The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by marsono350, 2021-09-04 02:54:52

KTSP Espaning

Kurikulum

Keywords: KTSP

Interval nila Predikat Keterangan

> 92 – 100 A Sangat Baik
> 83 – 92 B Baik
≥ 75 – 83 C Cukup
D Kurang
< 75

Pada contoh di atas, panjang interval untuk predikat C dan B yaitu 9, sedangkan
predikat A panjang intervalnya 8.

(2) Satu KBM
Satuan pendidikan dapat memilih satu KBM untuk semua mata
pelajaran.Setelah KBM setiap mata pelajaran ditentukan, KBM satuan
pendidikandapat ditetapkan dengan memilih KBM yang terendah, rata-
rata, ataumodus dari seluruh KBM mata pelajaran. Misalnya, SMP
Indonesia Pintarberdasarkan hasil analisis menentukan satu KBM untuk
seluruh matapelajaran (KBM 78).

Untuk satuan pendidikan yang menetapkan hanya satu KBM untuk
semua mata pelajaran, maka interval nilai dan predikat dapat
menggunakan satuukuran. Misalnya, KBM menggunakan ukuran yang
sudah lazim, yaitu 60,berarti predikat Cukup dimulai dari nilai 60.
Interval nilai dan predikat untuksemua mata pelajaran menggunakan
tabel yang sama, misalnya ditunjukkandi bawah ini.

Contoh Predikat untuk Satu KBM

Interval nila Predikat Keterangan

> 87 -100 A Sangat Baik

> 73 – 87 B Baik
≥ 60 – 73 C Cukup

< 60 D Kurang

Kurikulum SMP Negeri 4 Kalibening Tahun Pelajaran 2021/2022 91

H. Remedial dan Pengayaan

Setelah KBM ditentukan, capaian pembelajaran peserta didik dapatdievaluasi
ketuntasannya. Peserta didik yang belum mencapai KBM berartibelum tuntas, wajib
mengikuti program remedial, sedangkan peserta didikyang sudah mencapai KBM
dinyatakan tuntas dan dapat diberikanpengayaan.
a. Remedial

Remedial merupakan program pembelajaran yang diperuntukkan bagi peserta
didik yang belum mencapai KBM dalam satu KD tertentu.
Pembelajaranremedial diberikan segera setelah peserta didik diketahui
belum mencapaiKBM. Pembelajaran remedial dilakukan untuk memenuhi
kebutuhan/hakpeserta didik.

Dalam pembelajaran remedial, pendidik membantu pesertadidik untuk
memahami kesulitan belajar yang dihadapi secara mandiri,mengatasi
kesulitan dengan memperbaiki sendiri cara belajar dan sikap belajarnya
yang dapat mendorong tercapainya hasil belajar yang optimal. Dalam hal ini,
penilaian merupakan assessment as learning.

Metode yang digunakan pendidik dalam pembelajaran remedial juga dapat
bervariasi sesuai dengan sifat, jenis, dan latar belakang kesulitan belajar
yang dialami peserta didik. Tujuan pembelajaran juga dirumuskan sesuai
dengan kesulitan yang dialami peserta didik.

Pada pelaksanaan pembelajaran remedial, media pembelajaran juga harus
betul-betul disiapkan pendidik agar dapat mempermudah peserta didik
dalam memahami KD yang dirasa sulit itu. Dalam hal ini, penilaian
tersebut merupakan assessment for learning.Pelaksanaan pembelajaran

Kurikulum SMP Negeri 4 Kalibening Tahun Pelajaran 2021/2022 92

remedial disesuaikan dengan jenis dan tingkat kesulitan yang dapat
dilakukan dengan cara:
1) Pemberian bimbingan secara individu. Hal ini dilakukan apabila ada

beberapa anak yang mengalami kesulitan yang berbeda-beda, sehingga
memerlukan bimbingan secara individual. Bimbingan yang diberikan
disesuaikandengan tingkat kesulitan yang dialami oleh peserta didik.
2) Pemberian bimbingan secara kelompok. Hal ini dilakukan apabila dalam
pembelajaran klasikal ada beberapa peserta didik yang mengalami kesu-
litan sama.
3) Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda.
Pembelajaran ulang dilakukan apabila semua peserta didik mengalami
kesulitan. Pembelajaran ulang dilakukan dengan cara penyederhanaan
materi, variasi cara penyajian, penyederhanaan tes/pertanyaan.
4) Pemanfaatan tutor sebaya, yaitu peserta didik dibantu oleh teman sekelas
yang telah mencapai KBM, baik secara individu maupun kelompok.

Pembelajaran remedial diakhiri dengan penilaian untuk melihat pencapaian
peserta didik pada KD yang diremedial. Pembelajaran remedial pada dasarnya
difokuskan pada KD yang belum tuntas dan dapat diberikan berulang-ulang sampai
mencapai KBM dengan waktu hingga batas akhir semester. Apabila hingga
akhir semester pembelajaran remedial belum bisa membantu peserta didik
mencapai KBM, pembelajaran remedial bagi peserta didik tersebut dapat
dihentikan. Pendidik tidak dianjurkan memaksakan untuk memberi nilaituntas
(sesuai KBM) kepada peserta didik yang belum mencapai KBM. Pemberian
nilai KD bagi peserta didik yang mengikuti pembelajaran remedial yang
dimasukkan sebagai hasil penilaian harian (PH), dapat dipilih beberapa alternatif
berikut.

(a) Alternatif 1

Kurikulum SMP Negeri 4 Kalibening Tahun Pelajaran 2021/2022 93

Peserta didik diberi nilai sesuai capaian yang diperoleh peserta didik setelah
mengikuti remedial. Misalkan, suatu matapelajaran (IPA) memiliki
KKMsebesar 70. Seorang peserta didik, Andi memperoleh nilai PH-1 (KD
3.1)sebesar50. Karena Andi belum mencapai KKM, maka Andi mengikuti
remedial untuk KD 3.1. Setelah Andi mengikuti remedial dan diakhiri
dengan penilaian, Andi memperoleh hasil penilaian sebesar 80. Berdasarkan
ketentuan tersebut, maka nilai PH-1 (KD 3.1) yang diperoleh Andi adalah
sebesar 80.

Keuntungan menggunakan ketentuan ini:
(1) Meningkatkan motivasi peserta didik selama mengikuti pembelajaran

remedial karena peserta didik mempunyai kesempatan untuk memperoleh
nilai yang maksimal.
(2) Ketentuan tersebut sesuai dengan prinsip belajar tuntas (mastery
learning).

Kelemahan menggunakan ketentuan ini:

Peserta didik yang telah tuntas (misalnya, Wati dengan nilai 75) dan
nilainya dilampaui oleh peserta didik yang mengikuti remedial (misalnya,
Andi dengan nilai 80), kemungkinan Wati mempunyai perasaan diperlakukan
“tidak adil” oleh pendidik.

(b) Alternatif 2

Peserta didik diberi nilai dengan cara merata-rata antara nilai capaian awal
(sebelum mengikuti remedial) dan capaian akhir (setelah mengikuti remedial),
dengan ketentuan:
(1) Jika capaian akhir telah melebihi KBM (misalnya, Badar memperoleh

nilai 90) dan setelah dirata-rata dengan capaian awal (misalnya, capaian
awal Badar adalah 60) ternyata hasil rata-rata telah melebihi KBM (nilai 75),
maka hasil rata-rata (nilai 75) sebagai nilai perolehan peserta
didiktersebut (Badar).

Kurikulum SMP Negeri 4 Kalibening Tahun Pelajaran 2021/2022 94

(2) Jika capaian akhir telah melebihi KBM (misalnya, Andimemperoleh
nilai80) dan setelah dirata-rata dengan capaian awal (misalnya, capaian
awal Andi adalah 50) ternyata hasil rata-rata belum mencapai KBM
(nilai 65), maka Andi diberi nilai sebesar nilai KBM, yaitu 70.

Alternatif 2 ini sebagai upaya untuk mengatasi kelemahan Alternatif 1,
meskipun Alternatif 2 ini tidak memiliki dasar teori, namun lebih
mengedepankan faktor kebijakan pendidik. Upaya lain, untuk mengatasi
kelemahan Alternatif 1, yaitu dengan memberikan kesempatan yang sama bagi
semua peserta didik untuk mengikuti tes, namun dengan catatan perlu
diinformasikan kepada peserta didik bahwa konsekuensi nilai yang akan diambil
adalah nilai hasil tes tersebut atau nilai terakhir.

(c) Alternatif 3

Peserta didik diberi nilai sama dengan KBM yang ditetapkan oleh sekolah
untuk suatu mata pelajaran, berapapun nilai yang dicapai peserta didik
tersebut telah melampaui nilai KBM.

 SMPN 4 Kalibening mengambil model penentuan nilai remidial dengan
menggunakan alternatif ke 3 tetapi dengan ketentuan harus sudah melampaui
atau mencapai nilai KBM.

b. Pengayaan

Pengayaan merupakan program pembelajaran yang diberikan kepada peserta
didik yang telah melampaui KKM. Fokus pengayaan adalah pendalaman
dan perluasan dari kompetensi yang dipelajari. Pengayaan biasanya
diberikan segera setelah peserta didik diketahui telah mencapai KBM
berdasarkan hasil PH. Pembelajaran pengayaan biasanya hanya diberikan

Kurikulum SMP Negeri 4 Kalibening Tahun Pelajaran 2021/2022 95

sekali, tidak berulang kali sebagaimana pembelajaran remedial.
Pembelajaran pengayaan umumnyatidak diakhiri dengan penilaian.

Bentuk pelaksanaan pembelajaran pengayaan dapat dilakukan melalui:

1) Belajar kelompok, yaitu sekelompok peserta didik yang memiliki minat
tertentu diberikan tugas untuk memecahkan permasalahan;

2) Membaca di perpustakaan terkait dengan KD yang dipelajari pada jam
pelajaran atau di luar jam pelajaran. Pemecahan masalah yangdiberikan
kepada peserta didik berupa pemecahan masalah nyata.

3) Selainitu, secara kelompok peserta didik dapat diminta untuk menyelesaikan
masalah yang berkaitan dengan KD tersebut/penugasan tertentu terkait.

Ketuntasan Belajar Minimal di SMP Negeri 4 Kalibening menetapkan setiap indikator
yang dikembangkan sebagai suatu pencapaian hasil belajar dari suatu kompetensi
dasar berkisar antara 0 - 100%. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing
indikator 65%. SMP Negeri 4 Kalibening menentukan ketuntasan belajar minimal
(KBM) dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik,
kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran serta
tingkat kesulitan mata pelajaran. SMP Negeri 4 Kalibening secara bertahap dan
berkelanjutan selalu mengusahakan peningkatan ketuntasan belajar minimal (KBM)
untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.

Berikut ini tabel nilai Kreteria Ketuntasan Belajar Minimal (KBM) di SMP Negeri 4
Kalibening yang akan diberlakukan mulai tahun pelajaran 2019/2020.

Tabel 3.12 Kriteria Ketuntasan Belajar Minimal (KBM)

Kreteria Ketuntasan Belajar

Minimal (KBM)

No Mata Pelajaran Kelas Kelas Kelas

VII VIII IX

Kurikulum SMP Negeri 4 Kalibening Tahun Pelajaran 2021/2022 96

1 Pendidikan Agama 65 70 70
2 Pendidikan Kewarganegaraan 65 65 65
3 Bahasa Indonesia 65 65 65
4 Bahasa Inggris 60 60 60
5 Matematika 60 60 60
6 IPA 65 65 65
7 IPS 65 65 65
8 Seni Budaya 65 65 65
9 Pendididkan Jasmani, Orkes 65 65 65
10 Prakarya 70 70 70
11 Mulok Bahasa Jawa 70 70 70

 Peserta didik yang belum mencapai KBM dalam pembelajaran, yang bersangkutan
mempunyai kesempatan untuk mengikuti remidial sampai tuntas

 Peserta didik yang telah mencapai KBM mendapat tugas pengayaan,dengan
pertimbangan meningkatkan kemampuan siswa sesuai materi terkait.

I. Kenaikan Kelas dan Kelulusan
Kenaikan kelas di SMP Negeri 4 Kalibening dilaksanakan pada setiap akhir
tahunpelajaran dengan kriteria sebagai berikut.
a. Kriteria Kenaikan Kelas
Kenaikan kelas di SMP Negeri 4 Kalibening mengacu Permendikbud No.4
tahun 2018 Tentang Penilaian Hasil Belajar oleh satuan Pendidikan dan
Penilaian Hasil Belajar Oleh Pemerintah dilaksanakan pada setiap akhir tahun
pelajaran dengan kriteria sebagai berikut :
a. Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun berdasarkan hasil
yang dicapai pada semester gasal dan genap.
b. Siswa dinyatakan naik kelas, apabila yang bersangkutan telah mencapai
kriteria ketuntasan minimal pada semua indikator, Hasil Belajar (HB),
Kompetensi inti (KI) dan KompetensiDasar pada semua mata pelajaran.

Kurikulum SMP Negeri 4 Kalibening Tahun Pelajaran 2021/2022 97

c. Bagi siswa Kelas VII dan VIII yang memiliki ketidaktuntasan pada mata
pelajaran tertentu, dapat dinyatakan naik kelas apabila jumlah
ketidaktuntasan tidak lebih dari 3 mata pelajaran.

d. Kehadiran minimal 80 % dalam satu semester.
e. Nilai Non Akademik :

 Rata rata nilai kepribadian BAIK
 Mengikuti extrawajib pramuka dengan nilai minimal B
 Mengikuti minimal 1 kegiatan ekstrakurikuler dengan nilai minimal

C
f. Bagi pessrta didik yang tidak naik kelas wajib mengulang pada kelas yang

bersangkutan dan berhak mendapatkan pelayanan yang sama dengan
peserta didik lain.

b. Kriteria Kelulusan

KelulusanSMP Negeri 4 Kalibening mengacu Permendikbud Permendikbud
No. 5 tahun 2015 tentang kriteria Lulusan Peserta didik dan mengacu
Permendikbud No.4 tahun 2018 Tentang Penilaian Hasil Belajar oleh satuan
Pendidikan dan Penilaian Hasil Belajar Oleh Pemerintah ,peserta didik
dinyatakan lulus jika memenuhi persyaratan berikut:
1) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran
2) Memperoleh nilai sikap/prilaku minimal BAIK.
3) Mengikuti dan Lulus Ujian Sekolah

Dengan Standar Kompetensi Kelulusan sebagai berikut :
 Nilai ujian sekolah minimal sesuai dengan KKM pada masing-masing

mata pelajaran ;
 Ketidaktuntasan (K) Nilai ujian sekolah tidak lebih dari 3 mata

pelajaran
 Kehadiran minimal 80% pada satu tahun pelajaran
4) Mengikuti Ujian Nasional

Kurikulum SMP Negeri 4 Kalibening Tahun Pelajaran 2021/2022 98

c. Penanganan Siswa Tidak Naik Kelas
1) Mengevaluasi faktor penyebab siswa tidak naik kelas.
2) Siswa melaksanaakan pengulangan pendidikan tahunberikut dengan
pengkondisian dan pengawasan tertentu.
3) Siswa mengikuti program bimbingan dan pendampingan dari guru BK.
4) Kerja sama antara sekolah dan orang tua siwa dalam penanganan dan
pengawasan siswa.

d. Penanganan Siswa Tidak Lulus

Siswayang tidak lulus mendapat kesempatan untuk mencapai kelulusan seperti
berikut :

1) Diperbolehkan Mengulang pendidikan selama setahun (kelas IX) dan
mengikuti ujian Nasional tahun berikutnya

2) Didaftarkan untuk mengikuti Ujian Kesetaraan Paket B dan diberi
bimbingan sebelum mengikuti ujian.

J. Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skills)
1. Pengertian
Kecakapan Hidup atau Life Skills adalah kecakapan yang dimiliki seseorang
untuk berani menghadapi problema hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa
merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta
menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya.
2. Tujuan
Tujuan umum pendidikan kecakapan hidup adalah memfungsikan pendidikan
sesuai dengan fitrahnya, yaitu mengembangkan potensi peserta didik dalam
menghadapi perannya pada masa mendatang secara menyeluruh.

Kurikulum SMP Negeri 4 Kalibening Tahun Pelajaran 2021/2022 99

1) Tujuan khusus pendidikan kecakapan hidup adalah:
(a) Mengaktualisasikan potensi peserta didik sehingga dapat digunakan
untuk memecahkan berbagai masalah, misalnya narkoba dan sosial.
(b) Memberikan wawasan yang luas mengenai pengembangan karir
peserta didik.
(c) Memberikan bekal dengan latihan dasar tentang nilai-nilai yang
berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
(d) Memberikan kesempatan kepada sekolah untuk mengembangkan
pembelajaran yang fleksibel sesuai dengan prinsip pendidikan
berbasis luas (broad based education)
(e) Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya di lingkungansekolah di
masyarakat sesuai dengan prinsip manajemen berbasi sekolah

3. Jenis Pendidikan Kecakapan Hidup

(a) Kecakapan Personal
Kecakapan Personal meliputi beriman kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, berpikir rasional, memahami diri sendiri,
percaya diri, bertanggung jawab, menghargai dan menilai diri.

(b) Kecakapan Sosial
Kecakapan Sosial meliputi kecakapan bekerjasama, menunjukkan
tanggung jawab sosial, mengendalikan emosi, berinteraksi dalam
budaya lokal dan global, berinteraksi dalam masyarakat,
meningkatkan potensi fisik, membudayakan sikap sportif, dan
membudayakan sikap hidup sehat.

(c) Kecakapan Akademik
Kecakapan akademik meliputi menguasai pengetahuan,
menggunakan metode dan penelitian ilmiah, bersikap ilmiah,
mengembangkan kapasitas sosial untuk belajar sepanjang hayat,
mengembangkan berpikir strategis, berkomunikasi secara ilmiah,
memperoleh kompetensi lanjut akan ilmu pengetahuan dan

Kurikulum SMP Negeri 4 Kalibening Tahun Pelajaran 2021/2022 100

teknologi, membudayakan berpikir dan berperilaku lmiah,
membudayakan berpikir kreatif, membudayakan berpikir dan
berperilaku ilmiah secara mandiri, mengunakan teknologi,
mengunakan pengetahuan, dan nilai-nilai untuk mengambil
keputusan yang tepat.

(d) Kecakapan Vokasional
Kecakapan Vokasional merupakan keterampilan yang berkaitan
dengan kejuruan ( misalnya :perikanan, tata boga, bertani, berternak
), keterampilan bekerja, keterampilan kewirausahaan, keterampilan
ngenguasai teknologi informasi dan komunikasi (TIK), keterampilan
merangkai alat.

4. Pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Hidup
Pendidikan kecakapan hidup merupakan bagian integral dari semua mata
pelajaran.Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari
kegiatan proses belajar mengajar di sekolah atau dari kegiatan belajar di
luar sekolah melalui tugas-tugas terstruktur dan melalui kegiatan
pengembangan diri.Pendidikan kecakapan hidup dapat dilaksanakan secara
terintegrasi dengan mata pelajaran dan atau berupa paket/ modul yang
direncanakan secara khusus.

Kurikulum SMP Negeri 4 Kalibening Tahun Pelajaran 2021/2022 101

Tabel 3.13
Keintegrasian PKH pada Mata Pelajaran

Aspek Kesadaran eksistensi diri
Kecakap Kesadaran potensi diri
anHidup Kec menggali informasi
Kec Mengolah informasi
Mata Kec Mengambil keputusan
Pelajarn Kec memecahkan masalah
Kec Komunikasi lisan
Kec Komunikasi tertulis

Kec bekerjasama
Kec Identifikasi variabel
Kec Menghub variabel

Kec Merumuskan
hipotesis

Kec Melaksnkn penelitian
Sesuai dgn jenis pekerjaan
Sesuai dgn jenis pekerjaan
Sesuai dgn jenis pekerjaan

Pend. Kesad Kecakapan Kecakapa Kecakapan Kecakapan
Agama aran berpikir rasional n Sosial Akademik vokasional
dan Budi diri vv v v vvv vvvv
Pekerti Vv V
PPKn vv v v vvv vvvv
B Vv Vv v v vvv vvvv
Indonesi Vv
a Vv v v vvv vvvv
B Inggris Vv Vv v v vvv vvvv
Matemat Vv Vv v v vvv vvvv
ika Vv v v vvv vvvv
IPA Vv Vv v v Vv v v vVv
IPS Vv Vv v v Vv v v vVv
Seni Vv Vv v v Vv v v vVv
Budaya Vv v v Vv v v VV v
Penjasor Vv
Kes Vv v v Vv v v VV v
Prakarya Vv
Mulok
B Jawa Vv
Pengemb
ang diri Vv
BK
Lainnya

Kurikulum SMP Negeri 4 Kalibening Tahun Pelajaran 2021/2022 102

K. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global

Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang
memanfaatkan keunggulan lokal dan global dalam aspek
ekonomi,senibudaya,SDM,bahasa,Iptek,ekologi dan lain-lainkedalam kurikulum
sekolah sehingga dapat dimanfaatkan oleh peserta didik dalam kehidupannya.
Lebih lanjut tujuan berbasis keunggulan lokal dan global adalah membimbing dan
membekali peserta didik agar memahami berbagai aspek yang ada disekitarnya agar
dapat dikembangkan dan berdaya guna bagi peserta didik itu sendiri.

a. Keunggulan Lokal dalam Kurikulum sekolah SMP N 4 Kalibening

Pendidikan lokal yang diunggulkan di SMP Negeri 4Kalibening adalah berikut
ini.
1) Muatan Budaya

Didalam kurikulum SMPN 4 Kalibening dimasukan pendidikan
Kebudayaan Jawa, khususnya tentang bahasa dan etika Jawa Tengah
dalam rangka melestarikan kebudayaan Jawa Tengah.
Bentuk dari muatannya terkandung dalam pelajaran muatan lokal bahasa
jawa dan juga kegiatan kegiatan dalam ranah kesiswaan secara spontan,
contoh:

- pemakaian bahasa jawa kromo dihari tertentu
- penggunaan pakaian adat pada lomba peringatan hari besar

tertentu.

2) Keunggulan lokal Banjarnegara.
Merupakan muatan kurikulum yang menjadi kekhasan sekolah dengan
menampilkan keunggulan lokal daerah khususnya di Kecamatan
Kalibening.

Kurikulum SMP Negeri 4 Kalibening Tahun Pelajaran 2021/2022 103

Bentuk dari keunggulan lokal kalibening yang dirumuskan dalam
kurikulum adalah pengolahan hasil pertaniaan wilayah lokal agar dapat
bernilai lebih .
Pelaksanaan terintegrasi pada kegiatan extrakurikuler serta kegiatan
Market day.
Pada tahun pelajaran 2019/2020 SMPN 4 Kalibening menyelenggarakan
pelatihan Kewirausahaan pengolahan dan pengemasan produk berbahan
komoditas lokal Biji Kopi.
Target dari kegiatan ini adalah sebagai berikut :

- Mengenalkan potensi lingkungan
- Mengembangkan Kreatifitas
- Melatih jiwa kewirausahaan

b. Keunggulan Global
Beberapa keunggulan global yang dikembangkan di SMP Negeri 4 Kalibening
adalah sebagai berikut:
1) Keterampilan komputer, Siswa mendapatkan sarana komputer pada saat
pembelajaran dan pendukung penugasan bagi guru da karyawan .
2) Penggunaan sarana multimedia dalam kegiatan belajar mengajar. Berbagai
sarana multimedia, seperti tape recorder, komputer, kamera digital, LCD,
laptop, jaringan internet dan sebagainya, disediakan sekolah dan dapat
diakses oleh semua warga sekolah sebagai sarana pembelajaran yang
menarik dan inovatif serta pelatihan internet khusus bagi siswa kelas IX
dalam rangka persiapan Ujian Nasional berbasis Komputer.

Kurikulum SMP Negeri 4 Kalibening Tahun Pelajaran 2021/2022 104

BAB IV
KALENDER PENDIDIKAN

A. Pengertian

Kelender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik
selama satu tahun pelajaran, yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif
belajar, waktu pembelajaran efektif, dan hari libur.
2. Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal

tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.
3. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap

tahunpelajaran pada setiap satuan pendidikan.
4. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi

jumlah jam pembelajaran untuk seluruh matapelajaran termasuk muatan lokal,
ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.
5. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan
pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat
berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari
libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur
khusus.

Kurikulum SMP Negeri 4 Kalibening Tahun Pelajaran 2021/2022 105

B. Alokasi Waktu

1. Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal
tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.
Tahun pelajaran diatur dengan kalender pendidikan, yang selanjutnya disebut Kaldik.
Adapun kalender pendidikan di SMP Negeri 4 Kalibening disusun sebagai berikut :

a. Jabaran Kalender Pendidikan SMP N 4 Kalibening
b. Kalender Pendidikan SMP Negeri 4 Kalibening Tahun Pelajaran 2021/2022

Pedoman pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran dan yang lainnya diuraikan secara
lengkap dan terperinci pada kalender pendidikan yang mengacu pada kalender
pendidikan tahun pelajaran 2021/2022 yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan
Kabupaten Banjarnegara.

2. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap
tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.Rincian minggu efektif dalam satu
tahun semuanya ada 32 minggu, diuraikan dalam bentuk tabel.

3. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi
jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan local,
ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.

4. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan
pembelajaran terjadwal pada satuanpendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat
berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari
libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur
khusus

Kurikulum SMP Negeri 4 Kalibening Tahun Pelajaran 2021/2022 106

a. JABARAN KALENDER PENDIDIKAN SMP N 4 KALIBENING
Tabel 4.1 Jabaran Kaldik

PELAKSANAAN KEGIATAN SASARAN

Semester Gasal Persiapan PPDB Panitia
1 07 April 2021 Siswa Tahun ajaran
Libur Akhir Tahun 2020/2021
2 1-10 Juli 2021 Calon Peserta didik Baru
PPDB Calon Peserta Dididk
3 28 Juni –5 Juli Baru
2021 Pengumuman PPDB Calon Peserta Didik Baru

4 07-08 Juli 2021 Daftar Ulang Peserta Didik Peserta didik Kelas 7
baru
5 09-10 Juli 2021 Kegiatan MPLS Th 2021- Tim
2022, dan Penyusunan Warga Sekolah
6 12 – 14 Juli 2021 perangkat pembelajaran dan Warga Sekolah
program 8 standar
7 12-17 Juli 2021 Penyusunan KTSP Peserta Didik kleas 7,8,9
8 20 Juli 2021 Libur Hari Raya Idul Adha
Upacara HUT Kemerdekaan Peserta Didik kleas 7,8,9
9 17 Agustus 2021 Indonesia
Warga Sekolah
10 16-21 September PTS semester 1 Warga Sekolah
2021 Warga Sekolah
Kegiatan Jeda Tengah
11 23-26 September Semester 1 Peserta Didik Kleas 7,8,9
2021 Upacara Hari Kesaktian Peserta didik
Pancasila Peserta didik
12 1 Oktober 2021 Upacara Sumpah Pemuda Wali kelas
Libur Maulid Nabi Warga sekolah
13 28 Oktober 2021 Muhamad SAW

14 9 November 2019 PAS Semester 1

15 25-30 November Kegiatan akademik khusus
2021
Kegiatan Paska PAS
16 2-7 Desember 2021
Penyerahan Rapot
17 9-14 Desember Libur semester 1
2021 TP.2021/2022

18 18 Desember 2021

19 19-31 Desember
2021

Kurikulum SMP Negeri 4 Kalibening Tahun Pelajaran 2021/2022 107

PELAKSANAAN KEGIATAN SASARAN

Semester Genap Libur Tahun Baru 2022 Warga Sekolah
1 1 Januari 2022 PTS 7,8 /UAS 9 Peserta didik
2 9-12 Maret 2022 Kegiatan Jeda Tengah
semester Peserta didik
3 13-14 Maret 2022 Libur keagamaan
UASBN Warga sekolah
14 25 maret 2022 Libur keagamaan Peserta didik kelas 9
15 1-8 april 2022 Persiapan UN Warga sekolah
16 10 April 2022 Ujian Nasional Warga sekolah
17 18 April 2022 Libur awal Ramadhan Peserta didik kelas 9
18 30-23 April 2022 Libur Hari buruh Warga sekolah
19 24-25 April 2022 Libur Keagamaan Warga sekolah
20 1 mei 2022 Kegaiatan amaliah Warga Sekolah
21 7 mei 2022 ramadhan
Libur akhir ramadhan Peserta didik
22 11-16 Mei 2022 Libur keagamaan
Libur idulfitri Warga sekolah
23 18-20 Mei 2022 Cuti bersama Warga sekolah
24 21 mei 2022 Libur hari lahir Pancasila Warga sekolah
25 25 Mei 2022 PAT 2021/2022 Warga sekolah
26 20-20 Mei 2022 Kegiatan akedemik khusus Warga sekolah
27 1 Juni 2022 Kegiatan paska PAT Peserta didik kelas 7,8
28 3 -11 Juni 2022 Rapat penentun Kenaikan Peserta didik kelas 7,8
29 12-13 Juni 2022 kelas Peserta didik kelas 7,8
30 15-17 Juni 2022 Penyerahan buku rapot
Libur akhir tahun pelajaran Dewan Guru
31 18 Juni 2022 2021/2022
Wali kelas
32 20 Juni 2022
Warga sekolah
33 1-11 Juli 2022

Kurikulum SMP Negeri 4 Kalibening Tahun Pelajaran 2021/2022 108

Kurikulum SMP Negeri 4 Kalibening Tahun Pelajaran 2021/2022 109

Kurikulum SMP Negeri 4 Kalibening Tahun Pelajaran 2021/2022 110

Hari Efektif Menurut Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2021 / 2022
Tabel 4.2 Hari Efektif

SEMESTER JML HARI LIBUR
HARI EFEKTIF BELAJAR
NO BULAN,
HARI-HARI PERTAMATAHUN
MASUK SEKOLAH

JEDA /SMT/UN/UTS/UH
MENGIKUTI UPACARA

PENYERAHAN BLHB
AKHIR SEMESTER

MINGGU
UMUM

RAMADHAN/HARI
RAYA
JUMLAH HARI

1 I JULI 2021 12 3 - - - 12 4 - - 31

AGUSTUS 26 - - 1 - - 4 - - 31
2021

SEPTEMBER 15 - 10 - - - 5 - - 30
2021

OKTOBER 27 - - - - - 4 - - 31
2021

NOVEMBER 19 - 6- - - 4 1 - 30
2021

DESEMBER - - 12 - 1 13 5 - - 31
2021

JUMLAH 99 3 28 1 1 25 26 1 - 184

2 II JANUARI 26 - - - - - 4 1 - 31
2022

FEBRUARI 25 - --- - 4 - - 29
2022

MARET 2022 15 - 10 - - - 5 1 - 31

APRIL 2022 5 - 18 - - - 4 1 2 30

MEI 2022 12 - - - - - 4 1 13 30
JUNI 2022 7 - 8 - 1 9 4 1 - 30

JULI 2022 - - --- - - - - -

JUMLAH 90 - 36 - 1 9 25 5 15 181

JUMLAH 189 3 64 1 2 34 50 6 15 365
SATU TP.2021/2022

Kurikulum SMP Negeri 4 Kalibening Tahun Pelajaran 2021/2022 111

BAB V
PENUTUP

A. Simpulan

Ketidakoptimalan mutu pendidikan dipengaruhi oleh banyak faktor,Salah satunya
adalah kurikulum yang diberlakukan di sekolah.Penyelenggaraan sekolah berbasis kurikulum
yang tidak sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah menjadikan hasil dari pendidikan
disuatu sekolah tidak sesuai dengan rencana yang diinginkan.

KTSP merupakan bentuk operasional kurikulum dalam konteks desentralisasi
pendidikan yang penyusunanya melibatkan guru, kepala sekolah, komite sekolah, dan dewan
pendidikan. Keterlibatan pihak-pihak tersebut dalam pengembangan kurikulum dapat
membangkitkan semangat dan rasa memiliki yang lebih tinggi, serta tanggungjawab yang
lebih besar terhadap kurikulum yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengelolaan
pendidikan yang sesuai di sekolah.

Pergeseran pendekatan pengembangan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan,
jelas memerlukan penyesuaian-penyesuaian baik secara teknis, kultural maupun kondisi
sekolah. Penyesuaian secara teknis dapat diberlakukan melalui diklat, workshop, TOT,
seminar dan diskusi dalam forum MGMP tentang pengembangan Kurikulum (silabus, KBM,
dan sistem penilaian). Penyesuaian kultural melalui penanaman penularan bahwa guru
sebagai agen pembelajaran sudah semestinya sebagai pengembang kurikulum. Penyesuaian
kondisi sekolah baik pendidik, tenaga kependidikan, sarana prasarana, intake peserta didik,
sosial kultural potensi di lingkungan sekolah.

Ditambahi manfaat, kelebihan dan kekurangan Kurukulum SMPN 4 Kalibening
B. Saran

Untuk mewujudkan kurikulum yang ideal ada beberapa saran yang perlu
diperhatikan oleh berbagai pihak, antara lain:

1. Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga agar senantiasa mengadakan
pendampingan dan evaluasi terhadap KTSP khususnya Kurikulum SMP Negeri 4

Kurikulum SMP Negeri 4 Kalibening Tahun Pelajaran 2021/2022 112

Kalibening, agar sekolah terus berbenahdalam memperbaiki dan mengembangkan
kurikulum.

2. Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga agar dapat mencukupi berbagai fasilitas
pendidikan yang dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kurikulum yang semakin
ideal.

3. MGMP agar benar-benar memfungsikan diri sebagai wadah perkumpulan akademik,
khususnya dalam hal pengembangan silabus dan RPP. Dengan peran MGMP yang
semakin optimal, diharapkan tiap sekolah mampu mengembangkan kurikulum dengan
lebih baik.

4. Komite Sekolah agar dapat berfungsi sebagai mitra akademik sehingga mampu berperan
aktif dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum.

5. Masyarakat, khususnya orang tua peserta didik, agar semakin memahami dan menyadari
fungsi dan perannya sebagai penopang proses pendidikan. Peran masyarakat yang
semakin baik akan menjadi pendorong penyusunan kurikulum yang semakin baik.
Pengembangan Kurikulum SMP Negeri 4 Kalibening masih jauh dari sempurna,

oleh karena itu masukan-masukan yang berharga dan konstruktif dari para pembaca praktisi
pendidikan,baik intern sekolah maupun pihak lainyang terkait sangat diperlukan bagi
penyempurnaannya.

Penomoran dan tata letak perlu perbaikan/ pembenahan

Kurikulum SMP Negeri 4 Kalibening Tahun Pelajaran 2021/2022 113


Click to View FlipBook Version