MODUL
Bimbingan dan Konseling Kelas XI
Suprapti Hamdan SMK Muhammadiyah Cilegon Semester Ganjil 2020/2021
DAFTAR ISI
Motivasi Berprestasi ……………………………………………………………………………………………. 2
Stop Bullying ……………………………………………………………………………………………………….. 13
Kejujuran dan Integritas ………………………………………………………………………………………. 17
Manajemen Waktu ………………………………………………………………………………………………. 24
Dahsyatnya Keutamaan Bersyukur ……………………………………………………………………….. 31
Berpikir dan Bersikap Positif …………………………………………………………………………………. 35
Strategi Belajar Sesuai Dengan Gaya Belajar …………………………………………………………. 39
Potensi Diri Remaja ………………………………………………………………………………………………. 44
Etika Pergaulan Dengan Teman Sebaya ………………………………………………………………… 48
Psikologi Remaja dan Permasalahannya ……………………………………………………………….. 53
Multiple Intelligence …………………………………………………………………………………………….. 58
Cilegon, November 2020
Penyusun.
1
MOTIVASI BERPRESTASI
Beberapa tahun yang lalu, seorang mahasiswi lulusan Universitas Negeri
Semarang (Unnes) bernama Raeni, sukses menginspirasi masyarakat di Tanah Air. Raeni,
mencuri perhatian publik saat dirinya berangkat menuju tempat wisuda di Unnes
bersama sang ayah, Mugiyono, dengan menaiki becak tahun 2014 lalu. Seperti diketahui,
Raeni merupakan anak seorang tukang becak dari Kendal, Jawa Tengah, yang sukses
meraih predikat lulusan terbaik Pendidikan Akutansi, Fakultas Ekonomi, Unnes, dengan
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96. Meski terlahir dari keluarga sederhana, Raeni selalu
mengedepankan pendidikan. Setelah lulus dari Unnes, Raeni pun kemudian
mendapatkan S2. DIketahui, Raeni telah melanjutkan pendidikannya dengan beasiswa
dari Presiden Ke-6 RI untuk program master di University of Birmingham, Inggris. Kisah
Raeni tentu saja sangat inspiratif. Berlatar belakang sederhana, bukanlah menjadi
penghalang seseorang untuk meraih pendidikan yang tinggi. Diambil dari
https://akurat.co/news/id-1132265-read-kisah-raeni-anak-tukang-becak-yang-kini-sukses-dari-
unnes-hingga-raih-beasiswa-s3-di-inggris
Dari cuplikan berita di atas, coba pikirkan tentang diri Anda sendiri dan teman-teman
anda untuk sejenak, apakah memiliki keinginan berprestasi yang lebih tinggi dibandingkan
dengan Raeni? Beberapa remaja memiliki keinginan berprestasi yang sangat tinggi dan
mereka menghabiskan banyak waktu dalam berusaha agar berhasil, lainnya lagi tidak
termotivasi untuk berhasil dan tidak bekerja keras agar berhasil. Kedua tipe remaja ini ini
2
berbeda dalam hal motivasi berprestasi (Santrock, 2003). Lalu, apa itu motivasi berprestasi?
Mari kita bahas apa itu motivasi, motivasi berprestasi, jenis-jenis prestasi dan bagaimana cara
meningkatkan motivasi berprestasi.
A. Motivasi
1. Pengertian Motivasi
Secara umum definisi atau pengertian motivasi dapat diartikan sebagai suatu tujuan
atau dorongan, dengan tujuan sebenarnya tersebut yang menjadi daya penggerak utama yang
berasal dari diri seseorang ataupun dari orang lain dalam berupaya mendapatkan atau
mencapai apa yang diinginkannya baik itu secara positif ataupun negatif.
Adapun istilah dalam pengertian motivasi berasal dari perkataan bahasa inggris yakni
motivation. Namun perkataan adalnya adalah motive yang juga telah digunakan dalam bahasa
melayu yakni kata motif yang berarti tujuan atau segala upaya untuk mendorong seseorang
dalam melakkan sesuatu. Selain itu, pengertian motivasi merupakan suatu perubahan yang
terjadi pada diri seseorang yang muncul adanya gejala perasaan, kejiwaan, dan emosi
sehingga mendorong individu untuk melakukan atau bertindak sesuatu yang disebabkan
karena kebutuhan, keinginan, dan tujuan.
Berdasarkan pendapat-pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpilkan bahwa
pengertian dari motivasi adalah dorongan atau letupan yang berasal dari diri/ bantuan orang
lain yang bersifat sebagai penggerak bagi individu maupun kelompok untuk mengeluarkan
yang terbaik dari dirinya sendiri (Dayana, 2018).
2. Motivasi Menurut Teori Humanistik
Dorongan jiwa tergerak karena ingin memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
Kebutuhan yang menggerakkan orang bertingkah laku (Abekoto, 2015) :
a. Kebutuhan fisik (makan, pakaian, tempat tinggal, air dan udara), kebutuhan ini
paling dasar sifatnya.
b. Kebutuhan rasa aman, bebas suasana ancaman dan bahaya
c. Kebutuhan untuk diterima dan dikasih sayangi atau dicintai
d. Kebutuhan untuk memperoleh pengakuan & persetujuan
e. Kebutuhan ingin tahu, mengerti, dan menyelidiki
f. Kebutuhan mendapatkan keindahan dan kondisi teratur
g. Kebutuhan aktualisasi diri menjadi apapun yang diinginkan
3
Maslow dalam teori kebutuhannya menggambarkan motivasi dalam bentuk
Piramid sebagai berikut :
B. Motivasi Berprestasi
Motivasi berprestasi adalah dorongan untuk berjuang, bekerja habis-habisan untuk
mencapai sukses. Daya dorong yang terdapat dalam diri seseorang sehingga orang
tersebut berusaha untuk melakukan sesuatu tindakan / kegiatan dengan baik dan berhasil
dengan predikat unggul (excellent); dorongan tersebut dapat berasal dari dalam dirinya
atau berasal dari luar dirinya. Orang yang motivasinya tinggi bukan berarti tidak pernah
gagal. Tetapi bila gagal ia akan bangkit, bahkan berusaha lebih keras lagi. Sampai akhirnya
sukses.
Ada tiga jenis tingkatan motivasi seseorang yaitu (Anonim, 2020):
1. Motivasi pertama adalah motivasi yang didasarkan atas ketakutan (fear motivation).
Dia melakukan sesuatu karena takut jika tidak maka sesuatu yang buruk akan terjadi,
misalnya orang patuh pada bos karena takut dipecat, anak belajar karena diancam
tidak diberi uang saku
2. Motivasi kedua adalah karena ingin mencapai sesuatu (achievement motivation).
Motivasi ini jauh lebih baik dari motivasi yang pertama, karena sudah ada tujuan di
4
dalamnya. Seseorang mau melakukan sesuatu karena dia ingin mencapai suatu
sasaran atau prestasi tertentu.
3. Sedangkan motivasi yang ketiga adalah motivasi yang didorong oleh kekuatan dari
dalam (inner motivation), yaitu karena didasarkan oleh misi atau tujuan hidupnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi berprestasi, meliputi (Brilliantari, 2013):
1. Faktor Individual
Dalam hal ini, faktor individual yang dimaksud terutama adalah faktor intelegensi
dan faktor penilaian individu tentang dirinya.
2. Faktor Lingkungan
Maksud dari faktor lingkungan disini adalah segala sesuatu yang berada diluar diri
individu, yang turut mempengaruhi motivasi berprestasinya.
Faktor lingkungan ini dibagi menjadi 3, yaitu :
a) Lingkungan Keluarga
Relasi yang kurang harmonis dalam keluarga dapat menimbulkan gangguan-
gangguan emosional pada anggota keluarga, termasuk anak sebagai anggota
sebuah keluarga.
b) Lingkungan Sosial
Merupakan lingkungan sekitar tempat individu hidup dan bergaul sehari-hari.
Lingkungan sekitar yang banyak memberikan rangsangan akan membantu
meningkatkan rasa ingin tahu individu
c) Lingkungan Akademik
Lingkungan akademik menyangkut sejauh mana sebuah institusi pendidikan
dapat memenuhi kebutuhan individu sebagai siswa berprestasi di sekolahnya.
C. Macam-Macam Prestasi 5
1. Jenis Prestasi
Ada beberapa jenis prestasi yang dapat dicapai oleh seseorang, termasuk
(Kurniawan, 2020):
a. Prestasi Belajar
Prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh dari upaya belajar. Contoh prestasi
belajar yang ada di sekolah adalah seperti menjadi juara umum setiap tahun,
Ranking 1-3 di kelas.
b. Prestasi Kerja
Prestasi kerja adalah hasil yang diperoleh dari pekerjaan yang dilakukan. Contoh
kinerja kerja termasuk posisi naik untuk kerja keras yang dilakukan selama
bekerja. Pernah mendengar ada penghargaan bagi siswa ter-rajin? Inilah salah
satu contoh prestasi kerja selama di sekolah.
c. Prestasi Seni
Prestasi seni adalah hasil yang diperoleh dibidang seni. Contoh prestasi seni
adalah siswa yang telah memenangkan perlombaan menyanyi, kriya, membaca
puisi, membuat film, dan lain-lain.
d. Prestasi Olahraga
Prestasi olahraga adalah hasil yang diperoleh dari usaha dan kerja keras yang
tersedia di bidang olahraga. Contoh prestasi olahraga, seperti siswa yang telah
memenangkan lomba futsal, voli, basket, catur, dan sejenisnya.
e. Prestasi Lingkungan
Prestasi lingkungan adalah pencapaian yang diperoleh melalui upaya
penyelamatan lingkungan. Contoh seperti individu atau kelompok mendapatkan
penghargaan atas upaya yang dilakukan dengan menyelamatkan lingkungan
dalam bentuk penanaman kembali pohon dan peduli lingkungan.
2. Prestasi Akademik dan Non Akademik
Sawiji membagi prestasi menjadi dua, yaitu prestasi akademik dan prestasi non
akademik (Afiah, 2012).
a. Prestasi Akademik
Prestasi akademik menurut Bloom merupakan hasil perubahan perilaku yang
meliputi ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotor yang merupakan
ukuran keberhasilan siswa. Ranah kognitif merupakan kemampuan yang selalu
dituntut kepada anak didik untuk dikuasai. Karena penguasaan kemampuan
pada tingkatan ini menjadi dasar bagi penguasaan ilmu pengetahuan. Prestasi
akademik dinyatakan sebagai pengetahuan yang dicapai atau keterampilan yang
dikembangkan dalam mata pelajaran tertentu di sekolah, biasanya ditetapkan
dengan nilai tes.
6
b. Prestasi Non Akademik
Prestasi non akademik adalah suatu prestasi yang tidak dapat diukur dan dinilai
menggunakan angka, biasanya dalam hal olah raga semisal basket, voli, sepak
bola, dan kesenian seperti drum band, melukis, tari. Prestasi ini biasa diraih oleh
siswa yang memiliki bakat tertentu di bidangnya. Karena itu prestasi ini yang
biasa dicapai oleh siswa sewaktu mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
Prestasi non akademik adalah “Prestasi atau kemampuan yang dicapai siswa dari
kegiatan di luar jam atau dapat disebut dengan kegiatan ekstrakurikuler”.
Kegiatan ekstrakurikuler adalah berbagai kegiatan sekolah yang dilakukan dalam
rangka kesempatan kepada peserta didik untuk dapat mengembangkan potensi,
minat, bakat, dan hobi yang dimilikinya yang dilakukan di luar jam sekolah
normal.
Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan agar peserta didik dapat mengembangkan
kepribadian, bakat, dan kemampuan di berbagai bidang di luar bidang akademik.
Kegiatan ini dilakukan secara swadaya oleh pihak sekolah maupun peserta didik
itu sendiri untuk merintis kegiatan diluar jam pelajaran sekolah. Kegiatan ini
dapat dijadikan sebagai wadah bagi peserta didik yang memiliki minat mengikuti
kegiatan tersebut.
3. Bidang Prestasi Sesuai Kompetensi Keahlian
a. Bidang Kesehatan
Sumber: https://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/pr-01296656/enam-pelajar-smk-
kesehatan-parigi-diberangkatkan-ke-jepang-423773
7
b. Bidang Teknik
Sumber:
https://www.kompasiana.com/bdg83/552c42386ea834f0378b456a/beberapa-
catatan-prestasi-pelajar-indonesia
8
c. BIdang Kimia
Sumber: https://www.liputan6.com/global/read/649818/4-pelajar-indonesia-raih-
medali-olimpiade-kimia-di-rusia
d. Bidang Perkantoran
Sumber: https://pasjabar.com/2019/05/23/siswa-smk-pasundan-3-bandung-ini-raih- 9
prestasi-bidang-administrasi/
D. Meningkatkan Motivasi Berprestasi
1. Pastikan Motivasi Berprestasi Anda Tinggi
Tanda-tanda orang yang memiliki dorongan kesuksesan tinggi :
a. Lebih suka dan puas terhadap prestasi hasil usaha sendiri
b. Sukses itu bukan karena nasib mujur, tetapi hasil perjuangan
c. Kegagalan bukan berarti sial, tetapi karena volume usahanya masih kurang
d. Mereka kreatif, lebih gigih, energik, lebih suka bertindak daripada berdiam diri,
produktif, dan penuh inisiatif
e. Suka tantangan dan memilih tugas yang resikonya realistik sesuai kemampuan
nyata yang dimiliki.
f. Selalu mengevaluasi dan mencari umpan balik untuk lebih giat lagi
2. Menumbuhkan Motivasi Berprestasi
Motivasi berprestasi tidak dibawa sejak lahir, tetapi suatu proses yang dipelajari,
dilatih, ditingkatkan, dan dikembangkan. Berikut ini kiat-kiatnya :
a. Tetapkan tujuan (goal setting), yakin dan optimislah bahwa kita dapat berubah,
bahkan kita memang harus berubah untuk mencapai titik maksimum
b. Susunlah target yang masuk akal. Saya harus meraih peningkatan dalam setiap
kurun waktu, 2 atau 3 poin seminggu
c. Belajar menggunakan bahasa prestasi. Gunakanlah kata-kata optimistis misalnya
“masih ada peluang lagi”. Jadikan konsep ini sebagai budaya berfikir, berbicara,
berdialog, dan bertindak
d. Belajar sendiri cermat menganalisis diri. Masih adakah cara berfikir, perilaku, dan
kebiasaan saya yang kurang menguntungkan
e. Perkaya motivasi. Kekayaan motivasi membuat kita tidak kehabisan pemasok daya
penggerak. Fokuskan pada motivasi instrinsik (dalam diri). Sentuhan perasaan,
fikiran, dan motivasi dari orang-orang terdekat juga dapat dimanfaatkan
(Pujiastuti, 2012).
Link Video 1 : https://www.youtube.com/watch?v=Ct6Qbnkg2h8 Diakses pada tanggal 8
Oktober 2020
Link Video 2 : https://bit.ly/365baNH
10
DAFTAR PUSTAKA
Abekoto. 2015. Cara Menumbuhkan Motivasi Berprestasi.
https://www.abekoto.com/2015/12/3-cara-menumbuhkan-motivasi-berprestasi.html
(Diakses pada tanggal 8 Oktober 2020).
Afiah, Izmah. 2012. Korelasi Antara Potensi Akademik, Motivasi Belajar Dengan Prestasi
Akademik Pada Siswa Kelas X Program Unggulan MAN Tambakberas Jombang.
Undergraduate Thesis. Malang: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
http://etheses.uin-malang.ac.id/2174/7/08410047_Bab_2.pdf (Diakses pada tanggal 8
Oktober 2020).
Anonim. 2013 Beberapa Catatan Prestasi Pelajar Indonesia.
https://www.kompasiana.com/bdg83/552c42386ea834f0378b456a/beberapa-
catatan-prestasi-pelajar-indonesia (Diakses pada tanggal 8 Oktober 2020)
Anonim. 2020. Achievement Motivation. Yogyakarta: Lembaga Pendidikan Smile Group.
https://www.smilejogja.com/pengembangan-sdm/achievement-
motivation/#:~:text=Motivasi%20berprestasi%20adalah%20daya%20dorong,atau%20b
erasal%20dari%20luar%20dirinya (Diakses pada tanggal 8 Oktober 2020).
Kurniawan, Aris. 2020. Pengertian Prestasi; Macam, Arti, Sikap, Faktor, Pemberian, Metode,
Para Ahli. https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-prestasi/ (Diakses pada
tanggal 8 Oktober 2020).
Brilliantari, Rizka. Hubungan antara persepsi siswa pada lingkungan sekolah dengan motivasi
berprestasi sma hang tuah 2 sidoarjo. Undergraduate Thesis. Surabaya: UIN Sunan
Ampel.
http://digilib.uinsby.ac.id/cgi/search/archive/simple?screen=Search&dataset=archive
&order=&q=10778&_action_search=Search (Diakses pada tanggal 8 Oktober 2020).
Dayana, Indri & Marbun, Juliaster. 2018. Motivasi Kehidupan. Bogor: Guepedia Publisher.
https://books.google.co.id/books?id=UO5_DwAAQBAJ&printsec=frontcover&dq=buku
+motivasi+kehidupan+indri+dayana&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwiC6Kbv06TsAhXA_XM
BHfK5Cl8Q6AEwAHoECAQQAg#v=onepage&q=buku%20motivasi%20kehidupan%20ind
ri%20dayana&f=false (Diakses pada tanggal 8 Oktober 2020).
Kusnadi, Agus. 2018. Enam Pelajar SMK Kesehatan Parigi Diberangkatkan ke Jepang.
https://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/pr-01296656/enam-pelajar-smk-
kesehatan-parigi-diberangkatkan-ke-jepang-423773 (Diakses pada tanggal 8 Oktober
2020).
Mirdanda, Arsyi. 20018. Motivasi Berprestasi& Disiplin Peserta Didik. Pontianak: Yudha
English Gallery.
11
Pujiastuti, Tri. 2012. Motivasi Berprestasi.
https://4stoety.wordpress.com/2012/05/05/motivasi-berprestasi/ (Diakses pada
tanggal 8 Oktober 2020).
Santrock, John W. 2003. Adolescence Perkembangan Remaja. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Tan. 2019. Siswa SMK Pasundan 3 Bandung Ini Raih Prestasi Bidang Administrasi.
https://pasjabar.com/2019/05/23/siswa-smk-pasundan-3-bandung-ini-raih-prestasi-
bidang-administrasi/ (Diakses pada tanggal 8 Oktober 2020).
Widjaya, Ismoko. 2013. 4 Pelajar Indonesia Raih Medali Olimpiade Kimia di Rusia.
https://www.liputan6.com/global/read/649818/4-pelajar-indonesia-raih-medali-
olimpiade-kimia-di-rusia (Diakses pada tanggal 8 Oktober 2020).
12
STOP BULLYING
PANGKEP, KOMPAS TV - Sebuah video memperlihatkan seorang bocah berusia 12 tahun bernama
Rizal menjadi korban bully oleh sekelompok pemuda di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada
Minggu (17/5/2020). Selain itu, Rizal juga dipukuli dan didorong oleh kelompok pemuda tersebut hingga
ia jatuh tersungkur ke selokan. Video tersebut lantas viral. Rizal mendapat perlakuan tidak
menyenangkan itu ketika tengah menjajakan dagangannya berupa pastel atau dikenal di daerah
setempat dengan nama jalangkote. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rizal yang merupakan
warga Jalan Batu Merah, Kelurahan Tala, Kecamatan Tala, Kabupaten Pangkep, itu kesehariannya
menjajakan jajanan jalangkote dengan mengendarai sepeda.
Sumber: https://www.kompas.tv/article/81645/viral-bocah-penjual-pastel-dibully-dan-
dipukuli-hingga-tersungkur-ke-selokan-8-pemuda-ditangkap
A. Pengertian Bulliying
Istilah Bullying diilhami dari kata bull (bahasa Inggris) yang berarti banteng yang suka
menanduk. Bullying adalah sebuah situasi dimana terjadinya penyalahgunaan kekuatan/
kekuasaan yang dilakukan oleh seseorang/ sekelompok orang. Pihak yang kuat disni tidak hanya
berarti kuat dalam ukuran fisik, tapi bisa juga kuat secara mental (Nusantara, 2008). Kata bullying
digunakan untuk menjelaskan berbagai perilaku kekerasan yang sengaja dilakukan secara
terencana oleh seseorang atau sekelompok orang yang merasa lebih “berkuasa” terhadap
seseorang ataupun sekelompok orang yang merasa tidak berdaya melawan perlakuan ini.
Bullying adalah salah satu bentuk dari perilaku agresi dengan kekuatan dominan pada 13
perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan mengganggu anak lain atau korban
yang lebih lemah darinya. Victorian Departement of Education and Early Chilhood Development
mendefinisikan bullying terjadi jika seseorang atau sekelompok orang mengganggu atau
mengancam keselamatan dan kesehatan seseorang baik secara fisik maupun psokologis,
mengancam properti, reputasi atau penerimaan sosial seseorang serta dilakukan secara berulang
dan terus menerus.
B. Jenis-jenis Bullying
Terdapat beberapa jenis-jenis bullyinhg. Bullying dapat berbentuk tindakan fisik dan verbal
yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Barbara Coloroso membagi jenis-jenis
bullying ke dalam empat jenis, yaitu sebagai berikut:
1. Bullying secara verbal; perilaku ini dapat berupa julukan nama, celaan, fitnah, kritikan kejam,
penghinaan, pernyataan-pernyataan yang bernuansa ajakan seksual atau pelecehan seksual,
terror, surat-surat yang mengintimidasi, tuduhan-tuduhan yang tidak benar kasak-kusuk yang
keji dan keliru, gosip dan sebagainya. Dari ketiga jenis bullying, bullying dalam bentuk verbal
adalah salah satu jenis yang paling mudah dilakukan dan bullying bentuk verbal akan menjadi
awal dari perilaku bullying yang lainnya serta dapat menjadi langkah pertama menuju pada
kekerasan yang lebih lanjut.
2. Bullying secara fisik; yang termasuk dalam jenis ini ialah memukuli, menendang, menampar,
mencekik, menggigit, mencakar, meludahi, dan merusak serta menghancurkan barang-barang
milik anak yang tertindas. Kendati bullying jenis ini adalah yang paling tampak dan mudah
untuk diidentifikasi, namun kejadian bullying secara fisik tidak sebanyak bullying dalam bentuk
lain. Remaja yang secara teratur melakukan bullying dalam bentuk fisik kerap merupakan
remaja yang paling bermasalah dan cenderung akan beralih pada tindakan-tindakan kriminal
yang lebih lanjut.
3. Bullying sosial; adalah pelemahan harga diri korban secara sistematis melalui pengabaian,
pengucilan atau penghindaran. Perilaku ini dapat mencakup sikap-sikap yang tersembunyi
seperti pandangan yang agresif, lirikan mata, helaan nafas, cibiran, tawa mengejek dan bahasa
tubuh yang mengejek. Bullying dalam bentuk ini cenderung perilaku bullying yang paling sulit
dideteksi dari luar.
4. Cyber Bullying ; merupakan bentuk perilaku bullying yang dilakukan pelakunya melalui sarana
elektronik seperti komputer, handphone, internet, website, chatting room, e-mail, SMS dan
sebagainya. Biasanya ditujukan untuk meneror korban dengan menggunakan tulisan, animasi,
gambar dan rekaman video atau film yang sifatnya mengintimidasi, menyakiti atau
menyudutkan.
C. Sebab dan Akibat Bullying
Berikut Sebab-sebab Munculnya perilaku Bullying :
1. Bullying terjadi karena tradisi turun temurun dari senior
2. Keinginan untuk balas dendam karena dulu pernah mendapatkan perlakuan yang sama .
3. Perasaan ingin menunjukkan kekuasaan dan kekuatan (superior)
4. Kecewa karena orang lain tidak berperilaku sesuai dengan yang diharapkan.
5. Dorongan untuk mendapatkan kepuasan
6. Dianggap menghina atau mengganggu kelompok tertentu (gank)
14
Berikut Dampak bullying bagi orang yang menjadi korban :
1. Terganggu fisiknya seperti cedera, terluka, sakit, dan sebagainya’
2. Tertekan psikisnya (kejiwaannya) seperti takut, cemas, rasa tidak nyaman, resah, tertekan dan
gejala tekanan psikis lain.
3. Pergaulan sosial terganggu, seperti minder, menyendiri, grogi, pendiam dan tertutup.
4. Terganggu prestasi belajarnya seperti nilai jelek, tidak konsentrasi belajar, lupa mengerjakan
tugas, sampai menurunnya rangking atau tidak naik kelas.
Dampak bullying di Sekolah
Penindasan memiliki efek jangka panjang pada korban dan si penindas itu sendiri. Untuk
korban, perlakuan itu merampas rasa percaya diri mereka. Untuk pelaku bullying, efeknya adalah
menjadi kebiasaan dan kenikmatan untuk meningkatkan ego mereka. Ketakutan dan trauma
emosional yang diderita si korban dapat memicu kecenderungan untuk putus sekolah. Beberapa
anak-anak yang terbiasa melakukan bullying di sekolah akhirnya dapat menjadi orang dewasa
yang kejam atau penjahat.
Apa yang Perlu Diperhatikan…
Korban tidak akan mengeluh karena takut menerima reaksi dari si pengganggu. Namun, mereka
biasanya menunjukkan beberapa gejala seperti di bawah ini :
1. Kesulitan tidur
2. Kesulitan menaruh perhatian di kelas atau kegiatan apapun
3. Sering membuat alasan untuk bolos sekolah
4. Tiba-tiba menjauhkan diri dari aktivitas yang disukai sebelumnya seperti naik bus sekolah
atau mengunjungi tempat bermain
5. Tampak gelisah, lesu dan putus asa terus-menerus
D. Langkah-langkah Menghadapi Bullying
Untuk mencegah agar kita tidak menjadi korban tindakan bullying antara lain yang dapat kita
lakukan adalah :
1. Hindari membawa atau memakai barang-barang mahal atau uang yang berlebihan
2. Jangan sendirian terutama di tempat sepi
3. Hindari mencari gara-gara dengan pelaku bullying
4. Jangan berada di dekat dengan oarang yang suka melakukan tindakan bullying atau berada di
sekitar mereka
5. Kenali dan perhatikan pelaku bullying, Jangan ikut-kutan melakukan tindakan bullying dalam
bentuk apapun.
Sedangkan Untuk melawan pelaku bullying kita dapat mengambil sikap sebagai
berikut :
1. Jadilah orang yang percaya diri dan tunjukan ketahanan diri bahwa kita tidak mau
mengganggu dan diganggu.
2. Bersikap tenang saat ada yang mengganggu jangan biarkan emosi terpancing
15
3. Jika melihat ada teman yang menjadi korban, maka tolonglah korban dan laporkan pada orang
yang lebih dewasa di sekitar anda
4. Jika tindakan bullying yang dilakukannya cenderung membahayakan, lakukan perlawanan
diikuti dengan berteriak, lari atau tindakan apapun sambil mencari pertolongan.
5. Catatlah tempat, orang-orang yang terlibat dan jenis gangguan yang mereka lakukan, laporkan
pada orang tua, guru atau pihak berwajib.
DAFTAR PUSTAKA
Nusantara, Ariobimo. 2008. Bullying Mengatasi Kekerasan di Sekolah dan Lingkungan. Jakarta: PT
Grasindo.
Slamet, dkk. 2016. Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan Konseling untuk SMA-MA kelas 10.
Yogyakarta: Paramitra Publishing
Triyono, Mastur. 2014. Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan Konseling bidang sosial. Yogyakarta:
Paramitra
Apa itu Bullying? - Presentasi sudah dong goes to school indonesia
https://www.slideshare.net/SudahDong/presentasi-sudah-dong-goes-to-school-indonesia
Langkah-langkah menanggulangi perilaku bullying
https://www.youtube.com/watch?v=XCPKMWyF1Lo
16
KEJUJURAN DAN INTEGRITAS DIRI
Jakarta -
Kisah kejujuran petugas KRL, Mujenih dan Egi Sandi, yang mengembalikan uang penumpang sebesar
Rp 500 juta yang tertinggal di dalam gerbong kereta, berbuah manis. Keduanya mendapat
penghargaan dengan diangkat sebagai karyawan tetap PT KCI dan sejumlah hadiah lainnya. Egi
mengatakan bahwa dirinya yang pertama kali menemukan bingkisan plastik tersebut di dekat bangku
prioritas pada gerbong kedua. Saat itu, kata Egi, dirinya tengah menjalankan tugas untuk memastikan
bahwa dalam kereta yang telah tiba di Bogor itu tidak ada penumpang yang tertidur. "Sampai saya di
gerbong 2, melihat ada bungkusan plastik dekat bangku prioritas, nggak jauh dari situ ada Mas
Mujenih yang sedang melakukan pembersihan kereta," kata Egi dalam d'Rooftalk di Jakarta, Kamis
(16/7/2020). Egi dan Mujenih membawa barang tersebut ke passenger service di Stasiun Bogor. Lalu
Mujenih meminta secarik kertas formulir untuk serah-terima barang temuan."Saya
kalau nemu barang itu pasti saya minta formnya, minta form serah-terima barang. Isinya uang nggak
tahu, pas dibuka di PS (passenger service) aja saya tahu isinya," ucap Mujenih.
Sumber: https://news.detik.com/berita/d-5096732/cerita-mujenih-egi-saat-temukan-plastik-berisi-
rp-500-juta-di-krl
A. Pengertian Kejujuran dan Integritas
Cuplikan berita di atas merupakan perilaku yang menunjukkan kejujuran dan integritas. 17
Kejujuran dan Integritas adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Muchlas Samani dan
Hariyanto menjelaskan bahwa jujur adalah “menyatakan apa adanya, terbuka, konsisten antara
apa yang dikatakan dan dilakukan (berintegritas), berani karena benar, dapat dipercaya (amanah,
trustworthiness), dan tidak curang (no cheating)”. Menurut Agus Wibowo, “jujur diartikan sebagai
perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat
dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan”. Sejalan dengan hal itu, Nurul Zuriah
menyatakan bahwa “jujur merupakan sikap dan perilaku yang tidak suka berbohong dan berbuat
curang, berkata apa adanya, dan berani mengakui kesalahan. Jujur bisa diartikan mengakui,
berkata atau memberikan informasi sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya”.
Integritas adalah bertindak dengan cara yang konsisten dengan apa yang dikatakan. Nilai
integritas merupakan kesatuan antara pola pikir, perasaan, ucapan, dan perilaku yang selaras
dengan hati nurani dan norma yang berlaku. Integritas merupakan salah satu nilai-nilai dasar
pribadi yang harus dimiliki masyarakat yakni dengan bersikap, berperilaku dan bertindak jujur
terhadap diri sendiri dan lingkungan, konsisten dalam bersikap dan bertindak, memiliki komitmen
terhadap misi pemberantasan korupsi, objektif terhadap permasalahan, berani dan tegas dalam
mengambil keputusan dan resiko kerja, disiplin dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas
dan amanah. Nilai-nilai dapat berasal dari nilai kode etik di tempat dia bekerja, nilai masyarakat
atau nilai moral pribadi (SKKNI, 2016).
Apakah makna integritas bagi kita?
1. Integritas berarti komitmen dan loyalitas. Apakah komitmen itu? Komitmen adalah suatu
janji pada diri sendiri ataupun orang lain yang tercermin dalam tindakan-tindakan
seseorang. Seseorang yang berkomitmen adalah mereka yang dapat menepati sebuah janji
dan mempertahankan janji itu sampai akhir, walau pun harus berkorban.
2. Integritas berarti tanggung jawab. Tanggung jawab adalah tanda dari kedewasaan pribadi.
Orang yang berani mengambil tanggung jawab adalah mereka yang bersedia mengambil
risiko, memperbaiki keadaan, dan melakukan kewajiban dengan kemampuan yang terbaik.
3. Integritas berarti dapat dipercaya, jujur dan setia. Kehidupan kita akan menjadi dipercaya,
apabila perkataan kita sejalan dengan perbuatan kita; tentunya dalam hal ini yang kita
pandang baik atau positif.
4. Integritas berarti konsisten. Konsisten berarti tetap pada pendirian. Orang yang konsiten
adalah orang yang tegas pada keputusan dan pendiriannya tidak goyah. Konsisten bukan
berarti sikap yang keras atau kaku.
5. Berintegritas berarti menguasai dan mendisiplin diri. Banyak orang keliru menggambarkan
sikap disiplin sehingga menyamakan disiplin dengan bekerja keras tanpa istirahat. Disiplin
mencerminkan sikap pengendalian diri, suatu sikap hidup yang teratur dan seimbang.
6. Berintegritas berarti berkualitas. Kualitas hidup seseorang itu sangat penting. Kualitas
menentukan kuantitas. Bila kita berkualitas maka hidup kita tidak akan diremehkan.
18
B. Ciri-Ciri Pribadi Yang Memiliki Integritas
1. Nilai Inti
a. Jujur, ciri-cirinya:
Berintegritas “jujur” adalah lurus hati, tidak curang dan tidak berbohong. Seorang
yang jujur adalah konsisten apa yang dikatakan dan yang dilakukan, satunya kata dan
perbuatan.
Berintegritas jujur adalah berani menolak ketidakjujuran. Memang berat untuk
melakukan hal itu, tetapi harus dicoba.
Orang yang jujur adalah orang yang berani menegur perbuatan yang tidak benar. Hal
tersebut tidak mudah untuk dijalankan, tetapi dengan niat yang kuat, akan dapat
dilakukan.
Orang yang berintegritas jujur akan selalu berpegang pada prinsip. Prinsip yang
diyakini itu benar.
b. Tanggung Jawab
Berani menanggung resiko
Menerima tanggung jawb secara penuh.
Menerima konsekuensi, Jika terjadi kesalahan, tidak mengelak
Berbuat yang terbaik
Amanah, bertanggungjawab tidak hanya pada atasan, tetapi juga pada Allah
c. Disiplin
Melakukan hal-hal yang seharusnya pada saat yang tepat dan benar-benar
menghargai waktu
19
Komitmen merupakan salah satu kunci terbentuknya disiplin. Komitmen adalah sikap
mental pada diri seseorang untuk melakukan segala sesuatu yang telah ditetapkan.
Hal itu terbentuk dengan pembiasaan
Seseorang yang komitmen tinggi akan selalu melakukan segala sesuatu sesuai yang
telah ditetapkannya
2. Etos Kerja
a. Mandiri
Adanya tendensi untuk berperilaku bebas dan berinisiatif, mampu bersikap dan
berpendapat
Adanya tendensi untuk percaya diri dan tidak tergantung pada orang lain
Adanya sikap original (keaslian) yang bukan sekedar menerima orang lain
Tidak mengharapkan pengarahan dari orang lain
Adanya tendensi untuk mencoba segala sesuatunya sendiri
b. Kerja Keras
Tidak bersifat malas dan mengeluh terhadap suatu pekerjaan karena akan
mempengaruhi etos kerja yang sudah dibangun
Tidak suka menunda-nunda pekerjaan yang dapat dilakukan dengan tepat
Tidak cepat merasa puas hanya pada suatu pekerjaan yang digeluti
Berusaha peduli terhadap suatu pekerjaan meskipun pekerjaan tersebut tidak disukai
Berusaha mengerjakan segala sesuatu dengan penuh rasa tanggung jawab
Berniat sungguh-sungguh untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut
Tetap optimis dan tidak mudah putus asa apabila menemukan suatu kegagalan
Melakukan suatu pekerjaan dengan pertimbangan yang matang
Melakukan pekerjaan tidak hanya dengan fisik /tenaga, tetapi juga dengan hati dan
pikiran yang positif
c. Sederhana
Sederhana bukan berarti hidup miskin atau kikir, namun hidup sederhana adalah
hidup yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tidak berlebihan dalam menggunakan
harta yang ada
Sederhana lebih menekankan pada aspek gaya hidup bukan pada usaha yang di
lakukan seseorang. Artinya usaha untuk mencapai kesuksesan tidak bolah sederhaha,
tapi harus semaksimal mungkin di lakukan
20
Sederhana adalah hidup yang wajar. Wajar di sini juga mempunyai arti mampu
menggunakan harta sesuai kebutuhan yang ada, tidak menghambur-hamburkan uang
untuk sesuatu yang tidak penting
Sederhana itu cerdas, hal ini berarti mampu menggunakan harta dengan
pertimbangan yang matang, tidak hanya berorientasi pada masa sekarang, tapi juga
punya orientasi pada masa yang akan datang. Selain itu juga mampu
mempertimbangkan manfaat atas barang yang dibeli
Sederhana tidak menjadikan keinginan menjadi kebutuhan. Setiap orang pasti tidak
akan pernah lepas dari keinginan-keinginan, dalam hidup sederhana seseorang harus
mampu mengelola keinginan secara baik, jangan sampai setiap keinginan di jadikan
kebutuhan yang harus di penuhi
Hidup sederhana punya skala prioritas dalam memenuhi kebutuhan dengan
memahami secara benar apa yang menjadi kebutuhan pokok
Sederhana adalah hidup sebagaimana layaknya (hidup layak)
3. Nilai Sikap
a. Berani
Tidak takut menghadapi bahaya atau kesulitan
Mempunyai hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi
bahaya atau kesulitan, tidak gentar, pantang mundur, dan maju terus
Tidak takut menunjukkan kebenaran dan keadilan
b. Peduli
Peduli berarti kita mengasihi orang lain seperti kita mengasihi diri kita
Peduli berarti kita memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan
Peduli berarti kita membuka lebar-lebar pintu hati kita demi kebahagiaan dan
kesejahteraan semua makhluk
c. Adil
Meletakkan sesuatu pada tempatnya
Menerima hak tanpa lebih dan memberikan hak orang lain tanpa kurang
Memberikan hak setiap yang berhak secara lengkap tanpa lebih tanpa kurang antara
sesama yang berhak, dalam keadaan yang sama dan penghukuman bagi orang yang
melanggar hukum sesuai dengan kesalahan dan pelanggaran yang dilakukannya.
21
C. Manfaat Memiliki Integritas Diri
Hidup yang berintegritas adalah hidup yang terpenuhi kebutuhan dasar secara seimbang.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita perlu mengupayakan agar kebutuhan jasmani, intelektual,
emosional, sosial dan rohani terpenuhi secara seimbang. Apabila kita mampu mewujudkan
integritas diri sendiri, kita akan memperoleh manfaat yang besar, diantaranya :
1. Secara fisik, kita akan merasa sehat dan bugar. Kita selalu siap melakukan aktivitas atau
pekerjaan sehari-hari. Sebagai seorang siswa, kita harus menjaga kesehatan agar dapat
mengikuti pelajaran di sekolah dengan baik. Jika sering sakit, kita akan sering ketinggalan
pelajaran.
2. Secara Intelektual, kita dapat mengoptimalkan kemampuan otak kita. Oak kita terlatih
berpikir secara ilmiah, terlatih menganalisis, dan terlatih membuat kesimpulan yang logis dan
rasional. Kemampuan intelektual yang baik memungkinkan kita untuk mengikuti program
studi yang kita inginkan. Dengan kemampuan menganalisis yang baik, kita dapat menjauhkan
diri dari asumsi-asumsi yang bersifat subyektif semata.
3. Secara emosional, kemampuan EQ dalam diri seseorang akan membuat orang itu menjadi
penuh motivasi, sadar diri, empati, simpati, solidaritas tinggi dan sarat kehangatan emosional
dalam interaksi kerja. Kematangan emosional yang dimiliki seseorang akan membuatnya
bekerja dibawah tekanan. Itulah sebabnya ada banyak orang yang memiliki IQ sedang bahkan
rendah, namun dapat sukses dalam hidupnya karena memilki EQ yang tinggi
4. Secara Spiritual, kita dapa memakai segala sesuatu, termasuk pengalaman-pengalaman
hidup, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan, seperti keberhasilan,
kegagalan dan penderitaan. Kecerdasan spiritual membuat kita dapat melihat berbagai
kenyataan atau fenomena kehidupan dalam perspektif yang lebih dalam, utuh dan
menyeluruh dalam mengatasi keragaman dan perbedan yang dihadapi.
5. Secara sosial, kita semakin mampu mengembangkan hubungan baik satu sama lain. Kita
memiliki kepekaan hati dan perasaan untuk selelu memberi tempat bagi orang lain di dalam
hati kita
D. Membangun Integritas
Bagaimana membangun Integritas dalam kehidupan sehari-hari?
1. Dengarkan Hati Nurani.
Hati nurani anda terbentuk dari bawah sadar anda, dan bawah sadar anda telah
mengakumulasi informasi selama anda hidup. Hati nurani anda lebih pintar daripada anda
sendiri; dengarkan Hati Nurani anda karena ia lebih banyak tahu daripada anda, dan lebih
jernih dalam membuat keputusan.
2. Menjadi Pengamat yang baik dan Objektif terhadap Diri anda Sendiri.
Menjadi pengamat yang baik terhadap diri sendiri dan memposisikan diri kita di posisi orang
lain akan membuahkan pengamatan yang akurat mengenai diri sendiri. Bila kita terlalu
berkutat pada diri sendiri saja, kita bisa lalai dalam menilai diri kita. Dibutuhkan sikap empati
dalam mengerti orang lain untuk membantu kita mengerti diri sendiri.
22
3. Bersikap Terbuka dan Transparan.
Dengan mengadopsi sifat terbuka akan membantu kita membentuk integritas.
Makin sedikit informasi kehidupan kita yang kita tutupi dari orang lain, makin sedikit beban
hidup yang kita emban.
4. Memperlakukan Orang Lain dengan Sama.
Pada dasarnya setiap manusia memiliki Hak Asasi yang sama, oleh karena itu kita perlu
menghargai setiap orang; dan bukan berdasarkan hal material seperti seberapa banyak
kekayaan yang mereka miliki.
5. Berpegang pada Kebenaran
Berpegang pada Kebenaran akan memudahkan setiap proses pengambilan keputusan anda.
Setiap keputusan yang anda ambil akan mengalir dengan lebih mudah dan anda akan
mengambil nya tanpa beban karena anda telah berpegang pada kebenaran.
Anda pun akan bisa menjalani hidup tanpa beban bila berpegang teguh pada Kebenaran.
DAFTAR PUSTAKA
Slamet, dkk 2016, Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan Konseling untuk SMA-MA kelas 10,
Yogyakarta, Paramitra Publishing
Triyono, Mastur, 2014, Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan Konseling bidang pribadi,
Yogyakarta, Paramitra
Suyata, Pujiati & Yudhiantoro, Iwan. 2016. Modul Materi Integritas Untuk Umum. Jakarta: Bidang
Pencegahan KPK. https://aclc.kpk.go.id/wp-content/uploads/2019/07/Modul-Integritas-
Umum-aclc-kpk.pdf
Anonim. Pentingnya Membangun Integritas. http://www.thetitanliving.com/pentingnya-
membangun-integritas-bisnis-hidup-karir/
23
MANAJEMEN WAKTU
Target ketuntasan tugas tidak tercapai, waktu dengan keluarga sulit dicari, tidur pun tak cukup, dan
olah raga pun tidak sempat. Dan seakan waktu begitu cepat berlalu. Mungkin itulah masalah yang
kita hadapi saat ini. Di tengah dunia dengan kecanggihan teknologi, informasi dalam
kecepatan gigabyte, persaingan untuk mendapatkan prestasi semakin competitive, menyadarkan
kita untuk tidak boleh pulas lagi. Dunia di mana kita hidup saat ini tidak akan mungkin akan berubah
menjadi lebih mudah dan lelet. Kita mungkin merasa frustasi dan stres jika semua harus dipenuhi.
Akhirnya akan kembali ke diri kita: Apakah kita bisa mengelola ritme dan dinamika hidup kita?
http://www.satuharapan.com/read-detail/read/manajemen-prioritas
Sudah baik jika kita sudah menyusun agenda aktifitas harian kita. Tentu saja, lebih baik lagi jika kita
sudah mulai menyusun rencana untuk aktifitas yang akan kita lakukan dalam seminggu ke depan.
Ternyata dalam situasi sekarang, cara seperti itu tidak cukup, bahkan tidak relevan. Menyusun agenda
tidak lagi akan efektif. Akan terjadi banyak kondisi di mana kita tidak mengerjakan hal yang harus kita
kerjakan dan sibuk melakukan sesuatu yang seharusnya tidak kita kerjakan. Sudahkan kita memanage
waktu dengan baik? Lalu apa itu manajemen waktu, dan bagaimana caranya? Mari kita simak materi
di bawah ini.
24
Pengertian Manajemen Waktu
Sebagaimana dikutip oleh Bahrur, Edwin mendefinisikan manajemen waktu sebagai
suatu ilmu dan seni yang mengatur pemanfaatan waktu secara efektif dan efisien untuk
mencapai tujuan-tujuan tertentu melalui unsur-unsur yang ada didalamnya. Hal ini sejalan
dengan pendapat Lakein, ia mengatakan bahwa manajemen waktu merupakan perencanaan,
pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan produktivitas waktu. Waktu merupakan
salah satu sumber daya yang harus dikelola secara efektif dan efisien untuk menunjang
aktivitas (Duraisy, 2017).
Manajemen waktu merupakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, dan
pengawasan produktivitas waktu. Mengelola waktu belajar bukan berarti kehilangan waktu
luang untuk bersenang-senang. Bukan pula berarti bahwa waktu dalam 24 jam per hari harus
dihabiskan untuk belajar. Justru sebaliknya, prinsip utama dari pengelolaan waktu secara
efektif adalah pembagian waktu yang efektif untuk kegiatan-kegiatan yang meliputi : waktu
untuk belajar, waktu untuk bekerja dan kegiatan sosial maupun waktu bagi diri sendiri untuk
bersantai.
Definisi dan pengertian manajemen waktu dari beberapa sumber buku sebagai berikut:
1. Menurut Atkinson (1994), manajemen waktu adalah suatu jenis keterampilan yang
berkaitan dengansegala bentuk upaya dan tindakan seseorang yang dilakukan secara
terecana agar individu dapat memanfaatkan waktunya dengan sebaik-baiknya.
2. Menurut Haynes (1994), manajemen waktu adalah suatu proses pribadi dengan
memanfaatkan analisis dan perencanaan dalam menggunakan waktu untuk
meningkatkan efektivitas dan efisiensi.
3. Menurut Forsyth (2009), manajemen waktu adalah cara bagaimana membuat waktu
menjadi terkendali sehingga menjamin terkendali sehingga menjamin terciptanya sebuah
efektivitas dan efisensi juga produktivitas.
4. Menurut Taylor ( 1990), manajemen waktu adalah pencapaian sasaran utama kehidupan
sebagai hasil dari menyisihkan kegiatan-kegiatan yang tidak berarti yang sering memkan
banyak waktu.
25
Pentingnya Manajemen Waktu
Sebagaimana dikutip oleh Vina, Orr dan Tracy mengatakan bahwa efek-efek dari
manajemen waktu terbagi menjadi 10 macam, yaitu :
1. Dapat meningkatkan keteraturan hidup, percaya diri dan disiplin
2. Dapat meningkatkan kualitas kehidupan diluar jam kerja
3. Dapat meningkatkan penghasilan (gaji) pada tiap individu
4. Dapat meningkatnya kepuasan kerja pada individu
5. Dapat mengurangi kesalahan yang dibuat dalam pekerjaan
6. Dapat mengurangi jumlah krisis yang dihadapi individu
7. Menurunnya tingkat stress pada individu
8. Dapat menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dan diperolehnya prestasi kerja yang baik
9. Dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas kerja.
Aspek-aspek Manajemen Waktu
Menurut Atkinson, aspek-aspek dalam manejemen waktu mencakup hal-hal berikut:
1. Menetapkan Tujuan
Menetapkan tujuan dapat membantu individu untuk memfokuskan perhatian terhadap
pekerjaan yang akan dijalankan, fokus terhadap tujuan dan sasaran yang hendak dicapai
serta mampu merencanakan suatu pekerjaan dalam batasan waktu yang disediakan.
2. Menyusun Prioritas
Menyusun prioritas perlu dilakukan mengingat waktu yang tersedia terbatas dan tidak
semua pekerjaan memiliki nilai kepentingan yang sama. Urutan prioritas dibuat
berdasarkan peringkat, yaitu dari prioritas terendah hingga pada prioritas tertinggi.
Urutan prioritas ini dibuat dengan mempertimbangkan hal mana yang dirasa penting,
mendesak, maupun vital yang harus dikerjakan terlebih dahulu.
26
Apa Itu Prioritas?
Skala Prioritas adalah tingkat-tingkat yang memiliki kriteria tertentu atas segala sesuatu
yang diutamakan. Berikut adalah beberapa hal-hal yang mempengaruhi Skala Prioritas :
a. Tingkat urgensinya, yang mana yang harus didahulukan.
b. Kesempatan yang dimiliki.
c. Pertimbangan masa depan.
d. Kemampuan diri.
e. Tingkat pendapatan.
f. Status sosial.
g. Lingkungan
Skala prioritas mirip halnya dengan konsep matriks manajemen waktu Stephen Covey. Konsep ini
dikenalkan dalam bukunya yang berjudul “7 Habits of Effective People”. Dalam matriks ini terdapat 4
kuadran, yaitu Kuadran I (mendesak dan penting), Kuadran II (tidak mendesak tapi penting), Kuadran
III (mendesak tetapi tidak penting), Kuadran IV (tidak mendesak dan tidak penting).
Menyusun Skala Prioritas
27
Pada kuadran I, tipe pekerjaan penting dan mendesak harus diutamakan
penyelesaiannya lebih dahulu. Tugas tersebut tidak dapat ditunda-tunda lagi. Contohnya:
pekerjaan menghantar keluarga kecelakaan ke rumah sakit, mengerjakan tugas kantor untuk
diserahkan esok hari, dan lain sebagainya. Kegiatan ini membuat stres dan mengkonsumsi
banyak energi, dan dianggap sebagai pemborosan waktu.
Kegiatan kuadran II merupakan tipe pekerjaan yang harus disikapi dengan
menjadwalkan pekerjaan dengan cermat. Jangan sampai pekerjaan penting diabaikan
sehingga pekerjaan ini menjadi pekerjaan mendesak dan penting. Sebaiknya gunakan waktu
produktif untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Kegiatan dalam kelompok ini mencakup
kegiatan yang sudah terjadwal dengan baik, rutin. Contoh pekerjaan penting adalah
mengerjakan tugas sesuai jadwal, olahraga terjadwal dan lain sebagainya. Orang yang berada
dalam kelompok ini adalah mereka yang memiliki visi, mempunyai prioritas dalam hidupnya.
Sifat individu yang bergabung dalam kelompok ini adalah orang dengan pola hidup terkendali,
seimbang, dan berprestasi tinggi.
Kegiatan kuadran III merupakan kegiatan tidak penting namun terpaksa harus dilakukan,
seperti menerima tamu, menemani teman, dan lain sebagainya. Umumnya pekerjaan ini
tanpa direncanakan dan sulit dihindari. Kebiasaan bekerja pada kelompok seperti ini akan
membuat seseorang menjadi kurang disiplin, prestasi rendah, tidak memiliki tujuan jelas
dalam pekerjaan, karena selalu berusaha menyenangkan orang lain.
Kegiatan kuadran IV merupakan kegiatan yang dilakukan secara berlebihan dan
berakibat tingkat kepentingannya rendah. Contohnya adalah menonton televisi dan tidur
secara berlebihan. Orang dalam kelompok ini cenderung pemalas serta kurang bertanggung
jawab.
Tujuan dari matriks manajemen waktu adalah menyediakan cara untuk mengidentifikasi
berbagai jenis kegiatan dan bagaimana efektivitas dari kegiatan ini untuk mencapai satu
tujuan. Model ini berusaha untuk meminimalkan aktivitas yang terus membutuhkan
pengeluaran usaha dan waktu yang maksimal pada tugas-tugas yang tidak bisa dikerjakan.
28
Tips Mengelola Waktu
1. Perhatikan semua daftar kegiatan keseharian anda
Memang dalam hal apapun sebuah konsep sangatlah diperlukan. Di samping persiapan
semakin matang juga meningkatkan kualitas sebuah hasil. Begitu juga dalam hal cara
mengatur waktu bagi pelajar. Seorang pelajar yang cerdas hendaklah memperhatikan
apa yang menjadi tugas atau kegiatan sehari-harinya.
2. Lakukan pengorbanan secara cerdas
Mencoba untuk menjadi juara kelas atau mendapatkan nilai yang baik disekolah tidak
akan terwujud tanpa mengorbankan sesuatu. Mulailah menganalisa waktu anda.
Usahakan anda untuk tidak terjebak pada hal-hal yang bersifat menurunkan semangat
dan motivasi belajar. Bermain dengan hal yang menguras uang dan waktu yang tidak
bermanfaat seperti PS atau game online harus dihindari supaya tidak membawa efek
buruk dipikiran anda dalam memandang masa depan.
3. Mengatur prioritas tugas
Sebenarnya seorang pelajar boleh melakukan semua pekerjaan diwaktu manapun.
Namun bukan pilihan yang cerdas jika anda tidak memperhatikan keadaan tugas
tersebut. Hanya mengandalkan semangat saja tidaklah cukup. Anda membutuhkan skala
prioritas untuk dikerjakan. Mengapa? Serangkaian proses kegiatan memang boleh
dilakukan secara acak, tetapi jika tidak menghasilkan kualitas yang maksimal anda bisa
menyesal. Oleh karena itu cara mengatur waktu harus segera diterapkan.
4. Membagi tugas yang panjang dalam kegiatan yang lebih kecil
Sebagian tugas memang tidak bisa dikerjakan dalam waktu yang singkat. Berkaitan
dengan hal inilah pelajar harus pintar dalam mengatur waktu. Jika harus diselesaikan
dalam waktu yang panjang maka sebaiknya tugas tersebut dibagi ke dalam beberapa sub
tugas yang lebih kecil. Walaupun harus berpikir lebih keras dan rumit, tetapi pada
dasarnya tugas tersebut akan lebih baik dan lebih mudah. Selain itu kualitas yang
dihasilkan akan lebih berkualitas.
5. Jangan takut untuk mengatakan ‘TIDAK’
Pada kenyataannnya seorang pelajar memang harus memiliki banyak teman. Selain
mengetahui ilmu lebih banyak dan pengalaman cara belajar semakin komplek. Juga
mengetahui berbagai kesulitan belajar yang sering menghantui para pelajar. Sehingga 29
anda tahu cara mengatasinya. Namun bagaimana jika ada teman yang memiliki
pandangan berbeda dengan anda? Apa yang akan anda lakukan ketika mereka mengajak
keluar jalan? Menolak atau menerima? Setiap pilihan memang memiliki resiko dan
akibat. Oleh karena itu pilihan cerdas anda sangat menentukan.
6. Luangkan waktu untuk kegiatan kreatif dan produktif
Mengatur waktu bagi pelajar bukan sekedar tugas sekolah atau rumah. Memang kedua
tugas itu sangat penting, tetapi alangkah baiknya anda meluangkan waktu sehari atau
setengah hari pada setiap minggu untuk belajar hal yang meningkatkan keterampilan
anda sebagai pelajar. Anda bisa mencoba mengenali minat atau keterampilan yang anda
tertarik seperti olah raga (footsal, renang, bulu tangkis atau tenis meja) atau kerajinan
tangan (menulis, mendesain gambar atau fotografi).
7. Miliki istirahat yang efektif
Terlepas dari banyaknya tugas sekolah atau kegiatan di luar sekolah yang penting ada
baiknya anda memperhatikan waktu istirahat anda. Jangan memaksakan diri untuk
menyelesaikan tugas dengan buru-buru. Walaupun bisa cepat selesai, tetapi biasanya
hasil yang diperoleh kurang maksimal karena kerja otak semakin menurun. Jika tugas
yang anda miliki benar-benar banyak maka mengatur waktu sangatlah penting. Gunakan
waktu istirahat secara efektif dan efisien. Salah satunya anda memperhatikan waktu
tidur.
DAFTAR PUSTAKA
Bahrur Rosyidi Duraisy, “Manajemen Waktu (Konsep dan Strategi)”,
https://bahrurrosyididuraisy.wordpress.com/ Diakses 2 November 2020.
Nurhidayati, Diana Dwi. 2016. Peningkatan Pemahaman Manajemen Waktu Melalui Bimbingan
Kelompok Dengan Teknik Problem Solving pada Siswa. Jurnal Psikopedagogia. Vol.5, No.1.
Yogyakarta: Universitas Ahmada Dahlan.
Rakhmawati, Dewi. Bahan Ajar Manajemen Waktu. https://files1.simpkb.idguruberbagirpp154180-
1600953428.pdf Diakses pada tanggal 2 November 2020.
Saada, David. 2016. Manajemen Prioritas. http://www.satuharapan.com/read-
detail/read/manajemen-prioritas Diakses pada tanggal 2 November 2020.
30
DAHSYATNYA KEUTAMAAN BERSYUKUR
A. Definisi Bersyukur
Syukur dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, diartikan sebagai rasa terima kasih kepada Allah
swt, dan untunglah (meyatakan perasaan lega, senang dan sebagainya). Secara bahasa syukur
adalah pujian kepada yang telah berbuat baik atas apa yang dilakukan kepadanya. Syukur adalah
kebalikan dari kufur. Hakikat syukur adalah menampakkan nikmat, sedangkan hakikat ke-kufur-an
adalah menyembunyikannya. Menampakkan nikmat antara lain berarti menggunakannya pada
tempat dan sesuai dengan yang dikehendaki oleh pemberinya, juga menyebut-nyebut nikmat dan
pemberinya dengan lidah.
B. Hakikat Syukur
Muhammad Quraish Shihab menyebutkan bahwa syukur mencakup tiga sisi, yaitu: a. Syukur
dengan hati yakni menyadari sepenuhnya bahwa nikmat yang diperoleh semata-mata karena
anugerah dan kemurahan dari ilahi, yang akan mengantarkan diri untuk menerima dengan penuh
kerelaan tanpa menggerutu dan keberatan betapapun kecilnya nikmat tersebut. b. Syukur dengan
lidah yakni mengakui anugerah dengan mengucapkan alHamdulillah serta memuji-Nya. c. Syukur
dengan perbuatan yakni memanfaatkan anugerah yang diperoleh sesuai tujuan
penganugerahannya serta menuntut penerima nikmat untuk merenungkan tujuan
dianugerahkannya nikmat tersebut oleh Allah swt.
C. Aspek-aspek Bersyukur
McCullough, Emmons dan Tsang (2002) mengemukakan bahwa syukur merupakan sebuah sifat
yang ditandai dengan kecenderungan umum pada seseorang untuk menyadari dan merespon
31
dengan emosi syukur terhadap kebaikan pihak lain, melihatnya sebagai kejadian dan pengalaman
positif yang menimpanya. Terdapat empat hal yang menjadi aspek sifat syukur, yakni :
1. Intensity
Seseorang dengan sifat syukur dalam mengalami kejadian positif akan merasakan intensitas
yukur yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang kurang cenderung bersyukur.
2. Frequency
Seseorang yang memiliki sifat syukur akan merasakan peristiwa yang patut disyukuri lebih
sering dalam sehari, menyadari bahkan dalam peristiwa sederhana seperti sebuah pemberian
kecil atau perlakuan sopan.
3. Span
Seseorang yang memiliki sifat syukur akan memiliki jumlah jangkauan syukur yang luas dalam
berbagai peristiwa di kehidupannya. Misalnya, merasa bersyukur terhadap keluarga,
pekerjaan, kesehaan, bahkan terhadap kehidupan itu sendiri, bersamaan dengan berbagai jenis
manfaat dari hal-hal lain.
4. Density
Seseorang yang memiliki sifat syukur akan memiliki pengetahuan mengenai jumlah orang-
orang yang berkontribuasi dalam suatu peristiwa baik. Misalnya, dalam perisiwa mendapatkan
pekerjaan yang baik, seseorang yang memiliki sifat syukur akan menyebutkan sejumlah orang
seperti orangtua, teman-teman, keluarga dan mentor.
Sedangkan seseorang yang sifat syukurnya kurang hanya menyebutkan beberapa saja dari satu
peristiwa yang sama. Watkins, Woodward, Stone dan Kolts (2003) mengungkapkan bahwa sifat
syukur, merupakan sebuah predisposisi dalam pengalaman syukur. Hal tersbut berarti, bahwa
seseorang dengan sifat syukur memiliki kecenderungan yang lebih mudah menemukan
pengalaman syukur dalam beberapa situasi dalam kehidupan.
D. Manfaat Bersyukur
Dalam kehidupan kita pasti pernah mangalami hal yang membuat kita bahagia dan kadang juga
malah membuat kita merasa menjalani hidup adalah sebuah penderitaan. Bersyukurlah atas
kehidupan yang telah Allah berikan, kita masih diberi kesempatan untuk hidup bernafas bebas,
panca indra yang sempurna.
Berikut manfaat bersyukur dalam kehidupan, diantaranya :
1. Hidup dalam keberuntungan
Orang yang hidupnya bersyukur akan selalu berfikir positif didalam setiap hal yang
menimpanya baik yang menyenangkan ataupun yang menyedihkan.
32
2. Hidup dalam kebahagiaan
Orang yang bersyukur akan selalu merasa hidupnya penuh dengan kecukupan, oleh karena itu
mereka selalu merasa bahagia karena yakin bahwa setiap apa yang dia peroleh itulah yang
terbaik.
3. Memiliki wibawa dimata orang lain
Orang yang berbahagia adalah orang yang hidupnya penuh dengan kebaikan, mereka memiliki
wajah yang di hormati dan disayang oleh banyak orang karena wajah mereka dihiasi oleh wajah
penuh syukur
4. Terilihat lebih rupawan
Menurut para pakar psikologi orang yang bersyukur akan memiliki wajah yang selalu
tersenyum menjalani hidup dan orang yang selalu tersenyum itu manambah kecantikan dan
ketampanannya
5. Awet muda dan umur panjang
Orang yang selalu bersyukur memiliki watak yang sabar, sedangkan orang yang sabar
berdampak pada kesehatan dan awet muda karena otot wajah beraktifitas tidak terlalu banyak
dibandingkan dengan orang yang memiliki watak pemarah.
E. Sebab Kurang Bersyukur
Pada umumnya ada tiga hal yang sering membuat kita tidak bersyukur.
1. Pertama kita sering memusatkan diri pada apa yang kita inginkan bukan pada apa yang kita
miliki. Hal ini terjadi karena kita salah dalam melakukan penilaian. Kita sering mengukur suatu
nikmat dari Allah dengan ukuran diri sendiri, artinya jika keinginan dipenuhi, maka ia kan
mudah bersyukur sebaliknya jika belum dikabulkan, maka ia enggan untuk bersyukur.
2. Kedua, selalu melihat kepada orang lain yang diberikan lebih banyak nikmat, perilaku ini hanya
menyuburkan rasa iri, hasud dan dengki kepada orang lain. Cobalah untuk melihat orang yang
kurang beruntung, banyak di sekitar kita yang tak bisa menikmati indahnya pandangan dunia,
bahkan ada yang tak bisa hanya untuk sekedar berjalan. Tidak jarang kita merasa orang lain
lebih beruntung, kemanapun kita pergi, selalu ada yang lebih pandai, lebih tampan, lebih
cantik dan lebih segalanyaaa dari kita. Rasullah mengajarkan “apabila seseorang diantara
kamu melihat orang yang dilebihkan Allah dalam hal harta benda dan bentuk rupa, maka
hendaklah ia melihat kepada orang-orang yang lebih rendah dari padanya”.
3. Ketiga, menganggap apa yang dimilki adalah hasil usaha sendiri, perilaku ini menumbuhkan
sifat kikir, sombong dan melupakan Allah sebagai pemberi nikmat tersebut, padahal tidak ada
satu nikmat pun yang datang dengan sendirinya. Melainkan Allah yang telah mengatur
33
semuanya, kini selagi Allah masih memberikan waktu, satu-satunya cara yang harus kita
lakukan adalah mensyukuri semua nikmatnya dengan menjalankan perintah-Nya dan
menjauhi larangan-Nya.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2019. Pengertian dan Aspek-Aspek Syukur dalam Psikologi Positif.
http://www.indopositive.org/2019/11/pengertian-dan-aspek-aspek-syukur-
dalam.html#:~:text=Shihab%20(1996%3A214)%20mengemukakan,syukur%20dengan%20perb
uatan%2C%20dengan%20memanfaatkan. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2020.
Masfia, Irma. 2014. Hubungan Syukur Dan Konsep Diri Positif Siswa MTs NU Nurul Huda Semarang.
Thesis. UIN Walisongo.
Muamaroh, Wildan. 2017. Dahsyatnya Keutamaan Bersyukur.
http://wildanmuamaroh.blogspot.com/2017/11/dahsyatnya-keutamaan-bersyukur.html.
Diakses pada tanggal 20 Oktober 2020.
Rismaya, Riska. 2013. Ada 3 Hal yang Membuat Kita tidak Bersyukur.
https://cyberdakwah.com/2013/04/ada-3-hal-yang-membuat-kita-tidak-bersyukur/. Diakses
pada tanggal 20 Oktober 2020.
Shihab, Muhammad Quraish. 1996. Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan
Umat. Bandung: Mizan.
Sobihah, Ida Fitri. 2013. Dinamika Syukur pada Ulama Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ilmu
Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga.
34
BERPIKIR DAN BERSIKAP POSITIF
A. Pengertian Berpikir Positif
Berfikir positif adalah cara berfikir yang
di proses secara positif yang
menghasilkan “energi yang positif”,
yaitu suatu energi yang akan
menghasilkan pemikiran-pemikiran
dan sikap-sikap yang baik yang dapat
membuat manusia menjadi
bersemangat, melakukan hal-hal yang
benar dan menjadi bahagia.
B. Prinsip Berpikir Positif
Dalam berpikir positif ada tujuh prinsip yang dapat memperbaiki kehidupan kita. Berikut tujuh
prinsip berpikir positif :
1. Masalah dan Kesengsaraan Hanya Ada dalam Persepsi
Kenyataan adalah persepsi Anda. Jika Anda ingin mengubah kenyataan hidup Anda, mulailah
dengan mengubah persepsi Anda (DR. Ibrahim Elfiky)
2. Masalah Tidak Akan Membiarkan Anda dalam Kondisi yang Ada : Ia Akan Membawa Anda
pada Kondisi yang Lebih Buruk atau yang Lebih Baik
Apa yang terjadi pada Anda tidak penting. Yang penting adalah apa yang Anda lakukan
terhadap apa yang terjadi pada Anda (DR. Robert Schuler)
3. Jangan Jadi Masalah. Pisahkan Dirimu dari Masalah
Tidak ada masalah yang solusinya tidak dapat dipikirkan oleh akal manusia. (Voltaire)
4. Belajarlah dari Masa Lalu, Hiduplah pada Masa Kini, dan Rencanakanlah Masa Depan
Masa lalu adalah mimpi, masa depan adalah proyeksi. Hidupmu saat ini yang diwarnai cinta
mendalam pada Allah SWT membuat masa lalu menjadi mimpi yang indah dan masa depan
penuh harapan (DR. Ibrahim Elfiky)
5. Setiap Masalah ada Solusi Spiritualnya
Barang siapa bertaqwa pada Allah SWT niscaya Dia akan menyediakan jalan keluar untuknya.
Dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak terduga (Al-Thalaq: 2 – 3)
6. Mengubah Pikiran Berarti Mengubah Kenyataan. Pikiran Baru Menciptakan Kenyataan Baru
7. Ketika Allah SWT Menutup Satu Pintu, Pasti Dia Membuka Pintu Lain yang Lebih Baik
35
C. Tips Untuk Berpikir Positif
1. Bersyukur
Jangan berfokus pada apa yang tidak Anda miliki. Cobalah untuk mengingat hal-hal baik yang
menjadi milik Anda, ingatlah semua hal baik yang pernah terjadi pada Anda.
2. Pilih teman-teman yang suportif
Terkadang, pikiran negatif juga bisa menular. Untuk itu, jangan tempatkan diri Anda di
tengah para pengeluh. Lebih baik, pilih teman-teman yang selalu memberikan dukungan,
bersemangat, dan berpikir positif setiap hari.
3. Hilangkan drama
Punya teman yang ‘beracun’ atau selalu membuat hidup Anda penuh drama? Tinggalkan
mereka segera. Berada terus bersama mereka bisa membuat pikiran negatif menempel
terus-menerus pada Anda.
4. Ambil tanggung jawab
Ingat, Anda memang tak bisa mengendalikan apa yang akan terjadi. Namun Anda selalu bisa
mengendalikan pikiran, perasaan, dan tindakan Anda sendiri. Jadi, ketika ada hal buruk yang
terjadi, katakan pada diri Anda: “Aku bertanggung jawab pada perasaan dan pikiranku, dan
aku memutuskan untuk merasa bahagia dan tegar.”
5. Ubah ‘tidak bisa’ menjadi ‘bisa’
Berbuat baik
6. Lihat sisi baiknya
7. Istirahat
Setiap orang perlu istirahat dan menenangkan diri sesekali. Istirahat bisa saja berarti
memelankan langkah ketika berjalan, merenung sejenak tentang apa yang sudah Anda
lakukan, serta menyegarkan pikiran dari rasa khawatir dan cemas.
8. Tentukan tujuan
9. Tertawa
D. Bertindak Positif
Berpikir positif tentu berbeda dengan bertindak positif, meskipun dalam berpikir positif biasanya
akan mendorong seseorang untuk melakukan tindakan positif. Tapi perlu di ketahui juga bahwa
untuk mencapai sesuatu terhadap apa yang kita pikirkan tidak akan berhenti pada proses berpikir
saja. Melainkan harus di realisasikan dalan tindakan yang positif pula.Tindakan positif artinya
tindakan yang hasilnya positif bagi diri sendiri dan sesame. Bertindak positif berarti tidak
merugikan orang lain ataupun organisasi di mana anda bekerja.
36
E. Metode Bertindak Positif
Menurut Triantoro S & Kunjana R dalam bukunya yang berjudul menjadi pribadi yang berprestasi
untuk menerapkan metode bertindak positif perlu diperhatikan hal-hal berikut:
1. Pilih tindakan-tindakan nyata yang benar-benar dapat di laksanakan secara wajar tanpa
memaksakan diri
2. Perhatikan reaksi-reaksi spontan dari lingkungan terhadap usaha untuk bertindak positif
3. Besar kemungkinan usaha bertindak positif mula-mula anda rasakan sebagi tindakan pura-
puura, bersandiwara, tetapi jika anda lakukan secara konsisten tindakan-tindakan positif
tersebut akan menyatu dengan diri anda, sehingga telah menjadi bagian dari keribadian
anda.
Masih menurut Triantoro S & Kunjana R, terdapat dua tindakan positif, yaitu tindakan positif ke
dalam dan tindakan positif keluar diri. Tindakan positif ke dalam diri bertujuan untuk untuk
mengembangkan diri sendiri, menumbuhkan energi positif, keterampilan dan keahlian yang
maksimal. Sementara tindakan positif keluar diri berarti melakukan sesuatu yang berharga untuk
orang lain, membuat orang lain merasa senang, dan menghindari perbuatan yang menyakiti
orang lain.
F. Kebiasaan Untuk Bertindak Positif
Menurut Michell Suharli (2009) ada beberapa tindakan positif yang perlu menjadi kebiasaan, di
antaranya adalah sebagai berikut:
1. Bekerja melebihi standar
Orang sukses terbiasa bekerja lebih seperti itu sehingga ia bisa “naik kelas” ke “pertempuran”
yang lebih besar lagi. Mohon di ingat bahwa setiap orang berhak naik kelas tiap tahun. Caranya
anda perlu bertindak melebihi standar yang di harapkan mereka yang membayar anda. Hanya
dengan bertindak melebihi standarlah anda akan di bayar lebih
2. Jujur terhadap suara hati
Orang yang bertindak berdasrkan suara hati selalu bersandarkan pada persepsi benar atau
salah. Kebenaran yah kebenaran, bukan pembenaran. Orang yang tidak jujur pada suara hati
akan menjadi orang munafik dan jalannya tidak akan membawa pada kemenangan
3. Meningkatkan diri terus menerus
Orang yang selalu bertindak seperti ini di namakan manuaai pembelajaar. Manusia
pembelajaar sibuk menata dunia baru, sementara manusia yang hanya sibuk memikirkan
dunia yang tidak ada lagi. Manusia pembelajar berupaya untuk menemukan nilai tambah yang
akan ia tawarkan
37
DAFTAR PUSTAKA
Ananda, Kun Sila. 10 Cara Tingkatkan Pikiran Positif. https://www.merdeka.com/sehat/10-cara-
tingkatkan-pikiran-positif.html Diakses pada tanggal 21 Oktober 2020.
Anonim. 2017. Definisi dan Prinsip Berpikir Positif.
http://nurulfatimahfik2012.blogspot.com/2012/11/definisi-dan-prinsip-berpikir-positif.html
Diakses pada tanggal 21 Oktober 2020.
Lestari, Sinta. 2014. Berpikir Positif dan Bertindak Positif.
https://lstrsins.wordpress.com/2014/12/07/berfikir-positif-dan-bertindak-positif/ Diakses
pada tanggal 21 Oktober 2020.
38
STRATEGI BELAJAR SESUAI DENGAN GAYA
BELAJAR
A. Pengertian belajar menurut para ahli
James O. Whittaker (Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar) Belajar adalah
Proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.
Winkel, belajar adalah aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif
dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan,
pemahaman, ketrampilan, nilai dan sikap. R. Gagne (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi
Belajar) Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan,
ketrampilan, kebiasaan dan tingkah laku.
B. Ciri-ciri Belajar - Hakikat belajar
Ciri-ciri belajar adalah sebagai berikut :
Adanya kemampuan baru atau perubahan. Perubahan tingkah laku bersifat
pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik), maupun nilai dan sikap (afektif).
Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau dapat disimpan.
Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha. Perubahan
terjadi akibat interaksi dengan lingkungan.
Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik atau kedewasaan,
tidak karena kelelahan, penyakit atau pengaruh obat-obatan
39
Hakekat belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan secara sadar dan terus
menerus melalui bermacam-macam aktivitas dan pengalaman guna memperoleh
pengetahuan baru sehingga menyebabkan perubahan tingkah laku yang lebih baik.
Perubahan tersebut bisa ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti perubahan dalam hal
pemahaman, pengetahuan, perubahan sikap, tingkah laku dan daya penerimaan.
Strategi adalah sebuah cara yang dipakai oleh seseorang dalam melakukan sesuatu
smart (cerdik)
C. Gaya Belajar
Gaya belajar atau learning style sering diartikan sebagai karakteristik dan preferensi
atau pilihan individu mengenai cara mengumpulkan informasi, menafsir kan,
mengorganisasi, merespon, dan memikirkan informasi tersebut. Gaya belajar merupakan
kunci untuk mengembangkan kinerja dalam pekerjaan, di sekolah, dan dalam situasi-
situasi antar pribadi. Ketika Kamu sudah bisa mengenal gaya belajar Kamu yakni
bagaimana Kamu menyerap dan mengolah informasi, maka Kamu akan dapat menjadikan
belajar dan berkomunikasi lebih mudah sesuai dengan gaya belajar Kamu sendiri.
Ada tiga macam gaya belajar, yaitu :
1. Gaya Belajar Visual; yaitu gaya belajar yang lebih banyak menggunakan indra mata
sebagai alat untuk menyerap informasi. Orang-orang visual banyak mengikuti ilustrasi
atau membaca instruksi sendiri.
2. Gaya Belajar Auditorial; yaitu gaya belajar yang banyak menggunakan telinga sebagai
alat untuk menyerap informasi yang masuk. Orang-orang auditorial lebih senang
informasi itu dia dengarkan dari orang lain
3. Gaya Belajar Kinestetik, yaitu gaya belajar yang lebih menekankan praktik langsung
atas apa yang sedang dipelajari. orang-orang kinestetik lebih senang kalau dibiarkan
mengerjakan sendiri atau praktik langsung.
D. Modalitas Belajar , Ciri-ciri serta Strategi Belajarnya
Lingkungan belajar memberi pengaruh besar pada keberhasilan belajarmu. Karena
itu, ciptakanlah suasana belajar yang nyaman, sehat, dan santai. Lingkungan yang nyaman
bersifat subjektif karena terkait dengan modalitas belajar.
40
Jika Anda adalah seorang dengan modalitas VISUAL, pengingat-pengingat visual seperti
poster, akuarium atau lukisan akan membuatmu memiliki sikap positif dalam belajar.
Jika Anda memiliki modalitas AUDITORIAL, penggunaan musik untuk belajar atau suasana
yang tenang tanpa suara merupakan syarat mutlak untuk membantu Anda lebih
berkonsentrasi.
Jika Anda memiliki modalitas KINESTETIK, biasanya senam ringan diperlukan sebelum
belajar. Bahkan, sekadar melompat-lompat di ruang belajar dapat membantu Anda
berkonsentrasi dalam belajar. Setiap modalitas memiliki ciri-ciri tersendiri, adapun ciri-ciri
tersebut sebagai berikut :
Ciri-ciri Orang dengan Modalitas Visual
1. Rapi dan teratur
2. Berbicara dengan cepat
3. Perencana dan pengatur jangka panjang yang baik
4. Teliti terhadap detail
5. Mementingkan penampilan
6. Pengeja yang baik dan dapat melikat kata-kata yang
sebenarnya dalam pikiran mereka
7. Lebih mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar
8. Mengingat dengan asosiasi visual
9. Biasanya tidak terganggu oleh keributan
10. Mempunyai masalah untuk menginat instruksi verbal kecuali ditulis dan seringkali
minta bantuan orang untuk mengulanginya.
11. Pembaca cepat dan tekun
12. Lebih suka membaca daripada dibacakan
13. Memerlukan pandangan hidup dan tujuan yang menyeluruh serta sikap waspada
sebelum secara mental merasa pasti mengenai suatu masalah atau proyek
14. Mencorat-coret tanpa arti selama berbicara di telepon dan dalam rapat
15. Lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain
16. Sering menjawab pertanyaan dengan jawaban singkat “ya” atau “tidak”
17. Lebih suka melakukan demonstrasi daripada berpidato
18. Lebih suka seni lukis daripada seni musik
41
Strategi Belajar Efektifnya :
a. Belajar dengan gambar, diagram dan peta
b. Membuat coretan, simbol, tanda-tanda penting
c. Gunakan video, gambar-gambar berwarna
d. Membuat pengelompokan
Ciri-ciri Orang dengan Modalitas Auditorial
1. Berbicara kepada diri sendiri pada saat bekerja
2. Mudah terganggu oleh keributan
3. Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
4. Senang membaca dengan keras dan mengdengarkan
5. Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, irama dan warna suara
6. Merasa kesulitas untuk menulis, tetapi hebat dalam bercerita
7. Berbicara dalam irama yang terpola
8. Biasanya merupakan pembicara yang fasih
9. Lebih suka seni musik daripada seni lukis
10. Belajar dengan mendengarkan dan lebih mengingat apa yang didiskusikan
daripada yang dilihat
11. Suka berbicara, suka berdiskusi, dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar
12. Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan visualisasi,
seperti memotong bagian-bagian hingga sesuai satu sama lain.
13. Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskan sesuatu
14. Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
Strategi Belajar Efektifnya :
a. Membaca dengan suara / cerita
b. Menulis ulang yang dipelajari / ringkasan
c. Diskusi, berdebat, wawancara
d. Mendengar melalui kaset, seminar, lokakarya
Ciri-ciri Orang dengan Modalitas Kinestetik 42
1. Berbicara dengan perlahan
2. Menanggapi perhatian fisik
3. Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka
4. Berdiri dekat ketika berbicara dengan orang
5. Selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak
6. Mempunyai perkembangan awal otot-otot yang besar
7. Belajar melalui manipulasi dan praktik
8. Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
9. Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca
10. Banyak menggunakan isyarat tubuh
11. Tidak dapat duduk diam untuk waktu lama
Strategi Belajar Efektifnya :
a. Melakukan Praktek
b. Mengamati demo / contoh konkret
c. Drama, permainan, aktivitas lapangan
d. Menggunakan model, lego, alat praktik, kerajinan tangan, puzzle
e. Menggunakan gerak dalam belajar
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2009. Pengertian Belajar. https://ikadam23.wordpress.com/2009/11/06/pengertian-
belajar/ Diakses pada tanggal 22 Oktober 2020.
Britto, JS de. 2020. Kenali dan Maksimalkan 3 Gaya Belajar Ini Biar Nilai Ulangan Kamu Maksimal.
https://www.kalderanews.com/2020/09/kenali-dan-maksimalkan-3-gaya-belajar-ini-biar-
nilai-ulangan-kamu-maksimal/ Diakses pada tanggal 22 Oktober 2020.
Jamaluddin, Dery. https://deryjamaluddin.page.tl/Belajar-dan-Pembelajaran.htm Diakses pada
tanggal 22 Oktober 2020.
Wibowo, Rinto Bayu. 2018. Strategi Belajar Sesuai Dengan Gaya Belajar.
http://rintobayu.blogspot.com/2018/11/strategi-belajar-sesuai-dengan-gaya.html Diakses pada
tanggal 22 Oktober 2020
43
POTENSI DIRI REMAJA
A. Pengertian Potensi Diri
Ada banyak sekali pakar yang mencoba mendeskripsikan arti kata dari potensi, salah
satu pakar yang mencoba mendeskripsikan kata potensi adalah Wiyono. Menurutnya
potensi memiliki arti kemampuan dasar dari seseorang yang masih terpendam dan
menunggu untuk dimunculkan menjadi kekuatan yang nyata. Dari pendapat Wiyono
tersebut potensi dapat diartikan sebagai kemampuan yang masih terpendam dan siap
untuk diwujudkan dan dapat dimanfaatkan dalam kehidupan manusia itu sendiri.
Sementara menurut Majdi potensi adalah kemampuan yang masih bisa di kembangkan
lebih baik lagi, secara sederhana potensi merupakan kemampuan terpendam yang masih
perlu untuk dikembangkan.
Potensi diri merupakan kemampuan, kekuatan, baik yang belum terwujud maupun
yang telah terwujud, yang dimiliki seseorang, tetapi belum sepenuhnya terlihat atau
dipergunakan secara maksimal. Dengan mengetahui potensi diri, kita akan merasa
lebih percaya diri dalam melaksanakan setiap tugas dalam hidup kita. Kita juga dapat
mengambil keputusan secara tepat menyangkut karier atau hidup kita. Selain itu, secara
psikis pribadi kita juga akan merasa nyaman sebab kita mengerjakan sesuatu sesuai
dengan potensi yang kita miliki. Tentunya ini akan berpengaruh dalam banyak hal dalam
hidup kita, terlebih akan nampak dalam kinerja (produktifitas) dari apa yang kita buat
atau lakukan atau hasilkan dalam hidup kita sehari-hari.
44
Jadi, jelaslah bahwa memahami potensi diri itu sangatlah penting dan memang perlu
diupayakan oleh setiap pribadi. Sebab dengan memahami dan mengetahui potensi atau
talenta yang kita miliki itu, ia dapat membantu kita meningkatkan kinerja
(produktifitas) kita lebih baik lagi dari tugas-tugas atau dari apa yang kita lakukan sehari-
hari dalam hidup. Selain itu, potensi itu pulalah yang akan mengarahkan dan memotivasi
kita untuk lebih meningkatkan produktifitas hidup kita sehari-hari. Namun, yang perlu
dingat adalah potensi itu bukanlah sebuah produk atau barang yang sudah jadi. Potensi
atau talenta yang dapat meningkatkan kinerja (produktifitas) hidup kita adalah hasil atau
produk dari pengalaman belajar dan pengalaman hidup kita sehari-hari yang sudah kita
refleksikan.
B. Macam - macam Potensi Diri
Setelah kita mengetahui definisi dari Potensi diri diatas, Kita akan membahas Macam-
macam Potensi diri pada Manusia. Manusia memiliki potensi diri yang dapat dibedakan
menjadi 5 macam, yaitu:
1. Potensi Fisik ( Phychomotoric )
Potensi diri ini dapat diberdayakan sesuai fungsinya untuk saling membagi
kepentingan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Contohnya hidung untuk
mencium bau, tangan untuk menulis, kaki untuk berjalan, telinga untuk mendengar,
dan mata untuk melihat.
2. Potensi Mental Intelektual (Intellectual Quotient)
Potensi diri ini adalah potensi kecerdasan yang terdapat di otak manusia (terutama
otak bagian kiri). Fungsi dari potensi ini yaitu untuk merencanakan sesuatu,
menghitung dan menganalisis.
3. Potensi Sosial Emosional (Emotional Quotient)
Potensi diri ini sama dengan potensi mental intelektual, tetapi potensi ini terdapat di
otak manusia bagian kanan. Fungsinya yaitu untuk bertanggung jawab,
mengendalikan amarah, motivasi, dan kesadaran diri.
4. Potensi Mental Spiritual (Spiritual Quotient)
Potensi ini merupakan potensi kecerdasan yang berasal dari dalam diri manusia yang
berhubungan dengan kesadaran jiwa, bukan hanya untuk mengetahui norma, tapi
untuk menemukan norma. 45
5. Potensi Daya Juang (Adversity Quetient)
Sama seperti potensi mental spiritual, potensi daya juang juga berasal dari dalam diri
manusia dan berhubungan dengan keuletan, ketangguhan, dan daya juang yang
tinggi.
C. Mengenali dan Menggali Potensi Diri
Pada dasarnya setiap manusia memiliki kekuatan dan potensi masing-masing. Tapi
sampai saat ini masih banyak yang belum menyadari potensi di dalam dirinya sendiri.
Padahal potensi setiap orang sangat menunjang kesuksesan hidupnya jika diasah dengan
baik. Berikut tips mengenali potensi diri :
1. Kenali diri sendiri
Coba buat daftar pertanyaan, seperti: apa yang membuat Anda bahagia; apa yang Anda
inginkan dalam hidup ini; apa kelebihan dan kekuatan Anda; dan apa saja kelemahan
Anda. Kemudian jawablah pertanyaan ini secara jujur dan objektif. Mintalah bantuan
keluarga atau sahabat untuk menilai kelemahan dan kekuatan Anda.
2. Tentukan tujuan hidup
Tentukan tujuan hidup Anda baik itu tujuan jangka waktu pendek maupun jangka
panjang secara realistis. Realistis maksudnya yang sesuai dengan kemampuan dan
kompetensi Anda. Menentukan tujuan yang jauh boleh aja asal diikuti oleh semangat
untuk mencapainya.
3. Kenali motivasi hidup
Setiap manusia memiliki motivasi tersendiri untuk mencapai tujuan hidupnya. Coba
kenali apa motivasi hidup Anda, apa yang bisa melecut semangat Anda untuk
menghasilkan karya terbaik, dan sebagainya. Sehingga Anda memiliki kekuatan dan
dukungan moril dari dalam diri.
4. Hilangkan negative thinking
Buanglah pikiran-pikiran negatif yang bisa menghambat langkah Anda mencapai
tujuan. Setiap kali Anda menghadapi hambatan, jangan menyalahkan orang lain. Lebih
baik coba evaluasi kembali langkah Anda mungkin ada sesuatu yang perlu diperbaiki.
Kemudian melangkahlah kembali jika Anda telah menemukan jalan yang mantap. 46
5. Jangan mengadili diri sendiri
Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam mencapai tujuan Anda, jangan
menyesali dan mengadili diri sendiri berlarut-larut. Hal ini hanya akan membuang waktu
dan energi. Bangkit dan tataplah masa depan. Jadikan kegagalan sebagai pengalaman
dan bahan pelajaran untuk maju.
D. Menggali Potensi Diri
Faktor-faktor apa saja yang membuat potensi diri Anda bisa tergali?
1. Percaya diri. Kurangnya percaya diri bisa menghilangkan kesempatan Anda untuk
menggali potensi diri Anda, akan tetapi tidak menghilangkan potensi.
2. Hobi dan minat. Jika Anda mengerjakan sesuatu yang Anda sukai bahkan sebagai hobi
atau minat pasti akan menghasilkan sesuatu yang memuaskan (seharusnya). Jadi
cobalah gali potensi yang sejalan dengan minat Anda, akan tetapi jangan lupakan yang
bukan minat Anda.
3. Pergaulan. Misal jika Anda punya pergaulan yang baik dengan orang yang pintar maka
Anda akan jadi pintar.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2018. Arti Penting Potensi. http://klampistimur.blogdesa.net/2018/02/arti-penting-
potensi.html Diakses tanggal 23 Oktober 2020.
Cindy, Mutiara. 2016. Mengenali dan Mengembangkan Potensi Diri.
https://mutiaracindyw.wordpress.com/2016/10/22/ss_tulisan01_mengenali-dan-
mengembangkan-potensi-diri/ Diakses tanggal 23 Oktober 2020.
Fahri, Ferdiansyah. 2015. Menggali Potensi Dalam Diri.
Diakses
http://ferdiansyahfahri.blogspot.com/2015/04/menggali-potensi-dalam-diri.html
tanggal 23 Oktober 2020.
Tim Paramitra, 2011. Kumpulan lengkap materi bimbingan dan konseling bidang bimbingan pribadi
sosial belajar dan karier. Yogyakarta: Paramitra Publishing.
47
ETIKA PERGAULAN DENGAN TEMAN SEBAYA
A. Definisi Etika
Etika pergaulan yaitu sopan santun atau tata krama dalam pergaulan yang sesuai
dengan situasi dan keadaan serta tidak melanggar norma-norma yang berlaku baik norma
agama, kesopanan, adat, hukum dan lain-lain. Etika adalah suatu sikap seperti sopan
santun atau aturan lainnya yang mengatur hubungan antara kelompok manusia yang
beradab dalam pergaulan. Kita semua manusia disebut sebagai makhluk sosial dan
makhluk individu. Jadi kita semua walaupun mementingkan dan mendahulukan kebutuhan
secara pribadi tetap membutuhkan dan memerlukan orang lain, untuk mengantar
ketujuan yang kita butuhkan. Agar terjadi hubungan yang harmonis kalian perlu
pembinaan dari sekarang ini sehingga nantinya tercipta hubungan yang selaras, serasi dan
seimbang jauh dari pertentangan dan permusuhan yang dinilai dari masyarakat.
Pergaulan remaja adalah kontak sosial di antara remaja, atau dalam kelompok sebaya
(peer group). Kelompok sebaya ini, di samping dapat memberikan pengaruh yang positif
terhadap perkembangan remaja sebagai anggota kelompok tersebut, juga menimbulkan
pengaruh yang negatif. Pengaruh negatif itu maksudnya, bahwa kelompok teman sebaya
itu bisa menjadi racun bagi perkembangan remaja yaitu apabila pola perilaku para
anggotanya tidak dilandasi moral, atau melecehkan norma agama, seperti : meminum
minuman keras, kecanduan obat-obat terlarang (drug addiction), kriminalitas, sadisme,
48
pacaran bebas (free love), dan bahkan free sex (samen leven atau kumpul kebo). Dilihat
dari kajian psikologis, pergaulan itu dipandang sebagai wahana untuk mewujudkan atau
memenuhi kebutuhan insani (manusia), yaitu kebutuhan sosial, seperti :
1. Kebutuhan akan pengakuan sosial (need for affiliation)
2. Kebutuhan akan keterikatan (persaudaraan) dan cinta kasih (belongingness and love
needs)
3. Kebutuhan akan rasa aman, perlindungan (safety needs)
4. Kebutuhan akan kebebasan (independence)
5. Kebutuhan akan harga diri, hasrat untuk dihargai orang lain (self-esteem needs)
Untuk memahami labih lanjut, tentang bagaimana bentuk pergaulan remaja, yang
mungkin juga sedang anda alami sekarang, adalah sebagai berikut :
1. Pergaulan Persahabatan
Pergaulan ini sifat hubungannya hanya sebatas berteman yang didasari adanya
kesamaan di antara mereka, seperti : kesamaan sekolah, agama, hobi, tempat
tinggal, pekerjaan, dan latar belakang status sosial ekonomi.
2. Pergaulan Percintaan
Masa remaja ditandai dengan mulai matangnya (terjadi perubahan fungsional)
organ-organ reproduksi dan postur tubuh. Perubahan-perubahan itu dapat
menimbulkan hasrat libido pada lawan jenisnya. Pada masa ini, remaja hidupnya
makin romantis, senang berhias diri, menyusun atau mengarang puisi-puisi cinta,
dan senang membaca novel-novel percintaan. Remaja mulai berminat, atau
menaruh perhatian yang lebih dalam untuk bergaul lebih akrab dengan lawan
jenisnya.
Keinginan remaja untuk menjalin cinta kasih dengan lawan jenisnya, merupakan
fitrah manusiawi yang tidak mungkin dihilangkan atau dihalang-halangi.
Persoalannya adalah bagaimana agar dalam menyalurkan fitrah cinta kasihnya itu
tidak melanggar norma agama atau adat istiadat.
49