The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Noerbad sagusaku IGI, 2021-11-23 18:51:57

VARIASI MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL

E-BOOK VARIASI MODEL PEMBELAJARAN

FLIPPED CLASSROOM

Pembelajaran terbalik (flipped learning) atau kelas
terbalik (flipped classroom) adalah campuran pembelajaran di
dalam dan di luar kelas (blended learning inside and outside
classroom). Model ini diterapkan pada pembelajaran kelas tatap
muka ataupun pembelajaran dalam jaringan dengan cara siswa
melihat video, mendengar audio, membaca buku atau lembar
kerja ketika di rumah kemudian pada pertemuan tatap muka atau
melalui dunia maya atau video conference, guru dan siswa
mengadakan interaksi pembelajaran sesuai materi yang telah
dipelajari siswa sebelumnya.

Dalam pertemuan tatap maya atau melalui video
conference guru bisa membagi siswa ke dalam kelompok-
kelompok kecil (breakout room) agar sesama siswa dapat saling
berbagi pengetahuan; atau bisa juga kelompok-kelompok
proyek untuk mempresentasikan hasil belajar kelompoknya
melalui dunia maya. Lebih lanjut bisa dilihat perbedaan antara
kelas tradisional dengan kelas terbalik pada gambar di bawah
ini.

Model ini juga digunakan oleh guru ketika ada siswa yang tidak
hadir di kelas karena sesuatu hal. Guru bisa membuat video apa
yang diajarkannya dan diberikan kepada yang tidak masuk kelas

VARIASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL| 49

tersebut. Model ini tentunya dapat membantu para siswa yang
tidak masuk kelas dengan mengamati video pembelajaran apa
yang sudah diajarkan. Hasilnya sangat bagus, siswa bisa
mengikuti pelajaran dan tidak ketinggalan. Model ini akhirnya
dipakai juga oleh siswa yang sudah belajar di kelas sebagai
bahan memperdalam materi yang sudah dipelajarinya.

Guru sebelum membahas materi yang akan diajarkan
memberikan tugas terlebih dahulu kepada siswa untuk
mempelajari materi yang ada dalam media pembelajaran. Model
belajar seperti ini membuat siswa dituntut untuk lebih mandiri
karena mereka mempelajari bahan terlebih dahulu sebelum ada
pertemuan di kelas. Model ini juga membuat siswa lebih aktif
karena dorongan keingintahuan mereka juga lebih tinggi.

Model ini juga sejalan dengan merdeka belajar terkait
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Era Industri 4.0.
Perubahan model belajar ini tentu membutuhkan pelatihan dan
kesiapan guru, tenaga kependidikan, dan para pejabat
pendidikan dalam merancang rencana pelaksanaan
pembelajaran dan media pembelajaran yang compatible dengan
perkembangan teknologi saat ini.

Guru dapat memanfaatkan situs google yang di dalamnya dapat
saling dikaitkan meggunakan hyperlink. Link dapat
dihubungkan dengan halaman absensi, halaman materi, halaman
penugasan, halaman penilaian dan halaman kolom karya siswa.

Berkaitan dengan model pembelajaran kelas terbalik ini, maka
setiap guru sesuai dengan mata pelajaran masing- mas ing
memuat video, modul, ataupun buku sesuai materi yang
dipelajari. Maka melalui sumber belajar inilah siswa akan
belajar secara mandiri melalui video ataupun sumber belajar
lainnya.

Setelah siswa belajar mandiri dengan berbagai sumber belajar
yang diberikan oleh guru maka pada saat siswa datang ke
sekolah, guru tinggal membahas dengan mereka, misalnya siswa
diminta mempresentasikan apa yang telah dipelajari. Dengan
demikian, siswa terlatih mengomunikasikan apa yang dipelajari
kepada teman sejawat. Untuk memperdalam materi yang
dipelajari, guru juga bisa mengajak siswa berdiskusi dalam
kelompok kecil. Guru berperan sebagai fasilitator dan
berkeliling kelas untuk memotivasi sekaligus memantau
keaktifan siswa dalam berdiskusi. Guru tidak lagi sebagai
penyaji informasi; sebaliknya, guru lebih banyak menga mb il
peran sebagai tutor. Waktu guru dihabiskan untuk berinteraksi
dengan dan membantu murid-murid. Dalam hal ini, siswa yang
paling lemah justru paling banyak mendapatkan bantuan guru.

Dengan model ini, siswa tidak perlu hadir ke sekolah tiap hari.
Jadi, seandainya tahun ajaran baru nanti siswa harus masuk
sekolah di selang-seling, metode ini sangat bagus. Siswa akan
mengerjakan tugas pada saat di rumah selama tiga hari dan
masuk ke sekolah belajar di kelas selama tiga hari. Model ini
cocok untuk mengoptimalkan waktu di kelas yang terbatas dan
juga akan melatih siswa untuk mengelola waktu dengan baik.

VARIASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL| 51

Langkah-langkah model pembelajaran dengan metode flipped
classroom adalah sebagai berikut:

1. Persiapan
a. Sebelum tatap muka guru memberikan materi dalam
bentuk video pembelajaran.
b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai.
c. Guru menyampaikan secara garis besar materi yang
akan dipelajari.
d. Memberi tugas siswa untuk membuat rangkuman dari
video.

2. Kegiatan di kelas
a. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang
terdiri dari 4-5 orang siswa.
b. Membahas video yang telah ditonton siswa dengan diskusi
dan tanya jawab.
c. Melalui tanya jawab dengan siswa guru menguatka n
konsep.
d. Guru memberikan latihan pemecahan masalah melalui
LKS.
e. Siswa berdiskusi dengan kelompoknya untuk
menyelesaikan masalah.
f. Peran guru saat diskusi adalah memfasilitasi siswa agar
mampu menuliskan ide atau gagasannya terkait masalah
yang diberikan.
g. Salah satu kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan
yang lain menanggapinya.
h. Guru memberikan tes untuk mengetahui tingkat
pemahaman siswa.

Manfaat dalam penggunaan model Flipped Learning:

1. Suasana belajar yang luwes (flexible environment) yaitu
kebebasan bagi guru untuk mengatur situasi pembelajaran
seperti kebebasan mengatur lingkungan kelas untuk belajar
dalam kelompok dan belajar individual, kebebasan waktu
dalam mencapai ketuntasan pembelajaran dan kebebasan
dalam penilaian.

2. Budaya belajar (learning culture) yaitu peranan utama
partisipasi aktif pada peserta didik untuk melakukan
eksplorasi isi pelajaran dan diskusi mendalam oleh sesama
peserta didik dalam merumuskan atau membangun
pengetahuan (knowledge construction) serta melakukan
evaluasi oleh mereka sendiri yang dipandang sesuai dan
bermakna bagi diri mereka.

3. Isi pelajaran yang terarah (intentional content) yaitu
adanya persiapan guru yang memilih topik pembelajaran
yang memiliki arah yang jelas sehingga peserta didik dapat
melakukan eksplorasi pengetahuan, mendapatkan
pembelajaran yang penuh makna, menguasai isi secara
mendalam dengan menerapkan prosedur berpikir secara
ilmiah.

4. Pendidik profesional (professional educator) yaitu
keberadaan guru yang aktif melakukan pengamatan
terhadap kegiatan peserta didik, memberikan umpan balik
kepada peserta didik, dan melakukan penilaian, menjalin
hubungan dengan sesama guru untuk meningka tka n
profesionalitasnya, terbuka terhadap kritik ataupun

VARIASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL| 53

masukan, serta tetap menjadi sumber inspirasi bagi peserta
didiknya yang aktif dalam belajar.

Hasil dari pembelajaran jenis ini sangat menggembirakan dan
kualitasnya lebih baik. Para siswa yang mempraktikkan metode
ini motivasi belajarnya sangat tinggi, kreativitasnya meningkat,
tanggungjawab meningkat, siswa lebih aktif dalam PBM di
kelas, dan nilai akademiknya lebih baik jika dibandingkan cara
belajar tradisional. Begitu juga para guru juga merasa punya
waktu lebih untuk berinteraksi dengan siswa.

Dengan model ini, tujuan kita untuk membekali kemampuan
siswa untuk berpikir kritis (critical thinking), bekerjasama
(collaborative), kemampuan berkomunikasi (comunication
skills), dan berpikir kreatif dan inovatif (creative/innovative)
dapat kita laksanakan dengan baik. Guru tidak mendominas i
waktu di kelas. Interaksi guru dan siswa semakin baik dan
semakin menyenangkan.

PEMANFAATAN WEBSITE
SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

Sahabat literasi Indonesia, teknologi memudahkan kita sebagai
pendidik untuk mengelola administrasi mengajar dan proses
belajar mengajar semakin mudah dan modern. Terlebih lagi
selama pandemic, bukan berarti pendidik kesulitan
menyampaikan materi pelajaran yang seharusnya diterima
peserta didik secara lengkap tanpa terkendala ruang, waktu, dan
kondisi yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Website dapat kita jadikan salah satu alternatif media
penghubung antara pendidik dan peserta didik dalam
mentransfer ilmu pengetahuan. Selain itu keefektifan waktu
belajar pun dapat terealisasi. Peserta didik dapat membaca
website yang telah disiapkan. Pendidik akan merangkum mater
pelajaran dan dilengkapi dengan soal latihan sesuai kondisi dan
kebutuhan peserta didiknya.
Berikut langkah-langkah membuat Website dengan Google
Sites.
1. Akses Google Sites

VARIASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL| 55

Siapkan dulu pengembangan diri akun Google agar dapat
menggunakan Google Sites. Jika sudah punya, segera saja akses
Google Sites dan log in dengan akun kita.
2. Buat Draft Website
Setelah masuk ke Dashboard Google Sites, Kita akan
menemukan beberapa pilihan template di bagian atas halaman.
Dengan adanya template yang siap pakai, Kita dapat
mendapatkan desain secara instan.
Jika Kita ingin membuat desain website yang unik juga bias.
Caranya, dengan memilih opsi Blank untuk memulai draft
website Kita, seperti ditunjukkan di bawah ini:

3. Halaman Editor Google Sites

Setelah mengklik opsi Blank tadi, akan tampil halaman editor
Google Sites. Tampilannya seperti ini:

Pada gambar tersebut, Google Sites memiliki editor yang cukup
mudah diterapkan. Namun, mari pelajari dulu bagian-bagian di
halaman ini.
Halaman editor Google Sites ada tiga bagian:
Tengah
Atas
Kanan

VARIASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL| 57

Bagian Tengah

Bagian tengah di halaman editor Google Sites ini
menunjukkan preview website Kita. Hasil semua kustomisas i
yang dilakukan akan terlihat di bagian ini.
Bagian Atas

Di bagian atas, Kita dapat menemukan beberapa tombol, yaitu:
Undo — Membatalkan perubahan yang dilakukan.
Redo — Menggunakan kembali perubahan yang baru saja
dilakukan.

Preview — Melihat versi live website Kita.
Copy website link — Mengkopi link draft website Anda untuk
diberikan ke orang lain.
Share with other people — Berfungsi untuk menunjukkan draft
website atau mengajak orang lain berkolaborasi di draft website
yang dikerjakan.
Setting — Berisi beberapa pengaturan terkait desain website. Di
sini Kita juga dapat menghubungkan website dengan
akun Google Analytics.
More — Menu untuk menampilkan fungsi tambahan.
Contohnya, version history untuk melihat catatan perubahan
draft dan duplicate site untuk menggandakan draft website yang
sedang dibuat.
Publish — Tombol untuk mempublikasikan website setelah
draft selesai dibuat.

Bagian Kanan
Pada bagian kanan, terdapat berbagai menu untuk melakukan
kustomisasi website tiga kategori utama yang ditampilka n
yaitu: Insert, Pages, dan Themes.

Tab Insert berisi jenis-jenis konten yang dapat Kita masukkan
ke halaman website. Misalnya, teks, gambar, tombol, divider,
dan daftar isi. Selain itu, Kita juga dapat menyisipkan widget

VARIASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL| 59

kalender, Google Maps, Youtube, dan dokumen-
dokumen Google Docs.

Tidak hanya itu, ada enam pilihan layout section yang dapat
Kita pilih di tab ini sesuai kebutuhan website Kita.

Fungsi tab Pages cukup jelas, yaitu menampilkan berapa
banyak halaman website yang Kita miliki beserta strukturnya. Di
tab ini juga Kita dapat menambahkan halaman ke website.

Tab terakhir adalah Themes yang memungkinkan Kita untuk
memilih tema dari website yang Kita buat. Sebuah tema melip uti

VARIASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL| 61

font tulisan, aksen warna website, dan pilihan latar belakang
untuk bagian banner.

Google Sites menawarkan enam pilihan tema untuk membuat
sebuah website yang menarik dan unik.
Meskipun sudah menentukan satu tema, Kita masih bisa
menentukan ukuran font dan latar belakang yang digunakan.
Cukup klik saja elemen yang digunakan.
4. Membuat Desain Website

Setelah mengenal bagian-bagian di editor Google Sites,
Sekarang, kita mencoba membuat desain website.
Pertama akan kita mulai dengan langkah- langkah membuat
homepage atau halaman utama website. Klik teks judul di
header dan ganti dengan nama website Kita.

Kemudian, klik Text Box di tab Insert untuk memasukkan
kolom teks di bawah header. Kita dapat mengisinya dengan
deskripsi singkat tentang tujuan website yang Kita buat.

Ketika kolom teks diklik, Kita dapat mengubah format teks agar
sesuai tampilan yang diinginkan. Opsi formatting yang
ditawarkan mirip dengan yang ada di Microsoft Word atau
Google Docs, termasuk adanya pilihan bold, italic, numbering,
dan bullets.

VARIASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL| 63

Selanjutnya,Kita bisa mulai membuat draft halaman website
tersebut. Caranya, klik dan tarik template layout dari tab Insert.
Di dalam template ini, Kita juga dapat menyisipkan gambar dan
teks.

Jika ada elemen yang tidak dibutuhkan atau kurang sesuai, Kita
dapat menghapusnya dengan mudah. Caranya, letakkan kursor

di atasnya. Lalu, klik ikon tempat sampah di sebelah kiri elemen
tersebut.

Jika letak sebuah elemen tidak sesuai keinginan, cukup geser
saja sesuai lokasi yang Kita kehendaki. Jadi, kita dapat
menyimpan sebelum dihapus.
Caranya, letakkan kursor di atas elemen dan klik ikon titik-titik
yang ada di sebelah kanan ikon tempat sampah tadi. Tahan
tombol mouse Kita ketika memindahkan elemen tersebut.

VARIASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL| 65

5. Memublikasikan Website
Apabila sudah selesai dengan draft desain dan konten website,
klik tombol Publish.
Berikutnya, Kita diminta untuk menentukan domain website
tersebut seperti gambar berikut.

Pastikan nama yang Kita pilih unik agar tidak muncul pesan
seperti berikut ini:

Langkah berikutnya, cukup klik tombol Publish.

PEMANFAATAN GOOGLE CLASSROOM
SEBAGAI

MEDIA PEMBELAJARAN

Inovasi pembelajaran bak jamu yang sangat pahit bagi sebagian
besar pendidik Indonesia. Meski tahu khasiatnya, tapi enggan
meminumnya. Begitu juga dengan inovasi pembelajaran,
meskipun banyak manfaatnya, tapi enggan membuatnya. Tentu
saja hal ini berdampak pada proses pembelajaran yang monoton.
Kejenuhan tak dapat dielakkan. Pembelajaran ala kadarnya
dengan metode “andalan” ceramah adalah cara yang dianggap
jitu kala itu. Suasana kelas yang tidak asyik pun tak dapat
dihindari. Semua terdampak dari pendidik yang anti teknologi,
maka peserta didik pun kurang mendapat informasi dan lambat
menerima inovasi.

Hingga akhirnya masa yang tak pernah dibayangkan terjadi
Pandemi. Masa pandemi covid-19 menuntut tenaga pendidik
harus segera meng-up grade diri. Kondisi negeri yang
mewajibkan pembelajaran tetap dilaksanakan meski dalam
jaringan atau melalui Pembelajaran Jarak jauh (PJJ). Namun, tak
semudah yang diharapkan. Pada kenyataannya Pembelajaran
Jarak Jauh (PJJ) mengalami berbagai kendala. Banyak hal yang
harus diperhatikan, seperti kesiapan orang tua dalam
melaksanakan pendampingan proses belajar. Orang tua harus

VARIASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL| 67

bersinergi dan berkomunikasi yang baik dengan pendidik agar
tujuan pendidikan tercapai sesuai harapan. Selain itu,
ketersediaan alat belajar digital seperti gawai android masih
sangat minim, begitu pun keterbatasan kuota menjadi kendala
utama. Bahkan ada yang tak kalah vital, yaitu ketersediaan
jaringan internet yang belum merata.

Pandemi Covid-19 telah menjadi pandemi global. Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya
mengeluarkan Surat Edaran nomor 36962/MPK.A/HK/2020
Perihal pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah
dalam rangka pencegahan covid-19 bagi guru dan bagi siswa
untuk semua jenjang di seluruh Indonesia.

Dalam waktu singkat pandemi mengubah sekolah kovensiona l
menjadi profesional. Pandemi telah memaksa pendidik keluar
dari zona nyaman. Membuka pemahaman orang tua untuk tidak
menyerahkan sepenuhnya pendidikan kepada sekolah. Kini,
sekolah harus memikirkan strategi pembelajaran jarak jauh
sesuai dengan kompetensi yang dimiliki pendidik, peserta didik,
orang tua, maupun dari sarana yang dimiliki. Menyikapi itu
semua, setiap pendidik menerapkan strategi yang beragam untuk
mengantisipasi kendala yang ada.

Sebagian pendidik yang terkendala karena belum menguasa i
teknologi secara matang, dapat menggunakan forum whats app
grup kelas sebagai media Kegiatan Belajar Mengajar. Di sana
aktivitas kelas maya dilakukan. Mulai dari mengecek kehadiran
pentransferan ilmu pengetahuan, hingga pada tahap evaluasi
pembelajaran.

Namun, bagi pendidik yang kreatif dan sudah mengena l
teknologi, mereka memanfaatkan berbagai aplikasi, seperti
google classroom.

Google classroom adalah salah satu produk dari google. Google
Classroom merupakan layanan online gratis yang dapat
dimanfaatkan pendidik dan peserta didik dalam proses
pembelajaran secara online dengan syarat memiliki Akun
Google. Google Classroom memudahkan siswa dan guru agar
tetap terhubung, baik di dalam maupun di luar kelas.
Penggunaan platform pembelajaran Google Classroom bukan
hanya bertujuan menyederhanakan pembuatan, pendistribus ia n
dan penetapan tugas, tetapi juga mendukung program adiwiyata
yakni papper less atau tanpa kertas.

Pengelolaan kelas maya melalui google classroom, pendidik
dapat mengajak peserta didik gabung dalam kelas, memberika n
informasi terkait proses KBM, memberikan materi ajar yang
bisa dipelajari siswa baik berupa file paparan maupun video
pembelajaran, memberikan tugas kepada siswa, membuat
jadwal pengumpulan tugas dan lain-lain.

Berikut langkah-langkah membuat kelas maya dengan google
classroom.

VARIASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL| 69

A. Bagi Pendidik
Pendidik harus menyediakan kelas maya melalui google
classroom sebelum peserta didik bergabung dan masuk ke dalam
kelas. Berikut tahapan yang harus disiapkan oleh pendidik.
1. Memulai membuat kelas maya dengan google classroom,
buka alamat web https://classroom.google.com lalu login
menggunakan akun gmail, jika belum memiliki maka buat dulu
akun gmail dan akan tampil halaman seperti ini

2. Silahkan klik tanda (+) di pojok kanan atas dan akan ada
pilihan untuk join class atau create class, untuk guru
silahkan create class

3. Silahkan buat nama kelas dengan mengisi form berikut, dan
klik create

4. Selanjutnya akan masuk ke halaman kelas. Kode kelas yang
muncul di setiap kelas dibagikan ke siswa supaya mereka bisa
bergabung. Selanjutnya guru bisa posting informasi, bagikan file
materi, file video dengan klik add lalu klik post

VARIASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL| 71

5. Untuk memberikan tugas kepada siswa guru tingga l
klik classwork

Pada menu classwork ada beberapa pilihan tugas yang bisa
diberikan guru diantaranya:

▪ Tugas fitur ini guru bisa memberikan tugas seperti
mengerjakan soal tetapi soalnya diketik langung di form
tersebut, bisa memberikan tugas membuat rangkuman, dan lain-
lain. Bisa diatur waktu kapan siswa mengerjakan tugas yang
diberikan.

Setelah dibuatkan tugasnya lalu klik assign. Jika siswa sudah
mengerjakan tugas yang diberikan, maka guru bisa memantau
siswa yang sudah mengerjakan dan yang belum. Selanjutnya
untuk siswa yang sudah mengerjakan soal silahkan berikan nilai
untuk masing- masing siswa sesuai tugas yang sudah
dikumpulkan.

▪ Quiz Assignment, pada fitur ini guru bisa membuat soal quiz
dengan menggunakan google

▪ form.

VARIASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL| 73

Untuk membuat soal klik Blank Quiz maka akan terhubung
dengan google form, lalu buatlan soal bisa pilihan ganda atau
uraian, berikan kunci jawaban dan bobot untuk semua soal
dengan total nilai maksimum 100.

Selesaikan pembuatan soal sampai sejumlah soal yang
dikendaki. Jika sudah selesai kembali ke kelas dan klik assign.
▪ Question, fitur ini bisa dimanfaatkan guru jika akan memberika n
pertanyaan kepada siswa hampir sama, dengan fitur assignment
▪ Material, fitur ini bisa dimanfaatkan guru jika akan memberika n
materi yang bisa dipelajari siswa berupa file paparan, modul atau
video pembelajaran. Jika sudah melampirkan file maka
klik post.

6. Semua tugas dan bahan yang diberikan guru
di classwork akan muncul di bagian beranda (stream), jadi siswa
akan bisa memantau info apa terkait aktivitas kelas. Pada bagian
ini juga siswa bisa berdiskusi dengan guru atau siswa lainnya.
7. Untuk melihat kelengkapan tugass-tugas siswa, guru bisa
mengontrol pada fitur grades.

VARIASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL| 75

B. Bagi Peserta Didik

1. Pastikan siswa memiliki akun gmail, jika belum memilik i

maka buatlah akun gmail. Buka alamat

web https://classroom.google.com lalu login menggunaka n

akun gmail.

2. Silahkan klik tanda + dan klik join class

3. Masukkan kode kelas yang diberikan guru

4. Siswa akan tergabung ke dalam kelas

5. Siswa tinggal melihat informasi yang ada di kelas dan terlibat
aktif untuk berdiskusi atau mengerjakan tugas yang diberikan
guru. Jika ada tugas yang diberikan guru, tinggal klik tugas yang
diberikan yang muncul di beranda atau buka
di classwork. Klik view assigment

Jika tugas sudah dikerjakan dalam bentuk file, tinggal klik file
dan lampirkan file yang akan dikirim

VARIASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL| 77

Jika file sudah dilampirkan, jangan lupa klik turn in

Demikian langkah-langkah menggunakan google

classroom untuk pembelajaran online, guru dan siswa

melaksanakan pembelajaran sebagaimana mestinya meskipun

hanya melalui kelas maya, tetapi tetap memiliki fungsi yang

sama.

PEMANFAATAN GOOGLE FORM
SEBAGAI

MEDIA PEMBELAJARAN

Google form adalah layanan dari Google yang memungkinka n
kita untuk membuat survey, tanya jawab dengan fitur formulir
online yang bisa dicustomisasi sesuai dengan kebutuhan. Dalam
pembelajaran google form dapat digunakan untuk beberapa hal
seperti membuat kuisioner, daftar hadir, membuat fomulir
pendataan online, latihan soal, dan survey langsung pada peserta
didik. Google form akan mengumpulkan data dengan baik
secara real time.

Berikut langkah- langkah pembuatan google dan
pemanfaatannya sebagai media pembelajaran.

1. Google Form Tipe Kuisioner

• Buka Google Docs dan Pilih Template

Membuka Google Form
VARIASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL| 79

Pertama, buka google docs dan pilih “form”. Di sana akan
tersedia beberapa opsi template. Pilihlah template yang sesuai
dengan yang seleramu. Jika tidak ada yang cocok, pilih template
blank berlatar belakang putih, yang di dalamnya ada gambar
“+”.
Mengisi Judul dan Deskripsi Form
Kalau sudah pilih template blank, lanjutkan dengan mengis i
kuisioner yang Kita inginkan. Kita akan melihat kotak dialog
“Untitled Form” memiliki ukuruan huruf cukup besar. Klik
kolom tersebut dan ketikkan judul dari kuisioner yang Kita
inginkan. Setelah mengisi judul, akan ada deskripsi di kolom
“form descirption”. di kolom tersebut, paparkan secara
deskirptif tentang kuiosioner Anda. Deskripsi perlu dibuat
dngan rinci dan jelas. Dengan demikian, orang akan lebih mudah
mengerti apa yang kita maksud.
Membuat Pertanyaan

Google Form Kuisioner

Setelah judul dan deskripsi, lanjut ke tahap memasukkan daftar
pertanyaan untuk kuisioner. Di bawah kolom “form
description’’ ada kolom “question. Lalu tulis pertanyaan yang
ingin Kita ajukan. Di sana tersedia jenis pertanyaan misalnya
multiple choice, short answer, drop-down, dan kotak centang.
Multiple choice dapat kita gunakan untuk membuat latihan soal
dengan tipe jawaban pilihan ganda. Sedangkan Short answer
dapat digunakan untuk jenis soal jawaban singkat. Sementara
untuk jenis soal yang memerlukan penjelasab Panjang, kita
dapat gunakan jenis jawaban “paragraph”. Paragraph membuat
peserta didik lebih detail menjelaskan alasan yang mendukung
jawaban mereka.

Kirim Kuisioner

Kalau kita sudah mengisi daftar pertanyaan soal, langkah
terakhir ialah mengirim link ke orang grup whats app kelas,
google classroom, atau email peserta didik.

Caranya, klik “send” di kanan atas. Kemudian akan ada opsi
mengirim form ke email dengan menulis tujuan email dan pilih
“include form in email”. Langkah terakhir klik send yang ada di
pojok kanan bawah.

2. Google Form Tipe Formulir Pendaftaran
Cara membuat google form tipe formulir pendaftaran ini hampir
sama dengan membuat kuisioner. Berikut caranya:

VARIASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL| 81

Memilih template
Pertama, Kita perlu memilih template untuk formulir
pendaftaran. Tapi sebelum itu, syarat untuk bisa membuka
google form ialah memiliki gmail untuk masuk ke google docs
sama seperti sebelumnya.
Mengisi judul dan deskripsi
Serupa dengan pembuatan kuisioner, buatlah judul dan deskripsi
di formulir pendaftaran yang ingin Kita buat.
Menyusun Pertanyaan

Google Form Pendaftaran
Pertanyaan dalam formulir pendaftaran umumnya tidak
menggunakan opsi multiple choice melainkan short answer atau
paragraph. Apa yang perlu ditanyakan? Biasanya berupa “nama,
tempat tanggal lahir, usia” maupun info lain yang Kita butuhkan.

Untuk mempermudah, Kita bisa juga memilih “multiple choice
grid” untuk membuat tabel di Google form. Tabel bisa diisi
informasi yang akan kita sampaikan.

Kirim dan bagikan formulir pendaftaran

Langkah terakhir dari cara membuat google form yakni dengan
mengirim dengan klik “send” di pojok kanan atas. Bagikan lewat
email dan klik “send” di bagian pojok kanan bawah. Setelah itu,
copy link dan bagikan ke grup kelas.

3. Google Form sebagai Daftar Hadir
Sebagai pendidik daftar hadir sangat penting untuk mengetahui
kehadiran dan keaktifan siswa mengikuti kelas yang kita bina.
Linknya dapat dibagikan pada grup kelas saat pembelajaran
jarak jauh berlangsung. Berikut cara membuat daftar hadir kelas
menggunakan google form.

Cara membuat daftar hadir kelas online

1. Buka Google Form
Silahkan buka “Google Form” pada halaman pencarian google
2. Buka Google Formulir
Kemudian klik Buka Google Formulir seperti pada gambar di
bawah ini! Lalu login menggunakan email kita, pastikan email
dan kata sandi sesuai.

VARIASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL| 83

3. Buat formulir
Untuk pembuatan formulir pertama kali silahkan klik tanda
plus seperti pada gambar di bawah!

4. Beri nama daftar hadir
Selanjutnya isi pada kolom bagian atas nama daftar hadir,
misalnya Absen kelas online pada bagian deskripsi boleh diisi
boleh juga tidak.
5. Kolom nama siswa
Pada kolom di bawah dilanjutkan dengan kolom untuk pengisia n
nama siswa, silahkan tulis Nama Siswa dan pilih jenis
pertanyaan Jawaban singkat.

Jangan lupa pilih dan geser ke kanan pilihan Wajib diisi, seperti
di bawah ini!

6. Buat kolom baru
Selanjutnya kita akan buat pilihan kelas siswa, untuk
penambahan kolom pertanyaan baru ada dua alternatif yang bisa
digunakan, pilihan nomor 1 untuk membuat pertanyaan
baru, pilihan nomor 2 untuk menggandakan kolom pertanyaan
yang sudah ada. Pilih salah satu saja.

VARIASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL| 85

7. Kolom nomor absen
Selanjutnya membuat kolom nomor absensi siswa, gunakan
model Drop-down dan masukkan nomor absensi semua siswa.

8. Membuat daftar pilihan kelas
Pada pilihan pertanyaan silahkan pilih Kotak Centang, atau
bisa juga anda menggunakan pilihan Drop-down, tapi pada
tutorial ini saya memilih tipe Kotak Centang.

Lanjutkan dengan pembuatan pilihan kelas, ketik nama kelas
misal kelas 7 kemudian enter untuk mebuat pilihan kelas
selanjutnya.

9. Membuat daftar pilihan hari
Untuk membuat pilihan daftar hari, silahkan pilih jenis
pertanyaan Drop-down, dan tulis jadwal hari sesuai jadwal
belajar anda.

VARIASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL| 87

10. Buat link
Jika absen yang anda buat sudah jadi silahkan klik Kirim untuk
memberikannya kepada siswa.

Selanjutnya pilih jenis link pada pilihan nomor satu,
kemudian centang Perpendek URL pada pilihan nomor dua,
dan yang ketiga klik Salin.

11. Absen sudah jadi
Jika sudah selesai hasilnya akan seperti di bawah ini!
Melihat Daftar Hadir Siswa
1. Buat halaman baru
Selanjutnya adalah kita membuat halaman atau lembar kerja
di spreadsheet ini sama halnya dengan exel pada microsoft exel,
jadi data daftar hadir siswa akan terkumpul di sini.
Caranya klik Respon, dan pilih tanda plus berwarna hijau,
seperti pada gambar di bawah ini!

VARIASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL| 89

2. Buat spreadsheet
Klik Buat spreadsheet dan tulis nama file absen anda
misalnya saya membuat nama Absen Kelas Online dan klik
Buat.

3. Melihat hasil
Pada bagian respon akan terlihat data-data berupa persentase
siswa yang hadir.

Sedangkan pada file spreadsheet akan tampil daftar hadir siswa
yang sudah mengisi absensi kelas online seperti pada gambar
dibawah ini!

Daftar hadir hanya berlaku satu kali pertemuan dan siswa tidak
akan memanipulasi kehadiran yang sudah jelas tertera tanggal
dan hari KBM.

VARIASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL| 91

PEMANFAATAN WHATS APP

SEBAGAI

MEDIA PEMBELAJARAN

Asincronus learning adalah cara yang tepat digunakan pada
masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Asinkronus merupakan
cara berkomunikasi tidak langsung menggunakan media seperti
email, pesan, membaca dan menulis dokumen online, dengan
kata lain bukan komunikasi melalui video conference.

Salah satu aplikasi yang favorite digunakan pada masa PJJ jenis
asinkronus WhatsApp (WA). Sebab WA sudah sangat familier
penggunaannya di kalangan masyarakat. WA menyajika n
beberapa fitur yang menarik serta mudah pengoperasiannya.
Fitur-fitur tersebut meliputi penyampaian pesan perorangan,
penyampaian pesan dalam grup, melampirkan video,
melampirkan foto, melampirkan file dalam bentuk pdf ataupun
word, panggilan suara dan video conference. Serta mengirimka n
pesan suara dan WA relatif lebih murah jika dibandingka n
aplikasi yang lain. WA juga kini dilengkapi dengan forum video
conference layaknya zoom, G-meet, atau pun webex. Semakin
lengkap fasilitas WA yang disediakan, semakin nyaman
pengguna memanfaatkannya, terutama di masa pandemic ini.

What App juga dapat dipadukan dengan aplikasi lain yang
mendukung proses pembelajaran jarak jauh ini, seperti google
form, google classroom, google sites, dan catatan keep.

Belum banyak orang tahu pemanfaatan WA sebagai media video
conference. Penggunaan WA dalam pembelajaran online
awalnya, materi yang diberikan oleh guru berupa ringkasan-
ringkasan yang diberikan pada peserta didik berupa foto untuk
kemudian dipelajari. Jika ada materi yang dirasa belum jelas,
maka dibukalah forum tanya jawab pada WA grup kelas yang
telah ada. Sedangkan untuk penugasan pada materi tertentu baik
berupa latihan soal, membuat ringkasan materi maupun
membuat laporan praktikum akan dikirimkan oleh peserta didik
lewat WA, email maupun melalui aplikasi Google Classroom.
Ternyata setelah dievaluasi, pembelajaran daring menggunaka n
WA juga bersifat efektif. Dilihat dari tingkat respon peserta
didik memberi tanggapan dalam waktu yang tidak terlalu lama
dan dari tanggapan peserta didik ketika mengerjakan dan
mengumpulkan tugas. Sebagian besar sesuai dengan waktu yang
ditentukan. Hanya saja kelemahannya jika banyak tugas peserta
didik yang dikirimkan lewat aplikasi WA maka menyebabkan
memori yang ada di HP cepat penuh. Akibatnya HP lambat
bekerja. Maka, para guru memberi alternatif pada peserta didik
untuk mengumpulkan tugasnya melalui email atau aplikasi
Google Classroom.

VARIASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL| 93

Cara menggunakan WA dengan bantuan fasilitas Google Keep
dalam Pembelajaran Jarak Jauh.

1.Buka aplikasi Catatan Keep
Bukalah aplikasi Keep dengan ikon gambar bola lampu pada
android.

2.Ketik judul
Ketik judul materi atau tugas yang akan disampaikan kepada
siswa

3.Isi kolom catatan
Pada bagian kolom catatan, tulis kembali judul materi atau
tugas yang sudah dibuat pada kolom judul, seperti screenshoot
berikut ini!

4.Sorot semua tulisan
Jika sudah selesai, sorot semua tulisan pada kolom catatan.
Caranya, tahan sebentar kursor android dibagian paling awal
tulisan. Seret bagian alat sorot sampai memenehuhi semua
catatan sampai akhir kalimat. Kemudian klik kata Salin. Lalu
masuk ke halaman WA grup kelas yang kita inginkan.
5.Masuk ke halaman WA
Masuk ke halaman WA dimana materi dan tugas tersebut akan
diposting. Agar lebih mudah lagi membuka halaman WA,
ketuk ikon persegi di sebelah kiri pada bagian terakhir tampila n
layar android sehingga muncul tampilan berikut ini!

VARIASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL| 95

6.Pilih halaman WA.
Jika sudah masuk ke halaman WA, silahkan ditahan kursor pada
kolom ketik pesan sehingga muncul tampilan seperti berikut:

7.Ketuk Tempel
Silahkan ketuk kata tempel untuk mempastekan semua tulisan
sehingga materi atau tugas yang akan diberikan muncul di
halaman postingan.

8.Kirim
Ketuk ikon kirim atau terbitkan sehingga terlihat hasil postingan
seperti gambar berikut!

VARIASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL| 97

Cara Belajar Online dengan Grup WhatsApp
Untuk kegiatan belajar online dengan whatsapp, berikut
langkah-langkah yang harus dilakukan.

1. Membuat Grup Belajar
Langkah pertama adalah membuat grup belajar. Grup inila h
yang akan kita gunakan sebagai kelas online, baik untuk
kegiatan pemberian materi, latihan, tugas, dll.

2. Memasukkan Siswa
Setelah membuat grup, silahkan ajak siswa untuk bergabung di
kelas online yang sudah dibuat. bisa dengan memasukkan satu
per satu, atau bisa juga mengundang siswa melalui link tautan.

Cara melihat link tautan grup
Klik nama grup – undang via tautan – lalu akan muncul link
tautan seperti di bawah ini.


Click to View FlipBook Version