung ini, merupakan masjid kabupaten,
yang ditetapkan oleh pemerintah kabupaten dan
berkedudukan di ibu kota kabupaten. Dengan demikian,
Masjid Agung dapat ditemukan di semua ibu kota
kabupaten/kota seluruh Indonesia”.
16
“Pak, emang ada apa saja si di Masjid Agung ini?”
tanya Rehan.
“Oke,Terdapat tiga area utama pada kompleks
Masjid Agung Banten, yaitu bangunan masjid, tiyamah,
dan area pemakaman. Di masjid ini terdapat kompleks
pemakaman sultan-sultan Banten serta keluarganya,
seperti makam Sultan Maulana Hasanuddin dan istrinya,
Sultan Ageng Tirtayasa, dan Sultan Abu Nasir Aku
Qohhar.”
“Emang apa sih, fungsi Masjid Agung itu apa
Pak?”
“Itu Bangunan tersebut berfungsi sebagai tempat
bermusyawarah dan dan berdiskusi soal keagamaan.
Lebih lanjut, bangunan Masjid Agung Banten ini sarat
akan filosofi pada setiap detail bangunannya. Enam pintu
pada Masjid Agung Banten ini menggambarkan rukun
iman.”
“Pak, emang berapa tinggi sih menara banten?”
dan Asep pun memikir.
“Di jarak 10 m dari kolam sebelah timur masjid,
terdapat bangunan lain berupa menara dengan tinggi 23
meter. Menara yang dibangun pada abad ke-18 M dan
memiliki 82 buah anak tangga untuk bisa sampai ke
atas.”
“Wah?! Tinggi banget Pak!” si Asep pun kaget.
“Hehe. Oke anak-anak ada yang di tanyakan?”
17
“Tidak ada pak, sudah cukup.”
“Oke lah, kita akan foto bersama.” Pak Bayu
pun pengen foto bersama anak-anak.
“Oke pak, siap!” Asep dan teman-teman juga
foto.
30 menit kemudian Asep dan teman-teman pun
bersalim kepada Pak bayu.
“Terima kasih Pak Bayu, sudah nememin kita
berkeling di masjid Agung,” Asep dan temen-temen pun
terima kasih kepada Pak Bayu.
“Sama-Sama, anak-anak saya juga senang kalau
kalian.”
“Pak. saya pengen berangkat dulu ya
assalamualaikum.”
“Wa’alaikumussalam, hati-hati di jalan ya nak,
jangan lupa berdoa .”
18
Pengaruh
Faikar Rasyid
Setelah salat subuh aku pergi ke sawah, tapi untuk apa?
Sebelum aku memberi tahunya aku akan perkenalkan
diri dulu. Namaku Abdul, Aku orang Badui tinggal di
desa Rangkasbitung Barat di Lebak, Banten. Aku pergi
ke sawah untuk membantu ayah memanen hasil tanaman
yaitu cabe dan sayur-sayuran. Setelah itu aku dan ayah
kembali ke rumah, aku memberikan hasil panennya ke
ibu untuk dimasak .
Setelah semuanya matang mereka makan bersama.
“Sebelum makan kita berdoa dulu ya!” kata Ayah.
Kita pun berdoa dan lalu makan. Sebenarnya aku bosan
dengan makanan yang gitu-gitu aja. Nasi, sambal dan
sayur.
Apalagi hampir semua makanan yang mereka konsumsi
berasal dari sawah ayahnya.
"Kenapa sih makanan kita itu itu aja saya bosen tau aku
maunya makanan yang lain," kata aku
"Iih bersyukur dong masih bisa makan mending mana
dari pada gak ada makanan sehingga gak bisa makan,"
kata Ibu.
"Iya sih," kata aku.
19
Setelah pembicaraan itu mereka makan hingga makanan
yang di piring habis.
***
Keesokan harinya aku berangkat ke sekolah di
SDN Penuh Harapan. Aku berangkat pukul 06:40,
karena sekolahku dekat dengan rumah dengan berjalan
kaki. Lima belas menit kemudian Akhirnya Aku sampai
di sekolah dan karena hari Senin sekolah dimulai dengan
upacara bendera. Selesai upacara bendera semua murid
kembali ke kelas masing-masing.
Bel pembelajaran pertama berbunyi, seorang guru yang
bernama bu Ucha masuk ke kelasku.
“Oke selamat pagi murid-murid,” kata bu Ucha sambil
memasuki kelas ke meja guru.
“Selamat pagi bu guru,” balas semua murid.
Bu Ucha berkata lagi, “Oke senang bertemu dengan
kalian. Kali ini bu Ucha akan menjelaskan tentang
makanan tradisional tapi sebelum itu bu Ucha akan
menanyakan kepada salah satu dari kalian apa saja
makanan tradisional di daerah kita yaitu Banten.”
20
Akulah yang ditunjuk untuk menjawab.
“Sate Bandeng, Gipang, udah Bu itu aja yang saya tau.”
“Oke tidak apa-apa ada yang ingin menambahkan?”,
kata Bu Ucha . Ternyata tidak ada satupun murid yang
menjawab pertanyaan guru. “Lah kok kalian diem aja?”
tanya bu guru.
“Iya bu soalnya kita gak tau,” jawab salah satu murinya.
Karena mendengar itu bu Ucha memperkenalkan
makanan tradisional Banten dan tidak hanya itu makanan
tradisional daerah lain juga diperkenalkan.
***
Saat perjalanan pulang sekolah Aku memikirkan
tentang penjelasan makanan tradisional yang
disampaikan Bu Ucha tadi. Tiba-tiba Aku ada ide untuk
bikin salah satu makanan tradisional Banten, yaitu Sate
Bandeng.
Saat sudah sampai di rumah Aku berkata ke orang tuanya,
21
22
“Ayah Ibu, Aku mau bikin makanan tradisional Banten,”
kata Aku.
“Iya nanti saat Hari Minggu, tapi makanan apa?” balas
Ibu.
“Sate Bandeng” kata aku. “Oke diizinkan tapi buatnya
bareng sama Ibu ya,” kata ibu.
***
Hari Minggu tiba, pada pagi hari pukul 06:00.
“Ibu kapan kita membuat Sate Bandengnya?” tanya aku.
“Iya kita pergi ke Kota Tanggerang,” balas Ibu.
“Lah kok kenapa ke Kota Tanggerang Bu?” kata aku.
“Udah ikut ibu saja nanti Aku akan tahu,” kata ibu.
“Baiklah,” balas Aku.
Merekapun pergi ke Kota Tanggerang naik motor, tapi
sebelum itu mereka pamit dulu sama Ayah.
“Ayah!, Aku sama ibu di Kota Tanggerang yah,” kata
Aku. “Baiklah hati-hati di jalan” kata ayah.
***
23
Di Kota Tanggerang, ibu pergi ke Restoran yang
menyajikan makanan tradisional Banten dan akhirnya
mereka sampai.
“Nah sudah sampai” kata ibu.
“Ooooh jadi kita kesini untuk membuat Sate Bandeng
ya?” tanya Aku.
“Betul, karena kalau kita mencari resepnya di desa
takutnya gak ketemu. Semoga resto memberi resep menu
yang disajikan di resto ini dan juga semoga kita
membuatnya disini” harap ibu Aku pun mengaminkan.
“Aku disini dulu ya biar ibu masuk ke resto”
“Baik bu”.
Ibu masuk ke resto dan bertanya-tanya kepada kasir dan
Aku menunggu di luar sambil duduk di jok motor.
TIbab-tiba Aku tidak sengaja bertemu dengan sosok
orang dewasa yang tampak seperti preman.
Namanya Alfi, dia seorang youtuber.
“Hey bocah siapa namamu?” kata Alfi,
“Eeee Abdul kalau namamu?” jawab Aku.
“Aku Alfi youtuber mukbang, kamu lagi ngapain?”, kata
Alfi.
24
“Aku mau buat makanan tradisional Banten”, kata Aku.
“Hahahaha kamu mah emang kampungan mending
makan makanan instant kebetulan aku mau ke KFC
karena aku youtuber, aku mau buat konten menu yang
lagi viral, mending ikut biar masuk channel youtube
aku”, ejek Alfi.
“Apa! Kamu pasti sering makan makanan instant. Aku
sumpahin, kamu akan terkena diabetes!” , ucap Aku
sambil emosi.
“Parah amat kamu ngomong begitu ke gua! Pokoknya
gua akan terus nge-youtube tentang makanan instant
demi subscriber-ku!” balas Alfi. Alfi pun meninggalkan
begitu saja, tapi sayang sekali mereka berdua
menyimpan dendam karena percakapan tadi.
Tak lama kemudian, Ibu pun kembali ke Aku.
Ibu menjelaskan bahwa resto menolak kita untuk
membuat makanan di resto, tapi kabar baiknya resto juga
menjual buku “Resep Makanan Tradisional Banten”
setelah Ibu menjelaskannya mereka pulang ke rumah
mereka sampai di rumah pada saat sinar matahari
menusuk dunia pada saat itu juga
Allahu Akbarullahuakbar….
“Wah sudah adzan dzuhur kita shalat dulu yah”, sahut
ibu.
“Oke aja”, kata Aku
25
***
Setelah Salat Dzuhur Ibu pergi ke pasar untuk
membeli bahan-bahan untuk makanan tradisional Banten
yang di inginkan Aku yaitu Sate Bandeng. Di pasar ibu
membeli bahan- bahannya setelah lengkap ibu pulang ke
rumah dengan membawa barang belanjaan.
“Adbul, bantuin ibu bawain barang belanjaan ini bahan
untuk sate bandeng” kata Ibu.
“Asiik akhirnya buat” kata Aku sambil membantu ibu
membawa barang belanjaan.
Setelah itu Ibu dan membuat sate bandeng, ke
depannya juga mereka membuat makanan tradisional
Banten yang lain sampai jadi kebiasaan bagi mereka.
Namun berbeda dengan Alfi dia membenci makanan
tradisional dan penyuka makanan instant. Di channel
youtube nya, Alfi membuat konten tentang makanan
instant seperti memperkenalkannya dan tentu saja
memakannya dan kadang-kadang Alfi juga memberi cara
membuat makanan instant ini itu.
***
Tiga bulan kemudian…
Aku melihat ayah sedang membaca koran di sofa
“Ayah saya mau ikut baca koran” kata Aku.
“Oke, sini” kata ayah.
26
Aku pun membaca koran Bersama ayah tiba-tiba Aku
melihat berita.
“Seorang youtuber benama Alfi terkena diabetes karena
kebiasaan makan makanan instant”
Aku berkata “Mampus! Alfi terkena diabetes, makanya
makan itu jangan yang instant!” Ayah yang
mendengarnya pun lantas menegurnya
“Abdul! Jangan begitu! Kamu harusnya berdoa agar dia
cepat sembuh, bukan mengejeknya!”
, kata Ayah sambil menyetil telinga Aku.
“Aduh aduh ampun ayah, nanti kalau Aku ketemu Alfi,
Aku akan minta maaf kepadanya” kata Aku.
“Nah gitu dong anak ayah”, kata Ayah.
Sementara itu di RSUD Tanggerang…
“Seandainya aku tidak pernah makan makanan yang
instant”, ucap Alfi dalam hati.
Lalu dia Merekam video agar tidak membuat konten
tentang makanan instant lagi. Dalam rekaman videonya
dia berkata “Halo guys maaf ya karena saya sering
makan-makanan yang instant saya sampai terkena
diabetes dan dirawat di rumah sakit, karena itu saya tidak
akan lagi memakan-makanan yang instant dan tidak
akan membuat konten tentang makanan instant lagi.”
Setelah merekam videonya, Alfi langsung mengupload
video tersebut ke youtube.
27
***
Dalam beberapa jam saja video youtube yang
diunggahnya menembus 1 juta kali ditonton dan menjadi
trending 1 di youtube tidak hanya itu dalam videonya
banjir komentar doa agar segera sembuh dan pertanyaan
“Alfi dirawat dimana?” dari netizen dan Alfi
membacanya namun tidak ada yang Alfi balas dan
setelah itu Alfi menonaktifkan komentarnya karena
kalau Alfi memberitahu dimana dia dirawat khawatirnya
rumah sakitnya penuh dijenguk netizen. Namun
sementara itu Aku bertekad ingin menjenguk Alfi di
sana, tapi sayangnya Aku tidak diizinkan oleh ayahnya.
“Ayah saya ingin menjenguk orang ini”, kata Aku
sambil menunjukkan korannya. Namun Ayah bilang
“Hey Abdul, untuk masuk ke kamar rawat inap harus
berusia 12 tahun keatas sedangkan masih 10 tahun jadi
belum cukup umur. Apalagi besok Abdul sekolah, biar
ayah saja yang kesana”. “Oh gitu ya soalnya Aku pernah
bertemu Alfi secara tiba-tiba waktu di Tanggerang”, kata
Aku. Namun kali ini ayah hanya mendengarkan ucapan
Aku.
***
Keesokan harinya pada pukul 8 pagi ayah pergi ke
RSUD Tanggerang untuk menjenguk Alfi.
Ayah sampai di RSUD Tanggerang jam 10, di sana ayah
menanyakan dimana ruang rawat inap Alfi dirawat
28
kepada satpam di pintu gerbang masuk, setelah satpam
setelah memberi tahu hal itu, ayah langsung pergi ke
kamar rawat inap dimana Alfi dirawat. Saat ayah sudah
sampai di kamar rawat inap Alfi dirawat, Alfi
melihatnya Alfi bertanya sambil ngegas, “Siapa kamu!?,
kamu kesini ngapain!?” “Aku ayahnyanya Aku, Alfi
kenal Akukan?” Alfi menjawab “Yang waktu ketemu di
Tanggerang?” Ayah Aku menjawab “Nah Aku yang itu
Ayah Aku kesini untuk menjenguk Alfi, semoga cepat
semubuh ya.” “Oh iya mau tau alamat rumah Bapak
dimana?” , tanya Alfi, Ayah Aku menjawab “Jalan
Lebak Bulus Nomor 12 Desa Rangkasbitung Barat
Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak.” “Oke
Alfi akan kesana kalau saya sudah keluar dari rumah
sakit ini.”, kata Alfi.
***
Satu bulan kemudian Alfi keluar dari rumah sakit
dan pulang ke rumahnya menaiki Gojek dan akhirnya
sampai di rumahnya yang mewah sepuluh menit
kemudian. Di rumahnya Alfi berpikir nanti akan
membuat konten apa di youtube. Setelah dipikir-pikir
akhirnya Alfi ada ide membuat konten apa. Yaitu
membuat konten tentang makanan tradisional di
Indonesia, karena belajar dari kebiasaan makan-makanan
instant waktu dulu yang membuat masuk rumah sakit.
29
Rencananya Alfi akan memulai dengan konten cara
membuat makanan tradisional Banten dan rencananya
ingin melibatkan Aku dalam membuat konten tersebut,
karena telah mengejek Aku waktu dulu dan ingin
meminta maaf kepadanya.
***
Keesokan harinya Alfi berangkat ke Rumah Aku
menggunakan mobil pribadi, satu jam kemudian di
rumah Aku, Aku melihat lewat jendela ada mobil yang
berhenti di depan rumahnya, lalu seseorang yang ada di
dalam mobil itu turun dari mobil dan ternyata dia adalah
Alfi yang pernah ditemui Aku di Tanggerang. “Wah
ini... orang yang pernah Aku lihat, tapi buat apa kesini?”
, ucap Aku di dalam hati, namun tiba-tiba “Aku! Keluar
dong” ucap Alfi sambil berteriak. Aku yang
mendengarnya langsung menghampiri Alfi. “Wah Alfi
akhirnya sudah sehat tapi kenapa kesini?”, ucap Aku
sambil terheran-heran. “Sebenarnya saya ingin membuat
konten tentang cara membuat makanan tradisional
Banten dan ingin melibatkan Aku dan juga ingin
meminta maaf karena dulu pernah mengejek Aku” kata
Alfi. “Iya aku juga minta minta karena dulu saya pernah
sumpahin kamu kena diabetes, eh malah beneran kena”
kata Aku.
“Hehe itu karena kecerobohan saya, eh tapi mau gak ikut
bikin kontennya?” tanya Alfi
30
“Wahb boleh nih apalagi sekarang sudah libur
panjang, tapi aku belum siap sekarang besok aja deh”
“Hmmm oke kalau gitu” balas Alfi.
***
Keesokan harinya di rumah Aku... “Halo guys
saya Alfi, kalian yang menonton video ini akan
menyaksikan gimana caranya membuat Sate Bandeng
yang akan dibuat oleh si Aku, kepada Aku saya
persilakan”, ucap Alfi sambil syuting. Dalam syuting nya
Aku memberitahu bahan-bahan dan cara membuat Sate
Bandeng, dan Alfi merekamnya untuk diunggah di
youtube. Dalam kedepannya Alfi pun berkeliling
Indonesia untuk menjelajah berbagai macam makanan
tradisional Indonesia sambil membuat konten untuk
diunggah di youtube. Alfi membuat konten ini untuk
memperkenalkan macam-macam makanan tradisional di
dunia maya.
31
Merajuk Persahabatan
Atsila Lubna Sakhi
Matahari sudah terbit dan menyinari bumi ini namun
Akkun di hari minggu ini masih tertidur lelap, matahari
semakin meninggi dan menjadi sangat terik. Ketukan
pintu keras pun terdengar dari luar kamar Akkun
“Akkun ayolah bangun ini sudah siang, ayah bilang apa,
kamu jangan begadang main laptop terus, kamu juga
sebentar lagi kan besok kamu mau ada study tour” suara
ayah memohon Akkun segera bangun.
akhirnya Akkun pun terbangun dengan rasa sedikit kesal
karena ia masih ingin tidur.
lalu Akkun menyaut “Yaa Akkun sudah bangun ayah”
“Kamu cuci muka dan sikat gigi dulu lalu turun buat
makan ya, jangan main laptop sm hp teruss, keluar
rumah Sanaa cari temen ayah mau pergi dulu, kamu jaga
rumah”.
Akkun tidak menjawab, ia hanya terdiam melihat mobil
ayah nya pergi dari jendela kamar nya.
Tak lama kemudian ia pun beranjak dari Kasur nya
namun ia tidak mencuci muka maupun makan, Akkun
mengambil handphone nya lalu membuka aplikasi game
nya, lalu Akkun bertemu dengan teman online dari game
32
nya, Akkun mempunyai nama nama di game nya sendiri
yaitu Takao yang berarti “Pahlawan Terhormat” Akkun
menyapa teman dalam game nya, lalu teman nya
membalas
“Wahhh takao baru bangunn yaa” ucap teman dalam
game Akkun.
Akkun menjawab “Hahahaha iya nih kemarin gua abis
begadang si haha”
lalu teman teman Akkun meledeki Akkun nolep (no life)
lalu Akkun dan teman teman lanjut bermain game lagi.
Setelah 2 jam berlalu Akkun merasakan perut nya lapar
dan Akkun izin offline kepada teman teman nya.
Akkun pun keluar dari kamar nya lalu bergegas ke dapur
dan mengambil makanan nya lalu Akkun Kembali ke
kamar nya, membuka laptop untuk menyetel film untuk
menemani nya makan, Akkun sudah selesai makan ia
keluar kamar untuk menaruh piring kotornya, setelah
menaruh piring kotornya ia membuka kulkas namun
Akkun hanya berdiam diri di depan kulkas yang terbuka
“Hmm nyaman” ucap Akkun. Ia melamun di depan
kulkas sambal memejamkan mata.
“Suasana sekarang ini sangat membosan kan” terucap
dalam hati Akkun.
“Teng teng teng..” suara alarm dari kulkas berbunyi.
Akkun pun sadar dari lamunan nya, ia mengambil botol
yang berisi air dingin, dan meminumnya sedikit, ia
33
34
merasakan dirumah nya sangat sepi dan sunyi, ia jenuh
dengan kesepian itu, lalu Akkun memakai alas kaki,
Akkun berniat jalan jalan di lingkungan rumah nya
dengan harapan dapat menghilangkan rasa jenuh nya.
Akkun menikmati jalan – jalan nya di sore hari ini,
banyak pepohonan angin lembut membuat suasana hati
Akkun tenang. Akkun melihat sebuah taman dan ia
memutuskan untuk istirahat sebentar disana, ia duduk di
kursi yang terletak dibawah pohon taman disana Akkun
merasa sangat tentram, Akkun sedikit mengantuk, tanpa
ia sadari ia sudah tertidur.
“Hei kamu bangunn oii, liat tempat dong kalo mau
tidur!” Suara dari seorang perempuan yang terdengar
samar – samar.
Akkun membuka mata nya perlahan, penglihatan nya
masih kabur lalu ia melihat di depan nya seperti ada
seorang perempuan yang sedang berdiri. Akhirnya
penglihatan Akkun pun sudah jelas tapi ia masih loading.
“Lo pulang sana liat ini sudah jam 6, ga takut di culik
apa, gua juga mau pulang ini” ucap sosok perempuan itu
dengan nada kesal.
Akkun melihat wajah anak perempuan tersebut dan
rasanya familiar, tapi Akkun tidak peduli.
“Ah maaf saya ketiduran tadi” jawab Akkun sambil
bersiap siap pulang.
35
Anak perempuan tersebut bisa terdiam keheranan, bisa
bisanya ada orang yang tertidur di taman di saat waktu
sudah mau malam.
“Saya duluan ya, makasih sudah bangunin ta-”
“Kenapa ga bareng aja? Rumah kita depan depanan loh”
ucap perempuan tersebut memotong pembicaraan
Akkun.
Akkun yang sedikit kaget dan malu menjawab “Eh maaf,
saya gatau kamu tetangga saya”
“Hahahaha gapapa, lo juga pasti gatau kan kalo gua
temen sekelas lo”
Setelah mendengar itu Akkun menjadi panik dan tegang,
dari raut mukanya Akkun pun sudah terjawab kalau
Akkun memang tidak mengenal perempuan tersebut.
“HAHAHAHAHA, santai aja Akkun, muka lo tegang
amat gua Chiara absen gua deket lo padahal masa gatau
sih wkwkwk, ayo jalan gua pengen cepet cepet pulang”
Akkun hanya bisa terdiam malu. Dan berjalan di
belakang Chiara sampai akhirnya sudah sampai di
pertengahan rumah mereka, Akkun pun berterimakasih
kepada Chiara sekali lagi, Chiara membalasnya dengan
senyuman, lalu berkata
“Besok kita mau ke Lebak loh, kita disana bakal belajar
tentang suku baduy lo nnti pas ada kegiatan nya jangan
ketiduran ya” dengan nada meledek
36
lalu ia segera masuk kedalam rumahnya. setelah itu
Akkun pun masuk ke dalam rumahnya, saat di dalam
rumah Akkun disambut hangat dengan ayah nya.
“Wah Akkun kemana ajaa sampe malem begini ayah tadi
bingung Akkun tidak ada dirumah, ternyata kamu abis
main sama tetangga di depan tohh, udah dapet temen ni
ceritanya” ucap ayah dengan senyum nya.
“Iya ayah tadi Akkun jalan jalan, istirahat di taman eh
malah ketiduran, terus di bangunin sama Chiara,
tetangga kita” jawab Akkun dengan malu.
“Kamu ni ada ada aja ketiduran ditaman, sekarang kamu
bersih bersih gih sama prepare buat besok kamu
studytour”
“Okay ayah” jawab Akkun sambil menaiki tangga
menuju kamar.
Akkun pun selesai bersih bersih, lalu ia menyiapkan
beberapa barang yang harus dibawa untuk studytour
besok. Selesai prepare Akkun turun kebawah untuk
makan malam Bersama ayah nya, di meja makan sudah
disiapkan makanan oleh ayah nya, Akkun dan ayah nya
pun makan bersama.
“Jadi nanti kamu ke lebak ada kegiatan apa aja nih” ucap
ayah memulai pembicaraan.
“Hmm Akkun juga belum tau jelasnya si, tapi tadi
Chiara bilang bakal belajar tentang suku baduy disana”
37
“Wahh keren tuh, setau ayah mereka tuh suka make
pakaian yang berwarna hitam, terus make ikat kepala
yang berwarna biru tua coraknya batik. mereka juga
katanya suka bertani, kamu disana bakal diajarin bertani
ga yaa”
“Mmmm ya mungkin aja si, tapi Akkun males tau yah
kalo bertani gitu, apalagi kalo siang siang panasss”
“Gapapa dong sesekali doang mahh, makanan khas sana
enak enak lohh ada otak otak labuan, ada angeun kotok
jugaa, itu tuh ayam nya dibakar terus dimasak make
santen terus dikasih potongan tomat sama rempah
rempah, pasti kamu suka”
“Ah ayah Akkun jadi ngebayangin padahal belum tentu
nanti disana ada”
“Haha iya juga, yaudah deh kamu siap siap tidur besok
kan harus bangun pagi”
“Ok ayah, good night”
Akkun menaruh piring kotor ke tempat cuci piring lalu
keatas, bersiap siap untuk tidur.
***
Hari berganti menjadi senin, pagi ini Akkun tidak
bangun terlambat, bahkan ia sudah makan dan mandi,
sekarang ia sedang memasukan tas tas nya kedalam
bagasi mobil
“Ayo sudah siap semua Akkun?” tanya ayah
38
“Sudah siap semua nya yah, ayo kita berangkat”, jawab
Akkun.
Saat Akkun sudah di dalam mobil, Akkun melihat
Chiara di depan rumah nya yang sedang memasukan
barang barang nya ke dalam mobil.
“Hallo Chiara, gua duluan ya!”, ucap Akkun menyapa
sekaligus pamit berangkat duluan.
“Wihh udah seger banget nih, sip dah nanti kita ketemu
di bus ya Akkun”, jawab Chiara dengan riang.
Akkun mengangguk ke Chiara dan melambaikan tangan
pada Chiara dari dalam mobil. Selama di perjalanan ke
lokasi bus Akkun sedikit grogi karena takut memikirkan
siapa yang akan menjadi teman sebangku nya di bus.
Akhirnya Akkun pun sudah sampai di lokasi bus nya,
Akkun berpamitan kepada ayah nya, ayah memeluk
Akkun lalu bilang kepada nya untuk tetap menjaga sopan
santun dan tetap berhati – hati, Akkun pun mengiyakan.
Lalu Akkun pun keluar dari mobil lalu ia memasuki bus
nya, saat memasuki bus nya, ia memilih tempat duduk ke
3 dari depan di sebelah kanan. Akkun tidak sendiri ia
melihat beberapa teman teman nya di dalam bus, tapi
tidak ada yang dekat. Akkun pun memutuskan untuk
mendengarkan dari handphone nya, ia mengeluarkan
Bluetooth headset nya, lalu memakainya dan
mendengarkan musik. Saat ia sedang mendengarkan
music, terdengar ada suara anak perempuan yang
39
memanggil nama nya, Akkun pun melepaskan headset
nya, ternyata yang memanggil nama nya adalah Chiara.
“Hello, again Akkun gua izin duduk di sebelah lo ya”
Tentu saja Akkun mengiyakan, karena ia sudah pernah
mengobrol dengan Chiara, dan itu membuatnya senang
karena Akkun jarang mengobrol langsung dengan anak
seumuran nya. Pada saat bus sudah mulai ramai, satu
satu diabsen oleh guru di dalam bus, selesai itu kita
semua berdoa dan bus pun mulai berjalan.
Selama perjalanan, chaira selalu mengajak ngobrol
Akkun, dan Akkun mersepon dengan senang dan baik.
Hingga waktu pun tak terasa sudah mulai sore.
“Baik anak anak kita sudah mau sampai tujuan, ayo kita
memakai ikat kepala yang bercorak batik nya” ucap
Guru yang berada di dalam bus, sambil mengajarkan
cara memakai nya.
Disaat mereka sampai Lebak, dari bus mereka melihat
banyak orang yang memakai ikat kepala yang sedang
mereka gunakan, baju yang simpel dan rata rata
berwarna hitam atau putih. Lalu Akkun dan teman teman
lain nya disuruh turun dari bus. Lalu Akkun melihat
banyak rumah rumah dengan bentuk rumah panggung
dengan bagian bawah yang tidak menyentuh tanah
secara langsung, tanpa jendela dan lantainya terbuat dari
potongan bambu, juga bagian atap nya ada yang
menggunakan ijuk juga daun kelapa. Dan orang orang
disana banyak menggunakan Bahasa sunda.
40
“Ini adalah rumah adat suku baduy yang biasa di sebut
Rumah Sulah Nyanda yang memiliki banyak ruangan
yang masing-masing ruangannya diberi nama, kemudian
memiliki filosofinya sendiri” Penjelasan dari sang guru
sambil menunjuk ke rumah yang baru saja Akkun lihat.
“Baik anak anak, kalian bisa berkeliling di sekitar sini
tapi berkelompok dengan teman sebangku kalian, tolong
jangan jauh jauh ya, dan saling menjaga satu sama lain”
Lalu Akkun pun berkelompok dengan Chiara, dan
mereka pun jalan – jalan menyusuri rumah rumah khas
adat ini, lalu mereka melihat ada orang berkumpul rame
rame, Chiara yang menjadi penasaran mengajak Akkun
untuk melihat ada apa di kerumunan tersebut, lalu
Akkun memberi tahu guru terlebih dahulu, setelah guru
mengiyakan, Chiara dan Akkun langsung berlari
bersama ke kerumunan itu.
Saat sudah sampai di kerumunan itu, Akkun dan Chiara
melihat pertunjukan angklung buhun. Akkun dan chira
juga melihat atraksi adu kekuatan oleh 2 orang pemain
yang saling mengadukan badan sampai salah satunya
jatuh. Chiara yang mulai bosan ia mulai mencari cari
sesuatu yang baru disana dan ia melihat orang yang
sedang membuat kain tenun khas baduy.
Chiara menarik Akkun untuk melihat berasama proses
membuat kain tenun nya, Chiara terlihat sangat puas
setelah melihat proses pembuatan kain tenun tadi, Akkun
melihat nya juga jadi ikut senang, lalu Chiara melihat
banyak makanan disana, dan tentu saja Chiara kalap
41
dengan makanan yang ada disana dan mengajak Akkun
untuk mengisi perut terlebih dahulu sebelum lanjut
menjelajahi suku baduy ini.
Dengan senang hati Akkun menerima ajakan Chiara,
Akkun menemukan angeun kotok yang dibicarakan oleh
ayah nya kemarin, Akkun pun membeli 2 porsi untuk
berbagi dengan Chiara, Akkun juga membeli jojorong,
dan Chiara juga membeli otak otak labuan banyak sekali.
Setelah selesai membeli makanan Chiara dan Akkun
mencari tempat duduk, mereka berdua duduk di tangga
depan pintu Rumah Sulah Nyanda, mereka pun saling
berbagi makanan angeun kotok dan otak otak labuan
“Enak banget inii, tapi kurang kenyang kalo ga ada nasi
huh” ucap Chiara.
Akkun tertawa mendengar itu.
“Wah apani Akkun, kamu beli makanan penutup nya ya
hihi gua mau dong” ucap Chiara sambil melihat ke arah
makanan jojorong.
“Oh iyaa, gua tadi beli ini buat kita makan berduaa buat
penutup, nih buat lo” jawab Akkun sambil memberikan
satu buah jojorong nya ke Chiara.
“Wihi makasii nihh” jawab Chiara sambil menerima
jojorong yang diberikan Akkun.
Mereka berdua pun memakan jojorong tersebut, Chiara
terlihat sengat menikmati jojorong tersebut namun tidak
dengan Akkun, ia merasakan tidak bisa memakan
42
jojorong ini, makanan jojorong ini mengandung gula
merah, saying nya Akkun tidak menyukai gula merah
bagi Akkun rasanya aneh, Akkun menaruh jojorong di
samping nya.
“ENAKKK, gula merah nya kerasa bangettt, aaaa sukaa”
Chiara berbicara dengan sangat riang.
Akkun terdiam, lalu Chiara melihat Akkun tidak
menghabiskan jojorang nya.
“Akkun lo ga suka jojorang nya ya? Kenapa? Di dalem
nya karena ada gula merah nya ya? Lo ga suka gula
merah ya? Apa ga suka tekstur nya?” Tanya Chiara
dengan bawel.
“Hahahah lo berisik banget ya Chiara, bener gua ga suka
jojorang nya karena ada gula merah nya, gua ga suka
gula merah” jawab Akkun sambil tertawa kecil.
“Yaudah sini deh biar gua abisin, ga boleh buang buang
maknan enak begini” Ucap Chiara sambil tersenyum
kecil.
Chiara dan Akkun pun menghabiskan waktu malam itu
bersama mengobrol banyak hal tentang suku baduy, apa
saja yang sudah mereka lihat disini dan juga tentang
makanan nya, Akkun merasa sangat senang bisa datang
ke lebak dan menghabiskan waktunya mempelajari suku
baduy bersama teman nya, Chiara.
43
44
Jalan-Jalan ke Tempat
Wisata Banten
ARYA ADINATA NUGRAHA
Pada suatu hari Fadhil dan Faiz mendapatkan
proyek dari sekolahnya untuk mendatangi kota atau
daerah yang bernama Pandeglang Banten. Suatu pagi
Faiz dan Fadhil bertemu di tempat berkumpulnya bis
mereka berdua sudah bersiap sejak pagi. Untuk
berangkat ke Pandeglang naik bis mempersiapkan
segalanya secara matang baik bekal fisik maupun
mental.
Sore hari mereka tiba di Pandeglang di sana dia
bertemu dengan kepala desa yang bernama Bapak
Sumadi. Bapak Sumadi orangnya ramah di samping
ramah dia sering membantu kami untuk mencari tempat
ibadah untuk salat dan mengaji.
Pagi harinya Pak Sumadi membimbing kami sambil
bercengkrama tentang apa aja yang biasa dilakukan di
desa Pandeglang itu diantaranya mereka sering mengaji,
salat berjamaah, shodaqoh di hari Jumat. Ketika malam
tiba Kami disuguhi dengan berbagai macam makanan
khas daerah Banten ada keripik ada minuman sari jahe
dan lain sebagainya.
45