1 TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN UDARA PERATURAN KEPALA STAF ANGKATAN UDARA NOMOR 35 TAHUN 2021 TENTANG ORGANISASI DAN TUGAS PUSAT PEMBEKALAN MATERIEL TNI ANGKATAN UDARA DITETAPKAN DI JAKARTA PADA TANGGAL 26 JULI 2021
TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN UDARA PERATURAN KEPALA STAF ANGKATAN UDARA NOMOR 35 TAHUN 2021 TENTANG ORGANISASI DAN TUGAS PUSAT PEMBEKALAN MATERIEL TNI ANGKATAN UDARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA STAF ANGKATAN UDARA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 14 Peraturan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tugas Pusat Pembekalan Materiel TNI Angkatan Udara, perlu menetapkan peraturan Kepala Staf Angkatan Udara tentang Organisasi dan Tugas Pusat Pembekalan Materiel TNI Angkatan Udara; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 127, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4439); 2. Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia; 3. Keputusan Presiden Nomor 33/TNI/Tahun 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Udara; 4. Peraturan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor 37 Tahun 2019 tentang Struktur Organisasi, Kepangkatan, dan Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia; 5. Peraturan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pokok-Pokok Organisasi dan Prosedur Markas Besar TNI Angkatan Udara;
- 2 - 6. Peraturan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tugas Pusat Pembekalan Materiel TNI Angkatan Udara; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA STAF ANGKATAN UDARA TENTANG ORGANISASI DAN TUGAS PUSAT PEMBEKALAN MATERIEL TNI ANGKATAN UDARA. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Kepala Staf Angkatan Udara ini, yang dimaksud dengan: 1. Kepala Staf Angkatan Udara yang selanjutnya disebut Kasau adalah perwira tinggi militer yang memimpin TNI Angkatan Udara 2. Validasi adalah proses penyempurnaan organisasi yang pada dasarnya merupakan upaya untuk lebih memaksimalkan keberhasilan pencapaian tujuan organisasi 3. Badan Pelaksana Pusat yang selanjutnya disebut Balakpus adalah satuan kerja tingkat Markas Besar TNI Angkatan Udara yang bertugas sebagai staf dan pelaksana kegiatan di tingkat pusat dalam lingkup Markas Besar TNI Angkatan Udara. 4. Pusat Pembekalan Materiel TNI Angkatan Udara selanjutnya disebut Pusbekmatau adalah Balakpus Markas Besar TNI Angkatan Udara yang berkedudukan langsung di bawah Kasau. 5. Bekal adalah setiap jenis materiel yang diperlukan untuk kegiatan operasi, latihan, dan pemeliharaan guna melengkapi dan mendukung satuan-satuan TNI dimana materiel tersebut dapat rusak, aus, hilang atau habis dalam pemakaian dan harus disiapkan penggantinya. 6. Materiel adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban anggaran pendapatan dan belanja negara atau berasal dari perolehan lainnya yang sah dan merupakan satuan tertentu yang dapat dihitung, diukur, dan ditimbang. 7. Inventori adalah semua materiel yang harus dipertanggungjawabkan sebagai kekayaan negara, baik yang berkedudukan sebagai persediaan maupun yang berkedudukan sebagai materiel dalam pemakaian.
- 3 - 8. Barang Milik Negara, yang selanjutnya disebut BMN, adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau berasal dari perolehan lainnya yang sah. 9. Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi BMN di lingkungan Kemhan dan TNI yang selanjutnya disebut Simak BMN Kemhan dan TNI adalah subsistem dari SAI Kemhan dan TNI yang merupakan serangkaian prosedur yang saling berhubungan untuk mengolah dokumen sumber dalam rangka menghasilkan informasi untuk penyusunan neraca dan laporan BMN serta laporan manajerial lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. 10. Pengelola barang adalah pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab menetapkan kebijakan dan pedoman serta melakukan pengelolaan BMN. 11. Pengguna barang adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan BMN. 12. Kuasa pengguna barang adalah kepala satuan kerja perangkat daerah atau pejabat yang ditunjuk oleh pengguna barang untuk menggunakan barang yang berada dalam penguasaannya dengan sebaik-baiknya. 13. Bekal umum adalah setiap jenis bekal yang dapat dipergunakan/dikonsumsi oleh semua komponen TNI Angkatan Udara, terutama bahan makanan, pakaian seragam, dan tekstil, bahan bakar dan pelumas yang sifatnya umum, obat-obatan dan perlengkapan umum rumah sakit. 14. Ordonatur Materiel adalah: a. Seorang yang mendapat pelimpahan wewenang ordonansi atau seorang pejabat karena negara mempunyai wewenang menguji semua tuntutan yang berakibat penerimaan, penyimpanan, pengeluaran, dan pemakaian materiel milik negara serta mempunyai wewenang untuk memerintahkan penerimaan, penyimpanan, pengeluaran, kepada bendaharawan materiel, dan mengadakan pengawasan atas barang-barang dalam pemakaian. b. Seseorang yang karena jabatannya diberi tugas pengurusan umum materiel berwenang menetapkan, memberi kuasa dan memerintahkan tindakan atas penerimaan, penyimpanan, pengeluaran, dan pertanggungjawaban dalam pemakaian serta penghapusan.
- 4 - 15. Materiel TNI Angkatan Udara adalah: a. Secara teknis/fisik adalah jenis barang yang dibutuhkan untuk pembekalan, pemeliharaan, operasi, dan dukungan bagi kegiatan militer (TNI AU) tanpa membedakan untuk tujuan-tujuan tempur atau bantuannya. b. Semua barang kekayaan negara yang merupakan satuan tertentu yang dapat diukur, dihitung, dan ditimbang (USAF). c. Bagian dari kekayaan negara yang terdiri atas satuan tertentu yang dapat dihitung, diukur, ditimbang dan dinilai yang diperlukan untuk pembekalan, pemeliharaan dan dukungan kepentingan administratif. 16. Materiel umum adalah materiel pembantu yang bersifat umum dan tidak termasuk dalam golongan matsista udara, yang meliputi kendaraan, alat-alat besar, peralatan perkakas teknik umum, bekal umum, dan sebagainya. Pada umumnya materiel ini berfungsi sebagai materiel pendukung dari pada penggunaan materiel sista dan untuk perlengkapan personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara. 17. Pengadaan adalah proses untuk mendapatkan materiel, fasilitas, dan jasa dalam rangka pemenuhan kebutuhan untuk pelaksanaan tugas sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. 18. Pengawasan adalah kegiatan-kegiatan dan usahausaha untuk menjamin kelancaran dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan pekerjaan secara berhasil guna, sesuai dengan maksud dan tujuan dari pengurusan materiel. 19. Pembinaan inventaris adalah segala upaya, pekerjaan dan kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan, pembuatan program, pengorganisasian, pengomandoan dan pengendalian dalam memelihara jumlah inventaris yang minimal maupun memperbesar kemampuan dukungan materiel terhadap peralatan yang digunakan, dengan menentukan jumlah jenis barang-barang yang akan dimasukkan ke dalam sistem pembekalan dan pengendalian jenis barangbarang tersebut setelah berada dalam sistem pembekalan. 20. Administrasi materiel adalah seluruh proses kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan materiel yang meliputi penentuan kebutuhan, penelitian dan pengembangan, pengadaan, distribusi, pemeliharan serta penghapusan.
- 5 - 21. One gate policy adalah suatu kebijakan yang mengatur tentang penerimaan materiel berdasarkan satu pintu dan pejabat perbendaharaan materiel di tingkat Mabesau yang menerima atau mendapatkan pelimpahan kewenangan tersebut dijabat oleh Kapusbekmatau. BAB II KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 2 Pusat Pembekalan Materiel TNI Angkatan Udara, disebut Pusbekmatau adalah badan pelaksana pusat pada tingkat Markas Besar TNI Angkatan Udara yang berkedudukan langsung di bawah dan bertanggung jawab kepada Kasau, dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dikoordinasikan oleh Wakasau. Pasal 3 Pusbekmatau bertugas membantu Kasau di bidang menyelenggarakan kegiatan dalam lingkup perumusan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian, pengevaluasian, pengoordinasian, dan pertanggungjawaban kegiatan yang meliputi penerimaan, pemeriksaan, penyimpanan, penyaluran materiel, dan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara secara terpusat. Pasal 4 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 3, Pusbekmatau menyelenggarakan fungsi sebagai berikut: a. Fungsi Utama meliputi: 1. merumuskan dan menyusun kebijakan teknis dalam bidang penerimaan, pemeriksaan, penyimpanan, penyaluran, pengelolaan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara materiel hasil pengadaan terpusat TNI Angkatan Udara atau materiel perolehan dari instansi lainnya; 2. merencanakan, melaksanakan pengawasan, pengendalian, dan pertanggungjawaban penerimaan, pemeriksaan, penyimpanan serta penyaluran materiel terpusat TNI Angkatan Udara; 3. melaksanakan penerimaan, pemeriksaan, dan penyaluran materiel hasil pengadaan TNI Angkatan Udara dan instansi lainnya serta melaksanakan penerimaan, penyimpanan, dan penyaluran materiel perbaikan;
- 6 - 4. menyelenggarakan pemeriksaan materiel hasil pengadaan TNI Angkatan Udara dan hasil penerimaan dari instansi lainnya yang dilaksanakan oleh Komisi Pemeriksa Materiel serta melaksanakan penyisihan materiel yang tidak dapat digunakan kembali; 5. mengelola, mengevaluasi, dan mengkaji pelaksanaan peraturan perundang-undangan, peranti lunak lainnya yang digunakan dalam kegiatan penerimaan, pemeriksaan, penyaluran dan penyimpanan materiel alutsista dan nonalutsista; 6. melaksanakan dukungan angkutan darat dalam rangka angkutan materiel, melaksanakan koordinasi dengan satuan terkait dalam rangka angkutan udara, darat, dan laut; 7. melaksanakan penyimpanan, perawatan dan administrasi materiel hasil pengadaan TNI Angkatan Udara dan perolehan lainnya sebagai persediaan pusat; dan 8. Melaksanakan pelaporan materiel yang berasal dari APBN dan perolehan lainnya yang diterima menjadi kekayaan TNI Angkatan Udara ke dalam Simak BMN, sebagai pertanggungjawaban pelaporan manajerial kekayaan negara. b. Fungsi organik militer yaitu menyelenggarakan kegiatan di bidang perencanaan, pengamanan, latihan, personalia dan logistik guna mendukung tugas Pusbekmatau. BAB III SUSUNAN DAN STRUKTUR ORGANISASI Pasal 5 Susunan organisasi Pusbekmatau terdiri atas: a. Unsur Pimpinan; b. Unsur Pembantu Pimpinan; c. Unsur Pelayanan; dan d. Unsur Pelaksana.
- 7 - Pasal 6 Struktur organisasi Pusbekmatau sebagai berikut: a. Unsur Pimpinan: 1. Kepala Pusat Pembekalan Materiel TNI Angkatan Udara, disebut Kapusbekmatau; dan 2. Wakil Kepala Pusat Pembekalan Materiel TNI Angkatan Udara, disebut Wakapusbekmatau. b. Unsur Pembantu Pimpinan/Staf: 1. Direktorat Perencanaan dan Pengendalian, disebut Ditrendal; 2. Direktorat Pemeriksaan dan Penyisihan Materiel, disebut Ditriksihmat; 3. Direktorat Administrasi, disebut Ditmin; 4. Analis Madya Golongan IV; dan c. Unsur Pelayanan: 1. Keuangan, disebut Ku; 2. Pengadaan, disebut Ada; 3. Sekretariat, disebut Set; 4. Gudang Pakai, disebut Gupakai; dan 5. Program dan Anggaran, disebut Progar. d. Unsur Pelaksana: 1. Satuan Gudang Persediaan Pusat, disebut Satguddiapus; 2. Satuan Barang Milik Negara, disebut Sat BMN; 3. Satuan Angkutan, disebut Satang; 4. Satuan Penerimaan dan Penyaluran Materiel, disebut Satrimalurmat; dan 5. Flight Markas, disebut Flightma; Pasal 7 Susunan dan struktur organisasi Pusbekmatau sebagaimana tercantum dalam: a. Lampiran I : Struktur Organisasi Pusbekmatau;
- 8 - b. Lampiran II : Struktur Kepangkatan dan Golongan Jabatan Pusbekmatau; c. Lampiran III : Daftar Susunan Personel (DSP) Pusbekmatau. Bagian Kesatu Unsur Pimpinan Pasal 8 (1) Kapusbekmatau adalah pelaksana Kasau yang bertugas membantu Kasau di bidang menyelenggarakan kegiatan dalam lingkup perumusan kebijakan teknis, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian, pengevaluasian, pengoordinasian, dan pertanggungjawaban kegiatan yang meliputi penerimaan, pemeriksaan, penyimpanan, penyaluran materiel, pengelolaan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara secara terpusat. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Kapusbekmatau mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. menentukan kebijakan teknis dan mengambil keputusan dalam rangka memimpin Pusbekmatau guna menjamin terselenggaranya fungsi Pusbekmatau; b. menentukan perumusan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian, pengevaluasian, dan pertanggungjawaban dalam penerimaan, pemeriksaan, dan penyimpanan serta penyaluran materiel terpusat TNI AU; c. mengemban kebijakan sebagai pejabat per- bendaharaan materiel di tingkat Mabesau yang mendapat pelimpahan kewenangan kebijakan yang mengatur tentang penerimaan dan pengeluaran materiel berdasarkan satu pintu (one gate policy); d. mengawasi penyelenggaraan fungsi-fungsi Pus- bekmatau sesuai dengan kedudukan serta batas wewenang dan tanggung jawabnya; e. memimpin perencanaan, perumusan, dan penyu- sunan program kerja dan anggaran Pusbekmatau serta mengawasi dan mengendalikannya; f. menentukan kebijakan penyelenggaraan, pem- binaan dan perawatan personel dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kualitas personel Pusbekmatau; g. menyelenggarakan pengadaan di lingkungan Pusbekmatau sesuai dengan kewenangannya;
- 9 - h. menentukan kebijakan penyelenggaraan pengawasan terhadap bidang tugas dan tanggung jawabnya; i. menyelenggarakan dan melaksanakan sistem penatausahaan barang milik Negara (BMN) yang terdiri dari pembukuan inventarisasi dan pelaporan BMN di Satker Mabes TNI AU; j. melaksanakan tugas-tugas lain atas perintah Kasau; dan k. mengajukan pertimbangan dan saran kepada Kasau mengenai hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya. (3) Kapusbekmatau dalam pelaksanaan tugasnya di bantu oleh Wakapusbekmatau. (4) Kapusbekmatau dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya sebagai Bendaharawan Materiel TNI AU dan Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang (UAKPB) Satker Mabesau bertanggung jawab kepada Kasau dan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di bawah kooordinasi Wakasau dengan supervisi staf oleh Aslog Kasau. Pasal 9 (1) Wakapusbekmatau adalah staf pembantu Kapusbekmatau yang bertugas merumuskan dan menyusun kebijakan teknis dalam bidang penerimaan, pemeriksaan, penyimpanan, penyaluran, pengelolaan Simak BMN materiel hasil pengadaan terpusat TNI Angkatan Udara atau materiel perolehan dari instansi lainnya. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Wakapusbekmatau mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. mengatur, mengoordinasikan, dan mengawasi segala kegiatan dari Unsur Pembantu Pimpinan, Unsur Pelayanan dan Unsur Pelaksana di lingkungan Pusbekmatau dalam rangka mencapai sasaran tugas dan fungsinya; b. membantu Kapusbekmatau dalam rangka merencanakan, menyusun program kerja, dan anggaran Pusbekmatau serta pengendalian pelaksanaannya; c. mengoordinasikan penyusunan evaluasi pelaksanaan program kerja dan anggaran Pusbekmatau; dan d. mengajukan saran dan pertimbangan kepada Kapusbekmatau, mengenai hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
- 10 - (3) Wakapusbekmatau merupakan Wakil Kepala Pusat Pembekalan Materiel TNI Angkatan Udara yang dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kapusbekmatau. Bagian Kedua Unsur Pembantu Pimpinan Paragraf 1 Direktorat Perencanaan dan Pengendalian Pasal 10 (1) Ditrendal adalah staf pembantu Kapusbekmatau yang bertugas dalam merencanakan, melaksanakan pengawasan, pengendalian, dan pertanggungjawaban penerimaan, pemeriksaan, penyimpanan serta penyaluran materiel terpusat TNI Angkatan Udara. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Ditrendal mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. menyusun rencana program kerja penerimaan, penyimpanan dan penyaluran serta angkutan materiel dalam rangka melaksanakan dukungan pembekalan; b. merencanakan dan mengawasi tugas-tugas yang berkaitan dengan penyelenggaraan fungsi penerimaan, penyimpanan, dan penyaluran serta angkutan materiel; c. merencanakan dan mengawasi tugas-tugas yang berkaitan dengan penyelenggaraan pengendalian materiel sediaan pusat; d. merencanakan dan mengawasi pelaksanaan keterminalan dan transit barang-barang TNI AU; e. merencanakan dukungan dalam rangka distribusi materiel; f. menyelenggarakan fungsi pengawasan terhadap bidang tugas dan tanggung jawabnya; g. merencanakan dan mengendalikan penerimaan materiel dari luar TNI AU; h. merencanakan dan mengendalikan instruksi pengeluaran dalam rangka penyaluran materiel; i. merencanakan pengendalian materiel persediaan pusat di jajaran Pusbekmatau; j. menyiapkan bahan rapat ataupun sosisalisasi Kapusbekmatau yang menyangkut penerimaan,
- 11 - pemeriksaan, penyimpanan, dan penyaluran yang dilaksanakan Pusbekmatau; dan k. mengajukan saran dan pertimbangan kepada Kapusbekmatau mengenai bidang tugasnya. (3) Ditrendal dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh: a. Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Pembekalan, disebut Subditrendalkal; dan b. Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Angkutan, disebut Subditrendalang. (4) Ditrendal dipimpin oleh Direktur Perencanaan dan Pengendalian, disebut Direndal. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kapusbekmatau dan dalam tugas sehari-hari di bawah koordinasi Wakapusbekmatau. Pasal 11 (1) Subditrendalkal adalah staf pembantu Ditrendal yang bertugas dalam menyelenggarakan pengendalian pembekalan materiel guna menunjang kelancaran tugas pembekalan di lingkungan Pusbekmatau. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Subditrendalkal mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. mengendalikan penerimaan, penyimpanan, pemeriksaan materiel; b. mengendalikan peredaran dokumen kontrak pengadaan barang dan jasa (PBJ) serta mengarsipkannya; c. mengendalikan pencatatan dan pengadministrasian dokumen pembekalan, terutama dokumen yang berkaitan dengan transaksi materiel; d. melaksanakan pengendalian terhadap perbaikan komponen di luar TNI AU; e. mengendalikan dan mengawasi secara teknis pencatatan transaksi persediaan dalam kartu gudang dan kartu pengawas persediaan atau ke dalam sistem pelaporan lain yang diwenangkan; f. mengendalikan tugas-tugas identifikasi dan evaluasi dalam rangka penyisihan materiel; g. mengendalikan penyimpanan dan merawat petunjuk-petunjuk yang berkaitan dengan sistem dan prosedur dukungan pembekalan, serta memberikan saran perbaikan dan penyempurnaan; dan
- 12 - h. mengendalikan penyimpanan dan perawatan arsip dokumen yang berkaitan dengan bidang tugasnya. (3) Subditrendalkal dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh: a. Seksi Perencanaan dan Pengendalian Administrasi, disebut Sirendalmin; dan b. Seksi Perencanaan dan Pengendalian Materiel, disebut Sirendalmat. (4) Subditrendalkal dipimpin oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Pembekalan, disebut Kasubditrendalkal. Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Dirrendal. Pasal 12 (1) Sirendalmin adalah staf pembantu Subditrendalkal yang bertugas dalam melaksanakan administrasi pembekalan materiel guna menunjang kelancaran tugas pembekalan di lingkungan Pusbekmatau. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Sirendalmin mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. mencatat ke dalam kartu pengawas setiap pemasukan dan pengeluaran materiel dari persediaan pusat; b. menerima dan mengarsipkan IP dari satuan; c. melaksanakan identifikasi dan evaluasi terhadap materiel yang akan di hapus; d. mengawasi dan mencatat ke luar masuk barang warranty claim; dan e. mengawasi dan mencatat materiel yang akan di perbaiki penyedia barang/jasa. (3) Sirendalmin dipimpin oleh Kepala Seksi Perencanaan dan Pengendalian Administrasi, disebut Kasirendalmin. Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kasubditrendalkal. Pasal 13 (1) Sirendalmat adalah staf pembantu Subditrendalkal yang bertugas menyelenggarakan dalam melaksanakan pengendalian materiel guna menunjang kelancaran tugas pembekalan di lingkungan Pusbekmatau. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal
- 13 - ini, Sirendalmat mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. mengarsipkan dokumen kontrak; b. mengevaluasi dokumen masuk barang dan menerima BA inname; c. mengawasi dan membuat laporan rencana pemeriksaan materiel; d. menerima BA inname dan dokumen yang menyertainya; e. mengawasi pelaksanaan penyaluran materiel; f. mengawasi peredaran dokumen kontrak; dan g. memproduksi laporan harian, mingguan, dan bulanan tentang penerimaan, serta pemeriksaan dan penyaluran materiel. (3) Sirendalmat dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Subseksi Perencaanaan dan Pengendalian Materiel, disebut Subsirendalmat. (4) Sirendalmat dipimpin oleh Kepala Seksi Perencaanaan dan Pengendalian Materiel, disebut Kasirendalmat. Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kasubditrendalkal. Pasal 14 (1) Subsirendalmat adalah staf pembantu Sirendalmin yang bertugas menyelenggarakan dan melaksanakan pengendalian materiel guna menunjang kelancaran tugas pembekalan di lingkungan Pusbekmatau. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Subsirendalmat mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. mengawasi dan membuat laporan rencana pemeriksaan materiel; b. mengawasi dan mencatat materiel yang akan di perbaiki penyedia barang/jasa; c. melaksanakan identifikasi dan evaluasi terhadap materiel yang akan di hapus; d. mengawasi pelaksanaan penyaluran materiel; dan e. memproduksi laporan harian, mingguan, dan bulanan tentang penerimaan, serta pemeriksaan dan penyaluran materiel.
- 14 - (3) Subsirendalmat dipimpin oleh Kepala Subseksi Perencaanaan dan Pengendalian Materiel, disebut Kasubsirendalmat. Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kasirendalmat. Pasal 15 (1) Subditrendalang adalah staf pembantu Ditrendal yang bertugas menyelenggarakan pengendalian angkutan darat, laut, dan udara. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Subditrendalang mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. mengendalikan penyusunan rencana dan program kerja dalam bidang angkutan materiel; b. membantu pelaksanaan proses pengeluaran materiel dari kepabeanan yang berasal dari luar negeri; c. mengendalikan pelaksanaan kegiatan angkutan meliputi pengiriman dan penerimaan materiel antara terminal dengan terminal lainnya dan antara Gudang Persediaan Penyimpanan (GPP) dengan Gudang Persediaan Lanud (GPL) atau gudang persediaan satker yang lain; d. mengendalikan dan berkoordinasi dengan Satangmat dalam pengaturan jadwal jalur lintas armada dan menetapkan jumlah kendaraan armada; e. berkoordinasi dengan pihak ketiga dalam rangka penggunaan sarana angkutan untuk mendukung operasi angkutan darat yang tidak dapat dilaksanakan oleh armada angkutan darat Pusbekmatau; f. berkoordinasi dengan pihak terkait dalam rangka penggunaan sarana angkutan udara untuk mendukung penyaluran materiel; g. mengendalikan dokumen angkutan materiel yang siap dikirim ke satuan pengguna, kepada petugas pengangkutan; h. mengendalikan pelaporan mingguan dan bulanan pelaksanaan kegiatan angkutan, termasuk penggunaan uang perjalanan dinas (UPD), dan jasa muat bongkar susun (MBS); i. mengendalikan penyimpanan dan merawat arsip dokumen yang berkaitan dengan bidang tugas; dan
- 15 - j. berkoordinasi dengan satuan pengamanan bila di perlukan pengawalan proses dalam penyaluran materiel. (3) Subditrendalang dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh: a. Seksi Perencanaan dan Pengendalian Angkutan Udara, disebut Sirendalangud; b. Seksi Perencanaan dan Pengendalian Angkutan Darat/Laut, disebut Sirendalangratla; dan c. Seksi Perencanaan dan Pengendalian Angkutan, disebut Sirendalang. (4) Subditrendalang dipimpin oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Angkutan, disebut Kasubditrendalang. Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Dirrendal. Pasal 16 (1) Sirendalangud adalah staf pembantu Subditrendalang yang bertugas menyelenggarakan administrasi dukungan angkutan udara. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Sirendalangud mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. menerima dan menindaklanjuti pengajuan angkutan udara dari satuan Pusbekmatau; b. berkoordinasi secara teknis dengan staf operasi Mabesau untuk dukungan angkutan udara; c. mengawasi pelaksanaan loading dan unloading materiel dari pengangkut; d. mengadministrasikan dokumen pengangkutan; e. mengawasi perjalanan pengangkut hingga tujuan akhir; f. mengawasi materiel yang belum tersalurkan/menunggu pengangkutan; g. melaporkan kegiatan dukungan angkutan perhari; dan h. mengatur jadwal prioritas pengiriman materiel dengan pengangkutan udara. (3) Sirendalangud dipimpin oleh Kepala Seksi Perencanaan dan Pengendalian Angkutan Udara,
- 16 - disebut Kasirendalangud. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kasubditrendalang. Pasal 17 (1) Sirendalangratla adalah staf pembantu Subditrendalang yang bertugas menyelenggarakan administrasi dukungan angkutan darat dan laut. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Sirendalangratla mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. melaksanakan dukungan dengan Satang untuk angkutan darat dan laut; b. mengawasi pelaksanaan loading dan unloading materiel dari pengangkut; c. mengadministrasikan dokumen pengangkutan; d. mengawasi perjalanan pengangkut hingga tujuan akhir; e. mengawasi materiel yang belum tersalurkan/ menunggu pengangkutan; f. melaporkan kegiatan dukungan angkutan per hari; g. mengatur jadwal pelaksanaan caraka A, B, C, dan mengatur prioritas pengangkutan; h. berkoordinasi dengan satuan pengamanan bila di perlukan pengawalan dalam proses pengiriman materiel; dan i. berkoordinasi dengan TNI AL/Kolinlamil bila di perlukan pengangkutan atau pengiriman melalui laut. (3) Sirendalangratla dipimpin oleh Kepala Seksi Perencanaan dan Pengendalian Angkutan Darat/Laut, disebut Kasirendalangratla. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kasubditrendalang. Pasal 18 (1) Sirendalang adalah staf pembantu Subditrendalang yang bertugas menyelenggarakan administrasi dukungan angkutan materiel. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Sirendalang mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut:
- 17 - a. menerima dan menindaklanjuti pengajuan angkutan udara dari satuan Pusbekmatau; b. berkoordinasi secara teknis dengan staf operasi Mabesau untuk dukungan angkutan udara; c. mengawasi pelaksanaan loading dan unloading materiel dari pengangkut; d. mengadministrasikan dokumen pengangkutan; e. mengawasi perjalanan pengangkut hingga tujuan akhir; f. mengawasi materiel yang belum tersalurkan; g. berkoordinasi dengan satuan pengamanan bila di perlukan pengawalan dalam proses pengiriman materiel. h. melaporkan kegiatan dukungan angkutan perhari; dan i. mengatur jadwal prioritas pengiriman materiel. (3) Sirendalang dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Subseksi Perencanaan dan Pengendalian Angkutan Udara, Darat, dan Laut disebut Subsirendalangudratla; (4) Sirendalang dipimpin oleh Kepala Seksi Perencanaan dan Pengendalian Angkutan, disebut Kasirendalang. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kasubditrendalang. Pasal 19 (1) Subsirendalangudratla adalah staf pembantu Sirendalang yang bertugas menyelenggarakan administrasi dukungan angkutan darat, udara, dan laut. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Subsirendalangudratla mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. melaksanakan dukungan dengan Satang untuk angkutan darat, laut, dan udara; b. mengadministrasikan dokumen pengangkutan materiel; c. mengawasi perjalanan pengangkut hingga tujuan akhir;
- 18 - d. mengawasi materiel yang belum tersalurkan/menunggu pengangkutan; e. mengatur jadwal pelaksanaan caraka A, B, C, dan mengatur prioritas pengangkutan; dan f. berkoordinasi dengan TNI AL/Kolinlamil bila di perlukan pengangkutan atau pengiriman melalui laut. (3) Subsirendalangudratla dipimpin oleh Kepala Seksi Perencanaan dan Pengendalian Angkutan Udara, Darat dan Laut, disebut Kasubsirendalangudratla. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kasirendalang. Paragraf 2 Direktorat Pemeriksaan dan Penyisihan Materiel Pasal 20 (1) Ditriksihmat adalah staf pembantu Kapusbekmatau yang bertugas menyelenggarakan pemeriksaan materiel hasil pengadaan TNI Angkatan Udara dan hasil penerimaan dari instansi lainnya yang dilaksanakan oleh Komisi Pemeriksa Materiel serta melaksanakan penyisihan materiel yang tidak dapat digunakan kembali. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Ditriksihmat mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. menyelenggarakan perencanaan pemeriksaan materiel yang diterima di Pusbekmatau; b. merencanakan tugas-tugas yang berkaitan dengan pemeriksaan pengepakan materiel yang akan dikirim ke luar TNI AU; c. merencanakan tugas-tugas yang berkaitan dengan pemeriksaan materiel yang akan disisihkan untuk dihapuskan dari inventaris kekayaan negara dalam hal ini di Pusbekmatau; d. merencanakan dukungan dalam rangka pemeriksaan penyisihan materiel; e. memberikan pengarahan kepada Komisi Pemeriksa Materiel sebelum melaksanakan tugasnya; f. merencanakan fungsi pengawasan terhadap bidang tugas dan tanggung jawabnya; dan g. mengajukan saran dan pertimbangan kepada
- 19 - Kapusbekmatau mengenai bidang tugasnya. (3) Ditriksihmat dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh: a. Subdirektorat Pemeriksaan Materiel, disebut Subditrikmat; dan b. Subdirektorat Penyisihan Materiel, disebut Subditsihmat. (4) Ditriksihmat dipimpin oleh Direktur Pemeriksaan dan Penyisihan Materiel, disebut Dirriksihmat. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggungjawab kepada Kapusbekmatau dan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di bawah koordinasi Wakapusbekmatau. Pasal 21 (1) Subditrikmat adalah staf pembantu Ditriksihmat yang bertugas menyelenggarakan penyiapan proses pemeriksaan materiel yang diterima di lingkungan Pusbekmatau. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Subditrikmat mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. menyiapkan ketentuan, petunjuk, data dan dokumen yang berkaitan dengan pemeriksaan materiel; b. menyiapkan surat pemberitahuan pelaksanaan pemeriksaan barang kepada tim komisi pemeriksa materiel; c. mengoordinasikan tugas-tugas komisi pemeriksa materiel dan menyiapkan dokumen-dokumen serta perlengkapan untuk pemeriksaan; d. membantu komisi pemeriksa materiel dan mengawasi pelaksanaan pemeriksaan penerimaan materiel; e. melaksanakan pemeriksaan materiel dalam rangka pengiriman ke dalam maupun ke luar negeri; f. membina alat bantu pemeriksaan dan melaksanakan pengkalibrasian alat ukur/ timbang; g. melaksanakan pemeriksaan dalam rangka penerimaan materiel dari hasil pengadaan barang/jasa; dan
- 20 - h. menyimpan dan merawat arsip dokumen yang berkaitan dengan bidang tugas. (3) Subditrikmat dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Seksi Pemeriksaan Materiel, disebut Sirikmat. (4) Subditrikmat dipimpin oleh Kepala Subdirektorat Pemeriksaan Materiel, disebut Kasubditrikmat. Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Dirriksihmat. Pasal 22 (1) Sirikmat adalah staf pembantu Subditrikmat yang bertugas menyelenggarakan pengendalian kualitas materiel yang diterima di lingkungan Pusbekmatau. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Sirikmat mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. membantu penyiapan petunjuk, data dan dokumen yang berkaitan dengan pemeriksaan materiel; b. mengoordinasikan jadwal pemeriksaan materiel sesuai dengan surat pemberitahuan pelaksanaan pemeriksaan barang kepada tim komisi pemeriksa materiel; c. membantu pelaksanaan proses pemeriksaan materiel dan dokumen – dokumennya; d. membantu pengarsipan petunjuk, data dan dokumen yang berkaitan dengan pemeriksaan materiel; dan e. menyimpan dan merawat arsip dokumen yang berkaitan dengan bidang tugas. (3) Sirikmat dipimpin oleh Kepala Seksi Pemeriksaan Materiel, disebut Kasirikmat. Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya bertanggungjawab kepada Kasubditrikmat. Pasal 23 (1) Subditsihmat adalah staf pembantu Ditriksihmat yang bertugas menyelenggarakan penyiapan proses penyisihan materiel yang akan dihapus dari lingkungan Pusbekmatau. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Subditsihmat mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut:
- 21 - a. melaksanakan proses penyiapan penyisihan materiel; b. mendata materiel yang akan dilaksanakan penyisihan materiel di lingkungan Pusbekmatau dan jajarannya; c. melaksanakan pencacahan sediaan terhadap materiel yang akan disisihkan; d. membuat konsep dan mengajukan permohonan usul hapus terkait materiel yang telah disisihkan; e. menindaklanjuti keputusan komando atas terkait pengajuan tentang usul hapus; dan f. menyimpan dan merawat arsip dokumen yang berkaitan dengan bidang tugasnya. (3) Subditsihmat dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Seksi Penyisihan Materiel, disebut Sisihmat. (4) Subditsihmat dipimpin oleh Kepala Subdirektorat Penyisihan Materiel, disebut Kasubditsihmat. Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Dirriksihmat. Pasal 24 (1) Sisihmat adalah staf pembantu Subditsihmat yang bertugas menyelenggarakan penyisihan materiel yang berada di lingkungan Pusbekmatau. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Sisihmat mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. membantu proses penyisihan materiel; b. membantu pelaksanaan pencacahan sediaan materiel yang akan dicacahkan; c. melaksanakan pendataan materiel yang akan disisihkan; d. mengkoordinasikan penyiapan dokumen yang terkait dengan proses penyisihan materiel; dan e. menyimpan dan merawat arsip dokumen yang berkaitan dengan bidang tugasnya (3) Sisihmat dipimpin oleh Kepala Seksi Penyisihan Materiel, disebut Kasisihmat. Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kasubditsihmat.
- 22 - Paragraf 3 Direktorat Administrasi Pasal 25 (1) Ditmin adalah staf pembantu Kapusbekmatau yang bertugas menyelenggarakan kegiatan di bidang perencanaan, pengamanan, personel dan logistik guna mendukung tugas Pusbekmatau. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Ditmin mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. merencanakan, mengoordinasikan, mengawasi dan mengendalikan pembinaan serta pelayanan personel; b. merencanakan, mengoordinasikan, mengawasi, dan mengendalikan pelayanan dalam rangka pelaksanaan perawatan personel dalam bidang pangan dan kaporlap; c. merencanakan, mengoordinasikan, mengawasi, dan mengendalikan pelaksanaan kesamaptaan jasmani; d. merencanakan, mengendalikan, pelaporan program kerja dan anggaran satker Pusbekmatau; e. melaksanakan koordinasi dan kerja sama dengan instansi terkait di dalam dan di luar Pusbekmatau untuk kepentingan pelaksanaan tugasnya; f. merencanakan, mengoordinasikan, mengawasi, dan mengendalikan penyelenggarakan latihan kerja untuk pengembangan kemampuan dan peningkatan kualifikasi personel pembekalan; g. melaksanakan program keselamatan kerja di lingkungan Pusbekmatau dan jajaran; h. menyelenggarakan kegiatan tata usaha kantor dan surat-menyurat; i. merencanakan, mengoordinasikan, mengawasi dan mengendalikan penyelenggaraan manajemen informasi dan akuntansi barang milik negara di Pusbekmatau; j. menyelenggarakan fungsi pengawasan terhadap bidang tugas dan tanggung jawabnya; k. merencanakan dan melaksanakan evaluasi program kegiatan Dirmin berkaitan dengan pengurusan materiel, sarana, dan fasilitas
- 23 - inventaris Pusbekmatau; dan l. mengajukan saran dan pertimbangan kepada Kapusbekmatau mengenai bidang tugasnya. (3) Ditmin dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh: a. Subdirektorat Personel, disebut Subditpers; b. Subdirektorat Logistik, disebut Subditlog; dan (4) Ditmin dipimpin oleh Direktur Administrasi, disebut Dirmin. Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kapusbekmatau dan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di bawah koordinasi Wakapusbekmatau. Pasal 26 (1) Subditpers adalah staf pembantu Ditmin yang bertugas dalam bidang personel. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Subditpers mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. mengoordinasikan tugas-tugas yang berkaitan dengan perawatan dan administrasi personel tentang pengurusan dan hak-hak anggota meliputi usul kenaikkan pangkat, pendidikan, tanda kehormatan, dan perawatan anggota seperti penyelesaian pensiun dan pemberhentian personel; b. mengoordinasikan tugas-tugas yang berkaitan dengan penilaian kualifikasi personel dalam rangka memenuhi ketentuan kualifikasi personel pembekalan; c. mengawasi dan mengoordinasikan penyelenggaraan latihan kerja untuk pengembangan kemampuan dan peningkatan kualifikasi personel pembekalan; d. merencanakan, mengawasi, dan mengendalikan pelaksanaan kesamaptaan jasmani; e. menyelenggarakan kegiatan tata usaha kantor dan surat-menyurat; f. menyelenggarakan fungsi pengawasan terhadap bidang tugas dan tanggung jawabnya; dan
- 24 - g. mengajukan saran dan pertimbangan kepada Dirmin mengenai bidang tugasnya. (3) Subditpers dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh: a. Seksi Administrasi Personel, disebut Siminpers; dan b. Seksi Perawatan Personel disebut Siwatpers. (4) Subditpers dipimpin oleh Kepala Subdirektorat Personel, disebut Kasubditpers. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Dirmin. Pasal 27 (1) Siminpers adalah staf pembantu Subditpers yang bertugas menyelenggarakan dalam administrasi personel Pusbekmatau. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Siminpers mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. menyiapkan data administrasi personel baik militer maupun Pegawai Negeri sipil meliputi penerimaan, penempatan, dan pemindahan/alih tugas (TOA/TOD) dan pengajuan pensiun/ pemberhentian; b. menyusun rencana kebutuhan personel berdasarkan DSP nya; c. menyiapkan usul kenaikan pangkat (UKP, KGB, dan pengurusan administrasi penghasilan (gaji dan tunjangan jabatan bagi prajurit organik; d. menyiapkan data personel untuk pengajuan pendidikan dan latihan; e. menyiapkan data penilaian/konduite personel, dan menghimpun data pelanggaran anggota serta penilaian kualifikasi personel; f. menyusun kebutuhan personel sesuai dengan beban kerja; g. menyiapkan dan melaksanakan latihan kerja personel pembekalan guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan personel Pusbekmatau; h. merencanakan, mengawasi, dan mengendalikan pelaksanaan tes kesamaptaan jasmani;
- 25 - i. menghimpun peraturan-peraturan yang menyangkut pembinaan dan pendidikan personel; j. menyusun rencana kebutuhan dalam rangka pembinaan dan pendidikan personel; k. melaksanakan koordinasi dengan intansi terkait dan membuat laporan secara periodik mengenai keadaan personel sesuai dengan ketentuan yang berlaku; dan l. menyimpan dan merawat arsip dokumen yang berkaitan dengan bidang tugas. (3) Siminpers dipimpin oleh Kepala Seksi Administrasi Personel, disebut Kasiminpers. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kasubditpers. Pasal 28 (1) Siwatpers adalah staf pembantu Subditpers yang bertugas menyelenggarakan dalam bidang perawatan personel Pusbekmatau. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Siwatpers mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. menyiapkan data administrasi personel baik prajurit TNI AU dan PNS dalam rangka perawatan kesejahteraan personel berupa pengusulan tanda penghargaan/penghormatan, pemberian cuti, dan proses administrasi serta tunjangan keahlian personel; b. menyusun dan menyiapkan data administrasi personel baik prajurit TNI AU dan PNS dalam rangka pengajuan pemberhentian dengan hormat/dengan tidak hormat, masa persiapan pensiun, pensiun, pensiun janda/duda, yatim dan piatu serta pengurusan administrasi program terakhir; c. menyusun kebutuhan personel sesuai beban kerja dan penilaian kinerja; d. menyusun dan mengajukan personel yang akan mengikuti pendidikan kualifikasi khusus, mengupayakan peningkatan kualitas pendidikan dan latihan atas dasar saran pengguna, dan penilaian kualifikasi personel; e. menyiapkan dan melaksanakan latihan kerja personel pembekalan guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan personel Pusbekmatau;
- 26 - f. menyusun rencana kebutuhan dalam rangka pembinaan dan pendidikan personel; g. melaksanakan koordinasi dengan intansi terkait dan membuat laporan secara periodik mengenai keadaan personel sesuai dengan ketentuan yang berlaku; dan h. menyimpan dan merawat arsip dokumen yang berkaitan dengan bidang tugas. (3) Siwatpers dipimpin oleh Kepala Seksi Perawatan Personel, disebut Kasiwatpers. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kasubditpers. Pasal 29 (1) Subditlog adalah staf pembantu Ditmin yang bertugas dalam bidang logistik. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Subditlog mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. mengoordinasikan tugas-tugas yang berkaitan dengan pengurusan materiel, sarana, dan fasilitas inventaris Pusbekamatau; b. melaksanakan koordinasi dengan pangkalan setempat dalam hal perawatan sarana dan fasilitas meliputi bangunan, listrik, dan telepon; c. merencanakan dukungan dalam rangka pembinaan personel dan materiel, sarana, dan fasilitas Pusbekmatau; d. mengawasi dan mengendalikan penyelenggaraan manajemen informasi dan akuntasi barang milik negara di Pusbekmatau dan jajarannya; e. melaksanakan program keselamatan kerja di lingkungan Pusbekmatau dan jajaran; f. menyelenggarakan fungsi pengawasan terhadap bidang tugas dan tanggung jawabnya; dan g. mengajukan saran dan pertimbangan kepada Dirmin mengenai bidang tugasnya. (3) Subditlog dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh: a. Seksi Pembekalan, disebut Sikal; dan b. Seksi Pemeliharaan Fasilitas, disebut Siharfas;
- 27 - (4) Subditlog dipimpin oleh Kepala Subdirektorat Logistik, disebut Kasubditlog. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Dirmin. Pasal 30 (1) Sikal adalah staf pembantu Subditlog yang bertugas menyelenggarakan dalam bidang pengawasan persediaan di Pusbekmatau. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Sikal mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. menerima dan menyimpan dokumen alokasi materiel Pusbekmatau; b. melaksanakan dukungan serta pengendalian materiel; c. membina dokumen-dokumen yang bersifat buktibukti transaksi materiel; d. membina dan mengembangkan prosedur-prosedur atau atau petunjuk yang diperlukan oleh instansi pembekalan; dan e. melaksanakan pembinaan inventarisasi materiel dalam pemakaian dan kataloging. (3) Sikal dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Subsi BMN, disebut Subseksi BMN. (4) Sikal dipimpin oleh Kepala Seksi Pembekalan, disebut Kasikal. Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kasubditlog. Pasal 31 (1) Subsi BMN adalah staf pembantu Sikal yang bertugas menyelenggarakan dalam bidang perencanaan, penyusunan manajemen informasi dan akuntansi barang milik negara di lingkungan Pusbekmatau. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Subsi BMN mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. melaksanakan pengelolaan Simak barang milik negara (BMN) di Pusbekmatau; b. menyusun dan menyampaikan laporan BMN Pusbekmatau ke komando atas secara berkala; c. melaksanakan koordinasi pelaksanaan inventarisasi Unit Akuntansi Kuasa pengguna Barang
- 28 - (UAKPB) di wilayah kerjanya; d. melaksanakan rekonsiliasi internal antara laporan barang milik negara (BMN) dan laporan keuangan serta melakukan koreksi apabila terdapat kekeliruan; e. melaksanakan rekonsiliasi eksternal laporan BMN dengan Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) setiap semester serta melakukan koreksi apabila ditemukan kekeliruan; f. melaksanakan evaluasi terhadap permasalahan pelaporan Simak, perangkat lunak, dan rekonsiliasi internal dan eksternal; g. memelihara laporan barang kuasa pengguna semester/tahunan (LBKPS/T) dan laporan kondisi barang (LKB) dari Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang (UAKPB); h. menerima dan menghimpun laporan hasil inventarisasi (LHI) dari UAKPB; i. menyimpan arsip data barang milik negara (BMN) dan melakukan melakukan proses tutup buku setiap akhir tahun anggaran; dan j. mengajukan pertimbangan dan saran kepada Kasikal mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tugasnya. (3) Subsi BMN dipimpin oleh Kepala Subseksi BMN, disebut Kasubsi BMN. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kasikal. Pasal 32 (1) Siharfas adalah staf pembantu Subditlog yang bertugas menyelenggarakan pemeliharaan fasilitas dan instalasi di lingkungan Pusbekmatau. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Siharfas mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. melaksanakan pemeliharaaan terhadap genset, mengontrol fasilitas gedung, jalan, instalasi air, dan listrik; b. menginventarisasi dan merawat seluruh perlengkapan dan peralatan yang mendukung dalam pelaksanaan tugasnya; dan c. melaksanakan dan mengawasi kegiatan pembangunan di lingkungan Pusbekmatau.
- 29 - (3) Siharfas dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Subseksi Keselamatan Kerja, disebut Subsilamja. (4) Siharfas dipimpin oleh Kepala Seksi Pemeliharaan Fasilitas, disebut Kasiharfas. Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kasubditlog. Pasal 33 (1) Subsilamja adalah staf pembantu Siharfas yang bertugas menyelenggarakan perencanaan dan pengawasan pelaksanaan keselamatan kerja di lingkungan Pusbekmatau dan jajaran. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Subsilamja mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. melaksanakan program keselamatan kerja di lingkungan Pusbekmatau dan jajaran; b. memberikan bimbingan dan penyuluhan keselamatan kerja di lingkungan Pusbekmatau dan jajaran; c. melaksanakan dan melakukan koordinasi dengan satuan yang memiliki kemampuan terhadap pemeliharaan peralatan keselamatan kerja; d. melaksanakan analisa dan evaluasi mengenai keselamatan kerja di lingkungan Pusbekmatau dan jajaran; e. melaksanakan koordinasi dengan satuan pelaksana dan staf lainnya dalam rangka penyelenggaraan keselamatan kerja; dan f. menyimpan dan merawat arsip dokumen yang berkaitan dengan bidang tugasnya. (3) Subsilamja dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh: a. Urusan Pencegahan Keselamatan Kerja, disebut Urgahlamja; dan b. Urusan Pembinaan Keselamatan Kerja, disebut Urbinlamja. (4) Subsilamja dipimpin oleh Kepala Subseksi Keselamatan Kerja, disebut Kasubsilamja. Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kasiharfas.
- 30 - Pasal 34 (1) Urgahlamja adalah staf pembantu Subsilamja yang bertugas menyelenggarakan dalam bidang keselamatan dan pencegahan kecelakaan kerja. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Urgahlamja mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. menyusun dan mengembangkan prosedur, instruksi serta petunjuk tentang pencegahan dan penanggulangan kecelakaan kerja; b. melaksanakan program-program pencegahan dan penanggulangan kecelakaan kerja di lingkungan Pusbekmatau dan satuan jajaran; c. mencatat dan mengevaluasi data accident/ incident; dan d. membuat laporan kejadian accident dan incident sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (3) Urgahlamja dipimpin oleh Kepala Urusan Pencegahan dan Keselamatan Kerja, disebut Kaurgahlamja. Dalam melaksanakan tugas dan kewajiban bertanggung jawab kepada Kasubsilamja. Pasal 35 (1) Urbinlamja adalah staf pembantu Subsilamja yang bertugas menyelenggarakan pembinaan bidang keselamatan kerja di lingkungan Pusbekmatau dan jajarannya. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Urbinlamja mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. melaksanakan program-program pembinaan keselamatan kerja di Pusbekmatau dan jajarannya; b. mengawasi dan mengembangkan prosedur, instruksi serta petunjuk keselamatan kerja; c. mengawasi dan memelihara keselamatan kerja di lingkungan Pusbekmatau dan jajaranya; d. melaksanakan penyusun evaluasi dan laporan pelaksanaan pembinaan sesuai dengan lingkup tugasnya; dan e. mengumpulkan data dan mengusulkan kebutuhan alat peralatan lamja.
- 31 - (3) Urbinlamja dipimpin oleh Kepala Urusan Pembinaan Keselamatan Kerja, disebut Kaurbinlamja. Dalam melaksanakan tugas dan kewajiban bertanggung jawab kepada Kasubsilamja. Paragraf 4 Analis Madya Golongan IV Pasal 36 (1) Analis Madya Gol IV adalah staf pembantu Kapusbekmatau yang bertugas mengelola, mengevaluasi dan mengkaji pelaksanaan peraturan perundangan undangan, peranti lunak lainnya yang digunakan dalam kegiatan penerimaan, pemeriksaan, dan penyaluran serta penyimpanan materiel alutsista dan nonalutsista. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Analis Madya Gol IV memiliki tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. melaksanakan tugas-tugas khusus yang diberikan oleh Kapusbekmatau sesuai dengan komoditi masing-masing; b. melaksanakan pengkajian terhadap permasalahan terkait administrasi materiel sesuai dengan komoditi masing-masing; c. memberikan keterangan, analisis, dan laporan kepada Kapusbekmatau baik diminta maupun tidak khususnya terkait administrasi materiel yang berhubungan dengan komoditi masingmasing; d. melaksanakan koordinasi dengan instansi di dalam ataupun luar untuk kelancaran bidang tugasnya; dan e. mengajukan pertimbangan dan saran kepada Kapusbekmatau mengenai hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya. (3) Analis Madya Gol IV terdiri atas: a. Analis Madya Golongan IV Bidang Administrasi Materiel Pesawat Tempur Latih dan UAV disebut Analis Madya Gol. IV Bid. Minmatpespurlatuav; b. Analis Madya Golongan IV Bidang Administrasi Materiel Pesawat Angkut dan Helly disebut Analis Madya Gol. IV Bid. Minmatpesanghelly; c. Analis Madya Golongan IV Bidang Administrasi Materiel Avionik dan Komlek disebut Analis Madya
- 32 - Gol. IV Bid. Minmatavkom; dan d. Analis Madya Golongan IV Bidang Administrasi Materiel Senjata Amunisi dan Radar disebut Analis Madya Gol. IV Bid. Minmatsenamurad. (4) Analis Madya Gol IV dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kapusbekmatau dan dalam pelaksanaan tugas seharihari di bawah koordinasi Wakapusbekmatau. Pasal 37 (1) Analis Madya Gol. IV Bid Minmatpespurlatuav adalah pejabat pembantu pimpinan/staf yang bertugas melaksanakan tugas-tugas khusus dan membantu penyelesaian masalah-masalah yang belum terwadahi dalam organisasi struktural dalam bidang administrasi materiel pesawat tempur, pesawat latih dan UAV. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Analis Madya Gol. IV Bid Minmatpespurlatuav memiliki tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. melaksanakan tugas-tugas khusus yang diberikan oleh Kapusbekmatau di bidang Minmatpespurlatuav; b. melaksanakan pengkajian terhadap permasalahan administrasi materiel yang ada untuk komoditi materiel pesawat tempur, pesawat latih, dan UAV; c. memberikan keterangan, analisis, dan laporan kepada Kapusbekmatau baik diminta maupun tidak khususnya mengenai administrasi materiel komoditi pesawat tempur, pesawat latih, dan UAV; d. melaksanakan koordinasi dengan instansi di dalam ataupun luar untuk kelancaran bidang tugasnya; dan e. mengajukan pertimbangan dan saran kepada Kapusbekmatau mengenai hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya. (3) Analis Madya Gol. IV Bid Minmatpespurlatuav dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kapusbekmatau dan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di bawah koordinasi Wakapusbekmatau. Pasal 38 (1) Analis Madya Gol. IV Bid Minmatpesanghelly adalah pejabat pembantu pimpinan/staf yang bertugas
- 33 - melaksanakan tugas-tugas khusus dan membantu penyelesaian masalah-masalah yang belum terwadahi dalam organisasi struktural dalam bidang administrasi materiel pesawat angkut dan helly. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Analis Madya Gol. IV Bid Minmatpesanghelly memiliki tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. melaksanakan tugas-tugas khusus yang diberikan oleh Kapusbekmatau di bidang Minmatpesanghelly; b. melaksanakan pengkajian terhadap permasalahan administrasi materiel yang ada untuk komoditi materiel pesawat angkut dan helly; c. memberikan keterangan, analisis, dan laporan kepada Kapusbekmatau baik diminta maupun tidak khususnya mengenai administrasi materiel komoditi pesawat angkut dan helly; d. melaksanakan koordinasi dengan instansi di dalam ataupun luar untuk kelancaran bidang tugasnya; dan e. mengajukan pertimbangan dan saran kepada Kapusbekmatau mengenai hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya. (3) Analis Madya Gol. IV Bid Minmatpesanghelly dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kapusbekmatau dan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di bawah koordinasi Wakapusbekmatau. Pasal 39 (1) Analis Madya Gol. IV Bid Minmatavkom adalah pejabat pembantu pimpinan/staf yang bertugas melaksanakan tugas-tugas khusus dan membantu penyelesaian masalah-masalah yang belum terwadahi dalam organisasi struktural dalam bidang administrasi materiel avionik, komunikasi, dan elektronika. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Analis Madya Gol. IV Bid Minmatavkom memiliki tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. melaksanakan tugas-tugas khusus yang diberikan oleh Kapusbekmatau di bidang Minmatavkom; b. melaksanakan pengkajian terhadap permasalahan administrasi materiel yang ada untuk komoditi materiel avionik, komunikasi, dan elektronika;
- 34 - c. memberikan keterangan, analisis, dan laporan kepada Kapusbekmatau baik diminta maupun tidak khususnya mengenai administrasi komoditi materiel avionik, komunikasi, dan elektronika; d. melaksanakan koordinasi dengan instansi didalam ataupun luar untuk kelancaran bidang tugasnya; dan e. mengajukan pertimbangan dan saran kepada Kapusbekmatau mengenai hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya. (3) Analis Madya Gol. IV Bid Minmatavkom dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kapusbekmatau dan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di bawah koordinasi Wakapusbekmatau. Pasal 40 (1) Analis Madya Gol. IV Bid Minmatsenamurad adalah pejabat pembantu pimpinan/staf yang bertugas melaksanakan tugas-tugas khusus dan membantu penyelesaian masalah-masalah yang belum terwadahi dalam organisasi struktural dalam bidang administrasi materiel senjata amunisi dan radar. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Analis Madya Gol. IV Bid Minmatsenamurad memiliki tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. melaksanakan tugas-tugas khusus yang diberikan oleh Kapusbekmatau di bidang Minmatsenamurad; b. melaksanakan pengkajian terhadap permasalahan administrasi materiel yang ada untuk komoditi materiel senjata amunisi dan radar; c. memberikan keterangan, analisis, dan laporan kepada Kapusbekmatau baik diminta maupun tidak khususnya mengenai administrasi komoditi materiel senjata amunisi dan radar; d. melaksanakan koordinasi dengan instansi di dalam ataupun luar untuk kelancaran bidang tugasnya; dan e. mengajukan pertimbangan dan saran kepada Kapusbekmatau mengenai hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya. (3) Analis Madya Gol. IV Bid Minmatsenamurad dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kapusbekmatau dan dalam
- 35 - pelaksanaan tugas sehari-hari di bawah koordinasi Wakapusbekmatau. Bagian Ketiga Unsur Pelayanan Paragraf 1 Keuangan Pasal 41 (1) Ku adalah staf pelayanan Kapusbekmatau yang bertugas menyelenggarakan kegiatan administrasi keuangan dan pelaksana pembayaran hak-hak anggota maupun belanja barang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Ku mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. menerima, menguji, dan mengesahkan Surat Perintah Pembayaran (SPP), dan dokumen pendukung tagihan lainnya terhadap negara yang termasuk dalam administrasinya dan membebankan pada mata anggaran yang telah ditentukan; b. menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) sebagai dasar pembayaran tagihan; c. melaporkan pelaksanaan pengujian dan perintah pembayaran kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA); d. menyusun Laporan Keuangan (LK) Satker yang meliputi Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Neraca, Laporan Operasional (LO), Laporan Perubahan Ekuitas (LPE), dan CaLK; e. mengirim pertanggungjawaban keuangan dalam pengelolaannya melalui saluran organisasi yang telah ditentukan; f. menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen hak tagih; g. melaksanakan tugas dan wewenang lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan pengujian dan perintah pembayaran; dan h. mengadakan koordinasi dengan KPPN/Bank yang ditunjuk mengenai penerimaan maupun pengiriman dana yang harus dilaksanakan serta hal lain yang berhubungan dengan administrasi keuangan.
- 36 - (3) Ku dalam melaksanakan tugasnya dibantu: a. Urusan Bendahara Pengeluaran, disebut Ur BP; dan. b. Urusan Akuntansi Keuangan, disebut Urakku. (4) Ku dipimpin oleh Kepala Keuangan disebut Kaku. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya baik sebagai Pejabat Penandatanganan Surat Perintah Membayar (PPSPM) dan Kaunit Akuntansi bertanggung jawab kepada Kapusbekmatau dan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di bawah koordinasi Wakapusbekmatau. Pasal 42 (1) Ur BP adalah staf pembantu Pekas yang bertugas melaksanakan kebendaharaan atas uang/surat berharga yang berada dalam pengelolaannya. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Ur BP mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. menerima, menyimpan, menatausahakan, dan membukukan uang/surat berharga dalam pengelolaannya; b. melakukan pengujian dan pembayaran tagihan berdasarkan perintah PPK; c. menolak perintah pembayaran, apabila tidak memenuhi persyaratan untuk dibayarkan; d. melakukan pemotongan/pemungutan penerimaan negara dari pembayaran yang dilakukan; e. menyetorkan pemotongan/pemungutan kewajiban kepada negara ke kas negara; f. mengelola rekening tempat penyimpanan; dan g. menyimpan laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepada Kepala KPPN selaku kuasa BUN. (3) Ur BP dipimpin oleh Kepala Urusan Bendahara Pengeluaran, disebut Kaur BP. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Pekas. Pasal 43 (1) Urakku adalah staf pembantu Pekas yang bertugas melaksanakan penyelenggaraan laporan keuangan yang berada dalam pengelolaannya.
- 37 - (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Urakku mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. menyiapkan laporan keuangan berupa laporan realisasi anggaran, neraca, dan CaLK; b. melaksanakan rekonsiliasi atas laporan keuangan satker dengan KPPN; c. melaksanakan rekonsiliasi atas DIPA atau dokumen yang dipersamakan dengan DIPA dan Progar untuk dimasukkan dalam laporan realisasi anggaran; d. melaksanakan rekonsiliasi atas laporan BMN dengan badan logistik selaku UAKPB; dan e. melaksanakan tugas dan wewenang lainnya yang berkaitan dengan laporan keuangan. (3) Urakku dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Suburusan Akuntansi Keuangan, disebut Suburakku (4) Urakku dipimpin oleh Kepala Urusan Akuntansi Keuangan, disebut Kaurakku. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Pekas. Pasal 44 (1) Suburakku adalah staf pembantu Urakku yang bertugas melaksanakan penyelenggaraan laporan keuangan yang berada dalam pengelolaannya. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Suburakku mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. melaksanakan rekonsiliasi atas laporan keuangan satker dengan KPPN; b. menyiapkan rincian data rekonsiliasi atas laporan keuangan satker dengan KPPN; c. melaksanakan rekonsiliasi atas DIPA atau dokumen yang dipersamakan dengan DIPA dan Progar untuk dimasukkan dalam laporan realisasi anggaran; d. melaksanakan rekonsiliasi atas laporan BMN dengan badan logistik selaku UAKPB; e. menyiapkan rincian data rekonsiliasi atas laporan BMN dengan Simak BMN; f. menyiapkan laporan keuangan berupa laporan
- 38 - realisasi anggaran, neraca, laporan operasional dan CaLK; g. menyiapkan perincian data laporan keuangan berupa Laporan Perubahan Entitas, Neraca, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Operasional dan CaLK serta laporan-laporan pendukung lainnya; h. melaksanakan penelaahan atas Laporan Keuangan Satker terkait; i. menyusun dan membuat Laporan Keuangan Satker Semester dan Tahun Berjalan; dan j. melaksanakan tugas dan wewenang lainnya yang berkaitan dengan laporan keuangan. (3) Suburakku dipimpin oleh Kepala Suburusan Akuntansi Keuangan, disebut Kasuburakku. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kaurakku. Paragraf 2 Pengadaan Pasal 45 (1) Ada adalah staf pelayanan Kapusbekmatau yang bertugas menyelenggarakan kegiatan pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan Pusbekmatau. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Ada mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. melaksanakan proses pengadaan dalam rangka pemilihan penyedia barang/jasa; b. menyusun rencana pengadaan; c. menyusun panitia pengadaan; d. melaksanakan pengadaan; e. mengawasi, mengevaluasi, dan mengendalikan proses pelaksanaan pengadaan; f. menyimpan dan merawat arsip dokumen yang berkaitan dengan bidang tugasnya; dan g. mengajukan saran dan pertimbangan kepada Kapusbekmatau mengenai bidang tugasnya. (3) Ada dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Seksi Administrasi Pengadaan, disebut Siminada.
- 39 - (4) Ada dipimpin oleh Kepala Pengadaan, disebut Kada. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kapusbekmatau dan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di bawah koordinasi Wakapusbekmatau. Pasal 46 (1) Siminada adalah staf pembantu Ada yang bertugas menyelenggarakan kegiatan administrasi pengadaan. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Siminada mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. menyusun dan merumuskan rencana pengadaan berdasarkan usul pesanan yang diajukan oleh instansi pemakai di Pusbekmatau; b. melaksanakan administrasi pengadaan sesuai dengan peraturan yang berlaku; c. membuat laporan pelaksanaan data pengadaan; d. membuat surat-surat yang diperlukan untuk kelancaran pelaksanaan administrasi pengadaan; e. menyusun daftar urutan penilaian dan prestasi rekanan untuk untuk pelaksanaan pengadaan selanjutnya; dan f. mengajukan pertimbangan dan saran, khususnya mengenai hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya. (3) Siminada dipimpin oleh Kepala Seksi Adminitrasi Pengadaan, disebut Kasiminada. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kaada. Paragraf 3 Sekretariat Pasal 47 (1) Set adalah staf pelayanan Kapusbekmatau yang bertugas menyelenggarakan kegiatan tata usaha kantor dan surat-menyurat. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Set mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. menyelenggarakan kegiatan surat-menyurat antara lain memberikan penomoran keseluruhan surat-surat/tulisan dinas dan membubuhkan cap Kapusbekmatau sesuai dengan ketentuan;
- 40 - b. meneliti tulisan dinas sesuai dengan jukminu TNI AU; c. melaksanakan tata naskah (Takah); d. membuat notula rapat dan konsep amanat/ sambutan Kapusbekmatau; e. melaksanakan dinas caraka dan pendistribusian surat; f. mengadakan pembinaan perpustakaan; g. menggandakan surat-surat dan pengarsipan; dan h. memberikan saran kepada Kapusbekmatau guna terselenggaranya tugas dengan baik. (3) Set dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Seksi Dokumentasi dan Pengarsipan disebut Sidoksip. (4) Set dipimpin oleh Kepala Sekretariat, disebut Kaset. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kapusbekmatau dan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di bawah koordinasi Wakapusbekmatau. Pasal 48 (1) Sidoksip adalah staf pembantu Set yang bertugas menyelenggarakan kegiatan dokumentasi dan kearsipan. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Sidoksip mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. melaksanakan pengadministrasian arsip sesuai dengan ketentuan sehingga menjadi dokumen yang dapat digunakan sebagai bahan pembuktian/informasi di masa mendatang; b. melaksanakan penilaian dan perawatan secara periodik arsip/dokumen yang ada; c. mengawasi dan mengendalikan peminjaman atau penyajian arsip/dokumen sesuai dengan ketentuan serta menjaga kerahasiaannya; dan d. melaksanakan penghapusan arsip/dokumen sesuai dengan ketentuan atau penyaluran ke depo arsip yang lebih tinggi. (3) Sidoksip dipimpin oleh Kepala Seksi Dokumentasi dan Arsip, disebut Kasidoksip. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kaset.
- 41 - Paragraf 9 Program dan Anggaran Pasal 49 (1) Progar adalah staf pelayanan Kapusbekmatau yang bertugas merencanakan dan mengendalikan anggaran di dalam pengelolaan Pusbekmatau. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Progar mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. merencanakan dan membuat DUK/DUP Pusbekmatau setiap tahun; b. merencanakan dan mengurus kebutuhan biaya untuk Pusbekmatau yang bersifat insidental; c. mengendalikan otorisasi dengan jalan mengadakan pengecekan terhadap semua jenis tagihan yang diajukan ke Pusbekmatau; d. membuat evaluasi dan laporan terhadap pelaksanaan anggaran secara berjenjang sesuai dengan ketentuan yang berlaku; dan e. melaksanakan koordinasi dalam hal otorisasi/ anggaran dengan para IPA, Pekas, dan unsur pemimpin. (3) Progar dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Urusan Evaluasi dan Laporan, disebut Urevlap. (4) Progar dipimpin oleh Kepala Program dan Anggaran, disebut Kaprogar. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kapusbekmatau. Pasal 50 (1) Urevlap adalah staf pembantu Progar yang bertugas menyelenggarakan kegiatan pengumpulan, pengelolaan, penyajian, dan evaluasi data untuk bahan laporan. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Urevlap mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. membantu menyusun dan menyiapkan program kerja Pusbekmatau; b. membantu mengumpulkan, mengolah, dan mengevaluasi semua data operasional program dan anggaran Pusbekmatau; c. membantu menyusun dan menyiapkan laporan
- 42 - program kerja Pusbekmatau; dan d. melaksanakan pengkajian laporan terhadap halhal yang menyangkut kebutuhan, efisiensi, dan efektivitas dengan pendekatan ilmiah dari pelaksanaan program kerja Pusbekmatau. (3) Urevlap dipimpin oleh Kepala Urusan Evaluasi dan Laporan, disebut Kaurevlap. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kaprogar. Paragraf 4 Gudang Pemakaian Pasal 51 (1) Gupakai adalah staf pelayanan Kapusbekmatau yang bertugas menyelenggarakan penerimaan dan pengeluaran materiel yang diperlukan oleh Pusbekmatau guna mendukung penyelenggaraan tugasnya. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Gupakai mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. menerima dan menyimpan materiel yang berasal dari pengadaan dari anggaran Pusbekmatau dan alokasi dari Mabesau untuk kepentingan Pusbekmatau; b. melaksanakan administrasi pergudangan di Pusbekmatau; c. melaksanakan pemeliharaan atau perawatan materiel yang tersimpan di dalam gudang; d. menyalurkan materiel kepada pengguna sesuai dengan instruksi Kapusbekmatau; e. mendata dan menyimpan materiel yang sudah dinyatakan tercela dalam gudang penyisihan/ "disposal area"; f. memelihara kebersihan lingkungan dan pengamanan gudang; g. menyimpan dan merawat arsip dokumen yang berkaitan dengan bidang tugasnya; dan h. mengajukan saran dan pertimbangan kepada Kapusbekmatau mengenai bidang tugasnya; (3) Gupakai dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Seksi Administrasi Pembekalan, disebut Siminkal.
- 43 - (4) Gupakai dipimpin Kepala Gudang Pemakaian, disebut Kagupakai. Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kapusbekmatau dan dalam pelaksanaan tugas seharihari di bawah koordinasi Wakapusbekmatau. Pasal 52 (1) Siminkal adalah staf pembantu Gupakai yang bertugas menyelenggarakan kegiatan administrasi pergudangan untuk penerimaan dan pengeluaran materiel di Pusbekmatau. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Siminkal mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. melaksanakan kegiatan administrasi umum dan menyelenggarakan administrasi pembekalan; b. melaksanakan kegiatan urusan dalam; c. menyelenggarakan inventarisasi kekayaan negara (IKN) materiel dalam pemakaian; d. mengajukan kebutuhan materiel untuk mendukung kegiatan pergudangan; e. melaksanakan pengepakan, muat, bongkar, dan susun; f. membuat dokumen pengiriman barang; g. melaksanakan pembinaan kebersihan dan pengamanan di lingkungan kantor dan pergudangan Gupakai; h. membuat laporan kegiatan pergudangan; dan i. menyimpan dan merawat semua dokumen yang berkaitan dengan bidang tugasnya. (3) Siminkal dipimpin oleh Kepala Seksi Administrasi Pembekalan, disebut Kasiminkal. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kagupakai.
- 44 - Bagian Keempat Unsur Pelaksana Paragraf 1 Satuan Gudang Penyedia Pusat Pasal 53 (1) Satguddiapus adalah staf pelaksana Kapusbekmatau yang bertugas menyelenggarakan kegiatan pergudangan dan administrasi materiel tingkat pusat meliputi kegiatan penerimaan, perawatan, penyimpanan, dan penyaluran materiel hasil pengadaan terpusat di/dari GPP 1, GPP 2, GPP 3, GPP 4, dan GPP 5. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Satguddiapus mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. melaksanakan pengendalian, pengawasan, dan koordinasi dalam rangka kegiatan penerimaan, penyimpanan, dan penyaluran materiel di setiap GPP; b. melaksanakan pengendalian, pengawasan, dan koordinasi terhadap kegiatan penerimaan sesuai komoditi dan penyaluran materiel berdasarkan instruksi serta fungsi keterminalan yang dilaksanakan oleh tiap-tiap GPP; c. melaksanakan pengendalian dan pengawasan terhadap kegiatan perawatan materiel yang disimpan dalam rangka mempertahankan kondisi dan mutu persediaan; d. melaksanakan evaluasi terhadap data persediaan dan mengajukan pemindahan/penghapusan materiel sesuai komoditi apabila diperlukan; e. melaksanakan evaluasi dan mengajukan kebutuhan materiel untuk perawatan barang dalam penyimpanan dan bahan pengepakan yang dibutuhkan tiap-tiap komoditi; f. menyelenggarakan kegiatan stock opname secara periodik dan menginventarisasi laporan stock opname dari tiap-tiap GPP untuk diajukan autentikasi kepada Kapusbekmatau; g. melaksanakan evaluasi dan pengendalian persediaan berdasarkan materiel yang disimpan dalam rangka mempertahankan pagu persediaan pusat maupun pagu gudang persediaan satker; h. melaksanakan tugas-tugas khusus yang
- 45 - diberikan oleh Kapusbekmatau dalam penerimaan materiel umum; i. menyelenggarakan fungsi pengawasan terhadap bidang tugas dan tanggung jawabnya; dan j. mengajukan saran dan pertimbangan kepada Kapusbekmatau sesuai dengan bidang dan tugasnya. (3) Satguddiapus dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh: a. Gudang Persediaan Pusat 1 Halim Perdanakusuma, disebut GPP 1 Hlm; b. Gudang Persediaan Pusat 2 Husein Sastranegara, disebut GPP 2 Hsn; c. Gudang Persediaan Pusat 3 Sulaiman, disebut GPP 3 Slm; d. Gudang Persediaan Pusat 4 Adi Sumarmo, disebut GPP 4 Smo; dan e. Gudang Persediaan Pusat 5 Abdulrahman Saleh, disebut GPP 5 Abd. (4) Satguddiapus dipimpin oleh Kepala Satuan Gudang Persediaan Pusat, disebut Kasatguddiapus. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kapusbekmatau dan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di bawah koordinasi Wakapusbekmatau. Pasal 54 (1) GPP 1 Hlm adalah staf pembantu Satguddiapus yang bertugas menyelenggarakan kegiatan pergudangan tingkat pusat untuk materiel persediaan kaporlap dan kaporlapsus, bekal umum, kapsatlap, ransum, special product BMP, serta materiel persediaan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, GPP 1 Hlm mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. menyelenggarakan kegiatan penerimaan materiel yang diadakan untuk persediaan pusat dan materiel sediaan yang dikembalikan oleh gudang persediaan satker; b. menyelenggarakan kegiatan penyimpanan, perawatan dan pengawetan barang di gudang serta melakukan pemeriksaan fisik secara berkala mengenai kondisi dan mutu persediaan;
- 46 - c. melaksanakan pengeluaran materiel sesuai instruksi yang berlaku; d. menyelenggarakan pencacahan persediaan dalam rangka stock opname, secara periodik; e. mengajukan usul penambahan/pemindahan/ penghapusan materiel yang ada dalam tanggung jawabnya berdasarkan hasil evaluasi data persediaan; f. merencanakan dan mengajukan dukungan kebutuhan materiel untuk perawatan dan pengepakan barang dalam penyimpanan serta penyaluran; g. merencanakan dan mengajukan dukungan kebutuhan materiel untuk perawatan gudang penyimpanan barang yang menjadi tanggung jawabnya; h. menyelenggarakan fungsi pengawasan terhadap bidang tugas dan tanggung jawabnya; dan i. mengajukan saran dan pertimbangan kepada Kasatguddiapus mengenai bidang tugasnya. (3) GPP 1 Hlm dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh: a. Tata Urusan Dalam, disebut Taud; b. Seksi Pergudangan GPP 1, disebut Sipergud GPP 1; dan c. Seksi Administrasi Pembekalan GPP 1, disebut Siminkal GPP 1. (4) GPP 1 Hlm dipimpin oleh Kepala Gudang Persediaan Pusat 1 Halim Perdanakusuma, disebut Ka-GPP 1 Hlm. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kasatguddiapus. Pasal 55 (1) Taud adalah staf pembantu GPP 1 yang bertugas dalam bidang penyelenggaraan tata urusan dalam GPP 1 Hlm. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Taud GPP 1 Hlm mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. menyelenggarakan Tata Urusan Dalam GPP 1 Hlm;
- 47 - b. melaksanakan pembinaan kebersihan dan pengamanan di lingkungan kantor dan pergudangan GPP 1 Hlm; c. membantu koordinasi dengan staf lainnya dalam rangka mendukung bidang tugasnya; dan d. merawat dan menyimpan sarana/peralatan yang mendukung tugasnya. (3) Taud dipimpin oleh Kepala Tata Urusan Dalam, disebut Kataud. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Ka-GPP 1 Hlm. Pasal 56 (1) Sipergud adalah staf pembantu GPP 1 Hlm yang bertugas menyelenggarakan kegiatan penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran untuk materiel persediaan kaporlap dan kaporlapsus, bekal umum, kapsatlap, ransum, special product BMP, serta materiel persediaan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Sipergud mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. melaksanakan pemeriksaan terhadap materiel yang diterima, disimpan untuk persediaan, serta yang akan dikeluarkan; b. melaksanakan penyimpanan dan perawatan materiel persediaan; c. melaksanakan administrasi pergudangan; d. melaksanakan pengendalian materiel dalam bentuk stock list; e. menyelenggarakan stock opname materiel persediaan secara periodik dan setiap saat sesuai kebutuhan; f. melaksanakan pengeluaran materiel sesuai instruksi; g. melaksanakan kegiatan penyisihan materiel ekses, obsolete, expired, dan nonstandar; h. menggelar dan memulihkan secara rutin persediaan materiel yang menjadi pagu persediaan pusat maupun pagu gudang persediaan satker; i. melaksanakan kegiatan pengepakan, muat bongkar, dan penyusunan barang; dan
- 48 - j. melaksanakan pemeliharaan ringan terbatas terhadap fasilitas dan peralatan pergudangan. (3) Sipergud dipimpin oleh Kepala Seksi Pergudangan GPP 1, disebut Kasipergud GPP 1. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Ka-GPP 1 Hlm. Pasal 57 (1) Siminkal adalah staf pembantu GPP 1 Hlm yang bertugas melaksanakan dukungan administrasi pembekalan dalam penyelenggarakan kegiatan pergudangan tingkat pusat untuk materiel persediaan kaporlap dan kaporlapsus, bekal umum, kapsatlap, ransum, special product BMP, serta materiel persediaan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Siminkal mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. melaksanakan kegiatan administrasi umum dan pembekalan; b. melaksanakan kegiatan urusan dalam; c. menyelenggarakan inventarisasi kekayaan negara (IKN) materiel dalam pemakaian; d. mengajukan kebutuhan materiel untuk mendukung kegiatan pergudangan; e. membuat dokumen pengiriman barang; f. melaksanakan pembinaan kebersihan dan pengamanan di lingkungan kantor dan pergudangan GPP 1 Hlm; g. membuat laporan kegiatan pergudangan; dan h. menyimpan dan merawat semua dokumen yang berkaitan dengan bidang tugasnya. (3) Siminkal dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Subseksi Administrasi Pembekalan Gudang Persediaan Pusat 1, disebut Kasubsiminkal GPP 1. (4) Siminkal dipimpin oleh Kepala Seksi Administrasi Pembekalan Gudang Persediaan Pusat 1, disebut Kasiminkal GPP 1. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Ka-GPP 1 Hlm. Pasal 58 (1) Subsiminkal adalah staf pembantu Siminkal yang
- 49 - bertugas melaksanakan dukungan administrasi pembekalan dalam penyelenggarakan kegiatan pergudangan tingkat pusat untuk materiel persediaan kaporlap dan kaporlapsus, bekal umum, kapsatlap, ransum, special product BMP, serta materiel persediaan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, Subsiminkal mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. melaksanakan kegiatan administrasi umum dan pembekalan; b. menyelenggarakan inventarisasi kekayaan negara (IKN) materiel dalam pemakaian; c. mengajukan kebutuhan materiel untuk mendukung kegiatan pergudangan; d. membuat dokumen pengiriman barang; e. membuat laporan kegiatan pergudangan; dan f. menyimpan dan merawat semua dokumen yang berkaitan dengan bidang tugasnya. (3) Subsiminkal dipimpin oleh Kepala Subseksi Administrasi Pembekalan Gudang Persediaan Pusat 1, disebut Kasubsiminkal GPP 1. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Kasiminkal. Pasal 59 (1) GPP 2 Hsn adalah staf pembantu Satguddiapus yang bertugas menyelenggarakan kegiatan pergudangan tingkat pusat untuk materiel pesawat angkut, latih, helikopter, raw materiel serta materiel persediaan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. (2) Dalam pelaksanaan tugas tersebut pada ayat (1) Pasal ini, GPP 2 Hsn mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut: a. menyelenggarakan kegiatan penerimaan materiel yang diadakan untuk persediaan pusat dan materiel sediaan yang dikembalikan oleh gudang persediaan satker; b. menyelenggarakan kegiatan penyimpanan, perawatan, dan pengawetan barang di gudang serta melakukan pemeriksaan fisik secara berkala mengenai kondisi dan mutu persediaan; c. melaksanakan pengeluaran materiel sesuai instruksi yang berlaku;