- 128 - PETUNJUK TEKNIS TATA CARA UN DOKTRIN DI LINGKUNGAN TNI AU PETUNJUK TEKNIS PENERBITAN DAN DISTRIBUSI DOKTRIN DI LINGKUNGAN TNI AU PETUNJUK TEKNIS PEMBENTUKAN POKJA PENYUSUNAN DOKTRIN DI LINGKUNGAN TNI AU PETUNJUK PENYELENGGARAAN PENYUSUNAN DAN PENERBITAN DOKTRIN DI LINGKUNGAN TNI ANGKATAN UDARA SKEMA KEDUDUKAN PEJABAT PARAF Wadankodiklatau Dirdok Kodiklatau Kadiskumau Kasetumau Paban I/Dok Ditdok a.n. KEPALA STAF ANGKATAN UDARA DANKODIKLAT, TATANG HARLYANSYAH, S.E., M.M. MARSEKAL MUDA TNI TENTARA NASIONAL INDONESIA MARKAS BESAR ANGKATAN UDARA Lampiran B Keputusan Kasau Nomor Kep/285/XI/2019 Tanggal 7 November 2019 DOKTRIN FUNGSI KHUSUS PEMBINAAN DOKTRIN
- 128 - VISUALISASI MEKANISME PENYUSUNAN DAN PENERBITAN DOKTRIN NO URAIAN HAL KET. URUT GAMBAR NOMOR 1. Visualisasi Kegiatan Penyusunan dan 1 Penerbitan Doktrin TNI AU 2. Visualisasi Kegiatan Penyusunan dan 2 Penerbitan Doktrin Opsud 3. Visualisasi Kegiatan Penyusunan dan 3 Penerbitan Doktrin Fungsi Umum/ Khusus (Sesuai Fungsi) 4. Visualisasi Kegiatan Penyusunan dan 4 Penerbitan Jukgar 5. Visualisasi Kegiatan Penyusunan dan 5 Penerbitan Juknis. 6. Visualisasi Kegiatan Penyusunan dan 6 Penerbitan Jukref PEJABAT PARAF Wadankodiklatau Dirdok Kodiklatau Kadiskumau Kasetumau Paban I/Dok Ditdok TENTARA NASIONAL INDONESIA MARKAS BESAR ANGKATAN UDARA Lampiran C Keputusan Kasau Nomor Kep/285/XI/2019 Tanggal 7 November 2019 a.n. KEPALA STAF ANGKATAN UDARA DANKODIKLAT, TATANG HARLYANSYAH, S.E., M.M. MARSEKAL MUDA TNI
- 50 - GAMBAR 1 VISUALISASI PENYUSUNAN DAN PENERBITAN DOKTRIN TNI AU SWA BHUWANA PAKSA Keterangan. 1. Program/ST Kasau tentang Penyusunan Doktrin TNI AU “Swa Bhuwana Paksa”, dan Kerangka Acuan Kerja/Term of Reference (TOR). 2. Pembentukan Pokja Penyusunan Doktrin TNI AU “Swa Bhuwana Paksa”. 3. Rencana Garis Besar (RGB) Penyusunan Naskah. 4. Pra UN, UN-I dan UN-II. 5. UN-III. 6. Pengajuan Seminar/FGD. 7. Keputusan tentang Seminar/FGD. 8. Pelaksanaan Seminar/FGD. 9. Penyempurnaan Naskah Hasil Seminar/FGD. 10. Penandatanganan Naskah oleh Kasau, dan Pengesahan Keputusan oleh Panglima TNI. 11. Penerbitan Naskah. KASAU WAKASAU DANKODIKLATAU POKJA PEMBINA / SEMINAR / FGD PENGGUNA 3 1 8 2 5 4 5 9 6 11 10 7
- 51 - GAMBAR 2 VISUALISASI PENYUSUNAN DAN PENERBITAN DOKTRIN OPERASI UDARA Keterangan. 1. Program/Sprin Kasau tentang penyusunan doktrin strata operasional. 2. Rencana Garis Besar (RGB). 3. Kerangka Acuan Kerja/Term of Reference (TOR) penyusunan doktrin opsmil dan pembentukan Pokja serta penyusunan naskah. 4. Pra UN dan UN-I dilanjutkan penyempurnaan naskah oleh Pokja. 5. UN-II dilanjutkan penyempurnaan naskah oleh Pokja. 6. Penandatanganan naskah materi oleh Asisten Operasi sesuai dengan fungsi a.n. Kasau. 7. Pengesahan naskah Keputusan oleh Dankodiklatau a.n. Kasau. 8. Autentikasi oleh Kasetumau. 9. Penerbitan naskah. KASAU WAKASAU ASOPS KASAU (SESUAI FUNGSINYA) DANKODIKLATAU POKJA PEMBINA ATAU KASETUMAU PENGGUNA 2 1 3 5 4 6 9 9 8 7
- 52 - GAMBAR 3 VISUALISASI PENYUSUNAN DAN PENERBITAN DOKTRIN FUNGSI UMUM/KHUSUS Keterangan. 1. Program/ST Kasau tentang penyusunan doktrin strata operasional. 2. Rencana Garis Besar (RGB). 3. Kerangka Acuan Kerja/Term of Reference (TOR) penyusunan doktrin fungsi umum/khusus pada strata operasional dan pembentukan Pokja serta penyusunan naskah. 4. Pra UN dan UN-I dilanjutkan penyempurnaan naskah oleh Pokja. 5. UN-II dilanjutkan penyempurnaan naskah oleh pokja. 6. Penandatanganan naskah materi oleh Ka-SPM/Ka-SPMK sesuai dengan fungsi a.n. Kasau. 7. Pengesahan naskah Keputusan oleh Dankodiklatau a.n. Kasau. 8. Autentikasi oleh Kasetumau. 9. Penerbitan naskah. KASAU WAKASAU ASISTEN KASAU (SESUAI FUNGSINYA) DANKODIKLATAU POKJA PEMBINA ATAU KASETUMAU PENGGUNA 2 1 3 5 4 6 9 9 8 7
- 53 - GAMBAR 4 VISUALISASI PENYUSUNAN DAN PENERBITAN JUKGAR Keterangan. 1. Program/ST Kasau penyusunan jukgar. 2. Koordinasi pembentukan pokja. 3. Pembuatan sprin pokja dan penyusunan naskah. 4. Pra UN dan UN-I dilanjutkan penyempurnaan naskah. 5. UN-II dilanjutkan penyempurnaan naskah. 6. Penandatanganan naskah materi oleh Ka-SPM/SPMK terkait a.n. Kasau. 7. Pengesahan naskah keputusan oleh Dankodiklatau a.n. Kasau. 8. Autentikasi oleh Kasetumau. 9. Penerbitan naskah. KASAU WAKASAU DANKODIKLATAU POKJA IRJENAU/AS/ PANG/DAN/ KABALAKPUS PEMBINA ATAU PENGGUNA KASETUMAU 5 3 4 6 2 7 8 9 1
- 54 - GAMBAR 5 VISUALISASI PENYUSUNAN DAN PENERBITAN JUKNIS Keterangan. 1. Program/ST Kasau penyusunan Juknis. 2. Koordinasi pembentukan pokja. 3. Pembuatan sprin Pokja dan penyusunan naskah. 4. Pra UN dan UN-I dilanjutkan dengan penyempurnaan naskah. 5. Penandatanganan naskah materi oleh Ka-SPM/SPMK terkait a.n. Kasau. 6. Pengesahan naskah Keputusan oleh Dankodiklatau a.n. Kasau. 7. Autentikasi oleh Kasetumau. 8. Pencetakan/pendistribusian. 9. Penerbitan naskah. KASAU WAKASAU DANKODIKLATAU POKJA IRJENAU/AS/ PANG/DAN/ KABALAKPUS PEMBINA ATAU PENGGUNA KASETUMAU 3 4 5 2 6 7 8 1
- 55 - GAMBAR 6 VISUALISASI PENYUSUNAN DAN PENERBITAN JUKREF Keterangan. 1. Program/ST Kasau penyusunan Jukref. 2. Koordinasi pembentukan pokja. 3. Pembuatan Sprin Pokja dan penyusunan naskah. 4. Pra UN dan UN-I dilanjutkan dengan penyempurnaan naskah. 5. Penandatanganan naskah materi oleh Ka-SPM/SPMK terkait a.n. Kasau. 6. Pengesahan naskah Keputusan oleh Dankodiklatau a.n. Kasau. 7. Autentikasi oleh Kasetumau. 8. Pencetakan/pendistribusian. KASAU WAKASAU DANKODIKLATAU POKJA IRJENAU/AS/ PANG/DAN/ KABALAKPUS PEMBINA ATAU PENGGUNA KASETUMAU 3 4 5 2 6 7 8 1
- 56 - DAFTAR CONTOH NO JUDUL KET 1. Format Doktrin TNI Angkatan Udara Swa Bhuwana Paksa CONTOH 1 2. Format Doktrin Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/ Selain Perang CONTOH 2 3. Format Doktrin Fungsi Umum/Doktrin Fungsi Khusus CONTOH 3 4. Format Petunjuk Penyelenggaraan (Opsud) CONTOH 4 5. Format Petunjuk Penyelenggaraan (Fungsi Umum/Khusus) CONTOH 5 6. Format Pentunjuk Teknis (Opsud) CONTOH 6 7. Format Pentunjuk Teknis (Fungsi) CONTOH 7 8. Format Petunjuk Referensi Tingkat CONTOH 8 9. Format Paparan CONTOH 9 10. Format Risalah Uji Naskah CONTOH 10 11. Format Mekanisme Umpan Balik CONTOH 11 12. Format Jawaban Pokja/Satuan Penguasa Teknis (SPT) Terhadap Saran/masukan Tertulis dari Satuan Pengguna Doktrin CONTOH 12 13. Petunjuk Pengisian Naskah Keputusan Kasau Pada Konsiderans Mengingat dan Memperhatikan CONTOH 13 14. Daftar Personel Pokja CONTOH 14 PEJABAT PARAF Wadankodiklatau Dirdok Kodiklatau Kadiskumau Kasetumau Paban I/Dok Ditdok TENTARA NASIONAL INDONESIA MARKAS BESAR ANGKATAN UDARA Lampiran D Keputusan Kasau Nomor Kep/285/XI/2019 Tanggal 7 November 2019 a.n. KEPALA STAF ANGKATAN UDARA DANKODIKLAT, TATANG HARLYANSYAH, S.E., M.M. MARSEKAL MUDA TNI
- 57 - 3 Cm 3,5 Cm ) ) DOKTRIN TNI ANGKATAN UDARA SWA BHUWANA PAKSA KET: WARNA SAMPUL HITAM/DESIGN GRAFIS (VISUALISASI BERWARNA) DISAHKAN DENGAN KEPUTUSAN PANGLIMA TNI NOMOR KEP/ / /20XX TANGGAL DD/MM/YYYY TENTARA NASIONAL INDONESIA MARKAS BESAR CONTOH 1 Ukuran huruf 18 Bookman Old Style Warna Kuning Emas Ukuran kopstuk di sampul 11 Bookman Old Style Ukuran huruf 12 Bookman Old Style Warna Kuning Emas
- 58 - DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI i Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/ / /2019 tanggal 2019 tentang Doktrin TNI Angkatan Udara Swa Bhuwana Paksa……………… BAB I PENDAHULUAN 1. Umum ........................................................................... 2. Maksud dan Tujuan ...................................................... 3. Ruang Lingkup dan Tata Urut........................................ 4. Dasar ............................................................................ 5. Landasan ...................................................................... 6. Referensi ....................................................................... 7. Kedudukan ……………………………………………………….. 8. Pengertian ………………………………………………………… BAB II KETENTUAN UMUM 9. Umum………………………………………………………………. 10. Sejarah TNI AU .............................................................. 11. Lambang TNI AU Swa Bhuwana Paksa ……………………. 12. Jati Diri TNI AU.............................................................. 13. Karakter Prajurit TNI AU………………………………………. 14. Peran, Fungsi dan Tugas TNI AU ................................... 15. Komponen Kekuatan Udara ........................................... 16. Karakteristik Kekuatan Udara ....................................... 17. Kemampuan TNI AU ...................................................... 18. Organisasi TNI AU ......................................................... 19. Bentuk Operasi Udara ................................................... BAB III ANCAMAN DAN GANGGUAN 20. Umum ……………………………………………………………… 21. Ancaman…………………………………………………………… 22. Gangguan………………………………………………………….. 23. Faktor Berpengaruh…………………………………………….. 24. Eskalasi Ancaman dan Gangguan…………………………… 25. Bentuk Perang……………………………………………………. BAB IV KEBIJAKAN DAN STRATEGIS 26. Umum ……………………………………………………………… 27. Penggunaan ………………………………………………………. 28. Pembinaan ………………………………………………………... 29. Umum ……………………………………………………………… 30. Pembinaan ………………………………………………………… 31. Pengunaan ………………………………………………………… 32. Ketentuan Lainnya Sesuai Kebutuhan …………………….. 33. Umum ……………………………………………………………… 34. Stratifikasi Doktrin ……………………………………………... 35. Doktrin Turunan ………………………………………………… BAB IV PENUTUP DAFTAR DISTRIBUSI 1 ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... ....... .......
- 59 - KEPUTUSAN PANGLIMA TENTARA NASIONAL INDONESIA Nomor Kep/ / / tentang DOKTRIN TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN UDARA SWA BHUWANA PAKSA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PANGLIMA TENTARA NASIONAL INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka melaksanakan tugas TNI Angkatan Udara (TNI AU) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang, dibutuhkan adanya peranti lunak berupa Doktrin TNI AU sebagai pedoman tertinggi dalam penyelenggaraan pembinaan dan penggunaan kekuatan TNI AU; b. bahwa Keputusan Kepala Staf TNI AU Nomor Kep/571/X/2012 tentang Doktrin TNI AU Swa Bhuwana Paksa sudah tidak sesuai dengan perkembangan lingkungan strategis yang dinamis serta tantangan tugas TNI AU, sehingga perlu diganti; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia tentang Doktrin TNI AU Swa Bhuwana Paksa. Mengingat : 1. Pasal 10, Pasal 11, Pasal 12, dan Pasal 30 UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 3, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4169);
- 60 - 3. Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 127, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4439); 4. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 23/Prp/1959 tentang Penetapan Keadaan Bahaya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1908); 5. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia; 6. Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/555/VI/2018 tentang Doktrin Tentara Nasional Indonesia Tri Dharma Eka Karma; Memperhatikan: 1. Surat Perintah Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Sprin/1185/2018 tanggal 31 Juli 2018 tentang Penugasan Kelompok Kerja Revisi Doktrin TNI AU Swa Bhuwana Paksa; 2. Hasil perumusan kelompok kerja revisi Doktrin TNI AU Swa Bhuwana Paksa; MEMUTUSKAN: Menetapkan : 1. Keputusan Panglima TNI tentang Doktrin TNI Angkatan Udara Swa Bhuwana Paksa sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari keputusan ini sebagai doktrin tertinggi di TNI AU dengan menggunakan kode DI: 01 dan berklasifikasi Biasa. 2. Pada saat keputusan ini mulai berlaku, Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/ 571/X/2012 tentang Doktrin TNI AU Swa Bhuwana Paksa dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. 3. Hal-hal yang berhubungan dengan perkembangan keadaan dan pelaksanaan doktrin ini akan diatur lebih lanjut dengan keputusan Kasau.
- 61 - 4. Pada saat keputusan ini mulai berlaku, semua doktrin turunan di lingkungan TNI AU dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam keputusan ini. 5. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. PEJABAT PARAF KASAU WAKASAU ASRENUM PANG TNI DANKODIKLAT TNI KABABINKUM TNI DANKODIKLATAU KASETUM TNI Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 2019 PANGLIMA TNI, HADI TJAHJANTO, S.I.P. MARSEKAL TNI
- 62 - DOKTRIN TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN UDARA SWA BHUWANA PAKSA BAB I PENDAHULUAN 1. Umum. a. (Latar Belakang) menjelaskan latar belakang disusunnya Doktrin TNI AU. b. (Fakta dan Data) yang berkaitan dengan dioperasionalkannya doktrin TNI AU dihadapkan dengan perubahan perkembangan lingkungan strategis baik internasional, regional, maupun nasional. c. (Pentingnya Penyusunan/Revisi Doktrin) dihadapkan dengan kebutuhan. 2. Maksud dan Tujuan. a. Maksud. Disusunnya Doktrin TNI AU ini dimaksudkan untuk menyajikan materi apa? Dalam kegiatan apa? CONTOH: Maksud penyusunan doktrin Swa Bhuwana Paksa ini adalah untuk menyajikan aspek-aspek dalam pembinaan dan penggunaan kekuatan TNI AU sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas-tugasnya. b. Tujuan. Tujuan disusunnya Doktrin TNI sebagai pedoman agar apa? (merupakan kalimat Output/hasil/keluaran/produk), yang merupakan tujuan dari penyusunan naskah dimaksud. CONTOH: Tujuan penyusunan doktrin Swa Bhuwana Paksa ini adalah untuk menyamakan persepsi, keseragaman sikap, dan keselarasan dalam konteks pembinaan dan penggunaan kekuatan TNI AU dalam rangka melaksanakan tugas TNI AU dan TNI. 3. Ruang Lingkup dan Tata Urut. a. Ruang Lingkup b. Tata Urut 1) Pendahuluan. 2) Hakikat TNI AU. 3) Ancaman dan Gangguan. 4) Kebijakan dan Strategi. TENTARA NASIONAL INDONESIA MARKAS BESAR ANGKATAN UDARA Lampiran Keputusan Nomor Kep/ / / Tanggal CONTOH 1
- 63 - 5) Ketentuan-ketentuan. 6) Doktrin Turunan. 7) Penutup. 4. Dasar. Peraturan/ Perundang-undangan yang terkait. 5. Landasan. a. Landasan Idiil b. Landasan Konstitusional c. Landasan Visional d. Landasan Konsepsional e. Landasan Operasional 6. Referensi. Dapat dicantumkan referensi yang digunakan sebagai bahan dalam penyusunan doktrin ini. 7. Kedudukan. Jelaskan bagaimana kedudukan hierarkinya terhadap doktrin dan petunjuk turunan yang berada di bawahnya. 8. Pengertian. Apabila daftar pengertian lebih dari satu halaman, maka dicantumkan dalam daftar pengertian yang merupakan lampiran tersendiri. Urutan istilah dalam daftar pengertian ditampilkan berdasarkan urutan alphabet. BAB II HAKIKAT TNI AU (Bab ini akan diuraikan tentang sejarah TNI AU, jati diri, pengalaman operasi, karakter, peran, fungsi dan tugas TNI AU serta organisasi TNI AU). Dengan judul-judul pasal sebagai berikut: 9. Umum. Pasal ini berisi redaksional pengantar untuk membawa kembali pikiran pembaca tentang TNI AU mulai dari sejarahnya sampai dengan organisasi sekarang. 10. Sejarah TNI AU. a. Sejarah Kelahiran dan Perkembangan TNI AU. Pada sub-pasal ini menjelaskan tentang sejarah singkat lahirnya TNI AU sampai dengan perkembangan yang terjadi di birokrasi TNI AU sekarang ini. b. Sejarah Operasi TNI AU. Pada sub pasal ini menjelaskan tentang operasi-operasi yang pernah dilaksanakan oleh TNI AU baik di dalam maupun di luar negeri dan nilai-nilai yang dapat diambil dari operasi tersebut. 11. Lambang TNI AU Swa Bhuwana Paksa. Pada pasal ini menjelaskan tentang makna, dan arti dari gambar lambang Swa Bhuwana Paksa.
- 64 - 12. Jati Diri TNI. Pada pasal ini menjelaskan tentang jati diri TNI AU sebagai tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara nasional serta tentara profesional. 13. Karakter Prajurit TNI AU. Pada pasal ini menjelaskan tentang karakter prajurit TNI AU yang tercermin dari nilai-nilai yang terdapat pada Sumpah Prajurit, Sapta Marga dan Delapan Wajib TNI AU. 14. Peran, Fungsi dan Tugas TNI AU. Pada pasal ini menjelaskan tentang peran, fungsi dan tugas TNI AU dan tugas lainnya. 15. Komponen Kekuatan Udara. Pada pasal ini menjelaskan pengelompokan komponen kekuatan udara dalam sistem pertahanan negara. 16. Karakteristik Kekuatan Udara. Pada pasal ini menjelaskan mengenai karakteristik kekuatan udara berupa keunggulan dan keterbatasan yang saling terkait. 17. Kemampuan TNI AU. Pada pasal ini menjelaskan beberapa kemampuan TNI AU untuk melaksanakan tugasnya. 18. Organisasi TNI AU. Pada pasal ini menjelaskan tentang struktur organisasi TNI AU. 19. Bentuk Operasi Udara. Pada pasal ini menjelaskan bentuk-bentuk operasi udara yang digolongkan berdasarkan operasi dalam Doktrin Tridek dan operasi udara lainnya. BAB III ANCAMAN DAN GANGGUAN (Bab ini menyajikan tentang ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang diarahkan pada pendekatan tugas TNI AU. Urutan pasal mengikuti ketentuan sebagai berikut: 20. Umum. Pasal ini berisi redaksional pengantar untuk membawa pikiran pembaca tentang ancaman dan gangguan yang diarahkan pada pendekatan tugas TNI AU. 21. Ancaman. Pada pasal ini dijelaskan tentang pengertian ancaman dan pembagian ancaman berdasarkan jenisnya. 22. Gangguan. Pada pasal ini dijelaskan pengertian gangguan dan dampaknya terhadap kepentingan nasional. 23. Faktor Berpengaruh. Pada pasal ini dijelaskan tentang faktor-faktor yang memengaruhi timbulnya ancaman dan gangguan. 24. Eskalasi Ancaman dan Gangguan. Pada pasal ini menjelaskan tentang eskalasi ancaman dan gangguan dipengaruhi perkembangan situasi dan kondisi dari dalam maupun luar negeri. 25. Bentuk Perang. Pada pasal ini menjelaskan tentang bentuk perang yang mungkin akan dihadapi.
- 65 - BAB IV KEBIJAKAN DAN STRATEGI (Pada bab ini disebutkan kebijakan dan strategi yang diperlukan oleh TNI AU untuk menghadapi ancaman dan gangguan terhadap kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa. Urutan pasal ditentukan sebagai berikut: 26. Umum. Pasal ini berisi redaksional pengantar untuk membawa pikiran pembaca bersiap/antisipatif terhadap isu/materi apa saja yang akan muncul pada pasal-pasal berikutnya dalam bab ini, terutama menjelaskan tentang kebijakan dan strategi. 27. Penggunaan. Menjelaskan tentang kebijakan dan srategi yang diterapkan oleh TNI AU untuk merealisasikan kebijakan tersebut, baik melaksanakan OMP maupun OMSP. 28. Pembinaan. Menjelaskan perlunya kebijakan dalam konteks pembinaan meliputi kegiatan-kegiatan membangun, menyiapkan dan menyiagakan postur TNI AU. BAB V KETENTUAN-KETENTUAN (Pada bab ini menjelaskan tentang ketentuan-ketentuan terkait penggunaan, pembinaan dan ketentuan lainya sesuai dengan kebutuhan yang terkait kelancaran dan keberhasilan setiap pelaksanaan tugas TNI AU. 29. Umum. Pasal ini berisi redaksional pengantar untuk membawa pikiran pembaca bersiap/antisipatif terhadap isu/materi apa saja yang akan muncul pada pasal-pasal berikutnya dalam bab ini, terutama menjelaskan tentang penggunaan dan pembinaan. (Pasal dalam bab ini dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan). 30. Pembinaan. a. Asas. Pada subpasal ini menjelaskan tentang asas-asas yang digunakan oleh TNI AU dalam pembinaan kemampuannya. b. Tataran Kewenangan. Pada sub pasal ini menjelaskan tentang masing-masing pihak yang terlibat dalam tataran kewenangan dari pembinaan kemampuan TNI AU. c. Pengawasan dan Pengendalian. Pada subpasal ini menjelaskan tentang pengawasan dan pengendalian terhadap pembinaan di lingkungan TNI AU. 31. Penggunaan. a. Asas. Pada subpasal ini menjelaskan tentang asas-asas yang digunakan oleh TNI AU dalam penggunaan kekuatannya baik OMP maupu OMSP. b. Tataran Kewenangan. Pada subpasal ini menjelaskan tentang masing-masing pihak yang terlibat dalam tataran kewenangan dari penggunaan kekuatan TNI AU.
- 66 - c. Komando dan Kendali. Pada subpasal ini menjelaskan tentang komando dan kendali yang dimiliki oleh Panglima/Komandan lapangan yang ditugaskan untuk memimpin pasukan. d. Aturan Pelibatan. Pada subpasal ini menjelaskan tentang petunjuk/arahan yang dikeluarkan oleh suatu Markas Komando suatu satuan yang berisikan batasan dan ketentuan lainnya. 32. Ketentuan Lainnya Sesuai Kebutuhan. BAB VI DOKTRIN TURUNAN (Pada bab ini menjelaskan tentang doktrin-doktrin dan petunjuk-petunjuk terkait lainnya yang merupakan penjabaran dari Doktrin TNI AU SBP, baik pada strata operasional maupun taktis) 33. Umum. Pasal ini berisi redaksional pengantar untuk membawa pikiran pembaca bersiap/antisipatif terhadap isu/materi apa saja yang akan muncul pada pasal-pasal berikutnya dalam bab ini, terutama menjelaskan tentang Stratifikasi Doktrin dan Doktrin Turunan. (Pasal dalam bab ini dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan) 34. Stratifikasi Doktrin. Pada subpasal ini menjelaskan tentang strata doktrin di lingkungan TNI AU mulai dari strata strategis, operasional dan strata taktis. 35. Doktrin Turunan. Pada subpasal ini menjelaskan tentang doktrin turunan yang merupakan penjabaran dari Doktrin TNI AU SBP yaitu Doktrin Operasi Militer (Opsmil), Doktrin Fungsi dan Jukref. BAB VII PENUTUP 36. Pada Bab Penutup, selain kata-kata penutup, perlu ditulis juga hal-hal terkait umpan balik untuk kesempurnaan naskah dan pelaksanaan di lapangan. PEJABAT PARAF Wakasau Asrena Kasau Dankodiklatau Kadiskumau Kasetumau KEPALA STAF ANGKATAN UDARA, FADJAR PRASETYO, S.E., M.P.P. MARSEKAL TNI
- 67 - 3,5 Cm ) ) DOKTRIN OPERASI UDARA DALAM OPERASI MILITER PERANG/SELAIN PERANG DISAHKAN DENGAN KEPUTUSAN KEPALA STAF ANGKATAN UDARA NOMOR KEP/ / /20XX TANGGAL DD/MM/YYYY TENTARA NASIONAL INDONESIA MARKAS BESAR ANGKATAN UDARA DOP:.. Ukuran huruf 16 s.d.18 Bookman Old Style Warna Kuning Emas 3 Cm Ukuran kopstuk 11 huruf Bookman Old Style Ukuran huruf 12 Bookman Old Style CONTOH 2
- 68 - DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI i Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/ / /20XX tanggal 20XX tentang Doktrin Operasi Udara Dalam OMP/OMSP…….. BAB I PENDAHULUAN 1. Umum ……………………………………………………………… 2. Maksud dan Tujuan ...................................................... 3. Ruang Lingkup dan Tata Urut........................................ 4. Dasar ............................................................................ 5. Pengertian ...................................................................... 6. Kedudukan .................................................................... BAB II KETENTUAN UMUM 7. Umum………………………………………………………………. 8. Definisi .......................................................................... 9. Tujuan dan Sasaran ……………………............................. 10. Peran.............................................................................. 11. Fungsi………………………………………............................. 12. Sifat ............................................................................... 13. Asas .............................................................................. 14. Bentuk dan Jenis .......................................................... 15. Organisasi Komando Operasi Udara Dalam OMP/OMSP 16. Proses Pengambilan Keputusan ..................................... 17. Wilayah Operasi Udara Dalam OMP/OMSP……………….. 18. Ketentuan Lainnya ......................................................... BAB III OPERASI UDARA UNTUK PERANG TNI AU 19. Umum ……………………………………………………………… 20. Kampanye Militer………………………………………………… 21. Operasi Menghadapi Agresi............................................ 22. Operasi Menghadapi Konflik Bersenjata......................... BAB IV TUGAS, TANGGUNG JAWAB, DAN TATARAN 23. Umum ……………………………………………………………… 24. Tugas dan Tanggung Jawab........................................... 25. Tataran Kewenangan...................................................... BAB V KOMANDO DAN KENDALI 26. Umum ……………………………………………………………… 27. Komando........................................................................ 28. Kendali........................................................................... BAB VI PENUTUP 29. Doktrin Turunan ............................................................ 30. Keberhasilan................................................................... 31. Penyempurnaan.............................................................. LAMPIRAN A: DAFTAR PENGERTIAN ………………………………………………… LAMPIRAN B: SKEMA KEDUDUKAN DOKTRIN OPSUD DALAM OMP/OMPS LAMPIRAN C: DAFTAR PESERTA POKJA……………………………………………. DAFTAR DISTRIBUSI 1 ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... …… …… …… …… ....
- 69 - ) KEPUTUSAN KEPALA STAF ANGKATAN UDARA Nomor Kep/368/XII/2019 ) tentang ) DOKTRIN OPERASI UDARA DALAM OPERASI MILITER PERANG/SELAIN PERANG ) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA STAF ANGKATAN UDARA, ) ) Menimbang : a. bahwa dalam rangka melaksanakan tugas TNI AU sebagaimana diatur dalam Undang-Undang dibutuhkan peranti lunak berupa doktrin operasi udara sebagai pedoman dalam penyelenggaraan penggunaan kekuatan TNI AU; ) b. Bahwa Peraturan Kepala Staf TNI AU Nomor Perkasau/.../V/2008, tanggal .. Mei 2008 tentang Buku Petunjuk TNI AU Tentang Operasi Udara sudah tidak sesuai dengan perkembangan lingkungan strategis serta tantangan tugas TNI AU, sehingga perlu diganti; *) ) c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan keputusan Kepala Staf Angkatan Udara tentang Doktrin Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang; (sesuiakan judul) ) Mengingat : 1. Keputusan Presiden Nomor .../TNI/Tahun ..... tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Udara; (Pengangkatan Kasau); ) 2. Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/545/V/ 2019 tentang Doktrin TNI Angkatan Udara Swa Bhuwana Paksa (SBP); ) 3. Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1055/ IX/2019 tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI; (Pengangkatan Dankodiklatau); 2 Cm 2,5 Cm 8 Cm CONTOH: DOKTRIN OPSUD DALAM OMP/OMSP 2,5 Cm 2,5 Cm 2,5 Cm
- 70 - 4. Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/.../ IX/2019 tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI; (Pengangkatan SPM); ) 5. Dst (sesuai dengan kebutuhan); ) Memperhatikan : 1. Surat Perintah Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Sprin/…./2019 tanggal …….. tentang penugasan anggota pokja Doktrin Operasi Udara Dalam Militer Perang/Selain Perang; ) 2. Hasil perumusan kelompok kerja penyusunan Doktrin Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/ Selain Perang; ) MEMUTUSKAN: ) Menetapkan : 1. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara tentang Doktrin Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang, sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari keputusan ini dengan menggunakan Kode DOUP:OPS-01/DOUSP:OPS-01 dan berklasifikasi Biasa. (Sesuaikan SPM). ) 2. Asisten Operasi Kasau sebagai pembina materi Doktrin Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang. ) 3. Pada saat keputusan ini mulai berlaku, Keputusan Kasau Nomor….. tentang ….. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. **) ) 4. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. ) Keterangan: *) apabila merevisi ketentuan lama dan ketentuan lama tersebut akan dicabut. **) apabila ketentuan lama akan dicabut. Catatan: Peraturan dan Keputusan Kasau setingkat, maka urutan penulisan berdasarkan kronologis/urutan penetapan. PEJABAT PARAF Asops Kasau Wadan Kodiklatau Dirdok Kodiklatau Kadiskumau Kasetumau Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20XX a.n. KEPALA STAF ANGKATAN UDARA DANKODIKLAT, ) ) ) TATANG HARLYANSYAH, S.E., M.M. MARSEKAL MUDA TNI ) )
- 71 - TENTARA NASIONAL INDONESIA MARKAS BESAR ANGKATAN UDARA ) ) DOKTRIN OPERASI UDARA DALAM OPERASI MILITER PERANG/SELAIN PERANG ) ) BAB I PENDAHULUAN ) 1. Umum. ) a. (Latar Belakang) menjelaskan latar belakang disusunnya Doktrin Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang. ) b. (Fakta dan Data) yang berkaitan dengan dioperasionalkannya Doktrin Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang TNI AU dihadapkan dengan perubahan perkembangan lingkungan strategis baik internasional, regional, maupun nasional. ) c. (Pentingnya Penyusunan Doktrin Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang TNI AU) dihadapkan dengan kebutuhan. ) 2. Maksud dan Tujuan. ) a. Maksud. Disusunnya Doktrin Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang TNI AU ini dimaksudkan untuk menyajikan materi apa? Dalam kegiatan apa? ) b. Tujuan. Tujuan disusunnya Doktrin Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang sebagai pedoman agar apa? (merupakan kalimat Output/hasil/ keluaran/produk). yang merupakan tujuan dari penyusunan naskah dimaksud. ) 3. Ruang Lingkup dan Tata Urut. ) a. Ruang Lingkup. ) b. Tata Urut. ) 1) Pendahuluan. ) 2) Ketentuan-Ketentuan. ) 3) Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang. ) 4) Tugas, Tanggung Jawab, dan Tataran Kewenangan. ) 5) Komando dan Kendali. ) 6) Penutup. Lampiran Keputusan Kasau Nomor Kep/ / / Tanggal CONTOH 2 2,54 Cm 1,52 Cm 1,27 Cm 2,03 Cm
- 72 - 4. Dasar. Peraturan Perundang-undangan, Peraturan/Keputusan Panglima TNI/Kasau yang terkait. (Disusun secara kronologis dan sesuai Hirarki). 5. Pengertian. Apabila daftar pengertian lebih dari satu halaman, maka dicantumkan dalam daftar pengertian yang merupakan lampiran tersendiri. (Daftar Pengertian tercantum pada Lampiran A). Urutan istilah dalam daftar pengertian ditampilkan berdasarkan urutan alphabet. ) 6. Kedudukan. Jelaskan bagaimana kedudukan hierarkinya terhadap doktrin di atasnya dan petunjuk turunan di bawahnya/lainnya. (Skema kedudukan tercantum pada Lampiran B). ) ) BAB II KETENTUAN-KETENTUAN ) (Bab ini akan diuraikan tentang umum, Definisi, Tujuan, Peran, Fungsi, Sifat, Asas, Bentuk dan jenis, Organisasi komando operasi udara dalam operasi militer perang/selain perang, proses pengambilan keputusan dalam Operasi Udara dalam OMP/OMSP, Wilayah Operasi Udara untuk perang/selain perang, dan atau hal-hal lain yang terkait sesuai dengan keperluan. ) 7. Umum. Pasal ini berisi redaksional pengantar untuk membawa pikiran pembaca bersiap/antisipatif terhadap isu/materi apa saja yang akan muncul pada pasal-pasal berikutnya dalam bab ini. ) 8. Definisi. Pasal ini menjelaskan tentang pengertian atau definisi dari Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang tersebut. ) 9. Tujuan dan Sasaran. Pasal ini menjelaskan tentang tujuan dari masing masing Operasi Udara untuk Perang/selain perang dan sasarannya. ) 10. Peran. Pada pasal ini berisikan peran yang terdapat dalam doktrin Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang. ) 11. Fungsi. Pada pasal ini menjelaskan fungsi yang terdapat dalam doktrin Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang. ) 12. Sifat. Pasal ini menjelaskan tentang sifat dari Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang. ) 13. Asas. Pasal ini menjelaskan tentang asas dari Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang. ) 14. Bentuk dan Jenis. Pada pasal ini menjelaskan tentang bentuk dan jenis dari Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang. ) 15. Organisasi Komando Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang. Pada pasal ini menjelaskan tentang struktur organisasi dari Komando Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang. ) 16. Proses Pengambilan Keputusan. Pada pasal ini menjelaskan tentang proses pengambilan keputusan dalam Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang. ) 17. Wilayah Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang. Pada pasal ini menjelaskan tentang cakupan dari wilayah Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang. ) )
- 73 - 18. Ketentuan Lainnya. Berisikan tentang ketentuan lainnya yang di perlukan dalam Doktrin ini. ) Catatan: Judul pasal, jumlah pasal dan urutan pasal dapat disesuaikan oleh SPM/SPMK sesuai kebutuhan. ) ) BAB III OPERASI UDARA DALAM OPERASI MILITER PERANG/SELAIN PERANG ) 19. Umum. Pasal ini berisi redaksional pengantar untuk membawa pikiran pembaca bersiap/antisipatif terhadap bahasan/materi apa saja yang akan muncul pada pasal-pasal berikutnya dalam bab ini. Secara khusus menyebutkan kampanye operasi udara menghadapi agresi, operasi menghadapi konflik bersenjata. ) 20. Kampanye Militer. Pada pasal ini dirinci tentang kampanye udara. ) 21. Operasi Menghadapi Agresi. Pada pasal ini dirinci tentang operasi udara menghadapi agresi dan dapat juga ditambahkan operasi lainnya sesuai dengan kebutuhan. ) 22. Operasi Menghadapi Konflik Bersenjata. Pasal ini menjelaskan secara rinci tentang Operasi Menghadapi Konflik Bersenjata yang menjadi bagian dari Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang TNI AU. ) ) BAB IV TUGAS, TANGGUNG JAWAB, DAN TATARAN KEWENANGAN ) 23. Umum. Pasal ini berisi redaksional pengantar untuk membawa pikiran pembaca bersiap/antisipatif terhadap isu/materi apa saja yang akan muncul pada pasal-pasal berikutnya dalam bab ini. Secara khusus menyebutkan peran, fungsi dan tugas serta tanggung jawab pada Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang. ) 24. Tugas dan Tanggung Jawab. Pada pasal ini menjelaskan tugas dan tanggung jawab dari masing-masing pihak yang terdapat dalam doktrin Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang. ) 25. Tataran Kewenangan. Pada pasal ini menjelaskan tentang tataran kewenangan dari masing-masing pihak yang terlibat dalam Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang. ) ) BAB V KOMANDO DAN KENDALI ) 26. Umum. Pasal ini berisi redaksional pengantar untuk membawa pikiran pembaca bersiap/antisipatif terhadap isu/materi apa saja yang akan muncul pada pasal-pasal berikutnya dalam bab ini. Secara khusus menyebutkan komando dan kendali Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang TNI AU. ) 27. Komando. Pada pasal ini menjelaskan tentang rentang komando pada Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang TNI AU. ) )
- 74 - 28. Kendali. Pada pasal ini menjelaskan tentang rentang kendali pada Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang TNI AU. ) ) BAB VI PENUTUP ) Pada Bab Penutup, selain kata-kata penutup, perlu ditulis juga hal-hal terkait petunjuk turunan, keberhasilan dan penyempurnaan naskah. ) 29. Petunjuk Turunan. Pada pasal ini menjelaskan tentang petunjuk di bawahnya yang menjadi petunjuk turunan dari Doktrin Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang TNI AU. ) 30. Keberhasilan. Pada pasal ini berisikan hal-hal yang dianggap berpengaruh dalam keberhasilan Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang TNI AU. ) 31. Penyempurnaan. Pada pasal ini menjelaskan tentang proses penyempurnaan Doktrin Operasi Udara Dalam Operasi Militer Perang/Selain Perang TNI AU dengan menggunakan mekanisme umpan balik. ) ) ---------------------------------------------------------------------------------------------- PEJABAT PARAF Wadankodiklatau Waasrena Kasau Waasops Kasau Dirdok Kodiklatau Kadiskumau Kasetumau PEJABAT PARAF Wadan Kodiklatau Dirdok Kodiklatau Kadiskumau Kasetumau a.n. KEPALA STAF ANGKATAN UDARA ASISTEN OPERASI, NAMA PANGKAT a.n. KEPALA STAF A DANKO TATANG HARLYA MARSEKAL) )
- 75 - DOKTRIN FUNGSI UMUM/KHUSUS PEMBINAAN ……. KET: WARNA SAMPUL BIRU TUA DISAHKAN DENGAN KEPUTUSAN KEPALA STAF ANGKATAN UDARA NOMOR KEP/ / /20XX TANGGAL DD/MM/YYYY TENTARA NASIONAL INDONESIA MARKAS BESAR ANGKATAN UDARA 3 CM 3,5 CM Ukuran huruf 16 s.d.18 Bookman Old Style Warna kuning emas Ukuran kopstuk 12 huruf Bookman Old Style Ukuran huruf 12 Bookman Old Style DFU/DFK:.. CONTOH 3
- 76 - DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI i Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/ / /20XX tanggal 20XX tentang Doktrin Fungsi Umum/Khusus…………….. BAB I PENDAHULUAN 1. Umum ………………………………………………………………. 2. Maksud dan Tujuan ........................................................ 3. Ruang Lingkup dan Tata Urut.......................................... 4. Dasar .............................................................................. 5. Pengertian ........................................................................ 6. Kedudukan ...................................................................... BAB II KETENTUAN-KETENTUAN 7. Umum……………………………………………………………….. 8. Tujuan dan Sasaran …………………………………………….. 9. Prinsip dan/atau Asas ..................................................... 10. Metode ……………………. .................................................. 11. Peran................................................................................ 12. Organisasi Tugas dan Fungsi ………………… .................... 13. Ketentuan Lain................................................................. BAB III KEBIJAKAN, STRATEGIS, DAN OPERASIONAL 14. Umum ………………………………………………………………. 15. Kebijakan…………………………………………………............. 16. Strategis.......................................................................... 17. Operasional..................................................................... BAB IV TUGAS, TANGGUNG JAWAB, DAN TATARAN 18. Umum ………………………………………………………………. 19. Tugas dan Tanggung Jawab............................................. 20. Tataran Kewenangan....................................................... BAB V PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN 21. Umum ……………………………………………………………… 22. Pengawasan.................................................................... 23. Pengendalian.................................................................. BAB VI PENUTUP 24. Petunjuk Turunan.......................................................... 25. Keberhasilan.................................................................. 26. Penyempurnaan............................................................. LAMPIRAN A: DAFTAR PENGERTIAN ……………………………………..……… LAMPIRAN B: BAGAN KEDUDUKAN DFU/DFK ………………………………... LAMPIRAN C: DAFTAR PESERTA POKJA ………………………………………… DAFTAR DISTRIBUSI 1 ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... .... .... ....
- 77 - KEPUTUSAN KEPALA STAF ANGKATAN UDARA Nomor Kep/ / /20XX ) tentang ) DOKTRIN FUNGSI UMUM/KHUSUS PEMBINAAN ……. ) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA ) KEPALA STAF ANGKATAN UDARA, ) ) Menimbang : a. bahwa dalam rangka…..diperlukan peranti lunak berupa ...........; ) b. bahwa Keputusan Kasau Nomor Kep/…/.../20xx tentang .... sudah tidak sesuai dengan ….., sehingga perlu diganti; *) ) c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Kasau tentang DFU/DFK...(sesuaikan judul)..; ) Mengingat : 1. Keputusan Presiden Nomor .../TNI/Tahun..... tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Udara; (Pengangkatan Kasau); ) 2. Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/545/V/ 2019 tentang Doktrin TNI Angkatan Udara Swa Bhuwana Paksa (SBP); ) 3. Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1..../ IX/2019 tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI; (Pengangkatan Dankodiklatau); ) 4. Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/.../ IX/2019 tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI; (Pengangkatan SPM); ) 5. Dst (sesuai dengan kebutuhan); 2 Cm 2,5 Cm 8 Cm 2,5 Cm 2,5 Cm 2,5 Cm CONTOH : DOKTRIN FUNGSI UMUM/KHUSUS
- 78 - Memperhatikan : 1. Surat Perintah Kasau Nomor Sprin……/ tanggal....... tentang penugasan anggota pokja Doktrin Fungsi Umum/Khusus Pembinaan Potensi Dirgantara; ) 2. Hasil perumusan kelompok kerja penyusunan Petunjuk Penyelenggaraan ……..; ) MEMUTUSKAN: ) Menetapkan : 1. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara tentang Doktrin Fungsi Umum /Doktrin Fungsi Khusus .... sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari keputusan ini dengan menggunakan Kode DFU/DFK: ….. dan berklasifikasi Biasa. ) 2. Asisten/Kepala/Komandan .... (SPM/SPMK) sebagai Pembina Materi DFU/DFK ……. ) 3. Pada saat Keputusan ini mulai berlaku, Keputusan Kasau Nomor….. tentang ….. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. **) ) 4. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. ) Ditetapkan di Jakarta pada tanggal Keterangan: *) Apabila merevisi ketentuan lama dan ketentuan lama tersebut akan dicabut **) Apabila ketentuan lama akan dicabut Catatan: Peraturan dan Keputusan Kasau setingkat, maka urutan penulisan berdasarkan kronologis/urutan penetapan. PEJABAT PARAF Aspotdirga Kasau Wadankodiklatau Dirdok Kodiklatau Kadiskumau Kasetumau a.n. KEPALA STAF ANGKATAN UDARA DANKODIKLAT, TATANG HARLYANSYAH, S.E., M.M. MARSEKAL MUDA TNI ) )
- 79 - ) ) DOKTRIN FUNGSI UMUM/KHUSUS PEMBINAAN ..... ) ) BAB I PENDAHULUAN ) 1. Umum. ) a. (Latar Belakang) Berisikan tentang latar belakang, landasan pemikiran dan faktor-faktor yang berpengaruh dalam penyusunan doktrin (DFU/DFK...) serta kegunaannya dan atau hal-hal lain yang terkait sesuai dengan keperluan. ) b. (Fakta dan Fakta) ) yang berkaitan dengan dioperasionalkannya Doktrin (DFU/DFK...) dihadapkan dengan perubahan perkembangan lingkungan strategis baik internasional, regional, maupun nasional. ) c. (Pentingnya Penyusunan/Revisi Doktrin Fungsi Umum/ Doktrin Fungsi Khusus .....) dihadapkan dengan kebutuhan. ) 2. Maksud dan Tujuan. ) a. Maksud. Disusunnya Doktrin Fungsi Umum/Khusus ini dimaksudkan untuk menyajikan materi apa? Dalam kegiatan apa? ) b. Tujuan. Tujuan disusunnya Doktrin Fungsi Umum/Doktrin Fungsi Khusus ....... sebagai pedoman agar apa? (merupakan kalimat Output/hasil/keluaran/produk). yang merupakan tujuan dari penyusunan naskah dimaksud. ) 3. Ruang Lingkup dan Tata Urut. ) a. Ruang Lingkup. Ruang lingkup DFU/DFK ..... meliputi ....... ) b. Tata Urut. ) 1) Pendahuluan. ) 2) Ketentuan-Ketentuan ) 3) Kebijakan, Strategi, dan Operasional. ) 4) Tugas, Tanggung jawab, dan Tataran Kewenangan. ) 5) Pengawasan dan Pengendalian. ) 6) Penutup. TENTARA NASIONAL INDONESIA MARKAS BESAR ANGKATAN UDARA CONTOH 3 Lampiran Keputusan Kasau Nomor Kep/ / / Tanggal 2,54 Cm 1,52 Cm 2,03 Cm 1,27 Cm
- 80 - 4. Dasar. Peraturan Perundang-undangan, Peraturan/Keputusan Panglima TNI/Kasau yang terkait. (Disusun secara kronologis dan sesuai Hirarki). ) 5. Pengertian. Apabila daftar pengertian lebih dari satu halaman, maka dicantumkan dalam daftar pengertian yang merupakan lampiran tersendiri. (Daftar Pengertian tercantum pada Lampiran A). Urutan istilah dalam daftar pengertian ditampilkan berdasarkan urutan alphabet. ) 6. Kedudukan. Jelaskan bagaimana kedudukan hierarkinya terhadap doktrin diatasnya dan petunjuk turunan dibawahnya/lainnya. (Skema kedudukan tercantum pada Lampiran B). ) ) BAB II KETENTUAN-KETENTUAN ) (Berisikan tentang prinsip-prinsip, metode, peran, pokok-pokok organisasi dan fungsi dalam pembinaan ...... (hal-hal lain yang terkait sesuai dengan keperluan). ) 7. Umum. Pasal ini berisi redaksional pengantar untuk membawa pikiran pembaca bersiap/antisipatif terhadap isu/materi apa saja yang akan muncul pada pasal-pasal berikutnya dalam bab ini. Secara khusus menyebutkan prinsip, metode, pokok-pokok organisasi dan fungsi dalam penggunaan dan pembinaan ....... serta ketentuan lain yang diperlukan. ) 8. Tujuan dan Sasaran. Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx. ) a. Tujuan. Xxxxxxx. ) b. Sasaran. Xxxxxxx. ) 1) Xxxxxxxx. ) 2) Xxxxxxxx. ) 9. Prinsip dan/Atau Asas. Pada pasal ini menjelaskan tentang prinsip dan/atau asas dalam doktrin fungsi umum/doktrin fungsi khusus ..... ) 10. Metode. Pada pasal ini menjelaskan tentang metode yang digunakan dalam doktrin DFU/DFK ...... ) 11. Peran. Pada pasal ini berisikan peran pembinaan DFU/DFK ...... ) 12. Organisasi Tugas dan Fungsi. Pada pasal ini menjelaskan tentang pokok-pokok organisasi dan fungsi baik dalam pembinaan DFU/DFK …. ) 13. Ketentuan Lain. Berisikan tentang ketentuan lainnya yang diperlukan dalam pembinaan DFU/DFK ...... ) Catatan: Judul pasal, jumlah pasal dan urutan pasal dapat disesuaikan oleh SPM/SPMK sesuai kebutuhan. ) )
- 81 - BAB III KEBIJAKAN, STRATEGI, DAN OPERASIONAL ) 14. Umum. Pasal ini berisi redaksional pengantar untuk membawa pikiran pembaca bersiap/antisipatif terhadap isu/materi apa saja yang akan muncul pada pasal-pasal berikutnya dalam bab ini. Secara khusus menyebutkan kebijakan, strategi dan operasional dalam doktrin fungsi umum/ doktrin fungsi khusus ...... ) 15. Kebijakan. Pasal ini menjelaskan tentang kebijakan yang terdapat pada doktrin fungsi umum/doktrin fungsi khusus ...... ) 16. Strategi. Pada pasal ini menjelaskan tentang strategi yang dianut dalam doktrin fungsi umum/doktrin fungsi khusus …. ) 17. Operasional. Pada pasal ini menjelaskan tentang operasional pembinaan DFU/DFK ….. ) Catatan: Untuk pasal pada bab Kebijakan, Strategi, dan Operasional disesuaikan dengan kebutuhan SPM/SPMK. ) ) BAB IV TUGAS, TANGGUNG JAWAB, DAN TATARAN KEWENANGAN ) 18. Umum. Pasal ini berisi redaksional pengantar untuk membawa pikiran pembaca bersiap/antisipatif terhadap isu/materi apa saja yang akan muncul pada pasal-pasal berikutnya dalam bab ini. Secara khusus menyebutkan tugas dan tanggung jawab dalam pembinaan DFU/DFK ..... ) 19. Tugas dan Tanggung Jawab. Pada pasal ini menjelaskan tugas dan tanggung jawab dari masing-masing pihak yang terdapat dalam pembinaan DFU/DFK ….. ) 20. Tataran Kewenangan. Pada pasal ini menjelaskan tentang tataran kewenangan dari masing-masing pihak yang terlibat dalam pembinaan DFU/DFK ...... ) ) BAB V PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN ) (Berisikan antara lain umum, pengawasan dan pengendalian dalam pembinaan DFU/DFK ...... ). ) 21. Umum. Pasal ini berisi redaksional pengantar untuk membawa pikiran pembaca bersiap/antisipatif terhadap isu/materi apa saja yang akan muncul pada pasal-pasal berikutnya dalam bab ini. Secara khusus menyebutkan pengawasan dan pengendalian dalam pembinaan DFU/DFK ...... ) 22. Pengawasan. Pada pasal ini menjelaskan tentang kegiatan pengawasan terhadap pembinaan DFU/DFK ..... ) 23. Pengendalian. Pada pasal ini menjelaskan tentang kegiatan pengendalian terhadap pembinaan DFU/DFK ..... ) )
- 82 - BAB VI PENUTUP ) Pada bab penutup, selain kata-kata penutup, perlu ditulis juga hal-hal terkait petunjuk turunan, keberhasilan dan penyempurnaan naskah. ) 24. Petunjuk Turunan. Pada pasal ini menjelaskan tentang petunjuk dibawahnya yang menjadi petunjuk turunan dari Doktrin Fungsi Umum /Doktrin Fungsi Khusus ..... ) 25. Keberhasilan. Pada pasal ini berisikan hal-hal yang dianggap berpengaruh dalam keberhasilan pembinaan DFU/DFK ...... ) 26. Penyempurnaan. Pada pasal ini menjelaskan tentang proses penyempurnaan Doktrin Fungsi Umum / Doktrin Fungsi Khusus .... dengan menggunakan mekanisme umpan balik. ) ) ------------------------------------------------------------------------------------------------ PEJABAT PARAF Dirdok Kodiklatau Waaspotdirga Kasau Kadiskumau Kasetumau Paban I/Ren PEJABAT PARAF Wadan Kodiklatau Dirdok Kodiklatau Kadiskumau Kasetumau a.n. KEPALA STAF ANGKATAN UDARA ASPOTDIRGA, TATANG HARLYANSYAH, S.E., M.M. MARSEKAL MUDA TNI a.n. KEPALA STAF ANGKATAN UDARA DANKODIKLAT, TATANG HARLYANSYAH, S.E., M.M. MARSEKAL MUDA TNI ) )
- 83 - PETUNJUK PENYELENGGARAAN OPERASI UDARA ………..….. (WARNA SAMPUL BIRU) DISAHKAN DENGAN KEPUTUSAN KEPALA STAF ANGKATAN UDARA NOMOR KEP/ / /2019 TANGGAL DD/MM/YYYY Ukuran huruf 18 Bookman Old Style Warna Kuning Emas Ukuran kopstuk 12 huruf Bookman Old Style Ukuran huruf 12 Bookman Old Style TENTARA NASIONAL INDONESIA MARKAS BESAR ANGKATAN UDARA CONTOH 4 3 CM 3,5 CM PG: ….
- 84 - DAFTAR ISI DAFTAR ISI Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/ / /20XX tanggal 20XX tentang Petunjuk Penyelenggaraan Operasi Udara ……… BAB I PENDAHULUAN 1. Umum ………………………………………………………………. 2. Maksud dan Tujuan ........................................................ 3. Ruang Lingkup dan Tata Urut.......................................... 4. Dasar .............................................................................. 5. Pengertian ........................................................................ 6. Kedudukan ...................................................................... BAB II KETENTUAN-KETENTUAN 7. Umum………………………………………………………………. 8. Tujuan dan Sasaran ........................................................ 9. Prinsip ……………………. .................................................. 10. Ketentuan Lain................................................................. BAB III ORGANISASI, TUGAS, DAN TANGGUNG JAWAB 11. Umum ……………………………………………………………… 12. Organisasi…………………………………………………........... 13. Tugas dan Tanggung Jawab............................................ BAB IV TAHAPAN PENYELENGGARAAN 14. Umum ……………………………………………………………… 15. Tahap Perencanaan........................................................ 16. Tahap Persiapan............................................................. 17. Tahap Pelaksanaan......................................................... 18. Tahap Pengakhiran......................................................... BAB V DUKUNGAN 19. Umum ……………………………………………………………… 20. Anggaran........................................................................ 21. Administrasi Umum........................................................ 22. Personel.......................................................................... 23. Logistik........................................................................... 24. Komunikasi.................................................................... 25. Dukungan Lainnya yang di Perlukan.............................. BAB VI KOMANDO DAN KENDALI 26. Umum............................................................................ 27. Komando........................................................................ 28. Kendali........................................................................... BAB VII PENUTUP 29. Petunjuk Turunan .......................................................... 30. Keberhasilan ................................................................. 31. Penyempurnaan ............................................................ 1 ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ……. ……. ……. ….… ….… ….… i Halaman
- 85 - LAMPIRAN A : DAFTAR PENGERTIAN ……………………………………………. LAMPIRAN B : SKEMA KEDUDUKAN JUKGAR …………………………………. LAMPIRAN C : DAFTAR CONTOH ………………………………………………… LAMPIRAN D : DAFTAR PESERTA POKJA ……………………………………….. DAFTAR DISTRIBUSI …. …. …. ….
- 86 - ) KEPUTUSAN KEPLA STAF ANGKATAN UDARA Nomor Kep / / / ) tentang ) PETUNJUK PENYELENGGARAAN …… (Opsud ) ) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA ) KEPALA STAF ANGKATAN UDARA, ) ) Menimbang : a. bahwa dalam rangka…..diperlukan peranti lunak berupa ……; ) b. bahwa Keputusan Kasau Nomor Kep/…/.../20xx tentang .... sudah tidak sesuai dengan ….., sehingga perlu diganti; *) ) c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Kasau tentang petunjuk penyelenggaraan (opsud..... (sesuikan judul)); ) Mengingat : 1. Keputusan Presiden Nomor .../TNI/Tahun ..... tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Udara; (Pengangkatan Kasau). ) 2. Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/..../ IX/20xx tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI; (Pengangkatan Dankodiklatau). ) 3. Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/.../ IX/20xx tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI; (Pengangkatan SPM/SPMK). ) 4. Dst (sesuai dengan kebutuhan); ) Memperhatikan : 1. Surat Perintah Kasau Nomor ………tentang Perintah melaksanakan Pokja penyusunan Petunjuk penyelenggaraan. ….; 2 Cm 2,5 Cm 8 Cm 2,5 Cm 2,5 Cm CONTOH : JUKGAR OPSUD
- 87 - 2. Hasil perumusan kelompok kerja penyusunan Petunjuk Penyelenggaraan ……..; ) MEMUTUSKAN: ) Menetapkan : 1. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara tentang Petunjuk Penyelenggaraan ……………., sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari keputusan ini dengan menggunakan Kode PG:.... dan berklasifikasi Biasa. ) 2. Asisten Operasi Kasau sebagai pembina materi Petunjuk Penyelenggaraan.............. ) 3. Pada saat Keputusan ini mulai berlaku, Keputusan Kasau Nomor….. tentang ….. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. ) 4. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. ) Ditetapkan di Jakarta pada tanggal Keterangan: *) Apabila merevisi ketentuan lama dan ketentuan lama tersebut akan dicabut. **) Apabila ketentuan lama akan dicabut. Catatan: Peraturan dan Keputusan Panglima TNI setingkat, maka urutan penulisan berdasarkan kronologis/urutan penetapan. PEJABAT PARAF Wadankodiklatau Dirdok Kodiklatau Ka SPM/SPMK Kadiskumau Kasetumau a.n. KEPALA STAF ANGKATAN UDARA DANKODIKLAT, TATANG HARLYANSYAH, S.E., M.M. MARSEKAL MUDA TNI ) )
- 88 - TENTARA NASIONAL INDONESIA MARKAS BESAR ANGKATAN UDARA ) ) PETUNJUK PENYELENGGARAAN (Opsud) ) ) BAB I PENDAHULUAN ) 1. Umum. ) a. (Latar Belakang) Berisikan tentang latar belakang, landasan pemikiran dan faktor-faktor yang berpengaruh dalam penyusunan Jukgar dimaksud serta kegunaannya dan atau hal-hal lain yang terkait sesuai dengan keperluan. ) b. (Fakta, Data, atau Permasalahan) yang berkaitan dengan dioperasionalkannya Jukgar dimaksud dihadapkan dengan perubahan perkembangan lingkungan strategis baik internasional, regional, maupun nasional. ) c. (Solusi dari Permasalahan di Atas) perlunya disusun petunjuk ini. ) 2. Maksud dan Tujuan. ) a. Maksud. Disusunnya Petunjuk ini dimaksudkan untuk menyajikan materi apa? Sebagai apa? Bagi siapa (yang akan menggunakannya)? Dalam kegiatan apa? ) b. Tujuan. Tujuan disusunnya petunjuk ini sebagai pedoman agar apa? (merupakan kalimat Output/hasil/keluaran/produk). yang merupakan tujuan dari penyusunan naskah dimaksud. ) 3. Ruang Lingkup dan Tata Urut. ) a. Ruang Lingkup. Ruang lingkup Jukgar Opsud ..... meliputi ....... ) b. Tata Urut. ) 1) Pendahuluan ) 2) Ketentuan-Ketentuan ) 3) Organisasi, Tugas, dan Tanggung Jawab ) 4) Tahapan Penyelenggaraan ) 5) Dukungan ) 6) Komando dan Kendali. ) 7) Penutup. Lampiran Keputusan Nomor Kep / / / Tanggal CONTOH 4 2,54 Cm 1,52 Cm
- 89 - 4. Dasar. Referensi resmi yang menjadi dasar penyusunan naskah petunjuk ini. ) 5. Pengertian. Apabila daftar pengertian lebih dari satu halaman, maka dicantumkan dalam daftar pengertian yang merupakan lampiran tersendiri. (Daftar Pengertian tercantum pada Lampiran A). Urutan istilah dalam daftar pengertian ditampilkan berdasarkan urutan alphabet. ) 6. Kedudukan. Penjelasan tentang kedudukan hierarkinya relatif terhadap doktrin di atas dan juga petunjuk-petunjuk turunannya. (Skema kedudukan dilampirkan pada Lampiran B). ) ) BAB II KETENTUAN-KETENTUAN ) (Bab ini memuat nilai-nilai relevan diambil dari Doktrin atau Jukref terkait serta ketentuan-ketentuan umum sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan Opsud) ) 7. Umum. Pasal ini berisi redaksional pengantar untuk membawa pikiran pembaca bersiap/antisipatif terhadap isu/materi apa saja yang akan muncul pada pasal-pasal berikutnya dalam bab ini. Secara khusus menyebutkan tujuan dan sasaran, prinsip serta ketentuan umum lain yang diperlukan. ) 8. Tujuan dan Sasaran. ) a. Tujuan. Rumusan tujuan di bab ini merupakan penjabaran dari kalimat Output yang akan menjadi kalimat outcome (manfaat/kontribusi dari output tersebut pada Pasal Tujuan di Bab I) yang merupakan tujuan dari penyelenggaraan kegiatan dimaksud. ) b. Sasaran. Rumusan sasaran di sini merupakan indikator tercapainya Tujuan di atas, yang harus diwujudkan melalui isi materi dari naskah ini. ) 1) Terwujudnya/Tercapainya … ) 2) Terwujudnya/Tercapainya … ) 3) … dst ) 9. Prinsip. Pada pasal ini disajikan prinsip-prinsip yang menjadi koridor baik dalam perumusan redaksional maupun dalam pelaksanaannya di lapangan. ) 10. Ketentuan Lain. Berisikan tentang ketentuan lainnya yang diperlukan dalam Petunjuk Penyelenggaraan. ) Catatan: Judul pasal, jumlah pasal dan urutan pasal dapat disesuaikan oleh SPM/SPMK sesuai kebutuhan. ) )
- 90 - BAB III ORGANISASI, TUGAS, DAN TANGGUNG JAWAB ) 11. Umum. Pasal ini berisi redaksional pengantar untuk membawa pikiran pembaca bersiap/antisipatif terhadap isu/materi apa saja yang akan muncul pada pasal-pasal berikutnya dalam bab ini. Secara khusus menyebutkan tentang struktur organisasi dan tugas serta tanggung jawab. ) 12. Organisasi. Pada pasal ini menggambarkan struktur organisasi yang dipergunakan pada penyelenggaraan kegiatan dimaksud. ) 13. Tugas dan Tanggung Jawab. Pada pasal ini menjelaskan tentang tugas dan tanggung jawab sesuai struktur organisasi dimaksud. ) ) BAB IV TAHAPAN PENYELENGGARAAN ) (Pada Bab ini dipertelakan rangkaian kegiatan dengan berpedoman pada rumusan Siapa Apa Dimana Bilamana Bagaimana (SiADiBiBa), meliputi tahap Perencanaan, Persiapan, Pelaksanaan, dan Pengakhiran, termasuk Organisasi Tugas) ) 14. Umum. Pasal ini berisi redaksional pengantar untuk membawa pikiran pembaca bersiap/antisipatif terhadap isu/materi apa saja yang akan muncul pada pasal-pasal berikutnya dalam bab ini. Secara khusus menyebutkan tentang organisasi dan urutan kegiatan. ) 15. Tahap Perencanaan. ) a. Organisasi. ) 1) Struktur Organisasi. ) 2) Susunan tugas. Disebutkan tataran kewenangan, tugas, dan tanggung jawab masing-masing pejabat/satuan yang terlibat. ) b. Urutan Kegiatan. Disebutkan tentang urutan kegiatan yang dilaksanakan. ) 16. Tahap Persiapan. ) a. Organisasi. ) 1) Struktur Organisasi. ) 2) Susunan tugas. Disebutkan tataran kewenangan, tugas, dan tanggung jawab masing-masing pejabat/satuan yang terlibat. ) b. Urutan Kegiatan. Disebutkan tentang urutan kegiatan yang dilaksanakan. ) 17. Tahap Pelaksanaan. ) a. Organisasi. ) 1) Struktur Organisasi. ) )
- 91 - 2) Susunan tugas. Disebutkan tataran kewenangan, tugas, dan tanggung jawab masing-masing pejabat/satuan yang terlibat. ) b. Urutan Kegiatan. Disebutkan tentang urutan kegiatan yang dilaksanakan. ) 18. Tahap Pengakhiran. ) a. Organisasi. ) 1) Struktur Organisasi. ) 2) Susunan tugas. Disebutkan tataran kewenangan, tugas, dan tanggung jawab masing-masing pejabat/satuan yang terlibat. ) b. Urutan Kegiatan. Disebutkan tentang urutan kegiatan yang dilaksanakan. ) Pada penyelenggaraan kegiatan dengan struktur organisasi yang berbeda di tiap tahapan kegiatan, maka struktur organisasi dimuat pada Bab IV Tahapan Penyelenggaraan. Pada penyelenggaraan kegiatan dengan struktur organisasi yang sama di tiap tahapan kegiatan, maka struktur organisasi dimuat pada Bab III Organisasi, Tugas, dan Tanggung Jawab. ) ) BAB V DUKUNGAN ) 19. Umum. Pasal ini berisi redaksional pengantar untuk membawa pikiran pembaca bersiap/antisipatif terhadap isu/materi apa saja yang akan muncul pada pasal-pasal berikutnya dalam bab ini. Secara khusus menyebutkan tentang dukungan personel, logistik, anggaran, hukum, kesehatan, dan dukungan lain yang diperlukan. ) 20. Anggaran. ) 21. Administrasi umum. ) 22. Personel. ) 23. Logistik. ) 24. Komunikasi. ) 25. Dukungan lain-lain yang diperlukan. ) ) BAB VI KOMANDO DAN KENDALI ) 26. Umum. Pasal ini berisi redaksional pengantar untuk membawa pikiran pembaca bersiap/antisipatif terhadap isu/materi apa saja yang akan muncul pada pasal-pasal berikutnya dalam bab ini. Secara khusus menyebutkan tentang komando dan kendali. ) 27. Komando. Pada pasal ini menjelaskan tentang rentang komando pada penyelenggaraan kegiatan dimaksud. ) )
- 92 - 28. Kendali. Pada pasal ini menjelaskan tentang rentang kendali pada penyelenggaraan kegiatan dimaksud. ) ) BAB VII PENUTUP ) 29. Petunjuk Turunan. Juknis dari jukgar ini yang mempertelakan lebih rinci setiap urutan kegiatan pada tahapan penyelenggaraan. ) 30. Keberhasilan. Pada pasal ini berisikan hal-hal yang dianggap berpengaruh dalam keberhasilan penyelenggaraan kegiatan dimaksud. ) 31. Penyempurnaan. Pada pasal ini menjelaskan tentang proses penyempurnaan petunjuk penyelenggaraan dimaksud dengan menggunakan mekanisme umpan balik. ) Kolom pengesahan dan paraf untuk naskah materi Jukgar Opsud: ) ) ---------------------------------------------------------------------------------------------- a.n. KEPALA STAF ANGKATAN UDARA DANKODIKLAT, TATANG HARLYANSYAH, S.E., M.M. MARSEKAL MUDA TNI PEJABAT PARAF Waasops Kasau Dirdok Kodiklatau Kadiskumau Kasetumau Paban Ybs a.n. KEPALA STAF ANGKATAN UDARA ASISTEN OPERASI, NAMA PANGKAT ) )
- 93 - PETUNJUK PENYELENGGARAAN (FUNGSI UMUM/KHUSUS …………) (Warna Sampul: Biru) DISAHKAN DENGAN KEPUTUSAN KEPALA STAF ANGKATAN UDARA NOMOR KEP/ / /20XX TANGGAL DD/MM/YYYY TENTARA NASIONAL INDONESIA MARKAS BESAR ANGKATAN UDARA Ukuran kopstuk 12 huruf Bookman Old Style Ukuran huruf 18 Bookman Old Style Warna Kuning Emas 3,5 CM 3 CM Ukuran huruf 12 Bookman Old Style CONTOH 5 PG:..
- 94 - DAFTAR ISI DAFTAR ISI Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/ / /20XX tanggal 20XX tentang Petunjuk Penyelenggaraan (Fungsi Umum/Khusus)……… BAB I PENDAHULUAN 1. Umum ……………………………………………………………… 2. Maksud dan Tujuan ...................................................... 3. Ruang Lingkup dan Tata Urut........................................ 4. Dasar ............................................................................ 5. Pengertian ...................................................................... 6. Kedudukan .................................................................... BAB II KETENTUAN-KETENTUAN 7. Umum………………………………………………………………. 8. Tujuan dan Sasaran ...................................................... 9. Prinsip ……………………. ................................................ BAB III ORGANISASI, TUGAS, DAN TANGGUNG JAWAB 10. Umum ……………………………………………………………… 11. Organisasi ………………………………………………............. 12. Tugas dan Tanggung Jawab ........................................... BAB IV TAHAPAN PENYELENGGARAAN 13. Umum ……………………………………………………………… 14. Tahap Perencanaan ....................................................... 15. Tahap Persiapan ............................................................ 16. Tahap Pelaksanaan ........................................................ 17. Tahap Pengakhiran ........................................................ BAB V DUKUNGAN 18. Umum ……………………………………………………………… 19. Anggaran ....................................................................... 20. Administrasi Umum ....................................................... 21. Personel ......................................................................... 22. Logistik .......................................................................... 23. Komunikasi ................................................................... 24. Dukungan Lainnya yang diperlukan ............................. BAB VI PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN 25. Umum ........................................................................... 26. Pengawasan ................................................................... 27. Pengendalian ................................................................. BAB VII PENUTUP 28. Petunjuk Turunan ........................................................... 29. Keberhasilan ................................................................. 30. Penyempurnaan ............................................................ 1 ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... ...... …… ...... ...... ...... ...... ...... ...... i Halaman i
- 95 - LAMPIRAN A : DAFTAR PENGERTIAN ……………………………………………. LAMPIRAN B : SKEMA KEDUDUKAN JUKGAR …………………………………. LAMPIRAN C : DAFTAR PESERTA POKJA ………………………………………. DAFTAR DISTRIBUSI ........ ……... ………
- 96 - ) KEPUTUSAN KEPALA STAF ANGKATAN UDARA Nomor Kep / / / ) tentang ) PETUNJUK PENYELENGGARAAN (FUNGSI UMUM/KHUSUS) ) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA ) KEPALA STAF ANGKATAN UDARA, ) ) Menimbang : a. bahwa dalam rangka…..diperlukan peranti lunak berupa ……; ) b. bahwa Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/…/20XX tentang… sudah tidak sesuaidengan ….., sehingga perlu diganti; *) ) c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Kasau tentang petunjuk penyelenggaraan (Fungsi umum/khusus)…(sesuaikan dengan judul ….; ) Mengingat : 1. Keputusan Presiden Nomor .../TNI/Tahun ..... tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Udara; (Pengangkatan Kasau). ) 2. Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/..../ IX/20xx tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI; (Pengangkatan Dankodiklatau). ) 3. Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/.../ IX/20xx tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI; (Pengangkatan SPM/SPMK) ) 4. Dst (sesuai dengan kebutuhan); 8 Cm 2 Cm 2,5 Cm 2,5 Cm 2,5 Cm 2,5 Cm CONTOH : JUKGAR FUNGSI
- 97 - Memperhatikan : 1. Surat Perintah Kasau Nomor ………tentang perintah melaksanakan pokja penyusunan Petunjuk Penyelenggaraan fungsi umum/khusus….; 2. Hasil perumusan kelompok kerja penyusunan Petunjuk Penyelenggaraan ……..; ) MEMUTUSKAN: ) Menetapkan : 1. Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara tentang Petunjuk Penyelenggaraan (Fungsi umum/khusus) ......, sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari keputusan ini dengan menggunakan Kode PG:... dan berklasifikasi Biasa. ) 2. Irjenau/Asisten Kasau/Dan/Kabalakpus sebagai Pembina materi Petunjuk Penyelenggaraan (Fungsi umum/khusus. ) 3. Pada saat Keputusan ini mulai berlaku, Keputusan Kasau Nomor….. tentang ….. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. **) ) 4. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. ) Ditetapkan di Jakarta pada tanggal Keterangan: *) apabila merevisi ketentuan lama dan ketentuan lama tersebut akan dicabut. **) apabila ketentuan lama akan dicabut Catatan: Peraturan dan Keputusan Kasau setingkat, maka urutan penulisan berdasarkan kronologis/urutan penetapan. PEJABAT PARAF Wadankodiklatau Dirdok Kodiklatau Ka Spm/Spmk Kadiskumau Kasetumau a.n. KEPALA STAF ANGKATAN UDARA DANKODIKLAT, ) ) ) TATANG HARLYANSYAH, S.E., M.M. MARSEKAL MUDA TNI ) )