The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku-Praktik-Baik-Kepemimpinan-Pembelajaran-Kepala-Sekolah

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by marsono350, 2021-09-10 03:59:59

Buku-Praktik-Baik-Kepemimpinan-Pembelajaran-Kepala-Sekolah

Buku-Praktik-Baik-Kepemimpinan-Pembelajaran-Kepala-Sekolah

Keywords: Kepemimpinan pembelajaran

SMPN 1 Sei Suka

Paguyuban kelas bekerja sama memperbaiki kelas dan halaman kelas untuk membuat anak-
anaknya lebih nyaman belajar.

berbeda kepada semua warga Karena tidak selamanya juga saya
sekolah. Ia menjadikan warga ada di sini, bisa jadi kehendak Allah
sekolah sebagai mitra, sahabat atau pimpinan, karena saya cuma
bahkan keluarga, bukan bawahan. amanah saja. Di samping itu saya
juga ingatkan bahwa bekerja itu
Dalam menjalin sinergitas bersama jangan hanya karena akan mendapat
para mitranya di sekolah, hampir finansial, tapi juga ada nilai ibadah.
setiap pekan Sugito menggelar Itu nilai yang saya tanamkan terus
pertemuan rutin dengan semua menerus,” ungkap Sugito.
elemen sekolah. Pertemuan itu
tidak bersifat formal, melainkan diisi Pendekatan itu nyatanya berhasil
dengan saling berbagi semangat membuat semua warga sekolah
ataupun keluh, ngobrol santai dan terlibat dalam mewujudkan visi
saling mendukung satu sama lain. dan misi sekolah. Hingga akhirnya
terciptalah teamwork yang kuat
“Saya ajak mereka, mari bapak-ibu untuk mewujudkan pendidikan yang
kita bekerja itu bukan karena saya, bermutu di SMPN 1 Sei Suka.
mari kita bekerja secara profesional.

41

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Belajar di luar kelas menjadi bagian rutin yang dilakukan para guru MIN 1 Pekanbaru untuk
memberikan pengalaman bermakna pada siswa.

42

MIN 1 Pekanbaru

KOMUNIKASI APIK,
MADRASAH CIAMIK

Oleh Dian Warastuti, Jurnalis Harian Waspada

Beras putih ketika digiling, bukan karena gesekan dengan mesin
giling, melainkan gesekan antar butir beras. Fungsi mesin giling adalah

membuat butiran beras saling bergesek. Semakin sering bergesekan
akan semakin putih berasnya. Prinsip itu yang diterapkan oleh Fitrisma
Rais, kepala MIN 1 Kota Pekanbaru, dengan mengaktifkan KKG mini di
madrasahnya. KKG di level kecamatan biasanya hanya sebulan sekali
dan itupun tidak semua guru bisa ikut. Di kelompok kerja guru (KKG)

mini setiap minggu guru di MIN 1 Pekanbaru dapat saling belajar,
berbagi pengalaman, bertukar pikiran. Ibarat beras, mereka akan

semakin putih karena interaksi dengan teman.

Pekanbaru, Riau - Ketika bersekolah mengulang celoteh kedua buah
menjadi begitu menyenangkan bagi hatinya.
anak-anak, tentu perasaan orangtua
menjadi sangat tenang. Anak-anak “Sekarang mereka belajar lebih
yang mereka ‘titipkan’ kepada bapak seperti kerja tim, kerja kelompok.
dan ibu guru di sekolah, menceritakan Suasana belajar di kelas juga beda.
setiap kebaikan yang ada di sekolah Sekarang meja-meja disusun per
dengan penuh semangat. kelompok. Banyak sekali kegiatan
praktik-praktik pelajaran di kelas
Dara Fitria, ibu dari anak Bimandanu yang dikerjakan kelompok. Kami
Raditya Novendra (kelas IV) dan dapat informasi pihak madrasah, hal
Dwitama (kelas II) di Madrasah Ini terjadi sejak Program PINTAR dari
Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Tanoto Foundation dipraktikkan di
Pekanbaru, penuh semangat masing-masing kelas. Kami senang

43

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Fitrisma Rais (kiri), Kepala MIN 1 Pekanbaru menciptakan kebersamaan antara guru, kepala
madrasah, dan orangtua siswa untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasahnya.

mendengar anak-anak bercerita Via bersama Dara didampingi ketua
kalau kini mereka lebih senang komite madrasah, Faisal dan kepala
belajar ketimbang sebelumnya,” kata MIN, Fitrisma Rais pekan pertama
Dara. Oktober 2019.

Begitu juga Tavivia, ibu dari anak Faisal mengatakan bahwa kemajuan
Latifa dan Luthfia. Ia mengaku yang diraih MIN 1 Pekanbaru
bangga bercampur haru dengan sangat berarti. “Saya mengamati
upaya perubahan yang dijalani madrasah ini terus meningkat
pihak madrasah untuk mengubah metode pembelajarannya. Sudah
suasana belajar yang lebih baik. sangat banyak praktik baik yang
Anak-anak jadi lebih berani bertanya, dilakukan, khususnya sejak satu
mengemukakan pendapatnya, dan tahun belakangan ini. Sejak Program
punya keinginan bekerja sama PINTAR hadir di sekolah ini,” kata
dengan kawan-kawannya. Faisal, bersemangat.

“Saya pikir ini yang penting bagi Fitrisma Rais mengakui kehadiran
madrasah. Bukan sekadar tempat Program PINTAR di madrasah yang
menimba ilmu, tapi juga tempat yang dipimpinnya memberinya banyak
aman bagi anak-anak kami untuk kebaikan. “Pelatihan bagi guru-
membangun karakter terpuji,” kata guru madrasah itu sangat terbatas.

44

MIN 1 Pekanbaru

Setahun mungkin hanya ada kuota komunikasi dan refleksi, yang
lima guru se Provinsi Riau. Itupun disingkat MIKiR. “Dan kami semua
jauh, di Balai Diklat yang berada di mendapat pendampingan yang
Kota Padang. Alhamdulillah, sejak terus menerus untuk menjalankan
jadi madrasah mitra pada Oktober pendekatan itu dalam pembelajaran,”
2018 lalu, sudah ada 12 guru sekolah kata Fitrisma.
kami yang ikut pelatihan. Ini luar
biasa menurut saya,” kata Fitrisma. Tidak hanya menyentuh para guru.
Kepala madrasah dan komite
Fitri mengaku terkesan dengan madrasah juga menjadi sasaran
modul pembelajaran yang dimiliki pelatihan. Kepala madrasah
Tanoto Foundation. Semuanya mendapat kesempatan mendapatkan
tidak rumit dipelajari. Mudah dan informasi tentang solusi apa yang
simpel. Dengan itu, guru jadi mudah terbaik bagi kendala yang muncul
memahami bahasa-bahasa baku di saat mengelola sekolahnya. “Kami
kurikulum yang digunakan madrasah. sebagai kepala madrasah diberikan
pendampingan untuk memahami
Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah apa kendala dalam menerapkan
sama dengan kurikulum Sekolah Kurtilas. Kalau bertemu masalah,
Dasar (SD), hanya saja pada kami berbagi dengan tim dari Tanoto.
MI terdapat porsi lebih banyak Solusi pun kita diskusikan bersama.
mengenai pendidikan agama Islam. Jadi mengalir saja,” jelas Fitrisma.
Selain mengajarkan mata pelajaran
sebagaimana di SD, juga pelajaran- Bersama Mewujudkan Sekolah
pelajaran keagamaan seperti Alquran Kreatif dan Penuh Inspirasi
dan Hadits, Aqidah dan Akhlaq, Fiqih,
Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dan Konsep yang tak kalah penting
Bahasa Arab. dalam pengelolaan madrasah adalah
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).
Kurikulum Tahun 2013 (Kurtilas) Bagaimana proses pembelajaran
yang selama ini dijalankan madrasah di madrasah yang dikelola para
menjadi lebih mudah dipahami guru dan kepala madrasah, mampu
setelah mendapat bimbingan melibatkan juga peran serta aktif
Program PINTAR Tanoto Foundation. orangtua dan masyarakat sekitar.

Tanoto memperkenalkan empat Fitrisma menyebut ada satu
modul MBS yang diberikan Tanoto
pendekatan dalam pembelajaran, Foundation. Secara umum modul

yaitu mengalami, interaksi,

45

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

tersebut memberi gambaran konsep Tanoto Foundation telah memberi
budaya baca dan pembelajaran
aktif yang berbasis madrasah dan sinyal pentingnya satu hal dalam
masyarakat. Dalam hal ini, peran
serta komite madrasah menjadi MBS: Komunikasi. Seringkali antara
sangat penting.
orangtua dan guru, orangtua dan
“Intinya orangtua dan guru itu saling
komunikasi, apa saja yang dapat kepala madrasah, bahkan antara
dilakukan bersama-sama untuk
kemajuan pendidikan anak-anak kita. guru dan kepala madrasah, terjadi
Apakah itu keinginan untuk menata
ruang kelas, menata perpustakaan, misunderstanding. Sumbatan
pengadaan aula kelas, pojok baca
di kelas dan banyak lagi,” imbuh komunikasi terjadi lantaran semua
Fitrisma.
pihak menahan diri dan kadang takut

untuk menyatakan kebenaran.

“Tanoto memberi keyakinan kepada
madrasah untuk tidak usah ragu
dalam upaya menggerakkan peran
serta masyarakat. Tidak perlu takut
diprotes orangtua terkait kebutuhan
proses belajar. Sampaikan saja.

Siswa di kelompok kecil sedang praktik pemanfaatan barang bekas menjadi barang yang
bermanfaat.

46

MIN 1 Pekanbaru

Lempar persoalannya supaya jelas. membutuhkan sarana, sementara
Kalau masuk akal dan memang ada keuangan madrasah tidak dapat
realisasinya, Insya Allah orangtua memenuhi semuanya.
memaklumi. Dan itu benar adanya,”
ujar Fitrisma. Komunikasi yang apik juga terjadi

Komite MIN 1 sangat kooperatif. tatkala madrasah mau menentukan
Semua anggota memberikan
kebebasan kepada madrasah untuk apakah jadi sekolah full day atau
berkreasi, sesuai kebutuhan. Komite
bahkan membantu madrasah tidak. Segala persoalan dibalik
melibatkan seluruh wali murid untuk
aktif dalam proses pembelajaran. Tak keinginan itu dapat ditangani dengan
ada ceritanya siswa madrasah atau
sekolah hanya semata tanggung baik lewat komunikasi. “Sekarang
jawab madrasah. Orangtua juga
harus dilibatkan. madrasah sudah full day dengan

“Komite madrasah kan isinya lima hari belajar dalam seminggu.
orangtua murid juga. Semacam
perwakilan seluruh orangtua murid. Orangtua lega karena anak-anak
Kami menjadi mediator penting
yang menjembatani peran guru dan lebih banyak waktu belajar di
wali murid dalam pembelajaran.
Jadi memang sudah seharusnya madrasah, guru pun senang karena
terbangun hubungan harmonis.
Bagaimana caranya? Ya, komunikasi!” orangtua menghargai upaya
cetus Faisal.
bersama ini. Jadilah madrasah kami

sekarang ciamik,” kata Faisal.

Faisal mengatakan Tanoto telah
membuka mata semua pihak di
madrasah, baik itu kepala madrasah,
guru dan wali murid, bahwa MBS itu
sesungguhnya tidak sulit-sulit amat.
Kuncinya adalah komunikasi dan rasa
saling percaya.

Praktik Baik Mendidik Karakter

Seringkali komite menjembatani Nur Alina, guru Bahasa Indonesia
musyawarah antara orangtua dan meminta setiap siswa menuliskan
madrasah untuk membicarakan kembali bacaannya dalam bentuk
pengadaan sarana penunjang belajar. kesimpulan sederhana. Terkadang,
Contohnya infrastruktur lapangan dalam bentuk puisi.
dan mushala. Semuanya akhirnya
terwujud berkat komunikasi yang “Lain waktu kami belajar lewat
tidak putus. Orangtua mendapatkan permainan. Siswa menjawab
pejelasan dari madrasah tentang

47

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Pada kegiatan KKG mini MIN 1 Pekanbaru, para guru tampak melakukan kunjung karya belajar dari
hasil diskusi antar kelompok guru. Melalui KKG mini manfaat Program PINTAR dapat tersebar ke
semua guru.

pertanyaan yang dibuat temannya kecintaan siswa pada lingkungan.
yang lain, demikian sebaliknya,” kata “Di sini anak-anak juga belajar
Nur Alina. tentang keanekaragaman tumbuhan.
Mulai dari jenis tulang, jenis akar
Hal yang mirip-mirip, dilakukan tumbuhan, proses fotosintesis dan
banyak lainnya. Di sini kami juga
Partiningsih, guru budaya membuat pupuk kompos dan proses
daur ulang,” kata Eva Diana.
Melayu Raya. Membaca lantas
Setiap hari juga ada kegiatan rutin
menyimpulkan, menjadi salah satu membaca yang dilakukan sebelum
masuk kelas. Waktunya bervariasi
praktik baik literasi yang dilakukan antara 15 sampai 30 menit.

sejak setahun belakangan. Setiap Senin, ada upacara bendera.
Selasa, senam pagi. Rabu, sarapan
Dasmarni, guru IPS di kelas IVD pagi bersama dengan bekal dari
mengombinasikan pelajaran dengan rumah. Siswa belajar makan dengan
permainan. Berbekal lembar kerja, doa-doa yang baik, tidak makan
siswa diajak bekerja sama membuat sambil bicara atau berdiri. Kamis,
peta. siswa belajar keagamaan dengan

Dalam bidang lingkungan, Eva Diana,
mengajak para siswa membuat satu
proyek luar biasa, Green House.
Green house adalah lambang

48

MIN 1 Pekanbaru

membaca asmaul husna. Jumat belajar, serta mengembangkan
adalah saatnya membaca surat Yasin pertanyaan/tugas dan lembar kerja.
atau belajar pidato (muhadhoroh). Sesi ini difasilitasi oleh Fitrisma, Nora
Gusti, dan Desmarni.
MIN 1 menjadi satu dari mitra Program
PINTAR Tanoto Foundation sejak satu Sesi pembelajaran aktif bertujuan
tahun lalu. Tujuan strategisnya adalah
peningkatan mutu pendidikan dasar. mengenalkan unsur-unsur dalam
Yang utama adalah mengembangkan
praktik-praktik baik dalam pembelajaran aktif dengan
pembelajaran, manajemen sekolah,
dan kepemimpinan di sekolah dan mengidentifikasi kegiatan yang
madrasah mitra.
mencerminkan kegiatan Mengalami,
Kembangkan KKG Mini
Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi
Salah satu yang membuat penularan
praktik baik pembelajaran aktif di (MIKiR). Begitu juga dengan budaya
MIN 1 Pekanbaru berjalan cepat
adalah adanya kelompok kerja guru baca, guru-guru mengidentifikasi
madrasah atau KKG Mini. “Kami
memanfaatkan Kelompok Kerja pentingnya kegiatan membaca,
Guru (KKG) mini untuk membuat
diseminasi pelatihan Program PINTAR praktik membaca, dan
untuk semua guru MIN 1 Pekanbaru.
Di madrasah kami totalnya ada 45 mengidentifikasi metode praktis
guru. Mereka mengajar untuk 29
rombongan belajar. Beruntung, dalam mengembangkan budaya
saya dan dua guru berkesempatan
menjadi fasilitator daerah Program baca di madrasah.
PINTAR Tanoto Foundation sehingga
ilmu yang kami peroleh digunakan Pada sesi pengelolaan lingkungan
untuk melatih para guru lainnya,” belajar, guru harus mampu
kata Fitrisma. memaksimalkan lingkungan kelas
dan madrasah sebagai sumber
Materi yang menjadi fokus dalam KKG belajar. Mulai dari pengaturan
ini adalah pembelajaran aktif, budaya tempat duduk, mengatur komposisi
baca, pengelolaan lingkungan siswa dalam kelompok, dan menata
pajangan kelas.

Sampai sesi terakhir, mengembang-
kan pertanyaan dan lembar kerja
siswa tidak tampak wajah bosan
dari para guru. Sesi-sesi dibawakan
dengan metode yang menarik, ada
diskusi, curah pendapat, presentasi
hasil diskusi, dan yang paling seru
ketika unjuk karya antar kelompok.

Sungguh menyenangkan melihat

49

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

para guru aktif dalam mengikuti PINTAR kepada semua guru. Dua kali
diseminasi pelatihan. Maklum pertemuan dilakukan untuk fasilitasi
saja, guru-guru di madrasah materi-materi pelatihan dan satu kali
jarang mendapatkan pelatihan pertemuan untuk praktik mengajar.
yang menggunakan metode yang Praktik mengajar ini dilakukan
menyenangkan dan interaktif seperti dengan team teaching agar para
pelatihan Tanoto Foundation. guru bisa bekerja sama menyiapkan
dan memfasilitasi pembelajaran aktif.
Pembagian kelompok berdasarkan Mereka juga bisa saling belajar dari
kelas, diskusi yang produktif satu sama lainnya.
serta presentasi hasil diskusi
merupakan kegiatan-­kegiatan yang Pasca melaksanakan praktik
mendominasi pada kegiatan KKG ini. mengajar, semua peserta melakukan
Hal ini dilakukan untuk membiasakan refleksi pembelajaran. Dari refleksi
para guru untuk menerapkan ini bisa diketahui hal-hal yang sudah
kegiatan ini di kelas bersama siswa. berhasil dan yang perlu diperbaiki
untuk pembelajaran berikutnya.
Pertemuan KKG mini ini rutin
dilaksanakan seminggu sekali setiap Beberapa catatan menarik dari
Sabtu. Pertemuan rutin tersebut diseminasi pelatihan ini dan
dimanfaatkan untuk kegiatan perubahan yang terjadi diantaranya,
pelatihan diseminasi Program 1) guru merasakan perbedaan

Pojok baca yang nyaman membuat anak betah berlama-lama membaca koleksi
buku-buku bacaan di kelas.

50

MIN 1 Pekanbaru

mengajar setelah menerapkan MIKiR. yang menerapkan Kurtilas,” kata
Siswa menjadi lebih aktif dan berani Koordinator Program PINTAR Tanoto
mempresentasikan hasil karyanya; Foundation untuk Kota Pekanbaru,
2) lembar kerja yang dibuat guru Indra Setiawan.
mendorong siswa menghasilkan
karya kreatif 3) penataan lingkungan Karena niat baik itu, Tanoto
kelas menjadi lebih menarik, siswa Foundation mendapat dukungan
duduk dalam kelompok kecil, dan besar dari pemerintah daerah
hasil karya siswa dipajang 4) para setempat. Apalagi ada tujuan lain
guru juga membuat sudut baca di yaitu mendiseminasikan praktik yang
semua kelas yang diisi dengan buku­ sudah dikembangkan ke seluruh
buku bacaan. sekolah dan madrasah nonmitra.
“Jadi makin banyak sekolah dan
“Praktik baik ini sebenarnya sudah madrasah yang memahami praktik
ada dalam Kurtilas yang saat ini baik pembelajaran, MBS, budaya
sudah banyak dijalankan sekolah dan baca, dan partisipasi masyarakat
madrasah di Indonesia. Hanya saja meskipun mereka tidak memiliki
penjabaran dan penguatannya masih kemitraan langsung dengan Tanoto
perlu bantuan untuk penerapannya. Foundation. Ini fungsinya diseminasi.
Program PINTAR hadir dalam Dan itu sudah kami jalankan,” kata
posisi mendampingi atau asistensi Indra.
bagi sekolah dan madrasah

Expo Madrasah dan
Market Day MIN 1
Pekanbaru. Kegiatan
ini untuk melatih
jiwa kewirausahaan
siswa sejak dini,
unjuk karya praktik
pembelajaran, serta
menjalin silaturahmi
antara guru, siswa,
dan orangtua.

51

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Guru SDN 003 Tenggarong Seberang memanfaatkan pohon rindang di halaman sekolah untuk
kegiatan pembelajaran.

52

SDN 003 Tenggarong Seberang

KREATIVITAS DAN
KOLABORASI UNTUK
MAJUKAN SEKOLAH

Oleh Syarif Oebaidillah, Jurnalis Media Indonesia

Kreativitas yang didukung dengan kemampuan komunikasi yang
bagus serta manajemen yang transparan menjadi modal penting
menggaet partisipasi masyarakat guna mengembangkan sekolah.

Itulah yang dibuktikan oleh Nordiana dalam mengembangkan
SDN 003 Tenggarong Seberang.

Kutai Kartanegara, Kalimantan Masyarakat (PSM) yang digelar
Timur - Kemajuan era revolusi Tanoto Foundation melalui Program
industri 4.0 harus diantisipasi Pengembangan Inovasi untuk
dengan sejumlah keterampilan para Kualitas Pembelajaran (PINTAR).
guru juga kepala sekolah dalam
mengembangkan dan memajukan Nordiana yang menempuh kuliah
kepemimpinan sekolah. Diantaranya Sarjana Pendidikan Guru Sekolah
yang dikenal dengan keterampilan Dasar (PGSD) di Universitas Terbuka
abad 21 yang mencakup (UT) ini berinisiatif dan secara kreatif
kemampuan keterampilan 4C yakni, menggelar pertemuan dengan
berpikir kritis (critical thinking), Komite Sekolah guna membahas
kreativitas (creativity), kerja sama lebih lanjut rencana pengembangan
(collaboration) dan komunikasi sekolah yang dipimpinnya itu.
(communication). Pertemuan dilakukan untuk
membicarakan SDN 003 Tenggarong
Keterampilan 4C ini dimiliki Nordiana, yang dianggap dalam kondisi kurang
sosok Kepala SDN 003, Tenggarong layak; bangunan tidak memadai,
Seberang, Kutai Kertanegara, menempati bangunan sekolah di
Kalimantan Timur. Terutama setelah atas rawa dengan fasilitas sarana
ia mengikuti pelatihan Manajemen prasarana seadanya.
Berbasis Sekolah dan Peran Serta

53

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Gandeng Masyarakat, Kepala Desa, kawasan itu terdapat sejumlah
dan Perusahaan perusahaan yang bergerak di bidang
pertambangan dan batu bara
Didampingi Ketua Komite Sekolah yang mempunyai kepedulian pada
lingkungan masyarakat sekitarnya
SDN 003 Tenggarong Seberang, melalui kegiatan Corporate Social
Responsibility (CSR). Kebiasaan
Aspian, dan anggota komite sekolah, yang berlaku di lingkungan setempat
bentuk pengajuan CSR kepada
Imrah, Nordiana memaparkan perusahaan terkait mesti melalui
aparat pemerintah desa. Perusahaan
memaparkan program kepada itu ,antara lain PT Arka, PT Kitadin,
PT Riung, PT La Tahzan, PT SNS dan
anggota komite dan orangtua siswa lain lain.

mulai kelas I hingga kelas VI secara Kepala Desa mengundang Nordiana
yang didampingi komite sekolah
bertahap. Hasilnya, menyepakati untuk melakukan presentasi di
pertemuan desa yang dihadiri
pengajuan proposal yang kalangan perusahaan terkait, Badan

disampaikan kepada kepala desa

untuk dilanjutkan ke perusahaan-

perusahaan setempat di kawasan

desa.

SDN 003 Tenggarong berada di
perdesaan yang cukup jauh dari
ibu kota Kutai Kertanegara, di

Setelah adanya keterbukaan dari sekolah, komite sekolah menjembatani kerja sama sekolah dengan
CSR perusahaan untuk mendukung pembangunan dan pengembangan sekolah.

54

SDN 003 Tenggarong Seberang

Kepala SDN 003 Tenggarong Seberang,
Nordiana (kanan) bersama salah satu orangtua
siswa yang memberi bantuan buku-buku
bacaan untuk sekolah.

Perwakilan Desa (BPD), koperasi “Pemerintahan desa merupakan
desa, majelis taklim, dan lain-lain. faktor penting dalam membangkitkan
Kepala sekolah menjelaskan tentang peran masyarakat untuk sekolah. Ia
keperluan pembangunan SD yang bisa memfasilitasi pertemuan dengan
dipimpinnya. Dari sejumlah poin semua pihak yang potensial untuk
penting pembangunan yang paling menyumbang ke sekolah. Namun
dibutuhkan sekolah adalah antara kita juga harus terbuka menunjukkan
lain pagar sekolah dan tempat parkir. anggaran yang dimiliki sekolah,” ujar
Nordiana.
Presentasi Nordiana berhasil
mengundang kepedulian semua Dengan dana tersebut, sekolah
pihak karena banyak memperlihatkan menggunakannya untuk membiayai
foto-foto keadaan sekolah. Sepeda tukang, membeli alat, dan bahan
yang berhamburan tidak punya untuk membuat parkiran, pagar
tempat parkir, taman yang rusak sekolah, dan taman sekolah. Namun
karena sekolah tidak memiliki pagar, tidak semua dikerjakan oleh tukang,
fasilitas pembelajaran, dan lain-lain. orangtua siswa di hari libur juga
Nordiana juga terbuka mengungkap diajak bekerja bakti ikut bersama-
pendapatan dan belanja selama ini. sama membangun sekolah.

55

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Berkat Transparansi, Komite diketahui komite sekolah, guru,
Sekolah Mau Jadi Mediator siswa, orangtua murid juga kalangan
publik atau masyarakat.
Mendukung kemajuan sekolah,
Aspian selaku Ketua Komite Sekolah “Kita harus transparan dalam
yang juga tokoh masyarakat di pemanfaatan dan penggunaan
desanya bersikap proaktif membantu uang sekolah yang digunakan untuk
sekolah dan desa. Ia berkeliling mewujudkan Standar Nasional
ke sejumlah perusahaan dan para Pendidikan (SNP),” cetusnya
donatur yang mau berkontribusi
dalam pembangunan sekolah. Nordiana yang mengaku telah
Berkat kolaborasi tersebut berhasil mengajar selama 21 tahun dan
dikumpulkan bantuan mencapai baru menjadi kepala sekolah pada
sekitar Rp48 juta. tahun 2011 ini mengutarakan
pengalamannya dengan pelatihan
Pada saat pemaparan, Nordiana yang ia dapatkan dari Tanoto
menjelaskan bahwa sekolah telah Foundation berupa materi program
mendapat perhatian dari pemerintah, praktik baik Manajemen Berbasis
yaitu bantuan pada 2017 senilai Rp Sekolah (MBS).
1,1 miliar yang diperuntukan untuk
pembangunan tujuh Ruang Kelas Ia mengaku beruntung dengan
Baru (RKB), ruang perpustakaan, materi tersebut yang sifatnya tidak
dan satu unit Usaha Kesehatan menggurui tetapi saling berbagi
Sekolah (UKS). pengetetahun dan pengalaman.
Ia merangkum dan membuat
Kemudian pihaknya juga mendapat kesimpulan bahwa peran masyarakat
bantuan di tahun 2019 senilai Rp1,1 mesti dilakukan secara kreatif dan
miliar. Ia mengaku pemaparan komunikatif.
program secara transparan harus
dilakukan di era keterbukaan dewasa “Sebagai kepala sekolah, selama
ini sehingga kepercayaan masyarakat ini ada belenggu bagi saya untuk
pada sekolah dapat tetap terjaga. berkreativitas dalam memimpin
sekolah, sampai adanya pelatihan
Begitupun dalam penggunaan Program PINTAR. Ini sangat berarti
dana Bantuan Operasional Sekolah sekali,” tandasnya.
(BOS) pihaknya transparan
dengan memasang pengumuman
penggunaan dana BOS agar

56

SDN 003 Tenggarong Seberang

Siswa sedang mempresentasikan hasil karyanya. Setelah para guru menerapkan MIKiR, siswa
menjadi lebih aktif dalam pembelajaran.

Penyegaran pendekatan mengalami, interaksi,
komunikasi, dan refleksi atau MIKiR.
Guna merefresh atau menyegarkan
kembali pelatihan yang telah Melalui penerapan MIKiR guru
diperoleh dari tim Tanoto Foundation, memfasilitasi para siswa berkegiatan
Nordiana mengaku bersama jajaran dengan kelompok kecil melakukan
guru yang telah dilatih meminta percobaan, pengamatan dan
fasilitator daerah untuk berkunjung pemecahan masalah mereka
ke sekolahnya serta mendiskusikan saling berinteraksi satu sama lain
praktik-praktik baik yang telah berkolaborasi menyelesaikan tugas
dilatih. secara bersama sama. Pada akhir
pembelajaran para guru mengajak
Para guru juga antusias menerapkan siswa untuk refleksi melihat
pembelajaran aktif yang menerapkan kembali pengalaman belajar siswa

57

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

dan mengambil pelajaran (lesson “Kuncinya adalah keterbukaan.
learned) hal-hal yang sudah berhasil Saya membuka keuangan sekolah
maupun yang perlu diperbaiki untuk kepada semua orangtua, guru,
pembelajaran berikutnya. dan masyarakat. Saya juga print
laporan keuangan sekolah dan bisa
Nordiana mencermati para guru dilihat oleh siapa saja,” ujarnya.
yang sebelumnya mengajar dengan Berkat kaleng koin itu, kelas tidak
metode ceramah, sekarang berubah. kekurangan bahan ATK. Guru dan
Dengan pelatihan oleh fasilitator siswa dapat memanfaatkannya
daerah Program PINTAR Tanoto dalam pembelajaran di kelas.
Foundation yang mendampingi guru
maka pembelajaran aktif menjadi ciri Buku untuk Budaya Baca
khas pembelajaran di sekolahnya
yang dipimpinnya. Peran orangtua yang turut

Sediakan ATK untuk Pembelajaran berkontribusi memajukan sekolah
Aktif
juga diperlihatkan dengan
Guna memenuhi kebutuhan Alat
Tulis Kantor (ATK) sekolah yang menyumbangkan buku-buku
meningkat karena pembelajaran
aktif yang juga meningkat, ia pun secara sukarela. Nordiana kembali
berinisiatif membuat kaleng koin di
tiap kelas. Para siswa secara sukarela berinisiatif dan berkolaborasi
dapat menyumbangkan uang ke
kaleng tersebut. Hasilnya digunakan bersama komite sekolah dan
untuk membeli ATK pembelajaran
aktif di kelas. orangtua siswa mengetuk hati

Sebelumnya, ia melakukan sosialisasi kerelaan berbagi buku.
kepada para orangtua siswa yang
sepakat dengan inisiatif ini. Dia Ia meminta dukungan orangtua
pun transparan, pemanfaatannya siswa ikut membelikan buku-buku
dilaporkan secara terbuka. Dengan bacaan yang disukai anak-anaknya.
langkah ini peruntukan dana BOS Setiap orangtua siswa diharapkan
tidak terganggu dengan adanya bisa membelikan satu buku bacaan.
kaleng koin. Setelah buku tersebut dibaca oleh
anaknya, siswa bisa membawa buku
ke sekolah untuk menjadi koleksi
sudut baca di kelas.

Ternyata banyak orangtua siswa
menyumbang sehingga koleksi
buku per kelas bertambah banyak.
Setiap buku yang didapat diletakkan
di pojok baca. Kelas-kelas juga

58

SDN 003 Tenggarong Seberang

Sudut baca dan pajangan hasil karya siswa menghiasi setiap sudut kelas SDN 003 Tenggarong
Seberang.

berusaha melakukan tukar menukar sebelum pelajaran dimulai ini sangat
buku di pojok baca tersebut, bermanfaat dalam menumbuhkan
sehingga semua buku bisa dinikmati minat membaca para siswa.
oleh semua siswa.
Nordiana berhasil membangun
Hal ini bermanfaat dalam pengayaan sinergi kepala sekolah, guru,
siswa dengan bacaan buku yang pemerintahan desa, dan semua
beraneka ragam yang menumbuhkan unsur masyarakat. Sekolah di
minat dan budaya baca siswa di perdesaan yang terpencil ini
kelas. Buku-buku dikoleksi di pojok semakin berkembang pesat. Terbukti
kelas manakala setiap pagi sebelum dengan banyaknya bantuan dana
jam belajar dimulai, siswa bebas dari pemerintah, perusahaan, dan
memilih membaca buku yang masyarakat yang mengalir masuk
tersedia. Program membaca 15 menit untuk pembangunan sekolah.

59

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Pada setiap Kamis SMPN 3 Pekanbaru menggelar pentas kreasi literasi. Setelah siswa membaca
bersama buku bacaan, perwakilan kelas menampilkan kreativitas mereka dari hasil kegiatan
membaca.

60

SMPN 3 Pekanbaru

FOKUS PADA PERUBAHAN
PEMBELAJARAN DAN
BUDAYA BACA

Oleh Tri Wahyuni, Jurnalis Suara Karya

Ownership merupakan salah satu penopang motivasi kerja
dalam suatu teamwork. Anggota tim akan berkerja maksimal
karena merasa program yang sedang dikerjakan adalah miliknya.
Menggunakan prinsip itu Asbullah, Kepala SMPN 3 Pekanbaru dalam
mengembangkan sekolahnya. Walaupun ia sudah tahu apa yang harus
dilakukan, tetapi ia mengajak semua guru melakukan analisis SWOT
terhadap sekolahnya. Dengan begitu, semua guru merasa “mengubah
pembelajaran menjadi aktif” adalah miliknya. Ujungnya, semua guru
akan melaksanakan program tersebut dengan sepenuh hati.

Pekanbaru, Riau - Kepala SMP Negeri perubahan pembelajaran di sekolah,
3 Pekanbaru, Asbullah mengaku sebagaimana ditawarkan Tanoto
senang sekolahnya bisa masuk Foundation melalui Program PINTAR.
dalam program kemitraan dengan Tidak semua guru suka perubahan.
Tanoto Foundation. Meski kemitraan “Terutama beberapa guru yang
itu baru terbangun dalam satu tahun kurang terbuka. Jumlahnya memang
terakhir, namun hasilnya nyata. tak banyak tetapi mereka juga
Pembelajaran aktif yang diterapkan harus didekati untuk bersama-sama
para guru dapat meningkatkan melakukan perubahan,” tuturnya.
nilai ujian nasional (UN) 2019. Jika
sebelumnya SMPN 3 berada di Upaya pertama yang dilakukan
peringkat 18, sekarang posisinya naik Asbullah adalah mengundang para
jadi peringkat 6 di Kota Pekanbaru. guru untuk melakukan pelatihan
dengan metode SWOT (strengths,
Asbullah mengakui bukan weaknesses, opportunities, dan
threats). Sekolah membuat
hal mudah dalam melakukan

61

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

perencanaan strategis untuk secara berkelanjutan. Membeli buku
mengevaluasi kekuatan, kelemahan, bacaan dengan menggunakan 5-7
peluang, dan ancaman dalam persen dana BOS, juga menggalang
penerapan Program PINTAR. penyediaan buku bacaan dari
orangtua secara berkala setiap
Dari hasil SWOT tersebut, Asbullah semester. Sekolah juga bekerja sama
dengan Dinas Arsip Perpustakaan
dan para guru bersepakat prioritas Kota Pekanbaru untuk peminjaman
buku-buku bacaan.
utama yang perlu dilakukan
“Berkat usaha gotong royong
adalah mengubah model berbasis keikhlasan ini, perpustakaan
kami mendapat akreditasi dari
pembelajaran dari pasif, guru Perpustakaan Nasional serta meraih
penghargaan sebagai perpustakaan
menerangkan murid mendengarkan, terbaik di Pekanbaru untuk tahun
2019,” ucapnya.
menjadi pembelajaran aktif dan
Guna mendorong budaya literasi
mengembangkan budaya baca. tumbuh di sekolah, setiap hari
siswa diwajibkan membaca buku
Menata Perpustakaan yang Nyaman bacaan selama 15 menit sebelum
untuk Membaca pembelajaran. “Setiap kelas juga
dibuat pojok baca yang diperkaya
Asbullah mengatakan untuk dengan buku-buku bacaan yang
mendukung program budaya baca, ia menarik minat membaca siswa,”
menata ulang perpustakaan sekolah. tuturnya.
Penataannya tidak bersifat masif,
membongkar atau membangun Di halaman depan sekolah pun
sesuatu yang baru. Perpustakaan disediakan selasar baca yang bisa
sekolah hanya ditata ulang untuk dimanfaatkan siswa untuk membaca
menjadi tempat yang menyenangkan buku bacaan.
dan nyaman untuk siswa membaca.
Pendampingan Menjadi Kunci
Penataan buku juga diperbarui agar
menarik minat siswa membaca.
Tempat duduk dibuat menjadi
lesehan dengan karpet agar siswa
nyaman dalam membaca. Ruangan
pun diberi pendingin agar siswa
betah di perpustakaan.

Buku bacaan di perpustakaan Wakil Kepala Sekolah Bidang
dan pojok baca kelas diperbarui Kurikulum, Elita Yubari menuturkan

62

SMPN 3 Pekanbaru

Asbullah, Kepala SMPN 3
Pekanbaru berhasil membawa

perpustakaan sekolahnya
menjadi juara satu. Para guru

juga konsisten menerapkan
pembelajaran aktif.

bahwa Program PINTAR dapat berlangsung usai pelatihan hingga
dilaksanakan di sekolah dengan satu tahun ke depan,” lanjutnya.
baik karena adanya kegiatan
pendampingan. Setelah pelatihan, “Setiap ada masalah di kelas,
guru tidak “dilepaskan” begitu saya bisa kontak pendamping di
saja, namun mereka mendapatkan Pekanbaru untuk dicarikan jalan
pendampingan dari para fasilitator keluarnya. Perbaikan terus kita
daerah. Pendampingan diperlukan, lakukan. Hal itu yang membuat para
agar materi dan praktik selama guru semangat dan berkomitmen
pelatihan bisa diimplementasikan dalam menerapkan hasil pelatihan,”
secara benar. katanya.

“Saya sudah sering ikut pelatihan guru Untuk memastikan guru berkomitmen
yang digelar pemerintah, tetapi tidak dalam pembelajaran aktif di kelas,
ada model pendampingan seperti kepala sekolah juga rajin melakukan
yang dilakukan Tanoto Foundation. supervisi. “Saya ikut mendampingi
Saat pelatihan kami langsung praktik, guru dalam menyiapkan perangkat
tak sekadar mendengar ceramah dari dan media pembelajaran. Setelah
narasumber,” katanya. kegiatan supervisi, saya ajak teman
guru berdiskusi hasil pembelajaran,
Dengan adanya pendampingan apa yang sudah berhasil dan apa
para guru peserta pelatihan tidak saja yang perlu diperbaiki ke depan.
kehilangan arah dan bisa berjalan Dampaknya, para guru selalu
sesuai jalurnya. “Pendampingan berusaha meningkatkan kualitas
yang dilakukan Tanoto Foundation pembelajaran,” katanya.

63

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Setelah perubahan terjadi di semua berupa cerpen dan puisi juga banyak
kelas, kepala sekolah mengundang di pajang di majalah dinding kelas.
orangtua siswa untuk melihat
pembelajaran di kelas. Hasil karya Disinggung soal biaya dalam
siswa dipajang di dinding kelas. menyediakan Alat Tulis Kantor
“Ternyata banyak orangtua yang (ATK), media pembelajaran, serta
terkesan atas hasil belajar anak- alat dan bahan untuk praktik, Elita
anaknya,” Katanya. “Jadi, bukan mengatakan hal itu tergantung
hanya angka-angka dalam rapor saja kebutuhan. Umumnya siswa
yang dilaporkan, tetapi juga hasil membawa sendiri bahan yang
riil pembelajaran di kelas juga bisa digunakan dalam pembelajaran.
diketahui orangtua,” lanjutnya. “Sebenarnya media pembelajaran
yang dipakai tak mahal, seperti
Dalam pembelajaran aktif, kertas manila besar, spidol atau tali
rafia. Karena hasilnya nyata, anak
siswa difasilitasi belajar dengan maupun orangtua tak keberatan
mengeluarkan biaya tambahan anak-
kemampuan berpikir tingkat tinggi anaknya untuk membeli kebutuhan
pembelajaran untuk praktik,”
(HOTS atau Higher Order Thinking ucapnya.

Skill). Kemampuan itu penting untuk

siswa agar bisa bersaing di era digital

saat ini.

Hasil pembelajaran HOTS bisa dilihat Jika sekolah membuat sendiri
dari pajangan hasil karya siswa di media pembelajaran, maka sekolah
semua kelas. Seperti laporan siswa boleh menganggarkan kebutuhan
kelas IX yang membuat VCO (virgin pembelajaran aktif dari dana BOS
coconut oil) atau minyak kelapa yang dan memajang laporan penggunaan
mengandung bakteri baik. Pada keuangan sekolah secara transparan.
laporan tersebut siswa memaparkan
langkah-langkah pembuatan VCO “Dalam konteks ini peran penting
dari buah kelapa tua yang masih komite sekolah dan orangtua
segar, menunjukkan manfaat VCO, dilibatkan dalam perencanaan,
dan menarik kesimpulan dari pelaksanaan dan evaluasi program
kegiatan yang mereka lakukan. sekolah. Peningkatan mutu
pendidikan tidak bisa jalan sendirian.
Ada juga laporan hasil pemecahan Butuh dukungan bersama,” katanya.
masalah matematika tentang belajar
koordinat kartesius yang mempelajari Hal senada dikemukakan Ketua
transformasi. Tulisan kreatif siswa Paguyuban Kelas, Sofyandi. Ia

64

SMPN 3 Pekanbaru

mengaku senang melihat perubahan dianggap sebagai kepanjangan
yang terjadi di sekolah anaknya. Anak tangan kepala sekolah. Ini hanya
pergi ke sekolah dengan senang, persoalan komunikasi saja. Jika
karena merasa yang diajarkan hasilnya nyata, orangtua juga tidak
sekolah menyenangkan. “Terus keberatan menyumbang,” katanya.
terang saja, anak saya sejak masuk
sekolah ini tidak pernah mengeluh. Belajar Aktif Lebih Seru
Berangkat sekolah selalu gembira,”
kata Sofyandi yang membuka usaha Salah satu ciri dari pembelajaran aktif
warungan itu tersenyum lebar. adalah penempatan kursi dan meja
dalam bentuk kelompok. Artinya,
Menurut dia, kolaborasi yang kuat kursi tidak lagi disusun menghadap
antara orangtua siswa dengan ke papan tulis. Kelas dibagi dalam
sekolah, membuat masyarakat kelompok-kelompok kecil yang
merasa memiliki, sementara terdiri dari 4-6 siswa.
lingkungan merasa diperhatikan.
Itu terlihat dari kesediaan orangtua Meja disusun membentuk kelompok
siswa yang berprofesi sebagai pelatih
karate dalam kegiatan ekstrakurikuler dan menempatkan siswa sebagai
di sekolah tanpa dipungut bayaran.
“Sebelumnya orangtua siswa “alergi” subyek belajar. Mereka mengamati
terhadap komite sekolah, karena
sesuatu, mengelompokkan,

mendiskusikan, lalu melaporkan

hasil pengamatan tersebut. Dengan

Siswa Kelas VIII SMPN 3 Pekanbaru, Riau sedang praktik translasi (pergeseran) dalam matematika.
Mereka langsung mempraktikkannya di dalam dan halaman kelas.

65

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

demikian, sekolah benar-benar “Anak kami ajak untuk membuat
fungsional dan efektif memberi gambar cerita untuk memudahkan
pengalaman belajar kepada siswa menuangkan idenya,” kata Arlini.
dalam waktu belajar yang sangat
terbatas. Anak-anak terlihat asyik

menggambar kebakaran hutan

Seperti dikemukakan Arlini, guru dengan gayanya masing-masing.
bahasa Indonesia yang sedang
mengajar di kelas IX-2. Guru Tak ada pembatasan, yang penting
membuat Lembar Kerja (LK) yang
berisi penugasan atau pertanyaan setiap gambar memiliki ceritanya
produktif, terbuka, dan imajinatif.
Melalui LK, siswa didorong untuk masing-masing. Siswa tidak perlu
membangun gagasannya sendiri,
berpikir kreatif dan alternatif untuk menyontek temannya, karena semua
memecahkan masalah pembelajaran.
tergantung imajinasi dari masing-

masing siswa.

LK diterapkan dalam pembelajaran Salah satu siswa, Zahwa Indria
mengaku senang dengan model
aktif dengan unsur MIKiR. Melalui pembelajaran MIKiR. Karena ia bisa
berkreasi atas apa yang ditugaskan
MIKiR, siswa difasilitasi untuk guru, sehingga proses pembelajaran
jadi lebih menyenangkan. “Memang
mengalami seperti melakukan kadang sulit menuangkan pikiran ke
dalam gambar atau tulisan. Tetapi
kegiatan pengamatan, memecahkan jika kita rajin berlatih, lama kelamaan
jadi lebih mudah. Malah, semua
masalah, berwawancara, atau materi pembelajaran lebih nempel di
kepala, dibanding hanya mendengar
melakukan percobaan saat omongan guru di kelas,” tutur Zahwa.

pembelajaran berlangsung.

Siswa dikumpulkan dalam kelompok Termasuk mata pelajaran
kecil agar lebih mudah ber-interaksi,
berdiskusi atau bekerja sama. Hasil matematika, yang dulu dirasakan
karya, gagasan atau pikiran siswa
nantinya akan dipresentasikan atau Zahwa agak sulit. Berkat MIKiR
di-komunikasi-kan. Saat itu, topik
pembelajaran soal kebakaran hutan ia jadi suka matematika, karena
di Riau pada pertengahan tahun
ini. Siswa diminta menuangkan mengerjakan soal dengan LK
gagasannya dalam bentuk gambar
dan cerita dalam 8 delapan kolom, tak sekadar mengerjakan soal
lalu dipresentasikan di depan kelas.
dengan menghapal rumus-rumus.

Begitupun dengan mata pelajaran

IPA yang langsung lebih banyak

praktik melakukan percobaan atau

66

SMPN 3 Pekanbaru

pengamatan langsung. “Belajar dilakukan oleh siswa. Para siswa
sekarang jadi lebih seru. Karena unjuk kebolehan lewat kegiatan baca
banyak hal baru yang kami pelajari puisi, menceritakan kembali isi buku
di kelas. Bisa diskusi dengan teman yang sudah dibaca, atau pertunjukan
saat mengerjakan tugas,” katanya. kreativitas lainnya seperti menari
dan menyanyi.
Proses belajar mengajar di sekolah
ini aktif sejak pukul 7 pagi. Siswa Belajar dari kepemimpinan kepala
memulai pagi dengan kegiatan
mengaji dan kultum. Bagi siswa SMPN 3 Pekanbaru, terbukti
nonmuslim, bisa membaca Alkitab
masing-masing. Kegiatan ini sekitar kepala sekolah memainkan peran
30 menit setiap Selasa hingga
Jumat. Lalu siswa membaca buku penting dalam meningkatkan
bacaan tidak disuarakan. Kondisi
berlangsung senyap. mutu pembelajaran. Untuk itu,

Setiap Kamis, sekolah akan pemilihan kepala sekolah harus
menggelar pentas kreasi literasi yang
mempertimbangkan unsur

kepemimpinan yang dapat membawa

sekolahnya menjadi lebih baik lagi.

Maju atau tidaknya manajemen

sekolah sangat bergantung pada

kepala sekolah!

(Kiri) Di semua kelas tersedia sudut baca yang diperkaya dengan koleksi buku-buku bacaan yang
disukai siswa. Hasil karya pembelajaran siswa juga dipajang di kelas untuk menjadi sumber belajar
bagi siswa. (Kanan) Suasana perpustakaan sekolah yang membuat siswa nyaman membaca.

67

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Siswa kelas IX SMPN 4 Tenggarong sedang membuat alat peraga sistem reproduksi manusia untuk
mereka presentasikan pada teman-teman sekelasnya.

68

SMPN 4 Tenggarong

SEMPAT RAGU, KINI BUAT
PEMBELAJARAN LEBIH MAJU

Oleh Malvyandie, Jurnalis Tribunnews.com

Sebagai kepala sekolah, Agus Suparmanto telah menerapkan konsep
MBS dengan baik. Mengubah pola “perintah” menjadi layanan. Tugas

kepala sekolah adalah membantu memfasilitasi guru agar dapat
bekerja dengan baik. Selanjutnya tugas guru adalah membimbing
dan memfasilitasi siswa akan dapat belajar dengan baik, menerapkan

konsep MIKiR dengan tepat.

Kutai Kartanegara, Kalimantan praktik seperti ini memudahkan
Timur - “Cara pembelajaran seperti kami dalam memahami pelajaran.
ini menyenangkan. Kami tidak Daripada yang seperti guru
sekadar mendengarkan penjelasan menjelaskan saja.”
guru. Kami juga dilatih presentasi,
menyampaikan hasil kerja kelompok Apa yang disampaikan Gilang dan
di depan kelas. Kegiatan praktikum Alia tersebut itu tentu tidak muncul
yang dilakukan juga membuat saya begitu saja. Mereka kini terbiasa
mudah memahami pelajaran.” dengan pendekatan pembelajaran
aktif yang telah diterapkan di
Itulah pernyataan Gilang, siswa sekolah selama 1,5 tahun belakangan
kelas IX SMPN 4 Tenggarong, Kutai ini. Pendekatan pembelajaran aktif
Kartanegara, saat saya berbincang yang dimaksud adalah ‘MIKiR’ atau
dan mengikuti kegiatan belajar akronim dari ‘Mengalami, Interaksi,
mengajar di kelas tersebut. Komunikasi, dan Refleksi’.

Pernyataan serupa juga disampaikan Konsep MIKIR merupakan unsur dari
Alia, siswa kelas IX. “Menurut saya pembelajaran aktif yang dikenalkan
cara belajar aktif, sering diskusi dan oleh Tanoto Foundation kepada

69

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

berbagai sekolah mitra Tanoto PINTAR adalah “ajian serat jiwa”
Foundation. Pendekatan berusaha bagi sekolahnya. Ia mengungkapkan
menjawab tantangan abad 21 dan setidaknya ada beberapa gerakan
mempraktiskan unsur 5M yang ada yang ia implementasikan.
dalam Kurikulum 2013.
“Misalnya manajemen sekolah
Tantangan Bagi Kepala Sekolah yang terbuka. Manajemen yang
terbuka merupakan langkah awal
Perubahan cara pembelajaran yang harus dilakukan sekolah
di SMPN 4 Tenggarong tidak bila ingin melibatkan masyarakat
bisa dilepaskan dari peran Agus dalam mengembangkan sekolah.
Suparmanto, sang kepala sekolah. Bagaimana caranya? Ya dengan
Ia telah melakukan banyak gerakan melakukan pendekatan dengan
perubahan di sekolahnya. Pria ini komite dan orangtua siswa,” katanya.
juga pernah menjadi kepala sekolah
di beberapa sekolah. Ia mencontohkan ketika menyusun
program sekolah, dia melibatkan
Agus menyinggung soal pelatihan komite sekolah dan orangtua.
Program PINTAR Tanoto Foundation Selama rapat, mereka bersama-sama
yang diikutinya. Menurutnya Program menyusun program dan perkiraan

Kepala SMPN 4 Tenggaong, Agus Suparmanto berhasil meyakinkan orangtua siswa untuk ikut
terlibat dalam program peningkatan mutu sekolah.

70

SMPN 4 Tenggarong

dana-dana yang dibutuhkan dan sederhana. Contohnya Membaca

sumber dananya. Senyap dan Pojok Baca.

Semua dilakukan secara terbuka. “Saya sempat bertanya-tanya,
Setelah perencanaan program jadi, apa pentingnya pojok baca. Toh
komite dan orangtua siswa diundang di sekolah ada perpustakaan.
kembali untuk melakukan review. Namun setelah berjalan, saya baru
Jadi sebagai kepala sekolah, Agus menyadari bahwa posisi buku yang
Suparmanto telah menerapkan dekat dengan tempat duduk siswa
prinsip manajemen berbasis sekolah bisa mempengaruhinya untuk
(MBS) dengan tepat. membaca. Dibanding jika para siswa
harus berjalan dulu ke perpustakaan
Terobosan Sang Kepala Sekolah untuk sekadar membaca,” katanya.

Agus mengungkapkan, selama ini Inovasi lain yang dilakukan Agus
guru-guru di sekolah telah banyak untuk merangsang minat baca siswa
mengikuti program pelatihan atau adalah program yang disebut dengan
workshop. Hanya saja pelatihan itu Jumpa Kopi. Program ini adalah
tidak berdampak signifikan. “Karena strategi untuk membuat koleksi buku
semacam teori saja, tanpa ada tindak di pojok baca ruang kelas SMPN 4
lanjut. Jadi ujung-ujungnya kembali Tenggarong terasa selalu baru.
lagi ke pola konvensional,” katanya.
Jumpa Kopi sendiri merupakan
Agus menuturkan, banyaknya akronim dari Jumat Pagi Koleksi
pelatihan yang “terbuang sia-sia” Pindah. Program ini dilaksanakan
membuatnya sempat ragu ketika setiap Jumat pagi selepas para siswa
hendak bergabung dengan program melakukan senam pagi. Dikoordinir
Tanoto Foundation. “Apa sih Tanoto oleh masing-masing pengurus kelas,
Foundation ini? Saya jujur saja ragu. para siswa setiap kelas menukarkan
Sebab selama ini sudah banyak koleksi buku bacaan di pojok-pojok
program, pelatihan tapi yang ada baca kelas dengan kelas lainnya.
justru tidak efektif. Tidak berjalan. Misalnya, kelas VIIA bertukar
koleksi buku dengan kelas VIIB, VIIC
Namun setelah berjalan, Agus bertukar dengan VIIIA, IXA dengan
mengaku tertarik dengan program IXB dan seterusnya.
yang diberikan Tanoto. Sebab,
katanya, program-programnya lebih Melalui Jumpa Kopi semangat
membaca siswa meningkat. Mereka

71

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

setiap saat bertemu dan disuguhi apa? Jurnal ini berperan sebagai
buku-buku yang belum pernah monitoring sekolah dan orangtua
dibaca. Agus mengakui, koleksi buku siswa terhadap kegiatan membaca
di sekolah memang cepat habis siswa. Jika aktivitas membaca
terbaca. Terutama sejak SMPN 4 dilakukan di sekolah, jurnal akan
Tenggarong mengadakan program ditandatangani guru. Sebaliknya jika
membaca 15 menit setiap pagi dilakukan di rumah, orangtua yang
sebelum pembelajaran. akan menandatangani,” kata Agus.

Jurnal Membaca Menyatukan Visi Pembelajaran

Guna mendukung kegiatan Satu hal lain yang menjadi
membaca para siswa, pihak sekolah tantangan menerapkan konsep
juga membuat jurnal membaca. Tanoto, menurut Agus, adalah soal
Jurnal tersebut berisi kolom supervisi pembelajaran di kelas. Ia
tanggal, halaman buku yang dibaca, merasa kegiatan supervisi harus
rangkuman, dan tanda tangan wali lebih humanis. “Biasanya kan guru
kelas atau orangtua siswa. dipanggil, kemudian kepala sekolah
menilai apa saja yang telah dilakukan
“Ini merupakan bagian dari kontrol sang guru. Itu justru membuat
terhadap minat membaca siswa adanya jarak antara kepala sekolah
tumbuh secara baik. Di jurnal dan guru. Saya ingin ada kesetaraan
membaca, siswa akan menuliskan antara guru dan kepala sekolah.
buku apa yang mereka baca. Sebab tujuan supervisi adalah
Judulnya apa, pengarangnya siapa? pembinaan,” katanya.
Kesan mereka terhadap bacaan itu

Koleksi buku bacaan
di pojok baca
kelas diperbarui
seminggu sekali
melalui program
Jumpa Kopi yang
dilaksanakan setiap
hari Jumat.

72

SMPN 4 Tenggarong

Bagaimana caranya? Menurut Agus bermakna untuk anak,” katanya.
hal tersebut bisa dilakukan dengan Pokoknya pendekatan saintifik
pola mengajar bersama. Metode ini diterapkan di sekolah saya tersebut.
diakuinya lebih menyita waktu dan
tenaga ketimbang cara konvensional. Peran Aktif Orangtua
“Karena kami, kepala sekolah dan
guru, harus duduk bersama lihat Agus menyadari sehebat apapun
dulu perencanaan mengajarnya, kita yang dilakukan kepala sekolah dan
lakukan simulasi bersama, kemudian guru untuk mendidik siswa tak akan
kita lakukan mengajar bersama di sukses tanpa peran dari orangtua.
kelas,” ujarnya. Untuk itulah, dalam menjalankan
Program PINTAR, dirinya juga
Sebelum hal itu dilakukan, Agus melibatkan peran setiap orangtua
peserta didik di sekolah tersebut.
mengaku sering menemukan

ketidakcocokan antara

rencana pembelajaran dengan “Dahulu, jika anak-anak diminta
gurunya membawa daun, misalnya,
pelaksanaannya di kelas. Pun kadang untuk praktik pelajaran IPA, pasti
tidak dilaksanakan. Bukan cuma satu
tidak terkoneksi dengan unsur atau dua orang, tapi hampir semua
melakukan hal tersebut,” katanya.
MIKIR. “Misalnya saja saat mengajar

tentang jenis-jenis tumbuhan dan

kategorisasinya. Guru tidak langsung

menghubungkan dengan konteks

kehidupan siswa. Gurunya hanya Ia pun berinisiatif untuk mengundang
orangtua dalam pertemuan yang
menerangkan di kelas,” katanya. dinamakan Paguyuban Kelas.
Paguyuban ini dibagi berdasarkan
“Jadi waktu pembelajaran IPA tentang masing-masing kelas. “Pembentukan
paguyuban ini juga sangat efektif
tumbuhan itu, saya minta guru untuk mendorong keterlibatan orangtua
siswa. Paguyuban ini dibagi
langsung mengkoneksikan dengan berdasarkan masing-masing kelas.
Sehingga orangtua jadi merasa lebih
kehidupan nyata. RPP yang dibuat ‘dekat’ karena mereka merasa itu
adalah kelas anak-anaknya sendiri.”
guru kami ubah bersama-sama,

dan pada waktu praktik, anak-anak

pergi ke kebun sekolah, langsung

mengidentifikasi tumbuhan,

mengelompokkan berbagai macam

tumbuhan, misalnya berdasarkan

daunnya yang menyirip, sejajar, Paguyuban kelas ternyata

melengkung dan sebagainya. berdampak positif terhadap kegiatan

Pembelajaran menjadi lebih

73

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

pembelajaran. Agus mencontohkan anak ke sekolah. Seakan, apa pun
peran aktif dari orangtua siswa, yang terjadi, sekolah yang bertugas
misalnya dalam program Pojok Baca. mendidik dan mengawasi anak.
“Ada yang menyumbang kipas angin,
jam dinding, dan jujur saja ini tidak “Jadi bukan soal dana. Program
pernah terbayangkan sebelumnya.” Budaya Baca Senyap, misalnya,
perlu biaya apa? Pojok baca? Itu bisa
Menurut Agus, bukan hanya dari partisipasi siswa dan orangtua.
guru dan siswa yang merasakan Mereka bisa berkreasi. Tak perlu
adanya perubahan setelah sekolah dana. Kalaupun toh ada, ya tidak
menerapkan Program PINTAR. banyak. Justru keterlibatan semua
Namun juga orangtua. Mereka pihak yang menjadi kunci. Orangtua
merasa kondisi saat ini lebih baik terlibat, sekolah terawat.”
daripada sebelumnya. Orangtua
bisa ikut mengontrol apa saja yang Ia mengakui awalnya sulit juga
dilakukan anaknya di sekolah. untuk bisa melibatkan guru, dalam
program ini, terutama mereka yang
Bukan Masalah Uang usianya menjelang pensiun. “Namun
setelah diberi pemahaman, mereka
Sederhana tapi berat. Itulah yang justru bersemangat dan terlibat aktif
dikatakan Agus tentang berbagai dalam setiap pembelajaran. Ternyata
program Tanoto Foundation kepada kesamaan visi sangat penting untuk
sekolah-sekolah mitra mereka. membangun kerja-sama di sekolah.
Menurut dia, program dari Tanoto
Foundation tersebut sederhana Anak Tak Berani Membolos
karena tidak membutuhkan banyak
anggaran, tapi di sisi lain menjadi Ketua Paguyuban VIIC Nilam Atmasari
berat karena perlu melibatkan Maulida sangat mengapresiasi
banyak pihak. program-program Tanoto yang
diterapkan sekolah. Mulai dari
“Ini yang jadi tantangan. Tidak pojok baca hingga pembentukan
mudah. Untuk bisa menggerakkan paguyuban kelas. “Termasuk adanya
orang tidak mudah. Kita harus jurnal membaca. Lewat jurnal ini,
bisa melibatkan guru, orangtua, orangtua bisa mendampingi anaknya
hingga tokoh masyarakat. Itu semua membuat jurnal membaca di rumah.
bukan persoalan mudah.” Apalagi, Jurnal ini juga membuat orangtua
sambungnya, selama ini sebagian bisa sangat aktif mendampingi anak
orangtua terkesan “melepaskan” untuk menulis dan membaca.”

74

SMPN 4 Tenggarong

Dia menilai, ternyata dengan anak kini tak berani lagi membolos
program-program literasi yang karena kami dengan mudah bisa tahu
digagas kepala sekolah, siswa jika mereka tak datang ke sekolah,”
semakin menyukai kegiatan tutupnya.
membaca. “Karena merasa tidak ada
paksaan.” Inisiatif yang dilakukan kepala

Menyinggung soal paguyuban kelas, sekolah kini sudah bisa dilihat
Nilam mengakui hal itu membuatnya
lebih mudah mengontrol sang hasilnya. Para guru semakin
anak, terutama apa saja yang telah
dilakukannya di sekolah. Apalagi termotivasi menerapkan
semua orangtua siswa, guru kelas,
dan kepala sekolah terhubung setiap pembelajaran aktif. Pajangan hasil
hari melalui WA group paguyuban
kelas. karya siswa yang memperlihatkan

“Sekarang orangtua siswa bisa kemampuan berpikir tingkat tinggi
berkoordinasi dengan guru kelas
maupun kepala sekolah, membahas sudah bertebaran di semua kelas.
program peningkatan kualitas
pembelajaran untuk anak. Dulu hal Orangtua siswa yang bergabung
itu hanya bisa kami lakukan setahun dalam paguyuban kelas bersemangat
sekali. Ketika pengambilan rapor. membantu sekolah. Mereka yang
Dan, yang tak kalah menarik, anak- sebelumnya tidak pernah terlibat
dalam program sekolah, kini terlibat
aktif mulai dari pembuatan pojok
baca kelas, taman membaca,
sampai menanam pohon untuk
menata keasrian sekolah. Termasuk
membantu menyediakan kebutuhan
pembelajaran aktif untuk anaknya.

Guru tampak sedang mendampingi siswa belajar di kelompok kecil. Di setiap kelas juga tersedia
pojok baca untuk memudahkan siswa mengakses buku-buku bacaan.

75

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Orangtua siswa kelas 1 pada awal masuk sekolah dilibatkan sekitar dua minggu untuk mendampingi
anaknya belajar di kelas.

76

SDN 20/1 Jembatan Mas

MEMBANGUN SEKOLAH
BERSAMA

Oleh Indriani, Jurnalis Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA

Rasa aman dan nyaman merupakan prasyarat anak bisa belajar dengan
baik. Apalagi bagi anak kelas satu yang menganggap sekolah adalah
tempat baru dan terasa asing. Sekolah dengan didampingi orangtua
di awal-awal kelas harus dapat membuat anak beradaptasi dengan

lingkungan sekolah secara alami. Pendampingan orangtua kepada siswa
kelas satu akan membuat masa transisi dapat berjalan mulus. Itulah
yang diterapkan di SDN 20/1 Jembatas Mas Kabupaten Batang Hari.
Sebuah terobosan pedagogik yang sesuai dengan kondisi anak-anak.

Batang Hari, Jambi - Matahari masih Dari kejauhan terlihat satu per satu
malu-malu menampakkan dirinya, para wali murid masuk ke dalam
saat para wali murid memarkirkan ruangan kelas satu, ada yang berjalan
kendaraan roda dua persis di depan di belakang anaknya, ada juga yang
halaman SDN 20/1 Jembatan Mas membimbing tangan anaknya. Wajah
Kabupaten Batang Hari, Jambi. mereka tampak bersemangat. Pada
Sekolah ini terletak 40 kilometer hari itu, para wali murid menemani
atau sekitar satu jam perjalanan dari anaknya belajar. Tak hanya para ibu
pusat kota Jambi. yang menemani, para bapak pun
turut menemani anak-anak mereka
Sekolah itu tepat berada di samping di sekolah.
jalan lintas yang menghubungkan
Provinsi Jambi dan Sumatera Barat. Seorang wali murid Widyawati
Pagi itu kendaraan yang melintas (35) mengatakan sejak awal
masih lengang. masuk sekolah, para wali murid itu
menemani anak-anaknya di dalam

77

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Keterlibatan orangtua siswa kelas 1 mendampingi anaknya belajar di kelas, dapat membantu anak
beradaptasi dengan suasana baru di sekolah.

kelas. Tidak pada setiap pelajaran, Sejauh ini, ia mengaku ada banyak
hanya pada pelajaran tertentu saja. kemajuan yang dialami anaknya,
Terutama pada pelajaran membaca. Rasyid. Anak bungsu dari dua
bersaudara itu belum bisa membaca
“Kami memang diminta guru untuk saat masuk SD. Namun baru dua
membantu anak beradaptasi di minggu di kelas satu, anaknya sudah
lingkungan baru. Salah satunya bisa membaca meski belum terlalu
dengan ikut serta mendampingi lancar.
anak di kelas,” kata Widyawati.
Ia menceritakan kemajuan Rasyid
Saat ditemui, Widyawati sedang dalam membaca sangat dipengaruhi
menemani anaknya, Rasyid Hartono dengan buku bacaan yang ada
(7) di kelas. Saat itu, sedang di sudut baca. Buku bacaan yang
menemani anaknya membaca buku disediakan didominasi buku cerita
dongeng tentang kancil. Dengan anak-anak. Hal itu pula yang
tekun, ia menyimak bacaan Rasyid. memotivasi Rasyid untuk semangat
Pada pelajaran itu, anak-anak bebas belajar, karena Rasyid penasaran
membaca buku yang disediakan di dengan buku bacaan yang ada di
sudut baca, yang terletak di sudut sekolah barunya itu.
depan kelas.

78

SDN 20/1 Jembatan Mas

Arlely, Kepala SDN Jembatan Mas (kiri) menerima sumbangan buku bacaan dari orangtua murid
saat hari pertama masuk sekolah. Para orangtua dilibatkan untuk membawa buku bacaan yang
disukai anaknya untuk diletakan di pojok baca kelas.

Kondisi itu berbeda ketika Rasyid Tidak hanya belajar, Widyawati
duduk di bangku Taman Kanak- juga bercerita bahwa wali murid
kanak (TK), kala itu ia lebih banyak dilibatkan dalam banyak hal dalam
bermain dengan gawai. Namun pembangunan sekolah.
sejak belajar membaca, anaknya
lebih tertarik bermain dengan Guru kelas satu SDN 20/1 Jembatan
buku dibandingkan gawai. Ia pun
menyediakan berbagai buku bacaan Mas, Senjawati, mengatakan
di rumahnya.“Alhamdulillah, sudah
jarang main hp (ponsel), Rasyid lebih keterlibatan orangtua dan
senang megang buku sekarang,”
ucap Widyawati riang. keberadaan sudut baca yang ada

Widyawati mengaku senang para di ruang kelas terbukti berhasil
wali murid diajak untuk menemani
anak-anak untuk belajar di kelas. meningkatkan minat baca
Dengan begitu, ia bisa memantau
perkembangan anak dan tahu apa siswa.”Sebelum mulai belajar, anak-
yang harus dilakukan oleh orangtua
untuk membantu anak belajar. anak mengambil buku dan kemudian

membaca di sudut baca. Lama-lama

minat mereka dalam membaca

semakin meningkat,” ujar Senjawati.

Bahkan siswa kelas satu, kata
Senjawati, meski belum fasih
membaca semangat melihat-lihat

79

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

buku-buku yang ada di sudut baca untuk menemani anaknya di kelas
tersebut. Khusus kelas satu, para sejak dua tahun terakhir. Wali murid
orangtua terlibat membacakan buku itu menemani anak-anaknya di
pada anaknya di kelas. sekolah hingga mereka mandiri.

“Pada anak kelas satu, memang “Setiap hari sampai mereka bisa
mandiri. Biasanya hanya sekitar
dibutuhkan pendampingan dua minggu saja, begitu anak bisa
beradaptasi, orangtuanya biasanya
orangtua hingga mandiri. Kami tidak hanya antar jemput saja,” jelas
Yulisman.
mensyaratkan bisa membaca untuk
Siswa kelas satu, kata Yulisman,
masuk SD, karena sebaiknya anak masih asing berada di sekolah yang
baru. Apalagi dari TK ke SD, anak
baru belajar membaca, menulis, dan tidak hanya mendapatkan lingkungan
baru saja tetapi juga guru, dan teman
berhitung pada kelas satu,” terang yang berbeda pula.

Senjawati. Yulisman kemudian berusaha
meyakinkan para wali murid baru di
Untuk buku-buku yang ada di sekolah itu agar anak tidak perlu lagi
sudut baca pun juga melibatkan didampingi. Ide tersebut disambut
para orangtua. Koleksi buku baik wali murid.
berasal dari sumbangan orangtua
murid. Setiap murid diwajibkan
menyumbang setidaknya satu buku
cerita. Senjawati berharap ke depan
semakin banyak koleksi buku cerita di
sekolahnya, sehingga bisa membuat
siswa semakin mencintai buku.

Sudut baca terdapat di setiap kelas, Sebelumnya, Yulisman juga mengajak
dan setiap siswa diwajibkan untuk wali murid untuk peduli dengan
membaca 15 menit sebelum pelajaran kondisi sekolah. Beberapa waktu lalu,
dimulai. Namun untuk pelajaran para wali murid bergotong royong
tertentu seperti membaca, para menyumbangkan dana dan tenaga
murid bisa menggunakan waktunya untuk pembangunan toilet di sekolah
dengan membaca di sudut baca itu. itu. Pasalnya toilet yang ada kala itu,
tidak memadai dan banyak siswa
Keterlibatan Orangtua yang enggan buang air kecil di situ.
Setelah dibangun, para siswa tidak
Ketua Komite SDN 20/1 Jembatan lagi menahan hajatnya untuk buang
Mas, Yulisman mengatakan pihaknya air kecil di sekolah.
melibatkan para orangtua murid

80

SDN 20/1 Jembatan Mas

“Anak-anak juga menabung dari sisa Dukungan ATK Pembelajaran
uang jajannya. Ada yang Rp500,
Rp200 setiap harinya menyumbang Kepala SDN 20/1 Jembatan Mas
untuk pembangunan toilet.” Kabupaten Batang Hari, Jambi,
Arlely SPd, mengatakan untuk
Yulisman juga mengajak para wali mendukung kegiatan pembelajaran
murid untuk membangun pos aktif di kelas dengan membelikan
satpam di sekolah dan menggaji Alat Tulis Kantor (ATK) seperti kertas
petugas keamanan. Sekolah itu plano, kertas HVS, kertas berwarna,
terletak persis di depan jalan lintas spidol, lem, dan kertas post it.
provinsi, banyak kendaraan melaju Para guru sangat terbantu dengan
kencang. dukungan pembelian kebutuhan ATK
pembelajaran di kelas.
Khawatir dengan siswanya,
Yulisman mengajak para wali murid Guru SDN 20/I Jembatan Mas, Hedly
membangun pos satpam dengan Nasril SPd (33) mengatakan kebijakan
harapan ada satpam yang menjaga kepala sekolah yang membelanjakan
siswa agar tidak keluar dari pintu anggaran untuk membeli ATK sangat
pagar sebelum dijemput. melegakan semua guru. Dukungan
ATK sekolah dapat membantu guru

Siswa melakukan kegiatan pengamatan sebagai bagian dari kegiatan mengalami dalam penerapan
pendekatan belajar aktif dengan unsur MIKiR.

81

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

melaksanakan pembelajaran aktif di Guru Berkembang Melalui KKG
kelas, terutama untuk memfasilitasi
siswa menghasilkan karya dalam Di sekolah itu juga memiliki Kelompok
pembelajaran. ”Sebenarnya tidak Kerja Guru (KKG), baik KKG di
masalah, kami mencari ATK sendiri tingkat gugus maupun KKG mini di
untuk pembelajaran, namun jika tingkat sekolah. KKG merupakan
didukung kebutuhannya oleh sekolah kawah candradimuka para guru
secara terencana dan tersistem, itu untuk pengembangan keprofesian
lebih bagus lagi,” ujar Hedly. berkelanjutan guru. Mereka saling
belajar, saling memberikan masukan,
Pemenuhan kebutuhan ATK dan mereka juga saling belajar
pembelajaran juga didukung oleh dengan menjadi narasumber.
komite sekolah dan segenap orangtua
siswa. Mereka bisa menyumbang ”Dengan menjadi narasumber, kita
sesuai dengan kemampuan, misalnya pasti juga belajar,” ungkap Ketua
siswa membawa alat dan bahan KKG Gugus Kecamatan Pemayung,
untuk praktik di kelas, buku bacaan Asril SPd (49).
tambahan, dan lain sebagainya.
Gugus Kecamatan Pemayung yang
Agar siswa nyaman di kelas ketika dikoordinasikan SDN 20/1 Jembatan
mengikuti pembelajaran, secara Mas membawahi tiga sekolah yaitu
berkala para guru menata tempat SDN 51/I Simpang Kubu Kandang,
duduk siswa dalam kelompok- SDN 35/I Tebing Tinggi, SDN 145 /I
kelompok agar siswa terbiasa Kampung Pulau. Aktifnya KKG baik
belajar bekerja sama dengan teman- di tingkat gugus maupun sekolah
temannya. Meja kursi siswa yang tidak lepas karena dukungan kepala
rusak juga akan diganti. Hal ini sekolah,
menjadi komitmen bersama dengan
guru. “Kepala sekolah sangat memfasilitasi
kemajuan guru-guru di sini. Beliau
“Ibu Arlely menyampaikan kepada sadar guru sangat jarang mendapat
kami bahwa siapapun yang akan pelatihan. Solusinya kita belajar
menjadi kepala sekolah di tempat ini, bersama di KKG. Sekolah kami juga
kenyamanan siswa belajar di dalam sering dijadikan tempat bertemunya
kelas menjadi hal utama,” ungkap para guru untuk belajar,” tambah
Hedly. Asril.

82

SDN 20/1 Jembatan Mas

Arlely mengatakan dukungan guru Sejak itu pula, kata Arlely, banyak
untuk aktif dalam kegiatan KKG terjadi perubahan positif di sekolah
merupakan salah satu cara agar itu, Mulai dari taman baca, toilet,
kemampuan mengajarnya semakin dan juga pos satpam. Wali murid
berkembang. pun diajak bersama-sama dalam
pembangunan sekolah. Proses
“Dengan guru aktif di KKG. akan pembelajaran di kelas pun berubah;
tidak lagi terpusat pada guru, tetapi
mendukung pembelajaran guru di pada siswa.

kelas. Mereka bisa saling belajar “Keterlibatan orangtua, terutama
di kelas satu sangat penting dalam
dan saling berbagi informasi proses belajar-mengajar di sekolah.
Sejak tahun lalu pula, kami mengajak
memecahkan masalah-masalah orangtua murid terutama kelas satu
SD untuk terlibat langsung dalam
pembelajaran di kelas. Selain itu proses belajar-mengajar,” kata Arlely.

ibadahnya juga dapat karena Para orangtua diajak terlibat
mengajari anaknya dan juga
bersilaturahmi,” tukas Arlely. membantu proses adaptasi. Hal
itu dikarenakan siswa kelas satu
Program PINTAR masih malu-malu jika ditinggal
orangtuanya di kelas, serta kurang
Semua inisiatif itu tak terlepas dari bersemangat. Berbeda jika ditemani
program Pengembangan Inovasi orangtua, maka anak tersebut akan
untuk Kualitas Pembelajaran bersemangat belajar dan lebih
(PINTAR) yang dikembangkan berani.
oleh Tanoto Foundation. Melalui
Program PINTAR, kepala sekolah, Menurut Arlely, ide awal keterlibatan
guru, pengawas sekolah, dan komite orangtua tersebut berasal dari
sekolah mendapatkan pelatihan imbauan Kementerian Pendidikan
manajemen yang baik pula. dan Kebudayaan (Kemendikbud)
yang mengajak orangtua untuk
Kepala SDN 20/1 Jembatan Mas mengantarkan anaknya pada hari
Kabupaten Batang Hari, Jambi, pertama sekolah.
Arlely SPd, mengatakan pada 2018
sekolahnya mendapat pelatihan
PINTAR tersebut. Program tersebut
bertujuan mendukung peningkatan
kualitas kepemimpinan kepala
sekolah, manajemen sekolah,
pembelajaran aktif, dan budaya baca.

83

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Dari situ, pihak sekolah dan kepercayaan diri murid, hingga
komite sepakat untuk mengajak
para orangtua terlibat langsung bertambahnya kemampuan
dalam proses belajar-mengajar di
sekolah, khususnya untuk kelas satu. komunikasi murid. Semua murid
Keterlibatan orangtua tidak hanya
belajar di kelas, tetapi diajak untuk dilibatkan dan harus akif.”
peduli lingkungan sekolah.
Unjuk Karya Praktik Baik dan
“Pelatihan ini membawa dampak Diseminasi
positif untuk pembangunan dan
proses belajar-mengajar di sekolah Pada Juli 2019 juga diselenggarakan
kami.” pameran unjuk karya praktik
baik program PINTAR, yang
Kemudian untuk guru pun diselenggarakan Tanoto Foundation
mendapatkan pelatihan bagaimana bekerja sama dengan Pemerintah
mengubah pola pelajaran yang kini Kabupaten Batang Hari. Pameran
tak lagi terpusat pada guru. Guru tak itu diikuti sebanyak 26 sekolah dan
lagi menjadi satu-satunya sumber madrasah memamerkan berbagai
pengetahuan, melainkan fasilitator kreativitas guru dan siswa di sekolah
bagi siswa. Meski tak mudah, Arlely sebagai hasil dari pembelajaran
mengajak para guru untuk berubah. sehari-hari.
Siswa harus aktif dan guru tak melulu
ceramah di depan kelas. Stuart Weston, Penasihat Pogram
PINTAR menyatakan pameran
Arlely mengakui pada mulanya agak tersebut bisa dilihat oleh sekolah
kesulitan mengubah pola mengajar dan madrasah nonmitra, sehingga
guru yang konvensional menjadi bisa menjadi inspirasi praktik baik
siswa yang aktif. Tapi perlahan-lahan, bagi sekolah-sekolah lain.“Kita bisa
perubahan itu terjadi. Saat ini, di melihat siswa yang sangat percaya
setiap proses pembelajaran siswa diri menampilkan hasil belajar di
menjadi aktif dan guru hanya jadi kelas. Hal ini yang kita harapkan
fasilitator. terjadi dalam semua pembelajaran
di kelas. Kami percaya dengan
“Ada banyak hal pelajaran yang pendidikan yang berkualitas akan
bisa diambil dari metode seperti mempercepat kesetaraan peluang,”
itu,” kata Arlely, “Seperti kerja kata Stuart.
sama antarmurid, meningkatnya
Selain pameran yang menampilkan
hasil karya siswa dan guru, beberapa
siswa juga menunjukkan hasil dari

84

SDN 20/1 Jembatan Mas

Siswa dibiasakan mempresentasikan hasil karyanya untuk melatih kemampuannya
mengomunikasikan ide atau pendapatnya.

pembelajaran aktif memakai unsur Kami akan memastikan para siswa
Mengalami, Interaksi, Komunikasi, di Batang Hari mendapatkan
dan Refleksi (MIKiR) di masing- pembelajaran yang berkualitas,” kata
masing stand pameran. Kepala Dinas Jamilah.
Pendidikan Batang Hari, Jamilah
menyampaikan komitmennya untuk Pada tahun 2019, sudah lebih dari
menyebarkan pelatihan Program 90 sekolah dan madrasah di Batang
PINTAR di sekolah-sekolah yang Hari mendiseminasikan pelatihan
belum mendapatkan pelatihan. Program PINTAR dengan dana BOS
atau dana mandiri guru. Dengan
“Kami telah menyiapkan anggaran demikian sekolah di Batang Hari bisa
Rp1 miliar di tahun 2020 untuk mendapatkan pelatihan sehingga
melatih para guru, kepala proses pembelajaran di kelas berjalan
sekolah, dan pengawas dengan optimal dan kualitas pendidikan di
memanfaatkan fasilitator dan daerah itu semakin meningkat.
modul pelatihan Program PINTAR.

85

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Peran serta masyarakat (PSM), orangtua siswa dilibatkan menjadi narasumber pembelajaran di SDN
2 Patukangan.

86

SDN 2 Patukangan

UBAH SISTEM
PEMBELAJARAN RUTINITAS

JADI MENYENANGKAN

oleh Maria Fatima Bona, Jurnalis Suara Pembaruan

Man jadda wajada. Where there is a will there is a way. Barangsiapa
bersungguh-sungguh pasti ada jalan untuk mendapatkan hasil.

Ungkapan itu yang cocok untuk disematkan kepada Ninik Chaeroni,
Kepala SDN 2 Patukangan Kendal Jawa Tengah. Walaupun sekolahnya

bukan mitra Tanoto Foundation, tetapi kesungguhan Ninik untuk
mengadopsi pola MIKiR dan MBS sangat besar. Dengan dana sendiri,
guru-gurunya diikutsertakan dalam pelatihan dengan biaya sendiri dan
didorong untuk menerapkannya saat mengajar. Juga didorongnya

guru untuk ikut KKG untuk dapat berbagi pengalaman dengan
guru sekolah lain. Itulah yang menjadi jalan meningkatnya mutu

pembelajaran di SDN 2 Patukangan.

Kendal, Jawa Tengah - Rumah yang kepala sekolah bertangan dingin
kokoh harus didasarkan dengan yang mampu membawa perubahan
fondasi yang kuat. Hal ini juga di SDN 2 Patukangan, yang terletak
berlaku untuk urusan pendidikan. di Jl Wali Gembyang, Kecamatan
Kemajuan sebuah sekolah tidak Kendal, Jawa Tengah. Pasalnya,
terlepas dari peran dan kepiawaian saat ini sekolah tersebut mengalami
seorang kepala sekolah. Sebagai banyak perubahan pada sistem
seorang pemimpin, kepala sekolah pembelajaran dari konvensional,
harus berani melakukan inovasi untuk siswa duduk berbaris, guru lebih
perubahan yang lebih baik bagi guru, banyak berceramah, kelas kosong
siswa, serta lingkungan sekolah. tanpa ada pajangan siswa menjadi
kelas yang menarik dengan nuansa
Ninik Chaeroni termasuk salah satu sekolah yang menyenangkan.

87

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Hal ini terlihat nyata ketika memasuki disuguhi oleh lemari kaca yang
lingkungan SDN 2 Patukangan. berisi puluhan piala dan piagam
Sekolah yang terletak di Pusat Kota keberhasilan sekolah tersebut.
Kendal dan tidak jauh dari pusat
Pendopo Kabupaten Kendal tampak Ninik menuturkan, metode
asri. Sekolah berbentuk huruf U,
di terasnya ditanami berbagai pembelajaran aktiflah yang menjadi
macam bunga yang membuat mata
memandang tampak menyejukkan kunci perubahan sekolahnya. Di
dan membuat siapa saja betah
berada dalam kurun waktu lama di mana dia harus bekerja keras
tempat itu.
meyakini para guru untuk mengubah
Tidak hanya tampak luarnya saja
yang menarik, setiap ruang kelas cara pandang. Pasalnya, para guru
juga mengalami perubahan. Dinding
kelas yang awalnya kosong sekarang ini telah bertahun-tahun terjebak
sudah dipenuhi oleh hasil karya
siswa yang dipajang. Terdapat juga dengan rutinitas pembelajaran yang
pojok baca di semua kelas. Gambar
dominan dalam kelas adalah pohon kaku, sehingga sulit untuk berubah.
literasi dan pohon refleksi yang
berdaun lebat dari kertas berwarna- “Butuh ketelatenan untuk mengubah.
warni hasil karya para siswa. Membawa sesuatu hal yang baru
tidak bisa cepat. Ini tidak mudah.
Bangku berbaris tidak tampak lagi, Saya harus membangun semangat
semua ditata berbentuk kelompok mau berubah dan mau belajar
kecil sekitar enam atau tujuh siswa kepada para guru yang selama ini
untuk memudahkan mereka telah terbiasa menerapkan metode
berkolaborasi sehingga tercipta berceramah di depan kelas, lebih
lingkungan belajar yang kondusif berfokus pada buku paket, atau
serta menyenangkan seperti pesan menulis di papan tulis,” ujar wanita
Ki Hajar Dewantara. berkerundung itu saat ditemui di
acara Unjuk Karya Praktik baik
Kesan pertama ini, terus berlanjut Pembelajaran, Manajemen Berbasis
ketika kaki melangkah menuju Sekolah, dan Budaya Baca di
sebuah ruangan yang tak lain adalah Pendopo, Kabupaten Kendal, Rabu
ruang kepala sekolah. Mata langsung (31/7).

Ninik mengatakan, semangat untuk
melakukan perubahan di sekolah
yang ia pimpin ini terwujud berbekal
pengalaman menjadi fasilitator
daerah Kendal dari program
Pembelajaran Aktif, Manajemen
Berbasis Sekolah (MBS) dan Budaya

88

SDN 2 Patukangan

Ninik Chaeroni (kanan), Kepala SDN 2 Patukangan sedang mendampingi guru dalam pembelajaran.

Baca dari Program PINTAR Tanoto menarik untuk diterapkan di
Foundation. Meskipun tidak menjadi sekolah-sekolah. Dengan begitu,
sekolah mitra Tanoto Foundation, untuk dapat meniru segala praktik
Ninik berinisiatif mendesiminasikan baik yang dilakukan sekolah mitra
pelatihan Program PINTAR kepada yang dikembangkan di semua
seluruh guru di sekolahnya. Pasalnya, kelas, sekolahnya memfasilitasi
program MBS ini mendapat sambutan guru untuk mendapatkan pelatihan
dan respons baik dari Pemerintah Program PINTAR serta melakukan
Daerah (Pemda) Kabupaten pendampingan terhadap para
Kendal dalam peningkatan mutu guru dalam menerapkan pelatihan
guru, karena materi pelatihan, dan Program PINTAR.
cara perubahan yang ditawarkan
membawa sesuatu yang berbeda. Bahkan, dia mendorong para
guru untuk mengikuti pelatihan
Mengembangkan Pembelajaran dengan mengunakan dana Bantuan
Aktif di Semua Kelas Operasional Sekolah (BOS). Pasalnya,
sebagai sekolah yang bukan mitra
Ninik yang bergabung menjadi langsung program PINTAR (sekolah
fasilitator kecamatan sejak Oktober diseminasi), sekolahnya hanya
2018 menilai semua praktik baik mendapat pelatihan dan tidak
serta modul pembelajaran yang mendapat dukungan dana seperti
ditawarkan oleh Program PINTAR sekolah mitra.

89

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Selanjutnya, agar tetap mendapat mitra dengan bergabung pada di
informasi terbaru, Ninik rutin
mengikuti pertemuan antara group Facebook Forum Peningkatan
kepala sekolah dengan guru untuk
membahas pembelajaran. Ninik Kualitas Pendidikan untuk
yang juga menjabat sebagai
ketua Kelompok Kerja Kepala mempelajari praktik-praktik baik
Sekolah (KKKS) Kecamatan Kendal
ini mendorong para guru di dari sekolah-sekolah mitra Program
sekolahnya untuk mengikuti praktik
baik Program PINTAR yang telah PINTAR. “Para guru mempunyai
dikembangkan pada Kelompok Kerja
Guru (KKG). Perlu diketahui bahwa media sosial, maka kami manfaatkan
Tanoto Foundation juga mendukung
KKG dan Musyawarah Guru Mata untuk melihat praktik baik yang
Pelajaran (MGMP), sehingga para
fasilitator Tanoto Foundation juga selalu di-update oleh sekolah mitra,”
melatih KKG dan MGMP.
ujarnya.
Untuk mendorong semangat
para guru, Ninik rutin melakukan Meningkatkan Peran Serta
pertemuan dengan para guru untuk Masyarakat
membahas pembelajaran serta
mendukung penuh segala inovasi Selain melakukan perubahan
yang dilakukan para guru dalam terhadap para guru, Ninik juga
kegiatan pembelajaran. Bahkan, menyebutkan, kesuksesan belajar
Ninik rajin membagi informasi anak tidak terlepas dari peran
praktik baik dari sekolah lain untuk dan dukungan dari orangtua dan
mendorong semangat para guru lingkungan. Dalam hal ini, dia
melaksanakan pembelajaran aktif mengaktifkan penguyuban kelas.
melalui grup diskusi di WhatsApp. Dengan masing-masing kelas
“Saya selalu membagikan gambar memiliki grup penguyuban.
atau praktik baik, dan saya melihat
para guru tertarik,” ujarnya. Grup tersebut sebagai ruang
orangtua untuk terlibat aktif dalam
kegiatan anak di sekolah. Sehingga
orangtua dapat bersama-sama
menyelesaikan masalah yang sedang
dihadapi sekolah. Pasalnya, forum
penguyuban kelas merupakan
ruang komunikasi orangtua untuk
mengetahui kebutuhan dan kepeluan
anak dalam pembelajaran.

Dengan begitu, selain pelatihan para Dalam hal ini, orangtua dan guru
guru disarankan untuk mengikuti dapat menjalin komunikasi setiap
perkembangan praktik baik sekolah hari melalui WhatsApp Group (WAG)

90


Click to View FlipBook Version