TENTANG KAMI DAFTAR ISI
Media Majalah Populer Bulanan Gnews merupakan 4 Guru Penggerak Tingkatkan
unit usaha PT. Pemalang Berdikari Jaya yang Kualitas Pendidikan
berkedudukan di Kabupaten Pemalang, Provinsi
Jawa Tengah, Indonesia.
Berbadan hukum berdasarkan Keputusan Menteri 8 Menjadi Guru ‘KIIS’
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia di Masa Pandemi Diapresiasi
dengan akta notaris yang dikeluarkan oleh Faizal
Agus Widodo, SH, Mkn. yang diperbaharui oleh
Notaris Ramzi Baraba, Sh. Mkn.
NOMOR AHU-0018594 AH.01.01.TAHUN 2018 10 Constructivism Filosofi Baru
Diperbaharui dengan NOMOR AHU-AH di Era Digital
01.03.0002271 TAHUN 2021 Diperbaharuai dengan
NOMOR AHU-0021440.AH.01.02.TAHUN 2021
Nomor Induk Berusaha (NIB) 0277010191479 Optimalisasi Kegiatan Literasi
12 Melalui Program Gema Sensasi
Susunan Redaksi
di SMP Negeri 2 Pemalang
Direktur Pimpinan Redaksi Implementasi Keyakinan Kelas
Syinta, S.IP Riza Sofyat 14 Sebagai Budaya Positif
Dewan Redaksi Redaktur Eksekutif di SD Negeri 1 Jarum, Bayat, Klaten
Synta, S.IP., Moebanoe Sarwo Edy
Moera Soemadjaja, Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa
Sarwo Edy 16 Dimasa Pandemi dengan
Penanggung Jawab Editor Game Edukasi Kahoot
Riza Sofyat Riza Sofyat, Sarwo Edy
Jurnalis/Reporter 18 Pengelolaan Model Pembelajaran
Kamal Hayat, Hengky Tri Kurniawan, Nurokhim, Project Based Learning di Dalam Kelas
Aris Yulianto (Wonogiri), Steven (Surabaya), Suluh
Apriyanto (Pacitan), Dicky Tifani Badi (Semarang), PTM Terbatas, Strategi Guru
Rizal Fahlevi (Bangka Belitung), Tengku 20 dalam Mempersiapkan Peserta Didik
Muhammad Bayusyah Putra (Kepulauan Riau),
Menghadapi PAS
Irwansyah A (Jambi)
Proses Scaffolding untuk Mencapai
Kontributor
Astutiati, Tri Indarti, Dewi Hartati, Dwi Susilowati, 22 Zone of Proximal Development
Anggi, Tri Doyo Basuki, Lisrohli Irawati, Endang Peserta Didik dalam Pemecahan
Setyoningsih, Maemunah, Purnama Wati, Yuliarti,
Wahyu Indrastuti, Tuning Sri Lestari, Titin Kusuma, Masalah Matematis Siswa Sekolah Dasar
Suci Tristiyani, Riswanto, Prista Ayu Wulandari, Ita
Setiyani, Mariyati, Ika Widiastuti, Heni Wulandari, Pemanfatan Akun belajar.id
Harita Nur A, Fitri H, Erna H, Dian Pertiwi, Desi T, 24 Sebagai Akun Belajar Bagi
Deni Suryani, ENIK W, Erna, Esti R, Faizatul,
Indah, Ita L, Kartiningsih, Mahardika D, Murni Pembelajaran di Era Covid-19
Ujiyati, Muslih, Purwanto, Rifa Nur, Siti Aminah,
Tri Susilowati, Tutik Hidayati, Wahyudi, Yanuar
Puji, Yuliana D.
Creative Design Administrasi dan Keuangan
Muhammad Syamsu Rizal Reni Dewi Widyaningrum Membangun Karakter
Anak Usia Dini
Alamat Redaksi 26
Jl. Kalimantan 1 no 24, Puri Praja Kencana,
Mulyoharjo, Rt 02, Rw 23, Kecamatan Pemalang, 28 Membangun Karakter Positif
Sejak Usia Dini
Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Indonesia.
Hubungi / WA. 087830523540,
Email: [email protected]
2
30 Metode Alternatif Pembelajaran di Masa Pandemi pada Kelas Rendah Sekolah Dasar
32 Solusi Menajamkan Potensi Murid
Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi
34 Urgensi Pembelajaran Sastra
bagi Perkembangan Kejiwaan Anak
36 GAGAL? IT’S NEVER MIND
38 Pendakian Misterius
Ajariku Melupakanmu 40
Guru Biasa Yang Mencoba Bergerak, 42
Demi berperan untuk Pendidikan Bangsa
Filosofi Ki Hajar Dewantara, 44
Sebuah Upaya Untuk Mewujudkan
Merdeka Belajar
46 Peran Guru Dalam Hal
Keteladanan di Era Digital
48 Pentingnya Membangun
Budaya Positif di Sekolah
Mendesain Kelas Menjadi
50 Ruang Kerja Interaktif
Guru Dan Siswa
52 Dilematika Pendidik dengan Beragam Kebijakan Kurikulum Pendidikan
54 Sukses Asesmen Nasional Menuju Sekolah Berkualitas
56 Upaya Kita Untuk Mengatasi Learning Loss Di Masa Pandemi
58 4 Tips Penguatan Pendidikan Karakter yang Wajib Guru Tahu
3
Guru Penggerak Tingkatkan Kualitas Pendidikan
JAKARTA - Momentum bersejarah bagi penggerak lainnya," imbuh Nadiem.
dunia pendidikan di Indonesia karena Indonesia sudah Nadiem optimistis, dukungan guru di
memiliki Guru Penggerak. Menteri Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud berbagai wilayah akan sangat membantu para Guru
Ristek), Nadiem Anwar Makarim menyampaikan, Penggerak meningkatkan kualitas pendidikan. Semua
kedepan guru tidak pernah ragu menggerakkan suatu pihak bisa bekerja sama untuk memfasilitasi berbagai
perubahan dan menghadirkan terobosan untuk inisiatif yang diupayakan Guru Penggerak.
menjadi pemimpin pembelajaran yang merdeka.
"Pada akhirnya, jika kita semua mau
"Mari kita semua terus semangat menjadi berkolaborasi, maka seluruh daerah di Indonesia akan
peminpin dan penggerak Merdeka Belajar," kata memiliki Guru Penggerak, Kepala Sekolah Penggerak
Nadiem Makarim seperti dikutip dari laman dan Pengawas Penggerak yang akan menjadi roda
Direktorat SD Kemendikbud Ristek, Sabtu pergerakan perubahan. Itulah yang terpenting," imbuh
(18/9/2021). Nadiem.
Sebanyak 2.395 guru penggerak di satuan Guru punya keinginan tingkatkan kualitas
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan pendidikan
Dasar dan Menengah dinyatakan lulus pendidikan
guru penggerak angkatan pertama. Nadiem menerangkan, setiap bertemu dengan
Guru Penggerak di berbagai wilayah Indonesia, selalu
Nadiem berharap para Guru Penggerak ada benang merah yang sama.
angkatan pertama dapat membentuk komunitas di
daerahnya masing-masing. Komunitas ini yang Yaitu mereka memiliki keresahan dan
menjadi rumah bagi Guru Penggerak untuk saling keinginan besar dalam diri para guru untuk
berdiskusi dan belajar dan berbagi inspirasi satu sama meningkatkan kualitas pendidikan para murid.
lain. Nadiem merasakan setiap kali berdiskusi dengan Guru
Penggerak, ada naluri perubahan begitu besar dan
Dengan begitu, para Guru Penggerak di telah tumbuh sejak lama.
Indonesia akan menjadi satu keluarga dengan satu
tekad bersama, dalam mewujudkan cita-cita Merdeka "Sekarang mereka diberi kemampuan dan
Belajar. kewenangan untuk melakukan perubahan sebagai
pemimpin pendidikan. Semangat itulah yang harus
"Kuncinya ada di komunitas. Anda akan kita bangun bersama," ungkap Nadiem.
menemukan kekuatan dalam kelompok, gotong
royong, kolaborasi, dan koneksi dengan guru-guru Seperti dikutip dari https://edukasi.kompas
.com/ Direktur Jenderal Guru dan Tenaga
4
Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud Ristek, keuntungan yang bisa diperoleh.
Iwan Syahril menerangkan, calon Guru Penggerak ada Mengutip laman kontan.co.id, Jumat, 18
yang lulus dengan predikat amat baik sebesar 94,84
persen, predikat baik sebesar 4,33 persen, predikat Maret 2022 Kementerian Pendidikan, Kementerian
cukup sebesar 0,58 persen, predikat sedang sebesar Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
0,12 persen, dan predikat kurang sebesar 0,12 persen. (Kemendikbud) membuka pendaftaran seleksi Calon
Guru Penggerak (CGP) dan Calon Pengajar Praktik
"Calon Guru Penggerak yang lulus dengan (CPP) Program Pendidikan Guru Penggerak angkatan
berbagai predikat tersebut berjumlah 2.395 dan yang 7. Pendaftaran Guru Penggerak dan Pengajar Praktik
tidak lulus berjumlah 6 orang CGP," ujar Iwan. dilakukan secara online di website
sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id /gurupenggerak.
Lulusan program Pendidikan Guru Penggerak
adalah Guru Penggerak dapat menciptakan Pendaftaran Guru Penggerak dibuka di 446
pembelajaran yang berpusat pada murid dan Kabupaten/Kota daerah sasaran PGP. Pendaftaran
menggerakkan ekosistem pendidikan yang lebih baik. Guru Penggerak Angkatan 7 dibuka mulai 14 Maret
sampai 15 April 2022. Sedangkan pendaftaran Guru
Iwan menambahkan, para guru diharapkan Pengajar Praktik dibuka 14 Maret hingga 8 April
dapat terus menciptakan pembelajaran yang 2022.
menumbuhkan semangat siswa, menguatkan mimpi
mereka, membuat hari mereka bahagia dan berwarna, Pendaftaran Calon Guru Penggerak terbuka
dan menuntun mereka untuk terus menjadi generasi untuk guru jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan
pewaris bangsa yang membanggakan. SLB. Sedangkan, pendaftaran Calon Pengajar Praktik
dibuka bagi Guru, Guru Penggerak, Kepala Sekolah,
“Cerita dari para guru selalu menggugah hati dan Akademisi/ Praktisi/Konsultan Pendidikan.
saya dan meyakinkan kepada saya dan kepada semua
tim bahwa masa depan ekosistem Indonesia akan Jika Anda berminat mengikuti seleksi Guru
semakin baik dan cerah. Ini bukan akhir, tapi awal titik Penggerak dan Pengajar Praktik, berikut syarat dan
mula untuk memulai perjalanan menjadi penggerak caranya.
perubahan pemimpin Indonesia,” lanjutnya. • Tahapan Pendaftaran Seleksi Calon Guru
Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Penggerak Angkatan 7
Guru dan Tenaga Kependidikan (P3GTK), Praptono • Pendaftaran Calon Guru Penggerak : 14 Maret - 15
menyampaikan, di awal program, peserta yang
berpartisipasi berjumlah 2.460 peserta. April 2022
• Seleksi Tahap 1: 14 Maret-15 April 2022
Kemudian, ada peserta yang mengundurkan • Verifikasi dan Validasi Data Pendaftaran: 18 April -
diri sebanyak 59 orang karena mengikuti kegiatan
lain, seperti latihan dasar PNS, Pendidikan Profesi 6 Mei 2022
Guru (PPG), dan lainnya. • Penilaian Seleksi Tahap 1: 9 Mei-3 Juni 2022
• Pengumuman Hasil Seleksi Tahap 1 dan
Kemendibuk Kembali Buka Pendaftaran Guru
Penggerak Angkatan 7, Ini Syarat dan Penjadwalan Seleksi Tahap 2: 13 Juni 2022
Keuntungannya • Seleksi Tahap 2: 20 Juni -8 Agustus 2022
• Pengumuman Calon Guru Penggerak: 11-15
Pengumuman untuk guru-guru di Indonesia,
pendaftaran program Guru Penggerak kembali dibuka. Agustus 2022
Berikut syarat dan cara daftar guru penggerak serta • Pendidikan Guru Penggerak : 3 Oktober -
November 2022, dilanjutkan pada Februari-Juni
2023
Syarat umum program Guru Penggerak
angkatan 7 :
1. Guru PNS maupun Non PNS baik dari sekolah
negeri maupun sekolah swasta
2. Memiliki akun guru di Data Pokok Pendidikan
(Dapodik)
3. Memiliki kualifikasi pendidikan minimal S1/D4
4. Memiliki pengalaman minimal mengajar 5 tahun
5. Memiliki masa sisa mengajar tidak kurang dari 10
tahun
6. Memiliki keinginan kuat menjadi Guru Penggerak
7. Rekrutmen Calon Guru Penggerak (CGP)
angkatan 7 adalah guru. jenjang TK, SD, SMP,
SMA, SMK, dan SLB pada 446 wilayah
kabupaten/kota yang memenuhi syarat (lihat surat
rekrutmen CGP angkatan 7)
5
8. Tidak sedang mengikuti kegiatan diklat CPNS, 7. Tidak sedang proses rekrutmen calon guru
PPG, atau kegiatan lain yang dilaksanakan secara penggerak, calon fasilitator atau sedang
bersamaan dengan proses rekrutmen dan menjalankan tugas sebagai calon guru penggerak,
pendidikan guru penggerak. atau fasilitator pada Program Pendidikan Guru
Penggerak (PGP)
9. Tidak sedang proses rekrutmen kepala sekolah
penggerak, pelatih ahli/fasilitator sekolah 8. Bagi calon peserta yang sedang mengikuti proses
penggerak atau sedang menjalankan tugas sebagai seleksi CPP PGP angkatan 5 atau PGP angkatan 6,
kepala sekolah penggerak, pelatih ahli/fasilitator mohon untuk melanjutkan seleksi tersebut dan
sekolah penggerak pada Program Sekolah tidak mengikuti seleksi CPP PGP angkatan 7,
Penggerak (PSP) 9 kecuali peserta yang sudah dinyatakan tidak lulus
pada seleksi sebelumnya
10. Tidak sedang menjadi instruktur, pelatih lapang,
pengawas lapang pada Program Organisasi Manfaat mengikuti Guru Penggerak
Penggerak (POP) Menurut Kemendibuk, setidaknya ada 7
11. Tidak sedang menjadi pengajar praktik, fasilitator manfaat penting program guru penggerak bagi
pada Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) pendidik yaitu:
1. Mengembangkan Kompetensi dalam Lokakarya
12. Bagi calon peserta yang sedang mengikuti proses
seleksi PGP angkatan 5 atau PGP angkatan 6, Bersama
mohon untuk melanjutkan seleksi tersebut dan Pendidikan Guru Penggerak selama 9 bulan dan
tidak mengikuti seleksi PGP angkatan 7, kecuali pengembangan kompetensi dalam Lokakarya
peserta yang sudah dinyatakan tidak lulus pada Bersama. Program ini meliputi pelatihan daring,
seleksi sebelumnya lokakarya, konferensi, dan pendampingan selama
9 bulan bagi calon Guru Penggerak secara gratis.
Seleksi tahap 1 Guru Penggerak terdiri dari Selama pelaksanaan program, guru tetap
1. Registrasi; 2. Pengisian Biodata (CV); 3. menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru.
Pada pelatihan ini, calon guru penggerak akan
Pengisian Esai; 4. Unggah Dokumen dipantau terkait capaian perkembangannya. Selain
itu, calon guru penggerak juga akan melaksanakan
Seleksi Tahap 2 terdiri dari evaluasi hingga tahap pelatihan selesai
Simulasi mengajar dan Wawancara dilaksanakan.
2. Meningkatkan kompetensi sebagai pemimpin
Syarat pendaftaran Calon Pengajar Praktik pembelajaran yang berpusat pada murid
Program Pendidikan Guru Penggerak angkatan 7 Manfaat kedua mengikuti program guru
penggerak bagi pendidik adalah meningkatkan
Syarat umum calon pengajar prakti Guru kompetensi sebagai pemimpin pembelajaran yang
Penggerak angkatan 7 berpusat pada murid.
1. Guru, guru penggerak, kepala sekolah, dan Pendidik dapat meningkatkan performa diri dalam
menjadi guru yang sebenar-benarnya yang
praktisi/akademisi/konsultan pendidikan yang berpusat pada murid. Itu artinya, pendidik menjadi
telah menerapkan kepemimpinan pembelajaran teladan dan mampu memberikan motivasi bagi
(instructional leadership) murid sehingga menguatkan kemampuan untuk
2. Mendapat izin dari pimpinan/atasan tempat memberdayakan murid.
bekerja. (Jika merupakan praktisi/konsultan Guru akan totalitas dalam memberikan pelayanan
individu tidak perlu surat izin) pendidikan kepada muridnya. Sehingga di masa
3. Memiliki keinginan yang kuat untuk menjadi yang akan datang, guru dapat mengatasi murid
calon pengajar praktik dan bersedia mendampingi yang bermacam rupa, termasuk murid yang unik
peserta selama proses pendidikan dan dan heterogen.
pendampingan selama 6 bulan 3. Pengalaman belajar mandiri dan kelompok
4. Tidak sedang mengikuti kegiatan diklat latsar terbimbing, terstruktur, dan menyenangkan
PNS, PPG, dan sebagai asesor Pendidikan Guru Manfaat ketiga mengikuti program guru
Penggerak atau Program Sekolah Penggerak penggerak bagi pendidik adalah mendapatkan
5. Tidak sedang proses rekrutmen kepala sekolah pengalaman belajar mandiri dan kelompok yang
penggerak, pelatih ahli/ fasilitator sekolah terbimbing, terstruktur, dan menyenangkan.
penggerak atau sedang menjalankan tugas sebagai Belajar memang dapat dilakukan dimana saja dan
kepala sekolah penggerak, pelatih ahli/fasilitator kapan saja. Akan tetapi, konsistensi adalah sesuatu
sekolah pengerak pada Program Sekolah yang sulit untuk dilakukan. Dengan adanya
Penggerak (PSP)
6. Tidak sedang menjadi instruktur, pelatih lapang, 6
pengawas lapang pada Program Organisasi
Penggerak (POP)
pelatihan guru penggerak, para pengajar dapat pendampingan selama pendidikan, serta
menimba ilmu kembali secara sistematis. memberikan motivasi dan membantu peserta
Pada tahap pertama seleksi, guru harus dalam menjalankan perannya.
melampirkan CV, esai, dan mengikuti tes bakat 6. Mendapatkan komunitas belajar baru
skolastik. Jika sudah lolos tahap 1 maka akan Manfaat keenam mengikuti program guru
lanjut ke tahap kedua dimana guru harus penggerak bagi pendidik adalah mendapatkan
menunjukkan simulasi mengajar dan wawancara. komunitas baru. Sama seperti penjabaran
Baru setelah lulus kedua tahap tersebut, pendidik sebelumnya, para guru akan bertemu sesama
dapat mengikuti pelatihan guru penggerak selama peserta dan pelatih atau pembimbing dengan latar
9 bulan. belakang yang berbeda-beda.
4. Pengalaman belajar bersama dengan rekan guru Hal ini tentu menajdi komunitas belajar baru bagi
lain yang sama-sama lolos seleksi program guru guru yang mungkin masih dapat dilakukan ketika
penggerak sudah selesai mengikuti program pelatihannya.
Manfaat keempat mengikuti program guru Prgram ini memungkinkan guru untuk
penggerak bagi pendidik adalah bertemu berkolaboasi dengan lebih banyak orang.
guru-guru dari berbagai daerah. Hal ini 7. Mendapatkan sertifikat pendidikan 306 JP dan
dikarenakan pendaftar calon guru penggerak Piagam Guru Penggerak
berasal dari seluruh wilayah di Indonesia. Dengan Manfaat ketujuh mengikuti program guru
demikian, para calon guru penggerak dapat penggerak bagi pendidik adalah mendapatkan
bertukar informasi, pengalaman, dan ilmu yang sertifikat pendidikan 306 JP dan Piagam Guru
mereka miliki selama pelatihan berlangsung. Penggerak. Hal ini dapat menjadi penunjang karir
5. Pengalaman mendapatkan bimbingan/mentoring perguruan Anda.
dari pengajar praktik (pendamping) pendidikan Tak hanya itu, selama pelaksanaan Program Guru
guru penggerak Penggerak berlangsung,Kemdikbud juga akan
Manfaat kelima mengikuti program guru memberikan dukungan sebagai berikut:
penggerak bagi pendidik adalah calon guru 1. Selama pendidikan dan pendampingan
penggerak mendapatkan pelatihan dengan mendapatkan bantuan paket data untuk pelatihan
orang-orang yang ahli di bidangnya secara gratis. daring (online)
Pengajar praktik / pendamping bagi pelatihan guru 2. Biaya transportasi, konsumsi, dan akomodasi jika
penggerak berasal dari Widyaiswara dan diperlukan untuk pelaksanaan Lokakarya (sesuai
Pengawas Sekolah yang memenuhi persyaratan kebutuhan).*Syarat & Ketentuan Berlaku
yang ditetapkan Kemendikbud. Mereka bertugas
untuk mencatat perkembangan peserta selama Itulah syarat dan cara mendaftar program
pendidkan guru penggerak secara daring, Guru Penggerak beserta manfaat yang bisa diperoleh.
Selamat mendaftar! (RedG)
7
Menjadi Guru ‘KIIS’ di Masa Pandemi Diapresiasi
Penulis : Astutiati, S.Pd (Guru SDN 1 Brangkal, Wedi, Klaten)
Sejak merebaknya kabar virus covid-19 di Sebenarnya pembelajaran tatap muka
bulan Maret 2020, semua lapisan masyarakat resah langsung jauh lebih efektif dan sangat maksimal
dan gelisah yang membuat ketakutan semua kalangan hasilnya untuk murid dibandingkan dengan
masyarakat. Tidak hanya dunia pendidikan, tetapi pembelajaran daring atau Pembelajaran Jarak Jauh
sektor perdagangan, pertanian, dan lainnya juga (PJJ). Dalam pembelajaran daring banyak sekali
terkena imbas akibat dari pandemi covid-19. Dalam kendala dalam pembelajaran terutama yaitu kekuatan
situasi pandemi seperti ini jika dilihat dari sebuah sinyal di daerah tempat tinggal murid, tidak semua
kacamata pendidikan, maka kita harus menyadari murid mempunyai gadget atau HP Android yang bisa
bahwa jangan melihat masalah ini bukan sebuah mengakses tugas-tugas dari sekolahnya, murid-murid
bencana semata, akan tetapi akan jauh lebih berguna tidak selalu mempunyai kuota pulsa karena memang
jika digunakan untuk belajar, belajar sains, kesehatan, minta kepada orang tua tidak ada. Banyak orang tua
pendidikan dan teknologi, serta mengenai diri kita yang diberhentikan pekerjaan dari perusahaan, kantor,
sendiri dan dari hati nurani. karena masa pandemi. Itu semua merupakan sesuatu
yang sangat menyentuh hati para pendidik untuk
Sejak datangnya masa pandemi covid-19 selalu sabar dalam mendidik muridnya.
dunia pendidikan merasakan kelabakan terutama
bagaimana cara mengajar guru kepada Keputusan pemerintah yang secara tiba-tiba
murid-muridnya di saat pembelajaran. Hal ini dengan memindahkan pembelajaran daring (online)
tentunya menjadi pertanyaan yang selalu berkecamuk membuat kelimpungan banyak pihak. Ketidaksiapan
di pikiran para pendidik. Kemudian muncul yang stakeholder sekolah/madrasah untuk melaksanakan
namanya pembelajaran online (daring) atau PJJ pembelajaran daring menjadi faktor utama kekacauan
(Pembelajaran Jarak Jauh) yang harus melibatkan ini meskipun sebenarnya pemerintah memberikan
kolaborasi antara orang tua dan guru yang tentunya alternatif solusi untuk memberikan penilaian terhadap
akan mengakibatkan persoalan pendidikan di masa murid untuk masa darurat seperti ini. Peralihan cara
wabah virus corona. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pembelajaran ini yang sedikit memaksa berbagai
yang saat ini diterapkan menjadikan orang tua sadar pihak untuk mengikuti alur yang sekiranya bisa
betapa sulitnya mendidik anak akhirnya akan muncul ditempuh agar pembelajaran dapat berlangsung. Dan
peningkatan empati orang tua terhadap guru. Akan yang menjadi pilihan saat ini adalah pemanfaatan
tetapi guru harus menyadari pula bahwa tanpa adanya teknologi sebagai media daring (online). Pemanfaatan
peran atau kolaborasi dari orang tua maupun wali teknologi ini sebenarnya bukan masalah, akan tetapi
murid maka pendidikan itu tidak akan selesai. Semua banyak faktor yang menghambat efektivitas
saling bersinergi guna untuk membantu pencapaian pembelajaran online seperti penguasaan teknologi
tujuan pendidikan anak dari rumah. informasi yang masih rendah dimana guru belum
melek teknologi. Seorang guru dituntut harus melek
teknologi, dimana keadaan yang hampir sama dengan
yang dihadapi oleh murid karena tidak semua murid
sudah terbiasa menggunakan teknologi dalam
kehidupan sehari-hari. Banyak sekali guru yang harus
banyak belajar tentang cara pembelajaran daring yang
bisa diterima oleh murid dengan mudah tetapi juga
menarik. Permasalahan murid terkadang mereka cepat
jenuh apabila berlama-lama dengan metode sama
yang diberikan oleh gurunya, sehingga murid menjadi
malas untuk menerima pelajaran apalagi harus
menghabiskan kuota internet. Oleh sebab itu senjata
dari pembelajaran daring adalah apabila gurunya
dapat memberikan pembelajaran yang menarik untuk
murid melalui daring. Oleh sebab itu guru harus
Kreatif, Inovatif, Inspiratif, dan Solutif (KIIS).
Di masa pandemi guru harus mampu
8
mempergunakan waktu secara cerdas dan tepat untuk murid, serta mampu memotivasi dan memberikan
memperkaya diri dengan menambah ilmu mengenai semangat murid-muridnya kea rah kemajuan. Guru
metode-metode pembelajaran secara daring. Guru yang inspiratif harus mampu memberikan layanan
dapat mengikuti webinar-webinar maupun pendidikan kepada muridnya dengan berbagai latar
diklat-diklat yang banyak sekali untuk bisa diikuti, belakang yang berbeda (fisik, intelektual, sosial, dan
seperti di platform akun SIMPKB (Sistem Informasi emosional). Untuk itu guru sebagai ujung tombak
Manajemen untuk Pengembangan Keprofesian sekaligus garda terdepan terhadap keberhasilan
Berkelanjutan) yang dimiliki oleh setiap PTK pendidikan harus memiliki beberapa kompetensi baik
masing-masing secara gratis. SIMPKB merupakan profesional, pedagogis, personal, dan sosial. Guru
program pemerintah yang ditujukan untuk guru yang juga harus solutif mampu memiliki mindset, mampu
ada di seluruh Indonesia yang bertujuan untuk memegang prinsip care, share, trust, dan mempunyai
mengembangkan kualitas profesi seorang gurudalam kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual,
rangka menciptakan mutu pendidikan yang lebih baik maka murid akan merasa nyaman bahkan kehadiran
dan berkualitas. SIMPKB guru belajar juga menjadi guru inspiratif akan selalu dinantinya. Pada akhirnya
salah satu syarat guru agar mendapatkan benefit guru inspiratif akan mampu mencetak generasi
seperti tunjangan. Program ini mempunyai tujuan penerus yang berkarakter dan dapat menjadi ujung
utama untuk meningkatkan kualitas hasil belajar dan tombak keberhasilan pendidikan. Seorang guru harus
mengembangkan kemampuan guru dengan melahirkan manusia-manusia yang mampu
beradaptasi menyesuaikan perkembangan zaman. melakukan hal-hal yang baru, tidak sekadar
Melalui SIMPKB guru belajar, harapannya siswa mengulang apa yang dilakukan generasi sebelumnya,
memiliki pemahaman dan pendalaman materi belajar sehingga bisa menjadi manusia kreatif, inovatif,
dengan lebih baik seperti ilmu terapan, keterampilan, inspiratif, solutif, cerdas, dan berkarakter kuat. Mari
dan ilmu lainnya. Dengan hasil pembelajaran yang kita bergandengan tangan mewujudkan murid-murid
baik dan berkualitas dapat menjadi tolok ukur dalam yang kreatif, inovatif, inspiratif, solutif, cerdas, dan
peningkatan jabatan atau profesi seorang guru. Oleh berkarakter kuat sesuai profil pelajar Pancasila. Kita
sebab itu pabila seorang guru itu ada kemauan, sebagai guru harus mampu merubah mindset. Kita
insyaAllah banyak ilmu dan manfaatnya dari harus belajar, kita harus kreatif, kita harus inovatif,
mengikuti webinar maupun diklat-diklat tersebut. dan kita harus solutif. Jadilah Guru dan Penulis hebat
Meskipun guru melakukan pengembangan diri yang bermanfaat. Jadilah Guru dan Penulis sejati yang
melalui webinar-webinar maupun diklat-diklat dengan menjadi inspirasi. Jadilah Guru dan Penulis
biaya sendiri, maka guru harus tetap semangat guna bermartabat yang Maslahat untuk Umat Bekerja dan
menimba ilmu untuk muridnya karena apabila guru itu Berkarya Membuka Cakrawala Untuk Kemaslahatan
kreatif dan inovatif, maka murid akan terinspirasi Umat. “Man Jadda Wa Jadda”. Barang siapa yang
untuk lebih kreatif dan inovatif juga. Guru sebagai bersungguh-sungguh, dia pasti berhasil. Untuk
tenaga pendidik professional tidak cukup hanya bersungguh-sungguh harus diawali dengan niat yang
menguasai ilmu yang akan diajarkannya, melainkan baik atas segala yang kita inginkan. Sebab niat
juga dituntut memahami kondisi murid yang merupakan pondasi utama untuk membentuk
dihadapinya, sehingga sangat diperlukan guru yang komitmen dalam mewujudkan impian-impian yang
inspiratif yang mampu mendidik, member teladan akan dicapai. (RedG)
yang baik, dan dapat memahami kondisi kejiwaan
9
Constructivism Filosofi Baru di Era Digital
Penulis : Ita Setiyaningsih, S.Pd. SD
Seiring dengan kemajuan ilmu didalam kelas melalui cara dengan selalu
pengetahuan dan teknologi yang menjadi pusat menunjuk siswa yang kurang aktif. Sehingga
perhatian dunia. Maka manusia dituntut untuk siswa tersebut akan terasah pemikirannya untuk
menciptakan peralatan-peralatan canggih untuk berfikir kritis, merasa tertantang dalam belajar
teknologi muktahir (Arimbi,et al., 2018). Siswa dan timbul pemikiran kritis dari diri siswa
masih membutuhkan pengawasan dalam tersebut. Guru juga perlu memahami berbagai
menggunakan teknologi, karena mereka teori belajar, sehingga guru memiliki karakter
menggunakan teknologi gadget jika tidak diawasi kepribadian yang dewasa, berwibawa dalam hal
bisa saja hanya bermain dan tidak mempelajari mengajar dan mempelajari karakteristik
pelajaran yang diberikan oleh guru mereka. siswanya. Seorang guru disebut kompeten apabila
Sekolah adalah suatu lembaga pendidikan yang dalam penyajian materi pembelajarannya
dirancang khusus untuk mendidik siswa/murid menarik, kaya kajian materi, dan menguasai
dalam pengawasan pengajar atau guru. Fasilitas teori-teori belajar.
sekolah selalu berkembang mengikuti
perkembangan jaman dikarenakan adanya Profesi guru sangat identik dengan peran
perkembangan teknologi serta perubahan perilaku mendidik seperti membimbing, membina,
dari penggunanya (Kwee & Gandha, 2020). mengasuh, ataupun mengajar (Tarhid, 2017).
Proses pembelajaran yang dilaksanakan membuat Guru harus memiliki integritas dan kepribadian
guru harus benar-benar menganalisis kebutuhan yang baik dan benar. Hal ini sangat mendasar
belajar mengajar yang dilakukannya dengan karena tugas guru bukan hanya mengajar tetapi
situasi yang dialami saat ini, dialami oleh juga menanamkan nilai-nilai dasar
pendamping belajar siswa di rumah dan pengembangan karakter siswa. Selain guru, faktor
khususnya siswa itu sendiri. lain penentu keberhasilan dalam belajar setiap
siswa yang dapat dipisahkan menjadi dua yaitu
Pendidik merupakan kunci utama sebagai faktor intern, yaitu faktor yang berasal dari dalam
penentu perubahan gaya belajar di masa pandemi diri siswa itu sendiri dan faktor ekstern yaitu
covid-19 ini dan dituntut untuk kreatif dan faktor yang berasal dari luar siswa yaitu dari
inovatif dalam membangun minat dan motivasi orang tua, dari guru dan dari masyarakat. Faktor
belajar siswa. Faktanya dalam pembelajaran jarak intern dibagi menjadi tiga yakni faktor jasmaniah,
jauh, kemampuan guru dalam hal kemampuan faktor psikologis dan faktor kelelahan.
mengajar dan metode pengajaran heterogen. Hal
tesebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti Di dalam faktor psikologis ada tujuh
akses terhadap internet, sarana elektronik yang faktor yang mempengaruhi belajar antara lain:
dimiliki, kemampuan dalam penggunaan Ilmu intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif,
Teknologi juga beragam. Kemandirian guru juga kematangan dan kesiapan. Dan faktor-faktor
harus diawali dengan mengetahui fase inilah yang harus diperhatikan oleh setiap
perkembangan siswa dapat menyesuaikan pendidik agar dapat mengendalikan dan mengatur
tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai belajar agar dapat berlangsung efektif, terarah dan
siswa dengan fase perkembangannya. Di sekolah optimal. (Widiyono & Millati, 2021).
dasar, siswa berada fase kanak-kanak akhir yang Implementasi kebijakan pokok merdeka belajar
memiliki perkembangan dari segi fisik-motorik, yang memberikan kebebasan berinovasi dan
kognisi, sosio-emosional, bahasa, dan moral kebebasan belajar secara mandiri pada sekolah,
keagamaan (Khaulani et al., 2020). guru, dan peserta didik. Faktor-faktor seperti
motivasi, sikap, kesehatan fisik, mental,
Upaya guru untuk meningkatkan (Anam, kepribadian, dan ketekunan serta faktor-faktor
2020) kemampuan berfikir kritis dengan cara yang lain turut mempengaruhi dalam peningkatan
selalu membimbing siswa yang kurang aktif prestasi. Dan semua faktor tersebut mengarah
10
kepada intelegensi sehingga membuat intelegensi orang tua maupun tidak mendapat pendampingan
menjadi bagian integral yang penting dalam belajar dari orang tua karena alasan pekerjaan
pendidikan. (Mollman & Bondmass, 2020) ataupun tidak paham dengan materi muatan
Pembelajaran yang disengaja muncul untuk pelajaran yang terus berkembang saat ini. Materi
mencerminkan karakteristik, seperti otonomi, muatan pelajaran yang saat ini dijalani siswa
tanggung jawab pembelajaran sendiri, pengaturan memang jauh berbeda dengan tahun yang di jalani
diri, dan motivasi, yang dibutuhkan oleh siswa oleh orang tua siswa pada saat masih bersekolah
untuk berhasil dalam pedagogi yang berpusat di jenjang sekolah dasar.
pada siswa.
Cognitivisme diposisikan sebagai filosofi
Secara umum, teori belajar dikelompok- baru pendidikan untuk era digital, Teori belajar
kan menjadi empat yaitu Behaviourism, kognitivisme lebih memperhatikan tingkah laku
Cognitivism, Humanism, Constructivism. Tokoh belajar dalam memproses informasi yang sedang
yang terkenal dalam teori belajar Behaviorism dipelajari siswa tanpa mempertimbangkan
yaitu Edward Lee Thorndike (1874-1949), Ivan P. pengetahuan atau informasi yang telah dikuasai
Pavlov (1849 – 1936), Burrhus F. Skinner (1904- siswa sebelumnya. Guru memberi kesempatan
1990),Robert Gagne (1916 – 2002). Tokoh yang kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan
berpengaruh di teori belajar Cognitivsm yaitu ide – ide mereka sendiri, dan membimbing siswa
Wertheimer, Kurt Koffka, Kohler (1887 -1959). agar secara sadar menggunakan strategi mereka
Tokoh terkenal di teori Constructivism yaitu John sendiri untuk belajar, dengan catatan siswa sendiri
Dewey (1856 – 1952), Jean Piaget (1896 – 1980), dengan bahasa dan kata – kata mereka sendiri.
Jerome Brunner, Lev Vygotsky. Setiap teori
pembelajaran memiliki kelebihan dan Teori konstruktivisme juga mempunyai
kekurangannya masing-masing. Namun pada pemahaman bahwa belajar lebih menekankan
dasarnya setiap teori memiliki tujuan yang sama pada proses daripada hasil. Dalam proses belajar,
yaitu mencetak siswa agar mampu bersaing hasil belajar, cara belajar, dan strategi belajar
mengikuti perkembangan zaman.. akan mempengaruhi perkembangan tata pikir dan
skema berpikir seseorang. belajar menurut teori
Teori belajar constructivism dapat konstruktivisme bukanlah sekadar menghafal,
menjadi sebuah pilihan di masa pandemic akan tetapi proses mengkonstruksi pengetahuan
covid-19 dengan perubahan level pandemic yang melalui pengalaman. Pengetahuan bukanlah hasil
terjadi seperti beberapa tahun belakangan ini. ”pemberian” dari orang lain seperti guru, akan
Mengingat siswa selama kurang lebih dua tahun tetapi hasil dari proses mengkonstruksi yang
berjalan lebih banyak menghabiskan waktu dilakukan setiap individu. (RedG)
belajarnya di rumah, baik dengan pendampingan
11
Optimalisasi Kegiatan Literasi Melalui Program Gema Sensasi
di SMP Negeri 2 Pemalang
(Tri Doyo Basuki, S.Pd. M.A - Kepala SMP Negeri 2 Pemalang)
Kegiatan literasi sekolah adalah pembiasaan warga perpustakaan sekolah dan diharapkan mampu memberi
sekolah untuk membaca dan menulis. Kemudian lebih jauh
mampu memahami isi bacaan dan menuliskan kembali apa inspirasi dan sebagai motivator kepada siswa lainnya.
yang sudah dibacanya. Dengan banyak membaca maka
secara otomatis kemampuan menulis akan tumbuh. Sedangkan melalui kompetisi karya literasi sekolah ini akan
Sesuai amanat Peraturan Menteri Pendidikan dan mampu menggugah semangat siswa untuk berkarya terkait
Kebudayaan Republik Nomor 23 Tahun 2015, bahwa
gerakan literasi harus digalakkan di semua sekolah. bidang literasi. Apabila siswa rajin berkarya dalam bidang
Kegiatan literasi melalui kegiatan membaca 15 menit
sebelum pelajaran dimulai sudah biasa dilakukan di literasi maka secara otomatis akan terlatih kemampuan
sekolah. Disamping itu program wajib kunjung ke
perpustakaan dan pemberdayaan mading sekolah sudah membaca dan menulis ataupun mampu melakukan
digalakkan, akan tetapi nampaknya tingkat kesadaran
membaca di kalangan warga sekolah dan siswa khususnya presentasi untuk mempertahankan dan
belum juga optimal.
mempertanggungjawabkan hasil karyanya dihadapan orang
Kondisi belum optimalnya budaya literasi juga
terjadi di SMP Negeri 2 Pemalang. Hal ini terlihat dari data lain. Melalui pemilihan duta literasi dan kegiatan kompetisi
perpustakaan SMP Negeri 2 Pemalang, setiap bulan rerata
kunjungan siswa ke perpustakaan hanya 38%. Sedangkan karya literasi sekolah maka akan mampu mendorong minat
siswa yang meminjam buku hanya mencapai 29%. Dari
jumlah siswa yang meminjam buku tersebut, yang baca tulis siswa sehingga literasi akan menjadi sebuah
meminjam buku Ipteks hanya 6%, selebihnya meminjam
buku cerita fiksi. (Data Perpustakaaan SMP Negeri 2 budaya di sekolah. Selanjutya juga akan mampu
Pemalang, Januari 2020). Kemudian berdasarkan analisis
data yang didapat pada jurnal membaca, nampak juga berkembang pada kegiatan literasi yang lain yaitu literasi
kemampuan siswa menuliskan resume buku yang dibaca
masih belum bagus. Secara umum tingkat bahasanya rendah berhitung, sains, teknologi informasi dan komunikasi,
dan isinya juga tidak maksimal.
keuangan, dan budaya.
Adanya permasalahan tersebut, perlu adanya
gerakan budaya literasi sekolah dengan mengoptimalkan Bagaimana pelaksananan program Gema Sensasi
peran perpustakaan sekolah melalui program “Gema
Sensasi” (Gerakan Membaca Senin Sampai Sabtu). dengan pengoptimalkan peran perpustakaan sekolah untuk
Dengan dibentuknya program Gema Sensasi pada mengembangkan budaya literasi di SMP Negeri 2
masing-masing kelas diharapkan akan terjadi proses
pengkaderan siswa yang akan menjadi teladan dalam Pemalang? Apakah dampak positif dari pelaksanaaan
kegiatan literasi sekolah. Siswa yang paling aktif
diperpustakaan dibekali pengetahuan tentang peran program Gema Sensasi terhadap peningkatan prestasi siswa
di SMP Negeri 2 Pemalang?
Harapannya dapat meningkatkan motivasi bagi
warga sekolah untuk melaksanakan gerakan literasi sekolah
secara lebih baik dan efektif. Begitu juga bagi sekolah,
khususnya para pengelola perpustakaan dapat
menumbuhkan inspirasi, inovasi, dan motivasi untuk
mengelola perpustakaan sekolah secara lebih optimal dalam
upaya mengembangkan budaya literasi di sekolah.
Implementasi Kegiatan Gema Sensasi di SMP Negeri 2
Pemalang
Optimalisasi perpustakaan SMP Negeri 2
Pemalang dalam upaya mengembangkan budaya literasi
sekolah. Semangat siswa untuk berkunjung ke perpustakaan
sekolah menjadi tinggi. Hal ini tidak lepas dari
program-program yang inovatif. Salah satu program inovasi
12
yang dilaksankan adalah program Gema Sensasi. Ini antologi puisi berjudul Perawat Bentuk Hati. Buku yang
merupakan salah satu program alternatif untuk memotivasi telah ber-ISBN ini diterbitkan oleh CV Kekata Grub ,
anak dalam be-literasi. Hal awal dilakukan dengan Surakarta berisi lebih dari seratus puisi dengan berbagai
persiapan yaitu pembuatan jurnal baca siswa. Pengelola tema. Puisi-puisi tersebut merupakan ungkapan, gagasan,
perpustakaan mempersiapkan jurnal baca siswa yang dan kreativitas siswa dan guru SMP Negeri 2 Pemalang.
selanjutnya diperbanyak untuk dibagikan kepada seluruh Dorongan dan motivasi kepala sekolah sangat berperan
siswa. Pengisian jurnal baca siswa dilakukan oleh siswa besar dalam terwujudnya buku antologi puisi ini. Kehadiran
setiap selesai membaca buku. Jurnal baca siswa yang sudah buku ini juga sekaligus sebagai penanda keberhasilan
diisi oleh siswa dan dievalusi setiap minggu oleh wali kelas. kepala sekolah dalam membina kegiatan literasi di
Pada akhir bulan jurnal baca dikumpulkan pada petugas sekolahnya. Dalam lingkup regional, SMP Negeri 2
perpustakaan untuk direkap dan dianalisis sehingga menjadi Pemalang menjadi sekolah rujukan literasi di Kabupaten
salah satu pedoman untuk pemilihan siswa yang paling Pemalang. Hal ini karena selain meningkatnya literasi juga
aktif. Selain itu rekap absen kehadiran dan jumlah pinjaman meningkatnya prestasi sekolah.
buku yang dibuktikan dengan kartu anggota perpustakaan
juga menjadi persyaratan menentukan siswa yang paling Pada tahun ini pula tim literasi SMP Negeri 2
aktif dalam pinjam dan hadir di Perpustakaan. Pemalang diundang untuk mengikuti kegiatan festival
literasi yang diadakan oleh Balai Bahasa Jawa Tengah
Hasil analisis jurnal baca juga disesuaikan dengan melalui program GSMB. Hal yang membanggakan adalah
rekapitulasi kunjungan dan pinjaman buku siswa. Akhirnya pada kegiatan tersebut kepala sekolah SMP Negeri 2
ditetapkan nominasi empat orang setiap kelas kemudian Pemalang, Tri Doyo Basuki dianugerahi penghargaan
dilanjutkan dengan wawancara oleh petugas perpusakaaan sebagai juara I kepala sekolah se-Jawa Tengah inspiratif
untuk dipilih dua orang setiap kelas. Wawancara dilakukan karena berhasil mengembangkan program literasi di
secara mendalam untuk menggali kemampuan siswa sekolahnya. Literasi tersebut kemudian berkembang bukan
terhadap isi buku yang dibaca, juga terkait tentang pendapat hanya literasi dasar (bata-tulis), namun semua kegiatan
dan wawasan tentang pepustakaan. yang menambah informasi dan pengetahuan siswa melalui
pembelajaran di luar kelas yaitu kunjungan ke beberapa
Hasil dari wawancara ditetapkan satu siswa yang tempat dan kegiatan pengembangan diri lainnya.
paling aktif untuk masing-masing kelas. Dari
masing-masing kelas ini kembali diseleksi untuk dipilih dua 2. Penulisan Antologi Puisi (tahun 2019)
orang siswa yang dinobatkan menjadi siswa yang paling Sukses menerbitkan karya pada tahun 2018, tim
baik di sekolah.
literasi SMP Negeri 2 Pemalang tak berhenti berkarya.
Siswa yang terpilih ini menjadi teladan bagi siswa Semangat dan kreatifitas siswa dan guru kembali terasah
lainnya. Mereka bertugas untuk mempromosikan kepada dengan terbitnya kembali antologi puisi berjudul Hujan di
semua siswa akan manfaat dan pentingnya berliterasi. Batas Negeri. Hal ini sekaligus sebagai pembuktian nyata
Mereka juga bertugas memotivasi temannya untuk selalu bahwa SMP Negeri 2 Pemalang sangat mendukung peserta
melaksanakan kegiatan literasi. didiknya untuk terus mengasah dan mengembangkan
gagasan kreatifnya melalui program penulisan antologi
Selanjutnya lomba karya literasi sekolah juga puisi ini. Jumlah siswa yang berpartisipasi dalam penulisan
menjadi salah satu program ungulan untuk menggerakan puisi yang dibukukan ini meningkat hampir dua kali lipat
budaya literasi sekolah. Melalui lomba karya literasi dari antologi puisi tahun 2018. Terdapat dua jilid buku yang
sekolah siswa akan tergugah untuk selalu membaca dan semuanya karya siswa dan guru SMP Negeri 2 Pemalang.
menulis. Melalui berbagai macam karya literasi yang Hal ini sekaligus membuktikan keberhasilan program Gema
dibuat, siswa akan termotivasi untuk mencari ide dan Sensasi dalam meningkatkan kemampuan dan semangat
gagasan kreatif. Hal itu tentu akan banyak didapat melalui literasi siswa, terutama dalam literasi baca-tulis.
kegiatan membaca dan menulis. Salah satu wujud
kebehasilan program adalah mampu meningkatkan prestasi, 3. Penulisan Antologi Cerpen (tahun 2020)
baik prestasi sekolah maupun prestasi siswa. Terbitnya dua antologi cerpen pada tahun 2018 dan
Dampak Positif Program Gema Sensasi terhadap 2019 semakin menambah semangat tim literasi SMP Negeri
Prestasi Siswa 2 Pemalang untuk terus mendukung terbitnya karya-karya
inspiratif lainnya. Pada tahun 2020, meskipun dalam situasi
Penerapan program Gema Sensasi di SMP Negeri pandemi yang kala itu parah melanda negeri ini, semangat
2 Pemalang sangat berperan positif dan membantu untuk terus berkreatifitas tak surut. Melalui perjuangan
terlaksananya program kegiatan literasi sekolah. Kegiatan yang tak mudah dalam kepungan pandemi, terbitlah sebuah
sekolah yang telah direncanakan bisa terlaksana dengan buku antologi cerpen berjudul Diary Merah Jingga. Buku
baik dan membuahkan hasil yang maksimal. Selain prestasi ini merupakan antologi puisi karya siswa dan guru SMP
dan kemampuan literasi siswa yang meningkat, terdapat Negeri 2 Pemalang yang terbagi dalam dua jilid, yaitu jilid
pula program-program lanjutan literasi sekolah sebagai 1 dan jilid 2. Ada lebih dari 50 cerpen bermuatan nilai-nilai
dampak dari suksesnya pelaksanaan program Gema positif yang terangkum dalam buku yang juga diikutkan
Sensasi. Kegiatan tersebut adalah sebagai berikut. dalam lomba literasi nasional melelui program GSMB
(Gerakan Sekolah Menulis Buku) oleh GMB- Indonesia.
1. Penulisan Antologi Puisi (Tahun 2018) Bahkan, dalam lomba ini SMP Negeri 2 Pemalang SMP
Program pertama dalam literasi lanjutan adalah masuk dalam 50 besar
keikutsertaan SMP Negeri 2 Pemalang dalam program 13
GSMB (Gerakan Sekolah Menulis Buku) pada tahun 2018.
penulisan puisi ini berhasil dibukukan dalam sebuah
Implementasi Keyakinan Kelas Sebagai Budaya Positif
di SD Negeri 1 Jarum, Bayat, Klaten
Pendidikan merupakan dirinya sendiri, tetapi karena
tempat persemaian benih-benih keterpaksaan takut dengan
kebudayaan dalam masyarakat. hukuman atau sanksi dari
Ki Hajar Dewantara memiliki sekolah. Hal inilah yang saat ini
keyakinan bahwa untuk harus kita hindari dan luruskan.
menciptakan manusia Indonesia Sebagian besar pendidik
yang beradab maka pendidikan berpendapat bahwa
menjadi salah satu kunci utama mendisiplinkan murid-murid
untuk mencapainya. Pendidikan adalah bagian yang paling
dapat menjadi ruang berlatih menantang dari pekerjaan
dan bertumbuhnya nilai-nilai mereka.
kemanusiaan yang dapat Oleh karena itu, untuk
diteruskan atau diwariskan. Wahyu Indrastuti, M.Pd. mencapai kemerdekaan atau
KHD menjelaskan Guru SDN 1 Jarum, Bayat, Klaten dalam konteks pendidikan kita
saat ini, untuk menciptakan
bahwa tujuan pendidikan adalah
menuntun segala kodrat yang murid yang merdeka, syarat
ada pada anak-anak, agar utamanya adalah harus ada
mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan disiplin yang kuat. Disiplin yang dimaksud adalah
yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun disiplin diri, yang memiliki motivasi internal
sebagai anggota masyarakat. Oleh sebab itu, sebagai (motivasi dari dalam diri sendiri). Jika kita tidak
pendidikan kita hanya dapat menuntun tumbuh memiliki motivasi internal, maka kita memerlukan
hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak pihak lain untuk mendisiplinkan kita atau motivasi
agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) eksternal, karena berasal dari luar, bukan dari dalam
hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak. Dalam diri kita sendiri.
menuntun laku dan pertumbuhan kodrat anak, KHD Sebagai contoh murid kita dalam keseharian
mengibaratkan peran pendidik seperti seorang petani di sekolah. Mereka akan mematuhi protokol kesehatan
atau tukang kebun. Anak-anak sebagai biji tumbuhan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan air
yang disemai dan ditanam oleh pak tani atau tukang mengalir, dan menjaga jarak jika ada guru yang
kebun di lahan yang telah disediakan. Anak-anak memperhatikannya. Tetapi, ketika tidak ada guru,
bagaikan bulir – bulir jagung yang ditanam. banyak murid yang tidak mematuhi protokol
Jika bulir-bulir jagung tersebut ditempatkan di tanah kesehatan tersebut. Mereka melakukan hal itu hanya
yang subur dengan mendapatkan sinar matahari dan karena takut ditegur dan dihukum guru, tentunya
pengairan yang cukup, meskipun bibit jagung kurang motivasi mereka tidak berasal dari dirinya sendiri
berkualitas maka akan tumbuh dengan baik karena (internal).
mendapat perhatian dan perawatan dari pak tanu. Setiap tindakan atau perilaku yang kita
Demikian sebaliknya, jika bibit jagung tersebut lakukan di dalam kelas dapat menentukan terciptanya
berkualitas tetapi tumbuh di lahan yang gersang dan sebuah lingkungan positif. Perilaku warga kelas
tidak mendapatkan sinar matahari serta pengairan tersebut menjadi sebuah kebiasaan, yang akhirnya
yang baik, maka biji jagung tersebut mungkin tumbuh membentuk sebuah budaya positif. Untuk
tetapi tidak akan optimal. terbentuknya budaya positif, pertama-tama perlu
Dalam membangun budaya positif, sekolah diciptakan dan disepakati keyakinan-keyakinan atau
perlu menyediakan lingkungan yang positif, aman, prinsip-prinsip dasar bersama di antara para warga
dan nyaman agar murid-murid mampu berpikir, kelas. Penyatuan pemikiran utnuk mendapatkan
bertindak, dan mencipta dengan merdeka, mandiri, nilai-nilai kebajikan di kelas akan menjadi keyakinan
dan bertanggung jawab. Salah satu strategi yang perlu kelas yang diepakati bersama.
ditinjau ulang adalah bentuk disiplin yang dijalankan Perbedaan peraturan kelas dan keyakinan
selama ini di sekolah-sekolah kita. Saat ini, disiplin kelas dapat diilustrasikan sebagai berikut: Ketika ada
selalu dikaitkan dengan hukuman atau sanksi. pertanyaan, “ mengapa ada peraturan bahwa
Sehingga murid akan disiplin bukan karena kesadaran pengendara motor harus mengenakan helm? Pasti
14
jawabannya “untuk keselamatan”. Kemudian, Sebagai contoh, sebelum adanya keyakinan
mengapa kita harus memakai masker dan mencuci kelas, ada banyak murid yang tidak mau piket kelas.
tangan dengan sabun dan air mengalir? Jawabannya Karena motivasi internal murid sudah ada, maka
“untuk kesehatan atau keselamatan”. Nilai-nilai murid melakukan piket kelas dengan senang hati,
keselamatan atau kesehatan inilah yang disebut bergotong royong, dan merasa menjadi tugas dan
sebagai suatu “keyakinan”, yaitu nilai-nilai kebajikan tanggung jawab mereka untuk menjaga kebersihan
atau prinsip-prinsip unversal yang disepakati bersama kelas.
secara universal, lepas dari latar belakang suku,
negara, bahasa, maupun agama. Beberapa implementasi keyakinan kelas
sebagai budaya positif di kelas VI SD Negeri 1 Jarum
Kegiatan Pembentukan Keyakinan Kelas antara lain mengisi jam kedatangan, murid berbaris
Berikut ini langkah-langkah kegiatan sebelum masuk kelas, murid membersihkan kelas
sesuai jadwal piket.
pembentukan keyakinan kelas yaitu:
1. Guru memberikan 2. Murid menulis Mengisi jam kedatangan
pertanyaan pemantik peraturan kelas
3. Murid menempelkan 4. Keyakinan Kelas VI
nilai keyakinan kelas yang telah disepakati
Setelah guru dan murid meninjau kembali Murid berbaris
nilai-nilai kebajikan kelas/keyakinan kelas, saatnya sebelum masuk kelas
semua warga memberi legalitas terhadap keyakinan
yang telah disepakati tersebut. Guru dan siswa Murid membersihkan kelas
menandatangi keyakinan kelas yang sudah diketik sesuai jadwal piket
oleh guru dan mengetahui orang tua murid. Hal ini
diperuntukkan agar orang tua murid juga mengetahui Dari beberapa kegiatan murid di atas dapat
dan memahami tentang keyakinan kelas yang harus disimpulkan bahwa keyakinan kelas membawa
dilakukan oleh putra putri mereka. Orang tua murid dampak dan pengaruh positif bagi murid. Murid
memberikan respon positif serta mendukung kegiatan menjadi lebih bertanggung jawab, saling gotong
pembentukan keyakinan kelas ini. royong, menjaga kebersihan, disiplin, dan sebagainya.
Keyakinan kelas menciptakan budaya positif bagi
Implementasi Keyakinan Kelas murid kelas VI. Budaya positif ini menjadikan
Keyakinan kelas yang dibuat secara bersama lingkungan belajar menjadi nyaman dan
pada awal semester memberikan dampak positif yang menyenangkan bagi semua murid. (RedG)
luar biasa pada sikap/perilaku murid-murid kelas VI.
Memang pada awalnya mereka merasa canggung dan 15
aneh melakukan keyakinan kelas tersebut. Tetapi,
lambat laun dan karena adanya motivasi interal (dari
dalam dirinya sendiri) akhirnya mereka menikmati
semua proses tersebut dengan nyaman, pembelajaran
menyenangkan, dan mereka tidak merasakan beban.
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dimasa Pandemi
Dengan Game Edukasi Kahoot
Penulis : Heni Wulandari - SDN Kahuman, Ngawen, Klaten
Pebruari 2020 lalu merupakan awal mudah dilaksanakan. Banyak guru yang
masuknya corona virus disease 2019 (Covid-19) menggunakan whatsappweb baikitu kirim pesan,
ke Indonesia. Wabah ini menular dengan cepat voice note atau video call, google form, google
dan telah meregut ribuan korban jiwa. meet, dll dalam pembelajaran daring. Akan tetapi,
Pemerintah untuk memutus rantai penyebaran pada kenyataanya PJJ berlangsung sangat lama
telah menetapkan berbagai kebijakan dan hampir 1,5 tahun. Hal tersebut menyebabkan
berdampak pada kehidupan di masyarakat, siswa bosan dalam melaksanakan PJJ dan
termasuk di dunia pendidikan. Pemerintah motivasi belajar siswa menurun .
memutuskan untuk menutup sekolah dan
menggantikan dengan pembelajaran jarak jauh Menurut Sardiman yang dimaksud
(PJJ) atau dalam jaringan (daring). Pada saat motivasi belajar adalah keseluruhan daya
itulah dimulai perkembangan tekhnologi yang penggerak di dalam diri siswa yang
sangat pesat di dunia Pendidikan. Guru dan siswa menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin
dituntut untuk bisa menggunakan IT dalam kelangsungan dari kegiatan belajar dan
pembelajaran daring. Dinas Pendidikan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga
memberikan waktu untuk PJJ secara bertahap. tujuan yang dikehendaki oleh subyek belajar itu
Sekitar dua minggu dan diadakan perpanjangan. dapat tercapai. Motivasi belajar adalah dorongan
Awalnya dengan Kerjasama yang baik antara dari dalam diri siswa untuk melakukan kegiatan
guru, orang tua dan siswa pembelajaran akan belajar sehingga tujuan dapat dicapai. Motivasi
belajar mempengaruhi aspek kognitif, afektif dan
psikomotorik. Motivasi belajar juga dipengaruhi
oleh aspek kognitif, afektif dan psikomotorik
juga. Jadi dapat dikatakanantara aspek – aspek
tersebut memiliki kolerasi. Motivasi belajar
berperan untuk merangsang minat dan semangat
belajar siswa. Apabila motivasi belajar rendah
proses dan hasil belajar juga tidak dapatmaksimal
dan tujuan pembelajaran tidak akan tercapai.
Banyak orang tua yang mengeluh sudah
memfasilitasi smartphone dan kuota untuk belajar
daring tetapi tidak digunakan/dimanfaatkan
dengan baik oleh anak – anak. Mereka lebih
memilih dan tertarik dengan permainan
online/game online. Mereka tidak menggunakan
16
fasilitas dari orang tua untuk belajar karena Dalam aplikasi ini, tampilanya sangat menarik
bosan yang menyebabkan motivasi belajar dapat diberi musik yang dapat memberikan musik
menurun. Dari permasalahan tersebut seorang sebagai penyemangat siswa dalam mengerjakan
guru tergugah untuk lebih kreatif dan tidak soal. Game kahoot ini dimainkan secara online
monoton dalam melakukan pembelajaran daring. dan sangat efektif digunakan dalam pembelajaran
Banyak seminar-seminar online yang daring. Apabila guru tidak ada waktu membuat
diselenggarakan di masa pandemi bertujuan soal-soal sendiri dalam aplikasi tersebut sudah
untuk meningkatkan kreativitas guru dan banyak contoh soal dan tinggal copy paste sesuai
memotivasi guru untuk mengenal lebih dalam materi pembelajaran yang kita inginkan.
tentang Tekhnologi Informatika. Selain itu, juga
memotivasi guru untuk selalu mengupgrade diri. Pada awal pembelajaran guru
Dari berbagai seminar online yang ada, seorang menyampaikan materi pembelajaran dengan
guru mencoba menggunakan metode game google meet kemudian dalam memberikan
edukasi kahoot, dengan alasan siswa banyak yang latihan soal ataupun ulangan harian guru
sudah kecanduan game online, jadi pembelajaran menggunakan game eduksi kahoot. Siswa
akan lebih mengasyikan dan bermakna bagi siswa diminta untuk mamasuk ke play kahoot dan
dengan game edukasi kahoot. mengetik nama siswa masing – masing serta
memasukan PIN permainan yang sudah dishare
Game edukasi kahoot adalah platform oleh guru. Siswa sangat antusias dalam menjawab
pembelajaran berbasis permainan, digunakan pertanyaan. Nilai dari setiap permainanpun bagus
sebagai tekhnologi pendidikan di sekolah dan sehingga guru menyimpulkan dengan game
aplikasi ini dirilis pada tanggal 1 November 2012 edukasi kahoot motivasi belajar siswa dapat
(sumber Wikipedia). Aplikasi kahoot dengan meningkat. Pada permainan kahoot jika ada
versi gratis berisi kuis – kuis dengan jawaban beberapa siswa yang menjawab dengan benar
pilihan ganda, multiple choice, benar/salah. semua jawabanya belum tentu dia yang naik ke
podium juara, karena dalam permainan ini
kecepatan dalam menjawab juga diperhitungkan.
Setelah selesai permainan, guru dapat
mendownload nilai dari setiap anak yang
mengikuti permainan.
Dengan menggunakan salah satu metode
pembelajaran yaitu game edukasi kahoot dapat
meningkatkan motivasi belajar siswa dan
orangtua pun juga senang. Siswa dapat
memanfaatkan smartphone dan kuota untuk
belajar dengan sungguh – sungguh sehingga hasil
belajar siswa bisa meningakan dan tujuan
pembelajaran dapat tercapai walaupun dengan
pembelajaran daring. (RedG)
17
Pengelolaan Model Pembelajaran
Project Based Learning di Dalam Kelas
Penulis : Riswanti, S.Pd. SD Mengasosiasi dapat dilakukan melalui kegiatan menganalisis
(Guru SDN 3 Kalikebo, Trucuk, Klaten) data, mengelompokan, membuat kategori, menyimpulkan, dan
memprediksi/ mengestimasi.
Pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan 5. Mengkomunikasikan
pendekatan saintifik atau pendekatan berbasis proses keilmuan. Mengomunikasikan adalah sarana untuk menyampaikan hasil
Ada lima kegiatan utama pengalaman belajar pokok (5M) di dalam konseptualisasi dalam bentuk lisan, tulisan, gambar/sketsa,
proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik (scientific diagram, atau grafik, dapat dilakukan melalui presentasi,
approach), yaitu: membuat laporan, dan/ atau unjuk kerja.
1. Mengamati (Observing)
Salah satu model pembelajaran yang menggunakan
Mengamati dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan pendekatan saintifik adalah model pembelajaran berbasis proyek/
mencari informasi, melihat, mendengar, membaca, dan atau Project Based Learning (PjBL). Model pembelajaran project
menyimak. based learning merupakan pembelajaran inovatif yang berpusat
2. Menanya (Questioning) pada peserta didik (student centered) dan menetapkan guru
Menanya untuk membangun pengetahuan peserta didik secara sebagai motivator dan fasilitator, dimana peserta didik diberi
faktual, konseptual, dan prosedural, hingga berpikir peluang bekerja secara otonom mengkontruksi belajarnya. Model
metakognitif, dapat dilakukan melalui kegiatan diskusi, kerja project based learning merupakan suatu model pembelajaran yang
kelompok, dan diskusi kelas. melibatkan suatu proyek dalam proses pembelajaran.
3. Mengumpulkan informasi (Eksperimen)
Mengeksplor/mengumpulkan informasi, atau mencoba untuk Prinsip - prinsip yang perlu diperhatikan dalam
meningkatkan keingintahuan peserta didik dalam penggunaan model project based learning adalah :
mengembangkan kreatifitas, dapat dilakukan melalui 1. Berawal dari sebuah masalah /pertanyaan
membaca, mengamati aktivitas, kejadian atau objek tertentu,
memperoleh informasi, mengolah data, dan menyajikan Pembelajaran berbasis proyek selalu bersumber dari sebuah
hasilnya dalam bentuk tulisan, lisan, atau gambar. masalah atau pertanyaan.Permasalahan yang harus dipecahkan
4. Mengolah Informasi (Mengasosiasikan) harus memiliki tingkat kesulitan yang disesuaikan dengan
level siswa.
2. Otentik & Relevan
Proyek yang dilakukan siswa harus mencakup
pertanyaan-pertanyaan dalam dunia nyata atau yang relevan
dengan pengalaman siswa. Dengan demikian siswa dapat
menghubungkan antara pengetahuan yang didapatkannya saat
pembelajaran dengan manfaat atau kegunaannya di dunia
nyata.
3. Kebebasan/Kemerdekaan untuk memilih
Metode pembelajaran berbasis proyek hendaknya memberikan
kebebasan siswa untuk menentukan strategi memecahkan
masalah, produk apa yang akan dihasilkan, dan juga
bagaimana cara menghasilkan produk tersebut.
4. Self - Reflection
Dalam Project Based Learning siswa diharapkan mampu
merefleksikan semua pengalaman yang di dapat selama
mengerjakan proyeknya. Kemudian siswa mampu
18
menyimpulkan pelajaran berharga apa yang dapat diambil peserta didik untuk belajar; Meningkatkan kemampuan
selama proses project based learning. pemecahan masalah; Membuat peserta didik menjadi lebih aktif
5. Feedback dan berhasil memecahkan problem-problem kompleks;
Metode pembelajaran project based learning juga Meningkatkan kolaborasi; Mendorong peserta didik untuk
mengajarkan pada siswa untuk dapat memberikan dan mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi;
menerima masukan-masukan atas proyek yang dilakukannya. Meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola
Dengan demikian mereka tidak hanya belajar dari guru tetapi sumber; Memberikan pengalaman kepada peserta didik
dapat saling belajar dengan sesame teman. pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek, dan
6. Presentasi membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti
Di akhir proses Pembelajaran berbasis proyek, Siswa harus perlengkapan untuk menyelesaikan tugas; Menyediakan
mampu mempresentasikan penemuannya atau produk yang pengalaman belajar yang melibatkan peserta didik secara
dihasilkannya di depan teman-teman sekelas atau bahkan di kompleks dan dirancang untuk berkembang sesuai dengan dunia
depan masyarakat umum. Selain berdiskusi tentang nyata; Membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, sehingga
proyeknya, diharapkan semua siswa mampu menarik peserta didik maupun pendidik menikmati proses pembelajaran.
kesimpulan dari apa yang telah dipelajari dan juga dipratikkan.
Beberapa kekurangan dalam model pembelajaran
Langkah-Langkah Pembelajaran Project Based project based learning
Learning
Masih ada beberapa kekurangan dalam pembelajaran
Ada 6 langkah yang harus dilakukan saat menerapkan project based learning, antara lain Pembelajaran berbasis proyek
project based learning yaitu : memerlukan banyak waktu yang harus disediakan untuk
1. Mulai dengan sebuah pertanyaan. menyelesaikan permasalahan yang kompleks; Banyak orang tua
peserta didik yang merasa dirugikan karena menambah biaya
Pertanyaan harus mengandung permasalahan yang harus untuk memasuki sistem baru; Banyak instruktur merasa nyaman
dipecahkan dan menghasilkan sebuah penemuan atau produk. dengan kelas tradisional, di mana instruktur memegang peran
Topik atau tema harus sesuai dengan real world dan utama di kelas; Banyaknya peralatan yang harus disediakan;
mendorong siswa untuk melakukan investigasi yang Peserta didik memiliki kelemahan dalam percobaan dan
mendalam. pengumpulan informasi akan mengalami kesulitan; Ada
2. Membuat Perencanaan kemungkinan peserta didik yang kurang aktif dalam kerja
Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara guru dengan kelompok ; Apabila topik yang diberikan pada masing masing
siswa. Perencanaan meliputi tentang aturan main, pemilihan kelompok berbeda, dikhatirkan peserta didik tidak memahami
aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan topik secara keseluruhan.
esensial dengan mengintegrasikan berbagai subjek yang
mendukung, serta menginformasikan alat dan bahan yang Cara mengatasi kelemahan dalam pembelajaran
dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan proyek. project based learning
3. Menyusun jadwal aktivitas .
Guru dan siswa bersama-sama menyusun jadwal kegiatan Berbagai kelemahan dalam pembelajaran berbasis
dalam menyelesaikan proyek. Waktu penyelesaian proyek proyek, dapat diatasi dengan beberapa langkah berikut yaitu
harus jelas, dan siswa diberi pengarahan untuk mengelola memfasilitasi peserta didik dalam menghadapi masalah;
waktu yang ada. Berikan siswa kebebasan dan kesempatan Membatasi waktu peserta didik dalam menyelesaikan proyek;
untuk mencoba menggali sesuatu yang baru. Guru tetap harus Meminimalisir biaya; Menyediakan peralatan sederhana yang
memantau dan mengingatkan apabila siswa melenceng dari terdapat dilingkungan sekitar; Memilih lokasi penelitian yang
tujuan proyek. mudah dijangkau; Menciptakan suasana belajar yang
4. Mengawasi proses pengerjaan proyek. menyenangkan sehingga guru dan peserta didik merasa nyaman
Meskipun siswa diberikan kebebasan menentukan strategi dan dalam pembelajaran
cara mengerjakan proyeknya, Guru tetap bertanggungjawab
untuk memantau siswa selama menyelesaikan proyek. Guru Mari kita terapkan model pembelajaran berbasis proyek
bertindak sebagai mentor yang selalu mengarahkan para siswa atau project based learning di kelas untuk meningkatkan
untuk selalu fokus dan terarah dalam mengerjakan proyeknya. kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah proyek.
5. Memberikan penilaian terhadap produk yang dihasilkan. Memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam
Penilaian yang Guru lakukan untuk membantu pendidik dalam pembelajaran. Membuat peserta didik lebih aktif dalam
mengukur ketercapaian standar pada proses dan produk yang memecahkan masalah proyek yang kompleks dengan hasil produk
dihasilkan. Guru juga berperan dalam mengevaluasi kemajuan nyata. (RedG)
setiap siswa dan memberi feedback. Selanjutnya Guru dapat
menyusun strategi pembelajaran berikutnya. Penilaian produk
dapat dilakukan dengan mempresentasikan produknya di
depan teman atau guru.
6. Melakukan Evaluasi.
Pada akhir proses pembelajaran project based learning, guru
dan siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang telah
dilakukan dan produk yang telah dihasilkan. Proses refleksi
dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Siswa
hendaknya diberikan kesempatan untuk mengungkapkan
perasaan dan pengalamannya selama menyelesaikan proyek.
Setiap model pembelajaran ada kelebihan dan
kekurangannya.Ada beberapa kelebihan dan kekurangan dalam
model pembelajaran project based learning.
Ada beberapa kelebihan dalam model pembelajaran
project based learning, seperti: Meningkatkan motivasi belajar
19
PTM Terbatas, Strategi Guru
dalam Mempersiapkan Peserta Didik Menghadapi PAS
Maimunah, S.Pd.SD
Guru SDN 1 Ngreden,
Wonosari, Klaten
Pandemi Covid-19 menyebabkan kesehatan dan keselamatan seluruh elemen
terjadinya proses perubahan pembelajaran dari pendidikan.
tatap muka biasa kepembelajaran daring. Proses
ini memunculkan beragam tantangan bagi peserta Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat
didik, orang tua, dan guru. Guru maupun seluruh Menteri tentang Pembelajaran Tatap Muka(PTM)
elemen pendidikan diharuskan untuk beradaptasi terbatas dan keyakinan Menteri Pendidikan,
dengan situasi yang baru, mulai dari metode Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem
pembelajaran, teknologi yang digunakan, Makarim pada Liputan6.com, Rabu 29 September
asesmen pembelajaran, sampai rancangan 2021 perihal opsi PTM terbatas saat ini menjadi
pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi urgensi untuk diterapkan meski masih pandemi
pandemi. covid-19 menjadi angin segar bagi guru dan
peserta didik karena proses belajar mengajar bisa
Pembelajaran daring yang dilakukan kembali dilakukan secara langsung. PTM terbatas
selama pandemi berpotensi untuk menimbulkan merupakan proses pembelajaran dimana kelas
perubahan dan permasalahan bagi peserta didik. dibagi menjadi dua shift, 50% peserta didik
Salah satu yang dikuatirkan akan menimbulkan melakukan PTM terbatas dan 50% peserta didik
learning loss. Yaitu kemunduran secara akademis lainnya melakukan pembelajaran di rumah serta
yang berkaitan dengan kesenjangan yang dengan jam pembelajaran dikurangi menjadi 25
berkepanjangan atau proses pendidikan yang menit untuk satu pelajaran.
berlangsung secara tidak baik. Upaya guru untuk
mengatasi learning loss pada masa pandemi Penilaian Akhir Semester (PAS)
adalah dengan menggunakan metode merupakan salah satu bentuk penilaian yang
pembelajaran blended learning yang terpadu dilakukan satuan pendidikan untuk mengetahui
dengan guru keliling (guling). Blended learning daya serap peserta didik pada semua kompetensi
adalah metode belajar dimana proses belajar tatap dasar yang telah diselesaikan pada satu semester.
kelas berpadu dengan proses e-learning secara Strategi penilaian adalah proses yang dilakukan
harmonis. Guling ke rumah peserta didik dalam guru melalui langkah-langkah perencanaan,
kelompok-kelompok kecil. Namun blended penyusunan alat penilaian, pengumpulan
lerning dan guling yang diusahakan guru untuk informasi melalui sejumlah bukti yang
mengatasi learning loss ternyata belum menunjukkan pencapaian kompetensi peserta
sepenuhnya menjawab permasalahan penurunan didik, pengolahan dan pemanfaatan informasi
capaian belajar pada peserta didik karena pada tentang pencapaian kompetensi peserta didik.
dasarnya guru tidak hanya menuntaskan Adanya pengurangan durasi waktu dalam PTM
kurikulum, tetapi juga berkewajiban menjaga terbatas memunculkan permasalahan pada guru
dalam hal penyampaian materi yang tidak
20
maksimal. Padahal disisi lain guru harus berfikir tingkat tinggi, berbasis permasalahan
kontekstual, menggunakan bentuk soal beragam
menuntaskan pembelajaran sesuai kurikulum yang diperlukan guru agar peserta didik mampu
mengonstruksi responnya sendiri, bukan sekedar
pada akhir pembelajaran peserta didik bisa mencapai memilih jawaban yang tersedia, tapi
memungkinkan banyak jawaban benar atau semua
atau di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada jawaban benar.
3. Memberi kesempatan peserta didik untuk berlatih
Penilaian Akhir Semester (PAS). Dalam hal ini selain soal berulang-ulang
Metode drill merupakan cara penekanan pada
strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang kegiatan latihan yang dilakukan berulang-ulang
secara terus menerus untuk menguasai kemampuan
dikembangkan guru, juga diperlukan strategi guru sehingga peserta didik mempunyai penguasaan
pengetahuan dan keterampilan lebih tinggi dari
dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi yang dipelajari.
4. Melakukan refleksi bersama peserta didik
Penilaian Akhir Semester (PAS) pada PTM terbatas. Refleksi adalah kegiatan mengekspresikan kesan
konstruksif, pesan, harapan, dan kritik terhadap
Strategi guru dalam mempersiapkan peserta proses pembelajaran. Refleksi yang dilakukan
disini adalah guru bersama peserta didik
didik menghadapi Penilaian Akhir Semester (PAS) membahas jawaban dari beberapa kelompok soal
yang telah dikerjakan, sehingga penguasaan
pada PTM terbatas antara lain: pengetahuan dan keterampilan lebih tinggi akan
terbentuk dan mahir.
1. Membedah kisi-kisi Penilaian Akhir Semester 5. Memotivasi peserta didik agar bersikap jujur,
disipin dan berkarakter dalam mengerjakan soal
(PAS) Penilaian Akhir Semester (PAS)
6. Memotivasi peserta didik untuk senantiasa
Kisi-kisi Penilaian Akhir Semester (PAS) beribadah dan berdo’a kepada Tuhan sesuai agama
dan keyakinan masing-masing agar hasil belajar
merupakan format berupa matriks yang memuat maksimal (RedG)
pedoman untuk membuat soal yang terdiri 21
dari:kompetensi dasar, materi, indikator, level
kognitif, bentuk soal, dan nomor soal. Untuk
Penilaian Akhir Semester (PAS), guru
mendapatkan kisi-kisi dari Tim Pembuatan Naskah
Soal Dinas Pendidikan Tingkat Kabupaten/Kota
berdasarkan Standar Kompetensi (SK) dan
Kompetensi Dasar (KD) dalam Satuan Isi satuan
pendidikan dasar. Membedah kisi-kisi beratiguru
mampu mencermati keterkaitan antara
indikator,level, materi, dan bentuk soal yang sesuai
kisi-kisi. Mencermati jumlah indikator dengan
jumlah soal dalam kisi-kisi merupakan langkah
awal dalam membedah kisi-kisi. Jika didapatkan
jumlah indikator tidak sama
dengan jumlah soal, maka perlu
menurunkan indikator baru
yang lebih spesifik dengan
stimulus yang menarik agar
didapatkan bentuk soal yang
lebih dari satu butir.
2. Membuat beberapa tipe soal
HOTS berdasarkan kisi-kisi
Soal HOTS merupakan
instrumen pengukuran yang
digunakan untuk mengukur
kemampuan berpikir tingkat
tinggi, meliputi; kemampuan
untuk memecahkan masalah
(problem solving),
keterampilan berpikir kritis
(critical thinking), berpikir
kreatif (creativethinking),
kemampuan berargumen
(reasoning), dan kemampuan
mengambil keputusan
(decisionmaking). Pemahaman
pembuatan soal HOTS yang
mensyaratkan adanya
pengukuran kemampuan
Proses Scaffolding untuk Mencapai Zone of Proximal Development Peserta Didik
dalam Pemecahan Masalah Matematis Siswa Sekolah Dasar
Penulis : Erna Hendrawati, S. Pd –
(Guru SDN 3 Paseban, Bayat, Klaten)
Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sebagai pelajaran wajib tentunya tidak hanya
penting dalam kehidupan manusia. Kemajuan suatu membekali siswa dengan kemampuan untuk
negara juga ditentukan salah satunya oleh kualitas perhitungan saja, namun untuk melibatkan nalar dan
pendidikan. Perlu adanya perhatian khusus pada analisis dalam pemecahan masalah. Kemampuan
perkembangan pendidikan agar menghasilkan matematis yang demikian dikenal dengan kemampuan
generasi yang sanggup menghadapai kemajuan literasi matematika di tingkat Sekolah Dasar.
teknologi dan mampu bersaing dengan negara-negara
lainnya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk Pendekatan pemecahan masalah merupakan
mewujudkan tujuan pendidikan salah satunya melalui salah satu bagian dalam pembelajaran matematika
pembelajaran matematika. yang mencakup masalah dengan berbagai cara
penyelesaian. Untuk meningkatkan kemampuan
Matematika merupakan ilmu dasar dari memecahkan masalah perlu dikembangkan
pengembangan sains (basic of science) yang memiliki keterampilan memahami masalah, membuat model
peran penting dalam seluruh aspek kehidupan. Dalam matematika, menyelesaikan masalah dan menafsirkan
pembelajaran matematika, seorang siswa akan solusinya.
mempelajari tentang konsep berhitung serta
diharapkan dapat menerapkannya dalam kehidupan Penyajian pemecahan masalah matematika
sehari - hari. Materi yang diberikanpun disesuaikan dalam bentuk soal cerita tersebut ternyata sebagian
dengan tingkatan kelas pada sekolah dasar secara besar siswa menganggap sebuah permasalahan
bertahap. Dimulai pada awal tingkatan, materi yang pembelajaran matematika. Hal ini terjadi bisa
diajarkan masih berupa pengenalan namun dari situlah disebabkan dari berbagai faktor. Mulai dari faktor
merupakan dasar untuk mempelajari materi yang ada dalam siswanya sendiri, bahwa bagi sebagian siswa
di tingkat berikutnya. sekolah dasar matematika menjadi pelajaran yang
tidak menyenangkan. Tentunya hal ini akan
Berdasarkan Permendikbud Nomor 21 tahun berdampak pada hasil belajarnya. Ketidaksukaan
2016 tentang Standar Proses menyebutkan bahwa siswa akan matematika dapat disebabkan banyak hal,
dalam setiap kesempatan, pembelajaran matematika seperti cara guru mengajar yang kurang tepat, metode
hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah yang pembelajaran yang kurang menarik, bahkan dapat
sesuai dengan situasi (contextual problem). Dengan juga disebabkan berbagai pendangan negatif akan
mengajukan masalah yang nyata, peserta didik secara kesulitan matematika yang sering didengar siswa
bertahap dibimbing untuk menguasai konsep dengan dari orang lain. Kesulitan matematika kadang
matematika. juga disebabkan dari anggapan bahwa matematika
merupakan hal yang abstrak dan sulit diubah menjadi
Pembelajaran matematika di tingkat sekolah hal yang nyata.
dasar merupakan upaya dalam rangka memenuhi
kebutuhan jangka panjang bagi siswa. Belajar Dalam hal ini upaya untuk membantu siswa
matematika membentuk siswa untuk berhitung dan yang mengalami kesulitan belajar matematika dengan
mengasah logika, dan lebih jauhnya yakni matematika menggunakan scaffolding sebagai solusi dengan
dapat digunakan dalam menyelesaikan permasalahan pertimbangan bahwa peranan bantuan di saat
sederhana yang ada di lingkungan sekitar. Matematika diperlukan siswa adalah sesuatu yang sangat berarti
22
dan merupakan hal penting. Teori belajar Dalam pembelajaran, scaffolding dapat
konstruktivisme khususnya pada pendidikan dasar dikatakan sebagai jembatan yang digunakan untuk
antara lain menyebutkan pentingnya ZPD (zone of menghubungkan apa yang sudah diketahui siswa
proximal development) dan scaffolding yang tepat dengan sesuatu yang baru atau yang akan
waktu dan dapat ditarik kembali secara bertahap dikuasai/diketahui siswa. Hal yang utama dalam
setelah anak menunjukkan keberhasilan terhadap penerapan scaffolding terletak pada bimbingan guru.
pencapaian suatu indikator dalam aspek Bimbingan guru diberikan secara bertahap setelah
perkembangan anak (child development). Anak siswa diberi permasalahan, sehingga kemampuan
membutuhkan scaffolding untuk menuju ke tingkat aktualnya mencapai kemampuan potensial. Bantuan
perkembangan potensial (level of potential tersebut dapat berupa petunjuk, dorongan, peringatan,
development). Implemetasi scaffolding sebagai bagian menguraikan masalah ke dalam langkah-langkah
dari proses belajar konstruktivisme perlu dikenali pemecahan, atau memberikan contoh.
dengan baik sehingga tidak perlu berubah menjadi
interferensi yang justru akan menghilangkan Sebelum memberikan scaffolding guru perlu
kesempatan belajar anak untuk menguasai proses melakukan diagnosis kesulitan belajar siswa dan
penyelesaian masalah. Desain kurikulum, instruksi memahami aspek kemampuan berpikir siswa sehingga
pembelajaran dan proses asesmen pendidikan usia dini bantuan yang diberikan tepat dan sesuai. Penerapan
merupakan faktor-faktor yang memberikan pengaruh scaffolding sebagai contohnya yaitu pemecahan
besar terhadap proses belajar konstruktivisme masalah soal cerita pada materi operasi hitung
pendidikan anak. Scaffolding pada pendidikan sekolah pecahan di SD Kelas V. Ruang lingkup materi yang
dasar dapat terjadi dimana saja tempat lingkungan berada pada ZPD sesuai dengan langkah pemecahan
anak terutama dalam pembelajaran. Scaffolding dapat masalah Polya meliputi; (a) Memahami masalah untuk
dilakukan oleh orang dewasa (adult/ care giver/ menentukan yang diketahui dan ditanyakan, (b)
parent/ teachers), atau orang yang lebih dahulu tahu Menentukan strategi model matematika dalam operasi
(knowledgeable person/ siblings) atau teman sebaya hitung pecahan untuk menyelesaikan masalah (c)
(peer). Melakukan perhitungan untuk menyelesaikan operasi
hitung pecahan. (d) Memeriksa kembali kemudian
Dalam proses pembelajaran terutama dalam menafsirkan hasil yang diperoleh dengan tujuan
pembelajaran matematika, seorang guru akan permasalahan.
melakukan tugas-tugas bersama para siswa secara
berkala. Sehingga siswa yang tidak mampu Dalam hal ini, pengetahuan siswa diperoleh
menyelesaikan soal secara mandiri, akan mulai secara individu yaitu dengan mengkonstruksi sendiri
mempelajari prosedur yang tepat melalui interaksi pengetahuannya dari proses interaksi dengan obyek
dengan gurunya. Maka dapat dipahami bahwa Zona yang dihadapinya serta pengalaman sosial. Guru
Perkembangan Proksimal merupakan jarak antara masuk dalam ZPD peserta didik dan memberikan
tingkat perkembangan sesungguhnya yang bahasa matematika untuk membantu pemahaman
didefinisikan sebagai kemampuan pemecahan konsep mereka dalam diskusi dengan bahasa peserta
masalah secara mandiri dan tingkat perkembangan didik. Dengan Scaffolding yang diberikan oleh guru,
potensial yang didefinisikan sebagai kemampuan peserta didik dapat menjelaskan dan menukar
pemecahan masalah di bawah bimbingan orang pemahaman matematika dalam kehidupan sosialnya
dewasa atau melalui kerjasama dengan teman sejawat sehingga pemahaman konsep dapat dicapai oleh
yang lebih mampu. Jadi, ZPD melibatkan kemampuan peserta didik dan menumbuhkan nilai-nilai budaya
kognitif anak yang berada dalam proses pendewasaan dan karakter bangsa pada diri peserta didik.
dan tingkat kinerja mereka dengan bantuan orang
yang lebih ahli. Scaffolding merupakan suatu cara yang dapat
digunakan guru untuk meminimalis kesulitan siswa
Erat kaitannya dengan gagasan zone of dalam belajar matematika ataupun dalam pemecahan
proximal development adalah scaffolding, sebuah masalah matematika. Scaffolding yang diberikan guru
bantuan atau dukungan kepada anak dari orang bukanlah menyelesaikan masalah siswa tetapi
dewasa atau orang yang lebih kompeten dalam merupakan merupakan bantuan atau arahan dengan
menyelesaikan kompetensi yang lebih tinggi. mengkaitkan kesulitan siswa dalam ZPD untuk
Pembelajaran berdasarkan scaffolding merupakan meningkatkan perkembangan kemampuan potensial.
pemberian dukungan melalui bantuan dari teman yang
lebih terampil, orang dewasa, maupun guru kepada Sebelum memberikan scaffolding guru
anak pada saat awal belajar, kemudian sedikit demi melakukan diagnosis kesulitan belajar siswa dan
sedikit mengurangi dukungan atau bantuan tersebut memahami aspek kemampuan berpikir siswa sehingga
setelah anak mampu untuk memecahkan masalah dari bantuan yang diberikan tepat dan sesuai untuk
tugas yang dihadapinya. digunakan dalam meningkatkan perkembangan
kemampuan aktual siswa menjadi kemampuan
potensial secara maksimal. (RedG)
23
Pemanfatan Akun belajar.id Sebagai Akun Belajar
Bagi Pembelajaran di Era Covid-19 (Kelas IV SD N 2 Barenglor, Klaten)
Pandemi covid-19 masih berlangsung Penulis : Iisrohli Irawati S.S.,S.Pd.,M.Hum
walaupun pemerintah sudah menyatakan (Guru SD N 2 Barenglor, Klaten)
Covid-19 menjadi endemi. Berbagai upaya
pemerintah termasuk dunia pendidikan berusaha misalnya di kelas IV di semester 2 pada tema
memutus rantai penyebaran virus tersebut dengan cita-citaku, dan bisa kita ambil satu sub tema dan
memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). satu pembelajaran misalnya menulis dan
Usaha pemerintah dan semua masyarakat terus membaca puisi tentang cita-cita. Anak diminta
dilakukan termasuk melakukan vaksinasi, dunia menuliskan apa yang menjadi cita-citanya.
pendidikan mulai memberlakukan Pembelajaran Menuliskan dalam indahnya bait puisi. Meminta
tatap Muka Terbatas (PTM terbatas). anak menulis dan membaca puisi cita-cita mereka
Pembelajaran PTM yang diawali dengan uji coba ketika kelas google meet dilaksanakan.
pembelajaran tatap muka yang ahirnya diambil
kebijakan PTM 100 %, kemudian berubah Kita bisa memaparkan, memberi contoh
kembali menjadi PTM 50%. Dalam kondisi bagaimana membaca dan menulis puisi,
seperti ini guru harus tetap mampu berinovasi dan mempelajari unsur-unsur dalam sebuah puisi.
upgrade diri, menjadi guru yang mampu dan bisa Dalam pertemuan melalui google meet anak kita
memilih model pembelajaran yang tepat untuk ajarkan menulis secara jujur dan konteksual
anak didik serta sesuai dengan kondisinya. sesuai dengan cita-cita mereka. Anak-anak di
rumah selama PJJ tentu lebih dekat dengan orang
Pemerintah dengan berbagai upaya juga tua mereka dan secara nyata/ kontekstual
turut serta memberikan fasilitas-fasilitas agar anak-anak diminta mengamati dan menanyakan
pendidikan di negara kita tidak terhenti dimulai tentang profesi orang tua mereka sehingga
dengan pemberian kuota pada peserta didik, mampu menumbuhkan minat yang kuat agar anak
pemberian akun belajar.id yang bermanfaat dan bisa belajar dan mengapai mimpi cita-cita
kini menjadi single system on (SSO) dimana akun mereka.
ini sangat penting dan terkait antara akun
pembelajaran. Akun pembelajaran ini memberi Dengan mengupas materi puisi dan
berbagai fasilitas pembelajaran dimulai dari meminta anak lebih jeli serta teliti mengamati
kapasitas yang tanpa batas, fasilitas goggle profesi orang tua anak-anak serta memberikan
classrom yang bisa kita gunakan untuk tetap penjelasan dan cara bagaimana menulis puisi dan
melaksanakan blended learning system ketika PJJ membaca puisi dengan baik maka di harapkan
dan PTM, googlemeet, fasilitas rekam yang pembelajaran jarak jauh tetap menjadi
sampai saat ini masih selalu upgrade. menyenangkan dan mampu tercapai tujuan dari
pembelajaran ini. Guru dan siswa sama-sama
Ada berbagai sarana atau media PJJ yang tetap bisa belajar, berkomunikasi dan
bisa dipilih dan gunakan dalam fasilitas akun pembelajaran menjadi lebih nyata dan
belajar ini. Salah satunya adalah menggunakan menyenangkan di tengah pandemi ini.
Google meeting sebagai sarana virtual bertatap
muka dan berkomunikasi seolah kita mengajar di Selain menggunakan google meet sebagai
dalam kelas secara konvensional. salah satu fasilitas didalam akun belajar.id ini
Dengan membuat kode meeting/ link yang
kemudian dishare kepada siswa maka guru dapat
menjumpai anak didiknya melalui layar laptop
atau handphone. Pembelajaran kontekstual yang
dimaksud adalah pembelajaran yang sesuai
dengan konteks (seolah nyata) di tengah-tengah
peserta didik.
Salah satu pembelajaran yang dilakukan
24
penggunaan google class room juga merupakan Fasilitas lain yang diberikan di akun
salah satu fasilitas yang tidak kalah penting juga belajar.id yang terasa sangat membantu adalah
dan masih terus bisa digunakan mengingat kita bisa menggunakan fasilitas kolaborasi
pandemi yang belum selesai dan waktu anak melalui google form, googledoc, googlesites.
belajar di sekolah masih sangat kurang. Baik Fasilitas-fasilitas ini sangat bermanfaat dan
pemberian materi maupun penugasan dapat kita sangat aplikatif kita gunakan dalam kegiatan
lakukan melalui google classroom. KBM baik melalui PJJ maupun PTM. Fasilitas
terbaru yang diberikan oleh pemerintah adalah
Kita dapat mengunakan google meet fasilitas platform merdeka belajar. Platform ini
dengan mudahnya karena menggunakan akun juga pengembangan dari usaha pemerintah untuk
belajar.id didalam class room sudah otomatis terus meningkatkan kualitas pendidikan di
terhubung dengan google meet dan anak – anak Indonesia dan kita mengaksesnya juga harus
yang bisa menggunakan linknya dengan mudah. melalui akun belajar.id.
Ketika mengunakan google meet kita tidak perlu
ngeshare link lagi jika kita menggunakan Sebagai seorang guru yang memang
classroom yang memakai akun belajar.id secara harus terus belajar dan siap untuk terus berjuang
otomatis sudah bisa digunakan. Selain itu jika dan berbakti pada negeri melalui dunia
siswa kita menggunakan jawaban yang pendidikan mari terus upgrade diri dan terus
mengambil dari duplikasi internat maka secara belajar serta tidak menyerah pada keadaan agar
otomatis juga dapat di ketahui secara langsung tidak terjadi lose part dalam kegiatan KBM dan
karena didalam classroom yang menggunakan mari manfaatkan fiture dan fasilitas di akun
akun belajar.id ada fasilitasnya untuk mengetahui belajar.id. (RedG)
jawaban ini asli atau tidak.
Di bawah ini perbedaan antara google
classroom yang menggunakan akun pribadi dan
google classroom yang menggunakan akun
belajar.id
Akun Pribadi Akun Belajar.Id
Tidak terhubung dengan google meet Terhubung dengan google meet
Kapasitas 20 orang guru dan 250 siswa Kapasitas 20 0rang guru dan 1000 siswa
Tidak dapat mengundang wali murid Dapat mengundang wali murid
Tidak ada import nilai dari google form Ada Import Nilai dari google form
Tidak Ada mode kunci chrome book Ada Mode kunci chrome book
Tidak ada cek originalitas Ada cek originalitas
25
Membangun Karakter Anak Usia Dini
Karakter sekitar 50% variabilitas
merupakan watak, sifat, kecerdasan orang dewasa
hal yang mendasar pada sudah terjadi ketika anak
diri seseorang sebagai berusia 4 tahun.
pembeda antara individu Peningkatan 30%
yang satu dengan yang berikutnya terjadi pada
lainnya. Karakter ibarat usia 8 tahun, dan 20 %
pisau bermata dua. Penulis : Joko Rahmadi, S.Pd – sisanya pada pertengahan
Guru SDN 1 Kendalsari, Kemalang, Klaten atau akhir dasawarsa yang
Karakter memiliki merupakan lingkungan
kemungkinan akan
membuahkan dua sifat pertama bagi
yang berbeda atau saling bertolak belakang pertumbuhan karakter anak serta saat usia dini
seperti anak yang memiliki keyakinan tinggi. Hal lebih mudah membentuk karakter anak karena ia
ini akan menumbuhkan sifat berani sebagai buah lebih cepat menyerap perilaku dari lingkungan
keyakinan yang dimilikinya atau justru sekitarnya. Pada usia ini perkembangan mental
sebaliknya memunculkan sifat sembrono, kurang berlangsung sangat cepat. Oleh karena itu,
perhitungan karena terlalu yakin akan lingkungan yang baik akan membentuk karakter
kemampuannya. yang positif. Pengalaman anak pada tahun
Begitu besar pengaruh karakter dalam pertama kehidupannya sangat menentukan
kehidupan seseorang. Maka itulah pembentukan apakah ia akan mampu menghadapi tantangan
karakter harus dilakukan sejak usia dini. dalam kehidupannya dan apakah ia akan
Menumbuhkan rasa aman dan nyaman adalah menunjukkan semangat tinggi untuk belajar dan
dasar yang utama dalam membentuk karakter berhasil dalam pekerjaannya. Namun bagi
anak, yang kemudian dapat menumbuhkan rasa sebagian keluarga, barangkali proses pendidikan
”berarti”, ”berharga” atau ”bernilai” pada anak. karakter yang sistematis di atas sangat sulit,
Pendidikan karakter sebaiknya dimulai di usia terutama bagi sebagian orang tua yang terjebak
kanak – kanak atau yang biasa disebut oleh para dengan rutinitas yang padat. Karena itu
ahli Psikologi sebagai usia emas (Golden Age), seyogyanya pendidikan karakter juga perlu
karena usia ini terbukti sangat menentukan diberikan saat anak – anak masuk dalam
kemampuan anak dalam mengembangkan lingkungan sekolah, terutama sejak play group
potensinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dan taman kanak-kanak. Disinilah peran guru
26
yang dalam filosofi jawa disebut karakteristik anak, menumbuhkan pemahaman positif
digugu dan ditiru, dipertaruhkan pada diri anak sejak usia dini, membiasakan anak
karena guru adalah ujung tombak bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan
di kelas yang berhadapan sekitar, serta membentuk pola pendidikan guru dengan
langsung dengan peserta didik. orangtua yang dilaksanakan baik dirumah dan di
sekolah yang saling berkaitan, memberikan dukungan
Banyak hal yang harus dan penghargaan ketika anak menampilkan tingkah
dilakukan untuk membangun laku yang terpuji, memberikan fasilitas lingkungan
karakter anak usia dini yang yang sesuai dengan usia perkembangannya, bersikap
diharapkan dapat mengubah tegas, konsisten dan bertanggung jawab, serta guru
perilaku negatif ke positif. harus membuat aktivitas yang dapat membantu
Pertama kurangi jumlah mata ketercapaian tujuan pembentukan karakter baik yang
pelajaran berbasis kognitif dalam dapat dilakukan melalui kegiatan yang bernilai dan
kurikulum - kurikulum mengarah pada terangkatnya rasa keber-Tuhanan,
pendidikan anak usia dini. penghargaan, cinta, tanggung-jawab, kedisiplinan,
Pendidikan intelektual (kognitif) kemandirian, kejujuran, kerendah-hatian, kepedulian,
yang berlebihan akan memicu kebahagiaan, kerjasama, percaya diri, kreatif, kerja
pada ketidak seimbangan keras, toleransi, kebebasan, kedamaian, dan rasa
aspek-asepk perkembangannya. persatuan.
Kedua, setelah dikurangi
beberapa pelajaran kognitif Untuk menciptakan aktivitas yang
tambahkan materi pendidikan menyenangkan dalam penanaman nilai kepada anak
karakter. Materi pendidikan usia dini yaitu dengan meningkatkan wawasan dan
karakter tidak identik dengan mengasahkan pentingnya mendidik anak dengan metode yang
kemampuan kognitif, tetapi pendidikan ini adalah menyenangkan, memperdalam wawasan tentang
mengarahkan pengasahan kemampuan afektif. pentingnya pendidikan nilai dan menerapkannya
Metode pembelajaran karakter ini dilakukan dengan dalam proses yang menyenangkan, meningkatkan
cerita-cerita keteladan seperti kisah-kisah keteladan skill dan kreativitas guru anak usia dini,
Nabi-nabi, sahabat-sahabat nabi, pahlawan-pahlawan mengeksplorasi potensi yang dimiliki guru pendidikan
Islam, dunia, nasional ataupun lokal. Cara lain yang anak usia dini dalam menyediakan dan memanfaatkan
dianggap baik dilakukan adalah dengan contextual sumber belajar bagi anak usia dini, serta
learning, yaitu dalam setiap pembelajaran anak-anak meningkatkan profesionalisme guru anak usia dini
diberikan contoh kegiatan yang baik dengan langsung dengan membekali ketrampilan mengelola proses
diperlihatkan dalam tindakan-tindakan seluruh pembelajaran yang menyenangkan. (RedG).
pendidik dalam suatu lembaga pendidikan.
Membangun karakter merupakan proses yang 27
berlangsung seumur hidup. Anak-anak akan tumbuh
menjadi pribadi yang berkarakter jika ia tumbuh pada
lingkungan yang berkarakter pula. Dengan begitu
fitrah setiap anak yang dilahirkan suci bisa
berkembang optimal. Oleh sebab itu ada tiga pihak
yang mempunyai peran penting yaitu keluarga,
sekolah, dan komunitas.
Karakter terbentuk sebagai hasil pemahaman
dari hubungan dengan diri sendiri dengan lingkungan
(hubungan sosial dan alam sekitar), dan hubungan
dengan Tuhan YME (triangle relationship). Namun
pengembangan karakter anak yang paling banyak
dipengaruhi oleh lingkungan terutama dari orangtua.
Dalam pengembangan karakter anak, peranan
orangtua dan guru sangatlah penting terutama pada
waktu anak usia dini. Banyak hal yang harus
dilakukan oleh guru dan orang tua untuk
mengembangkan karakter anak usia dini. Adapun
upaya yang dapat dilakukan oleh guru dan orangtua
dalam membangun karakter anak usia dini yaitu
dengan memperlakukan anak sesuai dengan
Membangun Karakter Positif Sejak Usia Dini
Purnama Wati, S.Pd. - SDN 1 Muruh, Gantiwarno, Klaten
Pusat Bahasa dapat membuat karakter lebih baik. Perlu disadari
bahwa kecerdasan secara ilmu maupun bahasa
Depdiknas tidak menjamin kesuksesan kelak dimasa
depannya, namun attitude yang baik atau dapat
mengartikan dikatakan anak yang mempunyai karakter yang
baik akan mencapai kesuksesan dimasa
karakter adalah depannya. Tidak bisa dipungkiri kita tidak bisa
lari dari arus teknologi yang begitu cepat. Namun
bawaan, hati, jiwa, sebagai pendidik kita dapat memperbaiki dan
menjadi rem bagi peserta didik kita untuk
kepribadian, budi memperbaiki karakter mereka sejak usia dini.
pekerti, perilaku, Mengapa harus usia dini?, karena salah
satu faktor penentu keberhasilan mencetak anak
personalitas, sifat, yang berkualitas dengan memanfaatkan
kesempatan emas. Masa keemasan dalam
tabiat, temperamen, periodisasi tumbuh kembang manusia atau sering
biasa disebut dengan perkembangan manusia
watak. Menurut dikenal dengan istilah The Golden Age. NAEYC
(National Assosiation Education for Young
John Sewey, hal Children) mengemukakan bahwa sekelompok
individu yang berada pada rentang usia antara 0 –
yang lumrah dalam 8 tahun dinamakan dengan anak usia dini. Pada
usia tersebut para ahli menyebutkan sebagai masa
teori pendidikan keemasan atau Golden Age yang hanya terjadi
satu kali dalam perkembangan kehidupan
terdapat pembentukan watak (karakter) karena manusia. Oleh karena itulah pertumbuhan dan
perkembangan anak usia dini perlu diarahkan
tujuan umum dari pengajaran dan pendidikan pada fisik, kognitif, sosioemosional, bahasa, dan
kreativitas yang seimbang sebagai peletak dasar
bukan hanya mencerdaskan kehidupan bahwa yang tepat guna pembentukan pribadi yang utuh
salah satunya menjadi pribadi yang berkarakter
namun mendidik kepribadian anak menjadi lebih positif. Oleh karena itu mari kita sebagai seorang
pendidik memanfaatkan peluang ini untuk
baik. Hal ini tertuang dalam UU No. 20 Tahun mencetak anak yang cerdas dan berkarakter
positif. Apabila masa ini dilepas begitu saja dari
2003 ayat yang menyebutkan “Pendidikan adalah pengawasan orang tua atau para pendidik, maka
biasanya akan merugikan anak dalam
usaha sadar dan terencana untuk mewujdkan pertumbuhan selanjutnya.
suasana belajar dan proses pembelajaran agar Salah satu cara membentuk karakter
positif di kelas adalah dengan menerapkan tiga
peserta didik secara aktif mengembangkan kata ajaib yaitu maaf, tolong, dan terima kasih.
Ketiga kata ini begitu familiar di telinga kita,
potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual namun jarang kita dengan dari mulut peserta didik
kita. Ketiga kata ini adalah wujud implementasi
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, pendidikan karakter. Padahal ketiga kata ini kalau
kita ucapkan menjadi kebiasaan akan
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan
28
yang diperlukan dirinya, Masyarakat, bangsa dan
negara.
Berdasarkan jabaran di atas, kita sebagai
pendidik bukan hanya mencerdaskan dalam
bidang keilmuwan maupun bahasa saja, namun
akhlak dan karakter yang positif perlu kita
tanamkan sejak usia dini kepada mereka. Terlebih
pada era globalisasi saat ini anak cenderung lebih
asyik dengan gadgetnya sehingga dikuatirkan
karakter anak lebih mengarah kenegatif. Sering
kita menemukan banyak anak yang lebih
mementingkan bermain gadget dari pada
membantu orang tua. Hal ini ditambah
memperburuk kondisi lagi ketika anak tidak
memperhatikan orang yang lebih tua ketika diajak
bicara. Hal-hal seperti inilah yang akan
memperburuk masa depan bangsa, padahal
ditangan merekalah negara Indonesia ini akan
dibawa. Selain itu anak-anak pada jaman
sekarang susah sekali untuk mengatakan kata
“tolong, maaf, terima kasih”, padahal kata ini
lain. Kita sebagai
pendidik juga harus
bisa mencontohkan
kepada peserta didik
yaitu dengan
meminta maaf ketika
dirasa apa yang kita
lakukan membuat
rugi atau tidak
berkenan dihati
peserta didik. Dengan
membiasakan selalu
mengucapkan kata
ini, anak akan
terbiasa untuk
berempati dan
berusaha untuk tidak
menyakiti perasaan
orang lain.perasaan
tidak ingin menyakiti
orang lain, empati,
berani mengakui
kesalahan dan berani
bertanggung jawab
merupakan
pembentukan
karakter positif.
Kata kedua yaitu
berpengaruh kepada pribadi kita. Orang yang “tolong”. Membiasakan anak selalu
mengucapkan ketiga kata tersebut adalah ciri-ciri
orang yang memiliki kepribadian yang baik. menggunakan kata “tolong” ketika meminta
Baginya, ketiga kata tersebut sangat mudah
terucap karena sudah terinternalisasi dalam bantuan dapat membentuk karakter positif
dirinya. Oleh sebab itu, mari kita sebagai seorang
pendidik menginternalisasikan kata-kata ini mereka. Ketika kita menyuruh anak melakukan
kedalam pribadi peserta didik kita. Pertama kita
bisa membuat kontrak belajar dengan anak-anak sesuatu, kita bisa menggunakan kata tolong.
bahwa harus mengucapkan kata-kata ini.
Tanpa kata tolong ketika meminta bantuan,
Kata pertama yaitu “maaf”, mungkin kata
ini menjadi kata yang paling sulit diucapkan. kalimat yang diucapkan terdengar seperti perintah
Walau bagaimanapun, manusia memang memiliki
ego dan gengsi yang tinggi untuk mengakuinya, dan tak sadar bisa menyinggung orang lain.
termasuk juga pada anak-anak. Kata “maaf” juga
mengajarkan kepada anak untuk mengakui Penggunaan kata tolong dalam kehidupan
kesalahannya. Selain itu, kita juga dapat
mengajarkan sikap untuk memiliki rasa tanggung sehari-hari dapat membentuk karakter anak
jawab terhadap kesalahan yang telah dibuat lalu
berusaha untuk tidak melakukannya lagi. Kata “ menjadi lebih menghargai bantuan dari orang
maaf” juga menunjukkan bahwa dengan meminta
maaf bukan berarti mengakui kekalahan, namun lain, rendah hati, dan tidak semena-mena.
menunjukkan rasa penghargaan terhadap orang
Kata ketiga yaitu “terima kasih”, kata ini
biasanya diucapkan setelah menerima
pertolongan, mendapatkan hadiah atau barang,
atau pujian dari orang lain. Kita bisa
mencontohkan kepada anak dengan membiasakan
diri selalu mengucapkan terima kasih dalam
setiap kesempatan. Dengan membiasakan
mengucapkan terima kasih, anak belajar tentang
arti rasa syukur terhadap sesuatu yang sudah
dimiliki atau diperoleh. (RedG)
29
Metode Alternatif Pembelajaran di Masa Pandemi
pada Kelas Rendah Sekolah Dasar
Dwi Susilowati, S.Pd
SD N 1 Rejasa, Jogonalan, Klaten
Pandemi Covid-19 Selama pandemi ini, kegiatan belajar mengajar di
berbagai jenjang pendidikan pada umumnya dan
telah mengubah disekolah dasar pada khususnya menerapkan beberapa
kali sistem pembelajaran berdasarkan arahan dari
banyak hal salah pemerintah dalam hal ini dinas Pendidikan Klaten, yang
pertama kali full daring (100 % PJJ), kemudian
satunya yang paling diberlakukan PTM Terbatas, dan sempat diperbolehkan
untuk Pembelajaran Tatap Muka full 100% kurang lebih
kentara perubahanya sekitar 1 bulan dan sekarang kembali lagi Pembelelajaran
Tatap Muka terbatas 50 %. karena pergantian sistem
ada dalam bidang pembelajaran yang tidak pasti ini, maka
disekolah-sekolah khususnya di sekolah dasar
Pendidikan. Pandemi menerapkan proses belajar mengajar dengan sistem
kombinasi antara daring dan luring. Maka dari itu dalam
covid-19 telah hal menghadapi sistem ini guru hendaknya memiliki
beberapa strategi pembelajaran yang tepat sehingga
mengubah proses kompetensi dasar yang disampaikan secara semaksimal
mungkin dan tujuan pembelajaran dikelas 1 khususnya
pembelajaran, penguasaan kompetensi dasar anak yaitu kemampuan
calistung bisa tepat sasaran.
sebelumnya
Adapun beberapa strategi pembelajaran yang
dilaksanakan secara diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di SD Negeri
1 Rejasa khususnya di kelas 1 pada masa pandemi yang
tatap muka kini telah mana semua strategi ini diprakarsai oleh hasil implikasi
dari surat Edaran Mendikbud no.4 tahun 2020 tentang
beralih ke system pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa Darurat
penyebaran corona virus Disease (Covid-19). . Strategi
pembelajaran dalam jaringan (daring) atau juga luar tersebut diantaranya :
jaringan (luring) sekarang lebih dikenal juga dengan 1. Daring Method
istilah pembelajaran jarak jauh (PJJ). Penerapan Metode Daring (Daring Method) merupakan
salah satu metode pembelajaran yang pertama kali
Pembelajaran jarak jauh di Indonesia baik yang disarankan oleh Kemendikbud untuk tetap melaksanakan
pembelajaran selama masa pandemi. Metode ini adalah
diterapkan di perkotaan maupun pedesaan tersebut juga metode belajar berbasis teknologi dengan tetap
melakukan tatap muka secara virtual dengan bantuan
dilaksanakan berdasarkan atas himbauan pemerintah. media tertentu atau media sosial baik itu dengan melalui
grup whatsapp, google classroom, zoom, google meet
Meski telah cukup lama menerapkan maupun yang lainnya. Metode ini banyak diterapkan
disekolah-sekolah ketika sistem pembelajaran diterapkan
pembelajaran jarak jauh, tetapi masih banyak terdapat full 100% daring.
kendala-kendala yang sering dihadapi dalam Disamping kelebihan yang dimiliki daring
method, tetapi metode full daring ini masih kurang efektif
pelaksanaanya dilapangan seperti terkait fasilitas, untuk diterapkan dikelas 1 karena pada dasarnya
anak-anak kelas 1 membutuhkan pendampingan langsung
jaringan, hingga keadaan psikologis dari siswa, guru dengan guru terutama untuk meningkatkan kemampuan
dasar anak yaitu penyerapan membaca, menulis dan
maupun orang tua siswa sendiri. Sehingga untuk berhitung. Dengan metode daring memerlukan media
tertentu seperti hp, sementara untuk anak kelas 1 dalam
menghadapi berbagai kendala tersebut guru penggunaan hp kebanyakan dari anak-anak belum
membutuhkan dukungan lebih, baik dari orang tua atau 30
bahkan murid itu sendiri.
Sistem belajar jarak jauh ini juga menjadi
tantangan besar bagi semua guru di Indonesia pada semua
jenjang pendidikan. Salah satu yang paling membutuhkan
tenaga dan pikiran yang ekstra adalah guru di tingkat
dasar khususnya guru sekolah dasar pada kelas rendah
(Kelas 1) yang notabene siswa baru yang baru masuk
tingkat SD masih pada tahapan merasakan masa transisi
anak dari taman kanak ke sekolah dasar. Dimana kesiapan
bersekolah anak disini sangat diperlukan. Nah, pada masa
transisi ini kebanyakan orang tua berharap jika anak sudah
masuk sekolah dasar maka anak-anak mereka akan bisa
atau mampu untuk membaca dan menulis dengan lancar.
Harapan para orang tua tidaklah salah karena pada
dasarnya untuk tingkat TK anak-anak belum boleh
diajarkan calistung secara aktif.
Untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut
dalam kegiatan belajar mengajar dikelas 1 pada masa
pandemi ini yang sudah memasuki tahun kedua. SD
Negeri 1 Rejasa Kecamatan Jogonalan sudah menerapkan
beberapa alternatif metode pembelajaran demi kelancaran
pembelajaran di kelas 1.
diberikan hp dan hp kebanyakan digunakan orang tua berjumlah 12 orang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu
mereka untuk bekerja sehingga pembelajaran yang kelompok A (yang belum lancar calistung), dan kelompok
disampaikan guru melalui media hp baik itu bentuk video, B (yang sudah lancar calistung). Adapun tujuan dibagi
video call, googlemeet dan yang lainnya terkadang tidak menjadi 2 kelompok adalah agar penyampaian
efektif atau tidak sepenuhnya anak bisa memahami pembelajaran (materi) lebih efektif sesuai kemampuan
penyampaian materi yang diberikan. Terkadang mereka masing-masing peserta didik.
hanya yang penting mengerjakan tugas lalu dikirimkan
tapi untuk prosesnya penyerapan materi ke anak amat 3. Home Visit Method
berkurang. Maka dari itu pada sistem ini peran orang tua
sangat diperlukan untuk bisa mendampingi putra-putrinya Home visit merupakan salah satu alternatif
belajar dirumah. Pada sistem pembelajaran dengan metode metode pembelajaran pada masa pandemi ini. Terdapat
daring ini peran guru sebagai pendidik sudah tentu harus beberapa sekolah khususnya di tingkat sekolah dasar
bekerjasama dengan berbagai pihak , karena hal ini menerapkan metode ini ketika pihak sekolah diminta
menjadi jembatan penghubung antara orang tua dan untuk melakukan pembelajaran daring 100% tidak
sekolah dalam menerapkan strategi pembelajaran yang terkecuali di SD Negeri 1 Rejasa Kecamatan Jogonalan
tepat saat pandemi terjadi. khususnya di kelas 1. Metode ini dilaksanakan dengan
cara guru mengunjungi tempat tinggal siswa untuk
2. Luring Method memberikan pembelajaran dan juga membantu
menyelesaikan masalah yang dihadapi siswa ketika
Metode kedua yang diterapkan di sekolah masih menerima pembelajaran.
pada masa pandemi ini adalah luring method. Luring
method atau metode luring adalah model pembelajaran Home visit dilakukan dengan cara guru
yang dilakukan diluar jaringan (offline) dengan kata lain berkunjung ke rumah peserta didik dan mengumpulkan
yaitu cara belajar dengan tatap muka, dimana guru dan peserta didik disalah satu rumah peserta didik dan
siswa bertemu langsung di sekolah untuk kegiatan belajar mengumpulkan peserta didik yang tempat tinggalnya
mengajar. Luring method ini mulai diberlakukan disekolah berdekatan maksimal 6 orang agar pembelajaran lebih
ketika ada himbauan dari dinas pendidikan untuk efektif. Dan untuk jadwal pembelajaran yang diteapkan
melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas 50%. dikelas 1 ketika homevisit, para peserta didik akan
Sebelum pandemi, luring method ini adalah metode mendapatkan mata pelajaran 2 x dalam 1 minggu tiap
belajar yang sering digunakan yaitu dengan siswa belajar kelompok belajar. Dan waktu pembelajaranya mulai pukul
di sekolah. 08.00 s/d 11.00 karena dalam 1 hari melakukan homevisit
sebanyak 2 kelompok..
Dalam pelaksanaanya sistem pembelajaran ini
dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol Adapun kelebihan homevisit diantaranya materi
kesehatan ketat yang berlaku. Dalam metode ini, siswa pelajaran yang diberikan kepada siswa bisa tersampaikan
akan diajar secara bergiliran (shift model) yaitu kehadiran dengan baik, karena materi pelajaran langsung bisa
anak 50 persen dari jumlah murid agar menghindari diterima peserta didik dan tugas langsung terlaksana oleh
kerumunan. anak-anak dengan baik dibawah bimbingan guru. Selain
itu dengan menerapkan homevisit guru bisa mengetahui
Metode Luring ini memiliki banyak kelebihan karakter dari setiap individu siswa. Guru dapat melihat
dibandingkan dengan metode daring seperti guru mudah keadaan siswa di lingkungan keluarganya selain itu guru
mengontrol siswa ketika proses belajar dan mengajar juga dapat mengetahui informasi secara langsung kendala
berlangsung. Disamping itu siswa mendapatkan ataupun sikap dan perilaku dari siswa ketika ada dirumah.
penjelasan teori langsung bertatap muka dengan guru dan Tetapi semua hal tersebut bisa terwujud apabila kerjasama
siswa mempunyai kesempatan untuk melakukan praktik antara guru dan orang tua siswa terjalin dengan baik.
juga bersama guru, sehingga dalam hal ini materi yang Karena keberhasilan dari siswa tersebut diawali dari
disampaikan akan lebih mudah terserap oleh siswa. keadaan kondisi didikan dari rumah mereka. Maka dari itu
Seperti contoh penerapan luring method untuk dikelas 1 kami berharap metode pembelajaran home visit dapat
sangat cocok sekali karena dikelas 1 membutuhkan berkembang ketika masa pandemi yang dimana
arahan, binaan dan pendampingan guru satu persatu pemerintah menghimbau untuk melakukan pembelajaran
khususnya untuk mengenalkan kompetensi dasar secara online. Sehingga siswa tetap mendapatakan
membaca , menulis dan berhitung. Pada saat sistem pendidikan yang layak dan mudah dipahami. (RedG)
pembelajaran 50 % ini, Siswa di kelas 1 SDN Rejasa yang
31
Solusi Menajamkan Potensi Murid
Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi
Penulis : serta selalu ada penilaian dan umpan balik yang
Ika Widi Astuti, S.Pd.SD diberikan kepada murid setelah evaluasi dilakukan.
(Guru SDN 3 Paseban, Bayat, Klaten) Sementara itu, dukungan orangtua pada pembelajaran
daring ini sangat dibutuhkan guna membantu guru
Semenjak diberlakukannya masa darurat mencapai tujuan setiap sesi pembelajaran daring.
covid-19 hampir seluruh sekolah di Indonesia Kreativitas ini terkadang muncul karena masalah yang
mengambil kebijakan untuk pembelajaran via daring ditemui ketika memberikan materi pembelajaran.
atau yang disebut dengan Pembelajaran Jarak Jauh Salah satunya adalah masalah murid yang kurang
(PJJ). Pembelajaran daring ini sebagai solusi untuk menunjukkan minat pada mata pelajaran yang sedang
menghadapi masa pandemi covid-19 agar murid tetap diajarkan. Metode pembelajaran berdiferensiasi dapat
dapat belajar dari rumah dan penyebaran virus dijadikan sebagai solusi alternatif ketika guru
tersebut dapat dihambat. PJJ suatu metode terhambat oleh masalah tersebut. Melalui
pembelajaran yang proses pengajaran terjadi secara pembelajaran berdiferensiasi, setiap siswa difasilitasi
terpisah dari proses belajar sehingga komunikasi untuk mengembangkan potensi terbaiknya.
antara guru dengan murid harus difasilitasikan melalui
bahan cetak, media elektronik, dan media-media lain. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan
PJJ telah mendorong guru lebih kreatif ketika pembelajaran yang memberi keleluasaan pada murid
menyajikan materi pembelajaran. Guru harus kreatif untuk meningkatkan potensi dirinya sesuai dengan
baik dari sisi pedagogik atau bagaimana cara mengajar kesiapan belajar, minat, dan profil belajar .
maupun dari sisi teknologi yang digunakan. Guru Pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya berfokus
harus menunjukkan gairah mengajar dan kasih sayang pada produk pembelajaran, akan tetapi juga fokus
selama berinteraksi dengan murid. Pembelajaran pada proses dan konten/materi. Metode ini dapat
harus dilakukan dalam suasana yang menyenangkan diterapkan hampir pada semua mata pelajaran. Saya
menugaskan murid untuk belajar pemanfaatan sumber
daya alam di lingkungan sekitar agar dapat jadi
sumber makanan. Tugas ini secara tidak langsung
dapat mengarahkan murid yang berpotensi dan belajar
sesuai dengan minatnya. Pembelajaran berdiferensiasi
berfokus pada tiga hal utama yakni diferensiasi
konten/materi, diferensiasi proses, dan diferensiasi
produk.
Diferensiasi konten/materi
Jika fokus pada konten/materi, maka murid
mempunyai kebebasan untuk menentukan sumber
32
daya alam (SDA) di sekitarnya untuk diolah menjadi mendengarkan musik, ada yang lebih senang dalam
sumber makanan. Guru akan memberikan lembar kondisi sepi, atau mungkin dan ada yang bisa belajar
kerja (LK) berisi tabel panduan dan contoh sambil menonton televisi, dan masih banyak lagi.
langkah-langkah yang harus dilakukan murid ketika
ingin membuat makanan berdasarkan bahan-bahan Tantangan pembelajaran berdiferensisasi
yang mereka pilih.
Dalam menerapkan pembelajaran
Diferensiasi proses
Guru dapat memberikan murid kebebasan berdiferensiasi bukanlah hal yang mudah. Guru harus
untuk mengolah sumber daya alam (SDA) yang telah
dipilihnya. Murid dapat menggoreng, mengukus, dapat menyiapkan beberapa materi dan instrumen
merebus atau proses lain untuk mengubahnya menjadi
makanan. Setelah itu murid harus menulis bagaimana penilaian sekaligus, guru harus menggunakan
ia menyusun rencana, jadwal pengolahan, dan
mengawasi produk yang akan dihasilkan di dalam LK diferensiasi konten/materi, berarti guru harus
(Lembar Kerja).
menyiapkan materi lebih dari satu, sama halnya
Diferensiasi produk
Diferensiasi produk akan tampak dari produk dengan diferensiasi proses dan produk, sehingga harus
yang dihasilkan murid. Produk ini beragam jenisnya
karena bahan dan proses yang digunakan juga ada lebih dari satu media pembelajaran dan alat
beragam. Guru dapat meminta orangtua atau saudara
untuk menilai produk yang dibuat oleh murid. penilaian. Akan tetapi sebenarnya pembelajaran
Penilaian dapat meliputi rasa, inovasi, dan bentuk.
Penjelasan produk juga tidak harus selalu dalam berdiferensiasi dapat menguntungkan anak untuk
bentuk laporan tertulis. Murid dapat menjelaskan
produk dalam bentuk visual seperti video memaksimalkan potensi mereka, terlebih lagi untuk
presentasi/foto dokumentasi ataupun dalam bentuk
audio seperti voice note tergantung minat murid. anak berkebutuhan khusus yang pembelajarannya
Meskipun konten, proses, dan produk yang dihasilkan
beragam, namun guru mempunyai acuan penilaian berbeda dengan murid lain.
yang seragam. Acuan penilaian dalam pembelajaran
ini meliputi penilaian sikap yang dilihat dari sikap Memancing siswa lebih aktif
tanggung jawab, disiplin, dan kerja keras murid. Melalui pembelajaran berdiferensiasi sikap
Penilaian pengetahuan tergambar dari cara siswa toleransi dapat muncul dengan pemberian keleluasaan
menjelaskan proses menghasilkan suatu produk bagi murid untuk mengembangkan potensinya. Guru
sedangkan penilaian keterampilan tergambar dari tidak membatasi bahan dasar, proses, dan produk yang
proses dalam menghasilkan produk makanan yang dihasilkan oleh murid. Akan tetapi guru juga tidak
bahannya berasal dari lingkungan sekitar murid. membebaskan semuanya sehingga pembelajaran
terkesan ambyar. Guru tetap mengontrol pembelajaran
Mencari tahu karakteristik siswa dengan memberikan isian LK (Lembar Kerja) yang
Cara pertama untuk mencari tahu karakteristik sama bagi semua murid sehingga lebih aktif ketika
masing-masing murid adalah dengan mengamati gaya belajar. Murid mengalami langsung apa yang sedang
belajar mereka, seperti apabila ada murid yang mereka pelajari dan mereka juga jadi lebih sering
lebih tertarik pada hal yang sifatnya visual, maka berinteraksi dengan orangtua untuk membantu dan
cara pemberian materi dan produk hasil belajar mengevaluasi apa yang sudah mereka pelajari
pun diharapkan akan dalam bentuk visual, serta bersama gurunya.
dengan melihat dan mengamati tugas-tugas yang Kita sebagai guru harus menciptakan
sudah dikerjakan murid. Guru dapat berdiskusi lingkungan yang mendukung pembelajaran
dengan guru mata pelajaran lain tentang berdiferensiasi yang dibangun dengan “learning
kemampuan murid tersebut ketika menerima community” atau komunitas belajar yaitu komunitas
materi pelajaran, guru juga dapat membuat yang semua anggotanya adalah pembelajar. Guru akan
pertanyaan pemantik untuk mengetahui minat mengembangkan sikap-sikap dan praktik-praktik yang
dan karakteristik murid seperti membuat selalu mendukung lingkungan belajar. Jadi sangatlah
pertanyaan tentang kebiasaan belajar siswa, ada penting bagi seorang guru dalam membangun atmosfir
siswa yang lebih senang belajar sambil lingkungan positif. (RedG)
33
Urgensi Pembelajaran Sastra
bagi Perkembangan Kejiwaan Anak
Penulis : Tuning Sri Lestari – (Guru SDN 1 Pakisari, Cawas, Klaten)
Perkembangan rasa dan indera, serta mengekspresikan dalam bentuk tingkah laku
verbal dan non verbal.
berbagai aspek Kejiwaan
Berhadapan dengan sastra, baik itu yang berwujud suara
anak sesuai dengan usia maupun tulisan, sebenarnya kita berurusan dengan imajinasi,
sesuatu yang abstrak yang berada di dalam jiwa, sedang secara
secara universal fisik sebenarnya tidak terlalu berarti. Nurgiyantoro (2004:217)
mengemukakan bahwa bagi anak usia dini yang belum dapat
melewati tahap-tahap membaca dan hanya dapat memahami sastra lewat orang lain, cara
penyampaiannya masih amat berpengaruh sebagaimana halnya
tertentu. Brady (Saxby & orang dewasa mengapresiasikan poetry reading atau deklamasi.
Sastra yang notabene adalah karya yang mengandalkan kekuatan
Winch) mengemukakan imajinasi menawarkan petualangan imajinasi yang luar biasa
kepada anak. Dengan membaca bacaan cerita sastra imajinasi anak
bahwa para peneliti telah dibawa berpetualang ke berbagai penjuru dunia melewati batas
waktu dan tempat, tetapi tetap berada di tempat, dibawa untuk
mengidentifikasi umur mengikuti kisah cerita yang dapat menarik seluruh kedirian anak.
Melalui cerita itu anak akan memperoleh pengalaman yang luar
serta tahapan dan biasa (vicarious experience) yang setengahnya mustahil diperoleh
dengan cara-cara selain membaca sastra.
karakteristik
Manfaat pembelajaran sastra bagi perkembangan
perkembangan Kejiwaan Kejiwaan anak secara intelektual, merujuk pada teori Jean Piaget
yang mengemukakan bahwa perkembangan intelektual
anak yang meliputi aspek merupakan hasil interaksi dengan lingkungan dan kematangan
anak. Semua anak melewati tahapan intelektual dalam proses yang
berpikir, bahasa, sama walau tidak harus dalam umur yang sama. Tiap tahapan yang
lebih awal kemudian bergabung dalam tahapan berikutnya sebagai
personalitas, moral, dan struktur berpikir baru yang sedang berada pada tahap
perkembangan. Jadi, tiap tahapan kognitif yang kemudian
pertanyaan terkait yang merupakan akumulas gabungan dari tahapan-tahapan sebelumnya.
dapat membantu dalam Pembelajaran sastra bermanfaat bagi perkembangan
Kejiwaan anak secara moral, Piaget mengemukakan bahwa
seleksi bacaan sastra, Nurgiyantoro (2019:88). Tahapan perbedaan nyata antara anak dan dewasa adalah bahwa anak
memiliki "dua moral", Nurgiyantoro (2019:92). Penilaian anak
perkembangan ke diri siswa yang meliputi perkembangan terhadap moral bergerak dari keterikatannya pada orang dewasa ke
keterpengaruhannya pada kelompok dan berpikir bebasnya.
intelektual, moral, emosional dan personal, bahasa dan Penilaian anak kecil terhadap masalah atau tindakan yang baik dan
yang buruk berdasarkan kemungkinan adanya hukuman dan
pertumbuhan konsep cerita sebagaimana diungkapkan oleh Brady hadiah yang didapat dari orang dewasa. Penilaian tingkah laku
(1991) dan Huck (1987). Perkembangan juga melibatkan aspek
fisik dan pertumbuhan konsep cerita. Dalam hal ini maka manfaat
pembelajaran sastra melalui pemilihan bacaan yang tepat bagi
perkembangan Kejiwaan anak adalah dapat menumbuhkan proses
berpikir anak sesuai umurnya.
Kontribusi sastra anak sangat besar bagi perkembangan
kepribadian anak dalam proses menuju kekedewasaan sebagai
manusia yang mempunyai jati diri yang jelas sebagaimana
dikemukakan oleh Nurgiyantoro (2004:213). Kepribadian, Jati diri
seorang anak dibentuk dan terbentuk oleh lingkungan yang
diupayakan secara sadar maupun tidak sadar. Pendidikan yang
secara sadar dan terencana dilakukan di lembaga sekolah, sampai
adat-istiadat, konvensi, dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.
Di antara hal-hal itu termasuk di dalamnya adalah sastra, baik
sastra lisan yang diperoleh anak melalui saluran pendengaran
maupun sastra tulis yang diperoleh dengan bacaan. Sastra diyakini
mampu digunakan sebagai salah satu sarana untuk menanam,
memupuk, mengembang, dan melestarikan nilai-nilai yang
diyakini baik dan berharga oleh keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Justru karena adanya pewarisan nilai-nilai itulah eksistensi suatu
masyarakat dan bangsa dapat dipertahankan untuk masa yang akan
datang.
Penanaman nilai-nilai dapat dilakukan semenjak anak
masih belum dapat berbicara dan membaca. Nyanyian-nyanyian
yang didendangkan seorang ibu untuk membujuk agar anak segera
tertidur atau sekadar untuk menyenangkan, pada hakikatnya juga
bernilai kesastraan dan sekaligus mengandung nilai yang besar
perannya bagi perkembangan kejiwaan anak, misalnya nilai kasih
sayang dan keindahan. Anak tidak dapat tumbuh dengan wajar
tanpa dukungan kasih sayang, yang antara lain dapat diekspresikan
lewat nyanyian yang bernilai keindahan. Anak memiliki potensi
keindahan, potensi yang bernilai seni dalam dirinya, baik dalam
pengertian menikmati maupun berekspresi dalam bentuk tingkah
laku. Dalam hal ini si ibulah yang mula-mula berjasa menggali
potensi itu, berjasa menanamkan dalam jiwa, menikmati dalam
34
Sastra berperan dalam
pembentukan karakter dan
Kejiwaan anak karena yang
dilakukan secara tidak langsung
diakui cukup efektif. Sebagaimana
dikemukakan oleh Nurgiyantoro
(2019:73-74), hal itu sesuai
dengan pepatah lama yang
mengatakan, “Kerbau tahan pukul,
manusia tahan kata”. Artinya,
untuk mengajar kerbau harus
dengan cara dipukul, sebaliknya,
untuk mendidik anak cukup
dengan kata-kata, misalnya lewat
cerita, petuah, nasihat, sindiran,
larangan, dan lain-lain yang
sejenis. Ungkapan lama tersebut
menunjukkan betapa pentingnya
cerita sebagai sarana untuk
“mendidik”.
Pembelajaran sastra
bermuara pada ranah afektif,
tepatnya pada pengembangan
dalam kaca mata anak kecil hanya ada dua yaitu baik dan buruk, (pembentukan) ranah afektif. Berbeda halnya dengan ranah
tidak ada alternatif lain. Penilaian anak kecil terhadap suatu
tindakan cenderung didasarkan pada konsekuensi yang terjadi psikomotor yang langsung dapat dilihat, hasil pembelajaran ranah
kemudian tanpa memperhatikan pelakunya. Pandangan anak kecil
terhadap tingkah laku buruk dengan hukuman berjalan bersama, afektif tidak langsung dapat diindra. Karena lebih bersifat
dan semakin besar kesalahan akan semakin berat hukumannya.
psikologis dan bahkan filosofis serta fundamental, berupa dampak
Manfaat pembelajaran sastra bagi perkembangan
kejiwaan anak secara emosional dan personal, şebagai seorang masa depan, dampak jangka panjang, dampak yang justru akan
manusia di dalam diri anak – anak terdapat berbagai aspek yang
sama-sama mengalami pertumbuhan dan saling berkaitan. Hal membangun dan menentukan peradaban masa depan. Dengan
tersebut diibaratkan sebagai sebuah matriks dalam perkembangan
personalitas dan proses perkembangan yang kompleks. Agar dapat belajar sastra, perkembangan Kejiwaan anak dapat lebih stabil dan
berproses untuk secara penuh berfungsi sebagai seorang manusia
(fully functioning), atau agar dapat menjadi seorang manusia yang secara psikologis lebih matang.
dapat mengaktualisasikan diri (becoming), berbagai kebutuhan
dasar anak harus terpenuhi. Kebutuhan-kebutuhan dasar itu, antara Manfaat pembelajaran sastra bagi perkembangan
lain, adalah kesadaran bahwa dirinya merasa dicintai dan dapat
mencintai, dimengerti, aman dan selamat, diakui sebagai anggota Kejiwaan anak adalah dengan belajar sastra anak secara tidak
kelompok, dan merasa memiliki kebebasan untuk tumbuh dan
berkembang. Dan hal tersebut dapat diperoleh melalui belajar langsung telah membentuk karakter anak. Melalui bacaan sastra
sastra anak melalui seleksi buku-buku bacaan sastra.
yang selektif sesuai tahapan perkembangannya. Sastra dapat
Selain menunjang pertumbuhan dan perkembangan
unsur emosional, intelekual, imajinasi, dan rasa sosial, bacaan merangsang anak-anak berbuat sesuai dengan nilai-nilai
cerita sastra juga berperan dalam pengembangan aspek
personalitas yang lain, yaitu rasa etis dan religius. Demonstrasi kemanusiaan, adat istiadat agama dan budaya. Selain itu
kehidupan yang secara konkret diwujudkan dalam bentuk tingkah
laku tokoh, di dalamnya juga terkandung tingkah laku yang anak-anak lebih peka terhadap lingkungan karena dalam dirinya
menunjukkan sikap etis dan religius. Dalam sebuah cerita
keseluruhan aspek personalitas manusia ditampilkan, dengan tertanam nilai-nilai kemanusiaan. Melalui karya sastra anak-anak
penekanan aspek tertentu. Dalam cerita yang dimaksudkan untuk
menunjang perkembangan perasaan, sikap etis dan religius, kedua sejak dini bisa mengembangkan perasaan,batin, dan budi
aspek tersebut akan terlihat dominan. Bahkan dalam cerita anak,
mengingat masih terbatasnya jangkauan berpikir dan bernalar, pekertinya, sehingga tanpa disadari anak-anak memiliki perilaku
penyampaian nilai-nilai pembentukan kepribadian tersebut terlihat
langsung atau sedikit terselubung dalam karakter dan tingkah laku dan kebiasaan untuk membedakan sesuatu yang dianggap baik
tokoh, Nurgiyantoro (2004:219).
ataupun buruk melalui proses apresiasi dan berkreasi dengan karya
Pembelajaran sastra bermanfaat bagi perkembangan
kejiwaan anak mulai dari bayi hingga adolesens melalui sastralah sastra.
anak belajar bahasa. Ketepatan dalam pemilihan bacaan
didasarkan pada materi yang dapat dipahami anak, yang dituliskan Sastra juga memiliki banyak peran bagi tumbuh
dengan bahasa sederhana sehingga dapat dibaca dan dipahami
anak, dengan mempertimbangkan kesederhanaan (atau kembang seorang anak. Seperti pada jenis karya sastra umumnya,
kompleksitas) kosa kata dan struktur, namun sekaligus juga
berfungsi meningkatkan kekayaan bahasa dan kemampuan sastra anak juga berfungsi sebagai media pendidikan dan hiburan,
berbahasa anak.
membentuk kepribadian anak, serta menuntun kecerdasan emosi
anak. Pendidikan dalam sastra anak memuat amanat tentang
moral, pembentukan kepribadian anak, mengembangkan imajinasi
dan kreativitas, serta memberi pengetahuan keterampilan praktis
bagi anak. Fungsi hiburan dalam sastra anak dapat membuat anak
merasa bahagia atau senang membaca, senang dan gembira
mendengarkan cerita ketika dibacakan atau dideklamasikan, dan
mendapatkan kenikmatan atau kepuasan batin sehingga menuntun
kecerdasan emosinya.
Untuk itu diharapkan bagi guru dan orangtua
mengenalkan sastra kepada anak sedini mungkin agar sikap
kepekaan dan kecerdasan emosi anak dapat terbina sejak dini
sehingga perkembangan kejiwaan anak kelak seperti yang
diharapkan. Harapan ini juga yang diinginkan dalam kurikulum
2013 yang berbasis teks. Teks yang dimaksudkan salah satunya
adalah sastra. Sastra diharapkan mampu memberi pendidikan yang
baik kepada anak sehingga ketika telah memasuki jenjang
pendidikan yang lebih tinggi seorang anak bisa memiliki sikap
yang sesuai dengan norma dan memiliki kecerdasan emosi yang
baik. Dengan begitu anak akan lebih mudah diterima dimasyarakat
maupun lingkungannya yang baru. (RedG)
35
Gagal ? “Joki ini berpengalaman aku yakin jawabannya 90% betul.
Jawaban ini kita butuhkan jika memang kita sudah buntu
It’s Never Mind tidak bisa mengerjakan. Jadi tidak 100% kita pakai.” Deni
masih bersikeras dengan pendapatnya .
Penulis : Anggih Ayu Ekawati, S.Pd. “Aku pribadi sih setuju ikut. Gak ada salahnya pakai joki kan
SD Negeri 1 Canan, Wedi, Klaten cuman buat nguatin jawaban aja.” Ujar Ridwan seolah
memprovokasi lainnya.
Namaku Nadila Alfathunissa dan saat ini aku berkerja
sebagai seorang PNS di salah satu SD di kotaku. Menjadi guru Kulihat sepertinya teman sekelasku setuju dengan ide
memang sudah menjadi cita-citaku. Namun, aku juga pernah gila itu. Hanya aku dan Fauziyah yang tidak setuju. Kami
mengalami kegagalan yang membuatku hopeless. Aku bangkit dan memutuskan tidak ikut memakai jasa joki jawaban itu. Bukan
sekarang bisa seperti sekarang. karena kami terlalu percaya diri dengan kemampuan kami, tapi
jika ketahuan kami akan dianggap curang selamanya. Kami juga
Aku bersekolah di SMA Merdeka. Sekolahku bukan keep silent tidak membocorkannya kepada guru atau pihak
sekolah unggulan. Aku menemukan beberapa teman SMPku yang manapun.
saat ini juga satu sekolah denganku. Aku selalu mendapat ranking
1 di kelas X. Menjelang Hari Ujian
Menjelang hari ujian ketua kelasku mengajak teman
Saat penjurusan kelas XI aku memilih IPA. Aku satu sekelas berkunjung ke rumah guru untuk minta strategi.
kelas dengan Fauziyah. Fauziyah anak yang pandai, pendiam dan Kami disambut hangat oleh guru kami. Guru kami
tidak banyak aktivitas. Sedangkan aku, aktif di OSIS. Aku memberi kiat-kiat agar lulus dan saling bekerjasama. Aku tidak
menjabat sebagai ketua. Sungguh sangat menguras waktu karena tahu sih apa memang semua guru demikian ? Meminta kami
banyaknya aktivitas. Namun, hal itu sama sekali tidak menyontek teman lain ? Dan hanya beberapa dari kami yang harus
mengganggu belajarku. Aku masih menjadi ranking 2 di kelas. belajar dan membantu yang lainnya? Atau memang begini dunia
Ranking 1 tetap Fauziyah, dia tak mudah dikalahkan. pendidikan agar nilai rata-rata sekolah tinggi harus mengorbankan
perjuangan oranglain. I really can’t believe it.
Tak terasa sudah kelas XII. Tentu dalam pikiran apa sih
keberhasilan di kelas XII itu? Semua orang berpikir jika UN Ujian Nasional
adalah satu-satunya keberhasilan di kelas XII, termasuk aku. Saat Hari pertama ujian berjalan dengan lancar. Aku melihat
mendekati UN ketua kelasku mulai mengatur strategi agar di kelas teman-teman juga lancar dengan joki itu. Sampai hari ketiga saat
kami lulus UN. Aku bukan orang yang super baik, meskipun aku itu ujian Fisika. Dan di ruanganku mendapat pengawas yang
mantan ketua OSIS dan dikatakan “berprestasi” tapi aku juga “killer”. Kulihat beliau sepertinya mengetahui gerak-gerik
tinggi akan solidaritas. teman-temanku. Beliau sering ke belakang duduk dan melihat
sekitar. Jujur aku takut. Takut jika teman-temanku ketahuan dan
“Gaes…bentar lagi kita ujian. Tolong kerjasamanya agar kita kita semua terkena imbasnya. Hatiku tak karuan, aku tidak bisa
semua bisa lulus.” Ujar Deni ketua kelasku. berpikir. Fisika sulit ditambah hati tak karuan, kelar saat itu.
“Yang pinter itu jangan pelit.” Ucap Roni salah seorang Setelah ujian selesai teman sekelasku berunding, aku
teman di kelasku. menangis takut jika kejadian tadi sampai mempengaruhi
“Betuulll.” Serentak teman-teman sekelasku menyeletuk. kelulusan. Tapi Deni seolah menenangkan kami padahal aku yakin
“Kita ditawari joki jawaban. Kelas yang lain pakai. Aku dia juga ketar-ketir.
menyarakan kita pakai, namun jika ada yang gak mau kita ga Ujian telah usai. Rasa lega di dada kami. Hari demi hari
boleh share ke dia.” Ucap Deni. kami lewati dengan berbagai kegiatan di sekolah. Aku dan
Fauziyah mendapat rekomendasi dari guru BK kami untuk
Aku dan Fauziyah terbelangak. Aku kira kita hanya mendaftar bidikmisi melalui SNMPTN Undangan. Aku memilih
mengatur strategi agar bila saling menyontek, tidak dianggap Teknik Informatika di Politeknik Negeri Semarang (Polines).
Public Enemy oleh teman lain. Ternyata aku salah. Aku dan
Fauziyah saling tatap apa kami harus ikut? Bagaimana jika tidak? Pengumuman
Apa kami akan dibenci satu kelas? Jum’at, 13 Mei 2011 saat itu cuaca sedikit mendung dan
hujan rintik, aku menutupi kepalaku dengan tas ranselku. Hari ini
“Kenapa harus ikut jasa joki? Apa gak cukup kita saling pengumuman hasil UN. Aku membuka amplop bersama
bantu? Aku yakin jika kita kompak kita akan lulus.” Kataku teman-temanku. Mataku terperangah melihat angka yang tertera di
kepada Deni. kertas pengumuman itu. Nilaiku jelek sekali. Aku langsung lemas.
Aku duduk lesu sedangkan aku melihat teman-temanku bersorak
kegirangan bahkan banyak diantara mereka mendapat nilai 9 dan
10.
Fauziyah mengahampiriku.
“Gimana?” tanya dia sambil menatapku seolah tahu apa yang
aku rasakan.
Aku menyodorkan kertas itu padanya.
“Kamu hebat.” katanya menyemangatiku.
“Kamu pasti bagus ya.” ucapku menahan air mata.
“Ini hanya angka. Aku yakin kamu bisa sukses setelah ini.”
Ujar Fauziyah memberiku semangat.
Aku hanya merenung. Tidak tahu harus berbuat apa. Ada
rasa kesal, ada rasa penyesalan kalau saja waktu itu ikut joki pasti
nilaiku bagus. Ada perasaan gagal, rasa percaya diriku yang tinggi
seolah hilang, terjun bebas dan hanyut di lautan. Aku mulai tidak
percaya akan kemampuanku sendiri. Merasa hilang arah. Merasa
tidak berguna. Saat itu aku hanya bisa berkata aku telah gagal. Aku
kalah.
Hari ini udara cerah, aku membuka laptopku untuk
pertama kali setelah sebulan kalut tak karuan, bahkan untuk
36
sekedar main games “Zuma Deluxe” saja aku enggan. Aku kehilangan rasa percaya diri. Ternyata seluruh teman di SMAku
mendaftar SNMPTN tertulis. Aku memilih 3 jurusan PGSD hanya aku dan Fauziyah yang berhasil lolos SNMPTN.
Unnes, Pendidikan Bahasa Inggris UNY dan Pendidikan Kimia
UNS. Pagi ini tampak cerah, udara juga sejuk. Semalam hujan
cukup deras jadi pagi ini benar-benar berasa segar. HPku berbunyi
Aku mengikuti tes SNMPTN. Ku kerjakan dengan tampak nomor asing tak ku kenal menghubungi aku. “Hallo.
sungguh-sungguh. Soalnya lumayan sulit beberapa soal tidak aku Selamat Pagi” tanyaku sedikit formal karena tidak kenal.
jawab. Aku sebenarnya sangat pesimis. Aku yakin 85% aku tidak
lolos. “Hallo. selamat pagi apakah ini dengan saudari Nadila
Alfathunissa?” ucapnya.
Temanku Anita mengajakku menemaninya mendaftar di
Poltekes Negeri Yogyakarta. Kami berdua ikut tes. Aku dan Anita Terdengar suara bapak-bapak. Tapi aku tidak mengenali
sama-sama memilih D3 Keperawatan. 2 minggu kemudian suara itu.
pengumuman hasil tes. Aku dan Anita sama-sama lolos di
Poltekes. Anita tampak senang saat aku kabari. Aku mulai dilema. “Iya benar, maaf dengan siapa?” tanyaku memastikan
Satu sisi aku tidak minat di kesehatan, tapi sisi lainnya aku juga apakah dia orang baik yang tidak mau melakukan telepon
sebenarnya tidak yakin bisa lolos SNMPTN. Akhirnya aku penipuan seperti yang marak beredar.
memutuskan untuk menunggu hasil SNMPTN. “Kami dari Politeknik Negeri Semarang, memberitahukan
bahwa Saudari lolos seleksi administrasi untuk program
Hari ini, 30 Juni 2011 adalah pengumuman hasil bidikmisi, kami akan lalukan survey ke rumah.” ucapnya
SNMPTN. Mungkin beberapa temanku sudah melihat membuatku kaget.
pengumuman hari ini tapi aku benar-benar tidak ingin. Kemudian
suara HPku berdering. Aku bertanya-tanya. Hah… yang mana ini aku sampai
lupa perrnah mendaftar disitu saking lamanya tidak ada kabar dan
“Hallo” lambat laun aku melupakanya.
“Dah liat pengumuman SNMPTN belom?” tanya Erika
padaku. Aku mengutarakan bahwa tidak bisa melanjutkan
“Belom. Kayanya aku gak lolos deh. Kamu?” tanyaku seleksi masuk di Polines lagi karena sudah diterima sebagai
padanya. mahasiswa di Unnes. Aku meminta maaf kepada beliau. Tapi
“Aku di Pendidikan Geografi, UNY. Kirimin nomor ternyata beliau sangat humble bahkan tidak apa jika aku tidak
pesertamu.” Pinta Erika padaku. memilih Polines. Bahkan beliau bangga aku bisa diterima di
beberapa Perguruan Tinggi. Beliaupun berdoa semoga aku bisa
Ku sebutkan nomor peserta dan data yang dia minta. sukses belajar dimanapun itu.
Terdengar ketikan keyboard komputer sepertinya dia sedang
melihat hasil ujianku. Setelah lama kami berbincang, beliaupun menutup
telepon. Aku lega dan senang. Sempat menyalahkan keadaan,
“Kamu lolos di Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas menyalahkan Tuhan tapi hari ini Tuhan memberiku tamparan.
Negeri Semarang. Cograts!” ucapnya memberiku selamat Menyadarkanku bahwa ini adalah hasil dari proses belajar dan
dan menutup telepon. kejujuranku. Aku bisa diterima di 3 Perguruan Tinggi Negeri
impian banyak orang. Bahkan teman 1 SMAku yang punya nilai
Buru-buru aku buka laptop dan mengeceknya sendiri. UN jauh diatasku tak satupun masuk Universitas impian mereka
Tak bisa kupercaya aku lolos SNMPTN bahkan saat aku melalui jalur undangan, bidikmisi, maupun SNMPTN.
3 tahun 8 bulan aku menempuh S1 dan lulus dengan
predikat Cumloud. Saat ini sudah menjadi PNS guru Profesional.
Banggakah? Jelas aku bangga. Aku memang pernah gagal, pernah
kalah dan merasa tidak berguna. Namun, sekarang aku merasaan
hasil belajarku. Belajar bukan tentang nilai, namun tentang sebuah
proses. Karena “Mendidik pikiran tanpa mendidik hati, bukan
pendidikan sama sekali.” Itu kata Aritoteles dan aku masih
kupegang teguh.Sebagai guru aku tak menuntut peserta didik
mendapat nilai tinggi karena yang penting dia punya karakter
terpuji yang dapat membawa manfaat bagi dirinya dan sekitarnya.
“Man saaro alaa darbi wasola”. Selalu bawa Tuhan dalam setiap
langkah. Tidak saat itu Dia membalasnya, namun selalu ada waktu
terbaik untuk membalasnya. Hingga kamu terkagum bagaimana
cara berterimakasih padaNya yang memberi nikmat jauh dari yang
kamu pinta. (RedG)
37
Pendakian Misterius
Penulis : Harita Nuzul Apriyani, S.Pd (SDN 2 Rejasa, Jogonalan, Klaten)
Kring…kring...kring… Pukul 11 siang, Satria telah sampai di rumah
“Halo, assalamu’alaikum,” sapa seorang ibu Gilang. Setelah selesai makan siang dan sholat
separuh baya. dhuhur, mereka berpamitan pada ibu dan ayah lalu
“Assalamu’alaikum bu, Gilang ada?” jawab berangkat menuju Magetan, Karangnyar dengan
Satria. menaiki sepeda motor.
“O…Nak Satria, sebentarya ibu panggilkan.”
jawab ibu. Di tengah perjalanan, Satria berkata pada
Beberapa saat kemudian. Gilang, “Lang, gantian kau yang di depanya, kakiku
“Iya Sat, gimana?” tanya Gilang. agak kram nih.”
“Nanti aku samperi ke rumah ya.” kata Satria.
“Siap bos! Jadi ku bawain SB kan? Oke Kemudian mereka menepi untuk bergantian.
sampai ketemu nanti.” jawab Gilang. Di samping mereka menepi tiba-tiba ada seorang
Gilang dan Satria adalah sahabat karib dari laki-laki dengan tatapan tajam berkata, “Pulang!
mereka masih TK. Semenjak ayah Satria dipindah Plang! Pulang!” sambal menghalau tangan ke arah
tugaskan ke Bengkulu, mereka terpisah beberapa saat.
Tapi keadaan tersebut tak menghalangi ikatan
persahabatan mereka sampai sekarang. Di masa
kuliahpun Satria memutuskan untuk kulian di Jogja,
tempat kelahirannya dulu. Begitu juga dengan Gilang.
Meskipun mereka berbeda kampus, tetapi mereka
sering menghabiskan waktu nongkrong bersama,
bahkan melakukan kegiatan kesukaan mereka yaitu
berpetualang. Gilang dan Satria telah sepakat, mereka
akan merayakan wisuda dengan menaklukkan puncak
Lawu. Bertepatan dengan ulang tahun Gilang yang
ke-21 pada tanggal 20 Agustus 2020.
38
Gilang dan Satria. Sontak kaget, kemudian dengan selanjutnya. Di tengah perjalanan Satria menarik lengan
cepat Gilang menstater motor dan mereka Gilang, dengan tersenyum Satria memberikan sebuah kotak
melanjutkan perjalanan. kecil sambal berbisik, “Selamat ulang tahun sahabatku,
terimalah kenang-kenangan kecil ini dariku, ingat dan
Sekitar pukul 4 sore mereka tiba dan doakan aku selaluya.”
memutuskan beristrahat sejenak sebelum memulai
tracking. Gilang dan Satria bertemu dengan beberapa “Terima kasih Sat, kamu adalah sahabat
pendaki yang juga melewati jalur yang sama. Setelah sholat terbaikku.” Jawab Gilang tersenyum kearah Satria.
isya’ mereka berangkat melalui jalur Cemoro Sewu.
Sesaat perjalanan menuju puncak Lawu, Gilang
“Sudah siap ndan?” sapa Satria ke Gilang. tidak melihat Satria. Gilang berpikir Satria Bersama
“Hayuk…semangat!” Sambil menepuk bahu rombongan belakang mereka, karena Gilang tahu ada
sahabatnya tersebut. beberapa pendaki yang juga berangkat Bersama mereka.
Perjalananpun dimulai. Mereka harus melalui lima Sampai di puncakpun Gilang tidak bisa menemukan Satria.
pos untuk sampai di puncak Lawu.
Malam itu Gilang merasakan sesuatu yang Beberapa saat berada di puncak Lawu, Gilang
berbeda dari biasanya. Meskipun mendaki telah bertekad untuk segera turun. Gilang bertanya pada salah
merekalakukan berkali-kali, tapi entah mengapa perasaan satupendaki, “Maaf mas, lihat teman saya tidak yang
Gilang malam itu begitu kalut dan tak menentu. Antara kemarin berangkat Bersama saya?”
cemas dan takut apalagi mengingat kejadian mereka di
tengahperjalanan tadi. Tetapi candaan Satria dan “Maaf mas, tidak tahu. Dari pos empat saya lihat
cerita-ceritanya membuat Gilang melupakan perasaan mas Cuma sendirian.” Jelasnya.
cemasnya tersebut.
Mulai masuk pos dua menuju pos tiga, suasana Menahan rasa bingung, Gilang bergegas turun.
semakin mencekam. Gerimis pun turut mengguyur bumi. Sampai di warung dekat basecamp mereka, terlihat
Berkali-kali Gilang menengok kebelakang, memastikan beberapa orang berkerumun dan terdapat ambulan yang
Satria tetap ada di belakangnya. hendak mengangkat orang. Ketika Gilang mendekat,
“Woey…kenapa kau tengok-tengok begitu? Ayo alangkah kagetnya saat ia tahu bahwa jenazah yang
jalan!” Teriak Satria. diangkat petugas rumah sakit adalah jenazahnya Satria!
“Sat…kau baik-baik saja?” Tanya Gilang
menghentikan langkah dan menyorot senter kearah Satria. Seorang pendaki berkata, semalam ia menemukan
“Kau ini, kek bapakku aja. Sudah ayo lanjut.” mayat Satria tergeletak di tepi jurang, tepat sebelum pos
Jawab Satria dengan senyum. tiga. Kemudian ia menghubungi rekan yang ada di
Sesaat mereka hampir sampai di pos tiga, bawahnya untuk menolongnya.
terdengar teriakan dari belakang, “Laaaaaanggg…..tolong!”
Suara itu adalah suara Satria. Kemudian dengan Lemas seketika, menjerit dan menangisi tubuh
cepat Gilang berbalik badan dan mencoba mencari Satria. sahabatnya terbujur kaku. Ia sadar saat menemukan sebuah
Di tepi jurang, Gilang melihat Satria terduduk. kotak kecil yang ada di kantong jaketnya. Sebuah jam
“Sat, kamu nggak papa?” tanya Gilang panik. tangan yang ia terima. Lalu, siapa yang semalam
Satria pun menoleh dan hanya menggelengkan menemaninya sampai puncak? Siapa yang memberikan jam
kepala. Gilang membantu Satria berdiri dan mereka tangan itu padanya? (RedG)
melanjutkan perjalanan.
Sampai di pos tiga, Gilang memutuskan untuk
istirahat sejenak dan mendirikan tenda. Saat itus uanana
begitu hening. Ada gelagat aneh yang Gilang rasakan pada
diri Satria semenjak Satria terpeleset. Bahkan suara burung
gagak yang seolah-olah mengikut imereka. Satria menjadi
pribadi yang pendiam. Gilangberpikir Satria pasti diam
karena Satria menahan sakit kram di kakinya. Bahkan Satria
tak berbicara sepatah kata apapun. Angin yang bertiup
cukup kencang membuat pepohonan seakan berbisik.
Dinginpun semakin menusuk paru-paru.
Karena badan terasa lelah, maka Gilang
memutuskan untuk masuk ke tenda. Ketika itu Gilang yang
sempat tertidur dikagetkan dengan suara burung gagak yang
bertengger di atas tendanya. Samar-samar dia melihat
bayangan hitam besar berdiri di samping tendanya. Sontak
kaget Gilang langsung keluar dan dilihatnya Satria duduk
termenung.
“Sat, kamu lihat tadi ada bayangan besardisini.”
Kata Gilang tergopoh-gopoh.
Satria hanya menggeleng. Sesaat Gilang
merapikan kembali tendanya dan bersiap menuju pos
39
Ajariku Melupakanmu
Penulis : (DWI HARTATI, S.Pd - GURU SD NEGERI 2 WONOBOYO)
Senja Sore itu tidak sama seperti senja pada adalah
hari-hari sebelumnya, senja sore itu seolah perpaduan
membawaku kembali ke ruang waktu yang telah antara Bali
kucoba lupakannya. senja yang membawaku kembali dan
padamu membawa kembali semua kenangan perih Portugis,
yang kau titipkan, kala itu. yang pasti
mereka
Rico, itulah namamu, indah memang tapi adalah
begitu menyakitkan setiap ku dengar nama itu. Nama keluarga
yang sebenarnya sudah lama ingin aku lupakan. yang cukup
Mungkin memang dari awal akulah yang salah, yang berada
terlalu banyak menyimpan harapan, asa dan impianku tentunya.
bersamamu. Rico
memilih
Senja itu tepat dimana aku menghabiskan menjadi pemandu wisata bukan karena masalah
liburanku di Denpasar, 10 tahun lalu. Aku dating ke finansial, tapi lebih karena faktor kecintaannya
Bali bersama teman-teman terbaikku. Kami memang terhadap budaya tanah kelahirannya. Ia ingin semua
berniat untuk menghabiskan liburan akhir tahun kami orang yang datang ke Bali dapat mengenal lebih dekat
di Bali. Aku datang bersama Rin, Imey, Tasya, dan lagi dengan semua budaya disana. Itulah alasannya,
Kareen. Yach, Kareen. Kareen yang selama ini sudah mengejutkan bukan.
aku anggap lebih dari seorang teman, sahabat bahkan
saudara kembarku. Hari ini kami akan pergi ke pantai, dan Rico
juga ikut serta menjelaskan dengan detail setiap
Hari itu kami datang ke kota Bali, dengan tempat dan apapun yang kami temui disepanjang
perasaan penuh suka cita. Kami berniat menghabiskan perjalanan. Aku dan teman-temanku begitu senang
liburan dengan mengunjungi banyak tempat indah mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulutnya.
disana. Aku dan kareen di kamar hotel termahal yang
sama, sedang temanku yang lain berada di kamar hotel Seminggu telah berlalu. Keberadaan kami
seberang. bersama Rico menumbuhkan rasa nyaman dan
bahagia, seperti ada kupu-kupu di dalam hatiku. Aku
Liburan kami kali ini akan jauh berbeda selalu bersemangat setiap akan melaksanakan sebuah
karena kami didampingi oleh Rico. Rico adalah trip bersama dengannya. Aneh. Sebenarnya apa yang
pemandu wisata kami. Ia orang asli Bali, sengaja sedang aku rasakan.
dipilihkan oleh tour wisata, supaya menemani kami.
Rico baik, sopan, juga memiliki paras yang rupawan. Hari ini adalah hari ke-delapan wisata kami,
Sekilas ia lebih seperti orang Eropa daripada dan kali ini kami berencana melakukan
kebanyakan orang Bali. Ternyata orang tua Rico
40
penyeberangan kepulau untuk menginap di villa menyiapkan semua keberanian dan perasaanku untuk
tersebut selama kurang lebih 3 hari. Tentunya tetap aku ungkapkan pada Rico di malam nanti ketika
didampingi oleh Rico. dinner kami bertiga. Aku sengaja pergi keluar hotel
sendiri untuk membeli sebuah gaun untuk nanti
Aku, Kareen, Rin, Imey, sedang sibuk malam, tanpa Imey dan lainya. Aku pergi berjalan
menyiapkan segala yang dibutuhkan untuk perjalanan menyusurui pertokoan di daerah Denpasar sembari
kami. Lalu tiba-tiba dering. Suara handphone melihat-lihat apabila ada gaun yang menurutkan indah
berbunyi lirih, lama tak ada respon dari pemiliknya, dan akan membuatku terlihat cantik nantinya. Hingga
sebanyak 3 kali terdengar. Ternyata itu milik Kareen, di sudut kota tersebut aku pun melihat sebuah
dia tidak menyadari bahwa. Handphonenya telah pemandangan yang tiba-tiba membuatku terasa sesak
berdering. Aneh, baru kali ini ia menjawab telefon dan sulit bernafas.
dengan menjauh dariku, tidak biasanya seperti itu.
Seperti ada yang ingin ia sembunyikan dariku, tapi ah “Oh yah Tuhan, siapa wanita itu, apa yang
sudahlah. Aku mencoba untuk tidak berpikir negatif sedang Rico lakukan disana dengan Wanita itu”,
kepada Kareen, dan menepis segala pikiran buruk, gumamku dalam hati bercampur dengan fikiranku
barangkali ia sedang butuh sedikit privasi. yang terus melayang memikirkan hal-hal yang begitu
menyakitkan hatiku. Aku pun berusaha menguatkan
Kami pun pergi menyeberang dengan sebuah hatiku untuk lebih mendekati mereka, dan ternyata
kapal, tak lama kemudian kami sampai di pulau memang benar Rico sedang duduk bermesraan dengan
tempat tujuan kami tersebut, sangat indah, dan dari seorang wanita sembari menikmati alunan musik dari
kami berempat Imey lah yang suaranya terdengar pemain musik di sebuah café, mereke berpelukan erat,
paling kegirangan. Sedangaku masih sangat terpesona dan terlihat dari sorot mata Rico bahwa ia begitu
dengan pemandu wisata kami ini. Seperti tidak ada hal mencintai Wanita tersebut. Aku pun semakin tak
indah yang dapat memalingkan pandanganku dari karuan, disaat melihat ternyata wanita yang dipeluk
wajahnya yang rupawan. erat oleh Rico adalah Kareen, yang sudah aku anggap
lebih dari seorang sahabat. Hatiku hancur, air mataku
Selama berada di Pulau, aku merasa begitu tumpah, aku tak kuasa memandang dan menerima ini
dekat dengan Rico. Tiba-tiba Imey, dengan semua. Ingin rasanya aku pergi, berlari secepat
kepolosannya menyeletuk, membuyarkan lamunanku. mungkin hingga ke ujung dunia, dimana aku tak bisa
melihat mereka lagi.
'Pandang teruuus, sepertinya enggak ada yang
indah disini selain Rico ya?' ucapnya dengan sedikit Sesampainya di hotel aku segera mengemasi
cekikikan. semua barang-barangku, dan disaat yang sama Imey
datang menghampiri, “Kamu kenapa, apa yang
Lalu Imey berbisik lirih kepadaku, 'kamu terjadi?’. Tanya Imey terus mendesak sehingga
jatuh cinta dengan Rico ya?' sembari sesekali akupun akhirnya menceritakan semuanya. Aku
menggodaku. Hatiku berdebar, apa mungkin aku berpamitan kepada Imey dan memintanya untuk
memang jatuh cinta dengan Rico ya?. Ah sudahlah, menjelaskan kepada yang lainya bahwa keluargaku
pulau ini indah dengan Rico didalamnya. Sepertinya menelfon dan ada sesuatu hal yang penting yang harus
pipiku merona kali ini. dibicarakan sehingga aku diminta segera kembali.
Imey pun mengerti dan akan menjelaskan semuanya
Hari keempat setelah menginap di villa, kami nanti kepada teman lainya, aku berpelukan erat,
memutuskan untuk Kembali ke hotel, sembari menumpahkan segala rasa sakitku dipundak Imey.
melanjutkan perjalanan untuk melihat hal-hal indah
yang lainnya lagi di Bali. Tetapi sepertinya semuanya ”Sudah,,sudahlah, mungkin dia memang
indah Ketika ada Rico, aku benar-benar jatuh cinta bukan yang terbaik untukmu”, hibur Imey padaku.
dengannya.
Imey memeluku erat, hingga tak kuasa air
Hampir satu bulan penuh kami menikmati mata ini tertumpah. “aku pergi”, pamitku pada Imey
pemandangan di Bali, dan hampir satu bulan pula aku kala itu.
memberanikan diri untuk mengungkapkan semua
yang kurasa terhadap Rico. Kenyaamananku Bali,,,memang begitu indah pesonamu,
bersamaanya, bahagiaku disampingnya dan yang pasti namun Rico begitu indah menyakitiku. Mungkin
rasa cinta ini untuknya. Sudah berulang kali aku memang dari awalah aku yang salah, salah
berusaha membuat janji berdua dengan Rico diluar mencintaimu RICO. Terimakasih untuk semuanya.
kegiatan wisata kami. Tapi ada saja, selalu saja ada Kenangan yang mungkin akan sulit untukku lupa
yang membuat semuanya tak semulus keinginanku.. meski ini menyakitkan. Aku harap suatu Ketika aku
akan mampu menemukan jawaban bagaimana cara
Suatu Ketika aku berbicara pada Imey untuk melupakanmu. Karena mungkin hanyalah
mengenai keinginanku ini, dan Imey pun bersedia kehadiran seseorang yang baru yang mampu
membantu untuk membuatkan janji dinner bertiga mengajariku melupakanmu…(RedG)
dengan alasan kalua aku dan Imey ingin menikmati
makanan Portugis, itulah Imey, ada saja akalnya. 41
Hari itupun tiba, dimana aku sudah
Guru Biasa Yang Mencoba Bergerak,
Demi Berperan Untuk Pendidikan Bangsa
Penulis : Fitri Handayani (Guru SDN 1 Jambukidul, Ceper, Klaten)
Menteri Pendidikan, kebudayaan, Riset terima, menghamba kepada siswa adalah tujuan
dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar utama untuk menuntun siswa bahagia dengan
Makarim menggeluarkan kebijakan dalam rangka kodrat yang dimilikinya dan bahagia menjadi
mempersiapkan transformasi pendidikan dengan bagian dari masyarakatnya.
menyelenggarakan program guru penggerak.
Program guru penggerak ini diharapkan mampu Melalui Calon guru penggerak, membuat
membawa perubahan dalam pendidikaan bangsa saya memiliki banyak kesempatan dan banyak
Indonesia. Banyak manfaat yang diterima oleh pengetahuan. Sebuah kesempatan untuk
para peserta dalam program ini. melangkah bersama teman sejawat dengan restu
kepala sekolah, kami membentuk sebuah
Awalnya saya hanya mencoba sekedar komunitas praktisi sekolah dengan nama Dolan
mengikuti program, tapi setelah mendalami Ngobrol Santai Keluarga Jambukidul
program itu, saya merasa bangga dapat menjadi (“DoNgoSaKJam”). Komunitas ini sangat
bagian dari Program Calon Guru Penggerak memotivasi dan mendukung program yang kami
Angkatan III. Ragu, takut dan merasa tidak lakukan sebagai calon guru penggerak untuk
mampu yang pertama kami rasakan, akan tetapi kemajuan bersama. DoNgoSaKJam kami
dengan peran pengajar praktik yang sabar maksudkan dapat memberikan suasana santai,
menggali potensi kami, fasilitator yang baik dan keterbukaan, suasana keluarga yang disana kami
sering mengingatkan, instruktur yang sangat direstui oleh kepala sekolah, akan tetapi berjalan
menghargai kami membuat motivasi dan percaya tanpa kehadiran kepala sekolah sehingga
diri kami hadir dan berkembang sehingga kami diharapkan kami lebih dapat terbuka dengan
dapat selangkah demi selangkah maju bergerak masalah, ide/program yang akan dilakukan untuk
untuk berperan dalam transformasi pendidikan di sekolah. DoNgoSakJam ajang kami berbagi
Indonesia pada umumnya dan sekolah kita ilmu, berbagi masalah dan berbagi solusi, ajang
khususnya. Kami mengajar sudah bertahun-tahun kami berbagi praktik baik. Terbentuknya
akan tetapi kami kurangbelajar, kesempatan yang Komunitas ini adalah salah satu aksi nyata dalam
kami dapatkan ini membuat kami Kembali peran kami sebagai guru penggerak yang akan
semangat untuk berkarya,dan terus belajar. mendukung aksi nyata aksi selanjutnya
Program guru penggerak membuat kita bergerak
dan menyadarkan kita untuk mengupdate diri Dari Komunitas ini kami melakukan
mengikuti perkembangan zaman yang ada. berbagai hal positif. Mulai dari pembiasaan
budaya positif yaitu pembentukan keyakinan
Filosofi Ki Hajar Dewantara menjadi kelas disetiap kelas. Di sekolah kami, guru kelas
dasar utama dalam semua ilmu yang kita akan melakukan refleksi bersama siswanya,
42
mewajibkan “wajib senyum” untuk seluruh warga Semenjak pembelajaran daring
sekolah. Ketika dilingkungan sekolah kemampuan IT anak kita meningkat termasuk
membudayakan karakter - karakter universal berliterasi digital yang kita ajarkan bisa menjadi
dengan pembiasaan literasi, pembiasaan boomerang buat kita sebagi guru. Peran kita
membaca surat - surat pendek, pembiasaan dalam menyampaikan materi akan tergantikan
menyanyikan lagu nasional maupun daerah dengan IT yang mereka kuasai. Fenomena yang
secara konsisten disetiap kelas. Semua hal baru kita lihat sekarang, berbagai latihan soal dapat
yang kami ciptakan bersama merupakan gerakan mereka selesaikan dengan mudah dalam waktu
kecil kami yang nantinya kami harapkan yang singkat dengan gawai mereka. Untuk apa
menjadikan gerakan yang lebih besar dari yang seorang guru jika gawai mereka saja dapat
kami lakukan sekarang dengan pengetahuan baru memberikan jawaban dari setiap pertanyaan yang
yang kami dapat dari pendidikan guru penggerak mereka kerjakan? Pertanyaan yang sangat
ini. menusuk hati kami, kita kembali mengingat
filosofi Ki Hajar Dewantara bahwa anak tidak
Filosofi Ki Hajar Dewantara juga hanya memerlukan kebutuhan kognitifnya akan
menjarkan kami seorang guru harus dapat tetapi bagaimana kita melatih ketrampilan dan
menjadi pemimpin pembelajaran yang psikomotor yang dimiliki siswa dan siswa
mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada butuhkan.
siswa kami, dimulai dari pribadi kami yang
menerapkan pembelajaran mainfulness yang Sebuah tugas cukup berat untuk
sangat dibutuhkan dalam pemulihan motivasi mempertahankan peran kita agar tidak tergeser
belajar siswa kami yang menurun setelah adanya oleh perkembangan teknologi yang ada yaitu
pandemik covid-19. Pandemi yang berlangsung “mendidik” membentuk karakter pelajar kita
lebih dari dua tahun membuat semangat belajar menjadi “Karakter Pelajar Pancasila”. Tidak
anak, konsentrasi anak sangat menurun. mudah memang, akan tetapi kita harus terus
Pembelajaran diferensiasi dan Pembelajaran mencoba dan yakin “Bisa”. Kita guru biasa yang
Berbasis Proyek kami coba terapkan disetiap harus terus mencoba untuk berperan mendidik
minggunya karena kami sadar kita sebagai guru siswa dengan kodrat yang dimilikinya untuk
yang di buku tanpa peduli kebutuhan belajar bahagia menjadi dirinya dan bagian dari
siswa kami akan berujung sia-sia karena peran bangsanya, terus semangat wahai guru biasa yang
kita akan dapat digantikan dengan android/gawai mau terus bergerak demi kemajuan pendidikan
yang mereka punya. bangsa. (RedG)
43
Filosofi Ki Hajar Dewantara,
Sebuah Upaya Untuk Mewujudkan Merdeka Belajar
Titin Kusumah Wati - Merdeka Belajar. Konsep Merdeka Belajar ala
Guru SD Negeri 2 Sawit, Gantiwarno, Klaten Nadiem Makarim terdorong karena keinginannya
menciptakan suasana belajar yang bahagia tanpa
Pendidikan merupakan salah satu cara paling dibebani dengan pencapaian skor atau nilai tertentu.
efektif untuk mencapai perubahan. Sebuah perubahan Hal ini mendorong guru untuk belajar bagaimana
menuju kehidupan yang lebih baik. Seperti salah satu mewujudkan sebuah kelas yang nyaman.
tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang
tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Ki Hajar Dewantara atau yang selanjutnya
1945 yaitu “mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut lebih kita kenal sebagai KHD merupakan salah satu
melaksanakan ketertiban dunia”. Pendidikan menjadi tokoh utama pendidikan yang ada di Indonesia. Beliau
ujung tombak pelaksanaan amanah pembukaan melalui pemikirannya mampu mewujudkan sebuah
Undang-Undang Dasar 1945 tersebut. Kementerian perubahan paradigma dalam pengajaran. Ki Hadjar
Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Dewantara (KHD) membedakan kata Pendidikan dan
mencanangkan program pendidikan baru yaitu Pengajaran dalam memahami arti dan tujuan
Pendidikan. Menurut KHD, pengajaran adalah bagian
dari pendidikan. Pengajaran merupakan proses
Pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk
kecakapan hidup anak secara lahir dan batin.
Sedangkan pendidikan memberi tuntunan terhadap
segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia
mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang
setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia
maupun sebagai anggota masyarakat.
Selanjutnya poin pemikiran KHD
menyatakan bahwa pendidikan adalah tempat
persemaian benih-benih kebudayaan dalam
44
masyarakat. KHD memiliki keyakinan bahwa untuk kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Seorang
menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka ‘pamong’ dapat memberikan ‘tuntunan’ agar anak
pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar.
mencapainya. Pendidikan dapat menjadi ruang Selaras dengan trilogi yang dikemukakan oleh Ki
berlatih dan bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan Hajar Dewantara yaitu Ing ngarso sung tuladha, Ing
yang dapat diteruskan atau diwariskan. madya mangun karsa, Tut wuri Handayani. Seorang
guru hendaklah senantiasa memberikan keteladanan
Pendidikan menjadi “tuntunan”, yaitu baik bagi murid maupun lingkungan sekitarnya, guru
menuntun segala kodrat yang ada pada anak agar hendaknya memiliki semangat untuk senantiasa
mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan belajar dan mengupgrade ilmu yang dimilikinya dan
yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun mampu menggerakkan orang lain untuk berbuat hal
sebagai anggota masyarakat. Dalam hal ini peran serupa, selanjutnya guru juga dituntut untuk mampu
seorang pendidik hanya dapat menuntun tumbuhnya memberikan dorongan kepada murid maupun rekan
kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat sejawatnya untuk maju dan bergerak seiring kemajuan
memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan jaman. Guru sebagai pemimpin pembelajaran
tumbuhnya kekuatan kodrat anak. hendaknya senantiasa mengutamakan kepentingan
murid-muridnya. Mewujudkan sebuah pembelajaran
Sebagai upaya dalam menuntun laku dan yang berpihak pada murid.
pertumbuhan kodrat anak, KHD mengibaratkan peran
pendidik seperti seorang petani. Anak-anak Selanjutnya KHD mengemukakan bahwa
diibaratkan biji tumbuhan yang disemai dan ditanam pendidikan juga harus selaras dengan kodrat zaman
oleh petani di lahan yang telah disediakan. Lahan anak. Hal ini berarti pendidikan haruslah dilaksanakan
itulah yang kita kenal sebagai pendidikan. Anak-anak sesuai dengan perkembangan zaman yang ada.
ibarat bulir-bulir jagung yang ditanam. Bila biji Seorang guru berarti harus dapat mengikuti dan
jagung ditempatkan di tanah yang subur dengan menyesuaikan pembelajarannya sesuai dengan
mendapatkan sinar matahari dan pengairan yang baik tuntutan perkembangan zaman. Seperti contohnya di
maka meskipun biji jagung adalah bibit jagung yang era pandemi covid-19 sekarang ini, guru dituntut untuk
kurang baik (kurang berkualitas) dapat tumbuh berinovasi dengan melaksanakan sistem pembelajaran
dengan baik karena perhatian dan perawatan dari blended learning (sistem belajar campuran). Blended
petani. Demikian sebaliknya, meskipun biji jagung Learning sendiri merupakan sistem pembelajaran yang
yang disemai adalah bibit berkualitas baik namun memadukan antara kelas maya (daring) dan juga kelas
tumbuh di lahan yang gersang dan tidak mendapatkan tatap muka (luring). Penguasaan teknologi menjadi
pengairan dan cahaya matahari serta ‘tangan dingin’ salah satu syarat mutlak yang harus dikuasai seorang
petani, maka biji jagung itu mungkin tumbuh namun guru masa kini. Hal ini selaras dengan pendidikan
tidak akan optimal. Hal ini berarti seorang murid dapat yang sesuai dengan kodrat zaman anak. yaitu
memaksimalkan semua potensinya melalui peran guru menekankan pada kemampuan anak untuk memiliki
dan juga suasana belajar yang kondusif. Guru dituntut keterampilan Abad 21
untuk inovatif, kreatif dalam mengemas pembelajaran
di kelasnya. Kemandirian guru juga dibutuhkan dalam Namun KHD juga berpesan bahwa dalam
memutuskan segala hal yang menyangkut pengelolaan upaya pelaksanaan pendidikan yang disesuaikan
kelasnya. Selain itu guru juga dituntut untuk selalu dengan kodrat zaman anak bahwa pengaruh dari luar
melakukan refleksi untuk terus menerus memperbaiki tetap harus disaring dengan mengutamakan kearifan
semua kekurangan yang ada. Diharapkan melalui lokal budaya Indonesia. Muatan atau konten
nilai-nilai tersebut situasi belajar yang merdeka dapat pengetahuan yang diadopsi sejatinya tidak
diwujudkan. bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Kemajuan zaman yang ada hendaklah tidak mengikis
Dalam proses ‘menuntun’, anak diberi nilai-nilai budaya yang berlaku di Indonesia. Oleh
kebebasan namun pendidik sebagai ‘pamong’ dalam karena itu murid yang memiliki profil pelajar
memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak pancasila menjadi tujuan utama yang digalakkan oleh
kementerian pendidikan. Keenam profil yang
dimaksud ialah sebagai berikut Beriman dan bertaqwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berkebhinekaan
Global, Mandiri, Bergotong royong, Kreatif, Bernalar
kritis dan Mandiri. Filosifi KHD merupakan salah satu
upaya yang dapat diterapkan guru dalam
mengupayakan pembelajaran yang merdeka sehingga
terciptanya profil pelajar pancasila merupakan suatu
keniscayaan. (RedG)
45
Peran Guru Dalam Hal Keteladanan di Era Digital
Di era digital yang sebagai fasilitator
serba instan dan mudah ini pembelajaran sekaligus
memungkinkan kita bisa salah satu sumber
memperoleh berbagai keteladanan bagi siswa.
informasi dengan cepat. Tingkah laku Gurg harus
Dengan gadget dan bisa menjadi contoh bagi
jaringan internet maka siswa. Pola pendekatan
berbagai informasi kepada siswa juga haruslah
langsung didapatkan. dilakukan dengan hati-hati
Perkembangan jaman yang dan menggunakan strategi,
begitu cepat tentu Prista Ayu Wulandari, S.Pd guru harus membuat siswa
berpengaruh di dunia Guru SDN 2 Sukorejo, Wedi, Klaten
pendidikan. Salah satunya menjadi dekat secara
emosional sehingga
anak mudah mengakses informasi di dunia luar. mampu membangun hubungan yang sinergis.
Perkembangan teknologi di era digital Adanya Kedekatan secara emosional itulah siswa
yang begitu cepat tentu saja membawa berbagai akan mempunyai kepercayaan kepada guru dan
dampak, baik positif maupun negatif. Teknologi menjadikannya sebagai keteladanan dalam
ini bagai pisau bermata dua, apabila tidak bertingkah laku.
bijaksana dalam menggunakannya maka akan Dalam memberikan keteladanan kepada
merugikan pengguna. Tentu saja dampak ini juga siswa, tentu saja tidak hanya sekedar teori saja,
terjadi di dunia pendidikan. Anak-anak didik tetapi juga harus bisa memberikan contoh secara
begitu mudahnya mengakses materi pembelajaran langsung. Anak-anak didik akan cenderung
lewat platform seperti youtube, google, dan mengikuti apa yang mereka lihat secara langsung,
lainnya. Hal ini bila tidak disikapi secara dibandingkan dengan menuruti nasehat-nasehat
bijaksana maka akan. Menyebabkan pola pikir yang hanya diperdengarkan dengan kata-kata.
siswa merasa bisa memperoleh ilmu tanpa Maka sikap dan perilaku guru harus terus selalu
bantuan guru, apalagi dengan adanya pandemic diperhatikan. Menanamkan perilaku moral dan
covid-19 yang membuat siswa harus belajar agama harus diberikan dengan contoh langsung,
mandiri di rumah, hal ini bisa menyebabkan melalui tindakan yang nyata. Semua yang
menurunnya ikatan emosional antara guru dan dilakukan guru akan di contoh oleh siswa karena
peserta didik. Akibatnya hubungan guru dan seolah-olah guru merupakan cermin bagi mereka,
siswa menjadi seperti ada sekat yang sedangkan siswa digambarkan sebagai pantulan
memisahkanya. perilaku dari gurunya. Untuk itu, guru harus
Meskipun banyak memberi kemudahan, berhati-hati dalam bersikap dan selalu menjaga
tetapi tidak dipungkiri bahwa era digital bisa tingkah lakunya ketika berhadapan maupun tidak
membuat anak didik menjadi krisis identitas. berhadapan dengan siswa karena siswa akan
Mereka akan lebih mudah terpengaruh dengan menilai semua sikap guru tersebut.
apa yang mereka lihat dalam internet, sehingga Dalam pasal 40 ayat 2 UU Nomor 20
pola perilaku mereka juga akan meniru apa yang Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
mereka lihat, ini akan menjadi hal yang dinyatakan pendidik dan tenaga kependidikan
berbahaya apabila tidak dilakukan pendampingan memiliki kewajiban antara lain memberi teladan
dengan baik. Disinilah peran guru menjadi sangat dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan
penting, yaitu menjadi bagian dari pendamping kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang
anak-anak didik untuk bisa memfilter apa yang diberikan kepadanya. Dalam dunia pendidikan
mereka pelajari di era digital ini. keteladanan sangat melekat pada guru sebagai
Guru harus berperan tidak hanya sebagai pendidik. Keteladanan dalam dunia pendidikan
pelaku transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat diartikan sebagai pemberian contoh
46
perilaku atau sikap baik guru di lingkungan Guru bukan hanya sebagai profesi, tapi
sekolah maupun di luar sekolah yang patut ditiru merupakan penggilan jiwa yang mempunyai
oleh siswa. Keteladanan tersebut merupakan tugas mendidik anak bangsa, yang nantinya akan
faktor penting yang harus dimiliki oleh guru mengubah tatanan masa depan bangsa menjadi
karena dapat membentuk aspek pengetahuan, bangsa yang besar dan berkarakter rmulia. Guru
moral, perilaku dan sikap sosial bagi siswanya. diharapkan menjadi teladan dan harus menjaga
Sehingga guru mempunyai pengaruh besar tingkah laku disertai kesadaran yang bertanggung
terhadap perubahan perilaku siswa. jawab. Untuk itulah sudah menjadi tugas guru
untuk menjadi menjadi guru yang bisa menjadi
Pada pasal 3 disebutkan, pendidikan teladan bagi peserta didik. Guru bisa memulai
nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dari hal-hal kecil dan sederhana, misalnya
dan membentuk watak peradaban bangsa yang dengan menanamkan sikap disiplin, jujur,
bermartabat dalam rangka mencerdaskan religius, santun, berbudaya dan rasional.
kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar Selain yang disebutkan diatas, guru juga
menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa harus menjadi sosok yang inspratif, serta bersikap
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, kekinian dalam hal yang positif. Guru harus
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan mampu menjadi idola bagi peserta didiknya.
menjadi warga negara yang demokratis serta Dengan pola pikir dan pola perilaku yang
bertanggungjawab. Dalam dunia pendidikan kekinian serta tidak ketinggalan jaman, maka
keteladan guru di sekolah terhadap siswa akan lebih mudah berkomunikasi dengan
perkembangan karakter peserta didik. guru selayaknya teman yang akan mengerti satu
Memberikan dampak yang nyata terhadap sama lain. Maka guru dituntut untuk selalu
kepribadian anak di masa yang akan datang. berinovasi dan tidak ketinggalan informasi agar
Pembangunan karakter merupakan komitmen selalu bisa berinteraksi dengan peserta didiknya.
kolektif masyarakat Indonesia menghadapi (RedG)
tuntunan global dewasa ini.
47
Pentingnya Membangun Budaya Positif di Sekolah
Dua tahun sudah berlalu sejak pandemi Endah Setyoningsih
covid-19 melanda Indonesia, dimana sekolah SDN 3 Kingkang, Wonosari, Klaten
menjalani sebagian besar waktu tersebut dengan
pembelajaran daring. Jika sebelumnya ada banyak pembiasaan atau proses yang baik. Proses pembiasaan
sekolah yang sudah menggunakan teknologi dalam tersebut dikenal dengan budaya atau pembudayaan.
pembelajaran, maka dalam kondisi pandemi semua Sekolah merupakan institusi pembentukan karakter.
sekolah di Indonesia dipaksa untuk menerapkan Oleh karena itu, budaya positif perlu diciptakan agar
teknologi dalam proses belajar mengajar. Padahal dapat mendukung pembentukan karakter murid yang
teknologi tidak sepenuhnya dapat membantu proses diharapkan.
belajar dari jarak jauh menjadi lebih mudah untuk
diterapkan. Ada banyak kendala yang dihadapi Budaya positif di sekolah adalah nilai-nilai,
khususnya untuk para murid dan guru yang tinggal di keyakinan-keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan di
daerah dengan kondisi ekonomi yang tidak sekolah yang berpihak pada murid agar murid dapat
memungkinkan orang tua murid untuk membeli HP berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh
smartphone dan harus memiliki kuota internet. Lebih hormat, dan bertanggung jawab. Budaya sekolah yang
dari itu semua, teknologi tidak dapat menyentuh salah positif menjadi tempat bagi para guru, murid, serta
satu inti dari pendidikan yaitu pendidikan karakter. setiap lapisan komponen sekolah untuk merasakan
Pembentukan karakter menjadi salah satu tujuan atmosfer positif yang membangun dan memperkuat
utama dalam pendidikan. Hal ini juga dinyatakan oleh karakter. Contoh yang sering kita temukan adalah
Ki Hajar Dewantara yang merupakan Bapak senyum, salam, sapa, sopan, dan santun. Masih
Pendidikan Indonesia yang mengisyaratkan jika banyak lagi budaya positif yang bisa kita bangun
pendidikan untuk mencapai kehidupan yang di sekolah misalnya kejujuran, kebersihan, kasih
bahagia.Adapun karakter yang diharapkan dari sayang, saling menghormati, saling menghargai,
pelaksanaan pendidikan yaitu menjadi manusia serta disiplin, tanggung jawab, menciptakan rasa aman,
anggota masyarakat yang yang tercantum dalam profil mencintai belajar, kerjasama, kerja keras, dan
pelajar Pancasila yaitu Beriman dan Bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia, Kreatif,
Gotong Royong, Berkebhinekaan Global, Bernalar
Kritis serta Mandiri. Tujuan pelaksanaan pendidikan
di sekolah yaitu untuk membentuk siswa Indonesia
menjadi generasi yang berpendidikan, cerdas, dan
berkarakter. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka
dilaksanakan kegiatan pembelajaran di sekolah dan
48
lain-lain. Tujuan membangun budaya positif di langkah perbaikan. Murid akan merasa
sekolah adalah menumbuhkan karakter anak. didengarkan dan tumbuh disiplin dari dalam
Dengan membangun kebiasaan atau budaya diri, menumbuhkan motivasi intrinsik, murid
positif di lingkungan sekolah, maka nilai-nilai akan membawa kenangan bermakna dalam
baik bisa diterima oleh murid dan membentuk hidupnya hingga mereka dewasa, sehingga
karakter dan kecerdasan mereka. Bagi guru, nantinya murid akan membawa pemikiran yang
ketika budaya positif di sekolah terwujud, maka positif hingga mereka menjalani kehidupan
guru akan memiliki pengalaman yang positif yang lebih luas dan mendalam.
dalam mengajar, guru akan bersemangat untuk 2. Membuat kesepakatan kelas
bekerja karena mereka melihat gambaran yang Kesepakatan kelas yang efektif dapat
lebih besar, dan murid berada dalam posisi yang membantu dalam pembentukan budaya disiplin
lebih baik secara mental dan emosional untuk positif di kelas. Hal ini juga dapat membantu
belajar yang akan tercermin pada para murid yang proses belajar mengajar yang lebih mudah dan
juga menikmati proses belajar tersebut. Jika tidak menekan. Kesepakatan kelas berisi
budaya positif ini sudah membudaya, maka beberapa aturan untuk membantu guru dan
nilai-nilai karakter yang diharapkan akan murid bekerja bersama membentuk kegiatan
terbentuk pada diri murid, sehingga murid tidak belajar mengajar yang efektif. Kesepakatan
hanya cerdas secara akademik, tetapi juga santun kelas tidak hanya berisi harapan guru terhadap
secara moral. murid, tetapi juga harapan murid terhadap guru.
Kesepakatan disusun dan dikembangkan
Dalam membangun dan mengembangkan bersama-sama antara guru dan murid. Untuk
budaya positif di sekolah, tidak bisa ditempuh mempermudah pemahaman murid, kesepakatan
sendiri, namun harus berkolaborasi. Murid, guru, dapat ditulis, digambar, atau disusun
manajemen sekolah, karyawan, orang tua semua sedemikian rupa sehingga dapat dipahami dan
harus terlibat. Sekolah sebagai institusi disadari oleh murid.
pembentuk karakter dapat menerapkan budaya 3. Menerapkan disiplin positif
positif seperti, menentukan posisi kontrol guru Disiplin positif merupakan suatu cara
yang sesuai dengan kebutuhan murid, melakukan penerapan disiplin tanpa kekerasan dan
kesepakatan kelas dan penerapan disiplin positif ancaman yang dalam praktiknya melibatkan
di kelas. Berikut adalah langkah-langkah dan komunikasi tentang perilaku yang efektif.
strategi dalam mewujudkan budaya positif di Dengan menerapkan disiplin positif di sekolah,
sekolah secara efektif dan mengembangkan diharapkan murid mampu mengembangkan
karakter murid : perilaku positif yang bertahan untuk jangka
1. Posisi kontrol guru panjang, mengembangkan kemampuan untuk
mengelola diri dan tahan terhadap
Kontrol guru dalam proses belajar mengajar godaan/kesulitan, mengembangkan motivasi
yang baik adalah sebagai guru manager. Jika internal dengan pembiasaan sejak dini.
ada murid yang melakukan pelanggaran tata
tertib, guru manager akan bertanya tentang Untuk mewujudkan budaya positif di
alasan mengapa murid tersebut melanggar sekolah perlu menggandeng semua pihak untuk
aturan dan membuat kesepakatan untuk menjadi aktor dan pemangku kepentingan yang
bisa berkontribusi mewujudkan visi sekolah
inklusif yang berpihak pada murid. Semua pihak
harus konsisten menjalankan budaya yang telah
dibangun sejak awal. Semua harus bahu
membahu dalam membangun budaya positif di
sekolah. Dengan menciptakan budaya positif
dilingkungan sekolah akan terbentuk dan
tertanam nilai-nilai karakter sebagaimana yang
diharapkan oleh semua pihak sehingga akan
menjadi suatu visi yang baru pada sekolah
tersebut. (RedG)
49
Mendesain Kelas Menjadi Ruang Kerja Interaktif Guru Dan Siswa
Penulis : (Dian Pertiwi, S.Pd – SDN 1 Melikan, Wedi, Klaten)
Berbicara pembelajaran, maka yang adanya timbal balik dari siswa. Siswa dalam kelas
menjadi orientasi dan subjek utama tertuju pada
kualitas peserta didik sebagai output dalam proses berperan pasif dalam kelas, enggan berpikir kritis,
pembelajaran. Pembelajaran khususnya di
Indonesia masih dipandang rendah pola tidak mampu menyampaikan pendapat, dan
pembelajarannya dibandingkan dengan
negara-negara maju yang lain. Guru Indonesia menerima materi sebatas yang disampaikan guru.
masih banyak yang menerapkan pola
pembelajaranj adul (jaman daluhu), dan enggan Tujuan pembelajaran jaman dahulu adalah
untuk beriniovasi.
berorientasi pada nilai semata. Kemampuan siswa
Menurut M. Sobry Sutikno, pengertian
belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan dalam menghafal materi, dan menguasahi semua
oleh seseorang untuk mendapatkan suatu
perubahan yang baru sebagai hasil materi yang diberikan guru dapat diartikan bahwa
pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan
lingkungannya. Dalam hal ini, perubahan adalah pembelajaran berhasil. Namun, dalam pendidikan
sesuatu yang dilakukan secara sadar (disengaja)
dan bertujuan untuk memperoleh suatu yang ingin dibangun Indonesia di era kekinian
pengalaman langsung (konkret) yang lebih baik
dari sebelumnya. ialah pendidikan dengan mengedepankan inovasi
Ruang kelas sebagai tempat dan kreatifitas.
berlangsungnya pembelajaran sudah pasti ada
siswa dan guru. Pembelajaran jaman dahulu, Inovasi dalam pembelajaran bukan lagi
kelas merupakan ruang menimba ilmu dengan
cara menghafal, memahami materi yang tuntutan bagi guru tetapi sebagai kesadaran
disampaikan guru, mengerjakan soal-soal dan jika
nilai siswa sudah melampaui batas minimal diri-sendiri yang harus dimiliki guru untuk terus
artinya guru berhasil menyampaikan ilmu. Peran
guru dalam kelas masih berpera naktif, tanpa belajar, berkreasi, dan berinovasi. Guru kreatif
dan inovatif adalah guru yang mampu
menciptakan kegiatan pembelajaran dan suasana
dalam proses pembelajaran menjadi
menyenangkan dan berbagai cara yang bervariasi
agar dapat melibatkan siswa secara langsung.
Kreativitas membuat seseorang menjadi lebih
baik karena cenderung menghasilkan sesuatu
yang unik dan mengubah prespektif kita.
Kreatifitas memugkinkan untuk melihat
kehidupan dari sudut pandang yang berbeda
sehingga dapat membantu melatih kita
memecahkan masalah.
Mengubah image kelas jaman dahulu,
menjadi Ruang Kerja
interaktif antara guru dan
siswa sudah saatnya
dimulai. Sudah bukan
saatnya lagi siswa hanya
diam ditempat dan
mendengarkan penjelasan.
Jadikan ruang kelas sebagai
ruang kerja, dimana siswa
berdiskusi dalam kelompok
kecil, membuat sesuatu,
saling memberi feedback ,
dan berpikir kritis terhadap
satu sama lain. Guru
saatnya mendesain
pendekatan-pendekatan
yang mendorong siswa
untuk memperdalam
50