The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Antologi Cerpen SMPIT Raudhatul Jannah
Kelompok Elva dan kawan-kawan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by faikarrsyd, 2022-10-22 06:44:18

Merajut Persaudaraan

Antologi Cerpen SMPIT Raudhatul Jannah
Kelompok Elva dan kawan-kawan

Keywords: Antologi Cerpen,Merajut Persaudaraan,SMPIT Raudhatul Jannah

Tiba-tiba muncul dari ujung jalan ada pertunjukan
debus. Kami ingat debus merupakan suatu media yang
dipakai oleh ulama tempat untuk menyebarkan agama
Islam. Bahkan debus juga sering menampilkan Sisi
religius melalui penyebutan doa dan sholawat agar diberi
keselamatan dalam setiap pertunjukannya. Ahmad Said
berkata debus berasal dari bahasa Arab yang berarti
senjata tajam yang terbuat dari besi dan memiliki ujung
yang runcing dan sedikit bundar. Debus sendiri mulai
populer di Banten sejak abad ke-16 sebagai media
pengenalan Islam di masa pemerintahan Sultan Maulana
Hasanuddin. Saat itu masyarakat setempat masih
mempercayai kebiasaan nenek moyang sebagai agama
mereka salah satu yang paling terkenal dari pelaksanaan
atraksi Debus adalah mengiris bagian tubuh tertentu
biasanya tangan atau perut dengan senjata tajam berupa
golok atau pisau. Selain itu biasanya debus juga
menampilkan seseorang yang dipukul menggunakan besi
runcing panjang dengan palu raksasa yang dikumpulkan
ke bagian perut. Namun bisa kembali sembuh diobati
saat itu juga. Sebelum melakukan atraksi Debus
biasanya para pemain harus mensucikan diri dengan
tidak melakukan hal-hal yang dilarang di dalam agama
Islam. Kemudian saat itu kami menyaksikan atraksi
Debus seperti yang Pernah kami pelajari dalam buku
pelajaran. Kami senang mendapatkan ilmu pengetahuan
secara langsung dapat melihat di depan mata kami.
Terima kasih kepada bapak Sumardi yang telah memberi
ilmu pengetahuan pada kami.

46

Keesokan paginya kami bangun segar kembali
kami berjalan-jalan mengitari Daerah Desa Pandeglang
dan kami tak lupa Mengucapkan terima kasih kepada
bapak sumade dan keluarga. Dua hari kami menginap di
sana. Hari ketiga kami pulang dan melakukan pencatatan
kembali dari apa yang telah kami lihat dan kami
serahkan kepada Pak guru. Alhamdulillahirobbilalamin
semuanya berjalan dengan lancar kami pulang sehat
tidak kurang suatu apa.

47

Merajut Persaudaraan

Elvaretta Dwi Widdinasa

Sekarang jam 12 malam pas. Tidur nyenyak ku
terganggu oleh suara tangisan wanita di kamar sebelah
ku. Aku pun bangun dan mencari sumber suaranya.
Suaranya makin jelas. Suara teriakan itu berasal dari
kamar adik perempuan ku. Aku pun berjalan mennuju
kamar nya

"Tok tok tok! Aku masuk ya!"

Aku masuk ke dalam kamar nya. Melihat adik ku,
Melody, menangis tersedu sedu di kasur nya dengan
handphone di samping nya. Aku kaget. Aku pun
langsung menghampiri nya. Aku berfikir bahwa ada
yang mengganggu nya lewat medsos, atau dia
menghilangkan file tugas nya, atau tertolak cintanya?

Akhir nya aku pun memberanikan diri untuk bertanya

"Kenapa sih mel? Nangis nya gitu banget"

"Apa sih kak Shopie? Kok tiba tiba ada di sini" celetuk
nya

Aku mencubit tangan nya pelan. Dia meringis kesakitan
padahal aku tidak benar benar mencubit nya.

48

"Tadi aku udah ngetuk pintu ya! Sekarang jawab
pertanyaan ku. Kamu kenapa?"

Dia mengela nafas pelan. Ia pun perlahan menunjukan
foto karakter anime laki laki yang sering ia tonton. Aku
mengernyitkan dahi ku sembari menatap nya dengan
segudang pertanyaan yang ada di benak ku.

"Dia udah jadi mayat kak. HUAAAAAA" tangis Shopie
makin pecah.

Aku makin bingung. Hanya karena itu dia bisa menangis
histeris. Sebagai kakak yang baik, aku pun berusaha
menenangkan nya dengan cara ku.

"udah lah jangan nangis. Toh itu hanya karakter 2
dimensi-"

"SUDAH AH KAK! KAKAK MANA TAU
RASANYA! KALAU GA BISA NENANGIN GA
USAH BIKIN AKU NANGIS! KELUAR AJA SANA!"

Aku yang kesal pun keluar dari kamar nya. Sejujurnya
itu adalah hal biasa yang terjadi kepada ku. Jadi aku
tidak memarahi nya ataupun mengadu kepada bunda.
Aku kembali kekamarku. menatap

kasurku yang kesepian karena aku tidak tidur di sana.
Akupun melompat ke kasur ku. Menurut ku, ini adalah
hal yang sangat nikmat untuk di lakukan sehari hari. Aku
mulai memejamkan mata ku. Hampir saja aku terhanyut
dalam mimpi, terdengar suara ocehan

49

50

seseorang di lantai bawah yang membuat ku susah tidur.
Aku pun turun ke sumber suara. Sudah pasti itu adik laki
laki ku, Johan.

“Tok tok tok! Aku masuk ya!” ucap ku sebelum
memasuki kamar nya.

Sesuai prediksi ku, dia sedang bermain game online
bersama teman teman nya. Aku mendekati nya dan
melepas paksa headset yang sedang ia gunakan.

“Kenapa masih main game jam segini hah? Teriak teriak
lagi. berisik! Mentang mentang ga ada bunda sama ayah,
kamu bisa se enak jidat main sampai tengah malam gini”

Dia menatap ku dengan tatapan marah nya. Ya, aku bisa
lihat seberapa marah nya dia kepada ku. Dia meminta
izin kepada teman nya dulu untuk off sementara lalu. Dia
bangkit dari kursi game nya lalu berjalan ke arah ku.

“Mentang mentang kakak yang paling tua di sini, kakak
se enak jidat ngatur aku? Keluar sih kak. Aura jahat nya
kerasa banget”

51

Dia kembali duduk di kursi game nya dan lanjut bermain
game nya. Aku benar benar tidak terima di katai seperti
itu. Aku mencabut kabel komputer nya. Alhasil,
komputer nya pun mati. Johan terdiam, berusaha
mencerna apa yang terjadi. Muka nya memerah. Dia
menatap ku dengan mata nha yang merah. Aku takut,
namun aku menyembunyikan rasa takut itu. Aku tidak
salah. Dia mengatai ku seperti itu yang salah. Johan
membanting meja dan melempar headset nya.

“AKU BENCI KAKAK!” ucap nya sembari mendorong
ku keluar

Dia membanting pintu nya kuat. Aku tidak bisa
membendung air mataku. Aku merasa benar benar tidak
di hargai. Aku hanya menjalankan tugas ku sebagai
kakak, namun dia menganggap remeh semua nya. Aku
marah, dia malah tidak terima. Aku berjalan menuju
kamar ku sambil menundukkan kepala ku. Membiarkan
airmata ku mengalir begitu saja. Aku pun kembali ke
kamar ku, berusaha menenangkan diri soal apa yang
telah terjadi hari ini.

Aku merubuhkan badan ku ke atas kasur. Satu hal yang
bisa membuat mood naik hanyalah mendengarkan lagu
kpop. Perlu di ketahui, aku adalah penikmat musik kpop.
Aku suka mendengarkan lagu buatan bts, nct, blackpink,

52

redvelvet, dan lain sebagainya. Aku mengenakan
earphone ku lalu mendengarkan lagu lagi favorit ku.
Seiring berjalan nya waktu, akupun tertidur.

“KRING KRIIINGGG!!”

Jam wecker ku berbunyi. Jarum pendek menunjuk ke
angka 5 dan jarum panjang menunjuk ke arah
Jam 12. Aku mematikan jam nya dan mengeluh.

“Haduh, perasaan baru aja aku ketiduran. Udah jam 5
aja”

Aku beranjak dari tempat tidur ku lalu berjalan menuju
kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Setelah itu
aku sholat, lalu merapihkan kasur ku. Terdengar suara
dering telpon dari handphone ku. Tertulis di nama
kontak nya bahwa itu adalah Naresh, teman sekelompok-
ku. Sebagai teman kelompok yang baik, pasti nya aku
menjawab panggilan itu.

“Kak! Bunda sama ayah udah pulang”, Johan memasuki
kamar ku tanpa mengetuk pintu.

53

Dia mendengar ku telfon-an dengan lelaki. Tentu saja
dia mengira bahwa aku sedang berbincang dengan pacar
ku. Dengan cepat, dia berlari ke bawah kamar dan
memanggil bunda dan ayah ku. Aku tau apa yang akan
terjadi selanjutnya, aku pun mengejar Johan untuk
menghentikan niat buruk nya. Namun terlambat. Lainnya
begitu cepat.

“BUNDA! AYAH! KAK SHOPIE PACARAN!” teriak
nya
“Engga bun! Aku telfonan sama teman sekelompok-ku”
“Dia bohong bunda! Tadi aku dengar dia memanggil nya
sayang!” Melody membela Johan.

Dua anak ini benar benar hyperbola. Aku berusaha
meyakinkan ayah bunda ku bahwa aku tidak pacaran.
Untung nya, mereka percaya kepada ku. Di titik ini,
benar benar benci mereka. Kenapa aku selalu salah di
mata mereka? Bunda yang menyadari konflik kami pun
menarik nafas panjang.

“Kita pergi jalan dulu yu. Mari kita selesaikan masalah
ini bersama” ucap ayah dengan nada pelan.

54

Kami pun bersiap lalu pergi bersama. Ternyata ayah
membawa kami rumah makan sate bandeng. Kami
menatap satu sama lain. Apa tujuan ayah membawa
kami ke sini? Cara nya menyelesaikan masalah bersama
adalah makan bersama? Pertanyaan itu berlari lari di
kepala kami. Bukan nya membawa kami ke tempat
duduk, melainkan kami di bawa ke dapur.

“Mau ngapain, yah?” tanya Johan

Ayah tersenyum. Ia memanggil chef di sana dan
berbincang berdua. Kami hanya terdiam. Kami benar
benar tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Jadi ini ya anak anak nya. Di sini kalian harus membuat
sate bandeng bersama. Tanpa bantuan saya, Google, atau
lain sebagai nya” ucap sang chef
“Apa? Tidak mau! Aku tidak tau sama sekali cara
membuat nya!” kesal Johan. Namun Melody menjawab
dengan jawaban yang seharusnya tidak ia lontarkan.

“Aku tau kok cara nya gimana” serentak, aku dan Johan
menatap tajam Melody. Melody yang menyadari
kesalahan nya pun tersenyum kikuk. Kalimat nya
membuat chef menyuruh mereka membuat sate bandeng
tanpa melihat tutorial dari chef nya.

55

“Alat dan bahan sudah saya sediakan. Sekarang buat sate
bandeng nya! Saya beri kalian waktu 1 jam”
Tegas chef

Kami pun tergesah gesah. Melody menyuruh ku untuk
memotong motong ikan terlebih dahulu. Dan Johan
dapat perintah untuk mencuci sayur sayuran. Adonan
telah selesai. Sekarang waktunya untuk membakar.
Johan berusaha menghidupkan api untuk membakar ikan
nya. Namun sayang nya, api tak kunjung hidup.

“Kak! Tolong! Ini kok ga hidup hidup sih?” mohon
Johan

Aku dan melody tertawa. Melihat muka malas Johan
yang panik karena waktu nya sisa sedikit. Aku pun
menghampiri nya untuk membantu. Ternyata semudah
itu untuk menyalakan api nya. Sekali lagi, aku tertawa
kencang.

“Itu saja kok ga bisa”, tawa ku

56

Dia menatap ku sinis. Melody mengambil adonan yang
siap untuk di bakar. Namun lucu nya, tangan nya
Melody kepanasan. Susah baginya untuk membolak
balik sate nya. Kali ini, Johan menerangkan nya. Akhir
nya tugas itu di laksanakan.

“Itu saja ga bisa hahahaha”, Johan tertawa.
Akhirnya masakan nya selesai tepat waktu. Tanpa di
sadari, keringat kami telah menetes berkali-kali suasana
di sana panas, tidak seperti di rumah.

“Wah aku tidak berespektasi bahwa kalian akan kompak
seperti ini”, chef terkagum.
“Huh Apa hadiah untuk kami? Kami sudah bekerja
keras, loh”, keluh Johan

Chef tersenyum. Ialu membawa kami ke tempat duduk.
Kami pun mengikuti nya. Tak lama kemudian, chef
menghidangkan sate bandeng yang telah kami buat.
“Makan lah, ini akan terasa sangat nikmat karena kalian
membuat dengan hasil kerja keras kalian. Dan ada satu
hadiah spesial yang kalian rasakan. Pikiran apa itu”

57

Chef pun pergi meninggalkan kami. kami menatap satu
satu sama lain dengan tatapan heran. Johan pun langsung
mengambil 1 tusuk sate bandeng lalu memakan nya.
Mata nya berbinar, bisa aku gambar kan bahwa dia
sedang merasakan kenikmatan yang bertubi tubi. Aku
dan melody pun ikut melahap nya. Benar saja rasanya
sangat nikmat. Selesai makan, kami berpikir bersama.
Apa hadiah spesial yang kita rasakan?

“Apa mungkin kita menjadi lebih akrab? Haha” canda
Melody.
“BENAR!”, celetuk bunda.

Kami kaget serentak. Entah dari mana bunda dan ayah
datang. Terlihat dari raut muka nya, ia sangat senang
melihat kami akur bersama. Butuh beberapa saat untuk
menyadari hadiah spesial ini. Kami tertawa bersama.

“Lucu banget ya. Cuma gara gara bikin sate bandeng
bersama, kita jadi akrab. Jujur aku sangat senang dengan
momen ini. Ide ayah ada ada saja”, ucap Johan sembari
terkekeh pelan.

58

Kami menyadari bahwa tidak akrab nya kami terjadi
hanya karena ke egoisan kami masing masing. Aku
merangkul ke dua adik ku lalu mengelus kepala mereka.

59

60

Keindahan Suku Baduy

Muhammad Chairul Fatih

Pada suatu hari ada seseoranng remaja bernama Zaki,
Rafi dan Herald. Mereka aadalah siswa sekolah menegah
pertama di kota cilegon, banten. Saat itu mereka sedang
libur sekolah, dan mereka ingin berlibur ke suatu wisata
di banten.

Dan pada saat itu rafi bilang “Hai teman-teman, kita
akan liburan kemana?” lalu Zaki menjawab “Kita masih
tidak tahu rafi, kalian punya saran ngga?” Herald pun
menjawab “Teman-teman saya punya suatu destinasi
wisata yang sangat menarik nih!” dan mereka pun
berkata “Wah hebat, kita akan kemana nih Herald?”
Herald berkata “Kita akan berkunjung ke sebuah desa
yang ada di Kanekes, Kecamatan Leuwidamar,
Kabupaten Lebak.

“Di desa itu ada yang Namanya suku baduy.”ucap
Herald. Mereka pun berkata “Oalaa, suku baduy
ternyata. Ayo deh kita kesana!”. “Okee, besok kita
berangkat yaa!” ucap Herald.

Lalu keesokan harinya mereka pun berangkat ke tempat
suku baduy dengan menggunakan taxi. Setelah 2 jam
menempuh perjalanan mereka pun sampai di desa suku
Baduy. Lalu Rafi berkata “Wah, desa baduy ternyata
indah sekali yaa”. Herald berkata “Iya, desa baduy

61

sangatlah indah, disini mereka pun jauh dengan
Namanya gadget, mereka lebih suka menikmati
kekayaan alam disini”. Dan mereka pun disambut hangat
dengan para penduduk disana. Lalu mereka pun bermain
kerumah warga, nama seseorang warga itu adalah mbok
Siti. Mbok siti berkata kepada anak-anak tersebut “Ayo
anak-anak mari makan dirumah mbok” mereka pun
menjawab “Iya mbok, kami segera kesana” dan mereka
pun makan Bersama mbok Siti.

Setelah mereka makan akhirnya mereka dikasih
makanan tradisional disana yang bernama “Jojorong”
Jojorong adalah makanan tradisional khas baduy.
Makanan ini berbahan dasar tepung beras dan santan
kelapa yang bagian dalamnya diberi gula aren. Tempat
atau mangkuk kuenya berbentuk persegi dan terbuat dari
daun pisang yang setiap ujungnya diikat menggunakan
tusuk gigi. Rafi berkata “wahh jojorong ini enak sekali
yaa” setelah mereka memakan jejorong, mereka pun
pergi untuk melihat keindahan desa baduy.

Lalu saat mereka sedang jalan-jalan untuk melihat
keindahan desa baduy, mereka menemukan seorang anak
lelaki. Anak lelaki itu pun berkata “halo ka nama aku
Fadli, aku asli suku baduy”. “Hai halo fadli” ucap
mereka semua. “kaka semua bajunya keren sekali” ucap
Fadli. Mereka menjawab “ahahaha terima kasih fadli,
fadli mau baju dari kita?” Fadli menjawab “iyaa boleh
ka” Herald pun mengasih baju untuk fadli, dan mereka

62

lanjut untuk jalan-jalan di desa baduy. Setelah 1 jam
lamanya mereka jalan-jalan disana, mereka pun
memutuskan untuk pulang. Dan akhirnya pun mereka
berterima-kasih dan berpamitan dengan masyarakat
baduy. Mbok siti berkata “jangan sungkan untuk mampir
kesini lagi ya anak-anak” mereka pun menjawab “siap
mbok, terima kasih ya, sudah menjamu kita dengan
baik.”lalu saat mereka hendak memesan taksi untuk
pulang mereka pun bertemu dengan Fadli, dan fadli
bertanya kepada mereka “ka aku boleh ikut kalian
nggak?” mereka pun menjawab “kita sih mau saja Fadli,
tapi kamu harus izin dulu dengan orang tuamu” fadli
berkata “oke ka” lalu fadli pun bergegas untuk menemui
orang tuanya.

Lalu sesaat kemudian fadli berkata “aku tidak diijinin
untuk Bersama ikut Bersama kalian ka” mereka semua
berkata “ya sudah gapapa fadli, lagian nanti kalua kamu
tidak ada, siapa yang mau nemenin orang tua kamu.
Jangan berkecil hati yaa fadli, nanti kita akan berkunjung
kesini lagii kookk”.”okee kakk, makasih yaa nanti aku
tunggu lagi disini” ucap fadli. Lalu Taksi yang beberapa
saat mereka pesan akhirnya datang. Dan mereka semua
pun meninggalkan desa tersebut.

63

Biodata Penulis

Hai! Saya Refa Aulia, bisa dipanggil
Refa. Lahir di Bekasi, 31 Mei 2008.
Saya suka mendengarkan musik saat
belajar. Moto hidup saya, yaitu,”be
yourself to live peacefully with
yourself”. Instagram: @im.refaaulia

Hai! Saya Aurell fathan ibrahim,
bisa dipanggil Fathan. Saya di
Serang, 16 Mei 2008. Motto
Hidup saya, yaitu, “Pujian itu
sampah saran itu adalah emas".
Instagram: @fathaannnnn

Hai temen - temen, nama saya
Muhammad Adlan Syuhada, bisa
dipanggil adlan. Lahir di cilegon, 12
mei 2008. Hobi saya masak, main
game :v, dan jalan jalan. Saya punya
channel youtube Adlan Syuhada Moto
saya adalah “Kalo ada masalah jangan
di pikirin lagi” instagram: @coco_gatti

64

Hai, namaku Faikar Rasyid panggil
aku Faikar jangan Rasyid. Aku lahir di
Cilegon, 10 Oktober 2008. Hobiku
adalah nonton youtube, main game
apalagi saya punya channel youtube
namanya Faykar Gaming subscribe biar rame (promosi).
Tak hanya itu saya juga hobi berkunjung ke
perpustakaan di sekolah. Mottoku adalah “Usaha tidak
akan mengkhianati hasil”.
Instagram : @faykar1010

Hallo hallo! Gua Atsila Lubna Sakhi,
panggil aja Lubna J. Lahir di
Cilegon, 27 Mei 2008. Hobi nya
mmm, masak, baca novel, makan juga
begadang. Moto hidup gue itu "Kalau
lo terus berpikir tapi ga ngelakuin
sesuatu , lo bakal ketinggalan jauh”.
Instagram: @lubbny

65

Halo kawan, nama saya Arya Adinata
Nugraha lahir di Cilegon, 7 Januari 2008.
hobi saya olahraga. Moto hidup saya, yaitu,
"Jangan menyerah saat belum selesai,
lakukan terus apa yang kamu impikan
hingga kamu bisa mendapatkannya."

Hai, gue Elvaretta Dwi Widdinasasa.
Panggil Elva. Gue lahir di Cilegon, 11
Mei 2008. Hobby gue tu ada gambar,
baca buku, bermain piano. Kalau soal
moto hidup sih, gue biasanya make
“Anggap cara orang ngeliat lo sama
dengan cara lo ngeliat mereka.”
Jangan lupa follow ig gue yaa.
@vaelvva. Siapa tau mau kenal lebih jauh hehe.
InsyaAllah di follback

66

Hai! Saya Chairul Fatih, kalian bisa
memanggil saya Fatih. Lahir di
Tangerang, 18 April 2008. Saya
suka kegiatan yang berhubungan
dengan otomotif. Moto hidup saya
adalah "Sukses adalah ketika
kesiapan bertemu kesempatan".
Instagram : @m.c.fatih

67


Click to View FlipBook Version