manajemen
pemasaran
syariah
Disusun oleh
AHMAD LUTFI HARIR
191410152
EKONOMI SYARIAH 5D
daftar isi
kumpulan
materi
tanya jawab
quis
quotes
kumpulan materi
MANAJEMEN PEMASARAN SYARIAH
A. Konsep dasar pemasaran Islam
Berdasarkan pada pandangan bahwa tugas marketing adalah
menentukan kebutuhan konsumen, kekurangan dan minat segmen
pasar, maka untuk dapat memenuhi kepuasan atau keinginan
secara efektif dan secara efisien dibanding pesaing maka
harus dilakukan dengan cara memelihara hubungan yang baik dan
intens dengan konsumen.
Konsep pemasaran syariah yaitu menekankan bahwa perlunya
menerapkan manajemen profesional, artinya dengan melakukan
kegiatan tersebut maka semua produk atau jasa yang dihasilkan
pasti dapat memiliki positioning tersendiri. Kompetitor
bukanlah merupakan suatu penghalang yang harus ditakuti atau
dimusuhi.
Kompetitor dapat dijadikan sebagai sumber motivasi untuk
dapat memperbaiki kinerja marketing. Pesaing dapat mendorong
pihak perusahaan dalam hal ini adalah marketers untuk dapat
bekerja lebih kretif dalam memasarkan produk berupa barang
maupun jasa.
Hal inilah yang dapat membedakan antara marketing bisnis
perusahaan konvensional dengan marketing bisnis yang
menerapkan prinsip syariah yang memberikan keputusan kepada
konsumen dan stakeholders tidak hanya pada tataran keputusan
duniawi, akan tetapi juga berpengaruh kepada keputusan
ukhrawi. Karena terdapat ridha Allah SWT yang menjadi
tujuannya. Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa tujuan
etika berdasarkan kepada entitas nilai-nilai islam sebagai
penciptaan kepuasan duniawi dan ukhrawi bagi para
stakeholders di perusahaan.
Marketer syariah harus dapat membangun karakteristik
humanistik agar memiliki keseimbangan atau balancing hubungan
antara sesama manusia. Dalam kerja seorang marketers pun
aspek humanistic tersebut harus dapat diimplementasikan dalam
penghargaan untuk memuliakan manusia, bukan hanya saja
menpelajari
karakteristik manusia untuk dapat mempengaruhi konsumen untuk melakukan
perilaku konsumen yang tidak normati serta reaistis.
B. Tujuan pemasaran islam
1. Memudahkan konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan secara
berulang-ulang.
2. Memaksimalkan kepuasan konsumen melalui berbagai pelayanan yang
diinginkan.
3. Memaksimumkan pilihan (diversifikasi produk) dalam arti perusahaan
menyediakan berbagai jenis produk sehingga konsumen memiliki beragam
pilihan.
4. Memaksimalkan kualitas dengan memberikan berbagai kemudahan kepada
konsumen.
C. Definisi Pemasaran Islam
Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu
dalam menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan
harga barang dan jasa, faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut
adalah produksi, pemasaran, dan konsumsi. Pemasaran menjadi mediator
antara kegiatan prosuduksi dan konsumsi.
Pemasaran menurut Kotler adalah suatu proses dan manajerial yang di
dalamnya, setiap individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka
butuhkan dan di inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan
mempertukarkan produk dengan pihak lain. Sedangkan pemasaran menurut
Santon adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis
yang di tujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan
mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan, baik kepada
pembeli yang ada maupun pembeli potensial. Secara umum, pemasaran adalah
suatu kegiatan menyeluruh, terpadu, dan terencana, yang dilakukan oleh
sebuah organisasi atau institusi dalam melakukan usaha agar mampu
mengakomodir permintaan pasar dengan cara menciptakan produk bernilai
jual,
Jagar memiliki keseimbangan atau balancing hubungan
antara sesama manusia. Dalam kerja seorang marketers pun
aspek humanistic tersebut harus dapat diimplementasikan
dalam penghargaan untuk memuliakan manusia, bukan hanya
saja menpelajari karakteristik manusia untuk dapat
mempengaruhi konsumen untuk melakukan perilaku konsumen
yang tidak normati serta reaistis.
Tujuan pemasaran isl
Memudahkan konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan
secara berulang-ulang
Memaksimalkan kepuasan konsumen melalui berbagai
pelayanan yang diinginkan.
Memaksimumkan pilihan (diversifikasi produk) dalam arti
perusahaan menyediakan berbagai jenis produk sehingga
konsumen memiliki beragam pilihan.
Memaksimalkan kualitas dengan memberikan berbagai
kemudahan kepada konsumen
Definisi Pemasaran Islam
Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian
yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Nilai
ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa,
faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah
produksi, pemasaran, dan konsumsi. Pemasaran menjadi
mediator antara kegiatan prosuduksi dan konsumsi
Pemasaran menurut Kotler adalah suatu proses dan
manajerial yang di dalamnya, setiap individu dan
kelompok memperoleh apa yang mereka
butuhkan dan di inginkan dengan menciptakan, menawarkan,
dan mempertukarkan produk dengan pihak lain. Sedangkan
pemasaran menurut Santon adalah suatu sistem keseluruhan
dari kegiatan-kegiatan bisnis yang di tujukan untuk
merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan
mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan,
baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Secara umum, pemasaran adalah suatu kegiatan menyeluruh,
terpadu, dan terencana, yang dilakukan oleh sebuah
organisasi atau institusi dalam melakukan usaha agar mampu
mengakomodir permintaan pasar dengan cara menciptakan
produk bernilai jual, menentukan harga, menyampaikan dan
saling bertukar tawaran yang bernilai bagi konsumen,
klien, mitra, dan masyarkat umum.
Pemasaran syariah atau marketing syariah adalah suatu
strategi bisnis yang mengarahkan proses penciptaan,
penawaran, dan perubahaan value dari suatu inisiator
kepada stakeholders, yang dalam prosesnya menggunakan
prinsip-prinsip syariah. Hal ini berarti setiap proses
baik proses penciptaan, penawaran, dan perubahan value
tidak boleh ada hal-hal yang bertentangan dengan akad dan
prinsip-prinsip islam. Selama akad dan prinsip-prinsip
islam di pegang pada suatu bisnis, maka bisnis tersebut di
perbolehkan.
Prinsip Pemasaran Islam
Seorang marketer agar mengerti dan paham tentang marketing
syariah maka seorang marketer harus mengetahui tentang
proinsip pemasaran islam/prinsip-prinsip marketing
syariah. Prinsip-prinsip marketing syariah ada 17 sebagai
berikut:
Information technology allows us to be transparent
(change)
Perubahan adalah suatu hal yang pasti terjadi. Maka
perubahan
harus disikapi dengan cermat. Kekuatan perubahan
memiliki 5 unsur: perubahan teknologi, perubahan
politik, perubahan social culture, perubahan
ekonomi, dan perubahan pasar. Dalam hal ini, lebih
menekankan pada dampak perubahan teknologi karena
akar terjadinya perubahan ialah adanya inovasi
terus-menerus di bidang teknologi. Dengan
perkembangan teknologi harus dimanfaatkan oleh
marketer untuk memudahkan dalam bekerja.
Be respectful to your competitors (competitor)
Dalam menjalankan marketing syariah, seorang
marketer harus memperhatikan cara mereka mengahadapi
persaingan usaha serba-dinamis. Jadi ketika
persaingan yang terjadi bersifat kotor dan ketat,
maka seorang marketer harus memiliki kekuatan moral
untuk tidak terpengaruh oleh permainan bisnis
seperti itu. Para marketer harus berpegang teguh
pada prinsip-prinsip syariah dalam melakukan
pemasaran.
The emergence of customers global paradox (customer)
Di era globalisasi ini, masyarakat menjalani
kehidupannya secara paradox. Di zaman globalisasi
ini para marketer syariah harus cepat beradaptasi
dengan lingkungan. Di era Globalisasi ini banyak
budaya-budaya baru.
Develop a spiritual-based organizatition (Company)
Dengan menerapkan spiritual-based organizatition,
diharapkan para marketer selalu menjunjung tinggi
nilai-nilai agama dalam melaksanakan pemasaran
sehingga terhindar dari perbuatan-perbuatan yang
dilarang oleh agama.
View market universally (segmention)
Segmentasi adalah pengidentifikasian serta
memanfaatkan peluang-peluang yang muncul di pasar.
Dengan segmentasi, memungkinkan perusahaan akan
lebih fokus dalam mengalokasikan sumber daya.
Target custome’s heart and soul (targeting)
Targeting adalah strategi mengalokasikan sumber daya
perusahaan secara efektif, karena sumber daya yang
dimiliki terbatas. Tanpa adanya targeting, para
karyawan akan bekerja semaunya sendiri, padahal
mereka memiliki potensi yang besar untuk
menghasilkan suatu barang yang berkualitas.
Build a belief system (positioning)
Positioning adalah strategi untuk merebut posisi di
hati para konsumen, sehingga strategi ini
berhubungan dengan kepercayaan, keyakinan, dan
kompetensi bagi pelanggan.
Differ yourself with a good package of content and
context (differentiation)
Diferensiasi adalah suatu tindakan merancang
seperangkat perbedaan yang bermakna dalam tawaran
perusahaan. Diferensiasi bisa berupa content
(dimensi pelanggan), dan context (dimensi yang
merujuk pada cara anda menawarkan produk)
Be honest with your 4 ps (Marketing-mix)
Marketing-mix memiliki elemen-elemen yaitu produk,
price, place, and promotion. Produk dan price adalah
komponen dari tawaran. Sedangkan place dan promotion
adalah komponen dari akses.
Practice A Relationship-based selling (selling)
Selling yang dimaksud ialah bagaimana memaksimalkan
kegiatan penjualan sehingga dapat menciptakan
situasi yang win-win solution bagi
si penjual dan pembeli. Dalam melakukan selling,
perusahaan tidak hanya menyampaikan fitur-fitur dari
produk dan jasa yang ditawarkan saja, melainkan juga
keuntungan dan bahkan solusi dari produk dan jasa
tersebut.
Use a spiritual brand character (Brand)
Perusahaan yang menerapkan marketing syariah, brand
harus mencerminkan karakter-karakter yang tidak
bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah atau
nilai-nilai spiritual. Beberapa karakter yang bisa
dibangun untuk menunjukkan nilai spiritual ini
digambarkan dengan nilai-nilai kejujuran, keadilan,
kemitraan, kebersamaan, keterbukaan, dan
universalitas.
Service should have the ability to transform
(service)
Untuk menjadi perusahaan yang besar, perusahaan
berbasis marketing syariah harus memperhatikan
servis yang ditawarkan untuk menjaga kepuasaan
stakeholders.
Practice a reliable business process (process)
Proses mencerminkan tingkat quality, cost, dan
delivery. Proses dalam konteks kualitas ialah
bagaimana menciptakan proses yang memiliki nilai
untuk konsumen. Proses dalam konteks cost adalah
bagaimana proses yang efesien yang tidak membutuhkan
Biaya yang banyak, tetapi kualitas terjamin.
Sedangkan proses pengiriman konteks delivery adalah
bagaimana produk atau servis yang ditawarkan
perusahaan kepada konsumen.
Create a balanced value to your stakeholder (score
card)
Prinsip syariah marketing adalah menciptakan value
bagi stakeholders. Tiga stakeholders utama dari
perusahaan ialah pelanggan,
karyawan, dan pemegang saham. Dalam menjaga
keseimbangan, perusahaan harus menciptakan value
yang unggul bagi ketiga stakeholders utama tersebut
dengan ukuran bobot yang sama.
Create a noble cause (Inspiration)
Inspirasi adalah impian yang hendak di capai yang
akan membimbing perusahaan sepanjang perjalanannya
untuk menciptakan goals perusahaan. Perusahaan
berbasisi marketing syariah, penentuan visi dan misi
tidak bisa terlepas dari makna syariah dan tujuan
akhir yang ingin di capai harus bersifat mulia.
Develop an ethical corporate culture (culture)
Budaya perusahaan berbasis syariah ialah mengucapkan
salam, murah hati, bersikap murah hati, berbusana
nuansa syariah, dan lingkungan bersih
Measurement must be clear and transparents
(Institution)
Prinsip terakhir ialah bagaimana membangun
organisasi atau institusi dengan berlandaskan
prinsip-prinsip syariah. Dalam perusahaan syariah
harus memiliki sistem umpan balik yang bersifat
transparan. Transparansi maksudnya ialah ketiga
stakeholders mendapatkan informasi yang jelas dan
jujur.
Karakteristik Pemasaran Islam
Ada empat karakteristik Marketing Syariah yang dapat
menjadi panduan bagi para pemasar, yaitu :
Teistis (Robbaniyah)
salah satu ciri khas syariah marketing yang tidak
dimiliki dalam pemasaran konvensional yang dikenal
selama ini adalah sifatnya yang religius (Diniyah).
Kondisi ini tercipta dari kesadaran akan nilai-nilai
religius, yang dipandang penting dan mewarnai
aktivitas pemasaran agar tidak terperosok ke dalam
perbuatan yang dapat merugikan orang lain. Jiwa
seorang syariah marketer meyakini bahwa hukum-hukum
syariat yang teistis atau bersifat ketuhanan ini
adalah hukum yang paling adil, paling sempurna,
paling selaras dengan segala bentuk kebaikan, paling
dapat mencegah segala bentuk kerusakan, paling mampu
mewujudkan kebenaran, memusnahkan kebatilan, dan
menyebarluaskan kemaslahatan.
Etis (akhlaqiyyah)
adalah suatu jiwa pemasar islam yang sangat
mengutamakan dan mengedepankan masalah akhlak yaitu
moral dan etika dalam semua proses pemasarannya,
mulai dari pencarian bahan baku, prosesnya sampai
menjual kepada konsumen haruslah dengan etika islam.
Artinya dalam melakukan pemasaran haruslah
menggunakan aturan/etika yang baik dan tentu tidak
akan merugikan pihak lain. Pemasar haruslah
bertanggung jawab secara moral atas apa yang mereka
jual mulai dari pemilihan dan pencarian barang
dagangan yang baik kemudian bagi barang yang harus
merubah value membutuhkan pemrosesan yang bertanggung
jawab kebersihan dan kehalalannya hingga
produk/barang tersebut dijual harus menggunakan
aturan sesuai kaidah islam.
Realistis (al-waqi’yyah)
syariah marketing bukanlah konsep yang eksklusif,
fanatis, anti modernitas, dan kaku. Syariah marketing
adalah konsep pemasaran yang fleksibel, sebagaimana
keluasan dan keluwesan syariah Islamiyah yang
melandasinya. Syariah marketer bukanlah berarti para
pemasar
itu harus berpenampilan ala bangsa Arab dan
mengharamkan dasi karena dianggap merupakan simbol
masyarakat barat. Misalnya syariah marketer adalah
para pemasar profesional dengan penampilan yang
bersih, rapi, dan bersahaja, apa pun model atau gaya
berpakaian yang dikenakannya. Mereka bekerja dengan
profesional dan mengedepankan nilai-nilai religius,
kesalehan, aspek moral, dan kejujuran dalam segala
aktivitas pemasarannya.
Humanistis (al-insaniyyah)
artinya bahwa pemasaran dalam Islam bersifat
humanistis universal, tanpa membedakan ras, warna
kulit, kebangsaan dan status sosial. Dalam prinsip
humanistis ini, syariat Islam diciptakan untuk
memberikan derajat bagi pelakunya dengan sifat
kemanusiaan yang terjaga dan terpelihara sesuai
ajaran Islam. Sehingga penjual Islam dengan memiliki
nilai humanistis akan menjadi manusia yang
terkontrol, seimbang dan tidak serakah yang bisa
menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan
yang besar dengan prinsip ini tujuan berdagang adalah
saling membantu sesama manusia dengan mengharap ridha
Allah, menjalin ukhuwah islamiyah (persaudaraan antar
manusia), mengambil laba tanpa berlebihan dan
melakukan segala proses sesuai aturan Islam.
Keunggulan Pemasaran Islam
Secara umum konsep pemasaran syariah secara
epistemologi bersifat sharia-driven (digerakkan oleh
syariah sebagai sumber hukum) yang berorientasi guna
memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen serta
menciptakan value bagi mereka selama tidak
bertentangan dengan sumber utama di dalam Islam,
yakni Alquran dan Hadis. Konsep aksiologi dalam
pemasaran syariah pun jelas, di mana standar
moralitas (benar atau salah dan baik atau buruk) yang
digunakan, semuanya bersumber dari Al-Qur’an dan
Sifat-Sifat Dasar Seorang Marketer
Sifat merupakan karakteristik yang melekat pada
manusia yang diberikan oleh allah SWT. dan berbeda-
beda dari manusia satu maupun manusia lainnya. Bagi
seorang marketer sudah sepatutnya memiliki sifat-
sifat yang sesuai dengan ajaran islam. Akan sangat
berbahaya bila seorang markerer memiliki sifat atau
karakter yang buruk, karena akan banyak praktik
pemasaran yang mengandung penipuan ataupun
manipulasi, dan jika hal tersebut terjadi maka akan
merusak dunia marketing.
Dalam islam karakter ataupun sifat yang melekat pada
seseorang biasanya disebut dengan akhlak. Seorang
marketer islam terkenal dengan tiga ciri utama, yaitu
karakter, akhlak dan islam. Apabila ketiga sifat
tersebut sudah ada dan diamalkan pada diri seorang
marketer maka seseorang tersebut bisa disebut sebagai
seorang marketer yang memiliki sifat dan perilaku
sesuai dengan ajaran islam.
Pola Pikir Marketer Muslim
Berfikir adalah aktivitas yang dimulai dari
mendapatkan informasi atau sebuah fakta melalui panca
indra, baik membaca, melihat, mengingat, kemudian
menghubungkan dengan informasi yang telah disimpan
sebelumny. Kemudian dikeluarkan melalui tindakan
berpikir keras secara rasional. Bagi seorang mereter
pola pikir merupakan aspek penting karena pola pikir
akan menentukan bentuk perilaku dan perkataannya.
Memiliki kepribadian spiritual (Takwa)
Takwa terlahir dari kata “waqa-yaqi-wiqoyah” yang
artinya memelihara, taqwa secara devinitif berarti
memelihara diri dari siksaan Allah dan
mengikuti segala perintahnya serta menjauhi segala
larangannya, Allah telah menjelaskan taqwa dalam
Surah Al Hujurat ayat 13.
Berkepribadian baik dan simpatik (Shiddiq)
Shiddiq berasal dari kata “shadaqa” yang berarti
benar, jujur, dapat dipercaya sesuai apa yang
dikatakan dengan apa yang dilakukan. Ikhlas, tulus,
keutamaan, kebaikan dan kesungguhan. Shiddiq dalam
pengertian istilah para ulama bersepakat memaknai
pada satu titik yakni jujur, dapat dipercaya dan
memiliki integritas.
Berlaku Adil (Al'Adl)
Allah SWT menyebutkan untuk berlaku adil dalam Surah
Al Hujurat Ayat 9 menjelaskan untuk selalu bersikap
adil, tidak memihak kecuali kepada kebenaran, bukan
berpihak karena pertemanan, persamaan suku, bangsa
ataupun agama. Dalam Surah Al-Maidah Ayat 18 Allah
menegaskan bahwa kebencian terhadap suatu golongan
atau individu janganlah menjadi acuan untuk bertindak
tidak adil.
Melayani Dengan Rendah Hati (Khidmah)
Khidmah merupakan sarana melatih mental agar dapat
memiliki dedikasi yang tinggi ketika berinteraksi
dengan sesama manusia. Dengan Khidmah pelaku
pemasaran akan memiliki sifat rendah hati dan tidak
egois. karena egoisme menutupi pandangan secara
objektif dalam menyelesaikan suatu masalah.
Selalu Menepati Janji (Taklif)
Allah swt memerintahkan agar setiap muslim dapat
menunaikan janji yang pernah ia ucapkan. sebagaimana
firman Allah dalam Surah An-Nahl Ayat 9. Dalam islam
janji merupakan akad atau ikatan yang wajib dipenuhi
dan ditepati sesuai dengan kesepakatan kedua belah
pihak yang mengadakan janj tersebut baik mengenai
waktu maupun objek yang dijanjikan.
Jujur Dan Terpercaya (Amanah)
Amanah adalah sesuatu yang diserahkan kepada seorang
untuk dijaga disimpan dan dipelihara baik berupa
harta rahasia pekerjaan ataupun sebagainya.
Tidak Berburuk Sangka (Su'udzon)
Secara bahasa Su'udzon artinya semua yang buruk atau
kebalikan dari yang bagus, semua yang menjadikan
manusia takut baik dari urusan dunia maupun urusan
akhirat. Su’uzan menurut istilah adalah prasangka
yang membuat seseorang menilai sifat orang lain
dengan sifat yang tidak disukai tanpa sebuah
kepastian.
Tidak Menjelek-jelekan (Ghibah)
Ghibah merupakan kegiatan membicarakan kejelekan
serta kekurangan orang lain dengan tujuan mencari
kesalahan baik dari segi rohani maupun jasmani yang
dimaksudkan untuk menghina
Tidak Melakukan Suap (Rusywah)
Islam menolak keras perbuatan suap, karena suap
menyebabkan terjadinya pemasaran yang tidak sehat
sehingga potensi berkembangnya pengusaha kecil akan
sulit, suap juga akan meruntuhkan sendi-sendi
pemasaran dan merusak etika dalam berbisnis
Sifat Yang Harus Dimiliki Marketer Muslim
Inquisitive thinking (Berpikir Karena Ingin Tahu)
Sifat ini berlandaskan Al Qur'an surah Yunus ayat 24
yang menjelaskan supaya kritis dan berfikir tentang
wujud yang di ciptakan dan keesaan Allah. Dengan
menjalankan konsep ini diharapkan hari ini harus
lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus
lebih baik daripada hari ini
Objective Thinking (Berfikir Secara Objektif)
Berlandaskan kepada Al Qur'an surah Al-baqarah ayat
111 menyatakan bahwa seorang pun bisnis harus
berfikir dengan cara objektif agar bisa membantu
memaksimalkan asimetris informasi dalam menanggapi
suatu masalah.
Positive Thinking (Berfikir Positif)
Seorang marketer harus selalu berfikir positif dan
optimis. Allah mengajarkan kita untuk tidak mudah
berputus asa dan selalu berharap kepada Allah
subhanahu wa ta'ala.
Intuitive Thinking (Berpikir Berdasarkan Insting)
Setiap manusia dianugerahi cara berpikir yang
intuitis, yaitu mampu memahami sesuatumelalui
penalaran rasional dan intelektual, dengan adanya
anugrah ini sudah seharusnya seorang marketer muslim
memanfaatkannya dengan sebaik mungkin.
Rational Thinking (Berpikir Secara Rasional)
Dalam Al Quran dijelaskan bahwa Allah telah
memberikan pelajaran tentang pola berpikir secara
nasional, yaitu adanya hukum sebab akibat, sehingga
manusia harus berfikir secara logis dan argumentiv.
hal ini terkandung dalam surah Al-Hujurat Ayat 43
Conceptual Thinking (Berpikir Dengan Konsep)
Seorang pembisnis harus memiliki konsep dalam cara
berpikirnya, sehingga diharapkan akan mampu memadukan
berbagai konsep untuk kemudian dijadikan inovasi
baru yang pada akhirnya dapat memunculkan produk atau
jasa yang lebih variatif
Analogical Thinking (Berpikir Secara Analogi)
Dengan adanya konsep berfikir secara rasional
diharapkan marketer mampu menerjemahkan konsep yang
telah ditulis dalam Al-Qur'an untuk kemudian
dipraktekkan dalam pemasaran. Contohnya konsep halal
dan
haram yang mampu diaplikasikan oleh seorang marketer,
sehingga pemasaran yang dilakukan termasuk dalam
pemasaran yang islami.
Perceptual Thinking (Berpikir Dengan Persepsi)
Cara berfikir dengan persepsi akan sangat bermanfaat
bagi seorang marketer dalam menyikapi lingkungan
alam, sehingga mampu mengeluarkan gagasan-gagasan
yang bisa menjaga lingkungan sekitar dan juga bisa
memakmuran masyarakat.
Informasi pemasaran
Informasi secara garis besar kita artikan sebagai
pengolaan data, pengumpulan data, pengambilan data,
dan pemberitahuan data secara akurat. Menurut para
ahli Raymond Mc Leod “data yang telah diolah menjadi
suatu bentuk dan memiliki arti bagi penerima dan
bermanfaat untuk mengambil keputusan saat ini maupun
yang akan datang. Menurut George H Bodnar “
Sekumpulan data-data yang melalui sebuah proses
menjadi dasar pengambilan keputusan”.Pemasaran
menurut penjelasan para ahli tentang pemasaran Wiliam
J Staton “suatu keseluruhan dari kegiatan bisnis
untuk merencanakan, menentukan harga,
mendistribusikan dan mempromosikan barang dan jasa
yang memuaskan kebutuhan pembeli yang ada dan pembeli
potensial”. Dan Menurut Philip Kotler “ pemasaran
adalah proses sosial dan manajerial ketika seseorang
atau kelompok memperoleh suatu kebutuhan dan
keinginan melalui produksi (penciptan) atau dengan
pertukaran produk dan nilai”Sistem Informasi
Pemasaran yaitu seperangkat prosedur dan metode untuk
pengumpulan data, analisis, dan penyajian informasi
yang teratur dan terencana yang digunakan dalam
pengambilan keputusan pemasaran.
Menurut P.Kotler “ jenis informasi pemasaran dibagi 3
“
Pemasaran merupakan sebuah Sistem mekanisme yang
hanya mengalir dari lingkungan sekitar perusahaan
saja.
Informasi pemasaran intern merupakan sebuah Sistem
Informasi komunikasi di dalam perusahaan itu sendiri.
Komunikasi pemasaran merupakan Sistem Informasi
komunikasi dari perusahaan kelingkungan sekitar.
Sistem informasi pemasaran merupakan subset dari
sistem informasi managemen yang menyediakan
informasi untuk
memecahkan masalah pemasaran perusahaan
Peranan Informasi Pemasaran
Definisi Peranan Peranan (role) merupakan aspek dinamis kedudukan (status).
Apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan
kedudukannya maka dia menjalankan suatu peranan. Peranan lebih banyak
menunjuk pada fungsi, penyesuaian diri dan sebagai suatu proses. Peranan mencakup
tiga hal, yaitu:
Peranan meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat
seseorang dalam masyarakat. Peranan dalam arti ini merupakan rangkaian
peraturan-peraturan. Yang membimbing seseorang dalam kehidupan masyarakat.
Peranan adalah suatu konsep tentang apa yang dapat dilakukan oleh individu dalam
masyarakat sebagai organisasi.
Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi struktur
sosial masyarakat.
Peranan SIP adalah untuk memperkirakan kebutuhan informasi manajer,
menghasilkan informasi yang dibutuhkan, dan mendistribusikan informasi tersebut
secara tepat waktu kepada para manajer pemasaran. Informasi yang dibutuhkan
dihasilkan melalui catatan internal perusahaan, aktivitas intelejensi pemasaran,
riset pemasaran, dan analisis pendukung keputusan pemasaran (marketing decision
support analysis)
Ruang Lingkup Informasi Pemasaran
Ruang Lingkup Sistem Informasi Pemasaran Pada usaha-usaha yang masih kecil kita
dapat langsung berhubungan dan memperoleh informasi langsung dari tangan
pertama yaitu para pembeli dan distributor. Sehingga kita dapat langsung mengikuti
perkembangan pasar dari dekat. Apabila usaha yang dijalankan sudah mulai meluas
maka hubungan langsung dengan para pembeli dan distributor. Hubungan ini sangat
dibutuhkan untuk mendapatkan informasi yang digunakan sebagai dasar
pengambilan keputusan untuk kegiatan-kegiatan pemasaran. Oleh karena itu
informasi begitu penting dari berbagai pihak dan dari berbagai bentuk.
Pada umumnya perusahaan saat ini lebih banyak terlibat dalam berbagai macam
produk, sedangkan para pesaing mampu menetapkan strategi pemasaran yang baru
secara cepat dan tepat dalam menggunakan kesempatan memasarkan
dari perubahan factor-faktor lingkungan seperti pasar, teknologi, ekonomi,
kebudayaan, dan kebijaksanaan pemerintah. Begitu besar peranan informasi
pemasaran makin bertambah penting terutama dalam pengambilan keputusan di
bidang pemasaran.
Permasalahan kali ini bagaimana menyediakan informasi yang tepat sehingga
bermanfaat bagi masyarakat untuk memasarkan barang/jasa. Data atau fakta
dasar pada banyak perusahaan belum dapat disesuaikan dengan kebutuhan
informasi yang intensif untuk pemasaran yang efektif dalam perkembangan ekonomi
modern sekarang ini.
Hal yang menyebabkan informasi pemasaran menjadi kebutuhan yang lebih besar
dari waktu-waktu sebelumnya:
Terdapat perubahan dari pasar lokal ke pasar nasional dan internasional.
Adanya transaksi dari pemenuhan kebutuhan pembeli ke pemenuhan keinginan
pembeli.
Adanya transaksi dari persaingan yang semata-mata tidak pada harga.
Komponen yang Terdapat dalam Sistem Informasi
Komponen-Komponen Dasar Sistem Informasi Pemasaran terdiri atas 5 hal berikut ini:
1. Lingkungan internal (internal environment)
Manajer-manajer yang menggunakan sistem tersebut
Jenis-jenis keputusan yang harus dibuat
Sasaran perusahaan yang seharusnya menjadi pedoman dalam proses pengambilan
keputusan secara keseluruhan
Faktor sosial-budaya, dan politik internal yang mempengaruhi aktivitas organisasi
dalam pengambilan keputusan
2. Perangkat pengguna (user interfaces)
Komponen dasar SIP yang kedua adalah perangkat/peralatan yang berhadapan
langsung dengan pemakai, yaitu proses-proses dan peralatan yang akan dipakai
oleh manajer-manajer pemasaran pengguna SIP, meliputi:
Jenis-jenis komputer yang diharapkan oleh pengguna.
Jalur dimana informasi ditampilkan pada kertas atau layar komputer.
Jenis-jenis pengetahuan yang mungkin diperlukan dalam penggunaan sistem
Printer dan bentuk-bentuk teknologi lainnya di mana laporan-laporan dibuat untuk
mendokumentasikan analisis yang mendasari sebuah keputusan.
3. Basis data (database)
Karena pengambilan keputusan yang baik memerlukan data yang tersedia, maka
komponen dasar SIP yang ketiga adalah database. Database adalah kumpulan file
data yang tersusun dengan baik dan dapat digunakan untuk saling menghubungkan
satu dengan yang lainnya.
4. Sofware / perangkat lunak aplikasi (applications software)
Sofware aplikasi adalah komponen keempat dari sebuah SIP. Ini adalah
programprogram yang digunakan oleh manajer pemasaran untuk mengakses data
dalam sistem database dan untuk menganalisis data dalam menyediakan informasi
untuk memberi arah keputusan pemasaran.
5. Dukungan adminitratif (administrative supports)
Dukungan administrasi menyediakan arah, proses, prosedur, dan kebutuhan personel
untuk memelihara integritas sistem dan untuk mendukung para manajer
menggunakan sistem. Jika sistem SIP sedang berjalan dan efektif dalam pembuatan
keputusan pemasaran, harus ada arahan yang jelas / formal untuk proses dan
prosedur memerintah/mengatur masukan data dalam sistem dan mengakses data.
Perencanaan Pemasaran
Pengertian Perencanaan
Menurut Porter, strategi merupakan alat yang sangat penting untuk mencapai
keunggulan bersaing. Sedangkan menurut Chandler, strategi merupakan alat untuk
mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang,
program tindak lanjut serta prioritas alokasi sumber daya. Dan menurut Stephani K.
Marrus, strategi didefinisikan sebagai suatu proses penentuan rencana
para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai
penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.
Selain itu definisi yang lebih khusus, menurut Hamel dan Prahalad strategi
merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus
menerus dan dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan
oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian, perencanaan strategi hampir
selalu dimulai dari “apa yang dapat terjadi”, bukan dimulai dari “apa yang ”.
Terjadinya kecepatan inovasi pasar baru dan perubahan pola konsumen memerlukan
kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan
Menurut Learned, Christenses, Andrews, dan Guth merumuskan bahwa strategi
adalah alat untuk menciptakan keunggulan bersaing. Dengan demikian salah satu
fokus strategi adalah memutuskan apakah bisnis tersebut harus ada atau tidak
ada.
Pengertian Pemasaran
Pandangan tentang defenisi pemasaran dapat diihat dari beberapa ahli,
diantaranya, Kotler dan Keller menyatakan bahwa pemasaran merupakan fungsi
organisasi dari satu set proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan
menyampaikan nilai kepada pelanggan dan untuk membangun hubungan pelanggan
yang memberikan keuntungan bagi organisasi dan pihak-pihak yang berkepentingan
terhadap organisasi.
William J. Stanton juga menyatakan bahwa pemasaran adalah suatu sistem
keseluruhan dari kegiatan- kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan,
menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang
memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun potensial.
Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa sebenarnya proses pemasaran itu
terjadi atau dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi. Keputusan-
keputusan dalam pemasaran harus dibuat untuk menentukan produk dan pasarnya,
harganya, dan promosinya. Kegiatan pemasaran tidak bermula pada saat penjualan
dilakukan. Perusahaan harus dapat memberikan kepuasan kepada konsumen jika
mengharapkan usahanya dapat berjalan terus, atau konsumen mempunyai
pandangan yang baik terhadap perusahaan. Jadi, jaminan yang baik atas barang
perusahaan karena apa yang diinginkannya dipenuhi dengan penuh tanggung jawab. Seperti dalam
sebuah perusahaan yang bergerak pada jasa pengiriman barang. Perusahaan tersebut setiap hari
mendapat kepercayaan oleh pelanggannya untuk mengirimkan barang sampai ketujuan
pengirimannya. Karena mengedepankan sifat amanah perusahaan tersebut menganjurkan kepada
karyawannya untuk selalu bekerja sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan. Barang
yang dikirimkan dapat sampai ke penerimanya dalam waktu yang telah ditentukan oleh
pengirimnya yang sudah membuat kesepakatan dengan pihak perusahaan yaitu dalam waktu satu
hari. Setelah barang sampai ke penerimanya, pihak perusahaan akan memberi kabar kepada
pengirim bahwa barang yang dikirim sudah sampai. Hal ini dilakukan agar kedua belah pihak
merasa nyaman dengan pelayanan serta tanggung jawab yang diberikan oleh perusahaan.
Dengan sifat amanah ini, dapat mempertahankan pelanggan untuk datang kembali ke perusahaan
di waktu yang akan datang.
Komunikasi (Tabligh)
Nilai dasarnya ialah komunikasi, dan nilai bisnisnya ialah supel, penjual yang cerdas, deskripsi
tugas, delegasi wewenang, kerja tim, koordinasi, mempunyai kendali dan supervisi. Tabligh juga
dapat diartikan mengajak sekaligus memberikan contoh kepada pihak lain untuk melaksanakan
ketentuan-ketentuan ajaran Islam dalam setiap gerak aktivitas ekonomi yang dilakukan sehari-
hari. Tabligh yang disampaikan dengan hikmah, sabar, argumentatif dan persuasif akan
menumbuhkan hubungan kemanusiaan yang semakin solid dan kuat.
Cerdas (Fathonah)
Nilai dasarnya ialah memiliki pengetahuan luas, nilai bisnisnya ialah memiliki visi, pemimpin yang
cerdas, sadar produk dan jasa, serta belajar berkelanjutan. Fathonah berarti mengerti,
memahami, dan menghayati secara mendalam segala hal yang terjadi dalam tugas dan kewajiban.
Dengan sifat fathonah ini seorang pebisnis Islam harus benar-benar mengetahui apa yang telah
direncanakan dan dilakukan kedepannya. Harus bisa menghadapi segala tantangan yang ada
dalam dunia bisnis. Sifat cerdas ini akan menumbuhkan kreativitas dan kemampuan untuk
melakukan berbagai macam inovasi yang bermanfaat. Kreativitas dan inovasi dapat diwujudkan
dengan cara terus belajar dan meningkatkan keilmuan melalui pelatihan dan pendidikan. Sifat
fathonah juga mengantarkan Nabi Muhammad SAW mendapatkan keberhasilan dalam perniagaan
yang dilakukannya.
Berani (syaja”ah)
Nilai bisnisnya, mau dan mampu mengambil keputusan, menganalisis data, keputusan yang tepat,
dan cepat tanggap. Dalam pemasaran syariah, seorang pemasar harus merasakan bahwasanya
dalam setiap aktivitas pemasarannya ia selalu diawasi oleh Allah SWT, sehingga ia akan sangat
berhati-hati dalam memasarkan produk yang dijualnya. Seorang pemasar syariah harus berani
PengertianPasarSecaraUmum
Pasar sebagai area tempat jual beli barang dengan jumlah penjual lebih dari satubaik yang
disebut sebagai pusat perbelanjaan, pasar tradisional, pertokoan, mall,
plaza,pusatperdagangan maupun sebutan lainnya.1
Pengertian pasar dapat dititik beratkan dalam arti ekonomi yaitu untuk transaksijual dan beli.
Pada prinsipnya, aktivitas perekonomian yang terjadi di pasar didasarkandengan adanya
kebebasan dalam bersaing, baik itu untuk pembeli maupun
penjual.Penjualmempunyaikebebasanuntukmemutuskanbarangataujasaapayangseharusnyauntu
kdiproduksisertayangakandidistribusikan.Sedangkanbagipembeliataukonsumen mempunyai
kebebasan untuk membeli dan memilih barang atau jasa yangsesuaidengan tingkat dayabelinya.
Pasar menurut kajian ilmu ekonomi adalah suatu tempat atau proses interaksiantara permintaan
(pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu barang/jasa
tertentu,sehinggaakhirnyadapatmenetapkanhargakeseimbangan(hargapasar)danjumlahyangdip
erdagangkan.2
Dalamkehidupansehari-
hari,keberadaanpasarsangatlahpenting.Halinidikarenakanapabilaadakebutuhanyangtidakdapat
dihasilkansendiri,makakebutuhantersebut dapat diperoleh di pasar. Para konsumen atau pembeli
datang ke pasar
untukberbelanjadanmemenuhikebutuhannyadenganmembawasejumlahuanggunamembayarharga
nya.
Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan
sosialdaninfrastrukturdimanausahamenjualbarang,jasadantenagakerjauntukorang-
orangdengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yangsah
yaitu uang. Pasar bervariasi dalam ukuran, jangkauan, skala geografis, lokasi jenisdanberbagai
komunitasmanusia, sertajenis barangdan jasayangdiperdagangkan.
FungsiPasar
Pasaryangberfungsisebagaitempatatauwadahuntukpelayananbagimasyarakat.Hal
inidapatdilihat dariberbagaisegi ataubidang diantaranya:
SegiEkonomi
Merupakantempattransaksiantaraprodusendankonsumenyangmerupakankomoditasuntuk
mewadahi kebutuhan sebagaidemand dan suplai.
SegiSosial Budaya
Merupakankontraksosialsecaralangsungyangmenjaditradisisuatumasyarakatyangmerupakanin
teraksi antarakomunitas padasektor informaldanformal.
SegiArsitektur
Menunjukkancirikhasdaerah,yangmenampilkanbentuk-bentukfisikbangunandanartefak yang
dimiliki.
Dari ketiga segi atau bidang yang disebutkan diatas, dapat diambil atau diartikanfungsi dari
pasar adalah suatu wadah aktivitas dari tradisi masyarakat untuk memenuhikebutuhan, baik
dilakukan secara barter maupun jual-beli yang diwujudkan dalam suatubangunan.
Selainitufungsi pasaradalah:
Pasarsebagaitempatkeluarmasukorangtanpalarangandantanpamembedakanstatus.
Pasarmemberikanpelajaranbagipedagangcaramelayanikonsumendenganbaik.
Pasarsebagaifasilitasyang tumbuhsecaraorganis
Ciri-ciriPasar
Berdasarkan dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan beberapa ciri – ciri pasar,antaralain :
Terdapatcalonpembelidanpenjual.
Terdapatjasaataupunbarangyang hendakuntukdiperjualbelikan.
Terdapatprosespermintaansertapenawaranoleh keduapihak.
Terdapatinteraksidiantarapembelidanpenjualbaikitusecaralangsungataupuntidak langsung.
JenisPasar
Jenis-jenisPasar menurutBentukKegiatan.
Jenispasarinidibagimenjadi2yaitupasarnyataataupasartidaknyata.Berikutpenjelasannya:
PasarNyata
Pasarnyatamerupakansebuahpasardimanaterdapatberbagaijenisbarang yang diperjualbelikan
serta dapat dibeli oleh pembeli. Contoh dari pasarnyataialah pasar swalayan dan pasar
tradisional.
PasarAbstrak
Pasar abstrak merupakan sebuah pasar dimana terdapat para
pedagangyangtidakmenawarberbagaijenisbarangyangdijualsertatidakmembelisecaralangsung,
namun hanya menggunakan surat dagangan saja. Contoh dari pasarabstrakadalahpasar
online,pasar modal,pasar valutaasing, danpasarsaham.
Jenis-jenisPasarmenurutTransaksi.
Jenispasarinidibedakanmenjadi pasartradisionalsertapasarmodern:
PasarTradisional
Pasar tradisional ialah pasar yang sifatnya tradisional dimana para
pembelidanpenjualdapatsalingtawarmenawarsecaralangsung.Berbagaijenisbarangyangdiperjua
lbelikan merupakan barang yang berupa barang kebutuhan pokok sehari-hari.
PasarModern
Pasar modern merupakan suatu pasar yang sifatnya modern dimana terdapatberbagai macam
barang diperjualbelikan dengan harga yang sudah pas dan denganlayanan sendiri. Tempat
berlangsungnya pasar modern adalah di plaza, mal dantempat-tempatyang lainnya.
Pasarmoderntidakbanyakberbedadaripasartradisional,namunpasarjenisini penjual dan pembeli
tidak bertransakasi secara langsung melainkan
pembelimelihatlabelhargayangtercantumdalambarang(barcode),beradadalambangunandanpela
yanannyadilakukansecaramandiri(swalayan)ataudilayaniolehpramuniaga. Barang-barang yang
dijual, selain bahan makanan makanan
seperti;buah,sayuran,daging;sebagianbesarbaranglainnyayangdijualadalahbarangyangdapatbe
rtahanlama.Contohdaripasarmodernadalahpasarswalayandanhypermarket,supermarket, dan
minimarket.
Jenis-jenisPasar MenurutJenisBarang
Terdapat beberapa pasar hanya menjual 1 jenis barang tertentu, misalnyaseperti pasar sayur,
pasar hewan, pasar ikan, pasar buah, pasar dagingdan lainsebagainya.
PasarBarang Konsumsi
Pasar barang konsumsi merupakan suatu pasar yang memperjualbelikanberbagai jenis barang
yang dapat dikonsumsi guna memenuhi kebutuhan hidupmanusia.
PasarSumberDayaProduksi
Pasarsumberdayaproduksimerupakansuatupasaryangmemperjualbelikantentangfaktor-
faktorproduksi,contohnya:tenagakerja,mesin-mesin,tanah dan tenagaahli.
Jenis-jenisPasarMenurutWaktu
Jenispasarmenurutwaktunyadapatdigolongkankedalambeberapabentuk,antaralain :
PasarHarian
Pasarharianialahtempatpasardimanamerupakanpertemuanantarapembelisertapenjualyangdap
atdilakukansetiapharinya.Pasarharianpadaumumnyamenjualberbagaijenisbarangkebutuhankons
umsi,kebutuhanjasa,kebutuhanbahan-bahanmentah, dan kebutuhan produksi.
PasarMingguan
Pasarmingguanialahpasaryangdilakukansetiapseminggusekali.Biasanyapasarmingguanterdapat
di daerahyang penduduknyamasih,sepertidipedesaan.
PasarBulanan
Pasar bulanan ialah pasar yang dilakukan sebulan sekali, dan terdapat didaerah-
daerahtertentu.Biasanyaterdapatparapembelidipasartersebutyangmembelibarang-
barangtertentudankemudiandijualkembali,contohpasarbulananadalahpasar hewan.
PasarTahunan
Pasar tahunan ialah pasar yang diselenggarakan setiap satu tahun sekali.Pasar tahunan pada
umumnya bersifat nasional serta diperuntukkan untuk promositerhadap suatu produk baru.
Contoh pasar tahunan : Pameran Pembangunan, PekanRayaJakartadan lain sebagainya.
PasarTemporer
Pasar temporer ialah pasar yang diselenggarakan pada waktu tertentu
sertapasartemporerdapatterjadisecaratidakrutin.Padaumumnya,pasartemporerdibukagunamer
ayakan peristiwatertentu.Contoh dari pasartemporer
MotifDanPerilakuPembeli(konsumen)
MenurutNitisemito(1986)motifpembelianadalahsegalasesuatuyangmelatarbelakangi dan
mempengaruhi individu untuk melakukan tindakan dan membelisuatu barang, serta
menjelaskan alasan-alasan dilakukannya pembelian.4Selain itu adajuga motif emosional,
motif emosional adalah motif pembelian yang tidak
berdasarkanpertimbanganekonomis.Motif emosionalkadang-
kadangtidakkalahkuatnyadalammendorongseseoranguntukberbelanjapadasuatuswalay
antertentu.Motif-motifemosionalitu antaralain:
Denganberbelanjadiswalayantersebutkonsumendapatberjumpadenganteman-
temannya.Adanyaperasaaninginberjumpaatausekedarmelihattemannyabekerjadisuatusw
alayandapatmenjadialasanmengapadiapergidanberbelanjadi swalayanatau pasar
tersebut.
Adanyakeinginanuntukmeniruseseorang,halitudiharapkandapatmeningkatkan derajat
social dirinya. Denga melihat orang yang berbelanja padasuatu swalayan atau pasar
terkenal maka orang lain yang merasa bahwa
apabiladiaberbelanjaditempatterkenaltersebutmakastatussosialnyaakanmeningkat.
Adanya keinginanuntuk dipuji oleh orang lain karena bisa memiliki barangtertentu.
Adanyakeinginanuntukselalulebih dariorang lain.5
Setelah mengetahui motif pembeli, ada juga faktor yang mempengaruhi
seoranguntukmembeliataumenggunakansuatuproduktertentuyaituperilakukonsumen.Peri
laku konsumen didefinisikan sebagai tindakan-tindakan, proses, dan hubungan
sosialyangdilakukanindividu,kelompok,danorganisasidalammendapatkandanmenggunakan
suatu produk atau lainnya. Terdapat berbagai faktor yang
mempengaruhiperilakukonsumen,diantaranya:budaya,kelompoksosial,pribadi,psikologis,da
nperilakupembeli seperti yang sudah dijelaskan diatas.6
Dalam membeli sebuah produk ada beberapa Langkah-langkah dalam
pengambilankeputusan pembelian yang dilakukan oleh seorang konsumen. Keputusan
membeli ataumengkonsumsi suatu produk dengan merk tertentu akan diawali oleh
Langkah-langkahsebagaiberikut:
PengenalanKebutuhan
Pengenalankebutuhanakanmunculketikaseorangkonsumenmenghadapisuatumasalahyaitu
suatukeadaandimanaterdapatperbedaanantarakeadaanyang diinginkandan keadaan
yangsebenarnyaterjadi.
PencarianInformasi
Pencarianinformasimulaidilakukanketikakonsumenmemandangbahwa kebutuhan tersebut
bisa dipenuhi dengan membeli dan mengkonsumsisuatu produk.
EvaluasiAlternatif
Evaluasi alternatif adalah proses mengevaluasi pilihan produk dan merkdanmemilihnya
sesuai dengan yang diinginkan konsumen.
Tindakanpembelian
Setelah menentukan pilihan produk, maka konsumenakan
melanjutkanprosesberikutnya,yaitumelakukantindakanpembelianprodukataujasaterseb
ut.
Pengonsumsiansuatuproduk
Pengonsumsian produk adalah tahap akhir. Setelah konsumen
merasakanprodukyangtelahdibelianyamakabiasanyaakanmunculfeedbackdarikonsumen
tersebut yang akan mempengaruhi tindakan kedepannya, apakah diasuakatau tidak
terhadapprodukyang mereka telah konsumsi.7
Adabeberapa faktoryangdapatmempengaruhiperilakukonsumen, antaralain:
FaktorIndividu,yaitufaktoryangmunculdaridirisendiri.Diantaranya:
Motivasidankebutuhan.
Motivasi muncul karena adanya kebutuhan yang dirasakan oleh
konsumen.Sedangkankebutuhansendirimunculkarenakonsumenmerasakanketidaknyamana
nantarayangseharusnyadirasakandengansesungguhnyadirasakan.Kebutuhanyangdirasa
kantersebutmendorongseseoranguntukmelakukan tindakan memenuhi kebutuhan
tersebut. Inilah yang disebut denganmotivasi. Seperti contoh adanya rasa haus dan lapar
mendorong seseorang untukmencarimakanan dan minuman.
Kepribadiandangayahidup
Strategi Pemasaran
Pengertian Strategi Pemasaran
Strategi berasal dari bahasa Yunani strategies yaitu stratos dan ageia. Stratos
berarti militer sedangkan ageia berarti memimpin yang artinya seni atau ilmu untuk
menjadi jenderal. Konsep ini relevan dengan situasi pada zaman dulu yang sering diwarnai
perang, dimana jendral dibutuhkan untuk memimpin suatu angkatan perang
agar dapat selalu memenangkan perang. Namun pada akhirnya strategi berkembang
untuk semua kegiatan organisasi termasuk keperluan ekonomi, sosial, budaya dan agama.
Pada kamus besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa istilah strategi adalah
suatu ilmu untuk menggunakan sumberdaya-sumberdaya untuk melaksanakan kebijakan
tertentu. Secara umum pengertian strategi
merupakan cara untuk mencapai tujuan jangka panjang. Strategi dalam bisnis
dapat berupa perluan geografis, diversifikasi, akuisisi, pengembangan produk,
penetrasi pasar, rasionalisasi karyawan, divestasi, likuidasi dan joit venture.
Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk
merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang- barang
yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan
perusahaan.
Sedangkan strategi pemasaran adalah rencana menyeluruh, terpadu, dan
menyatu dibidang pemasaran yang memberikan pedoman tentang kegiatan yang
akan dilakukan dalam mencapai tujuan perusahaan melalui periklanan, program
promosi, penjualan, program produk, dan pendistribusian.
Menurut Buchari Alma, strategi pemasaran adalah memilih dan menganalisa
pasar sasaran yang merupakan suatu kelompok orang yang ingin dicapai oleh
perusahaan atau usaha dan menciptakan suatu bauran pemasaran yang cocok
dan dapat memuaskan pasar sasaran tersebut.
Strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran kebijakan dan
aturan yang memberi arah kepada usaha dan pemasaran perusahaan dari waktu
ke waktu, pada masing-masing tingkatan dan acuan serta lokasinya, terutama
sebagai
tanggapan perusahaan yang selalu berubah.
Tujuan dan Manfaat Strategi Pemasaran
Tujuan Strategi Pemasaran
Sebuah perusahaan yang didirikan mempunyai tujuan utama, yaitu mencapai
tingkat keuntungan tertentu, pertumbuhan perusahaan atau peningkatan pangsa
pasar. Di dalam pandangan konsep pemasaran, tujuan perusahaan ini dicapai
melalui keputusan konsumen. Keputusan konsumen diperoleh setelah kebutuhan
dan keinginan konsumen dipenuhi melalui kegiatan pemasaran yang terpadu.
Tujuan pemasaran adalah mengubah orientasi falsafah manajemen pemasaran
lain yang ternyata telah terbukti tidak berhasil mengatasi berbagai persoalan,
karena adanya perubahan dalam ciri-ciri pasar dewasa ini yang cenderung
berkembang. Perubahan tersebut terjadi antara lain karena pertambahan
jumlah penduduk, pertambahan daya beli, peningkatan dan meluasnya hubungan
atau komunikasi, perkembangan teknologi, dan perubahan faktor
lingkunganpasar lainnya. Kotler mengemukakan bahwa pemasaran mempunyai
tujuan membangun hubungan jangka panjang yang saling memuaskan dengan
pihak-pihak yang memiliki kepentingan utama pelanggan, pemasok, distributor
dalam rangka mendapatkan serta mempertahankan referensi dan kelangsungan
bisnis jangka panjang mereka.
Buchari Alma mengemukakan tentang tujuan pemasaran sebagai berikut:
Untuk mencari keseimbangan pasar, antara buyer's market dan seller's market,
mendistribusikan barang dan jasa dari daerah surplus ke daerah minus, dan
produsen ke konsumen, dari pemilik barang dan jasa ke calon konsumen.
Tujuan pemasaran yang utama ialah memberi kepuasan kepada konsumen. Tujuan
pemasaran bukan komersial atau mencari laba. Tapi tujuan pertama ialah
memberi kepuasan kepada konsumen, Dengan adanya tujuan memberi kepuasan ini,
maka kegiatan marketing meliputi berbagai lembaga produsen.
Manfaat Strategi Pemasaran
Adapun manfaat pemasaran antara lain sebagai berikut :
Pembelian (Buying)
Fungsi yang mengikuti aktivitas-aktivitas mencari dan mengumpulkan barang-
barang yang di perlukan sebagai
persediaan memenuhi kebutuhan konsumen. Fungsi ini pada dasarnya merupakan
proses atau kegiatan mencari penjual dan merupakan tibal balik dari kegiatan
penjualan (Selling). Untuk itu maka, sangat perlu dipahami kegiatan apa saja yang
dapat mengakibatkan orang melakukan pembelian.
Penjualan (Selling)
Mencakup aktivitas-aktivitas yang dilakukan untuk mencari calon pembeli
produk yang ditawarkan dengan harapan dapat menguntungkan. Kegiatan
penjualan merupakan lawan dari pembelian. Buying tidak akan terjadi tanpa
selling demikian pun sebaliknya.
Transportasi adalah proses pendistribusian atau pemindahan barang dari suatu
tempat ke tempat yang lain.
Penggudangan/penyimpanan ialah fungsi penyimpanan produk yang dibeli sebagai
persediaan agar terhindar dari resiko kerusakan maupun resiko lainnya.
Informasi Pasar
Poin ini merupakan fungsi pemasaran yang luas dan penting, karena fungsi ini
memberikan informasi tentang situasi perdagangan pada umumnya yang
berhubungan dengan produk, harga yang inginkan konsumen dan situasi pasar
secara menyeluruh. Menurut Sofjan Assauri yang dimaksudkan dengan informasi
adalah keterangan baik berupa data atau fakta maupun hasil analisa,
pertimbangan atau pandangan dari yang menyampaikan mengenai kondisi yang
berkaitan dengan kebutuhan dalam pengambilan keputusan.
Tujuan Perusahaan serta Hubungannya dengan Strategi Pemasaran
Tujuan perusahaan adalah target yang bersifat kuantitatif dan pencapaian
target tersebut merupakan ukuran keberhasilan kinerja perusahaan.
Strategi pemasaran dengan tujuan perusahaan itu memiliki hubungan yang erat.
Hubungan antara strategi pemasaran dengan tujuan perusahaan yaitu dalam
setiap perusahaan mempunyai tujuan untuk dapat tetap hidup dan berkembang.
Tujuan tersebut hanya dapat dicapai memalalui usaha mempertahankan dan
meningkatkan tingkat keuntungan atau laba perusahaan. Tujuan ini hanya dapat
dicapai apabila bagian pemasaran perusahaan melakukan strategi yang mantap
untuk menggunakan kesempatan atau peluang yang ada dalam pemasaran,
sehingga posisi perusahaan dipasar dapat dipertahankan dan sekaligus
ditingkatkan.
Strategi Umum Pemasaran dan Strategi Pemasaran Menyeluruh
Strategi Umum Pemasaran
Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita dapat mengamati bahwa perilaku dari
setiap individu itu berbeda-beda termasuk pula konsumen dalam kegiatan
pemasaran.
Setiap kelompok konsumen mempunyai sifat perilaku yang berbeda. Untuk setiap
kelompok konsumen memerlukan strategi pemasaran tertentu,agar kegiatan
pemasaran yang dilakukan dapat berhasil mencapai tujuan dan sasaran di bidang
pemasaran perusahaan.
Dalam hubungan strategi pemasaran secara umum ini,dapat di bedakan tiga jenis
strategi pemasaran yang dapat di tempuh perusahaan yaitu:
Strategi pemasaran yang tidak membeda-bedakan pasar( Un-defferentiated
Marketing)
Dengan strategi ini perusahan menganggap pasar sebagai suatu
keseluruhan,sehingga perusahaan hanya memperhatikan kebutuhan konsumen
secara umum. Jadi strategi ini digunakan oleh perusahaan apabila perusahaan
tersebut hanya ingin menghasilkan atau memasarkan satu macam produk dan
memusatkan penjualannya pada seluruh konsumen yang pada akhirnya akan
dapat menurunkan atau menekan biaya.
Strategi pemasaran yang membeda-bedakan pasar
( Differentiated Marketing)
Dengan strategi ini,perusahaan hanya melayani kebutuhan beberapa kelompok
konsumen tertentu dengan jenis produk tertentu pula. Jadi,perusahaan atau
produsen menghasilkan dan memaafkan produk yang berbeda-beda untuk setiap
segmen papasar.Dengan kata lain perusahaan atau produsen menawarkan
sebagai variasi Produk dan product mix yang disesuaikan dengan kebutuhan dan
keinginan kelompok konsumen atau pembeli yang berbeda-beda.
Strategi pemasaran yang terkonsentrasi (Concentrated Marketing ) Dengan
strategi ini perusahaan,mengkhususkan pemasaran produknya dalan beberapa
segmen pasar,dengan pertimbangan perbatasan sumber daya perusahaan .Dalam
hal ini perusahaan/produsen memilih segmen pasar tertentu dan menawarkan
produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kelompok konsumen yang ada
pada segmen pasar itu yang tentuyah lebih spesifik.
Strategi Pemasaran Menyeluruh
Strategi perusahaan adalah suatu rencana induk (master plan ) yang merinci
pokok-pokok arah usaha perusahaan dalam mencapai tujuan serta uraian
mengenai cara penggunaan sumber daya untuk memanfaatkan kesempatan dan
mengatasi ancaman atau hambatan masa kini maupun masa mendatang .Strategi
pemasaran menyeluruh perusahaan tercermin dalam rencana pemasaran jangka
panjang yang bersifat menyeluruh dan strategis,yang merumuskan berbagai
strategi dan program pokok di bidang perusahaan,yang akan dilaksanakan untuk
mencapai tujuan perusahaan pada jangka waktu tertentu dalam jangka panjang
di masa depan.
Ciri penting rencana strategi pemasaran perusahaan ini adalah :
Titik tolak penyusunan ya melihat perusahaan secara keseluruhan
Diusahakan dampak kegiatan yang direncanakan bersifat menyeluruh
Dalam penyusunannya diusahakan untuk memahami kekuatan yang mempengaruhi
perkembangan perusahan
Jadwal waktu (timing) yang ditentukan adalah yang sesuai dan
mempertimbangkan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan
Penyusunan rencana dilakukan secararealistis dan relevan dengan lingkungan
yang di hadapi.
Rencana strategis pemasaran mencakup dua unsur penting yaitu :
Strategi perusahaan yang menentukan produk apa yang dihasilakn dan pasar
mana yang dilayani perusahaan.
Strategi acuan produk (product mix strategy) yang menentukan kontribusi yang
diharapkan dari masing-masing produk.
Strategi Penetrasi Pasar
Strategi penetrasi pasar adalah suatu suatu strategi yang dilakukan oleh suatu
perusahaan untuk meningkatkan penjualannya atas produk dan pasar yang telah
tersedia melalui usaha-usaha perusahaan yang lebih agresif secara umum.
Penetrasi pasar dapat dibedakan atas tiga bentuk yaitu :
Perusahaan dapat mencoba untuk merangsang konsumen agar mereka
meningkatkan pembelinya.
Perusahaan dapat meningkatkan usahanya dengan menarik atau mempengaruhi
konsumen saingan.
Perushaan dapat meningkatkan usahanya dengan menarik yang bukan pemakai
(nonusers) atau calon konsumen yang ada dalam pasar lingkungannya.
Pengertian Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Pemasaran secara umum diartikan sebagai salah satu kegiatan pokok yang
dilakukan oleh para pengusaha dalam usahanya untuk mempertahankan
hidupnya, untuk berkembang dan mendapatkan laba (Swasta,el., 2010: 3).
Sedangkan menurut Sofjan Assauri pemasaran adalah kegiatan manusia yang
diarahkan untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui
proses pertukaran. Pemasaran mencakup kegiatan yang dapat berguna dalam
menciptakan, mengembangkan, mendistribusikan, barang yang dihasilkan sesuai
dengan permintaan calon pembeli berdasarkan kemampuan dalam menghasilkan
suatu barang. Adapun tujuan pemasaran adalah untuk memperlancar arus
barang dan jasa dari produsen ke konsumen secara efisien dengan maksud untuk
menciptakan permintaan efektif.
Marketing mix secara bahasa adalah bauran pemasaran, sedangkan menurut
istilah marketing mix adalah strategi pemasaran yang dilaksanakan secara
terpadu atau strategi pemasaran yang dilakukan secara bersamaan dalam
menerapkan elemen strategi yang ada dalam marketing mix itu sendiri. Bauran
pemasaran (Marketing Mix) diartikan sebagai kombinasi dari variabel-variabel
atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran. Hal ini berarti, bauran
pemasaran merupakan kumpulan-kumpulan variabel-variabel yang dapat
digunakan perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen (Abidin, 2010:
240). Bauran pemasaran terdiri dari semua hal yang dapat dilakukan perusahaan
untuk mempengaruhi permintaan produknya. Sehingga
Marketing mix diartikan sebagai alat-alat pemasaran yang digunakan
perusahaan untuk mencapai tujuan-tujuan pemasaran dalam pasar sasaran.
Marketing Mix atau yang disebut juga dengan bauran pemasaran diperkenalkan
oleh Jerome McCarthy pada sekitar tahun 1960an (Rafiq & Ahmed, 1995). McCarthy
mengelompokkan menjadi empat faktor utama yaitu: product, price, place, dan
promotion. Meskipun demikian, pada tahun 1980an terdapat tiga faktor tambahan
dalam marketing mix seperti yang dijelaskan oleh Booms dan Bitner (1981), yaitu
people, physical evide-nce, dan process. Setiap unsur yang terdapat dalam
kombinasi tersebut saling berhubungan dan saling mempengaruhi.
Strategi Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Definisi Strategi Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Untuk menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan pelanggan
yang kuat dan menguntungkan, diperlukan strategi pemasaran yang handal.
Strategi pemasaran adalah Logika pemasaran di mana perusahaan berharap
untuk menciptakan nilai pelanggan dan mencapai hubungan yang menguntungkan.
Perusahaan memutuskan pelanggan mana yang akan dilayaninya (segmentasi dan
penetapan target) dan bagaimana cara perusahaan melayaninya (diferensiasi
dan positioning). Perusahaan mengenali keseluruhan pasar, lalu membaginya
menjadi segmen-segmen yang lebih kecil, memilih segmen yang paling menjanjikan,
dan memusatkan perhatian pada pelayanan dan pemuasan pelanggan dalam
segmen ini.
Perusahaan memutuskan pelanggan yang harus dilayani (segmentasi
dan penetapan target) dan cara melayaninya (diferensiasi dan positioning). Oleh
sebab itu, manajer perusahaan harus memilih dan melayani segmen pasar terbaik
(segmentasi), menetapkan target pasar yang diinginkan dan dimasuki, melakukan
diferensiasi pasar, serta memosisikan produk pada pasar yang unggul
(positioning).
Selanjutnya, perusahaan merancang bauran pemasaran yang terintegrasi untuk
menghasilkan respons yang diinginkan dalam pasar sasaran. Dengan strategi
pemasaran yang andal, perusahaan merancang bauran pemasaran terintegrasi
yang terdiri dari 7P (product, price, place, promotion, people, process, physical
evidence).
Product
Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan pada pasar agar menarik
perhatian, akusisi, penggunaan atau konsumsi yang dapat memuaskan suatu
keinginan atau kebutuhan. Selanjutnya, produk dalam arti luas meliputi objek-
objek fisik, jasa, cara, orang, tempat, organisasi, ide atau bauran entitas-entitas
ini.
“Produk dalam pengertian umum adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan
ke pasar untuk mendapat perhatian, dibeli, dipergunakan atau dikonsumsidan
dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan.”
Perlu diingat bahwa produk selalu mengalami daur hidup (product life cycle),
yang terdiri atas:
Pengenalan Produk (Introduction) produsen memperkenalkan produknya melalui
kegiatan promosi. Dengan dilakukannya kegiatan promosi, diharapkan produk
yang ditawarkan dikenal oleh masyarakat. Akan tetapi, untuk melakukan
promosi, perusahaan harus mengeluarkan biaya-biaya untuk mempersiapkan
media promosi, sementara jumlah penjualan produk masih relatif kecil. Hal ini
berakibat pada kondisi keuangan perusahaan yang negatif atau rugi.
Pertumbuhan Produk (growth)
Setelah melalui proses promosi, produk mulai dikenal oleh masyarakat.
Masyarakat mulai tertarik dan berkeinginan untuk membeli produk yang
ditawarkan, sehingga mempengaruhi penjualan produk yang semakin lama
semakin meningkat. Melonjaknya penjualan produk, merupakan proses dimana
produk mengalami pertumbuhan penjualan. Pertumbuhan penjualan produk ini,
mengakibatkan perusahaan mengurangi frekuensi promosi dan meningkatkan
penjualan produk guna mencapai keuntungan yang maksimum.
Kematangan/Kejenuhan Produk (maturity)
Pertumbuhan produk juga akan melalui penurunan dan produk tersebut mulai
memasuki waktu dimana konsumen memiliki rasa kejenuhan terhadap produk.
Tahap ini berlangsung lama dan produsen akan mendapatkan tantangan besar
dalam pemasaran karena persaingan penjualan produk menjadi ketat dan
intensif.
Penurunan Produk (decline)
Penjualan produk akan mencapai titik terendah. Untuk mendapatkan keuntungan
penjualan kembali, pada tahap ini, produsen harus memiliki ide baru untuk produk
yang ditawarkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen.
Produk dan jasa dibagi menjadi dua kelompok yaitu produk konsumen (consumer
product) dan produk industri (industrial product) yang terdri dari :
Produk konsumen (consummer product) adalah produk yang digunakan
untuk konsumsi pribadi, terdiri atas:
Produk kebutuhan sehari-hari (convenience product), yaitu produk yang dibeli
dengan jumlah minimum melalui usaha perbandingan.
Produk belanja (shopping product), yaitu produk yang dibeli
sebagai jawaban atas kebutuhan-kebutuhan yang berhasil
diidentifikasikan.
Untuk menjalankan sebuah usaha diperlukan karyawan yang memiliki
motivasi kerja yang tinggi. Hal ini dimaksudkan agar pekerjaan yang sudah
diberikan sesuai dengan keahlian masing-masing karyawan, dapat
diselesaikan dengan baik dan memberikan hasil yang maksimal bagi
perusahaan. Analisa mengenai performasi kerja akan berkaitan dengan dua
faktor utama, yaitu (1) kesediaan atau motivasi dari pegawai untuk bekerja
yang menimbulkan usaha pegawai, dan (2) kemampuan pegawai untuk
melaksanakannya. Motivasi berkaitan dengan tingkat usaha yang
dilakukan oleh seseorang dalam mengejar suatu tujuan motivasi berkaitan
erat dengan kepuasan pekerja dan performa kerja.
Process
Sebuah strategi proses atau transformasi adalah sebuah pendekatan
organisasi untuk mengubah sumber daya menjadi barang dan jasa. Tujuan
strategi proses adalah menemukan suatu cara memproduksi barang dan
jasa yang memenuhi persyaratan pelanggan dan spesifikasi produk yang
berada dalam batasan biaya dan manajerial lain. Proses yang dipilih akan
mempunyai dampak jangka panjang pada efisiensi dan produksi, begitu juga
pada fleksibilitas biaya dan kualitas barang yang diproduksi. Oleh karena
itu, banyak strategi perusahaan ditentukan saat keputusan proses ini.
Strategi proses juga berhubungan dengan tata letak ruang alur produksi
dan alur penjualan produk. Tata letak merupakan suatu keputusan penting
yang menentukan efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. Tata
letak memiliki banyak dampak strategis karena tata letak menentukan
daya saing perusahaan dalam hal kapasitas, proses, fleksibilitas, dan
biaya, serta, kualitas lingkungan kerja, kontak pelanggan dan citra
perusahaan. Tata letak yang efektif dapat
membantu organisasi mencapai sebuah strategi yang menunjang
diferensiasi, biaya rendah, atau respon cepat.
Dalam semua kasus, desain tata letak harus mempertimbangkan bagaimana
untuk mencapai:
Utilitas ruang, peralatan, dan orang yang lebih tinggi
Aliran informasi, barang atay orang yang lebih baik
Moral karyawan yang lebih baik, juga kondisi lingkungan kerja yang lebih
aman.
Interaksi dengan pelanggan yang lebih baik
Fleksibilitas.
Keputusan mengenai tata letak meliputi penempatan mesin pada tempat
yang terbaik (dalam pengaturan produksi), kantor dan meja-meja (pada
pengaturan kantor) atau pusat pelayanan. Sebuah tata letak yang efektif
memfasilitasi adanya aliran bahan, orang dan informasi di dalam dan antar
wilayah. Untuk mencapai tujuan ini beragam pendekatan telah
dikembangkan. Di dalam pendekatan tersebut, terdapat enam tipe-tipe tata
letak, yaitu:
Tata letak dengan posisi tetap, memenuhi persyaratan tata letak untuk
proyek yang besar dan memakan tempat.
Tata letak brorientasi pada proses, berhubungan dengan produksi dengan
volume rendah dan bervariasi tinggi.
Tata letak ritel, menempatkan rak-rak dan memberikan tanggapan atas
perilaku pelanggan.
Tata letak gudang, melihat kelebihan dan kekurangan antara ruangan dan
sistem penanganan bahan.
Tata letak yang berorientasi pada produk, mencari utilitas karyawan dan
mesin yang paling baik dalam produksi yang kontinu atau berulang.
Selanjutnya dijelaskan oleh Jay Hezer (2006: 451), tata letak yang baik
perlu menerapkan beberapa hal berikut:
Peralatan penanganan bahan. Manajer harus
memutuskan peralatan yang akan digunakan.
Kapasitas dan persyaratan luas ruang. Desain tata letak dan penyediaan
ruangan hanya dapat dilakukan saat persyaratan jumlah pekerja, mesin
dan peralatan diketahui. Manajemen juga harus mempertimbangkan
kelonggaran yang disyaratkan sebagai keamanan yang mengatasi masalah
kebisingan, debu, asap, suhu dan ruang di sekitar peralatan dan mesin.
Lingkungan hidup dan estetika, pemikiran mengenai tata letak sering
membutuhkan keputusan mengenai jendela, tanaman, dan tinggi partisi
untuk memfasilitasi aliran udara, mengurangi kebisingan, menyediakan
keleluasaan pribadi dan sebagainya.
Aliran informasi, komunikasi sangat penting bagi perusahaan dan harus
dapat difasilitasi oleh tata letak.
Biaya pemindahan antar wilayah kerja yang berbeda, terdapat banyak
pertimbangan unik yang berkaitan dengan pemindahan bahan atau
kepentingan beberapa wilayah tertentu untuk didekatkan satu sama lain.
Physicl Evidence
Lingkungan fisik (physical evidence) adalah keadaan atau kondisi yang di
dalamnya juga termasuk suasana. Karakteristik lingkungan merupakan
segi paling nampak dalam kaitannya dengan situasi. Yang dimaksud dengan
situasi ini adalah situasi dan kondisi geografi dan lingkungan institusi,
dekorasi, ruangan, suara, aroma, cahaya, cuaca, peletakkan dan layout
yang nampak sebagai objek. Physical evidence merupakan lingkungan
dimana suatu perusahaan memberikan layanannya dan lokasi dimana
perusahaan dapat berinteraksi dengan konsumen, serta berbagi komponen
yang tampak (tangible) dalam menunjang kinerja dan kelancaran.
Marketing Mix Dalam Islam
Agama Islam sebagai agama yang sempurna telah memberikan ketentuan-
ketentuan bagi umat manusia dalam melakukan aktivitasnya di dunia,
termasuk dalam bidang perekonomian. Di mana dari segi kebahasaan Islam
berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata salima yang mengandung arti
selamat, sentosa, dan damai. Dari kata salima selanjutnya diubah menjadi
bentuk aslama yang berarti berserah diri masuk dalam kedamain.
Islam agama yang luar biasa, Islam agama yang lengkap yang berarti
mengurusi semua hal dalam hidup manusia. Islam agama yang mampu
menyeimbangkan dunia dan akhirat. Islam membimbing seluruh aspek hidup
manusia yakni mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT, mengatur
hubungan manusia dengan manusia dan mengatur hubungan manusia dengan
mahluk lain.
Rasulullah SAW telah mengajarkan pada kita untuk berdagang dengan
menjunjung tinggi etika keislaman. Dalam aktivitas ekonomi kita selaku
umat Islam dilarang melakukan tindakan bathil, namun harus melakukkan
keiatan ekonomi yang dilakukan saling ridho. Hal ini dapat dilihat dari
firman Allah SWT yang berbunyi : Hai orang-orang yang beriman, janganlah
kamu saling
memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali
dalam perdagangan yang Berlaku atas dasar suka sama-suka di antara
kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu,sungguh Allah Maha Penyayang
kepadamu. (Qs. An-Nisaa :29)
Salah satu misi utama Rasulullah SAW diutus ke dunia adalah membangun
rakyat yang beradab dan mempunyai akhlak yang luhur .
Langkah awal yang dilakukan Nabi Muhammad SAW untuk mewujudkan hal
di atas adalah dengan menanamkan pemahaman keimanan dan ketauhidan
yang kokoh kepada para sahabat. Ajaran Nabi Muhammad SAW
menjadikanmanusia sebagai pribadi yang bebas dalam mengotimalkan
potensi diri.
Model Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen adalah studi bagaimana individu, kelompok dan
organisasi memilih, membeli, menggunakan dan menempatkan barang, jasa,
ide atau pengalaman untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan mereka.
Perilaku konsumen adalah Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu,
kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan
keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang-barang atau jasa
ekonomis yang dapat dipengaruhi oleh lingkungan.
Model perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai suatu skema atau
kerangka kerja yang diserderhanakan untuk menggambarkan suatu
aktifitas konsumen. David L, Loudon dan Albert J. Della Bitta (1984: 29)
mengemukakan tentang model perilaku konsumen yaitu suatu model dapat
didefenisikan sebagai suatu wakil realitas yang disederhanakan. Gerald
Zaltman dan Melanie Wallendrof mengatakan bahwa model perilaku
konsumen adalah suatu model yang mewakili sesuatu dalam hal ini adalah
suatu proses.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, model perilaku konsumen dapat
didefinisikan sebagai suatu skema atau kerangka kerja yang
disederhanakan untuk menggambarkan aktivitas-aktivitas konsumen.
Model perilaku konsumen dapat pula diartikan sebagai kerangka kerja
atau sesuatu yang mewakili apa yang diyakinkan konsumen dalam
mengambil keputusan membeli.
dan sesuai dengan selera konsumen.
Harga
Harga suatu produk dapat dikatakan sebagai alat pemasaran yang cukup
penting, dibandingkan dengan bauran pemasaran lainnya. Hal ini disebabkan
misalnya karena perubahan harga suatu produk akan mengakibatkan
perubahan kebijakan saluran distribusi, dan promosi. Meskipun disangkal bahwa
suatu tingkat harga harus dapat menutup biaya bauran pemasaran.
Promosi
Usaha untuk mendorong peningkatan volume penjualan yang tampak paling
agresif adalah dengan cara promosi. Dasar pengembangan promosi adalah
komunikasi.
Saluran distribusi
Pendistribusian produk ke pasar merupakan sebagian dari proses pengembangan
pemasaran, untuk mencapai pasar sasaran bagi perusahaan dan tujuan
khususnya yang menyangkut perencanaan pemasaran strategis. Jauh sebelum
produk selesai, manajemen harus menentukan metode apa yang akan
didayagunakan untuk mengantarkan produk ke pasar.
Proses Keputusan Pembelian
Menurut Kotler dan Keller (2009), proses keputusan pembelian merupakan
proses dimana konsumen melewati lima tahap, yaitu pengenalan masalah,
pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku
pasca pembelian, yang dimulai jauh sebelum pembelian aktual dilakukan dan
memiliki dampak yang lama setelah itu. Lima tahapan yang dilalui oleh
konsumen dalam proses pengambilan keputusan yaitu Pengenalan Masalah,
Pencarian Informasi, Evaluasi Alternatif, Keputusan Pembelian, Prilaku Pasca
Pembelian.
Pengenalan Masalah
Proses pembelian dimulai ketika pembeli mengenali masalah atau kebutuhan
tersebut dapat dicetuskan oleh rangsangan internal atau eksternal. Para
pemasar perlu mengidentifikasi keadaan yang memicu kebutuhan tertentu.
Dengan mengumpulkan informasi dari sejumlah konsumen, para pemasar
Pengertian Pasar Bisnis
Pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk
berbelanja dan kemauan untuk membelanjakannya. Dari definisi di atas dapat
diketahui terdapat 3 unsur penting di dalam pasar yaitu orang dengan segala
keinginannya, daya beli mereka, kemauan untuk membelanjakannya. Pasar atau
konsumen dapat dibedakan menjadi 2 golongan, yakni konsumen akhir (Pasar
Konsumen) dan pasar bisnis (Pasar Industri). Pasar Konsumen adalah
sekelompok pembeli yang membeli barang-barang untuk dikonsumsi dan
bukannya untuk diproses lebih lanjut. Sedangkan Pasar Bisnis adalah pasar
yang terdiri dari individu-individu atau organisasi yang membeli barang untuk di
proses lagi menjadi barang lain dan kemudian dijual. Berdasarkan pengertian
tersebut, sebagai contoh maka petani digolongkan ke dalam pasar bisnis, sebab
mereka membeli barang digunakan untuk diproses lebih lanjut menjadi barang-
barang hasil pertanian.
Pasar Bisnis (Business Market) adalah semua organisasi yang membeli barang
dan jasa untuk dipergunakan dalam memproduksi produk atau dengan tujuan
dijual lagi atau disewakan kepada pihak lain dengan mengambil untung.
Perilaku pembeliaan bisnis (Business Buying Behavior) mengacu pada perilaku
pembeliaan organisasi yang membeli barang dan jasa untuk digunakan dalam
produksi produk dan jasa lain yang dijual, disewakan atau dipasok kepada pihak
lain, sedangkan proses pembeliaan bisnis adalah proses pengambilan keputusan
dengan mana pembeli bisnis menetapkan kebutuhuan akan produk dan jasa yang
dibeli dan mengidentifikasi, mengevaluasi, serta memilih dinatara merek-merek
dan pemasok-pemasok alternatif perusahaan yang menjual kepada organisasi
bisnis lain harus sebaik-baiknya memahami perilak pasar bisnis dan pembeliaan
bisnis.
Perilaku pembelian mencakup perilaku perusahaan pengecer dan grosir yang
mendapatkan barang untuk dijual kembali atau menyewakan barang kepada
pihak lain untuk mendapatkan laba. Pasar bisnis jika dibandingkan dengan
pasar konsumen, pasar bisnis biasanya mempunyai jumlah pembeli yang lebih
sedikit, tetapi berkapasitas lebih besar, yang terkonsentrasi secara geografis.
Pengertian Nilai, Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan
Nilai Pelanggan
Definisi customer value atau nilai pelanggan menurut (Kotler & Keller,
2012),yaitu selisih antara nilai pelanggan total (total customer value)
dan biaya pelanggan total (total customer cost). Total nilai pelanggan
(total customer value) adalah seperangkat manfaat yang diharapkan
pelanggan dari suatu produk atau layanan. Nilai total pelanggan (total
customer cost) adalah serangkaian biaya yang diharapkan konsumen
untuk membeli, menggunakan, dan evaluasi suatu produk atau layanan.
Menurut . Zeithaml (1987 dalam Diab, 2009:12) menyatakan bahwa nilai
pelanggan merupakan keseluruhan penilaian pelanggan tentang
kegunaan suatu produk yang berdasar pada persepsi tentang apa yang
diterima dan apa yang diberikan. Persepsi pembeli tentang nilai yang
menggambarkan sebuah perbandingan antara kualitas atau keuntungan
yang mereka rasakan dalam produk dengan pengorbanan yang mereka
rasakan ketika membayar harga produk.
Berdasarkan definisi nilai pelanggan tersebut maka dapat diketahui
bahwa nilai pelanggan merupakan selisih antara manfaat (benefit) yang
diterima pelanggan dengan pengorbanan yang dikeluarkan pelanggan
untuk mendapatkan manfaat tersebut. Dengan kata lain, nilai pelanggan
berkaitan dengan proses memberi dan menerima yang dialami oleh
pelanggan. Jika manfaat yang diterima oleh pelanggan lebih tinggi
daripada pengorbanan yang dikeluarkan maka perusahaan sudah
berhasil
menciptakan nilai pelanggan. Sedangkan jika manfaat yang diterima
pelanggan tersebut lebih kecil daripada pengorbanan yang dikeluarkan
maka pelanggan cenderung akan merasa dirugikan dan pada akhirnya
kecewa. Dengan demikian berarti perusahaan gagal menciptakan nilai
pelanggan pada produk yang ditawarkannya kepada pelanggan.
Kepuasan Pelanggan
Menurut (Kotler & Armstrong, 2008) kepuasan pelanggan adalah sejauh
mana penilaian efisiensi produk memenuhi harapan pelanggan. Sedangkan
menurut (Parasuraman et al. 2009), kepuasan pelanggan adalah
evaluasi pelanggan terhadap produk atau layanan dalam hal menilai
apakah produk atau layanan tersebut memenuhi kebutuhan dan
persyaratan pelanggan. Sedangkan menurut Dutka (2008,p.199) penilaian
kepuasan pelanggan dapat diukur dengan menggunakan tiga kualitas
dalam beberapa atribut kepuasan pelanggan. Kualitas dalam atribut
tersebut yaitu:
Attributes related to product.
Produk adalah penyediaan, kepemilikan, penggunaan atau konsumsi
bahan berwujud atau tidak berwujud, termasuk warna, paket,
ketenaran pabrik atau pengecer, dan setiap dan semua layanan yang
tersedia untuk pasar. Untuk bisa bertemu. Produk yang dijual termasuk
produk fisik, layanan, organisasi, lokasi, dan ide.
Attributes related to service.
Atribut layanan adalah fitur kepuasan pelanggan yang terkait dengan
penyediaan layanan purna jual. Ini karena konsumen menjalani evaluasi
pasca pembelian. Fase pasca pembelian dimulai ketika pelanggan mulai
memilih dan mulai mengonsumsi produk yang dipilih. Proses pasca akuisisi
mencakup lima tema antara lain konsumsi