Materi yang diajarkan melalui digitalisasi direspon tidak
sepenuhnya diterima oleh setiap individu peserta didik. Ini
semua bergantung pada tingkat kepedulian dan keseriusan
mereka dalam belajar. Karena pengawasan dari pendidik tidak
total. Beberapa orang mungkin dapat menangkap materi dengan
lebih cepat hanya dengan membaca, namun ada juga
yang membutuhkan waktu lebih lama sampai benar-benar
paham. Bahkan ada juga yang membutuhkan penjelasan dari
orang lain agar dapat memahami materi yang dipelajari.
4. Minimnya Pengawasan dalam Belajar
Kurangnya pengawasan dalam melakukan pembelajaran secara
daring membuat para pembelajar kadang kehilangan fokus.
Dengan adanya kemudahan akses, beberapa pengguna, dalam
hal ini pendidik dan peserta didik, cenderung menunda-nunda
waktu belajar. Perlu kesadaran diri sendiri agar proses belajar
dengan metode daring menjadi terarah dan mencapai tujuan.
Harapannya, dengan digitalisasi tingkat kecerdasan meningkat
lebih tinggi dan sikap intelektual lebih berkualitas sehingga
sumber daya manusia Indonesia memiliki nilai jual di kancah
internasional.
VARIASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL| 149
TENTANG PENULIS
Nurbadriyah yang sering dipanggil Noerbad
adalah seorang pendidik SMA Negeri 5
Cilegon dan sebagai Dewan Kehormatan di
Ikatan Guru Indonesia. Penulis aktif di beberapa komunitas
menulis dan pengembangan keprofesian guru. Sejak 2017
berkeliling Indonesia mengusung misi literasi melalui kanal
Sagusaku Ikatan Guru Indonesia, Sebagai penanggung jawab
kanal dan sebagai ketua IGMP Bahasa Indonesia Nasional,
Ketua IGI Kota Cilegon, dan Sekretaris MGMP Provinsi
Banten, karier kepenulisannya tak berhenti sampai di situ. Kini
menggandeng Lembaga pemerintahan, Penulis menginisiasi dan
mendirikan komunitas pelatihan daring dengan nama SLI,
Sahabat Literasi Indonesia.
Dengan Visi Siap Meliterasikan Dunia, Noerbad memperkuat
bentangan sayap literasi, menjembatani para guru untuk
berkiprah di dunia Pendidikan dengan menghasilkan banyak
karya nyata. Slogan mengubah susah menjadi mudah pun
menjadikan komunitasnya ramai dikunjungi pencinta dan
pejuang literasi Indonesia.
Mari Wujudkan Mimpi Melalui Literasi!