The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by prapty hamdan, 2020-11-22 07:01:40

Modul Bimbingan Klasikal

Modul Bimbingan Klasikal

B. Cara untuk Membina Persahabatan
Ada beberapa cara untuk Membina hubungan persahabatan yang baik (Pergaulan)

dengan sesama teman, antara lain:
1. Belajar menghargai

Pada dasarnya semua orang ingin dihargai, tidak peduli apakah ia orang berpangkat
atau tidak, orang miskin atau kaya, sesama agama atau tidak seagama, sesama suku
atau tidak sesama suku, semuanya ingin dihargai secara proporsional. Namun
sayangnya, banyak orang dikalangan kita yang tidak mau menghargai orang lain.
Padahal menghargai orang lain bukan berarti memberikan sesuatu yang besar nilainya.
Misalnya saja menghargai pendapat orang lain. Hal ini sangat penting dilakukan dalam
membina hubungan yang baik. Kalau kita tidak mau menghargai orang lain, jangan
berharap orang lain akan mau menghargai kita.
2. Belajar menghormati
Setiap orang selalu ingin dihormati. Oleh karena itu, janganlah kita menghormati orang
lain karena ia kebetulan punya pangkat atau kedudukan. Kita perlu menghormati orang
bahkan orang yang seumuran dengan kita, bila kita melihat orang lain tersebut
melakukan sesuatu yang baik. Dengan kata lain, ciptakan suasana saling menghormati
di antara kita.
3. Mempunyai sikap mau mengerti
Sikap mau mengerti keadaan orang lain pada dasarnya merupakan perbuatan sangat
terpuji. Sebab, orang mempunyai sikap mau mengerti keadaan orang lain ini
membutuhkan kesadaran yang harus ditumbuhkan dari dalam hati nurani yang
terdalam. Oleh karena itu dalam membina hubungan yang baik, sudah seharusnya kita
mau mengerti keadaan orang lain tanpa pandang bulu. Artinya kita harus menghindari
sikap acuh tak acuh atau tidak peduli terhadap orang-orang yang ada di sekitar kita
4. Mau menberikan pujian
Bila kita melihat teman kita berprestasi dalam suatu bidang apapun karena hasil keras
dan jujur, maka sebaiknya kita mau memberikan pujian terhadap teman kita tadi
dengan penuh keihklasan. Sebab, pemberian pujian yang sesuai dengan keadaannya,
artinya tanpa dibuat-buat, akan memberikan pengaruh positif bagi teman kita,
meskipun pujian yang kita berikan itu dalam bentuk sekecil apapun. Oleh karena itu,

50

dalam rangka membina hubungan yang baik antar sesama teman, sebaiknya kita jangan
pelit memberikan pujian.
5. Mau memberikan motivasi
Perjalanan hidup seseorang tidak selamanya berjalan mulus, artinya ada kalanya ia
mengalami masalah, seperti patah semangat atau putus asa dan lain sebagainya,
sehingga ia kehilangan semangat, malas, tidak bergairah. Bila kita mempunyai teman
yang mengalami demikian itu, maka sebagai teman yang baik tentunya akan
memberikan motivasi (dorongan), sehingga teman kita tadi tumbuh kembali rasa
percaya dirinya. Oleh karena itu dalam membina hubungan yang baik, sebaiknya kita
harus pandai-pandai memberikan motivasi, khususnya terhadap teman yang sedang
mengalami suatu masalah.
6. Tidak bercanda keterlaluan.
Kalau kita bersenda gurau hal hal yang kecil mugkin tidak masalah, tetapi kalau sudah
diluar batas, maka hubungan itu bisa langsung retak.
7. Hal yang dapat menjaga persabahatan adalah menjadi pendengar baik dan saling
menghormati satu sama lain.
Hormati saran teman dan dengarkan apa yang sahabat ungkapkan, ambil sisi positifnya
sebagai kritik yang membangun. Kepribadian yang berbeda antara kita dan sahabat,
akan dapat menjadi pelengkap satu sama lain. Tetapi bukan berarti kita harus
menceritakan segala hal kepada sahabat.
8. Jangan pernah mengkhianati kepercayaan sahabat kita.
Percayalah, ketika kita mengkhianati sebuah persahabatan, maka tidak akan
mendapatkan sahabat terbaik lagi. Beri dukungan ketika sahabat kita sukses dan selalu
mengagumi prestasinya. Ketika ada konflik di antara persahabatan dapat diselesaikan
dengan saling terbuka satu sama lain. Memaafkan memang tidak gampang, tapi
memaklumi bahwa setiap orang dapat membuat suatu kesalahan dan demi kebaikan
dan menjaga persahabatan agar tetap utuh.

C. Etika yang Perlu Diperhatikan dalam Pergaulan
Diantara beberapa unsur etika yang perlu diperhatikan dalam pergaulan dengan

teman sebaya itu, adalah:

51

1. Pilihan teman yang berakhlak baik.
2. Bertemanlah dengan yang memiliki semangat belajar yang tinggi.
3. Kembangkanlah sikap saling membantu, dan memberi saran, dalam kelompok anda.
4. Kembangkanlah sikap saling menghormati, dan menghargai diantara teman

kelompok.
5. Jadikanlah sikap solidaritas semua (buta) diantara teman, seperti solidaritas terhadap

teman yang melakukan tawuran.
6. Hindarkan pola perilaku yang melanggar norma agama (tidak normal).
7. Jadikanlah kelompok anda itu sebagai wahana untuk belajar bersama, seperti

mendiskusikan pelajaran, tugas-tugas, atau pemecahan masalah-masalah yang
dihadapi, baik oleh pribadi masing-masing, maupun oelh bersama.

DAFTAR PUSTAKA

Badaruddin, Achmad. 2015. Etika Pergaulan Dengan Teman Sebaya.
https://www.abekoto.com/2015/12/etika-pergaulan-dengan-teman-sebaya.html Diakses
tanggal 24 Oktober 2020.

Puspareni, Yuniar. 2011. Etika Pergaulan. http://puspareni.blogspot.com/2011/05/etika-
pergaulan.html Diakses tanggal 24 Oktober 2020.

Setiyowati, Ety. 2013. Membina Hubungan Baik Dengan Teman Sebaya.
http://etysetiyowati.blogspot.com/2013/05/membina-hubungan-baik-dengan-teman.html
Diakses tanggal 24 Oktober 2020.

52

PSIKOLOGI REMAJA DAN
PERMASALAHNNYA

A. Siapa Remaja itu ?
Remaja itu adalah suatu fase perkembangan yang dialami seseorang ketika memasuki usia
12 - 22 tahun. Mujiyono (Tesis : 1986) membagi remaja menjadi tiga rentangan, yakni :
Remaja Awal: 12 – 15 tahun ; Remaja Madya : 15 – 18 tahun ; Remaja Akhir : 19 – 22 tahun.
Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Hal ini
sering membuat bingung baik oleh si remaja sendiri dan orang tua. Begitu juga, orang tua
sering kali tidak tahu harus berbuat apa kepada anak remajanya yang sepertinya mulai
nakal. Disinilah fungsi psikologi remaja, yaitu untuk memahami cara berpikir para remaja.

B. Ciri-ciri atau Karakteristik Remaja
1. Perkembangan Fisik
Fase remaja adalah periode kehidupan manusia yang sangat strategis, penting dan
berdampak luas bagi perkembangan berikutnya. Pada remaja awal, pertumbuhan
fisiknya sangat pesat tetapi tidak proporsional, misalnya pada hidung, tangan, dan kaki.
Pada remaja akhir, proporsi tubuh mencapai ukuran tubuh orang dewasa dalam semua
bagiannya. Berkaitan dengan perkembangan fisik ini, perkembangan terpenting adalah
aspek seksualitas ini dapat dipilah menjadi dua bagian, yakni :

53

a. Ciri-ciri Primer

Remaja pria mengalami pertumbuhan pesat pada organ testis, pembuluh yang

memproduksi sperma dan kelenjar prostat. Kematangan organ-organ seksualitas

ini memungkinkan remaja pria, sekitar usia 14 – 15 tahun, mengalami “mimpi

basah”, keluar sperma. Pada remaja wanita, terjadi pertumbuhan cepat pada organ

rahim dan ovarium yang memproduksi ovum (sel telur) dan hormon untuk

kehamilan. Akibatnya terjadilah siklus “menarche” (menstruasi pertama). Siklus

awal menstruasi sering diiringi dengan sakit kepala, sakit pinggang, depresi, dan

mudah tersinggung.

b. Ciri-ciri Seks Sekunder

Seksualitas sekunder pada remaja adalah pertumbuhan yang melengkapi

kematangan individu sehingga tampak sebagai lelaki atau perempuan. Remaja pria

mengalami pertumbuhan bulu-bulu pada kumis, jambang, janggut, tangan, kaki,

ketiak, dan kelaminnya. Pada pria telah tumbuh jakun dan suara remaja pria

berubah menjadi parau dan rendah. Kulit berubah menjadi kasar. Pada remaja

wanita juga mengalami pertumbuhan bulu-bulu secara lebih terbatas, yakni pada

ketiak dan kelamin. Pertumbuhan juga terjadi pada kelenjar yang bakal

memproduksi air susu di buah dada, serta pertumbuhan pada pinggul sehingga

menjadi wanita dewasa secara proporsional.

2. Perkembangan Kognitif

Pertumbuhan otak mencapai kesempurnaan pada usia 12 – 20 tahun secara fungsional,

perkembangan kognitif (kemampuan berfikir) remaja dapat digambarkan sebagai

berikut :

a. Secara intelektual remaja mulai dapat berfikir logis tentang gagasan abstrak.

b. Berfungsinya kegiatan kognitif tingkat tinggi yaitu membuat rencana,

strategi,membuat keputusan-keputusan, serta memecahkan masalah

c. Sudah mampu menggunakan abstraksi-abstraksi, membedakan yang konkrit dengan

yang abstrak

d. Munculnya kemampuan nalar secara ilmiah, belajar menguji hipótesis

e. Memikirkan masa depan, perencanaan, dan mengeksplorasi alternatif untuk

mencapainya

f. Mulai menyadari proses berfikir efisien dan belajar berinstropeksi 54

g. Wawasan berfikirnya semakin meluas, bisa meliputi agama, keadilan, moralitas, dan
identitas (jati diri)

3. Perkembangan Emosi
Remaja mengalami puncak emosionalitasnya, perkembangan emosi tingkat

tinggi. Perkembangan emosi remaja awal menunjukkan sifat sensitif, reaktif yang kuat,
emosinya bersifat negatif dan temperamental (mudah tersinggung, marah, sedih, dan
murung). Sedangkan remaja akhir sudah mulai mampu mengendalikannya. Remaja
yang berkembang di lingkungan yang kurang kondusif, kematangan emosionalnya
terhambat. Sehingga sering mengalami akibat negatif berupa tingkah laku “salah suai”,
misalnya :
a. Agresif : melawan, keras kepala, berkelahi, suka menggangu, dll
b. Lari dari kenyataan (regresif) : suka melamun, pendiam, senang menyendiri,

mengkonsumsi obat, minuman keras, atau obat terlarang
4. Perkembangan Moral

Remaja sudah mampu berperilaku yang tidak hanya mengejar kepuasan fisik saja,
tetapi meningkat pada tatanan psikologis (rasa diterima, dihargai, dan penilaian positif
dari orang lain).
5. Perkembangan Sosial

Remaja telah mengalami perkembangan kemampuan untuk memahami orang lain
(social cognition) dan menjalin persahabatan. Remaja memilih teman yang memiliki
sifat dan kualitas psikologis yang relatif sama dengan dirinya, misalnya sama hobi,
minat, sikap, nilai-nilai, dan kepribadiannya. Perkembangan sikap yang cukup rawan
pada remaja adalah sikap comformity yaitu kecenderungan untuk menyerah dan
mengikuti bagaimana teman sebayanya berbuat. Misalnya dalam hal pendapat, pikiran,
nilai-nilai, gaya hidup, kebiasaan, kegemaran, keinginan, dll
6. Perkembangan Kepribadian

Isu sentral pada remaja adalah masa berkembangnya identitas diri (jati diri) yang
bakal menjadi dasar bagi masa dewasa. Remaja mulai sibuk dan heboh dengan problem
“siapa saya?” (Who am I ? ). Terkait dengan hal tersebut remaja juga risau mencari idola-
idola dalam hidupnya yang dijadikan tokoh panutan dan kebanggaan.

55

C. Fase remaja tugas perkembangannya adalah :
1. Menerima keadaan fisik dengan segala kualitasnya
2. Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan figur yang mempunyai otoritas
3. Mengembangkan keterampilan berkomunikasi antarpribadi dan belajar bergaul
dengan orang lain/teman
4. Menemukan manusia model atau tokoh yang akan dijadikan identitas dirinya
5. Menerima dirinya sendiri dan yakin atas kemampuannya
6. Memperkuat kontrol diri dengan landasan nilai-nilai moral, prinsip-prinsip, dan falsafah
hidup
7. Meninggalkan sifat kekanak-kanakan

D. Remaja dan Permasalahannya
Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga

sering menimbulkan masalah pada diri remaja. Gunarsa (1989) merangkum beberapa
karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja,
yaitu:
1. Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.
2. Ketidakstabilan emosi.
3. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.
4. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.
5. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-

pertentang dengan orang tua.
6. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi

semuanya.
7. Senang bereksperimentasi.
8. Senang bereksplorasi.
9. Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.
10. Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.

Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik, namun beberapa remaja
bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis, fisiologis, dan sosial. Beberapa
permasalahan remaja yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan karakteristik

56

yang ada pada diri remaja. Berikut ini dirangkum beberapa permasalahan utama yang
dialami oleh remaja.

E. Permasalahan Fisik dan Kesehatan
Permasalahan akibat perubahan fisik banyak dirasakan oleh remaja awal ketika mereka

mengalami pubertas. Mereka juga sering membandingkan fisiknya dengan fisik orang lain
ataupun idola-idola mereka. Permasalahan fisik ini sering mengakibatkan mereka kurang
percaya diri. Ketidakpuasan akan diri ini sangat erat kaitannya dengan distres emosi,
pikiran yang berlebihan tentang penampilan, depresi, rendahnya harga diri, merokok, dan
perilaku makan yang maladaptiv. Lebih lanjut, ketidakpuasan akan body image ini dapat
sebagai pertanda awal munculnya gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia

Dalam masalah kesehatan tidak banyak remaja yang mengalami sakit kronis. Problem
yang banyak terjadi adalah kurang tidur, gangguan makan, maupun penggunaan obat-
obatan terlarang. Beberapa kecelakaan, bahkan kematian pada remaja penyebab terbesar
adalah karakteristik mereka yang suka bereksperimentasi dan bereskplorasi.

F. Permasalahan Alkohol dan Obat-Obatan Terlarang
Penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang akhir-akhir ini sudah sangat

memprihatinkan. Walaupun usaha untuk menghentikan sudah digalakkan tetapi kasus-
kasus penggunaan narkoba ini sepertinya tidak berkurang.

DAFTAR PUSTAKA

Handayana, Srya. 2008. Tugas-tugas Perkembangan Remaja.

http://suryah90105.blogspot.com/2008/08/tugas-tugas-perkembangan-remaja_20.html

Diakses tanggal 25 Oktober 2020

Luawo, Tantri. 2018. Perkembangan Psikologis Remaja. https://pakdok.com/blog/perkembangan-
psikologis-remaja/ Diakses tanggal 25 Oktober 2020.

Rahargian, Aditia. 2009. Psikologi Remaja, Karakteristik dan Permasalahannya.
https://rahargian21.wordpress.com/2009/11/05/psikologi-remaja-karakteristik-dan-
permasalahannya/ Diakses tanggal 25 Oktober 2020.

Zuhdi, Herman. 2019. Psikologi Remaja. https://kalselpos.com/2019/12/19/psikologi-
remaja/#:~:text=Remaja%20adalah%20suatu%20fase%20perkembangan,dan%20akhir%2019
%2D22%20tahun. Diakses tanggal 25 Oktober 2020

57

MULTIPLE INTELLIGENCE

Kecerdasan adalah kemampuan memecahkan masalah dan membuat suatu produk yang

bermanfaat bagi kehidupan. Sedangkan kecerdasan majemuk adalah teori kecerdasan yang

dikembangkan Howard Gardner 18 tahun silam yang mengemukakan bahwa paling tidak ada

delapan jenis kecerdasan, yaitu kecerdasan verbal-linguistik, logis-matematis, visual spasial,

kinestetik, musik, intrapribadi,

antarpribadi, dan naturalis.

Pandangan Howard Gardner

dituangkan dalam buku Frames of mind:

The theory of multiples intelligences.

Dalam buku tersebut Gardner membahas

teori multiple intelligences yang

mengemukakan tujuh kecerdasan dasar

pada diri manusia yang sangat bermanfaat

dalam kehidupan. Namun demikian pada

tahun 1999, Howard Gardner

mengembangkan teorinya dan menambah

satu kecerdasan lagi yaitu kecerdasan natural. Berikut adalah penjelasan tentang kecerdasan-

kecerdasan yang terdapat di dalam kecerdasan majemuk.

A. Kecerdasan Verbal-linguistik
Kecerdasan verbal-linguistik adalah kemampuan berfikir dalam bentuk kata-kata secara
efektif dan mengunakan bahasa untuk mengekspresikan dan mengapresiasikan makna.
Terdapat 4 komponen dalam kecerdasan ini yaitu; fonologis (kepekaan bunyi), sintaksis
(struktur dan susunan kalimat), semantik (pemahaman tentang makna), dan pragmatika
(kemampuan berbahasa untuk mencapai sasaran praktis).
 Karakteristik :
a) Senang mendengarkan cerita.
b) Senang bercerita.
c) Bermain peran.
d) Permainan kata, seperti tebak kata (teka teki)

58

 Tanda-tanda kesulitan:
a) Sulit dalam ekspresi verbal.
b) Sulit dalam menangkap informasi verbal.
c) Sulit dalam percakapan.
d) Lebih suka tugas yang tidak mengandalkan pendengaran.

 Upaya menstimulasi:
a) Latih rangkaian cerita.
b) Diskusi.
c) Bermain peran.

B. Kecerdasan Logis
Yaitu kemampuan menggunakan angka secara efektif dan penalaran secara baik.

Kecerdasan logis matematis mencakup perhitungan matematis, berfikir logis, pemecahan
masalah pertimbangan deduktif dan induktif, serta ketajaman pola-pola dan hubungan.
 Karakteristik:

a) Gemar bereksperimen.
b) Pandai mengkategorikan sesuatu.
c) Melakukan pengukuran-pengukuran.
d) Menganalisa kuantifikasi dan memberikan penjelasan logis
 Tanda tanda kesulitan:
a) Sulit untuk menguasai konsep yang bersifat kuantitatif dan hubungan sebab akibat.
b) Sulit menangkap simbol dan konsep abstrak.
c) Tidak mampu mengajukan dan menguji hipotesis.
 Upaya menstimulasi:
a) Mengenalkan bentuk geometri.
b) Eksplorasi.
c) Pengenalan pola.
d) Eksperimen di alam.
e) Menggambar dan membaca.

59

C. Kecerdasan visual-spasial
Kecerdasan visual spasial yaitu kemampuan berpikir secara visual, imajinatif dan

kreatif, khususnya terhadap objek tiga dimensi. Kecerdasan ini meliputi kemampuan
mengenali objek dari sudut pandang yang berbeda.
 Karakteristik :

a) Peka dan cermat dalam mengamati suatu objek.
b) Mampu berpikir dalam gambar.
c) Mampu memvisualisasikan sesuatu dalam grafik.
d) Mudah membayangkan bentuk-bentuk geometri atau bangun tiga dimensi.
 Kecenderungan lain :
a) Suka bermain puzzle dan maze, menggambar, bermain balok.
b) Tampak sering melamun.
c) Menyukaipresentasi visual.
d) Mengamati lingkungan secara holistik.
 Upaya menstimulasi :
a) Menggambar atau melukis.
b) Menyanyi.
c) Membuat prakarya.
d) Mengatur dan merancang.
e) Permainan dan tugas konstruktif.

D. Kecerdasan kinestetik
Kecerdasan Kinestetik yaitu kemampuan menggunakan badan untuk

mengekspresikan gagasan dan perasaan dan menyelesaikan problem
(Amstrong,1994;Gardner,1993Lazear,1991). Kemampuan untuk menggerakkan objek
dan mengembangkan keterampilan motorik yang halus. Kecerdasan ini mencakup :
keseimbangan; kelenturan; kegesitan; ketangkasan; kontrol; keanggunan; dan ketahanan
dalam gerak tubuh.
 Karakteristik :

a) Kecenderungan bertubuh atletis.
b) Menguasai banyak keterampilan fisik.
c) Memiliki keterampilan motorik halus dan kasar yang baik.
d) Merasakan dan mampu melakukan bagaimana seharusnya tubuh membentuk.

60

e) Menggunakan tubuh untuk mengekspresikan ide & gerak kinestetik lain.
 Kecenderungan lain :

a) Senang bergerak.
b) Sulit dimana duduk diam.
c) Koordinasi gerak tubuh yang baik.
d) Tangkas dan cepat.
e) Senang dengan kerajinan tangan.
 Upaya menstimulasi :
a) Menari.
b) Bermain peran.
c) Senam otak.
d) Melatih gesture fisik.
e) Latihan fisik dan berbagai bentuk olahraga.

E. Kecerdasan musik
Kecerdasan musik ialah kemampuan memahami dan menyusun pola titi nada, irama

dan melodi. Tingkat sensitivitas dan kemampuan mengenali, mengikuti dan menghasilkan
berbagai pola titi nada. Stimulasi kecerdasan ini berpengaruh besar terhadap aspek
kecerdasan lainnya, terutama logis, linguistik dan spasial (Khusus music klasik).
 Karakteristik :

a) Mudah mengenali dan mengingat nada-nada.
b) Cakap mentransformasikan kata-kata menjadi lagu.
c) Pintar melantunkan beat lagu dengan bagus.
d) Suka menggunakan kosa kata musikal.
e) Peka terhadap ritme, ketukan, melodi, atau warna suara pada sebuah potongan

komposisi musik.
 Kecenderungan lain :

a) Suka menyanyi dan memutar lagu-lagu.
b) Suka melakukan gerak berirama.
c) Suka melakukan kegiatan diiringi musik.
d) Menggambar dengan musik.
e) Mencoba-coba membuat alat musik.

61

 Upaya menstimulasi :
a) Menyanyikan atau memutarkan lagu-lagu.
b) Latihan mengenal ritme.
c) Belajar bersenandung.
d) Melakukan gerak berirama.
e) Latihan lagu dan aksi (operet).

F. Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk memahami dan berinteraksi

dengan orang lain secara efektif. Kecerdasan ini juga mampu untuk masuk ke dalam diri
orang lain, mengerti dunia orang lain, mengerti pandangan, sikap orang lain, dan
umumnya dapat memimpin kelompok.
 Karakteristik :

a) Memiliki interaksi yang baik dengan orang lain.
b) Pandai menjalin hubungan sosial.
c) Mampu mengetahui dan menggunakan berbagai cara saat berinteraksi.
d) Mampu merasakan perasaan, pikiran dan tingkah laku serta harapan orang lain.
e) Mampu bekerja sama dengan orang lain.
 Kecenderungan lain :
a) Biasanya lebih menonjol dan terpilih menjadi pemimpin kelompok.
b) Menikmati suasana kebersamaan.
c) Tertarik pada perbedaan budaya dan kegiatan sosial.
d) Gemar humor saat berkomunikasi.
e) Mampu memberikan respon secara efektif dalam berkomunikasi.
 Upaya menstimuasi :
a) Mengembangkan dukungan kelompok(Group supportive).
b) Menetapkan aturan tingkah laku yang mendukung.
c) Memberikan kesempatan bertanggung jawab.
d) Bersama sama menyelesaikan konflik.
e) Melakukan kegiatan sosial di lingkungan sekitar.
 Pedoman pokok menuju efektivitas antarpribadi :
a) Jangan mengkritik, menghakimi, atau mengeluh.
b) Beri penghargaan yang jujur dan tulus.

62

c) Tunjukkan minat yang tulus terhadap orang lain.
d) Tersenyumlah.
e) Buatlah orang lain merasa penting.
f) Ajukan pertanyaan, jangan memberi perintah langsung.

G. Kecerdasan Intrapersonal
Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan membuat presepsi yang akurat tentang

diri sendiri dan menggunakannya dalam mengarahkan kehidupan sendiri. Melalui
kecerdasan ini kita dapat memahami kelebihan dan kekurangan diri sendiri, serta mampu
memotivasi dan melakukan disiplin diri. Orang yang memiliki kecerdasan ini sangat
menghargai nilai (aturan –aturan), etika (sopan santun), dan moral.
 Karakteristik :

a) Memiliki kepekaan perasaan dan situasi yang tengah berlangsung.
b) Mampu berinstropeksi.
c) Mampu mengendalikan diri dalam situasi konflik.
d) Mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam lingkungan sosial.
e) Mampu memahami diri dan memiliki citra diri yang positif.
 Ciri-ciri lain :
a) Umumnya memiliki etika yang baik.
b) Terkadang tampak pemalu dan pendiam di lingkungan sosial.
c) Mampu mengungkapkan diri dengan baik.
d) Memiliki motivasi untuk mencapai yang diinginkan.
e) Kerap penasaran akan makna hidup.
 Upaya menstimulasi :
a) Melakukan program 4A atau P3K dalam pembimbingan (attention / perhatian;

acceptance / penerimaan; appreciation / penghargaan; dan affection / kasih
sayang).
b) Menciptakan citra diri yang positif.
c) Pengembangan suasana lingkungan belajar yang mendukung.
d) Penuangan isi hati dalam buku harian.
e) Mengajak membayangkan diri di masa depan.

63

H. Kecerdasan Naturalis
Kecerdasan naturalis adalah kemampuan mengenali dan mengklasifikasikan

tanaman, batu-batuan, binatang, dan artefak atau simbol-simbol budaya. Kecerdasan ini
berkenaan dengan kemampuan mengamati dan merasakan bentuk-bentuk dan
menghubungkan elemen-elemen yang ada di alam.
 Karakteristik :

a) Memiliki ketertarikan yang besar pada dunia luar, sangat berminat pada lingkungan,
bumi, dan spesies.

b) Gemar mengumpulkan benda-benda alam.
c) Pandai menandai kesamaan dan perbedaan yang ada di sekitar, mengingat dan

menandai kekhasan suatu benda, tumbuhan, atau binatang.
d) Selalu ingin tahu mengenai detail benda dan makhluk di sekitar.
 Kecenderungan lain :
a) Lebih menyukai bermain di luar rumah.
b) Suka menyendiri dan mengamati benda-benda atau makhluk di sekitar.
c) Suka memandangi benda-benda angkasa dan perubahan alam.
d) Menikmati dan gemar berkemah, hiking dan sejenisnya.
e) Tidak takut dengan binatang yang umumnya dipandang menjijikan.
 Upaya menstimulasi :
a) Menyediakan atau bahkan mengajak membuat diorama mini untuk serangga,

bebatuan, dll.
b) Berpetualang di hutan.
c) Pengamatan terhadap tumbuhan tanpa tanah.
d) Penambahan pengetahuan tentang alam.
e) Pemberian kesempatan mengeksplorasi alam

DAFTAR PUSTAKA
Rahmah, SIti. 2008. Teori Kecerdasan Majemuk Howard Gardner Dan Pengembangannya

Pada Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Untuk Anak USia Sekolah Dasar.
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol.V No.1. http://digilib.uin-
suka.ac.id/8759/1/SITI%20RAHMAH%20TEORIKECERDASAN%20MAJEMUKHOWARD%
20GARDNER%20DAN%20PENGEMBANGANNYA%20PADA%20METODE%20PEMBELAJ
ARAN%20PENDIDIKAN%20AGAMA%20ISLAM%20UNTUK%20ANAK%20USIA%20SEKO
LAH%20DASAR.pdf Diakses tanggal 26 Oktober 2020.

64

Wijaya, Angga Wipat. 2018. Kecerdasan Linguistik Verbal Pada Anak Usia Dini.
https://anggawipat24.wordpress.com/2018/04/25/kecerdasan-linguistik-verbal-
pada-anak-usia-
dini/#:~:text=Kecerdasan%20verbal%2Dlinguistik%20adalah%20kemampuan,untuk%
20mengekspresikan%20dan%20mengapresiasikan%20makna.&text=Seseorang%20ya
ng%20berbakat%20dalam%20bahasa,terhadap%20bunyi%20atau%20fonologi%20ba
hasa. Diakses tanggal 26 Oktober 2020.

Anonim. 2014. Makalah Kecerdasan Majemuk.

http://azizahnurpendidikanekonomi.blogspot.com/2014/05/makalah-kecerdasan-

majemuk.html Diakses tanggal 26 Oktober 2020.

65


Click to View FlipBook Version