The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by syamsu973, 2022-03-30 08:59:57

Layout 4

Layout 4

pengetahuannya sekaligus mengembangkan siswa dan guru sangat tergantung dari motivasi
kemampuan melalui kegiatan problem solving pelajar dan kreativitas guru. Pembelajaran yang
dan investigasi. memiliki motivasi tinggi ditunjang dengan guru
yang mampu memfasilitasi motivasi tersebut
Diskusi kelompok kecil adalah suatu akan membawa pada keberhasilan pembelajaran.
proses kegiatan yang berlangsung secara Target belajar dapat diukur melalui perubahan
terkontrol dan teratur, dengan beberapa orang sikap dan kemampuan siswa melalui proses
saling bertatap muka digabung menjadi satu belajar. Desain pembelajaran yang baik, ditunjang
kelompok atau kelompok kecil yang saling fasilitas yang memandai, ditambah dengan
berinteraksi mengungkapkan pemikiran kreativitas guru akan membuat peserta didik lebih
masing-masing. Dengan desain pembelajaran tertarik pada pembelajaran dan hasil yang diharap
diskusi, secara tidak langsung siswa mampu kandapa ttercapai.
mengasah pola piker kritis, mampu memecahkan
masalah, mengembangkan pengetahuan dan Apalagi setelah pembelajaran daring
pengalaman bahkan siswa dapat membiasakan berganti menjadi pembelajaran tatap muka
sikap saling menghargai dan menghormati terbatas seperti saat ini, desain pembelajaran ini
pendapat orang lain. salah satu solusi untuk menyelesaikan learning
loss pada siswa karena dihadapkan langsung pada
Selanjutnya, menjadikan kelas menjadi kegiatan sesuai materi, bukan lagi hanya sebatas
ruang kerja dengan membuat proyek yang sesuai angan-angan saja.
dengan materi yang akan disampaikan. Metode
pembelajaran yang menggunakan proyek atau Tolak ukur yang harus dilakukan guru
kegiatan sebagai media seperti, menjelaskan pada desain pola pembelajaran diatas juga harus
materi bisa diganti dengan kegiatan pengalaman melibatkan siswa didalamnya. Tanyakan dan
langsung yang dikerjakan guru dan siswa. Belajar dengarkan apa yang anak-anak inginkan dalam
sambal bermain juga terbukti efektif dan menarik proses pembelajaran. Jadikan jabawan mereka
bagi siswa. Peserta didik melakukaneksplorasi, sebagai acuan untuk guru mengembangkan
interpretasi, sintesis, dan mengembangkan proyek yang membantu mereka untuk
informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk mendemonstrasikan topik yang akan dipelajari.
hasil belajar. Guru dapat memantau dan mengukur dengan
membuat rubrik nilai disetiap tugas yang
Peran guru dalam ruang kelas yang diubah diberikan. Jika interaksi guru dan siswa sudah
menjadi ruang kerja ini cenderung berperan pasif terbangun, dan bisa saling memberikan feedback
yang artinya guru hanya sebagai fasilitator dan dapat diartikan ruang kelas sudah menjadi ruang
motivator. Kualitas pembelajaran dengan desain kerja yang sangat menyenangkan. (RedG)
mengubah ruang kelas menjadi ruang interaktif
51

Dilematika Pendidik

dengan Beragam Kebijakan Kurikulum Pendidikan

Kurikulum merupakan salah sebelumnya dirancang dan

satu komponen yang ada dalam ditetapkan oleh pemerintah pusat,

sistem pendidikan. Kurikulum akan dalam KTSP sebagian tata aturan

memberikan arah dan menjadi dalam kurikulum diserahkan untuk

pedoman dalam pelaksanaan proses dikembangkan dan diputuskan oleh

pendidikan, khususnya di pihak di daerah atau sekolah. Meski

lembaga-lembaga pendidikan terdapat kebebasan untuk melakukan

formal. Tanpa adanya kurikulum pengembangan pada tingkat satuan

proses pendidikan tidak akan pendidikan, namun pengembangan

berjalan terarah dengan baik. SuciTristiyani, S.Pd.SD kurikulum harus mengacu pada
Kurikulum diibaratkan sebagai (SDN 1 Kalitengah,Wedi, Klaten) Standar Nasional Pendidikan yang
jantungnya pendidikan. telah ditetapkan oleh Badan Standar

Begitu banyak kebijakan yang telah Nasional Pendidikan (BSNP).

dikeluarkan pemerintah dalam pengembangan Dalam perkembangan ada kurikulum

kurikulum Pendidikan. Dari Kurikulum 2004 yang Kurikulum 2013, dimana kurikulum ini bagian dari

dikenal dengan kurikulum berbasis kompetensi. Pada melanjutkan pengembangan Kurikulum Berbasis

kurikulum 2004 (KBK) ini para siswa dikondisikan Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun

dalam sistem semester. Dahulu pun, para murid hanya 2004 dengan mencakup kompetensi sikap,

belajar pada isi materi pelajaran belaka, yakni pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu,

menerima materi dari guru saja. Dalam kurikulum sebagaimana amanat UU 20 tahun 2003 tentang

2004 ini, para murid dituntut aktif mengembangkan Sistem Pendidikan Nasional pada penjelasan pasal 35,

keterampilan untuk menerapkan IPTEK tanpa di mana kompetensi lulusan merupakan kualifikasi

meninggalkan kerjasama dan solidaritas, meski kemampuan lulusan yang mencakup sikap,

sesungguhnya antar siswa saling berkompetisi. Jadi di pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar

sini, guru hanya bertindak sebagai fasilitator, tetapi nasional yang telah disepakati.

meski begitu pendidikan yang ada ialah pendidikan Kurikulum 2013 masih digunakan sampai

untuk semua. Dalam kegiatan di kelas, para siswa sekarang meskipun dalam implementasinya

bukan lagi objek, tetapi subjek. Dan setiap kegiatan kurikulum 2013 menemui banyak kendala. Terutama

siswa ada nilainya. Berjalannya waktu Kurikulum saat pemerintah dihadapkan Pandemi Corona 19,

Berbasis Kompetensi kemudian disempurnakan. pemerintah mengambil kebijakan untuk

Dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan menyederhanakan kurikulum 2013 kedalam

(KTSP) atau kurikulum 2006. kurikulum darurat, yang memberikan kemudahan bagi

Salah satu perubahan yang menonjol pada satuan Pendidikan dalam mengelola pembelajaran jadi

KTSP dibanding dengan kurikulum sebelumnya lebih mudah dengan substansi materi yang esensial.

adalah KTSP bersifat desentralistik. Artinya, segala Merujuk pada kondisi dimana pandemi

tata aturan yang dicantumkan dalam kurikulum, yang Corona19 yang menyebabkan banyaknya kendala

52

dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan yang keberlangsungan pembelajaran.
memberikan dampak yang cukup signifikan maka Dilematika inilah yang banyak ditemui
dalam upaya perbaikan dan pemulihan pembelajaran
saat ini pemerintah mengambil kebijakan dengan sekarang. Sebagian pendidik pun pada akhirnya hanya
kurikulum merdeka belajar. Akan tetapi kurikulum menyalahkan kurikulum yang berganti setiap saat.
merdeka tidak dilaksanakan secara serentak dan Padahal pendidik juga harus sadar bahwa peranan
massif, dikarenakan dalam mengimplementasikan mereka yang terpenting adalah bekerja secara kreatif,
kurikulum pemulihan pembelajaran tahun 2022 s.d. inovatif, dan professional. Dalam bekerja, pendidik
2024, Kemendikbudristek mengeluarkan kebijakan dituntut secara profesional artinya pendidik memiliki
bahwa sekolah yang belum siap untuk menggunakan kompetensi yang dipersyaratkan untuk melakukan
kurikulum merdeka masih dapat menggunakan tugas pendidikan dan pengajaran, kompetensi di sini
kurikulum 2013 sebagai dasar pengelolaan meliputi pengetahuan, sikap dan keterampilan
pembelajaran, begitu juga Kurikulum Darurat yang professional baik yang bersifat pribadi, sosial, maupun
merupakan modifikasi dari kurikulum 2013 masih akademis.
dapat digunakan oleh satuan Pendidikan tersebut.
Kurikulum Merdeka sebagai opsi bagi semua satuan Pemerintah pasti menyadari dalam proses
Pendidikan yang didalam proses pendataan perkembangan kurikulum juga dihadapkan pada
merupakan satuan pendidikan yang siap Revolusi Industri Generasi keempat (Revolusi 4.0),
melaksanakan kurikulum merdeka. dimana semakin dikembangkannya teknologi melalui
machine learning dan teknologi kecerdasan
Terlepas dari beragam kebijakan kurikulum buatanatau artificial intelligence (AI). Maka
pendidikan yang dikembangkan pemerintah, ternyata pengembangan kurikulum di era revolusi 4.0 perlu
banyak pendidik belum memahami dengan perubahan disiapkan sumber daya manusia yang memiliki
perkembangan kurikulum. Sehingga yang terjadi di kemampuan dalam dimensi akademik, keterampilan
lapangan, mereka berfikir yang terpenting ada tak kasat mata lain seperti keterampilan inter
pembelajaran di kelas atau anak-anak diberikan tugas personal, berfikir global, dan literasi media dan
sesuai dengan jadwalnya entah itu daring maupun informasi. Selain itu, kurikulum harus membentuk
luring. Dengan mengesampingkan kurikulum yang siswa dengan penekanan STEM. Hal ini tentu saja
digunakan, mengevaluasi apakah pembelajaran menjadi pertimbangan pemerintah dalammelakukan
tersebut efektif atau tidak, apakah tujuan inovasi dan modifikasi kurikulum Pendidikan
pembelajaran dapat tercapai dengan baik atau pun kedepannya supaya kurikulum Pendidikan di
tidak. Pada akhirnya banyak pendidik yang Indonesia bisa mengiringi kemajuan teknologi.
melupakan hakikat dan fungsi kurikulum sebenarnya.
Maka dari itu, selain mengembangkan
Padahal beragam kurikulum yang sedang kurikulum Pendidikan pemerintah juga perlu
dikembangkan pemerintah, sebenarnya salah satu meningkatkan fasilitas-fasilitas pembelajaran disetiap
penentu berhasil tidaknya suatu kurikulum adalah satuan Pendidikan supaya pendidik juga merasa tidak
sumber daya manusia itu sendiri. Sumber daya terbebani dengan lompatan-lompatan kurikulum yang
manusia meliputi kepala satuan pendidikan, pendidik, dikembangkan. Serta memberikan lebih banyak
peserta didik, dan Kerjasama seluruh stakeholder fasilitas pelatihan-pelatihan ketrampilan teknologi
dalam satuan Pendidikan tersebut. Terutama untuk bagi pendidik untuk meningkatkan kompetensiya.
pendidik. Pendidik adalah pelaku utama dalam Sehingga pengembangan kurikulum pendidikan pun
keberhasilan suatu kurikulum. Sebaik apapun seimbang dengan kemampuan dan ketrampilan
kurikulum namun apabila pendidik tidak bisa sumber daya manusianya. (RedG)
mengimplementasikannya dengan baik, maka
kurikulum bisa dikatakan tidak berhasil dilaksanakan. 53

Apalagi akhir-akhir ini, dimana kurikulum
Pendidikan dihadapkan pada pandemi corona 19 yang
menuntut pendidik dan peserta didik untuk melakukan
pembelajaran secara daring (dalam jaringan).Dimana
pembelajaran daring tidak semudah pembelajaran
tatap muka yang biasanya dilakukan oleh pendidik di
dalam kelas. Pembelajaran ini membutuhkan
dukungan fasilitas pembelajaran pula, dan mungkin
tidak semua guru memiliki atau pun menguasainya.
Belum lagi bagi pesertadidik yang Sebagian
terkendala dengan tidak adanya dukungan fasilitas
pembelajaran daring. Ini akan lebih menyulitkan

Sukses Asesmen Nasional Menuju Sekolah Berkualitas

Transformasi Kompetensi Minimum

pengelolaan pendidikan (AKM), Survei

di Indonesia terlihat dari Karakter, dan Survei

berbagai kebijakan yang Lingkungan Belajar.

telah ditetapkan oleh AKM merupakan

Kemendikbudristek. pengukuran kompetensi

berdasarkan surat edaran peserta didik dalam

No 1 Tahun 2021, maka literasi membaca dan

Ujian Nasional (UN literasi matematika

)sebagai bentuk evaluasi (numerasi). Survei

sistem pendidikan Karakter adalah

ditiadakan. Hal ini pengukuran terhadap

sejalan dengan terbitnya sikap, kebiasaan, nilai-

PP No 57 Tahun 2021 nilai (values)

yang menyebutkan DESI TRISNAWATI, S.Pd berdasarkan enam aspek

bahwa evaluasi sistem (SDN 2 Karangan, Karanganom, Klaten) Profil Pelajar Pancasila.
pendidikan dilaksanakan Adapun enam indikator

dalam bentuk Asesmen profil Pelajar Pancasila

Nasional (AN); dan analisis data satuan pendidikan, yakni berakhlak mulia, kreativitas, gotong royong,

pendidik, tenaga kependidikan, dan Pemerintah kebhinekaan global, bernalar kritis dan kemandirian.

Daerah. Diterapkannya kebijakan ini merupakan Menurut Nadiem Makarim, Survei Karakter akan

penanda perubahan paradigma evaluasi pendidikan menjadi tolak ukur untuk umpan balik demi

dan peningkatan sistem evaluasi pendidikan di perubahan siswa yang lebih bahagia dan lebih kuat

Indonesia. Tujuan utamanya yaitu mendorong azas Pancasila di dalam sekolah. Instrumen Asesmen

perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta Nasional yang lainnya yaitu Survei Lingkungan

didik. Belajar. Survei Lingkungan Belajar adalah

AN adalah evaluasi yang dilakukan oleh pengukuran kualitas pembelajaran dan iklim sekolah

pemerintah untuk pemetaan mutu sistem pendidikan yang menunjang pembelajaran pada satuan

pada tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah pendidikan. Survei Lingkungan Belajar bertujuan

dengan menggunakan instrumen Asesmen menggali informasi mengenai kualitas proses

54

pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang dan stabil. Peserta AN di SD Negeri 2 Karangan antara
lain: siswa, guru, dan Kepala Sekolah. Siswa peserta
pembelajaran. AN adalah siswa kelas V Tahun Pelajaran 2021/2022
yang berjumlah 31 siswa. Siswa yang mengikuti
Salah satu instrumen AN yang dapat ANberjumlah 30 siswa yang diambil secara acak
sesuai yang tercantum di web anbk, 1 siswa sebagai
meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi yaitu peserta cadangan. Pelaksanaan AN SD Negeri 2
Karangan dibagi menjadi 3 gelombang.
AKM. AKM merupakan penilaian kompetensi Masing-masing gelombang dilaksanakan dalam 2 sesi,
jumlah total ada 6 sesi. Setiap sesi diikuti oleh 5 siswa.
mendasar yang diperlukan oleh semua peserta didik Gelombang 1 dilaksanakan pada tanggal 15-16
November 2021. Gelombang 2 dilaksanakan pada
untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan tanggal 17-18 November 2021. Gelombang 3
dilaksanakan pada tanggal 22-23 November 2021.
berpartisipasi positif pada masyarakat. Terdapat dua Pada hari pertama, jenis asesmen yang dikerjakan
siswa diantaranya: Latihan (60 menit), Literasi
kompetensi mendasar yang diukur AKM yaitu literasi Membaca (75 menit) dan Survei Karakter (20 menit).
Pada hari kedua, jenis asesmen yang dikerjakan siswa
membaca dan literasi matematika (numerasi). diantaranya: Latihan (25 menit), Numerasi (75 menit)
dan Survei Lingkungan Belajar (20 menit). Guru dan
Kompetensi yang dinilai mencakup keterampilan Kepala Sekolah SD Negeri 2 Karangan mengerjakan
Survei Lingkungan Belajar pada tanggal 15-18
berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar November 2021. Secara umum AN di SD Negeri 2
Karangan berjalan lancer dan sukses serta tidak
menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah ditemukan kendala yang berarti dalam
pelaksanaannya.
dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah
Refleksi pelaksanaan AN tahun 2021 perlu
informasi. dilakukan guna perbaikan pelaksanaan AN pada
tahun berikutnya. Dari segi infrastruktur sekolah
AKM menyajikan masalah-masalah dengan meliputi kesiapan sarana prasarana TIK perlu
ditingkatkan, sehingga sekolah-sekolah dapat
beragam konteks yang diharapkan mampu melaksanakan AN secara mandiri dengan moda online
maupun semi online tanpa harus menumpang ke
diselesaikan oleh siswa menggunakan kompetensi sekolah lain. Dari segi siswa, diperlukan persiapan
dengan memastikan siswa dapat mengikuti simulasi
literasi membaca dan numerasi yang dimilikinya. AN dengan baik sesuai dengan jadwal yang
ditentukan. Selain itu, kesiapan teknis guru dan
AKM dimaksudkan untuk mengukur kompetensi Kepala Sekolah sebagai responden Survei
Lingkungan Belajar juga perlu ditingkatkan.
secara mendalam, tidak sekedar penguasaan konten. Kelengkapan respon guru, siswa, dan Kepala Sekolah
juga harus dipastikan dengan baik. Melalui web
Literasi membaca merupakan kemampuan untuk ANBK dan dashbord, proktor secara aktif memastikan
data terupload secara lengkap serta memantau progres
memahami, menggunakan, mengevaluasi, pengisian Survei Lingkungan Belajar setiap
responden.
merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk
Hasil AN dapat digunakan sebagai untuk
mengembangkan kapasitas individu sebagai warga pemetaan mutu sistem pendidikan. Hasil AN tidak
digunakan untuk menilai prestasi peserta didik
Indonesia dan warga dunia dan untuk dapat ataupun kinerja guru dan sekolah. Laporan hasil AN
diberikan kepada guru dan sekolah sebagai alat untuk
berkontribusi secara produktif kepada masyarakat. melakukan evaluasi diri dan perbaikan pembelajaran.
Hasil AN dapat memberi gambaran tentang
Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan karakteristik esensial sebuah sekolah yang efektif
untuk mencapai tujuan utama sekolah yaitu
konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk pengembangan kompetensi dan karakter siswa.
(RedG)
menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai
55
jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai

warga negara Indonesia dan dunia. Kedua aspek

kompetensi minimun ini, menjadi syarat bagi peserta

didik untuk berkontribusi di dalam masyarakat.

AN dilaksanakan menggunakan komputer

secara daring. Peserta AN terdiri dari siswa, guru, dan

Kepala Satuan Pendidikan. Siswa peserta AN yaitu

sampel siswa kelas 5, 8, dan 11 yang dipilih secara

acak. Siswa mengerjakan AKM, Survei Karakter, dan

Survei Lingkungan Belajar pada sesi dengan jadwal

yang ditentukan dan dengan diawasi oleh pengawas

.Sedangkan guru dan Kepala Satuan Pendidikan

mengerjakan Survei Lingkungan Belajar secara

mandiridengan periode waktu yang telah ditentukan.

AN Tahun 2021 di SD Negeri 2 Karangan,

Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa

Tengah sudah terlaksana dengan baik. SD Negeri 2

Karangan melaksanakan AN secara mandiri dengan

moda online. Sarana dan Prasarana TIK yang

digunakan yaitu 1 komputer proktor dan 5 komputer

klien. Komputer proktor berupa laptop yang sesuai

spesifikasi sehingga support untuk aplikasi

exambrowser proctor sedangkan komputer client

berupa laptop yang support untuk aplikasi

exambrowser client. Jaringan internet yang digunakan

yaitu jaringan wifi dengan bandwith yang memadai

Upaya Kita untuk Mengatasi
Learning Loss di Masa Pandemi

Penulis : (Mariyanti,S.Pd.SD - Guru SDN 1 Jabung, Gantiwarno, Klaten)

Menjadi keprihatinan bagi seluruh konsentrasi dan kurang semangat dalam belajar
masyarakat yang peduli dengan pendidikan bahwa karena mengantuk ataupun karena badannya yang
saat ini telah terjadi Learning Loss. Apakah yang sudah lelah akibat dari waktu bermain yang terlalu
dimaksud dengan Learning Loss itu? Dalam istilah lama.
bahasa asing Learning artinya pengetahuan, sedang
Loss artinya kehilangan. Jadi arti kata Learning Loss Pendidikan selama pandemi memegang
adalah hilangnya pengetahuan dan kemampuan siswa, prinsip mengutamakan kesehatan dan keselamatan,
baik secara spesifik dan umum, dipengaruhi oleh serta mempertimbangkan tumbuh kembang dan hak
beberapa faktor. Istilah ini sering diartikan sebagai anak. Selama pandemi pembelajaran dilaksanakan
kemunduran dalam belajar baik secara akademis yang secara daring dan terjadi kesenjangan akses dan
berkaitan dengan kesenjangan yang berkepanjangan kualitas pembelajaran. Hal ini menyebabkan
atau proses pendidikan yang berlangsung tidak baik. terjadinya Learning Loss dan capaian belajar yang
menurun. Sebagai orang tua dan Pendidik mempunyai
Sejak masa pandemi dimulai Maret 2020 tanggungjawab yang berat dalam bidang pendidikan
maka secara langsung dampak pandemi dirasakan selama pandemi dimana putra-putri kita memerlukan
oleh masyarakat Indonesia. Dampak yang dirasakan kasih sayang yang lebih dan juga perhatian dan
tidak hanya dibidang kesehatan, ekonomi, sosial, pendampingan dalam menghadapi kehidupan
budaya. Namun dalam bidang pendidikan juga sehari-hari terutama dalam hal belajar dan ibadah.
berdampak sangat besar, sekolah ditutup dan
pembelajaran dilaksanakan secara daring atau Hal-hal yang bisa kita lakukan untuk
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Menjadi keprihatinan menghindari terjadinya Learning Loss antara lain
bagi masyarakat dimana pada awal pandemi sebagai berikut :
murid-murid masih bisa menikmati masa belajar 1. Setiap elemen pendidikan harus saling
dirumah namun seiring berjalannya waktu anak-anak
mulai bosan dengan pembelajaran daring. Sebagai memastikan bahwa siswa mendapatkan hak
kompensasinya banyak siswa yang mengalihkan rasa belajarnya dengan aman dan sehat selama
bosan dengan cara bermain di rumah dan jika tidak pandemi.
diawasi oleh kedua orang tua maka bermainnya 2. Diperlukan program atau kegiatan yang berfokus
anak-anak tidak akan terkontrol yaitu bermain sampai untuk memenuhi hak belajar, kesehatan,
sore kadang sampai malam hari dan bermain ditempat kesejahteraan dan kebutuhan lain dari siswa.
yang jauh yang sulit dipantau oleh orang tua. Kondisi 3. Sekolah harus membantu siswa dalam mengejar
bermain anak-anak yang tidak terkontrol ketertinggalan pembelajaran selama PJJ.
menyebabkan kelelahan atau kecapekan dalam 4. Pemerintah dan seluruh elemen terkait harus
tubuhnya sehingga dalam belajar anak-anak kurang mendukung guru agar dapat mengatasi Learning
Loss yang dialami siswa.
5. Siswa di sekolah harus mendapatkan perhatian

56

secara pribadi menanyakan

perkembangan belajar putra-

putrinya sehingga dapat

menghasilkan pembelajaran

yang baik bagi putra-putri

kita.

12. Mengembangkan bakat yang

digemari anak. Anak-anak

jangan dipaksakan untuk

melakukan hal-hal yang tidak

suka. Jika anak sudah merasa

bosan maka sebaiknya kita

memberikan kebebasan

kepada anak untuk

mengeksplor minat dan

bakatnya. Misalnya minat

dan kasih sayang dari Guru baik dalam hal dan bakat anak dalam menyanyi, melukis, menari,
pembelajaran maupun dalam hubungan sosial
dengan teman di sekolahan. memasak, berkebun perlu kita berikan dukungan
6. Ketika dirumah sebagai orang tua harus
mendampingi siswa dalam belajar ketika dirumah agar anak bisa mengalihkan rasa bosan dengan
termasuk memberikan peraturan membatasi
putra-putrinya untuk bermain HP dan membatasi cara mengembangkan minat dan bakat yang
siswa menonton TV.
7. Memberikan fasilitas pendidikan yang memadai dimiliki.
kepada putra-putri kita. Diantaranya pemenuhan
baju seragam, alat belajar siswa berupa buku dan 13. Mengajak anak untuk refreshing secara rutin.
alat tulis,seperti tempat pensil, pena, pensil,
penggaris, penghapus, rautan, stabilo dan alat Karena masih dalam masa pandemi maka
sekolah yang lain yang menunjang pendidikan
yang menjadikan anak bersemangat dalam belajar sebaiknya refreshing dilakukan di sekitar rumah di
dan ke sekolah.
8. Membuat suasana sekolah di rumah agar anak tempat yang tidak ramai misalnya mengajak siswa
lebih bersemangat lagi ketika belajar. Misalnya
diruangan rumah diberikan gambar yang menarik bermain monopoli, permainan kartu, puzzle,
yang bertemakan pendidikan seperti gambar
hewan carnivora, herbivora, omnivora, gambar karaoke, tebak lagu. Jika ingin bermain di
tentang bangun datar, bangun ruang, alat
transportasi, dan lain-lain. halaman bisa bermain lompat tali, kelereng,
9. Orang tua harus memahami materi. Jika
putra-putri kita mengalami kesulitan dalam belajar jalan-jalan atau jogging.
maka orang tua bisa membantu memecahkan
masalah tersebut. Jika masalah dalam belajar 14. Buat sesi heart to heart. Anak-anak pasti
sudah bisa terselesaikan maka anak akan lebih
nyaman, lebih tenang dan bersemangat lagi dalam mempunyai masalah yang ingin diceritakan
belajar.
10. Guru menggunakan media pembelajaran yang kepada orang tua. Kita sebagai berperan sebagai
inovatif untuk meningkatkan semangat belajar
siswanya. Belajar hendaknya tidak hanya di pendengar segala curahan hati anak kita. Kita
ruangan saja, sesekali Guru meminta anak untuk
mengenal lingkungan sekitar, misalnya dalam berusaha bertanya bagaiman anak kita kalau di
pembelajaran materi tumbuhan kita mengajak
siswa ke halaman sekolah. sekolah, apakah materi belajar bisa dipahami
11. Menjalin komunikasi yang baik antara Guru dan
orang tua siswa. Komunikasi bisa melalui group dengan baik, apakah pelajarannya menyenangkan,
WA atau bisa juga orang tua menghubungi guru
apakah masih bersemangat ketika pembelajaran

dilakukan secara daring.

15. Beri reward kepada anak setelah berusaha.

Misalnya apabila putra-putri kita bisa

menyelesaikan tugas dengan baik selama

seminggu tidak ada kekurangan apapun maka

perlu diberikan reward berupa hadiah buku bacaan

tentang cerita anak yang menarik atau diberikan

alat permainan yang bersikap edukatif, makanan

atau buah yang bergizi sehingga putra-putri kita

merasa diperhatikan dan diberi kasih sayang dari

orang tua.

Akhirnya bersama kita berdoa semoga

pandemi di Indonesia segera berlalu dan kita bisa

menjalani hidup normal seperti biasanya dan dapat

menjalankan tugas belajar dan mengajar dengan baik

dengan rasa aman dan nyaman sehingga dapat

melanjutkan cita-cita pembangunan Indonesia yang

luhur yaitu terciptanya masyarakat yang adil, makmur,

sejahtera. (RedG)

57

4 Tips Penguatan Pendidikan Karakter

yang Wajib Guru Tahu

Penulis : Yuliarti (Guru SDN 1 Cawas, Klaten) adalah dengan menanamkan pendidikan karakter
melalui budaya positif di sekolah. Banyak upaya
Di era globalisasi, ilmu pengetahuan dan yang dapat dilakukan untuk menciptakan budaya
teknologi berkembang dengan pesat. Banyak positif di sekolah. Salah satunya adalah dengan
informasi yang dapat peroleh dengan mudah tanpa membuat “keyakinan kelas”.
harus ke luar rumah memanfaatkan gadget maupun Keyakinan kelas dibuat berdasarkan adanya
perangkat komputer yang dilengkapi dengan jaringan kesepakatan antara guru dengan murid mengenai
internet. Pada masa pandemi saat ini, media tersebut nilai-nilai positif yang dapat menciptakan
sangat bermanfaat bagi guru maupun siswa untuk lingkungan kondusif selama kegiatan belajar
melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Akan tetapi, mengajar. Jika sebelumnya kita membuat kontrak
tidak dapat kita pungkiri bahwa jika pemanfaatan belajar bersama murid yang berisi aturan dan
gadget tidak dengan pengawasan orang tua juga konsekuensi atas pelanggaran. Dalam keyakinan
memberikan dampak negatif. Murid dengan mudah kelas berisi kalimat positif mengenai nilai-nilai
mengakses dan meniru hal-hal yang cenderung yang akan dilakukan, baik murid maupun guru.
bertentangan dengan nilai-nilai positif dalam Jadi, tidak hanya berisi harapan guru kepada murid,
kehidupan. tetapi juga harapan murid terhadap guru. Langkah
membuat keyakinan kelas:
Hal tersebut menjadi tantangan bagi seorang a. Mempersilakan murid-murid di kelas untuk
guru untuk yang mampu mengenalkan serta
menanamkan pendidikan karakter kepada murid curah pendapat mengenai aturan yang perlu
melalui pendidikan di sekolah. Pendidikan karakter disepakati di kelas.
akan menentukan generasi masa depan yang akan b. Mencatat masukan murid di papan tulis atau
dihasilkan. Pendidian karakter juga dapat memberikan kertas besar yang memungkinkan semua murid
konstribusi yang besar terhadap kemajuan suatu dapat melihat.
bangsa dalam rangka membentuk watak atau karakter c. Menggunakan kalimat positif, contoh:
para siswa di sekolah (Mulyasa, 2005: 3-4). Kalimat negatif : Jangan berlari di dalam kelas.
Menjadi kalimat positif : Berjalanlah di kelas.
Dalam artikel ini saya akan membagikan d. Tinjau ulang secara bersama. Sebaiknya
empat tips penguatan pendidikan karakter yang bisa keyakinan kelas tidak terlalu banyak antara 3-7
dipraktikkan rekan guru di sekolah, yaitu: keyakinan.
1. Buat Keyakinan Kelas e. Keyakinan kelas yang telah dibuat dituliskan
dengan jelas, ditandatangani seluruh siswa serta
Mengutip teori pendidikan menurut Ki Hajar guru. Kemudian dilekatkan di dinding kelas
Dewantara bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar yang mudah dilihat guru dan semua murid.
dalam menuntun segala kekuatan kodrat yang ada Dengan adanya keyakinan kelas tersebut dapat
pada anak untuk mencapai keselamatan dan menjadi kontrol guru maupun murid dalam
kebahagiaan setinggi-tingginya sebagai manusia bersikap dan berperilaku sehingga akan tercipta
maupun anggota masyarakat.” lingkungan belajar yang positif.
Upaya konkret yang dapat dilakukan oleh guru 2. Terapkan Restitusi
Jika aturan identik dengan hukuman bagi pelaku
pelanggaran. Maka dalam upaya menegakkan
keyakinan kelas, kita dapat menerapkan restitusi.
Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi
murid untuk memperbaiki kesalahan mereka,
sehingga mereka bisa kembali pada kelompok
mereka, dengan karakter yang lebih kuat (Gossen;
2004).
Melalui restitusi, murid akan melaksanakan
evaluasi mengenai tindakan yang telah dilakukan

58

berdasarkan keyakinan kelas yang telah dibuat. Jika sebuah karakter. Pembiasaan merupakan proses
murid melakukan tindakan yang bertentangan pembentukan sikap yang relatif tetap dan dilakukan
dengan nilai-nilai yang telah disepakati maka guru berulang-ulang.
menawarkan restitusi dengan 3 langkah segitiga Ada banyak alternatif program pembiasaan yang
restitusi, yaitu: dapat dipilih oleh guru. Seperti yang sudah saya
a. Menstabilkan identitas terapkan di sekolah, yaitu program pembiasaan tiap
pekan. Jadi dalam satu pekan ada satu sikap yang
Dengan pernyataan bahwa setiap orang pernah kita upayakan menjadi sebuah kebiasaan bagi
melakukan kesalahan, tidak ada makhluk yang murid. Seperti sholat 5 waktu, berpamitan kepada
sempurna, dll. orang tua saat akan bepergian, membantu orang tua,
b. Validasi tindakan yang salah dll. Guru harus aktif memberikan umpan balik
Dengan menanyakan alasan atau menanyakan mengenai penerapan sikap yang menjadi fokus saat
cara yang lebih efektif dalam memenuhi itu. Memberikan motivasi bagi murid yang belum
kebutuhan selain melakukan penyimpangan menerapkan dan memberikan penguatan bagi murid
tersebut. yang telah melaksanakan secara rutin.
c. Menanyakan keyakinan 4. Libatkan Orang Tua
Dengan mengembalikan kesesuaian tindakan Sebagai pendidik tentunya kita menginginkan
dengan keyakinan kelas atau menanyakan ia nilai-nilai positif yang kita berikan melalui
ingin menjadi orang seperti apa. pendidikan karakter tidak hanya dilakukan murid
Melalui tahapan segitiga restitusi tersebut, saat di sekolah saja. Sikap akan menjadi sebuah
diharapkan murid dapat menyadari bahwa apa karakter ketika sudah melekat dalam diri murid dan
yang dilakukan bertentangan dengan nilai-nilai dilakukan kapanpun serta di mana pun, termasuk di
kebaikan dan berupaya untuk memperbaiki rumah.
serta tidak mengulangi kesalahan yang sama.
3. Buat Program Pembiasaan Guru harus aktif melakukan komunikasi dan
Karakter merupakan nilai yang tercermin dalam kolaborasi dengan orang tua terkait program
perilaku sehari-hari seseorang. Sehingga pendidikan karakter yang diterapkan. Bisa dengan
pendidikan karakter harus dilakukan menyampaikan sikap yang akan menjadi fokus pekan
berulang-ulang menjadi sebuah pembiasaan yang itu. Orang tua diharapkan dapat memberikan motivasi
dilakukan dalam kehidupan sehari-hari murid. dan bimbingan, kemudian secara berkala untuk
Sebagai seorang guru, kita tidak bisa meminta melaporkan pembiasaan yang telah dilakukan oleh
murid melakukan semua nilai-nilai positif secara murid di rumah. Dengan kerjasama yang baik antara
langsung. Akan tetapi perlu proses dan bertahap. pihak sekolah dan orang tua, diharapkan pendidikan
Guru perlu membuat program pembiasaan bagi karakter dapat berhasil. (RedG)
murid agar nilai-nilai kebajikan dapat menjadi

59


Click to View FlipBook Version