The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Raut Muda Berderet Kata cover

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by minifajariani9, 2022-04-01 07:15:24

Raut Muda Berderet Kata

Raut Muda Berderet Kata cover

GERAKAN SEKOLAH MENULIS BUKU NASIONAL
GELOMBANG II TAHUN 2020

Kumpulan Puisi Penulis Muda

Raut Muda Berderet Kata

(Wajah bertahta deretan kata, kian membentang elok di
penghujung surya yang menyingsingkan kehangatan fajar)

i

SMPN 4 GUNUNG SUGIH
LAMPUNG TENGAH PROVINSI LAMPUNG

Jalan Pendidikan No 1 Terbanggi Subing Gunung Sugih Lampung Tengah Prov.
Lampung

Kata Pengantar
Kepala UPTD Satuan Pendidikan
SMPN 4 Gunung Sugih Lampung Tengah

Alhamdulillah dengan izin Allah, kekayaan batin yang tak
kami sadari tumbuh terus dan memintal hati dengan kata kata
indah, mengalir dalam sanubari, setapak demi setapak
bersemayam pada jiwa putra putri SMPN 4 Gunung Sugih, kini
tertuang dalam sebuah buku antologi pusi berjudul Raut Muda
Berderet Kata. Puisi sederhana yang berhimpun penuh liku karena
kehidupan jadi berbeda, tatap muka terbatas dan aktivitas
dikendalikan dari rumah.

Menyusun dan menuliskan sebuah tulisan bukanlah perkara
mudah. Buku ini merupakan hasil pengamatan dan pengalaman
sehari hari ke 50 penulis dan memuat pesan tertentu dalam tema
yang beragam. Tulis tulis dan tulislah sesuatu yang telah datang
karena hati. Sesuatu yang meminang hari nan indah menjadi teman
penghibur. Rasa dalam kata kata yang semula tersimpan rapat di
sanubari, belum tersentuh tinta menjadi bait bait indah dan
menyiratkan selaksa makna. Pagi dan malam yang bergulir dan
bermain dalam benak yang tak berhenti menuliskannya.

Menulis puisi adalah salah satu design penumbuhan
budaya menulis. Keterampilan membaca ataupun menulis puisi
dalam kehidupan sehari hari menuntut para peserta didik atau
penulis muda ini mampu menggunakan bahasa dengan baik secara
tertulis maupun lisan. Hal ini patut menjadi budaya untuk
melakukan aktivitas membaca dan menulis sebagai pembelajaran

ii

sepanjang hayat. Penguatan kompetensi literasi dasar ini, peserta
didik atau penulis muda ini diharapkan dapat mengakses
pengetahuan lebih luas dan memahami pesan yang diwujudkan ke
dalam teks.

Perasaan gembira mengiringi tinta yang tergores dengan
mempersembahkan puisi tanda ketulusan hati dan bahasa kalbu
dalam pernik pernik indah berkata dan bermakna, mendapat
tempat di hati pembaca. Semoga bisa dinikmati perjalanan kata
bermajas ini walau jauh dari sempurna dan banyak pembelajaran
yang harus dilakukan sehingga kami berlapang dada untuk
menerima segala masukan yang terus diperbaiki dalam karya karya
berikutnya.

Salam bermajas indah nan bersahaja lewat kata kata dari
hati dan pikiran kami.
Lampung Tengah, Oktober 2020

Drs. Imam Komaruddin, M.Pd.I

iii

DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Daftar Isi
1. Curahan Hati Untuk Tuhan ....... .............................................
2. Fana ................ ...............................................................................
3. Matahari Tiba .................................................................................
4. Hujan ....................................................... .........................................
5. Air .......................................................................................................
6. Bumiku Semakin Tua ..................................... ...........................
7. Senja ...................................................................................................
8. Proklamasi ......................................................................................
9. 30 September ............................................................. ...................
10. Si Anak Tengah .............................................................................
11. Ibu .....................................................................................................
12. Nenek ................................................................................................
13. Sahabat .............................................................................................
14. Sahabat Yang Setia .....................................................................
15. Dimanakan Hatimu Sahabat ...................................................
16. Sahabat, Bintang Di Langit ......................................................
17. Sahabat Hati....................................................................................
18. Oh Matahari Pagi ..........................................................................
19. Terima Kasih Matahariku ........................................................
20. Hujan ................................................................................................
21. Bumi ..................................................................................................
22. Gunung ............................................................................................
23. Sungai ...............................................................................................
24. Pantai ................................................................................................

iv

25. Malam Ketika Di Pantai ............................................................
26. Mahkota Keindahan ...................................................................
27. Mawar ...............................................................................................
28. Hijau Penghias Halaman ...........................................................
29. Aku Rindu Sekolah ............................................................
30. Mushola Di Sekolahku ......................................................
31. Buku ...................................................................................
32. Guru ...................................................................................
33. Guru Pahlawanku .............................................................
34. Guru Pahlawan Hatiku .....................................................
35. Pelitaku ..............................................................................
36. Dokter ................................................................................
37. Cita Citaku Adalah Dokter ...............................................
38. Polwan (Polisi Wanita) ....................................................
39. Corona Di Negeriku ..........................................................
40. Belajar Di Zaman Corona .................................................
41. Lenyaplah Kau Corona ...................................................
42. Virus Corona .....................................................................
43. Dampak Corona ................................................................
44. Kemerdekaan ...................................................................
45. 2019 ..................................................................................
46. Kurindu Kalian .................................................................
47. Tempe ...............................................................................
48. Kecoa .................................................................................
49 Kera ...................................................................................
50. Percaya Diri .....................................................................
Tentang Penulis ......................................................................
Sinopsis ....................................................................................

v

vi

1. Curahan Hati Untuk Tuhan
Karya: Anisa Aulia Dewi (93)

Kutitipkan cinta ini kepada Tuhanku
Kucurahkan hatiku pada Robku
Kubuat untaian cerita untuk Maha segalanya
Segala yang dipunyaNya di heningnya malam

Ya Robku
Aku ingin memohon padaMu
Kuingin tak ada tangisan
Kutak ingin ada kesedihan
Tapi kutahu itu tak mungkin
Karena di balik semua itu ada kebahagiaan menjemputku
Karena Engkaulah yang tahu semua ceritaku
Engkaulah pemilik hidupku
Engkaulah pencipta tubuhku

Ya Robku
Aku ingin meminta lagi
Meminta dan terus meminta padaMU
Lapangkanlah hati ini
Dari segala ujian hidupMu
Karena Engkaulah tempatku mengadu

1

2. Fana
Karya: Rasyalia Adinda Putri (82)

Sentuhan mentari pagi
Terasa lekat di benakku ini
Semilir angin fajar menyapaku
Membelai lembut fananya hati

Deburan ombak tiada henti
Menerjang terjang kehidupan di bumi
Indah, bumi ini memanglah indah
Terkadang bumi memang bersahabat
Rasakan sejuk senyumannya
Seperti hari itu

Tak jarang ia berkhianat
Tidak ini tidak salah
Bukan bumi yang berkhianat
Lihat saja
Bercerminlah kami
Bumi pertiwi telah murka, menangis pilu
Hingga membasahi seluruh isinya
dan mengeluarkan isi perutnya

Lihat saja
Buka saja indera insanmu
Rasakan sejuk senyumnya
Tapi kini bumi hancur
Rasanya binasa sudah

Tuhanku
Kembalikan kedamaian ini

2

Timanglah bumi ini
Agar tak menangis terus

3

3. Matahari Tiba
Karya: Syifa Olivia (75)

Matahari yang cerah
Menyinari alam semesta yang selalu indah
Cahayanya yang selalu memerah
Di setiap pagi siang dan juga senja
Kuakui sungguh indah ciptaanMu
Sungguh megah lukisan alam ini
Yang selalu menerangi di setiap langkahku
Hatiku dan hari hariku
Oh... Matahari kian datang setiap hari
Setiap itu kumenunggu

Tuhan
Terima kasih Engkau berikan matahari
Sinarnya yang diperlukan untuk kami
Manusia, hewan, tumbuhan dan semua mahluk
Andaikan dia tak hadir dalam hidup kami sehari saja
Betapa kehilangan sinarnya
Di hidup ini

4

4. Hujan
Karya: Aulia Susilawati (86)

Tetes dari langit kusebut hujan
Kusuka bunyinya tik tik tik ruuuur
Terlihat indah saat jatuh ke halaman mawarku
Mawarku menjadi segar dan menawan
Wanginya semerbak, kian merekah bunganya
Debu pada kelopaknya tergilas hujan

Hujan
Engkau turun bersama petir dan angin
Bunyinya gemuruh, menakutkan
Hujanku sayang
Jangan bawa kemalangan
Apalagi kesedihan karena petirmu yang menyala
Merah seperti marah
Bertanda sepucuk pesan dari Tuhan
Bahwa semua mahluk butuh hujan membawa air
Bagi tanaman, bagi sang hewan apalagi untuk kami
Kusyukuri kehadiran hujan
Bersahabatlah setiap waktu
Hujan, dengar ya pintaku

5

5. Air
Karya: Nisa Lestari Nainggolan (96)

Di padang yang tandus
Kehidupan berkata bahwa
Air menyimpan janji
Sebuah gemercik harapan
Akan kesegaran, kesejukan dan ketenangan
Bentukmu cair bahkan tak berwarna
Namun banyak gunanya
Butiran bulihmu membawa kehidupan baru
Yang turun setetes demi setetes
Atau yang mengalir deras di bumiku
Yaitu kebahagianku
Kala pakaian kotorku menjadi bersih
Dahagaku sirna
Ikan berenang bebas
Tumbuhan bersemi lagi
Air sahabatku yang setia

6

6. Bumiku Semakin Tua
Karya: Ade Hani Nur Amalia (81)

Manusia..
Aku lah manusia itu
Kamu juga di dalamnya
Kenapa tak perduli dengan lingkungan alam
Yang memberimu segalanya
Kesejukkan, keindahan
Sayangmu kau buang
Cintamu kau tenggelamkan
Tengok tengok dengan seksama
Hutan jadi gundul tak lagi rupawan tampaknya
Sampah berserakan, tak lagi indah dipandang
Bau, kotor dan tentu menjijikan

Manusia oh manusia
Aku, kamu dan mereka
Belum tahu bumi usianya sudah tak lama lagi
Jagalah bumi sebaik baiknya
Jangan ... Jangan kotori bumi kita
Jangan ia punah dengan sengsara

7

7. Senja
Karya: Ardelia Zahra (92)

Senja mulai merangkak perlahan dan pasti
Menuju sang malam kelam dan dingin
Pekik gembira burung malam tentu saja mengiringi
Meninggalkan senja yang tersenyum
Pertanda
Ia datang membawa kebahagiaan

Lain dengan dirimu, sahabat
Hadir tiba tiba, lalu menghilang entah kemana
Meninggalkan rindu yang tiba tiba dan luka yang menganga
Hanya kini tinggal aku dan cerita

Kurindu senja
Agar bisa menghapus bayang bayangmu
Telah melekat dalam benak dan hariku
Senja mengingatkanku untuk kembali padamu
Tapi itu tak mungkin terjadi
Cerita sudah berganti lagi
Karena kuingin senja menghapus kau pergi

8

8. Proklamasi
Karya: Abdul Hafidh Anshory (72)

Pukul sepuluh pagi
Ribuan orang terdiam
Hening menguasai bumi pertiwi
Dan manusia manusia yang berharap penuh
Lalu
Terdengar lantang, Bung Karno memecah kesunyian itu
Tapi itu dulu ... Bertahun tahun yang lalu
Kini
Kami yang berkumandangkan
Proklamasi kemerdekaan Indonesia
Ke tujuh puluh lima
Selama itu dalam damai dan merdeka
Oh, indahnya
Bergembira dan sorak sorai yang bergema
Dirgahayu Indonesia
Dirgahayu bangsaku
Selamatlah negeriku
Ini doa kami

9

9. 30 September
Karya: Intan Rosalia Pratiwi (82)

30 September di kalender
Hari hari yang damai
Pohon pisang mulai bertunas
Kokok ayam yang melengking bebas
Burung yang mencicit riang
Bahkan rintik hujan menyejukkan hari yang tadi panas
30 September di kalender tahun lalu
Cerita derita yang sudah tertulis
Kebencian dan amarah menyerbu masa
Tak bersalah menjadi korban
Semoga September pahit tak terulang
Cukup demikian dalam kehidupan
Demi kampungku yang nyaman

10

10. Si Anak Tengah
Karya: Selvia Maharani (92)

Ayah bunda
Aku tercipta menjadi anak tengah
Tak pernah kita duga, bukan?
Aku kadang bertanya tanya
Beginikah rasanya menjadi si tengah
Ada kakak dan adik
Mengapitku, membawaku pada dilema
Jadi pengalah atau panutan

Coba saja
Ketika aku sedang bedebat dengan kakak
Bunda bilang
“Dia kakakmu. Mengalah dengan yang tua”

Dan ketika adik minta barang barangku
Ayah berkata
“Dia adikmu, kamu sudah besar, berbagi dengan adikmu yang
masih kecil”

Ayah bunda
Kapan kalian berpihak padaku
Sekali saja
Agar dilema ini tak menyiksaku
Kakak atau adik bukan lawanku
Kakak dan adik jadi mitraku

11

11. Ibu
Karya: Aditya Pratama (74)

Pengorbanan ibuku begitu tulus
Pagi buta kau telah mengurusku
Mulai sarapan hingga cucian
Setiap hari selalu begitu
Rasanya kutak sanggup membalas budinya
Kasih sayangmu besar dan tiada tara

Tapi kini kau telah pergi
Entah kemana, kusungguh tak tahu
Tanpa pesan apapun
Saat itu aku masih pulas
Bermimpi indah tentang mainan yang tak pernah bisa kumiliki

Aku selalu merindu
Ibu yang lembut
Ibu yang suka tersenyum
Ibu yang suka marah padaku juga
Tapi kutahu
Ibu benar benar sayang padaku
Suatu hari aku ingin kembali
Ke rumah ini lagi
Bersama menemaniku di hari hari nanti

12

12. Nenek
Karya: Masdariana (92)

Aku rindu untuk mencium tanganmu, nek
Saat kupergi mencari ilmu
Kuingin memelukmu, nek
Saat hatiku kusut
Lembut suaramu meluluhkan kebencian
Yang kemarin tersimpan di dada
Senyummu meredakan sakit
Ketika demam tak kunjung reda
Tatapanmu mengajarkan cara mengasihi sesama
Saat kata kata tajam bertebaran
Dulu kau selalu di sisiku
Kurindu tutur kata dan senda guraumu
Kau bilang aku bidadari kecilmu
Ya Allah ampunilah dosa dosanya
Terimalah amal ibadahnya
Kuingin ia menjadi penghuni surgaMu

13

13. Sahabat
Karya: Meila Anjani (75)

Bahagiaku ada pada sahabatku
Bercanda tersenyum tergelak bersama
Bermain dengannya
Bahkan kala kita berlaga kata kata
Hingga kita tak bersentuhan
Berhari hari lamanya
Selamanya kuingin kita bersahabat
Dalam ceria dan duka
Jangan pernah lupakan aku
Aku beruntung mengenalmu
Sahabat di waktu itu
Sahabat yang dinanti kini
Sahabat untuk selamanya

14

14. Sahabat Yang Setia
Karya: Jaka Damiri (76)

Wahai sahabatku, Dayu
Kau tercipta untuk selalu menemaniku
Kau ada untuk menolongku
Saat aku ingin jajan
Saat aku ingin mengerjakan tugas sekolah
Saat aku sedih
Saat aku sakit
Kau pelipur bagi laraku
Hanya sebaris ucap dari rasaku yang dalam
Terima kasih kau menjadi pemain bagi panggung hidupku

15

15. Dimanakan Hatimu Sahabat?
Karya: Amandah Indah Saputri(82)

Apa engkau akan tetap di sana
Dengan orang orang asing
Menanti mendung yang akan hujan
Menanti panen di musim tanam
Sementara aku menanti di sini

Lihatlah, sebentar saja
Takkah kau sadari
Tak kah kau mengerti
Engkau terlalu sibuk dengan duniamu

Kerapuhan hati tanpa tanyamu
Apakah engkau mulai bosan
Dengan segala curahan hatiku
Dengarlah sehabat
Aku merindukanmu

Jika kau anggap ini syair sederhana
Kuakui ini memang tulisan yang tak berarti
Tapi ini goresan hatiku
Saat kau temukan dia idamanmu
Aku tak ada lagi dalam harimu

Dimana dirimu sahabat
Dimana hatimu yang dulu
Ingatkah semua janji kita
Bahwa kau dan akan selalu bersama

16

16. Sahabat, Bintang Di Langit
Karya: Chalista Wyandari (75)

Kamu bagai bintang di langit
Karena jauh jarak kita sekarang ini
Tapi tetap memberikan warna hari hariku
Sampai hari ini masih tersimpan
Ada merah yaitu kemarahan
Ada hijau saatnya berdamai
Adanya hitam pertanda kesedihan
Warna yang tidak pernah kau ingat ingat lagi
Tapi tetap menjadi cahaya dalam kegelapan
Terima kasih sahabat
Atas segala kehadiranmu

17

17. Sahabat Hati
Karya: Bona Ventura Sandi Kurnia (75)

Sahabatku
Engkau selalu ada saat aku susah dan senang
Selalu mengingatkan jika salah
Memujiku saat aku benar
Mendengarkan segala keluh kesah
Sahabat
Tak pernah letih untuk terus bersama
Tak pernah berhenti untuk melangkah
Menggapai cita cita
Sahabat tetaplah menjadi sosok yang terbaik
Dikenang sepanjang zaman
Dirindu setiap waktu

18

18. Oh Matahari Pagi
Karya: Tria Eka Tristianti (85)

Matahari
Setiap pagi kau munculkan dirimu hingga senja
Kadang manusia lupa memperhatikanmu, seperti aku
Kau tak perduli
Tetap saja hadir bersama pagi
Diiringi kokok ayam dan riuhnya cicit burung
Karenamu teranglah bumi
Cahayamu juga benderangkan hati setiap insan
Tuhan menciptakanmu
Sunguh mempunyai arti
Seperti pagi dan kisah kisah yang tertulis
Sehingga kehidupan ini berwarna warni
Semua mahluk butuh engkau, matahari
Jadi, bersinarlah sepanjang waktu
Kami menantimu selalu

19

19. Terima Kasih Matahariku
Karya: Cellsy Amalia (75)

Matahari memang baik, bersinar terus menerus
Menerangi kamarku yang sempit dan gelap
Menghangatkan bantal, guling dan kasurku
Juga dinginnya cuaca dan
Pucatnya wajah
Tulangku menjadi kuat
Ototku bertumbuh sehat
Kupakai
Saat aku berJalan dan berlari
Matahari sempurna dalam cahayanya
Begitu besarnya dirimu untuk kami
Tanpamu kami belum berarti
Tak berdaya
Kuucapkan terima kasih padamu
Matahari
Jangan pernah berhenti mengunjungi kami

20

20. Hujan
Karya: Ayu Shellenia Susanti (95)

Hujan
Hadirmu membahagiakan bumi
Juga hatiku menantimu
Airmu yang jernih
Seketika menetes di atas kuncup mawar putih
Begitu indah kurasa
Si putih yang kusam oleh debu
Seakan luluh dengan jatuhnya rintikanmu
Hujan
Suaramu terdengar merdu di telinga
Mendengungkan katak bersiul riang
Saat tetesmu menutup hari
Bau tanah kering berdebu lenyap sudah
Yang tertinggal jejak basah di tanah
Pertanda kau datang sebagai rahmatan Illahi

21

21. Bumi
Karya: Nabila Belhi Hafifah (75)

Bumi
Yang kupijak kini
Berbeda ketika ku masih bayi
Kata ibu suasananya masih bersih
Kini dicemari asap dari kendaraan yang diciptakan manusia
Juga asap pabrik sebagai penghasil barang
Walau kuakui
Bermacam tanaman tumbuh di sini
Tumbuhan itu penting
Manusia bisa hidup, rumah yang dibuat
Kerajinan yang diolah
Padahal manusia juga yang merusak
Namun banyak juga yang menyayangimu
Berbagai tanaman di tumbuhkan
Sungai dan laut dibersihkan dari sampah

Bumi juga duniaku
Yang menyinari hidupku
Engkaulah yang terbaik
Jadi layak kusyukuri
Terima kasih bumiku
Menjadi rumahku

22

22. Gunung
Karya: Dwi Gita Cahyani Puja (92)

Terlihat tanah tinggi menjulang menggapai langit
Sungguh menawan dalam mata menerawang
Kehijauan, kebiruan, kemerahan
Sejauh mata memandang
Kuasa Ilahi tak terbantahkan
Puncakmu menembus awan
Tubuhmu sekokoh batu karang
Ditumbuhi berbagai tanaman
Dengan diselimuti kabut
Inilah alam pegununga yang bersih dan segar
Tak kenal polusi yang bisa menyakiti diri
Semoga tak banyak tangan jahil
Atau jejak kaki nakal
Mengulitimu dengan rupiah
Agar alam tetaplah alam menjadi sahabat bagi manusia

23

23. Sungai
Karya: Listia (93)

Dirimu mengalirkan air jernih sepanjang waktu
Tak lelah berlari dari hilir ke hulu
Elokan demi elokan kau lakukan ke seluruh penjuru
Memberi warna dunia dengan gemericik dan derasmu
Mengaliri pula kebahagiaan si batang padi
Membuka lebar senyum petani
Menari nari sang ikan dengan lincahnya
Semakin kokoh dan tajam terumbunya
Bahkan anginpun tak mau kalah menjadikan dunia sejuk
Bersama mu

24

24. Pantai
Karya: Nabila Azahra (74)

Ombak bergulung di pantai
Mengusap hangat kakiku pada pasir putih
Daun pada pohon kelapa menari tertiup angin
Semua menepis rinduku pada ibu
Yang semula menusuk kalbu
Jauh di ufuk, biru hamparan laut dan langit
Menjadi daya tarik yang tak mati
Aku tak ingin pulang meninggalkan batu karang
Sejenak menikmati pekikan camar
Dan pasir lembut di pantai
Alam yang tak pernah terganti
Dengan apapun di muka bumi ini

25

25. Malam Ketika Di Pantai
Karya: Helaria Prima Devi PC (82)

Malam di pantai ternyata menakjubkan
Bintang bintang memenuhi langit yang kelam
Pantulan bulan sebagai lampunya
Deburan ombak bersahutan dengan camar
Tiupan angin memanggilku datang
Pantai dikelilingi pohon kelapa dan bakau
Sehingga udara terasa segar
Kuingin berlama lama di pantai
Kuingin menikmati ini semalaman
Di tepi pantai di waktu malam
Melupakan fajar menjelang
Mengingatkanku untuk segera pulang

26

26. Mawar
Karya: Kryka Fani Aprilia (76)

Mawar
Bunga terindah dalam hatiku
Warna yang merah dan wangi baunya
Duri yang tajam penuh makna
Ketika tangan tangan ingin memetiknya
Maka akan berpikir berkali kali
Sebab jari bisa terluka
Mawar
Simbol cinta dan keabadian
Romantis hidup penuh suka
Saat kuberlutut di hadapanmu
Sekuntum mawar kupersembahkan
Batinku jiwa dan ragaku yang bergetar
Karena cintaku padamu ibu

``

27

27. Mahkota Keindahan
Karya: Marta Tiara Kasih (93)

Cantik bentuknya
Semerbak aroma mengitari tumbuhnya
Warna warni dan bermacam macam jenisnya
Siapapun kan terpana melihatnya
Mawar, sang mahkota keindahan
Rupanya menyejukkan mata memandang
Menebarkan ketenangan hati yang gundah
Mahkota keindahan
Kusebut ia dengan terisitimewa
Betapa kuat dirimu menahan sakit
Kala manusia memetikmu
Kuharap kau bersemi kembali
Agar menjadi inspirasi
Dan simbol kesempurnaan

28

28. Hijau Penghias Halaman
Karya: Hedi Novian 94

Hijau membentang di halaman
Langsing memanjang seperti tubuh penari
Embun dari langit mengenai daunnya
Basah dan tampak segar di pagi hari
Saat angin menerpa, daunmu bergoyang indah
Semua itu penmghias halaman

Rumput
Itulah julukanmua
Sebagai penghias halaman rumah
Kadang kuberpikir
Betapa kasihan dirimu
Saat kaki manusia menginjakmu
Kau tetap tumbuh
Sunggu
Aku tak sanggup membayangkan
Kalau manusia diinjak injak, tidak dihargai
Seperti dirimukah?
Sungguh malang
Panas, engkau kepanasan
Hujan akan menenggelamkan dirimu

Si hijau yang cantik
Terima kasihku padamu
Penghijau dan penjaga tanah di depan rumah
Agar tak terkikis saat air deras melanda
Ingatlah, manfaatmu luar biasa
Bagi alam dan lingkungan sekitar
Menghargai rumput

29

Sama maknanya kita menghargai orang orang yang disayang
30

29. Aku Rindu Sekolah
Karya: Kellythia Sausan Azzahra (74)

Di sekolah
Kutemukan ketulusan seorang guru
Mengajariku ilmu yang bermanfaat
Mengajariku indahnya kebersamaan
Mengajariku berdiskusi dalam menyelesaikan perbedaan
Kini aku rindu sekolah
Rindu teman dengan candanya
Rindu guru yang berkata kata
Rindu belajar bersama sama
Rindu kelasku yang bersih dan rapi
Rindu semua yang kini hilang

31

30. Mushola Di Sekolahku
Karya: Rendy Irawan (75)

Sekolahku ada mushola
Halamannya bersih dan teduh
Tumbuh pohon besar dan bunga bunga indah
Kran wudhu yang mengalir terus
Sajadah yang terbentang harum
Kegemaranku adalah baca Alquran
Di sudut halaman yang tenang saat menunggu azan
Pak tukang membuat nyaman taman
Musholaku juga sekolahku

32

31. Buku
Karya: Syifa Lutfia Hilmi Ramadhani (82)

Aku senang membaca buku
Berlembar lembar kusimak
Aku jadi tahu
Bahwa buku buku itu
Sebagai teman pintarku dan sumber ilmu
Buku yanag kusayangi
Memuat berbagai gambar dan cerita
Ada pelajaran di dalamnya
Bisa dipetik dan dicatat
Apalagi
Berisi setumpuk kelucuan
Menghibur hatiku
Setiap hari kubaca bukuku
Agar ilmuku bertambah
Terima kasih atas kehadiranmu
Jasamu sungguhlah berarti bagiku

33

32, Guru
Karya: Roma Ito Baru Damanik (76)

Guruku
Kau pembimbingku sampai ku menjadi pandai
Tak ada keluhan darimu
Tak ada lelah tampak di harimu
Terus kau buat kami menjadi cerdas
Kuat dan bermental baja
Seperti yang kau tunjukkan pada kami
Lewat kata dan cara caramu
Terima kasih guruku
Kelak kudewasa
Kujemput kau dengan sebuah sukses
Karena kuingin ciptakan senyum pada raut wajahmu

34

33. Guru Pahlawanku
Karya: Dini Hidayati (72)

Guru itu pahlawanku
Semua kau ajariku
Tentang baik, kebaikan, benar, kebenaran
Salah, kesalahan yang tak boleh terulang
Yang selalu ditumbuhkan
Jasamu akan terpatri dalam dada
Sabarmu menjadi bingkai kehidupan

Guru
Waktu yang bergulir
Hilanglah kami dalam pandanganmu
Namun, sosok dan jiwamu lekat di ingatan
Karena kau sandaran harapan dan cita citaku

Sang pahlawan pendidikan
Kau berusaha sekuat tenaga
Untuk bangsa yang cerdas
Mana ada kata putus asa
Kau bangkitkan semangat
Kau tak kenal lelah
Mengenalkan kami angka dan kata

35

34. Guru Pahlawan Hatiku
Karya: Fanisa Aulia Putri (72)

Guruku adalah pahlawanku
Pelita hidupku tentu
Kala gelap, risau dan tak menentu arahku
Kau ajari aku hal hal baru
Kau tebar semua sabarmu
Kau pupuk harapanku
Marah, luka karenaku, kau buang jauh
Jasamu tertulis pada kisah pahlawan
Juga pada buku bukuku
Namamu tertuang di anganku
Pahlawan di hati para anak negeri
Juga pahlawan hatiku

36

35. Pelitaku
Karya: Muhammad Yovi Pratama (75)

Kusebut ia Bu guru dan Pak guru
Jiwa jiwa yang tak henti melatihku
Untuk membaca, menulis dan berkata kata
Semua dikenalkan padaku, angka, huruf dan kata
Itulah pelita hidupku
Pelita itu ya guruku
Sabarnya dirimu mendidik, membimbing, mencerdaskan dan
menasehatiku
Itulah tokoh dalam ragaku
Aku mau mengucapkan terima kasih
Segala yang kau beri
Pengorbanan dan pengabdian tiada duanya
Pahlawan tak bertanda jasa
Akan menjadi kenangan sepanjang masa

37

36. Dokter
Karya: Sri Wulandari (72)

Aku ingin jadi dokter
Ingin menolong banyak orang yang sakit
Tak kenal lelah hingga menetes keringat
Demi kami di masa pandemi ini
Pahlawan tanpa tanda jasa
Pahlawan tanpa keluh kesah

Nyawa kau pertaruhkan
Berdiri di depan barisan
Tak perduli ada yang bakal menularkan

Aku tahu menjadi sang dokter itu tak gampang
Lelah bekerja dari covid ini
Agar tak menularkan satu sama lain
Sehingga bisa ibadah di masjid
Bekerja di luar rumah
Belajar di sekolah
Dan semua kegiatan tidak di rumahkan lagi
Terima kasih dokter

38

37. Cita Citaku Adalah Dokter
Karya: Putri Mustika (81)

Kupanggil engkau dokter
Pahlawanku dan cita citaku
Semua rintangan kan kutaklukkan
Karena impian ini melambung hingga kini
Tatkala kulihat
Pasien adalah tanggung jawabmu
Semua cobaan kau lalui
Lalu kau selamatkan kami
Dengan obat obatmu
Bersama waktu yang tak berhenti
Bekerja bekerja
Tak lelah sekalipun
Aku ingin seperti itu

39

38. Polwan (Polisi Wanita)
Karya: Shintya (92)

Polwan, polisi wanita
Tokoh yang terus melekat di hati, kepala dan mimpi
Seragammu penuh wibawa
Dibalik kekuatan ada kelembutan
Aku ingin menjadi seperti dia
Sosok cerminan pemberani, setia dan luwes
Sebagai pengabdi rakyat
Kau siap dan tak penat sedetikpun
Demi ketenangan dan kenyamanan negeriku
Pagi buta saatnya mengemban amanah
Kau ayomi masyarakat dengan naluri wanitamu
Tak ada keangkuhan dibalik topimu
Tak ada bosan di pijakan sepatumu
Bukan lipstik saja di ranselmu
Senpi sebagai penjagamu

40

39. Corona Di Negeriku
Karya: Alfian Andreawan (72)

Virus corona
Entah dari mana kau berasal
Melanda negriku
Virus menebar kengerian yang bertaut
Menutup gelapnya dalam pandangan
Ketakutan demi ketakutan
Hingga harus menjaga jarak
Antara aku dan dia sementara saja
Kutakkan menolak
Demi negri ini
Demi orang yang kita sayangi

Kini kesehatan yang diutamakan
Kami mesti tunduk pada protokol kesehatan
Seluruh bangsa dan negriku ini punya nyali
Berani untuk melawan pandemi
Kita melangkah pasti menyambut hari esok
Menunjukkan jati diri bangsa sejati
Dengan berdoa dan hati bersih
Ya Allah lindungi kami

41

40. Belajar Di Zaman Corona
Karya: Isnani Safitri (82)

Zaman telah berubah
Waktu ke waktu begitu cepat
Tiada disangka, zaman cepat berubah
Negriku diserang corona
Bahkan dunia ikut terkena
Sekolah berhenti dimana mana
Perpisahan teman dan guru begitu menyedihkan
Air mata tergores hati
Kerinduan begitu menyatu
Selama Corona
Aku belajar di rumah
Dengan semangat untuk mengejar cita cita
Meniti masa depan nan cerah
Walau tak berdamping dengan guru

42

41. Lenyaplah Kau Corona
Karya: Evelyne Qurnia Fitri (81)

Corona, kenapa kau datang
Tebarkan ancaman
Kami memang takut dan tak menyukaimu
Karena semua umat manusia diminta untuk menerima
Kenyataan pahit ini
Corona, kau paksa kami untuk berdiam diri di rumah
Kami tinggalkan bangku sekolah
Dan membatasi semua kegiatan
Kami rindu bercengkarama
Berkumpul dan bercanda teman keluarga dan tetangga
Corona, kembalilah ke antah berantah yang jauh dari bumi
Corona, dengarkan doaku pada Tuhan
Tuhan kami yang maha segalanya
Tuhan kami tampat meminta
Tuhan kami untuk berlindung
Kami berlindung padaNYa dari siksamu yang jahat.

43

42. Virus Corona
Karya: Muh. Lukman Nur Hanafi (86)

Corona itu virus
Kecil tapi hebatnya tak terkira
Kenapa kubilang begitu?
Karena ia telah
Menyebar ke penjuru dunia
Tak kunjung mereda
Dunia gelap tanpa tawa
Artinya tak ada warna seperti dulu
Kecuali hitam
Manusia dibuat sengsara
PSBB di mana mana
Rakyat jadi tersiksa
Hebat bukan sang virus ini

Semakin menjadi jadi
Kau biang malapetaka
Kehidupan jadi berbeda
Sekolahku tak bertatap muka
Daring daring hingga kubosan
Pintaku pada Allah
Bawa sang Corona dari kehidupan dunia
Agar dunia kami kembali normal dan sehat sentosa

44


Click to View FlipBook Version