43. Dampak Corona
Karya: M. Habib (74)
Gara gara Corona
Aku tidak bersekolah
Belajar dan bercanda dengan teman tak lagi kurasa
Aku juga tak dapat mengaji di musholla
Gara gara Corona aku berdiam di rumah
Apalagi bermain di sungai, ladang seperti dulu
Aktivitasku tertunda semua
Gara gara Corona aku pergi dengan masker
Duniaku menjadi sesak dan pengap
Semoga Corona segera berlalu
Agar aku dapat bertemu teman temanku lalu bermain kembali
45
44. Kurindu Kalian
Karya: Anindia Pramiswary (71)
Berminggu minggu kutak bersekolah
Berdiam saja dan belajar di rumah
Kebosanan mulai menjangkiti
Kurasakan rindu yang menghebat
Pada guru, teman dan sekolah
Canda tawa dan cerita diantara kami
Semua hilang tak berarti
Kini ku selalu berdoa
Sehat sehatlah semua dan kita bertemu kembali
Belajar lagi
Bermain kembali
46
45. Kemerdekaan
Karya: Devi Astuti (92)
Merdeka tidak dibeli, cuma ingin dihargai
Kebebasan yang mesti digenggam
Merdeka itu mesti bersatu
Bukan menjadikannya bercerai berai
Para pahlawan tanpa prasasti
Berperang dengan musuh
Dan berani menghadang para pembenci
Berkatmu Indonesia kini berjaya
Sampai bisa menembus zaman yang gila
Merdeka
Teriak yang terus menggema
47
46. 2019
Karya: Amandah Indah Saputri (82)
Selesai sudah tahun 2019
Kini berganti menjadi 2020
Seluruh drama dari menemukan hingga melepaskan
Bahagia hingga perih dan pilu
Waktu telah memisahkan aku dan bunda
Jauh
Kau sudah bersama Dia di surga
Menutup tugasmu di dunia
Selamat jalan bunda
Suatu hari kelak kita kan bersama
48
47. Tempe
Karya: Nindia Afara (92)
Tempe
Itulah pangananku sejak kecil
Siapa sangka kujadi pintar dan sehat seperti ini
Sepotong dua potong yang terus mengaliri tubuh
Setiap hari setiap waktu
Tak pernah ada bosan tuk menikmati
Tempe yang tertelan dalam mulutku
Adalah resapan kedelai bercampurnya garam
Bukan asin tapi gurih dan nikmat
Apalagi ditemani sepiring nasi hangat dan sambal terasi
Tiada hari tanpa tempe kunikmati
Harga tak menguras kantong
Bertebar seantero negri
Kedai, cafe atau mall sekalipun
Tempe rajanyanya lauk di mana mana
49
48. Kecoa
Karya: April Olinvia (72)
Terbang seekor kecoa ke makanan
Padahal kutahu ia baru saja dari sampah di sebelahku
Beraninya dia mampir ke piringku
Serangga kecil berwarna coklat itu
Suka sampah dan segala kotoran
Maka jika sudah hinggap pada makanan
Kuman dan bakteri ikut menyertainya
Kecoa bisa menyebabkan sakit perut
Sehingga kita sering tertipu
Makanan yang tampak bersih
Belum tentu bersih
50
49. Kera
Karya: M. Daffa Rio Satria (92)
Kera
Hewan lucu yang sangat kusuka
Polahnya menggemaskan
Melompat, berayun ayun dari satu pohon ke pohon lainnya
Sambil menggendong sesisir pisang
Dia melumatkan ke dalam gigi giginya yang tajam
Kulit dibuang sembarang
Saatku ingin membelai bulunya
Kuterpeleset kulit pisang
Kera tertawa terpingkal pingkal
Aku terjaga dari mimpi
Ternyata aku terjatuh dari dipan
51
50. Percaya Diri
Karya: Kevin Elegan Kusnadi (81)
Aku selalu takut mencoba hal baru
Kusalahkan orang untuk membuat alasan
Sekedar lari dari masalah
Kututupi kesalahan dengan kesalahan
Kesepian begitu mendera
Aku tak suka menjadi pusat perhatian
Mengurung diri di kamar menjadi kebiasaan
Meratapi nasib dengan tangisan
Tapi ayah berkata
Berhentilah menangis
Tak perlu bersembunyi
Hadapi dengan optimis
Jadilah percaya diri
Kata kata ayah berasa sihir
Yang menyadarkan diri
Semua yang kulakukan tak berguna
Kuberjanji
Bahwa hari esok
Harus lebih percaya diri
52
PENULIS
(Aku hadir tanpa mampu membendung mimpi mimpi yang kupilih,
tempat mengabdi kebahagiaan yang menglir dalam raga, nafas dan
hidup ini)
Buku Antologi Puisi bertaut nama Raut Muda Berderet
Kata merupakan himpunan 50 penulis muda yang sudah
mengenal puisi ketika duduk di bangku sekolah dasar, bahkan ada
yang belum pernah sama sekali mengenal puisi. Tapi tak menjadi
halangan bagi putra putri SMP Negeri 4 Gunung Sugih Lampung
Tengah dari kelas VII, VIII dan IX di tahun pelajaran 2020/2021
dan berlatar belakang kemampuan yang berbeda ini telah
berusaha mengerahkan segala kemampuan yang dipunya untuk
menuangkan pengamatan, ide dan rasa dalam diri mereka untuk
sebuah karya tulisan berbentuk puisi dengan tema yang beragam.
Semua tema dikelompokkan dalam ide yang sama. Semoga karya
mereka menjadi tolakan awal untuk menjadi penulis puisi dan
menjadikan kegiatan ini sebagai budaya menulis
Inilah para raut muda itu:
Anisa Aulia Dewi (93), Rasyalia Adinda Putri (82), Syifa Aulia
(75), Aulia Susilawati (86), Nisa Lestari Nainggolan (96), Ade Hani
Nur Amalia (81), Ardellia Zahra (92), Abdul Hafidh Anshory (72),
Intan Rosallia Pratiwi (82), Selvia Maharani (92), Aditya Pratama
(74), Masdariana (92), Meila Anjani (75), Jaka Damiri (76),
Amandah Indah Saputri (82), Chalista Wyandari (75), Bona
Ventura Sandi Kurnia (75), Tria Eka Tristianti (85), Cellsy Amalia
(75), Ayu Shellenia Susanti (95), Nabila Belhi Hafifah (75), Dwi
Gita Cahyani Puja(92), Listia (93), Nabila Azahra (74), Helaria
Prima Devi PC (82), Kryka Fani Aprilia (76), Marta Tiara Kasih
(93), Hedi Novian (94), Kellythia Sausan Azzahra (74), Rendy
Irawan (75), Syifa Lutfia Hilmi Ramadhani (82), Roma Ito Baru
53
Damanik (76), Dini Hidayati (72), Fanisa Aulia Putri (72),
Muhammad Yovi Pratama (75), Sri Wulandari (72), Putri Mustika
(81), Shintya (92), Alfian Andreawan (72), Isnani Safitri (82),
Evelyne Qurnia Fitri (81), Muh. Lukman Nur Hanafi (86), M.
Habib (74), Anindia Pramiswary (71), Devi Astuti (92), Amandah
Indah Saputri (82), Nindia Afara (92), April Olinvia (72), M. Daffa
Rio Satria (92), Kevin Elegan Kusnadi (81).
Semoga deretan kata kata yang mereka miliki itu
menjadikan mereka sebagai juara hati dalam mencipta bait nan
indah.
54
SINOPSIS
(Candu yang melenakan adalah ketika yang muda dan bersahaja
menderetkan kata kata apik)
Kata kata yang bermain pada jiwa muda ini menjadi
jawaban bahwa belajar jarak jauh tidak mudah membungkam hati
dalam menderetkan kata kata indah pada setiap baitnya. Masa
remaja yang sarat bertanya tentang ketuhanan, keluarga, alam,
pendidikan, dunia hewan dan jati diri menjadi jalan untuk
mengekspresikan keresahan yang muncul. Buku Raut Muda
Berderet Kata menjadi sarana dan wadah mereka mengumpulkan
kekuatan dan keberanian menuangkan ide yang bermain di
kepala, sedikit demi sedikit membumbung hingga akhirnya
menjadi karya sastra jiwa muda yang terus ingin menulis.
Ada beberapa kata dalam puisi puisi yang menggaet
pemahaman pembaca untuk berserah diri kepada Tuhan ketika
cobaan menghadang, dengan doa dan pinta yang terus diucapkan,
Karena Engkaulah yang tahu semua ceritaku, Engkaulah pemilik
hidupku. Juga saat kita meminta Tuhan untuk kembalikan
kedamaian ini, Tuhanku, timanglah bumi ini. Kerinduan Hujan
yang akan menyejukkan bumi, dengan Air menyimpan janji
semuanya dirangkum sebagai sepucuk pesan dari Tuhan bahwa
alam beserta isinya adalah pesan yang terus dikumandangkan
penulis dalam melangkah pasti menyambut hari esok.
Sebuah buku dengan berderet karya yang meminta Anda
untuk merasakan nyawa kehidupan insan muda, lugu tapi
mampu mengulas perpaduan kata kata yang manis, pahit dan
uniknya deret kata kata yang disyairkan lebih bernyawa dan apik .
55
56
57
58
59
60
61