The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Portofolio Biologi_Nadia Prasista_XI IPA 5

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by prasista52, 2021-06-14 04:08:31

Portofolio Biologi_Nadia Prasista_XI IPA 5

Portofolio Biologi_Nadia Prasista_XI IPA 5

Keywords: biologi

reaksi di dalam sel pengolahan terlebih
dan organ, pelumas dahulu, contoh: air
dalam persendian dan zam-zam.
tulang-tulang,  Golongan B: air
pengatur suhu tubuh, yang dapat
pelindung organ digunakan untuk
tubuh dan janin keperluan sebagai
dalam kantong air baku air minum,
ketuban, dan contoh: air waduk.
pembangun/penyusun  Golongan C: air
jaringan tubuh. yang dapat
digunakan untuk
keperluan
perikanan dan
peternakan, contoh:
air hujan dan air
danau.
 Golongan D: air
yang dapat
digunakan untuk
keperluan pertanian,
usaha di perkotaan,
industri dan
pembangkit listrik
tenaga air, contoh:
air terjun.

46

 Portofolio IB

N Fungsi Gambar
Nama Organ

o

1. Mulut  Bibir: Berfungsi untuk  Mulut

menerima makanan dan

membantu

menghasilkan suara.

 Gigi: Berfungsi untuk

menggigit, mengunyah,

dan menyobek

makanan, serta

menambah nilai  Bibir:

estetika.

 Lidah: Berfungsi untuk

menggerakkan

makanan saat ditelan  Gigi:

atau dikunyah,

mengecap rasa, dan

membantu

memproduksi suara

saat berbicara.

 Kelenjar Saliva:

Berfungsi untuk

melarutkan makanan  Lidah:

untuk pengecapan rasa,

melembapkan dan

melumasi makanan

agar mudah ditelan,

menguraikan amilum

menjadi maltosa,

47

membuang dan obat-

obatan yang  Kelenjar Saliva:

diekskresikan ke dalam

saliva, dan zat

antibakteri dan

antibodi, untuk mem-

bersihkan rongga mulut

dan mencegah

kerusakan gigi.

2. Faring Faring berfungsi untuk
membawa makanan dari
rongga mulut menuju
kerongkongan atau
esofagus.

3. Kerongkongan Kerongkongan berfungsi
untuk menggerakkan
makanan dari faring ke
lambung dengan gerak
peristaltik.

48

4. Lambung Lambung berfungsi
5. Usus Halus sebagai menyimpan
makanan (selama 2-5
jam), memproduksi
kimus (massa homogen
setengah cair yang
berkadar asam tinggi)
dan mendorongnya ke
duodenum dengan
gerakan peristaltik,
memproduksi mukus
untuk melindungi
lambung terhadap aksi
pencernaan, glikoprotein,
dan vitamin B12 dari
yang makanan dicerna,
dan mencerna protein.
Usus halus berfungsi
untuk mencerna makanan
secara kimiawi dengan
enzim-enzim yang
berasal dari kelenjar
usus, pankreas, dan
empedu.

49

6. Usus Besar Usus besar berfungsi
7. Pankreas untuk mengabsorbsi 80%
- 90% air dan elektrolit
dari kimus yang tersisa
hingga menjadi kimus
semi padat, memproduksi
mukus tanpa enzim,
tempat bakteri yang
mencerna sedikit
selulosa, memproduksi
sedikit kalori,
menghasilkan vitamin K,
riboflamin, tiamin, gas,
dan mengeluarkan feses.
Pankreas berfungsi untuk
mencerna karbohidrat,
protein, dan lemak.

50

8. Hati Hati berfungsi untuk
menyekresikan empedu
untuk mengemulsikan
dan mengabsorpsi
lemak, mempertahankan
homeostasis gula darah,
menyimpan gula dalam
bentuk glikogen dan
mengubahnya kembali
menjadi glukosa jika
diperlukan, menyintesis
lemak dari karbohidrat
dan protein, serta
mengatur penyimpanan
maupun pemakaian
lemak, menyimpan
mineral (Fe dan Cu),
vitamin larut lemak (A
D. E dan K), serta toksin
dari pestisida/obat-
obatan yang nidak dapat
diuraikan dan
dieksresikan, dan
produksi panas dari
aktivitas kimia dalam
hati, terutama saat tidur.

51

9. Empedu Empedu berfungsi untuk
menyimpan cairan
empedu yang diskresikan
oleh sel-sel hati.

52

BAB VII
SISTEM PERNAPASAN
Jurnal Belajar
 Jurnal Pembelajaran 1
Pada tanggal 29 Januari tahun 2021 kelas XI IPA 4 dan kelas XI IPA 5 menghadiri
pertemuan daring di mata pelajaran biologi dengan Ibu Puspa selaku guru biologi. Pada awal
pertemuan, Ibu mengingatkan kepada para siswa untuk mengumpulkan pas foto berukuran 3x4
dengan latar belakang biru. Juan menampilkan PPT yang telah diberikan Ibu Puspa, lalu
pembelajaran dimulai. Pada slide pertama Ibu Puspa menanyakan pendapat anak-anak mengenai
permapasan, lalu Candyle dan Albert pun menyampaikan pendapat mereka.
Sebelum lanjut ke slide berikutnya, Ibu Puspa mengingatkan kepada anak-anak agar lebih
aktif karena nilai di raport tidak hanya dilihat dari nilai hasil ulangan saja. Lanjut ke fungsi
rongga hidung, Engeline membacakan dan menjelaskan beberapa fungsi tersebut bersama
Aaliyah dan Oasis. Lalu lanjut ke urutan tiap organ pernapasan, namun Ibu Puspa menyediakan
gambarnya dalam Bahasa Inggris sehingga kami harus menyebutkan urutannya sesuai gambar
tersebut, Madinah pun mengajukan diri, namun karena kurang lengkap akhirnya Ibu Puspa
mempersilahkan kepada anak lain untuk menyebutkan kembali urutan organ pernapasan sesuai
dengan gambar, Nadia pun mengajukan diri dan berhasil, meski kurang bagian epligotis.
Kesan dan pesan pada pertemuan kali ini adalah semoga saya dan kawan-kawan dapat
memahami materi ini dengan baik sehingga dapat menjalani ulangan harian sistem pernapasan
nanti dengan lancar.

53

 Jurnal Pembelajaran 2
Pada tanggal 3 Februari tahun 2021 kelas XI IPA 4 dan kelas XI IPA 5 menghadiri

pertemuan secara daring dengan menggunakan aplikasi google meet beserta Ibu Puspa selaku
guru mata pelajaraan biologi. Pada awal pembelajaran, Ibu Puspa memberitahu bahwa tugas
portofolio kami akan digunakan dan dikirim ke kemendikbud. Setelah itu kami melanjutkan
materi sistem pernapasan yang didahului oleh Deswita dengan membacakan materi laring lalu
Ibu Puspa pun menambahkan materi laring tersebut. Laring tersusun atas tulang rawan, ligament,
dan membrane. Epligotis berguna untuk mengatup ketika menelan. Trakea merupakan saluran
lanjutan dari laring dan tulang rawan yang terdapat pada trakea berfungsi agar trakea tetap dalam
keadaan terbuka, tidak hanya itu, trakea juga memiliki silia dan lendir sebagai penyaring udara
yang masuk. Selanjutnya ada bronkiolus yang merupakan perpanjangan dari bronkus, di akhir
bronkiolus pun juga terdapat alveolus. Setelah itu ibu Puspa menanyakan kepada kami tentang
apa itu pernapasan? Kemudian kami pun mendapat kesimpulan jika pernapasan adalah proses
dimana dilakukannya satu kali respirasi dan inspirasi, lalu Ibu Puspa pun menjelaskan bagaimana
proses pernapasan dengan detail. Lalu kita melanjutkan materi ke faktor yang mempengaruhi
frekuensi pernapasan yang dijelaskan oleh Engeline.

Kesan dan pesan saya dalam pembelajaran kali ini ialah semoga saya dan kawan-kawan
dapat mencerna dengan baik materi yang telah diberikan oleh Ibu Puspa agar tidak gagal dalam
ulangan harian bab sistem pernapasan nanti.

54

 Jurnal Pembelajaran 3
Pada tanggal 5 Februari tahun 2021, kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 mengadakan

pertemuan daring melalui google meet dengan Ibu Puspa. Pada awal pembelajaran, link menuju
ruang pertemuan memang telah diberikan, namun sudah saya coba berulang kali untuk masuk
namun tetap tidak bisa. Hingga sampai tersisa 15 menit lagi, Ibu Puspa membagikan link ruang
pertemuan baru yang akhirnya dapat dimasuki oleh saya dan kawan-kawan saya.

Saat memasuki ruang pertemuan, materi yang dibahas adalah kapasitas udara yang
masing-masing dijelaskan Candyle, Ghina, Dwi, Rania, Afif, Engeline, Elvina, Madinah, dan
Thezar. Setelah itu Ibu Puspa membahas tentang perokok, kemudian disebutkan ternyata yang
lebih berbahaya merupakan perokok pasif, dikarenakan perokok pasif memiliki dampak
langsung terhadap asap rokok, seperti batuk. Kemudian di akhir pembelajaran Ibu Puspa
mengingatkan kami untuk belajar mengenai penyakit di sistem pernapasan dan teknologi yang
berperan dalam mengatasi masalah di sistem pernapasan.

Kesan dan pesan saya untuk daring hari ini ialah semoga kami semua memiliki sinyal
yang mencukupi agar dapat melakukan pembelajaran daring dengan lancar tanpa adanya
kendala.

 Jurnal Pembelajaran 4
Pada hari Rabu, 10 Februari tahun 2021 kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 mengadakan

pertemuan secara daring dengan Ibu Puspa selaku guru mata pelajaran biologi. Tidak seperti
biasanya, pembelajaran dimulai tepat pada jam 10.00. Namun tidak seperti biasanya pula
ternyata hari ini merupakan hari ulang tahun dari kepala sekolah SMAN Negeri 1 Balikpapan,

55

sebagai ucapan selamat pun, Ibu Puspa meminta kami untuk mengucapkan selamat ulang tahun
untuk Pak Edi. Ucapan kami dipimpin oleh Aaliyah dan direkam oleh Ibu Puspa dan Afif.

Pada hari ini Ibu Puspa bercerita bahwa tugas kali in mendapat antusiasme yang sangat
besar dikarenakan sudah ada yang mengumpul sebelum tugasnya dijelaskan. Selain itu ada
pengumuman bahwa Senin pada tanggal 15 Februari akan dilaksanakan ulangan harian mengenai
sistem pernapasan pada jam 2 siang sampai 3 siang. Adapun siswa-siswi yang bertanya
mengenai tugas yang diberikan, seperti Je Ivan, Shofa, Dwi, Ghina, dan Juan.

Kesan dan pesan saya dalam pembelajaran daring di hari ini adalah semoga saya dan
teman-teman saya dapat mengerjakan tugas yang diberikan dengan tepat waktu dan tampa
adanya hambatan.

Tugas-Tugas
 Analasis Pengaruh Pencemaran Udara

1. Judul:
Analisis Pengaruh Pembakaran Sampah Plastik Terhadap Kelainan pada Struktur dan
Fungsi Organ Pernapasan Manusia Berdasarkan Studi Literatur

2. Tujuan:
Untuk mengetahui pengaruh pembakaran sampah plastik terhadap kelainan pada struktur
dan fungsi organ pernapasan manusia.

56

3. Hasil Analisis

a. Peristiwa Pencemaran
Pembakaran sampah sendiri merupakan kegiatan pemusnahan sampah yang dilakukan

secara sengaja dengan menggunakan api dan pemicu berupa minyak tanah atau bensin, para
warga sendiri menilai hal ini praktis dan mudah untuk dilakukan. Biasanya memang warga-
warga membakar sampah organik seperti daun kering, namun tiidak jarang pula ditemukan
adanya warga yang membakar sampah plastik di lingkungan rumahnya, padahal
kenyataannya pembakaran sampah plastik sangatlah berbahaya bagi kesehatan sistem
pernapasan kita.

Sampah plastik yang dikumpulkan di atas tanah, diberi pemicu lalu dibakar dengan
menggunakan korek api menghasilkan asap yang berbahaya jika terhirup dikarenakan
pembakaran yang tidak sempurna. Biasanya manusia akan batuk atau bahkan bersin, namun
jika asap tersebut terus-menerus terhirup maka dapat memicu penyakit-penyakit yang
mematikan.

b. Penyebab Pencemaran
Pencemaran yang ditimbulkan oleh pembakaran sampah plastik ini juga bukan hanya

merupakan pencemaran udara, melainkan juga menimbulkan pencemaran tanah. Penyebab
pencemaran udara disebabkan oleh sampah yang dibakar melepaskan karbondioksida (CO2)
yang akan memperparah pemanasan global. Selain itu gas chlor yang dihasilkan dari
pembakaran sampah juga dapat merusak atmosfer bumi. Asap hasil pembakaran bahan
plastik sangat berbahaya karena mengandung gas-gas beracun seperti hidrogen sianida
(HCN) dan karbon monoksida (CO). Hidrogen sianida berasal dari polimer berbahan dasar
akrilonitril, sedangkan karbon monoksida sebagai hasil pembakaran tidak sempurna.

Pencemaran tanah yang ditimbulkan akibat pembakaran sampah plastik berupa
penurunan kualitas tanah dikarenakan zat kimia yang terkandung dalam plastik baik setelah
terbakar pun dapat mengganggu kehidupan organisme penyubur tanah.

57

c. Akibat Pencemaran
Akibat pembakaran sampah plastik dikarenakan zat-zat berbahaya terhadap struktur

dan fungsi organ pernapasan manusia diantaranya, ketika karbon monoksida terhirup, dia
akan masuk ke dalam paru-paru dan mengikat hemoglobin sel darah. Akibatnya,
hemoglobin yang semestinya mengangkut dan mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh akan
terganggu, sehingga tubuh akan kekurangan O2. Dalam jangka panjang, asap hasil
pembakaran sampah plastik juga mengganggu kesehatan, racun yang terakumulasi di dalam
tubuh akan menimbulkan gangguan kesehatan seperti batuk, kanker pada sistem pernapasan
dan berakhir pada kematian.

d. Refleksi
Setelah mengetahui penyebab serta akibat dari pembakaran sampah plastik, saya

menyadari bahwa pengetahuan yang dimiliki warga mengenai sampah plastik masih
tergolong kurang, tidak seharusnya warga membakar sampah plastik dengan alasan praktis.

Tidak dipisahkannya sampah plastik dan sampah organik juga dapat menjadi
permasalahan, karena akan menyulitkan proses daur ulang. Sebagai seorang murid yang
telah mendapatkan pelajaran di sekolah mengenai sampah, ayo beritahu orang sekitar
mengenai betapa berbahayanya membakar sampah plastik dan mulailah memisahkan
sampah organik dengan anorganik sejak dini.

e. Tindak Lanjut
Setelah merefleksikan diri, tindakan yang dapat dilakukan sebagai langkah

selanjutnya ialah dengan mendaur ulang sampah plastik untuk dijadikan barang-barang
bermutu yang memiliki nilai jual atau memberikannya pada organisasi yang dapat
memanfaatkan sampah plastik ini dengan baik seperti PKK, tentunya hal ini lebih baik
dalam mengurangi jumlah sampah plastik dibandingkan dengan melakukan pembakaran
sampah plastik yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan.

Selain hal diatas, alangkah baiknya jika kita juga mulai memilah sampah antara
organik dengan anorganik sehingga proses mandaur ulang dapat menjadi lebih mudah.

58

4. Daftar Pustaka
Jatmiko Wahyudi dkk.2018.Pemanfaatan Limbah Plastik sebagai Bahan Baku Pembuatan
Bahan Bakar Alternatif.
Mahmud Zulfikar.2019.Membakar Sampah Dinilai Lebih Praktis, Ternyata Lebih Berbahaya.
Pramiarti Purwaningrum.2016.Upaya Mengurangi Timbunan Sampah Plastik di Lingkungan.
(Online: https://dinsos.bulelengkab.go.id , diakses tgl 10 Februari 2021)
Irnaningtyas.2013.Biologi.
 Video Analisis Pengaruh Pencemaran Udara
https://drive.google.com/file/d/1qO5Zws-
clXayChVwWPjnCg5ShOhaqx5s/view?usp=drivesdk

59

BAB VIII
SISTEM EKSKRESI
Jurnal Belajar
 Jurnal Pembelajaran 1
Pada tanggal 19 Februari tahun 2021, kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 melakukan
pembelajaran daring Biologi dengan menggunakan google meet bersama dengan Ibu Puspa. Pada
awal pembelajaran, Ibu Puspa membicarakan mengenai nilai ulangan harian pada bab sistem
pernapasan kemarin, Ibu Puspa mengatakan bahwa anak yang mendapat nilai 100 harus dapat
mempertanggung jawabkan nilainya.
Tingkat kehadiran siswa XI IPA 5 sangat baik. Saat Dwi sedang mngecek absen XI IPA
4, Dwi mendapati bahwa Adastra tidak masuk, Ibu Puspa pun menelepon Adastra untuk
memastikan apa yang sedang ia lakukan saat itu. Setelah masalah absen ini selesai, Ibu Puspa
memberitahukan tugas yang kami dapat untuk minggu depan. Kami akan melakukan analisis
sistem ekskresi manusia, namun tiap anak hanya akan menjelaskan salah satu dari tiga organ
ekskresi, yaitu ginjal, hati, dan kulit. Nomor absen 1 mendapat ginjal, nomor absen 2 mendapat
hati, dan nomor absen 3 mendapat kulit, begitu seterusnya hingga absen kelas tersebut habis.
Kesan dan pesan saya dalam pertemuan kali ini ialah semoga saya dan teman-teman
dapat melakukan presentasi analisis kami dengan baik.

 Jurnal Pembelajaran 2
Pada tanggal 26 Februari kelas 2021, kelas XI IPA 5 dan XI IPA 4 melakukan pertemuan

daring dengan Ibu Puspa untuk pertama kalinya dalam minggu itu dikarenakan pada hari Rabu
beliau sibuk membagikan raport dan urusan lainnya. Pertemuan kali ini dimulai pada pukul

60

10.12. tidak seperti biasanya, menurut saya pertemuan kali ini sangat menegangkan dikarenakan
kami akan melakukan presentasi analisis.

Pada awal pertemuan Ibu Puspa mempersilahkan anak-anak untuk mengajukan diri, lalu
Candyle pun mengajukan diri, ia menjelaskan tentang fungsi kulit yang ada 5, yaitu ekskresi,
pelindung, komunikasi, pengatur suhu tubuh, dan metabolisme, namun ia hanya menjelaskan
pengertian dari ekskresi. Lalu ia lanjut menjelaskan struktur kulit yang memiliki 3 lapisan secara
garis besar yaitu, epidermis, dermis, dan hipodermis, disini ia hanya fokus menjelaskan
pengertian garus besarnya, sehingga tidak menjelaskan dengan detail mengenai lapisan yang ada
di ketiga bagian tersebut.setelah struktur, ia pun lanjut menjelaskan tentang jenis pengeluaran
panas yang dilakukan tubuh, seperti pemancar, konveksi, konduksi, dan evaporasi. Setelah itu ia
menjelaskan tentang mekanisme pengeluaran keringat.

Setelah itu dilanjut dengan siswa yang menambahkan materi Candyle, Deswita
mengajukan diri untuk menjelaskan secara lengkap mengenai gangguan sistem ekskresi pada
kulit dan teknologinya, setelah itu Engeline mengajukan diri untuk menjelaskan contoh faktor
yang mempengaruhi pengeluaran keringat. Dilanjut Nadia yang menjelaskan tentang fungsi
selain ekskresi dan jenis lain dari cangkok kulit. Dilanjutkan oleh Afif yang menambahkan
contoh kondisi pengeluaran keringat yang ia sendiri alami. Lalu Shofa yang menjelaskan
teknologi lain selain cangkok kulit. Dan yang terakhir Devina yang menjelaskan tentang lapisan
yang berada di epidermis.

Saya harap kami semua dapat melakukan presentasi dengan lancar pada pertemuan
selanjutnya dan dapat memahami materi dengan baik.

61

 Jurnal Pembelajaran 3
Pada hari ini tanggal 3 Maret tahun 2021 kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 melakukan

pembelajaran daring bersama Ibu Puspa selaku guru mata pelajaran Biologi, pada pembelajaran
kali ini kami melanjutkan presentasi analisis mengenai ginjal, pertama-tama Aaliyah
menjelaskan tentang fungsi ginjal dan Dwi yang menjelaskan mengenai 5 strukur ginjal, tidak
hanya itu, Dwi juga menjawab dan menjelaskan pertanyaan-pertanyaan mengenai ginjal dengan
baik dan benar. Setelah itu dilanjut Alya yang menjelaskan mengenai filtrasi, lalu Oasis
melengkapi materi tersebut dengan baik. Dilanjut dengan proses reabsorsi yang dijelaskan oleh
Alfonsus dan kemudian ditambahkan oleh Dwi. Selanjutnya proses terakhir yaitu, augmentasi
yang dijelaskan oleh Boeih dan Aurel, dimana dari proses augmentasi inilah urine terbentuk.
Untuk penutup ada Dicky yang menyampaikan materi penyimpanan urine.

Kesan dan pesan saya dalam pertemuan kali ini ialah semoga saya dan teman-teman saya
tidak kesulitan saat mempelajari materi pada bab ini.

 Jurnal Pembelajaran 4
Pada tanggal 5 Maret 2021, kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 melakukan pembelajaran daring

di google meet seperti biasanya. Pelajaran dimulai dengan lanjutan pembahasan materi ginjal
yang dilakukan di hari Rabu. Thezar pun menjelaskan mengenai faktor yang mempengaruhi
proses pembentukan urine. Dilanjut dengan Ruth yang menjelaskan mengenai karakteristik urine.
Seperti biasanya, ada siswa yang menambahkan beberapa hal, yaitu Faisal dan Gita yang
menjelaskan tentang hormon ADH yang berpengaruh pada proses pembentukan urine, yaitu
absorpsi. Lalu, masih dengan penambahan, ada beberapa siswa yang menambahkan mengenai
insulin yang dijelaskan oleh Gita, Farren, dan Je Ivan. Lalu pembahasan dilanjut dengan Rafli
dan Nanda yang menjelaskan mengenai sistem renin-angiotensin-aldosteron. Setelahnya, ada
pembahasan mengenai faktor internal oleh Raina. Dilanjut dengan Raisya yang menjelaskan

62

mengenai karakteristik urine. Kemudian, pelajaran hari ini ditutup dengan Ibu Puspa yang
memberi nasehat agar sistem ekskresi kami tetap terjaga.

Kesan dan pesan saya dalam pertemuan kali ini ialah semoga materi yang telah
disampaikan pada hari ini dapat kami pelajari dengan baik agar dapat digunakan di masa yang
akan datang.

 Jurnal Pembelajaran 5
Pada tanggal 10 Maret 2021, kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 melakukan pembelajaran

daring melalui google meet. Pelajaran dimulai terlebih dahulu sebelum saya dapat masuk ke
pertemuan, dikarenakan tidak kunjung di acc saat memasuki pertemuan. PErtemuan kali ini
membahas mengenai hati dan dimulai oleh elvina yang menjelaskan mengenai definisi dan dasar
dari hati. Dilanjut dengan Rania yang menjelaskan mengenai 6 fungsi hati. Selanjutnya, Alya R.
menjelaskan mengenai proses yang terjadi di hati. Tidak lupa dengan gangguan yang dapat
dialami pada hati, adapun siswa yang mengajukan diri untuk menjelaskannya, yaitu Oriza, ia
menjelaskan mengenai gejala penderita penyakit hati, seperti fese berwarna pucat, mual disertai
dengan muntah, menurunnya nafsu makan, dan mata menguning. Pada akhir pembelajaran, Ibu
Puspa berpesan kepada kami untuk menjaga pola hidup sehat agar kesehatan organ hati kami
tidak terganggu.

Kesan dan pesan saya pada pembelajaran hari ini adalah semoga saya dan teman-teman
saya dapat menjalani hidup dengan sehat semenjak dini agar terhindar dari berbagai penyakit.

63

 Jurnal Pembelajaran 6
Pada tanggal 17 Maret 2021, kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 melakukan pembelajaran

daring melalui google meet. Pada pembelajaran kali ini dimulai dengan pembahasan sistem
ekskresi bagisiswa yang belum mendapat bagian. Dimulai dengan Yuniar yang menjelaskan
mengenai 3 jenis kulit manusia. Selanjutnya, Alya Sakila yang menjelaskan mengenai proses
regenerasi kulit. Ada pula Fani dan Ashaz yang membahas mengenai struktur hati. Selanjutnya,
ada Madinah yang menjelaskan hal yang patut untuk diketahui oleh semua siswa, yaitu
pertolongan pertama saat terjadi luka bakar, dimana ia menjelaskan bahwa luka bakar tersebut
harus dialiri dengan air bersih, dan bukannya diberi pasta gigi atau tepung yang dapat
memperparah luka bakar tersebut. Dilanjut oleh Jason yang menejelaskan mengenai bagaimana
cara untuk mengdiagnosis penyakit hati. Masih dengan materi hati, Khansa pun menjelaskan
mengenai cara mengatasi gangguan pada hati, Zinedine yang membahas mengenai ligamen.
Selanjutnya dilanjut oleh materi kulit, dimana Ivan menjelaskan mengenai penyakit kapalan,
Rafi yang membahas mengenai proses pengeluaran keringat pada kulit. Lalu diselingi dengan
materi hati dimana Modestine menejlaskan mengenai organ-organ penting pada hati yang jarang
diketahui. Berlanjut ke kulit, Rizky pun membahas mengenai kulit yang suka air dan kulit yang
tidak suka air, dan Naura yang menjelaskan penyakit sirosis pada kulit. Berseling lagi dengan
materi hati, yang kali ini dibahas oleh Juan mengenai enzim-enzim yang terdapat pada hati. Lalu,
terakhir ada Samuel yang menjelaskan mengenai gejala pada penyakit kulit.

Tidak lupa, Ibu Puspa mengingatkan mengenai jadwal ulangan harian kelas XI IPA 4 dan
XI IPA 5 yang akan dilaksanakan pada Senin tanggal 22 Maret 2021.

Kesan dan pesan saya dalam pembelajaran pada kali ini ialah semoga ulangan harian saya
dan teman-teman saya dilancarkan dan dapat mendapat nilai yang memuaskan.

64

Tugas-Tugas
 Analisis Sistem Ekskresi pada Manusia

Kulit
Apa itu kulit? Kulit adalah organ terbesar yang menutupi permukaan tubuh.
Fungsi kulit beragam, seperti perlindungan dari gangguan mekanik, sinar matahari,
mikroorganisme, pengaturan suhu badan, metabolisme, komunikasi, dan yang paling penting
ekskresi. ekskresi berasal dari kata excretion yang berarti pengeluaran, berarti eksresi adalah
pengeluaran zat-zat sisa metabolisme dari tubuh.

Untuk mengetahui mengapa kulit yang tipis ini dapat memiliki fungsi ekskresi, kita harus
mengetahui struktur kulit, yang diantaranya sebagai berikut,
Epidermis, dermis, dan hipodermis.

a. Epidermis
Bagian terluar kulit yang terdiri dari sel epitel pipih yang tersusun sangat rapat dan
mengalami keratinasi. Keratin adalah protein keras, anti air untuk melindungi kulit. Tidak
memiliki pembuluh darah dan sangat tebal di area telapak tangan dan kaki.

65

Terdiri atas 5 lapisan:
1) Stratum korneum

Lapisan epidermis paling atas yang terdiri atas sel yang tidak hidup. Lapisan akan
diganti tiap 15-30 hari oleh sel dibawahnya.

2) Stratum lusidum
Lapisan jernih dan transparan, terdiri dari 4-7 sel pipih tidak berinti yang mati atau
sekarat.

3) Stratum granulosum
Terdiri dari 3-5 lapisan sel bergranula keratohialin sang perkusor dalam pembuatan
keratin.

4) Stratum spinosum
Lapisan sel tanduk (spina) yang memiliki tonjolan penghubung intraseluler

5) Stratum basalis
Lapisan sel yang melekat pada jaringan ikat dari dermis. Diantara sel stratum basalis
ada melanosit yang memproduksi melanin, sebagai pewarnaan kulit dan pelindung
dari sinar uv.

b. Dermis
Dipisahkan membran dasar yang tersusun dari dua jringan ikat.

1) Lapisan papilar, jaringan ikat renggang dengan fibroblas, mast cell, dan makrofag. Papila
kulit ada yang menyerupai jari menonjol ke dalam lapisan epidermis, mengandung
banyak pembuuh darah dan reseptor sensor taktil.

66

2) Lapisan retikuler, jaringan ikat ireguler rapat, kolagen dan serat elastik.

c. Hipodermis
Lapisan yang mengikat kulit secara longgar dengan organ yang ada di bawahnya.

Kelenjar
a. Kelenjar keringat, terdapat di dermis.

1) Ekrin, kelenjar keringat tubuler sederhana dan berpilin, tidak berhubungan dengan
folikel rambut, tersebar ke seluruh tubuh terutama dahi, telapak tangan, dan
telapak kaki. Sekresinya mengandung air.

2) Apokrin, kelenjar keringat besar dan bercabang dengan penyebaran yang terbatas,
seperti pada ketiak, areola payudara, area genital.

b. Kelenjar sebaseus, mengeluarkan sebum yang biasanya dialirkan ke folikel rambut .
Sebum merupakan campuran lemak, zat lilin, minyak, dan pecahan pecahan sel.
Berfungsi sebagai pertahanan dari evaporasi.

Kulit sebagai pengatur panas
1) Pemancaran, dilepas ke udara di sekitar
2) Pengaliran atau konveksi, mengalirnya udara panas lalu digantikan dengan udara yg lebih
dingin
3) Konduksi, panas dialihkan ke benda yang tersentuh kulit
4) Penguapan atau evaporasi, panas dikeluarkan bersama keringat lalu keringat keluar

Kontrol pengeluaran panas

67

Jika suhu tubuh tinggi, pembuluh darah akan melebar, alirann darah ke permukaan kulit
meningkat, dan kelenjar keringat menajdi aktif dalam menyerap air, urea dangaram
sehinga dikeluarkan dalam bentuk keringat. Penguapan meningkat dan suhu badan turun.
Jika suhu tubuh rendah, pembuluh darah akan menyempit dan mengurangi aliran darah
ke permukaan kulit sehingga pembentukan keringat tidak aktif.

Faktor pembentukan keringat antara lain
1) Suhu lingkungan
2) Aktivitas tubuh
3) Emosi
4) Kondisi psikis

Gangguan sistem eksktresi pada kulit
1) Hiperhidrosis, keringat berlebih pada bagian tubuh tertentu, terjadi karena penyakt atau
psikis.
2) Anhidrosis, kulit tidak dapat berkeringat, karena luka bakar, penyakit dan obat obatan
3) Bromhidrosis, keringat berbau, karena kelenjar keringat apokrin yang bekerja lebih aktif
4) Pruvitus kutanea, gatal karena saraf iritasi, karena kencing manis, penyakit kelenjar tiroid
dan hati.

68

Teknologi pada sistem ekskresi di kulit
Cangkok kulit

Cangkok kulit biasanya dipakai untuk menangani luka bakar, daerah yang diambil
biasanya punggung, perut, paha, dan pantat.

Hati

Kelenjar terbesar dengan berat sekitar 1,5 - 2,0 kg. Berfungsi sebagai alat ekskresi karena
membantu fungsi jantung dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan
menghasilkan amonia, urea, serta asam urat yang akan disekresikan ke dalam urine. Hati dibagi
dua lobus besar, yaitu lobus kanan (lobus dekstra) dan lobus kiri (lobus sinistra). Selain lobus,
pada hati juga terdapat :
1. Ligamen

a. Ligamen Falsiformis : Ligamen ini membatasi lobus kanan dan kiri, dan menyangga hati
bagian depan karena terhubung ke dinding perut bagian depan.

b. Ligamen Koroner : Ligamen yang menyangga bagian atas hati.
2. Lobulus, Lobulus merupakan unsur terkecil yang menyusun hati. Sel kupffer berperan dalam

menyaring sel darah merah. Sementara hepatosit berperan dalam hampir semua fungsi hati,
mulai dari metabolisme, pencernaan, hingga penyimpanan.
3. Saluran Empedu, yaitu saluran penghubung hati dan kantong empedu.

69

4. Pembuluh Darah, Pada hati terdapat vena portal hepatika yang membawa darah kaya nutrisi
dari usus dan limpa menuju hati. Dan arteri hepatik yang membawa darah beroksigen dari
jantung

Dalam hati, hemoglobin pada sel darah merah yang sudah rusak akan diuraikan menjadi
globin, zat besi, dan senyawa hemin. Zat besi akan disimpan di dalam hati atau dialirkan
menuju sumsum tulang belakang (untuk membuat generasi sel darah berikutnya), sedangkan
globin digunakan untuk membentuk sel darah merah baru dan metabolisme protein.
Sementara itu, senyawa hemin akan diubah menjadi zat warna pada empedu, yaitu bilirubin
dan biliverdin.

Fungsi umum hati adalah sebagai pengatur volume darah yang mengalir dalam sistem
sirkulasi di sekitar hati, sebagai pengatur keseimbangan cairan tubuh dan elektrolit, sebagai
organ penyaring obat-obatan dan racun dari tubuh. Sebagai kelenjar, hati berfungsi untuk :

 Menghasilkan empedu, sekresi empedu, berfungsi membantu pencernaan lemak,
mengaktikan lipase, membantu absorpsi lemak di usus, dan mengubah zat yang tidak
dapat larut di dalam air menjadi larut.

 Menghasilkan hormon trombopoietin, albumin, dan angiotensinogen.
 Menghasilkan enzim arginase, glutamat-oksaloasetat transferase, glutamat-piruvat

transferase, dan laktat dehidrogenase.
 Menyimpan glikogen, lemak, zat besi, zat tembaga, serta vitamin A, D, dan B12.
 Mengaktifkan vitamin D.
 Fagosit bakteri yang dilakukan oleh makrofag sel Kupffer.
 Degradasi hormon insulin dan beberapa hormon lain.
 Degradasi amonia menjadi urea.

70

Gangguan pada hati
1. Penyakit hati (liver), sering disebabkan oleh infeksi virus, Amoeba penyebab disentri,
cacing, plasmodium penyebab malaria, dan Toxoplasma sp.
2. Sirosis hati, adalah berubahnya sel-sel hati menjadi jaringan ikat fibrosa, sehingga
kehilanagan fungsinya, disebabkan oleh minuman keras, serta Hepatitis B dan Hepatitis
C.
3. Hemokromatosis, adalah kelainan secara genetik yang menyebabkan tubuh terlalu
banyak menyerap zat besi dari makanan.

Ginjal
Berjumlah sepasang, terletak di belakang perut, sebelah kanan dan kiri dari tulang belakang, di
bawah hati dan limpa.
Fungsi Ginjal

1) Pengeluaran zat sisa organik
2) Pengeluaran zat racun
3) Pengaturan keseimbangan konsentrasi ion-ion penting di dalam tubuh
4) Pengaturan keseimbangan asam-basa
5) Penjaga tekanan darah dan menghasilkan enzim renin pemicu pembentukan hormon

angiotensin
6) Pengaturan produksi sel darah merah di dalam sumsum tulang
7) Pengendalian konsentrasi nutrisi darah
8) Mengubah vitamin D inaktif menjadi vitamin D aktif
Struktur Ginjal

71

Ginjal dilindung lapisan jaringan ikat, yaitu fasia renal, lemak perirenal dan lemak
pararenal, serta kapsul fibro. Berikut struktur ginjal lebih lengkapnya:

1) Lobus ginjal adalah bagian yang menyusun ginjal
2) Hilus (Hilum), hilus adalah cekungan sisi media membentuk bukaan pada ginjal

sebagai tempat keluar masuknya pembuluh darah dan keluarnya ureter

3) Sinus ginjal adalah rongga yang berisi lemak yang membuka pada hilus

4) Parenkim ginjal, merupakan jaringan yang menyelubungi struktur sinus ginjal.
a. Korteks
Korteks tersusun atas nefron-nefron. Nefron merupakan unit struktural dan
fungsional terkecil dari ginjal yang membentuk urine. Nefron tersusun atas
2 komponen, yaitu komponen vaskuler atau pembuluh dan komponen
tubuler atau tabung. Nefron juga dibedakan menjadi 2 macam, yaitu
nefron korteks dan nefron jukstamedula. Di nefron korteks, glomerulus di
lapisan luar korteks dan lengkung Henlenya pendek. Nefron jukstamedula
sebaliknya.
b. Medula
Terdiri dari 15-16 massa triangular (tiga sisi) yang disebut piramida ginjal
yang tersusun dari sistem tubulus berukuran mikroskopis. Ujung dari
setiap piramida disebut papila ginjal.

5) Pelvis ginjal (pelvis renalis), rongga perluasan ujung proksimal ureter.
Proses Pembentukan Urine

Pembentukan urine di dalam ginjal meliputi tiga proses, yaitu :
Filtrasi glomerulus

72

Proses penyaringan plasma bebas protein melalui kapiler glomerulus ke dalam
kapsul Browman. Ketika darah mengalir melalui glomerulus, cairan yang
difiltrasi harus melawati membran glomerulus yang mampu menahan sel darah
dan protein plasma. Membran glomerulus tersusun dari 3 lapisan, yaitu dinding
kapiler glomerulus, membran basal, dan lapisan dalam kapsul Browman.

Reabsorsi tubulus
Proses penyerapan kembali zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Tubulus memiliki
kemampuan reabsorsi besar dan sangat selektif terhadap bahan-bahan yang
dibutuhkan oleh tubuh. Urine yang dihasilkan setelah proses reabsorsi tubulus
disebut urine sekunder. Untuk dapat direabsorsi, bahan harus melewati lima
penyaring terpisah yang disebut transport transepitel. Secara konsep jalur
reabsorsi dapat dijelaskan dengan bahan meninggalkan cairan tubulus melewati
membran luminal sel tubulus, melewati sitosol, melewati membran basolateral sel
tubulus, kemudian masuk ke cairan interstisial dan berdifusi, menembus dinding
kapiler peritubuler untuk masuk ke plasma darah. Bahan yang masuk ke plasma di
dalam kapiler peritubuler, selanjutnya masuk ke sistem vena dan ke jantung untuk
di edarkan kembali.

Augmentasi
Transport aktif yang memindahkan zat-zat tertentu dari darah dalam kapiler
peritubuler, keluar melewati sel-sel tubuler menuju ke cairan tubuler, dan masuk
ke dalam urine. Augmentasi terjadi di tubulus kontortus proksimal, tubulus
kontortus distal, dan duktus kolektivus. Augmentasi meliputi ion hidrogen, asam
hipurat, amonia, kreatinin, dan ion kalium.

Penyimpanan Sementara Urine dan Berkemih
Urine dari duktus kolektivus menuju ke pelvis renalis, selanjutnya mengalir melalui
ureter, dan masuk ke vesika urinaria (kandung kemih). Kontraksi peristaltik otot polos

73

dinding ureter mendorong urine dari ginjal ke kandung kemih. Dari kandung kemih, urine
mengalir ke uretra, selanjutnya lubang luar dibuang keluar tubuh. Peristiwa pembuangan
urine disebut mikturisi, yang merupakan gerak refleks yang dapat ditahan atau
dikendalikan oleh saraf pusat di otak.

Faktor yang Memengaruhi Proses Pembentukan Urine

Pembentukan urine dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu :
1) Faktor Internal
a. Hormon ADH, yang dihasilkan oleh hipotalamus dalam otak, disimpan,
dan dibebaskan oleh kelenjar pituitari.
b. Hormon insulin, yang dihasilkan oleh sel beta pada pancreas. Insulin
tersebut berfungsi untuk menurunkan kadar glukosa darah. Jika
kekurangan insulin, kadar glukosa dalam darah tinggi, reabsorsi glukosa
terganggu, sehingga terdapat banyak glukosa dalam urine (kencing manis).
c. Sistem renin-angiotensin-aldosteron, dihasilkan oleh aparatus juksta
glomerulus untuk merespon tekanan dara rendah, konsentrasi natrium
rendah, dan kehilangan air.
2) Faktor Eksternal
a. Suhu lingkungan
b. Jumlah air yang diminum
c. Alkohol

Karakteristik Urine

1) Sifat fisik urine
a. Volume urine yang dihasilkan orang dewasa yang sehat sekitar 800 -
2.500 mL/hari
b. Berwarna kuning pucat sampai dengan kuning tua
c. Berat jenis urine 1,003 – 1,035 g/cm3, bersifat agak asam dengan pH rata-
rata 6 atau sekitar 4,7 – 8

74

d. Berbau khas, cenderung berbau amonia setelah didiamkan
2) Komposisi urine

Urine terdiri atas 95% air dan zat-zat terlarut, diantaranya zat buangan nitrogen
(urea), benda keton (hasil metabolisme lemak), asam hipurat, toksin, zat kimia
asing, pigmen, enzim, vitamin, hormon, dan zat elektrolit.

Gangguan pada ginjal
1) Glikosuria
Sekresi glukosa ke dalam urine sehingga menyebabkan dehidrasi karena banyak
air yang akan tereskresi ke dalam urine.
2) Albuminuria
Ginjal tidak dapat melakukan proses penyaringan, terutama prenyaringan protein.
Gangguan ini disebabkan oleh kerusakan pada glomerulus.
3) Batu Ginjal
Pengendapan senyawa kalsium dan asam urat pada rongga ginjal atau kandung
kemih.

a) Diabetes Millitus (kencing manis)
Diabetes millitus tipe 1 ditandai oleh kurangnya sekresi insulin akibat sel beta
pancreas tidak memproduksi insulin. Sedangkan diabetes millitus tipe 2 sekeresi
insulinnya mungkin normal bahkan meningkat namun, terjadi penuruan kepekaan
sel sasaran insulin.

b) Diabetes Insipidius
Ditandai produksi urine berjumlah banyak dan encer, disertai dengan rasa haus.

c) Gagal ginjal
Kegagalan ginjal dalam memproduksi urine, disebabkan oleh kerusakan
glomerulus, sehingga proses penyaringan tidak dapat dilakukan.

75

d) Uremia
Adalah keadaan toksik saat darah mengandung banyak urea karena kegagalan
fungsi ginjal dalam membuang urea keluar dari tubuh.
Teknologi Sistem Ekskresi di Ginjal
1) Transplantasi Ginjal
Terapi penggantian ginjal pasien dengan ginjal lain yang berasal dari orang yang
hidup maupun yang sudah meninggal.
2) Extracoporeal Shock Wave Lithotripsy
Penghancuran batu saluran kemih dengan menggunakan gelombang kejut (shock
wave) yang ditransmisikan dari luar tubuh.

76

BAB IX
SISTEM KOORDINASI
Jurnal Belajar
 Jurnal Pembelajaran 1
Pada hari ini tanggal 26 Maret tahun 2021, kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 mengikuti
pertemuan daring dengan Ibu Puspa selaku guru pembimbing biologi. PAda awal pembelajaran
Ibu Puspa membahas tentang penerimaan mahasiswa baru lewat jalur SNMPTN dan
memberikan beberapa kata motivasi untuk kami. Setelah membahas masalah perkuliahan cukup
lama, akhirnya kami pun memulai untuk membahas bab baru ini. Pertama-tama Ibu bertanya
mengenai NAPZA, yang lalu dijawab oleh Ivan, yaitu Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif.
Lalu Louis ditanyakan oleh Ibu Puspa untuk menjelaskan fungsi sistem koordinasi, yang dia
jawab untuk melancarkan gerak. Lalau ada Rania yang menjelaskan tentang struktur saraf.dan
terakhir Thezar yang menjelaskan mengenai Akson.
Kesan dan pesan saya ialah semoga saya dan teman-teman saya lebih aktif dalam
pertemuan Biologi.

 Jurnal Pembelajaran 2
Pada tanggal 31 Maret 2021, kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 tidak melakukan pembelajaran

daring biologi seperti biasanya, dikarenakan Ibu Puspa berhalngan hadir akibat workshop. Oleh
karena itu, Ibu Puspa menugaskan kami untuk menganalisis bab sistem koordinasi melalui
whatsapp.

Kesan dan pesan saya pada hari ini ialah semoga saya dan teman-teman saya dapat
menyelesaikan tugas yang diberikan dengan baik dan tepat.

77

 Jurnal Pembelajaran 3
Pada tanggal 7 April 2021, kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 melakukan pembelajaran daring

biologi melalui whatsapp dikarenakan Ibu Puspa berhalangan hadir. Oleh karena itu, untuk
pembelajaran hari ini menjadi waktu bagi kami untuk melanjutkan tugas yang belum
diselesaikan.

Kesan dan pesan saya pada pembelajaran hari ini adalah semoga pada pertemuan
selanjutnya dapat melaksanakan pembelajaran daring tanpa adanya hambatan.

 Jurnal Pembelajaran 4
Pada tanggal 16 April 2021 kelas XI IPA 4 dan 5 melakukan pembelajaran Biologi

melalui google meet seperti biasa. Setelah tidak melakukan pembelajaran daring Biologi,
akhirnya pada kali ini kami memiliki kesempatan untuk melakukan pembelajaran daring. Diawal
pembelajaran, Ibu Puspa membahas mengenai tugas-tugas selama kami tidak melakukan
pembelajaran daring. Selanjutnya, kami melanjutkan pembahasan, yaitu mengenai sistem saraf
pusat dan sistem saraf tepi yang dibuka oleh Aaliyah. Lalu, Ghina yang menjelaskan mengenai
serebrum, kemudian ditambahkan oleh Rania mengenai 7 bagian otak lainnya. Lalu masuk ke
materi SSP bagian medula spinalis yang dijelaskan oleh Engeline. Selanjutnya, Thezar
menjelaskan tentang perbedaan dan persamaan SSP bagian otak dengan medula spinalis.
Komposisi substansi abu-abu maupun putih pada otak dan medula spinalis sama hanya saja
letaknya yang berbeda. Lalu didapat juga bahwa terjadinya gerak sadar diatur oleh otak
sedangkan gerak refleks diatur oleh medula spinalis.

Kesan dan pesan saya pada pembelajaran daring hari ini ialah semoga saya dan teman-
teman saya dapat memahami materi yang telah disampaikan dengan baik.

78

 Jurnal Pembelajaran 5
Pada tanggal 28 April 2021 kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 pun kembali melakukan

pembelajaran Biologi melalui google meet. Pada pembelajaran kali ini kami membahas
mengenai sistem hormon. Dimulai oleh Adastra yang menjelaskan hipofisis. Kemudian, Aaliyah
menjelaskan mengenai hubungan hormon dengan sistem koordinasi, dimana dengan tidak
adanya sistem hormon sebagai pendukung, maka koordinasi tidak akan bekerja dengan baik.
Untuk materi hormon tiroid dijelaskan oleh Rania dan paratiroid dijelaskan oleh Engeline.
Adapula Afif yang menjelaskan mengenai pankreas, yang kemudian diperjelas oleh Ibu Puspa
dan Candyle. Empat sistem hormon tersebut adalah adrenal, pineal, timus, dan ovarium beserta
testis dan plasenta. Masuk ke bagian sistem indera, yaitu indra penglihatan yang dijelaskan oleh
Candyle. Selanjutnya, indra pendengar oleh Shofa. Dilanjut dengan penjelasan indra pembau
oleh Rizky Adhelia. Kemudian, Raisya pun menjelaskan mengenai indra peraba. Terakhir ada
indra pengecap, yaitu lidah.

Kesan dan pesan saya selama pembelajaran hari ini ialah semoga di pertemuan
selanjutnya saya dapat menjadi lebih aktif dalam pembelajaran daring.

Tugas-Tugas
 Analisis sistem koordinasi
Sistem Koordinasi
Sistem saraf adalah sistem organ yang paling rumit, tersusun dari jutaan sel-sel

saraf(neuron) yang berbentuk serabut dan saling terhubung untuk persepsi sensor, aktivitas motor
sadar, dan lain-lain. Serabut saraf memliki kemampuan eksitabilitas, konduktivitas, dan

79

memberikan reaksi dari rangsangan mekanis, kimiawi, elektrik, atau fisik. Sistem saraf meliputi
sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.
A. Neuron (Sel Saraf)

Unit fungsional sistem saraf, memiliki panjang sekitar 39 inchi dan terdiri atas bagian
badan sel, dendrit, dan akson.

 Badan sel, memiliki fungsi mengendalikan metabolisme keseluruhan neuron. Badan sel
tersebut memiliki nukleus di tengah dan nukleolus yang menonjol. Neukleus yang
dimiliki tidak memiliki sentriol sehingga tidak dapat bereplikasi. Sitoplasma
mengandung badan nissl (tumpukan retikulum endoplasma granuler dan ribosom). Lalu
terdapat juga badan golgi, mitokondria, dan neurofibril.

 Dendrit, juluran sitoplasma yang relatif pendek, bercabang-cabang, dan berfungsi
menerima impuls dari sel lain untuk dikirim ke badan sel.

 Akson, juluran sitoplasma yang panjang sekitar 1mm-1m dan bercabang tunggal
berbentuk silindris. Ujung akson bercabang dikarenakan memiliki fungsi mengirimkan
impuls ke sel neuron lain. Pada beberapa bagian terdapat daerah yang tidak diselubungi
mielin, hal ini disebut nodus ranvier yang berfungsi mempercepat jalannya impuls.

Neuron tidak dapat melakukan mitosis, jika akson mengalami kerusakan berat, neurilima
melakukan pembelahan mitosis untuk menutup luka.
Berdasarkan fungsi, neuron dibedakan menjadi:

 Neuron sensor(aferen), berfungsi menghantarkan impuls dari organ sensor ke pusat
saraf.

 Neuron motor(eferen), berfungsi menghantarkan impuls dari pusat saraf ke organ
motor atau kelenjar.

 Neuron konektor, berfungsi menghubungkan neuron yang satu dengan neuron lainnya.

80

Berdasarkan struktur, neuron dibedakan menjadi:
 Neuron multipolar, memiliki satu akson dan dua dendrit atau lebih seperti neuron
motor pada otak dan medula spinalis,
 Neuron bipolar, memiliki dua juluran berupa dendrit dan akson seperti pada organ
indra mata, hidung, dan telinga.
 Neuron unipolar, neuron bipolar yang tampak hanya memiliki satu juluran dari badan
sel karena akson dan dendritnya berfusi.

B. Sistem Saraf Pusat (SSP)
Sistem saraf pusat meliputi otak dan sumsum tulang belakang(medula spinalis). Keduanya

dilindungi oleh jaringan pelindung dari jaringan ikat yang disebut meninges. Berikut lapisan-
lapisan meninges:

 Pia mater, lapisan terdalam dan tipis dengan banyak pembuluh darah dan melekat pada
otak dan medula spinalis.

 Araknoid, lapisan tengah dengan sedikit pembuluh darah dan memiliki ruang
subaraknoid berisi cairan serebrospinalis(untuk bantalan, pertukaran nutrien, dan zat
sisa) pembuluh darah, dan selaput jaringan penghubung yang mempertahankan posisi
araknoid terhadap pia mater dibawahnya.

81

 Dura meter, lapisan terluar, tebal, kuat, dan terdiri atas dua lapisan. Memiliki ruang
subdural yang memisahkan dura meter dari araknoid.

Otak dan medula spinalis memiliki:
 Substansi abu-abu, membentuk bagian luar korteks. Mengandung badan sel neuron,

serabut bermielin dan tidak bermielin, astrosit sitoplasma, oligodendrodit, dan
mikroglia.
 Substansi putih, membentuk bagian dalam korteks. Mengandung serabut bermielin dan
tidak, oligodendrosit, astrosit fibrosa, dan mikroglia.

1. Otak

Otak diperkirakan mencapai 2% dari keseluruhan berat tubuh, mengonsumsi 25% oksigen,
dan menerima 1,5% darah dari jantung. Tersusun dari 100 milyar neuron yang terhubung dengan
sinapsis membentuk anyaman kompleks.

a. Bagian-bagian otak
1) Serebrum, mengisi bagian depan dan atas rongga tengkorak. Bagian luar tersusun
dari substansi abu-abu yang disebut korteks serebral dan bagian dalam disusun oleh
substansi putih, yaitu nukleus basal.
 Korteks serebral, menempati 80% dari total massa otak, memiliki ketebalan
sekitar 5mm serta pelekukan yang meningkatkan luas permukaannya. Dibagi
menjadi dua belahan, sisi kanan dan kiri yang terhubung oleh serat pita tebal
yang disebut korpus kalosum.

Area Fungsional Korteks Serebral
a. Area motor primer, bagian dahi mengendalikan kontraksi volunter otot

rangka. Anterior girus presental mengendalikan aktivitas motor yang terlatih
dan terulang. Area broca mengendalikan kemampuan berbicara.
b. Area sensor korteks, meliputi:

82

 Area sensor primer, menerima nyeri, tekanan, suhu, sentuhan.
 Area visual primer, menerima informasi dari retina mata.
 Area auditori primer, menerima impuls pendengaran.
 Area olfaktori primer, berkaitan dengan indra penciuman.
 Area pengecap primer, berkaitan dengan indra pengecap.
c. Area asosiasi menurut klasifikasi brodmann:
 Area asosiasi frontal, sebagai pusat intelektual dan fisik.
 Area asosiasi somatik, sebagai pusat penafsiran bentuk dan tekstur suatu

objek.
 Area asosiasi visual, sebagai pusat interpretasi visual dan auditori.
 Area wicara wernicke, sebagai pusat bahasa dan wicara.
 Nukleus basal, pusat koordinasi motor.\

2) Diensefalon, terletak antara serebrum dan otak tengah. Bagiannya meliputi:
 Talamus, menerima dan meneruskan impuls ke korteks besar, berperan dalam
sistem kesadaran dan kontrol motor.
 Hipotalamus, mengendalikan sistem saraf otonom, pusat pengaturan emosi,
dan memengaruhi seluruh sistem endokrin.
 Epitalamus, pita sempit jaringan saraf dan berperan dalam dorongan emosi.

3) Sistem limbik, cincin struktur otak depan yang mengelilingi dan saling
berhubungan melalui jalur neuron. Berfungsi dalam pengaturan emosi.

4) Mesensefalon, otak pendek yang menghubungkan pons dan serebelum dengan
serebrum. Berfungsi sebagai jalur penghantar pusat refleks, dan meneruskan
informasi penglihatan dan pendengaran.

5) Pons varolii, serabut saraf yang menghubungkan otak kecil kiri dan kanan serta
menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang. Berfungsi mengatur
frekuensi dan kekuatan bernapas.

6) Serebelum, bagian yang sangat berlipat dibawah lobusoksipital dan melekat di
bagian punggung atas batang otak. Berfungsi mengatur keseimbangan,

83

meningkatkan tonus, kontraksi otot, dan koordinasi gerakan sadar yang berkaitan
dengan keterampilan.
7) Medula oblongata, bagian yang menjulur dari pons hingga medula spinalis
sepanjang 2,5cm. berfungsi dalam pengendalian frekuensi denyut jantung, tekanan
darah, pernapasan, gerakan alat pencernaan makanan, menelan, muntah, sekresi
kelenjar makanan dan mengatur gerak refleks.
8) Formasi retikuler, jaring-jaring serabut saraf dan badan sel yang tersebar.
Berfungsi unruk memicu dan mempertahankan kesadaran serta kawaspadaan.

2. Medula Spinalis
Berbentuk silinder langsing memanjang dari batang otak medula oblongata hingga ruas ke-2

tulang pinggang. Berfungsi mengendalikan berbagai refleks dalam tubuh, komunikasi antara otak
dengan seluruh bagian tubuh, dan menghantarkan rangsangan koordinasi antara otot dan sendi ke
serebelum.

a. Struktur bagian dalam(abu-abu)
Batang atas dan bawah berbentuk huruf H, disebut tanduk/kolumna yang

mengandung banyak badan sel, dendrit, neuron eferen, akson tidak bermielin.
 Tanduk abu-abu posterior, mengandung batang sel yang menerima impuls
melalui saraf spinal dari neuron sensor.
 Tanduk abu-abu interior, mengandung neuron motor yang aksonnya
mengirimkan impuls melalui saraf spinal ke otot dan kelenjar.
 Tanduk lateral substansi abu-abu, mengandung badan sel neuron sistem
saraf otonom.
 Komisura abu-abu, menghubungkan substansi abu-abu sisi kiri dan kanan
medula spinalis.

b.Struktur bagian luar
Tersusun dari akson bermielin. Dibagi menjadi funikulus, anterior, posterior,

ventrolateral, dan lateral. Di dalam funikulus terdapat:
 Traktus sensor, berperan dalam penyampaian informasi dari tubuh ke otak.

84

 Traktus motor, berperan membawa impuls dari otak ke medula spinalis dari
saraf spinal menuju tubuh.

C. Sistem Saraf Tepi (SST)
1. Saraf Kranial, terdiri atas 12 pasang saraf, beberapa terdiri atas serabut sensori dan
motor namun ada beberapa yang terdiri dari serabut sensori saja.

Saraf Kranial
2. Saraf Spinal, terdiri atas 13 pasang saraf dari segmen medula spinalis. Berdasarkan arah

impuls yang dibawanya, dibedakan menjadi aferen dan eferen. Aferen dari tubuh ke
SSP, sedangkan eferen dari SSP ke tubuh. Eferen dibagi menjadi somatik dan otonom.
Sistem saraf otonom dibagi menjadi dua berdasarkan fungsi, yaitu:

a. Sistem saraf simpatis, berasal dari segmen toraks dan lumbar medula spinalis.
Mendorong respons yang mempersiapkan tubuh untuk beraktivitas fisik berat
dalam situasi darurat atau stress yang disebut respons lawan.

b. Sistem saraf parasimpatis, berasal dari area kranial dan sakrum. Mendorong
fungsi tubuh untuk istirahat dan mencerna.

85

 Analisis Sistem Endokrin

Sistem Endokrin(Hormon)

Pada kali ini saya akan menganalisis struktur sistem hormon beserta fungsinya. Sistem
endokrin atau hormon merupakan sekumpulan kelenjar dan organ yang memproduksi hormon.
Hormon sendiri merupakan senyawa organik pembawa pesan kimawi di aliran darah menuju sel
atau jaringan tubuh.

A. Karakteristik Kelenjar Endokrin
a) Kelenjar buntu karena tidak memiliki saluran dan menyekresikan hormon langsung
ke dalam cairan sekitar sel.
b) Biasanya menyekresi lebih dari satu hormon kecuali, kelenjar paratiroid.
c) Memliki sejumlah sel sekretori yang dikelilingi banyak pembuluh darah dan
ditopang oleh satu jaringan ikat.
d) Masa aktivitas kelenjar endokrin berbeda-beda seperti, hormon metabolisme
(seumur hidup), hormon kelamin(dimulai pada masa tertentu), hormon
pertumbuhan (bekerja sampai masa tertentu).
e) Sekresi hormon dapat dihambat atau distimulasi oleh kadar hormon lain dan
senyawa nonhormon dalam darah dan impuls saraf.

B. Struktur Kelenjar Endokrin
1. Hipofisis, berbentuk oval dan melekat di hipotalamus otak, sebesar kacang dengan
berat 0,5 gram.
a) Hipofisis lobus anterior,
1) Hormon pertumbuhan (GH) atau hormon somatotropin (STH) dengan
fungsi, mengendalikan pertumbuhan dan perbanyakan sel-sel tubuh.
 Membuat hati memproduksi somatomedin yang berperan dalam
pertumbuhan tulang dan kartilago.
 Mempercepat laju sintesis protein dengan meningkatkan pemasukan
asam amino ke membran sel.
 Menurunkan laju penggunaan karbohidrat sehingga menambah kadar
glukosa darah.
 Meningkatkan pemakaian lemak untuk energi.

86

2) Hormon perangsang tiroid (TSH) memiliki fungsi meningkatkan laju
pertumbuhan dan perkembangan sel tiroid, laju produksi tiroksin, dan
metabolisme sel.

3) Hormon adrenokortikotropik (ACTH) berfungsi merangsang kelenjar
korteks adrenal untuk menyekresi glukokortikoid.

4) Hormon gonadotropin atau gonadotropik untuk mengatur fungsi gonad.
 FSH:
o Wanita: mestimulasi pertumbuhan folikel ovarium dan
memproduksi hormon estrogen.
o Pria : menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan
spermatozoa dalam tubulus seminiferus testis.
 LH:
o Wanita: bekerja sama dengan FSH untuk menstimulasi produksi
estrogen. Berperan dalam ovulasi dan sekresi progesteron.
o Pria : menstimulasi sel-sel interstisial tubulus seminiferus
testis untuk memproduksi androgen.

5) Hormon prolaktin (PRL), disekresikan saat hamil dan menyusui.
b) Hipofisis lobus intermedia, menghasilkan endorfin(penghilang nyeri,

merespron stress, dan aktivitas) dan MSH(merangsang pembentukan pigmen
dan penyebaran melanosit).
c) Hipofisis lobus posterior, menghasilkan ADH(menurunkan volume air dalam
urine) dan oksitosin(menstimulasi kontraksi otot polos saat pengeluaran ASI).
2. Tiroid, terdiri dari folikel dalam dua lobus lateral di bawah laring. Memproduksi
hormon tiroksin untuk meningkatkan laju metabolisme, menstimulasi konsumsi
oksigen, meningkatkan pengeluaran panas, mengatur pertumbuhan dan perkembangan
normal tulang, gigi, dan saraf.
3. Paratiroid, terdiri atas empat organ berukuran kecil sebesar biji apel di permukaan
belakang tiroid. Berfungsi sebagai, pengendali keseimbangan kalsium dan fosfat
dalam tubuh.
4. Adrenal, terletak di kutub atas ginjal, berwarna kuning dan tertanam dalam jaringana
diposa. Adrenalin berfungsi sebagai peningkat frekuensi jantung, metabolisme, dan

87

konsumsi oksigen. Noradrenalin berfungsi sebagai peningkat tekanan darah dan
menstimulasi otot jantung.
5. Pankreas, berbentuk pipih dan terletak di bagian belakang lambung. Glukagon untuk
menguraikan glokogen hati menjadi glukosa. Insulin untuk menurunkan katabolisme
lemak dan protein, menurunkan kadar gula dalam darah, dan meningkatkan sintesis
protein dan lemak. Somatostatin untuk penghalang hormon pertumbuhan dan sekresi
glukagon dan insulin. Pankreas juga mengeluarkan polipeptida pankreas.
6. Pineal, terletak di langit-langit otak. Melatonin berfungsi sebagaipelepasan
gonadotropin dan menghambat produksi melanin.
7. Timus, terdiri atas dua lobus berwarna kemerah-merahan, terletak di bagian posterior
toraks di atas jantung. Menghasilkan timosin untuk pengendalian perkembangan
sistem imun.
8. Ovarium, testis, dan plasenta, ovarium menghasilkan hormon estrogen dan
progesteron, testis menghasilkan testosteron. Plasenta menghasilkan gonadotroin
korion, estrogen, progesteron, dan somatotropin.

C. Abnormalitas Sekresi Sistem Hormon
1. GH
o Kerdil, kekuranagan saat anak-anak menyebabkan pertumbuhan terhenti.
o Gigantisme, kelebihan saat masa remaja(sebelum penutupan cakram epifisis)
sehingga pertumbuhan tulang panjang berlebihan.
o Akromegali, hipersekresi setelah penutupan cakram epifisis.
2. Tiroid
o Hipotiroidisme, penurunan metabolisme, konstipasi, mental lambat, dan
peningkatan simpanan lemak.
o Hipertiroidisme, peningkatan metabolismme, berat badan menurun, gelisah, diare,
frekuensi denyut jantung meningkat, toksisitas hormon, dan grave.
3. PTH
o Hiperparatiroidisme, meningkatkan peaktivitas osteoklas dan pelemahan tulang.

88

o Hipoparatiroidisme, penurunan kadar kalsium dalam darah, peningkatan
iritabilitas sistem neuromuskular, dan tetanus.

4. Kelenjar Adrenal
o Hiposekresi, penyakit addison dengan kkesetidakimbangan natrium dan alium
dalam darah sehingga kulit menghitam.
o Hipersekresi, peningkatan tekanan dalam darah, sindrom adrenogenital, serta
perempuan yang memiliki karakteristik pria.

5. Kelenjar Pankreas
o Defisiensi Insulin, menyebabkan diabetes melitus.

 Analisis Sistem Indra

Sistem Indra

A. Indra Penglihat (Mata)
1. Aksesori mata, alis untuk melindungi mata dari keringat, orbita adalah lekukan
tulang berisi bola mata, kelopak melindungi mata dari debu dan kekeringan, otot mata
untuk menggerakkan mata, air mata untuk mempertahankan kelembapan.
2. Struktur mata
a. Lapisan luar bola mata,
 Tunika fibrosa, lapisan terluar yang keras.
 Sklera, dinding mata dari jaringan ikat fibrosa putih, memberikan bentuk
dan temoat pelekatan otot ekstrinsik.
 Kornea, menstransmisi dan memfoskuskan cahaya.
b. Lapisan tengah bola mata
 Koroid, mencegah refleksi internal berkas cahaya dan mengandung
banyak pembuluh darah untuk nutrisi.
 Badan siliari, mengandung pembuluh darah dan otot bersilia untuk
akomodasi penglihatan.
 Iris, bagian berwarna pada mata, terdiri atas jaringan ikat dan otot untuk
mengendalikan diameter pupil.

89

 Pupil, ruang terbuka yang bulat pada iris untuk dilalui cahaya.
c. Lensa, bening di belakang pupil dan bersifat elastis.
d. Rongga mata, ruang anterior berisi aqueous humor (cairan bening bernutrisi bagi

lensa dan kornea), ruang prosterior berisi vitreous humor (gel transparan yang
mempertahankan bentuk dan posisi bola mata juga retina terhadap kornea)
e. Retina, lapisan terdalam, tipis, dan transparan.

 Bagian luar, terpigmentasi dan menyimpan vitamin A.
 Bagian dalam, sel batang mengandung rodopsin, tidak sensitif terhadap

warna, dan bekerja dalam cahaya rendah. Sel kerucut mengandung
iodopsin yang berkebalikan dengan rodopsin.
 Lutea makula, area berkas kekuningan terletak agak lateral dari pusat.
 Fovea sentralis, pelekukan sentral lutea makula, mengandung sel kerucut
dan batang.
 Saraf mata, terbentuk dari akson sel-sel ganglion yang keluar dari mata
dan bergabung di sisi superior kelenjar hipofisis membentuk kiasma optik.
 Bintik buta, bagian tanpa fotoreseptor.

90

B. Indra Pembau (hidung)
Berfungsi menerima rangsangan berupa bau atau zat kimia berbentuk gas. Berikut

struktur hidung:

C. Indra Pengecap (Lidah)
Memiliki kuncup pengecap yang terletak di papila lidah, palatum lunak, epiglotis,

dan faring. Papila dibedakan berdasarkan bentuk menjadi beberapa bagian, yaitu:
 Filiformis, kerucut, kecil, menutupi dorsum lidah, dan tidak mengandung
kuncup pengecap.
 Fungiformis, bulat, banyak di ujung lidah, ada 5 kuncup pengecap di tiap
papila.

91

 Sirkumvalata, menonjol, tersusun seperti huruf v, banyak di belakang
lidah, dan mengandung 100 kuncup pengecap.

 Foliata, seperti daun di tepi pangkal lidah, dan mengandung 1.300 kuncup
pengecap di tiap lipatan.

D. Indra Pendengar (Telinga)
1. Struktur telinga
a. Telinga bagian luar,
 Pinna/aurikula, daun kartilago untuk meneruskan gelombang bunyi
ke kanal auditori eksternal hingga membran timpanum.
92

 Membran timpanum, perbatasan antara bagian luar dengan bagian
tengah telinga yang berbentuk seperti kerucut.

b. Telinga bagian tengah,
 Tabung eustachius, menghubungkan telinga tengah dengan faring
untuk menjaga keseimbangan tekanan udara di kedua sisi membran
timpanum.
 Osikel auditori, ada tiga tulang pendengaran, yaitu maleus, inkus, dan
stapes yang berfungsi untuk mengarahkan getaran dari membran
timpanum ke fenestra vestibuli.

c. Telinga bagian dalam,
 Labirin osea, ruang berliku berisi cairan perilimfa. Terbagi menjadi
tiga bagian, yaitu vestibula (resptor keseimbangan tubuh), kanalis
semisirkuralis, dan koklea.
 Labirin membranosa, di dalam labirin tulang, serangkaian tuba
berongga dan berkantong berisi cairan endolimfa. Terdiri atas 2
kantong, utrikulus dan sakulus yang dihubungkan oleh duktus
endolimfa.

E. Indra Peraba (Kulit)
Reseptor sensor pada kulit sebagai berikut:
 Korpuskula pacini, mendeteksi tekanan dalam (kuat) dan getaran. Ada di jari,
telapak tangan, dan kaki.

93

 Korpuskula meissner, mendeteksi rangsangan berupa sentuhan. Ada di ujung
jari, bibir, papila mamae, dan genitalisa luar.

 Cakram merkel, mendeteksi sentuhan dan sebagai reseptor raba yang
beradaptasi lambat. Ada di kulit yang tidak berambut seperti ujung jari dan antara
folikel rambut pada epidermis.

 Korpuskula ruffini, reseptor tekanan dan tegangan di sekitar jaringan ikat. Ada
di dermis.

 Ujung balbus krause, mendeteksi tekanan sentuhan, kesadaran posisi, dan
gerakan. Ada di bibir dan genitalia luar, juga dermis yang berhubungan dengan
rambut.

 Ujung saraf bebas, mendeteksi rasa nyeri, sentuhan ringan, dan suhu. Ada di
seluruh jaringan tubuh dan reseptor sensor utama pada kulit.

94

BAB X
SISTEM REPRODUKSI
Jurnal Belajar
 Jurnal Pembelajaran 1
Pada tanggal 5 Mei 2021 kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 melakukan pembelajaran Biologi
melalui google meet seperti biasanya. Pelajaran dimulai dengan Ibu Puspa yang membahas
mengenai banyaknya siswa yang nilai nya tidak terlihat di e-class.. Ibu Puspa pun membahas
untuk nilai raport yang pertama diambil adalah nilai keaktifan dalam pembelajaran disertai
kehadiran kemudian nilai tugas portofolio yang telah dikumpulkan. Ibu Puspa juga memberi tahu
kami mengenai tugas akhir yaitu, mengumpulkan seluruh tugas portofolio selama satu tahun
pembelajaran lalu dikumpulkan dalam satu jilid. Kemudian, kami pun akhirnya memasuki bab
sistem reproduksi. Ada 3 yang dipelajari reproduksi laki-laki, yaitu alat kelamin, hormon, dan
proses pembentukan sperma (spermatogenesis). Sedangkan, pada perempuan ada 5, yaitu alat
kelamin, hormon, proses pembentukan sel telur (oogenesis), siklus menstruasi, dan pembentukan
(ASI).
Kesan dan pesan saya terhadap pembelajaran hari ini ialah semoga nilai ulangan harian
yang telah saya kerjakan dapat masuk di nilai raport.

95


Click to View FlipBook Version