The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku-Praktik-Baik-Kepemimpinan-Pembelajaran-Kepala-Sekolah

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by marsono350, 2021-09-10 03:59:59

Buku-Praktik-Baik-Kepemimpinan-Pembelajaran-Kepala-Sekolah

Buku-Praktik-Baik-Kepemimpinan-Pembelajaran-Kepala-Sekolah

Keywords: Kepemimpinan pembelajaran

SDN 2 Patukangan

Dokter kecil SDN 2 Patukangan memeriksa bak penampungan air toilet sekolah, memastikan tidak
ada jentik-jentik nyamuk.

dalam wadah peguyuban kelas. Untuk itu, keberadaan penguyuban
Orangtua bisa memantau proses kelas dapat membantu mencari
pembelajaran di kelas dari foto atau solusi. Bahkan, mereka sendiri masih
informasi yang dikirimkan guru mendonasikan buku untuk menjadi
kelas. Sedangkan guru kelas juga koleksi perpustakaan.
bisa mendapatkan laporan dari para
orangtua tentang kegiatan membaca Selain itu Ninik menuturkan, untuk
anaknya di rumah. “Semua kelas ada
penguyuban kelas, jadi informasi dari membantu keterlaksanaan program
sekolah bisa diskusikan penguyuban
kelas melalui WAG,” ujar Ninik. kelas aktif, pihak sekolah memberikan

Ninik menyebutkan kendala yang kesempatan pada orangtua siswa
dialami sekolah salah satunya
pemenuhan kebutuhan anak untuk sebagai narasumber kegiatan
mendukung budaya literasi. SDN
2 Patukangan memiliki ruang sekolah, seperti memperingati hari
perpustakaan namun tidak memiliki
koleksi buku yang memadai. Padahal, besar nasional atau hari besar
dalam menanamkan budaya baca
ketersediaan buku sangat penting. keagamaan, memanfaatkan dunia

usaha di sekitar sekolah dalam

menunjang proses pembelajaran

seperti radio, bank sampah, kantor

dinas pemerintah, dan lembaga

swasta.

Pihak swasta yang terlibat dalam

91

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Kegiatan budaya baca membaca buku bacaan yang disukai selama 15 menit.

kegiatan literasi diantaranya dari bersih. Ketiga, bekerja sama dengan
kalangan Dunia Usaha dan Dunia radio daerah untuk melatih para
Industri (DUDI) dan lembaga siswa membuat iklan elektronik dan
pemerintah yang berada di sekitar menyiarkannya.
sekolah. Pertama; SDN 2 Patukangan
menggandeng penerbit buku untuk Mengembangkan Program Budaya
mengadakan pelatihan kepada para Baca Kelas dan Sekolah
siswa bagaimana meningkatkan
kemampuan membaca dan menulis Ninik mengatakan budaya membaca
melalui pelatihan penulisan cerpen menjadi bagian dari pembelajaran
tiga paragraf. aktif yang dikembangkan di
sekolahnya. Dalam hal ini, para siswa
Rencananya karya para siswa tersebut wajib membaca senyap selama 15
akan diterbitkan. Kedua, bekerja menit setiap hari sebelum Kegiatan
sama dengan dinas lingkungan Belajar Mengajar (KBM) di mulai.
hidup untuk meningkatkan
kesadaran siswa dalam menjaga Kegiatan membaca ini juga menjadi
lingkungan dengan tidak membuang agenda rutin yang dilakukan setiap
sampah sembarangan. Kerja sama ini hari Rabu, yang dikenal sebagai hari
membuahkan hasil sangat fantasis, membaca bersama satu sekolah
lingkungan sekolah tampak sangat dengan sebutan Durasi atau SD Dua

92

SDN 2 Patukangan

Rabu literasi yang dilakukan baik baca sepanjang hari. Sedangkan
secara mandiri atau maupun bekerja untuk pohon refleksi digunakan
sama dengan dunia usaha dan dunia para siswa untuk menuliskan hasil
industri, serta melibatkan alumni. pikirannya tentang hal-hal yang telah
dipelajari dan apa yang masih ingin
Kegiatan Durasi ini mewajibkan dipelajari.
para siswa, guru, serta orangtua
atau pihak manapun yang berada “Pohon literasi dan pohon refleksi ini
di lingkungan sekolah pada hari ada di setiap kelas. Anak sejak awal
Rabu berkumpul di lapangan untuk dibiasakan membaca 15 menit dan
membaca buku selama 15 menit. menulis kembali apa yang mereka
Para siswa ditunjuk secara bergilir baca di pohon literasi ini. Sedangkan
dari kelas satu hingga kelas enam di pohon refleksi mereka menuliskan
untuk tampil menceritakan kembali setelah pelajaran berakhir agar guru
buku yang dibacanya. mengetahui hal apa saja yang terjadi
dalam kelas. Apakah siswa senang
“Kebiasaan membaca bersama ini dengan pembelajaran atau tidak,”
tidak hanya untuk membiasakan kata Sulastri guru kelas I SDN 2
anak tetapi juga melatih keberanian Patukangan saat ditemui di sekolah.
karena setiap Rabu secara
bergantian anak membaca cerita Sulastri menuturkan, pembiasaan
di depan umum untuk didengarkan siswa membaca dan menulis ini juga
bersama. Selain itu, siswa lain didukung oleh suasana kelas yang
diajarkan untuk menghargai teman menyenangkan dengan tampilan
yang sedang belajar karena hal ini kelas yang menarik minat siswa
yang dibutuhkan oleh siswa abad 21, untuk belajar. Dalam hal ini, kelas
bahwa selain pintar secara akademik ditata agar anak belajar berkelompok
harus diperkuat karakternya,” dan berkolaborasi. Kolaborasi untuk
ujarnya. melatih anak bertukar pikiran dan
memecahkan masalah bersama.
Ninik juga menyebutkan, selain baca,
siswa juga didorong untuk menulis Tantangan Sumber Daya Manusia
melalui media pohon literasi di (SDM) abad 21 ini tidak cukup
setiap kelas. Pohon literasi ini setiap memiliki ijazah, harus memiliki
hari bertambah daunnya dari hasil karakter untuk dapat bersaing.
tulisan para siswa. Mereka dapat Literasi yang ditanamkan pada
menulis satu atau dua kalimat untuk para siswa ini menandakan para
menceritakan apa saja yang mereka guru dan tenaga pendidik di SDN 2

93

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Patukangan mulai menyiapkan hal ini untuk dikomunikasikan atau
sedini mungkin sejak siswa memasuki dipresentasikan di depan kelas.
lingkungan sekolah melalui metode
budaya literasi untuk menguasai Samudra Marvellino, siswa Kelas VI
4C; Communication, Collaboration, menuturkan senang dengan konsep
Critical Thinking and Problem baru. Dirinya dapat berkerja sama
Solving, Creativity and Innovation dengan teman satu kelompok untuk
melalui pembelajaran aktif dengan setiap tema yang diberikan para guru.
pendekatan MIKIR atau mengalami, Bocah 11 tahun ini mengaku senang
interaksi, komunikasi, dan refleksi. belajar Matematika karena gurunya
selalu mengunakan alat bantu untuk
Nur Zahroni Fitriyati, guru kelas menjelaskan materi pelajaran. Guru
VI SDN 2 Patukangan menuturkan memberi kesempatan pada siswa
setelah dilatih pembelajaran aktif untuk bekerja sama memecahkan
dengan pendekatan MIKiR oleh para masalah Matematika, setelah mereka
fasilitator dari Tanoto Foundation, memahami, baru dilanjutkan dengan
cara mengajarnya menjadi kreatif. soal latihan.
Ia memanfaatkan sumber daya alam
sekitar untuk menjadi alat peraga. “Saya senang belajar dengan duduk
Jikapun hal tersebut sulit ditemukan, begini (berkelompok,red). Kami
dia menggunakan media video yang belajar bersama-sama. Hanya sering
diambil dari Youtube. juga dibentuk pergantian kelompok,”
ujarnya.
“Seperti belajar tentang proses
perkembangbiakan, misalnya hewan- Mengembangkan Manajemen
hewan yang ukuran besar maka saya Terbuka, Transparan dan Dorong
menggunakan media belajar berupa Diseminasi
gambar atau video,” ujarnya.
Ninik menyebutkan, manajemen
Nur menyebutkan, mengunakan terbuka, dan transparan di
media pembelajaran memberikan sekolah diwujudkan dengan cara
kemudahan kepada para siswa menyusun Rencana Kerja Sekolah
untuk materi pelajaran. Sehingga (RKS) bersama komite sekolah,
dengan kelompok kecil yang telah keterbukaan dalam pelaporan
terbentuk dalam kelas para siswa keuangan sekolah dan kepada warga
berinteraksi dan berdiskusi atau sekolah, serta melakukan evaluasi
bekerja sama. Hasil karya siswa dari berkala terhadap pelaksanaan
pembelajaran tersebut difasilitasi program sekolah sehingga terjadi

94

SDN 2 Patukangan

peningkatan kualitas program secara Kendal dengan menggelar
berkelanjutan.
diseminasi pelatihan kelas awal

dengan Modul Program PINTAR

Ninik menuturkan, praktik dengan dana mandiri. Pada Mei

transparansi penggunaan anggaran 2019 lalu, perwakilan masing-masing

di sekolah dilakukan dengan tidak gugus dilatih menjadi fasilitator

menutupi segala informasi sehingga pelatihan di tingkat gugus. Pada Juli

wali murid bisa memantau. Termasuk 2019, 14 orang fasilitator yang telah

ketika ada pembangunan atau menerapkan hasil-hasil pelatihan,

kegiatan apapun selalu diketahui mulai melatih para guru yang berada

oleh komite sekolah, termasuk di wilayahnya.

penggunaan dana BOS untuk

pelatihan guru. “Jumlah guru di kecamatan yang
mengikuti pelatihan diseminasi
Setelah melihat perubahan di Program PINTAR Tanoto Foundation
sekolahnya, Ninik mengajak semua ini sebanyak 228 orang. Kami
kolega kepala sekolah untuk membaginya menjadi 2 gelombang
mendiseminasikan pelatihan Program dan dilaksanakan secara pararel.
PINTAR. Para kepala sekolah juga Gelombang pertama untuk kelas
diajak melihat langsung perubahan tinggi yakni 17-19 Juli 2019 dan kelas
pembelajaran di sekolahnya. Mereka rendah 23-25 Juli 2019,” jelas Ninik
juga diundang bergabung di Group Chaeroni.
Facebook Forum Peningkatan
Kualitas Pendidikan, sarana untuk Setelah pelatihan, peserta
berbagi praktik yang baik.
didampingi oleh fasilitator gugus.

Mereka bisa langsung melakukan

Para kepala sekolah langsung refleksi hasil penerapan pelatihan
yakin untuk melakukan diseminasi
Program PINTAR karena melihat dalam gugus masing-masing.
implementasi di SDN 2 Patukangan.
Mereka melakukan ToT untuk guru- Tujuannya agar pembelajaran
guru terpilih yang kemudian melatih
dan mendampingi untuk semua guru aktif dengan pendekatan MIKiR,
di sekolah-sekolahnya.
pengelolaan kelas, serta lembar kerja

dengan fokus pada pengembangan

pertanyaan tingkat tinggi dapat

diimplementasi dengan baik.

Mereka memulai dengan kelompok
kerja gugus (KKG) di Kecamatan

95

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Perwakilan kelompok siswa mempresentasikan laporan percobaan tekanan hidrostatis yang dia
kerjakan bersama teman-teman sekelompoknya.

96

SMPN 1 Brangsong

BERBEKAL MIKiR SISWA SMPN I
BRANGSONG JADI PINTAR

Oleh Citra Larasati, Jurnalis Medcom.id

Buku adalah jendela dunia. Prinsip itu yang tampaknya dipegang oleh
Sri Handoko, Kepala SMPN 1 Brangsong dalam meningkatkan mutu

pendidikan di sekolahnya. Oleh karena itu literasi dijadikan pendobrak
kebekuan di sekolahnya. Dan ternyata berhasil. Tidak hanya berhasil
menjadikan membaca sebagai kebiasaan siswa, tetapi juga berhasil
menumbuhkan partisipasi orangtua untuk mendukung program sekolah.

Kendal, Jawa Tengah - Beberapa dengan Tanoto Foundation yang
kejadian “aneh” terjadi di Sekolah telah membuat suasana sekolahnya
Menengah Pertama (SMP) Negeri “aneh”, tak seperti sekolah pada
I Brangsong, Kendal, Jawa Tengah umumnya.
setahun belakangan ini. Suara gaduh
di kelas tak lagi terdengar meski Pada Oktober 2018 lalu, Sri Hardanto
jam pelajaran kosong. Sementara mengikuti Pelatihan Manajemen
beberapa kelas juga kerap tampak Berbasis Sekolah tentang Program
kotor dengan remahan roti hingga Pengembangan Inovasi untuk
botol air mineral bekas. Kualitas Pembelajaran (PINTAR)
yang digagas Tanoto Foundation.
Kepala SMPN 1 Brangsong, Sri
Hardanto mengaku bertanggung Kemudian Sri Hardanto pun
jawab atas suasana tak biasa di menceritakan, berbekal ilmu
sekolah yang dipimpinnya tersebut. yang didapatnya dari pelatihan,
Ia mengatakan ini adalah dampak perubahan besar itu pun terjadi.
dari kemitraan antara sekolahnya Tepatnya setelah ia mengotak-atik

97

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Kepala SMPN 1 Brangsong, Sri Hardanto membuat sekolahnya menjadi pusat perhatian di media
massa karena gerakan literasi sekolah yang dikembangkannya bersama para guru.

tiga program penting di sekolahnya sekolah. Eksekusi pertama dimulai
yang dikawinkan dengan Ilmu dari dengan membentuk Tim Literasi
Tanoto Foundation. Sekolah. Ia mengumpulkan seluruh
guru dan pengurus komite sekolah,
Ketiga program besar itu terkait untuk menyampaikan hasil pelatihan
dengan manajemen sekolah, budaya Program PINTAR Tanoto Foundation.
baca, dan proses belajar di kelas Pertemuan tersebut ditindaklanjuti
yang berorientasi pada pendekatan dengan memetakan potensi di
pembelajaran aktif. Ia bertutur, sekolah, dengan sejumlah target
kegiatan literasi adalah salah utama program literasi jangka
satu yang paling berperan dalam panjang dan pendek yang akan
perubahan besar pada suasana di dicapai di sekolah.
sekolahnya saat ini.
Tim Literasi sekolah itu kemudian
Bentuk Tim Literasi Sekolah digawangi tiga srikandi yang terdiri
dari tiga guru perempuan, yakni
Berbekal pelatihan yang diterimanya, Amalia Hayati, Harini, dan Berka
Sri Hardanto langsung menerapkan Efriana. Kali itu, Harini didapuk untuk
ilmu meningkatkan literasi untuk menjadi Ketua Tim Literasi Sekolah.
menggiatkan budaya baca di Menunjukkan keseriusannya, Sri

98

SMPN 1 Brangsong

Hardanto pun membekali Program diberi kotak khusus untuk dibubuhi
Literasi dengan Surat Keputusan paraf guru pengampu jam pertama.
Kepala Sekolah sebagai payung
pelaksanaan. Tim literasi sekolah memberikan
syarat minimal enam buku yang
Program literasi diputuskan untuk dibaca dalam satu semester.
dimulai sejak menit pertama siswa Ringkasan dari buku ini dikumpulkan
memulai pelajaran di kelas setiap kepada guru Bahasa Indonesia
harinya. Program yang diberi untuk diproses menjadi kumpulan
nama “15 Menit Membaca Sebelum ringkasan hasil karya siswa.
Pembelajaran” ini mewajibkan setiap
siswa SMPN 1 Brangsong mengawali 15 menit setiap hari, hanya
hari belajarnya dengan membaca merupakan langkah kecil untuk
buku bacaan. membiasakan budaya baca pada
siswa. Sasaran utamanya tentu
Sumber buku bacaan bisa berasal saja pada pembiasaan yang lebih
dari buku yang dibawa siswa dari permanen meski siswa tak berada di
rumah, maupun buku yang sudah sekolah.
ada di Pojok Baca kelas maupun
perpustakaan kelas. Buku yang Program ini pun dinilai berhasil.
dibaca wajib bukan buku pelajaran, Sebab kini tak sedikit siswa yang
namun harus buku nonpelajaran kerap memboyong buku-buku dari
alias fiksi atau nonfiksi. Pilihannya perpustakaan sekolah ke rumah.
tentu bisa novel hingga komik. Buku Kini, tidak sedikit siswa yang mampu
dapat dipilih sesuai dengan hobi dan membaca enam buku dalam waktu
kesukaan siswa. satu semester.

Tak berhenti pada kegiatan membaca, Bahkan buku Harry Potter setebal
menit berikutnya dilanjutkan dengan ratusan halaman pun tidak sedikit
kegiatan meringkas apa yang siswa yang tuntas melalapnya hanya
telah dibacanya dalam 15 menit dalam beberapa hari saja. “Di rumah
tersebut. Siswa diberikan waktu saya memiiki koleksi lebih dari 100
untuk menuliskan judul dan capaian buku. Buku cerita yang paling saya
membaca hari itu pada sebuah jurnal senangi adalah Harry Potter dan
membaca. Kecil-Kecil Punya Karya. Saya jadi
terinspirasi punya buku dan menjadi
Jurnal yang dimiliki setiap siswa penulis seperti mereka,” ungkap
ini berbentuk buku tulis biasa yang Annisa Gawe siswa kelas VIII.

99

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Program lain juga dibuat sekolah dengan tingginya minat membaca
untuk menguatkan literasi, yakni siswa, seringkali buku-buku tersebut
melalui program Pojok Baca di telah ludes dilalap hanya dalam
setiap kelas. Seperti namanya, waktu beberapa hari saja. “Jumlah
sekolah memanfaatkan setiap pojok buku bacaannya kurang, selama ini
kelas untuk diisi dengan buku-buku buku sebagian dibawa dari teman-
bacaan. Tak ayal, keberadaan Pojok teman sendiri,” ujarnya.
Baca kini menjadi spot terfavorit
setiap siswa saat berada di kelas. Galang Bantuan Buku

Kegiatan membaca kini tidak lagi Soal pasokan jumlah buku ini
harus menaiki belasan anak tangga sebenarnya telah diantisipasi Tim
untuk menuju perpustakaan sekolah Literasi Sekolah, yakni melalui
yang terletak di lantai dua. “Buku program menggalang penyediaan
bacaan mudah diakses kapan saja, buku bacaan dari orangtua. Selain
bisa diskusi isi buku novel maupun memanfaatkan buku bacaan
pelajaran di sela-sela pergantian dari perpustakaan, sekolah juga
guru mata pelajaran,” ungkap Saskia menggalang bantuan buku bacaan
Maulina, salah satu siswi di SMPN I dari orangtua melalui program “Satu
Brangsong. Buku Satu Siswa”.

Bahkan di saat jam kosong, yakni Program ini disosialisasikan kepada
ketika guru sedang absen mengajar orangtua sejak pertemuan wali
karena satu halangan seperti sakit murid di awal tahun. Walaupun
atau sedang mengikuti seminar di diminta hanya satu buku saja, namun
luar sekolah, suasana kelas pun tak respons orangtua murid ternyata
lagi gaduh. Bahkan menjadi sangat sangat positif.
kondusif berkat Pojok Baca tersebut.
Tak sedikit orangtua yang rela
“Tidak ada lagi kelas ramai saat menghibahkan lebih dari satu
jam kosong, semua menjadi betah untuk sekolah. Buku yang masuk
berada di kelas,” kata Lina. dikumpulkan terlebih dahulu
oleh pengurus kelas, didata, lalu
Ia berharap Pojok Baca di kelas diinventarisir oleh siswa bersama
dapat dibuat lebih menarik lagi ke wali kelas. Kriteria buku yang bisa
depannya. Terutama bagaimana dibawa ke sekolah, di antaranya
caranya agar pasokan buku bacaan harus jenis buku yang sesuai dengan
baru terus diperbanyak. Sebab usia perkembangan siswa, ukuran

100

SMPN 1 Brangsong

Kegiatan budaya baca SMPN 1 Brangsong menarik MetroTV memberitakannya. Sekolah meresmikan
taman baca sekolah untuk mendorong minat membaca siswa.

tidak boleh terlalu kecil, buku tebal untuk membaca buku lain di luar
diperbolehkan, begitu juga komik yang disediakan Pojok Baca di
diizinkan masuk ke dalam sekolah. kelasnya. Hal ini dilakukan untuk
“Yang terpenting konten buku tidak mengantisipasi kejenuhan karena
mengandung unsur pornografi,” kehabisan bahan bacaan di kelas.
tegas Sri Hardanto.
“Biasanya pertukaran buku antarkelas
Program ini telah dilakukan dua kali dilakukan dua bulan sekali, mereka
dalam setahun belakangan. Jika secara sadar dan sukarela menukar
satu kelas ada 32 siswa dengan 27 buku yang telah dibacanya kepada
rombongan belajar, maka selama temannya,” terang Sri Hardanto.
setahun ini saja sekolah sudah
berhasil menghimpun setidaknya Buat Taman Baca
1.728 buku bacaan untuk siswa.
Program Literasi Sekolah kemudian
Buku bacaan ini dirotasi sesuai meluas, tidak hanya berkutat di
kesepakatan antarkelas agar setiap dalam kelas. Tim Literasi Sekolah juga
kelas bisa mendapatkan kesempatan menggagas Taman Baca yang dibuat

101

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Siswa Kelas IX-I SMPN 1 Brangsong sedang menata pajangan cerpen yang mereka buat.
Pembelajaran aktif dengan pendekatan MIKiR yang diterapkan guru membuat para siswa menjadi
lebih kreatif dalam pembelajaran.

di sudut dan halaman belakang Brangsong. Taman baca ini, menurut
sekolah untuk memperkuat atmosfer Agus, juga bisa menjadi percontohan
literasi di sekolah. Pemanfaatan bagi sekolah lain di seluruh
Taman Baca ini diresmikan langsung Kabupaten Kendal. “Semakin banyak
oleh Kepala Dinas Pendidikan Kendal, membaca, maka akan bertambah
Agus Rifai. pengetahuan yang didapatkan,”
terang Agus kala itu.
“Taman baca ini bisa meningkatkan
minat baca siswa. Selain itu bisa Selain itu, ada pula program “Jam
menekan penggunaan gadget di Wajib ke Perpustakaan”, semua
kalangan siswa. Harapannya sebagai siswa per kelas juga telah menyusun
generasi muda, siswa harus terus jadwal mengunjungi perpustakaan.
difasilitasi membudayakan literasi Kegiatan ini terintergrasi dalam
melalui gemar membaca,” kata kegiatan pembelajaran Bahasa
Kepala Dinas Pendidikan dikutip Indonesia.
saat peresmian Taman Baca SMPN 1

102

SMPN 1 Brangsong

Kegiatan mengunjungi Kegiatan teranyar di hari Jumat
ini melibatkan semua kelas untuk
perpustakaan ini juga membaca bersama. “Di kelas 15
menit membaca, kemudian lima
dimanfaatkan untuk studi literasi menit meringkas. Selain hasil
ringkasan ini dimasukkan ke dalam
dan studi pustaka yang bertujuan penilaian, hasil tulisan siswa juga
banyak yang dimasukkan ke dalam
untuk semakin menguatkan buletin sekolah,” kata Masruch.

literasi siswa. Hal ini akan

berdampak pula pada semakin

akrabnya siswa dengan buku dan

perpustakaan.

Kemudian, sekolah juga membuat Kemudian guru kelahiran Kendal
gerakan Jumat Literasi untuk ini menceritakan, bahwa berkat
Guru dan Siswa Pemanfaatan menjalankan program dari Tanoto
taman baca wajib digunakan dalam meningkatkan literasi di
saat hari Jumat literasi. Pada sekolah ini, sekarang SMPN I
hari ini, semua warga sekolah Brangsong berhasil menerbitkan
wajib duduk di halaman kelas buletin berupa majalah sekolah.
dan taman baca untuk kegiatan
membaca buku bersama-sama. Sebelum penerbitan majalah,
sejumlah siswa dipilih untuk
Sekitar 30 menit baik guru, kepala mengikuti pelatihan jurnalistik.
sekolah, siswa, penjaga kantin Sekolah menggandeng grup surat
bahkan tamu diminta untuk kabar Suara Merdeka dan Radar
membaca buku nonpelajaran. Pekalongan untuk menjadi pelatih
“Setelah selesai membaca mereka jurnalisistik bagi siswa.
akan disuguhi presentasi dari siswa
dan guru tentang buku yang telah “Tahap awal ada 40 siswa yang
dibaca,” kata Sri Hardanto dilatih wartawan dari grup Suara
Merdeka. Dana diambilkan dari
Guru Agama di kelas IX SMPN 1 Bantuan Operasional Sekolah (BOS),
Brangsong, Masruch mengatakan, tambahannya dari sumbangan
sebelumnya, setiap Jumat di SMPN orangtua,” terang Masruch.
1 Brangsong hanya ada kegiatan
Jumat Bersih, Jumat Sehat dan Para siswa dilatih menulis dan
Ibadah, namun sekarang sudah didampingi sampai menerbitkan
ditambahkan satu kegiatan bernama sebuah buletin sekolah yang bernama
Jumat Literasi. Spebranesha. Buletin ini berisi
tentang berita aktivitas siswa, hasil

103

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

karya siswa dalam pembelajaran, dan oleh kepala sekolah agar semua
kegiatan-kegiatan rutin sekolah. guru menerapkan pembelajaran
aktif adalah melakukan supervisi
Dalam waktu dekat SMPN I Brangsong menggunakan pendekatan unsur
juga akan menambah agenda Jumat belajar aktif MIKiR .
Kesenian. “Selain untuk refreshing,
ini juga untuk menghaluskan rasa Sekolah mengembangkan instrumen
peserta didik,” imbuh lulusan IAIN pengamatan pembelajaran MIKiR
Yogyakarta (Sekarang UIN Sunan yang telah dimodifikasi. Tim Supervisi
Kalijaga) ini. yang terdiri dari kepala sekolah dan
guru senior yang telah menerapkan
Pembelajaran Aktif MIKiR melakukan supervisi terjadwal
untuk memastikan bahwa guru-guru
Selain program Literasi Sekolah, menerapkan pembelajaran aktif
Sri Hardanto juga menyebarkan tersebut.
virus MIKiR (Mengalami, Interaksi,
Komunikasi, dan Refleksi) yang Dampaknya, sebagian besar guru
ia dapat dari Pelatihan Program
PINTAR Tanoto Foundation. Program sudah terbiasa melaksanakan
ini memfasilitasi siswa dalam
mengembangkan hasil karyanya. pembelajaran aktif dengan unsur

Pembelajaran guru-guru di kelas MIKiR. Hak-hak anak untuk
juga telah bertransformasi dari
pembelajaran konvensional menjadi mendapatkan pembelajaran
pembelajaran aktif.
berkualitas pun secara tak disadari
Walaupun belum semua guru
mendapatkan kesempatan untuk sudah terpenuhi. Di samping
dilatih MIKiR, namun mereka
berinisiatif untuk belajar kepada kegiatan budaya baca juga telah
guru yang telah dilatih.
konsisten dilaksanakan di kelas.
Terkait program ini, sekolah
membentuk Tim Supervisi MIKiR Annisaa Rohmatul Gawe, salah
dan Paguyuban Kelas sebagai satu siswi mengaku, pembelajaran
salah satu cara yang dilakukan berbasis MIKiR ini membuatnya tak
perlu menguras otak berlebihan
hanya untuk menghafal rumus.
Rumus-rumus yang bagi banyak
siswa jelimet dan menakutkan
menjadi lebih mudah dipahami,
karena dipraktikkan dan dialami
langsung dalam pembelajaran di
kelas.

104

SMPN 1 Brangsong

Siswa kelas VIII sedang melakukan percobaan tekanan hidrostatis. Pembelajaran berpraktik seperti
itu membuat siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran.

“Saya jadi lebih mengerti materi- Sekarang dengan kertas berwarna
materi belajar yang selama ini hanya tak hanya bisa berkreasi, tapi juga
dijelaskan lewat rumus, karena lebih mudah memahami pelajaran,”
dalam praktik itu kita didorong untuk ujar siswi kelahiran 5 Desember 2007
mengalaminya sendiri,” ungkap Nisa. itu.

Pernyataan senada juga disampaikan Paling disuka dari produk metode
Saskia Maulina yang mengaku belajar ala Tanoto Foundation ini,
pembelajaran di kelas kini tak lagi kata siswi yang akrab disapa Lina
membuatnya mengernyitkan dahi. ini adalah terciptanya suasana
Guru tak melulu berada di muka kelas yang lebih asyik. Berkat
kelas sembari memegang spidol metode belajar MIKiR ini pula, nilai
ataupun kapur tulis. matematika Lina menjadi lebih baik.
“Dulu nilai seringnya 80, sekarang
Materi belajar tentang Aljabar atau minimal bisa mencapai 90,” imbuh
Tekanan hidrostatis misalnya, bisa Lina.
dikawinkan dengan berbagai alat
peraga, seperti kertas warna warni Terkait pembelajaran MIKiR ala
sebagai media belajar. Tanoto Foundation, Masruch juga
merasakan betul adanya perubahan
“Di kelas sekarang disiapkan dalam pembelajaran di kelas saat
banyak kertas berwarna sebagai ia mengampu pelajaran Pendidikan
media belajar. Dulu hanya ditulis di Agama Islam. MIKiR ini kerap ia
papan tulis, belajar aljabar jadi sulit. terapkan saat memasuki materi

105

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

tentang zakat, haji dan berkurban. “Dengan program yang dikemas
Tanoto dengan MIKiR ini menantang
Umpamanya di kelas IX memasuki daya kreativitas saya sebagai guru,”
materi zakat, biasanya ada materi terang pria 58 tahun ini. Sebab
praktik menghitung zakat. Kemudian menurutnya, laboratorium yang
tema haji, dikreasikan dengan dimiliki sekolah-sekolah “pelat
memutarkan video perjalanan haji. merah” kebanyakan sangat tidak
Lalu ketika materi masuk pada tema menarik dan bahkan fasilitas yang
penyembelihan hewan kurban yang dimiliki sangat terbatas.
sesuai syariat Islam, Masruch pun tak
ragu-ragu untuk mempraktikkannya Hal tersebut, menurut Roziqin, kerap
langsung. membuat guru tidak tertantang
bahkan sering menimbulkan
“Pernah saya minta anak membawa ketergantungan pada alat-alat
ayam hidup sebagai contoh, praktik dari pemerintah.
diajarkan bagian mana yang harus
disembelih, dan bagian mana yang Berbekal pelatihan MIKiR itu, tak
nadinya harus benar-benar putus,” sabar untuk langsung dipraktikkan
bebernya Roziqin di dalam kelas IPA-nya. “Kini
saya tertantang untuk membuat alat
Kisah sukses senada tentang peraga bersama siswa, kalau dulu
pembelajaran MIKiR juga dialami alat-alat di-drop dari pemerintah.
Roziqin, guru mata pelajaran Ilmu Kini anak-anak pun merasa senang
Pengetahuan Alam (IPA) kelas VII belajar dan praktik di laboratorium,”
dan IX. Ia merupakan salah satu guru ungkap mantan kepala sekolah
yang mengikuti pelatihan Tanoto SMPN I Pegandon, Kendal ini.
Foundation di Tirto Arum, Kendal
pada 2018 lalu. Ia mencontohkan dalam materi
model cell, Roziqin menggunakan
Guru jebolan Universitas Negeri media belajar roti dan pewarna
Yogyakarta ini mengaku sangat makanan, dan styroform. Kemudian
antusias mengikuti pelatihan yang saat belajar materi Tekanan
digelar selama tiga hari tersebut. Hidrostatika, Roziqin memanfaatkan
Pelatihan yang memperkenalkan botol plastik bekas air mineral yang
MIKiR itu diakuinya membawa kemudian dilubangi di sisi-sisinya.
suasana baru baginya dan siswa di
kelas, “Setiap lubang ketika ditutup dan
dibuka akan memiliki tekanan

106

SMPN 1 Brangsong

yang berbeda. Kadang ia juga Hasil pelajaran yang mengasyikan
menggunakan minyak sebagai itu pun telah berhasil mendongkrak
pengganti air, untuk mengetahui nilai akademik peserta didik, selain
tekanan hidrostatis dengan massa tentunya juga meningkatkan
jenis yang berbeda,” ujar guru antusiasme belajar di dalam kelas.
pengampu IPA di empat kelas ini.
“Ini ibarat memindahkan
Dengan metode MIKiR, membuat laboratorium di dalam kelas. Karena
jam pelajaran lima jam dalam banyak praktik yang kemudian cukup
seminggu pun terasa kurang karena dilakukan di kelas. Memang sih kelas
siswa sangat menikmatinya. “Dua menjadi kotor dengan bahan peraga,
jam praktik, tiga jam untuk teori,” tapi itu bisa dibersihkan, kotornya
imbuhnya, kelas sangat terbayar dengan hasil
yang diraih siswa,” tutup Roziqin.

Siswa kelas VII mengunjungi pajangan hasil karya teks cerita fantasi yang dibuat oleh kelompok lain.
Mereka saling belajar dari hasil karya teman-temannya. Pembelajaran aktif di SMPN 1 Brangsong
dapat berjalan efektif karena mendapat dukungan dari kepala sekolah.

107

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

SDN 122375 Pematang Siantar menyediakan buku-buku bacaan yang menarik yang ditempatkan
di pojok baca kelas dan di halaman kelas untuk memudahkan siswa mengakses buku-buku bacaan
sehingga minat membaca siswa meningkat.

108

SDN 122375 Pematang Siantar

MEMBENTUK DAN MEMIMPIN
“SUPER TEAM”

Oleh Dhita Seftiawan, Jurnalis Harian Umum Pikiran Rakyat

Ketika beberapa vektor dijumlahkan, resultannya akan maksimal jika
kekuatan masing-masing vektor besar dan arahnya sama. Konsep
Fisika ini yang diterapkan Murniati Nasution dalam memimpin SDN

122375 Pematang Siantar. Berbekal pelatihan yang didapat dari
Tanoto Foundation, Murniati mulai menggalang semua stakeholder
utama sekolahnya, yaitu guru dan orangtua siswa untuk bersama-
sama meningkatkan mutu proses pembelajaran di sekolah. Energi
guru dalam berinovasi dipadukan dengan dukungan orangtua siswa,

sehingga menghasilkan kemajuan sekolah yang sangat cepat.

Pematang Siantar, Sumatera Utara - Murniati menjadi kepala sekolah
Pramoedya Ananta Toer mengatakan, sejak 24 April 2014. Kendati
”Hidup itu sederhana, yang luar demikian, baru pada 2018 beliau
biasa penafsirannya.” Begitulah kira- menemukan cara yang tepat
kira apa yang sekarang dirasakan untuk memulai perubahan. Hal
Murniati Nasution, M.Pd, Kepala SDN itu ia dapatkan setelah mengikuti
122375 Jl. Siak Pematang Siantar, pelatihan yang mendorongnya untuk
Sumatera Utara. Ia sebelumnya lebih banyak berpraktik menerapkan
merasa bingung dan tidak yakin akan pembelajaran aktif, menerapkan
ada perubahan di sekolahnya. manajemen berbasis sekolah,
melibatkan peran serta masyarakat,
Namun Murniati kini selalu bahagia dan mengembangkan budaya baca
ketika berada di sekolah. “Kadang dari Tanoto Foundation.
sampai lupa waktu untuk pulang,”
katanya diiringi tawa berderai.

109

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

“Sejak masuk ke sekolah ini saya meskipun berulang kali mengikuti
ingin membenahi apa yang menjadi beragam pelatihan.
hambatan bagi sekolah untuk maju.
Tiga tahun memimpin tetapi tidak Murniati mengaku kesulitan mengajak
ada perubahan yang signifikan. Niat para guru untuk berinovasi. Selain
dan kemauan saya besar, tetapi saya tidak ada semangat untuk berubah
tidak tahu mau memulai perubahan dari para guru, Murniati sendiri
itu dari mana,” ujarnya. tidak pernah yakin dengan cara-
cara yang dia pakai untuk memulai
Bukan malas yang membuat perubahan. Pasalnya, materi yang
Murniati selalu menemui kegagalan, disampaikannya kepada para guru
tapi keinginan untuk melakukan merupakan materi pembelajaran itu-
perubahan belum menemukan itu saja kurang menarik dan berulang
cara yang tepat. Murniati kerap kali telah didiskusikan.
kebingungan di tengah perjalanan

Pajangan hasil karya siswa tentang hebatnya cita-citaku.

110

SDN 122375 Pematang Siantar

“Triknya seperti apa untuk yang mengikuti pelatihan Kurikukum
memajukan sekolah, saya tidak 2013 dan pembelajaran lain pun
tahu. Apalagi para guru. Kami hanya tak kunjung berkembang. Selesai
mengulang cara-cara lama dengan pelatihan kembali lagi seperti semula
harapan ada hasil yang baru,” tidak ada perubahan.
katanya.
Pencerahan
Merasa penat, Murniati kemudian
memberi kesempatan kepada guru- Murniati mulai pesimistis dengan
gurunya untuk mengikuti pelatihan. keadaan. Ia pasrah jika cita-citanya
Dengan harapan, guru tersebut untuk memajukan sekolah tidak
mampu menemukan hal baru untuk tercapai. Bahkan, awalnya, ia pun
ditularkan kepadanya dan rekan- memilih acuh kepada tim dari
rekan sesama guru. Tetapi, upaya Tanoto Foundation yang pertama
tersebut juga mentok. Para guru kali menawarinya untuk mengikuti

111

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Hasil karya siswa laporan percobaan menemukan kandungan listrik pada buah. Siswa menuliskan
laporan percobaan dengan kata-katanya sendiri.

pelatihan. Ia meyakini, materi kerja keras perorangan. Dengan
pelatihan dari Tanoto Foundation tim yang solid, tujuan yang tadinya
tidak jauh berbeda dengan yang terlihat sangat jauh, menjadi seperti
sudah-sudah. dekat sehingga sangat mungkin
untuk direngkuh.
“Lalu Agustus 2018 saya coba ikut
pelatihan dari Tanoto Foundation. “Saya dikasih berbagai trik untuk
Di situ saya sangat berterima mengubah cara guru mengajar di
kasih, inilah materi pelatihan yang dalam kelas. Tentang tugas saya
saya butuhkan untuk mengubah sebagai manajer, tentang pentingnya
pembelajaran di dalam kelas,” melibatkan orangtua murid.
katanya. Tentang bagaimana cara mengajak
masyarakat untuk turun membantu
Murniati akhirnya sadar. Untuk kemajuan sekolah. Semua saya
melakukan perubahan dibutuhkan dapatkan dari pelatihan di Tanoto
tim yang solid dan satu pemahaman. Foundation. Pelatihan seperti
Bahwa perubahan bukan hasil dari inilah yang selama ini saya tunggu-
tunggu,” ujarnya.

112

SDN 122375 Pematang Siantar

Pelan tapi Maju berkomunikasi saat mengajar di
dalam kelas. Hal itu membuat proses
Pulang dari pelatihan, Murniati kegiatan belajar mengajar menjadi
tidak buang-buang waktu. Senin sangat membosankan. Pasalnya,
pekan kedua Agustus 2018, Murniati guru tidak merangsang siswa untuk
mengumpulkan guru-gurunya untuk mengeluarkan pendapat. Guru hanya
rapat. Ia mempresentasikan semua melihat siswa sebagai objek yang
yang didapat dari Tanoto Foundation harus dididik. Guru tidak bertindak
kepada para gurunya. “Awalnya para sebagai fasilitator yang bisa
guru kurang antusias. Ada juga yang membantu siswa menemukan minat
terlihat bingung. Belum banyak yang dan bakatnya masing-masing.
tertarik,” katanya.
“Perlahan tapi terus maju, cara-cara
Kendati demikian, ia tidak patah lama dalam proses pembelajaran
semangat. Secara perlahan dia terus mulai ditinggalkan. Saya dan guru
melakukan pendekatan personal berpendapat, bahwa pembelajaran
kepada masing-masing guru. seperti itu; komunikasi satu arah
Menjelaskan kepada mereka apa tidak relevan untuk zaman sekarang.
yang akan menjadi tujuan bersama Guru harus memberikan kesempatan
untuk memajukan sekolah tercinta. dan merangsang siswa untuk berpikir
kritis dan aktif berinteraksi. Dengan
“Karena fasilitator di Tanoto begitu, anak-anak akan terbiasa
Foundation bilang, saya harus ikut di berdiskusi, mengeluarkan pendapat
dalamnya, terjun langsung memberi dan sebagainya,” katanya.
contoh dengan tindakan. Ikutlah
saya, saya dampingi mereka. Mana Sejak September 2018 hingga
saja yang selama ini tidak mereka sekarang, setiap guru berkewajiban
mengerti tentang upaya menerapkan menggunakan alat peraga dalam
pembelajaran aktif, saya diskusikan. belajar mengajar. Ia menegaskan,
Bagaimana menerapkan pendekatan alat peraga sangat penting untuk
pembelajaran MIKiR; mengalami, pemahaman siswa tentang konsep
interaksi, komunikasi, dan refleksi, dan membangun interaksi antara
saya langsung memberikan contoh guru dan para siswa.
dengan praktik,” ujarnya.
Alat peraga juga menjadi perantara
Ia menjelaskan, sebelum mengikuti bagi para siswa untuk mengasah
pelatihan Tanoto Foundation, rasa, jiwa, dan membangun pola
guru yang lebih banyak aktif pikir secara sistematis. “Dengan alat

113

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Murniati Nasution (tengah),
sedang melakukan supervisi
pembelajaran dengan model

pendampingan.

peraga, belajar-mengajar menjadi supervisi, kami berdiskusi perangkat
efektif, mudah dicerna, dan melekat pembelajaran yang disiapkan guru.
dalam pikiran para siswa. Karena ada Dari kegiatan ini saya membantu
proses mengalami langsung dengan guru dalam menyiapkan administrasi
contoh,” katanya. dan persiapan pembelajaran. Saya
juga bisa mengetahui dukungan
Ia menuturkan, sekarang setiap yang perlu diberikan untuk guru
pembelajaran disertai dengan melaksanakan pembelajaran aktif,
Lembar Kerja (LK) siswa. LK seperti alat, bahan, dan media
menjadi instrumen untuk mengukur pembelajaran,” katanya.
pemahaman guru dan siswa dalam
mempraktikan pembelajaran aktif. Pada saat guru mengajar, kepala
“Dulu tak pernah ada. LK ini untuk sekolah menjadi pendamping dalam
mengukur proses pembelajaran aktif proses pembelajaran. ”Setelah
yang sudah diterapkan sejauh mana. supervisi, saya juga mengajak guru
Juga menjadi dasar kepala sekolah berdiskusi hasil pembelajaran.
melakukan supervisi,” ujarnya. Apa yang sudah berhasil dan
apa yang perlu diperbaiki ke
Untuk menjaga motivasi guru depan. Dampaknya, para guru
menerapkan pembelajaran aktif, berlomba meningkatkan kualitas
kepala sekolah rutin melakukan pembelajaran,” katanya lagi.
supervisi pembelajaran. Supervisi
tersebut dilaksanakan dengan model Saat mendampingi pembelajaran,
pendampingan. “Saya membuat kepala sekolah selalu memfoto
kesepakatan waktu supervisi kelas kegiatan pembelajaran yang
dengan para guru. Sehari sebelum mempelihatkan keaktifan siswa.

114

SDN 122375 Pematang Siantar

Foto-fotonya dibagikan melalui operasional sekolah,” ujarnya.
WhatsApp Group (WAG) sekolah.
Saat ini, semua guru sudah memiliki Guyub
gawai yang ada aplikasi WA. Dari
WAG tersebut, para guru termotivasi Murniati mengatakan, dana Bantuan
berlomba menunjukkan yang terbaik Operasional Sekolah (BOS) yang
dalam menerapkan pembelajaran didapat dari pemerintah tidak cukup
aktif. untuk memenuhi semua kebutuhan
sekolah. Dana BOS terkuras untuk
“Ternyata efektif. Para guru bisa membayar upah guru honorer dan
melihat gambaran pembelajaran perbaikan fasilitas fisik ruang kelas.
aktif, penataan tempat duduk, dan Untuk membeli alat peraga, bahan
pajangan hasil karya siswa dari WAG pembelajaran, dan lain-lain, nyaris
tersebut. Mereka bisa saling bertanya tidak ada.
dan berbagi tips untuk melakukan
perubahan di kelas,” tukasnya. “Tidak cukup untuk menerapkan
pendekatan pembelajaran aktif
Ia mengakui, proses membangun MIKiR. Lalu saya melibatkan
tim yang solid di antara sesama orangtua siswa. Kalau orangtua
guru tidak membutuhkan waktu tidak peduli, sekolah tidak akan
lama. Pasalnya, Murniati kerap maju. Sebelum saya mendapatkan
memberikan solusi konkret jika ada pelatihan itu, saya tidak tahu triknya.
guru yang belum paham tentang Selama ini hanya saya dan guru saja
praktik baik dari pembelajaran aktif. yang memikirkan kemajuan sekolah,
Kendati demikian, ucap Murniati, ternyata tanpa dukungan dan peran
kekompakan yang dibangun oleh serta masyarakat sekolah sulit untuk
para guru saja ternyata tidak cukup berkembang dan maju,” katanya.
untuk memajukan sekolah. SDN
122375 butuh logistik untuk bisa Ia mengaku, melibatkan orangtua
menerapkan metode pembelajaran siswa dalam membangun sekolah
aktif secara berkelanjutan lebih rumit ketimbang mengajak guru
untuk berubah. Jangankan untuk
“Saya sudah tahu caranya. Guru urusan dana, saat dia mengundang
sekarang sudah satu visi, satu para orangtua siswa untuk rapat saja
pemahaman. Tinggal bagaimana tidak direspons positif. Hal itu karena
mengajak orangtua siswa untuk sebagian besar orangtua siswa
mau berpartisipasi aktif. Terutama memang bukan berasal dari kalangan
untuk gotong-royong mendukung ekonomi menengah ke atas.

115

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

“Lalu saya bentuk paguyuban Guru Senang, Siswa Gemilang
sekolah. Orangtua siswa yang
menyusun siapa ketuanya segala Guru Kelas IV SDN 122375, Elya
macam. Mulailah orangtua kami Rosa Harahap terlihat antusias
libatkan untuk membahas kebutuhan memberikan pelajaran kepada para
pembelajaran untuk anak-anaknya. siswanya. Ia menggunakan media
Ruang pojok baca itu ide dan dananya pembelajaran faktorisasi prima yang
dari orangtua siswa. Sekarang, membuat para siswanya terlibat
kegiatan 17 Agustus, sekolah tidak aktif dalam pembelajaran. Kelasnya
mengeluarkan sepeser pun untuk tampak sangat menarik. Di pojok
kegiatan tersebut. Padahal kami belakang kelas ada sudut baca.
tidak meminta ada perayaan, semua Dinding kelasnya tampak dipenuhi
inisiatif dari paguyuban,” ucapnya. dengan pajangan dan portofolio hasil
karya siswa yang disimpan dalam
Melihat itu semua, guru-guru pun map plastik.
semakin terpacu untuk lebih maju.
Bangkit untuk terus memajukan Misalnya di dinding sebelah
sekolah. Guru-guru mulai sadar kanan, ada mading yang berisi
bahwa sekolah ini sekarang berbeda pajangan laporan percobaan siswa
dengan sekolah lain. Banyak media menemukan energi listrik pada
pembelajaran dan hasil karya anak- beberapa jenis buah-buahan. Siswa
anak yang dikumpulkan dan dipajang menulis dengan kata-katanya sendiri
di dalam ruang kelas. alat dan bahan yang digunakan,
langkah-langkah percobaan yang
“Kami sekarang senang. Orangtua mereka lakukan, sampai membuat
yang selama ini memfasilitasi anak- kesimpulan percobaan.
anaknya juga bisa melihat langsung
bukti fisiknya. Biaya yang mereka Di sisi belakang ada pajangan hasil
keluarkan memang untuk belajar karya siswa tentang hebatnya
dan ada karya nyatanya. Cita-cita cita-citaku yang ditata rapi. Siswa
saya untuk memajukan sekolah mulai menggambar sosok yang menjadi
terlihat. Untuk maju ternyata tidak cita-citanya. Ada yang bercita-cita
selalu perlu hal-hal yang luar biasa, jadi guru, dokter, pemain sepakbola,
cukup mengubah cara pandang dan penyiar TV, dan masih banyak lagi.
membangun kebersamaan,” kata Gambar yang dibuat siswa tentang
Murniati. sosok cita-citanya juga tampak
kreatif. Mereka juga menuliskan
kehebatan dan manfaat cita-cita

116

SDN 122375 Pematang Siantar

tersebut untuk orang lain. Hasil Siswa Kelas IV, Oriza Sativania
karya siswa tersebut menunjukkan Manurung mengaku betah tinggal di
kreativitas siswa dikembangkan sekolah daripada di rumah. Ia bahkan
dalam pembelajaran. tetap meminta pergi ke sekolah
meskipun dalam keadaan badan
Formasi tempat duduk siswa yang kurang sehat. Bukan hanya karena
ditata melingkar per kelompok, takut tertinggal materi pelajaran,
juga tampak menghadirkan nuansa yang paling utama, Oriza tidak
yang lebih nyaman. “Ini memang ingin melewatkan setiap momen
ide dari mereka sendiri. Duduknya kebersamaan dengan teman-
bergantian, diputar. Para siswa temannya di dalam dan luar kelas.
sendiri yang menata tempat duduk
dan memajang hasil karya siswa “Kalau sehari saja tidak sekolah,
di dinding kelas. Suasana di dalam kadang sedih. Karena pas masuk
kelas setiap harinya memang begini, sekolah lagi, teman-teman punya
menyenangkan bagi saya dan para banyak cerita. Saya ketinggalan.
siswa,” kata Elya. Saya kurang suka belajar dengan
cara menghafal saja, saya sukanya
Elya mengaku kerap terharu melihat langsung praktik. Misalnya,
perkembangan yang dialami para menceritakan langsung dongeng
siswanya. Dari yang awalnya malu- yang saya baca dari buku di depan
malu, sekarang menjadi yang paling kelas kepada teman-teman,” ucap
seru. Menurut Elya, dengan diberikan Oriza.
kebebasan dan penghargaan, para
siswa terbukti mampu mencetuskan Ikut Bangga
ide-ide gemilang.
Ketua komite sekolah SDN 122375,
“Apa yang mereka pikirkan terkadang Saril mengaku tidak menyangka
memang tidak terbayangkan oleh perubahan yang dibawa Murniati
saya. Tetapi, dari proses itulah bisa terlihat signifikan dalam waktu
mereka bisa tumbuh lebih kreatif. cepat. Menurut dia, SDN 122375 kini
Jika menemukan kegagalan, menjadi rujukan bagi sekolah lain di
misalnya saat melakukan praktik, wilayah Pematang Siantar. Banyak
mereka juga tidak patah semangat. dari para ketua komite sekolah lain
Terus mencoba sampai bisa,” kata yang juga berdiskusi dengannya.
Elya.

117

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Bukan hanya ingin meniru praktik lebih kreatif dengan karakter dan
pembelajaran baik di dalam idenya masing-masing.
kelas, tetapi juga meminta saran
bagaimana cara membangun “Para siswa membuat dan saling
kebersamaan di antara guru, kepala mengapresiasi hasil karya masing-
sekolah, dan para orangtua siswa. masing. Saya melihat sendiri
Saril pun menceritakan apa adanya bagaimana para siswa membuat
kepada semua pihak yang meminta karyanya sendiri. Orangtua diundang
pendapatnya. sekolah untuk melihat proses
pembelajaran. Dari situlah para
“Kami selaku masyarakat, melihat orangtua mulai percaya, karena
ada perbedaan. Kepala sekolah yang sudah melihat langsung bagaimana
dulu, mungkin biasa saja dalam proses belajar anaknya di sekolah
memimpin sekolah,” ujarnya. sekarang sudah berbeda. Para
orangtua akhirnya ikut terlibat,”
Saril mengatakan bahwa pada ujarnya.
awalnya, tidak semua orangtua
langsung mengerti maksud dan Juliani, orangtua siswa Kelas IV
tujuan dari pembelajaran aktif yang merasakan dan melihat langsung
dijelaskan Murniati. Para orangtua perubahan yang terjadi dalam
siswa juga merasa keberatan untuk setahun terakhir. Menurut dia, saat
ikut menyediakan alat peraga anaknya masuk Kelas I, sekolah
kegiatan pembelajaran. Tetapi, para tersebut masih menggunakan cara-
guru dan kepala sekolah memilih cara lama, seperti duduk berbanjar
memberikan contoh dengan menghadap papan tulis, guru lebih
mengeluarkan dana sendiri. banyak menulis di papan tulis atau
berceramah. Tetapi, saat anaknya
“Sekarang, Alhamdulillah sudah naik Kelas III, mulai ada perbedaan.
ada perubahan dan mendapat
respons positif dari orangtua siswa. “Saat masuk kelas I, belum ada
Para orangtua yang justru aktif perubahan. Banyak perubahan
menanyakan kebutuhan guru dalam setelah anak saya masuk kelas III.
pembelajaran,” katanya. Saya dulu menyekolahkan anak
ke sini karena dekat rumah. Tapi
Menurut Saril, hasil dari pembelajaran sekarang ikut bangga karena anak
aktif tersebut kini sudah terlihat saya belajar di sekolah terbaik dan
nyata. Para siswa mulai lebih berani favorit masyarakat. Banyak yang mau
berbicara di depan kelas. Mereka sekolah ke sini sekarang,” ujar Juliani.

118

SDN 122375 Pematang Siantar

Sebagai anggota komite sekolah, Atas keberhasilan kepala sekolah,
Juliani mengaku tidak mendapat guru, dan orangtua siswa tersebut,
upah. Baik dari sekolah ataupun dari Pemerintah Kota Pematang Siantar
komite sekolah. Ia dan para orangtua pun mengucurkan bantuan dana
siswa hanya senang membantu guru untuk membangun satu unit ruang
untuk memajukan sekolah. “Semua kelas baru. Murniati juga diganjar
sifatnya sukarela untuk memajukan menjadi Kepala Sekolah Terbaik
sekolah. Kami sudah sangat senang Tahun 2019.
karena mendapat pengakuan dari
masyarakat dan Pemerintah Kota
Pematang Siantar,” katanya.

Orangtua diundang mengunjungi kelas untuk melihat hasil karya pembelajaran anaknya.
Keterbukaan manajemen yang diterapkan kepala sekolah membuat kepercayaan orangtua siswa
pada sekolah menjadi meningkat. Mereka dengan sukarela membantu program-program sekolah.

119

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Lusi Ambarani, guru kelas VI MINU Balikpapan sedang mendampingi siswanya melakukan
penyelidikan perbesaran luas lingkaran dalam matematika. Madrasah ini menjadi favorit setelah
kepala madrasahnya melakukan banyak inovasi dalam pembelajaran, budaya baca, dan manajemen.

120

MI Nahdlatul Ulama Balikpapan

BUAT MADRASAH SWASTA
JADI FAVORIT DI KOTA

Oleh Enggar Yohannes Harususilo, Jurnalis Kompas.com

Berbagai studi menunjukkan bahwa manajemen sekolah berperan
penting dalam perkembangan sekolah yang dipimpinnya. Mengapa?

Karena manajemen sekolah yang mendorong kinerja guru dan
karyawan sekolah. Manajemen sekolah yang mengatur keuangan
dan fasilitas sekolah. Manajemen sekolah yang membangun citra
sekolah dan membuat jejaring untuk mendukungnya. Oleh karena itu,
jika menggunakan teori Pareto, memilih dan memberdayakan kepala
sekolah adalah cara paling efisien dalam upaya meningkatkan mutu

pendidikan. MINU Balikpapan telah membuktikan konsep itu.

Balikpapan, Kalimantan Timur menjadi 20 guru menyesuaikan
– Penerimaan Siswa Baru Tahun dengan penambahan jumlah kelas.
2019 di Madrasah Ibtidaiyah Madrasah ini berkembang pesat,
Nahdlatul Ulama (MINU) Balikpapan setelah Kepala Madrasah, Gunanto
membludak. Dari kuota tiga kelas berinisiatif melakukan perubahan
yang diterima, tiga kelas pendaftar dalam pengelolaan madrasah.
lainnya terpaksa ditolak. Padahal dua
tahun sebelumnya, semua pendaftar Ia menciptakan keterbukaan dalam
pasti diterima. Itupun hanya satu manajemen, melibatkan peran serta
kelas. masyarakat, dan memfasilitasi para
guru untuk menerapkan program
Tahun 2017 MINU memiliki 184 budaya baca dan pembelajaran
siswa dengan enam rombel aktif. Inisiatif tersebut membawa
(rombongan belajar). Pada tahun perubahan yang signifikan pada
2019 meningkat menjadi 365 siswa kepercayaan masyarakat untuk
dengan 12 rombel. Jumlah gurunya memilih madrasah ini.
juga bertambah dua kali lipat

121

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Gunanto (berkopiah) saat berdiskusi dengan para orangtua siswa saat pertemuan rutin bulanan
yang dikemas dalam acara arisan dan pengajian orangtua siswa.

Keterbukaan dalam Manajemen Untuk mendapatkan kepercayaan
dan menggerakkan komite dan
“Saya menjadi guru di MINU orangtua mau membantu madrasah,
Balikpapan sudah lebih dari 20 menurut Gunanto ada dua hal yang
tahun. Setelah ditunjuk menjadi harus dilakukan,
kepala madrasah di tahun 2017,
yang menjadi prioritas saya adalah Pertama, rutin membuat pelaporan
menciptakan keterbukaan dalam keuangan secara transparan. Ia
pengelolaan madrasah,” kata selalu melaporkan pemasukan dan
Gunanto yang juga fasilitator pengeluaran madrasah. Bahkan
manajemen berbasis sekolah (MBS) sampai gaji guru dilaporkan. Kedua,
Program PINTAR Tanoto Foundation. rendah hati dan terbuka menerima
masukan untuk kemajuan dan
Pilihan prioritas menciptakan prestasi belajar siswa.
keterbukaan itu bukan tanpa alasan.
Ia merasakan tanpa ada keterbukaan “Saya membuat pertemuan rutin
maka sulit bagi dirinya untuk sebulan sekali dengan orang
mendapat kepercayaan dari para tua siswa. Saya melaporkan
guru dan orangtua dalam melakukan perkembangan sekolah secara
perubahan. terbuka, mulai program-program
sampai laporan keuangan madrasah,”
kata Gunanto.

122

MI Nahdlatul Ulama Balikpapan

Agar orangtua tertarik mengikuti ini dulu kurang dipandang orang.
pertemuan bulanan madrasah, Banyak yang masuk ke MINU
acaranya dikemas menjadi pengajian Balikpapan karena pilihan terakhir.
dan arisan orangtua. Itupun setelah tidak diterima di
sekolah lainnya.
“Pada pertemuan tersebut saya
jadikan ajang curhat mulai kemajuan “Rumah saya bertetangga dengan
madrasah sampai masalah-masalah MINU. Hanya dulu saya bilang, eh
yang dihadapi. Saya juga minta sekolah apa sih ini ya? Memang biasa
para guru menunjukkan kebutuhan- saja. Setelah Pak Gunanto menjadi
kebutuhan pembelajaran. Dengan kepala madrasah perubahannya
keterbukaan tersebut, orangtua drastis. Tampilan depan madrasah
menjadi tahu apa yang perlu dibantu sampai kegiatannya banyak yang
untuk meningkatkan kualitas menarik. Kegiatan penguatan
pendidikan di madrasah,” katanya keagamaannya juga rutin dilakukan,”
lagi. terangnya.

Berkat ‘curhat’ rutin tersebut, Mulai masuk halaman MINU,
orangtua menjadi tergerak membantu pemandangan berupa taman-taman
madrasah. Mulai dari menyediakan kecil yang ditata rapi, ada kolam
buku-buku bacaan untuk anaknya di ikan, dan tempat membaca buku
kelas, pembangunan tangga, toilet, untuk siswa. Gunanto bersama para
taman sekolah, kolam ikan, dan guru dan orangtua bekerja sama
masih banyak lainnya. mempercantik halaman madrasah
dan menata ruang kelas. Hal itu yang
“Ilmu MBS yang saya dapatkan dari membuat penampilan MINU menjadi
Program PINTAR Tanoto Foundation berbeda.
saya terapkan secara konsisten.
Kalau kita terbuka dan mendapatkan Setelah menjadi warga MINU,
kepercayaan dari guru dan Lisna juga merasakan tidak ada
masyarakat, membangun madrasah kesenjangan komunikasi antara guru,
menjadi lebih mudah,” kata Gunanto. kepala madrasah, dan wali murid.
Komunikasi dan kekeluargaan yang
Melibatkan Masyarakat dibangun sangat bagus.

Lisna Ketua Paguyuban kelas II dan “Pak Gunanto orangnya ramah dan
III, menceritakan kalau madrasah terbuka dengan masukan. Di sekolah
umum, mungkin kita segan menegur

123

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Siswa kelas V menunjukkan koleksi buku-buku bacaan yang ada di pojok baca kelasnya.

kepala sekolah secara langsung. madrasah, Lisna juga memasukkan
Tapi di MINU, kepala madrasahnya anak keempatnya di MINU. “Bulan
seperti orangtua sendiri. Kita bisa Februari pendaftaran sudah dibuka,
leluasa menyampaikan ide-ide atau tidak sampai masa penerimaan
masukan,” kata Lisna. siswa baru (PSB) pendaftaran sudah
ditutup,” katanya lagi.
Pertemuan bulanan yang dilakukan
madrasah dengan orangtua, Sutarmi, bendahara komite juga
menurut Lisna membuat dia menjadi merasakan keterbukaan di madrasah
tahu perkembangan madrasah. Para ini. Para orangtua bisa mengetahui
orangtua juga dilibatkan aktif mulai pemasukan dan pengeluaran
dari perencanaan, pelaksanaan, madrasah. Keterbukaan itulah yang
sampai evaluasi program madrasah. membuat orangtua mau mendukung
program sekolah.
“Dalam pertemuan rutin tersebut,
kadang kami juga merancang “Sekarang kami juga bisa membantu
kegiatan yang akan dilakukan penataan kelas. Sekarang kelasnya
bersama guru dan siswa. Seperti menjadi lebih nyaman untuk belajar,”
membuat bazar atau kegiatan kata Sutarmi.
memperingati hari besar nasional
dan keagamaan,” katanya. Giatkan Budaya Baca

Setelah melihat program positif di Gunanto bersama para guru juga

124

MI Nahdlatul Ulama Balikpapan

membuat beragam inovasi untuk 15 menit membaca, perwakilan siswa
menggerakkan budaya membaca di setiap kelas secara bergantian
para siswanya. Ia membuat program menceritakan hasil bacaannya di
literasi yang dimulai pada September depan teman-temannya.
2018. Semua kelas disediakan pojok
baca kelas. Buku-bukunya selalu Pada kegiatan jam membaca, para
diperbarui setiap bulan. guru juga diwajibkan membaca.
Mereka harus menjadi teladan bagi
Setiap hari sebelum pelajaran siswanya dalam membaca.
dimulai ada kegiatan membaca
senyap selama 15 menit. Kegiatan “Kami juga punya program koin
membaca senyap dilakukan agar literasi. Para siswa didorong untuk
siswa bisa berkonsentrasi pada buku menyisihkan koin yang dimiliki. Mulai
yang mereka baca. Setelah membaca dari Rp100 sampai Rp1.000 perhari.
senyap, siswa diberi kesempatan Koin yang terkumpul akan dibelikan
untuk bertanya kata-kata sulit yang buku-buku baru yang disukai siswa,”
tidak dipahaminya kepada guru. kata Lisna Ketua Paguyuban Kelas II.

Khusus hari Sabtu, semua siswa Sementara itu fasilitas penunjang
membaca massal di halaman juga disediakan oleh MINU
madrasah. Tujuannya untuk membuat Balikpapan. Mereka memiliki tempat
siswa bersemangat, terpacu melihat strategis untuk membaca yang
teman-temannya membaca. Setelah disebut dengan Halte Baca dan

Suasana kelas MINU Balikpapan yang dipenuhi pajangan hasil karya siswa sebagai bentuk apresiasi
untuk kreativitasnya.

125

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Stasiun Baca. Keduanya berbentuk luas lingkaran jika jari-jarinya
seperti gazebo dan terletak di luar diperbesar 2 kali, 3 kali, 4 kali, 10 kali,
kelas. Di lantai tiga juga ada Terminal 500 kali bahkan sampai 1000 kali.
Baca untuk memudahkan siswa Saya membuat lembar kerja (LK)
mengakses buku-buku bacaan. yang memandu siswa memecahkan
masalah pembelajaran,” kata Lusi.
Dampak dari kegiatan ini, siswa
sudah terbiasa membaca 1 sampai LK yang dibuat Lusi mengembangkan
3 buku dalam seminggu. Salwa keterampilan matematis yang disebut
Noura Balqis, siswa kelas V penalaran-pembuktian, representasi,
mengaku minimal membaca 2 buku koneksi dan komunikasi atau
dalam seminggu. Dia juga bisa disingkat PRKOKO. Guru kreatif ini
menceritakan dengan baik isi cerita juga telah mengembangkan konsep
buku yang dibacanya. Keterampilan 5M (Mengamati, Menanya, Mencoba,
literasinya sudah terasah. Menalar, dan Mengkomunikasikan)
pada Kurikulum 2013 dan unsur
Latih Siswa Jadi Penemu dan pembelajaran aktif MIKiR Program
Pemecah Masalah PINTAR dari Tanoto Foundation agar
sesuai dengan kondisi siswa dan
Pembelajaran aktif juga sudah madrasahnya.
berkembang pesat di MINU. Seperti
pembelajaran matematika yang Lusi juga sudah menyiapkan satu
difasilitasi oleh Lusi Ambarani, guru buah lingkaran yang terbuat dari
kelas VI. Menurut dia, pembelajaran kertas berwarna. Sebelum siswa
matematika bukan hanya soal hitung diberikan media lingkaran dan LK,
menghitung. Lusi menjelaskan langkah-langkah
yang harus dilakukan oleh siswa
Melalui pembelajaran matematika, di dalam kelompok kecil yang
siswa dapat dilatih untuk melakukan beranggotakan 3-4 siswa.
penelitian dan pemecahan masalah
yang mengandung keterampilan Mereka harus menentukan diameter
matematis di dalamnya. Lusi lingkaran mula-mula, menentukan
mengajak siswanya mencari luas jari-jari lingkaran, menentukan luas
lingkaran dengan mengaitkan lingkaran mula-mula, menentukan
penyelidikan masalah di dalamnya. luas lingkaran jika diperbesar 2 kali,
3 kali, 4 kali sampai dengan 10 kali.
“Saya menugaskan siswa menyelidiki
Setelah itu siswa mencari cara untuk

126

MI Nahdlatul Ulama Balikpapan

Siswa membuat laporan individu perbesaran lingkaran yang dia kerjakan bersama teman-teman
sekelompoknya. Pembuatan laporan matematika ini melatih kemampuan siswa menulis laporan
kegiatan dengan kata-katanya sendiri.

menentukan luas lingkaran jika jari- lingkaran mula-mula. “Bu, setelah ini
jari diperbesar 500x dan 1000x diapakan lagi?” tanya kelompok 1.
dengan menghubungkannya ke
konsep lain. Saat menentukan luas Lusi kembali memberikan panduan,
lingkaran yang diperbesar 2 kali, 3 “Hasil pembagian yang kalian
kali, 4 kali, dan 10 kali, para siswa bagikan tadi berhubungan dengan
dapat mengerjakannya dengan baik. angka yang diperbesar. Misalnya, luas
Namun saat diminta menghubungkan lingkaran 2 kali diperbesar dibagi
luas lingkaran 500 kali dan 1000 kali luas lingkaran mula-mula adalah 4.
dengan menghubungkan ke konsep Bilangan 4 itu berhubungan dengan
lain, siswa mulai kebingungan. angka 2. Coba kalian diskusikan apa
hubungan hasil pembagian dengan
Lusi memandu siswa dengan angka yang diperbesar.”
memberi petunjuk, yaitu hasil akhir
lingkaran yang diperbesar harus “Hubungannya masing-masing
dibagikan dengan lingkaran mula-
mula. Berselang 15 menit, siswa dikalikan 2 kali bu. Supaya dapat 4
selesai membagikan luas lingkaran
yang diperbesar dengan luas maka 2 dikali 2, supaya dapat 9 jadi

3 dikali 3 bu,” jawab Salsabila. “Ya

benar, jika ada perkalian berulang

127

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

dengan angka yang sama namanya mengalikan kuadrat. Hasilnya tetap
apa?” tanya guru. “Jadi pangkat sama. “Tapi mudah menggunakan
dua atau kuadrat bu,” jawab Fahrul kuadrat ya bu,” kata beberapa siswa.
kelompok 2. “Ya benar, sekarang
bagaimana cara mencari luas “Ya dari lembar kerja tadi kita telah
lingkaran yang jari-jarinya diperbesar diajak menemukan cara atau rumus
500 kali dan 1.000 kali dengan baru. Seru bukan?” kata guru. “Ya
menggunakan konsep kuadrat? Bu”, jawab anak serentak.
Silakan diskusikan dengan teman di
kelompok,” kata guru memberi tugas LK selanjutnya adalah lembar kerja
lanjutan. individu. Siswa diminta membuat
laporan menceritakan langkah-
Selanjutnya guru berkeliling langkah dalam menemukan konsep
mendampingi siswa di kelompok kuadrat mencari luas lingkaran yang
kecil sehingga setiap kelompok diperbesar. Sebelum siswa menulis,
dapat menemukan konsep tersebut. guru mempersilakan satu orang
Setelah kerja kelompok selesai, Lusi siswa menceritakan langkah-langkah
meminta satu kelompok ke depan yang sudah dilakukannya.
untuk presentasi dan kelompok
lainnya menanggapi. Penugasan pada lembar kerja ini,
menurut Lusi diperolehnya dari
“Kami mengukur diameter lingkaran pelatihan Modul II Program PINTAR
ini 14 cm, maka jari-jarinya 7 cm. Luas Tanoto Foundation. Siswa diarahkan
lingkaran mula-mula kami dapatkan untuk melakukan penyelidikan dalam
154 cm2. Bila diperbesar 4 kali pembelajaran matematika. Siswa
luasnya menjadi 2.464 cm2. Kalau juga menuliskan laporan secara urut
diperbesar sampai 1000 kali maka dan runtut. Hal ini yang jarang atau
luasnya menjadi 154.000.000 cm2. tidak pernah dilakukan sebelumnya.
Kesimpulan kami untuk mencari
luas lingkaran yang diperbesar, “Dari laporan yang dibuat siswa, kita
caranya dengan menguadratkan dapat mengukur pemahaman siswa
perbesarannya,” demikian presentasi dalam mengerjakan soal, sekaligus
Salsabila mewakili kelompoknya. meningkatkan kemampuan literasi
anak,” kata Lusi.
Rupanya ada juga kelompok yang
menemukan hasil dengan cara Nurul Faizah, guru kelas II-C
menghitung jari-jari yang diperbesar menyebut sekarang pembelajaran
500 kali dan 1000 kali tanpa di kelasnya juga menjadi lebih hidup

128

MI Nahdlatul Ulama Balikpapan

dan menyenangkan. Tidak ada lagi tampak sudah dipajang di kelas.
pembelajaran monoton yang hanya
menyalin tulisan. Dia juga tidak lagi Para siswanya juga mulai mengukir
bergantung hanya pada buku paket. prestasi. Pada olimpiade matematika
tingkat Kota Balikpapan mereka
“Saya sering bilang ke siswa, berhasil meraih juga kedua. Begitu
pelajaran hari ini tidak usah juga dengan lomba keagamaan,
keluarkan buku paket. Kita belajar mereka menjadi juara umum tingkat
dengan kertas warna, melakukan kota pada kategori lomba Pildacil
pengamatan, membuat percobaan, (Penampilan Dai Cilik), membaca Al-
membuat kreasi, dan kegiatan yang Quran, Adzan, dan menulis kaligrafi.
menantang dan menyenangkan buat
siswa,” kata Nurul. Keberhasilan Gunanto membawa
perubahan di MINU Balikpapan,
Menuai Prestasi membuat dia diganjar Kemenag
Kota Balikpapan sebagai Kepala
Pelaksanaan pembelajaran aktif Madrasah Terbaik tahun 2019. “Saya
tersebut tidak lepas dari peran berupaya menjadi tali yang mengikat
kepemimpinan Gunanto. Ia berhasil lidi sehingga menjadi lebih kuat. Saya
meyakinkan para guru dan orangtua ingin semua warga madrasah bersatu
bekerja sama meningkatkan mutu menjadi yang terbaik dengan potensi
pendidikan di madrasahnya. Hasil yang dimilikinya,” ucap Gunanto.
karya siswa dari pembelajaran aktif

Siswa kelas V sedang mempresentasikan laporan percobaan perpindahan panas pada kelompok
lainnya. Kegiatan ini membuat semua kelompok mendapat kesempatan berpresentasi dan
berinteraksi dengan kelompok lainnya.

129

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

DARI EDITOR

Prof. Dr. Muchlas Samani Zita Meirina
Penasihat Pendidikan Dasar Redaktur LKBN ANTARA
Tanoto Foundation
Sejak 1991, Zita Meirina telah
Prof. Dr. Muchlas Samani bekerja menjadi jurnalis di
adalah guru besar Universitas Lembaga Kantor Berita Nasional
Negeri Surabaya yang menjadi (LKBN) ANTARA. Kini dia
salah satu penyusun konsep dipercaya menjadi salah satu
Manajemen Berbasis Sekolah Redaktur di medianya.
di Indonesia. Saat ini menjadi "Virus "MIKiR" yang ditularkan
anggota Badan Akreditasi Program PINTAR Tanoto
Nasional Sekolah/Madrasah Foundation kepada para
2018-2022, Ketua Lembaga kepala sekolah dan guru tidak
Akreditasi Mandiri Kependidikan, sekadar membawa perubahan
dan Penasihat Program dalam pembelajaran, namun
Pendidikan Dasar Tanoto telah menebarkan virus gemar
Foundation. membaca ke seantero sekolah.
"Inisiatif dan pengalaman yang Pendekatan ini juga mampu
dilakukan para kepala sekolah menggerakkan orangtua murid
dan madrasah seperti yang merasa ikut memiliki sekolah
ditulis oleh para jurnalis dalam sehingga bahu membahu
buku ini, merupakan contoh yang memenuhi fasilitas sekolah mulai
perlu ditiru dalam menerapkan dari mendonasikan buku bacaan,
MBS yang baik." mengisi fasilitas kelas, hingga
secara rutin hadir di sekolah
untuk memecahkan masalah
bersama."

130

Profil

KESAN PENULIS

Neneng Zubaidah Nikolaus Harbowo
Jurnalis Harian Koran Sindo Jurnalis Harian Kompas

Penulis telah bekerja menjadi Penulis mulai bergabung dengan
jurnalis sejak tahun 2007. Harian Kompas sejak 2017.
Menurutnya, semangat dalam Pemilik inisial BOW ini sedang
mengemban tugas mulia sebagai menekuni isu di bidang otonomi
pendidik yang terpancar dari Ibu daerah, reformasi birokrasi, dan
Robingah sebagai Kepala SDN perkotaan. Menurutnya, sekolah
2 Kalilumpang sudah terlihat akan maju jika niat perbaikan
dari depan sekolah ketika dia itu muncul terlebih dahulu dari
pertama kali menginjakkan kaki kepala sekolah. Kepala sekolah
kesana. Sekolahnya sederhana SDN 01 Benteng Hulu Siak telah
namun bersih, rapih dan sangat menunjukkan keberhasilan itu.
tertata. Kelas yang didekorasi Dengan segala praktik baik
dan dilukis dengan apik semakin pembelajaran sekolah yang telah
membuat anak semangat belajar. diterapkan.
"Saya yakin sekolah ini akan “Saya yakin sekolah ini mampu
menghasilkan generasi emas bersaing menjadi sekolah
bagi masa depan bangsa. unggulan. Semoga praktik baik
Semoga kreativitas, semangat ini dapat terus menjalar ke
dan gairah sekolah dan juga seluruh tingkatan pendidikan di
orangtua untuk menggerakkan Nusantara.”
literasi di SDN Kalilumpang akan
terus membara."

131

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Indriani Maria Fatima Bona
Jurnalis LKBN ANTAR Jurnalis Harian Suara Pembaruan
Penulis yang hobi membaca ini
Penulis adalah jurnalis lembaga telah menjadi wartawan sejak
kantor berita nasional (LKBN) 2014. Dipercaya menjadi salah
Antara. Sehari-hari meliput isu- satu penulis dalam buku praktik
isu pendidikan dan humaniora. baik Program PINTAR Tanoto
Pendidikan belum menjadi Foundation menjadi salah satu
magnet pembaca di media, pengalaman berharga karena
bukan juga topik hangat mendapat kesempatan bertemu
dibicarakan di ruang diskusi. dan berbincang dengan kepala
Lebih pada dagangan politis sekolah dan guru-guru hebat.
yang terulang dalam siklus lima "Mereka dengan segala kendala
tahunan. Namun lebih dari itu, dan kekurangan mau berjuang
pendidikan adalah esensi dari untuk melakukan perubahan
kehidupan itu sendiri. kelas, dari yang kaku menjadi
“Saya mengacungkan jempol menyenangkan. Mereka
terhadap apa yang dilakukan bergerak karena panggilan untuk
oleh Tanoto Foundation mencerdaskan anak bangsa."
dalam meningkatkan kualitas
pendidikan di daerah. Memang
sejatinya, pendidikan bukanlah
tanggung jawab pemerintah
semata. Semua elemen harus
bergerak.

132

Profil

Dian Warastuti Syarif Oebaidillah
Jurnalis Harian Waspada Jurnalis Harian Media Indonesia

Sejak tahun 2003 sampai Saat ini penulis adalah Redaktur
sekarang penulis bergabung di Harian Media Indonesia.
Harian Waspada. Menurutnya Pengalaman jurnalis khususnya
MIN 1 Pekanbaru luar biasa bidang pendidikan telah 7 tahun
dalam hal menjaga kekompakan berkiprah.
antara orangtua dan guru. "Saya mengapresiasi atas atensi
Kuncinya adalah komunikasi, Tanoto Foundation (TF) pada
sebagai salah satu praktik baik kepeduliannya berkontribusi
yang terus dikembangkan. memajukan pendidikan di
Manajemen berbasis sekolah tanah air. Tampak sekali
yang diperkuat lewat pelatihan bahwa manfaat program TF
oleh Tanoto Foundation, diakui Kepala Sekolah SDN
menjadikan praktik baik di 003 Tenggarong Seberang,
sekolah ini terus terjaga. Ibu Nordiana, yang terpantik
"Dari komunikasi yang baik, lahir lebih kreatif dan mewujudkan
sekolah yang ciamik. Selamat kolaborasi yang baik dengan
buat MIN 1 Pekanbaru. Terus komite sekolah, guru, orangtua,
mengemuka sebagai sekolah serta tokoh masyarakat. Kendati
pendidik karakter mulia." berada di daerah yang agak
terpencil, sekolah ini tampak
hidup dan bergairah menjadi
penyemai pembinaan pendidikan
dasar yang positif bagi
pendidikan karakter siswa."

133

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Dhita Seftiawan Maria F. Natalia
Jurnalis Harian Pikiran Rakyat Jurnalis JPNN.com

Sejak 2012 penulis menjadi Penulis sudah 9 tahun menjadi
jurnalis di Harian Umum Pikiran jurnalis. Dia mengaku senang
Rakyat. Meliput isu-isu olah raga sekali bisa datang dan melihat
selama 2 tahun di Bandung, langsung kegiatan di SMPN 3
Polhukam 2 tahun di wilayah Batang Hari, Jambi.
Depok dan Kabupaten Sukabumi, “Saya salut melihat semangat
dan isu-isu pendidikan dan literasi dari para siswa, guru,
kesejahteraan 3 tahun di Jakarta. dan orangtua. Tidak menyangka
Menurutnya, SDN 122375 sekolah yang jauh dari hingar
Siak hanya satu dari ribuan bingar kota besar memiliki
sekolah dasar yang beruntung semangat yang besar untuk
mendapatkan kesempatan menghasilkan anak-anak
untuk maju. Kemajuan itu terjadi berprestasi. Semoga adik-adik
karena adanya hasrat yang kuat SMPN 3 Batang Hari terus
dari guru dan kepala sekolah. berprestasi dalam berbagai
"Tanoto Foundation datang bidang dan tidak berhenti
pada waktu yang tepat untuk mengasah wawasan lewat
membantu SDN 122375 membaca dan kegiatan literasi.”
Pematang Siantar mewujudkan
perubahan yang diidamkan
kepala sekolah. Kini saatnya SDN
122375 berbagi pengalaman
dengan sekolah lain di
Pematangsiantar maju bersama
mengimplementasikan praktik
baik di lingkungan sekolah dan
masyarakat."

134

Profil

Gumanti Awaliyah Tri Wahyuni
Jurnalis Republika Jurnalis Suara Karya

Penulis selama tiga tahun ini Sejak 1993 penulis menjadi
disibukkan dengan berbagai wartawan Harian Suara Karya
tugas dan kegiatan sebagai hingga sekarang dalam format
jurnalis di Republika. online di suarakarya.co.id.
“Sungguh, saya teramat bahagia "Menarik sekali berkunjung ke
bisa menyaksikan langsung SMPN 3 Pekanbaru, karena bisa
konsep MIKiR yang diinisiasi menemukan perpustakaan yang
Tanoto Foundation telah memiliki banyak buku dan ditata
mengubah pola ajar di sekolah dengan apik. Sekolah juga sering
di berbagai daerah menjadi lebih membuat tugas kepada siswa
aktif. Semoga penerbitan buku untuk merangkum buku bacaan,
ini bisa menjadi ikhtiar bagi untuk diceritakan ulang dalam
peningkatan kualitas pendidikan kelas. Sehingga siswa terlatih
di Indonesia.” dalam membaca dan menulis
gagasannya, dan berbicara di
depan kelas. Kemampuan itu
sangat membantu siswa untuk
kariernya di masa depan."

135

Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah

Malvyandie Citra Larasati
Jurnalis Tribunnews.com Jurnalis Medcom.id

Penulis merupakan News Editor Penulis telah menjadi jurnalis
di Tribunnews.com (Kompas lebih dari 15 tahun. Saat ini dia
Gramedia). Penulis yang akrab menjadi redaktur di medcom.id.
disapa Malvin ini diberi tanggung "Sangat bangga dengan
jawab mengawal berita-berita semangat membangun
nasional. budaya literasi dan penerapan
"Saya melihat semangat dan pembelajaran aktif di SMPN
kegembiraan dalam diri siswa 1 Brangsong, Kendal. Kepala
SMPN 4 Tenggarong, Kutai sekolah, guru dan siswa memiliki
Kartanegara, Kalimantan Timur. semangat yang sama, membuat
Dua modal yang sangat penting saya yakin bahwa SDM Indonesia
saat menuntut ilmu. Saya juga unggul akan banyak lahir dari
meyakini hal tersebut ada karena Kendal."
para guru di sana juga memiliki
hal yang sama ketika mengajar.
Semoga dari sekolah ini kelak
akan muncul orang-orang
cerdas yang bermanfaat bagi
Indonesia."

136

Profil

Enggar Yohannes Harususilo
Jurnalis Kompas.com
Sejak April 2018, penulis menjadi
jurnalis di situs berita nasional
Kompas.com. Saat ini dia
dipercaya menjadi editor pada
kanal edukasi. Dia mengaku
terkesan dengan inisiatif
Kepala MINU Balikpapan yang
menciptakan keterbukaan
dalam pengelolaan madrasah.
Orangtua siswa menjadi percaya
dan mau mendukung program-
program madrasah sehingga
pembelajaran aktif menjadi lebih
berhasil.
"Melihat proses pembelajaran di
MINU Balikpapan membuat saya
optimis dengan sumber daya
masa depan bangsa ini."

137

Temukan pengalaman praktik baik Program PINTAR Tanoto Foundation di:

Group Facebook
Forum Peningkatan Kualitas Pendidikan

Menunjukkan dan Menyebarkan Prak k Baik Pendidikan

Tanoto Founda on menginisiasi Group Facebook Forum Peningkatan
Kualitas Pendidikan, untuk memfasilitasi para guru, kepala sekolah,
pengawas, dan dosen LPTK mitra mengunggah pengalaman mereka
dalam mengimplementasikan hasil pela han Program PINTAR.
Sebagian besar ar kel prak k baik dalam buku ini diambil dari
unggahan group facebook tersebut. Silakan bergabung dan berbagi
pengalaman dalam penerapan prak k-prak k baik pembelajaran
ak f, manajemen berbasis sekolah, budaya baca, dan perkuliahan
calon guru di LPTK yang lebih menekankan pada prak k.




Click to View FlipBook Version